ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, August 31, 2012 | 8:10 AM | 0 Comments

    Menhan Serahkan Cetak Biru Riset dan Pengembangan Produk Peralatan Alutsista Kepada Presiden

    Bandung - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi ibu Lis Purnomo Yusgiantoro bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono serta sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke 17 Tahun 2012 di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (30/8). Pada acara Peringatan Harteknas ini, Menhan menyerahkan cetak biru riset dan pengembangan produk peralatan pertahanan dan keamanan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

    Cetak Biru ini dibuat dengan maksud untuk memberikan arah, kerangka kebijakan, pedoman dan prioritas utama dalam riset dan pengembangan produk alat peralatan pertahanan dan keamanan, selaras dengan rencana pencapaian kebutuhan pokok minimum hingga postur ideal alat peralatan pertahanan dan keamanan. Sementara itu, acara puncak Harteknas yang bertema "Inovasi untuk Kemandirian Bangsa" dan dipusatkan di Bandung tersebut, antara lain menggelar berbagai kegiatan antara lain Pameran Ritech Expo, Karnaval Kreativitas Iptek dan The 10th Triple Helix International Conference.

    Pada Peringatan Harteknas itu, Presiden RI bersama para Menteri juga berkesempatan menyaksikan pameran mobil listrik karya putera puteri bangsa yang berasal dari lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Univesitas Sebelas Maret (UNS).

    Pada kesempatan tersebut, Menristek juga memberikan penghargaan Anugerah Iptek 2012 kepada 14 orang, yang terbagi dalam lima kategori, yakni Anugerah Iptek Kategori Pemerintah Provinsi, Anugerah Iptek Kategori Kreativitas dan Inovasi Masyarakat, Anugerah Iptek Kategori Pranata Litbang, Anugerah Iptek Kategori Duta Iptek, dan Anugerah Iptek Kategori Peneliti Wanita.

    Dan dengan pemberian Anugerah Iptek tersebut, diharapkan penelitian dan pengembangan Iptek dapat lebih bertumpu pada kebutuhan masyarakat, mencari solusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mendorong pemenuhan kebutuhan riset yang lebih aplikatif.

    Usai menghadiri Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17, Menhan beserta rombongan kembali melanjutkan kunjungan kerjanya ke salah satu Industri Pertahanan dalam Negeri, yang berbasis pada penyiapan kelengkapan pendukung operasional bagi TNI, yakni PT Langit Biru Parasut.

    Sumber : DMC
    Readmore --> Menhan Serahkan Cetak Biru Riset dan Pengembangan Produk Peralatan Alutsista Kepada Presiden

    Menhan Kunjungi Pabrik Parasut di Bandung

    Soreang - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro, mengunjungi pabrik parasut yang dibuat oleh PT Langit Biru Parasut di Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/8/12).

    Menurut dia, di Indonesia hanya ada dua pabrik yang khusus memproduksi parasut. Pertama di Katapang Kabupaten Bandung dan satu lagi di Tulungagung, Jawa Timur. Dari kualitas dan kapasitas kekuatan produksinya, Menhan merasa optimistis.

    "Indonesia bisa menjadi salah satu produsen alat-alat militer. Apalagi kebutuhan parasut untuk militer dalam negeri bisa dipenuhi oleh kedua produsen tersebut," ujarnya.

    "Kami berniat mempromosikan peralatan militer yang diproduksi di Indonesia. Seperti parasut ini, paling tidak bisa dipromosikan kepada negara-negara di Asia," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang datang bersama rombongan Komite Kebijakan Industri Pertahan (KKIP) usai menghadiri hari kebangkitan teknologi di Gedung Merdeka Bandung pada Kamis (30/8) pagi.

    Dalam kunjungan tersebut, Menhan sangat tertarik melihat para karyawan yang rata-rata tenaga ahli dibidangnya itu bekerja di pabrik parasut tersebut.

    Terlebih, di pabrik tersebut, kini tengah mengembangkan parasut tanpa awak yang hanya dikendalikan menggunakan GPS. Parasut tanpa awak ini, diperuntukan sebagai alat angkut amunisi, cadangan makanan. Parasut tanpa awak ini memikiki kapasitas angkut hingga 250 kilogram.

    "Dalam kebangkitan teknologi Nasional ini, saya berharap dan memiliki keyakinan, bahwa industri pertahanan Indonesia juga bisa lebih maju dan berkembang. Sehingga, selain bisa di ekspor juga dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap produk alat pertahanan dari luar negeri,"katanya.

    Sumber : Pikiran Rakyat
    Readmore --> Menhan Kunjungi Pabrik Parasut di Bandung

    Dalantamal I : TNI AL Bersiaga di Pulau Berhala

    Deli Serdang - TNI Angkatan Laut belum lama ini menggelar patroli di perbatasan Selat Malaka. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi adanya pasukan asing yang ingin merebut Pulau Berhala di Kabupaten Serdang Bedagai, dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Boa, patroli digelar di perbatasan Selat Malaka antara Indonesia dan Malaysia.

    Guna melengkapi peralatan tempur pasukan TNI yang ada di Pulau Berhala, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) I Belawan Laksamana Pertama Bambang Soesilo menyerahkan satu unit perahu karet. Ia pun berjanji akan segera membangun landasan helikopter, sehingga akan memudahkan gerak pasukan bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

    Pada 2011, beberapa nelayan Indonesia sempat diberondong tembakan oleh pasukan patroli Diraja Malaysia. Sementara, puluhan lainnya ditangkap ketika mencari ikan di Pulau Berhala, yang masih berada di wilayah Indonesia. Pemerintah Malaysia sempat mengklaim bahwa pulau tersebut masuk ke wilayahnya.

