ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Tuesday, July 6, 2010 | 6:00 PM | 0 Comments

    TNI AU Tambah Satu Radar di Sumba

    Kupang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (TNI) Imam Sufaat, mengatakan TNI Angkatan Udara akan menambah lagi satu radar pengintai di Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur tahun 2012 untuk mendeteksi ancaman asing terhadap kedaulatan wilayah Republik Indonesia.

    Dalam rencana jangka menengah dan panjang pertahanan dan keamanan pihak TNI AU telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan sejumlah radar di wilayah Timur Indonesia termasuk di Pulau Provinsi NTT, katanya di Kupang, Selasa.

    Ia mengatakan hal tersebut disela-sela memantau karya bakti pengobatan gratis kepada ribuan masyarakat dalam Kota dan Kabupaten Kupang dalam rangka HUT ke-63 TNI AU di Lanud El Tati Kupang.

    Menurut Imam Sufaat usulan pembangunan radar di Pulau tersebut diharapkan dapat direalisasi pada tahun 2012, sehingga sekitar tahun 2014 fasilitas tersebut dapat dioperasikan di wilayah itu.

    "Harapan tersebut sangat tergantung pada kondisi keuangan bangsa, namun pihak TNI AU optimis pemerintah selalu memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana pertahanan, karena berkaitan dengan kedaulatan bangsa," katanya.

    Imam Sufaat yang saat itu didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Wakil Ketua DPRD NTT, LS Funay, Panglima Komando dan Operasi (Pangkoop) II Wilayah Timur, Masda (TNI) Agus Munandar serta Danlanud El Tari Kupang, Letkol (Pnrb) Djoko S mengatakan, pembangunan radar di Pulau Sumba berdasarkan hasil analisis dan strategi pertahanan sangat penting.

    Alasannya kata Imam Sufaat, selain wilayah Nusa Tengara Timur merupakan Provinsi Kepulauan juga letaknya berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, Australia, Malaysia dan Papuu Nugine, sehingga perlu mendapat pengamanan yang maksimal.

    Ia mengaku radar yang sebelumnya dibangun di Desa Buraen, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, belum maksimal melaksanakan tugas sebagai mata dan telinga bangsa untuk mendeteksi ancaman asing terhadap kedaulatan wilayah Republik Indonesia.

    Sehingga katanya perlu ditambah satu lagi untuk membantu radar di Buraen yang selama ini tingkat deteksinya masih jauh sehingga kurang optimal.

    Sebelumnya TNI AU juga telah membangunan Radar di Saumlaki (Maluku Utara) dan Merauke, Timika, Biak (Papua) dan Buraen (Nusa Tenggara Timur).

    "TNI Angkatan Udara sudah merencanakan penamabahan pembangunan radar baru di sejumlah tempat di wilayah timur Indonesia, agar lebih efektif mendeteksi semua wilayah Indonesia," katanya.

    Di Indonesia, katanya, terdapat tiga komando sektor pertahanan udara yakni Jakarta, Medang di Sumatera Utara dan Makasar untuk mengcover sebagian Pulau Jawa dan wilayah timur Indonesia.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Tambah Satu Radar di Sumba

    Polri Luncurkan Sistem Teknologi BaruPolri Luncurkan Sistem Teknologi Baru

    Bambang Hendarso Danuri
    (inilah.com/Agung Rajasa)

    INILAH.COM, Jakarta - Polri secara resmi meluncurkan Sistem Teknologi Informasi Kepolisian. Menurut Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dengan sistem baru ini maka semua satuan kerja akan berada di satu pintu.

    "Sistem teknologi kepolsian itu semua satuan kerja termasuk Bareskrim semua online. Satu pintu, satu gate dan kemudian itu sampai dengan Polsek itu bisa link data, laporan harian dan kita bisa langsung berikan perintah kepada mereka langsung hari itu disalurkan secra real time," jelas Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri di PTIK, Jakarta (6/7).

    Menurut Kapolri, dengan sistem yang dibangun itu, nantinya juga bisa memantau wilayah hingga perbatasan. "Nanti untuk yang diperbatasan itu juga dengan handy Talkie (HT) itu juga langsung online selain dengan menggunakan pendekatan teknologi tadi dengan menggunakan HT tadi bisa langsung kontak di ruang perbatasan kita di ruang kerja saya," jelas Kapolri.

    Menurut Kapolri sistem ini diuji coba efektifitasnya, sehingga polri bisa memberikan antisipasi cepat untuk sebuah laporan. "Ya kita kaji sebagai mana untuk percepatan apabila di satu wilayah terkecil perlu ada laporan yang cepat untuk segera diantisipasi oleh atasan misalnya polsek ke polres, dengan bantuan kekuatan pengiriman tambahan kekuatan dan lain-lain itu bisa cepat direspon," ucap Kapolri.

    Kapolri menambahkan, untuk wilayah yang diujicoba baru di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. "Untuk wilayah perbatasan baru Kalbar yang sudah diujicoba," terangnya.

    Sumber: INILAH.COM
    Readmore --> Polri Luncurkan Sistem Teknologi BaruPolri Luncurkan Sistem Teknologi Baru

    AS telah mengakhiri embargo senjata : RI

    Readmore --> AS telah mengakhiri embargo senjata : RI

    AS telah mengakhiri embargo senjata ke RI

    Pesawat Tempur F-16 TNI

    Untuk mengatasi kebingungan publik tentang keadaan hubungan militer Indonesia dengan Amerika Serikat, Departemen Pertahanan menegaskan bahwa pembuat senjata terbesar di dunia telah sepenuhnya menghapus embargo penjualan senjata kepada militer Indonesia (TNI).

    Dalam pernyataan pertama jelas pada akhir embargo, seorang jurubicara Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa Indonesia bisa mendapatkan semua jenis senjata dari AS karena tidak ada lagi embargo.

    Embargo AS atas penjualan semua jenis senjata ke Indonesia berakhir sepenuhnya pada tahun 2005," juru bicara Departemen Pertahanan Indonesia I Wayan Midhio mengatakan selama akhir pekan.

    "Setelah embargo berakhir, tidak ada perbedaan lagi antara senjata mematikan atau non-mematikan penjualan," katanya.

