ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, May 26, 2010 | 6:55 PM | 0 Comments

    Korea Utara Ancam Blokir Wilayah Perbatasan


    SEOUL - Korea Utara mengancam untuk memblokir semua lalu lintas lintas di perbatasan kepada Korea Selatan. Pemerintah Korea Utara juga menyatakan akan memutuskan semua hubungan dengan Korea Selatan.

    Hubungan kedua negara pun semakin panas setelah tudingan Korea Selatan kepada Korea Utara, yang telah menenggelamkan kapal perang Korea Selatan pada 26 Maret silam dan telah menewaskan 46 pelaut Korea Selatan.

    Tak mau ketinggalan, Korea Selatan juga mulai mengambil langkah-langkah konkret kepada Korea Utara. Seperti dikutip Associated Press (AP), Rabu (26/5/2010), selain menghentikan perdagangan dengan Korea Utara, Korea Selatan juga terus menggencarkan perang propaganda dan melakukan pembatasan kapal-kapal kargo Korea Utara.

    Pada hari Selasa, Pyongyang juga telah mengumumkan pemutusan hubungan dengan Korea Selatan, dan akan mengusir semua pejabat pemerintah Korea Selatan dari wilayah perbatasan Korea Utara, Kaesong.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Korea Utara Ancam Blokir Wilayah Perbatasan

    Kapal Perang India INS Rana Kunjungi Jakarta


    JAKARTA - Kapal Perang India INS Rana mengunjungi Jakarta dari 25 hingga 28 Mei. Hari ini, awak media di Indonesia berkesempatan untuk mendatangani kapal berjenis destroyer tersebut. Dubes India Biren Nanda juga nampak hadir dalam kesempatan ini.

    Kadatangan kapal perang produksi 1986 tersebut, dimaksudkan untuk mempererat kerja sama Angkatan Laut Indonesia dan India. Kedua negara memang memiliki sejarah panjang dalam armada angkatan laut, yang sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.

    Dikomandoi oleh Kapten KG Vishwanathan, INS Rana sempat melakukan misi kemanusiaan di Aceh dan Yogyakarta. Saat itu kapal perang ini membantu proses pengiriman logistik bagi korban gempa yang disertai tsunami di Aceh, serta bencana gempa di Yogyakarta.

    "Kedatang kami ke Indonesia, merupakan bagian dari kunjungan persahabatan dari Angkatan Laut India. Angkatan Laut India dan Indonesia memang sudah sering bekerja sama dalam bidang keamanan, khususnya di perairan yang membatasi kedua negara," ungkap Kapten KG Vishwanathan kepada kalangan wartawan di Jakarta, Rabu, 26 Mei.

    Kapten Vishwanathan menambahkan, jika AL India dan Indonesia sudah melakukan kerja sama militer dalam berbagai bidang. Di antaranya dengan melakukan kerja sama memberantas perompak, menggagalkan penyelundupan narkoba.

    Kedua angkatan laut juga melakukan patroli bersama khususnya di Selat Malaka. Tidak lupa Angkatan Laut India dan Indonesia juga kerap saling mengirim perwiranya masing-masing dalam rangka mengikuti pelatihan.

    Selain itu Vishawanathan menegaskan, kunjungannya kali ini bukan hanya dilakukan untuk meningkatkan hubungan yang sudah terbina, tetapi juga guna membawa penyegaran atas proses bilateral dari kedua angkatan laut.

    Kapal perang sepanjang 146,2 meter ini diawaki oleh 48 perwira dan 343 pelaut India. Meski sudah berumur 20 tahun lebih, menurut Kapten Vishawanathan kapal ini masih mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kapal yang dilengkapi dengan empat turbin gas tersebut, mampu menempuh kecepatan hingga 30 knot.

    Dengan berat sekira lima ribu ton, INS RANA juga dilengkapi helikopter Kamov di dalamnya. Kapal yang namanya diambil dari pejuang Rajput pada jaman India lampau, juga memiliki kemampuan ASW dan Air ASW yang dapat menghindari serangan dari kapal selam musuh. Tidak lupa berbagai radar dan sensor serta persenjataan lainnya, juga melengkapi kapal perang ini.

    Selain Indonesia INS RANA rencananya juga akan melakukan kunjungan ke Australia.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Kapal Perang India INS Rana Kunjungi Jakarta

    Menhan RI Menerima Kunjungan Panglima AB Timor Leste


    Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (26/5) menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste Mayjen Taur Matan Ruak di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Dalam kunjungan ini dibicarakan beberapa hal terkait tentang peningkatan hubungan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara.

    Panglima AB Timor Leste menyampaikan bahwa Kemhan Timor Leste sudah menerima dan sedang mempelajari draf MoU kerjasama pertahanan kedua negara. Melalui MoU tersebut, pemerintah Timor Leste percaya bahwa hubungan kerjasama pertahanan kedua negara akan terus meningkat.

    Saat ini, menurut Panglima AB Timor Leste, Angkatan Bersenjata Timor Leste telah merasakan adanya peningkatan dan perkembangan yang baik dari hubungan kerjasama yang dijalin antara Angkatan Bersenjata Timor Leste dengan TNI.

    Panglima AB Timor Leste lebih lanjut berharap, agar kerjasama tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan. Angkatan bersenjata Timor Leste percaya bahwa TNI akan memberikan dukungan dan peluang yang lebih luas kepada tentara Angkatan bersenjata Timor Leste untuk mengikuti pendidikan di Indonesia.

