ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Tuesday, March 15, 2011 | 10:21 AM | 0 Comments

    Media Asing : ARF DiREx Tak Ubahnya Dengan Parade Militer


    MANADO - KAPAL BANTALAN UDARA . Sejumlah warga mengamati kapal bantalan udara atau Hovercraft milik TNI Angkatan Laut yang telah disiagakan di pantai Manado, Sulawesi Utara.(Foto: ANT)

    MANADO : Di balik terik matahari dan angin yang berhembus kencang, Wakil Presiden Boediono membuka ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) secara resmi di kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (15/3).

    Acara pembukaan itu dihadiri para menteri dan pejabat negara seperti, Menkes Endang rahayu Sedyaninghsih, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menko kesra Agung Laksono, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mensos Salim Segaff, Menristek Suharna Surapranata, Kepala BNPB Syamsul Maarif serta Gubernur Sulut SH Sarundajang. Jepang selaku tuan rumah bersama mengirimkan wakil Menlu Makiko Kikuta. Sementara negara-negara lainnya diwakili oleh para duta besar.

    "Penanganan bencana merupakan kerja yang kompleks dan multi dimensional. Tidak hanya kerja sama dan koordinasi, akan tetapi penanganan bencana juga berkaitan dengan logistik, sumber daya, mobilisasi, komando dan kontrol, penanganan bencana alam itu sendiri, selain harus memberikan informasi kepada media," ujar Boediono dalam pidato sambutannya.

    Menurutnya, belajar dari pengalaman Tsunami Aceh di tahun 2004 serta bencana tsunami yang baru terjadi beberapa hari silam di Jepang menjadi tolak ukur untuk memperkuat kerjasama dalam penanganan bencana.

    Setelah membuka acara, para tamu dari berbagai negara disuguhkan oleh atraksi latihan penanganan bencana alam. Simulasi tersebut melibatkan banyak peralatan mulai dari sepeda motor hingga pesawat terbang dan beberapa peralatan milik TNI lainnya seperti Hovercraft. Akan tetapi, beberapa tamu asing yang hadir sedikit merasa kecewa dengan simulasi latihan ini. Beberapa wartawan asal berkulit putih tersebut menilai simulasi yang seharusnya melibatkan koordinasi TNI-sipil ini tidak ubahnya seperti pameran peragaan peralatan militer.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Media Asing : ARF DiREx Tak Ubahnya Dengan Parade Militer

    Pengamat : Mengejar PIA dengan Sukhoi

    Jakarta - Dalam bukunya yang berjudul Pertahanan Indonesia, angkatan perang negara kepulauan, Marsekal TNI (purn) Chappy Hakim menguraikan ada dua perang udara yang bisa dijadikan dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi sistem pertahanan negara untuk mempertahankan wilayah atau pangkalan udaranya, yaitu Battle of Britain dan Pearl Harbor.

    Kedua pelajaran itu adalah, pertama, pentingnya fungsi radar. Dengan radar, Inggris dapat memantau pesawat-pesawat Jerman yang ancang-ancang siap menyerbu. Selain itu, dengan radar, AU Inggris, Royal Force, dapat memantau di mana posisi pesawat AU Jerman. Dengan radar tersebut, Inggris sukses membendung serangan udara besar-besaran Jerman. Kedua, seluruh kekuatan peperangan, harus siap siaga selama 24 jam. Hancurnya pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor terjadi akibat lengahnya sistem pertahanan militer. Amerika Serikat sebenarnya memiliki armada laut dan udara yang cukup banyak, namun lengah dan menganggap sepele ancaman serangan Jepang, akibatnya serangan dadakan itu membuat Amerika Serikat malu. Dari peristiwa itu membuat doktrin bagi sistem pertahanan Blok Barat dan Blok Timur, saat terjadi Perang Dingin, bahwa mereka harus selalu siaga satu atau maintain 24 hours in alert.

    Pelajaran tersebut juga menjadi acuan bagi TNI AU, buktinya di masa damai, TNI AU berhasil mencegah dan memaksa beberapa penerbangan ilegal. Ketika Pakistan Internasional Airlines (PIA), jenis Boeing 737 seri 300, melintas wilayah udara Indonesia tanpa izin, dan gerak pesawat terdeteksi oleh radar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, serta merta dua Sukhoi yang ada di Skuadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin langsung terbang dan memberikan peringatan pesawat asing itu mendarat darurat. Disebutkan dua pesawat milik TNI AU itu mengejar pesawat dan berhasil memaksa pesawat PIA mendarat di Lanud Hasanuddin.

    Langkah yang dilakukan oleh TNIAU dalam menjaga wilayah udara Indonesia itu patut diapresiasi. Di tengah minimnya anggaran TNI, TNI AU masih setia dan siaga mengawal wilayah udara. Penerbangan ilegal lain yang juga pernah digagalkan oleh TNI adalah ketika pesawat jenis BAE 146-200 yang membawa rombongan keluarga Kerajaan Melaka dari Dili menuju Kuala Lumpur, Malaysia, mendarat darurat untuk isi bahan bakar. Menjadi masalah karena pesawat tersebut hanya mengantongi izin melintas bukan izin mendarat. Karena pendaratan ilegal di Bandara Internasional Djuanda Surabaya itu maka TNI sempat menahannya, sama seperti PIA yang ditahan beberapa jam.

    Menjadi pertanyaan, jika TNI AU sukses menahan pesawat-pesawat sipil yang terbang atau mendarat secara ilegal di wilayah udara Indonesia, lalu bagaimana ketika yang melakukan itu pesawat tempur, apalagi pesawat tempur itu dari negara yang mempunyai pengalaman perang yang hebat dan handal? Sepertinya kita, pemerintah Indonesia dan TNI tidak bisa berbuat banyak. Perdebatannya bukan pada pelanggaran penerbangan namun pada masalah hukum internasional mengenai alur bebas bagi pelayaran internasional.

    Hal itu pernah terjadi ketika 5 pesawat F-18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) terbang dan bermanuver di perairan Bawean, Juli 2003. Tindakan yang disebut sebagai provokasi itu sebenarnya terdeteksi oleh radar sipil maupun TNI. Sebagai pengaman wilayah udara Indonesia, maka TNI AU pun mengirim 3 pesawat F-16 untuk memantau pesawat itu. Akibatnya bersiteganglah 3 pesawat F-16 dan F-18 itu. Bahkan dua Air Born dari kapal induk US Navy siap membantu 5 F-18 bila dogfight terjadi.

    Karena merasa inferior, kalah jumlah, tidak mempunyai pengalaman dogfight, dan alutsista yang dimiliki Indonesia jauh tertinggal meski saat itu F-16 dilengkapi dengan misil, akhirnya kita tidak bisa berbuat banyak kepada pelanggaran penerbangan itu. Dan TNI AU pun tidak dapat memaksa pesawat-pesawar US Navy itu mendarat.

    Dalam bukunya, Chappy Hakim mengupas panjang lebar mengenai pentingnya pertahanan Indonesia yang bertumpu pada matra laut dan udara. Namun karena kebijakan saat Orde Baru yang lebih bertumpu pada darat, serta banyak faktor lainnya maka pertahanan Indonesia jauh dari ideal dan wajar sehingga rentan terhadap penyusupan atau penerbangan ilegal.