    Sumber : Liputan 6
    Readmore --> Dalantamal I : TNI AL Bersiaga di Pulau Berhala

    Thursday, August 30, 2012 | 7:39 PM | 0 Comments

    Lanud Abd. Saleh : Empat Super Tucano Akan Tiba 2 Agustus

    Malang - Skuadron 21 Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdurachman (Abd) Saleh Kecamatan Pakis Kabupaten Malang akan kedatangan empat unit pesawat latih tempur Super Tucano.

    Pesawat buatan pabrikan Embraer Brasil tersebut akan dijadwalkan datang pada Minggu (2/9) mendatang. Keberadaan Super Tucano tersebut untuk menggantikan pesawat latih tempur sebelumnya yakni OV 10 Bronco yang kini di gounded (dikandangkan) oleh Markas Besar (Mabes) TNI AU.

    Komandan Skuadron 21 Lanud Abd. Saleh Malang, James Yanes Singal, mengatakan Departemen Pertahanan (Dephan) memesan delapan pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi Alutsista TNI AU.

    “Dan kedatangan pesawat tersebut dilakukan oleh pabrikan Embraer secara bertahap. Dimana tahap pertama sebanyak empat pesawat dan empat unit lainnya akan didatangkan pada Maret 2013 mendatang,” kata James Yanes Singal di Malang, Kamis (30/8).

    Menurutnya, Skuadron 21 merupakan hanggar yang sebelumnya digunakan untuk shelter pesawat OV 10 Bronco. Pesawat Super Tucano nantinya juga tetap berada di shelter hanggar Skuadron 21. Terkait hal itu, pihak Lanud Abd Saleh sudah membangun shelter baru untuk Super Tucano.

    Di Skuadron 21, lanjutnya, juga dibangun gedung untuk mesin simulator yang digunakan latihan bagi para penerbang Super Tucano. Terkait kedatangan pesawat latih tempur Super Tucano tersebut, sebelumnya terdapat 12 orang penerbang yang menjalani training selama sebulan di Embraer Brasil.

    “Termasuk juga para teknisi dari berbagai skuadron lainnya juga ikut training di pabrikan tersebut. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam kedatangan Super Tucano sudah siap.”

    Acara seremonial penyerahan Super Tucano sendiri, kata dia, akan dilakukan pejabat Embraer Brasil kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan pada 17 September 2012 mendatang. Sedangkan pada Minggu (2/9) sifatnya hanya penerimaan kedatangan empat unit pesawat tersebut.

    “Yang menerima kedatangan Super Tucano di Lanud Abd Saleh Malang direncanakan Panglima Komando Operasi (Pangkoops) II Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna.”

    Sisa waktu dua minggu sebelum penyerahan pesawat tempur latih Super Tucano oleh Embraer Brasil kepada Pemerintah Indonesia, lanjut dia, digunakan untuk pemeriksaan secara menyeluruh kondisi pesawat. Pemeriksaan dilakukan antara pabrikan Embraer Brasil dengan TNI AU.

    “Empat unit pesawat tempur latih itu menempuh perjalanan dari pusat produksi pesawat Super Tucano di Brasil sampai ke Lanud Abd Malang selama 12 hari atau menempuh 56 jam perjalanan,” jelasnya.

    Sebab Super Tucano yang dipiloti oleh perusahaan pembuat pesawat tersebut harus singgah untuk menjalani istirahat di beberapa negara yang dilewati seperti Maroko, Spanyol, Italia, Qatar, India, dan Thailand.

    Sumber : CBN Cybernews
    Readmore --> Lanud Abd. Saleh : Empat Super Tucano Akan Tiba 2 Agustus

    KRI Klewang-625, Kapal Perang Siluman TNI AL

    Kalipuro – Proses pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran milik TNI AL sudah rampung. Kapal canggih yang diproduksi PT. Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, itu akan diluncurkan Jumat besok (31/8).

    Dalam peluncuran armada baru TNI AL yang diberi nama KRI Klewang itu akan hadir sejumlah perwira tinggi dari Mabes TNI AL. Kapal KCR Trimaran merupakan pesanan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk memperkuat armada TNI AL.

    Presiden Director PT. Lundin Industry Invest, Mr.John Lundin menjelaskan, KRI Klewang memiliki desain termuktahir yang dibuat berdasarkan model Trimaran atau kapal berlunas tiga. Bahan dasar yang digunakan adalah composite material dan memiliki panjang 63 meter.

    KRI Klewang, jelas Lundin, tergolong salah satu dari kapal terbesar berlunas banyak yang dibuat di kawasan Asia Tenggara. Dengan bentuk lunasnya yang radikal, kapal itu dapat melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 30 knots. “Kapal ini dapat menembus ombak lautan sampai setinggi enam meter,” jelas Lundin.

    Salah satu kemampuan KRI Klewang yang diunggulkan dan dibanggakan adalah stealth. Kapal ini didesain khusus agat tigak terdeteksi oleh radar mana pun. Sebab, desain KRI Klewang unik dan bahan dasarnya adalah carbon fiber.

    Carbon fiber memiliki karakteristik unik, yaitu tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja tapi lebih ringan.

    “KRI Klewang layak menjadi kebanggan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional,” tegas Lundin bangga.

    Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol Muhammad Nazif menambahkan, KRI Klewang merupakan satu-satunya kapal cepat combatan TNI AL yang menggunakan bahan composite. Tugas utama yang akan diemban kapal itu adalah sebagai kapal cepat rudal yang mampu melaksanakan operasi keamanan laut dan tempur laut.

    “Tugas tambahannya, patrol keamanan laut, pengamanan sumber daya alam dan objek vital di laut,” katanya.

    KRI Klewang bias melaksanakan patroli keamanan laut dengan kecepatan ekonomis dan operasi terus-menerus di daerah selama 10 hari. Selain itu, KRI Klewang juga mempunyai kecepatan tinggi dan mampu melaksanakan operasi laut gabungan dengan berbagai tipe kapal lain. “Kapal itu juga memiliki peralatan modern dalam rangka klasifikasi target sasaran, observasi, dan identifikasi,” jelasnya.

