ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Thursday, October 6, 2011 | 8:59 AM | 0 Comments

    Redaksi Metro TV : Membangun Kembali Kekuatan TNI

    Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia ditandai dengan semangat untuk membangun kembali TNI sebagai kekuatan militer yang bertugas melindungi segenap Tanah Air. Secara bertahap alat utama sistem pertahanan (alutsista) diperbarui agar sesuai dengan tantangan zaman.

    Selama bertahun-tahun kita membiarkan kekuatan militer yang ada, sehingga membuat kita tampak tidak berdaya. Anggaran yang ada pun seringkali dipakai tanpa arah pembangunan alutsista yang terarah.

    Sekarang Kementerian Pertahanan mendapat tugas untuk menyusun penyediaan alutsista yang diperlukan untuk memperbaiki kekuatan militer kita. Bersama tiga matra darat, laut, dan udara yang akan menjadi pengguna, dirumuskan cetak biru pengadaan alutsista untuk beberapa tahun mendatang.

    Mahalnya harga peralatan militer membuat kita tidak bisa memperbaruinya sekaligus. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan agar ada kesinambungannya diperlukan cetak biru pembangunan alusista yang jelas.

    DPR sebagai mitra pemerintah ikut mengawasi penyusunan cetak biru dan pelaksanaan pengadaannya. Sebagai pihak yang ikut menentukan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, DPR harus bisa menjamin bahwa pembangunan alutsista benar-benar terarah untuk menghasilkan kekuatan militer Indonesia yang cukup disegani.

    Arah kebijakan yang ditetapkan Kementerian Pertahanan dengan jelas menggariskan, pengadaan alutsista tidak dilakukan hanya dengan membeli dari luar. Kita ingin memberdayakan industri strategis yang dimiliki, sehingga ketergantungan kepada negara lain bisa dikurangi.

    Pola kerja sama produksi dengan negara-negara produsen peralatan militer terus dijajaki. Presiden meminta agar kerja sama dengan negara yang mau melakukan produksi bersama dengan industri strategis dalam negeri didahulukan. Kita ingin pengadaan alutsista diikuti dengan peningkatan kemampuan putra-putra Indonesia dalam penguasaan teknologi militer.

    Kita memiliki industri strategis yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan militer yang andal. Kita punya PT Pindad untuk pengadaan kebutuhan militer bagi Angkatan Darat. Kita punya PT PAL yang mampu membangun kapal-kapal yang kuat. Kita juga punya PT Dirgantara Indonesia yang menghasilkan pesawat militer untuk negara-negara di kawasan.

    Hanya selama ini kita tidak memedulikan keberadaan mereka. Baru ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta TNI untuk memanfaatkan PT Pindad dalam pengadaan panser, terbuka kembali mata kita bahwa industri strategis yang kita miliki cukup andal. Kita hanya membutuhkan kemauan politik yang kuat untuk membuat kita tidak terlalu harus tergantung pada bangsa lain.

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah godaan terhadap penggunaan anggaran. Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, maka ketidakhati-hatian dalam pengelolaan uang akan membuat keinginan untuk membangun kembali kekuatan militer yang diandalkan, bisa hanya menjadi impian.

    Apalagi di tengah situasi besar di mana kebiasaan untuk mengakali anggaran begitu besar. Berbagai kasus yang terjadi di kementerian dan Badan Anggaran DPR sekarang ini menunjukkan bahwa godaan untuk terjadinya kebocoran dan pemborosan anggaran sangat kuat.

    Tentunya TNI tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan untuk bisa membangun kekuatan militer yang diandalkan. Kebiasaan lama untuk mendapatkan imbalan atau kick-back dari pengadaan alutsista harus ditinggalkan. Seperti sering diingatkan Presiden, Kementerian Pertahanan tidak boleh lagi menjadi kementerian yang "bobo", bocor dan boros.

    Kesempatan untuk membangun kembali TNI sebagai kekuatan yang bisa diandalkan ada di depan mata. Sekarang tinggal terpulang kepada TNI sendiri untuk bisa atau tidak memanfaatkan kesempatan emas tersebut.

    Pilihan untuk menyediakan anggaran yang lebih bagi pembangunan kekuatan militer bukanlah perkara yang mudah. Namun kita menyadari bahwa kita tidak mungkin pula untuk tambal-sulam seperti sekarang. Harus ada konsep pembangunan TNI dan pengadaan alutsistanya secara jelas.

    Kita memang diingatkan oleh pemeo "kalau kita mau perdamaian, maka kita harus siap berperang". Kita membangun kembali kekuatan militer bukanlah untuk gagah-gagahan. Kita hanya tidak mau lagi dilecehkan oleh negara-negara lain sebagai negara besar yang tidak berdaya.

    Dirgahayu ke-66 Tentara Nasional Indonesia!

    Sumber : Metro News TV
    Readmore --> Redaksi Metro TV : Membangun Kembali Kekuatan TNI

    Insiyur Indonesia Di Boeing Berharap Industri Pesawat Indonesia Bangkit

    Jakarta - Boeing 787 Dreamliner yang super keren itu lahir dengan sentuhan insinyur asal Indonesia. Bagaimana tidak, ada 4 insinyur yang terlibat dalam pembuatan burung besi keluaran terbaru perusahaan pesawat asal AS, Boeing, itu.

    "Di Boeing ada sekitar 32 orang lebih orang Indonesia. Yang di 787 Dreamliner itu ada sekitar 4 orang dari Indonesia," ujar salah satu insinyur asal RI yang terlibat dalam pembuatan 787 Dreamliner, Bram Djermani, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (5/10/2011).