    Dalam sejarah pertempuran di Indonesia, selama ini mungkin belum menempatkan TNIAU pada posisi yang bagus. Kalau kita lihat AL dan AD sudah memberi catatan-catatan sejarah pertempuran membela NKRI. Dalam Pertempuran Laut Aru, misalnya terlihat betapa gagah beraninya TNIAL dalam bertempur melawan dua kapal destroyer dan pesawat Neptune dan Frely milik Belanda menyerang KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau. Dalam pertempuran itu akhirnya KRI Macan Tutul yang di pimpin Komodor Yos Sudarso tenggelam.

    Dalam pertempuran itu, ada beberapa pihak yang menyalahkan AURI (TNI AU) karena tidak terlibat dalam pertempuran. Akibatnya dari peristiwa itu maka membuat KSAU Suryadarma mengundurkan diri. Pertempuran itu sebenarnya momen bagi fighter pilots TNI AU menjadi war pilots. Akibat minimnya pertempuran udara yang diikuti oleh TNI AU, maka di jajaran TNI AU hanya Komodor Udara Ignatius Dewanto yang hanya pernah melakukan dogfight (War Pilots, Dari Perang Dunia I Hingga Perang Teluk, Angkasa Edisi Koleksi). Minimnya pengalaman pertempuran udara yang dimiliki membuat TNI AU tidak memiliki ace, sebutan pilot yang jago tempur, jago udara, jago tembak, dan jago terbang. Justru Vietnam yang memiliki banyak ace, seperti Mai Van Cuong dan Nguyen Van Bay. Selain Amerika Serikat yang memiliki banyak ace, Jerman, Rusia, Inggris, Jepang, dan negara-negara yang memiliki angkatan udara yang tangguh juga banyak memiliki ace.

    Bila di masa Orde Lama kekuatan TNI AU bisa dikatakan handal dengan jumlah pesawat mencapai 443 pesawat (pada tahun 1966) maka selepas pasca pemberontakan G 30 S, kekuatan TNI AU semakin melemah, tercatat pada tahun 2010 hanya 256 pesawat yang dimiliki. Kondisi yang demikianlah yang mungkin menyebabkan TNI AU tidak bisa memaksa mendarat penerbangan ilegal pesawat tempur US Navy.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pengamat : Mengejar PIA dengan Sukhoi

    Boeing 737-400 TNI AU Melakukan Terbang Perdana



    Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat melakukan penerbangan perdana menggunakan pesawat Boeing 737-400 yang baru saja dibeli dari maskapai Garuda Indonesia.

    Penerbangan perdana menggunakan pesawat Boeing 737-400 itu terkait kunjungan kerjanya ke Merauke, Papua, mulai Selasa (15/3) hingga Rabu (16/3).

    Sebelum tinggal landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, KSAU menyempatkan diri untuk melihat keseluruhan interior kabin pesawat yang masih dalam bentuk aslinya.

    Bahkan di setiap kursinya masih terdapat "flight magazine" Garuda Indonesia, begitu pula dengan petunjuk keselamatan penerbangannya yang masih berlogo Garuda Indonesia.

    "Masih bagus semua kondisinya, dan ini masih bisa dimodifikasi sebagai pesawat angkut VIP/VVIP TNI Angkatan Udara maupun pesawat angkut pasukan," katanya.

    Dalam kesempatan itu, ia sempat menyesalkan pernyataan DPR yang mengatakan pengadaan dua pesawat Boeing 747-400 TNI Angkatan Udara yang dibeli dari maskapai Garuda Indonesia menyalahi aturan.

    "Semua sudah sesuai aturan kok, masih dipertanyakan. Ini kan sesuai DIPA dan APBN 2011 dan disana sudah tercantum Rancangan anggaran," katanya, dengan nada menyayangkan.

    Dalam kunjungan kerjanya ke Merauke, Kasau mengundang Ketua Komisi I dan beberapa anggota Komisi I DPR.

    Namun, hingga mendekati batas akhir waktu tinggal landas ketua Komisi I dan beberapa orang anggota Komisi I tidak tampak tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Pesawat Boeing 737-400 dengan nomor registrasi A-7305 merupakan salah satu dari dua pesawat sejenis yang dibeli TNI Angkatan Udara dari perusahaan penerbangan Garuda Indonesia sesuai nota kesepahaman kedua pihak pada 8 November 2010.

    Kedua pesawat Boeing 747-400 itu diserahkan secara resmi dari PT Garuda Indonesia (Persero) kepada TNI Angkatan Udara pada 9 Maret 2011 dan dioperasionalkan Skuadron Udara 17 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Dalam penerbangan perdananya sebagai pesawat VIP/VVIP TNI Angkatan Udara, Boeing 737-400 diterbangkan pilot Letkol Pnb Aditya Permana dengan kopilot Letkol Pnb Ronald Siregar yang sehari-hari menjabat Komandan Skuadron 17 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Pesawat menempuh rute Jakarta-Makassar-Timika. Pada hari kedua pesawat akan terbang dengan rute Timika-Merauke-Kupang-Jakarta.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Boeing 737-400 TNI AU Melakukan Terbang Perdana

    Perlunya Forum Working Group Indonesia - Rusia Untuk Evaluasi Pengadaan Alutsista

    Sukhoi TNI AU Yang Dibeli Dari Rusia.

    Jakarta – Forum Kelompok Kerja (Working Group) antara Indonesia dan Russia perlu diwujudkan sebagai upaya mengevaluasi seluruh proses kerjasama pertahanan dan pengadaan peralatan utama sistem persenjataan (alut sista) kedua negara, demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Sjahfrie Sjamsoeddin, saat menerima kunjungan kerja General Director Rosoboronexport, Anatoly Isaikin, di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (14/3).

    Rosoboronexport merupakan perusahaan negara milik Russia yang selama tahun 2010 telah berhasil menjual persenjataan produksi negara beruang merah tersebut, ke seluruh dunia dengan nilai lebih dari 8,6 trilyun dollar AS (sumber : interfax.ru ).

    Di Indonesia sendiri, Rosoboronexport telah memasok alut sista yang digunakan TNI diantaranya enam Sukhoi jenis Su-30MK2 untuk TNI Angkatan Udara, 18 kendaraan tempur tank amphibi BMP-3F untuk Pasukan Marinir serta helikopter serta enam unit helikopter MI-35P untuk TNI Angkatan Darat.

    Okleh karenanya kerjasama tersebut diharapkan tidak sebatas pada pengadaan, namun juga perlu dikembangkan pada penyediaan suku cadang, alih tekhnologi, pemeliharaan dan penyediaan persenjataan, tambah Wamenhan. Wamenhan juga mengingatkan, bahwa dalam proses kerjasama ataupun pengadaan diharapkan tidak melanggar peraturan dan berpegang undang-undang yang berlaku, mengingat pengadaan yang dilaksanakan menggunakan fasilitas state credit atau menggunakan jalur Government to Government (G to G).