    Sumber : Radar Banyuwangi
    Readmore --> KRI Klewang-625, Kapal Perang Siluman TNI AL

    (Update) Kumpulan Foto KRI Klewang KCR Trimaran 63m



    Selamat Datang KRI Klewang KCR Trimaran 63 Buatan North Sea Boats.

    Foto ini saya ambil dari berbagai sumber bila ada yang tidak berkenan foto-foto dipublikasikan, saya akan menghapus foto ini.




    Foto diambil dari posisi depan samping kanan




    Foto diambil dari posisi depan samping kiri




    Foto para painter dalam pengecatan trimaran




    Foto diambil tampang belakang samping kiri.




    Foto diambil samping kiri bawah




    Foto diambil samping kanan bawah




    Foto diambil samping kanan bawah




    Foto diambil samping tengah kanan




    Foto diambil tampak depan




    Foto diambil tampak depan samping KRI Klewang-625




    Foto ruang kemudi KRI Klewang-625




    Foto Spesifikasi KRI Klewang-625




    Foto Proses Penarikan KRI Klewang-625




    Foto Proses Penarikan KRI Klewang-625




    Foto Proses Penarikan KRI Klewang-625




    Foto Proses Penarikan KRI Klewang-625




    Foto Proses Penarikan KRI Klewang-625






    Foto Proses Sea Trial KRI Klewang-625






    Foto Proses Sea Trial KRI Klewang-625






    Foto Proses Sea Trial KRI Klewang-625






    Foto Proses Sea Trial KRI Klewang-625






    Foto Proses Sea Trial KRI Klewang-625






    Foto Proses Sea Trial KRI Klewang-625


    Untuk sementara hanya beberapa foto ini dulu.

    Kontributor : Audryliahepburn, Uwa212, dan Kenyot

    Sumber : Lundin Fan Page
    Readmore --> (Update) Kumpulan Foto KRI Klewang KCR Trimaran 63m

    Berita Foto : Menhan Bicara Soal Pembelian Kapal Selam Korea

    Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgioantoro membuka sidang ke tujuh Komite Kebijkan Industri Pertahanan (KKIP) di ruang Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta, Rabu (29/08). Acara ini mengagendakan paparan cetak biru riset Alpalhankam, serta kebijakan pembangunan network industri pertahanan. Juga soal rencana pembelian 3 unit kapal selam dari Korea Selatan.



    Purnomo Yusgiantoro didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat (tengah), membuka sidang ke tujuh Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).



    Acara ini juga dihadiri oleh Panglima TNI Laksana TNI Agus Suhartono.



    Acara itu juga mengagendakan paparan cetak biru riset alpalhankam, serta kebijakan pembangunan network industri pertahanan dan paparan kapal selam melalui pengadaan 3 kapal selam dari Korea.



    Suasana sidang ke tujuh Komite Kebijkan Industri Pertahanan (KKIP).

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Berita Foto : Menhan Bicara Soal Pembelian Kapal Selam Korea

    Menhan : 2015 Sampai 2018, TNI AL Akan Terima Tiga Kapal Selam

    Jakarta - Indonesia tengah melakukan produksi gabungan kapal selam dengan negara Korea Selatan. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat membuat kapal selam sendiri di masa mendatang.

    "Kita sedang bangun 3 kapal selam dengan Korea Selatan. Nantinya, transfer teknologi itu mampu membuat Indonesia, untuk membuat kapal selam sendiri," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, saat jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

    Purnomo menjelaskan sampai saat Indonesia belum mampu membuat kapal selam karena keterbatasan SDM dan infrastruktur. Pembelian kapal selam dengan Korsel, dilakukan karena kedua negara sepakat untuk melakukan transfer teknologi.

    "Oleh karena itu diharapkan proses transfer teknologi ini dapat dilakukan, sehingga nantinya PT PAL dapat membuat kapal selam bahkan membuat pusat maintenance dan overhaul sendiri di Indonesia," sambung Purnomo.

    Sementara itu, Kapuskom Kemenhan Brijend TNI Hartind Asrind menjelaskan 3 kapal selam yang akan dibeli dari Korea Selatan, akan datang secara bertahap. Kapal selam pertama akan hadir pada tahun 2015, kedua akan hadir 2016 dan ketiga akan hadir 2018.

    "Untuk tahap 2 dan tahap 3, kapal selam itu dilakukan dengan joint production. Total ketiga kapal selam itu seharga USD 1,07 miliar," jelas Hartind.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Menhan : 2015 Sampai 2018, TNI AL Akan Terima Tiga Kapal Selam

    Menhan : Butuh US$ 170 Juta Untuk Mengupgrade PT PAL

    Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memulai pembuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri, yakni menyangkut pembuatan kapal selam. Dalam upaya tersebut, Kemhan akan menyerahkan kepada PT PAL.

    Pembuatan itu dapat dilakukan Kemhan setelah melakukan pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan melalui mekanisme transfer of technology (TOT). Karena itu, PT PAL sebagai pelaksana pembuatan nantinya akan segera diberdayakan.

    Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro yang juga merupakan Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), mengatakan, pembangunan kapal selam dalam negeri akan segera dimulai. "Karena itu PT PAL akan segera di upgrading," kata dia saat melakukan pemaparan dalam rapat KKIP ke-7, di Aula Bhineka Tunggal Ika Kemhan, Jakarta, Rabu (29/8).

    Kapal selam berteknologi diesel elektrik dengan jenis DSME 209 itu, lanjut Menhan, setelah dimulai dengan pembuatan di Korea yang akan selesai pada 20 Desember 2011 lalu, maka proses lanjutannya akan dilakukan di Indonesia. Sebagai persiapan, pembuatan akan dilakukan oleh PT PAL.

    Menurut Purnomo, pihaknya telah meminta PT PAL untuk segera mempersiapkan segala sumber daya demi melancarkan pembuatan. "Tentu saja PT PAL butuh peningkatan atau up grading," kata dia.