    Indonesia sekarang dapat membeli senjata mematikan dari AS dan tidak ada larangan "parsial" penjualan senjata ke Indonesia, seperti dilaporkan sebelumnya, ia menambahkan.

    Banyak pengamat - bahkan orang-orang baik-informasi tentang hubungan militer bilateral - mengatakan mereka tidak tahu apakah Indonesia bisa membeli senjata mematikan dari AS atau tidak, bahkan setelah hubungan militer dilanjutkan pada 2005.

    Indonesia baru-baru ini mengusulkan sebuah rencana untuk membeli pesawat tempur buatan Amerika F-16 jet, yang dikategorikan sebagai senjata mematikan, dan jet kargo C-130H Hercules, yang tidak dianggap mematikan, jika AS menghapus embargo, seperti yang dilaporkan sebelumnya.

    Wayan mengatakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan niat pemerintah untuk membeli pesawat dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates.

    Kongres Amerika Serikat memberlakukan embargo yang melarang pendidikan dan pelatihan militer internasional (IMET) dan penjualan peralatan militer ke Indonesia hampir dua dekade lalu.

    embargo itu dikenakan dalam menanggapi mengulangi pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Pasukan Khusus Angkatan Darat Indonesia (Kopassus) di Papua Barat dan Timor Leste (saat itu Timor Timur), yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil tak bersenjata, termasuk dua warga negara AS, dan puluhan terluka.

    Beberapa ahli berpendapat bahwa Amerika Serikat di Indonesia mendorong penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil di Timor Timur.

    Universitas Padjadjaran pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah mengatakan sejarah menunjukkan bahwa mantan presiden AS Gerald Ford dan mantan sekretaris negara AS Henry Kissinger pemerintah Indonesia memberikan lampu "hijau" untuk mengirim Kopassus ke Timor Timur dan laporan diabaikan kekerasan selama kunjungan resmi pemerintah AS Indonesia.

    Kongres Amerika Serikat mengatakan akan mencabut larangan sepenuhnya jika hanya pemerintah AS bisa memastikan bahwa Indonesia dapat menunjukkan pelanggaran hak asasi manusia.

    Sebuah delegasi pemerintah Indonesia dipimpin oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputeri, mengunjungi Amerika Serikat pada tahun 2001 dalam usaha untuk melunakkan kebijakan tersebut.

    Pertemuan antara Megawati dan mantan presiden AS George W. Bush menghasilkan komitmen AS untuk memberikan US $ 400.000 dalam IMET diperpanjang dan untuk mengangkat embargo non-mematikan penjualan senjata militer.

    Kongres AS tidak menyetujui pelatihan militer bersama antara Kopassus dan militer AS karena Kopassus dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan untuk meningkatkan masalah direncanakan selama kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia pada bulan November.

    Sumber: THE JAKARTA POST/ MIK
    Readmore --> AS telah mengakhiri embargo senjata ke RI

    Prajurit Koarmatim Siapkan Alutsista



    Surabaya, 5 Juli 2010 Menyiapkan alutsista di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) senantiasa menjadi prioritas utama, karena dengan kondisi alutsista yang siap akan dapat mendukung tugas-tugas TNI AL/Koarmatim dalam menegakkan hukum dan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi NKRI.

    Seperti pagi itu, Senin (5/7), anggota Divisi Pantai Koarmatim melaksanakan pembersihan di kendaraan amfibi Hover Craff yang berada di Dok Apung Divisi Pantai Koarmatim Ujung Surabaya.

    Setiap habis melaksanakan apel pagi, anggota tersebut senantiasa melaksanakan pembersihan disamping juga memanaskan mesin kendaraan amfibi tersebut.

    Dengan melaksanakan perawatan secara periodik dan berkala, diharapkan alutsista tersebut akan senantiasa terawat dengan baik dan setiap saat dapat mendukung tugas-tugas TNI AL khususnya di jajaran Koarmatim.

    Kasubdispenum Dispenarmatim Mayor Laut Drs Kariono, MAP

    Sumber: Dispenarmatim
    Readmore --> Prajurit Koarmatim Siapkan Alutsista

    Monday, July 5, 2010 | 10:53 PM | 0 Comments

    Tjahjo: Perlu Program Aksi Konkret Dukung TNI

    Tjahjo Kumolo Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI (Foto: VIVA NEWS)


    Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Tjahjo Kumolo, menegaskan, Pemerintah perlu segera menggencarkan program aksi konkret mendukung pengembangan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.

    "Jangan hanya terbiasa mengeluarkan pernyataan prihatin dengan kondisi peralatan militer, itu pernyataan klasik," tegasnya di Jakarta, Senin.

    Ia menegaskan perlu kemauan politik yang sungguh-sungguh dari Pemerintah dan Pimpinan TNI secara terpadu dengan seluruh unsur Pemerintahan.

    Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu mengomentari pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) sebelumnya yang mengatakan, prihatin atas peralatan militer pasukan Indonesia di kawasan perbatasan, terutama di pulau-pulau terluar.

    "Dana sesungguhnya tersedia. Tetapi pola pikir egoisme sektoral masih cukup kuat, demikian pula birokrasi anggaran yang mesti segera dirombak untuk kepentingan peningkatan Alutsista dan peningkatan kesejahteraan prajurit," kata Tjahjo Kumolo yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan.

    Harus Proaktif
    Anggota Komisi I DPR RI tersebut mengingatkan Menhan dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar harus proaktif mengambil keputusan berani demi penguatan serta peningkatan kesejahteraan prajurit.

    "Terutama yang bertugas di wilayah-wilayah perbatasan, termasuk peningkatan fasilitas-fasilitas di kawasan tapal batas itu, seperti radar, alat komunikasi, persenjataan, kapal-kapal patroli serta serbu, helikopter untuk pengawasan dan seterusnya," ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan, masalah pertahanan merupakan kehormatan dan harga diri sebuah bangsa.

    "Sejengkal tanah pun harus dipertahankan sampai titik darah terakhir," tandas Tjahjo Kumolo.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Tjahjo: Perlu Program Aksi Konkret Dukung TNI

    Polri Dapat 3,6 Juta Dollar dari AFP

    Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi.

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia mendapat bantuan senilai 3,6 juta dollar Australia dari Kepolisian Federal Australia atau AFP terkait penanganan penyelundupan manusia pencari suaka yang melintasi wilayah Indonesia sebelum ke Australia.

