ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, June 8, 2011 | 7:52 PM | 0 Comments

    Pesawat N 219 Buatan PT DI Kebanjiran Peminat

    Pesawat N-219 Buatan PT DI.

    Jakarta - Pesawat terbang komuter N-219 banyak diminati sejumlah pemerintah daerah. Padahal pesawat jenis ini baru memasuki tahap pembuatan prototipe. "Mereka tertarik membeli untuk transportasi penghubung antarkabupaten kota," kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi di Jakarta, Rabu, 8 Juni 2011.

    Sedikitnya ada 40 pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota yang berminat membeli N-219. Minat para calon pembeli terungkap dari hasil muhibah bisnis Kementerian Perindustrian di sejumlah daerah. "Mereka bisa membeli pesawat itu sendiri atau dengan menggandeng maskapai lokal untuk penerbangan terjadwal ataupun carter," kata Budi.

    Sekitar 300 insinyur diterjunkan untuk mengembangkan N-219. Pesawat ini memakai dua mesin, yang masing-masing berkekuatan 8.50 HP. Komponen lokal mencapai 70 persen. Sisanya berupa mesin dan sistem avionik dipasok dari impor. Saat ini PT Dirgantara Indonesia berhasil membuat 3 jenis pesawat: NC-212, CN-235, dan N-250.

    Pesawat yang dirancang PT Dirgantara Indonesia itu memiliki kapasitas 19 kursi. Pengadaan N-219 sudah mendesak karena pesawat di kelas itu banyak yang berusia 20 tahun sehingga perlu segera diganti. Nantinya pesawat perintis berusia uzur dapat diganti dengan N-219. Pengembangan N-219 menjadi bagian dari program restrukturisasi PT Dirgantara.

    Menurut Budi, Kementerian Perindustrian masih mempersiapkan detail teknis dan desain prototipenya. Pembuatan prototipe pesawat membutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar. Tahun ini Kementerian Perindustrian sudah mengajukan anggaran untuk 2012 bagi pengembangan N-219 sebesar Rp 59 miliar. Ditargetkan prototipe pesawat N-219 mampu terbang pada 2014.

    Pengamat penerbangan Ruth Hana Simatupang mengatakan tipe N-219 sangat cocok untuk daerah dengan lapangan udara terbatas. Daerah semacam ini membutuhkan transportasi udara sebagai penghubung wilayah, terutama di Indonesia bagian timur. Menurut Hanna, Indonesia mampu memproduksi pesawat sendiri. "Tapi hasilnya tetap perlu dikaji kelayakannya," katanya.

    Dengan memproduksi sendiri, kata Hanna, biaya pengadaan pesawat tersebut bakal jauh lebih murah ketimbang membelinya dari negara lain. "Jelas lebih murah membikin sendiri daripada membeli. Apalagi kita memang sudah mampu memproduksinya," katanya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pesawat N 219 Buatan PT DI Kebanjiran Peminat

    Indonesia Membeli Pesawat Kepresidenan Seharga $ 58 Juta Dollar

    Pesawat Boeing Business Jet 2.

    Jakarta - Tak lama lagi Indonesia akan mempunyai pesawat kepresidenan sendiri. Pemerintah telah menemukan kata sepakat dalam penentuan harga pesawat dengan Boeing, produsen pesawat asal AS. Pesawat Boeing Business Jet 2 ini akan dibeli pemerintah dengan harga USD 58 juta.

    "Kami berhasil menegosiasi USD 58 juta dari USD 62 juta," kata Mensesneg Sudi Silalahi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2011). DPR sebelumnya sudah menyetujui pengadaan pesawat kepresidenan.

    Saat ini, Sudi sudah membuat surat kepada Menteri Keuangan untuk pengadaan green aircraft. "Sudah ditandatangai persetujuannya 27 Desember 2010 yang lalu," kata Sudi.

    Dengan telah disepakatinya harga, maka pesawat ini akan mulai dirakit tahun 2012 dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2013.

    "Tim teknis sedang mempersiapkan desain interiornya," ucapnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Indonesia Membeli Pesawat Kepresidenan Seharga $ 58 Juta Dollar

    Roda Pesawat TNI AU Patah Saat Tergelincir

    Pesawat tempur, Hawk 200 milik TNI AU tergelincir di Pekanbaru.

    Pekanbaru - Pesawat tempur milik TNI AU yang tergelincir di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, sudah ditarik ke base Lanud.

    Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Pekanbaru, Bowo Budiarto menjelaskan kecelakaan terjadi akibat kesalahan teknis pada rem. "Sistem rem tidak berfungsi dengan baik. Sehingga ketika pesawat mendarat, rem tidak berfungsi dan terjadilah insiden," kata dia kepada wartawan, Rabu 8 Juni 2011.

    Akibatnya, lanjut Bowo, pesawat yang saat itu sedang berada di pertengahan runway, keluar dari jalur sekitar 3 meter. Selain itu, imbuhnya, kecelakaan ini juga menyebabkan roda sebelah kanan belakang patah.

    "Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Pilot pesawat selamat. Sekarang sedang kami dalami kondisi pesawat. Teknisi sedang memeriksanya," tambah Bowo.

    Ia menjelaskan, pesawat Hawk 200 tersebut diterbangkan dalam rangka latihan rutin. Insiden ini sempat membuat Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tutup.

    "Bandara tutup sekitar pukul 13.00 WIB dan buka kembali sekitar pukul 15.30 WIB," kata Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sudrajat kepada VIVAnews.com di ruang kerjanya. Sejumlah penerbangan pun terganggu.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Roda Pesawat TNI AU Patah Saat Tergelincir

    Menristek Dan Polri Kerjasama Dalam Pengembangan Teknologi

    Jakarta - Kementerian Riset dan Teknologi menjalin kerja sama dengan Kepolisian. Kerja sama itu dibuat guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang penegakan hukum.