    Disamping itu Panglima AB Timor Leste juga berharap adanya dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Kemhan untuk kerjasama di bidang maritime security dan keamanan perbatasan darat kedua negara.

    Terakhir, dalam kesempatan tersebut Panglima AB Timor Leste menyampaikan harapannya kepada Menteri Pertahanan untuk memberikan dukungannya terhadap peningkatan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata.

    Sementara itu, menanggapi Panglima AB Timor Leste, Menhan menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemhan RI sangat senang dapat melakukan kerjasama dengan pemerintah Timor Leste, karena kedua negara adalah bersaudara dan bersahabat. Menurut Menhan, persahatan yang telah dirintis oleh pimpinan kepala negara dari kedua negara di masa lalu tentunya perlu untuk terus dilanjutkan.

    Menhan berharap, kedepan kerjasama kedua Angkatan bersenjata dapat terus ditingkatkan lebih baik lagi. “Pada dasarnya Kemhan RI akan mendukung kerjasama yang dilakukan oleh kedua Angkatan Bersenjata, karena Kemhan RI berpegang teguh pada semangat persaudaraan diantara kedua negara”, ungkap Menhan RI.

    Saat menerima Panglima AB Timor Leste, Menhan didampingi Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI M. Nasrun dan Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio. Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste didampingi Dubes Timor Leste di Jakarta dan beberapa perwira AB Timor Leste.Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rasyid Qurnaen Aquary dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung.turut serta dalam kunjungan tersebut.

    Kunjungan Panglima AB Timor Leste kepada Menhan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya kepada Panglima TNI yang merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Panglima TNI ke Timor Leste yang dilakukan beberapa bulan yang lalu. Kunjungan ini juga dimaksudkan dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan RI Menerima Kunjungan Panglima AB Timor Leste

    Kobangdikal Luluskan 10 Pilot TNI-AL


    Surabaya - Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (AL) meluluskan 10 orang pilot baru yang mengikuti program Pendidikan Penerbangan TNI-AL.

    Kelulusan siswa Pendidikan Penerbangan TNI-AL itu dilakukan melalui upacara militer di Base Operasional Juanda, Surabaya, Selasa.

    Dalam upacara itu juga diwarnai dengan pengukuhan Lettu Laut (P) Roby Lisa sebagai lulusan terbaik. Putra pasangan Serma Marinir (Purn) H. Basuki dan Hj. Sumiati itu mendapatkan kehormatan penyematan brevet "wing" udara dari Komandan Kobangdikal Laksaman Mudda TNI Sumartono.

    Sementara itu, kesembilan lulusan lainnya mendapat penyematan brevet dari orang tuanya masing-masing yang dihadirkan dalam upacara tersebut.

    Dankobangdikal menjamin para pilot itu mampu menerbangkan pesawat udara TNI-AL dengan kualifikasi kapten pilot untuk pesawat berat dan co-pilot untuk pesawat sedang dan ringan dalam tugas pokok penerbangan TNI-AL.

    Sumartono juga menekankan seluruh mantan siswa, dengan berakhirnya salah satu jenjang pendidikan ini untuk senantiasa meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan profesionalitas di bidang penerbangan.

    "Satu jenjang pendidikan telah dilalui, namun bukan berarti berhenti belajar. Kesempatan ini harus jadi cambuk untuk lebih menyiapkan diri menghadapi tugas-tugas yang semakin berat," kata jenderal bintang dua itu.

    Upacara penutupan pendidikan penerbang yang dikenal sebagai "Wingday" itu dihadiri pula Komandan Pusat Penerbangan TNI-AL Laksamana Pertama TNI H. Sipahutar, Wakil Komandan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir P. Verry Kunto G., Komandan Kodikopsla Laksamana Pertama TNI Totok Permanto, dan pejabat teras Kobangdikal lainnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kobangdikal Luluskan 10 Pilot TNI-AL

    Usia Pakai F-5 E/F Tiger TNI AU Diperpanjang Sampai Tahun 2020


    Terkait dengan rencana diperpanjangnya usia pakai pesawat F-5 E/F sampai dengan tahun 2020, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) melakukan berbagai upaya terobosan agar pesawat tersebut dapat dioperasionalkan secara maksimal. Melihat kondisi kesiapan radar APQ 159 yang berada di pesawat F-5 E/F saat ini sangat menurun karena obselette dan sulitnya mencari suku cadang, dengan demikian dicari solusi untuk mengoptimalkan kembali kemampuan Radar APQ 159.



    Oleh karena itu, Dislitbangau bekerja sama dengn PT CMI melaksanakan Uji Dinamis Reserve Engineering Radar APQ 159 bagi pesawat F-5 E/F dengan beberapa komponen yang masih banyak di pasaran. Hal tersebut disampaikan oleh Kolonel Lek Teguh Purwo dari Dislitbangau, Bandung. Rabu, (26/5).



    Lebih lanjut dikatakan bahwa pembuatan (kloning) modul TRx Radar antara lain pada Receiver Modul, UCO Modul (Voltage Control Oscillator), AFC Modul, STC Controller Modul dan modifikasi beberapa modul di High Voltage.



    “Keuntungan dari program Reverse Engineering bagi pesawat F-5 E/F antara lain dapat mengembalikan kemampuan Radar AN/APQ 159 sesuai spesifikasi dan fungsinya, menambah dukungan kesiapan operasi pesawat F-5 E/F serta efektifitas dan efisiensi dapat dicapai untuk mendukung kesiapan operasional pesawat terbang secara optimal”, lanjut Kolonel Lek Teguh.



