ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Sunday, June 13, 2010 | 5:18 PM | 0 Comments

    PP INDONESIAN SEA AND COST GUARD MENUNGGU PERSETUJUAN PRESIDEN


    (Jakarta, 11/6/2010) Proses finalisasi terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah Indonesian Sea and Coast Guard telah selesai dilakukan. Saat ini, rancangan tersebut telah berada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk disetujui menjadi Peraturan Pemerintah untuk mendukung implementasi Undang-Undang Undang-Undang No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

    ”Harmonisasi dengan seluruh seluruh pemangku kepentingan telah selesai dilakukan. Seluruh isinya sudah di bahas di Kementerian Hukum dan HAM dengan melibatkan seluruh stakeholders. Sekarang sudah di tangan presiden, menunggu persetujuan beliau,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Moh. Ikhsan Tatang di Jakarta, Jumat (11/6).

    PP tersebut sedianya akan dijadikan sebagai landasan bagi Pemerintah untuk membentuk organisasi baru pengawasan dan penegakkan hukum kegiatan pelayaran di perairan Indonesia. Di sisi lain, dengan adanya PP ini pula, eksistensi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) pada dunia pelayaran secara hukum akan menjadi sah adanya.

    Berdasarkan amanat UU 17/20008, Indonesian Sea and Coast Guard memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai fungsi komando, yaitu menegakkan perundang-undangan di bidang kesehatan dan keamanan pelayaran yang secara tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sedangkan fungsi kedua adalah menjalankan fungsi koordinasi, menjalankan koordinasi dalam penegakkan hukum dan perundang-undangan di luar fungsi pertama, dengan institusi pemerintah lain terkait.

    Beberapa waktu sebelumnya, Menhub Freddy Numberi mengatakan, pembentukan organisasi Indonesia Sea and Coast Guard merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah untuk memenuhi tuntutan dunia pelayaran internasional yang menginginkan adanya jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran yang memadai di perairan Indonesia.

    "Karena tanpa adanya jaminan itu, wilayah Indonesia dapat dikategorikan sebagai "black area" oleh pelayaran internasional. Oleh karena itu, keberadaan Sea and Coast Guard memiliki andil yang besar dalam menjaga citra Indonesia sebagai daerah yang aman untuk pelayaran," papar Menhub.

    Karenanya, lanjut Menhub, tantangan berat yang akan dihadapi oleh Indonesian Sea and Coast Guard ke depan adalah mengawal tingginya frekuensi pelayaran di Indonesia yang berada di lokasi strategis dan memiliki resiko kecelakaan dan musibah laut yang juga cukup tinggi.

    Sesjen menambahkan, menyusul RPP Indonesian Sea and Coast Guard, sejumlah RPP lain juga tengah dibahas oleh tim. Antara lain sebanyak 12 RPP turunan dari UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta beberapa RPP turunan dari UU 1/2009 tentang Penerbangan. ”Ada tiga RPP Penerbangan yang sedang intensif dibahas saat ini, yaitu kebandaraudaraan, kenavigasian, angkutan udara,” jelasnya.

    Tatang berharap, seluruh RPP itu bisa rampung sesuai jadwal yang diamanatkan oleh masing-masing undang-undang yang diikutinya. ”Kita berharap secepatnya RPP itu bisa selesai, sesuai amanat undang-undang. Kalau memang ada yang sedikit telat, ya kita pacu penyelesaiannya. Ini penting, karena kalau RPP-nya belum siap, tentunya UU tidak bisa dijalankan secara optimal,” pungkasnya.

    Sumber: DEPHUB
    Readmore --> PP INDONESIAN SEA AND COST GUARD MENUNGGU PERSETUJUAN PRESIDEN

    Dua Kapal Iran Siap Berangkat ke Gaza


    TEHERAN--MI: Seorang pejabat Bulan Sabit Merah Iran, Minggu (13/6), mengatakan dua kapal yang ditangani kelompok kemanusiaan itu siap dan menunggu persetujuan kementerian luar negeri untuk bertolak ke Gaza.

    "Kami siap tetapi masih menunggu izin kementerian luar negeri bagi kondisi politik, militer dan keamanan di kawasan itu," kata Mojtaba Majd, pejabat senior Bulan Sabit Merah yang dikutip kantor berita Mehr.

    Secara terpisah Bulan Sabit Merah mengatakan kedua kapal itu, satu mengangkut bahan makanan dan obat-obatan diperkirakan akan bertolak pekan ini.

    Majd mengatakan lebih dari 100.000 warga Iran telah mendaftarkan diri untuk ikut ke Gaza sebagai relawan pada kapal kedua, tetapi menambahkan hanya mereka yang memiliki keahlian akan dikirim ke wilayah Palestina itu.

    Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, Senin, pihaknya akan mengirim tiga kapal ke Gaza, dua di antaranya Jumat dan satu setelah hari itu, dalam apa yang dianggapnya satu usaha untuk mematahkan blokade yang diberlakukan Israel terhadap wilayah itu.

    Organisasi kemanusiaan itu mengatakan pihaknya juga akan mengirim sebuah pesawat yang mengangkut 30 ton peralatan medis ke Mesir untuk dikirim ke Gaza.

    Bulan Sabit Merah Iran itu sebelumnya mengirim satu kapal yang mengangkut bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza Desember 2008 tetapi dilarang memasuki wilayah itu oleh angkatan laut Israel.

