ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, June 2, 2010 | 11:12 AM | 0 Comments

    Russia to transfer its Nerpa nuclear sub to India in autumn 2010


    "The training of the crew has been concluded, most of the tests have been carried out — everything is almost at the finish line"


    Russia will transfer its Nerpa nuclear-powered attack submarine for a 10 year-lease to India in the autumn, the head of the Russian Federal Service for Military-Technical Cooperation has said.

    "The training of the crew has been concluded, most of the tests have been carried out — everything is almost at the finish line," Mikhail Dmitriyev told journalists in New Delhi after a meeting of the Russian-Indian high-level supervisory committee on military and technical cooperation on Tuesday.

    He said India would receive the K-152 Nerpa submarine in October or November 2010.

    The lease follows an agreement inked between New Delhi and Moscow in January 2004, with India funding part of the Nerpa's construction at the Komsomolsk-on-Amur shipyard in the Russian Far East with an initial $650 million.

    The Nerpa, the Akula-II class nuclear submarine, was scheduled to be inducted in the Indian Navy as INS Chakra by mid-2008 but technical problems delayed the process. After that, just as it began its sea trials in November 2008, 20 sailors and technical workers were killed on it due to a toxic gas leak when the automatic fire extinguishing system malfunctioned.

    After repairs, which cost an estimated 1.9 billion rubles ($65 million), the Nerpa is now fully operational.

    Akula II class vessels are considered the quietest and deadliest of all Russian nuclear-powered attack submarines.

    Dmitriyev also expressed hope that Russia and India would sign a contract on the joint development of a new fifth-generation fighter within the next three months.

    The sides earlier agreed to develop both a single-seat and a two-seat versions of the aircraft, which would be most likely based on Russia's T-50 prototype fifth-generation fighter, by 2016.

    Russia has been developing its fifth-generation fighter since the 1990s. The T-50 aircraft was designed by the Sukhoi design bureau and built at a plant in Komsomolsk-on-Amur, in Russia's Far East.

    Russian officials have already hailed the fighter as "a unique warplane" that combines the capabilities of an air superiority fighter and attack aircraft.

    From: RIA
    Readmore --> Russia to transfer its Nerpa nuclear sub to India in autumn 2010

    Clinton hails Romania's willingness to host U.S. missiles


    "This decision highlights the seriousness with which Romania approaches its role in NATO and its commitment to enhancing global security"


    Romania's readiness to host U.S. missile defense systems demonstrates its 'serious' attitude to global security, U.S. Secretary of State Hilary Clinton has said.

    "We are very pleased Romania has agreed to host elements of the phased adaptive approach to missile defense in Europe as we pursue this shared goal," Clinton said after a meeting with Romanian Foreign Minister Teodor Baconschi in Washington on Tuesday.

    "This decision highlights the seriousness with which Romania approaches its role in NATO and its commitment to enhancing global security," the U.S. secretary of state said.

    She described the talks, which focused on "the main bilateral topics on our agenda," as "excellent."

    In February, Romania and Bulgaria said they were in talks with U.S. President Barack Obama's administration on deploying elements of the U.S. missile shield on their territories from 2015.

    The move came after Obama suspended last September plans by the Bush administration to deploy missile-defense elements in the Czech Republic and Poland due to a reassessment of the threat from Iran. Russia fiercely opposed the plans as a threat to its national security.

    Last week, the U.S. opened a temporary military base near the northern Polish town of Morag, 80 km (50 miles) from the Russian border, in accordance with an agreement negotiated under former President George Bush in 2008.

    The U.S. troops will be deployed at the base to train Polish forces until 2012, when the base is expected to become permanent. The move has brought a strong reaction from Moscow, which is particularly displeased by its proximity to Russia's Baltic exclave of Kaliningrad.

    Russia has suggested the base be moved away from the borders, and the Foreign Ministry has said that the deployment does not enhance regional security and cooperation.

    In late April, Russian President Dmitry Medvedev said that Moscow was interested in cooperation with NATO on issues of anti-missile defense in Europe.

    From: RIA
    Readmore --> Clinton hails Romania's willingness to host U.S. missiles

    Danpasmar-1 Ucapkan Selamat Kontingen Marwiltim


    Surabaya - Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra mengucapkan selamat atas prestasi juara umum kepada Kontingen Marwiltim yang berlaga di Porwiltim TNI AL tahun 2010.

    Ucapan selamat itu dikemukakan saat bertatap muka dengan para atlet Marwiltim sekaligus membubarkan Kontingen Marwiltim di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Selasa.

    "Kita patut bersyukur, karena tugas besar Porwiltim telah dapat kita sukseskan tanpa halangan yang berarti dan atlet-atlet Marwiltim kembali menunjukkan prestasi dengan merebut gelar juara umum," katanya.

    Oleh karena itu, orang nomor satu di jajaran Pasmar-1 itu mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para atlet Kontingen Marwiltim yang telah sukses dalam Porwiltim TNI AL pada 18-31 Mei 2010.

    "Dalam Porwiltim TNI AL 2010 dibutuhkan 'team work' yang baik, hal itu bisa dilihat dari tiga medali emas yang direbut atlet-atlet Marwiltim di cabang Voli Putra, Voli Putri, dan Sepak Bola yang menunjukkan kualitas tim yang sangat sempurna menurut ukuran Pasmar-1," katanya.

    Porwiltim 2010 menunjukkan "kesombongan" Pasmar-1 bahwa mereka tidak butuh perak atau perunggu, tapi hanya butuh emas, meski dua cabang tidak bisa mempersembahkan medali, sebab dalam setiap kompetisi atau pertandingan memang selalu ada yang menang dan ada yang kalah.

    "Tujuan diadakannya Porwiltim 2010 bukan hanya untuk meraih juara, tapi juga dalam rangka memelihara dan meningkatkan kebersamaan persatuan dan kesatuan internal TNI AL," tegasnya.

    Komandan berharap tim-tim yang belum berhasil mempersembahkan medali menganggapnya sebagai kemenangan yang tertunda.

