ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Tuesday, June 15, 2010 | 8:25 AM | 0 Comments

    Hati-hati Kerjasama Militer dengan Amerika


    Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI Paskalis Kossay, Senin malam, mengingatkan pemerintah untuk berhati-jhati membangun kerjasama militer dan pertahanan dengan Amerika Serikat.

    "Kita tidak boleh lengah membangun kerjasama dengan mereka. Posisinya harus jelas, jangan sampai kita hanya jadi semacam `pembantu` mengamankan kepentingan mereka, terutama di Selat Malaka dan dalam rangka menghadapi ekspansi Tiongkok,"
    tandas anggota Fraksi Partai Golkar itu.

    Paskalis juga mengingatkan penting dan strategisnya posisi Indonesia dalam geostrategi global yang merupakan possisi tawar paling harus diandalkan.

    "Kita semua tahu, mengapa Indonesia diminati bangsa-bangsa sejak tempo dulu, itu karena posisi strategis kita, bukan hanya kepemilikan atas sumber kekayaan alam," ungkapnya.

    Posisi RI, menurutnya, sangat vital bagi Amerika, karena berada di antara dua benua, dua samudera serta alur niaga terbesar di dunia.

    "Ini harus jadi kerangka dasar kerjasama pertahanan, di samping dasar politik luar negeri yang kita anut, yakni sistem politik luar negeri yang bebas aktif, tidak memihak pada salah satu kekuatan," tandas Paskalis.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Hati-hati Kerjasama Militer dengan Amerika

    Monday, June 14, 2010 | 9:52 PM | 0 Comments

    TNI Tidak Akan Mengemis ke AS


    JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengaku merasa tidak terlalu perlu ambil pusing soal hubungan kerja sama militer dengan pihak Amerika Serikat (AS), termasuk soal kepastian dan kelanjutan pemulihan kerjasama latihan antar pasukan khusus dari kedua negara. Tidak hanya itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), juga menegaskan tidak mau mengiba-iba agar kerja sama (pasukan khusus) itu dibuka kembali oleh pihak AS.
    Latihan (Kopassus) itu tidak ada urgensinya.
    -- Purnomo Yusgiantoro

    Penegasan itu dilontarkan pemerintah, diwakili Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, yang didampingi ketiga kepala staf angkatan TNI, Senin (14/6/2010), saat hadir dalam rapat kerja dengan Komisi I.

    "Latihan (Kopassus) itu tidak ada urgensinya. Sebenarnya kerja sama antar militer Indonesia-AS terus berjalan sejak tahun 2001 saat embargo ke kita diangkat. Saat itu kedua negara lalu membentuk forum Indonesia-USA Security Dialogue, yang pertemuannya sampai sekarang sudah delapan kali," ujar Purnomo.

    Dari sana tambah Purnomo, hubungan antar kedua negara sebetulnya tidak pernah bermasalah. Lebih lanjut dia juga mengingatkan tentang perlu adanya payung aturan tepat, yang bisa menjamin berbagai kerja sama yang telah berjalan tetap terus berlanjut. Akan tetapi ikatan tersebut tidak perlu sampai membuat kesepakatan kerja sama pertahanan (DCA), yang bersifat mengikat. Cukup dalam bentuk memo kesepahaman atau kesepakatan kerangka kerja.

    Indonesia, menurut Purnomo tidak ingin menandatangani DCA jika tidak diposisikan setara dengan AS. "Enggak pernah ada yang mempersoalkan kok, saya sering ketemu militer dan perwakilan pemerintah AS, mereka tidak pernah menyoalkan Kopassus. Kalau pun Kopassus tidak bisa latihan dengan pasukan khusus militer AS, kan tetap bisa latihan dengan pasukan khusus Australia, kemarin kita baru latihan bersama di Perth," ujar Purnomo.

    Selain itu Purnomo juga menyanggah adanya anggapan yang mengaitkan ketidakjelasan pemulihan hubungan kerja sama militer, dalam hal ini latihan bersama Kopassus dan pihak militer AS, dengan beberapa kali batalnya Presiden AS Barack Obama berkunjung ke Indonesia.

    "Kalau dikatakan Obama batal datang ke Indonesia, salah satunya dikaitkan dengan Kopassus, saya kira persepsi itu tidak benar. Obama kan juga membatalkan kunjungannya ke Australia, salah satu negara sekutunya termasuk di bidang pertahanan," ujar Purnomo.

    Pernyataan senada juga dilontarkan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. Bahkan dia menyatakan kerja sama militer antar kedua negara semakin kerap dilakukan pasca 2008. Namun memang diakui untuk Kopassus, kerja sama latihan masih belum terealisir. Akan tetapi dari sejumlah petinggi militer dan pemerintahan AS menunjukkan keinginan mereka membuka kembali kerjasama dengan Kopassus.

    "Mudah-mudahan berhasil. Memang masih ada hambatan di kongres sana. Namun kami tidak mau mengemis-ngemis," ujar Djoko.

    Djoko juga menegaskan tidak benar pula jika ada anggapan militer Indonesia, terutama Kopassus, terkendala membuka hubungan kerjasama dengan pihak AS karena dikaitkan dengan sejumlah peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu.

    Persoalan itu mengemuka dalam rapat kerja dengan Komisi I saat Tjahjo Kumolo dari Fraksi PDI-P mempertanyakannya. Pemerintah diminta Tjahjo berani menegaskan masalah itu ke AS, apalagi mengingat dalam beberapa kejadian hal itu selalu dikaitkan dengan beberapa kali mundurnya rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama.

    "Kemarin ini kan ada ralat dari Kedutaan Besar AS tentang kerja sama dengan TNI. Padahal di media massa sudah ramai dikabarkan ada kerja sama baru dengan Kopassus. Jangan sampai TNI, yang katanya tentara rakyat ini, mengemis kepada AS. Saya rasa TNI harus terbuka saja soal itu," ujar Tjahjo.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI Tidak Akan Mengemis ke AS

    Teknologi Harus Dikuasai, Jangan Dianggap Enteng


    JAKARTA - Indonesia sepertinya harus belajar sungguh-sungguh dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura yang mulai mengepakan sayapnya di percaturan internasional.

