ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Sunday, April 25, 2010 | 5:34 PM | 0 Comments

    Korsel: Torpedo Penyebab Tenggelamnya Kapal


    SEOUL--MI: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengatakan, torpedo kemungkinan menjadi penyebab ledakan yang menenggelamkan kapal perang AL mereka di dekat batas perairan yang menjadi sengketa dengan Korea Utara (Korut).

    "Efek 'buble jet', yang mengakibatkan kapal tenggelam, kemungkinan besar disebabkan oleh torpedo berdaya ledak kecil," kata Menteri Pertahan Korsel Kim Tae-young, Minggu (25/4).

    Meski demikian, Pemerintah Korsel tidak langsung menuduh seterunya Korut, namun tetap menaruh curiga terkait aksi-aksi provokasi penyerangan-penyerangan terhadap Korsel.

    Kapal perang AL Korsel Cheonan sedang melakukan patroli rutin pada 26 Maret lalu ketika ledakan membelah kapal tersebut dan akhirnya tenggelam. Peristiwa ini merupakan peristiwa terburuk sepanjang sejarah AL Korsel. Sedikitnya 40 kru kapal tewas.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korsel: Torpedo Penyebab Tenggelamnya Kapal

    Rindam Jaya di TN Halimun belum Dipindahkan

    JAKARTA--MI: TNI Angkatan Darat (AD) belum akan memindahkan resimen induk Kodam Jaya (Rindam Jaya) yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tapi, bila ingin dipertahankan, diperlukan pembicaraan antara TNI AD dengan Kementerian Kehutanan.

    "Belum ada instruksi. Belum ada informasi untuk dipindahkan. Belum tahu juga tahap selanjutnya. Yang pasti, harus duduk bareng antarpemimpin. Harus ada jalan keluarnya," ujar Kepala Dinas Penerangan AD Bambang Widjajanto kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (25/4).

    Rindam Jaya, lanjut Bambang, digunakan untuk penginapan para pelatih yang melatih tahap kedua latihan infantri. Ini setelah latihan tahap pertama dilakukan di Condet, Jakarta.

    "Infantri ada dua tahap (latihan). Tahap pertama di Condet dan kedua di situ. Untuk para pelatih susah tidurnya di mana, latihannya di mana, sehingga di daerah itu untuk latihan infantri tahap dua," ujarnya. "Daerah itu untuk para pelatih istirahat."

    Pelatihan militer menggunakan wilayah itu dilakukan setahun hanya dilakukan dua kali. Sisanya tidak ada kegiatan. Selama sepi itu, lanjut Bambang, dilarang adanya kegiatan komersial.

    Sebagaimana diwartakan sebelumnya, mess instruktur yang ada di Kampung Rawalega, Desa Gunung Sari, atau tepatnya di kompleks Vila Nur Inka itu terdapat bangunan mess atau barak, kompleks Rindam Jaya dilengkapi fasilitas latihan seperti pine ball (arena perang-perangan, kolam renang, dan outbond. Harga tiket kolam renang Rp5.000 per orang. "Kami tidak ada perintah begitu, tapi seharusnya tidak boleh," tegas Bambang.

    Bila ditemukan adanya penyelewengan atau penggunaan komersial tanpa izin, TNI AD akan melakukan tindakan tegas. Namun hukuman yang akan dijatuhkan sesuai dengan ketentuan.

    "Disesuaikan ketentuan. Dipanggil dulu oleh provos. Yang jelas harus ada tindakan dari pimpinan satuan masing-masing," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Rindam Jaya di TN Halimun belum Dipindahkan

    Pertamina Operasikan Tanker Terbesar

    JAKARTA--MI: PT Pertamina (persero) akhirnya kembali memiliki kapal tanker minyak terbesar dalam jajaran armada kapalnya dengan beroperasinya MT Gunung Geulis P 8004.

    Masuknya kapal tanker terbesar dengan bobot hingga 107.500 dead weight tonnes (DWT) itu diharapkan dapat memperlancar pasokan minyak mentah untuk kilang pengolah bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

    "Dengan masuknya MT Gunung Geulis, selain untuk mendukung kehandalan pasokan minyak mentah untuk diolah menjadi BBM, juga untuk mendorong kinerja divisi perkapalan Pertamina yang handal dan akuntabel," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo usai peresmian beroperasinya kapal tersebut di Dumai, Riau, Sabtu (24/4) lalu.

    Menurut Djaelani, dengan kemampuan mengangkut BBM hingga lebih dari 600 ribu barel, kapal ini akan mendukung distribusi pasokan minyak mentah untuk kilang minyak Pertamina.

    "Dari Dumai, kapal ini akan membawa pasokan crude untuk diolah di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kilang Cilacap, Jawa Tengah hingga ke Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur," ujar Djaelani.

    Menurut Djaelani, pembelian kapal baru termasuk program Pertamina meremajakan kapal sekaligus mendukung operasi BUMN migas itu memproduksi tambahan 400.000 barel per hari pada 2010 dan akan menjadi 2014 akan mencapai 1 juta barel per hari.

