ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Monday, February 1, 2010 | 8:10 PM | 0 Comments

    Informasi Rahasia Pesawat Korea Kirim Senjata ke Iran Bocor

    BANGKOK--MI: Thailand mengatakan pada Senin (1/2) bahwa sebuah pesawat Korea Utara yang dipenuhi dengan senjata terbang ke Iran ketika dicegat pada Desember lalu. Namun, tujuan akhir dari senjata itu belum diketahui.

    Thailand berwenang merebut pesawat kargo Ilyushin Il-76 dan lima awak saat mendarat untuk mengisi bahan bakar dari penerbangan Pyongyang pada 12 Desember. Ditemukan 35 ton senjata dalam pesawat.

    Sebuah laporan pemerintah Thailand yang ditujukkan ke Dewan Keamanan PBB itu bocor kepada wartawan di New York. Dikatakan, pesawat yang telah melanggar sanksi PBB terhadap Korea Utara sedang menuju Bandara Mahrabad, Teheran.

    Tetapi, juru bicara pemerintah Thailand Panitan Wattanayarkorn mengatakan, Senin, "Kami mengatakan senjata akan ke Iran, mungkin tidak eksak. Laporan hanya mengatakan rencana tujuan penerbangan pesawat, tetapi tidak mengatakan ke mana tujuan senjata-senjata. Ini masih dalam penyelidikan dan para tersangka berada di bawah sistem hukum kami."

    Lima awak pesawat, empat berasal dari Kazakhstan dan seorang dari Belarus, berada dalam tahanan. Para kru telah dituduh dengan kepemilikan senjata ilegal, namun tuduhan tersebut akan bisa berubah setelah penyelidikan dimulai. Senjata yang ditemukan dalam pesawat termasuk senjata perang ringan dan granat yang mungkin dibutuhkan Iran. (AP/*/OL-04)

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Informasi Rahasia Pesawat Korea Kirim Senjata ke Iran Bocor

    PT DI Kembangkan Kendaraan Amfibi Hovercraft

    Bandung, CyberNews. Tak hanya fokus pada pengerjaan dan pembuatan komponen pesawat terbang, PT Dirgantara Indonesia (DI) juga mulai fokus menggarap varian kendaraan multiguna. Sekitar dua tahun, BUMN strategis itu tekun mewujudkan hovercraft, sebuah kendaraan amfibi yang dinilai dibutuhkan di Indonesia berdasarkan karakteristiknya.

    Kebutuhan akan kendaraan multiguna itu seolah semakin bermakna ketika hovercraft milik Amerika Serikat menembus langsung dari laut dengan membawa sejumlah alat berat dan kebutuhan logistik di Pantai Meulaboh saat Tsunami Aceh terjadi pada lima tahun lalu.

    Kejadian itu pula yang tampaknya mengilhami kelahiran hovercraft buatan dalam negeri tersebut. Ini pun diakui oleh Jubir PT DI, Rakhendi Triyatna. Menurut dia, satu unit prototype sudah diselesaikan.

    "Saat ini, kami tengah mengerjakan dua unit pesanan TNI AD," jelasnya di Bandung, Senin (2/1).

    Dijelaskan Rakhendi, rancang bangun dan penguasaan teknologinya tidak terlepas dari kemampuan ahli dan karyawan PT DI. Dimensi hovercraft buatan pabrik pesawat terbang plat merah itu mempunyai panjang 22 meter dengan lebar 11 meter. Tinggi struktur secara keseluruhan mencapai 5,7 meter.

    Kendaraan yang dinamakan Landing Hovercraft Utility (LHU) IHOV-20 TM itu mampu mengeluarkan lesatan hingga 40 knots. Dalam beroperasi, hovercraft dari perusahaan yang berpusat di Bandung itu bisa pula digeber selama 5,2 jam. Untuk itu, asupan bahan bakarnya mencapai 313 liter per jam. Mesin yang menunjangnya adalah 2 X Marine Diesel Engine 1.550 HP.

    Kendaraan di luar bisnis utama PT DI itu bisa mengangkut beban hingga 20 ton. Itu artinya IHOV-20 TM sanggup dimuati alat berat semacam backhoe 15 ton bagi penanganan bencana misalnya, apalagi di kawasan kepulauan.

    Untuk menunjang pertempuran sebagai bagian dari alutsista, hovercraft juga siap diandalkan. Bidang muat di bagian tengah hovercraft mampu memarkirkan satu unit Tank AM atau Tank Scorpion 90. Jika pun tidak, bidang itu terbuka bagi pemuatan satu unit truk dan juga dua kendaraan taktis. Seratus pasukan siap pula diangkut kendaraan segala medan itu.

    Menurut Rakhendi, pihaknya melepas LHU itu seharga 5 Juta US Dollar. Diharapkan inovasi itu bisa menjawab kebutuhan pasar tak hanya sebatas kepentingan militer. Pasalnya, hovercraft memang dihadirkan untuk menjawab kondisi medan di Tanah Air.