    Keputusan Iran untuk mengirim bantuan baru itu dibuat setelah pasukan komando Israel menyerang satu armada yang mengangkut bantuan dan para akti visi pro Palestina yang menewsskan 19 orang, sembilan diantaranya warga Turki yang memicu kecaman dunia dan kalangan politik di Teheran

    Permusuhan antara Iran dan Israel memburuk dibawah pemerintah Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dengan para komandan penting Iran berulang-ulang menyatakan Teheran memiliki rudal-rudal yang dapat mencapai sasaran Israel.

    Sebaliknya, Israel yang adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang diperkirakan memiliki senjata nuklir, menolak mengessmpingan melakukan aksi militer terhadap Iran untuk mencegah negara itu memiliki senjata-senjata nuklir.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Dua Kapal Iran Siap Berangkat ke Gaza

    China says farewell to J-6 fighters


    People's Liberation Army Air Force held on Saturday an official farewell ceremony for the J-6, a Chinese-built version of the Soviet MiG-19 Farmer fighter aircraft, Chinese television reported.

    Although the Soviet Union stopped production of MiG-19s in 1957, the Chinese came to value the plane's agility and powerful armament and produced about 4,000 J-6 fighters from 1958 to mid-1980s.

    The J-6 was the core of the Chinese fighter fleet until mid-1990s. It was exported to many developing nations and took part in a number of armed conflicts, including the Vietnam War.

    China retired J-6s from combat duties in 2005. However, they have been used up to now in small numbers as remote control target drones and pilot trainers.

    The export version of the aircraft, the F-6, is reportedly still in active service in Iran, Myanmar, North Korea and Sudan.

    The J-6 has a maximum speed of Mach 1.45 and a service ceiling of 17,900 m (58,700 ft). Combat radius with two drop tanks is about 640 km (400 mi).

    In addition to the powerful cannon armament, most versions of the aircraft have a maximum payload of 500 kg (1,100 lb).

    From: RIA
    Readmore --> China says farewell to J-6 fighters

    Saturday, June 12, 2010 | 6:06 PM | 0 Comments

    Satgaspam Pulau Terluar NKRI

    Surabaya - Sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar 1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar IX (Satgasmar Puter IX) menaiki KRI Teluk Parigi ATF 539 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Jumat (11/6). Satgasmar Puter IX sebanyak satu kompi ini, akan bertugas di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Satgaspam Pulau Terluar NKRI

    Pangkostrad: Hotel di Yogyakarta Rawan Aksi Teroris


    Sleman (ANTARA News) - Panglima Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Burhanudin Amin menyatakan hotel-hotel di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman rawan menjadi sasaran aksi teroris, untuk itu diperlukankewaspadaan.

    "Di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman ini banyak terdapat hotel berbintang dan sering mendapat kunjungan tamu dari dalam dan luar negeri, sehingga ini rawan menjadi sasaran aksi kelompok teroris," katanya seusai memimpin latihan penanggulangan teoris di gedung "Fashion Village" Sritex, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu.

    "Latihan ini merupakan kegiatan rutin untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan TNI dalam menanggulangi aksi teroris," katanya.

    Sementara dalam latihan tersebut digambarkan bahwa di dalam gedung "Fashion Village" Sritex saat itu sedang ada tamu Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ternyata sudah dikuasai kelompok teroris yang berjumlah 15 orang.

    Kawanan teroris tersebut kemudian menyandera Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata dengan meminta tebusan tertentu.

    Kemudian pihak keamanan mencoba melakukan negosiasi kepada kelompok teroris yang melakukan penyanderaan, namun upaya ini tidak berhasil dan kelompok teroris tetap pada tuntutannya.

    Karena upaya negosiasi tidak membuahkan hasil kemudian pihak keamanan dalam hal ini TNI AD berupaya melakukan pembebasan para sandera.

    Lokasi kesatuan paling dekat adalah Brigif 6 Surakarta yang mempunyai pasukan Penanggulangan Teror (Gultor) maka kesatuan ini langsung bergerak menuju lokasi.

    Pasukan Gultor dari Yonif 412/Raider, Randivif 2 Kostrad kemudian bergerak cepat ke gedung "Fashion Village" Sritex untuk melakukan upaya pembebasan sandera, kemudian dengan menggunakan kendaraan taktis, helikopter dan sepeda motor pasukan Gultor ini mulai mendekati gedung.

    Empat personel Gultor langsung meluncur turun dari helikopter, satu anggota yang di depan berhasil memecah kaca gedung dan menerobos masuk bersama dua personel lainnya untuk melumpuhkan teroris.

    Sedangkan satu personel gagal memecah kaca karena posisi kaki tidak tepat sehingga akhirnya personel ini tewas akibat ditembak anggota teroris yang berada dalam gedung.

    Sedangkan kendaraan taktis langsung menerobos masuk ke "basement" gedung dan menurunkan sejumlah personel untuk melakukan upaya pembebasan tawanan atau sandera.

    Saat terjadi baku tembak antara pasukan Gultor dan kelompok teroris, ada tiga anggota teroris yang berhasil meloloskan diri dengan membawa dua sandera dengan menggunakan bus pariwisata, dan mereka kabur melalui Jalan Yogyakarta-Solo.

    Pasukan Gultor yang telah siaga di luar langsung melakukan pengejaran terhadap bus pariwisata yang dirampas kelompok teroris tersebut, dan sekitar jarak 500 meter dari lokasi bus berhasil dihentikan.

    Setelah terjadi beberapa kali kontak senjata akhirnya pasukan Gultor berhasil melumpuhkan teroris yang mengemudikan bus dan dua rekannya, serta membebaskan sandera.

    Setelah berhasil dibebaskan, Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata yang menjadi sandera para teroris kemudian disterilisasi untuk menjaga kemungkinan dua sandera ini telah dipasangi bom oleh para teroris.