    MT Gunung Geulis memiliki panjang 243,8 meter dan lebar 42 meter. Kecepatan normal kapal bisa mencapai 13 Knot dan kecepatan maksimal 15 Knot. Dumai-Balongan dapat ditempuh MT Gunung Geulis selama 58 jam.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pertamina Operasikan Tanker Terbesar

    Saturday, April 24, 2010 | 9:59 PM | 0 Comments

    Iran Luncurkan Pesawat Penyerang tidak Berawak Tahun Depan


    TEHERAN--MI: Garda Revolusi Iran, Sabtu (24/4) mengatakan pada Maret tahun depan akan menyebar pesawat tidak berawak buatan dalam negeri yang mampu melakukan serangan udara.

    "Pesawat tanpa awak super canggih itu dibuat oleh Garda Revolusi, dan akan dioperasikan pada pertengahan tahun kedua, tahun ini," kata Komandan Garda Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang merujuk bahwa akhir tahun http://www.blogger.com/img/blank.gifIran akan jatuh pada 20 Maret 2011.

    Dia tidak memberikan penjelasan secara detil mengenai pesawat tak berawak itu. Teknologi pesawat tak berawak Iran telah menimbulkan keprihatinan di Amerika Serikat.

    Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, baru-baru ini memperingatkan mereka akan 'mempersulit' bagi kehadiran militer di Afghanistan. Pada Februari lalu, Iran membuka dua jalur produksi untuk pembuatan pesawat tak berawak itu. Teheran mengatakan, bahwa pesawat tak berawak tersebut akan berkemampuan melakukan serangan dengan ketepatan yang tinggi.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Iran Luncurkan Pesawat Penyerang tidak Berawak Tahun Depan

    Indonesia Pesan delapan Super Tucano

    TNI AU telah memutuskan untuk memesan delapan Embraer EMB-314 Super Tucano trainer dan pesawat pencegat, tapi kementerian pertahanan belum menyetujui kesepakatan itu.

    Selain itu ada beberapa jenis yang dipertimbangkan untuk kebutuhan TNI AU, seperti Korea Aerospace Industries-KT 1(KAI), 12 pesawat dari KAI sudah digunakan untuk pesawat latih. Jika disetujui, tahap awal akan memesan delapan pesawat, dan akan memesan lagi. Ini merupakan pesawat pertama Embraer Super Tucano dijual di pasar Asia.

    Meskipun keputusan TNI AU, persetujuan dari menhan, untuk melakukan evaluasi teknis pesawat yang akan dibeli.

    TNI AU berencana untuk menggunakan Super Tucano untuk pesawat serang ringan,untuk untuk menggantikan pesawat Rockwell OV-10 Broncosera di era 1960-an. karena perawatannya sudah terlalu mahal , menurut Flightglobal's MiliCAS mengatakan hanya ada dua pesawat OV-10 yang dapat dioperasionalkan.

    Persyaratan bahwa pesawat berpotensi digunakan untuk tugas-tugas secara efektif mengesampingkan serangan pesaing Embraer terbesar di pasar pelatih, Pilatus. produsen memiliki kebijakan untuk tidak menjual pesawat tempur ke negara-negara berkembang, sejalan dengan sikap umum Swiss sebagai negara netral.

    Indonesia Broncos yang digunakan antara tahun 1970-an dan 1990-an untuk menumpas gerakan yang berhaluan kiri Timor-Leste kemerdekaan Fretilin.

    Timor-Leste memperoleh kemerdekaan dari Jakarta pada tahun 2002 dan saat ini Indonesia telah ada pemberontakan besar. Tetapi suku-suku di provinsi Papua Barat yang memiliki perjuangan dekade-tua untuk kemerdekaan bahwa kadang-kadang meletus menjadi pertarungan.
    Readmore --> Indonesia Pesan delapan Super Tucano

    Indonesia Pesan delapan Super Tucano

    TNI AU telah memutuskan untuk memesan delapan Embraer EMB-314 Super Tucano trainer dan pesawat pencegat, tapi kementerian pertahanan belum menyetujui kesepakatan itu.

    Selain itu ada beberapa jenis yang dipertimbangkan untuk kebutuhan TNI AU, seperti Korea Aerospace Industries-KT 1(KAI), 12 pesawat dari KAI sudah digunakan untuk pesawat latih. Jika disetujui, tahap awal akan memesan delapan pesawat, dan akan memesan lagi. Ini merupakan pesawat pertama Embraer Super Tucano dijual di pasar Asia.

    Meskipun keputusan TNI AU, persetujuan dari menhan, untuk melakukan evaluasi teknis pesawat yang akan dibeli.

    TNI AU berencana untuk menggunakan Super Tucano untuk pesawat serang ringan,untuk untuk menggantikan pesawat Rockwell OV-10 Broncosera di era 1960-an. karena perawatannya sudah terlalu mahal , menurut Flightglobal's MiliCAS mengatakan hanya ada dua pesawat OV-10 yang dapat dioperasionalkan.

    Bronco TNI AU digunakan antara tahun 1970-an dan 1990-an untuk menumpas gerakan sayap kiri Timor-Leste merdeka oleh Fretilin.

    Timor-Leste memperoleh kemerdekaan dari Jakarta pada tahun 2002 dan saat ini Indonesia masih ada pemberontakan papua merdeka.

