ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, September 22, 2011 | 8:38 AM | 0 Comments

    Danlantamal VI Makassar : Laut Sulawesi Rawan, TNI Lakukan Persuasif

    Makassar - Perairan Sulawesi tergolong luas dan merupakan wilayah yang rawan terjadi pelanggaran laut. Untuk mengantisipasi pelanggaran seperti pemboman ikan, TNI Angkatan Laut (AL) mengutamakan pendekatan secara persuasif, selain lebih efektif keterbatasan alutsista

    "Untuk mengantisipasi pelanggaran di perairan Sulawesi kita lebih mengutamakan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran di perairan. Contohnya seperti bersosialisasi kepada para nelayan untuk tidak menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan," kata Brigjen Marinir Chaidier Pattonory, Komandan Lantamal (Danlantamal) VI Makassar, di Markas Komando Lantamal VI Makassar, Rabu, 21 September.

    Menurutnya, wilayah laut Sulawesi sangat luasa dan rawan terjadi pelanggaran seperti pelanggaran wilayah, ilegal fishing, ilegal logging dan ilegal mining serta penyelundupan. Wilayah yang sangat luas ini tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai untuk melakukan pemantauan dan pengawasan.

    "Wilayah laut yang luas merupakan salah satu masalah yang dihadapi, sedangkan daya jelajah armada kita juga terbatas," kata Chaidier.

    Lantamal VI yang berpusat di Makassar, saat ini hanya memiliki tiga unit kapal jenis KRI. Ketiga armada inilah yang digunakan untuk menjaga perairan di tujuh pulau. Yakni, perairan Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," terangnya.

    Terkait minimnya alutsista, Chaidier menambahkan bahwa anggaran yang dikucurkan negara memang terbilang minim. " Dana alusista yang dianggarkan negara memang minim. Hanya 56 trilyun saja, itu untuk pengadaan kendaraan perang, kapal, gaji tentara hingga seragam tentara," ungkapnya Chaidier.

    Sumber : INILAH

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.