    Sumber : Suara Merdeka
    Readmore --> PT DI Kembangkan Kendaraan Amfibi Hovercraft

    Air Force: Test missile misses its Pacific target

    VANDENBERG AIR FORCE BASE, Calif. – The Air Force says a missile-intercept test failed when a long-range missile launched from California missed a target missile launched from a Pacific island because of radar problems.

    A statement posted on the Vandenberg Air Force Base Web site says the target missile was launched from the Kwajalein Atoll in the Marshall Islands on Sunday at about 3:40 p.m. and the long-range interceptor missile was launched from California's central coast shortly after.

    The statement says both missiles launched and flew without trouble but the system's sea-based X-band radar did not perform as expected and the interceptor missed its target.

    The statement says officials from the Missile Defense Agency that conducted the test will conduct an extensive investigation to determine the cause of the failure.

    Sumber: Yahoo
    Readmore --> Air Force: Test missile misses its Pacific target

    U.S. Air Force building supercomputer from PS3s


    No doubt the Air Force purchasing department gets some odd requests from time to time, but we'd love to have seen the grin on the face of the officer tasked with procuring some 1,700 Playstation 3s for a USAF facility in Rome, NY.

    Before you complain about your tax dollars being spent on toys, the machines aren't for gaming. Instead, the facility -- an Air Force research lab -- will join them into a parallel-computing cluster that, when complete, will number well over 2,000 PS3s.

    The supercomputer -- snappily monikered "500 TeraFLOPS Heterogeneous Cluster" -- will be put to work playing 2,000 simultaneous games of God of War III. Wait, no. Among other things, they'll be attempting to simulate the way the human brain processes information and how it pulls off the remarkably difficult task of recognizing the content of images.

    "Humans can routinely do these things, but a computer struggles to do it," the facility's computing director Mark Barnell told Stars and Stripes. "In a general sense, we are interested in making it autonomous."

    The cluster won't be as powerful as a regular supercomputing rig, but it will be cheaper and more environmentally friendly: it'll consume as much as 95% less electrical power and shut down unused machines when the cluster isn't running at full capacity.

    Sumber : Yahoo
    Readmore --> U.S. Air Force building supercomputer from PS3s

    Pertikaian China - AS Semakin Memanas

    BEIJING - China dan Amerika Serikat (AS) saling kecam terkait penjualan persenjataan Washington ke Taiwan. Beijing memprotes keras kontrak penjualan rudalrudal Patriot, helikopter Black Hawk, kapal-kapal pemburu ranjau, dan persenjataan buatan AS ke Taiwan.

    Sebaliknya, AS menegaskan penjualan senjata senilai USD6,4 miliar ke Taipei itu justru positif bagi keamanan dan stabilitas di Selat Taiwan. Sebagai bentuk protes, China mengancam akan menghentikan kontak-kontak militer dan keamanan dengan AS dan memberlakukan berbagai sanksi untuk perusahaan-perusahaan AS yang terlibat dalam kontrak penjualan senjata itu.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Laura Tischler mengatakan, penjualan senjata itu justru memberikan sumbangan pada tetap terpeliharanya keamanan dan stabilitas di Selat Taiwan.“Ini akan membuat Taiwan merasa lebih percaya diri dan menjaga stabilitas di Selat Taiwan,” paparnya.

    Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Huang Xueping mengatakan, ada bahaya besar yang muncul akibat penjualan senjata AS kepada Taiwan ini.

    “Rencana penjualan senjata AS itu mengirim sinyal salah pada Taiwan dan hanya akan mendorong arogansi kekuatan kemerdekaan Taiwan serta mengacaukan pengembangan perdamaian di wilayah itu,” kata pejabat China yang menolak disebut namanya. Bagi Beijing, Taiwan adalah provinsinya yang membangkang dan harus kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari China.

    Presiden Taiwan Ma Ying-jeou yang berhasil menghangatkan hubungan perdagangan dan politik dengan China mengatakan, kesepakatan penjualan senjata ASTaiwan itu tidak sepatutnya ditakuti Beijing. Paket penjualan persenjataan AS ke Taiwan yang terbaru terjadi pada Oktober 2008.

    Menanggapi keputusan AS yang saat itu masih dipimpin Presiden George W Bush, Beijing juga memutuskan sementara waktu hubungan militernya dengan AS.

    Para analis mengatakan,sanksi China kali ini semakin keras di tengah kemampuan perekonomiannya yang akan melampaui Jepang serta anggaran militernya yang terus meningkat. Kongres Amerika memiliki waktu 30 hari untuk memberi tanggapan mengenai usulan penjualan senjata itu.