    Selain itu, Indoensia harus berkaca dari pengalaman dan kesalahan massa lalu yang membuat bangsa ini sulit berkembang. Salah satu entry point yang harus menjadi perhatian serius semua elemen dan pemegang kebijakan adalah pengembangan teknologi.

    Sebab, Amerika Serikat (AS) tampil sebagai negara adidaya tak lain berkat penguasaan terhadap teknologi dalam berbagai bidang. AS bisa menguasai dunia dengan kecanggihan teknologinya. Bila memetakan posisi Indonesia saat ini dengan jumlah penduduk yang hampir 230 juta jiwa, sungguh dilema.

    Hanya menjadi pasar empuk dari produk-produk berbasis teknologi buatan negara asing. Tak pelak, di era pasar global ini Indonesia harus dibanjiri produk impor. Bila menurut ke belakang, sebenarnya sejak tahun 1975-an Indonesia sudah mulai meletakkan infrastruktur pengembangan teknologi dalam rencana pembangunan. Dari mulai industri transportasi, hingga produk
    persenjataan.

    Salah satu tokoh yang punya andil dalam pengembangan teknologi kedirgantaraan nusantara adalah Bacharuddin Jusuf Habibie, atau dikenal BJ Habibie, di samping sosok Nurtanio Pringgoadisurjo, yang dikenal sebagai pahlawan dirgantara.

    Sayang, dalam perjalanannya, rencana besar Habibie kandas akibat tekanan sosial, politik, ekonomi Indonesia yang gonjang -anjing. Hidup segan mati tak mau. Begitulah kondisi PT
    Digantara Indonesia (DI) yang kini berada diambang kehancuran. Perusahaan berplat merah ini dulu bernama Industri Pesawat Terbang Nurtanio, sebelum berganti menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

    IPTN sempat menggapai puncak kejayaan dibawah kepemimpinan BJ Habibie. Menurut Arif Minardi, mantan karyawan PT DI, Habibie memiliki terobosan besar dalam pengembangan teknologi di Indonesia. "Sayangnya ide, pemikiran dan karya prestasinya kurang dihargai di
    negaranya sendiri. Habibie ditekan secara politik," ujarnya yang sempat 15 tahun bekerja di satu-satunya perusahaan penerbangan milik negara.

    Arif menjelaskan, sejak tahun 1975, Habibie meletakan dasar-dasar pengemangan teknologi di Indonesia, sedangkan China baru memulainya tahun 1980-an. "Namun China yang melesat maju karena kebijakan pengembangan teknologinya didukung penuh pemerintah," jelas dia.

    Berbeda dengan Indonesia. IPTN yang dianggap sebagai cikal bakal pengembangan teknologi transportasi udara dan dirgantara justru dipandang sebagai proyek mercusuar yang menghabiskan uang negara. "Akibatnya sekarang Indonesia sudah ketinggalan dari Malaysia, apalagi China dan Jepang," jelas Arif yang sempat merasakan kepemimpinan BJ Habibie di IPTN dulu.

    Lebih lanjut Arif mengemukakan, Habibie saat itu tidak hanya mengebangkan sejumlah pesawat terbang, tapi merambah ke pembuatan satelit dan fasilitas ruang angkasa, serta peluru kendali(rudal). Terlebih saat ini ada putra bangsa yang bekerja di NASA. "Jadi teknologi Indonesia saat itu sudah cukup maju, tapi dalam perkembangan selanjutnya tak mulus," ungkapnya.

    Saat Habibie menjabat sebagai Menristek di era pemerintahan Presiden Soeharto, IPTN memang mendapat dukungan penuh dalam mengembangakan pesawat terbang dan teknologi lainnya. "Tapi selanjutnya banyak tekanan politik kepada Habibie, begitu juga dari kalangan ekonom kapitalis yang menyudutkan IPTN sebagai proyek mercusuar hanya menghabiskan uang rakyat," jelas Arif.

    Kata dia, Indonesia harus belajar dari pengalaman tersebut jika ingin teknologinya maju. "Teknologi
    jangan dianggap enteng. Teknologi bisa menjadikan apa saja menjadi lebih mudah dan bernilai plus," terang Arif yang sempat aktif dalam Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan PT Dirgantara.

    Lebih lanjut dia mengatakan, banyak orang Indonesia yang sekolah dan berprestasi di luar negeri namun saat kembali ke Indonesia kurang dihargai. Akibatnya, mereka memilih bekerja di perusahaan-perusahaan besar negara asing yang justru cerdik mengambil ide, pemikiran, dan karya-karya terbaik anak bangsa.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Teknologi Harus Dikuasai, Jangan Dianggap Enteng

    Tugas Paspampres Tidak Mudah


    JAKARTA, KOMPAS.com — Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayjen TNI Marciano Norman mengatakan, tugas pasukan mengamankan presiden dan wakil presiden serta kepala negara dan kepala pemerintahan negara sahabat tidak mudah dan penuh tantangan.

    "Karena itu, perlu ada kerja sama saling menutupi kekurangan yang ada," katanya, pada acara lepas sambut Komandan Grup A Kolonel Inf Doni Monardo di Markas Komandan Paspampres di Jakarta, Senin (14/6/2010).

    Marciano mengaku, dirinya dengan Doni selalu berpasangan saling menutup kekurangan, menghadapi berbagai macam tugas, seperti rangkaian kegiatan pemilu, kenegaraan di dalam negeri dan luar negeri, serta kegiatan pengamanan.

    "Tidak selamanya berjalan mulus, banyak hal-hal yang tidak sempurna. Karena kerja sama baik, ketidaksempurnaan dapat kita kurangi," ujarnya.