    Sumber: flightglobal/MIK
    Readmore --> Indonesia Pesan delapan Super Tucano

    Indonesia Suplai Kendaraan Militer


    illustrasi

    JAKARTA - Industri Automotif Pertahanan Indonesia akan menyuplai kendaraan bermotor untuk Tentara Nasioanal Indonesia (TNI) pada awal tahun depan.

    Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, industri automotif Indonesia akan mengembangkan mobil militer sesuai kebutuhan pasukan militer dalam negeri.

    “Ini memenuhi permintaan Presiden SBY, agar kebutuhan pertahanan disuplai oleh industri dalam negeri,” kata Gunadi di Jakarta, kemarin.

    Mobil bagi angkatan bersenjata tersebut, lanjut Gunadi, akan memiliki kandungan lokal sebesar 70-75 persen. Dengan adanya kandungan lokal hingga 75 persen, kata dia, akan sangat menguntungkan angkatan militer dalam negeri.

    “Sisa 30 persen ada komponen impor terutama bahan baku. Itu pantas lah. Enggak mungkin 100 persen kita produksi. Selama ini, belum ada produksi dalam negeri yang menyuplai untuk militer. Yang paling penting adalah isu harus diupayakan untuk dipakai produk dalam negeri, jadi kita harus dukung. Mendukungnya bagaimana? Kita pakai produk yang ada. Supaya bisa pakai semua bengkel yang ada di seluruh Indonesia dan penjualan yang sudah ada untuk suku cadang,” terangnya.

    Gunadi menuturkan, untuk membuat contoh mobil militer ini, dibutuhkan investasi hingga miliaran rupiah. Namun, kata dia, jika dilakukan dalam produksi massal, biaya yang dibutuhkan sebesar Rp600 juta-Rp700 juta per unit. Gunadi menargetkan, mobil militer ini akan dapat mulai diproduksi secara massal pada awal 2011.

    “Kalau sudah disetujui Departemen Ketahanan (Dephan), mudah-mudahan tahun ini bisa mulai. Tapi paling lambat tahun depan, kita perlu bicarakan konsep dasar industri," papar dia.

    Menurutnya, konsep pembuatan mobil militer ini akan dikembangkan oleh asosiasi automotif pertahanan. Konsep mobil militer ini menurut Gunadi di didukung oleh menteri perindustrian dan pertahanan.

    “Yang penting kan mobilisasi maupun infrastruktur maupun kemampuan di dalam negeri Kemudian industri swasta lainnya bergabung memanfaatkan ini semua, Dephan baru mengetahui dari paparan sebagian presentasi. Karena belum melihat wujudnya langsung, baru lihat foto, sejauh ini sih tanggapannya oke,” terang Gunadi.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Indonesia Suplai Kendaraan Militer

    NATO 'Tinggalkan' Afghan Mulai November


    Jakarta - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berencana menyerahkan segala urusan pemerintahan dan keamanan di seluruh Afghanistan pada otoritas setempat. Penyerahan tanggung jawab itu akan dimulai pada November mendatang.

    "Kami sepakat untuk mulai melakukan transisi," ujat Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen seperti dilansir AFP, Sabtu (24/4/2010).

    Pengalihan tampuk kendali ini sudah terjadi di Kabul. Di ibukota Afghanistan itu, otoritas lokal sudah bertanggung jawab atas keamanan dan pemerintahannya.

    "Hari ini, kami memiliki roadmap. Pada titik tertentu masyarakat akan melihat perkembangan yang selama ini mereka sering tanyakan," lanjut Rasmussen.

    Dia berharap pemerintah Afghanistan dan komunitas internasional dapat mendukung rencana ini dalam konferensi yang digelar di Kabul pada Juli mendatang. Sementara itu serah terima kekuasaan akan berlangsung November saat NATO menggelar pertemuan tahunannya di Lisbon.

    Selama masa transisi berlangsung NATO akan bertindak sebagai pengawas. Pasukan di garis depan yang selama ini bertugas memerangi pemberontak akan ditarik ke garis belakang.

    Sumber: DETIK COM
    Readmore --> NATO 'Tinggalkan' Afghan Mulai November

    Kapal TNI AL Selamatkan Dua Nelayan

    BITUNG, KOMPAS.com - Kapal perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Sungai Gerong (SGG)-906 menyelamatkan dua nelayan yang kapal perahunya tenggelam di Laut Sulawesi.

    Komandan KRI SGG-906, Mayor Laut Yani Sujani, di Bitung, Sabtu (24/4/2010) mengatakan, kedua nelayan tersebut dievakuasi pada Jumat sekitar pukul 01.45 Wita.

    Kedua nelayan itu masing-masing Reksan (25) dan Karce (36), dan keduanya warga Desa Matutuang, Kecamatan Marore.

    "Saat ini kedua korban tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit dr Wahyu Slamet Bitung, untuk dirawat secara intensif mengingat salah seorang korban wanita yakni Karce yang masih belum sadar," katanya.

    Dia mengatakan, keterangan yang diperoleh dari Reksan, perahu yang digunakannya mulai berlayar pada Sabtu (17/4) sekitar pukul 06.30 Wita dari Matutuang menuju Marore.