    "Kerja sama akan melibatkan sejumlah instansi yang berkepentingan dengan program tersebut," ujar Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata, usai menandatangani naskah kerja sama di ruang Rupatama Mabes Polri, 8 Juni 2011.

    Beberapa instansi tersebut di antaranya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Badan Tenaga Nuklir Nasional, dan Industri Pertahanan Dalam Negeri. "Termasuk sejumlah kampus, seperti ITB dan ITS," ujar Suharna.

    Kepala Kepolisian RI, Jenderal Timur Pradopo menilai penting kerja sama tersebut. Menurut dia, dukungan iptek merupakan instrumen penyelidikan yang banyak membantu tugas kepolisian. Hal mana tampak dari penggunaan robot pendeteksi bom atau teknologi forensik guna identifikasi korban kejahatan. "Kerja sama ini sebenarnya sudah lama dibuat, khususnya yang menyangkut teknologi tinggi," ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Menristek Dan Polri Kerjasama Dalam Pengembangan Teknologi

    Update : Antara Pesawat Tempur Sukhoi, Sandal dan STNK

    Balikpapan - Minat dan rasa penasaran masyarakat Balikpapan, Kalimantan Timur untuk melihat langsung dari dekat pertunjukan static show empat pesawat sukhoi di base ops Sepinggan Lanud Balikpapan ternyata tidak hanya terlihat dari kepadatan pengunjung yang memadati base ops.

    Setelah diamati, ternyata ada di antara pengunjung yang terpukau sehingga tidak menyadari lagi bahwa surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang dimiliknya sudah tercecer dan hilang.

    STNK itu ditemukan aparat TNI yang melakukan pengamanan dan segera memberikan pengumuman barang hilang melaui pengeras suara. Pihak TNI AU tetap menunggu hingga pemilik STNK tersebut datang menjemput ke kantor base ops Sepinggan.

    Lain halnya dengan Yuli, bocah siswa SD 005 Balikapapan ini rela menahan panasnya aspal base ops hanya untuk melihat sukhoi dari dekat.

    "Tadi waktu mau berangkat sandalnya terjatuh karena berdesakan di truk. Nanti saja di cari lagi, yang penting lihat Sukhoi dulu." ungkap Yuli yang mengaku mengoleksi miniatur pesawat tempur kebanggaan Republik Indonesia ini.
    Yuli terlihat sesekali berpindah pijakan untuk menghindari panasnya aspal dan raut wajahnya sesekali meringis menahan panasnya aspal.

    Pihak TNI AU juga tidak ingin mengecewakan kelengkapan kebahagiaan pengunjung. Para bapak TNI AU yang bertugas mengawasi pengunjung dan pesawat terlihat dengan senyuman ramah melayani permintaan berfoto bersama dengan pesawat sukhoi dan Anggota TNI AU berseragam lengkap.

    Sumber: TRIBUN NEWS
    Readmore --> Update : Antara Pesawat Tempur Sukhoi, Sandal dan STNK

    Wuih Ternyata DPR Belum Setujui Pembelian T-50 Golden Eagle dari Korsel

    Jakarta - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, DPR hingga kini belum memberikan persetujuan kepada Departemen Pertahanan atas rencana pembelian 16 jet tempur T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan. Selama ini rencana pembelian pesawat tersebut belum pernah disampaikan pemerintah kepada DPR.

    “DPR memang telah mendengar atas rencana pembelian jet tempur dari Korsel tersebut. Namun yang pasti DPR belum memberikan persetujuan dalam hal itu. Mengingat pemerintah sendiri hingga kini belum pernah membicarakannya dengan DPR,” kata Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Senin (30/5).

    Mahfudz menjelaskan, Komisi I DPR baru akan menggelar rapat kerja dengan Dephan, Juni mendatang. Raker di antaranya akan mempertanyakan realisasi pengadaan pesawat tempur TNI AU.

    “Termasuk adanya informasi, adanya keputusan yang dicapai oleh pemerintah dalam pengadaan pesawat temput T-50 buatan Korsel tersebut,” kata Wasekjen PKS ini.

    Lebih lanjut Mahfudz mengatakan, Raker juga akan membahas soal proyeksi tambahan anggaran sebesar Rp 9 triliun pada APBN-P 2011 untuk Dephan. Akan dipergunakan belanja alutsista apa saja, dari negara mana dan berapa banyak.

    “Nanti kita akan pertegas, untuk keputusan pemerintah dengan anggaran tambahan itu akan dipergunakan belanja alutsista apa saja dan jenisnya apa,” ujarnya.

    Lebih lanjut Mahfudz mengatakan, sejauh ini Komisi I DPR belum memberikan keputusan atas beberapa skenario dalam penambahan alutsista TNI terutama dalam hal pesawat tempur untuk TNI AU. Baik soal penambahan pesawat Sukhoi dari Rusia untuk menggenapkan menjadi satu skuadron atau soal hibah pesawat F-16 bekas dar AS. Termasuk soal pembelian T-50 dari Korsel tersebut.

    “Komisi I DPR baru akan memberikan persetujuan setelah pemerintah memberikan paparan atas rencana pembelian pesawat tempur tersebut. Yang pasti tidak mungkin, kalau sudah keputusannya membeli T-50 dari Korsel sudah fiks, kemudian juga mau beli Sukhoi dan F-16 bekas dari AS. Dari anggaran tidak mungkinlah. Makanya kita tunggu dulu penjelasan dari pemerintah,” katanya.