    Brieifing Pagi rutin dihadiri Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto, para pejabat Lanud Iswahjudi dan para penerbang sebelum melaksanakan penerbangan di Ruang Rapat Teddy Kustari, Base Ops, Rabu (26/5).



    Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Iswahjudi menyambut baik rencana pimpinan pusat yang akan memperpanjang masa pakai pesawat F-5 E/F hingga tahun 2020, karena hingga saat ini jam terbang pesawat tersebut baru mencapai 6000 jam terbang,. Menurutnya jam terbang tersebut baru separo dari jam terbang maksimal yang ditentukan oleh pabriknya Northop, AS. Oleh karenanya kehadiran staf Dislitbangau bersama PT CMI yang hari ini akan melaksanakan “test flight” disambut baik pula oleh Komandan Lanud Iswahjudi.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Usia Pakai F-5 E/F Tiger TNI AU Diperpanjang Sampai Tahun 2020

    Lapan Siapkan Lokasi di Pulau Enggano


    JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan mempertimbangkan faktor keamanan saat peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan memindahkan tempat peluncuran wahana antariksa tersebut ke Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Untuk tujuan itu telah ada persetujuan dari pemerintah daerah setempat.

    Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun hari Selasa (25/5/2010) mengatakan, pemindahan itu juga dilatarbelakangi kondisi sekitar lokasi peluncuran yang lama yang berada di daerah Pamengpeuk, Provinsi Jawa Barat. Pamengpeuk kini telah padat menjadi daerah permukiman.

    ”Pemindahan itu berkaitan dengan rencana Lapan untuk meluncurkan satelit yang berukuran lebih besar, yang memerlukan zona aman atau bebas yang lebih luas,” kata Adi.

    Perairan bebas

    Pulau Enggano yang terletak di selatan perairan Provinsi Bengkulu relatif lebih aman karena di arah selatan menghadap perairan bebas. Namun, Adi juga melihat ada faktor yang kurang menguntungkan di pulau itu, yaitu aktivitas kegempaan di pulau kecil itu tergolong tinggi.

    Karena itu, peluncuran roket akan menggunakan kendaraan peluncur roket atau satelit (satellite launch vehicle/SLV).

    ”Pembuatan roket akan dilakukan di Pusat Pembuatan Roket di Pulau Jawa,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Bambang Tedjasukmana. Untuk transportasi SLV dan roket itu Lapan akan bekerja sama dengan mitra terkait yang memiliki sarana kapal memadai.

    Adi mengharapkan, lokasi peluncuran roket dari pulau tersebut sudah dapat terlaksana tahun depan. Rencananya, akan diluncurkan roket eksperimen berdiameter 550 mm. Akhir tahun ini direncanakan RX-550 akan menjalani uji statik.

    Untuk mengarah pada peluncuran roket berkapasitas menengah itu, lanjut Bambang, akan dilakukan peremajaan prasarana yang ada, antara lain, yaitu mesin pembuat bahan bakar roket. Selama ini yang dilakukan hanya sebatas memodifikasi peralatan yang telah usang.

    Menurut Adi, proses pembuatan bahan bakar roket atau propelan merupakan kunci yang menentukan unjuk kerja roket ketika diluncurkan, terutama terhadap daya dorongnya.

    Terkait dengan peluncuran roket tersebut, lanjut Adi, Lapan mengalokasikan sebagian besar dana untuk pembangunan fasilitas peroketan dan sisanya untuk mempersiapkan peluncuran satelit kembar Lapan A-2 dan Lapan A-3 yang menggunakan roket Indian Space Research Organization (ISRO) dari India. Peluncuran akan dilakukan tahun depan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Lapan Siapkan Lokasi di Pulau Enggano

    Korsel Akan Lacak Empat Kapal Selam Korut


    Seoul (ANTARA News) - Militer Korea Selatan berusaha melacak empat kapal selam Korea Utara yang menghilang dari layar radar setelah meninggalkan pangkalan mereka awal pekan ini, kata para pejabat, Rabu.

    Ketegangan militer meningkat setelah Korea Selatan (Korsel) pekan lalu menuduh Korea Utara (Korut) menenggelamkan sebuah kapal perang di Laut Kuning dalam satu serangan torpedo kapal selam Maret lalu.

    Kantor berita Yonhap mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebut namanya mengatakan empat kapal selam kelas Sang-O berbobot mati 300 ton menghilang dari layar radar setelah meninggalkan pangkalan angkatan laut Chaho di provinsi Hamkyong Utara, Korut timur laut.

    "Jarang sekali Korut melepaskan banyak kapal selam tanpa jejak selama dua hari berturut-turut.

    "Kami serangan berusaha menemukan kapal-kapal selam itu dengan menggunakan segala kemampuan angkatan laut di Laut Jepang (Laut Timur)," kata pejabat itu.

    Wakil Menteri Pertahanan Chang Kwang-Il mengatakan kapal-kapal selam itu agaknya sedang melakukan pelatihan rutin. "Tetapi pihak berwenang militer sedangn memantau dengan cermat situasi," kata Chang kepada wartawan.

    Pangkalan Chaho terletak persis selatan tempat peluncuran rudal jarak jauh Masudan-ri. Korut dilaporkan mengoperasi 40 kapal selam klas Sang-O.

    Amerika Serikat, Selasa mengumumkan rencana akan segera melakukan pelatihan anti kapal selam di Laut Kuning, bersama dengan angkatan laut Korsel.

