ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Tuesday, March 15, 2011 | 8:36 AM | 0 Comments

    Perlunya Forum Working Group Indonesia - Rusia Untuk Evaluasi Pengadaan Alutsista

    Sukhoi TNI AU Yang Dibeli Dari Rusia.

    Jakarta – Forum Kelompok Kerja (Working Group) antara Indonesia dan Russia perlu diwujudkan sebagai upaya mengevaluasi seluruh proses kerjasama pertahanan dan pengadaan peralatan utama sistem persenjataan (alut sista) kedua negara, demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Sjahfrie Sjamsoeddin, saat menerima kunjungan kerja General Director Rosoboronexport, Anatoly Isaikin, di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (14/3).

    Rosoboronexport merupakan perusahaan negara milik Russia yang selama tahun 2010 telah berhasil menjual persenjataan produksi negara beruang merah tersebut, ke seluruh dunia dengan nilai lebih dari 8,6 trilyun dollar AS (sumber : interfax.ru ).

    Di Indonesia sendiri, Rosoboronexport telah memasok alut sista yang digunakan TNI diantaranya enam Sukhoi jenis Su-30MK2 untuk TNI Angkatan Udara, 18 kendaraan tempur tank amphibi BMP-3F untuk Pasukan Marinir serta helikopter serta enam unit helikopter MI-35P untuk TNI Angkatan Darat.

    Okleh karenanya kerjasama tersebut diharapkan tidak sebatas pada pengadaan, namun juga perlu dikembangkan pada penyediaan suku cadang, alih tekhnologi, pemeliharaan dan penyediaan persenjataan, tambah Wamenhan. Wamenhan juga mengingatkan, bahwa dalam proses kerjasama ataupun pengadaan diharapkan tidak melanggar peraturan dan berpegang undang-undang yang berlaku, mengingat pengadaan yang dilaksanakan menggunakan fasilitas state credit atau menggunakan jalur Government to Government (G to G).

    Pada kesempatan tersebut Wamenhan didampingi oleh Duta Besar RI untuk Russia, Hammid Awaluddin, Irjen Kemhan, Laksdya TNI Gunadi, Dirjen Kuathan Kemhan Laksda TNI Moch. Jurianto, SE, Kabadan Ranahan Laksda TNI Susilo, Dirjen Renhan Marsda TNI B.S Silaen dan Dirjen Pothan Dr Ir Pos Hutabarat MA. Sementara Anatoly Isaikin didampingi Duta Besar Russia untuk Indonesia Alexander A Ivanov beserta pejabat teras Rosoboronexport. Selesai kunjungan, dilaksanakan tukar menukar cinderamata antara Wamenhan dan Director General Rosoboronexport.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Perlunya Forum Working Group Indonesia - Rusia Untuk Evaluasi Pengadaan Alutsista

    Monday, March 14, 2011 | 10:04 PM | 2 Comments

    Media Australia Alergi pada Elit TNI

    SEJATINYA, berita negatif tentang Presiden RI di media Australia, perlu dilihat dari perspektif tersendiri. Yaitu, hingga saat ini media Australia masih alergi terhadap elit militer di Indonesia.

    Sehingga tidak heran kalau yang diulas bukan kinerja SBY tetapi mereka yang sangat dekat atau dipercaya SBY. Pers Australia punya persepsi miring tentang militer Indonesia. Persepsi yang terbentuk dari 32 tahun kekuasaan rezim militer Soeharto. Tersebutlah nama-nama seperti Letjen TB Silalahi, Letjen Sudi Silalahi dan tokoh-tokoh militer lain.

    Alerginya media Australia terhadap militer Indonesia tidak lepas dari peristiwa yang mereka sebut Balibo Five. Peristiwa itu terkait dengan terbunuhnya atau pembunuhan terhadap lima wartawan yang bekerja bagi media Australia di Balibo, Timor Timur pada 16 Okrober 1975.

    Kelima wartawan itu terdiri atas dua warga negara Australia, Greg Shackleton, 29 dan Tony Stewart, 21, dua warga negara Inggeris Brian Peters, 24 dan Malcom Rennie, 29 serta Gary Cunningham, 27 yang berkebangsaan Selandia Baru.

    Media-media Australia, Inggris dan Selandia Baru, hingga saat ini berkesimpulan pembunuhan yang terjadi hampir 36 tahun itu, dilakukan oleh militer Indonesia. Bahkan di 1999, tidak lama setelah Letjen Yunus Yosfiah diangkat Presiden BJ Habibie selaku Menteri Penerangan, media Australia menyiarkan foto Yunus Yosfiah sebagai salah seorang eksekutor dari kelima wartawan muda itu. Yosfiah juga disebut sebagai anggota RPKAD, nama yang digunakan sebelum Kopassus.

    Mayoritas wartawan Australia kelihatannya tidak akan pernah bisa melupakan tewasnya 5 wartawan tersebut. Sebab kelima wartawan itu dianggap sebagai simbol wartawan profesional sekalipun usia mereka ketika terbunuh baru berusia antara 21 dan 29 tahun.

    Kini para wartawan yang 36 tahun lalu masih bertugas sebagai reporter atau pemula, sekarang sudah menjadi penentu kebijakan redaksional di media-media Australia. Mereka ini merupakan sahabat atau satu generasi dengan mereka yang tewas di Timor Timur.

    Sahabat para korban itu menganggap, kelima wartawan itu sengaja dibunuh oleh pasukan TNI yang dikirim Jakarta untuk mencaplok Timor Timur dari Portugal pada Desember 1975.

    Pembunuhan kelima wartawan muda yang yang bekerja untuk media Australia itu, selalu menjadi rujukan wartawan Australia, Inggris dan Selandia Baru manakala mereka berbicara atau meliput tentang Indonesia.

    Oleh sebab itu jika kali ini media Australia yang ‘menyerang’ pemimpin (militer) Indonesia, bukan mustahil berikutnya datang dari Selandia Baru ataupun Inggris bahkan negara lain anggota persemakmuran.

    Di mata mereka, Indonesia merupakan negara yang dipimpin rezim militer-totaliter. Militer Indonesia merupakan kelompok paling kejam dalam menghadapi wartawan. Militer Indonesia tidak menghormati kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi secara benar.