    Pada kesempatan tersebut Wamenhan didampingi oleh Duta Besar RI untuk Russia, Hammid Awaluddin, Irjen Kemhan, Laksdya TNI Gunadi, Dirjen Kuathan Kemhan Laksda TNI Moch. Jurianto, SE, Kabadan Ranahan Laksda TNI Susilo, Dirjen Renhan Marsda TNI B.S Silaen dan Dirjen Pothan Dr Ir Pos Hutabarat MA. Sementara Anatoly Isaikin didampingi Duta Besar Russia untuk Indonesia Alexander A Ivanov beserta pejabat teras Rosoboronexport. Selesai kunjungan, dilaksanakan tukar menukar cinderamata antara Wamenhan dan Director General Rosoboronexport.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Perlunya Forum Working Group Indonesia - Rusia Untuk Evaluasi Pengadaan Alutsista

    Monday, March 14, 2011 | 10:04 PM | 2 Comments

    Media Australia Alergi pada Elit TNI

    SEJATINYA, berita negatif tentang Presiden RI di media Australia, perlu dilihat dari perspektif tersendiri. Yaitu, hingga saat ini media Australia masih alergi terhadap elit militer di Indonesia.

    Sehingga tidak heran kalau yang diulas bukan kinerja SBY tetapi mereka yang sangat dekat atau dipercaya SBY. Pers Australia punya persepsi miring tentang militer Indonesia. Persepsi yang terbentuk dari 32 tahun kekuasaan rezim militer Soeharto. Tersebutlah nama-nama seperti Letjen TB Silalahi, Letjen Sudi Silalahi dan tokoh-tokoh militer lain.

    Alerginya media Australia terhadap militer Indonesia tidak lepas dari peristiwa yang mereka sebut Balibo Five. Peristiwa itu terkait dengan terbunuhnya atau pembunuhan terhadap lima wartawan yang bekerja bagi media Australia di Balibo, Timor Timur pada 16 Okrober 1975.

    Kelima wartawan itu terdiri atas dua warga negara Australia, Greg Shackleton, 29 dan Tony Stewart, 21, dua warga negara Inggeris Brian Peters, 24 dan Malcom Rennie, 29 serta Gary Cunningham, 27 yang berkebangsaan Selandia Baru.

    Media-media Australia, Inggris dan Selandia Baru, hingga saat ini berkesimpulan pembunuhan yang terjadi hampir 36 tahun itu, dilakukan oleh militer Indonesia. Bahkan di 1999, tidak lama setelah Letjen Yunus Yosfiah diangkat Presiden BJ Habibie selaku Menteri Penerangan, media Australia menyiarkan foto Yunus Yosfiah sebagai salah seorang eksekutor dari kelima wartawan muda itu. Yosfiah juga disebut sebagai anggota RPKAD, nama yang digunakan sebelum Kopassus.

    Mayoritas wartawan Australia kelihatannya tidak akan pernah bisa melupakan tewasnya 5 wartawan tersebut. Sebab kelima wartawan itu dianggap sebagai simbol wartawan profesional sekalipun usia mereka ketika terbunuh baru berusia antara 21 dan 29 tahun.

    Kini para wartawan yang 36 tahun lalu masih bertugas sebagai reporter atau pemula, sekarang sudah menjadi penentu kebijakan redaksional di media-media Australia. Mereka ini merupakan sahabat atau satu generasi dengan mereka yang tewas di Timor Timur.

    Sahabat para korban itu menganggap, kelima wartawan itu sengaja dibunuh oleh pasukan TNI yang dikirim Jakarta untuk mencaplok Timor Timur dari Portugal pada Desember 1975.

    Pembunuhan kelima wartawan muda yang yang bekerja untuk media Australia itu, selalu menjadi rujukan wartawan Australia, Inggris dan Selandia Baru manakala mereka berbicara atau meliput tentang Indonesia.

    Oleh sebab itu jika kali ini media Australia yang ‘menyerang’ pemimpin (militer) Indonesia, bukan mustahil berikutnya datang dari Selandia Baru ataupun Inggris bahkan negara lain anggota persemakmuran.

    Di mata mereka, Indonesia merupakan negara yang dipimpin rezim militer-totaliter. Militer Indonesia merupakan kelompok paling kejam dalam menghadapi wartawan. Militer Indonesia tidak menghormati kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi secara benar.

    Ironisnya sekalipun SBY tidak tergolong presiden yang memerintah dengan tangan besi, tetapi karena seorang jenderal, bagi wartawan Australia, ideologinya sama saja dengan militer lainnya. Apalagi SBY masih tetap menggunakan jenderal-jenderal yang sudah aktif ketika rezim Soeharto masih berkuasa.

    Mereka adalah TB Silalahi, mantan Menteri PAN, Sudi Silalahi mantan Pangdam Brawijaya, Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Pengawal Pribadi Presiden Soeharto dan Syamsir Siregar mantan Kepala BIA (Badan Intelejens ABRI).

    Citra buruk militer Indonesia di kalangan wartawan Australia tambah diperkuat oleh John Pilger, wartawan Australia yang menetap di Inggris. Pilger pada 1993, menulis sebuah buku berjudul Massacre in Dili, yang kemudian diangkat produser Inggris ke layar perak pada 1994. Buku dan film ini antara lain memuat potongan gambar Peristiwa Santa Cruz, Desember 1991.

    Hingga kini banyak wartawan Australia percaya pada fakta yang disajikan John Pilger. Buku dan film itu oleh pemerintahan Orde Baru dilarang masuk Indonesia. Padahal Pilger juga memuat potongan wawancaranya dengan Dubes RI di PBB ketika itu, Wisnumurti, sehingga larangan itu makin menambah kontroversi sikap Indonesia.

    Film Massacre in Dili juga memperoleh promosi yang kuat di Australia dan belahan dunia lainnya sebab Paul Keating, PM Australia yang ketika itu dikenal sangat pro Indonesia, juga menyatakan paling benci dengan karya wartawan Australia itu. Akibatnya poster promosi film dan resensinya selalu diselipi kata-kata "film yang paling dibenci oleh PM Australia".

    Wartawan Australia seperti menyimpan memori buruk dan dendam kepada setiap pejabat Indonesia terutama mereka yang pernah bertugas sebagai prajurit ataupun komandan di Timor Timur. Mereka punya catatan bahwa Presiden Yudhoyono juga pernah bertugas di Timor Timur.

    Wartawan Australia memiliki kekuatiran terhadap anggota TNI terutama yang berasal dari Kopassus atau baret merah. Sebab menurut catatan wartawan Australia, yang mengeksekusi kelima wartawan tersebut antara lain anggota Kopassus.

    Pemerintah Australia di bawah PM Keating menyadari hal ini. Sehingga Keating pada masa jaya pemerintahannya, mendorong Menhan Kim Beazley untuk melakukan kerja sama dengan Kopassus. Kerja sama ini pernah jalan beberapa waktu tapi langsung dihentikan ketika Keating dikalahkan John Howard.