    Selain itu, ia berharap pembinaan atlet Marwiltim agar dapat dilaksanakan secara terus-menerus sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan dan mempertahankan prestasi yang sudah didapatkan, bahkan lebih ditingkatkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Komandan Pasmar-1 memberikan uang pembinaan kepada atlet Marwiltim yang telah menjadi juara umum Porwiltim tahun 2010.

    Uang pembinaan itu diberikan kepada tim Sepak bola sebear Rp10 juta, serta tim Bola voli putra dan putri masing-masing Rp6 juta.

    Porwiltim tahun 2010 mempertandingkan Empat Cabang Olahraga, yaitu Bola Voli, Tenis Lapangan, Bulu Tangkis dan Sepak Bola.

    Dalam ajang itu, Kontingen Marwiltim yang berkekuatan 121 orang yang terdiri dari 37 official dan 84 atlet dengan Komandan Kontingen Kolonel Marinir Amir Faisol itu menyabet Juara Umum Porwiltim tahun 2010 dengan perolehan tiga medali emas.

    Acara itu dihadiri Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir LW. Supit, Dankolatmar Kolonel Marinir Purwadi, Danlanmar Surabaya Kolonel Marinir Enjang Suryana, para Komandan Kolak Pasmar-1 dan para Asisten Kaspamar-1.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Danpasmar-1 Ucapkan Selamat Kontingen Marwiltim

    Masyarakat Surabaya Kunjungi Kapal Perang AS


    Surabaya (ANTARA News) - Angkatan Laut Amerika Serikat (US-Navy) memberikan kesempatan kepada masyarakat Kota Surabaya, khususnya kalangan pelajar, untuk mengunjungi sejumlah kapal perangnya yang sedang bersandar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak, Surabaya, Selasa.

    Hal itu dilakukan untuk mengakhiri tugas latihan bersama dengan pasukan TNI Angkatan Laut (AL) bersandikan Latihan Bersama Naval Engagement Activity (NEA) 2010 yang digelar di sejumlah tempat di Jawa Timur sejak 26 Juni 2010.

    Penutupan Latma NEA 2010 itu dilakukan melalui upacara yang dipimpin Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Among Margono di atas kapal perang milik US-Navy USS Tortuga yang bersandar di Dermaga Jamrud pada hari itu juga.

    Upacara penutupan itu juga dihadiri Komandan satuan Tugas (Commander Task Force) 73 Real Admiral Nora W. Tyson, pihak Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, dan para pejabat teras Koarmatim lainnya.

    Latma NEA 2010 mengambil tempat latihan di markas Koarmatim Surabaya, Lamongan, Situbondo, dan Banyuwangi. TNI-AL mengerahkan 965 personel dari Lantamal V, Pasmar 1, Puspenerbal, Kobangdikal, Akademi Angkatan Laut (AAL), dan RSAL dr. Ramelan Surabaya.

    "Latma NEA ini telah terlaksana beberapa kali dan terbukti saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik dari segi teknis maupun taktis matra laut. Kondisi tersebut diharapkan mampu berdampak positif di masa yang akan datang guna membina dan meningkatkan hubungan diplomatis antara Indonesia dengan Amerika Serikat, khususnya antara TNI-AL dengan Angkatan Laut Amerika," kata Pangarmatim.

    Dalam Latihan bersama itu, US-Navy mengerahkan empat unit kapal perangnya, yakni USNS Salvor, USS Tortuga, USS Vandegrift, dan USCG Mellon dengan materi latihan meliputi, demonstrasi penggunaan "Centrix" di USS Tortuga, simposium kesehatan, simposium udara, training penyelaman, simposium perencanaan operasi amfibi, latihan keamanan laut, dan training marinir.

    Kegiatan tersebut juga didukung satu kompi Zeni Korps Marinir TNI-AL untuk melaksanakan kegiatan "Engeineering Civic Action Project" dengan merenovasi bangunan sekolah dan kamar kecil di SD Negeri Weru, Kabupaten Lamongan. Dilanjutkan bakti sosial dengan memberikan pelayanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, KB, dan khitanan massal di Desa Weru dan Desa Sidokumpul Kabupaten Lamongan.

    Kegiatan lain dalam Latma NEA 2010 juga dimeriahkan dengan kolaborasi pentas musik antara Band TNI-AL dengan US-Navy di tiga tempat berbeda di Surabaya, yakni Mal Cito, Mal Super Pakuwon Trade Centre, dan SMA Negeri 5 Surabaya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Masyarakat Surabaya Kunjungi Kapal Perang AS

    China Gives Over 250 Military Trucks To Cambodia


    PHNOM PENH, Cambodia - China has promised more than 250 new military trucks to Cambodia, Prime Minister Hun Sen said May 31, signaling deeper military cooperation between the two nations.

    Hun Sen said a donation of 257 military trucks and 50,000 military uniforms was agreed during a meeting with Chinese President Hu Jintao in Shanghai earlier in May.

    "They are all brand-new trucks... from the factory," Hun Sen said during a ceremony to open a Chinese-funded bridge.

    The trucks will arrive in Cambodia June 18 and then be featured in a parade, said Hun Sen, who went on to praise Chinese leaders for "talking less, but doing a lot" to help Cambodia.

    The announcement of Chinese military aid comes after the U.S. in April stopped a shipment of military trucks to Cambodia as punishment for sending ethnic Uighur asylum-seekers back to China in defiance of international appeals.

    Cambodia in December deported the 20 Uighurs, members of a largely Muslim minority group in western China, even though they were seeking U.N. refugee status and said they would face torture if returned.

    The decision to deport the Uighurs came a day ahead of a visit by Chinese Vice President Xi Jinping, during which he agreed $1.2 billion in aid and loans to Cambodia with Hun Sen.

    Beijing has rejected accusations that the generous aid package was linked to the move.

    China, a former patron of the genocidal Khmer Rouge regime, now eclipses many of the impoverished country's other donors with hundreds of millions of dollars in largely-unconditional aid and donated military equipment.

