ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, February 10, 2010 | 11:57 AM | 0 Comments

    TNI-Polri Tak Tergiur Baja Murah China

    VIVAnews - Banjirnya baja murah asal China tak menyurutkan niat Kementerian Pertahanan untuk tetap menggunakan produk baja dalam negeri, dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).

    "Serbuan baja impor China tak jadi masalah buat pengadaan kami. Sebab, pemerintah sudah ada preferensi menggunakan produk dalam negeri. Kami siap beli dengan harga lebih mahal, karena itu cost untuk industri pertahanan kita," kata Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Gunadi kepada VIVAnews usai Seminar Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa, 9 Februari 2010.

    Pemerintah, dia menambahkan, berkomitmen tetap menggunakan produk pelat baja tahan peluru bikinan PT Krakatau Steel karena terkait kualitas. Kualitas baja China yang rendah meski murah, justru menimbulkan kekuatiran atas tingkat keamanan alutsista. "Kami punya standar sendiri, jadi tidak bisa sembarangan menggunakan bahan baku," ujarnya.

    Kementerian Pertahanan, kata Gunadi, mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 7,3 triliun pada tahun ini dan berpotensi bertambah lagi melalui APBN-Perubahan. Sebanyak Rp 6,5 triliun dialokasikan untuk pinjaman luar negeri, sementara sisanya sekitar Rp 800 miliar untuk pengadaan dalam negeri.

    Rencananya, anggaran sebesar Rp 800 miliar tersebut akan dialokasikan untuk empat institusi, yakni Mabes Polri, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, yang masing-masing Rp 200 miliar.

    Pengadaan alutsista untuk Mabes Polri mencakup pembelian satu paket senjata (Rp 19,6 miliar), satu paket munisi kaliber besar (Rp 48,855 miliar), satu paket munisi kaliber kecil (Rp 100,81 miliar), satu paket alat komunikasi perbatasan (Rp 15 miliar), dan 350 buah payung udara orang (Rp 15,75 miliar).

    Untuk TNI AD, dialokasikan untuk pengadaan 12 unit retrofit AMX-13 (Rp 90 miliar), satu paket senjata infanteri (jatri) dan senjata kelompok (japok) senilai Rp 41,6 miliar, satu paket munisi kaliber besar (Rp 32 miliar), satu paket munisi kaliber kecil (Rp 32 miliar), dan satu paket helm anti peluru (Rp 4miliar).

    Sedangkan TNI AL akan membeli satu unit refurbishment torpedo senilai Rp 12,5 miliar, satu paket platform KCR type 40 (Rp 75 miliar), satu paket senjata perorangan (Rp 20 miliar), satu paket munisi kaliber kecil (Rp 50 miliar), satu paket helm anti peluru (10 miliar), satu paket radar navigasi (Rp 7,5 miliar), dan satu paket combat management system (Rp 25 miliar).

    Kemudian TNI AU akan mengalokasikan Rp 200 miliarnya untuk pengadaan tiga pesawat lanjutan NAS-332 Tactical Transport senilai Rp 133 miliar, dua pesawat Check D B-737 senilai Rp 40 miliar, tiga pesawat Alins/Alongins senilai Rp 27 miliar.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> TNI-Polri Tak Tergiur Baja Murah China

    Mandiri-BRI Jamin Pengadaan Alutsista

    VIVAnews - Dua bank nasional, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia, memimpin konsorsium perbankan yang menjamin pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sepanjang 5 tahun ke depan.

    Program revitalisasi industri pertahanan yang masuk dalam program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II akan memprioritaskan penggunaan produk 6 industri strategis di bidang pertahanan, di antaranya PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Krakatau Steel.

    "Lima sampai enam industri strategis kita yang dominan ada di Bandung nanti akan memperoleh order dari Departemen Pertahanan plus Kepolisian RI untuk pengadaan alutsista," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di sela-sela Seminar Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa, 9 Februari 2010.

    Hidayat menjelaskan, pengadaan alutsista nantinya akan dijamin oleh pemerintah melalui APBN selama 5 tahun (multiyears). "Dengan adanya jaminan dari pemerintah, maka perbankan mau back up," kata Hidayat.

    Program revitalisasi industri pertahanan juga menelurkan kesepakatan bersama antara Menteri Pertahanan dengan Menteri Negara BUMN, Panglima TNI, dan Kepala Kepolisian per 11 Desember 2009, yang memuat kewajiban moral bagi pengguna untuk menggunakan alutsista hasil produksi industri pertahanan dalam negeri.


    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Mandiri-BRI Jamin Pengadaan Alutsista

    Panglima TNI Resmikan 3 KRI Di Biak


    Biak, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso meresmikan Kapal Republik Indonesia KRI Frans Kaisepo–368, KRI Birang–831, dan KRI Mulga–832 dalam sebuah Upacara Militer di Dermaga Pelabuhan Umum Biak, hari ini.

    KRI Frans Kaisepo merupakan kapal jenis korvet sigma klas yang dibangun di Galangan Schaelde Naval Shipbuilding SNS Vlissingen–Belanda, dengan berat 1700 ton, panjang 90,71 m, lebar 13,2 m dan kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN. Dilengkapi torpedo 3A2445 dengan 2 peluncur, meriam, peluru kendali dan persenjataan elektronik. Kapal ini merupakan kapal ke 4 dari jenis korvet sigma klas milik TNI AL yang dibeli dari Belanda, sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Nama Frans Kaisepo diambil dari seorang pahlawan nasional asal Wardo–Biak yang meninggal pada usia 57 tahun (10 Oktober 1921–10 April 1979) dan pernah menjadi Gubernur Irian Jaya (sekarang Papua, red) periode 1964 s.d 1973. KRI Frans Kaisepo-368 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST (AAL 37) dengan 80 personel awak kapal.

    KRI Mulga-832 adalah kapal patroli cepat kelas PC-40 buatan Fasharkan Manokwari tahun 2009, dikomandani oleh Kapten Laut (P) Dickry Rizanny Nurdiansyah (AAL 44) yang akan masuk dalam jajaran Satuan Keamanan Laut Lantamal XI Merauke. Kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan SMB 12,7 mm, mampu melaksanakan peperangan permukaan (anti kapal permukaan dan serangan udara). Nama Mulga diambil dari jenis ular berbisa yang banyak ditemukan di Papua bagian Tenggara. Mulga (Pseudechis Australis) atau sering disebut King Brown Snake merupakan ular yang mampu menghasilkan racun dalam jumlah yang sangat banyak dan mematikan. Sedangkan KRI Birang–831 adalah kapal sejenis KRI Mulga – 832 dengan panjang 40 m dan lebar 7,30 m, dengan kecepatan 29 knots diawaki oleh 23 orang. Pemberian nama KRI dengan nama pahlawan nasional dan ular berbisa adalah untuk membangkitkan semangat patriotisme dan kebanggaan bagi seluruh jajaran TNI khususnya prajurit TNI AL.

    Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa peresmian KRI Frans Kaisepo–368, KRI Birang–831 dan KRI Mulga–832 merupakan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan TNI AL dalam rangka memastikan tetap tegaknya kedaulatan NKRI, khususnya kedaulatan yurisdiksi laut nasional. Upaya ini merupakan bukti dari komitmen dan konsistensi negara dalam membangun kekuatan pertahanan sesuai doktrin, falsafah dan konstitusi bangsa Indonesia.

    Ditempat yang sama dilakukan upacara adat pengukuhan KRI Frans Kaisepo–368 oleh Gubernur Papua, Barnabas Suaibo selaku Pimpinan Adat dengan acara penyerahan Foto Frans Kaisepo dari Pimpinan Adat kepada Panglima TNI dan dari Panglima TNI kepada Komandan KRI Frans Kaesepo–368. Selanjutnya pemecahan kendi oleh Panglima TNI di lambung kiri KRI Frans Kaisepo–368. Selain menerima Foto Frans Kaisepo, Komandan KRI yang merupakan lulusan AAL angkatan 37 tersebut juga menerima senjata adat.

    Sebelumnya, Panglima TNI di Bandara Biak disambut dengan upacara adat dan pengalungan bunga oleh tokoh adat setempat didampingi Kepala Staf TNI AL, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangarmatim, Kapolda Papua, Danlantamal X, Gubernur Papua serta Muspida Popinsi dan Kab.Biak.

    Sumber: RRI
    Readmore --> Panglima TNI Resmikan 3 KRI Di Biak

    Bikin Kapal Selam, PAL Incar Jerman dan Korea dan mempersiapkan membuat kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal.



    VIVAnews - PT PAL Indonesia tengah mengincar teknologi dua negara, Jerman dan Korea Selatan, untuk digandeng membuat kapal selam di Indonesia.

    Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Gunadi menjelaskan, produsen kapal PT PAL masih terkendala teknologi untuk memproduksi sendiri kapal selam di galangannya.

    "Sebetulnya PT PAL bisa buat sendiri tapi terkendala teknologi dan peralatan sehingga tidak mau gambling di tingkat safety pengguna," kata Gunadi kepada VIVAnews di Jakarta, 9 Februari 2010.



    Selain berencana membuat kapal selam dan telah berhasil membuat kapal perang FPG-57, PT PAL juga tengah mempersiapkan untuk membuat kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal (PKR). PT PAL yakin bisa membuat kapal perang bersenjatakan peluru kendali tersebut dalam waktu 4 tahun. Harga satu kapal PKR mencapai 170 juta euro.

    Gunadi menjelaskan, industri strategis di Indonesia telah mampu memasok alutsista dengan teknologi menengah. Dia mencontohkan, PT Dirgantara Indonesia yang sudah bisa memproduksi pesawat MPA dan telah diekspor ke Eropa. "Kemampuan kita sudah cukup memadai untuk teknologi menengah, tapi untuk teknologi tingkat tinggi memang harus pelan-pelan," ujarnya.

    Untuk peralatan dengan teknologi tinggi, kata dia, jika tidak diproduksi dalam jumlah banyak (massal), malah "jatuhnya" akan mahal. Seperti pembuatan pesawat jet tempur, akhirnya bermitra dengan Korea Selatan untuk menekan biaya produksi. "Itupun baru bisa dipakai pada 2020," ujarnya.

    Meski Indonesia masih cukup tersengal-sengal mengembangkan industri strategis berteknologi maju, namun industri pendukung pertahanan seperti pabrik amonium nitrat di Kalimantan Timur akan terus dikembangkan. Pabrik amonium nitrat akan dikembangkan untuk bahan baku peledak.

    Sementara di industri pengapalan, kata Gunadi, telah dikembangkan produksi kapal-kapal cepat berbahan komposit di banyuwangi dan kapal patroli cepat berbahan alumunium di Batam.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Bikin Kapal Selam, PAL Incar Jerman dan Korea dan mempersiapkan membuat kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal.

    Tuesday, February 9, 2010 | 9:01 AM | 0 Comments

    Pangdam Udayana: Tingkatkan Pengamanan Garis Perbatasan Negara

    Denpasar ( Berita ) :Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan menegaskan, pengamanan seluruh garis perbatasan Indonesia dengan negara tetangga di wilayahnya harus ditingkatkan.

    “Wilayah Kodam IX/Udayana ini unik, karena mudah diakses dan terkenal di dunia internasional. Bali terutama, menjadi tujuan utama turis dan di wilayah kami terdapat pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga,” katanya kepada para peserta rapat pimpinan di lingkungan Kodam IX/Udayana di Denpasar, Senin [08/02].

    Wilayah operasi Komando Daerah Militer IX/Udayana meliputi tiga provinsi, yaitu Bali, NTB, dan NTT. Di provini terakhir ini, terdapat garis perbatasan darat dengan Timor Timur, selain garis perbatasan laut dengan Timor Timur dan Australia.

    Selain itu, juga terdapat beberapa pulau terluar yang berbatasan dengan Timor Timur dan Australia, di antaranya Pulau Dana di Kabupaten Rote dan Pulau Batek, di Kabupaten Kupang,NTT, dan Pulau Wetar, yang berbatasan langsung dengan Pulau Jaco, Timor Timur.

    Komando Daerah Militer IX/Udayana pada Senin hingga Selasa (9/2) menyelenggarakan Rapat Pimpinan 2010 yang diikuti seluruh komandan satuan, baik itu di lingkungan teritorial, intelijen, pasukan, hingga staf. Tidak kurang 26 komandan Komando Distrik Militer dan para pejabat lain mengikuti rapat pimpinan itu.

    Di antara peserta rapat terdapat Komandan Polisi Militer Kodam IX/Udayana Kolonel CPM Eddy Kristanto, Komandan Resimen Induk Kodam IX/Udayana Kolonel Infantri Maryono, Komandan Korem 161/Wira Sakti Kolonel Infantri Doddy U Argo, dan Komandan Kodim 1605/Belu Letnan Kolonel Infantri Hotman Hutahaean.

    Menurut Pandjaitan, Rapat Pimpinan 2010 merupakan manifestasi dari Rencana Strategis TNI-AD 2010-2014 yang disesuaikan dengan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis nasional dan regional yang berujung pada kesiapan operasional jajarannya.