    Sumber: OkeZone
    Readmore --> Pertikaian China - AS Semakin Memanas

    Tentara AS Tewas Akibat Bom Rakitan Taliban

    KABUL, KOMPAS.com - Sebuah bom menewaskan seorang tentara AS, yang bertugas dengan NATO di Afghanistan selatan, medan tempur penting dalam menghadapi Taliban, kata Pasukan Bantuan Keamanan Internasional NATO (ISAF), Senin (1/2/2010).

    Lokasi terjadinya serangan bom rakitan itu tidak dijelaskan, namun sebagian besar wilayah selatan selalu diganggu pemberontakan Taliban.

    Bahkan serangan Taliban ini kini mencapai rekor tertinggi, sejak serangan yang dipimpin AS pada 2001, yang menumbangkan pemerintahan rezim Taliban.

    "Seorang anggota petugas ISAF dari Amerika Serikat tewas pada hari ini, dalam serangan bom rakitan di Afghanistan selatan," kata ISAF.

    Korban terakhir itu menjadikan jumlah tentara asing yang tewas di Afghanistan, sampai tahun ini saja, mencapai 45 orang, menurut perhitungan yang dilakukan AFP.

    Pada tahun lalu, aksi kekerasan diklaim menyebabkan meninggalnya 520 tentara internasional di tahun yang paling mematikan, setelah perang lebih dari delapan tahun.

    Di negara tersebut kini terdapat sekitar 113.000 prajurit internasional, di mana pasukan yang dipimpin AS berencana menumpas Taliban dengan memutuskan meningkatkan jumlah tentara asing menjadi sekitar 150.000 pada tahun ini.

    Sumber: Kompas
    Readmore --> Tentara AS Tewas Akibat Bom Rakitan Taliban

    Menhan Undang Industri Pertahanan Inggris Ikut Serta Dalam IndoDefence

    Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (29/1), mengundang para pengusaha terutama industri pertahanan Inggris untuk berpartisipasi dalam Indo Defence yang akan diselenggarakan akhir tahun 2010 ini.

    Demikian dikatakannya saat menerima kunjungan kehormatan British Senior Cabinet Minister Lord Powell, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungannya kali ini didampingi oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull dan Country Chairman Jardine, Jonathan Chang. Menhan juga berharap industri pertahanan terutama industri penerbangan Inggris mau bekerjasama dengan PT DI agar dapat kembali menggerakkan roda industri pertahanan Indonesia.

    Menurut Menhan, saat ini setelah Revolution in the Military Affair (RMA), Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan perjanjian Goverment To Goverment (antar pemerintahan) dalam upaya pemenuhan alutsista. Pemerintah saat ini sedang berfikir untuk meng-up grade pesawat tempur Hawk yang akan bekerjasama dengan perusahanan Inggris.

    Menhan berharap, pengadaan alutsista luar negeri, yang awalnya mungkin murni dilakukan di luar negeri, diharapkan untuk pengadaan berikutnya dilakukan di dalam negeri dengan alih teknologi karena Indonesia ingin mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

    Sementara itu, Lord Powell menjelaskan baru saja menghadiri pertemuan dengan para pengusaha Inggris yang ada di Indonesia. Lord Powell kagum atas kemajuan perekonomian dan demokrasi di Indonesia. Lord Powell juga berjanji akan membicarakan dengan pengusaha industri pertahanan Inggris atas keinginan-keinginan Menhan Purnomo dalam kerjasama pengadaan dan overhaul alutsista.



    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan Undang Industri Pertahanan Inggris Ikut Serta Dalam IndoDefence

    TNI Perketat Penjagaan di Perbatasan Timor Leste dan Australia


    TEMPO Interaktif, Kupang - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso meminta prajurit yang bertugas di perbatasan antara Indonesia-Timor Leste dan Australia untuk memperketat penjagaan di daerah perbatasan.

    Panglima TNI tidak banyak menyoroti tentang situasi pertahanan dan keamanan di NTT. "Saya minta agar prajurit TNI menjaga perbatasan dengan baik," katanya saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI di Kupang, Minggu (31/1) petang.

    Lokasi perbatasan antara Indonesia-Timor Leste dan Australia terdiri dari pulau-pulau yang membutuhkan sarana transportasi dan komunikasi yang memadai sehingga harus mendapat penjagaan yang ketat.

    Selain itu, Panglima TNI juga meminta jajaran TNI mengawal transisi demokrasi yang saat ini sedang berlangsung demi menjaga stabilitas nasional.

    Selama 11 tahun reformasi, menurut dia, demokrasi di Indonesia masih dalam masa transisi, maka jajaran TNI harus turut ambil bagian untuk menyukseskan masa transisi tersebut. "Masa transisi ini kalau berlangsung terlalu lama akan berdampak pada stabilitas nasional," katanya.

    Modal utama dalam menyukseskan masa transisi ini, lanjutnya, jajaran TNI harus menjalin kerjasama dengan Polri dan pemerintah. "Saya tekankan perlu menjalin kerjasama dengan Polri dan pemerintah daerah untuk sama-sama mengawal masa transisi ini sehingga dapat dilalui dengan sukses," katanya.