    Antirokok

    Dalam sambutannya, mantan Komandan Grup A Kol Inf Doni Monardo mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini membantu dalam melaksanakan tugas, seperti Komandan Paspampres Mayjen TNI Marciano Norman dan Bidang Rumah Tangga Presiden.

    Dia berpesan kepada anggota Paspampres bahwa tugas seorang prajurit tidak pernah selesai. Anggota Paspampres tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun atau zero accident.

    "Pengamanan memerlukan kewaspadaan tinggi, kita buat adrenalin kita terpelihara untuk menghadapi apa pun yang terjadi," katanya.

    Doni juga meminta maaf kepada anggota Paspampres jika memberikan perintah terlalu keras, atau anggota di lingkungan Presiden yang tidak nyaman karena dibatasi, terutama masalah merokok. Maklum, Doni dikenal dengan antirokok dan tidak memberikan toleransi kepada anak buahnya yang merokok.

    Selepas jabatannya di Paspampres, Doni akan menduduki jabatan sebagai Komandan Komando Resor Militer 061 Suryakencana Kodam III Siliwangi yang berkedudukan di Bogor.

    Doni menggantikan Kolonel Agus S yang juga merupakan mantan Komandan Grup A Paspampres.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Tugas Paspampres Tidak Mudah

    Menhan: TNI harus diberdayakan berantas teroris

    Jakarta - Kementerian Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, perlu dilakukan kemitraan strategis antara TNI dan Densus 88 untuk mengantisipasi terorisme dan radikalisme.

    "Perlu dilakukan kemitraan strategis antara Kementrian Polhukam agar satuan TNI diberdayakan untuk mendukung Densus 88 Polri dalam mengantisipasi terorisme, radikalisme," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/6).

    Menurut Purnomo, UU Keamanan Nasional diharapkan bisa jadi perangkai atau pengikat.

    "Saat ini Kemenhan sedang memformulasikan naskah akademik UU Kemananan Nasional untuk jadi pengikat atau perangkai Keamanan Nasional," kata Purnomo.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> Menhan: TNI harus diberdayakan berantas teroris

    Menhan: TNI harus diberdayakan berantas teroris


    Jakarta - Kementerian Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, perlu dilakukan kemitraan strategis antara TNI dan Densus 88 untuk mengantisipasi terorisme dan radikalisme.

    "Perlu dilakukan kemitraan strategis antara Kementrian Polhukam agar satuan TNI diberdayakan untuk mendukung Densus 88 Polri dalam mengantisipasi terorisme, radikalisme," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/6).

    Menurut Purnomo, UU Keamanan Nasional diharapkan bisa jadi perangkai atau pengikat.

    "Saat ini Kemenhan sedang memformulasikan naskah akademik UU Kemananan Nasional untuk jadi pengikat atau perangkai Keamanan Nasional," kata Purnomo.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> Menhan: TNI harus diberdayakan berantas teroris

    Baharudin 'Mr Crack' Habibie Hidup dari Royalti


    JAKARTA - Sebuah majalah Teknologi terbitan Jakarta pernah menyebut Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai “Manusia Multidimensional”.

    Sebutan ini ternyata sangat disukai Habibie. Terlebih, julukan itu muncul tidak berselang lama setelah meraih medali penghargaan “Theodore van Karman”. Ya, anugrah bergengsi di tingkat internasional tempat berkumpulnya pakar-pakar terkemuka konstruksi pesawat terbang.

    Habibie juga dikenal sebagai “Mr Crack” karena keahliannya menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli dirgantara mengenal apa yang disebut Teori Habibie, Faktor Habibie, Fungsi Habibie.

    Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya.

    Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

    Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.

    Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

    Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

    Memang Habibie memegang banyak hak paten atas temuan di bidang konstruksi pesawat terbang, sehingga menjamin hidupnya rutin memperoleh uang royalti. Tak hanya itu, dalam disiplin ekonomi makro pernah dikenal istilah Habibienomics. Semacam pemahaman yang menegaskan bagaimana gagasan Habibie tentang pemberian nilai tambah ekonomi tinggi di setiap produksi barang dan jasa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Kejeniusan mantan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) semakin kelihatan encer ketika berhasil meraih gelar doctor ingenieur dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliah Habibie 10. Presatsi ini mengantarkan Habibie menjadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Baharudin 'Mr Crack' Habibie Hidup dari Royalti

    Pindad Belum Tahu Panser Akan Dibarter Proton


    Panser 6x6 APV di PT PINDAD, Bandung, Jawa Barat (Antara/ Rezza Estily)


    VIVAnews - PT Pindad belum mengetahui rencana pemerintah Malaysia yang hendak membeli 32 panser Pindad akan dibayar dengan barang (countertrade) berupa mobil proton. Malaysia memang sudah lama minat membeli panser Pindad.

    "Kita belum mengetahui pembayaran menggunakan barter barang dengan mobil Proton," kata juru bicara PT Pindad, Timbul Sitompul saat dihubungi wartawan, Bandung, Senin 14 Juni 2010.

    Menurut dia, Malaysia sudah lama tertarik membeli produk PT Pindad, khususnya Panser. Pada pameran PT Pindad terakhir sudah terjadi kesepakatan antara Pemerintah Malaysia dengan PT Pindad perihal pembelian panser.

    "Terakhir pameran di Malaysia sudah ada kesepakatan. Mungkin untuk masalah pembayaran dengan barter barang akan dibicarakan lagi ke depan," ujarnya.

    Malaysia hendak membeli 32 unit Panser Pindad senilai US$80 juta. Namun pembayaran yang diajukan Malaysia 25 persennya akan ditukar dengan produk unggulan Malaysia, mobil Proton.

    Menurut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), penjualan panser senilai US$80 juta itu akan dibayar 50 persen dalam bentuk mobil proton. Sedangkan sisanya dibayar dalam bentuk uang tunai.

    "Sekarang masih dalam proses lebih lanjut antara Indonesia dan Malaysia," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Medan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat 11 Juni 2010.