    Dalam dokumen Cetak Biru Riset dan Pengembangan Produk Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alparhankam), disebutkan bahwa anggaran pembangunan dan upgrading PT PAL mencapai 150 juta dolar AS. Yakni dengan rincian sebesar 77 juta dolar untuk fasilitas dan 73 juta untuk peralatan.

    Selain dana tersebut, anggaran lain yang disiapkan adalah jasa konsultan asing dan dalam negeri sebanyak 42 orang dengan besaran 35 juta dolar AS. Dalam dokumen itu juga, kebutuhan kapal selam pemerintah adalah sebanyak 10 sampai 12 buah.

    Kapal-kapal tersebut nanti digunakan untuk menjaga pertahanan laut NKRI di sejumlah corong strategis, seperti Selat Malaka bagian utara, Selat Sunda, Laut Natuna, Laut Sulawesi, dan Selat Bali. Purnomo mengatakan, dikarenakan Indonesia saat ini hanya memiliki dua unit kapal selam yang telah berusia lanjut. "Makanya kita butuh kapal selam tambahan untuk mengamankan perairan," kata dia.

    Sumber : Republika
    Readmore --> Menhan : Butuh US$ 170 Juta Untuk Mengupgrade PT PAL

    Menhan : Indonesia Butuh 12 Kapal Selam Sampai 2024

    Jakarta - Indonesia membutuhkan 12 unit kapal selam untuk mengamankan wilayah maritim dan mencapai kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force /EMF) hingga 2024 untuk memperkuat Indonesia sebagai negara kepulauan.

    "Sekitar 2/3 negara kita merupakan wilayah laut, sehingga perlu dijaga kapal selam. Jumlah kapal selam yang ditargetkan lebih dari 10 kapal selam," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai Sidang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Ke-7 di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu.

    Saat ini, kata dia, tiga kapal selam tengah dibuat yang bekerja sama dengan Korea Selatan. Satu kapal selam dibuat di Korsel, satu unit lainnya di buat bersama-sama dan satu unit lainnya dibuat di PT PAL.

    "Jika tiga kapal selam sudah dibangun, maka kita sudah memiliki lima kapal selam," ujarnya.

    Selanjutnya pembangunan kapal selam lainnya bisa dibuat di Indonesia dan yang sudah ada bisa di overhoule. "Ini tentu kita mendorong PT PAL mempersiapkan peralatannya, fasilitasnya agar dilengkapi, sehingga tidak hanya bisa melakukan `assembling` terhadap elemen-elemen kapal selam, tapi juga bisa membangun kapal selam sendiri," kata Menhan.

    Tentunya, kata dia, proses transfer teknologi dilakukan secara bertahap, apalagi Indonesia belum pernah membangun kapal selam.

    Dalam sidang KKIP VII itu, ada dua agenda yang dibahas, cetak biru riset produk peralatan pertahanan dan keamanan serta rencana kebijakan pembangunan network industri pertahanan dan penguasaan teknologi pembangunan kapal selam melalui pengadaan tiga kapal selam dari Korsel.

    Tinggi Di tempat yang sama, Menteri Perindustri MS Hidayat, mengatakan, kapal selam merupakan produk yang sangat "hitech" yang dimiliki oleh negara-negara mempunyai teknologi tinggi seperti Korsel, Jerman dan beberapa negara lain.

    "Indonesia bertekad membuat program kemandirian. Untuk membuat kapal selam itu tidak bisa sekaligus, tapi ini adalah suatu proses pembelian, dimana tahap demi tahap kita bisa menguasai teknologinya," katanya.

    Indonesia, kata dia, dalam jangka panjang membutuhkan 10 hingga 12 kapal selam. Yang kita gunakan membeli sambil membuat dan nantinya pada kapal selam keempat dan berikutnya, Indonesia sudah bisa membuat kapal selam tersebut. Tentu ini membutuhkan pengarahan sekian banyak kaum intelelektual, ujarnya.

    Sehingga, kata dia, setelah tahun 2024 Indonesia dapat memenuhi kebutuhan kapal selam dan sebagian besar teknologi itu sudah dikuasai. Namun, dalam tahap membuat tiga kapal selam tersebut Indonesia mutlak sudah bisa membuat sentral dari maintenance dan "overhoule" yang sangat dibutuhkan untuk operasinya.

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono berharap sebelum tahun 2024, target pembangunan 12 unit kapal selam sudah dapat terpenuhi karena Indonesia berkewajiban menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah maritim.

    Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam dan akan hadir tiga kapal selam tambahan dari Korea Selatan. Kapal selam asal Korsel tersebut dilakukan dengan "joint production" (produksi gabungan).

    "Kapal selam itu teknologi yang mutakhir, dengan adanya `joint production` ini diharapkan akan ada transfer teknologi supaya Indonesia dapat menguasai ilmu pembuatan kapal selam," katanya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Menhan : Indonesia Butuh 12 Kapal Selam Sampai 2024

    Wednesday, August 29, 2012 | 11:26 AM | 0 Comments

    Komisi I : Selama Indonesia Belum Bisa Buat, Tidak Masalah Beli Dari Luar Negeri

    Jakarta - Senjata buatan RI ternyata laris di luar negeri. Diminati sejumlah negara Timur Tengah, salah satunya Irak, juga Uganda, negeri nun jauh di Benua Afrika.

    Ini adalah pertanda baik. Anggota Komisi I DPR, Max Sopacua menilai laris manisnya senjata buatan Indonesia di Irak sebagai sebuah kemajuan di bidang teknologi persenjataan.

    "Kalau Pindad maupun perusahaan Dirgantara Indonesia bisa memproduksi itu kenapa tidak. Artinya ketika kualitas yang kita ciptakan dihargai oleh bangsa lain itu sebuah kemajuan," kata Max di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.