    Di Indonesia baret merah selalu memperoleh tempat khusus atau istimewa. Banyak pejabat tinggi di Indonesia yang berasal dari kalangan TNI berasal dari Kopassus. Sehingga tidak heran kalau mereka, wartawan Australia selalu alergi terhadap petinggi Indonesia yang berlatar belakang Kopassus atau pernah bertugas di Timor Timur.

    The Age dan Sydney Morning Herald memang cukup terkenal analisa-analisa politiknya tentang Indonesia dan kelompok militernya. Pada 1984, Redaktur Internasional Sydney Morning Herald, David Jenkins menerbitkan buku Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983.

    Buku ini cukup menggegerkan sebab Jenkins juga menulis bisnis Presiden Soeharto dan keluarganya. Pemerintah RI kemudian melarang wartawan Australia itu masuk ke Indonesia selama 10 tahun (1984-1994). Wartawan Australia baru bisa memperoleh akreditasi di Indonesia setelah Sabam Siagian, bekas Pemimpin Redaksi harian The Jakarta Post menjadi Dubes RI di Canberra.

    Serangan dua harian Australia kepada Presiden SBY besar kemungkinan, belum akan berakhir. Terutama karena reaksi Istana yang justru membuat adrenalin kewartawanan merasa benar. Apalagi sebelum masalah ini muncul, Sekretaris Kabinet Dipo Alam sebagai salah seorang lingkar dalam Istana, sedang ‘berperang’ dengan media: TVOne dan Media Group.

    Tidak cara lain yang paling efektif kecuali orang-orang Istana mengubah paradigma mereka di dalam melihat pers dan kekuasaan. Selain itu pihak TNI, juga harus bisa menerima kenyataan bahwa tindakan mereka di masa lalu yang banyak menyakiti rakyat sipil, tak bisa dihapus dalam sekejap.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Media Australia Alergi pada Elit TNI

    TNI Kerahkan 1.044 Personel Latihan Penanggulangan Bencana

    JAKARTA – TNI kerahkan 1044 personel dalam latihan penanggulangan bencana ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx 2011) yang akan diseleggarakan di Manado oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 15 – 20 Maret 2011 yang menurut rencana latihan ini akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Boediono.

    Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku yaitu Undang Undang RI No. 34 tahun 2004 tentang TNI untuk tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) antara lain tugas TNI adalah penanggulangan bencana alam. Karena itu, TNI senantiasa terlibat dalam setiap latihan penanggulangan bencana. Apalagi kegiatan ini melibatkan negara-negara anggota ASEAN Regional Forum (ARF).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan saling pengertian diantara peserta ARF serta menjadi bagian dari National Capacity Building dalam penanganan bencana yang terjadi di Indonesia maupun di negara lain khususnya peserta ARF.

    Direx 2011 ini akan diselenggarakan dalam bentuk Field Training Exercise (FTX) dan Table Top Exercise (TTX) dan tentative pelaksanaannya di Pulau Bunaken, Pulau Silaen, Pulau Montehage, pesisir desa Maasing Manado, dan Kecamatan Wori Kabupaten Minahesa Utara yang meliputi desa Wori, desa Kimabajo dan desa Minaesa.

    Dalam latihan ini TNI mengerahkan 1044 personel dari ketiga angkatan (TNI AD, TNI AL, TNI AU) serta berbagai peralatan diantaranya adalah Rumah Sakit Lapangan TNI AD, beberapa KRI dari TNI AL dan beberapa pesawat dari TNI AU.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI Kerahkan 1.044 Personel Latihan Penanggulangan Bencana

    Lima BUMN Akan Mendapatkan Suntikan Dana

    Jakarta - Pemerintah berencana untuk memberikan suntikan dana segar kepada 5 BUMN sehingga bisa bangkit dari keterpurukan karena terlilit utang-utang masa lalu. BUMN apa sajakah itu?

    Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, lima BUMN yang akan diselamatkan adalah PT PAL, Industri Gelas (Iglas), PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Industri Kapal Indonesia (IKI), dan PT Garam.

    "Saya sudah rapat dengan Komisi XI, Komisi VI, dan Badan Anggaran DPR tentang klarifikasi keuangan perlunya dukungan keuangan bagi beberapa BUMN seperti PT PAL, Iglas, Dirgantara, IKI, dan PT Garam," tutur Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/3/2011).

    Mustafa berharap DPR juga dapat menyetujui pemberian suntikan dana kepada lima BUMN tersebut.

    "Kita mengharapkan dapat perhatian khusus dari DPR dengan memberi dukungan. Supaya dapat keluar dari kesulitan dari utang-utang masa lalu. Ini jadi program baru di 2011 mudah-mudahan bisa bantu," tukas Mustafa.

    Seperti diketahui, PT PAL dan IKI selamat dari opsi likuidasi. Kedua BUMN ini saat ini ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sementara PT Garam bakal dihidupkan untuk mengelola produksi garam lokal yang saat ini melempem sehingga harus impor.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Lima BUMN Akan Mendapatkan Suntikan Dana

    Pindad Garap Tank Ringan K-21 Pada Tahun 2014

    Tank Tempur Ringan K-21 Buatan Korsel.

    BANDUNG : PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.

    Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% diisi oleh produk asing.

    Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan Turki.

    Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton - 25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Namun, ada pula tank ringan lainnya yang memiliki bobot 25 ton lebih.

    Adik mengatakan harga tank ringan berpenggerak ban sekitar Rp40 miliar, sedangkan yang berpenggerak rantai sekitar Rp50 miliar.

    “Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah, TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.

    Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, pihaknya baru melangkah ke proses persiapan dan studi.

    Dia mengemukakan proses persiapan termasuk studi dan pengembangan akan memakan waktu lama. Jika pemerintah sudah menyatakan berkomitmen, katanya, Pindad segera melakukan serangkaian kerja sama business to business dengan industri pertahanan di luar negeri.

    Dia optimistis Pindad mampu mengerjakan proyek pengembangan tank ringan tersebut dengan dukungan penuh pemerintah dalam rangka optimalisasi industri kesenjataan strategis, seperti panser dan tank.

    Menurut dia, kemampuan perusahaan telah teruji dalam pengadaan Panser Anoa 6x6 yang dipesan Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu.

    Dia menuturkan kekuatan TNI AD yang didasarkan pada kekuatan pokok minimum memang memadai dari sisi kuantitas. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alat pertahanan TNI AD tersebut sangat tidak memadai dari sisi kualitas. "Kondisinya sangat memprihatikan karena anggaran terbatas," ujarnya.

    Adik mengatakan salah satu penyebabnya adalah minimnya sokongan anggaran bagi industri pertahanan. Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan Pindad segera mengerjakan Panser Anoa Tarantula yang teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser ini akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.

    Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebanyak 11 unit built-up akan segera tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad.

    Sumber: BISNIS
    Readmore --> Pindad Garap Tank Ringan K-21 Pada Tahun 2014

    Dirut Pindad : Percuma Beli Tank Tanpa Konsep

    ACV 300 Kerjasama Antara PT.PINDAD Indonesia Dengan Turki.

    BANDUNG - Selama ini Indonesia dinilai cenderung membeli kendaraan tempur (ranpur) tanpa konsep. Seharusnya, ranpur yang dibeli harus memenuhi kondisi dan situasi infrastruktur Indonesia.

