ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, July 21, 2010 | 6:25 PM | 0 Comments

    RI-Pakistan Sepakati Kerja Sama Pertahanan

    Pesawat Tempur Pakistan JF-17(Foto:DEFENCE)

    Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Pakistan menyepakati kerja sama pertahanan untuk memantapkan hubungan kedua negara dalam bidang pertahanan ke tingkat yang lebih luas.

    Kesepakatan itu tertuang dalam Nota Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperations Agreement/DCA) yang ditandatangani Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad di Jakarta, Rabu.

    "Kerja sama ini mencakup antara lain peningkatan kerja sama yang telah dilakukan kedua pihak, dan akan dilakukan kedua pihak dimasa datang," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

    Ia mengatakan, kerja sama dengan Pakistan tersebut sangat penting mengingat banyak kesamaan antara Indonesai dan Paksistan seperti etnik yang beragam, masalah perbatasan darat dan laut, terorisme dan lainnya.

    "Selama tiga tahun kita mempersiapkan apa yang bisa dilakukan oleh kedua negara terutama di bidang pertahanan," kata Purnomo.

    Hal senada diungkapkan, Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad yang mengatakan, latar belakang budaya, kondisi geografis dan persoalan internal Pakistan dengan Indonesia mendasari kerja sama kedua pihak khususnya dalam bidang pertahanan.

    "Kerja sama ini, juga membuka peluang bagi kerja sama kedua negara di bidang lain," ujarnya.

    Baik Purnomo maupun Ahmad mengatakan, nota kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara itu akan dibahas lebih detail pelaksanaannya oleh kedua pihak pada beberapa bulan mendatang.

    "Rincian apa saja dan bagaimana kesepakatan kerja sama itu akan dilakukan akan dibahas lebih rinci lagi dalam beberapa kali pertemuan mendatang di tingkat teknis," kata Purnomo.

    Secara umum kesepakatan kerja sama pertahanan RI-Pakistan memuat kesepakatan kedua pihak untuk melakukan dialog/konsultasi reguler di bidang strategis serta isu-isu keamanan.

    Tak hanya kesepakatan kerja sama itu juga memuat kesepakatan tukar menukar informasi pertahanan, pertukaran personel, pertukaran ilmu dan pengetahuan bidang pertahanan dan bentuk kerja sama teknis lainnya berdasarkan prinsip kesetaraan dan kepentingan bersama.

    Kedua pihak sepakat pula untuk menjajaki kerja sama industri pertahanan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI-Pakistan Sepakati Kerja Sama Pertahanan

    Taktik Militer Thai Redam Pemberontakan

    Tentara Thailand bersama dengan warga lokal di Provinsi Pattani (Foto: VIVAnews)

    VIVAnews - Jumlah insiden penyerangan oleh pihak pemberontak di sejumlah provinsi di kawasan selatan Thailand dalam beberapa tahun terakhir menurun drastis. Salah satu penyebabnya adalah perubahan strategi dari pihak militer, yang kini menitikberatkan pendekatan kemanusiaan ketimbang pendekatan bersenjata.

    Demikian ungkap Letnan Jenderal Pichate Wisaijorn, Panglima Komando Militer Wilayah IV Thailand. "Sesuai arahan Raja [Bhumibol Adulyadej] dan dukungan pemerintah, kami dalam beberapa tahun terakhir menerapkan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat dan tidak menonjolkan kekuatan bersenjata," kata Pichate kepada delegasi wartawan asing, termasuk VIVAnews dari Indonesia di Kamp Sirindhorn, Provinsi Pattani, Selasa 20 Juli 2010.

    Sejak 2008 Pichate diserahi tanggungjawab untuk menegakkan keamanan di provinsi-provinsi di kawasan ujung Selatan Thailand - yaitu Pattani, Yala, dan Narathiwat. Wilayah-wilayah itu mendapat khusus lantaran situasi keamanan belum sepenuhnya stabil akibat serangan-serangan dari pihak pemberontak.

    Pichate mengungkapkan, saat ini militer Thailand menempatkan 30.000 personil yang ditempatkan di 2.000 desa di tiga provinsi tersebut. Namun, setengah dari jumlah personil militer itu bukanlah tentara bersenjata. "Mereka melakukan tugas-tugas sipil, seperti tenaga medis, insinyur, dan petugas penyuluhan," kata Pichate.

    Militer, menurut Pichate, tidak memperbanyak pos pemeriksaan melainkan mendirikan Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Didirikan pada Desember 2008, Pusat itu membentuk sejumlah pondok untuk memberikan pelatihan usaha kepada masyarakat, seperti peternakan ayam, pembuatan pupuk dan biogas, budidaya ikan dan lain-lain. Selain itu juga didirikan sekolah rehabilitasi bagi penderita ketergantungan obat terlarang.

    "Kami juga rutin mengadakan pos-pos layanan kesehatan kepada masyarakat, mulai dari perawatan gigi hingga akupunktur," kata Pichate. Dia optimistis bahwa pendekatan yang humanis ini mendapat perhatian besar dari masyarakat. "Mereka kini merasa diperhatikan dan turut menjadi bagian dari Thailand. Saya yakin pendekatan seperti ini merupakan cara yang ampuh dalam menegakkan keamanan sekaligus mencairkan hubungan antara penduduk dengan pihak keamanan," ujar Pichate.

    Sementara itu, Kepala Staf dari satuan elit King's Guard, Kolonel Songwit Noonpackdee, mengungkapkan bahwa jumlah insiden di tiga provinsi kawasan selatan Thailand dalam tiga tahun terakhir menurun dratis. "Pada 2008, terjadi 1.700 insiden. Namun pada tahun lalu hanya berlangsung 800 insiden, sedangkan sejak awal tahun ini kami mencatat hanya terjadi 500 kasus," kata Songwit.