    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Pindad Belum Tahu Panser Akan Dibarter Proton

    PUTRA TERBAIK KONTINGEN GARUDA KAWAL BENDERA UNIFIL KE ITALIA


    PUSPEN TNI (14/6),- Satu Lagi kepercayaan dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) kepada Pasukan Garuda yakni adanya permintaan kepada Satgas Indo Force Headquarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-B1 untuk mengirimkan salah satu prajurit terbaiknya yakni Sersan Mayor Lilik Indarto bersama perwakilan dari dua negara lainnya yakni Ghana dan Nepal untuk mengawal Bendera UNIFIL yang akan dibawa ke Roma, Italia selanjutnya diikutsertakan dalam upacara serta Defile menyambut Hari Kemerdekaan Italia atau “Itali National Day” (8/6).

    Terpilihnya Serma Lilik Indarto oleh UNIFIL disampaikan langsung kepada Dansatgas Indo FHQSU Kolonel Inf Restu Widiyantoro selaku Komandan Kontingen Indonesia, Setelah mendapat permintaan dari UNIFIL tersebut, Kolonel Inf Restu Widiyantoro langsung memberikan perintah kepada Sersan Mayor Lilik Indarto yang sehari-hari menjabat sebagai Regimental Sergeant Major (RSM). Permintaan UNIFIL tersebut dikarenakan jabatan Serma Lilik Indarto sebagai RSM atau Bintara Utama atau Bintara Tinggi dari Satgas Indo FHQSU yang kemudian UNIFIL mengadakan seleksi terhadap semua anggota yang menjabat sebagai RSM dari berbagai negara anggota UNIFIL dari hasil hasil seleksitersebut terpilihlah Serma Lilik Indarto untuk mengawal bendera UNIFIL tersebut.

    Keikutsertaan bendera UNIFIL dalam upacara serta Defile menyambut hari Kemerdekaan Itali ini merupakan permintaan langsung dari Pemerintah Italia, yang mengundang semua negara-negara sahabat Italia termasuk didalamnya UNIFIL dikarenakan Italia sudah lama dan telah banyak berperan aktif dalam keikutsertaannya di UNIFIL, selanjutnya para negara negara-negara undangan termasuk UNIFIL turut serta merayakan hari kemerdekaan Italia pada 2 Juni 2010 dengan membawa bendera dari negaranya masing-masing untuk dijadikan satu serta dibawa ke suatu tempat upacara perayaan lalu disertakan dalam Defile bendera yang berlangsung di Coloseum, Roma, Italia.

    Turut serta dalam rombongan UNIFIL ke Italia selain dari Perwakilan Indonesia yakni Deputy Force Commander UNIFIL (DFC) yakni Brigjen Santi Bofanti, Force Sergeant Major (FSM) Master Warrant Officer/MWO Frempah Noses yang berasal dari Ghana serta Sergeant Katri dari Nepal.

    Sebelum Berangkat Penugasan ke Lebanon Sersan Mayor Lilik Indarto yang merupakan putra kelahiran Magelang 8 November 1976 ini, berdinas
    sebagai Bintara Pengaman di Sekolah Komando Pusdikpassus, Batu Jajar, Bandung. Bapak dari dua orang putra dan putri ini yakni Muhammad Rajif Hasani dan Raisah Aina Salsabila ini merupakan tamatan Secaba PK tahun 1996.

    Menurut Dansatgas Indo FHQSU Kolonel Inf Restu Widiyantoro, “permintaan UNIFIL kepada Kontingen Garuda untuk mengirimkan wakilnya untuk mengawal bendera UNIFIL ke Italia merupakan suatu kehormatan juga kebanggaan sekaligus kepercayaan dari dunia internasional kepada Indonesia karena tidak semua kontingen suatu negara bisa memberangkatkan perwakilannya serta terpilih untuk mengawal bendera UNIFIL tersebut ini merupakan hasil dari kerja keras Kontingen Garuda selama ini dan kepercayaan tersebut haruslah kita jaga serta kita emban dengan sebaik-baiknya".

    Sumber: TNI
    Readmore --> PUTRA TERBAIK KONTINGEN GARUDA KAWAL BENDERA UNIFIL KE ITALIA

    Fasida Jatim Demo Aeromodelling


    Para aeromedeller yang tergabung dalam Fasida sedang mempersiapkan pesawat aeromedelling yang akan digunakan latihan di Lapangan Batalyon 463 Paskhas, Sabtu (12/6). (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi).

    Sebagai upaya menyambut kejuaraan aeromodeling se-Jawa Timur yang akan dilaksanakan tahun 2011, para Aeromodeler Jawa Timur yang tergabung dalam Fasida (Federasi Aeromodeling Sport Indonesia Daerah) adakan latihan/peragaan aeromodeling di Lanud Iswahjudi, Sabtu (12/6).

    Selama sehari penuh para aeromodeler yang datang dari Surabaya, Madiun, Ngawi dan Ponorogo tersebut, mengadakan latihan di Lanud Iswahjudi tepatnya di lapangan tembak Batalyon 463 Phaskas dengan menggunakan 15 buah pesawat terdiri dari pesawat Rotary Wing dan Fixed Wing.

    Latihan Aeromodeling yang berjalan dengan lancar dan aman tersebut, selain dimaksudkan untuk mempersiapkan kejuaraan areomodeling se-Jawa Timur yang akan dilaksanakan tahun 2011 juga sebagai ajang silaturahmi dan saling tukar informasi antar aeromodeler yang berada di daerah-daerah.