    "Pemerintah Australia sangat berkepentingan dengan masalah penanganan penyelundupan manusia," ucap Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Ito Sumardi di Mabes Polri seusai menandatangani perjanjian dengan pihak AFP, Senin (5/7/2010).

    Ito menjelaskan, dana itu akan digunakan untuk operasional Badan Reserse Kriminal serta Badan Pembinaan dan Keamanan, khususnya polisi laut yang menangani masalah ini. Selain itu, dana akan digunakan untuk merenovasi tempat-tempat penampungan para pencari suaka yang tertangkap. "Lalu ada bantuan dalam bentuk pelatihan untuk operasional seperti patroli," ungkapnya.

    "(Untuk pengadaan) tuang penahanan itu, (kepolisian) saat ini masih menyewa hotel atau rumah penduduk dan sulit untuk mengawasi mereka. Kami sudah menetapkan beberapa tempat seperti di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat yang merupakan pintu masuk sehingga nanti kami tidak perlu lagi menyewa rumah atau hotel," tambah Ito.

    Tentunya, kata Ito, bantuan itu tidak diberikan secara cuma-cuma. "Mereka berharap dengan bantuan ini jangan ada penyelundupan yang masuk ke Australia, baik melalui Indonesia maupun langsung ke Australia sebagai negara tujuan," ucap dia.

    Seperti diberitakan, pihak AFP sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Direktur I Keamanan Transnasional Brigjen (Pol) Saud Usman mewakili Polri untuk membicarakan hal tersebut. Saat itu, Polri mengungkapkan berbagai kendala selama ini dalam penanganan penyelundupan manusia, seperti wilayah Indonesia yang luas, keterbatasan peralatan, dan penampungan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Polri Dapat 3,6 Juta Dollar dari AFP

    Dua KRI Jajaran Kolinlamil Angkut Pasukan Pangamanan ke Provinsi Maluku dan Sekitarnya

    KRI TELUK AMBOINA 503

    Jakarta, Pelita

    Dua KRI jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) melaksnakan operasi pergeseran pasukan dari satuan TNI AD yang bertugas sebagai pasukan pengamanan daerah rawan di Maluku dan Ambon. Mereka diberangkatkan dari markas kesatuan di Padang, Sumbar dan Jember, Jatim; pekan lalu.

    KRI jenis Landing Ship Tank (LST) yaitu Teluk Amboina-503 mengangkut kekuatan satu Batalyon 133 dilengkapi dengan peralatan lapangan dari markas kesatuan di Padang, Sumatera Barat bertolak dari Dermaga Teluk Bayur, Sumbar dan saat ini sedang melaksanakan kegiatan pelayaran menuju Provinsi Maluku dalam rangka penugasan sebagai pasukan pengamanan daerah rawan; kata Kadispen Kolinlamil Letkol Laut (Kh) Drs Agus Cahyono, Minggu (4/7).

    KRI dengan Komandan Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo, alumnus AAL Angkatan 39 tahun 1993 tersebut melaksanakan operasi pergeseran pasukan yang direncanakan akan ditugaskan menuju daerah rawan di Provinsi Maluku dan sekitarnya dan menggantikan tugas Batalyon 125 dari kesatuan TNI AD di Belawan, Sumut.

    Sedangkan KRI Teluk Ratai-509 dengan Komandan Letkol Laut (P) M Bahrudin, lulusan AAL Angkatan 39 tahun 1993; mengangkut pasukan dari satuan TNI AD dari Batalyon 509 Jember, Jawa Timur.

    Menurut Letkol Laut (P) M Bahrudin, KRI Teluk Ratai-509 berangkat dari Pangkalan Surabaya pekan lalu dan saat ini sedang menuju wilayah perairan Provinsi Maluku untuk selanjutnya melaksanakan debarkasi/menurunkan pasukan d idaerah penugasan Provinsi Maluku dan sekitarnya.

    KRI jenis LST dibawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) dengan pangkalan di Surabaya tersebut selanjutnya melaksnakan embarkasi pasukan Batalyon Linud 433 yang telah selesai penugasan untuk kembali ke pangkalan induk salah satu satuan TNI AD.

    Untuk kegiatan operasi dan bantuan penanggulangan bencana alam, Kolinlamil telah menyiapkan sedikitnya tujuh kapal perang angkut personel dan tank diantaranya jenis LST dan Froch dan BU di Jakarta dan Pangkalan Surabaya yang dioperasikan secara bergantian.

    Menurut Agus Cahyono, kapal perang tersebut akan bertugas selain untuk mendukung pergeseran pasukan dan logistik TNI, juga dipersiapkan untuk kegiatan dalam rangka mendukung pembangunan khususnya bantuan material dan logistik ke daerah serta disiapkan untuk bantuan penanggulangan bencana alam. Sedangkan beberapa KRI lainnya dibawah jajaran Kolinlamil secara berlanjut dan periodik melaksanakan perbaikan dan pemeliharaan.

    Sumber: PELITA
    Readmore --> Dua KRI Jajaran Kolinlamil Angkut Pasukan Pangamanan ke Provinsi Maluku dan Sekitarnya

    Iran Kembangkan Robot Mirip Manusia

    Robot humanoid dua kaki buatan Iran diberi nama Surena.

    TEHERAN, KOMPAS.com — Iran berhasil mengembangkan robot jenis humanoid yang bisa berjalan dengan dua kaki layaknya manusia. Robot tersebut akan digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat yang berisiko jika dilakukan manusia.

    Robot yang diberi nama Surena-2 (diambil dari nama seorang Prajurit Persia kuno) dipamerkan pertama kali oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada hari Sabtu (3/7/2010) waktu setempat. Robot ini berukuran tinggi 1,45 meter dan berat 45 kg.

    "Berjalan perlahan-lahan serta menggerakkan tangan dan kaki seirama adalah salah satu kelebihannya," demikian dilaporkan media lokal Pemerintah Iran. Dalam perkenalan robot tersebut tidak diberitahukan tentang kemampuan robot lebih mendalam. Hanya disebut, robot tersebut dirancang dan dikembangkan untuk membantu pekerjaan sulit atau bersifat sensitif yang biasa dikerjakan manusia atau sebagai asisten sehari-hari.

