ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Tuesday, September 21, 2010 | 4:18 PM | 0 Comments

    DPR Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Kamis


    Jakarta (ANTARA News) - Komisi I DPR akan menguji kelayakan dan kepatutan secara terbuka calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/9).

    "Dari hasil uji kepatutan dan kelayakan tersebut, Komisi I akan melakukan rapat tertutup untuk menentukan sikap menerima atau menolak calon Panglima TNI yang diajukan Presiden," kata Ketua Komisi I Mahfudz Sidiq di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.

    Mahfudz menjelaskan, pada pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan tersebut, pimpinan Komisi I DPR akan memberikan kebebasan kepada seluruh anggota untuk menggali visi, misi, program, dan komitmen Agus Suhartono jika nantinya memimpin lembaga TNI,".

    Menurut dia, pertanyaan yang akan diajukan kepada Agus Suhartono meliputi visi dan programnya untuk melakukan perbaikan lembaga TNI, program meningkatkan kesejahteraan anggota TNI, program meningkatkan alat utama sistem persenjataan dan pertahanan teritorial, serta sikap dan programnya dalam melakukan reformasi di lembaga TNI.

    "Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, akan terlihat bagaimana visi, program, dan komitmennya," katanya.

    Sebelum dilakukan uji kelayakan dan kepatutan, menurut dia, pimpinan Komisi I DPR yang didampingi beberapa anggota akan melakukan klarifikasi terhadap harta kekayaan dan rekam jejaknya selama meniti karir di TNI.

    Klarifikasi tersebut akan dilakukan pimpinan Komisi I DPR ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pada Rabu (22/9).

    Menurut Mahfudz, KPK adalah lembaga penegak hukum yang memiliki database harta kekayaan sedangkan Komas HAM memiliki database soal kasus-kasus pelanggaran HAM.

    Menurut Mahfudz, apakah harta kekayaan yang dimilikinya masih dalam batasan wajar serta apakah selama karirnya di militer memiliki kasus pelanggaran HAM.

    Klarifikasi pada kedua lembaga tersebut, katanya, akan menjadi salah satu pertimbangan untuk membuat keputusan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> DPR Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Kamis

    Dikpabang TNI-AL


    Sejumlah siswa pendidikan perwira penerbang (Dikpabang) TNI AL mendengarkan arahan yang disampaikan instruktur mereka pada latihan terbang mula di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Jateng, Selasa (21/9). Pendidikan itu akan berlangsung selama 18 bulan, menggunakan empat pesawat jenis Tobago (TB-10 GT) dengan jumlah total jam terbang untuk setiap siswa ditarget sebanyak 180-200 jam terbang.


    SEMARANG, 21/9 - DIKPABANG TNI AL. Seorang instruktur pendidikan perwira penerbang (Dikpabang) TNI AL keluar dari pesawat setelah terbang bersama siswa Dikpabang, pada latihan terbang mula, di Lanumad Ahmad Yani, di Semarang, Jateng, Selasa (21/9). Pendidikan itu akan berlangsung selama 18 bulan, menggunakan empat pesawat jenis Tobago (TB-10 GT) dengan jumlah total jam terbang untuk setiap siswa ditarget sebanyak 180-200 jam terbang. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/Spt/10.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Dikpabang TNI-AL

    Dubes RI Berlin Luncurkan 'Indonesia Update'

    Berlin - Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo meluncurkan forum diskusi Aktuelles Indonesien (Indonesia Update), melibatkan kalangan media dan politik.

    "Menyadari bahwa forum yang melibatkan berbagai stakeholders di Jerman ini akan memberikan impuls penting pada upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral Jerman-Indonesia," ujar Dubes Eddy dalam sambutan pembukaan di Adlon Kempinski Hotel, Berlin, Selasa (21/9/2010).

    Inisiatif bertajuk Indonesia Update: Coffee Morning with the Ambassador tersebut dihadiri oleh kalangan politik, 15 perwakilan media massa Jerman dan dua perwakilan media massa Indonesia, yakni Kompas dan detikcom.

    Eddy menjelaskan, melalui forum diskusi ini pihaknya mengharapkan dapat mempelajari pandangan berharga dan saran dari para stakeholder dan mitra di Jerman mengenai bagaimana dapat meningkatkan kerjasama.

    "Sebagai sesi pendahuluan kami mengundang perwakilan media dan politik," papar Eddy.