    Menurut dia, belajar dari operasi penumpasan pemberontakan komunis pada 30 tahun yang lalu, pendekatan humanitarian kini merupakan strategi ampuh bagi militer untuk mengatasi gangguan keamanan.

    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Taktik Militer Thai Redam Pemberontakan

    Rusia mengumumkan Penjualan Pesawat Sukhoi Untuk Vietnam Dan Aljazair

    Sukhoi Su-30MK2

    Moskow - Rusia mengatakan 20 Juli itu telah menandatangani kesepakatan untuk menjual 20 pesawat tempur Sukhoi ke Vietnam dan 16 ke Aljazair, kantor berita melaporkan.

    Kepala layanan teknologi militer Rusia kerjasama, Alexander Fomine, mengumumkan penjualan di Farnborough International Airshow saat ini sedang berlangsung di dekat London.


    Tanggal kesepakatan dengan Vietnam untuk pesawat SU-30MK2 ditandatangani tidak diungkapkan.

    Fomine mengatakan Rusia telah menandatangani perjanjian tahun ini dengan Aljazair, dengan pengiriman pesawat SU-30MKA berlangsung pada tahun 2011 dan 2012.

    Sumber: DEFENSE NEWS
    Readmore --> Rusia mengumumkan Penjualan Pesawat Sukhoi Untuk Vietnam Dan Aljazair

    Pakistan ajak RI buat pesawat tempur JF-17

    Jakarta - Pakistan menawarkan Indonesia untuk memproduksi pesawat tempur bersama. Jenis yang ditawarkan adalah JF-17, yang diklaim setingkat di atas jet tempur canggih produk Amerika Serikat, F-16.

    Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai penandatanganan MoU kerja sama bidang pertahanan dengan Menteri Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad Muchtar, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (21/7).

    "Kita ingin melihat lebih jauh tawaran tersebut untuk ditindaklanjuti. Karena kita juga ditawari kerja sama yang sama oleh Korea Selatan," kata Purnomo. Menurut dia, saat ini Pakistan tengah bekerja sama dengan China membangun pesawat tempur.

    Pakistan ingin pelajari perang gerilya TNI

    Jakarta - Pakistan ingin mempelajari konsep perang gerilya yang dikuasai Tentara Nasional Indonesia.

    Hal tersebut terungkap dari pertemuan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan mitranya dari Pakistan, Chaudry Ahmad Muchtar, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (21/7).

    Selain soal perang gerilya, Pakistan mengajak Indonesia bekerja sama dalam bidang intelijen dan pemberantasan terorisme. "Itu bagus bagi pengalaman untuk penanganan masalah terorisme karena Pakistan berpengalaman di bidang itu,"

    Sedangkan terkait kerja sama intelijen, pemerintah kata Purnomo, hanya ingin berbagi informasi.

    Sumber: PRIMAIRONLINE / PRIMAIRONLINE
    Readmore --> Pakistan ajak RI buat pesawat tempur JF-17

    Tuesday, July 20, 2010 | 11:29 PM | 0 Comments

    Operasi SBJ Sudah Layani 5.123 Pasien

    AMBON, 14/7 – OPERASI BIBIR SUMBING. Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu (kanan), Walikota Ambon, Jopi Papilaja (tengah), Wadan Satgas operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya Kol Laut (p) Arie Zakaria, berdilog dengan dua warga yang akan mengikuti operasi bibir sumbing di atas KRI dr Soeharso, di Ambon, Maluku, Rabu (14/7). Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya di pulau-pulau terluar di Maluku yang dilakukan tim kesehatan Indonesia, Malaysia, Philipina, Australia dan Amerika Serikat yang mengerahkan kapal rumah sakit terbesar USNS (United States Naval Ship) Mercy T-AH 19 dalam mendukung Sail Banda 2010. FOTO ANTARA/Jimmy Ayal/10.

    Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya (SBJ) di Maluku yang merupakan salah satu program Sail Banda 2010 telah melayani 5.123 pasien di Pulau Buru dan Ambon.

    Data yang diterima Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Fat Basalamah dari dr. Aril Zakaria selaku Wakil Kepala Operasi Surya Bhaskara Jaya menyebutkan, angka tersebut merupakan pasien yang terlayani sejak pelayanan kesehatan gratis KRI Soeharso di Namlea, Kabupaten Buru pada 11 – 13 Juli yang dilanjutkan ke Desa Liang, Waai dan Passo, Pulau Ambon hingga Senin kemarin.

    “Di Buru jumlah pasien yang terlayani selama tiga hari sebanyak 2.007 orang. Belum termasuk 21 pasien yang ikut KRI Soeharso untuk menjalani operasi di Ambon sewaktu tiba di Pelabuhan Yos Sudarso pada 14 Juli. Sementara 50 pasien lainnya dari sini (Ambon, red) juga sempat tertangani hari itu,” kata Fat Basalamah kepada ANTARA di Ambon, Selasa.

    Sementara jumlah pasien yang tertangani selama keberadaan KRI Soeharso di Pulau Ambon antara lain di Desa Liang pada 15 – 16 Juli sebanyak 1.048 pasien, Waai pada 17 – 18 Juli sebanyak 1.324 pasien, Passo yang digeser ke Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX yang berlokasi di Desa Halong pada 19 Juli sebanyak 428 pasien.

    Sedangkan jumlah pasien yang terlayani hari ini di Rumah Sakit Lantamal IX Desa Halong belum dihitung, demikian pula yang di Kapal KRI Soeharso.

    Pelayanan kesehatan SBJ di setiap desa sasaran di Pulau Ambon berlangsung di darat dan laut. Di darat pelayanan dipusatkan Rumah Sakit Lantamal IX Desa Halong, sedangkan di laut berlangsung di atas kapal KRI Soeharso.

    Jenis pengobatan dan tindakan medis dalam program Sail Banda ini dilakukan terhadap semua jenis penyakit.