    “Terkait dengan peningkatan kualitas pengamanan garis perbatasan negara dan pulau-pulau terluar itu, pengamanan ini bukan cuma upaya kita dari sisi operasi belaka, namun juga ditunjang dari berbagai aspek lain. Aspek intelijen, harus handal dan profesional dan personelnya harus menguasai teknologi informasi,” kata Pandjaitan.

    Selain itu, pengendalian alur informasi dan penguasaan taktik serta teknik intelijen juga harus dikuasai sepenuhnya. “ini bisa dicapai dengan pengadaan dan pembaharuan materi khusus intelijen serta peningkatan kinerja satuan intelijen,” kata perwira tinggi yang lama berkarir di lingkungan Korps Baret Merah itu.

    Pengamanan garis perbatasan negara, katanya, merupakan satu aspek dari sekian banyak aspek yang harus bisa dijabarkan secara baik dan benar oleh jajarannya.

    Pada aspek operasi, katanya, optimalisasi pemetaan dan penggelaran pos-pos pengamanan perbatasan negara di darat harus disesuaikan dengan hakekat ancaman yang ada.

    Sejauh ini, pada wilayah darat, terdapat 38 pos Satuan Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor Timur Markas Besar TNI berkekuatan satu batalion infantri, yang bertugas di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Belu.

    Seluruh garis perbatasan darat itu membentang sepanjang 278 kilometer. Kabupaten Belu, NTT, yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Distrik Maliana, dan Distrik Kovalima di Timor Timur memiliki garis perbatasan darat terpanjang ketimbang Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara, yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Timur.

    Disebabkan, nilai strategis pengamanan garis perbatasan negara di Pulau Timor, NTT, maka sejak beberapa bulan lalu Brigade Infantri 21/Komodo, di Kecamatan Camplong, Kabupaten Kupang, NTT, telah resmi berdiri. Keberadaan brigade infantri paling baru di tubuh TNI-AD itu merupakan penguatan kekuatan militer sesuai dengan tingkat kepentingan yang terjadi.

    Sumber: Berita Sore
    Readmore --> Pangdam Udayana: Tingkatkan Pengamanan Garis Perbatasan Negara

    Operasi Militer Besar-besaran Segera Dimulai

    Kandahar, Senin - Komandan pasukan NATO memperingatkan agar kelompok Taliban menyerah. Pasukan AS dan internasional, Senin (8/2), mempersiapkan diri untuk melancarkan operasi besar-besaran ke basis kekuatan Taliban di kota Marjah, Provinsi Helmand.

    Operasi di Marjah, yang diberi nama Mushtarak (Bersama), merupakan operasi terbesar sejak Presiden AS Barack Obama mengumumkan penambahan pasukan di Afganistan. Operasi tersebut juga merupakan yang terbesar sejak invasi AS ke negara itu tahun 2001. Diperkirakan operasi dimulai pada pekan ini.

    Kelompok Taliban menyatakan memilih tinggal dan berperang melawan. ”Pasukan Afganistan dan pasukan asing telah datang ke wilayah Marjah dan anggota kami juga berada di area itu untuk menembaki mereka dengan roket,” kata Yousuf Ahmadi, juru bicara Taliban, kepada kantor berita AFP dari lokasi yang tidak diketahui.

    Ribuan tentara asing dan tentara Afganistan telah berada di sekitar lembah Sungai Helmand untuk menggempur Taliban. Komandan pasukan AS dan pasukan NATO di Afganistan, Jenderal Stanley McChrystal, mengatakan, operasi di Marjah tidak dimaksudkan untuk sekadar menewaskan anggota Taliban sebab kebanyakan dari mereka adalah warga lokal miskin yang berperang demi uang daripada dukungan bagi ideologi Taliban.

    Menurut McChrystal, keberhasilan operasi itu bergantung pada bagaimana meyakinkan warga sipil bahwa Pemerintah Afganistan akan memperbaiki cara pengelolaan negara saat Taliban sudah ditumpas.

    Warga mengungsi

    Pada Minggu, pesawat AS menjatuhkan selebaran di atas Marjah untuk memperingatkan warga tentang operasi yang akan dilancarkan. Peringatan itu membuat ribuan warga Marjah khawatir dan meninggalkan kota. Mereka khawatir akan terjebak di tengah pertempuran saat operasi dimulai.

    Ghulam Farooq Noorzai, Kepala Departemen Pengungsi Provinsi Helmand, mengatakan, lebih dari 400 keluarga atau sekitar 2.000-3.000 orang telah direlokasi dan masih banyak orang yang sedang berusaha meninggalkan Marjah. Otoritas provinsi telah menyiapkan tenda dan stok makanan untuk 10.000 orang.

    Salah seorang warga, Shir Ali Khan, yang tiba kemarin di Lashkar Gah bersama 25 anggota keluarganya menuturkan, dia akan tinggal di kota itu sampai Marjah aman.

    ”Kami pergi karena banyak sekali pesawat yang terbang dan banyak tentara bergerak maju dan mundur,” tutur Khan.

    Para pejabat AS telah lama mengincar Marjah. Di tempat itu, juga di provinsi tetangga, Kandahar, terkonsentrasi gerakan perlawanan Taliban. Di wilayah yang subur itu pula lahan pertanian telah diubah menjadi perkebunan opium.

    Sumber: Kompas
    Readmore --> Operasi Militer Besar-besaran Segera Dimulai

    Operasi Militer Besar-besaran Segera Dimulai

    Kandahar, Senin - Komandan pasukan NATO memperingatkan agar kelompok Taliban menyerah. Pasukan AS dan internasional, Senin (8/2), mempersiapkan diri untuk melancarkan operasi besar-besaran ke basis kekuatan Taliban di kota Marjah, Provinsi Helmand.

    Operasi di Marjah, yang diberi nama Mushtarak (Bersama), merupakan operasi terbesar sejak Presiden AS Barack Obama mengumumkan penambahan pasukan di Afganistan. Operasi tersebut juga merupakan yang terbesar sejak invasi AS ke negara itu tahun 2001. Diperkirakan operasi dimulai pada pekan ini.

    Kelompok Taliban menyatakan memilih tinggal dan berperang melawan. ”Pasukan Afganistan dan pasukan asing telah datang ke wilayah Marjah dan anggota kami juga berada di area itu untuk menembaki mereka dengan roket,” kata Yousuf Ahmadi, juru bicara Taliban, kepada kantor berita AFP dari lokasi yang tidak diketahui.

