ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, August 27, 2010 | 5:54 PM | 0 Comments

    Indonesia akan tambah wilayah laut

    Pulau Sumatra

    Jakarta - Indonesia diperkirakan akan memiliki wilayah laut baru di sebelah barat laut Sumatera.

    "Dalam konvensi hukum laut, memberikan hak kepada negara kita untuk memiliki landas kontinen," kata Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, di kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (27/8).

    Menurutnya, Indonesia berpotensi wilayah lautnya bertambah luas sekitar 400 ribu km2. Luasnya setara dengan luas Pulau Madura.

    "Klaim awal kita, wilayah ini bisa menjadi tambahan baru," ungkapnya.

    Oleh karena itu, Havaz melanjutkan, untuk memperkuat klaim tersebut, pemerintah membentuk tim nasional yang didalamnya akan melakukan survei lebih mendalam terhadap wilayah laut yang akan menjadi milik Indonesia.

    "Kita membentuk satu tim nasional, dari Kemenlu, Mabes Polri, Angkatan Laut, ESDM/Migas, dan BPPT. Kita menyusun klaim awal kita," jelasnya.

    Ia menambahkan, dari hasil survei awal, pihaknya telah menemukan adanya nilai ekonomis dalam laut tersebut.

    "Nilai ekonomisnya ada mineral yang bisa dipakai keperluan industri, mineral-mineral lain yang bisa bioteknologi. Diluar resmi laut ada juga permata. Kita belum nelakukan full survei. Nanti segera setelah kita mendapatkan konfirmasi baru akan melakukan full survei," paparnya.

    Havaz yang menjadi pengacara pemerintah dalam perundingan perbatasan pembahasan tersebut berharap klaim pemerintah akan dibahas di awal September.

    "Pembahasan diharapkan dilakukan minggu depan sehingga awal September akan mendapatkan maksimal," pungkasnya.

    Sumber: PRIMAIRONLINE

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.