    Iran termasuk salah satu negara yang agresif melakukan sejumlah proyek ilmiah dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa keberhasilan gemilang yang sukses dilakukan para ilmuwan Iran antara lain kloning, penelitian sel induk, dan teknologi satelit. Pengembangan teknologi nuklir dengan pengayaan uranium juga dilakukan di tengah tekanan internasional yang meningkat atas program nuklirnya yang kontroversial.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Iran Kembangkan Robot Mirip Manusia

    Sail Banda Libatkan 1667 Personil TNI AL

    Personil TNI AL

    TNI Angkatan Laut melibatkan 1.667 orang personel untuk mensukseskan pelaksanaan Sail Banda 2010. Selain dari unsur TNI AL, kegiatan ini juga melibatkan peserta dari unsur pemerintah, swasta dan masyarakat Maluku, pemuda dan pelajar dari 33 provinsi. Kegiatan ini berlangsung bulan Juli hingga Agustus 2010 di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

    Demikian dikatakan Dinas Potensi Maritim TNI AL, Laksamana Pertama TNI Suryo Wiranto saat menyampaikan laporan pada upacara pemberangkatan Satgas Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya (SBJ) Sail Banda 2010 di Markas Komando Lalu Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/7).

    Dalam upacara ini, Menko Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono bertindak sebagai inpektur upacara.

    Laksma TNI Suryo Wiranto menjelaskan, kegiatan Sail Banda 2010 ini akan melibatkan dan menggunakan unsur utama Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL yaitu KRI dr. Soeharso-990 (kapal rumah sakit TNI AL). Selain itu, dua kapal rumah sakit milik negara asing yaitu US NS Mercy dari Amerika Serikat dan kapal RSS Endeavour milik Angkatan Laut Singapura. Ketiga kala rumah sakit ini akan ikut mendukung pelaksanaan bhakti sosial dan berbagai rangkaian kegiatan.


    "Kapal rumah sakit ini akan memberikan pelayanan kesehatan dan sosial bagi masyarakat di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara," katanya.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> Sail Banda Libatkan 1667 Personil TNI AL

    Pasukan AS Bantu Rehabilitasi Puskesmas

    TERNATE, KOMPAS.com — Sejumlah personel tentara Angkatan Laut (AL) AS membantu merehabilitasi dua puskesmas di Maluku Utara (Malut) sebagai bagian dari kegiatan dalam rangka kunjungan kapal AL Amerika Serikat USNS Mercy di Malut pada pertengahan Juli ini.

    Penanggung jawab kegiatan rehabilitasi puskesmas tersebut, Jason McWaters, di Ternate, Senin (5/7/2010), menjelaskan, ada dua puskesmas di Malut yang mereka rehabilitasi, yakni Puskesmas Kalumpang di Kota Ternate dan Puskesmas Daruba di Kabupaten Pulau Morotai.

    Rehabilitasi pada kedua puskesmas tersebut melibatkan sebanyak 33 personel tentara AL Amerika Serikat. Semua biaya untuk rehabilitasi itu juga berasal dari tentara AL.

    Menurut Jason, puskesmas yang direhabilitasi ditentukan oleh pihak pemerintah daerah setempat. Tentara AL hanya menyiapkan tenaga dan bahan bangunan.

    Puskesmas yang direhabilitasi tersebut nantinya akan digunakan untuk pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat setempat saat datangnya kapal USNS Mercy pada pertengahan Juli.

    "Kami akan upayakan sebelum kapal USNS Mercy tiba di Malut, rehabilitasi kedua puskesmas tersebut sudah rampung 100 persen," ujar Jason.

    Kegiatan seperti itu juga dilakukan oleh tentara AL Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti di Vietnam dan Kamboja.

    Kadis Kesehatan Kota Ternate dr Chairunisa Amal menyambut positif kegiatan rehabilitasi Puskesmas Kalumpang yang dilakukan oleh tentara AL Amerika Serikat tersebut karena kondisi puskesmas itu memang sudah agak rusak.

    Ratusan warga di Kota Ternate telah mendaftar di sejumlah puskesmas setempat untuk mendapat pengobatan gratis saat datangnya kapal USNS Mercy. Masyarakat yang mendaftar itu umumnya dari kalangan tidak mampu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pasukan AS Bantu Rehabilitasi Puskesmas

    Pulau Berhala Masih Diincar Asing


    PERIKSA SENJATA Menhan Purnomo Yusgiantoro memeriksa persenjataan prajurit Marinir yang bertugas di Pulau Berhala, Serdangbedagai, kemarin.


    PULAU BERHALA (SI) – Sedikitnya 12 pulau terluar di Indonesia dipasangi tanda berupa prasasti, termasuk di Pulau Berhala yang berada di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

    Langkah ini untuk mencegah adanya klaim kepemilikan pulau yang berjarak sekitar 10 mil dari laut bebas tersebut dari negara lain. Menhan yang didampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Leonardus JP Siegers, Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio dan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Tono Suratman menyebutkan, prasasti yang dipasang di pulau terluar tersebut membuktikan pulau seluas 2,5 km2 itu masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Di Pulau Berhala tadi (kemarin) sudah saya tempatkan satu prasasti, sampai nanti hingga waktu ke depan, siapa pun yang datang ke Pulau Berhala ini, dia bisa melihat bahwa pulau ini milik Indonesia,” ujarnya kepada wartawan di Pulau Berhala,kemarin. Tidak hanya pemasangan prasasti, untuk menguatkan pulaupulau terluar milik Indonesia,Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga merencanakan akan membuat monumen pasukan operasi.Menurut Menhan, apa yang dilakukan TNI merupakan satu langkah maju untuk memberi tanda, kalau pulau-pulau terluar tersebut milik Indonesia.

    “Hingga sekarang ini, ada 12 pulau terluar yang sudah kita beri tanda prasasti.Tidak tertutup kemungkinan ke depan akan kita tambah lagi,” sebutnya. Ke- 12 pulau terluar yang sudah dipasang prasasti, adalah Pulau Rondo yang berada di ujung perairan Aceh, Pulau Berhala di perairan Pantai Timur Sumatera Utara, Pulau Nipah di depan Pulau Batam berbatasan Singapura, Pulau Sekatung di laut China Selatan. Berikutnya, Pulau Dana, Rote dan Batek yang berada di perairan Nusa Tenggara Timur- Australia. Pulau Marore yang berada di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Filipina, Pulau Miangas dan Marampit, Sulawesi Utara berbatasan langsung dengan Filipina. Pulau Fanildo dan Pulau Beras di Bontang, Kalimantan Timur.