    “Misalnya pakai tank 50 ton, bagimana dengan jalannya, jembatannya kuat tidak? Itu kan perlu disesuaikan dengan lingkungan kita. Jika tidak, tanknya enggak bisa kemana-mana,” tutur Direktur Utama PT Pindad Adik Sudarsono di sela seminar dan workshop pengembangan teknologi ranpur Gathering of Technology Society di Pussenkav Bandung, Jawa Barat, Senin (14/3/2011).

    Adik menegaskan pembelian ranpur yang besar namun tidak bisa digunakan akan percuma. Karena itu melalui seminar hari ini diharapkan ada kesepahaman tentang bagaimana memilih ranpur ideal.

    Dia menambahkan, dari seminar ini juga dapat diketahui ranpur atau alat utama sistem pertahanan (Alutsista) seperti apa yang digunakan negara-negara lain, seperti Ukraina, Turki, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut merupakan mitra PT Pindad. “Kami jadi tahu masalah yang paling cocok dengan produk dia,” sebut Adik.

    Selain itu, lanjut Adik, konsep kerja sama Pindad dengan negara lain sudah mengalami perubahan.

    Jika dulu Pindad hanya mengikuti standard ideal negara lain, kini negara lain yang harus mengikuti standard Pindad. Ini terjadi saat Pindad memproduksi ranpur Anoa.

    “Sekarang kita yang di depan, seperti Anoa, pemesan mau mesin apa? Mau mesin dari Mercy, Hyunday, kami bisa tentukan. Pindad juga yang menentukan jenis meriam, file control, suspensi, dan lainnya,” sambung Adik.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Dirut Pindad : Percuma Beli Tank Tanpa Konsep

    1.025 Tank Kavaleri Siap Jaga Keutuhan NKRI


    Bandung - Sebanyak 1.025 unit tank yang kini dimiliki satuan tempur Kavaleri TNI AD siap mengamankan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan NKRI.

    "Saat ini tank yang dioperasikan oleh seluruh satuan Kavaleri TNI AD sekitar 1.025 unit dari 2.000 unit yang dimiliki. Jumlah 1.025 tersebut dalam kondisi baik dan bisa digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.," kata Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD Brigjen Budiman Siagian saat pembukaan gathering Technology Society di aula Pussenkav Bandung, Senin
    (14/3/2011).

    Dia menambahkan, meski tank-tank ini produksi pada 1970 dan 1984 namun tetap dipelihara dengan baik karena sudah menjadi kewajiban prajurit kavaleri TNI AD.

    Dalam proses perjalanannya, lanjutnya, tank-tank yang ada di lingkungan TNI AD saat ini memang banyak yang dimiliki oleh Kavaleri. Namun dalam pelaksanaannya, pihak Kavaleri sangat tergantung dari kondisi ekonomi negara.

    "Pada intinya kami mengerti kondisi ekonomi dan kemampuan finansial bangsa. Sehingga secara maksimal kami memberdayakan seluruh kekuatan yang dimiliki. Meski teknologi di bidang kesenjataan kita masih minim, namun di bidang SDM kita unggul," ujar Brigjen Siagian.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> 1.025 Tank Kavaleri Siap Jaga Keutuhan NKRI

    Hanya 60% dari 2.000 Tank RI yang Berfungsi


    Bandung - Anggota Komisi I DPR Tritamtomo menyayangkan tidak efektifnya alat utama sistem pertahanan (alutsista) negara, terutama pada alat pertahanan kavaleri darat.

    "Dari sekitar 2.000 tank yang ada di negara kita, saat ini hanya sekitar 60% yang berfungsi untuk menjaga sistem pertahanan. Itu pun dipaksakan dengan rekondisi dan retrofit (peningkatan kemampuan)," ujar Tritamtomo usai membuka Ghatering Technologi of Society di aula Pusat Kesenjataan Kavaleri Jalan Gatot Subroto, Senin (14/3/2011).

    Dia menilai, guna meningkatkan alutsista, negara perlu melakukan terobosan kerja sama penguatan dengan negara lain, seperti pertukaran teknologi industri persenjataan yang saat ini tengah digagas dengan beberapa negara.

    Menurutnya, Indonesia adalah negara yang secara georgrafis merupakan negara kepulauan yang harus memiliki sedikitnya 5.000 tank.

    "Jika diasumsikan tank yang ada di satuan tempur kavaleri kita 2.000 unit, maka setiap pulau dijaga oleh 10 unit tank untuk menjaga kedaulatan negara. Namun hal tersebut tidak mungkin sepenuhnya bisa digunakan karena dari jumlah tersebut ada tank yang memasuki masa purna," ujar Tritamtomo.

    Saat ini, lanjutnya, tank yang dimiliki Indonesia berjenis tank Scorpion dari Inggris, Rusia dan negara-negara eks Uni Soviet serta Korea dan Yordania. Rata-rata usia tank yang dimiliki Indonesia berusia 20 tahun ke atas. Bahkan masih ada yang berusia lebih dari 40 tahun.

    "Meski begitu kita sadar, karena keadaan negara yang memang tidak memungkinkan dalam pembiayaan. Sehingga saat ini yang dilakukan adalah pemeliharaan dengan cermat terhadap tank-tank tersebut, yakni seperti Ferret, Sarasin, Saladin, AMX 13/APC-CANNON," terang Tritamtomo.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Hanya 60% dari 2.000 Tank RI yang Berfungsi

    Tiga Menteri Tinjau Persiapan ARF-DiReX



    MANADO : Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri koordinator kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono serta Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, Senin (14/3) melakukan kunjungan ke Pulau Marampit dan Morotai untuk meninjau persiapan terakhir ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx), Senin (14/3).

    Di Marampit, Menhan dan rombongan menyempatkan diri meninjau prasasti pulau terluar. "Kunjungan ini dalam rangka perhatian pemerintah terhadap pulau kecil dan terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga," ujar Purnomo.

    Di Pulau Morotai, mereka menilai bahwa pembangunan ekonomi sudah dapat menjadi bagian dari pergerakan ekonomi Asia Pasifik. Pada tahun ini juga, pulau Morotai ditetapkan menjadi kawasan percontohan megaminapolitan dengan pemberian konsesi pengelolaan lahan bagi investor asal Taiwan.

    Dari pantauan, persiapan panitia lokal sendiri nampak masih belum sempurna. Banyaknya media lokal, nasional serta luar negeri membuat panitia sedikit kewalahan. Terutama dalam kesiapan memberikan tanda masuk bagi wartawan.

    Cuaca di Manado sendiri saat ini sedikit mendung. Berbagai peralatan seperti Kapal perang sudah terparkir di pinggir Malalayang. Sementara beberapa helikopter dan pesawat asing seperti asal China sudah siap di bandara Sam Ratulangi Manado.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tiga Menteri Tinjau Persiapan ARF-DiReX

    Tenda Utama ARF Direx Roboh Diterjang Angin



    MANADO - Tenda utama yang akan digunakan untuk acara pembukaan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF Direx) oleh Wakil Presiden Boediono pada Selasa (15/3) di lapangan Mega Mas, kawasan bisnis Boulevard Manado, roboh diterjang angin.