    Keberangkatan tersebut dalam rangka mengikuti pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

    Tetapi sekitar pukul 08.40 Wita kapal perahu tersebut terbalik dihantam ombak dengan ketinggian yang diperkirakan sekitar dua meter.

    Perahu tersebut selanjutnya terbawa arus selama lima hari hingga ke perairan Laut Sulawesi, yang kemudian diselamatkan oleh KRI SGG-906.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal TNI AL Selamatkan Dua Nelayan

    Belu Bangun Jalan Lingkar Perbatasan RI-Timor Leste


    KUPANG--MI: Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan membangun jalan
    lingkar perbatasan RI-Timor Leste mulai tahun anggaran 2011.

    Jalan sepanjang 212,35 Kilometer (km) itu akan menghubungkan perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Leste di bagian barat sampai bagian selatan.

    "Jalan ini untuk memperlancar mobilisasi barang dan penumpang ke ruas jalan kolektor dan arteri primer," tutur Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Belu Falentinus Pareira di Atambua, Sabtu (24/4).

    Keinginan membangun jalan tersebut, ujarnya, telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan sudah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan daerah (musrenbang) tingkat provinsi.

    Ruas jalan itu dibangun bertahap, di antaranya merehabilitasi ruas yang sudah dibangun sebelumnya, yaitu Atambua-Weluli di bagian selatan sepanjang 20 km. Peningkatan kondisi jalan (pengerasan) ruas lingkar sabuk perbatasan pada 2011 ditargetkan 62,75 km.

    Selain itu, juga akan dilakukan peningkatan status jalan provinsi menjadi jalan negara sepanjang 73 km, di antaranya ruas jalan sepanjang 40,8 km yang akan mengakses perbatasan Kecamatan Turiskaen. Selanjutnya, ruas jalan Webua-Motamasin sepanjang 23 km, dan akses perbatasan Motamasin serta ruas jalan Atambua-Haliwen-Salore sepanjang 9,4 km.

    "Ada juga peningkatan status ruas jalan kabupaten menjadi jalan provinsi sebanyak empat ruas jalan sejauh 60,3 kilometer," katanya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Belu Bangun Jalan Lingkar Perbatasan RI-Timor Leste

    TNI AL Tangkap Empat Kapal Berbendera Filipina


    SURABAYA--MI: TNI Angkatan Laut menangkap empat kapal pencari ikan berbendera Filipina yang memasuki perairan wilayah Indonesia secara ilegal, kata Kepala Dinas Penerangan Komando RI Kawasan Timur Letkol Laut (Kh) Toni Saiful di Surabaya, Jumat (23/4).

    Ia mengatakan keempat kapal beserta anak buah kapal (ABK) itu kini diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nunukan, Kalimantan Timur. "Kapal dan ABK sedang diproses secara hukum di Lanal Nunukan sebagai markas terdekat dari lokasi penangkapan kapal tersebut," katanya.

    Penangkapan empat kapal Filipina itu berawal dari patroli keamanan laut oleh Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Kakap-811 yang dikomandani Mayor Laut (P) Tunggul di perairan Laut Sulawesi.

    "Dalam patroli itu, KRI Kakap mendapati empat kapal asing yang sedang melakukan aktivitas mencurigakan di wilayah perairan Laut Sulawesi," katanya.

    Pertama KRI Kakap menghentikan kapal FB. Conie-5 dengan nakhoda bernama Odeng. Kapal berbobot 18.83 gross ton itu, membawa tiga ABK. Selanjutnya kapal dari jajaran Komando RI Kawasan Timur (Koarmatim) mendekati kapal FB Conie-10 berbobot 20,61 gross ton yang dinakhodai Ricardo Reicones dengan ABK tiga orang.

    Kapal ketiga yang ditangkap adalah FB Conie-4 dengan nahkoda Isabelo dibantu dua ABK. Kapal tersebut berbobot 20 gross ton. Sedangkan kapal terakhir yang diamankan yakni FB Philcon-3 dengan nakhoda Alphonso M Reicones J dibantu 22 ABK.

    Kapal berbobot 69 gross ton ini kedapatan mengangkut ikan dari berbagai jenis sebanyak satu ton. "Keempat kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen dan tidak memiliki surat izin memasuki ZEE (Zona Eksklusif Ekonomi) Indonesia. Nakhoda dan ABK semuanya warga negara Filipina," kata Toni.

    Saat diperiksa, para nahkoda dan ABK mengakui kesalahannya melakukan pelayaran dari General Santos, Filipina, dan memasuki wilayah negara lain.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI AL Tangkap Empat Kapal Berbendera Filipina

    Antara USAF dan TNI Angkatan Udara


    Suasana di kelas diskusi Cope-West, Jumat (23/4), terlihat serius. Latihan pengangkutan udara taktis yang diikuti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara dan United States Air Force atau USAF berlangsung serius sampai menit- menit sebelum penutupan. Tim dari TNI AU pada penjatuhan barang dari ketinggian sekitar 300 meter pada penerbangan terakhir mendapat kategori excellent dengan simpangan hanya 5-7 meter dari titik sasaran.