    Ironisnya sekalipun SBY tidak tergolong presiden yang memerintah dengan tangan besi, tetapi karena seorang jenderal, bagi wartawan Australia, ideologinya sama saja dengan militer lainnya. Apalagi SBY masih tetap menggunakan jenderal-jenderal yang sudah aktif ketika rezim Soeharto masih berkuasa.

    Mereka adalah TB Silalahi, mantan Menteri PAN, Sudi Silalahi mantan Pangdam Brawijaya, Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Pengawal Pribadi Presiden Soeharto dan Syamsir Siregar mantan Kepala BIA (Badan Intelejens ABRI).

    Citra buruk militer Indonesia di kalangan wartawan Australia tambah diperkuat oleh John Pilger, wartawan Australia yang menetap di Inggris. Pilger pada 1993, menulis sebuah buku berjudul Massacre in Dili, yang kemudian diangkat produser Inggris ke layar perak pada 1994. Buku dan film ini antara lain memuat potongan gambar Peristiwa Santa Cruz, Desember 1991.

    Hingga kini banyak wartawan Australia percaya pada fakta yang disajikan John Pilger. Buku dan film itu oleh pemerintahan Orde Baru dilarang masuk Indonesia. Padahal Pilger juga memuat potongan wawancaranya dengan Dubes RI di PBB ketika itu, Wisnumurti, sehingga larangan itu makin menambah kontroversi sikap Indonesia.

    Film Massacre in Dili juga memperoleh promosi yang kuat di Australia dan belahan dunia lainnya sebab Paul Keating, PM Australia yang ketika itu dikenal sangat pro Indonesia, juga menyatakan paling benci dengan karya wartawan Australia itu. Akibatnya poster promosi film dan resensinya selalu diselipi kata-kata "film yang paling dibenci oleh PM Australia".

    Wartawan Australia seperti menyimpan memori buruk dan dendam kepada setiap pejabat Indonesia terutama mereka yang pernah bertugas sebagai prajurit ataupun komandan di Timor Timur. Mereka punya catatan bahwa Presiden Yudhoyono juga pernah bertugas di Timor Timur.

    Wartawan Australia memiliki kekuatiran terhadap anggota TNI terutama yang berasal dari Kopassus atau baret merah. Sebab menurut catatan wartawan Australia, yang mengeksekusi kelima wartawan tersebut antara lain anggota Kopassus.

    Pemerintah Australia di bawah PM Keating menyadari hal ini. Sehingga Keating pada masa jaya pemerintahannya, mendorong Menhan Kim Beazley untuk melakukan kerja sama dengan Kopassus. Kerja sama ini pernah jalan beberapa waktu tapi langsung dihentikan ketika Keating dikalahkan John Howard.

    Di Indonesia baret merah selalu memperoleh tempat khusus atau istimewa. Banyak pejabat tinggi di Indonesia yang berasal dari kalangan TNI berasal dari Kopassus. Sehingga tidak heran kalau mereka, wartawan Australia selalu alergi terhadap petinggi Indonesia yang berlatar belakang Kopassus atau pernah bertugas di Timor Timur.

    The Age dan Sydney Morning Herald memang cukup terkenal analisa-analisa politiknya tentang Indonesia dan kelompok militernya. Pada 1984, Redaktur Internasional Sydney Morning Herald, David Jenkins menerbitkan buku Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983.

    Buku ini cukup menggegerkan sebab Jenkins juga menulis bisnis Presiden Soeharto dan keluarganya. Pemerintah RI kemudian melarang wartawan Australia itu masuk ke Indonesia selama 10 tahun (1984-1994). Wartawan Australia baru bisa memperoleh akreditasi di Indonesia setelah Sabam Siagian, bekas Pemimpin Redaksi harian The Jakarta Post menjadi Dubes RI di Canberra.

    Serangan dua harian Australia kepada Presiden SBY besar kemungkinan, belum akan berakhir. Terutama karena reaksi Istana yang justru membuat adrenalin kewartawanan merasa benar. Apalagi sebelum masalah ini muncul, Sekretaris Kabinet Dipo Alam sebagai salah seorang lingkar dalam Istana, sedang ‘berperang’ dengan media: TVOne dan Media Group.

    Tidak cara lain yang paling efektif kecuali orang-orang Istana mengubah paradigma mereka di dalam melihat pers dan kekuasaan. Selain itu pihak TNI, juga harus bisa menerima kenyataan bahwa tindakan mereka di masa lalu yang banyak menyakiti rakyat sipil, tak bisa dihapus dalam sekejap.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Media Australia Alergi pada Elit TNI

    TNI Kerahkan 1.044 Personel Latihan Penanggulangan Bencana

    JAKARTA – TNI kerahkan 1044 personel dalam latihan penanggulangan bencana ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx 2011) yang akan diseleggarakan di Manado oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 15 – 20 Maret 2011 yang menurut rencana latihan ini akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Boediono.

    Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku yaitu Undang Undang RI No. 34 tahun 2004 tentang TNI untuk tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) antara lain tugas TNI adalah penanggulangan bencana alam. Karena itu, TNI senantiasa terlibat dalam setiap latihan penanggulangan bencana. Apalagi kegiatan ini melibatkan negara-negara anggota ASEAN Regional Forum (ARF).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan saling pengertian diantara peserta ARF serta menjadi bagian dari National Capacity Building dalam penanganan bencana yang terjadi di Indonesia maupun di negara lain khususnya peserta ARF.

    Direx 2011 ini akan diselenggarakan dalam bentuk Field Training Exercise (FTX) dan Table Top Exercise (TTX) dan tentative pelaksanaannya di Pulau Bunaken, Pulau Silaen, Pulau Montehage, pesisir desa Maasing Manado, dan Kecamatan Wori Kabupaten Minahesa Utara yang meliputi desa Wori, desa Kimabajo dan desa Minaesa.

    Dalam latihan ini TNI mengerahkan 1044 personel dari ketiga angkatan (TNI AD, TNI AL, TNI AU) serta berbagai peralatan diantaranya adalah Rumah Sakit Lapangan TNI AD, beberapa KRI dari TNI AL dan beberapa pesawat dari TNI AU.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI Kerahkan 1.044 Personel Latihan Penanggulangan Bencana

    Lima BUMN Akan Mendapatkan Suntikan Dana

    Jakarta - Pemerintah berencana untuk memberikan suntikan dana segar kepada 5 BUMN sehingga bisa bangkit dari keterpurukan karena terlilit utang-utang masa lalu. BUMN apa sajakah itu?

    Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, lima BUMN yang akan diselamatkan adalah PT PAL, Industri Gelas (Iglas), PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Industri Kapal Indonesia (IKI), dan PT Garam.

    "Saya sudah rapat dengan Komisi XI, Komisi VI, dan Badan Anggaran DPR tentang klarifikasi keuangan perlunya dukungan keuangan bagi beberapa BUMN seperti PT PAL, Iglas, Dirgantara, IKI, dan PT Garam," tutur Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/3/2011).

    Mustafa berharap DPR juga dapat menyetujui pemberian suntikan dana kepada lima BUMN tersebut.

    "Kita mengharapkan dapat perhatian khusus dari DPR dengan memberi dukungan. Supaya dapat keluar dari kesulitan dari utang-utang masa lalu. Ini jadi program baru di 2011 mudah-mudahan bisa bantu," tukas Mustafa.

    Seperti diketahui, PT PAL dan IKI selamat dari opsi likuidasi. Kedua BUMN ini saat ini ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sementara PT Garam bakal dihidupkan untuk mengelola produksi garam lokal yang saat ini melempem sehingga harus impor.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Lima BUMN Akan Mendapatkan Suntikan Dana

    Pindad Garap Tank Ringan K-21 Pada Tahun 2014

    Tank Tempur Ringan K-21 Buatan Korsel.

    BANDUNG : PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.

    Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% diisi oleh produk asing.

    Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan Turki.

    Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton - 25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Namun, ada pula tank ringan lainnya yang memiliki bobot 25 ton lebih.

    Adik mengatakan harga tank ringan berpenggerak ban sekitar Rp40 miliar, sedangkan yang berpenggerak rantai sekitar Rp50 miliar.

    “Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah, TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.

    Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, pihaknya baru melangkah ke proses persiapan dan studi.

    Dia mengemukakan proses persiapan termasuk studi dan pengembangan akan memakan waktu lama. Jika pemerintah sudah menyatakan berkomitmen, katanya, Pindad segera melakukan serangkaian kerja sama business to business dengan industri pertahanan di luar negeri.

    Dia optimistis Pindad mampu mengerjakan proyek pengembangan tank ringan tersebut dengan dukungan penuh pemerintah dalam rangka optimalisasi industri kesenjataan strategis, seperti panser dan tank.

    Menurut dia, kemampuan perusahaan telah teruji dalam pengadaan Panser Anoa 6x6 yang dipesan Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu.

    Dia menuturkan kekuatan TNI AD yang didasarkan pada kekuatan pokok minimum memang memadai dari sisi kuantitas. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alat pertahanan TNI AD tersebut sangat tidak memadai dari sisi kualitas. "Kondisinya sangat memprihatikan karena anggaran terbatas," ujarnya.

    Adik mengatakan salah satu penyebabnya adalah minimnya sokongan anggaran bagi industri pertahanan. Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan Pindad segera mengerjakan Panser Anoa Tarantula yang teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser ini akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.

    Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebanyak 11 unit built-up akan segera tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad.

    Sumber: BISNIS
    Readmore --> Pindad Garap Tank Ringan K-21 Pada Tahun 2014

    Dirut Pindad : Percuma Beli Tank Tanpa Konsep

    ACV 300 Kerjasama Antara PT.PINDAD Indonesia Dengan Turki.

    BANDUNG - Selama ini Indonesia dinilai cenderung membeli kendaraan tempur (ranpur) tanpa konsep. Seharusnya, ranpur yang dibeli harus memenuhi kondisi dan situasi infrastruktur Indonesia.

    “Misalnya pakai tank 50 ton, bagimana dengan jalannya, jembatannya kuat tidak? Itu kan perlu disesuaikan dengan lingkungan kita. Jika tidak, tanknya enggak bisa kemana-mana,” tutur Direktur Utama PT Pindad Adik Sudarsono di sela seminar dan workshop pengembangan teknologi ranpur Gathering of Technology Society di Pussenkav Bandung, Jawa Barat, Senin (14/3/2011).

    Adik menegaskan pembelian ranpur yang besar namun tidak bisa digunakan akan percuma. Karena itu melalui seminar hari ini diharapkan ada kesepahaman tentang bagaimana memilih ranpur ideal.

    Dia menambahkan, dari seminar ini juga dapat diketahui ranpur atau alat utama sistem pertahanan (Alutsista) seperti apa yang digunakan negara-negara lain, seperti Ukraina, Turki, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut merupakan mitra PT Pindad. “Kami jadi tahu masalah yang paling cocok dengan produk dia,” sebut Adik.

    Selain itu, lanjut Adik, konsep kerja sama Pindad dengan negara lain sudah mengalami perubahan.

    Jika dulu Pindad hanya mengikuti standard ideal negara lain, kini negara lain yang harus mengikuti standard Pindad. Ini terjadi saat Pindad memproduksi ranpur Anoa.

    “Sekarang kita yang di depan, seperti Anoa, pemesan mau mesin apa? Mau mesin dari Mercy, Hyunday, kami bisa tentukan. Pindad juga yang menentukan jenis meriam, file control, suspensi, dan lainnya,” sambung Adik.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Dirut Pindad : Percuma Beli Tank Tanpa Konsep

    1.025 Tank Kavaleri Siap Jaga Keutuhan NKRI


    Bandung - Sebanyak 1.025 unit tank yang kini dimiliki satuan tempur Kavaleri TNI AD siap mengamankan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan NKRI.

    "Saat ini tank yang dioperasikan oleh seluruh satuan Kavaleri TNI AD sekitar 1.025 unit dari 2.000 unit yang dimiliki. Jumlah 1.025 tersebut dalam kondisi baik dan bisa digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.," kata Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD Brigjen Budiman Siagian saat pembukaan gathering Technology Society di aula Pussenkav Bandung, Senin
    (14/3/2011).

    Dia menambahkan, meski tank-tank ini produksi pada 1970 dan 1984 namun tetap dipelihara dengan baik karena sudah menjadi kewajiban prajurit kavaleri TNI AD.

    Dalam proses perjalanannya, lanjutnya, tank-tank yang ada di lingkungan TNI AD saat ini memang banyak yang dimiliki oleh Kavaleri. Namun dalam pelaksanaannya, pihak Kavaleri sangat tergantung dari kondisi ekonomi negara.