    Sesuai rencana, hari ini (Senin, 1/2) Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso akan bertolak ke Atambua, Belu untuk menyerahkan 1000 unit rumah ke Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufri.

    Sumber: Tempo
    Readmore --> TNI Perketat Penjagaan di Perbatasan Timor Leste dan Australia

    Sunday, January 31, 2010 | 1:01 PM | 0 Comments

    Presiden Janji Naikkan Anggaran Pertahanan dan Kesejahteraan Tentara


    TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan meski saat ini kondisi keamanan dalam negeri telah membaik namun para prajurit harus tetap waspada. Presiden berjanji akan terus meningkatkan anggaran untuk pertahanan.
    sby
    "Negara tak boleh tidur. Warganya boleh istirahat, negaranya harus tetap bekerja," katanya saat memberikan arahan di depan para prajurit Kostrad di Markas Divisi Infanteri-1 Kostrad, di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Minggu (31/01).

    Presiden mengatakan saat ini kondisi keamanan sudah jauh lebih baik dari kondisi sebelum terjadinya krisis 1998 lalu. Beragam konflik horizontal yang sebelumnya kerap muncul dibeberapa daerah telah mereda. Namun, kata Presiden, para prajurit tak boleh mengendurkan kesiagaan.

    Para prajurit, kata Presiden, harus menggunakan saat-saat aman ini untuk terus mengasah keahlian dan keterampilan. "Saya ingin prajurit TNI memiliki daya tepur, kesiagaan, dan pengalaman yang tinggi," katanya.

    Selain itu, Presiden melanjutkan, pemerintah akan berupaya menaikkan anggaran pertahanan untuk melengkapi dan memperbaharui alutsista. "Yang jelas angaran pertahanan mulai 2010 akan kita tingkatkan," katanya.

    Presiden juga mengatakan kesejahteraan para prajurit dan keluarganya akan terus ditingkatkan bersama dengan para pegawai negeri sipil dan para guru. "Jangan makmur sendiri-sendiri," katanya.

    Sumber : Tempo
    Readmore --> Presiden Janji Naikkan Anggaran Pertahanan dan Kesejahteraan Tentara

    Libya Akan Membeli Senjata Rusia



    Tank T-90C

    MOSKOW, KOMPAS.com - Libya telah menandatangani kesepakatan pembelian senjata Rusia senilai hampir dua miliar dolar, kata Perdana Menteri Vladimir Putin seperti dikutip kantor-kantor berita Rusia, Sabtu (31/1/2010).

    "Kemarin, kontrak senilai 1,3 miliar euro (1,8 miliar dolar AS) telah ditandatangani. Kontrak itu tidak hanya melibatkan senjata api," kata Putin sebagaimana dikutip kantor berita Ria Novosti dan Interfax.

    Putin berbicara setelah pertemuan dengan pemimpin pabrik Izhmash, yang membuat senapan Kalashnikov.

    Beberapa pejabat Rusia mengatakan, awal pekan ini telah terjadi pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Libya Younes Jaber di Moskow mengenai penjualan senjata Rusia itu.

    Perdana menteri Rusia itu tidak menyebutkan secara khusus tipe senjata atau peralatan militer yang dibutuhkan dalam perjanjian tersebut.

    Tetapi sumber diplomatik Rusia memberitahu Interfax, Libya ingin mendapatkan 20 pesawat tempur, sedikitnya dua sistem pertahanan udara S-300, beberapa puluh tank T-90C dan senjata lain.




    Salah satu Sukhoi




    Yak-130



    Rudal S300

    Moskow dan negara Afrika utara itu telah menikmati hubungan erat pada saat Perang Dingin, dan banyak persenjataan Rusia dibeli dari Uni Soviet dalam beberapa tahun terakhirnya.

    Moskow dan Tripoli telah meningkatkan kontak mereka dalam beberapa tahun belakangan. Pada 2008 pemimpin Libya Moamer Gaddhafi mengunjungi ibukota Rusia itu dalam kunjungan pertamanya ke Moskow sejak 1980-an.

    Sumber: Kompas
    Readmore --> Libya Akan Membeli Senjata Rusia

    TNI AD Segera Remajakan Alutsista


    PONTIANAK--MI: Kepala Staf Angkatan Darat (Ksad) Jenderal George Toisutta menegaskan TNI-AD akan meremajakan secara bertahap semua alat utama sistem senjata (alutsista) tidak layak pakai yang dapat membahayakan keselamatan prajurit.

    "Kebijakan Presiden atau pemerintah telah menetapkan akan menambah Alutsista dengan mengandalkan produk dalam negeri atau produk Pindad," kata George seusai meninjau lokasi rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XII Tanjungpura di Tebang Kacang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (30/1).