    “Tak tertutup kemungkinan untuk ditambahkan ke depan. Sekarang konsentrasi yang kita lakukan menambah pulau-pulau terluar yang kita awasi, kita pantau dengan ketat di Laut China Selatan,” tandasnya. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini melanjutkan, para prajurit yang bertugas di pulau-pulau terluar seperti Pulau Berhala juga dilengkapi dengan persenjataan. Mereka melakukan penjagaan, pemantauan pengawasan terhadap alur kepulauan, pelayaran, nelayan dan kegiatan yang sifatnya ilegal. Pasukan Marinir yang ditempatkan di pulau terluar melakukan pengawasan itu. Dalam kunjungan ke Pulau Berhala selama satu jam, selain memasang prasasti, Menhan juga meninjau posko penjagaan pasukan Marinir, persenjataan dan memberi arahan kepada 34 prajurit Marinir yang bertugas di Palau Berhala.

    Kepada prajurit, dia mengatakan tentang pentingnya menjaga Pulau Berhala yang posisinya sangat stategis, sebab berada di Selat Malaka dan diawasi dunia internasional. ”Kalian harus tetap memperhatikan kesehatan dan stamina, sebab kalian merupakan prajurit terdepan yang menjaga pulau ini. Karena itu,kalian semua dituntut waspada dari menit ke menit, jam ke jam dan hari ke hari,” tegasnya. Jika dilihat dari kasat mata publik, kelihatannya tugas prajurit di pulau terluar hanya menjaga sesuatu yang tidak pasti. Sebenarnya tugas prajurit di pulau terluar sangatlah penting, artinya menjaga keutuhan NKRI.

    ”Makanya prajurit yang bertugas di pulau terluar harus siaga, kalau sampai terjadi sesuatu yang tak diinginkan, sudah siap. Kita harus jaga dan waspada betul terhadap wilayah kedaulatan RI. Itu di tangan dan pundak kalian. Kalian adalah pembela negara,” pesan Purnomo. Dia mengakui tugas prajurit di pulau terluar seperti Berhala sangatlah berat dan sulit. Selain setiap saat dituntut tetap siaga dan waspada, juga terpisah jauh dengan keluarga dan masyarakat. Sementara itu, Komandan Peleton Satgas Pengamanan Pulau Berhala Letnan Dua (Letda) TNI Saiful Anan mengaku senang dikunjungi Menhan dan rombongan. Menurut dia, kunjungan tersebut memberi semangat dan motivasi bagi prajurit Marinir yang bertugas di pulau terluar tersebut. Dia pun berjanji akan bertugas dengan semaksimal mungkin menjaga Pulau Berhala.

    Dia menambahkan, kendala yang dihadapi selama bertugas di Pulau Berhala adalah minim alat transportasi. Saat ini hanya satu alat trasnportasi yang tersedia, yakni perahu karet. ”Itulah yang kami gunakan untuk membeli segala kebutuhan di Serdangbedagai dengan lamanya jarak tempu dua jam,” papar Saiful.

    Lepas Anak Penyu

    Dalam kunjungannya ke Pulau Berhala, Menhan juga melepas ratusan anak penyu ke perairan sekitar Pulau Berhala. Menurut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Marsetio, ratusan anak penyu yang dilepas tersebut, merupakan hasil penangkaran yang dilakukan prajurit Marinir yang bertugas di Pulau Berhala bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai. Marsetio menambahkan, tugas prajurit Marinir ada dua, yakni tugas perang dan tugas selain perang. Salah satu wujud tugas selain perang adalah menjaga dan melestarikan lingkungan se kitarnya. Salah satu tugas menjaga lingkungan di Pulau Berhala, yakni melestarikan biota penyu.

    ”Di Pulau Berhala ini juga tempat bertelurnya penyu-penyu dari berbagai daerah. Bahkan, dari hasil penelitian, anak-anak penyu-penyu yang bertelur di sini menyebar ke berbagai perairan hingga ke Australia,” bebernya. Sebelum meninjau Pulau Berhala, Menhan dan rombongan juga meninjau Pulau Rondo dengan menumpang Helikopter Beli 412 AD. Di Pulau paling ujung Provinsi Aceh itu, Menhan juga memasang prasasti. Pada bagian lain, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) yang sudah terbentuk akan mengelola perbatasan negara sejauh 3.302 km, serta 92 pulau kecil yang berbatasan dengan negara lain.

    “BNPP memiliki tugas yang secara garis besar dijalankan oleh tiga deputi dan satu sekretariat, yakni deputi pengelolaan batas wilayah negara, deputi pengelolaan potensi kawasan perbatasan, dan deputi infrastruktur pengelolaan kawasan perbatasan,” ujar Plt Ditjen Pemerintahan Umum Kemendagri Sutrisno saat diwawancarai harian Seputar Indonesia, kemarin. Sutrisno menjelaskan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi selaku ketua BNPP kemungkinan akan me-launching BNPP pada bulan-bulan ini setelah pengisian struktur BNPP tuntas dilakukan. “Kalau di-launching bulan Juli ini, mungkin akan langsung bisa bekerja,” tandasnya. Menurut Sutrisno, BNPP ini merupakan badan yang bekerja secara sinergis dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga di dalamnya.

    “Lahirnya BNPP ini kan sesuai amanat Undang- Undang No 43/2008 tentang Batas Wilayah Negara. Bahkan khusus di pasal 14 UU tersebut diamanatkan pembentukan badan perbatasan di pusat dan daerah,” ungkapnya. Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Abdul Malik Haramain mengatakan, BNPP memiliki lingkup kerja yang sangat strategis karena berkaitan dengan batas negara dengan negara lain. BNPP ini, kata dia, harus bisa menjalankan tugas secara sinergis sehingga tidak seperti pengelolaan perbatasan yang dilakukan secara tercerai berai seperti sebelumnya. “Ekspektasi atau harapan terkelolanya wilayah kedaulatan NKRI secara baik akan bertumpu pada kinerja BNPP ini.