    Setelah dinyatakan aman keduanya kemudian dievakuasi dengan menggunakan mobil penyelamat.

    Dalam aksi penyergapan ini tercatat 12 dari 15 anggota kelompok teroris dan satu personel pasukan Gultor tewas dalam baku tembak.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pangkostrad: Hotel di Yogyakarta Rawan Aksi Teroris

    Israel Terima Penyelidikan Internasional


    WASHINGTON, KOMPAS.com — Para pejabat Israel, Jumat (11/6/2010), mengatakan, mereka akan menerima partisipasi internasional dalam penyelidikannya terhadap serbuan ke kapal Turki yang menuju Gaza, 31 Mei lalu.

    Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), Michael Oren, mengatakan, negaranya akan mengumumkan dalam beberapa hari mendatang komposisi komisi itu yang dibentuk untuk memeriksa apa yang terjadi di dalam kapal yang mencoba membawa bantuan ke Gaza itu. Para pejabat Israel, yang tak mau disebut jati dirinya karena sensitivitas diplomatik masalah itu, mengatakan kepada CNN bahwa akan ada partisipasi internasional dalam penyelidikan tersebut, tetapi tidak dapat mengonfirmasikan spekulasi bahwa AS akan menjadi bagian dari penyelidikan.

    AS terus berbicara dengan Israel tentang kemungkinan partisipasi AS, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, PJ Crowley, kepada wartawan, Jumat. Ketika ditanya apakah AS akan mendukung sebuah resolusi PBB yang menyerukan penyelidikan yang dipimpin PBB, Crowley mengatakan, "Kami tidak mengetahui adanya resolusi yang akan diperkenalkan di PBB minggu depan."

    Sejumlah negara telah mendesak agar Israel mengizinkan PBB untuk menyelidiki kasus itu. Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis di Washington, menyerukan sebuah komisi penyelidikan internasional dengan mengatakan, "Israel tidak bisa menyelidiki dirinya sendiri."

    Crowley mengatakan, Washington mendukung penyelidikan yang dipimpin Israel, tetapi juga terbuka dan berdiskusi dengan Israel tentang potensi di mana masyarakat internasional dapat berpartisipasi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri itu mengatakan, "AS percaya ini harus tidak memihak, harus kredibel, dan partisipasi internasional dalam beberapa cara dapat meningkatkan hasilnya dan dukungan bagi penyelidikan itu."

    Dalam sebuah pidato pada hari Jumat di Washington, Duta Besar Israel mengatakan, Israel telah terlibat dalam diskusi serius dengan AS, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dua anggota Kuartet "Timur Tengah" lainnya, yaitu Uni Eropa dan Rusia, tentang cara untuk memberikan lebih banyak bantuan bagi warga sipil di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas, yang dianggap AS dan Israel sebagai sebuah organisasi teroris. Setiap pemberian bantuan, kata Oren, juga harus menyediakan cara untuk menjamin keamanan Israel dari senjata yang mungkin diselundupkan ke Gaza.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Israel Terima Penyelidikan Internasional

    RI-China Jalin Kerja Sama Industri Pertahanan


    Pemerintah melalui Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menjalin kerjasama dengan Pemerintah China untuk mengembangkan industri Pertahanan dalam negeri. Namun, dalam kerjasama kedua negara ini, prinsip saling menguntungkan tetap diperhatikan.

    "Saat ini Indonesia sedang menggiatkan industri pertahanan dalam negeri sehingga diharapkan China berpartisipasi dalam program pengembangan industri pertahanan di Indonesia, mencakup joint production dan pelaksanaanTransfer of Technology (ToT)," kata Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan, Brigjend TNI I Wayan Midi di Kantor Kemhan, Jumat (11/6), tadi pagi.

    Menurut Wayan, saat ini Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membentuk suatu forum teknologi militer (military Technology Forum-MTF), sebagai wadah kosultasi yang membahas aspek teknis Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata).

    Tujuan pembentukan forum tersebut, kata dia, untuk meningkatkan pertahanan kedua negara di masa mendatang.

    Ia menambahkan, dalam hal anggaran pertahanan, Indonesia berharap pemerintah Chinadapat menyediakan fasilitas pengadaan secara G to Gdisertai dengan ToT serta melibatkan industri dalam negeri.

    Wayan menjelaskan, kerjasama antara Kemhan RI dengan Pertahanan China memberi manfaat ganda bagi kedua belah pihak.

    Pertama, meningkatkan kualitas profesionalisme untuk bisamenopang stabilitas kawasan. Pemerintah RI dan China memiliki kepentingan yang sama terhadap pengamanan Selat Malaka dan pengamanan SLOC (Sea Lane Of Communication atau ALKI). Berkaitan dengan itu diperlukan mutual understanding dan mutual cooperation khususnya di Selat Malaka dan SLOC seperti di Selat Sunda, Selat Lombok dan Selat Makasar.

    Kedua, peran Indonesia sebagai Negara Kunci di Asia Tenggara mampu menjembatani kepentingan global di kawasaan. Sehingga koordinasi dan komunikasi untuk keamanan pasokan energi dari dan ke Timur Tengah, transportasi komoditas dan produk negara-negara industri ke wilayah Asia dan Eropa menjadi lancar.

    Ketiga, dalam konteks nasional, Kerjasama Pemerintah Indonesia dengan China dapat memberi manfaat bagi pengembangan industri pertahanan di Indonesia, sehingga dapat membangun pertumbuhan ekonomi, dan menempatkan kebijakan pembangunan sistem pertahanan yang pro kesejahteraan (defence supportive economi).