    Bram bergabung dengan tim bagian produksi. Sedangkan 3 insinyur Indonesia lainnya bergabung dengan tim planning engineer, liaison engineer dan stress engineer. Mereka bersama hampir 500 orang lainnya dipercaya Boeing untuk terlibat dalam pembuatan hingga pengiriman pesawat.

    "Saya gabung dengan Boeing 4 tahun lalu, dan langsung involve di Dreamliner. Jadi sejak pesawat pertama (Dreamliner) hingga yang sekarang ini," tutur pria kelahiran Jerman ini.

    Dengan fasih, Bram menuturkan keunggulan pesawat ini dibanding pesawat-pesawat lainnya. Dia menyebut Dreamliner 787 terbuat dari komposit sehingga lebih ringan dari pesawat kebanyakan. Selain itu pesawat didesain agar irit bahan bakar. Dibanding pesawat lainnya, Dreamliner 787 lebih irit pemakaian bahan bakar hingga 20 persen.

    "Penumpang yang naik juga tidak cepat capek karena lebih lembab," sambung ayah 3 anak ini.

    Jendela Dreamliner 787 menggunakan kaca gelap, sehingga penumpang tidak akan silau dengan cahaya matahari dari luar yang menerobos ke pesawat. Tak hanya itu, para penumpang juga dimanjakan televisi Panasonic layar sentuh yang berbasis Android.

    Langit-langit pesawat pun didesai tak kalah keren. Warna langit-langit bisa berubah-ubah sesuai keadaan langit. Jika matahari baru terbit, warna langit-langit pesawat berubah warna dari oranye menjadi biru. Penumpang semakin dimanjakan dengan adanya bar dalam tubuh pesawat sepanjang 58 meter tersebut.

    "Di Boeing ada banyak orang dari berbagai negara. Kami bangga bisa terlibat di sini, mampu bersaing dengan orang-orang dari luar lainnya. Tapi kami tidak kehilangan nasionalisme," sambung Bram yang berharap suatu saat industri pesawat Indonesia mampu bangkit dan bersaing dengan produk serupa dari negara lainnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Insiyur Indonesia Di Boeing Berharap Industri Pesawat Indonesia Bangkit

    Pengamat : Teknologi Alutsista TNI Masih Di Bawah Singapura & Malaysia

    Jakarta - Teknologi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI dinilai masih berada di bawah Malaysia dan Singapura. Namun untuk kemampuan tempur pasukan, TNI boleh berbangga hati.

    "Untuk teknologi memang berada di bawah Malaysia dan Singapura. Tapi saya kira kemampuan personel masih lebih unggul," ujar pengamat militer Mufti Makarim saat dihubungi detikcom, Kamis (6/10/2011).

    Namun Indonesia tentunya tidak bisa terus berbangga dengan kemampuan personelnya saja. Tuntutan ke depan, kemampuan personel yang tinggi harus didukung dengan alutsista yang modern.

    Dalam membangun sistem persenjataan, TNI harus memprediksi ancaman ke depan. Jika masih merasa ancaman lebih banyak dari dalam negeri, maka fokus pertahanan tetap di darat dengan komando teritorial menjadi intinya. Namun jika TNI sudah merasa ancaman terbesar dari luar, maka pembangunan kekuatan akan fokus pada kekuatan laut dan udara.

    "Kalau fokusnya tetap menambah pasukan untuk digelar di seluruh Indonesia ya pasti anggarannya akan habis untuk belanja prajurit, bukan untuk membari alutsista," katanya.

    Menurutnya ada dimensi yang harus dipertimbangkan saat membeli alutsista. Yang pertama adalah pertimbangan Alutsista bukan hanya dibeli, tetapi juga harus dirawat. Jangan sampai saat akan digunakan untuk bertempur ternyata tidak ada suku cadangnya.

    "Lalu kemampuan sinerginya. Ini berkaca pada pengalaman masa lalu. TNI mempunyai banyak senjata dari macam-macam negara. Akibatnya, jangankan menghadapi musuh dari luar, saat operasi militer di Aceh saja kebingungan," jelasnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Pengamat : Teknologi Alutsista TNI Masih Di Bawah Singapura & Malaysia

    Pengamat : TNI Butuh Jet Tempur & Kapal Selam Daripada Tank & Meriam

    Jakarta - Anggaran TNI akan meningkat dari Rp 47,5 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 64,4 triliun pada tahun 2012. Untuk meningkatkan kualitas alutsista, TNI dirasakan lebih membutuhkan jet tempur, kapal perang dan kapal selam dibanding meriam artileri, dan tank baja.

    "Kecenderungan perang ke depan bukan lagi konvensional dimana tentara berhadapan dengan tentara. Karena itu jika ada pilihan, lebih baik membeli pesawat tempur, atau kapal selam daripada senjata ringan, tank atau meriam untuk artileri," ujar pengamat militer Mufti Makarim saat dihubungi detikcom, Kamis (6/10/2011).

    Mufti menambahkan TNI juga perlu memperbarui serta menambah peralatan pengintaian seperti radar untuk cegah tangkal. Saat ini radar milik TNI dirasa kurang untuk mengcover seluruh wilayah RI yang luas.

    Mengenai hibah 30 pesawat F-16 dari AS, Mufti meminta pemerintah dan DPR mempertimbangkannya masak-masak. Biaya hibah dan upgrade pesawat bekas memang lebih murah dari membeli pesawat baru. Tetapi namanya barang bekas, tentu ada hal-hal yang selalu harus dipertimbangkan.

    "Harus dipikirkan juga biaya perawatannya. Jam terbangnya juga. Jangan sampai nanti begitu ada kebutuhan operasi malah tidak bisa digunakan," tambahnya.