    Jadi, saya sebagai anggota DPR sangat menunggu-nunggu gebrakan badan ini.Jangan sampai adem ayem sehingga keberadaannya percuma dan pemborosan,” tandas anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) ini.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Pulau Berhala Masih Diincar Asing

    Nasib Awak Pesawat Trike Masih Gelap


    illustrasi

    TEMPO Interaktif, Bandung - Lokasi pesawat trike PKS 135 yang hilang kontak di sekitar Gunung Sentosa, Pangalengan, Kabupaten Bandung Ahad (4/7) kemarin hingga Senin (5/7) pagi ini belum diketahui. Nasib kedua awaknya, yakni pilot dr Noto Cipto Nartomo dan penumpang Panji Gunawan, pun mash gelap.

    "Masih dalam proses pencarian yang dipusatkan di sekitar Cileuleu dan Gunung Sentosa tingginya sekitar 8.700 kaki dengan hutannya masih perawan," kata Komandan Landasan Udara Sulaeman Kolonel Penerbang Gutomo di kantornya, Senin (5/7). "Kemarin ada warga di kawasan itu yang mendengar suara pesawat yang tidak wajar lalu menghilang."

    Pencarian di kawasan Gunung Santosa dilakukan lewat darat dan udara. Pencarian lewat darat dengan melibatkan Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, Batalion 301, dan Badan SAR Daerah, polisi dan masyarakat. "Pencarian lewat udara menggunakan pesawat Cessna milik Susi Air dari Pangandaran,"kata Gutomo.

    Ia juga membenarkan, Noto dan Panji adalah atlet anggota Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang dipimpinnya. "Pesawatnya adalah pesawat olah raga milik pribadi Pak Noto, dan bukannya milik TNI Angkatan Udara,"kata Ketua Federasi Aero Sport Indonesia Jawa Barat itu.

    Gutomo mengaku pihaknya sudah memberitahu keluarga Noto dan Panji di Bandung ihwal kecelakaan yang diduga terjadi. "Tapi tentunya kami tetap berharap keduanya selamat. Mereka bisa mendarat dengan eamat dan lost contact karena kesulitan teknis komunikasi."

    Sebelumnya diberitakan, sebuah pesawat trike PKS 135 yang ditumpangi Noto dan Panji dikabarkan hilang di sekitar Gunung Wayang atau Gunung Sentosa Pangalengan, di selatan Bandung, Ahad (4/7). Pesawat tersebut dalam penerbangan dari lapangan udara Nusawiru, Pangandaran menuju lapangan udara Sulaeman, Bandung.

    Sementara itu sumber di TNI Angkatan Udara menyebutkan, pesawat yang terbang dari Nusawiru sekitar pukul 10.30 menuju Sulaeman adalah dua pesawat trike PKS, yakni PKS 201 yang dikemudikan Ivan dan Anwar serta PKS 135 dengan pilot Noto dan Panji.

    Pesawat PKS 201 berhasil mendarat dengan selamat di Lanud Sulaeman. "Sedangkan PKS 135 lost contact dengan pesawat yang memimpin di depannya (PKS 201) saat terbang dengan ketinggian sekitar 8.000 kaki di sekitar Gunung Sentosa Pangalengan,"kata Gutomo

    Dari informasi dihimpun, pesawat Noto hilang kontak di kordinat S 07 15' 03.5" E 107 38' 08.9. Trike PKS 135 adalah pesawat olah raga dengan sayap gantole. Bodi pesawat kecil, tanpa kanopi dan kopilot. "Engine dengan baling-baling di bagian belakang. Pesawat ini bisa terbang sampai ketinggian 10 ribu feet,"kata Gutomo.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Nasib Awak Pesawat Trike Masih Gelap

    Sunday, July 4, 2010 | 2:19 PM | 0 Comments

    PLN Biak Bangun PLTU Senilai Rp400 M

    BIAK--MI: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Biak Numfor, Papua, menargetkan 2012 akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) senilai Rp400 Miliar dalam upaya memenuhi ketersediaan kebutuhan energi di daerah ini.

    Kepala cabang PLN Biak Ir Nathan di Biak mengatakan, rencana pembangunan PLTU dengan kapasitas awal dua kali tiga Mega Watt sampai 2010 masih menunggu keluarnya proses perizinan pemakaian lahan dari Mabes TNI.

    "Lokasi PLTU yang akan dibangun berada di kawasan TNI AL, ya untuk investasi pembiayaannya telah mendapat persetujuan manajemen PLN," ungkap Nathan menanggapi rencana pembangunan PLTU, Minggu (4/7).

    Ia menyebutkan, jika kelak rencana pembangunan PLTU yang diprogramkan pihaknya terealisasi maka kedepan dapat memenuhi kebutuhan energi listrik di kabupaten Biak Numfor sekitarnya.

    Dia berharap, proses perizinan penggunaan lahan bagi pembangunan PLTU segera keluar sehingga pihaknya dapat mempercepat rencana pelaksanaan pembuatan bangunan fisik hingga pada saat pengoperasiannya sesuai target 2012.

    Menyinggung bahan baku pensuplai pengoperasian PLTU mendatang, menurut Nathan, sesuai hasil penelitian pihaknya tidak ada masalah sebab menggunakan air laut setempat.

    "Potensi air laut di Biak cukup melimpah sehingga sangat mendukung menyediakan bahan baku bagi pengoperasian PLTU mendatang," harap kepala cabang PLN Biak Nathan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> PLN Biak Bangun PLTU Senilai Rp400 M

    PLN Biak Bangun PLTU Senilai Rp400 M

    illustrasi PLTU(Foto: seno)

    BIAK--MI: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Biak Numfor, Papua, menargetkan 2012 akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) senilai Rp400 Miliar dalam upaya memenuhi ketersediaan kebutuhan energi di daerah ini.

    Kepala cabang PLN Biak Ir Nathan di Biak mengatakan, rencana pembangunan PLTU dengan kapasitas awal dua kali tiga Mega Watt sampai 2010 masih menunggu keluarnya proses perizinan pemakaian lahan dari Mabes TNI.

    "Lokasi PLTU yang akan dibangun berada di kawasan TNI AL, ya untuk investasi pembiayaannya telah mendapat persetujuan manajemen PLN," ungkap Nathan menanggapi rencana pembangunan PLTU, Minggu (4/7).