    Keempat, terkait dengan industri pertahanan, menurut Wayan, kerjasama ini diharapkan pemerintah Chinadapat memanfatkan produk-produk industri pertahanan Indonesia sebagai bentuk mutual benefit cooperation.

    "Saat ini Indonesia memiliki kapasitas untuk memproduksi alat-alat pertahanan yang memenuhi standar internasionaldi antaranya non-weapon system equipment (alat perlengkapan non-alutsista)," katanya.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> RI-China Jalin Kerja Sama Industri Pertahanan

    Friday, June 11, 2010 | 2:18 PM | 0 Comments

    Kadet AAL Korps Marinir Latihan Pendaratan di Madura


    Surabaya - Sebanyak 38 Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Korps Marinir berhasil melaksanakan pendaratan di pantai Karang Pandan, Madura. Latihan dan praktek pendaratan yang berlangsung hingga pertengahan Juni ini di beri sandi 'Karkata Yudha'.

    Pendaratan ini disaksikan langsung Gubernur AAL Laksda TNI Bambang Suwarto, Wagub AAL Kolonel Marinir Gatot Subroto dan pejabat teras AAL, Kamis (10/6/2010).

    Selain Pantai Karang Pandan, Krakata Yudha yang juga melibatkan 61 personel pendukung ini mengambil lokasi latihan di Kolatarmatim serta Pantai Sukolilo Barat Madura.

    Berbagai materi latihan diberikan dalam latihan yang sudah dimulai sejak 2 Juni lalu, baik latihan taktik yang terdiri dari Serbuan Amphibi dan Raid Amphibi maupun latihan tehnik yang meliputi tehnik naik turun jaring, Embarkasi dan Debarkasi SPP, Embarkasi dan Debarkasi Ranratfib, Embarkasi dan Debarkasi PK, Prosedur pimpinan pasukan dengan Maket OA, Long Range Navigation, tehnik mendayung, tehnik exersisi PK serta Tehnik mengemudi PK.

    Pengawas Latihan (Waslat) adalah Kolonel Marinir F.X Deddy Susanto yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kepala Departemen Marinir mengatakan bahwa Krakata Yudha digelar agar Kadet tingkat III Korps Marinir dapat mengaplikasikan secara tehnik dan taktik Operasi Amphibi (serbuan Amphibi dan Raid Amphibi).

    "Yang sudah diterima secara teori di kelas dengan sasaran agar mereka mampu dan menguasai secara tehnik dan taktik Regu Infanteri dalam Operasi Amphibi (Serbuan Amphibi dan Raid Amphibi)," katanya dalam rilis yang diterima detiksurabaya.com

    Sementara itu Gubernur AAL Laksda TNI Bambang Suwarto mengatakan latihan ini sangat penting bagi para kadet korps Marinir karena mereka dituntut harus paham, mampu dan mahir dalam peperangan amphibi dan darat modern.

    "Saya berharap dengan latihan Krakata Yudha ini dapat menambah dan meningkatkan keterampilan para kadet khususnya dalam bidang Ilmu-ilmu dasar kemariniran sebagai bekal bagi mereka setelah menjadi perwira TNI AL nantinya," ujar Laksamana bintang dua ini.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Kadet AAL Korps Marinir Latihan Pendaratan di Madura

    AS Puji Langkah Rusia


    WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat, Kamis, menyambut sikap Rusia untuk tidak mengirimkan rudal pertahanan udara S-300 yang dijanjikan kepada Iran. "Rusia berusaha bertanggung jawab, mengendalikan diri dan tidak mengirimkan rudal-rudal tersebut kepada Iran," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley.

    Crowley mencatat bahwa rudal-rudal itu tidak termasuk dalam sanksi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) Rabu terhadap Iran yang disetujui DK, tetapi mengatakan, "Kami mengakui dan menghargai pengendalian diri yang Rusia tunjukkan pada masalah ini."

    Namun resolusi itu, menurutnya, menyerukan untuk pertama kalinya bagi negara-negara untuk berusaha waspada dan mengendalikan diri dalam penjualan atau pengiriman semua senjata-senjata lain dan yang berkaitan dengan barang tersebut. Rusia telah menyetujui kesepakatan penjualan rudal beberapa tahun lalu tetapi tak pernah mengirimkan senjata-senjata itu, di tengah tekanan AS dan Israel, yang khawatir bahwa akan terjadi perkembangan dramatis dalam kemampuan pertahanan Iran. Kegagalan pengiriman rudal-rudal itu membuat pemimpin Iran kecewa dan menjadi kendala besar dalam hubungan erat kedua negara itu.

    Putaran keempat sanksi DK PBB terhadap Iran itu memperluas larangan militer dan keuangan terhadap negara tersebut. Resolusi itu menambahkan larangan penjualan kepada Iran delapan jenis baru senjata besar dan pembatasan-pembatasan baru terhadap investasi Iran ke luar negeri. Kementerian luar negeri Rusia, Kamis, mengatakan, kontrak pengiriman rudal pertahanan udara S-300 kepada Iran tidak terpengaruh oleh sanksi-sanksi baru PBB, setelah terdapat klaim bahwa kesepakatan itu akan dibekukan. Ditanya apakah ada peranan AS di dalam masalah itu, Crowley mengatakan, Washington telah melakukan pembicaraan dengan Moskow mengenai topik itu dan Rusia akan membuat keputusannya sendiri.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Puji Langkah Rusia

    Uji Tembak Rudal QW-3 Paskhas TNI AU


    Uji tembak peluru kendali (rudal) qw-3 dilaksanakan di lapangan tembak depohar 60, desa gesingan, pantai selatan kabupaten pacitan, kamis (10/06) disaksikan oleh para pejabat TNI AU, Dephan, dan Mabes TNI diantaranya Dankoharmatau Marsda TNI Ferdinand, Kadislitbangau, Kadislambangjau, Kadispenau, Dankorpaskhasau dan Danlanud Iswahyudi. kegiatan uji tembak tersebut dapat berjalan dengan lancar dan cukup berhasil ditandai dengan tembakan Rudal mengenai sasaran tembak berupa pesawat Target Drone.

