ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, November 8, 2012 | 9:22 PM | 0 Comments

    Rheinmetall Ijinkan PT Pindad Untuk Upgrade Leopard Ri Dengan Konten Lokal

    Jakarta - Tank Leopard RI menjadi salah satu daya tarik pengunjung dalam pameran Indo Defence 2012 Expo & Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 7-10 November 2012. Satu buah kendaraan tempur jenis Main Battle Tank buatan Jerman ini pun terpampang di pelataran JIExpo bersama kendaraan TNI tempur lainnya.

    Pantauan VIVAnews, sejumlah pengunjung mengabadikan lewat kameranya, tank yang baru saja didatangkan ini. Dari sales promotion girls, mahasiswa, sampai anggota TNI antusias berpose di depan tank yang memiliki bobot 62 ton tersebut.

    Tank berkecepatan maksimal 72 km/jam ini bisa membawa empat kru di dalamnya. Tank ini juga cocok berjalan di berbagai medan, baik aspal maupun tanah.

    Tank kelas berat ini dilengkapi dengan persenjataan, seperti 1 x Rheinmetall 120 mm L55 smoothbore gun, 1 x coaxial 7.62 mm machine gun, dan 1 x 7.62 mm anti-aircraft machine gun.

    Berdasarkan literatur pertahanan, Tank Leopard Revolution ini memiliki laras lebih pendek sekitar 1,3 meter dari Tank Leopard jenis terbaru 2A6. Namun, laras tersebut dapat dimodifikasi hingga menyerupai Tank Leopard 2A6.

    Upgrade konten lokal

    Kedatangan Tank Leopard RI ini tentu menambah kekuatan militer TNI, khususnya Angkatan Darat. Karenanya, Pemerintah Indonesia, melalui PT Pindad Persero akan segera mengupgradenya dengan konten-konten lokal.

    Hal itu dipastikan setelah Kementerian Pertahanan RI menandatangani nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan Jerman yang memproduksi Tank Leopard Revolution ini, yakni Rheinmetall Landsysteme. Kemenhan dalam penandatanganan ini diwakilkan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan, Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, sedangkan Rheinmetall diwakili oleh Managing Director, Harald Westermann.

    Penandatanganan MoU dilakukan di sela-sela pameran Indo Defence hari kedua ini berlangsung. "Ini sebagai komitmen kita untuk melakukan alih teknologi bagi setiap alutsista yang dibeli dari luar negeri," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama.

    MoU antara Kemenhan dan Rheinmetall ini untuk menyepakati pembelian Tank Leopard, Tank Marder 1A3, dan sejumlah tank pendukung lainnya. Khusus Tank Leopard, pembelian tank kelas berat itu dikarenakan Indonesia masih berkutat pada Light Tank atau tank kelas ringan.

    "Selama ini kita belum punya tank berat dan tank medium. Kita baru punya tank ringan," kata Purnomo.

    Kesepakatan itu juga tak hanya soal pembelian, tetapi juga kerja sama untuk pemeliharaan Tank Leopard. Pemeliharaan itu pun dipercayakan ke PT Pindad, Bengkel Pusat TNI AD, dan Balitbang TNI AD.

    Menurut Ediwan Prabowo, dengan adanya kesepakatan ini, PT Pindad akan mendapatkan workshop tentang pemeliharaan dan perbaikan Tank Leopard. Tak hanya itu, Rheinmetall juga memberi kesempatan PT Pindad untuk mengupgrade Tank Leopard dengan konten-konten lokal. Di antaranya plat baja, sepatu atau rantai roda Tank.

    "Pihak Rheinmetall juga akan mempercayakan PT Pindad untuk improvisasi menggunakan konten lokal. Tentu sifatnya masih yang ringan-ringan. Ke depan semoga PT Pindad juga bisa membuat laras meriam Leopard," ujar dia.

    Ediwan berharap, kontrak kerja sama dengan Rheinmetall bisa diselesaikan pada November 2012 ini. Hal itu bertujuan agar pada 2014 mendatang, semua Tank Leopard yang dipesan sudah ada di Indonesia.

    Meski demikian, Ediwan tidak berbicara mengenai berapa jumlah persis Tank Leopard yang dipesan. Ia beralasan, Kemenhan dan Rheinmetall masih dalam tahap negosiasi.

    "Yang jelas, TNI Angkatan Darat sebagai pengguna membutuhkan dua batalyon tank berat," katanya.

    Selain dengan Rheinmetall, pada kesempatan ini Kemenhan juga menandatangani MoU dengan Avirbrus Industria Aerospacial Brazil. Kesepakatan dengan Avibrus ini terkait pembelian Multi Launcher Rocket System atau peluncur roket multilaras. Roket ini juga akan digunakan oleh TNI Angkatan Darat.

    Seperti diketahui, Kemenhan menganggarkan US$280 juta untuk pembelian tank kelas berat dengan pengadaannya dilakukan bertahap dari 2012, 2013, hingga semester pertama 2014.

    Sumber : Vivanews

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.