    Masing-masing pihak belajar tentang hal-hal teknis berkaitan dengan pengangkutan udara, baik orang maupun barang. Evaluasi dilakukan dengan rinci sampai cara menjatuhkan barang yang sangat bergantung pada ketinggian, arah angin, kecepatan pesawat, berat barang, dan berbagai parameter lain. ”Latihan ini untuk membiasakan kerja sama dan membina komunikasi untuk mempersiapkan kerja sama dalam penanggulangan bencana pada masa depan,” kata Letkol David Kincaid, Commander of 36th Airlift Scuadron.

    Segala aspek di dalam Cope- West dilakukan untuk membuat pengiriman barang dan pasukan bisa lebih efektif dilakukan. Latihan ini juga diharapkan bisa meningkatkan tingkat operasi bersama antara pihak AS dan Indonesia. Semua dibahas sejak pagi dan dipraktikkan serta dievaluasi bersama, mulai dari teknik penyusunan barang, koordinat penjatuhan, pendataan arah angin, situasi sekitar titik sasaran, durasi penjatuhan, sampai posisi pesawat saat menjatuhkan barang yang notabene hanya bisa setinggi 300 meter sehingga angin cukup kencang. Terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma, barang dijatuhkan di Lanud Gorda, Tangerang, dengan melewati daerah selatan Jawa Barat terlebih dahulu.

    Latihan bersama Cope-West ini dilakukan oleh sekitar 77 personel dari 374th Airlift Wing di Pangkalan Udara Yokota, Jepang. Mereka membawa tiga pesawat Hercules C-130 keluaran pabrik Lockheed tahun 1974. Sebelumnya, skuadron ini pernah membawa bantuan saat ada tsunami di Aceh. Sementara Indonesia menggunakan C-130 H dari Skuadron Udara 32 dan C-130 HS dari Skuadron Udara 31. Menurut Komandan Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Djoko Seno Putro, dari segi usia, pesawat Hercules milik TNI AU masih lebih muda. Namun, fasilitas peningkatan, terutama dari segi aviasi dan elektronik, membuat pesawat AS itu memiliki instrumen seperti alat global positioning system yang lebih canggih.

    ”Kita belajar pengetahuan tentang teknologi terbaru dari mereka,” kata Djoko. Teknologi ini tidak saja berkaitan dengan teknis pesawat, tetapi tim dari AS juga tim yang mengurus perbaikan pesawat. Untuk teknologi penjatuhan, menurut Djoko, ada sebuah alat baru dari AS yang membuat penjatuhan barang lebih akurat. Alat bernama improved container delivery system itu dijatuhkan terlebih dulu di dekat titik sasaran. Alat itu memiliki kemampuan untuk menangkap kecepatan dan arah angin dengan lebih akurat untuk dikirimkan ke alat navigasi pengiriman barang di pesawat. Sayangnya, alat ini tidak sempat digunakan di Cope-West 2019 karena dalam latihan 19-23 April 2010, tim dari AS tidak menurunkan barang.

    ”Di lokasi latihan untuk penurunan banyak masyarakat sedang panen, sedang bagi kami yang utama dalam latihan adalah keamanan,” ujar Kincaid. Menurut dia, pihaknya berharap, pada latihan serupa tahun depan, hal itu tidak terjadi lagi. Saat ditanya apakah latihan ini berhubungan dengan kedatangan Presiden AS Barack Obama, Kincaid hanya berkomentar ringan. ”Ah, setahu saya tidak, tuh,” katanya.

    Beda persepsi

    Sementara itu, menurut Djoko, pihaknya telah berusaha membersihkan lokasi penjatuhan barang dari masyarakat. Namun, di sini rupanya ada perbedaan persepsi sehingga ada interpretasi berbeda dari kedua tim ini. Tetapi, perbedaan persepsi itu rupanya tidak menjadi hal yang signifikan dalam membina hubungan dan kerja sama, terutama dalam membantu korban bencana alam.

    Di sela-sela acara formal penutupan Cope-West, para anggota tim tidak hanya bertukar emblem, tetapi juga bertukar e-mail dan lokasi tempat indah dari atas pesawat, seperti Krakatau, dan tips tempat makan enak di Jakarta, di antaranya restoran Sunda.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Antara USAF dan TNI Angkatan Udara

    Friday, April 23, 2010 | 9:15 PM | 0 Comments

    Iran Unjuk Kekuatan di Teluk Persia

    TEMPO Interaktif, Teheran - Garda Revolusi Iran sukses meluncurkan sebuah perahu cepat anyar yang mampu menghancurkan kapal-kapal musuh saat memulai latihan perang di Teluk Persia.

    Republik Islam yang terkunci dalam sengketa dengan Barat atas aktivitas nuklirnya itu cukup sering menyiarkan kapasitas militernya dengan tujuan menunjukkan kesiapannya menghadapi serangan Israel atau Amerika Serikat.

    Rabu lalu, Pentagon menyatakan aksi militer Amerika terhadap Iran belum disingkirkan dari meja meskipun Washington mencari jalur diplomasi dan sanksi untuk mengakhiri aktivitas atom negeri itu.