    "Pada intinya kami mengerti kondisi ekonomi dan kemampuan finansial bangsa. Sehingga secara maksimal kami memberdayakan seluruh kekuatan yang dimiliki. Meski teknologi di bidang kesenjataan kita masih minim, namun di bidang SDM kita unggul," ujar Brigjen Siagian.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> 1.025 Tank Kavaleri Siap Jaga Keutuhan NKRI

    Hanya 60% dari 2.000 Tank RI yang Berfungsi


    Bandung - Anggota Komisi I DPR Tritamtomo menyayangkan tidak efektifnya alat utama sistem pertahanan (alutsista) negara, terutama pada alat pertahanan kavaleri darat.

    "Dari sekitar 2.000 tank yang ada di negara kita, saat ini hanya sekitar 60% yang berfungsi untuk menjaga sistem pertahanan. Itu pun dipaksakan dengan rekondisi dan retrofit (peningkatan kemampuan)," ujar Tritamtomo usai membuka Ghatering Technologi of Society di aula Pusat Kesenjataan Kavaleri Jalan Gatot Subroto, Senin (14/3/2011).

    Dia menilai, guna meningkatkan alutsista, negara perlu melakukan terobosan kerja sama penguatan dengan negara lain, seperti pertukaran teknologi industri persenjataan yang saat ini tengah digagas dengan beberapa negara.

    Menurutnya, Indonesia adalah negara yang secara georgrafis merupakan negara kepulauan yang harus memiliki sedikitnya 5.000 tank.

    "Jika diasumsikan tank yang ada di satuan tempur kavaleri kita 2.000 unit, maka setiap pulau dijaga oleh 10 unit tank untuk menjaga kedaulatan negara. Namun hal tersebut tidak mungkin sepenuhnya bisa digunakan karena dari jumlah tersebut ada tank yang memasuki masa purna," ujar Tritamtomo.

    Saat ini, lanjutnya, tank yang dimiliki Indonesia berjenis tank Scorpion dari Inggris, Rusia dan negara-negara eks Uni Soviet serta Korea dan Yordania. Rata-rata usia tank yang dimiliki Indonesia berusia 20 tahun ke atas. Bahkan masih ada yang berusia lebih dari 40 tahun.

    "Meski begitu kita sadar, karena keadaan negara yang memang tidak memungkinkan dalam pembiayaan. Sehingga saat ini yang dilakukan adalah pemeliharaan dengan cermat terhadap tank-tank tersebut, yakni seperti Ferret, Sarasin, Saladin, AMX 13/APC-CANNON," terang Tritamtomo.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Hanya 60% dari 2.000 Tank RI yang Berfungsi

    Tiga Menteri Tinjau Persiapan ARF-DiReX



    MANADO : Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri koordinator kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono serta Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, Senin (14/3) melakukan kunjungan ke Pulau Marampit dan Morotai untuk meninjau persiapan terakhir ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx), Senin (14/3).

    Di Marampit, Menhan dan rombongan menyempatkan diri meninjau prasasti pulau terluar. "Kunjungan ini dalam rangka perhatian pemerintah terhadap pulau kecil dan terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga," ujar Purnomo.

    Di Pulau Morotai, mereka menilai bahwa pembangunan ekonomi sudah dapat menjadi bagian dari pergerakan ekonomi Asia Pasifik. Pada tahun ini juga, pulau Morotai ditetapkan menjadi kawasan percontohan megaminapolitan dengan pemberian konsesi pengelolaan lahan bagi investor asal Taiwan.

    Dari pantauan, persiapan panitia lokal sendiri nampak masih belum sempurna. Banyaknya media lokal, nasional serta luar negeri membuat panitia sedikit kewalahan. Terutama dalam kesiapan memberikan tanda masuk bagi wartawan.

    Cuaca di Manado sendiri saat ini sedikit mendung. Berbagai peralatan seperti Kapal perang sudah terparkir di pinggir Malalayang. Sementara beberapa helikopter dan pesawat asing seperti asal China sudah siap di bandara Sam Ratulangi Manado.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tiga Menteri Tinjau Persiapan ARF-DiReX

    Tenda Utama ARF Direx Roboh Diterjang Angin



    MANADO - Tenda utama yang akan digunakan untuk acara pembukaan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF Direx) oleh Wakil Presiden Boediono pada Selasa (15/3) di lapangan Mega Mas, kawasan bisnis Boulevard Manado, roboh diterjang angin.

    Tenda utama Wapres dan tamu VVIP berukuran sekitar 15 meter kali 30 meter tersebut roboh pada Senin (14/3) pukul 11.00 Wita.

    Pada saat bersamaan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, pejabat Pemprov Sulut dan pejabat TNI sedang mengunjungi lokasi tersebut. Paspampres yang berada di lokasi tersebut meminta agar tenda utama pembukaan ARF Direx segera diperbaiki. Mereka meminta jaminan kepada panitia agar acara pembukaan tidak terganggu.

    Kepala Dinas Pekerjaan umum Pemprov Sulut JE Kenap, berjanji akan segera memperbaiki tenda tersebut. Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, juga berjanji akan segera mengganti tenda yang roboh tersebut.

    Di lapangan Mega Mas hingga saat ini sudah berdiri empat tenda untuk persiapan pembukaan ARF Direx yang rencananya akan berlangsung pukul 09.00 Wita hingga 09.30 Wita. Untuk mempercepat pendirian kembali tenda utama yang roboh, panitia telah mendatangkan Batalyon Infanteri 712 Yonif Wiratama.

    Diduga selain karena terhempas angin, tiang yang menyangga tenda yang menghadap ke laut tersebut kurang kokoh sehingga tidak kuat menahan angin. Tidak ada korban luka-luka akibat robohnya tenda tersebut.

    ARF Direx bakal berlangsung mulai 14 Maret hingga 20 Maret. Lokasi simulasi penanganan bencana alam tersebut bakal berlangsung di sejumlah tempat di Manado dan Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tenda Utama ARF Direx Roboh Diterjang Angin

    Indonesia Jadi Sasaran Intelejen AS

    JAKARTA : Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai berbagai macam kasus bocornya kawat diplomatik menunjukkan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi perhatian bahkan telah menjadi sasaran intelijen Amerika Serikat. Hal itu dikemukakannya di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (14/3).