    Ia menjelaskan, selagi Pindad masih bisa membuat Alutsista yang dibutuhkan oleh TNI maka semua senjata dibeli dari Pindad. "Kalau mereka belum mampu membuat senjata yang kami inginkan, maka beli senjata dari luar dengan syarat harus ada transfer teknologi, supaya ke depannya Indonesia tidak tergantung kepada negara lain," ujar George.

    Saat ini senjata buatan Pindad sudah mulai dilirik oleh negara tetangga karena kualitasnya lebih bagus. "Malah negara pembeli tidak percaya kalau senjata yang ia beli buatan Pindad Indonesia," ujarnya. (Ant/OL-06)

    Sumber: Media Indonesia
    Readmore --> TNI AD Segera Remajakan Alutsista

    TNI AL Tambah Dua Kapal Selam

    Batam (ANTARA News) - TNI AL akan menambah dua kapal selam untuk menambah kekuatan di laut, kata Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Agus Suhartono.

    "Sekarang kita sudah punya dua, akan tambah dua lagi," kata Kasal di Batam, Sabtu.

    Ia mengatakan pengadaan dua kapal selam untuk TNI AL, dilaksanakan pada 2010 yaitu proses seleksi pengadaan pada 2010 dan diharapkan kapal selam mulai diproduksi pada 2011.

    Menurut dia, pembuatan kapal selam memakan waktu tiga tahun, sehingga baru bisa dipergunakan pada 2014.

    Untuk pengadaan kapal selam TNI AL ada beberapa negara yang menjadi pilihan seperti Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Prancis (Scorpen).



    kilo class



    Scorpene Class



    U-209 Class



    Changbogo Class

    Selain di luar negeri, kata dia, kapal selam juga bisa diproduksi di dalam negeri.

    Mabes TNI AL telah melakukan kajian mendalam untuk spesifikasi kapal selam yang dibutuhkan sesuai tingkat ancaman yang akan dihadapi.(*)

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AL Tambah Dua Kapal Selam

    Saturday, January 30, 2010 | 7:53 PM | 0 Comments

    2011, Tiga Radar Terpasang di Selat Sunda




    BOGOR--MI: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menargetkan pemasangan tiga radar pantai ISRA (Indonesian Sea Radar) di Selat Sunda pada 2011, yaitu dua di Banten dan satu di Lampung, untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Sunda.

    "Radar ini akan menjadi model bagi pembangunan sistem radar di Indonesia," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Dr Ir Syahrul Aiman di sela-sela peluncuran Beyonic di Cibinong Science Center, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/1).

    Ketiga radar tersebut akan bekerja dalam satu sistem, dan saat ini sudah satu radar terpasang di Anyer, Banten. Radar pantai ini, lanjut dia, 100 persen dibuat dengan teknologi dalam negeri sehingga bisa leluasa diotak-atik ataupun diperbanyak untuk kepentingan nasional.

    "Target kita sebenarnya adalah memiliki radar yang dibuat dengan teknologi dalam negeri sehingga pihak asing tidak bisa menghambat, di samping harganya juga bersaing," katanya.

    Syahrul memperkirakan, dengan daya jangkau 100 kilometer, dibutuhkan setidaknya 800 radar untuk mengawasi pantai Indonesia yang panjangnya mencapai 80.000 kilometer.

    Harga satu unit radar pantai ini di tingkat penelitian mencapai Rp2,5 miliar dan jika sudah di tingkat produksi harganya bisa lebih rendah. Daya jangkau radar mencapai 30 kilometer. Sementara harga radar pengawas pantai dengan teknologi impor (teknologi FM-CW) mencapai Rp8 miliar per unit.

    Proyek pembuatan radar ISRA dilakukan pada tahun 2006 hingga 2009. Ia mengatakan, pengembangan radar pengawas pantai ini diharapkan menjadi solusi bagi masalah penyelundupan, pencurian ikan dan pelanggaran wilayah yang dihadapi Indonesia.

    "Indonesia membutuhkan peralatan, kapal maupun sumberdaya manusia yang sangat banyak untuk mengawasi seluruh wilayah pantainya yang luas. Radar merupakan solusi yang relatif murah dan strategis," katanya.

    Ia menjelaskan, saat ini sudah dioperasikan beberapa radar namun belum terintegrasi sebagai sistem atau jaringan. Di samping itu, setiap produk impor dengan vendor yang berbeda memiliki sistem yang berbeda pula, katanya.

    Rencana program radar LIPI adalah mengembangkan varian ISRA berupa radar pelabuhan untuk pengaturan lalu lintas laut dan radar pantai untuk pemantauan lalu lintas laut serta pengamanan garis pantai dan perbatasan, kata Syahrul.