    Ribuan tentara asing dan tentara Afganistan telah berada di sekitar lembah Sungai Helmand untuk menggempur Taliban. Komandan pasukan AS dan pasukan NATO di Afganistan, Jenderal Stanley McChrystal, mengatakan, operasi di Marjah tidak dimaksudkan untuk sekadar menewaskan anggota Taliban sebab kebanyakan dari mereka adalah warga lokal miskin yang berperang demi uang daripada dukungan bagi ideologi Taliban.

    Menurut McChrystal, keberhasilan operasi itu bergantung pada bagaimana meyakinkan warga sipil bahwa Pemerintah Afganistan akan memperbaiki cara pengelolaan negara saat Taliban sudah ditumpas.

    Warga mengungsi

    Pada Minggu, pesawat AS menjatuhkan selebaran di atas Marjah untuk memperingatkan warga tentang operasi yang akan dilancarkan. Peringatan itu membuat ribuan warga Marjah khawatir dan meninggalkan kota. Mereka khawatir akan terjebak di tengah pertempuran saat operasi dimulai.

    Ghulam Farooq Noorzai, Kepala Departemen Pengungsi Provinsi Helmand, mengatakan, lebih dari 400 keluarga atau sekitar 2.000-3.000 orang telah direlokasi dan masih banyak orang yang sedang berusaha meninggalkan Marjah. Otoritas provinsi telah menyiapkan tenda dan stok makanan untuk 10.000 orang.

    Salah seorang warga, Shir Ali Khan, yang tiba kemarin di Lashkar Gah bersama 25 anggota keluarganya menuturkan, dia akan tinggal di kota itu sampai Marjah aman.

    ”Kami pergi karena banyak sekali pesawat yang terbang dan banyak tentara bergerak maju dan mundur,” tutur Khan.

    Para pejabat AS telah lama mengincar Marjah. Di tempat itu, juga di provinsi tetangga, Kandahar, terkonsentrasi gerakan perlawanan Taliban. Di wilayah yang subur itu pula lahan pertanian telah diubah menjadi perkebunan opium.

    Sumber: Kompas
    Readmore --> Operasi Militer Besar-besaran Segera Dimulai

    Iran Bangun 10 Fasilitas Lagi


    Teheran, Senin - Iran berencana membangun 10 fasilitas pengayaan uranium baru sepanjang tahun 2010-2011. Iran juga akan memulai proses pengayaan uranium hingga mencapai level 20 persen untuk bahan bakar reaktor nuklir pada Selasa ini.

    Rencana itu diumumkan oleh Ketua Organisasi Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi, Minggu (7/2) malam waktu setempat, menyusul perintah dari Presiden Mahmoud Ahmadinejad untuk segera memulai kerja pengayaan uranium.

    ”Kami akan memberi tahu IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) besok (Senin) tentang keinginan kami mengayakan uranium hingga level 20 persen,” kata Salehi kepada stasiun televisi Al Alam.

    Proses pengayaan uranium level 20 persen akan dimulai di pembangkit Natanz yang merupakan pusat pengayaan uranium utama Iran.

    Salehi menambahkan, pengayaan uranium itu akan dihentikan jika Iran menerima bahan bakar nuklir yang telah mencapai level 20 persen dari luar negeri. ”Iran akan menghentikan proses pengayaan untuk reaktor penelitian saat kami sudah menerima bahan bakar yang diperlukan,” ujarnya.

    Kesepakatan yang disusun PBB menyebutkan tentang pengiriman uranium Iran yang diperkaya hingga level 3,5 persen ke luar negeri untuk dikonversi menjadi level 20 persen untuk keperluan bahan bakar reaktor penelitian. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan kecemasan Barat, tetapi Iran ingin mengubah kesepakatan dan melakukan pertukaran di dalam negeri.

    Taruhan

    Pengumuman Iran tentang penambahan fasilitas nuklir dan peningkatan level pengayaan uranium telah menaikkan taruhan Iran dalam perselisihannya dengan Barat soal program nuklir. Langkah Iran langsung menuai kecaman dari Inggris dan Amerika Serikat.

    Pada November 2009, Iran pernah mengumumkan akan membangun 10 fasilitas nuklir baru, tetapi tidak menyebut waktunya. Barat khawatir Iran akan membuat bom atom dengan program tersebut. Iran berulang kali membantah tudingan itu dan menyatakan program nuklirnya untuk tujuan damai.

    Uranium yang telah diperkaya bisa digunakan sebagai bahan bakar bagi pembangkit tenaga nuklir. Jika lebih jauh diperkaya hingga mencapai level 80 persen, uranium bisa dibuat bom atom. Saat ini pengayaan uranium Iran baru mencapai level 3,5 persen.

    Analis menyatakan skeptis bahwa Iran, yang terbelit sanksi serta kesulitan mendapatkan material dan komponen dari luar negeri, akan mampu melengkapi dan mengoperasikan 10 fasilitas nuklir baru.

    Jengkel

    Selain mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas nuklir baru, Iran kemarin juga menyatakan akan segera membuat sistem pertahanan udara sendiri dengan kemampuan yang sama dengan perangkat antipesawat S-300 milik Rusia.

    Pejabat Iran telah menyatakan kejengkelannya atas kegagalan Rusia sejauh ini untuk menyuplai sistem rudal.

    ”Satu-satunya perlengkapan yang ingin kami impor adalah S-300 yang, berdasarkan alasan yang tidak bisa diterima, belum dikirimkan Rusia,” kata Komandan Angkatan Udara Iran Heshmatollah Kassiri, seperti dikutip kantor berita IRNA.

    ”Dalam waktu dekat, sistem pertahanan udara baru buatan lokal akan dipamerkan oleh para pakar dan ilmuwan negeri ini yang sama kuatnya dengan sistem pertahanan rudal S-300, atau bahkan lebih kuat,” ujar Kassiri.

    Rusia mendapat tekanan intens dari Barat untuk menjauhkan diri dari program nuklir Iran. Akan tetapi, Rusia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengirimkan sistem pertahanan udara S-300.

    Tahun lalu, pejabat Rusia mengatakan bahwa Iran tidak berada di bawah sanksi internasional yang melarang pembelian sistem pertahanan udara. Namun, tidak jelas pula bagian S-300 yang telah dikirimkan Rusia kepada Iran.

