ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Monday, February 8, 2010 | 3:59 PM | 0 Comments

    PANGLIMA TNI AKAN RESMIKAN KRI FRANS KAISIEPO


    Biak - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso akan meresmikan pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 di dermaga pelabuhan laut Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa, 9 Februari 2010.

    Dari Biak dilaporkan, Sabtu, persiapan pengukuhan KRI Frans Kaiseipo-368 telah dilakukan panitia pelaksana terdiri TNI/Polri, Dinas Perhubungan serta jajaran Adpel Biak dengan melakukan gladi kotor.

    Pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 bersamaan dengan peresmian KRI Birang-831 serta KRI Mulga-832, yang Jumat siang telah tiba Kabupaten Biak Numfor.

    Pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 dan peresmian KRI Birang-831 serta KRI Mulga-832 akan dilaksanakan dengan upacara militer serta pengukuhan secara adat dipimpin Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.

    Kegiatan pengukuhan dan peresmian KRI Frans Kaisiepo-368 akan dihadiri tiga Kepala Staf Angkatan serta para pejabat teras di jajaran TNI AL

    Selain dihadiri pejabat teras Mabes TNI kegiatan pengukuhan KRI Frans Kaisiepo akan dihadiri Gubernur Papua Barnabas Suebu,Gubernur Papua Barat Bram O.Atururi,bupati/walikoa se Papua,Kapolda Irjen Pol Bekto Suprapto,Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI H. Marbun.

    Wakil Bupati Biak Drs Alimuddin Sabe mengajak, warga masyarakat Biak untuk menyukseskan peresmian serta pengukuhan KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai wujud penghormatan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia atas jasa pahlawan nasional asal Kabupaten Biak Numfor.

    Berdasarkan data Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut Toni Syaiful di Ardava com menyebutkan, upacara pengukuhan KRI Fran Kaisiepo akan melibatkan 1 kompi Korps Musik TNI AL dari Surabaya,1 Kompi Pama gabungan TNI, 2 Kompi TNI AD, 2 Kompi TNI AL, 2 Kompi TNI AU,1 Kompi Polri dan 1 Kompi Dinas Kemaritiman.

    Kehadiran sejumlah kapal perang milik TNI AL di pelabuhan laut Biak, Sabtu tampak menjadi tontonan warga masyarakat Biak yang datang menyaksikan kedatangan armada kapal.

    Sumber :DEPHAN
    Readmore --> PANGLIMA TNI AKAN RESMIKAN KRI FRANS KAISIEPO

    Iran Akan Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium

    Teheran (ANTARA News) - Iran berencana membangun 10 fasilitas pengayaan uranium baru pada Tahun Iran mendatang, menurut kepala tenaga atomnya, dalam komentar-komentar yang tampaknya akan terus meningkatkan ketegangan dengan negara-negara Barat.

    Pengumuman itu disampaikan oleh Ali Akbar Salehi, Minggu malam, yang terjadi setelah Presiden Mahmoud Ahmadinejad sebelumnya menginstruksikan Organisasi Tenaga Atom Iran, untuk mulai bertugas untuk memproduksi bahan bakar nuklir kelas tinggi, untuk reaktor risetnya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    "Iran akan mendirikan 10 pusat pengayaan uranium pada tahun depan," kata televisi negara Al Alam, mengutip pernyataan Salehi yang disiarkan di laman Internetnya.

    Rakyat Iran memulai tahun barunya pada 21 Maret mendatang.

    Iran pada November lalu mengumumkan rencana-rencana untuk membangun 10 pabrik pengayaan uranium baru, dalam perluasan besar-besaran pada program atomnya. Namun, pihaknya tidak menjelaskan kapan dilakukannya.

    Negara-negara Barat khawatir program nuklir Iran adalah bertujuan untuk membuat bom atom. Namun berkali-kali Teheran membantah tuduhan tersebut, dan menegaskan bahwa program nuklirnya untuk mencukupi kebutuhan listrik di dalam negeri.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Iran Akan Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium

    Dirgantara Indonesia Catat Laba Rp 117,08 M

    PT DIRGANTARA Indonesia (PTDI) mulai 2009 mencatat keuntungan Rp117,08 miliar, melonjak dari kerugian yang dicatat pada 2008 sekitar Rp84,34 miliar.

    "Mulai tahun lalu kita perkirakan kembali mencetak laba," kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, di sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin (8/2).

    Menurut Budi, laba bersih didorong melonjaknya pos penjualan yang mencapai Rp771,63 miliar pada 2009. "Penjualan tahun ini kami perkirakan bisa menembus Rp1,293 triliun," kata Budi.

    Pada 2010 perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp225,11 miliar, melonjak tajam dari Rp7,3 miliar pada 2009. Sedangkan belanja operasional ditargetkan mencapai Rp1,63 triliun, dari sebelumnya Rp889,7 miliar.

    Perusahaan yang sebelumnya bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) ini pada 2010 mencatat kontrak baru pembuatan pesawat dan komponen pesawat Rp1,97 triliun.

    Ia menambahkan, sebesar Rp1,5 triliun diantaranya merupakan kontrak peralihan. "Pada tahun lalu (2009) PTDI memperoleh kontrak penyediaan tiga unit CN 235-220 konfigurasi kapal patroli pesanan TNI-AL," katanya.

    Secara keseluruhan ujar Budi, total nilai penjualan pada 2010 diproyeksikan mencapai Rp1,29 triliun, dari sebelumnya diperkirakan Rp771 miliar.