    Tim dokter dalam Kapal KRI Soeharso berjumlah 19 orang, terdiri dari penyakit dalam, bedah orthopedy, bedah mulut, THT dan hiperbarik masing-masing satu orang, anastesi dua orang, ahli mata empat orang, umum dan gigi masing-masing dua orang.

    Setelah melayani masyarakat dari Desa Passo, pelayanan keseharan KRI Soeharso di Pulau Ambon akan diteruskan kepada masyarakat di Desa Hutumuri pada 21 – 22 Juli.

    Selanjutnya operasi SBJ akan berlanjut di Ibu kota Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yakni Masohi pada 23 – 25 Juli dan Pulau Banda 26 – 28 Juli.

    USNS Mercy

    Sementara pada 26 Juli, Kapal Rumah Sakit terbesar Amerika Serikat (AS), USNS Mercy T-AH 19 tiba di Ambon dan akan melayani masyarakat di Desa Waihaong pada 27 – 29 Juli sebagai bagian program SBJ di Maluku.

    Saat bersamaan, masyarakat di Desa Pelauw, Pulau Haruku, Malteng juga mendapatkan pelayanan yang sama dari tim dokter USNS mercy yang merupakan gabungan dari Angkatan Laut AS, Singapura dan Australia.

    USNS Mercy juga akan melakukan pengobatan masal kepada masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat yang dipusatkan di Ibu kota Piru pada 27 – 28 Juli dan dilanjutkan di Kecamatan Kairatu pada 29 – 30 Juli.

    Sedangkan pengobatan masal di Kecamatan Leihitu yakni Desa Mamala dan Morela dan Kecamatan Sirimau dipusatkan di Desa Karang Panjang, Ambon akan dilakukan oleh USNS Mercy bersama KRI Soeharso pada 30 – 31 Juli.

    Selanjutnya operasi terakahir Surya Bhaskara Jaya akan berlangsung di Desa Tulehu pada 1 – 2 Agustus.

    Sumber: ANTARA MALUKU
    Readmore --> Operasi SBJ Sudah Layani 5.123 Pasien

    Floating nuclear power plants

    Readmore --> Floating nuclear power plants

    Pesawat 5G Rusia Lebih Murah Dari Negara lain

    Perbandingan F-22 US dan PAK FA RUSIA(Foto: defesa)

    Pesawat tempur 5G Rusia akan diekspor dan untuk ekspor harga akan lebih murah dibandingkan Pesawat Milik negara barat, direktur umum perusahaan penerbangan Sukhoi dan MiG mengatakan pada hari Selasa.

    "Harga ekspor varian generasi kelima merupakan isu yang akan diskusikan dan dinegosiasikan dan kita percaya dengan keunggulan utama dalam pembuatan pesawat 5G itu akan menjadi perbandingan harga yang kompetitif.," Kata Mikhail Pogosyan, ia juga menambahkan bahwa pesawat akan jauh lebih mahal daripada Rusia tempur generasi keempat model.

    Dia mengatakan bahwa pesawat tempur generasi baru akan dipresentasikan pada acara MAKS 2011 udara di luar Moskow.

    "Tahun depan Anda akan dapat melihat bagaimana pesawat tempur generasi kelima landas," kata Pogosyan.

    Perlu diketahui proyek Rusia generasi kelima adalah Sukhoi PAK FA dan prototipe saat ini adalah T-50. Hal ini dirancang untuk bersaing dengan F-22 Raptor milik AS, sejauh ini hanya di dunia tempur generasi kelima, dan F-35 Lightning II.

    Pada pertengahan Juni, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengamati uji terbang 16 model prototipe pesawat tempur baru.

    Rusia telah mengembangkan model sejak tahun 1990-an. pejabat tinggi negara ini militer mengatakan jet tempur stealth tersebut mempunyai jarak jelajah 5.500 km, dan akan digunakan Angkatan Udara pada tahun 2015.

    PAK FA harus mempunyai kemampuan air-to-air, air-to-surface,air-to-ship missiles memiliki dua 30-mm meriam.

    Sumber: RIA / MIK
    Readmore --> Pesawat 5G Rusia Lebih Murah Dari Negara lain

    Maskapai Indonesia akan membeli 30 unit superjet 100 dari Rusia

    Pesawat SuperJet tipe 100 buatan Sukhoi Rusia(Foto: KARTIKA)

    Farnborough, KOMPAS.com - pembuat pesawat Rusia Sukhoi mengumumkan pada hari Senin penjualan 30 unit Superjet 100 senilai $951.000.000 dolar (734.000.000 €) untuk operator Indonesia Maskapai Kartika. Kesepakatan itu menegaskan perjanjian pada awal 2008 yang mengatakan Kartika akan membeli 15 dari 15 unit jet atau lebih.

    "Dokumen ini mencakup semua pesawat 30 sebagai perintah perusahaan dengan jadwal pengiriman direncanakan untuk 2012-2015," yang dtelah dipublikasikan di Farnborough International Airshow daerah dekat London.

    Kartika Airlines Pesan 30 Jet Sukhoi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Kartika Airlines memastikan pemesanan 30 unit pesawat Sukhoi SuperJet 100 (SSJ-100) buatan Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC). Sejalan dengan itu, dilakukan penandatangan Customer Support Agreement dengan Powerjet untuk pemeliharaan mesin SaM146.

    Ke-30 pesawat Sukhoi itu, akan dikirimkan mulai pertengahan 2012 hingga tahun 2014. Tiap pesawat didesain berkapasitas 98 kursi penumpang. Demikian siara pers Kartika Airlines, Selasa (20/7/2010), yang dikirim dari Inggris.

    Spesifikasi dari The SSJ-100, dinilai Kartika Airlines sangat tepat. CEO Kartika Airlines, Mulia, mengatakan, pasar Indonesia sangat terbuka luas untuk pesawat berpenumpang 100 orang.