    Ia menyebutkan, jika kelak rencana pembangunan PLTU yang diprogramkan pihaknya terealisasi maka kedepan dapat memenuhi kebutuhan energi listrik di kabupaten Biak Numfor sekitarnya.

    Dia berharap, proses perizinan penggunaan lahan bagi pembangunan PLTU segera keluar sehingga pihaknya dapat mempercepat rencana pelaksanaan pembuatan bangunan fisik hingga pada saat pengoperasiannya sesuai target 2012.

    Menyinggung bahan baku pensuplai pengoperasian PLTU mendatang, menurut Nathan, sesuai hasil penelitian pihaknya tidak ada masalah sebab menggunakan air laut setempat.

    "Potensi air laut di Biak cukup melimpah sehingga sangat mendukung menyediakan bahan baku bagi pengoperasian PLTU mendatang," harap kepala cabang PLN Biak Nathan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> PLN Biak Bangun PLTU Senilai Rp400 M

    Menhan: Perguruan Tinggi Berperan Bangun Kekuatan Nonmiliter

    Universitas Syiah Kuala(Foto: soi.asia)


    Banda Aceh (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, perguruan tinggi berperan untuk membangun kekuatan nonmiliter seperti pengembangan intelektual sosial, budaya, ekonomi dan ideologi sebagai upaya untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa.

    "Kemampuan intelektual yang dikembangkan dan dipelajari di perguruan tinggi akan menjadi sebuah kekuatan untuk menyelesaikan persoalan dunia seperti perselisihan antarnegara," katanya pada kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Banda Aceh, Sabtu.

    Pada kuliah umum tentang "Peran Perguruan Tinggi Dalam Bela Negara", Menhan berpendapat kemampuan sumber daya intelektual merupakan satu dari empat faktor perubahan dinamika lingkungan strategis dunia untuk menyelesaikan berbagai konflik.

    Ia mengatakan, banyak negara menggunakan "soft power" (intelektualitas) dan "smart power" (diplomasi), untuk menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di negaranya.

    "Di sanalah semua orang akan beradu argumen dan intelektualitasnya tanpa harus mengedepankan kekuatan fisik, untuk menyelesaikan persoalan negara," jelas Menhan yang juga Guru besar ITB Bandung itu.

    Sementara untuk ancaman, ia mengatakan bisa berasal dari militer ataupun nonmiliter. Namun ancaman yang terjadi saat ini lebih ke nontradisional yakni berasal dari nonmiliter.

    "Jadi semua persoalan yang terjadi saat ini begitu kompleks dan multidimensional," katanya.

    Karena itu, ia mengharapkan perguruan tinggi dapat menciptakan karakter bangsa yang akan mampu membela bangsa dan negara, sehingga upaya untuk mempertahankan NKRI terus terjaga di masa mendatang.

    Terkait dengan keamanan nasional, Menhan menyatakan, pihaknya terus memberikan perhatian yang serius, sehingga ketahanan nasional dapat terus terjaga di masa mendatang dari berbagai pencurian seperti pencurian ikan dan pencurian kayu.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Perguruan Tinggi Berperan Bangun Kekuatan Nonmiliter

    Menhan: Hak Pilih TNI Hanya Sekedar Wacana

    Banda Aceh (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, hak pilih bagi anggota TNI pada pemilihan umum yang berkembang saat ini hanya sekedar wacana pihak tertentu dan hal itu tidak mungkin dilaksanakan, karena bertentangan dengan undang-undang.

    "Sesuai dengan UU No.34 tahun 2004 jelas disebutkan bahwa TNI harus netral. Mereka tidak boleh memihak kepada satu partai politik pun," katanya menjawab pertanyaan mahasiswa pada kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Sabtu.

    Menurut dia, untuk mengembalikan hak pilih itu, bukan mudah, tapi perlu persetujuan DPR dan Presiden untuk mengubah regulasi tersebut.

    "Dari program legislasi (prolega) nasional, belum satu pun yang menyebutkan akan ada perubahan undang-undang tersebut," jelasnya.

    Ia juga mengatakan, belum mendengar pernyataan resmi dari petinggi TNI atas keinginan mereka untuk diberikan hak pilihnya.

    "Selaku menteri mereka, saya belum mendengar adanya keinginan tersebut," ungkapnya.

    Ditambanhkannya, TNI juga tidak menjagokan salah satu partai politik untuk dimenangkan pada pemilu mendatang.

    Menurut dia, TNI saat ini masih fokus untuk meningkatan profesionalitas dan terus melakukan reformasi di tubuhnya serta menjalankan tugasnya dalam mempertahankan NKRI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Hak Pilih TNI Hanya Sekedar Wacana

    Menhan Prihatin Perlengkapan Militer di Pulau Rondo


    Pulau Rondo, Sabang, Aceh (foto: bagusriyanto.com)

    BANDA ACEH--MI: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro prihatin terhadap perlengkapan militer yang dimiliki personel TNI yang menjaga pulau perbatasan Indonesia.

    "Saya merasa prihatin dengan peralatan militer yang dimiliki anggota TNI di Pulau Rondo, karena peralatan yang ada masih minim untuk melakukan pemantauan daerah itu dari berbagai aksi pencurian," katanya usai melakukan kunjungan kerjanya ke Pulau Rondo, Provinsi Aceh, Sabtu (3/7). Pulau Rondo yang bersebelahan dengan Pulau Sabang merupakan salah satu dari 12 pulau terdepan di Indonesia.

    Disebutkannya, sebanyak satu pleton pasukan yang ditempatkan di sana masih belum memiliki peralatan yang memadai akibat anggaran yang dimiliki masih terbatas. "Kami akui minimnya anggaran yang kami miliki berdampak terhadap peralatan militer yang kita punya saat ini," jelasnya.

    Idealnya untuk penjagaan Pulau Rondo, terutama yang berdekatan dengan Selat Malaka itu, dibutuhkan peralatan seperti kapal cepat dan peralatan lainnya. Selain melengkapi perlengkapan, kesejahteraan prajurit juga penting diperhatikan, karena berbagai kebutuhan yang diperlukan harus didatangkan ke sana.