    Max berharap dengan rencana Irak dan Uganda yang akan memesan senjata dan pesawat dari Indonesia, akan ada peningkatan kerja, sehingga ke depan sumber daya manusia di Indonesia bisa memproduksi senjata dan pesawat yang lebih banyak lagi.

    "Kita kan belum bisa memproduksi Leopard dan Sukhoi. Yang kita produksi di sini baru sebatas senjata-senjata ringan, ada tank tapi baru beberapa, tapi tidak menutup kemungkinan kita meningkatkan itu," kata dia, optimistis.

    Max mengatakan, kemajuan teknologi di Indonesia pernah dialami ketika kepemimpinan BJ Habibie. Saat itu Spanyol memesan pesawat CN-235.

    "CN-235 itu Spanyol pesan, berarti kita sudah dihargai di negara-negara Eropa. Ketika zaman Pak Habibie memimpin, itu saya kira sudah sebuah jalan yang bagus ke internasional, tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan sumber daya manusia yang ada sekarang ini," ungkapnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Tubagus Hasanuddin mengisahkan sebuah ironi. Senjata buatan dalam negeri banyak dilirik negara asing, tapi justru jarang dipakai oleh pemerintah.

    Misalnya, senjata tipe SS-2 buatan PT Pindad yang bahkan pernah menjadi juara dalam pertandingan menembak di Asia Pasifik. Karena akurasinya.

    Sumber : Vivanews
    Readmore --> Komisi I : Selama Indonesia Belum Bisa Buat, Tidak Masalah Beli Dari Luar Negeri

    Imprasial : Kemhan Harus Prioritaskan Alutsista TNI AL Dan AU

    Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) diminta memprioritaskan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk wilayah laut dan udara mengingat sangat luasnya cakupan keduanya. Indonesia adalah negara maritim dan memiliki luas kekuasaan udara yang besar. Selayaknya pertahanan di dua wilayah itu diperkuat.

    "Pada 2013, Kemhan harus merencanakan sungguh-sungguh anggaran untuk alutsista. Itu diperlukan agar dana yang besar tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya guna meningkatkan pertahanan Indonesia," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, kepada Koran Jakarta, Selasa (28/8).

    Pernyataan itu menanggapi kenaikan anggaran pertahanan pada 2013 menjadi 77 triliun rupiah atau naik sekitar 5 triliun rupiah dibandingkan tahun lalu. Pernyataan itu kembali dipertegas karena Imparsial melihat, pada 2012, Kemhan justru memprioritaskan pengadaan alutsista untuk kekuatan darat.

    Salah satu pengadaan alutsista yang menonjol pada 2012 ini adalah pengadaan 100 unit main battle tank Leopard dari Jerman. Dari segi alokasi anggaran saja, lanjut dia, TNI AD mendapatkan jatah anggaran hingga 30 triliun rupiah pada 2012. Bandingkan dengan TNI AL yang hanya 9 triliun rupiah dan TNI AU yang hanya 8 triliun rupiah.

    Berdasarkan alokasi anggaran itu, Poengky melihat pemerintah masih mengandalkan kekuatan darat dibandingkan laut dan udara. Poengky juga berharap Kemhan meningkatkan keterampilan prajurit, terutama prajurit yang mengawaki alutsista laut dan udara. Apalagi semakin hari teknologi alutsista semakin canggih dan modern.

    Menanggapi hal ini, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menyatakan bahwa kebijakan mengerem pertumbuhan prajurit tak akan berlaku untuk para prajurit ahli seperti pengawak. "Artinya, kalau ada 10 prajurit yang pensiun, kita harus merekrut 10 prajurit lain," kata Purnomo.

    Tetap Seimbang

    Menurut dia, penting diberlakukan manajemen sirkulasi yang baik agar jumlah kekuatan personel tetap seimbang. "Bukan berarti bahwa zero growth itu nol, dan tidak berarti persis sama dengan yang keluar. Kita menyadari ke depan butuh personel banyak karena akan ada tambahan banyak skuadron tempur dan skuadron angkut," jelas dia.

    Purnomo bahkan menjanjikan akan mengadakan program pendek untuk para penerbang TNI. Di samping itu, lanjut dia, akan ada dua program lagi untuk menempatkan personel dalam jumlah yang pas di bagian tertentu. Kemhan juga akan membuat standar prajurit yang lebih baik. Sebagai contoh, ketika ada restrukturisasi Kodam dan terdapat sejumlah unit baru, tak harus ada penambahan personel.

    Bisa saja dengan melakukan perpindahan personel. Sebelumnya, DPR banyak menyoroti keterampilan prajurit yang kurang seiring semakin masifnya pemerintah melakukan belanja alutsista. Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati, menyatakan alutsista secanggih apa pun, tanpa diimbangi dengan dukungan pengawak yang profesional, hanya akan menjadi onggokan barang yang tak bernilai.

    Selain itu, tambah dia, Kem han harus disiplin dalam menggunakan dana, baik untuk kegiatan strategis maupun operasional. Untuk itu, Kemhan harus transparan dalam penggunaan dananya agar publik dapat ikut mengawasi. "Kemhan harus transparan mengalokasikan dana. Yang penting, belanja alat utama sistem senjata (alutsista) harus sebanding dengan dana operasional bagi pengembangan sumber daya manusia, khususnya pengawak dan prajurit," kata dia.

    Disiplin terhadap rencana strategis, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, itu penting. Sudah transparan atau belumnya penggunaan anggaran tak akan terlaksana dengan baik jika tak didukung DPR. Kesejahteraan prajurit harus menjadi bagian yang utama. "Alutsista memang penting, tapi alutsista modern dan canggih harus sejalan dengan meningkatnya kemampuan prajurit," kata dia.