    "Proyeksi 2010 sebesar Rp1,29 triliun terdiri atas penjualan dalam negeri Rp538,53 miliar dan penjualan dalam negeri Rp755,25 miliar," katanya.

    Sumber: JURNAL NASIONAL
    Readmore --> Dirgantara Indonesia Catat Laba Rp 117,08 M

    Presiden Minta TNI Sejahterakan Masyarakat

    MENINJAU LATIHAN MARINIR : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Dankormar Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin saat melakukan peninjauan latihan pemantapan terpadu Korps Marinir tahun 2010 di Pantai Caligi, Lampung, Minggu (7/2). ( FOTO ANTARA/Rumgapres/ama/10 )

    Pesawaran Lampung ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan kehadiran pasukan TNI di sejumlah daerah bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

    “Di wilayah ini sudah dibangun satuan Marinir. Saya harap bisa bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Presiden saat meninjau kegiatan Bakti Sosial Korps Pasukan Marinir di Pantai Klara Kabupaten Pesawaran Lampung, Minggu [07/02].

    Dalam bakti sosial itu diberikan pemeriksaan kesehatan gratis dengan membuka rumah sakit berjalan lengkap dengan ruang operasi pasien. “Saya harapkan dengan bakti sosial ini bisa menjadi hubungan persahabatan yang baik dengan warga. Jadi harap dimanfaatkan dengan baik, yang sehat biar tetap sehat dan yang sakit menjadi sembuh,” katanya.

    Presiden yang mengenakan pakaian hijau TNI di pantai itu juga menyaksikan demonstrasi Rubber Duck Operation yang dilakukan pasukan Marinir. Sebelumnya, usai menyaksikan latihan tempur Pasukan Marinir di Pantai Caligi, Presiden meninjau Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam dan meninjau pameran produk Bio-Marine serta melakukan penanaman pohon.

    Pameran produk Bio-Marine merupakan kerja sama Marinir dengan Artha Graha Grup, perusahaan yang dimilki pengusaha Tomi Winata yang juga hadir di lokasi itu.

    Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Letjen George Toisutta.

    Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi,Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Meneg Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin dan Wakil Menhub Bambang Susantono.

    Sumber: Berita Sore
    Readmore --> Presiden Minta TNI Sejahterakan Masyarakat

    Pindad Siap Bikin Roket

    Bandung - Demi pertahanan dan keamanan, Indonesia dinilai membutuhkan alat utama sistem senjata (alutsista) jenis roket. PT Pindad sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang menyediakan kebutuhan TNI, merasa mampu membuat roket. Namun sampai saat ini belum mendapatkan kepercayaan dari pemerintah.

    "Tergantung kepercayaan. Teknologinya kan kita bisa beli. Kemudian kita urai dan pelajari untuk kita produksi. Yang penting kepercayaan diberikan dulu, deh," ujar Dirut Pindad, Adik Avianto Sudarsono, kepada detikINET usai acara ITB Fair, Minggu malam (7/2/2010).

    Diakui oleh Adik, sampai saat ini pihaknya baru sebatas riset. Belum ada penggunaan roket sebagai senjata.

    "Kapal selam dan roket termasuk senjata strategis. Tidak diketahui kapan dan dari mana datangnya, tiba-tiba meledak. Tapi untuk bikin kapan selam mahal, roket lah yang menjadi pilihan. Seperti di Afghanistan, pejuang Taliban itu mereka memiliki banyak roket. Akibatnya, musuh-musuhnya jadi takut kan," paparnya.

    Adik juga menambahkan, jika roket tersebut dipasang diperbatasan NKRI, maka tidak ada lagi cerita pemindahan patok perbatasan dan penerobosan wilayah NKRI.

    "Bukan untuk mengajak perang. Tapi kalau perbatasan sudah dipasang maka bisa resah semua. Ancaman akan datang karena jarak tembakannya roket," katanya.

    Tapi tentunya ini bukan hal yang mudah. Bagi Adik, perusahaan yang dipimpinnya seyogyanya adalah pelayan TNI untuk memenuhi kebutuhan taktis. Untuk membuat senjata, amunisi ataupun alat tempur, pihaknya harus lulus uji dari TNI.

    "Perlu disadari oleh publik bahwa masuk ke Dephan harus melalui proses sertifikasi. Semuanya dilihat. Kontrak TNI harus lulus uji. Belum lulus, ya berarti belum lulus kontrak," katanya.

    Sumber: DetikNet
    Readmore --> Pindad Siap Bikin Roket

    Rapat Peremajaan Alutsista Digelar di Kapal KRI 591

    JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) tentang strategi dan sistem pertahanan nasional untuk bagaimana menangkal dan mengantisipasi ancaman. Salah satunya membahas keperluan peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista).

    "Memang Presiden mengadakan ada rapat mengenai alutsista di kapal KRI 591, tapi ini tertutup. Setelah pemaparan dari Korps Marinir. Rapat ini mengenai kebijakan tentang kebutuhan sistem kemanan secara keseluruhan," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/2).

    Menurut Julian, rapat tertutup yang dipimpin Presiden itu dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsjudin, Panglima TNI Djoko Santoso, KSAD Letjen George Toisutta, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, dan KSAU Marsekal Muda Imam Sufaat.

    Julian mengatakan, dalam rapat itu dibahas bagaimana strategi sistem pertahanan nasional untuk menangkal dan mengantisipasi ancaman yang akan muncul. Identifikasi masalah itu harus akurat karena perkembangan bisa berubah di militer.

    "Ataupun menangkal serangan dari luar. Strategi militer agar bisa optimal dan pasti mengamankan negara," katanya.