    Dikatakan, bahwa media memainkan peranan penting dalam memantapkan hubungan antara Jerman-Indonesia. Faktanya, melalui media publik umum di Jerman mendapatkan citra tentang apa itu Indonesia, siapa bangsa Indonesia dan pandangan mereka terhadap dunia dan nilai-nilai mereka.

    Lebih lanjut Eddy menyampaikan penghargaan dan terimakasih mendalam kepada media Jerman atas perhatian dan pengertian kepada Indonesia dan kerjasama yang baik yang telah diberikan selama ini.

    Diharapkan forum ini juga akan semakin meningkatkan kerjasama dan membangun kontak lebih akrab dengan media. "Saya percaya dengan jalinan yang erat akan memberi kontribusi untuk meningkatkan hubungan baik di antara kita, seperti telah kita nikmati sejauh ini," tegas Eddy.

    Menurut Eddy, Indonesia Update pada tiap edisi akan menghadirkan topik berbeda dengan audiens yang berbeda pula. Walaupun demikian, perwakilan terhormat dari media selalu terbuka untuk hadir.

    Pada kesempatan itu, Dubes yang baru menempati pos Berlin 14 bulan itu, juga ingin menggarisbawahi peran penting yayasan politik Jerman, Stiftungen. Sejumlah besar proyek dan even kondusif untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia serta hubungan bilateral yang telah direalisasikan hingga sekarang.

    "Saya berharap kerjasama istimewa antara Stiftungen dengan KBRI Berlin dapat terus dipelihara dan diperkuat di tahun-tahun mendatang," demikian Eddy.

    Inisiatif Indonesia Update ini mendapat sambutan positif dari kalangan media dan mitra di Jerman, sebagai forum diskusi berkala untuk mendapatkan informasi dari tangan pertama, membahas kerjasama bilateral Indonesia-Jerman dan mendiskusikan perkembangan terbaru mengenai Indonesia.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Dubes RI Berlin Luncurkan 'Indonesia Update'

    Untung TNI AU Tak Serang Densus 88

    illustrasi (Foto: Berita Hankam)

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi Hukum DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur aksi arogan detasemen khusus 88 yang tanpa koordinasi memasuki bandara Polonia tak berbuntut bentrok.

    Pasalnya, TNI Angkatan Udara pun memiliki kewenangan untuk menjaga wilayah yang dilintasi Densus 88 saat membekuk teroris di Medan.

    "Ini untung saja TNI AU tidak menyerang Densus 88," ujar Anggota Komisi Hukum DPR RI Bambang Soesatyo kepada tribunnews.com di Jakarta, Selasa (21/9/2010).

    Politisi asal Partai Golkar ini memahami bila kemudian korps TNI tersinggung, dan kemudian melayangkan teguran ke institusi Polri.

    "Ini karena tidak ada koordinasi mabes polri. Apalagi membawa senjata lengkap," kata Bambang. "Siapapun dia, apapun pangkatnya kalau masuk area lembaga lain harus ada koordinasi karena ini soal menjaga wilayah."

    Lebih lanjut Bambang justru mempertanyakan langkah kepolisian yang enggan berkoordinasi dengan pihak TNI Angkatan Udara.

    "Tugas negara kalau menimbulkan pertikaian buat apa. Tugas negara akan bagus kalau ada koordinasi," imbuhnya.

    Sebelumnya pihak TNI AU keberatan dengan tindakan Densus 88 saat mendarat di Bandara Polonia Medan. Densus 88 diduga telah melanggar prosedur penerbangan sipil di Bandara tersebut.

    Hal itu terjadi pada Senin 13 September lalu, dimana saat itu personel Densus 88 berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Polonia untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo yang tidak terbuka bagi sipil.

    Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus 88 masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun para anggota Densus bersikukuh dengan alasan demi tugas negara.

    Atas kejadian tersebut dikabarkan pihak Komandan Pangkalan TNI AU Medan kemudian menyurati Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara memprotes peristiwa itu.

    Sumber: Tribun
    Readmore --> Untung TNI AU Tak Serang Densus 88

    Pram Sindir Purnomo Sebagai Menhan yang 'Licin'

    Jakarta - Rapat paripurna anggota DPR tak selalu berjalan serius. Kadang ada canda yang disampaikan baik oleh anggota atau pimpinan sidang.