    Sumber : Koran Jakarta
    Readmore --> Imprasial : Kemhan Harus Prioritaskan Alutsista TNI AL Dan AU

    TNI AL Kirim KRI Clurit-641 Dalam Latgab SEACAT

    Jakarta - Salah satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan ke Singapura dalam rangka mengikuti latihan bersama (latma) dengan Angkatan Laut (AL) dari negara-negara Asia Tenggara dan US Navy.

    Kepala Dispen Koarmabar Letkol Laut (KH) Agus Cahyono menerangkan, latihan bersama dengan nama South East Asia Coorporation And Training (SEACAT) adalah kegiatan latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara dan US Navy di Naval Base Changi Singapura.

    TNI Angkatan Laut pada latihan bersama tersebut mengikutsertakan KRI Clurit-641, kapal perang di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sehari-harinya berada dibawah pembinaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar dengan pangkalan di Tanjung Uban.

    “Keikutsertaan KRI Clurit-641 yang dikomandani Mayor Laut (P) Lewis N. Nainggolan dalam latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara di Singapura tersebut untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam kerjasama pada pelaksanaan operasi laut bersama yang dilaksanakan di wilayah perairan masing-masing negara,” ujar Kadispen di Jakarta, Selasa (38/08/2012).

    Pelaksanaan kegiatan SEACAT di Changi Naval Base Singapura tersebut, tambahnya, direncanakan akan berlangsung selama lima hari dan diikuti dari beberapa peserta perwakilan Angkatan Laut Asia Tenggara diantaranya Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina serta Singapura dan USN.

    Adapun materi-materi yang terdapat dalam latihan bersama tersebut antara lain Pertukaran Informasi Antar Pusat Komando Pengendali pada saat digelar kegiatan latihan.

    Sumber : Pelita Online
    Readmore --> TNI AL Kirim KRI Clurit-641 Dalam Latgab SEACAT

    Tuesday, August 28, 2012 | 1:18 PM | 0 Comments

    Jubir Kemhan : Anggaran Pengadaan Alutsista Sebesar Rp. 28.2 T

    Jakarta - Kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara kita sudah banyak yang uzur. Tak ada cara lain, selain melakukan modernisasi mesin tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Untuk itu, tahun depan, pemerintah menyiapkan anggaran untuk membeli peralatan perang baru maupun memperbaiki yang lama sebesar Rp 28,2 triliun. Ini naik 36,31% dari total bujet belanja Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang mencapai Rp 77,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) tahun 2013.

    Jumlah tersebut meningkat sebanyak Rp 4,8 triliun atau 6,6% ketimbang anggaran belanja Kemhan di APBN Perubahan 2012 yang sebesar Rp 72,9 triliun. Bujet belanja Rp 77,7 triliun ini berasal dari keuangan negara sebesar Rp 64,4 triliun, pinjaman luar negeri sebesar Rp 12,8 triliun, dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp 600 miliar. Hartind Asrin, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan, mengatakan, kenaikan anggaran dari Rp 72,9 triliun menjadi Rp 77,7 triliun akibat melonjaknya seluruh aspek anggaran, mulai dai belanja pegawai, belanja barang hingga belanja modal.

    Sedang bujet belanja alutsista merupakan rencana strategis lima tahun, yakni 2010 sampai 2014. "Total anggaran belanja alutsista selama lima tahun mencapai Rp 150 triliun," katanya kepada KONTAN, Senin (27/8).

    Tahun ini, Kemhan menargetkan pengadaan alutsista bisa mencapai 40%. "Kami menunggu undangan DPR untuk membahas alokasi anggaran ini. Mungkin pekan depan," imbuh Hartind.

    T.B. Hasanuddin, Wakil Ketua Komisi Pertahanan (I) DPR, bilang, pembahasan RAPBN 2013 mulai awal September 2012 nanti."Butuh waktu dua tiga bulan untuk merampungkan pembahasan ini karena substansinya sangat banyak," ujarnya. Menurut Hasanuddin, belanja alutsista sangat penting karena banyak senjata TNI yang sudah tua. "Usia senjatanya bahkan ada yang sudah 30 tahun. Maka, harus diganti dengan senjata yang lebih modern," ungkapnya.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap, anggaran Kemhan bisa digunakan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan. Selain itu, bisa terjadi transfer of technology di setiap pembelian alutsista dari luar negeri, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabel.

    Hasanuddin menambahkan, pengadaan alutsista dari luar negeri antara lain pesawat yang dibeli dari Rusia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Brasil. Sementara, pembelian dari dalam negeri melibatkan PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia.

    Sumber : KONTAN
    Readmore --> Jubir Kemhan : Anggaran Pengadaan Alutsista Sebesar Rp. 28.2 T

    Mahfudz : Ironis, Indonesia Masih Impor Alutsista

    Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan Irak dan Uganda memesan persenjataan dan pesawat buatan Indonesia. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menilai hal ini menjadi ironi sebab Indonesia sendiri masih mengimpor senjata dan pesawat dari luar negeri.

    Padahal, revitalisasi industri pertahanan mempunyai dua target, yakni pemenuhan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri dan penjualan ke luar negeri. "Memang ironi jika negara lain mau beli produk Indonesia, tapi kita ramai-ramai belanja ke negara lain," kata Mahfudz dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Selasa, 28 Agustus 2012.

    Mahfudz menilai Indonesia melalui sejumlah industri pertahanan punya kemampuan memproduksi dan mengembangkan alutsista modern, seperti senjata SS-1 dan SS-2. Dua alutsista pabrikan Pindad tersebut sangat diminati di luar negeri. Sayangnya, kata dia, perhatian pemerintah masih lemah terhadap Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP), yang 'dibunuh' sejak 14 tahun lalu. "Perhatian Kemeneg BUMN untuk menyehatkan mereka secara korporasi juga masih lemah."