    Rapat itu, kata dia, juga membahas peremajaan alutsista. Pemerintah berupaya memiliki suatu persenjataan yang bukan harus banyak tapi juga diperlukan. "Sehingga bisa mengatasi kemungkinan dan tuntutan ancaman yang pasti tidak berkurang di masa mendatang," ulasnya.

    Ditanya apakah juga dibahas tentang bagaimana pengadaan alutsista baru. Julian mengatakan hal itu tidak dibahas secara detail. Dalam hal ini, pemerintah hanya tidak ingin memakai alutsista yang tidak layak.

    Namun demikian, lanjut Julian, alutsista tidak murah harganya. Jadi pemerintah juga melakukan pertimbangan bagaimana cara pembiyaannya.

    "Yang dibutuhkan keseimbangan kebutuhan dan kepentingan, serta sesuai tuntutan," katanya.

    Ditanya apakah akan ada bentuk pembiayaan baru jika APBN tidak memenuhi. Pembahasan mengenai pinjaman dan lain-lain belum sampai kesana.

    "Saya sendiri belum dapat konfirmasi mengenai isi rapat secara detail karena (rapat) sangat terbatas, saya pun tidak di dalam," aku Julian.

    Ditanya apakah ada rapat selanjutnya. Julian mengaku belum tahu akan hal itu. Tetapi rapat selanjutnya mungkin saja dilakukan. Sebab rapat ini adalah pemetaan, proyeksi ancaman. "Dengan keterbatasan yang kita miliki, kita tidak mungkin membeli alutsista yang mahal-mahal baik udara, laut, darat. Tapi pemerintah tetap melakukan pertimbangan komprehensif untuk memiliki persenjataan biarpun tidak besar tapi cukup efektif bisa redam ancaman yang pasti selalu datang," ulasnya.

    Sumber: media indonesia
    Readmore --> Rapat Peremajaan Alutsista Digelar di Kapal KRI 591

    Presiden Ikuti Latihan Tempur Pasukan Marinir

    PESAWARAN--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (7/2), meninjau Latihan Tempur Pasukan Marinir, setelah sebelumnya mendarat di Pantai Caligi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7.

    Presiden menggunakan kendaraan tempur itu dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar dua km dari bibir pantai.

    KRI Surabaya-591 dipakai Presiden dan rombongan sejak Sabtu malam dari Pelabuhan Merak Banten menuju Lampung.

    Keluar dari lambung kapal, kendaraan tempur bernomor Indonesia 1 itu berada pada urutan gelombang keempat pendaratan pasukan Marinir untuk menyerang pasukan musuh yang disimulasikan berada di Pantai Caligi.

    Sebelum kendaraan Presiden keluar, sejumlah petugas Istana Presiden dan wartawan yang turut dalam rombongan telah mendarat terlebih dulu menggunakan kapal karet bermesin.

    Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua buah BVP-2, penembakan dua buah Howitser 105 dan penembakan dua buah roket RM 70 Grad.

    Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan river crossing serta demonstrasi penembakan Dopper.

    Usai acara di pantai, Presiden menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon.

    Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Letjen George Toisutta.

    Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menneg Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin, dan Wakil Menhub Bambang Susantono.

    sumber: media indonesia
    Readmore --> Presiden Ikuti Latihan Tempur Pasukan Marinir

    Uji Coba Rudal Agni III Berhasil


    New Delhi, Minggu - India kembali berhasil melakukan uji coba penembakan peluru kendali balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir, Agni III, Minggu (7/2).

    Peluru kendali (rudal) Agni III, yang merupakan rudal berdaya jangkau terjauh India, mampu menjangkau sasaran sejauh 3.000 kilometer. Uji coba kemarin adalah yang keempat, setelah pada uji coba pertama, tahun 2006, gagal. Pada uji coba kedua dan ketiga, rudal itu meluncur mulus ke sasaran.

    Keberhasilan uji coba keempat rudal Agni III itu disampaikan pejabat dari Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India. Rudal tersebut diluncurkan dari Pulau Wheeler di lepas pantai timur negara bagian Orrisa, Minggu pagi.

    ”Seluruh parameter telah dipenuhi, uji coba telah berhasil,” kata sebuah sumber sambil menyebutkan bahwa rudal itu ditembakkan dari sebuah mobil peluncur rudal.

    India yang mengembangkan rudal sendiri telah memiliki rudal balistik jarak pendek Prithvi, rudal balistik jarak menengah Akash, rudal antitank Nag, dan rudal supersonik Brahmos yang dikembangkan bersama Rusia.

    Rudal Agni III mampu membawa hulu ledak konvensional atau nuklir hingga 1,5 ton dan menggunakan bahan bakar padat. Daya jangkaunya yang jauh membuat rudal itu mampu mencapai sejumlah tempat di daratan China dan juga Timur Tengah.

    Buka perundingan

    Uji coba India itu diyakini tidak akan meningkatkan ketegangan di kawasan karena India dan Pakistan yang bertetangga dan sama-sama memiliki senjata nuklir selalu memberitahukan satu sama lain jika akan melakukan peluncuran rudal. Hal itu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kedua negara.

    Rabu pekan lalu, India membuka diri untuk kembali melakukan perundingan di tingkat menteri luar negeri dengan tetangga sekaligus juga rivalnya, Pakistan. Akan tetapi, ajakan itu belum dijawab Pakistan.