    From: DN
    Readmore --> China Gives Over 250 Military Trucks To Cambodia

    Tetua RI-Timor Leste Sepakat Selesaikan Perbatasan secara Adat


    Kupang, Kompas - Kelompok tetua dari Fatuleu Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Citrana Benuf, Distrik Oekusi, Timor Leste, sepakat menjajaki penyelesaian sengketa tapal batas negara di Nak Tuka, sekitar tepi Sungai Noebesi di Pulau Timor, secara adat. Rencananya, pertengahan Juni ini akan ada pertemuan khusus.

    Bupati Kupang Ayub Titu Eki, sebagai salah seorang dari 14 tetua Fatuleu Amfoang, mengungkapkan hal tersebut kepada Kompas di Kupang, Senin (31/5) malam. ”Kami dan tetua dari Citrana Benuf sudah sepakat membicarakan penyelesaian sengketa tapal batas itu melalui pertemuan adat di Nak Tuka, pertengahan Juni ini. Semua tetua dari dua pihak akan menghadiri pertemuan dengan berpakaian adat Timor,” ujarnya.

    Titu Eki menambahkan, 13 tetua Citrana Benuf pada 18 Mei lalu telah berkirim surat kepada para tetua Fatuleu Amfoang. Melalui surat itu mereka menyatakan siap mengupayakan penyelesaian sengketa tapal batas melalui pendekatan budaya.

    Surat tersebut merespons pendekatan Titu Eki bersama sejumlah tetua di NTT kepada sejumlah tetua Citrana Benuf Oktober 2009. ”Saya yakin upaya penyelesaian sengketa tapal batas melalui pendekatan budaya efektif. Kami semua dari Fatuleu Amfoang atau Citrana Benuf berindukkan rumpun budaya, bahasa, bahkan suku yang sama,” papar Titu Eki.

    Didukung

    Penyelesaian sengketa melalui pendekatan budaya itu didukung Jonisius Sae, anggota DPRD Kabupaten Kupang. Ia meyakini cara tersebut mampu menghindari terjadinya kekerasan.

    Suasana di Nak Tuka dan sejumlah titik tapal batas NTT-Timor Leste di Pulau Timor menegang sejak Timor Timur—kini Timor Leste—lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui jajak pendapat 11 tahun lalu.

    Tetua Fatuleu Amfoang dan Pemerintah Indonesia berpatokan, garis tapal batas negara melalui alur Sungai Noebesi, sementara tetua Citrana Benu dan Pemerintah Timor Leste beranggapan tapal batas RI-Timor Leste tak sepenuhnya mengikuti alur Sungai Noebesi.

    Kawasan sengketa itu luasnya sekitar 250 hektar. Di wilayah tersebut saat ini bermukim sekitar 40 keluarga (sekitar 200 jiwa) warga Timor Leste.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Tetua RI-Timor Leste Sepakat Selesaikan Perbatasan secara Adat

    Kekuatan Nonmiliter Penting dalam Perang


    Jakarta, Kompas - Pola kekuatan dunia tidak lagi bertumpu pada bipolar, tetapi berkembang menjadi multipolar. Ancaman perang pada abad sekarang ini dan kemungkinan pada masa mendatang pun lebih bersifat multidimensi. Karena itu, dalam menghadapi perang saat ini, pengerahan sumber daya manusia yang merupakan pertahanan nonmiliter justru lebih penting daripada pengerahan kekuatan militer yang diandalkan pada masa lalu.

    Untuk menghadapi ancaman yang kompleks tersebut, pentingnya revitalisasi pembinaan kesadaran bela negara sebagai strategi membangun daya tangkal bangsa. Namun, pembinaan kesadaran bela negara ini harus dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan serta merupakan upaya membangun karakter bangsa.

    Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat membuka workshop bela negara bertema ”Bersama Membangun Karakter Bangsa” di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (1/6). ”Paradigma dunia yang terjadi sekarang ini adalah multipolar, bukan bipolar seperti dulu. Dulu, dalam perang, yang ditekankan adalah hard power yang mengandalkan fisik dengan serangan militer. Sekarang telah terjadi perubahan menjadi soft power dan smart power,” kata Purnomo.

    Workshop yang diikuti oleh 250 peserta berasal dari lingkungan kementerian, BUMN, swasta, kalangan perguruan tinggi, organisasi pemuda, dan lembaga swadaya masyarakat.

    Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Budi Susilo Soepandji mengatakan, nilai-nilai dasar yang dikembangkan dalam bela negara adalah cinta Tanah Air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila sebagai ideologi negara, serta rela berkorban untuk bangsa dan negara. Namun, Budi juga mengingatkan, bela negara tidak melulu dalam bentuk perjuangan fisik, tetapi juga dalam bentuk pengembangan karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kekuatan Nonmiliter Penting dalam Perang

    India, France to hold joint air combat exercise next month


    NEW DELHI, June 1 (Xinhua) -- India and France will hold a joint air combat exercise next month, where six Indian Sukhoi- 30MKI fighters, two IL-76 heavy-lift aircraft and a IL-78 mid-air refueler will take part, local media reported Tuesday.

    "The exercise will help to further enhance interoperability between the Indian and French air forces since pilots as well as the ground crew will get to see each other's operational, technical and administrative practices from close quarters," local daily The Times of India quoted an Indian Air Force official as saying.

    The exercise, Garuda-IV, will be held at the Istres airbase in France from June 14 to 25. It comes at a time when India and France are all set now to ink the around 100 billion rupee (2 billion U.S. dollars) deal to upgrade the 56 Mirage-2000 fighter jets in IAF's combat fleet.

    The first four to six Mirages will be upgraded in France, with the rest 50 being upgraded in India under transfer of technology.

    India's defense ties with France are quite broad-based, including as they do the over 200 billion rupee (4 billion U.S. dollars) project to build six French Scorpene submarines currently underway at Mazagon Docks.

    France has also offered its multi-role Rafale fighter for the ongoing competition in the 10.4 billion U.S. dollar project to supply 126 medium multi-role combat aircraft to IAF, the report said.