    Media Iran melaporkan, unit-unit angkatan laut, udara, dan darat garda elite itu ambil bagian dalam latihan perang tiga hari di Teluk Persia dan Selat Hormuz, yang vital. Sekitar 40 persen perdagangan minyak dunia melewati kawasan perairan strategis tersebut.

    Beberapa pengamat militer Barat menyebutkan, Iran mungkin memakai "perang asimetris" jika berada di bawah serangan, misalnya dengan mengerahkan kawanan perahu cepat untuk mengganggu operasi musuh di Teluk. Radio pemerintah, IRIB, mengatakan, satuan-satuan Garda memasukkan ke operasi latihan itu untuk pertama kalinya kapal perang "pintar dan unik" yang dinamai Ya Mahdi.

    "Kapal penghindar radar berkecepatan tinggi Ya Mahdi mampu melacak dan membidik kapal-kapal musuh di atas permukaan dengan satu cara cerdas dan menghancurkan mereka," kata radio tersebut. Saat ini, IRIB menambahkan, perahu-perahu cepat itu sudah diproduksi massal.

    Juru bicara manuver tersebut, Ali-Reza Tangsiri, menjelaskan, Ya Mahdi adalah kapal perang yang dikendalikan dari jarak jauh yang misil-misilnya bisa menciptakan lubang selebar 7 meter di kapal lawan.

    Kantor berita IRNA menyebutkan, lebih dari 300 kapal perang cepat berbagai jenis ambil bagian dalam latihan. Kapal-kapal itu dilengkapi misil dan roket dan membawa Komandan Garda Revolusi. "Kapal-kapal itu bakal dianggap sebagai mimpi buruk musuh."

    Latihan tersebut mencuatkan sebuah hipotetis bahwa kapal perang musuh yang memasuki teritorial Iran menjadi target, dibidik, dan dihancurkan. Menurut Theodore Karasik, Direktur Riset di Institute for Near East and Gulf Military Analysis, penggunaan kawanan kapal-kapal cepat bisa menjadi "alat yang sangat efektif".

    Latihan perang ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan Iran dengan Barat, yang cemas program nuklir Iran bertujuan mengembangkan bom. Iran membantah tuduhan itu. Amerika Serikat mendorong untuk keempat kalinya putaran sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Teheran karena penolakannya untuk menghentikan kegiatan nuklir yang sensitif seperti yang dituntut Dewan Keamanan PBB, termasuk langkah-langkah menghadapi manuver Garda.

    Sementara itu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memulai lawatan ke Afrika, Zimbabwe dan Uganda. Sebelum keberangkatan di Bandara Internasional Mehrabad kemarin, kepada wartawan, sang presiden mengatakan bahwa lawatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintahnya mempererat hubungan dengan negara-negara Afrika.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Iran Unjuk Kekuatan di Teluk Persia

    Alutsista TNI AL Sesuai Kekuatan Pokok Minimum

    Mataram (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono, SE, mengatakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL masih sesuai kekuatan pokok minimum.

    "Alutsista dibangun sesuai program dan kini masih sesuai kekuatan pokok minimum," kata Laksamana Suhartono di sela kunjungan kerjanya di Mataram, Nusa Tengggara Barat, Jumat.

    Ia mengatakan untuk mencapai kekuatan pokok minimum itu pihaknya dituntut melaksanakan tiga hal utama yakni menghapus alutsista yang sudah tua kemudian mengupayakan pengadaan yang baru dan peningkatan kemampuan peralatan lama.

    Kalau kapal-kapal TNI AL sudah dikategori tua, maka layak diganti dengan yang baru sesuai dukungan anggaran.

    "Kapal-kapal tua dihapus dan diganti dengan yang baru, sementara yang masih bisa dipertahankan, ditingkatkan kemampuannya," ujarnya.

    Laksamana Suhartono mengatakan kunjungannya ke NTB untuk mengamati dari dekat kondisi alutsista yang dimiliki Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram beserta jajarannya, yakni Pos AL (Posal) di sejumlah lokasi strategis.

    "Kami akan coba cek di sini (Lanal Mataram, red), kalau masih ada peralatan yang tidak sesuai standard organisasi tentu kami dorong proses penggantiannya, tetapi jika dianggap kurang akan dibahas secara nasional," ujarnya.

    Dalam kunjungan kerjanya ke NTB, Laksamana Suhartono melihat dari dekat kondisi Markas Komando (Mako) Lanal Mataram, selanjutnya meninjau Balai Pengobatan (BP) Lanal Mataram, Pelabuhan Laut Lembar, KAL Ampenan, Patkamla Ujung Pangkah dan Pos Angkatan Laut (Posal) Lembar.

    KSAL beserta rombongan kemudian meninjau lokasi yang akan dibangun lima unit rumah dinas, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke Mes Dewa Ruci di Mataram.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Alutsista TNI AL Sesuai Kekuatan Pokok Minimum

    China Prepares for CIDEX 2010


    The China International Defence Electronics Exhibition (CIDEX 2010) is set for May 12-14 at the Beijing Exhibition Center.

    Organized by the China National Electronics Import and Export Corp. (CEIEC), CETC International Co., and Beijing Xinlong Electronics Technology Co., CIDEX is the "most professional and authoritative defense electronics exhibition in China, covering both military and civilian applications," show organizers said.