    Tenda utama Wapres dan tamu VVIP berukuran sekitar 15 meter kali 30 meter tersebut roboh pada Senin (14/3) pukul 11.00 Wita.

    Pada saat bersamaan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, pejabat Pemprov Sulut dan pejabat TNI sedang mengunjungi lokasi tersebut. Paspampres yang berada di lokasi tersebut meminta agar tenda utama pembukaan ARF Direx segera diperbaiki. Mereka meminta jaminan kepada panitia agar acara pembukaan tidak terganggu.

    Kepala Dinas Pekerjaan umum Pemprov Sulut JE Kenap, berjanji akan segera memperbaiki tenda tersebut. Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, juga berjanji akan segera mengganti tenda yang roboh tersebut.

    Di lapangan Mega Mas hingga saat ini sudah berdiri empat tenda untuk persiapan pembukaan ARF Direx yang rencananya akan berlangsung pukul 09.00 Wita hingga 09.30 Wita. Untuk mempercepat pendirian kembali tenda utama yang roboh, panitia telah mendatangkan Batalyon Infanteri 712 Yonif Wiratama.

    Diduga selain karena terhempas angin, tiang yang menyangga tenda yang menghadap ke laut tersebut kurang kokoh sehingga tidak kuat menahan angin. Tidak ada korban luka-luka akibat robohnya tenda tersebut.

    ARF Direx bakal berlangsung mulai 14 Maret hingga 20 Maret. Lokasi simulasi penanganan bencana alam tersebut bakal berlangsung di sejumlah tempat di Manado dan Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tenda Utama ARF Direx Roboh Diterjang Angin

    Indonesia Jadi Sasaran Intelejen AS

    JAKARTA : Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai berbagai macam kasus bocornya kawat diplomatik menunjukkan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi perhatian bahkan telah menjadi sasaran intelijen Amerika Serikat. Hal itu dikemukakannya di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (14/3).

    "Tidak mustahil mereka melakukan penyadapan terhadap berita dan informasi rahasia yang kita miliki," ujarnya.

    AS memandang perlu mengawasi dan mendapatkan informasi yang akurat, sambung dia, mengingat peran Indonesia di Asean dan Asia Pasifik, "Terutama hubungannya dengan Cina dan Korea Utara," imbuhnya.

    Pemerintah, kata politisi PDIP ini, harus memperketat seleksi para pejabat dan agen intelijen terutama tentang ketaatan dan loyalitas kepada NKRI. "Pemerintah juga harus mulai mensterilkan tempat tempat rapat dari upaya-upaya penyadapan dan mengcover berita-berita rahasia yang masuk maupun keluar," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Jadi Sasaran Intelejen AS

    India Negara Pengimpor Senjata Terbesar

    Parade Militer India.

    Sebuah laporan dari lembaga penelitian internasional menyebut India menggeser posisi Cina sebagai negara importir senjata terbesar di dunia.

    Lembaga penelitian Stockholm International Peace Research Institute menyebutkan impor senjata India mencapai sembilan persen dari keseluruhan nilai pembelian senjata yang terjadi di dunia dalam kurun waktu 2006-2010.

    Seperti dikutip dari Associated Press seperlima dari senjata yang diimpor oleh India ini berasal dari Rusia.

    Dalam kajiannya lembaga itu juga menyebutkan dalam kurun waktu tersebut sejumlah negara juga meningatkan anggaran pembelian senjatanya.

    Mereka adalah Uni Emirat Arab, Israel, Mesir, Aljazair.

    Posisi India sebagai importir senjata terbesar ini kemungkinan akan bertahan hingga beberapa tahun kedepan.

    Pengaruh Cina

    Cina yang selama ini menjadi negara pengimpor terbesar mulai bergeser posisinya karena negara itu berhasil mengembangkan industri senjata dalam negeri, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh India.

    "Dari senjata yang mereka pesan saat ini, kami tahu bahwa dalam kurun waktu dua tahun kedepan India akan menjadi negara pemgimpor senjata terbesar di dunia," kata Siemon Wezeman, peneliti senior di lembaga tersebut.

    Pemerintah India melalui Juru Bicara Menteri Pertahanannya, Sitanshu Kar menolak untuk berkomentar karena mengaku belum membaca laporan penelitian itu.

    Laporan itu menyebutkan anggaran pertahanannya India untuk tahun depan adalah US$ 32,5 miliar atau lebih tinggi 40 persen dari anggaran pembelian senjata dua tahun lalu.

    Peningkatan anggaran pertahanan India ini terjadi ditengah menguatnya pengaruh kekuatan Cina di kawasan regional dan jalur pelayaran di Samudera Hindia.

    New Delhi melihat langkahnya dapat meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

    Langkah India ini juga merupakan upaya untuk meredam kekuatan negara tetangganya, Pakistan yang masih kerap berikai di wilayah perbatasan.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> India Negara Pengimpor Senjata Terbesar

    ARF DIREX 2011 Di Manado Libatkan 26 Negara Dan 3550 Peserta



    Manado, 13 Maret 2011 – Untuk menyukseskan kegiatan latihan bersama penanggulangan bencana alam bertaraf internasional atau ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011 di Manado, akan melibatkan 26 negara dan lebih dari 3550 peserta.

    Adapun ke-27 negara yang turut ambil bagian dari kegiatan ARF DIREX 2011 tersebut diantaranya, Australia, Korea Selatan, India, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Uni Eropha, dan Cina. Selain itu negara-negara yang tergabung didalam Forum ASEAN plus seperti Bangladesh, Philipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Kamboja, Papua Nugini, Timor Leste, Sri Langka, Monggolia, Brunei dan Laos serta Indonesia sebagai tuan rumah juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan latihan penanggulangan bencana tersebut. Total peserta Multinasional ini berjumlah sekitar 931 orang.

    Disamping itu beberapa peserta negara-negara tersebut juga mengerahkan beberapa alutsista serta peralatan pendukung baik unsur darat, udara maupun unsur laut. Salah satunya seperti Jepang yang juga selaku Ketua ARF DIREX 2011 menyediakan peralatan LST OHSUMI, 2 unit HOVERCRAFT LCAC, 4 unit HELIKOPTER dan 1 unit pesawat C-130/HERCULES. Sedangkan Amerika Serikat mengerahkan Pesawat C-17 FIXED WING, 1 unit Kapal Amfibi , dan 2 unit HELIKOPTER serta 1set peralatan Konstruksi. Negara Korea Selatan akan mengerahkan 2 Unit pesawat Hercules C-130, 1 unit peralatan Usar dan 1 peralatan Pos Kesehatan. Sedangkan peserta dari Uni Eropha menyediakan 1 Rumah sakit lapangan dan peralatan Usar serta Cina menyediakan peralatan medis. Sementara itu negara tetangga seperti Singapura juga tidak mau tertinggal, Singapura akan menyediakan 1 peralatan Usar dan 1 Unit Helly Chinook CH 47SD.