    Korea Selatan akan segera merealisasikan pesanan 16 jet tempur T-50 Golden Eagle pada 2013. Pihak Negeri Ginseng sukses meneken kontrak 400 juta dolar AS dengan pemerintah Indonesia pada Rabu (25/5), sebagai bagian dari pembaruan sarana TNI AU.

    Pesawat tempur supersonik itu buatan pabrik pesawat terbang Korsel, KAI. Perusahaan itu bekerja sama dengan Lockheed Martin asal Amerika Serikat. KAI memenangi tender yang digelar pada April 2011. Golden Eagle akan menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang sudah tua.

    Sumber : JURNAL PARLEMEN
    Readmore --> Wuih Ternyata DPR Belum Setujui Pembelian T-50 Golden Eagle dari Korsel

    Tuesday, June 7, 2011 | 11:33 PM | 0 Comments

    Anggaran Pertahanan Hanya Terealisasi Rp. 61 T Dari Rp 80 T Yang Diusulkan Kemenhan Untuk Tahun 2012

    Jakarta - Kementerian Pertahanan mengusulkan anggaran 2012 sebesar Rp80 triliun. Dalam pembahasan dengan Komisi I DPR, anggaran dirasionalisasikan menjadi Rp61 triliun. Jumlah itu sudah naik bila dibanding tahun sebelumnya.

    "Pagu indikatif ada kenaikan," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, saat rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 7 Juni 2011.

    Menurut Purnomo, anggaran itu untuk tunjangan kinerja, kenaikan berkala, kesejahteraan pegawai, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). "Untuk pembelian alutsista itu kurang Rp20 triliun dari apa yang kita ajukan," ujarnya.

    Purnomo menambahkan, porsi terbesar itu untuk kesejahteraan pegawai. "Kan kebanyakan dari anggaran kita itu persentase terbesar gaji pegawai," ujarnya.

    Kemudian, porsi berikutnya untuk belanja barang, yaitu untuk maintenance, operation, pemeliharaan. "Yang ketiga itu belanja modal, pembelian alutsista, memodernisasi alutsista," ujarnya.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Anggaran Pertahanan Hanya Terealisasi Rp. 61 T Dari Rp 80 T Yang Diusulkan Kemenhan Untuk Tahun 2012

    TNI Akan Kirim KRI Iskandar Muda Ke Lebanon

    KRI Iskandar Muda.

    Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan bahwa pihaknya akan kembali mengirimkan kapal perangnya untuk bergabung dalam Satuan Tugas Maritim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (Maritime Task Force UNIFIL).

    "Sejak 2010, kita telah mengirimkan dua kapal perang untuk bergabung dalam satuan tugas maritim misi perdamaian PBB di Lebanon, yakni KRI Diponegoro dan KRI Frans Kasiepo," katanya dalam seminar memperingati Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Jakarta, Selasa.

    Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Pusat Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia, Brigadir Jenderal TNI I Gede Sumertha, Panglima TNI mengatakan kapal perang yang akan dikrim ke Lebanon adalah KRI Iskandar Muda.

    "Kapal akan diberangkatkan pada Agustus 2011," kata Agus menambahkan.

    Panglima TNI mengemukakan, keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian PBB merupakan titik tolak diterimanya Indonesia sebagai anggota penuh ke-60 PBB pada 28 September 1950. Setelah resmi menjadi anggota PBB, Indonesia menjalankan misi pertamanya dalam misi perdamaian PBB ke Mesir, seiring konflik yang terjadi antara Mesir-Israel pada 1957.

    "Itulah awal partisipasi TNI dalam misi pemeliharaan perdamaian di bawah payung PBB, dan seiring perkembangan waktu, TNI terus berkiprah dan berperan aktif sambil terus berbenah diri dengan mengedepankan rasa kemanusiaan dan keadilan yang lebih," katanya.

    Pada kesempatan itu, Agus menegaskan, TNI memilih untuk menjalankan misi pemeliharaan perdamaian daripada misi penciptaan perdamaian.

    "Hal itu, antara lain didasarkan pada pertimbangan menghindari kemungkinan tudingan TNI akan berpihak kepada pemerintahan yang saha atau bahkan pasukan pemerintah justru akan menuduh kontingen TNI akan berpihak pada pasukan pemberontak," katanya.

    Data PBB mencatat Indonesia berada di urutan 17 di antara negara-negara dengan kontribusi pasukan paling banyak dalam operasi penjaga perdamaian PBB. Sampai April lalu tercatat total pasukan Indonesia yang bergabung di bawah komando PBB sebanyak 1.801 pasukan TNI dan polisi terdiri dari 1.772 personel laki-laki dan 29 personel perempuan.

    Negara dengan kontribusi pasukan terbesar adalah Bangladesh dengan total pasukan di bawah komando penjaga perdamaian mencapai 10.589 pasukan. Menyusul di urutan kedua Pakistan dengan 10.581 pasukan dan India berada di urutan ketiga dengan kontribusi pasukan 8.442 personel.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI Akan Kirim KRI Iskandar Muda Ke Lebanon

    Menhan: Perjanjian Ekstradisi Terpisah dari DCA

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura tidak terkait dengan Defence Cooperation Agreement (DCA). Perjanjian kerjasama pertahanan Indonesia - Singapura dalam DCA sendiri mentok dan tidak ada kata sepakat.

    Karena itu, Purnomo mengatakan, masalah ekstradisi masih dibicarakan antara Indonesia dengan Singapura. Karena perjanjian tentang ekstradisi tidak sepaket dengan DCA.

    "Mereka bilang itu tidak satu paket. Jadi kalau mau ada perjanjian ekstradisi ya silakan. Itu terpisah dengan DCA," kata Purnomo di Gedung DPR, Selasa, 7 Juni 2011.