    Uji tembak rudal QW-3 dengan sasaran target drone ini dimaksudkan sebagai realisasi dari kegiatan penerimaan barang kontrak dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana berfungsinya sistem kerja material QW-3 tersebut dan layak digunakan sebagai salah satu alutsista Angkatan Udara dan yang terpenting dari uji tembak qw-3 ini adalah memberikan masukan bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
    Rudal QW-3 yang berbobot 16 kg ini mempunyai panjang 1,5 meter dan merupakan salah satu jenis rudal hanud (pertahanan udara) generasi baru yg menggunakan sistem manpad/ rudal panggul. memiliki kemampuan anti jamming dan tahan thd flare yg diluncurkan oleh pswt sasaran.

    Sementara sasaran tembak berupa pesawat target drone adalah pesawat model tipe S-70 berkemampuan terbang radius 30 km dikendalikan oleh ground station berbobot 55 kg diluncurkan dengan menggunakan daya dorong catapult yang berada pada bagian bawah fuselage dilengkapi juga dengan GPS sehingga setiap manuver pesawat dapat termonitor pada layar komputer pada ground station.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Uji Tembak Rudal QW-3 Paskhas TNI AU

    Thursday, June 10, 2010 | 10:33 PM | 0 Comments

    Putin says Russia will buy Mistral only with technology transfer


    Putin says Russia will buy Mistral only with technology transfer


    Russia is interested in purchasing Mistral class amphibious assault ships from France only together with the accompanying technology, Prime Minister Vladimir Putin said on the eve of a visit to France.

    Russia is negotiating the purchase of at least one French-built Mistral-class amphibious assault ship and plans to build three more vessels of the same class in partnership with the French naval shipbuilder DCNS.

    "For us, this deal is interesting only if it is accomplished with a parallel transfer of technology, so that our shipbuilders - both civilian and military - receive a new technological boost for development," Putin said in an interview with Agence France Presse and France 2 TV.

    The prime minister, who will visit France on Thursday and Friday, also said that "cooperation in a field as sensitive as military-industrial manufacturing, of course, leads to higher trust between countries."

    Putin reiterated that Georgia and other Russian neighbors should not fear the Mistral purchase because Moscow has no plans to attack other countries and hopes there will never again be a conflict similar to five-day war between Russia and Georgia in 2008.

    "You know, it is not the case when it is necessary to deploy weaponry as the Mistral ship. I hope that, God willing, we will never see a military conflict between Russia and Georgia. Never," he said, before pointing out that Russia was able "to carry out military strikes from the Russian territory at any target in Georgia."

    "We do not need a Mistral ship for that," he said.

    A Mistral-class ship is capable of transporting and deploying 16 helicopters, four landing barges, up to 70 armored vehicles including 13 battle tanks, and 450 personnel.

    The Russian military plans to use the Mistral ships in its Northern and Pacific Fleets.

    Chief of Russian Armed Forces General Staff Gen. Nikolai Makarov said on Tuesday that Russia needs Mistral class amphibious assault ships primarily to boost the combat capabilities of its Navy in the Far East and ensure protection of the disputed Kuril Islands.

    From: RIA
    Readmore --> Putin says Russia will buy Mistral only with technology transfer

    Russian strategic bombers complete record duration flight

    Russian strategic bombers complete record duration flight

    Two Russian Tu-160 Blackjack strategic bombers have carried out a record-breaking 23-hour patrol with a planned flight range of 18,000 kilometers (over 11,000 miles), an Air Force spokesman said on Thursday.

    "This mission was the second maximum range flight ever conducted by this type of aircraft. A Tu-160 carried out a similar mission last year and stayed in the air for 21 hours," Lt. Col. Vladimir Drik said.

    "The current mission set a record by exceeded the duration of the previous flight by two hours, managing around 23 hours with a range of 18,000 kilometers," the official said.

    The bombers flew along the Russian borders and over neutral waters in the Arctic and Pacific Oceans.

    They practiced instrumental flight and carried out two in-flight refuelings from Il-78 aerial tankers.

    The planes landed at their base in Engels in the Volga region at 10.00 Moscow time (08.00 GMT) on Thursday.

    The Tu-160 Blackjack is a supersonic, variable-geometry heavy bomber, designed to strike strategic targets with nuclear and conventional weapons deep in continental theaters of operation.

    From: RIA
    Readmore --> Russian strategic bombers complete record duration flight

    Rusia-China Ingin Rundingkan Nuklir Iran


    illustrasi


    PARIS, KOMPAS.com — Rusia dan China, Kamis (10/6/2010), mengatakan masih menginginkan perundingan untuk mengakhiri konflik nuklir Iran setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap republik Islam itu.

    Kedua negara terpaksa bertindak setelah Iran mengecam sanksi-sanksi babak keempat yang disahkan Dewan Keamanan PBB, Rabu. Namun, Rusia juga membekukan kontrak untuk mengirim sistem rudal S-300 kepada Iran.