    Sebagai tuan rumah, Indonesia juga akan melibatkan personil dari berbagai instansi/lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/POLRI, SAR Nasional, Kementerian PU, Kemkes, Kemhan, Kemsos, Kemenko-minfo, Kemlu serta Pemprov Sulawesi Utara serta Pemerintahan dari 2 Kabupaten /Kota yakni Manado dan Minahasa Utara. Kisaran seluruh peserta dari Indonesia yang berasal dari beberapa instansi tersebut dapat diperkirakan melibatkan 2619 orang.

    Sementara itu Kemhan dan TNI akan mengerahkan 894 peserta yang mencakup personel dari Mabes TNI 75 orang, TNI AD 279 orang, TNI AL 421 orang dan TNI AU 119 orang. Itupun juga akan didukung dari personel TNI yang ada di daerah seperti Korem 50 orang, Lanud SRI 50 orang dan Lantamal sebanyak 50 orang. Total pengerahan personel TNI pusat dan daerah seluruhnya adalah 1044 orang. Kekuatan personel tersebut masih ditambah dukungan personel dari Kementerian, Lembaga terkait dan pemerintah daerah setempat sebanyak 1575 orang.

    Rencananya pada ivent tersebut personil TNI bersama unsur lainnya juga akan mengerahkan sejumlah alutsista berat, diantaranya dari TNI AD mengerahkan Rumkit lapangan dengan dukungan peralatan medis dan obat-obatan, kendaraan taktis komando dan angkutan perbekalan. Sementara itu TNI AU mencoba menyediakan beberapa pesawat angkut seperti, hercules C-130, Cassa C- 212 serta Helly 332. Untuk alutsista yang dilibatkan TNI AL, adalah 3 Kapal Perang Indonesia (KRI), Combat boat, Hover Craft dan peralatan SAR serta Komunikasi Elektronik.

    Dijadwalkan Wakil Presiden RI akan membuka secara resmi kegiatan forum ARF DiREX yang dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 19 Maret mendatang. Kegiatan itu sendiri dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan pelatihan di dalam ruangan (Table Top Exercise) dan kegiatan pelatihan langsung di luar ruangan (Field Training Exercise).

    Sebagai elemen utama latihan, kegiatan akan difokuskan pada beberapa aktivitas, diantaranya koordinasi di posko penanggulangan bencana, kemampuan kegiatan SAR, evakuasi dan identifikasi korban, perawatan medis dan relokasi para korban dan mekanisme pendistribusian bantuan sosial. Lokasi pelatihan dilapangan akan diselenggarakan di Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pesisir Desa Maasing, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, bandara Sam Ratulangi, dan pelabuhan Bitung. Latihan yang bertaraf internasional ini merupakan bentuk kerjasama antara warga sipil dan militer, yang meliputi latihan di darat, laut, dan udara.

    ASEAN Regional Forum (ARF) sebagai forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 menyelenggarakan 7th ARF Inter-Sessional Meeting (ISM) pada tanggal 9-12 Oktober 2007 di Helsinki, Finlandia. Pada forum ini dihasilkan berbagai bidang kerjasama salah satunya adalah penyelenggaraan ISM on Disaster Relief (ISM DR) dengan diketuai bersama oleh salah satu negara anggota ASEAN dan negara peserta non-ASEAN. Menjelang pelaksanaan ARF Direx 2011 di Manado sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni Table Top Exercise di SESKOAL, Jakarta 1 – 2 Mei 2008. 120 peserta dari 25 negara dari organisasi pemerintah dan dari organisasi non pemerintah internasional seperti ICRC, UNHHCR dan lain-lain. Co-host adalah Indonesia dan Australia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan lainnya, yakni ASEAN Regional Forum Voluntary Demonstration of Relief (ARF VDR) on Disaster Relief di Manila dan Clark (Filipina), 4 – 8 Mei 2009 yang diikuti oleh para peserta dari 13 negara dan 7 negara sebagai observer.

    Dijelaskan juga hasil pada pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke 16 tahun lalu di Thailand, meminta dan menunjuk Indonesia bersama Jepang untuk kali pertamanya menyelenggarakan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011. sehingga pada akhirnya Indonesia menyanggupi untuk menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional di Kota Manado, Sulawesi Utara.

    Sumber:DMC
    Readmore --> ARF DIREX 2011 Di Manado Libatkan 26 Negara Dan 3550 Peserta

    DPR: Kenaikan Gaji 2011 Kapan Cair?

    Malang - DPR-RI mendesak pemerintah segera merealisasikan kenaikan gaji para pegawai negeri sipil, TNI, Polri, serta guru di tingkat rendah sebelum mencairkan kenaikan gaji para pejabat tinggi hingga 20%.

    "Kami harap kenaikan gaji diprioritaskan bagi pegawai negeri sipil, TNI, Polri, dan guru tingkat rendah. Dan itu harus segera direalisasikan," ujar Wakil DPR-RI Priyo Budi Santoso saat kunjungan kerja di Malang, Minggu (13/3/2011).

    Menurutnya, keputusan menaikan gaji para pejabat dalam situasi saat ini, dirasakan kurang tepat. Alangkah baiknya rencana itu direalisasikan bagi para
    pegawai tingkat rendah.

    "Kami sudah sampaikan usulan ini kepada menteri keuangan, agar mengedepankan gaji pegawai tingkat rendah," katanya.

    Ia juga sempat mendengar kabar adanya keinginan rencana usulan kenaikan gaji kepala daerah serta walikota. Jika benar terjadi seperti itu, pihaknya meminta mereka segera mengajukan kepada Menteri Keuangan.

    "Saya dengar, ada usulan kepala daerah serta walikota minta gajinya naik. Karena selama ini gaji mereka dinilai kurang. Silakan saja ajukan ke menteri keuangan. Kami akan menunggu hingga masalah ini dibawah ke DPR," ungkapnya.

    Priyo berharap pemerintah lebih mendahulukan para pegawai di tingkat rendah. Dibandingkan, merealisasi kenaikan gaji kepala daerah serta walikota.
    "Itu bisa menyusul, yang penting gaji pegawai tingkat rendah," tutur Priyo

    Dihubungi terpisah Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan mengaku mendengar kabar soal kenaikan gaji 2011 rekan-rekannya di DPR yang juga belum direalisasikan.

    "Kalau terlambat dibayarkannya dirapel. Saya dengar ada keterlambatan, itu ada keterlambatan administrasi. Saya heran juga kenapa," kata Harry.

    Harry menegaskan sesuai ketentuan seharusnya kenaikan gaji, khususnya para pegawai rendahan seperti PNS, TNI/Polri harus sudah dibayarkan Januari 2011, termasuk juga 8000 pejabat negara berikut di dalamnya para anggota DPR. Jika memang mengalami penundaan harus ada rapel sebab jika tidak akan menyalahi ketentuan anggaran APBN yang sudah disepakati.

    Ia pun mengatakan keterlambatan cairnya kenaikan gaji termasuk anggota DPR tak ada kaitannya dengan permintaan Presiden SBY yang meminta mendahulukan kenaikan gaji pegawai rendahan daripada para pejabat tinggi.

    "Saya kira bukan itu, sudah disahkan (di 2010), jadi tak ada alasan (tak menaikan)," katanya.