    "Kalau pemerintah merasa perlu dengan Singapura masalah ekstradisi, ya dibicarakan. Kayak misalnya pembebasan pajak, dibicarakan ya dibicarakan, nggak perlu dikaitkan (dengan DCA)," ucap Purnomo.

    "Jadi jangan punya mindset seperti dulu bahwa DCA itu diselesaikan dulu, kemudian nanti akan terjadi trade off atau kompensasi dengan masalah ekstradisi. Jangan berpikir begitu," lanjut dia.

    Sebelumnya, Kedutaan Besar Singapura mengatakan perjanjian ekstradisi sudah ditandatangani Indonesia dengan Singapura pada tahun 2007. “Penandatanganan perjanjian tersebut juga disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Bali pada 27 April 2007,” kata Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, Herman Loh, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Sabtu malam, 4 Juni 2011.

    Namun, perjanjian ekstradisi belum bisa dilakukan karena belum ada ratifikasi di DPR. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Michael Tenne, ada perbedaan posisi antara Indonesia dengan Singapura dalam memandang perjanjian ekstradisi.

    Singapura menginginkan perjanjian ekstradisi sepaket dengan DCA, sedangkan Indonesia ingin agar kedua perjanjian itu berdiri sendiri-sendiri. “Singapura mengaitkan kedua perjanjian itu, sementara Indonesia tidak. Indonesia ingin perjanjian ekstradisi diratifikasi tanpa harus menunggu ratifikasi kerja sama pertahanan,” jelas Tenne.

    Singapura menjadi 'surga' bagi sejumlah tersangka kasus hukum di Indonesia, yang kemudian memilih bersembunyi di sana. Salah satu tersangka yang menjadi incaran antara lain Nunun Nurbaeti Daradjatun, tersangka kasus suap Pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Menhan: Perjanjian Ekstradisi Terpisah dari DCA

    TNI Mengirim Tambahan Pasukan ke Haiti Untuk Pemulihan Bencana

    Jakarta - Kepala Pusat Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia, Brigadir Jenderal TNI I Gede Sumertha, mengatakan tahun ini TNI kembali mengirimkan 167 orang pasukan ke Haiti. Pasukan itu dikirim di bawah komando pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menjalankan tugas pengamanan dan pemulihan pasca-bencana. "Pasukan yang dikirim ini dari Batalyon Zeni Angkatan Darat," katanya di Jakarta, Selasa 7 Juni 2011.

    Indonesia sudah berpartisipasi di Haiti selama satu tahun terakhir bersama pasukan PBB. Tapi, hanya mengirimkan 10 orang dari kepolisian.

    Brigadir Jenderal Sumertha mengatakan permintaan penambahan pasukan datang dari Sekretariat PBB dan disetujui oleh pemerintah. Saat ini lebih dari 1.800 personel pasukan TNI dan polisi berada di luar negeri dalam misi penjaga perdamaian PBB. Mereka tersebar di Lebanon, Kongo, Sudan, Haiti, Sierra Leone, dan lain-lain.

    Kepala Seksi Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri Widya Sadnovic mengatakan permintaan pasukan Indonesia dari Sekretariat PBB sebetulnya sangat tinggi. Tapi, tidak seluruhnya bisa dipenuhi oleh pemerintah dan TNI. Ia mencontohkan pada periode 2008-2009 Indonesia diminta mengirim tak kurang dari 3.000 pasukan.

    "Itu untuk disebar di berbagai negara," katanya. Termasuk ke Irak, Afganistan, dan negara konflik lainnya. Tapi, tidak semua permintaan penambahan personel atau pengiriman pasukan baru bisa dipenuhi. Permintaan untuk mengirim pasukan ke Irak dan Afganistan ditolak karena pertimbangan ideologi dan keamanan.

    "Sampai sekarang pengiriman pasukan ke Afganistan dianggap tidak aman secara ideologis ataupun untuk personel TNI," katanya. Selain itu, permintaan pengiriman pasukan biasanya datang secara mendadak. Sekretariat PBB biasanya mengirimkan permintaan pasukan yang harus dipenuhi dalam jangka waktu dua atau tiga bulan.

    Operasi penjaga perdamaian diputuskan di dalam rapat Dewan Keamanan PBB. Segera setelah diputuskan Sekretariat akan mendekati negara-negara untuk dimintai kesediaannya mengirim pasukan. Pemerintah harus menyiapkan pelatihan khusus untuk pasukan yang akan dikirim, perlengkapan pasukan, dan peralatan tempur serta biaya operasi.

    Sumertha mengatakan permintaan ini sering tidak bisa begitu saja dipenuhi karena TNI harus menyiapkan pelatihan untuk pasukan, terutama untuk mengubah pola pikir pasukan. "Pasukan kita dilatih untuk berperang. Sedangkan ketika menjadi pasukan penjaga perdamaian mereka tidak boleh berperang," tuturnya.

    Data PBB mencatat Indonesia berada di urutan 17 di antara negara-negara dengan kontribusi pasukan paling banyak dalam operasi penjaga perdamaian PBB. Sampai April lalu tercatat total pasukan Indonesia yang bergabung di bawah komando PBB sebanyak 1.801 pasukan TNI dan polisi terdiri dari 1.772 personel laki-laki dan 29 personel perempuan.

    Negara dengan kontribusi pasukan terbesar adalah Bangladesh dengan total pasukan di bawah komando penjaga perdamaian mencapai 10.589 pasukan. Menyusul di urutan kedua Pakistan dengan 10.581 pasukan dan India berada di urutan ketiga dengan kontribusi pasukan 8.442 personel.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI Mengirim Tambahan Pasukan ke Haiti Untuk Pemulihan Bencana

    TNI Mendapat Medali PBB Di Kongo

    Penyerahan medali PBB kepada pasukan TNI.