    Rusia dan China, keduanya adalah sekutu dekat Iran, pada masa lalu menolak sanksi-sanksi yang keras dan kehilangan banyak bisnis sebagai balasan terhadap keputusan mereka saat ini. "Jelas sanksi-sanksi itu tidak akan menyelesaikan masalah program nuklir Iran itu," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. "Tujuan usaha-usaha kami untuk memberikan dorongan pada penyelesaian politik dan diplomatik masalah itu."

    Kementerian itu menambahkan, resolusi itu tidak memberlakukan sanksi-sanksi yang mencekik dan melumpuhkan Iran dan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer. Rusia juga memperingatkan sanksi-sanksi sepihak oleh negara-negara lain. "Bagi kami, setiap usaha di luar Dewan Keamanan tidak dapat diterima," kata pernyataan itu.

    PBB memutuskan pengenaan sanksi-sanksi baru militer dan keuangan terhadap Iran dalam usaha keempat sejak tahun 2006 untuk menghentikan program nuklir Teheran. Rancangan resolusi yang disusun AS itu disetujui 12 negara di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara, dengan Lebanon abstein dan Brasil serta Turki menentang. Rusia dan China, keduanya anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto yang dapat menghambat setiap resolusi, mendukung tindakan itu.

    China mengatakan, dialog diperlukan untuk mengakhiri kekhawatiran internasional bahwa Iran sedang berusaha membuat bom nuklir. "China selalu menempuh jalan yang tepat untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran melalui dialog, perundingan, dan usaha-usaha diplomatik lainnya untuk mencari solusi yang memuaskan semua pihak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qin Gang dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Xinhua.

    China dan Rusia mendukung sanksi setelah berbulan-bulan perundingan, di mana mereka berhasil melunakkan rancangan awal yang dibuat AS untuk melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi dan energi mereka di Iran. Kepala badan tenaga atom Iran Ali Akbar Salehi, yang mengawasi program nuklir Iran, mengecam China. "China secara berangsur akan gagal menjalankan sikapnya yang dihormati di dunia Arab," kata Salehi kepada kantor berita ISNA.

    Presiden Iran Ahmadinejad, yang akan tiba di China, Jumat, untuk mengunjungi World Expo, mengatakan, "Resolusi-resolusi ini tidak bernilai sedikit pun bagi negara Iran." Ia mengancam akan menghentikan perundingan dengan enam negara besar jika sanksi-sanksi itu diterapkan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia-China Ingin Rundingkan Nuklir Iran

    Israel Ajukan Syarat Pembukaan Blokade


    Sejumlah warga Palestina yang hendak menuju Mesir menunggu para polisi Hamas memeriksa paspor di gerbang Rafah, Jalur Gaza, Selasa (8/6). Pada hari Rabu, Israel juga mengizinkan masuk makanan dan minuman ke Jalur Gaza.


    JERUSALEM, KOMPAS.com - Israel tidak akan mencabut blokade atas Jalur Gaza jika Hamas tidak mengizinkan Palang Merah mengunjungi seorang tentara Israel yang ditangkap tahun 2006.

    "Kami harus berkata jelas bahwa syarat minimal untuk mencabut blokade adalah Palang Merah diizinkan untuk mengunjungi secara teratur Gilad Shalit," kata Avigdorn Lieberman, menteri militer Israel, Kamis (10/6), dalam pernyataannya, merujuk ke seorang prajurit 23 tahun yang ditahan Hamas. "Sepanjang syarat ini tidak dipenuhi, tidak ada alasan untuk mengubah situasi," katanya.

    Hamas dengan cepat menolak syarat itu dengan mengatakan, "Pengaitan nasib Shalit dengan blokade merupakan suatu upaya menyesatkan dan menutupi upaya-upaya internasional untuk memecahkan pengepungan itu." Hamas mengatakan, pihaknya hanya akan membebaskan Shalit untuk ditukar dengan ratusan tawanan Palestina yang disekap di Israel, termasuk beberapa pemimpin politik dan gerilyawan terkemuka yang bertanggungjawab atas sejumlah serangan mematikan.

    Israel kini menghadapi kecaman internasional berkaitan dengan blokade atas wilayah Palestina itu, yang menutup semua pasokan barang-barang kebutuhan pokok, dan serangan mematikan terhadap armada kapal bantuan kemanusiaan pada 31 Mei lalu.

    Penutupan Jalur Gaza pertama dilakukan ketika Shalit ditangkap Hamas dan kelompok gerilyawan lain dalam serangan lintas perbatasan pada Juni 2006, dan memperketat sanksi-sanksi itu ketika Hamas memegang kekuasaan di Gaza tahun lalu. Israel mengatakan, penutupan diperlukan untuk menahan Hamas - yang berikrar untuk menghancurkan Israel - dan mendesak pembebasan Shalit.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Israel Ajukan Syarat Pembukaan Blokade

    Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit


    Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo saat bersilahturahmi dengan prajurit di Batalyon Infanteri 315/Garuda di Kota Bogor, Kamis (10/6/2010).


    BOGOR, KOMPAS.com — Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo mengingatkan, setiap prajurit TNI harus menjaga martabat dan nama baik TNI, serta memerhatikan dan sayang istri serta anak-anak mereka.
    Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda.

    Pramono menyatakan hal itu saat bersilaturahim dengan para parajurit dan istri mereka di Batalyon Infantri 315/Garuda di Gunung Batu, Kota Bogor, Kamis (10/6/2010). Ini adalah kegiatan pertama kali Pramono bertemu dengan prajurit TNI di Kota Bogor setelah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi enam bulan lalu.