    Mufti juga menilai embargo persenjataan bisa saja terjadi kembali, bukan hanya dari AS, tetapi juga negara-negara lain. Hal ini tentunya harus dipertimbangkan juga saat membeli senjata.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Pengamat : TNI Butuh Jet Tempur & Kapal Selam Daripada Tank & Meriam

    Surabaya Akan Menjadi Mabes Kowila TNI AL

    Jakarta - Rencana penambahan armada laut baru di Makassar dan pergeseran Markas Komando Armada Kawasan Timur (Koarmatim) dari Surabaya ke Sorong akan membawa sejumlah perubahan di fungsi markas komando.

    Selain markas Koarmatim di Surabaya, perubahan juga terjadi di markas komando Lantamal VI di Makassar. Sementara Koarmabar di Jakarta masih aman dari perubahan. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan, markas Koarmatim yang kini ada di Surabaya nantinya digeser ke Sorong.

    Pergeseran termasuk juga Divisi Marinir yang ada di sana. Semula bukan Sorong yang diproyeksikan sebagai markas komando baru untuk Armada Timur, tapi Ambon. Namun karena pertimbangan berbagai hal, terutama geopolitik dan geostrategi, lokasi dialihkan ke Sorong.

    “Sekarang prosesnya mulai berjalan. Sebagian lahan sudah kita bebaskan,” ujarnya usai upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI kemarin.Dengan pergeseran ini, selanjutnya Surabaya akan ditingkatkan fungsinya menjadi markas komando besar yang membawahi tiga armada laut, yakni barat, tengah, dan timur.

    Pimpinan di markas ini akan dijabat oleh perwira TNI Angkatan Laut berpangkat bintang tiga (laksamana madya atau letnan jenderal untuk Marinir). Adapun untuk lokasi markas komando armada laut di wilayah tengah yang akan dipusatkan di Makassar, rencananya menggunakan markas komando Lantamal.

    “Mako yang ada sekarang mungkin akan kita geser karena akan digunakan untuk calon Armada Tengah,” sebut Untung. Sejauh ini, kata dia, proses pembentukan armada baru masih terus digodok.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Surabaya Akan Menjadi Mabes Kowila TNI AL

    SBY : Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kemampuan industri pertahanan dalam negeri ditingkatkan. Selain itu, Presiden juga meminta agar pemanfaatan produk industri pertahanan nasional dioptimalkan, dalam pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Hentikan ketergantungan yang tidak perlu pada luar negeri dalam pengadaan alutsista,” kata Presiden di sela-sela upacara hari ulang tahun ke-66 TNI, di Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10).

    Presiden melanjutkan, mengingat peran penting dan strategis TNI, pemerintah memberikan perhatian yang besar pada pembangunan kekuatan TNI. Kebutuhan anggaran pertahanan terus ditambah, untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum (minimum essential force). “Tambahan anggaran itu kita fokuskan pada modernisasi alutsista, serta peningkatan kesejahteraan prajurit dan PNS TNI beserta keluarganya. Itulah bagian dari komitmen pemerintah, untuk membangun TNI yang makin profesional, modern dan capable, serta makin meningkat kesejahteraannya,” ujar Kepala Negara.

    Di tahun 2012 mendatang, menurut Presiden, pemerintah meningkatkan secara signifikan dukungan anggaran untuk kepentingan pertahanan negara kita. “Dalam RAPBN tahun 2012, anggaran pertahanan dinaikkan dari Rp47,5 triliun pada 2011 menjadi Rp64,4 triliun di tahun 2012, atau naik lebih dari 35 persen. Dengan dukungan anggaran yang makin besar itu, kita lanjutkan peremajaan, modernisasi, serta kualitas pemeliharaan dan kesiapan alutsista TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” ucap Presiden.

    Dengan dukungan anggaran yang makin besar itu pula, Presiden menyerukan untuk melanjutkan peningkatan daya tempur dan kemampuan pertahanan TNI di ketiga angkatan. “Upaya modernisasi, pengembangan, penggantian serta pemeliharaan alutsista, sangat penting untuk mewujudkan postur TNI dengan kemampuan penangkalan yang tinggi, dan kemampuan melaksanakan tugas-tugas operasional yang efektif. Pada tahun-tahun mendatang, anggaran pertahanan negara akan terus diperbesar, agar postur militer kita makin kuat, sehingga misi penegakan kedaulatan negara dan penjagaan keutuhan wilayah dapat kita laksanakan dengan efektif,” ujar Kepala Negara.

    Sumber : Jurnas
    Readmore --> SBY : Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional

    Presiden: Optimalkan Alutsista Buatan Dalam Negeri

    Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta TNI memaksimalkan penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) produksi dalam negeri. Pengadaan alutsista ini akan terus ditingkatkan dengan penambahan anggaran pertahanan.

    "Pastikan peningkatan alutsista. Optimalkan produk industri pertahanan nasional untuk TNI, dan hentikan ketergantungan yang tak perlu ke luar negeri untuk alutsista,"kata Presiden dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 66 di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10).

    Menurut Presiden, pemerintah telah berkomitmen membangun kekuatan pertahanan dengan memenuhi minimum essential forces (MEF). Komitmen ini dibuktikan dengan peningkatan alokasi dana TNI untuk tahun anggaran 2012 sebesar lebih dari 35 persen, dari yang semula 47,5 menjadi 64,4 persen.

    Presiden berharap, dengan penambahan anggaran ini TNI dapat melakukan peremajaan dan modernisasi alutsista untuk ketiga matra sehingga dapat meningkatkan daya tempur di tiga angkatan. “Sangat penting mewujudkan postur TNI untuk melaksanakan tugas yang efektif. Tahun mendatang akan terus diperbesar. Agar misi penegakan dan penjagaan keutuhan wilayah dapat dilaksanakan dengan berhasil," jelas Presiden.