    PT Dirgantara Indonesia (DI) akan pula dilibatkan oleh Kartika Airlines untuk pemeliharaan dan perawatan bagi pesawat-pesawat baru Kartika Airlines.

    Sumber: KOMPAS / MIK
    Readmore --> Maskapai Indonesia akan membeli 30 unit superjet 100 dari Rusia

    Israel Gelar Sistem Anti-rudal Baru Pada November 2010


    Pertahanan Iron Dome (Foto: patdollar)

    Jerusalem (ANTARA News/AFP) - Israel akan menggelar, pada November, sistem anti-rudal barunya yang dirancang untuk melawan ancaman dari Jalur Gaza dan Libanon, kata kementerian pertahanan Israel, Senin.

    "Pencegat Iron Dome itu, bersama dengan sistem anti-pesawat dan pasukan udara, telah dengan berhasil menurunkan sejumlah besar ancaman dalam mode operasional penuh," jelas kementerian itu dalam satu pernyataan.

    Dua deretan pertama (dari sistem anti-rudal itu) akan operasional pada November 2010, katanya, dan menambahkan bahwa "kementerian pertahanan akan segera memerintahkan deretan-deretan tambahan".

    Sistem itu dirancang untuk mencegat roket-roket jarak pendek dan tembakan artileri, dari tempat Hamas dan Hizbullah telah menembakkan ribuan (rudal) di Israel pada masa lalu.

    Sistem itu diperkirakan akan pertama-tama dikerahkan di perbatasan Jalur Gaza yang diperintah Hamas, dari mana serangkaian roket buatan sendiri setiap hari ditembakkan di negara Yahudi. Serangan roket itu telah mendorong Israel untuk melancarkan serangan 22 hari yang menghancurkan pada 27 Desember 2008.

    Kemudian, sistem itu akan digelar di perbatasan Israel dengan Libanon, tempat kelompok garis keras Hizbullah telah menembakkan sekitar 4.000 roket ke Israel utara dalam perang 2006. Israel percaya Hizbullah sekarang memiliki arsenal sekitar 40.000 roket.

    Menteri Pertahanan Ehud Barak telah memuji pengembangnya yang dalam jangka waktu pendek telah membuat sistem itu operasional.

    Pada Mei, Presiden AS Barack Obama minta Kongres untuk setuju memberi Israel 205 juta dolar untuk mengembangkan sistem itu, di urutan tertinggi dari miliaran dolar bantuan yang AS berikan pada Israel setiap tahun.

    Iron Dome akan masuk sistem pertahanan rudal balistik jarak jauh Arrow dalam program banyak lapis yang ambisius untuk melindungi kota-kota Israel dari roket-roket dan rudal-rudal yang ditembakkan dari Libanon, Jalur Gaza, Suriah dan Iran.

    Sistem ketiga yang secara khusus ditujukan untuk menghadapi rudal-rudal jarak sedang masih dalam pengembangan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Israel Gelar Sistem Anti-rudal Baru Pada November 2010

    Monday, July 19, 2010 | 7:24 PM | 0 Comments

    Pentagon Bikin Humvee Bisa Terbang?

    Washington - Siapa yang tidak mengetahui sepak terjang Humvee? Kendaraan jelajah khas Amerika yang pada saat Perang Dunia II meletus memiliki andil yang cukup signifikan untuk memenangkan sekutu.

    Disaat yang sama Humvee bekerja di darat, sementara helikopter membantu dari udara. Nah, hal itu menjadi ide dasar saat ini untuk menggabungkan keduanya. Humvee yang bisa terbang?

    Maka, seperti dilansir Popular Mechanics, Sabtu (17/7/2010) Pentagon Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sudah mengajukan proposal sebuah Humvee terbang, yang bakal mereka sebut 'The Transformer'.

    Kendaraan jelajah yang bisa terbang tersebut akan digunakan untuk menghindari ranjau darat dimedan pertempuran, dan bisa terbang di atas markas pemberontak.

    DARPA memiliki beberapa syarat wajib dari si Humvee terbang tersebut. Diantaranya harus bisa lepas landas secara vertikal, jangkauan tempuh minimal 400 km, gabungan antara darat dan udara.

    Dan satu perusahaan kontraktor militer, Textron, sepertinya memiliki jawaban atas tantangan DARPA, dengan unit-unit yang melibatkan teknologi masa depan yang canggih.

    Transpoter Humvee tersebut diusulkan memiliki sayap seperti rotor helikopter dan sebuah baling-baling yang menyalurkan tenaga untuk menggerakkan Humvee di udara.

    Sementara untuk keperluan darat, mesin perang multitasking bakal menjadi imaje dari Humvee selain bertindak seperti pengangkut pasukan standar.

    Sehingga, ketika medan pertempuran di darat dianggap mulai tidak ramah, sistem aerodinamis Humvee akan beralih pada mode 'Ready to Fly' dan rotor tersebut siap mengangkat Humvee ke udara.

    Setelah terangkat di udara, giliran baling-balingnya yang mengambil alih tugas untuk membuat Humvee tetap berada di udara dan bisa diarahkan kemana saja yang dibutuhkan.

    Untuk membuat si Humvee terbang, Textron akan bekerja dengan Carter Aviation Technologies, yang saat ini memproduksi kendaraan udara komersial.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pentagon Bikin Humvee Bisa Terbang?

    Cina Bakal Siapkan 2 Ribu Misil Mengarah ke Taiwan

    Polisi dan tentara Cina berdiri dekat tank dan truk pengangkut misil, di lapangan Tiananmen, saat latihan parade peringatan 60 tahun partai Komunsi Cina awal Oktober nanti (18/9). Foto: REUTERS/David Gray

    TEMPO Interaktif, Taipei -Cina bakal punya 2 ribu misil ditujukan kepada rivalnya Taiwan menjelang akhir tahun ini, beberapa ratus lebih banyak dibanding jumlah saat ini, meskipun hubungan dagang kedua negara makin erat. Demikian menurut sebuah studi pertahanan negeri pulau itu, hari ini.