    Jakarta - Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Konga XX-H di Kongo, mendapat Medali PBB atas keberhasilannya menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo (Monusco) selama enam bulan.

    "Penyematan medali penghargaan PBB itu dilakukan Komandan Monuso Letjen Chender Prakhas di Bumi Cenderawasih Camp Dungu, Kongo" kata perwira penerangan Konga XX-H/Monusco Letnan Satu Infantri Imam Mahmud melalui surat elektroniknya Selasa 7 Juni 2011. "Medali PBB diberikan kepada Komandan Satgas Letkol Czi Widiyanto".

    Menurut Letjen Prakhas, selama penugasan di Kongo, Kontingen Indonesia telah menunjukkan prestasi luar biasa. Diantaranya pembangunan jalan Dungu-Faradje sejauh 147 KM. "Kontingen Indonesia bukan hanya membangun jalan dan jembatan antara Dungu-Faradje, tetapi juga telah membangun jembatan hati antara orang Kongo dengan tentara PBB khususnya Monusco"," tutur Prakhas.

    Prakhas menambahkan, Indonesian Engineering Company (IEC) juga dinilai telah berbuat ramah terhadap penduduk lokal dan komunitas lokal.

    Prakhas menyatakan Medali PBB adalah bukti nyata kontribusi IEC selama enam bulan di Kongo, sekaligus kontribusi TNI dalam menciptakan perdamaian di wilayah Kongo.

    Pada kesempatan itu kepada Kontingen negara lain, Letjen Prakhas menekankan agar dapat mengambil pelajaran dan contoh dari Kontingen Zeni Indonesia dalam kerja kerasnya kepada UN dan Monusco.

    Sejak 1956 Indonesia telah mengirimkan militernya untuk bergabung dalam misi perdamaian PBB di Mesir, yang dikenal dengan nama Kontingen Garuda.

    Prakhas menilai, militer Indonesia mempunyai upaya tinggi sebagai pasukan penjaga perdamaian di seluruh dunia. Saat ini terdapat 1.795 personel TNI yang tergabung dalam berbagai misi PBB.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI Mendapat Medali PBB Di Kongo

    Satu Skuadron F-5 Tiger TNI AU Akan Diganti F-16

    Bandung - Satu skuadron pesawat tempur F-5 Tiger yang dimiliki TNI AU bakal segera digantikan jenis pesawat tempur dengan kemampuan yang lebih baik yakni F-16 dari Amerika Serikat.

    Demikian Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Muda TNI Dede Rusamsi usai sertijab Danlanud Husein Sastranegara dari Kol Pnb Asep Adang Supriyadi kepada Kol Pnb Umar Sugeng Hariyono di Bandung, Selasa (7/6). "Saat ini proses penggantian F-5 oleh F-16 tengah dilakukan. Negoisasi sedang berjalan, dan timnya baru pulang dari AS," ujarnya.

    Selama ini, kekuatan F-5 Tiger AU yang merupakan pesawat tempur buatan tahun 1978 ditempatkan di Skuadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Madiun. "Rencananya satu skuadron F-16 yang menggantikannya, nanti Mabes TNI AU yang menerangkan," katanya.

    Selama proses pembaruan alutsista itu berlangsung, imbuh perwira tinggi bintang dua itu, Koops TNI AU I tetap mengoperasikan F-5 yang ada untuk keperluan operasi patroli udara. "Kondisinya masih berjalan normal."

    Meski sudah pasti, pihaknya belum bisa memastikan proses penggantian itu bisa dilakukan pada 2011. Dia menyatakan pengadaan alutsista tersebut selalu mempertimbangkan sejumlah faktor.

    Dalam kaitan itu, TNI telah memutuskan menerima tawaran hibah dua skuadron F-16 dari AS. Sebelumnya, program pengadaan F-16 baru akan dilakukan pada 2014 sebanyak enam pesawat.

    Sumber: SUARA MERDEKA
    Readmore --> Satu Skuadron F-5 Tiger TNI AU Akan Diganti F-16

    KASAD : Indonesia Dan Italia Tingkatkan Kerjasama Militer

    Roma - Hubungan RI–Italia, terutama kerjasama militer, diharapkan meningkat, mengingat pengalaman Italia dalam operasi-operasi darat di berbagai wilayah.

    Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI George Toisutta mengenai tujuan kunjungan kerja ke Italia atas undangan KASAD Italia Jenderal Giuseppe Valotto.

    Pertemuan kedua pejabat tinggi militer yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat Italia, Roma, Senin (6/6/2011), itu diawali dengan pembicaraan tertutup, hanya antara keduanya.

    Jenderal Valotto menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas pertisipasi TNI dalam jumlah cukup banyak di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma kepada detikcom seusai pertemuan.

    Jenderal Valotto juga menyampaikan harapan agar Indonesia dapat berpartisipasi pada misi-misi perdamaian lain.

    Dalam tanggapannya, KASAD Jenderal Toisutta menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia telah dan senantiasa berpartisipasi aktif dalam misi-misi perdamaian yang beroperasi dalam kerangka PBB.

    Dalam kaitan dengan UNIFIL, Toisutta menyampaikan bahwa pasukan TNI yang sekarang berada di UNIFIL merupakan kontingen ke-4. Dari keikutsertaan pasukan TNI di UNIFIL, telah banyak manfaat dan pengalaman berguna yang diperoleh pasukan TNI.

    Toisutta juga secara khusus menyampaikan belasungkawa atas tewasnya 6 prajurit Italia di UNIFIL dalam insiden yang terjadi pada 2/5/2011 lalu.