    Ditambahkan Presiden, TNI juga harus dapat mengatasi tantangan faktual yang terjadi seperti di Selat Malaka, aksi terorisme, persoalan perbatasan, penanganan bencana alam serta meningkatkan kerja sama dengan komponen bangsa lainnya.

    Presiden memerintahkan Kementerian Pertahanan dan kementerian terkait untuk berkoordinasi dalam membangun kekuatan pertahanan yang makin tangguh. Langkah ini diharapkan selaras dengan pengoptimalisasian produk industri pertahanan dalam negeri.

    Hal yang tak kalah penting, kata Presiden, adalah peningkatan SDM dengan pengujian didalam latihan agara dapat sejalan dengan modernisasi alutsista.

    Sumber : Jurnas
    Readmore --> Presiden: Optimalkan Alutsista Buatan Dalam Negeri

    Wednesday, October 5, 2011 | 8:07 PM | 0 Comments

    PT PPA Akan Biayai Produksi NC-295 Buatan PT DI

    Jakarta - PT Dirgantara Indonesia dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) serta Airbus Military melakukan perjanjian kerjasama pembuatan dan pemasaran pesawat-pesawat buatan PT DI ke luar negeri.

    Perjanjian Kerja Bersama atau teaming agreement masing-masing ditandatangani oleh Direktur Utama PT DI Budi Santoso, Direktur Utama PT PPA Boyke W Mukijat dan CEO Airbus Military, Domingo Urena Raso di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

    Teaming Agreement merupakan implementasi dari Perjanjian Kerjasama Strategis (Strategic Collaboration Agreement) diantara ketiga perusahaan yang telah ditandatangani pada tanggal 6 Juli 2011 lalu di hadapan Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar.

    Dengan dukungan pembiayaan dari PT PPA, maka PTDI akan memiliki peluang untuk memasarkan dan memproduksi bersama NC295 dengan Airbus Military dan pesawat ini sudah digunakan oleh negara-negara seperti Korea Selatan, Vietnam dan Thailand.

    "Dengan performa yang sudah diuji di negara-negara tersebut, maka NC295 juga dapat mendukung kebutuhan TNI Angkatan Udara dan direncanakan menggantikan armada Fokker 27 yang hampir habis masa pakainya," kata Budi Santoso.

    Teaming agreement ini dianggap akan membuka peluang besar khususnya bagi
    PT DI untuk tetap eksis setelah tahun 2014 mendatang. NC295 saat ini merupakan pesawat yang cukup kompetitif. Bagi PT DI memproduksi NC295 merupakan langkah lanjut karena
    sudah mengenal lama C212 dan CN235, yang merupakan generasi sebelumnya.

    Dengan masuknya pesawat terbang NC295 ke dalam jajaran produk yang dihasilkan PT DI, maka ragam produk yang dihasilkan juga makin bertambah, PT DI menjual upper medium class untuk memenuhi kebutuhan ALUTSISTA Pemerintah RI dan juga pasar di Asia Pasifik.

    Sumber : Tribun
    Readmore --> PT PPA Akan Biayai Produksi NC-295 Buatan PT DI

    Kadispen TNI AL : Armada TNI AL Sebagian Besar Berumur 20 Tahun Lebih

    Jakarta - Kadispen TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, membenarkan jika armada laut yang dimiliki AL sudah berusia tua di atas 20 tahun. Namun, ia membantah jika armada laut TNI AL sudah tidak layak untuk digunakan.

    "Benar adalah kalau sebagian besar kapal kita sudah berumur 20 tahun ke atas. Soal berapa presentasenya saya belum tahu," ujar Untung, usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI 66 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/10/2011).

    Menurut Untung, armada laut yang sudah berusia tua bukan berati sudah tidak layak pakai. Ia mencontohkan bahwa, KRI Dewa Ruci yang sudah berumur 50 tahun lebih, masih tetap tangguh.

    "KRI Dewa Ruci buktinya bisa mengelilingi dunia di usia seperti itu," kata Untung.

    Guna mengoptimalkan armada laut TNI AL, Untung mengatakan pihaknya akan melakukan penghapusan bagi Kapal yang sudah hilang kekuatan. Idealnya sebuah tapal tempur hanya bisa beroperasi selama 30 tahun.

    "KRI Dewa Ruci juga akan diganti. Namun kita belum tahu penggantinya," ucapnya.

    Sebelumnya pada Rabu (4/10/2011), LSM Imparsial menyatakan, dari 148 KRI. Hanya 50 persen armada laut TNI AL sudah berusia di atas 20 tahun dan sudah tidak layak.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Kadispen TNI AL : Armada TNI AL Sebagian Besar Berumur 20 Tahun Lebih

    DPR : Anggaran Alutsista 2012 Hanya Untuk Alutsista Lokal

    Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat dengan pemerintah untuk menambah anggaran pembelian alat utama sistem persenjataan atau alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2012 .

    "Kita sepakati alutsista perlu kita tambah anggarannnya," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Komplek DPR, Rabu (5/10/2011).

    Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam perayaan HUT ke-66 TNI mengatakan, ada peningkatan anggaran pertahanan negara dari Rp 47,5 triliun pada 2011 menjadi Rp 64,4 triliun pada 2012. Sebagian anggaran itu, kata Presiden, digunakan untuk melakukan peremajaan, modernisasi, serta kualitas pemeliharaan dan kesiapan alutsista TNI.

    Priyo menilai alutsista TNI sudah kuno untuk ukuran negara sebesar Indonesia. Dia membandingkan anggaran alutsista Indonesia yang lebih kecil dibanding Rusia dan China serta membandingkan alutsista TNI yang kalah dibanding milik tentara Malaysia dan Singapura.