    Berdasarkan informasi yang ia ketahui, pencairan kenaikan gaji para pejabat negara termasuk anggota DPR akan dibayar bersamaan pada penerimaan gaji bulan Maret 2011. Ia sendiri mengaku belum tahu apakah ia sudah naik gaji di bulan Januari dan Februari karena belum sempat mengecek gajinya.

    "Katanya mau dibayarkan Maret," katanya.

    Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kenaikan gaji presiden dan 8000 pejabat negara lainnya akan dilakukan setelah gaji pegawai rendahan TNI/Polri mencapai minimal Rp 2 juta.

    Dalam catatan, pemerintah memang berniat untuk memperbaiki kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri dengan menaikkan batas minimum pendapatan mereka. Rencananya pada 2011, gaji PNS dengan pangkat terendah adalah Rp 2 juta, atau meningkat dari tahun 2010 yang sebesar Rp 1.895.700.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> DPR: Kenaikan Gaji 2011 Kapan Cair?

    Daftar Pengadaan Alutsista Indonesia Dan Ekspor Alutsista Keluar Negeri Pada Tahun 2010

    Pal Sedang Mengerjakan LPD TNI AL.

    Menurut The SIPRI inilah daftar pengadaan alutsista indonesia dari luar negeri dan dalam negeri.

    Dari Brasil
    Pengadaan 8 EMB-314 Super Tucano.
    Pengiriman sampai 2012.

    Dari Brunei
    Hibah 2 Kapal Patroli KDB Waspada.

    Dari China
    Pengadaan C-802 dan QW-3.

    Dari Denmark
    Pengadaan B&W-8L Diesel Engine.

    Dari Prancis
    Pengadaan 30 MM-40 Exocet.
    Pengadaan 3 radar Master – T.
    Pengadaan 150 MIDR Diesel Engine.
    Pengadaan 3 radar Ocean Master untuk 3 CN-235 MPA.
    Pengadaan 12 MIDR Diesel Engine untuk Anoa 6x6.

    Dari Dalam Negeri (Indonesia)

    Pengadaan Helikopter AS-532 Cougar/AS-332.
    Pengadaan 4 LPD 122m.
    Pengadaan 24 Helikopter Bell-412.

    Dari Belanda

    Pengadaan 1 Kapal Perang Jenis SIGMA-105 dikirim 2014.

    Dari Polandia

    Pengadaan WR-40 Langusta.

    Dari Rusia
    Pengadaan 17 BMP-3F.
    Pengadaan 3 MI-24 P.
    Pengadaan 3 Su-27s.

    Dari Korsel
    Pengadaan 22 K-21 pengiriman sampai 2013.
    Pengadaan KH-178 105mm.

    Dari Spanyol

    Pengadaan Pesawat Angkut C-212 Aviocar.

    Dari Amerika Serikat
    Pengadaan 52 CT-7.

    Pengiriman/ Ekspor Indonesia Keluar negeri.

    Ke Malaysia

    Pengiriman 32 Anoa 6x6.

    Ke Korsel
    Pengiriman 4 CN-235MP.

    Sumber: SIPRI
    Readmore --> Daftar Pengadaan Alutsista Indonesia Dan Ekspor Alutsista Keluar Negeri Pada Tahun 2010

    Alat Intelijen Didominasi Asing

    GPS Buatan Leica.

    Jakarta - Alat penginderaan yang merupakan bagian penting dalam alat-alat intelijen TNI Angkatan Darat masih didominasi produk asing. Walau demikian, TNI AD optimistis pada masa depan akan lebih banyak produk dari industri pertahanan dalam negeri.

    ”Kalau produk massal, secara jujur kita memang belum mampu,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, Kamis (10/3), seusai membuka Simposium dan Pameran Teknologi Intelijen Geospasial 2011. Menurut George, kalau melihat banyaknya orang Indonesia yang belajar di industri-industri pertahanan di luar negeri, Indonesia sudah mampu. Oleh karena itu, ia yakin pada masa depan industri pertahanan Indonesia bisa mencukupi kebutuhan.

    Menurutnya, pengembangan telah dilakukan di lingkungan TNI AD, termasuk oleh Litbang TNI AD.

    Menurut Direktur Topografi Angkatan Darat Brigjen TNI Sutrisno, yang dalam acara ini menluncurkan bukunya, intelijen geospasial adalah paradigma baru. Intelijen ini mengeksploitasi citra, baik dari foto udara maupun citra satelit, sebagai data utama intelijen. Informasi yang menyangkut kebumian ini kemudian diolah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan.

    Dalam sambutannya, George menekankan pentingnya teknologi intelijen mengatasi ketertinggalan dalam teknologi informasi. Menurutnya, intelijen geospasial penting bagi operasi militer. Ia menekankan, karena saat ini perang tidak lagi hanya mengandalkan fisik dan alat, keterlibatan masyarakat harus ditingkatkan. ”Kultur dan sosial juga penting, coba kita lihat dominasi China saat ini,” katanya.

    Ia mengatakan, saat ini terjadi perkembangan generasi perang yang melibatkan nirmiliter, yaitu penginderaan jarak jauh satelit yang bisa menganalisis apa saja. ”Ini termasuk sumber daya alam dan obyek vital sehingga daya tangkal kita jadi turun,” ujar George.

    Untuk mengatasai hal ini, diperlukan strategi pertahanan yang integratif di darat, laut, dan udara. Selain itu, juga perlu peningkatan intelijen yang menekankan pada sinergi.

    Dalam pameran yang digelar, terlihat bahwa semua alat yang dipamerkan berasal dari luar negeri. Direktorat Topografi Angkatan Darat memamerkan modifikasi dari alat GPS asal Inggris dengan menambahkan sistem dan peta Indonesia. Sementara deretan produk asing lain, seperti Leica dan Bosch, memamerkan teknologi pencitraan mereka.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Alat Intelijen Didominasi Asing

    Kemenhan Salahi Aturan Pembelian Pesawat Garuda



    Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin mengatakan, pembelian pesawat Garuda tipe B 737-400 oleh Kementerian Pertahanan RI menyalahi aturan .

    "Sebab, pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah melakukan pembelian sebelum diterbitkannya Rencana Kerja Anggaran Kementrian/Lembaga (RKAKL)," kata politisi PDI Perjuangan ini kepada ANTARA, di Jakarta, Senin.

    Tubagus Hasanuddin yang purnawirawan jenderal berbintang dua ini juga mengungkapkan, pembelian itu hanya berdasarkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    "Padahal DIPA itu baru akan diterbitkan bila RKAKL-nya telah disetujui dan ditandatangani oleh DPR RI," tandasnya.

    Dalam kaitan ini, menurutnya, Menteri Keuangan (Menkeu) pun telah melampaui kewenangannya.

    "Sebab, mestinya DIPA diterbitkan oleh Menkeu setelah RKAKL disetujui Komisi di DPR RI," ujarnya.

    Dalam hal membeli pesawat Garuda ini, demikian Tubagus Hasanuddin, RKAKL-nya saja belum final di DPR RI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kemenhan Salahi Aturan Pembelian Pesawat Garuda

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.