    Kali ini, pimpinan sidang Pramono Anung menyindir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam rapat pembahasan tentang RUU kerjasama teknik militer antara Indonesia dan Rusia di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2010).

    Saat hendak mempersilakan Purnomo untuk menyampaikan pidato, Pram sempat menyinggung soal jabatan Menhan. Seperti diketahui, Purnomo sebelumnya lebih banyak berkecimpung sebagai Menteri ESDM.

    "Saya persilakan Menhan yang ahli perminyakan untuk menyampaikan pandangannya. Semoga pertahanan kita semakin licin," ucap Pram sambil tersenyum.

    Sontak hadirin yang berada di ruang sidang ikut tertawa. Sementara Purnomo hanya tersenyum pendek sambil melanjutkan pidatonya.

    Usai acara sambutan, Pram kembali melanjutkan guyonannya. Kali ini, dia kembali menyebut Purnomo sebagai menteri yang licin.

    "Setelah salaman memang benar terasa tangannya licin," sindir Pram lagi yang diikuti riuh tawa para hadirin.

    Hingga pukul 11.00 WIB, rapat paripurna masih berlangsung. Setelah agenda bersama menhan, kini rapat berlanjut ke pandangan tiap fraksi.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pram Sindir Purnomo Sebagai Menhan yang 'Licin'

    DPR Dorong Peningkatan Kerjasama Pertahanan dengan Rusia

    Sukhoi produk Rusia untuk TNI AU

    Jakarta - Komisi I DPR mendukung penuh rencana pemerintah meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Rusia. Termasuk untuk pengadaan alat perlengkapan militer produksi Rusia untuk penguatan TNI.

    "Komisi I memahami langkah-langkah Pemerintah dengan Rusia tentang
    kerjasama teknik militer terkait pengadaan alat militer, dan perlu ditingkatkan," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik dalam rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2010).

    Lebih lanjut dikatakannya, DPR mendorong agar Presiden SBY segera mengeluarkan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum permanen bagi
    kerjasama kedua negara. Adanya kesepakatan kerjasama tersebut diharapakan dapat meningkatkan kekuatan TNI.

    "Agar kerjasama ini teknik militer dapat ditindaklanjuti melalui ratifikasi melalui Keputusan Presiden,"lanjut Mahfudz.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> DPR Dorong Peningkatan Kerjasama Pertahanan dengan Rusia

    Pusat Pelatihan Anti Teror Merupakan Bentuk Penanggulangan Ancaman Asimetris



    Magelang, DMC – Bentuk Ancaman yang ada di era modern sekarang ini sudah bukan lagi merupakan ancaman yang terencana, melainkan ancaman yang bentuknya bervariasi, salah satunya adalah ancaman aksi terror. Dengan adanya pembangunan pusat pelatihan Anti Teror, dirasakan dapat mempersiapkan untuk menanggulangi bentuk ancaman Asimetris tersebut. oleh kerana itu harus dipersiapkan jika terjadi ancaman-ancaman seperti ini yaitu dengan mempersiapkan pusat pelatihan anti terror disamping itu kita juga persiapkan standby force.

    Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro ketika berbicara didepan sekitar 800 Taruna Akademi Militer (AKMIL), Sabtu Siang (18/9), di gedung Serba Guna Akmil, Magelang. Sebelumnya Menhan saat tiba di AKMIL diterima secara formal melalui upacara jajar kehormatan dan diterima langsung oleh Gubernur Akmil, Mayjen TNI Gatot Nurmantyo.

    Dijelaskan Menhan, Seiring perkembangan perdamaian di dunia, ancaman simetris atau ancaman terencana yang bentuknya adalah konflik terbuka antara suatu negara sehingga terjadi invansi pasukan ke negara lain sudah tidak berlaku lagi.

    Bahkan yang terjadi saat ini adalah bentuk ancaman asimetris atau bentuk ancaman berupa aksi terror dari sekelompok orang untuk menggangu sistem keamanan dan perekonomian suatu negara.

    Lebih lanjut Menhan mengatakan, pusat pelatihan anti teror dari pasukan TNI ataupun Polri nantinya akan diwujudkan melalui rencana pembangunan Pusat pelatihan khusus pasukan perdamaian (Peacekeeping Center) diatas lahan seluas 260 Hektar yang tepatnya terletak di Desa Hamba lang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Menhan menjelaskan bahwa disamping sebagai bentuk upaya pemerintah Indonesia untuk ikut berpartisipasi secara aktif didalam menciptakan perdamaian dunia pembangunan Peacekeeping Center tersebut juga bertujuan untuk membangun pusat pelatihan anti teror.

