ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, February 24, 2012 | 7:51 AM | 0 Comments

    Industri Pertahanan Diminta Fokus Penuhi Pesanan Kemenhan

    Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meminta BUMN industri strategis agar fokus memproduksi arsenal dan arsenal pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    "BUMN industri strategis seperti PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, PT Pindad, termasuk PT Industri Kapal Indonesia kita arahkan agar fokus memenuhi permintaan Kementerian Pertahanan," kata Iskan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (23/2).

    Menurut dia, dalam kondisi seperti sekarang ini perusahaan-perusahaan itu seharusnya lebih mengutamakan kapal perang, kapal angkutan militer atau produk lain pesanan-pesanan Kementerian Pertahanan ketimbang memproduksi kapal komersial.

    "Jumlah kapal perang pesanan TNI/Polri cukup banyak, jadi sebaiknya produksi kapal niaga dihentikan sementara agar dapat memenuhi order tersebut," ujarnya.

    Meski begitu, mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara tersebut tidak merinci jenis kapal apa saja yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan. Ia hanya menjelaskan, pemerintah saat ini mengalokasikan dana anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN yang cukup besar untuk membiayai pengadaan alustista (alat utama sistem senjata) nasional.

    Iskan mengakui kondisi keuangan BUMN industri strategis tersebut cukup memprihatinkan karena dampak krisis dan situasi ekonomi di masa lalu.

    "Mereka sesungguhnya banyak mendapat pesanan kapal dari luar negeri, namun karena krisis mengakibatkan perusahaan pemesan kapal tidak mampu menebus kapal ketika sudah selesai dikerjakan atau dibangun," katanya.

    Menurut dia, saat ini merupakan momentum bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi terkait alutsista untuk bangkit kembali.

    PT Pal Indonesia yang selama ini produksinya didominasi pesanan kapal komersial, kini mau tidak mau harus memproduksi pesanan Kementerian Pertahanan yang memang pendanaan dan ordernya sudah jelas.

    Merujuk catatan, PT Pal dan PT Dirgantara Indonesia memiliki sejarah buruk dalam kinerja keuangannya sehingga memaksa Kementerian BUMN untuk melakukan restrukturisasi terhadap perusahaan itu dengan melakukan penyuntikan dana.

    Untuk itu, imbuh Dahlan, langkah untuk memprioritaskan pemenuhan permintaan TNI/Polri tersebut merupakan yang terbaik. "Yang penting saat ini perusahaan hidup dulu dari order-order Kementerian Pertahanan. Baru dua tahun kemudian setelah kondisi keuangan perusahaan stabil bisa mengincar pesanan kapal komersial," katanya.

    Sumber : Liputan 6

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.