    Korut membantah terlibat dalam tenggelamnya kapal perang Korsel yang menewaskan 46 pelaut Maret lalu. Selasa malam Korut mengumumkan pihaknya memutuskan semua hubungan dengan Korsel sebagai protes terhadap tuduhan-tuduhan itu.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Korsel Akan Lacak Empat Kapal Selam Korut

    Kasau Terima Athan Swiss Jajakan Alutsista


    Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., menerima Kunjungan Atase Pertahanan (Athan) Swiss Colonel GS Rolf Odermatt di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (26/5).

    Kunjungan Athan Swiss tersebut bertujuan untuk memperkenalkan diri dan kemungkinan menjalin kerjasama antara kedua negara khususnya di bidang Alutsista yang diproduksi Negara Swiss.

    Dalam kesempatan tersebut itu Kasau didampingi Asisten Pengamanan Kasau (Aspam) Marsma TNI Gunpanadi, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Bambang Samoedro, S.Sos dan Paban IV Hublu Kolonel Pnb. Andjar Sungkowo.

    Tampak Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., berjabat tangan dengan Athan Swiss Colonel GS Rolf Odermatt seusai bertukar cinderamata di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (26/5).

    Sumber: TNI
    Readmore --> Kasau Terima Athan Swiss Jajakan Alutsista

    Tuesday, May 25, 2010 | 10:04 PM | 0 Comments

    Venezuela plant to make 50 million Kalashnikov rounds annually


    An ammunition plant being built by Russia in Venezuela will have the capacity to produce over 50 million rounds for Kalashnikov assault rifles per year, a Russian defense industry official said on Tuesday.

    The Urals-based Izhevsk Mechanical Plant (IMP) supplied 100,000 AK-103 assault rifles to Venezuela, and signed a new contract in 2007 licensing production of Kalashnikov rifles in the Latin American country.

    Under the contract, Russia is building an assembly line for AK-103 assault rifles and an ammunition plant to produce 7.62-mm ammunition for the rifle.

    "The ammunition plant will be capable of producing over 50 million rounds annually," said Nikolai Maslyaev, general director of the Izhevsk-based design bureau for automated assembly lines.

    The ammunition plant, which is being constructed near the Kalashnikov rifle assembly plant in Venezuela's Aragua State, is expected to be ready for production by the end of 2010.

    Oil-rich Venezuela is a major purchaser of Russian weapons and hardware. Since 2005, Venezuela has bought $4-billion worth of Russian weapons, including warplanes, helicopters, and Kalashnikov assault rifles.

    Russian Prime Minister Vladimir Putin said in April after an official visit to Venezuela that the Latin American country could sign more than $5-billion worth of new contracts for Russian arms and military equipment in the near future.

    From: RIA
    Readmore --> Venezuela plant to make 50 million Kalashnikov rounds annually

    KASAU TERIMA PASIS PAKISTAN

    DISPENAU (25/5),- Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., menerima kunjungan sebanyak 16 orang Pasis Pakistan Air War College yang dipimpin Commandant Pakistan Air War College AVM Tubrez Asif di Mabesau Cilangkap, Senin (24/5).



    Maksud kunjungan keenambelas Pasis Sesko Pakistan tersebut adalah dalam rangka meningkatkan kerjasama kedua negara, khususnya kedua Angkatan Udara dalam melakukan studi banding di bidang kurikulum pendidikan di tingkat Sesko.



    Pada kesempatan tersebut, Kasau didampingi Asisten Operasi Kasau Marsda TNI Pandji Utama, Asisten Pengamanan Kasau Marsma TNI Gunpanadi, dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Bambang Samoedro, S.Sos.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KASAU TERIMA PASIS PAKISTAN

    Korea Utara Ancam Lakukan Aksi Militer


    SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara Selasa mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi militer jika Korea Selatan terus melanggar perairannya di lepas pantai barat semenanjung.

    Kedua Korea mengalami kebuntuan terkait ketegangan atas sengketa perbatasan laut di Laut Kuning yang menjadi tempat serangan torpedo yang menenggelamkan kapal perang Korea Selatan, Cheonan, 26 Maret lalu, yang menewaskan 46 orang.

    "Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il memerintahkan pasukan dan organisasi sipil untuk siaga perang setelah Korea Selatan menuduh Pyongyang bertanggung jawab atas penenggelaman kapal perang itu," kata sekelompok pembelot

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korea Utara Ancam Lakukan Aksi Militer

    Rusia Himbau Dua Korea Menahan Diri


    MOSKOW, KOMPAS.com - Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyerukan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) untuk menahan guna menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea.

    Kantor berita Rusia, Ria Novosti melaporkan, Presiden Medvedev menyampaikan seruan Rusia tersebut saat ia melakukan pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Korsel, Presiden Lee Myung-bak, Selasa (25/5/2010.

    "Jangan lagi meningkatkan ketegangan di kawasan itu," kata Medvedev merujuk pada ketegangan antara kedua Korea yang dimulai pekan lalu, setelah Seoul mengumumkan bahwa kapal tempurnya diserang oleh kapal selam Korut.

    Tudingan Korsel itu dibantah keras oleh Korut dan menyatakan akan mengirim tim penyelidikan untuk memverifikasi bukti-bukti Korut tersebut.

    "Presiden Korsel telah menginformasikan kepada Medvedev mengenai situasi di sekitar insiden itu. Presiden Rusia menyampaikan terima kasih kepada Lee Myung-bak atas penjelasannya yang rinci dan menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menelan puluhan korban jiwa," demikian keterangan pers Kremlin.

    Medvedev berharap meskipun situasi itu berlangsung dramatis, namun ketegangan di Semenanjung Korea harus dicegah.