    Ia meminta para prajurit menjaga sikap dan nama baik, begitu juga para perwira harus menjaga dan melindungi prajurit yang menjadi anak buahnya. Para prajurit muda diminta untuk tidak kecil hati karena pangkat mereka pasti akan neningkat dan tidak tertutup kemungkinan menjadi perwira selama menjadi prajurit TNI yang baik.

    "Ketika saya masih berpangkat letnan dua, saya mempunyai anak buah yang berpangkat prajurit dua. Kini dia sudah menjadi letnan kolonel, yang berarti pada kurun waktu yang sama, kenaikan kepangkatan dia lebih banyak daripada saya. Anda yang saat ini masih berpangkat prajurit dua, itu hanya sementara karena kenaikan pangkat akan terjadi cepat, selama Anda menjadi prajurit TNI yang baik dan berkualitas," katanya.

    Pangdam berharap, para prajurit muda itu menjadi tentara bukan karena kesulitan mencari pekerjaan, melainkan karena memang bercita-cita untuk menjadi tentara dan membangun karier di TNI untuk kepentingan bangsa dan negara.

    Dalam dialog langsung dengan para pajurit dan istri mereka, Pangdam Pramono mengingatkan bahwa setiap prajurit harus menghargai dan menyayangi istri dan keluarga, begitu juga sebaliknya. Setiap prajurit tidak boleh memperlakukan istrinya sebagai pembantu rumah tangga atau istri memperlakukan suami hanya sebagai pencari nafkah.

    "Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda menunggu istri yang melakukan. Juga pecayakan tugas-tugas yang ingin dilakukan istri, dikerjakan sendiri oleh istri," katanya.

    Menurut Pangdam, prajurit TNI dan istrinya menikah karena didasari cinta dan kesetiaan serta saling menghargai. "Ini yang membuat setiap prajurit dan TNI tangguh," tambahnya.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit

    Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit


    Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo saat bersilahturahmi dengan prajurit di Batalyon Infanteri 315/Garuda di Kota Bogor, Kamis (10/6/2010).


    BOGOR, KOMPAS.com — Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo mengingatkan, setiap prajurit TNI harus menjaga martabat dan nama baik TNI, serta memerhatikan dan sayang istri serta anak-anak mereka.
    Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda.

    Pramono menyatakan hal itu saat bersilaturahim dengan para parajurit dan istri mereka di Batalyon Infantri 315/Garuda di Gunung Batu, Kota Bogor, Kamis (10/6/2010). Ini adalah kegiatan pertama kali Pramono bertemu dengan prajurit TNI di Kota Bogor setelah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi enam bulan lalu.

    Ia meminta para prajurit menjaga sikap dan nama baik, begitu juga para perwira harus menjaga dan melindungi prajurit yang menjadi anak buahnya. Para prajurit muda diminta untuk tidak kecil hati karena pangkat mereka pasti akan neningkat dan tidak tertutup kemungkinan menjadi perwira selama menjadi prajurit TNI yang baik.

    "Ketika saya masih berpangkat letnan dua, saya mempunyai anak buah yang berpangkat prajurit dua. Kini dia sudah menjadi letnan kolonel, yang berarti pada kurun waktu yang sama, kenaikan kepangkatan dia lebih banyak daripada saya. Anda yang saat ini masih berpangkat prajurit dua, itu hanya sementara karena kenaikan pangkat akan terjadi cepat, selama Anda menjadi prajurit TNI yang baik dan berkualitas," katanya.

    Pangdam berharap, para prajurit muda itu menjadi tentara bukan karena kesulitan mencari pekerjaan, melainkan karena memang bercita-cita untuk menjadi tentara dan membangun karier di TNI untuk kepentingan bangsa dan negara.

    Dalam dialog langsung dengan para pajurit dan istri mereka, Pangdam Pramono mengingatkan bahwa setiap prajurit harus menghargai dan menyayangi istri dan keluarga, begitu juga sebaliknya. Setiap prajurit tidak boleh memperlakukan istrinya sebagai pembantu rumah tangga atau istri memperlakukan suami hanya sebagai pencari nafkah.

    "Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda menunggu istri yang melakukan. Juga pecayakan tugas-tugas yang ingin dilakukan istri, dikerjakan sendiri oleh istri," katanya.

    Menurut Pangdam, prajurit TNI dan istrinya menikah karena didasari cinta dan kesetiaan serta saling menghargai. "Ini yang membuat setiap prajurit dan TNI tangguh," tambahnya.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit

    RI Latihan Militer dengan Tujuh Negara


    Bandung (ANTARA News) - Militer Indonesia mengadakan latihan bersama dengan enam negara, guna meningkatkan kerja sama dan profesionalitas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Latihan bersama dengan sandi "Garuda Shield" 2010 itu, dibuka Komandan Pusat Infanteri selaku Direktur Latihan Mayjen TNI Soenarko di Pusat Pendidikan Infanteri TNI Angkatan Darat Cipatat, Bandung, Kamis.

    Kegiatan itu merupakan salah satu kegiatan yang disponsori Komando Militer AS di Asia Pasifik (USPACOM). Latihan bersama tersebut merupakan yang keempat kali diadakan di Asia.

    Sebelumnya diadakan di Mongolia dengan sandi "Khan Quest" (2007) dan di Bangladesh dengan sandi "Santi Dhoot" (2008) dan pada 2009 diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggara Mabes TNI.

    Untuk 2010, penyelenggara latihan di Indonesia adalah TNI Angkatan Darat dengan mitranya dari Amerika Serikat. Layaknya sebuah latihan militer maka "Garuda Shield" diadakan dalam dua tahap yakni geladi posko (11-16 Juni) dan geladi lapang (17-22 Juni).

