ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Sunday, September 5, 2010 | 10:38 PM | 0 Comments

    Akbar Tanjung: Peralatan Perang Indonesia Harus Diperbarui

    Lubuklinggau (ANTARA News) - Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung menyatakan peralatan perang yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia harus diperbarui sehingga dapat menjaga kedaulatan negara.

    "Ke depannya alat pertahanan perang negara kita harus diperbaharui untuk memperkuat TNI mempertahanan kedaulatan negara dan wilayah perbatasan," kata Akbar setelah menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, Ridwan Mukti- Hendra Gunawan di Lubuklinggau, Minggu.

    Menurut dia, Jika ada gelagat pihak tertentu yang akan mengganggu kedaulatan negara Repbulik Indonesia yang diakui internasional supaya TNI tidak ragu mengambil tindakan harus meningkatkan peralatan perangnya.

    Kedaulatan suatu bangsa atas Tanah Airnya yang diakui oleh internasional juga harus diakui semua negara di dunia ini.

    Menyinggung pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu menjawab hubungan Indonesia dan Malaysia yang belakangan memanas kata dia, adalah kebikan yang matang dengan beerbagai perhitungan.

    Selain ditinjau dari aspek ekonomis juga perhitungan keselamatan 2 juta lebih tenaga kerja Indonesia yang bekerja di negara jiran tersebut.

    Sedangkan jika berdasarkan keinginan masyarakat Indonesia perlu konfrontasi dengan Malaysia diharapkan jangan sampai terjadi, karena harus menghormati keputusan Presiden.

    Pernyataan serupa juga diutarakan Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Abu Rizal Bakrie, bahwa elemen masyarakat Indonesia agar menerima kebijakan pemerintah itu sebagai sebuah keputusan yang lahir dari pertimbangan matang.

    Sumber: ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.