    "Tidak mustahil mereka melakukan penyadapan terhadap berita dan informasi rahasia yang kita miliki," ujarnya.

    AS memandang perlu mengawasi dan mendapatkan informasi yang akurat, sambung dia, mengingat peran Indonesia di Asean dan Asia Pasifik, "Terutama hubungannya dengan Cina dan Korea Utara," imbuhnya.

    Pemerintah, kata politisi PDIP ini, harus memperketat seleksi para pejabat dan agen intelijen terutama tentang ketaatan dan loyalitas kepada NKRI. "Pemerintah juga harus mulai mensterilkan tempat tempat rapat dari upaya-upaya penyadapan dan mengcover berita-berita rahasia yang masuk maupun keluar," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Jadi Sasaran Intelejen AS

    India Negara Pengimpor Senjata Terbesar

    Parade Militer India.

    Sebuah laporan dari lembaga penelitian internasional menyebut India menggeser posisi Cina sebagai negara importir senjata terbesar di dunia.

    Lembaga penelitian Stockholm International Peace Research Institute menyebutkan impor senjata India mencapai sembilan persen dari keseluruhan nilai pembelian senjata yang terjadi di dunia dalam kurun waktu 2006-2010.

    Seperti dikutip dari Associated Press seperlima dari senjata yang diimpor oleh India ini berasal dari Rusia.

    Dalam kajiannya lembaga itu juga menyebutkan dalam kurun waktu tersebut sejumlah negara juga meningatkan anggaran pembelian senjatanya.

    Mereka adalah Uni Emirat Arab, Israel, Mesir, Aljazair.

    Posisi India sebagai importir senjata terbesar ini kemungkinan akan bertahan hingga beberapa tahun kedepan.

    Pengaruh Cina

    Cina yang selama ini menjadi negara pengimpor terbesar mulai bergeser posisinya karena negara itu berhasil mengembangkan industri senjata dalam negeri, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh India.

    "Dari senjata yang mereka pesan saat ini, kami tahu bahwa dalam kurun waktu dua tahun kedepan India akan menjadi negara pemgimpor senjata terbesar di dunia," kata Siemon Wezeman, peneliti senior di lembaga tersebut.

    Pemerintah India melalui Juru Bicara Menteri Pertahanannya, Sitanshu Kar menolak untuk berkomentar karena mengaku belum membaca laporan penelitian itu.

    Laporan itu menyebutkan anggaran pertahanannya India untuk tahun depan adalah US$ 32,5 miliar atau lebih tinggi 40 persen dari anggaran pembelian senjata dua tahun lalu.

    Peningkatan anggaran pertahanan India ini terjadi ditengah menguatnya pengaruh kekuatan Cina di kawasan regional dan jalur pelayaran di Samudera Hindia.

    New Delhi melihat langkahnya dapat meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

    Langkah India ini juga merupakan upaya untuk meredam kekuatan negara tetangganya, Pakistan yang masih kerap berikai di wilayah perbatasan.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> India Negara Pengimpor Senjata Terbesar

    ARF DIREX 2011 Di Manado Libatkan 26 Negara Dan 3550 Peserta



    Manado, 13 Maret 2011 – Untuk menyukseskan kegiatan latihan bersama penanggulangan bencana alam bertaraf internasional atau ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011 di Manado, akan melibatkan 26 negara dan lebih dari 3550 peserta.

    Adapun ke-27 negara yang turut ambil bagian dari kegiatan ARF DIREX 2011 tersebut diantaranya, Australia, Korea Selatan, India, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Uni Eropha, dan Cina. Selain itu negara-negara yang tergabung didalam Forum ASEAN plus seperti Bangladesh, Philipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Kamboja, Papua Nugini, Timor Leste, Sri Langka, Monggolia, Brunei dan Laos serta Indonesia sebagai tuan rumah juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan latihan penanggulangan bencana tersebut. Total peserta Multinasional ini berjumlah sekitar 931 orang.

    Disamping itu beberapa peserta negara-negara tersebut juga mengerahkan beberapa alutsista serta peralatan pendukung baik unsur darat, udara maupun unsur laut. Salah satunya seperti Jepang yang juga selaku Ketua ARF DIREX 2011 menyediakan peralatan LST OHSUMI, 2 unit HOVERCRAFT LCAC, 4 unit HELIKOPTER dan 1 unit pesawat C-130/HERCULES. Sedangkan Amerika Serikat mengerahkan Pesawat C-17 FIXED WING, 1 unit Kapal Amfibi , dan 2 unit HELIKOPTER serta 1set peralatan Konstruksi. Negara Korea Selatan akan mengerahkan 2 Unit pesawat Hercules C-130, 1 unit peralatan Usar dan 1 peralatan Pos Kesehatan. Sedangkan peserta dari Uni Eropha menyediakan 1 Rumah sakit lapangan dan peralatan Usar serta Cina menyediakan peralatan medis. Sementara itu negara tetangga seperti Singapura juga tidak mau tertinggal, Singapura akan menyediakan 1 peralatan Usar dan 1 Unit Helly Chinook CH 47SD.

    Sebagai tuan rumah, Indonesia juga akan melibatkan personil dari berbagai instansi/lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/POLRI, SAR Nasional, Kementerian PU, Kemkes, Kemhan, Kemsos, Kemenko-minfo, Kemlu serta Pemprov Sulawesi Utara serta Pemerintahan dari 2 Kabupaten /Kota yakni Manado dan Minahasa Utara. Kisaran seluruh peserta dari Indonesia yang berasal dari beberapa instansi tersebut dapat diperkirakan melibatkan 2619 orang.

    Sementara itu Kemhan dan TNI akan mengerahkan 894 peserta yang mencakup personel dari Mabes TNI 75 orang, TNI AD 279 orang, TNI AL 421 orang dan TNI AU 119 orang. Itupun juga akan didukung dari personel TNI yang ada di daerah seperti Korem 50 orang, Lanud SRI 50 orang dan Lantamal sebanyak 50 orang. Total pengerahan personel TNI pusat dan daerah seluruhnya adalah 1044 orang. Kekuatan personel tersebut masih ditambah dukungan personel dari Kementerian, Lembaga terkait dan pemerintah daerah setempat sebanyak 1575 orang.