    Sebelumnya, Korut mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi militer jika Korsel terus melanggar perairannya di lepas pantai barat Semenanjung Korea.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Himbau Dua Korea Menahan Diri

    16 Ribu Prajurit TNI AL Diasuransikan BNI


    JAKARTA (Pos Kota) – Enambelas ribu prajurit TNI AL yang memiliki resiko tinggi dalam tugasnya akan diasuransikan BNI mulai 1 Juli 2010.

    Gatot Mudiantoro Suwondo, Direktur Utama Bank BNI mengatakan, prajurit TNI AL yang diasuransikan jiwanya maupun kecelakaan adalah mereka yang terdaftar memiliki tabungan BNI sesuai kesepakan yang ditandatangani dengan Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono Selasa (25/5) di Mabesal Cilangkap.

    “Sekarang kita upayakan budaya menabung di kalangan prajurit. Mulai 1 Juli mereka kita asuransikan dengan BNI Life,” kata Gatot usai MOU dengan Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono Selasa (25/5) di Mabesal Cilangkap.

    BNI juga, lanjut Gatot, siap membantu TNI AL dalam pengadaan dan perbaikan alat utama sistem persenjataan (alutsista). “Kami sudah membantu TNI AD dengan membeli panser dan TNI AU dengan pengadaan pesawat tempur Sukhoi,” katanya.

    Kini, sambung Gatot, bola ada pada TNI AL. Artinya, TNI AL tinggal menyodorkan daftar kebutuhan prioritas mana yang harus dibeli. Soal dana akan disiapkan BNI.

    Kasal Laksamana Agus Suhartono mengatakan, TNI AL sudah memiliki Rp1 triliun dari APBN untuk alutsista selama lima tahun. Artinya, TNI AL bakal belanja alutsista Rp200 miliar tiap tahunnya. Kebutuhan inilah yang bisa dibantu oleh BNI melalui MOU tersebut.

    Dengan kerjasama TNI AL dengan perbankan plat merah seperti BNI, Mandiri dan BRI, maka prajurit TNI Angkatan Laut kini mulai dapat mengambil gajinya melalui anjungan tunai mandiri (ATM), tidak lagi mengantri di kasir. Perubahan yang tergolong sangat terlambat ini diakui sebagai salah satu langkah efisien dan efektif untuk sistem penggajian di lingkungan TNI Angkatan Laut.

    “Dengan kerja sama ini, maka seluruh prajurit dapat mengambil gajinya melalui ATM, sehingga menjamin ketetapan jumlah dan waktu. Sehingga mendukung kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” kata Laksamana Agus Suhartono.

    Ia menambahkan, kemudahan layanan pembayaran gaji juga dapat dirasakan oleh prajurit TNI Angkatan Laut yang bertugas di beberapa wilayah perbatasan atau pulau-pulau terdepan.

    “Misalnya untuk prajurit yang berjaga di Pulau Nipah, dapat mengambil melalui ATM di Batam. Namun, untuk prajurit yang bersiaga di Miangas dan Marore, memang masih dipikirkan,” ujar Agus.

    Selain pembayaran gaji melalui rekening, kesepakatan juga menyangkut kemudahan untuk mendapatkan dana bagi prajurit yang sedang beroperasi.

    “Misalnya, selama beroperasi di wilayah perairan tertentu tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk kepentingan operasional dan logistik,” ucap Kasal.

    Ia mengatakan, kerja sama yang berjangka waktu lima tahun itu akan dikaji setiap tiga bulan, untuk melihat efektifitas dan efisiensinya. “Jika ada yang kurang, segera dapat kita ketahui dan perbaiki bersama,” kata Kasal.

    Agus mengatakan, pembayaran gaji melalui ATM perorangan Mandiri akan diberlakukan bagi personel TNI Angkatan Laut yang berdinas di Mabes TNI Angkatan Laut dan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), sedangkan untuk yang berdinas di Korps lain akan dilayani oleh Bank BNI 46 dan BRI.

    Bank Mandiri akan melayani sekitar 19 ribu personel TNI Angkatan Laut, sedangkan BNI 46 dan BRI akan melayani masing-masing 16 ribu dan 15 ribu personel. “Pembagian tersebut didasarkan pada jaringan yang dimiliki masing-masing bank,” kata Kasal.

    Sumber: POSKOTA
    Readmore --> 16 Ribu Prajurit TNI AL Diasuransikan BNI

    Rusia Pesan Kapal Induk NATO


    MOSKOW (KRjogja.com) - Rusia berencana akan membeli empat kapal induk helikopter buatan Barat dan kini sedang berunding dengan tiga negara NATO mengenai pembelian kapal-kapal itu, kata kantor berita RIA Novosti mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov, Senin (24/5).

    "Sekarang kami sedang melakukan perundingan awal mengenai tipe kapal ini dengan tiga negara yaitu Spanyol, Belanda dan Prancis. Kami berencana menandatangani satu kontrak untuk empat kapal itu," kata Serdyukov. Ia tidak menyebutkan kapan perjanjian itu akan ditandatangani.

    Rencana pembelian kapal-kapal perang itu didukung penuh Presiden Dmitry Medvedev, tegas Serdyukov.

    "Kami kini bekerja sangat serius mengenai masalah ini," katanya.

    Rusia semula mengincar kapal-kapal amfibi Mistral Prancis yang berharga 400 sampai 500 juta euro (500,2 sampai 625,23 juta dolar). Moskow kemudian mengatakan pihaknya mungkin akan membeli kapal-kapal yang sama di negara-negara lain jika melihat ada opsi-opsi lebih baik.