    Meski demikian, kesediaan India untuk kembali berunding adalah sebuah kemajuan besar, setelah hubungan kedua negara membeku pada 2008, setelah terjadinya serangan di Mumbai. Akibat peristiwa itu, India gigih menolak melakukan perundingan dengan Pakistan, sampai Pemerintah Pakistan membawa mereka yang berada di balik serangan Mumbai ke pengadilan, dan membasmi kelompok-kelompok garis keras di Pakistan.

    Membaiknya hubungan India-Pakistan cukup menggembirakan AS karena akan membantu upaya AS mewujudkan stabilitas di Afganistan. Namun, Pakistan khawatir akan terjepit antara India di perbatasan timurnya dan pemerintahan di Afganistan yang pro-India di perbatasan barat.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Uji Coba Rudal Agni III Berhasil

    Sunday, February 7, 2010 | 1:02 PM | 0 Comments

    Menumpangi Amfibi, SBY Mendarat di Lampung

    PESAWARAN, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu, (7/2/2010) pagi, mendarat di Pantai Caligi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menggunakan kendaraan tempur amfibi seri LVT-7 untuk meninjau Latihan Tempur Pasukan Marinir. Presiden menggunakan kendaraan tempur itu dari dalam kapal perang KRI Surabaya-591 yang berlabuh sekitar 2 km dari bibir pantai.

    KRI Surabaya-591 dipakai Presiden dan rombongan sejak Sabtu malam dari Pelabuhan Merak Banten menuju Lampung. Keluar dari lambung kapal, kendaraan tempur bernomor Indonesia 1 itu berada pada urutan gelombang keempat pendaratan pasukan Marinir untuk menyerang pasukan musuh yang disimulasikan berada di Pantai Caligi.

    Sebelum kendaraan Presiden keluar, sejumlah petugas Istana Presiden dan wartawan yang turut dalam rombongan telah mendarat terlebih dahulu menggunakan kapal karet bermesin.

    Di Pantai Caligi yang merupakan Pusat Latihan Tempur Komando Pasukan Katak Korps Marinir, Presiden menyaksikan demonstrasi tempur pertama berupa penembakan tiga buah tankfib PT-76, penembakan dua buah BVP-2, penembakan dua buah Howitser 105, dan penembakan dua buah roket RM 70 Grad.

    Presiden juga menyaksikan demonstrasi tempur kedua berupa penembakan di atas pohon, penembakan reaksi, penembakan mortir 81 dan river crossing, serta demonstrasi penembakan Dopper.

    Seusai acara di pantai, Presiden akan menuju Markas Komando Batalyon Infanteri-9 Marinir Beruang Hitam untuk menerima Jajar Kehormatan dan Valreep, serta meninjau pameran produk Bio-Marine dan penanaman pohon. Selanjutnya, Presiden akan menuju Pantai Klara, meninjau Bakti Sosial Kes Yala, dan menyaksikan Demonstrasi Rubber Duck Operation.

    Hadir dalam acara ini sejumlah menteri dan pimpinan TNI, seperti Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Agus Suhartono, KSAU Marsekal Madya Imam Sufaat, dan KSAD Jenderal George Toisutta.

    Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhut Zulkifli Hassan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Hatta, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsudin, dan Wakil Menhub Bambang Susantono.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Menumpangi Amfibi, SBY Mendarat di Lampung

    Saturday, February 6, 2010 | 4:29 PM | 0 Comments

    Russian president approves new military doctrine

    Russian President Dmitry Medvedev has approved the country's new military doctrine which allows preventive nuclear strikes against potential aggressors.

    "The president informed the members of Russia's Security Council on Friday that he has approved two documents - the military doctrine and the Fundamentals of the state policy on nuclear deterrence until 2020," said presidential press secretary Natalia Timakova.

    According to Russian officials, the adjustment of the country's military doctrine was prompted by real threats and challenges faced by Russia.

    Russia's nuclear triad comprises land-based ballistic missile systems, nuclear-powered submarines equipped with sea-based ballistic missiles, and strategic bombers carrying nuclear bombs and nuclear-capable cruise missiles.

    Under the new doctrine, Russia will continue developing and modernizing its nuclear triad, increasing its capability to overcome missile defenses of a potential enemy.

    The new military doctrine also aims to transform the Armed Forces into a more effective and mobile military force. Their structures will be "optimized" through the use of combined arms units performing similar tasks.

    The previous document was adopted in 2000. It outlined the role of the Russian military in ensuring the defense of the country and, if necessary, preparing for and waging war, although it stressed that the Russian military doctrine is strictly defensive.

    Russia's military expenditure has of late been steadily growing, and the country reportedly plans to increase the current defense budget of $40 billion by 50% in the next three years.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russian president approves new military doctrine

    Friday, February 5, 2010 | 6:54 PM | 0 Comments

    U.S. missiles in Romania would threaten Russia

    U.S. plans to place elements of its global missile shield in Romania pose a real threat to Russia's national security, a Russian military analyst said on Friday.

    Romanian President Traian Basescu said on Thursday his country was ready to host U.S. medium-range interceptor missiles to counter a potential ballistic missile attack, but stressed that they would not be directed at Russia.

    "We are talking about the placement of the land-based Aegis system in Romania by 2015 which uses the new Standard Missile interceptor, SM-3. This weaponry, without a doubt, could significantly reduce Russia's deterrent capability," said Col. (Ret.) Igor Korotchenko, editor-in-chief of the National Defense magazine.

    He said SM-3 missiles would be able to intercept Russian ballistic missiles shortly after launch and on their initial flight trajectory.

    "Russia must warn Romania that if the elements of the U.S. missile shield are placed in the country they will become a target of Russia's preventive missile strikes," Korotchenko said.