    Rencananya pada ivent tersebut personil TNI bersama unsur lainnya juga akan mengerahkan sejumlah alutsista berat, diantaranya dari TNI AD mengerahkan Rumkit lapangan dengan dukungan peralatan medis dan obat-obatan, kendaraan taktis komando dan angkutan perbekalan. Sementara itu TNI AU mencoba menyediakan beberapa pesawat angkut seperti, hercules C-130, Cassa C- 212 serta Helly 332. Untuk alutsista yang dilibatkan TNI AL, adalah 3 Kapal Perang Indonesia (KRI), Combat boat, Hover Craft dan peralatan SAR serta Komunikasi Elektronik.

    Dijadwalkan Wakil Presiden RI akan membuka secara resmi kegiatan forum ARF DiREX yang dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 19 Maret mendatang. Kegiatan itu sendiri dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan pelatihan di dalam ruangan (Table Top Exercise) dan kegiatan pelatihan langsung di luar ruangan (Field Training Exercise).

    Sebagai elemen utama latihan, kegiatan akan difokuskan pada beberapa aktivitas, diantaranya koordinasi di posko penanggulangan bencana, kemampuan kegiatan SAR, evakuasi dan identifikasi korban, perawatan medis dan relokasi para korban dan mekanisme pendistribusian bantuan sosial. Lokasi pelatihan dilapangan akan diselenggarakan di Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pesisir Desa Maasing, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, bandara Sam Ratulangi, dan pelabuhan Bitung. Latihan yang bertaraf internasional ini merupakan bentuk kerjasama antara warga sipil dan militer, yang meliputi latihan di darat, laut, dan udara.

    ASEAN Regional Forum (ARF) sebagai forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 menyelenggarakan 7th ARF Inter-Sessional Meeting (ISM) pada tanggal 9-12 Oktober 2007 di Helsinki, Finlandia. Pada forum ini dihasilkan berbagai bidang kerjasama salah satunya adalah penyelenggaraan ISM on Disaster Relief (ISM DR) dengan diketuai bersama oleh salah satu negara anggota ASEAN dan negara peserta non-ASEAN. Menjelang pelaksanaan ARF Direx 2011 di Manado sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni Table Top Exercise di SESKOAL, Jakarta 1 – 2 Mei 2008. 120 peserta dari 25 negara dari organisasi pemerintah dan dari organisasi non pemerintah internasional seperti ICRC, UNHHCR dan lain-lain. Co-host adalah Indonesia dan Australia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan lainnya, yakni ASEAN Regional Forum Voluntary Demonstration of Relief (ARF VDR) on Disaster Relief di Manila dan Clark (Filipina), 4 – 8 Mei 2009 yang diikuti oleh para peserta dari 13 negara dan 7 negara sebagai observer.

    Dijelaskan juga hasil pada pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke 16 tahun lalu di Thailand, meminta dan menunjuk Indonesia bersama Jepang untuk kali pertamanya menyelenggarakan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011. sehingga pada akhirnya Indonesia menyanggupi untuk menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional di Kota Manado, Sulawesi Utara.

    Sumber:DMC
    Readmore --> ARF DIREX 2011 Di Manado Libatkan 26 Negara Dan 3550 Peserta

    DPR: Kenaikan Gaji 2011 Kapan Cair?

    Malang - DPR-RI mendesak pemerintah segera merealisasikan kenaikan gaji para pegawai negeri sipil, TNI, Polri, serta guru di tingkat rendah sebelum mencairkan kenaikan gaji para pejabat tinggi hingga 20%.

    "Kami harap kenaikan gaji diprioritaskan bagi pegawai negeri sipil, TNI, Polri, dan guru tingkat rendah. Dan itu harus segera direalisasikan," ujar Wakil DPR-RI Priyo Budi Santoso saat kunjungan kerja di Malang, Minggu (13/3/2011).

    Menurutnya, keputusan menaikan gaji para pejabat dalam situasi saat ini, dirasakan kurang tepat. Alangkah baiknya rencana itu direalisasikan bagi para
    pegawai tingkat rendah.

    "Kami sudah sampaikan usulan ini kepada menteri keuangan, agar mengedepankan gaji pegawai tingkat rendah," katanya.

    Ia juga sempat mendengar kabar adanya keinginan rencana usulan kenaikan gaji kepala daerah serta walikota. Jika benar terjadi seperti itu, pihaknya meminta mereka segera mengajukan kepada Menteri Keuangan.

    "Saya dengar, ada usulan kepala daerah serta walikota minta gajinya naik. Karena selama ini gaji mereka dinilai kurang. Silakan saja ajukan ke menteri keuangan. Kami akan menunggu hingga masalah ini dibawah ke DPR," ungkapnya.

    Priyo berharap pemerintah lebih mendahulukan para pegawai di tingkat rendah. Dibandingkan, merealisasi kenaikan gaji kepala daerah serta walikota.
    "Itu bisa menyusul, yang penting gaji pegawai tingkat rendah," tutur Priyo

    Dihubungi terpisah Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan mengaku mendengar kabar soal kenaikan gaji 2011 rekan-rekannya di DPR yang juga belum direalisasikan.

    "Kalau terlambat dibayarkannya dirapel. Saya dengar ada keterlambatan, itu ada keterlambatan administrasi. Saya heran juga kenapa," kata Harry.

    Harry menegaskan sesuai ketentuan seharusnya kenaikan gaji, khususnya para pegawai rendahan seperti PNS, TNI/Polri harus sudah dibayarkan Januari 2011, termasuk juga 8000 pejabat negara berikut di dalamnya para anggota DPR. Jika memang mengalami penundaan harus ada rapel sebab jika tidak akan menyalahi ketentuan anggaran APBN yang sudah disepakati.

    Ia pun mengatakan keterlambatan cairnya kenaikan gaji termasuk anggota DPR tak ada kaitannya dengan permintaan Presiden SBY yang meminta mendahulukan kenaikan gaji pegawai rendahan daripada para pejabat tinggi.

    "Saya kira bukan itu, sudah disahkan (di 2010), jadi tak ada alasan (tak menaikan)," katanya.

    Berdasarkan informasi yang ia ketahui, pencairan kenaikan gaji para pejabat negara termasuk anggota DPR akan dibayar bersamaan pada penerimaan gaji bulan Maret 2011. Ia sendiri mengaku belum tahu apakah ia sudah naik gaji di bulan Januari dan Februari karena belum sempat mengecek gajinya.