    Penjualan kapal perang tipe Mistral itu kepada Moskow telah menimbulkan kekhawatiran AS dan negara-negara Eropa Timur anggota NATO (Persekutuan Pertahanan Atlantik Utara).

    Pada Agustus 2008 Rusia berperang selama lima hari dengan Georgia. Moskow mengatakan jika pihaknya memiliki Mistral dalam perang itu, maka Rusia akan mencapai tujuan militernya dalam 40 menit bukannya 26 jam.

    Komandan pasukan angkatan laut Amerika Serikat di Eropa bulan lalu mengatakan penambahan kapal-kapal perang untuk angkatan laut Rusia tidak akan "secara drastis meningkatkan" kemampuan militernya tetapi penjualan itu akan menimbulkan "Kecemasan lebih besar" jika itu termasuk teknologinya.

    Menunjuk secara tegas pada transfer teknologi itu, Serdyukov mengatakan Rusia setuju untuk membeli hanya satu kapal perang yang sepenuhnya dibangun di luar negeri. Ia mengatakan tiga kapal lainnya harus dibangun bersama dengan pembuat-pembuat kapal dalam negeri.

    "Berdasarkan syarat-syarat kami, kapal perang keempat harus dibangun di Rusia sepenuhnya."

    Serdyukov mengatakan kapal pertama seperti mungkin akan masuk dalam dalam jajaran armada Utara dan Pasifik Rusia.

    Uni Sovieet telah membangun kapal-kapal induk helikopter untuk angkatan lautnya yang hebat. Tetapi itu adalah kapal-kapal jelajah yang mengangkut helikopter, yang bukan amfibi dan tidak dapat mengangkut kendaraan-kendaraan lapis baja dan pasukan tambahan untuk operasi-operasi pendaratan.

    Sumber: KRJOGJA
    Readmore --> Rusia Pesan Kapal Induk NATO

    Monday, May 24, 2010 | 7:33 PM | 0 Comments

    Krisis Thailand Tidak Pengaruhi Patroli Selat Malaka


    Jakarta (ANTARA News) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar), Laksamana Muda Marsetio, mengemukakan bahwa krisis politik di Thailand tidak berimbas pada kerja sama patroli terkoordinasi antara Thailand Indonesia, Malaysia dan Singapura di Selat Malaka.

    "Tidak berpengaruh, semua berjalan baik. Termasuk kerja sama yang telah terjalin baik di Selat Malaka," katanya, ketika dikonfirmasi ANTARA News usai menghadiri penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama antara TNI Angkatan Laut dan Bank Mandiri di Jakarta, Senin.

    Ia menegaskan, kerja sama empat negara dalam bentuk patroli terkoordinasi di Selat Malaka telah dapat menurunkan tingkat kejahatan di wilayah perairan tersebut. "Semua tetap berjalan baik, tidak terpengaruh," kata Marsetio menegaskan.

    Patroli terkoordinasi di Selat Malaka pertama kali dilakukan oleh tiga negara pantai yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam kerangka Malsindo yang diluncurkan pada Juli 2004.

    Namun, dengan maraknya kejahatan laut terutama di wilayah perairan Thailand di sebelah utara Selat Malaka maka Indonesia meminta Thailand untuk ikut serta dalam pengamanan Selat Malaka.

    Keikutsertaan Thailand dalam kerja sama patroli terkoordinasi di Selat Malaka bersama tiga negara pantai yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura sempat tersendat-sendat karena krisis politik terus melanda Negeri Gajah Putih tersebut.

    Setelah krisis politik di Thailand mereda akhirnya pemerintah dan militer negara itu sepakat untuk membantu pengamanan di Selat Malaka bersama tiga negara pantai lainnya.

    Selat Malaka dibatasi Pulau Rondo hingga Pukhet di sebelah utara dan di sebelah selatan dibatasi oleh Pulau Karimun hingga Tanjung Piai, dengan panjang seluruhnya mencapai sekitar 500 mil atau 926 kilometer.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Krisis Thailand Tidak Pengaruhi Patroli Selat Malaka

    Korut Akan Tembak Pengeras Suara Korsel


    Seoul (ANTARA News) - Militer Korea Utara, Senin mengatakan pihaknya akan menembak pengeras-pengeras suara Korea Selatan yang menyiarkan proaganda di seberang perbatasan jika Seoul tetap akan memasang alat-alat tersebut.

    Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Tae Young mengatakan siaran-siaran itu, yang dihentikan sejak tahun 2004, akan dimulai kembali untuk menanggapi tindakan Korut yang menenggelamkan sebuah kapal perang Korsel Maret lalu.

    Ini adalah bagian dari satu paket tindakan yang diumumkan Seoul setelah satu penyelidikan resmi menyimpulkan pekan lalu Korut menenggelamkan kapal tersebut dengan menembakkan sebuah torpedo pada 26 Maret.

    Korut membantah terlibat dalam tenggelamnya kapal yang menewaskan 46 pelaut dan mengancam akan melancarkan "perang habis-habisan" untuk menanggapi setiap tindakan menghukum.

    Militer Korut dalam sebuah pernyataan mengatakan slogan-slogan propaganda itu sudah muncul di dalam perbatasan Korsel, dan militer Seoul sedang bergerak memasang pengeras-pengeras suara.

    Dalam sebuah pernyataan di kantor berita resmi Pyongyang (KCNA), militer Korut menyebut tindakan-tindakan itu satu "provokasi militer yag serius".