    Analis mengatakan, sistem pertahanan udara S-300 bisa membantu Iran menggagalkan upaya Israel dan AS untuk mengebom fasilitas nuklir Iran. S-300PMU1, dikenal di Barat sebagai SA-20, yang berbasis di darat bisa menembak jatuh rudal jelajah dan pesawat. Jangkauannya mencapai 150 kilometer dan terbang dengan kecepatan lebih dari 2 kilometer per detik.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Iran Bangun 10 Fasilitas Lagi

    Peranan Kohanudnas Perlu Ditingkatkan

    Jakarta, Kompas - Peranan Komando Pertahanan Udara Nasional atau Kohanudnas perlu ditingkatkan dengan menggabungkan modernisasi radar dan memasukkan pesawat-pesawat tempur sergap ke Kohanudnas. Selain mempercepat komando pengendalian, hal tersebut bisa menambah efek penggentaran (deterrent) kekuatan udara Indonesia.

    Panglima Kohanudnas Marsekal Muda Dradjad Rahardjo mengemukakan hal tersebut kepada Kompas di kantornya di Jakarta, Senin (8/2). Hari Selasa ini, Kohanudnas genap berusia 48 tahun, yang dirayakan dengan upacara sederhana di markasnya di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Dradjad menuturkan, usulan tersebut sudah dibuat dalam bentuk dokumen Rencana Strategis Penataan Kohanudnas ke Depan pada Februari 2009. ”Usulan tersebut telah saya sampaikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara,” ujar Dradjad, mantan Komandan Pendidikan TNI AU itu. Berikut petikan wawancaranya:

    Bagaimana kedudukan keorganisasian Kohanudnas sekarang?

    Dari sisi pembinaan, Kohanudnas berada di bawah TNI AU, operasional di bawah Panglima TNI. Sasaran Kohanudnas tidak lain adalah benda-benda lewat media udara, seperti pesawat, pesawat tanpa awak, atau peluru kendali (rudal).

    Kita yang menangkap mereka dengan radar, lalu diintersep dengan pesawat tempur. Tetapi, sekarang pesawat tempur sergap ada di Komando Operasi TNI AU (Koops AU). Sekarang unsur yang ada di Kohanudnas hanya radar. Pesawat ada di Koops AU.

    Kenapa dulu diubah?

    Dulu Kohanudnas sebelum tahun 1985 sangat eksis sekali. Kita punya pesawat sergap, punya rudal sekelas rudal SA-75, dan radar.

    Namun, sejak tahun 1985, karena perubahan organisasi oleh kebijakan pimpinan, radar dan pesawat sergap ada di Koops AU. Sejak zaman KSAU Hanafi Asnan (1998-2002), radar dikembalikan ke Kohanudnas.

    Dalam konsep sistem pembinaan latihan (sisbinlat) memang betul, semua kekuatan yang ada diserahkan kepada setiap masing-masing angkatan TNI. Namun, dari segi kesatuan komando (unity of command) tidak bisa dipisah-pisahkan, mulai dari radar, pesawat tempur sergap, syukur-syukur ada rudal.

    Kebijakan KSAU yang baru bagaimana?

    Itu masih berlaku. Dalam Rapim TNI AU di Yogyakarta, saya sampaikan kita membutuhkan pesawat tempur sergap (sekelas F-5/F-16/Sukhoi). Namun, Pak Imam Sufaat (KSAU) belum bisa memberikan keputusan.

    Apa alasan mendesak dari penataan Kohanudnas itu?

    Unsur-unsur sistem itu harus lengkap. Radar sudah berada di kita. Saya butuh hanya pesawat tempur sergap. Syukur-syukur diberikan rudal untuk deterrent. Namun, saya minta pesawat tempur sergap tidak bisa gol karena konsep sisbinlat tadi.

    Pernah ada kejadian yang menghambat karena persoalan komando itu?

    Banyak sekali karena sistem komando pengendalian yang terlambat. Dulu waktu masuknya pesawat F-18 Amerika Serikat di Bawean tahun 2003, ketika saya Komandan Pangkalan TNI Iswahjudi, komando pengendalian itu juga jadi hambatan.

    Kohanudnas waktu itu memerintahkan pesawat tempur sergap melihat pesawat F-18 Amerika Serikat. Namun, radar dikendalikan oleh radar sipil Bandara Juanda. Radar kita sudah terlalu tua.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Peranan Kohanudnas Perlu Ditingkatkan

    Russia lends Sri Lanka $300 mln for arms purchases

    Russia and Sri Lanka signed on Monday a $300 million loan to buy armaments and dual-purpose technology for Sri Lanka's military, Russia's deputy finance minister said.

    Dmitry Pankin said it is a 10-year loan with LIBOR plus 3.5% interest.

    According to some sources, the arms deal will cover not only purchases but also extensive repairs of Russian military equipment previously delivered to Sri Lanka.

    Sri Lanka remains highly militarized after almost 25 years of constant fighting against the Tamil Tiger militants.

    In May, the Sri Lankan military finally defeated the Tamil separatists, killing their leader in an operation that brought the civil war to an end. International rights groups accused the military of killing large numbers of civilians who were being used as human shields by shelling rebels in the war zone.

    Russia's stance at the United Nations last year amid international criticism over Sri Lanka's military operations against the Tamil Tiger helped to quash a possible motion of censure.

    The president of Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, is on a working visit to Russia - the first in the history of bilateral relations.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russia lends Sri Lanka $300 mln for arms purchases

    PT PAL Target Untung Rp 29,05 Miliar

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Setelah mengalami kesulitan likuiditas selama 10 tahun terakhir, tahun ini PT PAL Indonesia (Persero) menargetkan keuntungan Rp 29,05 miliar. Desember 2009, perusahaan negara itu mendapatkan pencairan pertama dana restrukturisasi dari PT Perusahaan Pengelola Aset sebesar Rp 14,5 miliar.

    Direktur Utama PT PAL, Harsusanto, menjelaskan persero telah meneken kontrak kerja sama dengan pihak ketiga untuk produk kapal, produk minyak dan gas, serta produk pembangkit listrik. "Laba kami targetkan Rp 29,05 miliar," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi BUMN Dewan Perwakilan Rakyat, di Jakarta, Senin (8/2).

    Persero menargetkan total pendapatan sebesar Rp 1,8 trilun, terbesar dari penjualan di divisi kapal niaga sebesar Rp 941,09 miliar. Disusul divisi rekayasa umum, divisi pemeliharaan dan perbaikan, serta divisi kapal perang masing-masing sebesar RP 375,62 miliar, Rp 240 miliar, dan Rp 200,71 miliar.

    Total beban pokok terbesar, Harsusanto melanjutkan, terdapat di divisi kapal niaga sebesar Rp 1,03 triliun, divisi rekayasa umum sebesar Rp 319,8 miliar, dan divisi pemeliharaan dan perbaikan sebesar Rp 192 miliar.