    Menurut laporan periodik yang dipublikasikan oleh Kementrian Pertahanan Laut Taiwan, persiapan Beijing untuk membuat Taiwan lebih jauh di belakang dalam keseimbangan kekuatan militer terhadap lawan politiknya bisa menghancurkan 90 persen infrastruktur di pulau itu.

    Peningkatan dari perkiraan hari ini 1000-1400 rudal bisa meningkatkan ketegangan setelah dua tahun dialog antara kedua rival yang telah jelas membuka jalan untuk penerbangan sipil langsung dan sebuah kesepakatan laiknya suatu perdagangan bebas pada Juni lalu.

    “Meskipun kami meneken perjanjian perdagangan, itu tak akan ada kemajuan dalam hal-hal tentang militer,” ujar Hsu Yung-ming, profesor ilmu politik di Soochow University, Taipei, hari ini.

    Cina sering mengklaim kedaulatan atas pulau Taiwan dan tidak meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu ke pangkuannya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Cina Bakal Siapkan 2 Ribu Misil Mengarah ke Taiwan

    KSAL Usul Pertemuan Bilateral RI-China

    BATAM, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Agus Suhartono mengusulkan agar pemerintah Indonesia dan China segera melaksanakan pertemuan bilateral terkait kebiasaan nelayan China yang mencari ikan di perairan Indonesia.
    Kami mendorong pemerintah China dan Indonesia bertemu untuk membicarakan tumpang tindih ZEE Indonesia di Natuna.kata KSAL usai pertemuan tujuh kepala angkatan laut negara-negara Asia Tenggara di Batam, Senin (19/7/2010).

    Nelayan tradisional China, menurut KSAL, mencari ikan di perairan Natuna, yang merupakan wilayah ZEE Indonesia berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982. Seharusnya, dengan terbitnya UNCLOS wilayah Kepulauan Indonesia, maka China mengubah klaim wilayah tangkapan ikan. "Kalau negara lain punya klaim, harus dibicarakan secara bilateral," kata KSAL.

    TNI AL, kata dia, dua kali mendapatkan kapal perang China di perairan Natuna yang masuk wilayah ZEE Indonesia.

    KSAL khawatir hal tersebut terulang kembali, sehingga meminta agar kedua negara segera membicarakan masalah itu secara bilateral.

    Tujuh negara yang membahas keamanan Selat Malaka yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darusssalam, Filipina, dan Vietnam. "Empat negara yang terlibat dalam pertemuan itu, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand merupakan negara yang terlibat dalam pengamanan Selat Malaka dalam bentuk patroli terkoordinasi," katanya.

    Tiga negara lain yakni Brunei Darusssalam, Filipina dan Vietnam, hadir dalam pertemuan itu sebagai pengamat.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> KSAL Usul Pertemuan Bilateral RI-China

    Kapal Induk AS Merapat ke Korsel

    SEOUL, KOMPAS.com - Sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) dan tiga kapal perusak akan mengunjungi Korea Selatan pekan ini menjelang latihan angkatan laut gabungan untuk menghadapi Korea Utara setelah tenggelamnya sebuah kapal perang Seoul.

    Para pejabat, Senin (19/7), mengatakan, kapal induk USS George Washington yang berbobot mati 97.000 ton, yang berpangkalan di Yokosuka, Jepang akan tiba di kota pelabuhan Busan, Rabu, untuk persinggahan lima hari.

    Tiga kapal perusak dari kelompok tempur kapal induk itu, termasuk USS McCampbell, juga akan mengunjungi pelabuhan-pelabuhan Korsel pada hari yang sama. "Kedatangan kami di sini adalah satu bukti kekuatan aliansi kami dan kesiapan kami yang tetap untuk mempertahankan Korsea Selatan," kata perwira komandan kapal induk AS itu, David Lausman, dalam sebuah pernyataan.

    Seoul dan Washington akan melakukan latihan perang bulan ini untuk menghadapi Korea Utara (Korut). Rincian-rincian menyangkut latihan gabungan yang telah direncanakan itu akan diumumkan pekan ini apabila Menteri Pertahanan AS Robert Gates dan Menlu Hillary Clinton mengunjungi Seoul.

    Mereka akan melakukan perundingan dengan sejawat-sejawat mereka Rabu utuk menunjukkan solidaritas di tengah-tengah ketegangan dengan Korut menyangkut tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan, Cheonon, pada Maret lalu. Korsel dan AS sekutunya, yang mengutip hasil penyelidikan satu tim internasional, menuduh Korut mentorpedo kapal perang itu yang menewaskan 46 pelautnya.

    Korut membantah terlibat dalam insiden itu dan mengatakan sebuah pernyataan Dewan Keamanan PBB pada 9 Juli-- yang mengecam serangan itu tanpa menyebut nama pelakunya, tidak benar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Induk AS Merapat ke Korsel

    Kapal Induk AS Merapat ke Korsel

    SEOUL, KOMPAS.com - Sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) dan tiga kapal perusak akan mengunjungi Korea Selatan pekan ini menjelang latihan angkatan laut gabungan untuk menghadapi Korea Utara setelah tenggelamnya sebuah kapal perang Seoul.

    Para pejabat, Senin (19/7), mengatakan, kapal induk USS George Washington yang berbobot mati 97.000 ton, yang berpangkalan di Yokosuka, Jepang akan tiba di kota pelabuhan Busan, Rabu, untuk persinggahan lima hari.

    Tiga kapal perusak dari kelompok tempur kapal induk itu, termasuk USS McCampbell, juga akan mengunjungi pelabuhan-pelabuhan Korsel pada hari yang sama. "Kedatangan kami di sini adalah satu bukti kekuatan aliansi kami dan kesiapan kami yang tetap untuk mempertahankan Korsea Selatan," kata perwira komandan kapal induk AS itu, David Lausman, dalam sebuah pernyataan.