    Dalam kunjungan kerja tersebut, kedua jenderal dan jajarannya juga saling melakukan exchange of knowledge (pertukaran pengetahuan, red).

    Jajaran yang mendampingi KASAD ke Italia adalah Asrena KASAD Mayjen TNI Mulhim Asyrof, Koorsahli KASAD Mayjen TNI Hatta Syafrudin, Dapuspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto, Wadanpussenarmed Kodiklat TNI AD Kolonel Arm. Aris Setiabudi, Paban V/Hublu Spamad Kolonel Inf. Afanti Side Uloli dan Athan RI Paris Kol. Pnb. Erwin Buana Utama.

    Prosesi kunjungan KASAD ke Markas Besar Angkatan Darat Italia sepenuhnya berlangsung secara kemiliteran, diawali dan diakhiri dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Italia oleh Korps Musik Angkatan Darat Italia.

    Dalam prosesi kunjungan, KASAD Jenderal TNI George Toisutta juga melakukan pemeriksaan barisan kehormatan Angkatan Darat Italia.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> KASAD : Indonesia Dan Italia Tingkatkan Kerjasama Militer

    TNI Menggunakan Strategi Pertahanan Guna Siasati Minimnya Alutsista

    KCR 40 Merupakan Kapal Perang Buatan Indonesia.

    Jakarta - Alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI dalam kondisi yang minimum. Namun begitu, peralatan minim tidak mengurangi kinerja TNI. "Kapal perang yang digunakan dalam operasi militer ke Somalia itu sudah pensiun di negara lain, sudah tidak ada," kata Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlabar), Laksamana Pertama TNI Achmad Taufiqoerrochman di Jakarta, Senin (6/6).

    Taufiq mengatakan, agar tetap dapat melaksanakan tuntutan tugas TNI menggunakan strategi tertentu. "Yang penting strateginya. Bagaimana kami tetap bisa melaksanakan tugas dengan persenjataan yang ada," katanya.

    Menurut dia, untuk mensiasati kondisi ini dilakukan repowering terhadap kapal-kapal yang ada. "Kapal-kapal itu punya bodi yang lebih bagus, kami ambil bodinya, kami ganti mesinnya," katanya.

    Dengan cara seperti ini, menurut Taufiq, dapat membantu meningkatkan kualitas senjata yang kurang. "Kalau dikatakan kurang ya kurang, kami mengikuti pemerintah saja. Pemerintah sedang membangun pendidikan, kami juga mementingkan pendidikan. Jauh sekali kan kalau dibandingkan anggaran pendidikan," katanya.

    Dalam pemberitaan sebelumnya, Dirjen Perencanaan Pertahanan (Renhan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsda TNI Bonggas S Silaen mengatakan, anggaran alutsista yang disediakan negara baru 0,69 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    Menurutnya, dengan anggaran sebesar ini kekuatan pertahanan berkisar 30-40 persen. Silaen menambahkan, untuk mencapai kekuatan pertahanan 90 persen diperlukan peningkatan anggaran 15-20 tahun mendatang hingga dua persen dari PDB. "Kuantitas dan kualitas alutsista yang ada sekarang dalam kondisi yang minimum, baik secara umur maupun teknologi," kata Silaen.

    Sumber: JURNAS
    Readmore --> TNI Menggunakan Strategi Pertahanan Guna Siasati Minimnya Alutsista

    Kopassus Belum Berminat Membeli Senjata Pasukan Khusus Dari China

    Ilustrasi.

    Bandung - Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) belum akan membeli persenjataan individu dari Republik Rakyat China.

    "Persenjataan mereka bagus, sesuai dengan tuntutan atau yang dibutuhkan seorang prajurit pasukan khusus. Namun, kami belum akan membelinya," kata Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Lodewijk Freidrich Paulus kepada ANTARA News di Bandung, Senin.

    Ketika ditemui usai melihat dan menjajal beberapa persenjataan individu Angkatan Bersenjata China (People`s Liberation Army/PLA), ia mengatakan, pihaknya fokus untuk menggunakan produk dalam negeri seperti senapan serbu dari PT Pindad.

    Mulai Senin hingga tiga hari ke depan Kopassus dan PLA menggelar latihan bersama untuk kali pertama di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar, dengan fokus penanganan terorisme.

    Dalam rangkaian kegiatan itu, masing-masing pihak menampilkan persenjataan individu yang kerap digunakan personelnya sebagai pasukan khusus.

    Kopassus menampilkan beberapa persenjataan individu senapan serbu buatan PT Pindad yang terdiri atas beberapa varian. Ditampilkan pula persenjataan lain yang diproduksi pihak luar seperti MP5.

    Militer China menampilkan beberapa persenjataan dan perlengkapan individu seperti alat tangkap, busur lintang dwi guna, senapan patah 18,4 mm, pelontar granat 35 mm, senapan serbu berperedam suara 5,8 mm, dan senapan serbu ringan 5,8 mm.

    Seluruh persenjataan dan perlengkapan militer individu PLA itu merupakan produk industri pertahanan dalam negeri China.

    Di sela-sela menerima penjelasan mengenai kecanggihan masing-masing senjata itu, Danjen Kopassus menjajal beberapa diantaranya.

    "Bagus...cocok untuk pertempuran jarak dekat," katanya, usai menjajal salah satu senapan laras panjang.

    Lodewijk juga menjajal menggunakan busur lintang, dan melihat peragaan penggunaan senjata lainnya.