    Kedatangan para aeromedeler di Lanud Iswahjudi diterima langsung oleh Kasi Binpotdirga, Mayor Psk Sunaryo dilapangan tembak Batalton 463 Paskhas. Setelah melakukan berbagai koordinasi, latihan pun segera dimulai. Selama sehari penuh latihan tersebut telah menarik perhatian masyarakat, sehingga kegiatan latihan tersebut menjadi ramai dan masyarakat pun merasa terhibur, karena kegiatan tersebut sangat jarang ditemui dan merupakan hal baru yang sangat menarik untuk dinikmati.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Fasida Jatim Demo Aeromodelling

    80 Awak Pesawat Latihan Survival Dasar Di Pantai Akarena


    Sebanyak 80 (delapan puluh) Awak pesawat dari Skadron Udara 5 dan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin selama dua hari, tanggal 10 s/d 11 Juni 2010 melaksanakan Latihan Survival Dasar tahun 2010 yang ditutup di Pantai Akarena Makassar yang ditandai dengan pelepasan tanda pita latihan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna dalam upacara militer yang dihadiri Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Mudjianto, S.T yang bertindak sebagai Direktur Latihan, Para Kepala Dinas, Komandan Satuan dan Undangan lainnya.

    Latihan Survival dasar yang dilaksanakan setiap tahun adalah merupakan aplikasi dari program kerja Wing 5 dan Lanud Sultan Hasanuddin tahun 2010 dengan materi latihan meliputi bina kelas dilaksanakan di Markas Batalyon 466 Paskhas serta praktek lapangan dilaksanakan di daerah Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Mamajang serta berakhir di Pantai Akarena Makassar.

    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Agus Supriatna dalam sambutannya mengatakan bahwa latihan survival dasar yang telah dilaksanakan merupakan satu wujud fungsi dan tugas pokok Lanud Sultan Hasanuddin yang bernilai taktis.

    Selanjutnya Komandan mengatakan,latihan juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat dan posisi kemampuan serta kesiapan operasional awak pesawat satuan Lanud Sultan Hasanuddin dalam mempertahankan hidup dan dasar-dasar menyelamatkan diri dalam menghadapi segala kondisi dan situasi darurat didaerah pertempuran. “Disamping sebagai sarana untuk memupuk kerjasama dan soliditas satuan Lanud Sultan Hasanuddin” tegas Marsma TNI Agus Supriatna.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> 80 Awak Pesawat Latihan Survival Dasar Di Pantai Akarena

    Hanya Tujuh Penerbang F-5 Raih 2.000 Jam Terbang


    Para Pilot F-5 Tiger II TNI AU


    MALANG - Selama 30 tahun pesawat tempur F-5 Tiger berada di Skadron 14 Lanud Iswahyudi, ternyata baru tujuh penerbang yang bisa meraih 2.000 jam terbang. Dari ke-7 penerbang itu, salah satunya adalah Menkopolhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, mantan Panglima TNI.

    Dari sederet penerbang peraih 2.000 jam terbang itu, terbaru diraih Mayor Pnb Budhi Achmadi sebagai penerbang ke-7. Sejak delapan bulan lalu ia menjabat sebagai komandan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi. Skadron 14 ini yang mengawaki pesawat tempur F-5 Tiger II.

    Menggunakan pesawat F-5 Tiger II/TS 0515, alumnus AAU tahun 1994 dan juga lulusan SMA Negeri Maospati (Smanti) tahun 1991, pemilik call sign Phantom itu berhasil mengukir prestasinya di kala melaksanakan penerbangan Air Intercept di Area South Lanud Iswahyudi Madiun awal pekan ini.

    Prestasi 2.000 jam terbang merupakan catatan yang membanggakan karena tidak banyak penerbang tempur berhasil meraihnya. Dalam kurun waktu 30 tahun pesawat F-5 Tiger mengabdikan di Skadron Udara 14 tercatat baru tujuh orang yang berhasil meraih 2.000 jam terbang.

    Ke-7 penerbang peraih 2.000 jam terbang dengan F-5 Tiger II ini masing-masing Marsekal TNI (Purn) Joko Suyanto (Menkopolhukam), Marsda (Purn) TNI Eris Haryanto, Marsekal Pertama TNI Ismono Wijayanto (komandan Lanud Iswahjudi), Kolonel Pnb Bonar Hutagaol (Asop Koopsau II), Kolonel Pnb Yuyu Sutisna (Asops Kohanudnas), Kolonel Pnb Nanang Santoso (komandan Lanud Pekanbaru), dan Mayor Pnb Budhi Achmadi (komandan Skadron Udara 14).

    Keberhasilan itu ditandai dengan penyematan badge 2.000 jam terbang oleh Komandan Wing 3, Kolonel Pnb Andyawan MP, disaksikan para pejabat Lanud Iswahjudi dan para penerbang di shelter Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.

    Sumber: SUARA MERDEKA
    Readmore --> Hanya Tujuh Penerbang F-5 Raih 2.000 Jam Terbang

    BJ Habibie Bangga Jadi Orang Indonesia, Si Jenius yang Terbang Tinggi


    Pesawat CN 250 hasil karya PT Dirgantara Indonesia (Foto: Istimewa)

    JAKARTA - Anda orang Indonesia? Bila iya, apa yang menjadi kebanggaan Anda sebagai warga negara Indonesia? Mungkin akan sedikit bingung untuk menjawabnya. Banyak yang berkata negeri ini melimpah akan kekayaan alam, termasuk pendapat yang menyebut orang Indonesia dikenal ramah.

    Tapi nyatanya ada pula sebagian orang yang kesal dengan bangsa ini utamanya pemerintah. Persoalan korupsi, kesejahteraan yang timpang dan kinerja pemerintah yang kerap disebut "pas-pas-an" kian menjadi cibiran masyarakat.

    Kendati begitu, kita patut berbangga dengan Indonesia. Prestasi sejumlah anak bangsa di kancah Internasional buktinya. Sebut saja, Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal BJ Habibie. Presiden RI ke-3 ini punya prestasi gemilang di bidang transportasi yakni pesawat udara.

    BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Anak ke-4 dari delapan bersaudara ini memulai bangku kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955.

    Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude. Selepas itu, Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg, sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang (1965-1969) dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973).