    Geladi posko diikuti dua negara dan geladi lapang diikuti tujuh negara.

    Ke-tujuh negara itu antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Thailand, Bangladesh, Filipina, Nepal, Brunei Darussalam.

    Latihan bertujuan meningkatkan solidaritas dalam penyelenggaran misi PBB terutama di antara negara-negara yang mengerahkan pasukannya dalam misi PBB (Troop Contrubution Country/TCC).

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta dalam amanat tertulisnya m mengatakan, latihan dimaksudkan untuk mengoptimalkan kerjasama diantara negara kontrisbusi pengirim pasukan dalam misi PBB, menyusul perkembangan lingkungan strategis yang makin kompleks.

    "Berbagai persoalan itu mau tidak mau menuntut kita untuk beekerjasama dalam menghadapinya untuk menciptakan keamanan kawasan terutama di Asia Pasifik," ujarnya.

    Masing-masing negara peserta, terutama yang berkontribusi dalam pasukan perdamaian PBB dapat menyamakan persepsi, dan pandangan hingga dapat diwujudkan prosedur tetap sesuai ketentuan PBB dalam menjalankan misi perdamaiannya di beberapa belahan dunia.

    Melalui latihan bersama ini, lanjut George, dapat pula ditingkatkan kerjsama dan hubungan yang baik diantara negara-negara tersebut.

    Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Komando Militer AS di Pasifik (USPACOM) Mayjen Robert Lee menyampaikan terimakasih atas kesediaan Indonesia sebagai penyelenggara bersama dalam latihan bersama pasukan perdamaian PBB.

    "Ini merupakan yang pertama diadakan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Dan saya sampaikan terima kasih," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI Latihan Militer dengan Tujuh Negara

    Sesaat Meluncur, Roket Korea Selatan Meledak


    Ledakan terjadi saat roket mencapai ketinggian 70 kilometer dari darat


    VIVAnews - Sebuah roket Korea Selatan diduga meledak sesaat setelah diluncurkan, Kamis, 10 Juni 2010. Ledakan terjadi saat roket mencapai ketinggian 70 kilometer dari darat.

    Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, roket itu membawa sebuah satelit untuk diposisikan di orbit. Menurut seorang pejabat, Ahn Byong-Man, kemungkinan roket meledak 137 detik pasca-peluncuran.

    Roket peluncur Korea, Space Launch Vehicle 1 itu bertolak dari Pusat Angkasa Luar Goheung pada pukul 17.01 waktu setempat. Namun, kontak terputus saat roket berada pada ketinggian 70 kilometer.

    "Melihat sinar terang yang terlihat di kamera yang terpasang di ujung roket, kemungkinan roket meledak saat penerbangan berada pada proses pembakaran pertama," kata Ahn.

    Gambar yang ditayangkan televisi Korea menunjukkan serpihan roket jatuh ke laut. Peluncuran ini merupakan upaya kedua Korea Selatan untuk menempatkan sebuah satelit di angkasa luar setelah peluncuran pada Agustus 2009 lalu juga gagal.

    Analis mengatakan, bila dugaan ledakan itu telah dikonfirmasi, maka peristiwa ledakan itu akan menjadi sebuah kemunduran bagi Korea Selatan. Karena, Korea Selatan disebut sejumlah kalangan sedang bersaing dengan negara lain di Asia untuk mencapai angkasa luar.

    China, India, dan Jepang juga telah mengembangkan kemampuan peluncuran. China bahkan telah mengirimkan tiga pesawat berawak ke angkasa luar.


    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Sesaat Meluncur, Roket Korea Selatan Meledak

    Indonesia-AS Teken Kerangka Kerja Pertahanan


    Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kamis (10/6), menandatangani penataan kerangka kerja bagi kegiatan kerja sama bidang pertahanan. Indonesia diwakili Direktur Jenderal Strategi Pertahanan RI, Mayor Jenderal Syarifudin Tippe dan AS diwakili Deputi Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Asia Selatan dan Tenggara, Robert M Scher.

    Menurut siaran pers Kedubes AS, penataan Kerangka Kerja tersebut dimaksudkan untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja sama di bidang pertahanan yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan dan saling percaya.

    Bidang-bidang yang mencakup kerja sama tersebut meliputi, dialog keamanan, pendidikan dan pelatihan, industri pertahanan, pengadaan peralatan militer, keamanan maritim dan bidang kerja sama lain yang telah disepakati bersama.

    Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah bekerja sama selama satu tahun terakhir untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi lembaga pertahanan kedua negara sekaligus memberikan kontribusi bagi keamanan regional.

    Sumber: METRO TV
    Readmore --> Indonesia-AS Teken Kerangka Kerja Pertahanan

    Rusia Bekukan Penjualan Rudal ke Iran


    Rudal S-300 buatan Rusia


    MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia akan membekukan kontrak penjualan sistem rudal S-300 kepada Iran setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi-sanksi babak keempat terhadap republik Islam itu, lapor kantor berita Interfax, Kamis (10/6/2010).

    "Tentu, kontrak untuk mengirim sistem-sistem rudal S-300 akan dibekukan," lapor Interfax, yang mengutip pernyataan sumber yang tidak disebutkan namanya di industri senjata Rusia.

    Kantor berita Reuters melaporkan, para pejabat Rusia mengatakan, sanksi-sanksi itu tidak akan menghambat penjualan S-300, yang dapat menembak jatuh beberapa pesawat atau rudal secara bersamaan. Amerika Serikat dan Israel berulang kali mendesak Rusia untuk tidak menjual rudal ke Iran.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Bekukan Penjualan Rudal ke Iran

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.