    Untuk itu, lanjut Priyo, diperlukan perbaikan alutsista baik segi kualitas maupun kuantitas. Nantinya, kata dia, pimpinan DPR dan pimpinan Komisi I sepakat agar Kementerian Pertahanan dan setiap angkatan di TNI menyusun daftar alutsista yang sangat diperlukan.

    "Ini penting karena jangan sampai terkesan dana besar yang kita berikan ini hanya untuk beli-beli saja tanpa ada ikhtiar, tanpa tingkatkan alat-alat canggih kemiliteran kita," ucap politisi Partai Golkar itu.

    Priyo menambahkan, pimpinan DPR dan Komisi I juga sepakat agar lebih mengutamakan membeli produk dalam negeri. Pasalnya, kata dia, produk Indonesia sudah digunakan tentara di negara lain.

    "Militer kita malah menengok saja kagak. Ini salah kaprah yang harus diluruskan. Kalau persyaratan itu tidak dipenuhi (membeli produk lokal), mungkin rencana kami menaikkkan anggaran militer urung dipenuhi," pungkas Priyo.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> DPR : Anggaran Alutsista 2012 Hanya Untuk Alutsista Lokal

    English News : Development Of S-500 Air Fefense Systems Behind Schedule

    Moskow - The development of Russia's formidable S-500 air defense system is lagging behind schedule by at least two years, the Izvestia daily said on Wednesday citing a defense industry source.

    According to the source, the first prototypes will be ready and tested by 2015, while the deliveries to the Russian army could start in 2017 at the earliest.

    "The production cycle of this system is about two years. Therefore, even if the prototypes are ready by 2015, the military will not receive production models earlier than in 2017," the source said.

    A source in the Russian Defense Ministry confirmed that the earlier announced schedule of S-500 deliveries in 2015 was "too optimistic," as the prototypes should have already been undergoing field tests to meet the deadlines.

    The S-500, a long-range air defense missile system, is expected to become the backbone of a unified aerospace defense system being formed in Russia.

    The system is expected to have an extended range of up to 600 km (over 370 miles) and simultaneously engage up to 10 targets.

    The Russian military has demanded that the system must be capable of intercepting ballistic missiles and hypersonic cruise missiles and plans to order at least ten S-500 battalions for the future Russian Aerospace Defense.

    Source :  RIA
    Readmore --> English News : Development Of S-500 Air Fefense Systems Behind Schedule

    SBY : Jadilah Tentara yang Dicintai Rakyat

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika menyampaikan instruksinya pada Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (5/10/2011), berharap TNI dapat menjadi tentara yang mencintai dan dicintai rakyat.

    "Kepada seluruh prajurit TNI di mana pun saudara berada, jalankan tugas dengan penuh kesungguhan. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang, yang dicintai dan mencintai rakyat," kata Presiden.

    Turut hadir pada HUT ke-66 TNI, antara lai, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Ibu Herawati Boediono, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono beserta pimpinan TNI, anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara, duta besar negara sahabat, dan lainnya.

    Presiden mengatakan, 66 tahun yang lalu, TNI lahir dari rahim rakyat, berjuang bersama rakyat, dan membangun untuk kepentingan rakyat. Lebih dari enam dasawarsa, TNI telah menorehkan sejarah gemilang dalam membela, mempertahankan, dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Pada kesempatan itu, Presiden mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada prajurit TNI yang telah dan sedang melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara, mengemban tugas di perbatasan negara dan pulau-pulau terdepan, serta mengemban tugas misi perdamaian di berbagai belahan dunia.

    "Secara khusus saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas operasi militer TNI untuk membebaskan kapal dan warga negara Indonesia yang disandera oleh perompak Somalia, termasuk kesiapan melaksanakan operasi militer lanjutan jika diperlukan, demi kehormatan dan nama baik negara kita. Kita semua berharap, ke depan TNI dapat terus meningkatkan pengabdiannya dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya sesuai amanat konstitusi," kata Presiden.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> SBY : Jadilah Tentara yang Dicintai Rakyat

    Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 TNI Lebih Sederhana Dari Tahun Lalu

    Jakarta - Upacara peringatan ulang tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) hari ini, Rabu 5 Oktober 2011, berlangsung lebih sederhana dibanding tahun lalu. Upacara kali ini digelar untuk kalangan terbatas di Plaza Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

    Jika tahun sebelumnya upacara dibuka untuk masyarakat umum dan diwarnai dengan demonstrasi akrobatik dari pesawat-pesawat tempur dan latih TNI, kali ini pesawat-pesawat itu hanya melintas dari ketinggian tertentu di atas markas besar TNI. Dua pesawat yang akan melintas adalah Sukhoi 27 dan Hawk 100/200.

    Namun, gelar persenjataan tetap dilakukan dalam upacara kali ini. Antara lain, 4 peluru kendali rudal detasemen artileri pertahanan udara Kodam Jaya, 8 kendaraan taktis Anoa Batalyon Infanteri Mekanis 201/Kodam Jaya, 2 unit roket multi laras 70 grade Marinir, 4 unit tank BMP-3 F Marinir, 2 unit tank Howitzer Marinir, 2 unit landing vehicle tank, 2 unit radar portabel milik Pasukan Khas TNI Angkatan Udara dan 3 unit helikopter terdiri dari helikopter MI35 TNI AD, helikopter Bell TNI AL dan helikopter Super Puma TNI AU.