    "Jika (Korsel) memasang alat-alat baru untuk perang urat syaraf seperti pengeras suara dan penyebaran slogan-slogan untuk perang urat syaraf, mengabaikan tuntutan kami, kami akan secara langsung mengarahkan ke alat-alat itu dan menembak untuk menghancurkannya," kata pernyataan itu.

    Kedua negara enam tahun lalu sepakat untuk menghentikan propaganda lintas perbatasan, walaupun Korut sering mengecam keras tindakan kelompok-kelompok swasta Seoul yang melancarkan penyebaran selebaran anti Pyongyang di perbatasan yang dijaga ketat itu.

    Kementerian pertahanan Seoul mengatakan pihaknya tidak dapat mengkonfirmasikan apakah slogan-slogan itu telah dipasang, tetapi militer telah memulai kembali siaran-siaran propaganda di radio FM.

    "Persiapan-persiapan juga sedang dilakukan untuk memasang pengeras-pengeras suara," kata seorang juru bicara.

    Surat kabar Rodong Sinmun milik partai komunis yang memerintah Korut, Senin memberitakan pemerintah Korsel membuat rekayasa pernyataan yang tidak terbukti soal serangan torpedo itu untuk mengalihkan perhatian dari ketidak populerannya di dalam negeri.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Korut Akan Tembak Pengeras Suara Korsel

    Prajurit TNI AL Akan Digaji Melalui ATM


    JAKARTA, KOMPAS.com - Prajurit TNI Angkatan Laut kini mulai dapat mengambil gajinya melalui anjungan tunai mandiri (ATM), tidak lagi mengantri di kasir. Perubahan yang tergolong sangat terlambat ini diakui sebagai salah satu langkah efisien dan efektif untuk sistem penggajian di lingkungan TNI Angkatan Laut.

    Rencana itu segera diterapkan menyusul ditekennya nota kesepahaman tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan terutama di bidang layanan pembayaran gaji melalui rekening perorangan antara TNI Angkatan Laut dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

    Nota kesepahaman diteken Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi di Jakarta, Senin (24/5/2010).

    "Dengan kerja sama ini, maka seluruh prajurit dapat mengambil gajinya melalui ATM, sehingga menjamin ketetapan jumlah dan waktu. Sehingga mendukung kesejahteraan prajurit dan keluarganya," kata Laksamana Agus Suhartono, didampingi Riswinandi.

    Ia menambahkan, kemudahan layanan pembayaran gaji juga dapat dirasakan oleh prajurit TNI Angkatan Laut yang bertugas di beberapa wilayah perbatasan atau pulau-pulau terdepan.

    "Misalnya untuk prajurit yang berjaga di Pulau Nipah, dapat mengambil melalui ATM di Batam. Namun, untuk prajurit yang bersiaga di Miangas dan Marore, memang masih dipikirkan," ujar Agus.

    Selain pembayaran gaji melalui rekening, kesepakatan juga menyangkut kemudahan untuk mendapatkan dana bagi prajurit yang sedang beroperasi.

    "Misalnya, selama beroperasi di wilayah perairan tertentu tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk kepentingan operasional dan logistik," ucap Kasal.

    Ia mengatakan, kerja sama yang berjangka waktu lima tahun itu akan dikaji setiap tiga bulan, untuk melihat efektifitas dan efisiensinya. "Jika ada yang kurang, segera dapat kita ketahui dan perbaiki bersama," kata Kasal.

    Agus mengatakan, pembayaran gaji melalui ATM perorangan Bank Mandiri akan diberlakukan bagi personel TNI Angkatan Laut yang berdinas di Mabes TNI Angkatan Laut dan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), sedangkan untuk yang berdinas di Korps lain akan dilayani oleg Bank BNI 46 dan BRI.

    Bank Mandiri akan melayani sekitar 19 ribu personel TNI Angkatan Laut, sedangkan BNI 46 dan BRI akan melayani masing-masing 16 ribu dan 15 ribu personel. "Pembagian tersebut didasarkan pada jaringan yang dimiliki masing-masing bank," kata Kasal.

    Riswinandi mengatakan, dengan aset yang terus bertumbuh hingga diatas Rp 319 triliun Bank Mandiri memiliki lebih dari 21 karyawan yang tersebar di 1.000 kantor di dalam negeri dan enam kantor perwakilan luar negeri.

    Selain itu juga punya jaringan distribusi Bank Mandiri termasuk 3.186 ATM, 7.051 ATM dengan fasilitas Link Network, dan 12.663 ATM bersama, Networks, and Electronic Data Capture (EDC) kurang lebih 25.254 di seluruh wilayah Indonesia.

    "Dengan berbagai fasilitas itu, diharapkan Bank Mandiri dapat memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Laut," ujarnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Prajurit TNI AL Akan Digaji Melalui ATM

    Batas Laut Timur RI-Singapura belum Jelas


    JAKARTA--MI: Persoalan batas laut antara RI-Singapura masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Masalah perbatasan laut Indonesia baru menyelesaikan batas laut bagian barat dari Selat Singapura. Diskusi perbatasan zona timur akan dilakukan dalam waktu segera.

    Hal ini disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/5). "Pembahasan untuk batas laut bagian timur masih pending. Kami akan mulai pembahasan dalam waktu dekat, meski sudah dimulai beberapa pertemuan informal. Ini juga yang menjadi salah satu topik saat Presiden berkunjung ke Singapura untuk hubungan bilateral," kata Marty.

