ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, March 11, 2011 | 12:04 PM | 0 Comments

    Panglima TNI: Berita Wikileaks Tekan SBY

    Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menilai bocoran Wikileaks yang menyeret nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan salah satu bentuk tekanan kepada pemerintah. Kendati demikian, TNI akan meneliti kebenaran informasi dari dua media Australia itu, The Age dan Sydney Morning Herald.

    "Memang media kan bisa untuk menekan," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono saat menerima Brevet Komando Kehormatan Kopassus di Mabes Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Jum'at 11 Maret 2011.

    TNI saat ini tengah menyelidiki bocoran Wikileaks, yang diklaim bersumber dari laporan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta ke Washington, AS itu. "Kami akan analisis dan cek kebenarannya," kata Agus.

    Pemberitaan dua media Australia itu menyebut Presiden SBY melindungi kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan Taufiq Kiemas. Tetapi, PDI Perjuangan membantah soal itu.

    Pihak Istana Kepresidenan membantah informasi yang diberitakan Wikileaks lewat dua media Australia itu. Istana menilai, informasi itu tidak bisa diverifikasi, dan termasuk berita sampah.

    Sumber: VIVA News

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.