    Selain itu, dalam upacara HUT TNI kali ini juga akan ditampilkan demonstrasi terjun payung dari anggota TNI dan kepolisian, beladiri militer Yong Moodo, beladiri militer MAA, rampak beduk, dan tarian dari daerah Papua.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 TNI Lebih Sederhana Dari Tahun Lalu

    Presiden : TNI Dan Polri Harus Bersatu Mencegah Aksi Teror dan Kekerasan

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut berperan menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Beberapa waktu terakhir ini Indonesia menghadapi gangguan keamanan seperti aksi terorisme, bentrokan sosial, benturan horizontal, dan kegiatan separatis.

    "Saya instruksikan aparat melakukan pencegahan dan tindakan yang efektif terhadap terorisme dan aksi kekerasan," kata SBY dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.

    Presiden SBY mengatakan rakyat tidak boleh mendapat ancaman dan gerakan separatis tidak boleh mengancam keutuhan bangsa. Aparat keamanan dan TNI harus bisa melindungi dan mengayomi masyarakat. "Ini harus dicegah dan dihentikan, keamanan dan keutuhan itu menjadi tanggung jawab kepolisian, tapi TNI bisa ikut mencegah aksi kekerasan dan terorisme," ujar SBY.

    Dia mengatakan peran dan tugas yang cukup besar dalam menjaga keamanan dan keutuhan negara merupakan komitmen TNI di masa reformasi. TNI kini telah menjalankan tugasnya secara profesional. Dulu, kata SBY, TNI sering dikritik dalam perannya pada sosial dan politik. Kini TNI murni menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang, sesuai dengan demokrasi, menghormati aturan hukum (rule of law), dan hak asasi manusia.

    Selain TNI dan polisi, SBY juga meminta peran intelijen dalam mengantisipasi segala aksi yang bisa mengancam keutuhan dan keamanan negara. TNI, kata dia, bisa meningkatkan perannya dalam komando teritorial hingga ke daerah.

    Dalam upacara Hari Ulang Tahun ke-66 TNI itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Kristiani Herrawati, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

    Peringatan ini dimeriahkan demonstrasi flypass pesawat tempur TNI Angkatan Udara, free fall, bela diri militer Yong Moodo, bela diri militer MAA, rampak bedug, dan tarian Papua. TNI juga memamerkan persenjataan, peluru kendali PORRAD Detasemen Artileri Pertahanan Udara, kendaraan taktis Anoa, roket multilaras 70 Grade Marinir, BMP-3 F, Howitzer, radar portabel Paskhas, dan helikopter TNI.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Presiden : TNI Dan Polri Harus Bersatu Mencegah Aksi Teror dan Kekerasan

    Presiden : Tahun 2012, Anggaran Belanja TNI Meningkat 35 Persen

    Jakarta - Seiring dengan tugas berat yang diemban, pemerintah berkomitmen meningkatkan anggaran bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah telah menyiapkan rencana untuk menaikkan anggaran belanja TNI pada 2012 hingga 35 persen. Peningkatan anggaran itu terutama untuk pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

    Pemerintah, kata SBY, akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 64,4 triliun untuk TNI pada 2012, meningkat dari anggaran tahun 2011 sebesar Rp 47,5 triliun. "Mendorong dan pengembangan alutsista sangat penting," kata SBY dalam sambutannya di upacara HUT ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.

    Pembaruan persenjataan, kata SBY, juga harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia di jajaran TNI. Untuk meningkatkan kemampuan aparat TNI, SBY menilai perlu digelar latihan gabungan. Latihan gabungan juga perlu dilakukan bersama negara-negara lain.

    SBY berharap tambahan anggaran nantinya juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Menurut dia, pemerintah tetap memedulikan nasib para prajurit yang telah memberikan pengabdian kepada bangsa.

    Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyampaikan terima kasihnya atas peran TNI dalam upaya pembebasan Kapal Sinar Kudus yang dibajak para perompak Somalia beberapa waktu lalu.

    Dalam upacara itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Kristiani Herrawati, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

    Peringatan ini dimeriahkan demonstrasi flypass pesawat tempur TNI Angkatan Udara, free fall, bela diri militer Yong Moodo, bela diri militer MAA, rampak bedug, dan tarian Papua. TNI juga memamerkan persenjataan, peluru kendali PORRAD Detasemen Artileri Pertahanan Udara, kendaraan taktis Anoa, roket multilaras 70 Grade Marinir, BMP-3 F, Howitzer, radar portabel Paskhas, dan helikopter TNI.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Presiden : Tahun 2012, Anggaran Belanja TNI Meningkat 35 Persen

    DPR : TNI Harus Modernisasi Alutsista

    Jakarta - Modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai belum berjalan dengan baik. TNI didesak segera melakukan modernisasi mengingat besarnya anggaran yang didapat.

    Demikian dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pramono Anung di Komplek DPR, Rabu (5/10/2011). Pramono dimintai tanggapan HUT ke-66 TNI.

    Pramono menyoroti angkatan laut dan udara yang belum melakukan perbaikan alutsista. Pramono membandingkan kekuatan persenjataan TNI AU yang kalah kuat dibanding negara tentangga yakni Malaysia dan Singapura. Padahal, wilayah kedua negara itu jauh lebih kecil.

    "Sederhana saja, pengadaan radar. Radar kita belum mencakup seluruh negara kesatuan. Jadi, kalau ada pesawat perang masuk, kita belum bisa mendeteksi secara keseluruhan. Harusnya moderinasi sudah dilakukan," ucap dia.

    Meski demikian, Pramono menilai positif reformasi di internal TNI yang berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari permasalahan di tubuh TNI yang lebih kecil dibanding institusi lainnya.