    Saat ini, LIPI telah menyelesaikan 50 persen pembuatan prototype II ISRA. (Ant/OL-04)

    Sumber : Media Indonesia
    Readmore --> 2011, Tiga Radar Terpasang di Selat Sunda

    Russia orbits military satellite


    Russia on Thursday put a new military satellite into orbit, a spokesman for the Space Forces said.

    Alexei Zolotukhin said the Raduga-series satellite was launched with a Proton-M rocket from the Baikonur space center in Kazakhstan.

    Space Forces Commander Maj. Gen. Oleg Ostapenko said the satellite "is a new project that will help significantly increase the capabilities of the space communication system."

    Russia reportedly operates a constellation of 60-70 military satellites with reconnaissance, missile early warning and other capabilities.

    Ostapenko earlier said Russia would be using new-generation Angara-class carrier rockets for launches from the Plesetsk center to reduce Moscow's dependence on Baikonur, the main launch facility for the current generation of Russian rockets.

    Sumber : RIA Novosti
    Readmore --> Russia orbits military satellite

    5 Militan Tewas Taliban dalam Serangan Udara

    PESHAWAR - Pesawat pengebom tak berawak milik Amerika Serikat (AS) kembali memakan korban. Kali ini lima orang anggota militan Taliban dikabarkan tewas dalam sebuah serangan di Waziristan Utara, Pakistan.

    Menurut keterangan dari pihak militer AS serangan tersebut diarahkan pada basis pertahanan dari kelompok militan Taliban dan berhasil menewaskan lima orang. Militer AS pun menyebutkan jika dua dari korban tewas merupakan warga asing. Tetapi pihak militer AS menolak untuk memberi tahu identitas serta kewarganegaraan warga asing tersebut.

    Serangan yang kedua belas kalinya terjadi dalam bulan ini, berlangsung di sekira 20 kilometer kota Miranshah, kota utama yang terletak di Waziristan Utara. Serangan ini menandakan meningkatnya operasi udara militer AS sejak penyerangan bom yang menewaskan tujuh anggota intelijen AS di Khost, Afghanistan 30 Desember lalu.

    AS memang menganggap penting operasi yang ditujukan kepada basis pertahanan Taliban di wilayah barat daya Pakistan, dimana Waziristan Utara menjadi incaran utama. Wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan ini memang dianggap sebagai markas Taliban yang mengorganisir aksi kekesaran di Afghanistan. Demikian diberitakan Reuters, Sabtu (30/1/2010).

    Selain itu kelompok Taliban dan Al Qaeda yang bersembunyi di daerah tersebut seringkali bekerja sama untuk menganggu stabilitas keamanan di Afghanistan, mengingat banyaknya pasukan AS yang bertugas di wilayah konflik tersebut.

    Serangan dari militer AS yang ditujukan kepada Taliban dan Al Qaeda di Pakistan, seringkali dilakukan melalui pesawat pengebom tak berawak. Namun penggunaan pesawat ini seringkali mengundang kecaman dari Pakistan, meskipun berhasil membunuh beberapa pimpinan Taliban.

    Pakistan menilai serangan pesawat AS ini melanggar kedaulatan mereka dan mengundang kemarahan dari rakyat Pakistan. Negeri tetangga India ini menginginkan AS untuk menyediakan pesawat pengebom tak berawak untuk mereka operasikan sendiri. Namun dalam kelanjutannya, AS hanya mau menyediakan pesawat pengintai.

    Selama tahun 2009 AS telah melancarkan serangan udara selama 51 kali. Dibandingkan tahun 2008, angka ini meningkat tajam. Sementara angka serangan udara AS makin meningkat tajam pada awal tahun ini. Hal ini dipicu serangan bom yang menewaskan anggota CIA pada 30 Desember lalu.

    Sumber : Okezone
    Readmore --> 5 Militan Tewas Taliban dalam Serangan Udara

    5 Militan Tewas Taliban dalam Serangan Udara


    PESHAWAR - Pesawat pengebom tak berawak milik Amerika Serikat (AS) kembali memakan korban. Kali ini lima orang anggota militan Taliban dikabarkan tewas dalam sebuah serangan di Waziristan Utara, Pakistan.

    Menurut keterangan dari pihak militer AS serangan tersebut diarahkan pada basis pertahanan dari kelompok militan Taliban dan berhasil menewaskan lima orang. Militer AS pun menyebutkan jika dua dari korban tewas merupakan warga asing. Tetapi pihak militer AS menolak untuk memberi tahu identitas serta kewarganegaraan warga asing tersebut.

    Serangan yang kedua belas kalinya terjadi dalam bulan ini, berlangsung di sekira 20 kilometer kota Miranshah, kota utama yang terletak di Waziristan Utara. Serangan ini menandakan meningkatnya operasi udara militer AS sejak penyerangan bom yang menewaskan tujuh anggota intelijen AS di Khost, Afghanistan 30 Desember lalu.