    "Ya kita lihat semuanya, kita sesuaikan dengan kebutuhan pasukan kita. Yang jelas, kita kan sudah komitmen untuk memprioritaskan produk nasional seperti senapan serbu dari PT Pindad," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kopassus Belum Berminat Membeli Senjata Pasukan Khusus Dari China

    Monday, June 6, 2011 | 9:27 PM | 0 Comments

    China Puji Kemampuan Kopassus

    Kopassus.

    Bandung - Angkatan Bersenjata China (People's Liberation Army/PLA) memuji kehebatan Komando Pasukan Angkatan Darat atau Kopassus yang terbukti berhasil melakukan setiap misinya dengan baik. "Termasuk misi yang dilakukan saat pembebasan kapal di Somalia," kata Kepala Staf Komando Militer Jinan China Letjen Zhao Zongqi di Bandung, Senin.

    Ia mengatakan, Kopassus merupakan salah satu pasukan elit terbaik di dunia baik dalam keberhasilan dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
    Berbicara saat pembukaan Latihan Bersama Kopassus dengan PLA, Zongqi mengatakan, kehebatan Kopassus telah terbukti di beberapa operasi yang dijalankan termasuk dalam operasi di perairan Somalia.

    "Tidak itu saja, Kopassus juga terbukti mampu menjalankan misi-misi perdamaian PBB tergabung dalam kontingen TNI," katanya, menambahkan.

    Terkait itu, tambah Zongqi, dalam latihan bersama yang baru kali pertama diadakan, kedua pihak dapat saling mengisi dan memperkaya potensi, keunggulan yang dimiliki militer kedua pihak, khususnya pasukan khusus kedua negara.

    "Bagaimana pun dengan latihan bersama itu, terutama dalam penanggulangan terorisme, segala macam ancaman dapat diantisipasi dan diatasi dengan lebih baik," katanya.

    Latihan bersandikan "Sharp Knife 2011" dipusatkan di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar berlangsung 6 hingga 19 Juni 201.
    Materi latihan bersama itu antara lain menembak tepat, tembak reaksi 1 sampai 4, serbuan rumah ban, teknik pertempuran jarak dekat (PJD), Method of Entry (MoE), teknik dan taktik pembebasan sandera dan penerjunan statik dan free fall serta studi kasus tentang terorisme.

    Tujuan latihan bersama meningkatkan kemampuan serta ketrampilan antara anggota Kopassus dan PLA China dalam bidang taktik dan teknik operasi khusus.

    Selain itu, meningkatkan kemampuan kedua belah pihak dalam mengantisipasi berkembangnya ancaman terorisme.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> China Puji Kemampuan Kopassus

    Indonesia Akan Produksi Kapal Selam Sendiri Tahun 2020

    Ilustrasi.

    Jakarta - Meski pemerintah menargetkan industri pertahanan sudah terbangun pada 2024, Indonesia diharapkan sudah bisa memproduksi kapal selam sendiri pada 2020. Untuk itu, mulai tahun ini Indonesia akan mulai melakukan alih teknologi untuk pembuatan kapal tersebut.

    “Tahun ini kita akan kirim insinyur-insinyur untuk memulai proses alih teknologi,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo, kepada Tempo, Senin, 6 Juni 2011.

    Tahap awal proses alih teknologi dilakukan dengan mengirimkan sumber daya manusia dari Indonesia untuk terlibat dalam perakitan kapal selam yang dipesan oleh pemerintah ke negara produsen kapal itu. Tahap berikutnya dari alih teknologi adalah perakitan dan produksi sebagian komponen kapal selam di Indonesia.

    Susilo mengatakan tahun ini Indonesia berencana memesan dua kapal selam. Pada pemesanan berikutnya diharapkan perakitan salah satu unit yang dipesan bisa dilakukan di tanah air walaupun komponen dan alat-alat utamanya masih diimpor. "Misalnya kita beli tiga, yang dua diproduksi di sana (negara produsen), satu lagi kita rakit di sini," ujarnya.

    Susilo mengatakan saat ini potensi pengembangan kapal selam di Indonesia memang belum ada. Industri kapal di dalam negeri belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam maupun sumber daya manusia berupa tenaga ahli. Persoalan lain yang dihadapi untuk mengembangkan industri ini adalah investasi yang diperlukan sangat besar.

    Indonesia, kata dia, juga belum memiliki galangan kapal dan kelengkapannya dengan kapasitas yang cukup besar untuk membangun kapal selam. Meskipun ada galangan yang cukup besar, diperlukan perbaikan dan penambahan fasilitas. "Biaya untuk membangun galangan kapal ini lebih besar dari biaya untuk pembelian satu unit kapal selam," kata Susilo.

    Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Silmy Karim mengatakan komite bersama Kementerian Pertahanan akan mendorong beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri pertahanan nasional. Salah satunya yang akan diusulkan adalah pembebasan bea masuk sparepart untuk industri pertahanan.

    Ini dilakukan untuk memicu produksi alat pertahanan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negeri. "Sekarang kami sedang menginventarisir komponen apa saja yang perlu diberi pembebasan bea masuk," katanya. Kementerian akan meminta agar peraturan pembebasan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan khusus komponen pertahanan.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Akan Produksi Kapal Selam Sendiri Tahun 2020

    Dephan Berikan Pembekalan Tim Enginering KF-X/IF-X


    Bandung - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP, M.A., memberikan pembekalan kepada Tim Engineering KF-X/IF-X, Kamis (2/6) di Lembang, Bandung. Tim tersebut berjumlah 34 Engineers yang berasal dari Kemhan, TNI AU, ITB dan PT. DI.

    Tim tersebut direncanakan akan diberangkatkan ke Korea Selatan pada bulan Juli mendatang dalam rangka pelaksanaan tahap Technology Development Phase bagian dari program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X. Pesawat tempur tersebut merupakan pesawat tempur baru generasi 4.5 (F16++) yang akan dikembangkan bersama oleh Republik Indonesia dan Republik Korea Selatan.