    Seoul dan Washington akan melakukan latihan perang bulan ini untuk menghadapi Korea Utara (Korut). Rincian-rincian menyangkut latihan gabungan yang telah direncanakan itu akan diumumkan pekan ini apabila Menteri Pertahanan AS Robert Gates dan Menlu Hillary Clinton mengunjungi Seoul.

    Mereka akan melakukan perundingan dengan sejawat-sejawat mereka Rabu utuk menunjukkan solidaritas di tengah-tengah ketegangan dengan Korut menyangkut tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan, Cheonon, pada Maret lalu. Korsel dan AS sekutunya, yang mengutip hasil penyelidikan satu tim internasional, menuduh Korut mentorpedo kapal perang itu yang menewaskan 46 pelautnya.

    Korut membantah terlibat dalam insiden itu dan mengatakan sebuah pernyataan Dewan Keamanan PBB pada 9 Juli-- yang mengecam serangan itu tanpa menyebut nama pelakunya, tidak benar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Induk AS Merapat ke Korsel

    7 KSAL Bertemu di Batam

    illustrasi

    BATAM, KOMPAS - Sebanyak tujuh perwira tinggi angkatan laut setingkat Kepala Staf Angkatan Laut mewakili negaranya masing-masing bertemu di salah satu resort di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/7/2010).

    Mereka mengevaluasi pelaksanaan Malacca Strait Sea Patrol yang digelar bersama sejak 2005. Tujuh perwira tinggi tersebut mewakili Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, sebagai negara peserta Malacca Strait Sea Patrol (MSSP), serta tiga negara peninjau, yakni, Brunei Darusallam, Vietnam, dan Filipina.

    Selat Malaka merupakan kawasan strategis karena menjadi jalur pelayaran berbagai negara. Selain karena berbatasan dengan sejumlah negara, kepentingan ekonomi juga menjadi faktor rawan konflik

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> 7 KSAL Bertemu di Batam

    TNI AU LAKSANAKAN OPERASI "EIS"

    ilustrasi

    Tanjungpinang, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara bersama dengan Angkatan Udara Malaysia, Singapura, dan Thailand melakukan operasi "Eyes in the Sky" di Selat Malaka dan Singapura.

    Kapten Pilot pesawat cassa TNI AU, Kapten Pnb Muhammad Arif di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu, mengatakan operasi pengamanan wilayah udara dan laut di jalur perdagangan tersibuk di dunia itu merupakan patroli regional dalam rangka mempererat hubungan negara tetangga dalam hal pertahanan dan keamanan.

    "Di bawah program EiS ini negara peserta akan melaksanakan pesawat patroli maritim (maritime patrol aircraft/MPA) untuk melaksanakan patroli di Selat Malaka dan Singapura sebagai bagian dari usaha untuk mempertinggi keamanan di jalur perairan dan selat itu sendiri," ujarnya.

    Menurut dia, operasi "Eyes in the Sky" (EiS) sejak 2005 tersebut dilaksanakan dari 16 sampai 18 Juli 2010.

    Operasi tersebut menurut dia, tidak berprasangka kepada posisi dari seluruh negara yang terkait ke semua area yang sedang dipersengketakan atau yang belum ada batasnya.

    "Area dari operasi ini akan mencakup internasional dan nasional wilayah udara di atas perairan dari Selat Malaka dan Singapura," katanya menegaskan.

    Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Seksi Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan TNI AU Tanjungpinang, Lettu Lek Wardoyo, mengatakan EiS merupakan sistem pengaturan terbuka dengan persetujuan dari tiga negara daerah pesisir, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Singapura.

    "Beberapa negara lain dapat diundang untuk berpartisipasi dengan dasar sukarela dengan persetujuan dan izin dari ketiga negara tersebut," ujar Wardoyo.

    Menurut dia, negara peserta akan menyediakan berturut-turut aset udara untuk melaksanakan operasi yang harus dilengkapi dengan benar.

    "Pusat operasi EiS bertanggung jawab kepada jadwal dari penerbangan atau `observer` dan menyebarkan informasi ini ke masing-masing negara yang bersangkutan," katanya menambahkan.

    Sumber: DEPHAN
    Readmore --> TNI AU LAKSANAKAN OPERASI "EIS"

    Sunday, July 18, 2010 | 2:51 PM | 0 Comments

    Bandara Pattimura Dibenahi Untuk Operasional Sukhoi

    Bandara Internasional Pattimura, Ambon(Foto: skyscrapercity)

    Landasan pacu bandara internasional Pattimura Ambon akan dibenahi untuk operasional pesawat militer TNI AU jenis Sukhoi yang dijadwalkan akan memeriahkan puncak Sail Banda yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Agustus 2010.

    Ketua panitia lokal Sail Banda, Said Assagaff, di Ambon, Sabtu, mengatakan, pembenahan landasan pacu itu ditangani Dinas PU Maluku karena olah gerak pesawat tersebut berkecepatan tinggi.

    “Jadi landasan pacunya diperkuat agar pendataran maupun penerbangan pesawat Sukhoi itu terjamin kelaikan maupun keselamatan,” ujarnya.

    Assagaff yang didampingi koordinator acara panitia lokal Sail Banda, Cak Saimima mengatakan, pembenahan tersebut dijadwalkan dalam tenggat waktu lima hari sehingga gladi bersih atraksi “fly pass” pesawat Sukhoi dan terjun payung berlangsung sesuai jadwal pada 28 Juli 2010.

    “Sebanyak lima unit pesawat Sukhoi akan atraksi di udara Kota Ambon dengan 90 penerjun payung saat puncak perhelatan bahari bertaraf internasional digelar di dermaga Yos Sudarso Ambon,” katanya.