    "Sekarang TNI sudah bisa menempatkan diri sebagai penjaga pertahanan negara. Itu tentunya kita berikan apresiasi kepada TNI. Itu tidak gampang, tapi mereka bisa melakukan," pungkas politisi PDI-P itu.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> DPR : TNI Harus Modernisasi Alutsista

    Panglima TNI : Alutsista yang Modern Tingkatkan Moril Prajurit

    Jakarta - Keberadaan alutsista yang modern dan kesejahteraan prajurit yang makin meningkat, akan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI, termasuk meningkatkan moril para prajurit dalam mengemban tugas-tugas yang diberikan oleh negara.

    Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Laksamana Muda TNI Ir. Sudirman, S.E., M.A.P saat bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (5/10).

    Peringatan HUT ke-66 TNI di Mabesal diikuti sekitar dua ribu personel yang terdiri dari Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS TNI AL yang berdinas di lingkungan Mabesal. Selain digelar di Mabesal peringatan yang sama juga dilaksanakan di seluruh Kotama dan Satuan TNI AL di segenap penjuru tanah air dan termasuk di luar negeri. Di samping itu, sebagian pasukan TNI AL juga melaksanakan Upacara Peringatan HUT TNI di Markas Besar TNI dengan inspektur upacara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. mengatakan, tema peringatan HUT ke-66 TNI Tahun 2011 ini adalah ”Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme, TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI”. “Tema ini merefleksikan niat, tekad dan semangat seluruh keluarga besar TNI untuk berbuat dan berkarya dengan lebih baik, lebih berkualitas dan lebih berkapasitas. Disamping itu, tema ini dapat dimaknai sebagai komitmen dan upaya TNI untuk mengingatkan bahwa seluruh komponen bangsa dan setiap warga negara memiliki tanggung jawab dalam pembelaan negara,” katanya.

    Panglima TNI juga mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat luas, dengan posisi geografis yang amat strategis, tentu memerlukan sistem pertahanan yang tangguh dan didukung oleh tentara yang kuat dan profesional. Dalam membangun kemampuan tangkal tersebut, lanjut Panglima TNI, Pemerintah telah memberikan perhatian besar pada pembangunan kekuatan TNI, melalui upaya modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan dan pembangunan “Kekuatan Minimal” serta peningkatan kesejahteraan prajurit. “Bahkan pada RAPBN 2012, Pemerintah telah menaikan anggaran pertahanan yang signifikan dari anggaran di tahun sebelumnya,” kata Panglima TNI.

    Menurut Panglima TNI, sesuai amanah konstitusi, TNI mengemban tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. “Sebagai manifestasi dari peran internasional, TNI mengemban tugas pemeliharaan perdamaian di berbagai wilayah konflik di dunia. Di samping itu, TNI juga melaksanakan berbagai tugas, untuk membantu masyarakat mengatasi kesulitan atau kedaruratan tertentu, seperti bencana alam. Tugas-tugas konstitusional itu dilaksanakan baik melalui operasi militer untuk perang, maupun operasi militer selain perang,” lanjut Panglima TNI.

    Sumber : Pikiran Rakyat
    Readmore --> Panglima TNI : Alutsista yang Modern Tingkatkan Moril Prajurit

    TNI Pamerkan Alutsista di Hari Ulang Tahunnya ke-66

    Jakarta- Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan hari ulang tahunnya ke-66 pada hari ini, Rabu 5 Oktober 2011. Dalam perayaan HUT TNI kali ini pasukan upacara akan menggelar beberapa alat utama sistem senjata (alutsista).

    Perayaan yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur ini dimulai tepat pukul 09.00
    WIB. Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam acara tersebut. Hadir pula para pejabat TNI seperti Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, KSAL Laksamana TNI Soeparno dan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat. Selain itu sejumlah menteri di kabinet tampak hadir.

    HUT TNI ke 66 ini bertema "Dengan keterpaduan dan profesionalisme, TNI bersama komponen bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI".

    Sejumlah alutsista yang dipamerkan diantaranya empat pucuk peluru kendali (Rudal) PORRAD Datasemen Artileri Pertahanan Udara (Denarhanud) Rudal 003/Kodam Jaya. Delapan unit Kendaraan Taktis (rantis) ANOA (empat unit putih dan empat unit loreng) batalyon infanteri mekanis 201/kodam jaya. Dua unit roket multi laras 70 grade marinir. Empat unit BMP tiga F marinir. Dua unit HOWITZER Marinir. Dua unit LVT-7 Marinir. Dua unit Radar Portable Paskhas. Tiga Unit Helikopter TNI (1 MI 35 TNI AD, satu unit Bell TNI AL, dan satu unit Super Puma TNI AU).

    Perayaan ini juga diwarnai oleh aksi demonstrasi dari para anggota TNI seperti Fly Pass Pesawat Tempur TNI AU, Free Fall, Beladiri Militer Yong Moodo, Beladiri Militer MAA, Rampak Bedug dan Tarian Papua. Terakhir acara tambahan yakni penandatanganan sampul hari pertama perangko seri TNI.

    Hingga pukul 09.15 WIB acara masih berlangsung. Presiden menjadi inspektur upacara di mimbar kehormatan didampingi pejabat-pejabat TNI.(DETIK/WDN)
    Readmore --> TNI Pamerkan Alutsista di Hari Ulang Tahunnya ke-66

    KSAL : Armatim Akan Geser Ke Sorong

    Jakarta - Dalam kurun 2010–2014, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengembangkan kekuatan dengan membentuk armada, satuan, dan skuadron baru.