    From: Xinhua
    Readmore --> India, France to hold joint air combat exercise next month

    Pesawat Amfibi PT DI Dapat Sambutan Positif


    Illustrasi Pesawat Amphibi


    Bandung, CyberNews. Pesawat amfibi berkapasitas 12 penumpang yang akan menjadi lini produksi baru PT Dirgantara Indonesia (DI) di luar produksi yang sudah digarap mulai mendapat sambutan hangat dari pasar dalam negeri.

    Saat ini, BUMN strategis itu tengah getol melakukan roadshow guna menawarkan pesawat hasil produksi di bawah lisensi pabrikan Dornier, Jerman itu ke pemerintah-pemerintah daerah. Dalam dua bulan terakhir, pabrikan pesawat yang berbasis di Bandung itu menyasar kawasan Indonesia timur.

    Kawasan itu dinilai cocok dengan karakteristik pesawat yang dapat menghubungkan antar-kepulauan dan daerah terpencil. "Di Manado, pesawat itu mendapat respon positif, tapi mereka mempertimbangkan dulu segi pendanaannya. Bulan ini kami melakukannya di Mataram," kata Jubir PT DI, Rakhendi Triyatna saat dihubungi di Bandung, Selasa (1/6).

    Menurut dia, roadshow itu akan dilakukan selama dua tahun. Sebagai tahap awal, proses pemasaran itu akan digulirkan selama empat bulan ke depan sejak April lalu. Estimasi PT DI, Indonesia membutuhkan sedikitnya 500 pesawat jenis tersebut dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang.

    Pesawat itu dapat mendarat dan terbang dengan landasan air seperti laut di samping landasan konvesional. Keberadaannya yang bersifat multifungsi seperti untuk kelancaran fungsi pemerintahan, bisnis, hingga pariwisata dianggap bakal mampu menggerakan roda ekonomi kawasan.

    "Desainnya milik Dornier. Begitu ada pesanan, kami tinggal memproduksinya. Satu unit bisa diselesaikan antara 1 sampai 1,5 tahun. Hampir keseluruhan pemda kami garap dalam pemasaran ini. Tak menutup kemungkinan kementerian tertentu menjadi sasaran," jelasnya dalam satu kesempatan.

    Dengan keyakinan itu, pabrik pesawat nasional tersebut yakin pesawat multiguna tersebut yang dapat pula difungsikan sebagai angkutan kargo bakal mendapatkan pasar di Tanah Air. Meski demikian, Rakhendi enggan menyebutkan berapa harga yang dilepas bagi satu unit pesawat amfibi yang dikendalikan dua kru itu ke konsumen.

    Dia menegaskan pihaknya berpengalaman memproduksi pesawat di bawah lisensi di antaranya BO-105, Superpuma, NC-212, dan N Bell-412. Menurut Rakhendi, pemilihan pesawat produksi lisensi dikarenakan proses pengembangan sebuah pesawat membutuhkan biaya tidak sedikit.

    Sumber: SUARA MERDEKA
    Readmore --> Pesawat Amfibi PT DI Dapat Sambutan Positif

    Tuesday, June 1, 2010 | 9:45 PM | 0 Comments

    PANGKALAN SURABAYA KEDATANGAN KAPAL PERANG AMERIKA


    LANTAMAL V (1/6),- Pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2010 telah merapat 4 Kapal Perang US Navy USNS Melon, USCGC Salvor-52, USS Tortuga- 46 dan USS Vandegrift-42 di dermaga Zamrud Tanjung Perak Surabaya, dalam rangka latihan bersama dengan TNI AL, di sambut oleh Dansatgas NEA tahun 2010 Kolonel Laut (P) Sutaryono, diiringi tarian Reog Ponorogo dan pengalungan Bunga kepada Komandan Kapal Perang US Navy USS Tortuga-46 Comodore Ricard Klemon.


    Hadir dalam kesempatan tersebut Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Maman Firmansyah, Asintel Danlantamal V Kolonel Marinir Suaf Yanu Hardani dan Kasatker jajaran Lantamal V.


    Komandan Kapal Perang US Navy USS Tortuga-46 Comodore Ricard Klemon, Dansatgas NEA tahun 2010 Kolonel Laut (P) Sutaryono didampingi Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Maman Firmansyah, Asintel Danlantamal V Kolonel Marinir Suaf Yanu Hardani saat kedatangan 4 (Empat) Kapal Perang US Navy di Dermaga Zamrud Tanjung Perak Surabaya.

    Sumber: TNI
    Readmore --> PANGKALAN SURABAYA KEDATANGAN KAPAL PERANG AMERIKA

    Australia Ikut Jaga Obama di Bali


    Denpasar - Kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Bali mendapat penjagaan ekstra ketat. Bahkan, pemerintah Australia ikut membantu menjaga Obama saat berlibur ke Pulau Dewata.

    Demikian disampaikan Pangdam IX Udayana Brigadir Jenderal TNI Rachmat Budiyanto usai memimpin upacara Hari Ulang Tahun ke-53 Kodam IX Udayana di Lapangan Praja Raksaka, Jl By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Senin (31/5/2010).

    Budiyanto mengatakan, TNI telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana pengamanan Obama di Bali. TNI di Bali pun akan mendapatkan bantuan dari Mabes TNI dan Australia.

    "Untuk pengamanannya, memang ada bantuan dari mabes dan negara tetangga. Salah satu bentuk bantuannya meliputi tambahan peralatan transportasi," katanya.

    Kodam Udayana juga akan mengerahkan 4.480 personil untuk menjaga keamanan saat kedatangan Obama di Bali. "Pengamanan sudah siap, termasuk pengamanan VVIP. Kita juga berharap seluruh komponen masyarakat Bali juga akan bersama-sama turut menjaga dan membuktikan bahwa Indonesia penuh damai," kata Budiyanto.

    Ia menilai hingga kini, situasi keamanan Bali masih terkendali, berjalan lancar dan aman.

    Sumber: DETIK COM
    Readmore --> Australia Ikut Jaga Obama di Bali

    Paspam Obama Tiba di Bali Pekan Depan


    DENPASAR, KOMPAS.com — Tim Pengamanan Presiden AS Barack Obama yang dikenal dengan US Secret Service direncanakan tiba di Bali tanggal 9 Juni untuk mempersiapkan kedatangan Obama yang sempat tertunda dari bulan Maret lalu.

