ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, August 27, 2010 | 10:03 PM | 0 Comments

    Perbatasan Indonesia-Malaysia Kondusif

    Perbatasan Entikong- Indonesia
    Entikong, Kalbar (ANTARA News) - Kawasan tapal batas yang langsung menghubungkan Indonesia dengan Malaysia (Serawak) di Kalimantan saat ini dalam kondisi kondusif, kendati hubungan kedua negara tengah memanas.

    Hasil pantauan ANTARA di daerah perbatasan Entikong (Kalimantan Barat) - Tebedu (Malaysia), Jumat, tidak terlihat adanya aktivitas yang mencolok.

    Semuanya masih berjalan seperti biasa. Bus lintas negara jurusan Pontianak-Kuching-Brunei tetap menjalankan rutinitas membawa penumpang ke Pontianak, Kalimantan Barat, tidak terpengaruh dengan perkembangan hubungan kedua negara.

    Perseteruan Indonesia-Malaysia mulai memuncak ketika tiga anggota DKP ditahan oleh pihak Malaysia. Penahanan itu menimbulkan reaksi yang cukup panas di dalam negeri.

    Kendati situasi tengah memanas mewarnai hubungan kedua negara, hubungan kekerabatan di antara warga di perbatasan tidak tergangu sama sekali.

    Stefen, warga Tebedu (Sarawak) ketika dijumpai sewaktu berbelanja di pasar tradisional di Entikong (Kalimantan Barat) mengatakan, dirinya mengetahui hubungan kedua negara saat ini tengah memanas. "Namun hal itu untuk warga di tapal batas tidak mempengaruhi hubungan warga serumpun," katanya dengan logat Malaysia.

    "Saya selalu datang lah ke pasar tradisional, belanja pakaian, apa lagi ini mendekat hari raya. Semua pekerja saya asal Indonesia, memang sewaktu saya tengok news di TV kemarin tengah hangat membincangkan masalah kedua negara," katanya.

    Diakui Stefen bahwa dirinya juga mengetahui jika pemerintahnya memberikan peringatan agar waspada jika berkunjung ke Indonesia. Imbauan itu sifatnya untuk berhati-hati.

    Namun bagi Stefen, selaku warga Tebedu tentu dirinya tidak perlu "was-was" (khawatir) karena di perbatasan Indonesia-Malaysia, tidak terjadi hal-hal yang bisa menyebabkan hubungan semakin memburuk. Semuanya masih seperti biasa.

    "Orang tempatan masih berniaga di Serian, begitu juga sebaliknya orang Malaysia berkunjung ke Entikong," katanya.

    Di area batas Malaysia terlihat tidak ada aktivitas yang mencolok, namun terlihat pengamanan yang lebih banyak dari biasanya.

    Terlihat Polisi Malaysia berada di setiap sudut area border. Tentara Diraja Malaysia juga tampak berjaga-jaga dan ada pasukan anti "penjenayah" atau pelaku kriminal.

    Salah satu anggota Polisi Malaysia yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa pengamanan yang dilakukan masih seperti biasa. Memang ada tambahan anggota, namun itu bukan lantaran adanya hubungan yang memanas antara Malaysia-Indonesia.

    "Melainkan karena Malaysia akan menyambut HUT Kemerdekaan tanggal 31 Agustus dan mengantisipasi arus mudik lebaran," katanya.

    Di tempat terpisah, tokoh masyarakat perbatasan yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Yordanus Pinjamin, mengatakan pemerintah harus tegas terhadap Malaysia. Jika masih bersikap lembut maka akan semakin diinjak-injak.

    "Tegas dalam arti segera selesaikan masalah yang terjadi jangan menunggu terus, lakukan pertemuan dan tuntaskan," katanya.

    Selain itu, Pinjamin juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan pengawasan dan memperhatikan pulau-pulau yang berbatasan dengan Malaysia. Jangan sampai diklaim lagi seperti Sipadan dan Ligitan.

    Dia menyatakan, bukan hanya pulau saja yang harus diperhatikan pemerintah, kesenian, adat istiadat juga patut dijaga jangan sampai "diambil" (diklaim) oleh negara lain.

    "Kita di perbatasan tetap mendukung pemerintah RI dan tetap cinta NKRI," katanya.

    Pinjamin mengingatkan kembali, memanasnya hubungan kedua negara ini perlu segera diselesaikan agar masyarakat di tapal batas tidak khawatir. "Apalagi melihat adanya pengamanan yang berlapis di wilayah perbatasan Malaysia sejak dua hari lalu," katanya.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.