    Pengembangan ini diharapkan berjalan dengan tidak sertamerta diikuti penambahan jumlah personel.Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, postur dan struktur yang dikembangkan ke depan bercirikan peningkatan profesionalisme TNI dengan memusatkan diri pada tugas-tugas pertahanan, baik dalam bentuk operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

    “Dalam konteks ini, fokus pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan alutsista menjadi agenda mendesak,” katanya seusai geladi bersih peringatan HUT ke-66 TNI di Jakarta kemarin. Agus menyebut, hingga 2014 tersebut akan dibentuk armada laut, satuan angkatan darat, dan skuadron udara baru.

    Untuk TNI Angkatan Laut diharapkan sudah terbentuk armada baru. “Dalam kurun waktu tersebut dibangun menjadi tiga armada (sebelumnya dua, timur dan barat) dan tiga Pasmar,”ujarnya. Adapun untuk TNI Angkatan Darat, diharapkan Kostrad menambah satu Divisi Lanud, satu Yonarmed,dua Brigif,dan dua Yonif.

    “Di beberapa Kodam juga dibangun satuan tempur setingkat Brigade dan Batalion,” sebut dia. Sedangkan matra udara membentuk empat skuadron udara berbagai jenis pesawat dan helikopter. “Juga tiga satuan radar dan tiga detasemen khusus, serta mengembangkan Paskhas dan pembentukan beberapa Lanud,”bebernya.

    Program-program pengembangan tersebut harus sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam setiap pembentukan satuan.“Pertama ada rezising, kedua adalah zero growth.Ini perlu dipegang, sehingga pembentukan satuan baru tidak serta-merta menambah jumlah personel.Tapi,relokasi sedemikian rupa sehingga jumlah personel kita pertahankan,” tegasnya.

    Panglima menekankan, kedua rambu-rambu tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki postur anggaran di tubuh TNI. Pihaknya menghindari adanya pembengkakan anggaran untuk keperluan belanja pegawai karena akan berdampak pada ketersediaan anggaran bagi belanja modal.

    “Kalau sebagian besar untuk belanja pegawai, yang untuk perawatan dan penambahan alutsista jadi berkurang. Untuk kita konsisten dengan perencanaan kita, menambah satuan bisa, tapi tidak sertamerta mengembangkan jumlah personel,”tandas Agus.

    Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menuturkan, dengan adanya pengembangan armada, maka nantinya jumlah armada menjadi tiga setelah selama ini hanya ada dua,yakni Armada Barat dan Armada Timur.“Nanti ada Armada Tengah. Tapi, pelaksanaannya tidak bisa sulapan. Kami harus menyiapkan sarana dan prasarana, anggaran, juga penataan personel sesuai arahan Panglima TNI agar memerhatikan zero growhtdan rezising,”tuturnya.

    Karena itu, lanjut dia, pihaknya harus menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan bagi pembentukan sebuah armada.“Alutsista yang ada akan dibagi rata sesuai dengan kebutuhan masing-masing, termasuk personel. Jadi, tidak ada penambahan personel, tidak ada penambahan alutsista secara signifikan. Kita atur alutsista itu bagaimana sesuai kebutuhan masing-masing,” terang Soeparno.

    Dia menerangkan, ada beberapa hal yang mendasari pembentukan armada baru tersebut,yakni adanya daerah rawan di setiap armada, adanya tiga alur laut di Kepulauan Indonesia yang tiap alur akan diawasi oleh masing-masing armada. “Juga perbandingan luas laut tiap-tiap armada,dan jumlah alutsista untuk diversinya agar merata,”sebut dia.

    Soeparno menambahkan, untuk markas komando Armada Barat nanti berada di Jakarta. Sedangkan Armada Timur dari semula di Surabaya menjadi Sorong, serta Armada Tengah di Makassar.“Tiga armada ini dibawahi oleh Komando Wilayah Laut RI atau Kowila. Diharapkan nanti perwira bintang tiga,”katanya.

    Sebelumnya,Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku telah memperhitungkan berapa jumlah skuadron udara yang akan dibangun, termasuk di mana saja lokasinya. Namun, mantan menteri ESDM ini enggan untuk menerangkan secara lebih detail. “Cukup banyak, lebih dari tiga skuadron,”kata dia.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> KSAL : Armatim Akan Geser Ke Sorong

    Tuesday, October 4, 2011 | 7:07 PM | 0 Comments

    Airbus Akan Bantu PT DI Asal Dapat Jatah Proyek Pembuatan Pesawat Fokker

    Jakarta - Airbus Military bakal membantu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk merestrukturisasi perusahaan dengan menjalin kerja sama usaha. Sebagai imbalan, Airbus minta kemudahan mengantongi pesanan pesawat yang akan dibuat Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    "Airbus minta supaya Fokker, salah satu perusahaan yang diakuisisi Airbus ini, untuk mendapat jatah pesanan pesawat yang akan dibuat Kemenhan," ujar Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Selasa (4/10).

    Sekadar informasi, PT DI merupakan sub kontraktor untuk industri pesawat terbang besar di dunia, seperti Airbus dan Boeing.

    Tak hanya terkenal sebagai produsen pesawat berbadan besar seperti Airbus A320, perusahaan ini juga ahli membuat prototipe pesawat komersial dan militer.

    Hidayat menjelaskan, dalam kerja sama restrukturisasi, Airbus tak hanya membantu melakukan bimbingan teknis dan kinerja selama satu hingga dua tahun, namun juga membantu penjualan pesawat ke luar negeri, di luar wilayah ASEAN.

    Dalam program restrukturisasi ini, Airbus pun berperan sebagai konsultan dengan membantu menyusun program kerja. "Setelah bimbingan teknis selesai, kedua perusahaan itu nanti akan melanjutkan kesepakatan kerja sama patungan," ujarnya.

    Sumber : KONTAN
    Readmore --> Airbus Akan Bantu PT DI Asal Dapat Jatah Proyek Pembuatan Pesawat Fokker

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.