    Pada prognosa tahun lalu, perusahaan merugi Rp 89,02 miliar. Total penjualan tercatat Rp 6868,17 miliar dengan total beban pokok penjualan sebesar Rp 699,67 miliar. Nilai penjualan terbesar berurutan divisi kapal niaga sebesar Rp 191,08 miliar, divisi kapal perang sebesar Rp 184,99 milar, dan divisi rekayasa umum sebesar Rp 173,6 miliar.

    Harsusanto menuturkan dalam periode 2010-2011 persero menargetkan penyehatan perusahaan dengan kredibilitas tinggi dan didukung struktur modal, aset, sumber daya manusia, dan budaya perusahaan yang kokoh. Sementara periode 2012-2014 akan menjadi masa pertumbuhan. "Perusahaan mampu memupuk keuntungan dan berkembang secara berkelanjutan," ucapnya.

    Sumber: Tempo
    Readmore --> PT PAL Target Untung Rp 29,05 Miliar

    Monday, February 8, 2010 | 3:59 PM | 0 Comments

    PANGLIMA TNI AKAN RESMIKAN KRI FRANS KAISIEPO


    Biak - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso akan meresmikan pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 di dermaga pelabuhan laut Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa, 9 Februari 2010.

    Dari Biak dilaporkan, Sabtu, persiapan pengukuhan KRI Frans Kaiseipo-368 telah dilakukan panitia pelaksana terdiri TNI/Polri, Dinas Perhubungan serta jajaran Adpel Biak dengan melakukan gladi kotor.

    Pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 bersamaan dengan peresmian KRI Birang-831 serta KRI Mulga-832, yang Jumat siang telah tiba Kabupaten Biak Numfor.

    Pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 dan peresmian KRI Birang-831 serta KRI Mulga-832 akan dilaksanakan dengan upacara militer serta pengukuhan secara adat dipimpin Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.

    Kegiatan pengukuhan dan peresmian KRI Frans Kaisiepo-368 akan dihadiri tiga Kepala Staf Angkatan serta para pejabat teras di jajaran TNI AL

    Selain dihadiri pejabat teras Mabes TNI kegiatan pengukuhan KRI Frans Kaisiepo akan dihadiri Gubernur Papua Barnabas Suebu,Gubernur Papua Barat Bram O.Atururi,bupati/walikoa se Papua,Kapolda Irjen Pol Bekto Suprapto,Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI H. Marbun.

    Wakil Bupati Biak Drs Alimuddin Sabe mengajak, warga masyarakat Biak untuk menyukseskan peresmian serta pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai wujud penghormatan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia atas jasa pahlawan nasional asal Kabupaten Biak Numfor.

    Berdasarkan data Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut Toni Syaiful di Ardava com menyebutkan, upacara pengukuhan KRI Fran Kaisiepo akan melibatkan 1 kompi Korps Musik TNI AL dari Surabaya,1 Kompi Pama gabungan TNI, 2 Kompi TNI AD, 2 Kompi TNI AL, 2 Kompi TNI AU,1 Kompi Polri dan 1 Kompi Dinas Kemaritiman.

    Kehadiran sejumlah kapal perang milik TNI AL di pelabuhan laut Biak, Sabtu tampak menjadi tontonan warga masyarakat Biak yang datang menyaksikan kedatangan armada kapal.

    Sumber :DEPHAN
    Readmore --> PANGLIMA TNI AKAN RESMIKAN KRI FRANS KAISIEPO

    Iran Akan Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium

    Teheran (ANTARA News) - Iran berencana membangun 10 fasilitas pengayaan uranium baru pada Tahun Iran mendatang, menurut kepala tenaga atomnya, dalam komentar-komentar yang tampaknya akan terus meningkatkan ketegangan dengan negara-negara Barat.

    Pengumuman itu disampaikan oleh Ali Akbar Salehi, Minggu malam, yang terjadi setelah Presiden Mahmoud Ahmadinejad sebelumnya menginstruksikan Organisasi Tenaga Atom Iran, untuk mulai bertugas untuk memproduksi bahan bakar nuklir kelas tinggi, untuk reaktor risetnya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    "Iran akan mendirikan 10 pusat pengayaan uranium pada tahun depan," kata televisi negara Al Alam, mengutip pernyataan Salehi yang disiarkan di laman Internetnya.

    Rakyat Iran memulai tahun barunya pada 21 Maret mendatang.

    Iran pada November lalu mengumumkan rencana-rencana untuk membangun 10 pabrik pengayaan uranium baru, dalam perluasan besar-besaran pada program atomnya. Namun, pihaknya tidak menjelaskan kapan dilakukannya.

    Negara-negara Barat khawatir program nuklir Iran adalah bertujuan untuk membuat bom atom. Namun berkali-kali Teheran membantah tuduhan tersebut, dan menegaskan bahwa program nuklirnya untuk mencukupi kebutuhan listrik di dalam negeri.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Iran Akan Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium

    Dirgantara Indonesia Catat Laba Rp 117,08 M

    PT DIRGANTARA Indonesia (PTDI) mulai 2009 mencatat keuntungan Rp117,08 miliar, melonjak dari kerugian yang dicatat pada 2008 sekitar Rp84,34 miliar.

    "Mulai tahun lalu kita perkirakan kembali mencetak laba," kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, di sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin (8/2).

    Menurut Budi, laba bersih didorong melonjaknya pos penjualan yang mencapai Rp771,63 miliar pada 2009. "Penjualan tahun ini kami perkirakan bisa menembus Rp1,293 triliun," kata Budi.

    Pada 2010 perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp225,11 miliar, melonjak tajam dari Rp7,3 miliar pada 2009. Sedangkan belanja operasional ditargetkan mencapai Rp1,63 triliun, dari sebelumnya Rp889,7 miliar.

    Perusahaan yang sebelumnya bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) ini pada 2010 mencatat kontrak baru pembuatan pesawat dan komponen pesawat Rp1,97 triliun.

    Ia menambahkan, sebesar Rp1,5 triliun diantaranya merupakan kontrak peralihan. "Pada tahun lalu (2009) PTDI memperoleh kontrak penyediaan tiga unit CN 235-220 konfigurasi kapal patroli pesanan TNI-AL," katanya.

    Secara keseluruhan ujar Budi, total nilai penjualan pada 2010 diproyeksikan mencapai Rp1,29 triliun, dari sebelumnya diperkirakan Rp771 miliar.

    "Proyeksi 2010 sebesar Rp1,29 triliun terdiri atas penjualan dalam negeri Rp538,53 miliar dan penjualan dalam negeri Rp755,25 miliar," katanya.