    "Katanya mau dibayarkan Maret," katanya.

    Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kenaikan gaji presiden dan 8000 pejabat negara lainnya akan dilakukan setelah gaji pegawai rendahan TNI/Polri mencapai minimal Rp 2 juta.

    Dalam catatan, pemerintah memang berniat untuk memperbaiki kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri dengan menaikkan batas minimum pendapatan mereka. Rencananya pada 2011, gaji PNS dengan pangkat terendah adalah Rp 2 juta, atau meningkat dari tahun 2010 yang sebesar Rp 1.895.700.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> DPR: Kenaikan Gaji 2011 Kapan Cair?

    Daftar Pengadaan Alutsista Indonesia Dan Ekspor Alutsista Keluar Negeri Pada Tahun 2010

    Pal Sedang Mengerjakan LPD TNI AL.

    Menurut The SIPRI inilah daftar pengadaan alutsista indonesia dari luar negeri dan dalam negeri.

    Dari Brasil
    Pengadaan 8 EMB-314 Super Tucano.
    Pengiriman sampai 2012.

    Dari Brunei
    Hibah 2 Kapal Patroli KDB Waspada.

    Dari China
    Pengadaan C-802 dan QW-3.

    Dari Denmark
    Pengadaan B&W-8L Diesel Engine.

    Dari Prancis
    Pengadaan 30 MM-40 Exocet.
    Pengadaan 3 radar Master – T.
    Pengadaan 150 MIDR Diesel Engine.
    Pengadaan 3 radar Ocean Master untuk 3 CN-235 MPA.
    Pengadaan 12 MIDR Diesel Engine untuk Anoa 6x6.

    Dari Dalam Negeri (Indonesia)

    Pengadaan Helikopter AS-532 Cougar/AS-332.
    Pengadaan 4 LPD 122m.
    Pengadaan 24 Helikopter Bell-412.

    Dari Belanda

    Pengadaan 1 Kapal Perang Jenis SIGMA-105 dikirim 2014.

    Dari Polandia

    Pengadaan WR-40 Langusta.

    Dari Rusia
    Pengadaan 17 BMP-3F.
    Pengadaan 3 MI-24 P.
    Pengadaan 3 Su-27s.

    Dari Korsel
    Pengadaan 22 K-21 pengiriman sampai 2013.
    Pengadaan KH-178 105mm.

    Dari Spanyol

    Pengadaan Pesawat Angkut C-212 Aviocar.

    Dari Amerika Serikat
    Pengadaan 52 CT-7.

    Pengiriman/ Ekspor Indonesia Keluar negeri.

    Ke Malaysia

    Pengiriman 32 Anoa 6x6.

    Ke Korsel
    Pengiriman 4 CN-235MP.

    Sumber: SIPRI
    Readmore --> Daftar Pengadaan Alutsista Indonesia Dan Ekspor Alutsista Keluar Negeri Pada Tahun 2010

    Alat Intelijen Didominasi Asing

    GPS Buatan Leica.

    Jakarta - Alat penginderaan yang merupakan bagian penting dalam alat-alat intelijen TNI Angkatan Darat masih didominasi produk asing. Walau demikian, TNI AD optimistis pada masa depan akan lebih banyak produk dari industri pertahanan dalam negeri.

    ”Kalau produk massal, secara jujur kita memang belum mampu,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, Kamis (10/3), seusai membuka Simposium dan Pameran Teknologi Intelijen Geospasial 2011. Menurut George, kalau melihat banyaknya orang Indonesia yang belajar di industri-industri pertahanan di luar negeri, Indonesia sudah mampu. Oleh karena itu, ia yakin pada masa depan industri pertahanan Indonesia bisa mencukupi kebutuhan.

    Menurutnya, pengembangan telah dilakukan di lingkungan TNI AD, termasuk oleh Litbang TNI AD.

    Menurut Direktur Topografi Angkatan Darat Brigjen TNI Sutrisno, yang dalam acara ini menluncurkan bukunya, intelijen geospasial adalah paradigma baru. Intelijen ini mengeksploitasi citra, baik dari foto udara maupun citra satelit, sebagai data utama intelijen. Informasi yang menyangkut kebumian ini kemudian diolah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan.

    Dalam sambutannya, George menekankan pentingnya teknologi intelijen mengatasi ketertinggalan dalam teknologi informasi. Menurutnya, intelijen geospasial penting bagi operasi militer. Ia menekankan, karena saat ini perang tidak lagi hanya mengandalkan fisik dan alat, keterlibatan masyarakat harus ditingkatkan. ”Kultur dan sosial juga penting, coba kita lihat dominasi China saat ini,” katanya.

    Ia mengatakan, saat ini terjadi perkembangan generasi perang yang melibatkan nirmiliter, yaitu penginderaan jarak jauh satelit yang bisa menganalisis apa saja. ”Ini termasuk sumber daya alam dan obyek vital sehingga daya tangkal kita jadi turun,” ujar George.

    Untuk mengatasai hal ini, diperlukan strategi pertahanan yang integratif di darat, laut, dan udara. Selain itu, juga perlu peningkatan intelijen yang menekankan pada sinergi.

    Dalam pameran yang digelar, terlihat bahwa semua alat yang dipamerkan berasal dari luar negeri. Direktorat Topografi Angkatan Darat memamerkan modifikasi dari alat GPS asal Inggris dengan menambahkan sistem dan peta Indonesia. Sementara deretan produk asing lain, seperti Leica dan Bosch, memamerkan teknologi pencitraan mereka.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Alat Intelijen Didominasi Asing

    Kemenhan Salahi Aturan Pembelian Pesawat Garuda



    Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin mengatakan, pembelian pesawat Garuda tipe B 737-400 oleh Kementerian Pertahanan RI menyalahi aturan .

    "Sebab, pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah melakukan pembelian sebelum diterbitkannya Rencana Kerja Anggaran Kementrian/Lembaga (RKAKL)," kata politisi PDI Perjuangan ini kepada ANTARA, di Jakarta, Senin.

    Tubagus Hasanuddin yang purnawirawan jenderal berbintang dua ini juga mengungkapkan, pembelian itu hanya berdasarkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    "Padahal DIPA itu baru akan diterbitkan bila RKAKL-nya telah disetujui dan ditandatangani oleh DPR RI," tandasnya.