    Kembali ke Indonesia, Habibie pun menyumbangkan ilmu yang dimiliki untuk kemajuan teknologi bangsa ini. Berdasarkan data dari sejumlah artikel media massa, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) pada 11 Oktober 1985. IPTN kemudian diresktrukturisasi menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

    Habibie dalam skala internasional terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130 (militer transport), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 (pesawat dangn teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal), CN-235, dan CN-250 (pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain Helikopter Jenis BO-105, pesawat tempur multi function, beberapa peluru kendali dan satelit.

    Kejeniusan Habibie juga dibuktikan ketika menemukan teori-yang disebut dunia internasional sebagai teori-krack progression. Teori ini menemukan perhitungan titik rawan kelelahan badan pesawat.

    Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat.

    Ketika menyentuh landasan, sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin ini menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (krack). Titik rambat tersebut semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang.

    Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik krack (keretakan) itu bekerja. Dengan teori ini industri pembuat pesawat bisa mengerjakan badan pesawat dengan perhitungan yang lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

    Atas berbagai prestasinya, Habibie mendapat ganjaran dengan sejumlah penghargaan di antaranya bidang kedirgantaraan, Theodhore van Karman Award, yang dianugerahkan oleh International Council for Aeronautical Sciences.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> BJ Habibie Bangga Jadi Orang Indonesia, Si Jenius yang Terbang Tinggi

    Jerman Tangkap Agen Mossad


    Warga Palestina pendukung kelompok Hamas, dalam foto bertanggal 26 Februari 2010 ini, memperlihatkan gambar-gambar Mahmud al-Mabhuh yang dibunuh Mossad, agen intelijen Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan tuduhan menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza.


    Kairo, Kompas - Pejabat Jerman, Sabtu (12/6), mengungkapkan, aparat Polandia telah menangkap seseorang yang diduga agen Dinas Intelijen Luar Negeri Israel (Mossad). Penangkapan itu terkait dengan pembunuhan tokoh Hamas, Mahmud Abdel Rauf al-Mabhuh (50), akhir Januari lalu di Dubai, Uni Emirat Arab.

    Majalah Jerman Der Spiegel mengungkapkan, orang yang ditangkap itu bernama Uri Brodsky.

    Al Mabhuh yang lahir di Jalur Gaza dan hidup di Suriah sejak tahun 1989 dituduh Israel sebagai salah seorang penanggung jawab penyelundupan senjata dari Iran ke Jalur Gaza.

    Aparat kepolisian Dubai menuduh Mossad terlibat pembunuhan tokoh Hamas itu, dan mengajukan 26 nama warga Israel tersangka pembunuh tersebut.

    Kepolisian Dubai mengatakan, para anggota tim pembunuh tokoh Hamas itu menggunakan paspor palsu berbagai negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Irlandia, Perancis, dan Australia.

    Kepala Kepolisian Dubai Dahi Halfan Tamim pada 15 Februari lalu mengatakan, identitas dan gerak-gerik tim pembunuh Al Mabhuh berhasil diketahui dalam waktu sangat cepat, kurang dari 24 jam, berkat rekaman kamera CCTV yang tersebar di seantero kota Dubai.

    Israel tidak membenarkan atau membantah tuduhan Dubai.

    Pemalsu paspor

    Inggris dan Australia telah mengusir sejumlah diplomat Israel yang diduga terlibat pemalsuan paspor negara itu. Jerman juga menyampaikan kemarahan terhadap Israel karena tindakan Mossad memalsukan paspor Jerman. Kejaksaan Jerman mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Brodsky yang diduga memalsukan paspor Jerman itu.

    Penangkapan dilakukan di Polandia, awal Juni ini, atas perintah kejaksaan Jerman. ”Seseorang telah berhasil ditangkap di Warsawa,” ungkap jubir kejaksaan Jerman itu.

    Departemen Luar Negeri Israel juga mengakui bahwa seorang warga Israel telah ditangkap di Polandia dan kini sedang mendapat bantuan dari Kedutaan Israel di Warsawa.

    Tertangkapnya Brodsky itu kini menyebabkan hubungan diplomatik Jerman-Israel kembali krusial. Israel meminta Polandia tidak menyerahkan Brodsky ke Jerman.

    Keluarga Al Mabhuh, seperti dikutip situs televisi Aljazeera, menyampaikan rasa gembira atas tertangkapnya salah satu pelaku pembunuhan Al Mabhuh. Mereka meminta Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) segera bergerak meminta Brodsky diserahkan kepada UEA untuk diadili.

    Menurut Der Spiegel, polisi perbatasan Polandia, awal Juni lalu, telah menangkap seseorang di bandara udara yang mencoba masuk dengan paspor bernama Uri Brodsky.

    Der Spiegel mengungkapkan, Brodsky yang berwarga negara Israel diduga terlibat penyiapan logistik untuk operasi pembunuhan Al Mabhuh di Dubai.

    Majalah terkemuka Jerman itu menjelaskan, Pemerintah Jerman terakhir ini telah meminta Interpol untuk mencari dan menangkap Brodsky karena diduga beroperasi di Jerman untuk Mossad.

    Menurut para penyidik Jerman, Brodsky ditemani agen Mossad lain yang diduga pernah mengajukan permintaan pengeluaran paspor Jerman pada tahun 2009 atas nama penduduk kota Cologne, Jerman, dengan nama Michael Bodenheimer.

    Seseorang dengan nama Michael Bodenheimer itu diduga juga masuk Dubai dan meninggalkan kota itu segera setelah pelaksanaan pembunuhan Al Mabhuh.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Jerman Tangkap Agen Mossad

    Myanmar Bantah Punya Ambisi Senjata Nuklir


    Gambar yang diduga fasilitas nuklir Myanmar


    Yangon, Jumat - Junta Myanmar, Jumat (11/6), membantah spekulasi di kalangan negara-negara Barat bahwa negara itu mempunyai ambisi untuk memiliki senjata nuklir. Mereka juga membantah mempunyai kerja sama di bidang nuklir dengan Korea Utara.