    Oleh karena itu, melalui Rancangan Undang-Undang Industri Pertahanan, DPR menjanjikan kebijakan dan roadmap jelas untuk merevitalisasi industri pertahanan nasional. Diberitakan sebelumnya, Dahlan mengatakan pemesanan senjata dan pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan, akan diterima oleh tiga perusahaan BUMN, yaitu PT DI, Pindad, dan Dahana. Baca berita lengkap di tautan ini.

    Sumber : Vivanews
    Readmore --> Mahfudz : Ironis, Indonesia Masih Impor Alutsista

    DPR Ingatkan Pemerintah Untuk Cermati Kepentingan AS Dalam Hibah F-16

    Jakarta - Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Mahdudz Siddiq yakin Amerika Serikat memiliki kepentingan politik militer di kawasan Asia-Pasifik dengan menghibahkan pesawat F-16 dan penjualan persenjataannya kepada Indonesia. Karena itu, DPR mengingatkan kepada pemerintah agar tidak mudah didikte.

    Terlebih lagi, hibah pesawat F-16 tersebut tetap mengharuskan Indonesia untuk membayar biaya perbaikan, suku cadang, dan pengiriman. "Semua hibah sistem persenjataan tidak boleh ada kondisionalitas politik yang mengikat. Apalagi Indonesia tetap harus membayar mahal karena sumber dananya pinjaman luar negeri," kata Mahfudz kepada detik kemarin.

    Seperti diketahui, setelah Amerika menghibahkan 24 pesawat F-16 pada tahun lalu, pemerintah Barack Obama kembali mengusulkan kepada konggres untuk menjual peluru kendali (Rudal) kepada Indonesia senilai US$ 25 juta.

    Usul itu disampaikan dalam surat pemberitahuan bertanggal 22 Agustus 2012. Indonesia disebutkan ingin membeli 18 rudal AGM-65 Macerick All-Up-Round, 36 rudal pelatihan udara, tiga rudal pelatihan untuk pemeliharaan, ditambah suiku cadang, peralatan uji, dan pelatihan personel.

    Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Tubagus Hasanudin. Tubagus yakin setiap pemberi hibah pasti memiliki kepentingan politik, Karena itu, ujar dia, Komisi Pertahanan akan terus mengontrol proses pemberian hibah tersebut. "DPR sudah mewanti-wanti, Indonesia tak akan mengikuti keinginan negara pemberi hibah", ujarnya.

    Sumber : DETIK PAGI
    Readmore --> DPR Ingatkan Pemerintah Untuk Cermati Kepentingan AS Dalam Hibah F-16

    Kasum TNI: Konflik Laut Cina Selatan Rawan Potensi Ancaman

    Jakarta - Meski Indonesia tidak terlibat dalam klaim wilayah, namun ketegangan antara Cina, Filipina dan Vietnam di laut Cina Selatan memunculkan kekhawatiran. Ditakutkan adanya kerawanan potensi ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Staff Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya Daryatmo pada saat penyampaian amanat dari Panglima TNI dalam upacara pembukaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Kilat XXIX di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (27/8/2012).

    "Perkembangan situasi yang terjadi di kawasan Laut Cina Selatan mengarahkan perhatian kita terhadap munculnya kerawanan dan potensi ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional. Karena di sana juga terletak kepentingan Indonesia, khususnya pada aspek politik, ekonomi, militer dan pertahanan," ujar Kasum TNI Marsekal Madya Daryatmo.

    Dengan demikian, lanjut Daryatmo, tentu akan perlu adanya penguatan pertahanan dan gelar operasi TNI guna mengamankan kepentingan nasional. Khususnya di utara Kepulauan Natuna, yang berdekatan dengan Laut Cina Selatan.

    "Hal ini dalam rangka meminimalisasi terjadinya spill over konflik laut Cina Selatan yang muncul. Dan mengamankan berbagai objek vital di zona ekonomi ekslusif Indonesia tersebut," ucapnya.

    Daryatmo juga mengatakan, TNI harus melakukan analisa secara terus menerus terhadap kecenderungan perkembangan situasi serta mengevaluasi kemampuan dalam menyusun gelar kekuatan. Selain itu juga menyusun strategi atau skenario parsial dalam pengamanan objek vital nasional di kawasan Natuna, yang merupakan gerbang ekonomi Indonesia ke kawasan Asia Timur.

    "Inilah situasi yang mungkin akan kita hadapi di tahun 2012 dan lima tahun ke depan. Saya berharap kepada seluruh perwira agar benar-benar dapat meningkatkan pemikiran prediktif dan langkah antisipatif dalam rangka menetapkan strategi dan memelihara skala prioritas pembangunan ekonomi dan keuangan negara," ucap Dryatmo di depan pasukan TNI.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Kasum TNI: Konflik Laut Cina Selatan Rawan Potensi Ancaman

    Monday, August 27, 2012 | 1:29 PM | 0 Comments

    Connie : Pesawat Jet Tempur Tanpa Rudal Jarak Jauh Tak Ada Gunanya

    Jakarta - Indonesia harus bisa memainkan posisi tawar dalam negosiasi pengadaan alutsista.

    Memperkuat persenjataan pada pesawat jet tempur F-16, adalah hal yang niscaya karena pesawat jet tempur tanpa dipersenjatai rudal terpandu jarak jauh, tidak ada gunanya .

    Hal ini dikatakan oleh pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, menyusul berita yang dilansir kantor berita Reuters dari Washington DC, Amerika Serikat pada Jumat (24/8), yang melaporkan pemerintah Presiden Barack Obama, telah mengusulkan untuk menjual rudal terpandu jarak jauh dan peralatan terkait senilai 25 juta dollar Amerika, untuk melengkapi armada pesawat jet tempur F-16 yang dimiliki Indonesia.

    “Pesawat jet tempur memang harus bisa menembak, tapi harus diperhatikan apakah hal ini memang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Udara sebagai penggunanya,” ujar Connie ketika dihubungi, Minggu (26/8).