    Sumber: JURNAL NASIONAL
    Readmore --> Dirgantara Indonesia Catat Laba Rp 117,08 M

    Presiden Minta TNI Sejahterakan Masyarakat

    MENINJAU LATIHAN MARINIR : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Dankormar Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin saat melakukan peninjauan latihan pemantapan terpadu Korps Marinir tahun 2010 di Pantai Caligi, Lampung, Minggu (7/2). ( FOTO ANTARA/Rumgapres/ama/10 )

    Pesawaran Lampung ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan kehadiran pasukan TNI di sejumlah daerah bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

    “Di wilayah ini sudah dibangun satuan Marinir. Saya harap bisa bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Presiden saat meninjau kegiatan Bakti Sosial Korps Pasukan Marinir di Pantai Klara Kabupaten Pesawaran Lampung, Minggu [07/02].

    Dalam bakti sosial itu diberikan pemeriksaan kesehatan gratis dengan membuka rumah sakit berjalan lengkap dengan ruang operasi pasien. “Saya harapkan dengan bakti sosial ini bisa menjadi hubungan persahabatan yang baik dengan warga. Jadi harap dimanfaatkan dengan baik, yang sehat biar tetap sehat dan yang sakit menjadi sembuh,” katanya.

    Presiden yang mengenakan pakaian hijau TNI di pantai itu juga menyaksikan demonstrasi Rubber Duck Operation yang dilakukan pasukan Marinir. Sebelumnya, usai menyaksikan latihan tempur Pasukan Marinir di Pantai Caligi, Presiden meninjau Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam dan meninjau pameran produk Bio-Marine serta melakukan penanaman pohon.

    Pameran produk Bio-Marine merupakan kerja sama Marinir dengan Artha Graha Grup, perusahaan yang dimilki pengusaha Tomi Winata yang juga hadir di lokasi itu.

    Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Letjen George Toisutta.

    Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi,Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Meneg Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin dan Wakil Menhub Bambang Susantono.

    Sumber: Berita Sore
    Readmore --> Presiden Minta TNI Sejahterakan Masyarakat

    Pindad Siap Bikin Roket

    Bandung - Demi pertahanan dan keamanan, Indonesia dinilai membutuhkan alat utama sistem senjata (alutsista) jenis roket. PT Pindad sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang menyediakan kebutuhan TNI, merasa mampu membuat roket. Namun sampai saat ini belum mendapatkan kepercayaan dari pemerintah.

    "Tergantung kepercayaan. Teknologinya kan kita bisa beli. Kemudian kita urai dan pelajari untuk kita produksi. Yang penting kepercayaan diberikan dulu, deh," ujar Dirut Pindad, Adik Avianto Sudarsono, kepada detikINET usai acara ITB Fair, Minggu malam (7/2/2010).

    Diakui oleh Adik, sampai saat ini pihaknya baru sebatas riset. Belum ada penggunaan roket sebagai senjata.

    "Kapal selam dan roket termasuk senjata strategis. Tidak diketahui kapan dan dari mana datangnya, tiba-tiba meledak. Tapi untuk bikin kapan selam mahal, roket lah yang menjadi pilihan. Seperti di Afghanistan, pejuang Taliban itu mereka memiliki banyak roket. Akibatnya, musuh-musuhnya jadi takut kan," paparnya.

    Adik juga menambahkan, jika roket tersebut dipasang diperbatasan NKRI, maka tidak ada lagi cerita pemindahan patok perbatasan dan penerobosan wilayah NKRI.

    "Bukan untuk mengajak perang. Tapi kalau perbatasan sudah dipasang maka bisa resah semua. Ancaman akan datang karena jarak tembakannya roket," katanya.

    Tapi tentunya ini bukan hal yang mudah. Bagi Adik, perusahaan yang dipimpinnya seyogyanya adalah pelayan TNI untuk memenuhi kebutuhan taktis. Untuk membuat senjata, amunisi ataupun alat tempur, pihaknya harus lulus uji dari TNI.

    "Perlu disadari oleh publik bahwa masuk ke Dephan harus melalui proses sertifikasi. Semuanya dilihat. Kontrak TNI harus lulus uji. Belum lulus, ya berarti belum lulus kontrak," katanya.

    Sumber: DetikNet
    Readmore --> Pindad Siap Bikin Roket

    Rapat Peremajaan Alutsista Digelar di Kapal KRI 591

    JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) tentang strategi dan sistem pertahanan nasional untuk bagaimana menangkal dan mengantisipasi ancaman. Salah satunya membahas keperluan peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista).

    "Memang Presiden mengadakan ada rapat mengenai alutsista di kapal KRI 591, tapi ini tertutup. Setelah pemaparan dari Korps Marinir. Rapat ini mengenai kebijakan tentang kebutuhan sistem kemanan secara keseluruhan," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/2).

    Menurut Julian, rapat tertutup yang dipimpin Presiden itu dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsjudin, Panglima TNI Djoko Santoso, KSAD Letjen George Toisutta, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, dan KSAU Marsekal Muda Imam Sufaat.

    Julian mengatakan, dalam rapat itu dibahas bagaimana strategi sistem pertahanan nasional untuk menangkal dan mengantisipasi ancaman yang akan muncul. Identifikasi masalah itu harus akurat karena perkembangan bisa berubah di militer.

    "Ataupun menangkal serangan dari luar. Strategi militer agar bisa optimal dan pasti mengamankan negara," katanya.

    Rapat itu, kata dia, juga membahas peremajaan alutsista. Pemerintah berupaya memiliki suatu persenjataan yang bukan harus banyak tapi juga diperlukan. "Sehingga bisa mengatasi kemungkinan dan tuntutan ancaman yang pasti tidak berkurang di masa mendatang," ulasnya.

    Ditanya apakah juga dibahas tentang bagaimana pengadaan alutsista baru. Julian mengatakan hal itu tidak dibahas secara detail. Dalam hal ini, pemerintah hanya tidak ingin memakai alutsista yang tidak layak.

    Namun demikian, lanjut Julian, alutsista tidak murah harganya. Jadi pemerintah juga melakukan pertimbangan bagaimana cara pembiyaannya.

    "Yang dibutuhkan keseimbangan kebutuhan dan kepentingan, serta sesuai tuntutan," katanya.

    Ditanya apakah akan ada bentuk pembiayaan baru jika APBN tidak memenuhi. Pembahasan mengenai pinjaman dan lain-lain belum sampai kesana.

    "Saya sendiri belum dapat konfirmasi mengenai isi rapat secara detail karena (rapat) sangat terbatas, saya pun tidak di dalam," aku Julian.