    Assagaff yang juga Wagub Maluku itu mengatakan saat puncak Sail Banda pada 3 Agustus 2010, Presiden juga dijadwalkan mencanangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional serta penyerahan bantuan renovasi Masjid Raya Alfatah, Gereja Maranatha dan Santo Paulus.

    Kepala Negara juga akan melakukan penandatanganan sampul pertama perangko Sail Banda, meninjau ke kapal USNS Mercy, KRI Soeharso dan menyaksikan perahu-perahu peserta.

    Rp80 miliar

    General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandara Patimura, Reggynald Kronest, mengatakan, pihaknya kebagian anggaran sebesar Rp80 miliar dari dana internal BUMN pengelola bandara itu untuk menyukseskan “Sail Banda” 2010.

    “Itu semua merupakan investasi pada 2010 dan merupakan dukungan PT AP I untuk menyukseskan kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut,” katanya.

    Menurut Kronest, investasi sebesar itu fokusnya untuk peningkatan pelayanan di bandara Pattimura, baik menjelang, puncak dan pasca-Sail Banda.

    Realisasi investasinya antara lain untuk penggantian Radar – VHF – ER di Gunung Nona, Ambon, perbaikan alat navigasi keselamatan di Saumlaki, perluasan terminal 300 meter persegi dan pengadaan 100 troli tambahan.

    Selain itu, satu garbarata, dua eskalator di terminal kedatangan dan keberangkatan serta dua catu daya (travo) listrik untuk pengamanan suplai hingga 100 persen.

    “Dari beberapa investasi itu, yang siap sebelum pelaksanaan Sail Banda adalah baru 100 troli baru, eskalator, catu daya listrik, penataan parkir dan penambahan dua X-ray,” kata Kronest.

    Sedangkan untuk garbarata dan lainnya, akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun setelah pelaksanaan Sail Banda 2010.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Bandara Pattimura Dibenahi Untuk Operasional Sukhoi

    15 Negara Ikut Sail Indonesia 2010

    Sail Indonesia 2010 Rally Routes


    Kupang (ANTARA News) - Lima belas negara dipastikan ambil bagian dalam Sail Indonesia 2010 dan sepakat menjadikan Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai persinggahan sebelum menyinggahi daerah lain.

    "Mereka akan menggunakan 65 kapal layar," kata Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cinta Bahari Indonesia (YCBI) Raymond T. Lesmana dalam percakapan dengan ANTARA melalui telepon genggam, Minggu.

    Yayasan Cinta Bahari Indonesia adalah penggagas sekaligus penyelenggara Sail Indonesia yang sudah berlangsung selama delapan tahun terakhir.

    Raymond Lesmana mengatakan, pada 20 Juli akan ada pertemuan terakhir untuk seluruh peserta di Darwin, Australia. Mereka akan mendapat penjelasan tentang rute pelayaran selama sekitar lima bulan berada di Indonesia.

    Setelah mengikuti penjelasan, maka para peserta mulai bertolak dari Darwin menuju Kupang pada 24 Juli dan diperkirakan tiba di pantai Kupang pada 27-28 Juli , katanya.

    Di Kupang para peserta akan mengunjungi sejumlah obyek wisata di Pulau Timor sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Alor, Lembata, Maumere, Ende, Ngada, dan Labuan Bajo.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> 15 Negara Ikut Sail Indonesia 2010

    Korsel Kembangkan Rudal Nuklir daya jelajah 1.500 Kilometer

    illustrasi RUDAL NUKLIR

    SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan telah mengembangkan sebuah rudal jelajah yang mampu menghantam tempat-tempat nuklir atau militer di Korea Utara, menurut laporan, Sabtu (17/7/2010).

    "Badan Pengembangan Pertahanan Korsel telah mulai membuat rudal darat-ke-darat Hyunmu-3C dengan jarak mencapai 1.500 Km itu," kata pejabat pertahanan yang tak disebutkan namanya seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.

    Rudal Hyunmu-3C juga akan mampu mencapai bagian-bagian China, Jepang dan Rusia. Versi Hyunmu sebelumnya mempunyai jarak tembak hanya 1.000 Km. Namun, belum ada penjelasan resmi terhadap berita tersebut.

    Berdasar satu perjanjian dengan Amerika Serikat, yang menempatkan 28.000 tentara di negara itu dan memberi jaminan payung nuklir jika terjadi perang, Seoul membatasi jarak rudal balistiknya hingga maksimal 300 Km.

    Tapi negara itu telah diizinkan untuk memperpanjang jarak jelajah rudalnya, sepanjang muatannya tetap di bawah 500 Kg (1.100 pon).

    Korea Selatan telah mempercepat pesenjataan jarak jauhnya untuk menghadapi ancaman dari ratusan rudal balistik Korea Utara.

    Utara memiliki sekitar 600 rudal Scud yang mampu menghantam sasaran-sasaran di Korea Selatan, dan mungkin juga mencapai wilayah Jepang dalam beberapa kasus.

    Ada 200 rudal Rodong-1 lain yang dapat mencapai Tokyo. Selain itu, Utara telah tiga kali melakukan uji coba peluncuran rudal antarbenua Taepodong.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korsel Kembangkan Rudal Nuklir daya jelajah 1.500 Kilometer

    Produksi Jet Tempur Angkat Harkat Bangsa

    JAKARTA (SI) – Kesepakatan kerja sama yang diteken Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel) dalam proyek produksi pesawat tempur siluman KF-X dinilai sebagai momentum tepat bagi Indonesia untuk mengembalikan pamor Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer terbaik di dunia, termasuk kekuatan udara.

    Pengamat militer dan intelijen Wawan Purwanto melihat kerja sama tersebut strategis dan harus didukung. ”Kerja sama itu penting dan sangat strategis.Bila kerja sama itu berjalan baik,kita bisa lebih percaya diri dengan negara-negara lain karena kembali memiliki pesawat tempur canggih,” ujar Wawan saat dihubungi harian Seputar Indonesia (SI) kemarin.