    Kedatangan US Secret Service ke Bali nanti untuk mengetahui situasi keamanan Bali dan melakukan survei ke lokasi-lokasi yang akan dikunjungi orang nomor satu Amerika tersebut.

    Seperti pada kedatangan sebelumnya, US Secret service dijadwalkan bertemu dengan Kepala Polda Bali untuk berkoordinasi terkait pengamanan Obama selama di Bali.

    “Informasi yang kita terima, tim advance (US Secret Service) tanggal 9 akan kemari. Ancaman teroris tetap kita prioritaskan,” kata Kapolda Bali Irjen Sutisna seusai melakukan teleconference dengan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri di Mapolda Bali, Senin (31/5/2010).

    Sejauh ini, langkah-langkah yang telah dilakukan Polda Bali dalam menyambut kedatangan Obama adalah meningkatkan pengamanan pintu masuk ke Bali dengan merazia seluruh pendatang yang akan menginjakkan kaki ke Pulau Dewata. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan aksi teror untuk menggagalkan kedatangan Obama ke Bali.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Paspam Obama Tiba di Bali Pekan Depan

    Monday, May 31, 2010 | 11:34 AM | 0 Comments

    TNI-US Pacom Latihan di Lereng Merapi


    SLEMAN (SI) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama United Stated Pacific Command (US Pacom) besok mulai menggelar latihan penanggulangan bencana letusan gunung berapi di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

    Latihan yang berlangsung hingga 2 Juni mendatang itu sengaja mengambil tempat di Cangkringan yang berada di lereng Gunung Merapi. ”Karena fokusnya adalah penanggulangan gunung meletus, maka titik pusat kegiatan ada di Sleman,” ujar Komandan Korem (Danrem) 072 Pamungkas Kolonel CZI Soepeno seusai memimpin Geladi Lapang di Rumah Dinas Bupati Sleman kemarin.

    Menurut Soepeno, sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, lingkungan di sekitar Gunung Merapi dinilai dapat menjadi laboratorium alam untuk latihan kesiap siagaan penanggulangan bencana gunung meletus. ”Kebetulan di Hawaii (markas US Pacom) juga ada gunung berapi yang masih aktif.Sehingga sangat tepat jika latihan bersama dilakukan di lokasi Gunung Merapi,”tambahnya.

    Pada geladi lapangan yang digelar kemarin dilakukan pemaparan teori dari penanggulangan bencana yang seharusnya dilakukan. Sementara pada 1-2 Juni mendatang, kegiatan sudah difokuskan untuk praktik teori. Latihan gabungan akan dibuka oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Budiman. Sedangkan Komandan US Pacom wilayah Hawaii Mayjen Robert Lee akan datang dengan membawa 12 personel yang akan ikut latihan gabungan.

    Wakil Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku sangat mendukung latihan bersama yang Mabes TNI dan US Pacom tersebut. ”Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum terutama dalam kaitannya utnuk melakukan tugas penyelamatan ketika bencananya benar-benar terjadi,”tuturnya.

    Dia menyebutkan,Gunung Merapi memiliki siklus aktivitas yang terus dipantau secara rutin tidak hanya oleh Pemkab Sleman tetapi juga oleh instansi seperti Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Dengan kondisi tersebut, Sri Purnomo mengaku sangat setuju dengan pandangan bahwa Merapi dijadikan sebagai lokasi latihan pengembangan penanggulangan bencana gunung meletus.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> TNI-US Pacom Latihan di Lereng Merapi

    Detik-detik Penyerangan Israel ke Misi Gaza

    Gas air mata ditembakkan, Israel menyerbu ruang media dan memaksa komunikasi diputus.

    VIVAnews - Angkatan Laut Israel menembaki konvoi kapal kemanusiaan, Freedom Flotilla yang sedang menuju Jalur Gaza. Setidaknya, dua orang tewas dan 50 lainnya luka-luka dalam penyerangan Senin 31 Mei 2010 pagi.

    Seperti dimuat laman Press IV Iran, serangan dilancarkan Israel pasca Israel mencoba menghalangi kapal agar tak sampai ke Gaza. Konvoi ini membawa 10.000 suplai kemanusiaan untuk masyarakat Gaza. Juga membawa ratusan politisi, aktivis, relawan, dan jurnalis.

    Laman berita, Al Jazeera memberitakan, Angkatan Laut Israel mengontak kapten kapal pada Sabtu 29 Mei 2010 pukul 11.00 waktu setempat -- mereka menanyakan identitas kapten kapal dan ke mana kapal menuju.

    Beberapa saat kemudian, dua kapal Angkatan Laut Israel mengapit kapal tersebut. Tak hanya itu, sebuah helikopter Israel terbang rendah mengawasi kapal.

    Sekitar 8 menit yang lalu tentara Israel memasuki Kapal Mavi Marmara dari helikopter, sementara boat Israel mengelilingi kapal tersebut.

    Tentara Israel lalu menghujani kapal dengan gas air mata, bahkan memasuki ruang media dan memaksa para jurnalis mematikan komunikasi.

    "Israel masuk kapal, siap-siap komunikasi putus...update terakhir: dua orang mati syahid, 30 luka-luka ditembak dari helikopter Israel," seperti dimuat laman Sahabat Al Aqsa dalam Twitter.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Detik-detik Penyerangan Israel ke Misi Gaza

    Kapal Misi Kemanusiaan RI Ditembaki Israel

    Tiga orang tewas akibat diberondong tembakan dari sebuah helikopter Israel.

    VIVAnews - Kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa misi kemanusiaan Indonesia dan jurnalis tvOne ditembaki helikopter Israel di perairan Gaza, Palestina.

    Tiga orang dikabarkan tvOne meninggal dan 30-an lainnya luka-luka. Peristiwa terjadi Senin 31 Mei 2010.

    Di dalam kapal ini terdapat aktivis Mer-C Indonesia yang membawa misi kemanusiaan. Juga ada jurnalis tvOne yang melakukan liputan di atas kapal ini.