    Last year U.S. President Barack Obama scrapped plans for Poland and the Czech Republic to host missile shield elements to counter possible strikes from Iran. The missile shield plans infuriated Russia.

    However, Washington has announced a new scheme for a more flexible system, with a combination of land- and sea-based interceptors, to be deployed in Central Europe by 2015.

    U.S. Vice-President Joseph Biden visited Romania, Poland, and the Czech Republic last October to promote the new missile shield plan.

    Warsaw and Prague have already expressed their support of the revamped U.S. strategy.

    Korotchenko said that with ship-based SM-3s in the North, Black and Mediterranean seas, and mobile land-based SM-3s in Central Europe the western borders of Russia would be surrounded by U.S. missile interceptors by 2015.

    Sumber: RIA
    Readmore --> U.S. missiles in Romania would threaten Russia

    Perbatasan dengan 10 Negara belum Juga Terselesaikan

    JAKARTA--MI: Masalah perbatasan masih menjadi utang bagi pemerintah. Perbatasan dengan sepuluh negara yang berbatasan dengan wilayah Indonesia belum juga terselesaikan.

    Hal itu disampaikan oleh Kasubdit Direktorat Perjanjian Politik, Keamanan dan Kewilayahan Kementerian Luar Negeri Ibnu Wahyutomo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/2). "Kita berbatasan dengan sepuluh negara. Dengan sepuluh negara, kita masih mempunyai masalah perbatasan," kata Ibnu.

    Kesepuluh negara tersebut adalah India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Palau, Papua Nugini, Timor Leste, dan Australia. Negosiasi dengan kesepuluh negara tersebut, menurutnya, memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda.

    Negosiasi tersebut, sambung dia, tidak bisa dipastikan waktu penyelesaiannya karena menyangkut hubungan antar negara yang berdaulat. Penyelesaiannya sendiri membutuhkan satu kesatuan, mulai dari penetapan batas, penegasan batas, dan penerimaan dari masyarakat perbatasan serta keterlibatan pemerintahan daerah.

    "Kesulitannya adalah karena mereka tidak mau mengikuti apa yang kita inginkan, sebaliknya kita punya posisi dasar sendiri, dan dua-duanya adalah negara berdaulat," ujarnya.

    Hal itu juga diamini oleh Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan Mayjen Syarifuddin Tippe. Ia menegaskan masalah perbatasan merupakan masalah kompleks yang menyangkut semua fungsi pihak terkait. Apalagi, rujukan masing-masing pihak berbeda.

    Contoh kasus adalah perbatasan darat antara Malaysia-Indonesia. "Kita sudah 39 kali outstanding boundary problem terkait masalah perbatasan dengan Malaysia. Ada sepuluh segmen yang akan dibicarakan ke depan," jelasnya.

    Direktur Wilayah Pertahanan Dirjen Strahan TH Soesetyo menjelaskan bahwa sepuluh segmen tersebut membentang sepanjang Kalimantan Timur, mulai dari Sebatik, Sungai Sinapat, D500, D400, D700, Sungai Buan, Gunung Raya hingga Tanjung Datu. Permasalahan terjadi karena belum adanya penegasan batas antara kedua negara.

    "Batas negara didasarkan pada penetapan batas antara Belanda dan Inggris. Penetapan batas antara Inggris dan Belanda sudah dilakukan, yakni ditetapkan dengan melihat waterseed. Tapi, ada beda persepsi dan pada tahun 70-an sudah dilakukan survei bersama. Ternyata menyisakan masalah," jelasnya.

    Sumber: Media Indonesia
    Readmore --> Perbatasan dengan 10 Negara belum Juga Terselesaikan

    Taiwan Beli Helikopter Tempur dari Eropa

    TAIPEI--MI: Taiwan mengatakan akan membeli sejumlah helikopter militer dari sebuah pabrikan Eropa. Pembelian ini bisa memicu kemarahan China pada Eropa seperti kasus penjualan senjata AS kem Taiwan bulan lalu.

    "Angkatan udara akan membeli helikopter-helikopter pencarian dan pertolongan EC-225, juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Martin Yu, Jumat (5/2).

    China mengecam AS karena paket senjata senilai US$6,4 miliar yang direncanakan bagi Taiwan, dan mengatakan negara itu akan menerapkan sanksi pada perusahaan AS yang menjual senjata pada pulau yang memerintah sendiri yang Beijing anggap sebagai provinsi China yang memisahkan diri itu.

    Helikopter EC-225 dianggap sebagai pesawat pencarian dan pertolongan yang diabdikan ketimbang helikopter tempur. China menyatakan kedaulatannya atas Taiwan sejak 1949, ketika pasukan Mao Zedong memperoleh kemenangan dalam perang saudara China. Beijing telah berjanji untuk membawa Taiwan kembali ke bawah pemerintahannya, dengan kekuatan jika perlu.

    Taiwan berusaha memajukan senjata buatan luar negeri untuk memperbarui militernya, yang ketinggalan China dalam keseimbangan kekuatan. Pemerintah Presiden AS Barack Obama telah memberitahu Kongres sepekan lalu mengenai penjualan senjata yang pertama ditawarkannya pada Taiwan yang mencakup helikopter Black Hawk, rudal anti-rudal Patriot Advanced Capability-3 dan teknologi komando-dan-kontrol itu.

    Sumber: Media Indonesia
    Readmore --> Taiwan Beli Helikopter Tempur dari Eropa

    Pengembangan Jet Tempur F-35 Diteruskan


    Washington, Rabu - Program pengadaan pesawat jet tempur canggih dan berbiaya lebih murah, F-35, tetap diteruskan. Dalam prosesnya ternyata pesawat yang diproduksi Lockheed Martin itu tidak semurah seperti yang direncanakan. Waktu pembuatannya juga molor dari jadwal yang direncanakan.

    Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Rabu (3/2), menegaskan komitmen pelanjutan program pengadaan pesawat tempur gabungan F-35 itu. Perusahaan Boeing berusaha memanfaatkan sejumlah kelemahan program F-35. Boeing menawarkan perpanjangan kontrak pengadaan pesawat tempur F/A-18.

    Untuk menggerakkan kembali program F-35 sesuai yang direncanakan, Gates memecat seorang jenderal yang menjabat senior manajer program F-35. Bonus sebesar 614 juta dollar AS yang dijanjikan kepada para petinggi Lockheed Martin juga dibatalkan karena buruknya kinerja program F-35.

    Keputusan itu mempermalukan para pejabat Lockheed Martin, kontraktor militer terbesar AS. Meski demikian, para pejabat Pentagon mengatakan, mereka ingin memastikan program itu tidak mati. Hal ini pernah terjadi pada program persenjataan lainnya yang kemudian rontok di tengah jalan.

    2.400 pesawat

    Harian AS The New York Times menyebutkan, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Marinir AS berencana membeli lebih dari 2.400 pesawat F-35.

    Akan tetapi, keterlambatan dalam produksi bisa membuat mereka harus menghabiskan miliaran dollar AS untuk membeli pesawat tempur lain yang kurang mutakhir. Hal ini sekaligus bisa mengurangi jumlah pesanan untuk F-35, pesawat generasi kelima dengan sebuah kursi.

    F-35 diproyeksikan akan menggantikan pesawat tempur F-16 dan pesawat-pesawat tempur lainnya yang sudah tua.

    Lockheed Martin sebenarnya telah memproduksi model F-35, tetapi baru dua persen dari program uji terbang yang telah dilakukan.

    Pada hari Selasa (2/2), produksi F-35 kelima menjalani uji terbang untuk pertama kali. Selain dibuat untuk model lepas landas secara horizontal (konvensional), F-35 juga dibuat untuk model lepas landas dengan landasan pacu yang pendek dan model pendaratan vertikal.

    Kongres AS kerap mempertanyakan program F-35. Gates dan Kepala Staf Angkatan Laut yang juga Kepala Staf Gabungan Admiral Mike Mullen mengakui program F-35 bermasalah. Namun, dengan upaya restrukturisasi yang dipimpin Pentagon, program F-35 itu diyakini bisa berjalan lancar.

    Mullen mengatakan, Pentagon akan memulai pelatihan F-35 pada 2011. Harga satu unit pesawat F-35 sekitar 122 juta dollar AS, jauh lebih murah dari pesawat tempur canggih F-22 yang berharga 350 juta dollar AS. Sampai saat ini, hanya 187 unit F-22 yang sudah diproduksi.

    Menurut situs Lockheedmartin.com, F-35 dirancang sebagai pesawat tempur yang lebih lincah saat mendarat dan lepas landas dengan kecepatan melebihi kecepatan suara dan susah dideteksi musuh. Pesawat juga dirancang untuk bisa lebih dekat ke sasaran dan bisa menerjang multisasaran dalam sekali pukul.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pengembangan Jet Tempur F-35 Diteruskan

    Thursday, February 4, 2010 | 8:43 PM | 0 Comments

    Korsel "Cuci Gudang", Kirim "Capung" ke Peru

    SEOUL, KOMPAS.com — Gebukan krisis ekonomi memang masih membuat Korea Selatan sempoyongan. Alhasil, Negeri Ginseng itu pun dilanda gonjang-ganjing pembiayaan pertahanan.

    Makanya, demi mengikis pemborosan, Seoul pada Kamis (4/2/2010) melakukan "cuci gudang" perabot tempurnya. Untuk tahap awal, Korsel melepas gratis delapan pesawat tempurnya ke Peru. Oh iya, Korsel dan Peru sudah terhubung secara diplomatis sejak 1963. Sampai sekarang, hubungan keduanya berada dalam jalinan kerja sama ekonomi dan perdagangan.

    Nah, rupanya-rupanya, mesin perang yang bakal jadi milik Peru adalah jenis perabotan gaek. Pesawat-pesawat tempur yang dimaksud adalah seri A-37B Dragonfly bikinan Abang Sam (AS). Seri "capung" ini sohor pada sekitar tahun 1960 tatkala Perang Vietnam tengah berkecamuk. Korsel membeli pesawat ini dari AS pada 1970-an.

    Sejatinya, pesawat ini digunakan sebagai pesawat latih, saat masa damai. Cuma, sejak 1997, Korsel telah memutuskan agar A-37B masuk hanggar alias tak dipakai sama sekali.

    Sumber: Kompas
    Readmore --> Korsel "Cuci Gudang", Kirim "Capung" ke Peru

    Sudi Klaim Pembelian Pesawat Kepresidenan Hemat Rp 100 Miliar

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengklaim pembelian pesawat kepresidenan akan menghemat anggaran Rp 100 miliar dibandingkan dengan menyewa.

    "Selisihnya Rp100 miliar, Kalau kita sewa rugi Rp 900 miliar. Pesawat juga tidak kita miliki," kata Sudi di Kantor Presiden, Kamis (4/2).

    Dia memperbandingkan jika harus sewa pesawat presiden dan wakil presiden butuh Rp 180 miliar selama setahun atau Rp 900 miliar selama lima tahun.