    Indonesia disebutnya harus bisa memainkan posisi tawar, yang lebih baik dalam negosiasii pengadaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dengan Amerika Serikat, mengingat Amerika Serikat memandang posisi strategis Indonesia, dan dianggap sebagai kekuatan pengimbang terhadap China di kawasan Asia.

    Dalam hal ini dan dengan konteks sengketa di kawasan Laut China Selatan antara China, Taiwan dan empat negara anggota ASEAN, Connie mengatakan Indonesia dapat menggunakan posisi tawarnya, untuk meminta Amerika agar mendukung penguatan kekuatan militer Indonesia di laut dan tidak hanya di udara.

    "Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk mendapatkan perjanjian kerjasama yang lebih baik untuk membangun armada laut baru, seperti Armada Pasifik dan Armada Lautan Hindia, sehingga melengkapi Armada Barat dan Armada Timur yang sudah ada,” ujar Connie.

    Namun Connie mengatakan bahwa kebijakan politik luar negeri Indonesia bebas aktif, dengan semboyan one thousand friends zero enemy dapat menimbulkan kebingungan, untuk menentukan aliansi yang kuat dengan salah satu kekuatan besar di dunia, walau hal ini juga dapat digunakan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Amerika dan China.

    Connie memberikan contoh bahwa Indonesia dapat membagi kerjasama militernya dengan kedua negara tersebut, dalam membangun dan memperkuat armada laut, misalnya membangun Armada Barat dan Samudera Hindia dengan China, sementara Armada Timur dan Pasifik dengan Amerika.

    “Ini akan membuat Indonesia sebagai negara dengan kekuatan pengimbang yang sebenarnya. Menurut saya, ini adalah gerakan non blok abad ke-21,” ujar Connie.

    Sumber : Berita Satu
    Readmore --> Connie : Pesawat Jet Tempur Tanpa Rudal Jarak Jauh Tak Ada Gunanya

    Dahlan : Irak Dan Uganda Tertarik Dengan Alutsista Buatan Indonesia

    Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan senang kunjungan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsuddin ke Irak dan Uganda beberapa waktu lalu membuahkan hasil positif. Kedua negara itu memesan persenjataan buatan Indonesia.

    "Saya senang sekali Wamenhan dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad, dan Dahana," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 27 Agustus 2012.

    Dahlan mengatakan pemesanan senjata dan pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan, akan diterima oleh tiga perusahaan BUMN tersebut.

    Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Irak, Uganda, dan Kongo yang didampingi oleh Dirut Pindad, Adik Avianto. Di Irak, delegasi Indonesia membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2.

    Delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 mendatang untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia.

    Walaupun Dahlan tidak ikut dalam delegasi Indonesia ke tiga negara tersebut, namun Dahlan selalu mendapat laporan langsung. "Dua hari setelah Wamenhan ke Irak, saya ke Irak namun tujuan saya pribadi. Kunjungan Wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan Indonesia," ungkap mantan dirut PLN ini.

    Selain itu, kata Dahlan, Irak juga tertarik membeli pesawat CN-235 dan NC-212.

    Sumber : Vivanews
    Readmore --> Dahlan : Irak Dan Uganda Tertarik Dengan Alutsista Buatan Indonesia

    Sunday, August 26, 2012 | 5:07 PM | 1 Comments

    AS Jual Rudal F-16 Kepada Indonesia Sebesar $ 25 Juta Dollar

    Washington - Pemerintah Barack Obama mengusulkan menjual rudal udara-ke-permukaan dan peralatan terkait untuk melengkapi armada pertahanan Indonesia yaitu F-16, pesawat tempur buatan AS. Penjualan senilai 25 juta dolar itu akan menjadi langkah terbaru AS untuk memperkuat hubungan keamanan dengan sahabat dan sekutunya, menyusul mencuatnya kekuatan China.

    Usulan itu disampaikan pemerintah Obama kepada Kongres dalam surat pemberitahuan bertanggal Rabu 22 Agustus 2012, demikian diberitakan Reuters, Minggu (26/8/2012).

    Dijelaskan, Indonesia ingin membeli 18 rudal AGM-65K2 "Maverick All-Up-Round", 36 rudal pelatihan udara, 3 rudal pelatihan untuk pemeliharaan, ditambah suku cadang, peralatan uji dan pelatihan personel.

    Rudal AGM-65 Maverick buatan Raytheon Co, dirancang untuk menyerang berbagai sasaran taktis, termasuk kendaraan lapis baja, pertahanan udara, kapal, transportasi darat dan fasilitas penyimpanan bahan bakar.

    "Angkatan Udara Indonesia membutuhkan rudal ini untuk melatih para pilot F-16-nya dalam penggunaan senjata udara-ke-permukaan," kata Badan Kerjasama Hankam, Pentagon, dalam suratnya.

    "Penjualan senjata ini akan berkontribusi untuk membuat Indonesia sebagai "mitra regional yang lebih berharga di wilayah paling penting di dunia," tulisnya.

    Berdasar hukum AS, usulan penjualan senjata wajib diberitahukan kepada Kongres dan tidak berarti penjualan telah dikabulkan.

    Tahun lalu, AS menghibahkan 24 F-16 C/D seken kepada Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendorong apa yang Pentagon sebut kemampuan yang "sangat dibutuhkan" untuk melindungi wilayah udara Indonesia.

    Indonesia harus merogoh kocek 750 juta dollar untuk meremajakan (upgrade) pesawat itu dari block 25 menjadi 52 dengan teknologi terbaru. Pesawat itu akan tiba di Indonesia pada 2014. Hibah itu diumumkan oleh Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali tahun silam.

    Sementara, bulan Agustus ini AS juga menawari hibah 10 pesawat F-16. Indonesia yang senang dengan tawaran ini akan meminta persetujuan DPR lebih dulu, mengingat ongkos yang besar untuk mendandaninya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> AS Jual Rudal F-16 Kepada Indonesia Sebesar $ 25 Juta Dollar

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.