    Dalam kaitan ini, menurutnya, Menteri Keuangan (Menkeu) pun telah melampaui kewenangannya.

    "Sebab, mestinya DIPA diterbitkan oleh Menkeu setelah RKAKL disetujui Komisi di DPR RI," ujarnya.

    Dalam hal membeli pesawat Garuda ini, demikian Tubagus Hasanuddin, RKAKL-nya saja belum final di DPR RI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kemenhan Salahi Aturan Pembelian Pesawat Garuda

    Menhan Menerima Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia

    PT. Kaltim Nitrat Indonesia Peresmian Peletakan Fondasi Di Bontang.

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jum’at(11/3) menerima Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia Letjen TNI (Purn) Sugiyono di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia menyampaikan perkembangan pembangunan pabrik yang akan memproduksi ammonium nitrat, PT. Kaltim Nitrat Indonesia di Bontang, Kalimantan Timur.

    Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia menjelaskan PT. Kaltim Nitrat Indonesia didirikan pada tahun 2001, namun pembangunannya baru dapat dimulai pada tahun 2008. Pembangunan pabrik ammonium nitrat yang beberapa bulan lagi akan selesai tersebut dilatarbelangani karena adanya kelangkaan amunium nitrat di seluruh dunia. Kelangkaan tersebut disebabkan karena pihak China menghentikan import.

    Disamping latar belakang tadi, pembangunan pabrik ini juga diharapkan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap import ammonium nitrat dari luar negeri. “Impor kita sekarang cukup besar sekitar 150 juta ton pertahun, nanti kalau sudah berproduksi diharapkan berkurang”, jelas Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia.



    Lebih lanjut Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia menjelaskan saat ini proses pembangunan pabrik sudah mencapai 80 persen dan diharapkan pada kuartal ke empat tahun ini pabrik sudah dapat beroperasi dan memproduksi ammonium nitrat.

    Untuk persiapan operasionalisai prabrik, PT. Kaltim Nitrat Indonesia telah merekrut tenaga kerja sebanyak 160 tenaga ahli petrokimia di Indonesia, 30 persen diantaranya adalah tenaga ahli Indonesia yang bekerja di luar negeri. “Banyak yang berminat dari Qatar, Bahrain, dari Saudi Arabia pulang ke Indonesia”, tambahnya.

    Menanggapi penjelasan Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia, Menhan menyambut baik pembangunan pabrik ammonium nitrat tersebut, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah khususnya Kemhan dalam mendorong pemberdayaan industri dalam negeri.

    Menhan menambahkan dengan pemberdayaan industri dalam negeri maka diharapkan disamping mengurangi ketergantungan import, juga akan memperluas lapangan kerja yang pada akhirnya akan mendorong kegiatan ekonomi.

    Turut mendampingi Menhan dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Menhan Bidang teknologi dan Industri Dr. Drs. Timbul Siahaan, M.M, Dir Tekind Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Agus Suyarso dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan Menerima Komisaris Utama PT. Kaltim Nitrat Indonesia

    Sunday, March 13, 2011 | 6:18 PM | 0 Comments

    Jepang Tarik Kapal Ohsumi dari Manado

    Kapal Penyelamat Japanese Defense Ship Ohsumi (JDS Ohsumi).

    MANADO — Pemerintah Jepang akhirnya menarik kembali kapal penyelamat Japanese Defense Ship Ohsumi (JDS Ohsumi) yang diharapkan berpartisipasi pada ASEAN Regional Forum-Disaster Relief Exercise di Manado, Sulawesi Utara, pada 13-20 Maret 2011.

    Demikian dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono seusai menerima informasi dari Pemerintah Jepang di Manado, Minggu (13/3/2011).

    Menurut Agung, penarikan kapal penyelamat Jepang ini untuk membantu penyelamatan sejumlah korban gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat lalu.

    "Kami memaklumi permintaan Pemerintah Jepang karena memang kondisi bencana alam di negara itu cukup berat," katanya didampingi Gubernur Sulawesi Utara,SH Sarundajang.

    Akibat bencana alam itu, pelaksanaan ASEAN Regional Forum-Disaster Relief Exercise (ARF Direx) tetap jalan dan tidak ada halangan, walaupun Jepang turut menjadi co host dalam kegiatan internasional bencana alam tersebut.

    Pemerintah Indonesia siap membantu Jepang setelah negara itu dilanda gempa bumi 8,9 magnitude dan tsunami yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

    "Kami belum tahu apa bentuk bantuan Indonesia ke Jepang karena harus menunggu dulu hasil tingkat kebutuhan yang ada," katanya.

    Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang sekaligus mencari tahu jenis bantuan apa yang paling cocok disalurkan ke Jepang. Selain bantuan pangan seperti beras dan sebagainya, bantuan lain juga mencakup tenaga medis, seperti dokter dan perawat, serta obat-obatan.

    "Kalaupun memang bantuan nanti bukan bentuk barang dan relawan, Pemerintah Indonesia bisa salurkan uang langsung kepada Pemerintah Jepang," katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Jepang Tarik Kapal Ohsumi dari Manado

    Pascabencana Pangkalan AU Jepang Hancur

    Tokyo: Pangkalan Angkatan Udara Jepang yang berada di Miyagi, Jepang, porak-poranda pascabencana gempa dan tsunami Jumat (11/3). Pesawat-pesawat militer yang tengah parkir di landasan pacu hancur dan porak-poranda.

    Beberapa pesawat militer terbawa terjangan gelombang tsunami hingga menghancurkan bangunan kantor dan gudang peralatan di pangkalan militer tersebut. Militer Jepang hingga saat ini belum dapat memastikan berapa kerugian akibat hancurnya sejumlah pesawat.

    Sementara itu jumlah korban tewas yang dirilis pemerintah Jepang saat ini sebanyak 1.100 orang. Jumlah tersebut diperkiakan masih akan terus bertambah. Karena untuk kawasan prefektur Miyagi saja diperkirakan sepuluh ribu orang tersapu gelombang tsunami. Sementara itu ribuan orang lainnya dinyatakan hilang.

    Sumber: METRO TV
    Readmore --> Pascabencana Pangkalan AU Jepang Hancur

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.