    Bantahan itu muncul setelah AS menyampaikan keprihatinan terkait ”peningkatan hubungan militer” antara Myanmar dan Korut, menyusul laporan Aljazeera bahwa Myanmar telah memulai program senjata nuklir dengan bantuan Korut.

    ”Laporan itu merupakan tuduhan tak berdasar dan bermotifkan politik,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Myanmar yang dimuat di media resmi pemerintah.

    Ditambahkan, tuduhan-tuduhan itu ditujukan untuk melemahkan proses politik di saat Myanmar berjuang untuk demokrasi dengan menyelenggarakan pemilihan umum tahun ini, serta melemahkan pembukaan kembali dialog AS dan Myanmar.

    ”Myanmar adalah sebuah negara yang selalu menghormati Deklarasi PBB, dan keputusan-keputusannya, sebagai negara anggota. Myanmar tidak berada dalam posisi memproduksi senjata nuklir. Myanmar tidak bermaksud menjadi kekuatan nuklir,” tegas pernyataan itu.

    Perwira pembelot

    Komentar itu disampaikan menyusul sebuah tayangan dokumenter dari Suara Demokrasi Burma (DVB), berbasis di Norwegia, yang mengatakan Myanmar berusaha membuat bom atom.

    Film dokumenter itu berdasarkan kutipan seorang perwira senior angkatan darat yang membelot, ratusan foto, dan dokumen yang dianggap ”Sangat Rahasia”.

    Sang pembelot, Mayor Sai Thein Win, mengatakan, junta berambisi memiliki senjata nuklir. Mereka diduga telah membangun jaringan rahasia terowongan bawah tanah dengan bantuan Korut.

    Sai Thein Win mengaku sebagai wakil komandan sebuah industri militer, yang merupakan bagian dari batalion nuklir Myanmar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Myanmar Bantah Punya Ambisi Senjata Nuklir

    Alat Propaganda Korsel Diancam Dihabisi


    Alat propaganda korea selatan


    Seoul, Sabtu - Korea Utara, Sabtu (12/6), mengulangi ancamannya untuk melancarkan sebuah serangan militer habis-habisan terhadap pengeras-pengeras suara yang dipasang oleh Seoul untuk menyiarkan propaganda lintas batas.

    Ketegangan di antara kedua negara bertetangga ini meningkat setelah tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan akibat ditorpedo Korut yang menewaskan 46 pelaut, akhir Maret lalu. Seoul telah menuduh Korut menorpedo kapal selam yang bernama Cheonan.

    Dalam apa yang dia sebut sebuah ”deklarasi krusial”, Kepala Staf AD Korut itu mengatakan, ”Akan menembak jatuh pengeras-pengeras suara dan semua alat perang psikologis lain kalau Korsel mulai kembali melakukan siaran-siaran propaganda.”

    ”Dari sudut pandang militer, perang psikologis adalah salah satu bentuk operasional dasar untuk melakukan sebuah perang. Pemasangan alat-alat perang tersebut merupakan sebuah pernyataan perang secara langsung terhadap Korut,” demikian pernyataan yang disampaikan lewat kantor berita resmi Korut KCNA.

    Belum dimulai

    Meningkatnya ketegangan dan perang kata-kata telah menggoyang pasar finansial Seoul, mendorong investor asing meninggalkan Korsel. Seoul mengumumkan langkah-langkah pembalasan atas insiden kapal tenggelam itu pada bulan Mei. Langkah itu termasuk pemasangan pengeras-pengeras suara di 11 lokasi sepanjang perbatasan untuk melanjutkan kembali siaran-siaran propaganda, yang telah dihentikan tahun 2004. Siaran-siaran itu belum dimulai.

    ”Angkatan bersenjata revolusioner DPRK akan melancarkan sebuah serangan militer habis-habisan untuk menghancurkan alat perang psikologis terhadap DPRK,” tutur KCNA, Sabtu, mengulangi ancaman yang sama yang diberikan sebelumnya.

    Korsel mengatakan mampu menahan tindakan militer apa pun oleh Korut.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Alat Propaganda Korsel Diancam Dihabisi

    Sunday, June 13, 2010 | 5:18 PM | 0 Comments

    PP INDONESIAN SEA AND COST GUARD MENUNGGU PERSETUJUAN PRESIDEN


    (Jakarta, 11/6/2010) Proses finalisasi terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah Indonesian Sea and Coast Guard telah selesai dilakukan. Saat ini, rancangan tersebut telah berada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk disetujui menjadi Peraturan Pemerintah untuk mendukung implementasi Undang-Undang Undang-Undang No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

    ”Harmonisasi dengan seluruh seluruh pemangku kepentingan telah selesai dilakukan. Seluruh isinya sudah di bahas di Kementerian Hukum dan HAM dengan melibatkan seluruh stakeholders. Sekarang sudah di tangan presiden, menunggu persetujuan beliau,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Moh. Ikhsan Tatang di Jakarta, Jumat (11/6).

    PP tersebut sedianya akan dijadikan sebagai landasan bagi Pemerintah untuk membentuk organisasi baru pengawasan dan penegakkan hukum kegiatan pelayaran di perairan Indonesia. Di sisi lain, dengan adanya PP ini pula, eksistensi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) pada dunia pelayaran secara hukum akan menjadi sah adanya.

    Berdasarkan amanat UU 17/20008, Indonesian Sea and Coast Guard memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai fungsi komando, yaitu menegakkan perundang-undangan di bidang kesehatan dan keamanan pelayaran yang secara tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Sedangkan fungsi kedua adalah menjalankan fungsi koordinasi, menjalankan koordinasi dalam penegakkan hukum dan perundang-undangan di luar fungsi pertama, dengan institusi pemerintah lain terkait.

    Beberapa waktu sebelumnya, Menhub Freddy Numberi mengatakan, pembentukan organisasi Indonesia Sea and Coast Guard merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah untuk memenuhi tuntutan dunia pelayaran internasional yang menginginkan adanya jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran yang memadai di perairan Indonesia.

