ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, May 25, 2011 | 10:14 AM | 1 Comments

    Australia Waspada Peningkatan Kapal Selam India, Indonesia Dan China

    Sydney - Australia harus waspada dengan peningkatan jumlah kapal selam dan kebutuhan kapal perang anti kapal selam di Asia, ujar seorang analisis inteligen dan mantan penasehat militer pada era pemerintahan Howard.

    Brice pacey mengatakan bahwa negara - negara seperti India, Indonesia dan China telah memulai perlombaan untuk meningkatkan armada kapal selam mereka.

    Dalam sebuah dokumen dari Kokoda Foundation yang diberitakan hari ini, Pacey berpendapat bahwa Australia harus mempertimbangkan untuk mengupgrade kapal selam Collins dan mempercepat pengadaan 12 kapal selam baru serta penambahan kapal perang anti kapal selam.

    Pacey mengatakan pada tahun 2030 akan ada lebih banyak kapal selam di kawasan tersebut, dan dapat melakukan misi rahasia serta dapat membawa senjata yang lebih efektif.

    Secara khusus, China pada tahun 2025 diperkirakan memilik 78 kapal selam jumah tersebut dari 65 tahun lalu. Pacey juga mengatakan kapal selam tersebut untuk mempertahanankan dari tekanan Taiwan.

    Sumber: Northernweekly

    Berita Terkait:

    1 komentar:

    Indra Sutedja Dwiwangsa said...

    kalau australia memiliki sikap tegas dalam sistem pertahanannya......itu artinya bangsa indonesia pun boleh dong bersikap yang sama.....bagaimana?

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.