    Tim Engineering Republik Indonesia yang ditugaskan di Korea Selatan harus benar-benar profesional, tangguh, penuh motifasi, inisiatif serta berdedikasi tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan pembekalan disamping agar setiap anggota Tim memiliki pemahaman yang sama mengenai apa yang menjadi tugas dari Tim selama di Korea Selatan.

    Pembekalan dilaksanakan dengan tujuan meliputi memberikan satu arahan yang jelas mengenai pentingnya program KF-X/IF-X untuk menjaga kedaulatan NKRI, sosialisasi dan rencana kerja program pengembangan pesawat temur KF-X/IF-X, mempersatukan visi dan misi bagi setiap anggota Tim, memberikan motifasi yang kuat untuk bisa bekerjasama dalam satu Tim yang solid, agar seluruh rencana kerja yang telah ditetapkan.

    Pembekalan diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang Kemhan) dan berlangsung selama lima hari dimulai tanggal 29 Mei sampai dengan 3 Juni 2011.

    Sementara itu, Sekjen Kemhan dalam pembekalannya memberikan paparan dengan tema “ Pentingnya Program KF-X/IF-X Bagi Pertahanan Negara Republik Indonesia Di Masa Mendatang”. Selain mendapatkan pembekalan dari Sekjen Kemhan, selama pembekalan Tim juga mendapatkan materi pembekalan dari beberapa nara sumber.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Dephan Berikan Pembekalan Tim Enginering KF-X/IF-X

    PT Samudra Indonesia Akan Menggunakan Jasa TNI Untuk Menjaga Kapal Mereka

    MV Sinar Kudus Dikawal 2 Kapal Perang Milik TNI AL.

    Jakarta - Direktur Eksekutif PT Samudera Indonesia Tbk Asmari Herry mengatakan bahwa pelayaran niaga melalui Terusan Suez akan dijaga anggota TNI Angkatan Laut. “Mungkin akan ditambahkan 6-8 anggota militer,” kata Asmari kepada Tempo, Sabtu lalu.

    Kebijakan ini diambil setelah Kapal MV Sinar Kudus milik Samudera Indonesia disandera 46 hari oleh lanun Somalia pada 16 Maret lalu. Menurut Asmari, penambahan ini akan meningkatkan biaya operasional kapal yang mencapai US$ 14 ribu dolar per kapal per hari.

    Asmari mengatakan bahwa setelah penyanderaan tersebut pemerintah mengadakan seminar mengenai pengamanan pelayaran niaga, terutama menuju Eropa. Pelayaran menuju Eropa, kata Asmari, lebih ekonomis ditempuh melewati Terusan Suez yang sebelumnya harus melintasi perairan Somalia. “Hanya membutuhkan waktu empat bulan,” katanya.

    Dua jalur lain, kata Asmari, dinilai terlalu lama dan tidak ekonomis. Jalur tersebut adalah melewati Tanjung Harapan Afrika Selatan yang membutuhkan waktu enam bulan dan melewati Panama di Samudera Pasifik yang membutuhkan delapan bulan pelayaran.

    Menurut Asmari, bantuan militer Indonesia lantaran belum ada kesepakatan Internasional untuk menumpas lanun Somalia. “Yang ada baru rencana penguatan Pemerintah Somalia agar rakyatnya tidak merompak,” katanya. Oleh karena itu, setiap kapal dan negara yang melintasi perairan rawan Somalia akan menjaga kapal masing-masing.

    Asmari mengklaim Sinar Kudus merupakan satu-satunya kapal berbendera Indonesia yang berlayar menuju Eropa. Oleh karena itu, perseroan, kata dia, akan meningkatkan kemampuan 1.000 awak dengan 60 kapal yang dimiliki Samudera Indonesia. “Akan kami bekali dengan pelatihan,” ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> PT Samudra Indonesia Akan Menggunakan Jasa TNI Untuk Menjaga Kapal Mereka

    TNI AU Gelar Static Show Sukhoi di Balikpapan

    Balikpapan -Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menggelar kegiatan static show mulai hari ini, Senin (6/6/2011).

    Komandan Pangkalan TNI AU Balikpapan Riva Yanto ST M.Sc menjelaskan static show yang akan berlangsung hingga, Sabtu (11/6/2011) itu dilaksanakan dalam rangkaian Manuver Lapangan (Manlap) Latihan Angkatan Udara (Lathanud) Kilat, Lathanud Cakra dan Opshanud Tameng Petir 2011.

    Kegiatan itu berdasarkan Surat Telegram Pangkohanudnas No: ST/63/2011 tanggal 24 Mei 2011 tentang Manlap Lathanud Kilat, Cakra dan Opshanud Tameng Petir pada 4 Juni 2011 sampai 12 Juni 2011 di wilayah Kosekhanudnas II.

    TNI AU Undang Muspida Balikpapan Lihat Pesawat Sukhoi

    Pangkalan TNI AU Balikpapan mengundang forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) untuk melihat lebih dekat alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI AU termutakhir pesawat Sukhoi di Base Operation Lanud Balikpapan, Senin (6/6/2011).

    "Kami mengundang Muspida hari ini," ujar Komandan Pangkalan TNI AU Balikpapan Letkol Pnb Riva Yanto ST M.Sc.

    Tidak hanya menyaksikan dari dekat, Muspida mendapat kesempatan untuk berfoto dekat dengan pesawat senilai 35 Juta USD atau kurang lebih Rp 350 miliar per unit itu.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> TNI AU Gelar Static Show Sukhoi di Balikpapan

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.