    Mer-C atau Medical Emergency Rescue Committee adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.

    Relawan MER-C Indonesia yang ikut dalam misi ke Gaza adalah Nur Fitri Moeslim Taher selaku ketua tim dengan anggota dr Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi, dan Muhammad Yasin. Mereka ikut rombongan misi "Flotilla to Gaza" (kebebasan untuk Gaza) tahun 2010 bersama berbagai elemen dan pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia dari 50 negara yang masuk Gaza pada tanggal 25 Mei 2010.

    Sukarelawan dari 50 negara yang ikut misi ini ada di bawah koordinasi Insani Yardim Vakfi, Turki. Misinya menghentikan blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan hampir 4 tahun ini, serta memakan korban ribuan jiwa. Kapal ini juga membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan.

    Israel mengancam akan mengebom kapal-kapal yang mengangkut misi kemanusiaan untuk warga di jalur Gaza.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Kapal Misi Kemanusiaan RI Ditembaki Israel

    Dukungan Indonesia Perkuat Kemerdekaan Palestina


    JAKARTA--MI: Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menegaskan dukungan rakyat Indonesia bisa memperkuat kemerdekaan Palestina selain berbagai bantuan sosial kemanusiaan yang selama ini telah diberikan secara konsisten.

    "Di samping bantuan kemanusiaan, Indonesia bisa memberi ilham urgensi persatuan nasional untuk mencapai merdeka. Jika bangsa Palestina masih terpecah-pecah, kemerdekaan sulit tercapai," kata Mensos melalui pernyataan yang dikeluarkan Pusat Media Kementerian Sosial, Senin (31/5).

    Menurut Mensos yang tidak sempat menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut Presiden Palestina Mahmoud Abbas karena sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah di kawasan timur Indonesia, termasuk ke Provinsi Sulawesi Utara (29-31/5), pihaknya juga menepis isu pemindahan lokasi pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia dari Gaza ke Tepi Barat. Ia menegaskan bahwa RS Indonesia di Gaza itu simbol dukungan internasional sehingga Israel tak bisa berbuat sewenang-wenang untuk menghalangi dan merusaknya.

    "Dunia akan marah jika fasilitas medis yang dibutuhkan rakyat tetap dipersulit. Palestina juga butuh perindungan terhadap lanjut usia (lansia), janda, anak-anak, dan warga sipil tak bersenjata agar tidak jadi korban kekerasan," katanya.

    Mensos juga menegaskan bahwa hingga saat ini banyak pelanggaran Israel terhadap konvensi internasional. Pada konferensi pers bersama seusai pertemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/5), dinyatakan Indonesia akan mendirikan RS di Jalur Gaza senilai Rp20 miliar untuk menambah fasilitas kesehatan yang ada di kawasan tersebut.

    Presiden Yudhoyono menyatakan Indonesia siap memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk apa pun kepada Palestina jika dibutuhkan. "Kita juga akan mendirikan rumah sakit di Gaza senilai Rp20 miliar dengan harapan bisa menambah fasilitas di Gaza," ujarnya.

    Indonesia, lanjut dia, juga siap melanjutkan kontribusi pembangunan kapasitas untuk berdirinya negara Palestina merdeka seperti yang selama ini dilakukan melalui forum negara-negara Asia Afrika. "Saya juga sampaikan bahwa Indonesia siap untuk menjadi bagian dari proses perdamaian sesuai peran yang tepat dan dikehendaki oleh pemimpin Palestina," kata Presiden.

    Sumber: Media Indonesia
    Readmore --> Dukungan Indonesia Perkuat Kemerdekaan Palestina

    Anggota TNI dapat Penghargaan PBB


    NEW YORK--MI: Serda Suprayitno, anggota TNI AD yang meninggal saat melaksanakan misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo tahun lalu, dianugerahi penghargaan berupa medali kehormatan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Medali Dag Hammarskjold bagi Serda Suprayitno itu diserahkan PBB Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian (DPKO) Alain Le Roy, melalui Kuasa Usaha Ad Interim Perwakilan Tetap RI untuk PBB-New York Duta Besar Hasan Kleib.

    "Medali sudah kami terima dengan baik dan segera kami sampaikan kepada keluarga almarhum di Indonesia," kata Hasan Kleib, akhir pekan lalu.

    Serda Suprayitno adalah salah satu dari 218 personil penjaga perdamaian PBB dari 50 negara yang dalam 14 bulan terakhir gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian PBB di berbagai negara. Mereka dianugerahi Medali Dag Hammarsjkold, yang diterima oleh para wakil tetap negara-negara yang bersangkutan di Markas Besar PBB, New York, bertepatan dengan Hari Penjaga Perdamaian Internasional PBB yang jatuh pada 29 Mei .

    Hasan Kleib mengatakan, dalam pesannya Alain Le Roy menyatakan kembali duka cita PBB yang mendalam kepada keluarga almarhum Suprayitno dan Pemerintah Indonesia serta penghargaan atas peranan Suprayitno dalam melaksanakan mandat Dewan Keamanan PBB melalui MONUC. Di saat yang sama, pihak Pemerintah Indonesia menyampaikan kepada pihak DPKO bahwa kendati berduka atas gugurnya Serda Suprayitno, Indonesia bertekad tidak akan mundur dalam memberikan sumbangan dan partisipasi bagi misi-misi penjaga perdamaian PBB. "Semangat almarhum (Serda Suprayitno) dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia merupakan dorongan bagi Indonesia. Semangat itu harus kita lanjutkan," kata Hasan.

    Serda Suprayitno, 27, adalah anggota Kontingen Garuda XX-F yang melekat kepada pasukan perdamaian PBB di Kongo (MONUC) dan merupakan anggota TNI AD Yon Zikon 13, Menzikon Ditziad, Jakarta. Ia meninggal pada 23 Februari 2009 akibat kecelakaan kerja dan jenazahnya dikebumikan secara militer di Taman Makam Pahlawan Yudonegoro, Magetan, Jawa Tengah.