    Dia mengingatkan, sebagai negara kepulauan yang sangat luas, Indonesia harus memiliki pesawat tempur yang memadai untuk memantau dan menjaga negara dari serangan atau ancaman negara lain.Keberadaan pesawat tempur canggih seperti KF-X dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.“Kita harus bergerak cepat agar tidak dilecehkan dan tidak tertinggal. Maka kepemilikan pesawat tempur harus sesuai dengan tuntutan zaman,”katanya.

    Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samudro mengakui, keterlibatan Indonesia dalam memproduksi sendiri pesawat tempur akan mendukung kedirgantaraan di Tanah Air dan mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. “Ini akan bermanfaat dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Republik Indonesia, baik wilayah darat maupun air secara umum. Upaya pemerintahinipatutdiapresiasi, dapat dicatat sebagai prestasi bangsa yang teknologinya maju berkembang,”ungkapnya.

    Kemampuan memproduksi pesawat tempur sendiri, lanjut dia,juga bisa menambah kepercayaan diri bangsa sebagai negara maritim yang memiliki wilayah udara cukup luas.Dia menambahkan, kemampuan Indonesia memproduksi pesawat tempur akan berguna dalam menghadapi embargo sekaligus menambah keuntungan secara ekonomi. “Karena itu, keberhasilan ini juga nantinya akan menjadi titik balik dari kebangkitan dirgantara nasional serta membangkitkan kepercayaan diri dalam pergaulan di dunia internasional,”ujarnya.

    Dia kemudian menuturkan, dalam kesepakatan yang dilakukan di Seoul tersebut, produksi prototipe secara bertahap akan dilakukan pada 2019. Setelah sukses dan tidak ada halangan, rencana pemerintah untuk memproduksi secara massal baru dapat dilakukan pada 2021. ”Semua perlu dilakukan secara bertahap,” ungkap mantan Komandan Pangkalan Udara Iswahyudi itu.

    Kerja sama proyek KF-X yang tertunda beberapa tahun karena kendala keuangan dan teknis diteken Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dengan Korsel 15 Juli kemarin. Kedua negara bersepakat bersama memproduksi dan memasarkan jet tempur generasi baru tersebut.

    Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Komisioner Kementerian Pertahanan Korsel dan Sekjen Kemhan RI Marsekal Madya TNI Erris Herryanto, disepakati bahwa Indonesia akan menanggung 20% dari total biaya senilai USD 8 miliar dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebihi F-16 ini. Berdasar informasi yang berkembang, pesawat single seat bermesin ganda ini adalah jenis pesawat siluman (stealth) yang kemampuannya di atas pesawat Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, tapi masih di bawah Lockheed Martin F-35.

    Dalam hal kemampuan tempur juga tidak usah diragukan karena pesawat ini lebih unggul dibandingkan pesawat F-16 Block 60. Indonesia sendiri sudah siap mengerjakan proyek tersebut.Perusahaan dirgantara nasional PT Dirgantara Indonesia (DI) menyatakan kesiapannya karena memiliki kompetensi, baik desain, sumber daya manusia, teknologi maupun quality control.

    Perusahaan pelat merah yang berkedudukan di Kota Bandung itu selain berpengalaman memproduksi pesawat sipil, juga pernah menggarap proyek pesawat militer pada era 1986–1990, yakni menggarap tujuh komponen untuk 40 pesawat tempur F-16 dengan hasil sangat memuaskan. Wawan menilai,dengan pengalaman yang sudah dimiliki, PT DI layak ditunjuk sebagai rekanan produsen pesawat tempur KF-X.

    Dia sendiri menilai, langkah Korsel merangkul Indonesia merupakan bentuk pengakuan Negeri Ginseng tersebut terhadap kemampuan Indonesia. ”PT DI adalah aset Indonesia yang membanggakan bagi Indonesia. Tapi dalam kerja sama ini, kita harus lebih melihat manfaatnya dan bisa dipastikan Indonesia dapat mengambil manfaat dari kerja sama ini,” terangnya. Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin menyambut baik rencana Indonesia yang akan memproduksi pesawat tempur KF-X bersama dengan Korsel.

    SUPER TUCANO Buatan Brasil

    Menurut dia, Indonesia bukan hanya siap memproduksi pesawat, tapi teknologi persenjataan udara dan radar juga sudah dikuasai bangsa Indonesia. Bahkan,menurutnya, saat ini bukan hanya Korsel yang tertarik untuk bekerja sama memproduksi pesawat tempur, tapi juga Brasil. Hal ini diketahuinya saat pembelian pesawat tempur ringan Super Tucano dari Brasil untuk keperluan satu skuadron.

    ”Brasil mau saja memproduksi pesawat itu di sini kalau kita membeli untuk keperluan empat skuadron,” terangnya.Yang mengejutkan, lanjutnya, ternyata banyak tenaga ahli dari Indonesia yang dilibatkan dalam produksi pesawat antigerilya berkecepatan 560 km per jam tersebut. Namun politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan pemerintah untuk menghitung soal pemasaran pesawat tempur KF-X.

    Dia menunjuk kasus ketika BJ Habibe kesulitan meyakinkan negara lain untuk membeli pesawat produksi PT DI yang saat itu masih bernama IPTN meski kualitasnya bagus. ”Masalah marketing ini tidaklah mudah karena secara psikologis negara lain bisa saja ragu meski pesawat itu nanti sudah teruji,” terangnya. Dia juga mengingatkan jangan sampai keputusan untuk bergabung dalam proyek KF-X tersebut ternyata malah mengganggu perekonomian nasional.

    Sumber: SI
    Readmore --> Produksi Jet Tempur Angkat Harkat Bangsa

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.