    "Karena tanpa adanya jaminan itu, wilayah Indonesia dapat dikategorikan sebagai "black area" oleh pelayaran internasional. Oleh karena itu, keberadaan Sea and Coast Guard memiliki andil yang besar dalam menjaga citra Indonesia sebagai daerah yang aman untuk pelayaran," papar Menhub.

    Karenanya, lanjut Menhub, tantangan berat yang akan dihadapi oleh Indonesian Sea and Coast Guard ke depan adalah mengawal tingginya frekuensi pelayaran di Indonesia yang berada di lokasi strategis dan memiliki resiko kecelakaan dan musibah laut yang juga cukup tinggi.

    Sesjen menambahkan, menyusul RPP Indonesian Sea and Coast Guard, sejumlah RPP lain juga tengah dibahas oleh tim. Antara lain sebanyak 12 RPP turunan dari UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta beberapa RPP turunan dari UU 1/2009 tentang Penerbangan. ”Ada tiga RPP Penerbangan yang sedang intensif dibahas saat ini, yaitu kebandaraudaraan, kenavigasian, angkutan udara,” jelasnya.

    Tatang berharap, seluruh RPP itu bisa rampung sesuai jadwal yang diamanatkan oleh masing-masing undang-undang yang diikutinya. ”Kita berharap secepatnya RPP itu bisa selesai, sesuai amanat undang-undang. Kalau memang ada yang sedikit telat, ya kita pacu penyelesaiannya. Ini penting, karena kalau RPP-nya belum siap, tentunya UU tidak bisa dijalankan secara optimal,” pungkasnya.

    Sumber: DEPHUB
    Readmore --> PP INDONESIAN SEA AND COST GUARD MENUNGGU PERSETUJUAN PRESIDEN

    Dua Kapal Iran Siap Berangkat ke Gaza


    TEHERAN--MI: Seorang pejabat Bulan Sabit Merah Iran, Minggu (13/6), mengatakan dua kapal yang ditangani kelompok kemanusiaan itu siap dan menunggu persetujuan kementerian luar negeri untuk bertolak ke Gaza.

    "Kami siap tetapi masih menunggu izin kementerian luar negeri bagi kondisi politik, militer dan keamanan di kawasan itu," kata Mojtaba Majd, pejabat senior Bulan Sabit Merah yang dikutip kantor berita Mehr.

    Secara terpisah Bulan Sabit Merah mengatakan kedua kapal itu, satu mengangkut bahan makanan dan obat-obatan diperkirakan akan bertolak pekan ini.

    Majd mengatakan lebih dari 100.000 warga Iran telah mendaftarkan diri untuk ikut ke Gaza sebagai relawan pada kapal kedua, tetapi menambahkan hanya mereka yang memiliki keahlian akan dikirim ke wilayah Palestina itu.

    Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, Senin, pihaknya akan mengirim tiga kapal ke Gaza, dua di antaranya Jumat dan satu setelah hari itu, dalam apa yang dianggapnya satu usaha untuk mematahkan blokade yang diberlakukan Israel terhadap wilayah itu.

    Organisasi kemanusiaan itu mengatakan pihaknya juga akan mengirim sebuah pesawat yang mengangkut 30 ton peralatan medis ke Mesir untuk dikirim ke Gaza.

    Bulan Sabit Merah Iran itu sebelumnya mengirim satu kapal yang mengangkut bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza Desember 2008 tetapi dilarang memasuki wilayah itu oleh angkatan laut Israel.

    Keputusan Iran untuk mengirim bantuan baru itu dibuat setelah pasukan komando Israel menyerang satu armada yang mengangkut bantuan dan para akti visi pro Palestina yang menewsskan 19 orang, sembilan diantaranya warga Turki yang memicu kecaman dunia dan kalangan politik di Teheran

    Permusuhan antara Iran dan Israel memburuk dibawah pemerintah Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dengan para komandan penting Iran berulang-ulang menyatakan Teheran memiliki rudal-rudal yang dapat mencapai sasaran Israel.

    Sebaliknya, Israel yang adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang diperkirakan memiliki senjata nuklir, menolak mengessmpingan melakukan aksi militer terhadap Iran untuk mencegah negara itu memiliki senjata-senjata nuklir.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Dua Kapal Iran Siap Berangkat ke Gaza

    China says farewell to J-6 fighters


    People's Liberation Army Air Force held on Saturday an official farewell ceremony for the J-6, a Chinese-built version of the Soviet MiG-19 Farmer fighter aircraft, Chinese television reported.

    Although the Soviet Union stopped production of MiG-19s in 1957, the Chinese came to value the plane's agility and powerful armament and produced about 4,000 J-6 fighters from 1958 to mid-1980s.

    The J-6 was the core of the Chinese fighter fleet until mid-1990s. It was exported to many developing nations and took part in a number of armed conflicts, including the Vietnam War.

    China retired J-6s from combat duties in 2005. However, they have been used up to now in small numbers as remote control target drones and pilot trainers.

    The export version of the aircraft, the F-6, is reportedly still in active service in Iran, Myanmar, North Korea and Sudan.

    The J-6 has a maximum speed of Mach 1.45 and a service ceiling of 17,900 m (58,700 ft). Combat radius with two drop tanks is about 640 km (400 mi).

    In addition to the powerful cannon armament, most versions of the aircraft have a maximum payload of 500 kg (1,100 lb).

    From: RIA
    Readmore --> China says farewell to J-6 fighters

    Saturday, June 12, 2010 | 6:06 PM | 0 Comments

    Satgaspam Pulau Terluar NKRI

    Surabaya - Sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar 1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar IX (Satgasmar Puter IX) menaiki KRI Teluk Parigi ATF 539 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Jumat (11/6). Satgasmar Puter IX sebanyak satu kompi ini, akan bertugas di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Satgaspam Pulau Terluar NKRI

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.