    Selain memberikan tanda penghargaan berupa Medali Dag Hammarksjold, PBB juga memberikan santunan sejumlah US$50 ribu AS, yang telah diserahkan kepada keluarga almarhum tidak lama setelah meninggalnya Suprayitno.

    Sumber: Media indonesia
    Readmore --> Anggota TNI dapat Penghargaan PBB

    Nelayan Vietnam Semakin Nekat


    Pontianak, Kompas - Nelayan asal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia bertindak semakin nekat. Petugas Kapal Hiu Macan 005, Jumat (28/5) petang, menangkap kelompok nelayan asal Vietnam saat mencuri ikan di perairan Tanjung Pandan, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

    Petugas menemukan sekitar 100 kilogram ikan hiu dan pari yang sudah dikeringkan.

    Kapten Kapal Pengawas Hiu Macan 005 Yatmono Sutrisno di Pontianak, Sabtu, mengatakan, kapal itu diawaki 10 anak buah kapal (ABK) dan satu kapten. ”Para nelayan asal Vietnam itu bernyali besar dengan mencuri ikan jauh ke dalam wilayah perairan Indonesia. Biasanya mereka hanya berani mencuri ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) atau wilayah teritorial,” katanya.

    Indonesia dan Vietnam memang berbatasan di laut. Biasanya, nelayan-nelayan Vietnam hanya berani mencuri ikan di ZEE Indonesia, yang tak jauh dari batas negara mereka.

    Kapal Vietnam yang ditangkap ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak. Kepala Stasiun PSDKP Pontianak Bambang Nugroho mengatakan, fakta bahwa nelayan Vietnam itu mencuri ikan jauh di dalam wilayah perairan Indonesia sangat mengkhawatirkan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Nelayan Vietnam Semakin Nekat

    Cheonan Ditorpedo AS atau Korut?


    Orang Korea mengenal pepatah yang mengatakan, ”dua musuh akan bertemu di sebatang jembatan”. Situasi di Semenanjung Korea setelah tenggelamnya kapal korvet Cheonan mengharuskan kedua musuh ini saling berhadapan menuju konflik terbuka.

    Cheonan, yang artinya perdamaian surgawi, memiliki karakter kanji yang sama seperti Gerbang Perdamaian Surgawi Tiananmen, Beijing, China.

    Insiden Cheonan menjadi rumit dan berbahaya serta bisa memicu konflik militer yang akan mengganggu stabilitas dan perdamaian di Asia Timur. Keputusan Seoul menuding Korea Utara sebagai penembak kapal itu akan mengubah tatanan stabilitas dan perdamaian kawasan.

    Torpedo Korut menyebabkan kapal korvet, yang dirancang menjadi kapal pemburu anti-kapal selam, terbelah dua.

    Dalam sejarah pertikaian antarnegara sejak Perang Dunia II, ada dua insiden yang tercatat di mana kapal perang hancur dan tenggelam akibat torpedo. Dalam Perang Malvinas (1982), penjelajah Argentina ARA General Belgrano, tenggelam ditorpedo kapal selam Inggris, HMS Conqueror.

    Dalam Perang India-Pakistan (1971), kapal fregat India INS Khukri tenggelam ditoperdo kapal selam Pakistan, Hangor kelas Daphne, di pantai Diu dekat Gujarat, India. Dalam dua peristiwa ini, kapal-kapal tenggelam ditembak torpedo pasca- Perang Dunia II.

    Kapal korvet Cheonan dinyatakan tenggelam ditorpedo Korut berdasarkan hasil penyelidikan secara ilmiah oleh tim gabungan Korsel, AS, Swedia, Australia, Kanada, dan Inggris. Kesimpulannya, Cheonan tenggelam akibat ledakan bubble jet dari torpedo CHT-02D milik Korut meledak tanpa kontak ke korvet itu.

    Kesimpulan investigasi sudah menyatakan bahwa torpedo tersebut berasal dari kapal selam Korut kelas Yeono. Namun, keseluruhan proses tenggelamnya kapal korvet Cheonan masih belum jelas. Korut selama ini diduga memiliki 22 kapal selam patroli, 29 kapal selam penjaga pantai, dan 20 kapal selam mini (midget).

    Keseluruhan Insiden Cheonan menjadi teka-teki. Ada beberapa persoalan serius terkait dengan kerahasiaan sistem strategi dan taktik Angkatan Laut Korsel ataupun AS.

    Masih banyak teka-teki, yakni bagaimana mungkin kapal selam Korut yang sudah tua dan rata-rata dibuat dekade 1970-1980-an itu mampu menenggelamkan Cheonan.

    Lagipula, apa yang diinginkan Korut dengan menenggelamkan Cheonan di tengah kawasan Semenanjung Korea yang relatif stabil dan aman. Apa misi melakukan provokasi dengan menewaskan 46 orang pelaut Korsel? Apakah Insiden Cheonan merupakan aksi balas dendam atas insiden ditembaknya kapal-kapal Korut bulan November tahun lalu, yang menyebabkan pelaut Korut tewas?

    Atau adakah sebab-sebab lain.

    Pihak Korsel tidak menjelaskan konteks terbelah duanya Cheonan dengan latihan militer bersama yang dilakukan Korsel-AS. Latihan bersama itu diberi nama sandi Foul Eagle dan diasumsikan wilayah sekitar berada dalam kondisi siaga penuh.

    Ada spekulasi, Cheonan tenggelam akibat tembakan torpedo kapal selam AS bertenaga nuklir yang sedang melakukan misi rahasia dekat Pulau Byaengnyeong dan kemudian melakukan kesalahan ”friendly fire”.

    Membunuh dan menculik memang menjadi salah satu kebiasaan Korut dalam sejarah pertikaian Semenanjung Korea sehingga menjadi mudah menunjuk hidung Korut di balik tenggelamnya Cheonan. Korut memang dikenal menganut garis keras dalam aksi provokatif.

    Ujian bagi China

    Lepas dari itu, insiden Cheonan akan memicu konflik terbuka di Semenanjung Korea. Ada persoalan stabilitas dan keamanan regional yang dipertaruhkan. Perubahan konstelasi militer di wilayah itu akan memicu kalkulasi lain yang berbeda dengan era Perang Dingin.