    Padahal, menurut dia, jika membeli pesawat dengan harga pasnya US $ 85,4 juta atau hanya sekitar Rp 800 miliar. "Kalau kita beli, kita juga cicil selama 5 tahun, harganya cuma 800 tapi pesawat presiden," katanya. "Itu bisa digunakan presiden yang akan datang."

    Namun, Sudi mengaku pemerintah belum mengeluarkan anggaran sedikit pun. "Satu sen pun belum ada keluar uang negara untuk itu," katanya. Dia melanjutkan realisasi pembelian pesawat ini paling cepat 2011 untuk satu pesawat kepresidenan Boieng tipe 737-800.

    Namun saat ini, pemerintah juga belum mengeluarkan untuk Uang Muka Pembelian. "Prosesnya sudah sesuai karena sudah melalui mekanisme bagaimana pengadaan dan proses administrasinya," katanya. "Sudah ada paparan yang murah dan baik."

    Dia mengaku, ide pembelian pesawat itu awalnya dari DPR. "Ide itu datangnya dari DPR bahwa membeli lebih murah daripada menyewa. Ternyata Setelah hitung-hitungan memang benar," katanya. Sehingga jika DPR membantah itu bukan persetujuan DPR, "Sangat sangat kita sayangkan."

    Sumber: Tempo
    Readmore --> Sudi Klaim Pembelian Pesawat Kepresidenan Hemat Rp 100 Miliar

    TNI Jadi Pengamanan Utama Obama Di Indonesia

    JAKARTA (SuaraMedia News) - Sistem keamanan tingkat tinggi akan diterapkan selama kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, Maret 2010 mendatang. Sistem keamanan dilakukan TNI dan Polisi hanya sebagai pendukung.

    Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen menyatakan, TNI masih menunggu koordinasi dari pengamanan Amerika Serikat. Tapi, persiapan awal sudah dilakukan sesuai prosedur tetap (protap).

    "Upaya pengamanan khusus tetap dilakukan, itu sudah jadi protap setiap akan ada tamu negara setingkat presiden. Kalo soal Presiden Obama, kami masih menunggu koordinasi dari Amerika," kata Sagom Tamboen, Rabu 3 Februari 2010.

    Setelah koordinasi dilakukan, barulah Paspampres akan melakukan koordinasi juga secara internal maupun eksternal ke Polisi maupun pemerintah daerah setempat.

    Sebenarnya juga, lanjut Sagom antara pengamanan presiden satu dengan lainnya tidak ada bedanya, semua sama. Hanya saja selama berada di Indonesia semua tamu negara akan di buat senyaman dan seaman mungkin.

    "Soal jumlah personel relatif, masih menunggu instruksi, tapi semua disesuaikan dengan kondisi yang ada, dan tentunya intelijen akan mengawali semua kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan," tuturnya.

    Dengan demikian, diharapkan tidak ada gangguan apapun baik dalam maupun luar yang akan mengganggu kenyamanan kunjungan para tamu negara setiap ke Indonesia.

    Sementara itu, Kepolisian telah mengetahui rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia pada bulan Maret 2010. Pengamanan terhadap Obama pun akan dilakukan sesuai standar pengamanan tamu negara.
    Kabaintelkam Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saleh Sa'af, menyampaikan hal tersebut ketika dihubungi wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 2 Februari 2010. "Kami sudah ada info itu dan Polri sudah memiliki standard operating procedure untuk mengamankan pejabat dan tamu-tamu negara," ujar Saleh.

    Saleh tidak menjelaskan lebih rinci mengenai apa saja objek pengamanan yang akan dilakukan. Sebab, kata dia, itu sama dengan saja memberikan informasi kepada pihak yang akan melakukan tindakan gangguan.

    Pastinya, polisi melakukan pengawalan pribadi terhadap Obama, dalam rangka pengamanan perjalanan-perjalanan selama di Indonesia ke tempat yang tujuan yang sudah ditentukan. Sejak kedatangan hingga kembali. "Kami akan buat situasi nyaman dan aman," ujar Saleh.

    Sementara itu, Pihak SDN Menteng 01 berharap, patung Barrack Obama semasa kecil yang bertengger di Taman Menteng, bisa dipindah ke sekolah itu ketika Obama datang nanti.

    Demikian dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Purwanto saat ditemui di kantornya, Jalan Besuki Nomor 4, Jakarta Pusat.

    “Kami sudah membahas soal patung Obama. Kami berharap patung dipindah ke sekolah karena dulu di situ belum ada taman, itu taman untuk Persija. Jadi karena Obama main di sekolah ini maka lebih tepat kalau patung tersebut ditaruh di sekolah,” ujarnya.

    Obama dijadwalkan akan datang ke Jakarta pada pertengahan Maret mendatang. Begitu mendengar kabar ini dari Kedutaan AS, SDN Menteng langsung melakukan persiapan.

    Seperti dikatakan Wakil Kepala Sekolah SD 01 Menteng, Akhmad Solikhin, pihaknya membenahi sekolah termasuk taman. Serta mempersiapkan hiburan berupa paduan suara dan seni tari yang dilakukan oleh murid-murid.

    Bahkan, Ikatan Alumni SD Besuki (ILUSKI) pun tak mau ketinggalan ambil bagian. “Kemarin mereka menggelar rapat internal namun yang tahu hanya anggotanya saja. Teman-teman masa kecil Obama juga akan datang untuk bernostalgia,” ujar Purwanto.