    Sponsored by the General Equipment Headquarters of the People's Liberation Army, Ministry of Industry and Information Technology, and China Electronics Corp., CIDEX 2010 is expected to break previous records in attendance with more than 300 exhibitors from 13 countries and 20,000 visitors expected this year.

    "Promoting informationization of China's army will be the core task of the construction of Chinese army in the next five years," show officials said. Therefore investments in equipment for China's military have been rising steadily each year.

    "In this context, foreign manufactures and companies specialized in defense electronics are planning to enter the Chinese market and enhance … influence in China through certain channels."

    The 3rd International Forum on Applications of Testing and Instruments will also be held during the exhibition, with several sessions touching on the latest advancements in equipment and systems. The forum will be held at the Beijing Hotel, and is organized and sponsored by CEIEC and Electronics World magazine.

    Speakers will include Lin Jinghan, product manager, Measurement and Automation Business Unit, Taiwan-based ADLINK Technology; Wei Dong, product engineer German-based Rohde and Schwarz China; Ji Weidong, global marketing director, Beijing Rigol Electronic Technology Co.; Li Hailong, New York-based LeCroy Corp.; Su Jin, senior customer support manager, U.S.-based Tektronix Technology (China) Co.; Xu Yun, technical marketing engineer, Texas-based National Instruments; and Gao Ning, director, Information Products Division, Beijing Aerospace Control Technology Development Co.

    Wei will talk about microwave signal analysis and measurement technology, Lin will give a paper on ADLINK's high performance PXI platform for military testing, and Li will discuss high-speed signal receiver jitter tolerance test solutions.

    From: DN
    Readmore --> China Prepares for CIDEX 2010

    Qatari Navy Buys Block-3 Exocets


    LONDON - The Qatari Navy is to equip its Vita-class patrol boats with MBDA's latest version of the Exocet MM40 surface-to-surface missile. No value has been given for the deal.

    The four 56-meter patrol vessels, built by the British in the 1990s, already carry an earlier version of the weapon. The new missiles, updated to the new Block 3 standard, will add to a weapons suite that already includes 76mm gun, Mistral surface-to-air missiles and the rapid-fire 30mm Goalkeeper close in weapon system.
    Related Topics

    The Block 3 weapon has already been ordered by the French Navy and Qatar's regional neighbors Oman, the United Arab Emirates and others.

    France is upgrading existing Block 2 weapons to the Block 3 standard rather than purchasing new missiles. The Navy carried out its first operational firing of the upgraded weapon from a Horizon-class frigate last month.

    The latest version of the weapon features a substantial increase in range; a navigation package that allows it to be used for blue-water, littoral and coastal land attack missions; and other upgrades.

    In a statement, the commander of Qatar's naval forces, Staff Brigadier (SEA) Mohammed Bin Nasser Al Mohannadi, said the project was in line with plans to update the nation's maritime forces.

    "It's an integrated project which includes training officers and other navy personnel to deal with modernized missile systems, the development of missile launched systems and updating with the latest technology in the field," he said.

    From: DN
    Readmore --> Qatari Navy Buys Block-3 Exocets

    Ingin Anggota parlemen inginkan Dokumen utama kapal selama

    Readmore --> Ingin Anggota parlemen inginkan Dokumen utama kapal selama

    HASIL INSPEKSI UNIFIL : RANPUR “ANOA” PRODUKSI PINDAD SIAP OPERASIONAL

    PUSPEN TNI (23/4),- Setelah melalui tahapan pemeriksaan kedatangan (Arrival Inspection) yang dilakukan oleh Tim COE (Contingent Owned Equipment) UNIFIL terhadap 13 unit kendaraan tempur “Anoa” produksi PT. PINDAD Indonesia beberapa waktu lalu, maka didapatkan sebuah hasil positif yang menyatakan bahwa seluruh kendaraan tempur tersebut siap operasional di jajaran UNIFIL. Kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan di Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN POSN 7-1 Adshit Al Qusayr tersebut, dilaksanakan setelah seluruh materiil diterima secara lengkap oleh Indobatt.

    Kesiapan operasional tersebut diraih setelah seluruh kendaraan tempur “Anoa” beserta senjata dan alat perlengkapan yang telah diterima oleh Indobatt telah memenuhi syarat operasional untuk melaksanakan tugas operasi pemeliharaan perdamaian. Dalam rangka mengetahui kesiapan operasional tersebut, maka tim pemeriksa COE melaksanakan pemeriksaan secara fisik dan detail terhadap setiap kendaraan tempur dan materiil pendukungnya. Sebagai contoh, pemeriksaan secara detail dilakukan untuk mengetahui apakah lampu kendaraan berfungsi dengan baik.

    Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dalam pelaksanaan tugas ke depan, setiap kendaraan tempur “Anoa” yang dioperasionalkan oleh Indobatt tidak akan menemukan kendala dan hambatan yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas pokok.

    Dengan hasil positif yang telah diraih ini, maka setiap kendaraan tempur “Anoa” secara resmi akan diberikan plat nomor UNIFIL oleh pihak UNIFIL Transportation Section. Hal ini menandakan secara simbolis bahwa kendaraan “Anoa” telah diterima secara resmi sebagai alut sista yang dioperasionalkan oleh UNIFIL, dalam hal ini secara langsung oleh Indobatt.

