ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, February 1, 2010 | 4:46 PM | 0 Comments

    Pertikaian China - AS Semakin Memanas

    BEIJING - China dan Amerika Serikat (AS) saling kecam terkait penjualan persenjataan Washington ke Taiwan. Beijing memprotes keras kontrak penjualan rudalrudal Patriot, helikopter Black Hawk, kapal-kapal pemburu ranjau, dan persenjataan buatan AS ke Taiwan.

    Sebaliknya, AS menegaskan penjualan senjata senilai USD6,4 miliar ke Taipei itu justru positif bagi keamanan dan stabilitas di Selat Taiwan. Sebagai bentuk protes, China mengancam akan menghentikan kontak-kontak militer dan keamanan dengan AS dan memberlakukan berbagai sanksi untuk perusahaan-perusahaan AS yang terlibat dalam kontrak penjualan senjata itu.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Laura Tischler mengatakan, penjualan senjata itu justru memberikan sumbangan pada tetap terpeliharanya keamanan dan stabilitas di Selat Taiwan.“Ini akan membuat Taiwan merasa lebih percaya diri dan menjaga stabilitas di Selat Taiwan,” paparnya.

    Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Huang Xueping mengatakan, ada bahaya besar yang muncul akibat penjualan senjata AS kepada Taiwan ini.

    “Rencana penjualan senjata AS itu mengirim sinyal salah pada Taiwan dan hanya akan mendorong arogansi kekuatan kemerdekaan Taiwan serta mengacaukan pengembangan perdamaian di wilayah itu,” kata pejabat China yang menolak disebut namanya. Bagi Beijing, Taiwan adalah provinsinya yang membangkang dan harus kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari China.

    Presiden Taiwan Ma Ying-jeou yang berhasil menghangatkan hubungan perdagangan dan politik dengan China mengatakan, kesepakatan penjualan senjata ASTaiwan itu tidak sepatutnya ditakuti Beijing. Paket penjualan persenjataan AS ke Taiwan yang terbaru terjadi pada Oktober 2008.

    Menanggapi keputusan AS yang saat itu masih dipimpin Presiden George W Bush, Beijing juga memutuskan sementara waktu hubungan militernya dengan AS.

    Para analis mengatakan,sanksi China kali ini semakin keras di tengah kemampuan perekonomiannya yang akan melampaui Jepang serta anggaran militernya yang terus meningkat. Kongres Amerika memiliki waktu 30 hari untuk memberi tanggapan mengenai usulan penjualan senjata itu.

    Sumber: OkeZone

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.