    AS memang menganggap penting operasi yang ditujukan kepada basis pertahanan Taliban di wilayah barat daya Pakistan, dimana Waziristan Utara menjadi incaran utama. Wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan ini memang dianggap sebagai markas Taliban yang mengorganisir aksi kekesaran di Afghanistan. Demikian diberitakan Reuters, Sabtu (30/1/2010).

    Selain itu kelompok Taliban dan Al Qaeda yang bersembunyi di daerah tersebut seringkali bekerja sama untuk menganggu stabilitas keamanan di Afghanistan, mengingat banyaknya pasukan AS yang bertugas di wilayah konflik tersebut.

    Serangan dari militer AS yang ditujukan kepada Taliban dan Al Qaeda di Pakistan, seringkali dilakukan melalui pesawat pengebom tak berawak. Namun penggunaan pesawat ini seringkali mengundang kecaman dari Pakistan, meskipun berhasil membunuh beberapa pimpinan Taliban.

    Pakistan menilai serangan pesawat AS ini melanggar kedaulatan mereka dan mengundang kemarahan dari rakyat Pakistan. Negeri tetangga India ini menginginkan AS untuk menyediakan pesawat pengebom tak berawak untuk mereka operasikan sendiri. Namun dalam kelanjutannya, AS hanya mau menyediakan pesawat pengintai.

    Selama tahun 2009 AS telah melancarkan serangan udara selama 51 kali. Dibandingkan tahun 2008, angka ini meningkat tajam. Sementara angka serangan udara AS makin meningkat tajam pada awal tahun ini. Hal ini dipicu serangan bom yang menewaskan anggota CIA pada 30 Desember lalu.

    Sumber : Okezone
    Readmore --> 5 Militan Tewas Taliban dalam Serangan Udara

    Rencana Induk Penggunaan Produk Industri Pertahanan Disusun


    29 Januari 2010, Jakarta -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera menyusun master plan (rencana induk) penggunaan produk-produk industri pertahanan dalam negeri oleh TNI, menyusul kebijakan pemerintah tentang revitalisasi industri pertahanan nasional.

    "Kita akan segera susun master plan yang sifatnya memaksa TNI untuk memetakan kebutuhan persenjataan dan perlengkapannya yang dapat dipenuhi oleh industri pertahanan dalam negeri," kata Dirjen Sarana Pertahanan Kemhan Laksamana Muda TNI Gunadi di Jakarta, Jumat (29/1).

    Ia mengakui daya serap TNI untuk menggunakan produk-produk industri pertahanan dalam negeri masih sangat rendah. Penyebabnya karena berbagai persoalan, antara lain mutu, batas waktu penyelesaian, serta harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk luar negeri.

    "Tetapi, bagaimana pun kita harus dorong agar kini mulai lebih intensif menggunakan produk-produk dalam negeri. Mahal sedikit tidak apa, mutunya kurang tidak apa, yang penting kita berupaya untuk memberdayakan industri pertahanan dalam negeri demi kemajuan bangsa," ujar Gunadi.

    Pada kesempatan terpisah, Markas Besar TNI menyatakan hampir sekitar 70% persenjataannya sudah berusia di atas 20 tahun. "Namun begitu, apakah seluruh persenjataan itu akan langsung dikandangkan dan tidak digunakan lagi, itu perlu kajian dan penelitian lebih lanjut," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen.

    Sumber : MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Rencana Induk Penggunaan Produk Industri Pertahanan Disusun

    LAPAN Analisis Hasil Peluncuran Roket Kendali Nasional



    Salah satu roket LAPAN


    Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) masih menyelidiki penyebab kegagalan terbang Roket Kendali Nasional (RKN) 200 double stage yang sempat mencelakai dua warga pada peluncurannya, Rabu lalu (27/1), terkait kinerja Fin, sistem separasi dan kinerja sustainer.

    "Penyebab kegagalan terbang masih diselidiki, di antaranya terkait kinerja Fin (semacam sayap roket), sistem separasi dan kinerja sustainer," kata Menristek Suharna Surapranata kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

    Faktor tersebut cukup dimungkinkan selain faktor kecepatan angin yang tidak menentu, ujarnya yang saat itu didampingi Deputi Bidang Program Riptek, KRT, Teguh Raharjo, Deputi Teknologi Dirgantara LAPAN Soewarto Hardhienata, Direktur Teknologi dan Pengembangan Rekayasa PT Dirgantara Indonesia Andi Alisjahbana, dan Dirut PT Pindad Didik Avianto.

    Suharna menyatakan pihaknya merasa prihatin atas musibah cideranya dua penduduk Dusun Rekesan, Desa Pandanwangi, Lumajang dan memohon maaf serta berjanji membantu meringankan beban korban selama di rumah sakit maupun setelah kembali.

    "Musibah ini akan menjadi pelajaran sangat berharga bagi tim pengembang teknologi kedirgantaraan," ujarnya sambil meminta peristiwa nahas ini tidak menyurutkan semangat para pengembang roket untuk terus melakukan riset.