    Setelah melalui tahap pemeriksaan kedatangan tersebut, maka ke-13 kendaraan tempur “Anoa” tersebut siap digunakan untuk operasional awal berupa kegiatan induction training (latihan pengenalan daerah operasi) oleh ke-18 orang personel Indobatt yang baru datang, meliputi 5 orang teknisi dan 13 orang pengemudi kendaraan tempur. Tahap latihan pengenalan ini bersifat wajib untuk dilakukan bagi setiap personel yang baru datang dan bergabung dengan UNIFIL. Rangkaian kegiatan latihan tersebut mencakup pembekalan teori operasional peacekeeping mission serta kegiatan praktek lapangan.

    Terkait dengan keberadaan pengemudi kendaraan tempur yang baru datang, maka praktek lapangan diwujudkan dengan mengemudikan kendaraan tempur yang melalui rute patroli kendaraan sebagaimana ditentukan oleh Komando Atas. Tujuan yang diharapkan dapat tercapai dari kegiatan ini adalah pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab setiap personel dalam melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan.

    Sumber: TNI
    Readmore --> HASIL INSPEKSI UNIFIL : RANPUR “ANOA” PRODUKSI PINDAD SIAP OPERASIONAL

    Peru membeli delapan helikopter Rusia untuk upaya memberantas narkoba

    Peru akan membeli delapan helikopter Rusia digunakan untuk memberantas narkoba, the country's El Commercio paper , Jumat dikutip Menteri Pertahanan Rafael Rey.

    Peru merupakan salah satu produsen utama kokain di Amerika Selatan bersama dengan Bolivia dan Columbia.

    Menteri mengatakan enam helikopter Mi-17 transportasi dan dua Mi-35 serangan helikopter akan dibeli sekitar $ 250 juta.

    Mereka akan menggunakan untuk melawan dengan "drug terrorism" dari Lembah Apurimac dan Ene Sungai.

    Kawasan itu dinyatakan sebagai zona operasi militer pada bulan Agustus 2009 yaitu pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok gerilya Maois Sendero Luminoso ditingkatkan.

    Sendero Luminoso, dianggap oleh Peru sebagai organisasi teroris, diyakini memiliki hubungan kuat dengan pengedar narkoba. Kelompok ini di Amerika Serikat dan Uni Eropa termasuk dalam daftar organisasi teroris.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Peru membeli delapan helikopter Rusia untuk upaya memberantas narkoba

    Pindad Targetkan Produk Panser Terjual ke Malaysia Akhir 2010

    Kuala Lumpur (ANTARA News) - PT(Persero) Pindad menargetkan penjualan pertama 32 unit panser 6X6 "Anoa" ke Malaysia dapat dilakukan akhir 2010.

    "Ya kita berharap bisa November atau paling telat Desember 2010," kata Dirut PT Pindad Adik Avianto di sela-sela kunjungannya di Defences Services Asia Exhibition and Conference 2010 dan PT SME Ordnance di Kuala Lumpur Jumat.

    Adik Avianto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan panser 6x6 , maka Malaysia telah melakukan penjajakan ke tiga perusahaan dari tiga negara yakni PT Pindad (Indonesia), Dosaan (Korea Selatan) dan Renault (Perancis).

    Dari tiga perusahaan yang dilirik, Malaysia menetapkan dua calon perusahaan yang akan memenuhi kebutuhannya akan panser 6x6, yakni PT Pindad dan Renault.

    "Jadi ini suatu kebanggaan juga kita bisa mengungguli Korsel. Kita tinggal melakukan yang terbaik untuk bisa unggul dari Renault," ungkap Adik.

    Ia mengemukakan, Pindad dan Renault akan unjuk kebolehan dihadapan tim pengadaan Malaysia pada Mei 2010.

    "Dari segi teknik dan kemampuan, produk kita tidak kalah dengan Renault. Bagaimanapun dia sudah ribuan unit yang diproduksi bahkan Indonesia pun sebagai salah salah pengguna panser sejenis buatan Renault," tutur Adik.

    Namun, lanjut dia, dari segi , maka harga Pindad bisa memberikan harga yang lebih bersaing.

    "Ya kami berharap, bisa lolos pada unjuk kebolehan nanti. Sehingga bisa segera dilakukan kontrak," katanya.

    Panser 6X6 Pindad merupakan kendaraan tempur pengangkut personel dengan sistem penggerak roda simetris yang dirancang khusus untuk TNI AD, khususnya kavaleri.

    Panser ini dapat mengangkut 10 personel dengan tiga kru, satu komandan, dan satu "gunner". Panser juga dilengkapi dengan "mounting" senjata 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat.

    Panser "Anoa" tersebut merupakan salah satu produk primadona PT Pindad yang dipamerkan dalam arena Defences Services Asia Exhibition and Conference 2010 dan PT SME Ordnance di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Selain panser, maka PT Pindad juga menampilkan berbagai varian persenjataan personel baik senapan laras panjang maupun pendek.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pindad Targetkan Produk Panser Terjual ke Malaysia Akhir 2010

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.