    Konflik terbuka menyebabkan terjadinya nuklirisasi di mana-mana, mulai dari Korsel yang harus mengimbangi Korut, lalu menyebar ke Jepang, dan juga ke Taiwan kalau AS tidak bisa memberikan jaminan keamanan dan gagal meredam nafsu konflik Pyongyang. Komposisi perimbangan keamanan akan berubah dan menjadi ancaman baru yang berbahaya bagi Asia.

    Secara ekonomi, konflik juga akan drastis memengaruhi perdagangan China-Korsel yang mencapai 200 miliar dollar AS per tahun, dibanding dengan Korut yang hanya sebesar 3 miliar dollar AS.

    Konflik terbuka di Semenanjung Korea akan bisa menyebabkan zona industri Kaesong di Korut kehilangan tujuan untuk dijadikan model kerja sama dua Korea.

    Pertanyaan yang paling serius adalah apakah AS dengan utang nasional mencapai 13 triliun dollar AS bertempur di dua front global Irak dan Afganistan, masih memiliki kekuatan memadai untuk membuka front pertempuran baru di Semenanjung Korea?

    Apa pun yang terjadi, Beijing pasti tidak menginginkan perubahan status quo yang membahayakan pertumbuhan ekonominya.

    Misteri insiden Cheonan menjadi pelik, bukan hanya karena bisa membuka konflik baru bagi dua Korea. Insiden mengharuskan pengkajian ulang strategi pertahanan dan pertempuran laut. Insiden juga menjadi ujian bagi RRC yang sedang dalam proses menjadi kekuatan dominan baru dalam meredam konflik yang membahayakan.

    Insiden Cheonan harus mampu mengikuti peribahasa dua Korea yang bermusuhan ini, ”sonbadaneuro haneuleul gariryeohhanda”. Jangan sampai korban jiwa korvet Cheonan seperti mencoba menutupi langit dengan telapak tangan yang tecermin dalam pepatah itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Cheonan Ditorpedo AS atau Korut?

    China Tak Mau Salahkan Korut


    Seogwipo, Minggu - Perdana Menteri China Wen Jiabao mendesak agar ketegangan di Semenanjung Korea segera diredakan. Wen tidak bergabung dengan para pemimpin Asia Timur lainnya untuk secara terbuka menyalahkan Korea Utara atas ketegangan tersebut.

    Pada akhir pertemuan puncak regional di Pulau Jeju, Minggu (30/5), Wen menyatakan, hal paling mendesak dilakukan adalah menangani dampak serius bagi kawasan. Wen tidak mengindikasikan bahwa China akan mendukung upaya Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjatuhkan sanksi atau kecaman terhadap Korea Utara.

    ”Tindakan mendesak saat ini adalah merespons dengan tepat dampak serius insiden Cheonan, meredakan ketegangan secara bertahap, dan menghindari konflik,” kata Wen.

    ”China akan terus bekerja sama dengan setiap negara melalui negosiasi agresif dan kerja sama untuk memenuhi misi bersama dalam memelihara perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Wen.

    Korea Selatan dan Jepang menuding Korut menembakkan torpedo ke kapal perang milik Korsel, Cheonan, pada Maret lalu, menenggelamkan kapal perang itu dan menewaskan 46 pelaut. Insiden Cheonan dipandang sebagai sebuah insiden militer paling mengerikan sejak Perang Korea.

    Pyongyang berulang kali membantah tuduhan tersebut. Kemarin, ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa mengecam Korsel dan AS dengan slogan-slogan anti-Presiden Korsel Lee Myung-bak.

    Pekan lalu, Korsel menyatakan serangkaian langkah-langkah hukuman terhadap Korut, yaitu memutus perdagangan, memulai lagi penyiaran propaganda anti-Korut di perbatasan kedua negara, dan meluncurkan latihan perang angkatan laut skala besar di pesisir barat Korsel.

    Korut menanggapi dengan menyatakan, langkah Korea bisa mendorong Semenanjung Korea mendekati perang. Korut juga mengancam akan menghancurkan pengeras suara di perbatasan jika propaganda anti-Korut tetap dijalankan.

    Ke DK PBB

    Presiden Lee mengharapkan China bersedia mendukung langkah Korsel mengajukan Korut ke DK PBB. ”Saya mengharapkan Jepang dan China, sebagai anggota komunitas internasional yang sangat bertanggung jawab, untuk secara bijaksana bekerja sama dalam menangani persoalan ini,” katanya.

    ”Kami tidak takut perang, tetapi kami juga tidak menghendakinya. Kami tidak punya maksud untuk berperang,” ujar Lee.

    China dan Jepang adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua dan ketiga di dunia. Bersama Korsel, ketiganya terhitung hampir 20 persen perekonomian global. Ketidakstabilan di Semenanjung Korea bisa menimbulkan dampak besar bagi perekonomian dunia.

    Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama menyatakan akan mendukung Seoul jika negara itu membawa Korut ke DK PBB. Dia mengatakan, ketiga negara memiliki pandangan yang sama bahwa tenggelamnya kapal Cheonan adalah persoalan serius bagi perdamaian dan stabilitas di Asia Timur.

    Para analis meragukan bahwa membawa persoalan Semenanjung Korea ke DK PBB akan menyelesaikan persoalan. ”Pidato Wen Jiabao hari ini tidak memberikan langkah praktis dalam berurusan dengan insiden Cheonan. Dia tidak mengatakan secara spesifik bagaimana China akan terlibat jika dibawa ke DK PBB,” kata Yang Moo-jin, pengajar pada University of North Korean Studies di Seoul.

    ”Kita telah melihat banyak kasus di mana tekanan eksternal tidak berhasil bagi Korea Utara. Oleh karena itu, pantas dipertanyakan apakah langkah semacam itu akan membawa dampak yang diinginkan dalam situasi ini,” kata Stephani Kleine-Ahlbrandt, Direktur North East Asia Project pada International Crisis Group.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Tak Mau Salahkan Korut

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.