    Kendati demikian, kata Menhan, pihaknya akan berupaya melakukan berbagai perbaikan dan bekerja semaksimal mungkin dalam mempertahankan keutuhan NKRI di masa mendatang. "Semua itu perlu perbaikan secara bertahap, karena saat ini pemerintah sedang fokus untuk kesejahteraan rakyat Indonesia di seluruh tanah air," katanya.

    Selain melakukan peninjauan, Menhan juga memasang batu prasasti sebagai tanda perbatasan tanda wilayah negara Indonesia di pulau tersebut.

    Pangdam Iskandar Muda Majen TNI Hambali Hanafiah mengatakan, pihaknya terus memberikan berbagai dukungan seperti kesehatan bagi para prajurit yang ditugaskan menjaga perbatasan RI itu. "Untuk kesehatan mereka, kami rujuk ke Kota Sabang," demikian Hambali.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Menhan Prihatin Perlengkapan Militer di Pulau Rondo

    Saturday, July 3, 2010 | 10:43 AM | 0 Comments

    Pemkot Bingung Disodori Proposal Rp3 M

    Lanud Husein Sastranegera

    BANDUNG (SI) – Pemkot Bandung kebingungan setelah mendapatkan proposal dari panitia Air Show Lanud Husein Sastranegera.Pasalnya, panitia mengajukan dana Rp3 miliar untuk berbagai stand yang disediakan bagi Pemkot Bandung dalam acara memperingati HUT Kota Bandung ke-200 itu.


    Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung,Ubad Bachtiar, mengaku tidak menyangka dana untuk stand mencapai Rp3 miliar. Ubad kebingungan karena anggaran untuk acara itu tidak dianggarkan dalam APBD 2010. “Biayanya sangat besar,kami tidak memiliki dana sebesar itu,” ujarnya ketika ditemui di Hotel Grand Pacific,Jalan Pasirkaliki,Kota Bandung, Rabu (30/6). Proposal yang diajukan panitia pun terkesan terlalu mendadak seolah tidak memberi waktu bagi Pemkot Bandung untuk memutar otak. “Proposal yang panitia ajukan bisa dikatakan mendadak. Kalau kemudian diajukan ke APBD, tentu waktunya tidak cukup,” kata Ubad. Pada prinsipnya, kata Ubad, Pemkot Bandung sangat mengapresiasi kegiatan itu.Namun untuk dukungan dana,memang Pemkot Bandung tidak bisa menyiapkannya.

    Ia memberi saran agar panitia Air Show menggandeng event organizer (EO) supaya acara tetap bisa berlangsung.Kerjasama denga EO diharapkan bisa meminimalisir pemakaian dana. “EO kan bisa mengatur acara itu,mereka bisa mengajak swasta sebagai sponsor dan dana pun tidak menjadi soal jika ada sponsor yang ikut membiayai,” terang Ubad. Sebelumnya,Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda mengatakan, Pemkot Bandung akan mengisi stand-stand yang disediakan di Air Show dengan berbagai karya pengusaha dan pengrajin UMKM di Kota Bandung.

    “Pemkot akan mengoordinasikan para pengrajin dan pengusaha melalui Koperasi Usaha Kecil Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) KUKM dan Bagian Ekonomi supaya bisa ikut memeriahkan Air Show dengan berpartisipasi mengisi stand yang tersedia,”ungkap Ayi melalui pesan pendeknya kepada Seputar Indonesia. Diberitakan sebelumnya,HUT ke-200 Kota Bandung bakal menjadi momen penting bagi Landasan Udara Husein Sastranegara. Pasalnya, acara yang akan digelar 23-26 September 2010 mendatang akan diisi atraksi udara aneka pesawat tempur baik dari TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Darat ( AD).

    Termasuk pesawat biasa dari Federasi Aero Sport Indoneia (FASI) dan PT Dirgantara Indonesia. Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Penerbang Asep Adang Supriyadi, menjelaskan, Air Show menjadi tanggung jawab Lanud Husein sementara stand yang menyajikan sejarah Kota Bandung, iptek industri pesawat terbang, serta pariwisata, menjadi tanggung jawab Pemkot Bandung.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Pemkot Bingung Disodori Proposal Rp3 M

    Kapal AL Australia Merapat di Kendari

    Kapal Leeuwin AL Australia(foto: Defense.gov.au)

    KENDARI, KOMPAS.com - kapal AL Australia "Leeuwin" merapat di pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara selama enam hari. Komandan kapal, Philip Hiaty dan kepala pangkalan TNI AL di Kendari, Kolonel Yuwono, berkata kepada wartawan di Jakarta, Jumat
    kedatangan mereka di Kendari adalah untuk rekreasi dan istirahat setelah berlayar dari Papua Nugini.

    "Namun kami juga akan menggunakan kesempatan untuk mengembangkan hubungan persahabatan dan kerjasama dengan TNI AL Indonesia terutama pangkalan TNI AL di Kendari," katanya.

    Dia mengatakan memilih dermaga di Kendari karena budaya daerah yang masih asli serta berbagai objek wisata di wilayah tersebut.

    "Saya ingin berterima kasih kepada masyarakat Sulawesi Tenggara dan Kendari khususnya untuk keramahan mereka dalam menerima kita," katanya.

    Philip mengatakan Leeuwin, diawaki oleh 65 kru, yang merupakan kapal militer. Namun kapal berusia 10-tahun bukanlah kapal perang, tapi sebuah kapal oseanografi atau penelitian milik Angkatan Laut Australia. Oleh karena itu tidak membawa peralatan militer, katanya.

    "Meskipun ini yang pertama bagi kami (para kru) yang akan di Kendari, kapal ini pernah merapat di sini beberapa tahun lalu saat di perjalanan yang sama," katanya.

    Sementara itu Kolonel Yuwono mengatakan ia telah membuat persiapan untuk menyambut kapal sebelumnya.

    "Kami memimpin ketika itu memasuki Teluk Kendari yang sempit dan berliku sehingga tidak ada kendala ," katanya.

    Menurut rencana kapal berbobot 2.250 ton akan berangkat ke Australia pada tanggal 6 Juli. Salah satu obyek wisata untuk dikunjungi oleh kru adalah air terjun Moramo.

    Sumber: KOMPAS / MIK
    Readmore --> Kapal AL Australia Merapat di Kendari

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.