    Dikatakan Menteri, pihaknya sudah meminta masyarakat agar keluar dari lokasi peluncuran yang luasnya sekitar 80 ribu hektare dengan panjang 13km dan lebar 1km, sejak sehari sebelumnya.

    "Tapi rupanya kami tidak tahu kalau ternyata masih ada petani penggarap berada di sana, di salah satu saung, bukan rumah tinggal, berhubung daerah tersebut subur dan kabarnya ada yang sakit, sehingga terlewatkan untuk diungsikan," katanya.

    Suharna mengatakan, pada 27 Januari itu, untuk kedua kalinya lokasi milik TNI AU di Lumajang itu digunakan untuk uji terbang dari roket tipe RX 1210 single stage dan RX 1213/1210 double stage serta RKN 200.

    Rencana awal akan dilakukan pengujian 14 roket, tetapi hanya 10 roket yang sempat diterbangkan, sembilan di antaranya berhasil terbang dengan performa sangat baik, namun untuk RKN 200 double stage kinerja terbang tak seperti diharapkan, sehingga selongsong roket jatuh menimpa rumah singgah (saung) penduduk.

    Menurut Menristek, kegiatan pengembangan roket ini bukan sesuatu yang baru, tetapi merupakan agenda riset nasional dan sejak 2006 telah dibentuk konsorsium penelitian dan pengembangannya.(*)

    Sumber : Antara
    Readmore --> LAPAN Analisis Hasil Peluncuran Roket Kendali Nasional

    Super Tucano VS OV-10



    Indonesia is buying sixteen EMB-314 Super Tucano aircraft, to replace twelve 1960s era OV-10s. The two seat, 5.2 ton, single engine turbo prop Super Tucano will be used for COIN (Counter Insurgency) operations. It can fly low and slow, yet still has a 1,000 combat kilometer radius, five hour endurance, 600 kilometers per hour top speed, and a 35,000 foot ceiling. The Super Tucano armament consists of twin 12.7mm (.50 caliber) machine guns and nearly two tons of guided bombs and rockets. Counter Measure equipment is available for defense against missiles.

    The OV-10, at least in its prime, is a hard act to follow. The OV-10 is a 6.5 ton, twin prop aircraft that could carry over two tons of weapons and stay in the air for three hours per sortie. The first one was delivered to the U.S. Air Force, for use in Vietnam, in 1968. The last one was produced (for export to Indonesia) in 1976. The U.S. Air Force and Marines were the primary users of OV-10s, and the last of these was retired, by the marines, in 1994. Over a hundred were exported to Germany, Thailand, Colombia, Venezuela and Indonesia. Several dozen of these are still in use out of over 300 manufactured. In Vietnam, the OV-10 was used more for reconnaissance and directing air and artillery strikes, than in using its own firepower. But that's what irregular warfare was all about, finding an elusive enemy, and killing him. That's what the OV-10 was designed to do, and did it well.

    Sumber : strategypage
    Readmore --> Super Tucano VS OV-10

    AS Akan Jual Senjata Ke Taiwan


    Washington (ANTARA News/AFP) - Pentagon hari Jumat mengumumkan rencana penjualan senjata senilai enam milyar dolar ke Taiwan, yang mencakup rudal Patriot dan helikopter Black Hawk, namun tidak memenuhi permintaan Taipeh bagi jet tempur F-16.

    Termasuk dalam paket penjualan senjata terakhir itu adalah perlengkapan komunikasi bagi F-16 Taiwan, namun tidak ada jet tempur baru seperti yang diinginkan Taipeh dalam daftar usulan mereka, kata Badan Keamanan Kerja Sama Pertahanan.



    Penjualan itu mencakup 114 rudal Patriot senilai 2,81 milyar dolar dan 60 helikopter Black Hawk senilai 3,1 milyar dolar, kata badan keamanan itu dalam sebuah pernyataan.

    Di tengah spekulasi bahwa Washington bersiap-siap menanggapi permintaan senjata Taiwan, China memperingatkan AS agar tidak menjual senjata lagi ke pulau tersebut.

    Presiden Taiwan Ma Ying-jeou, meski menjalin hubungan yang baik dengan Bejing, meminta AS menjual senjata dengan alasan pulau itu harus tetap bersiaga ketika China meningkatkan anggaran militernya secara tajam.

    Washington memelopori penjualan senjata ke Taiwan meski mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipeh ke Beijing pada 1979.

    China dan Taiwan berpisah pada akhir perang saudara pada 1949. Beijing masih menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu penyatuan kembali, dengan kekuatan jika perlu.

    Selama kunjungannya ke China pada November, Presiden Barack Obama menegaskan lagi bahwa AS yakin hanya ada satu China.(*)

    Sumber : Antara
    Readmore --> AS Akan Jual Senjata Ke Taiwan

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.