    Ditanya apakah ada rapat selanjutnya. Julian mengaku belum tahu akan hal itu. Tetapi rapat selanjutnya mungkin saja dilakukan. Sebab rapat ini adalah pemetaan, proyeksi ancaman. "Dengan keterbatasan yang kita miliki, kita tidak mungkin membeli alutsista yang mahal-mahal baik udara, laut, darat. Tapi pemerintah tetap melakukan pertimbangan komprehensif untuk memiliki persenjataan biarpun tidak besar tapi cukup efektif bisa redam ancaman yang pasti selalu datang," ulasnya.

    Sumber: media indonesia
    Readmore --> Rapat Peremajaan Alutsista Digelar di Kapal KRI 591

    Presiden Ikuti Latihan Tempur Pasukan Marinir

    PESAWARAN--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (7/2), meninjau Latihan Tempur Pasukan Marinir, setelah sebelumnya mendarat di Pantai Caligi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7.

    Presiden menggunakan kendaraan tempur itu dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar dua km dari bibir pantai.

    KRI Surabaya-591 dipakai Presiden dan rombongan sejak Sabtu malam dari Pelabuhan Merak Banten menuju Lampung.

    Keluar dari lambung kapal, kendaraan tempur bernomor Indonesia 1 itu berada pada urutan gelombang keempat pendaratan pasukan Marinir untuk menyerang pasukan musuh yang disimulasikan berada di Pantai Caligi.

    Sebelum kendaraan Presiden keluar, sejumlah petugas Istana Presiden dan wartawan yang turut dalam rombongan telah mendarat terlebih dulu menggunakan kapal karet bermesin.

    Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua buah BVP-2, penembakan dua buah Howitser 105 dan penembakan dua buah roket RM 70 Grad.

    Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan river crossing serta demonstrasi penembakan Dopper.

    Usai acara di pantai, Presiden menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon.

    Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Letjen George Toisutta.

    Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menneg Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin, dan Wakil Menhub Bambang Susantono.

    sumber: media indonesia
    Readmore --> Presiden Ikuti Latihan Tempur Pasukan Marinir

    Uji Coba Rudal Agni III Berhasil


    New Delhi, Minggu - India kembali berhasil melakukan uji coba penembakan peluru kendali balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir, Agni III, Minggu (7/2).

    Peluru kendali (rudal) Agni III, yang merupakan rudal berdaya jangkau terjauh India, mampu menjangkau sasaran sejauh 3.000 kilometer. Uji coba kemarin adalah yang keempat, setelah pada uji coba pertama, tahun 2006, gagal. Pada uji coba kedua dan ketiga, rudal itu meluncur mulus ke sasaran.

    Keberhasilan uji coba keempat rudal Agni III itu disampaikan pejabat dari Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India. Rudal tersebut diluncurkan dari Pulau Wheeler di lepas pantai timur negara bagian Orrisa, Minggu pagi.

    ”Seluruh parameter telah dipenuhi, uji coba telah berhasil,” kata sebuah sumber sambil menyebutkan bahwa rudal itu ditembakkan dari sebuah mobil peluncur rudal.

    India yang mengembangkan rudal sendiri telah memiliki rudal balistik jarak pendek Prithvi, rudal balistik jarak menengah Akash, rudal antitank Nag, dan rudal supersonik Brahmos yang dikembangkan bersama Rusia.

    Rudal Agni III mampu membawa hulu ledak konvensional atau nuklir hingga 1,5 ton dan menggunakan bahan bakar padat. Daya jangkaunya yang jauh membuat rudal itu mampu mencapai sejumlah tempat di daratan China dan juga Timur Tengah.

    Buka perundingan

    Uji coba India itu diyakini tidak akan meningkatkan ketegangan di kawasan karena India dan Pakistan yang bertetangga dan sama-sama memiliki senjata nuklir selalu memberitahukan satu sama lain jika akan melakukan peluncuran rudal. Hal itu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kedua negara.

    Rabu pekan lalu, India membuka diri untuk kembali melakukan perundingan di tingkat menteri luar negeri dengan tetangga sekaligus juga rivalnya, Pakistan. Akan tetapi, ajakan itu belum dijawab Pakistan.

    Meski demikian, kesediaan India untuk kembali berunding adalah sebuah kemajuan besar, setelah hubungan kedua negara membeku pada 2008, setelah terjadinya serangan di Mumbai. Akibat peristiwa itu, India gigih menolak melakukan perundingan dengan Pakistan, sampai Pemerintah Pakistan membawa mereka yang berada di balik serangan Mumbai ke pengadilan, dan membasmi kelompok-kelompok garis keras di Pakistan.

    Membaiknya hubungan India-Pakistan cukup menggembirakan AS karena akan membantu upaya AS mewujudkan stabilitas di Afganistan. Namun, Pakistan khawatir akan terjepit antara India di perbatasan timurnya dan pemerintahan di Afganistan yang pro-India di perbatasan barat.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Uji Coba Rudal Agni III Berhasil

    Sunday, February 7, 2010 | 1:02 PM | 0 Comments

    Menumpangi Amfibi, SBY Mendarat di Lampung

    PESAWARAN, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu, (7/2/2010) pagi, mendarat di Pantai Caligi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7 untuk meninjau Latihan Tempur Pasukan Marinir. Presiden menggunakan kendaraan tempur itu dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar 2 km dari bibir pantai.

    KRI Surabaya-591 dipakai Presiden dan rombongan sejak Sabtu malam dari Pelabuhan Merak Banten menuju Lampung. Keluar dari lambung kapal, kendaraan tempur bernomor Indonesia 1 itu berada pada urutan gelombang keempat pendaratan pasukan Marinir untuk menyerang pasukan musuh yang disimulasikan berada di Pantai Caligi.

    Sebelum kendaraan Presiden keluar, sejumlah petugas Istana Presiden dan wartawan yang turut dalam rombongan telah mendarat terlebih dahulu menggunakan kapal karet bermesin.

    Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua buah BVP-2, penembakan dua buah Howitser 105, dan penembakan dua buah roket RM 70 Grad.

    Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan river crossing, serta demonstrasi penembakan Dopper.

    Seusai acara di pantai, Presiden akan menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon. Selanjutnya, Presiden akan menuju Pantai Klara, meninjau Bakti Sosial Kes Yala, dan menyaksikan Demonstrasi Rubber Duck Operation.

    Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Jenderal George Toisutta.

    Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin, dan Wakil Menhub Bambang Susantono.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Menumpangi Amfibi, SBY Mendarat di Lampung

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.