    Namun begitu, Purwanto mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan waktu pasti Obama datang ke sekolah itu. Dari berbagai

    Sumber: www.suaramedia.com
    Readmore --> TNI Jadi Pengamanan Utama Obama Di Indonesia

    Kazakh parliament ratifies deal on post-Soviet rapid reaction force

    Kazakhstan's parliament ratified an agreement on Thursday on establishing a post-Soviet security group's rapid reaction force.

    The creation of a powerful military contingent in former Soviet Central Asia by members of the Russian-dominated Collective Security Treaty Organization (CSTO) is seen as Moscow's bid to counterbalance NATO. But its formation has run into problems caused by the regional rivalries of some members.

    Speaking at a plenary session, the Central Asian state's defense minister, Bolat Sembinov, said the rapid reaction force is designed "to improve the security of the CSTO members against the backdrop of existing and potential threats," including terrorism, extremism, drug trafficking, natural disasters and to enhance the organization's role in ensuring international security.

    The CSTO comprises Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia, Uzbekistan and Tajikistan. Observer status is enjoyed by Iran, India, Mongolia and Pakistan.

    Five of the seven members signed the agreement in February 2009. Belarus, which initially refrained from signing the deal because of a trade dispute with Russia, joined it later last year.

    Uzbekistan has so far refused to join the force, saying it opposes stronger Russia's role in Central Asia. Uzbekistan is also at odds with regional neighbor Kyrgyzstan, which hosts a Russian airbase.

    The Collective Rapid Reaction Force held two-week military exercises in southern Kazakhstan in October 2009, with more than 7,000 personnel from Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia and Tajikistan taking part.

    Russia's security strategy until 2020, recently approved by President Dmitry Medvedev, envisions the CSTO as "a key mechanism to counter regional military challenges and threats."

    Sumber: RIA
    Readmore --> Kazakh parliament ratifies deal on post-Soviet rapid reaction force

    Polisi Militer PBB Studi Banding ke POM TNI

    LEBANON (Pos Kota) – Sebanyak 7 orang peserta Kursus Instruktur Polisi Militer PBB (UNMILPOC) mengadakan study banding ke Markas Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL di UN Posn 7-3 Blat, Lebanon. Peserta kursus disambut langsung oleh Komandan Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL, Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo beserta perwira lainnya.

    Pserta kursus UNMILPOC terdiri dari, Captain Tom Angelhov (Swedish Army Military Police), Lt Jorgen Kempel (Danish Army Military Police), Sergeant Markku Kalliomaki (Finland Army Military Police), Major Jesper Aennchen (Danish Army Military Police School) serta personel Polisi Militer UNIFIL dari Kontingen Denmark yaitu Captain Claus Bronnum, Warrant officer Martin Enevoldsen dan Sergeant Jimmy Persson.

    Kursus Instruktur Polisi Militer PBB adalah kursus yang diselenggarakan oleh PBB dan berpusat di Denmark. Kursus berlangsung selama 4 bulan dan dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Dipilihnya Markas Satgas POM TNI sebagai salah satu tujuan study banding, karena Satgas POM TNI dianggap berhasil dalam melaksanakan tugasnya sebagai Satuan Polisi Militer di UNIFIL Lebanon untuk menjaga ketertiban dan disiplin para anggota pasukan penjaga perdamaian PBB.

    Salah satu program kursus adalah mengadakan study banding ke negara-negara yang menjadi daerah operasi PBB, dengan tujuan untuk pendalaman study kasus yang berkaitan dengan masalah-masalah Polisi Militer. Diharapkan, setelah menyelesaikan kursus tersebut para instruktur Polisi Militer PBB dapat mengajarkan materi-materi tentang Polisi Militer dengan kondisi yang paling mutakhir dan update kepada para Polisi Militer dari seluruh negara yang akan dikirim ke daerah operasi PBB sebagai Polisi Militer PBB.

    Pada paparan singkatnya, Dansatgas POM TNI Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo menguraikan tentang kondisi aktual dan kesiapan operasi Satuan Polisi Militer Sektor Timur UNIFIL.

    Dijelaskan, bahwa tugas-tugas yang dilaksanakan Polisi Militer antara lain, mengatur pengawalan VIP atau konvoi PBB, melaksanakan patroli untuk menegakkan peraturan dan disiplin, melaksanakan patroli di tempat obyek vital yang ada di wilayah Sektor Timur serta melaksanakan penyelidikan dan penyidikan pada kasus-kasus kriminal kecelakaan lalu lintas.

    Usai menerima paparan dari Dansatgas POM TNI, Major Jesper Aennchen (Danish Army Military Police School) selaku ketua rombongan menyampaikan ungkapan penghargaan atas sambutan hangat dan kesediaan Satgas POM TNI untuk berbagi informasi dan pengetahuan mengenai operasional tugas Polisi Militer di daerah operasi.

    Dia menyatakan keyakinannya bahwa dengan data aktual yang diperoleh dari study banding tersebut, akan sangat membantu para instruktur dalam menjalankan tugasnya.

    Sumber: Pos Kota
    Readmore --> Polisi Militer PBB Studi Banding ke POM TNI

    Pangarmabar Tinjau Kapal Perang


    JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Marsetio, MM melakukan inspeksi, yang diterima oleh Kasguspurlabar Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin dan Komandan KRI Surabaya, Letkol Laut (P) OC Budi, di dermaga Tanjung Priok, Jakarta.

    Pangarmabar meninjau kesiapan unsur-unsur Koarmabar dalam mendukung pendaratan amfibi pada latihan pemantapan Korps Marinir yang dilaksanakan di Lampung.

    Sumber: Pos Kota
    Readmore --> Pangarmabar Tinjau Kapal Perang

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.