    Pembahasan segmen wilayah timur tesebut, sambung Marty, belum pernah dilakukan antara Indonesia dan Singapura. Persoalan sengketa antara Singapura dan Malaysia menjadi kendala utama belum dimulainya proses pembahasan.

    "Perundingan terakhir yang dilakukan adalah pada 10 Maret 2009. Perundingan segmen timur belum dimulai. Itu terkendala karena sengketa yang terjadi anTara Singapura-Malaysia yang berdampak ke kita. Atas perbatasan ini, kedua belah pihak memiliki itikad baik," tukasnya.

    Pemerintah sebelumnya sudah menandatangani kesepakatan batas laut sebelah barat Selat Singapura pada 10 Maret 2009. Marty menjelaskan perundingan tersebut dilakukan selama lima tahun dengan 11 kali tahapan perundingan.

    Kesepakatan menggunakan dasar Konvensi PBB tentang hukum laut Tahun 1982 dan menolak penarikan garis batas dilihat dari reklamasi yang sudah dilakukan Singapura.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Batas Laut Timur RI-Singapura belum Jelas

    DPR Setuju Bahas Garis Batas Laut Barat Indonesia-Singapura


    JAKARTA--MI: Seluruh fraksi DPR menyetujui pembahasan ratifikasi penetapan garis batas laut barat Selat Singapura. Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan perjanjian antara Indonesia dan Singapura pada 10 Maret 2009 lalu.

    "Masalah perbatasan merupakan persoalan serius. Ada sepuluh negara yang langsung berbatasan dengan Indonesia. Belum tuntasnya penentuan garis batas akan menjadi potensi sumber masalah bagi hubungan kedua negara. PDIP mengingatkan dan mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menyelesaiakan masalah perbatasan antara Indonesia dan negara tetangga," tegas Anggota Komisi I FPDIP Sidharto Danusubroto dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan pemerintah di Jakarta, Senin (24/5).

    Fraksi Partai Golkar yang diwakili oleh Tantowi Yahya bersikap senada. Fraksi berlambang pohon beringin ini secara tegas mendukung upaya pemerintah dalam perjanjian perbatasan antara Singapura-Indonesia dan mengapresiasi keberhasilan ini.

    Fraksinya berpendapat bahwa penyelesaian perbatasan Indonesia-Singapura merupakan perintah konstitusi dan dibutuhkan masyarakat maupun pemerintah untuk menjamin kepastian hukum. "Ini menjadi amanat konstitusi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dan pemerintah, khususnya terkait penetapan kedaulatan," sahutnya.

    F-PKS pada dasarnya ikut menyetujui kelanjutan pembahasan RUU tersebut. Hanya, mereka keberatan jika penamaan RUU tersebut mencantumkan Selat Singapura karena dinilai mempengaruhi psikologi dan rasa nasionalisme. Anggota F-PKS Almuzamil Yusuf meminta agar penamaan diganti menjadi Selat Sumatra karena hal itu lebih menegaskan keberadaan Indonesia.

    "Penyebutan Selat Singapura, secara psikologis adalah kekalahan diplomasi. Kita sendiri punya nama sebagai Selat Sumatra. Apa diplomasi tersebut tidak ada penyebutan lain sehingga ada penyebutan netral? Dengan dinyatakan di bagian barat Selat Singapura itu akan lebih menguntungkan Singapura," tukasnya.

    Hal ini dijawab oleh pemerintah melalui Menhan Purnomo Yusgiantoro. Ia mengatakan bahwa persoalan penamaan Selat Singapura sudah diakui secara internasional sehingga pemerintah menilai tidak perlu lagi diperdebatkan. Ia meminta agar parlemen lebih mengedepankan pembahasan ratifikasi karena hal itu memberikan kepastian bagi Indonesia.

    "Kalau tidak diratifikasi, batasnya menjadi tidak jelas sehingga bisa disalahgunakan. Ini bisa memberikan kepastian bagi kita," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> DPR Setuju Bahas Garis Batas Laut Barat Indonesia-Singapura

    AEROMODELLING TASIKMALAYA IKUTI PAMERAN


    Dalam rangka pameran pembangunan yang bertema gebyar merah putih, Lanud Wiriadinata melalui Fasi Cabang Tasikmalaya ikut serta berpartisipasi dalam pameran yang diadakan di eks terminal lama Cilembang, Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dibuka Walikota Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu dan rencananya akan berakhir 30 Mei mendatang, Senin (24/6).

    Dalam pameran pembangunan kali ini Stand Fasi Cabang Tasikmalaya menampilkan beberapa jenis pesawat aeromodeling diantarangnya, Heli, OH Elge, Trainer F 3A, F 3J, F2C Time rice dan F 2 Combat, selain itu juga ditampilkan simulator Aeromodeling.

    Menurut Kasubsi Potdirga Lettu Lek Agus Nugroho yang juga koordinator stand TNI AU mengatakan maksud dan tujuan ikut serta dalam pameran pembangunan ini adalah sebagai ajang promosi Lanud Wiriadinata untuk menumbuhkan minat dirgantara khususnya generasi muda di Tasikmalaya, sehingga mereka mau bergabung menjadi TNI AU atau menjadi atlet aeromodeling, katanya.

    Lebih lanjut Kasubsi Potdirga mengatakan bahwa atlet Aeromodeling di Tasikmalaya ini masih minim sehingga perlu adanya promosi seperti ini, namun demikian atlet-atlet yang ada sekarang telah banyak berprestasi baik di tingkat daerah maupun nasional.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> AEROMODELLING TASIKMALAYA IKUTI PAMERAN

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.