    “jadi kedepan itu nantinya pasukan-pasukan penanggulangan terror seperti, Den 81 anti teror, Denjaka, Den Bravo dan Densus 88 Mabes Polri akan ikut turut serta didalam pusat pelatihan penanggulangan teror, karena ancaman terror itu juga kita kenal dengan ancaman Asimetris,” jelas Menhan.

    Menurut Menhan selain itu pusat pelatihan pasukan perdamaian ini juga berguna untuk membangun pusat pelatihan penanggulangan bencana, dan membangun satu pasukan Bataliyon Mekanis (Stand By Force) berguna untuk melakukan misi perdamaian yang diperlukan dalam waktu yang sangat cepat.

    Rangkaian Kunjungan Kerja Menhan DI Jawa Tengah

    Sebelum mengunjungi Akademi Militer, Menhan dan rombongan berkesempatan untuk mengunjungi SMA Taruna Nusantara. Saat tiba di SMA TN Menhan diterima oleh kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), Laksda TNI (Purn) Yuwendhi dan Kepala Sekolah SMA TN Laksma TNI (Purn) Ir. Djoko Sasongko. Pada kesempatan tersebut Menhan memberikan ceramah umum didepan 904 siswa yang terdiri dari berbagai kelas.

    Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Tengah Menhan juga meninjau Lembaga Pendidikan Kepolisian atau Akedemi Kepolisian (Akpol) yang terdapat di daerah Semarang Jawa Tengah.

    Menhan saat itu yang didampingi oleh Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Haryanto, Kepala Lembaga Pendidikan Polisi, (Kalemdikpol), Irjen Pol. Imam Sujarwo, serta pejabat teras dilingkungan Kemhan dan Akpol lainnya juga berkesempatan mengadakan peninjauan ke komplek Akpol.

    Adapun tempat yang menjadi peninjauan rombongan Menhan tersebut, meliputi sarana dan prasarana yang terdapat didalam komplek Akpol. Salah satunya adalah mengunjungi secara langsung tempat ataupun stadion yang digunakan untuk pelatihan Anti teror (Platina).

    Selain itu Menhan juga meninjau berbagai fasilitas yang terdapat di dalam lingkungan lembaga Jakarta Center For Law Enforcement Cooperation (JCLEC) yang masih didalam lingkungan perkompleksan Akpol. Kunjungan Menhan ke Akpol tersebut bertujuan untuk mensikronisasikan sarana prasarana program penanggulangan terror yang dimiliki antara TNI dan Kepolisian dalam rangka rencana pembangunan pusat pelatihan pasukan perdamaian (peacekeeping center ) di Sentul, Bogor.

    Turut serta dalam rombongan Menhan, Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Haryanto, Ketua YKPP, Bambang Pranowo, Dirjen Ranahan, Laksma TNI Susilo, Dirkon Dirjen Ranahan, Marsma TNI Agus Purnomo Wulan, serta Kepala Biro TU Laksma TNI Agus Purwoto

    Sumber: DMC
    Readmore --> Pusat Pelatihan Anti Teror Merupakan Bentuk Penanggulangan Ancaman Asimetris

    DPR Cek Rekam Jejak Agus ke Komnas HAM

    Laksamana Agus Suhartono

    JAKARTA(SINDO) – Komisi I DPR tidak mempermasalahkan pengajuan Laksamana Agus Suhartono sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Namun, dalam uji kelayakan atau fit and proper test nanti,Komisi I DPR akan melakukan pengecekan apakah Laksamana Agus Suhartono adalah prajurit yang terbebas dari kasus pelanggaran HAM. “Kita akan melakukan pengecekan ke Komnas HAM. Karena kalau kita menolak, juga akan heboh nanti,”kata Anggota Komisi I DPR Effendy Choirie di Gedung DPR,Jakarta,kemarin.

    Selain ke Komnas HAM,pihaknya juga akan melakukan pengecekan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu penting dilakukan untuk menelusuri riwayat hidup calon Panglima TNI,apakah ada pelanggaran hak asasi atau pernah ada indikasi korupsi, ketika memimpin di angkatan laut. Komisi I DPR dalam waktu dekat akan menggelar fit and proper test calon Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono.

    “Jangan sampai Panglima TNI itu, ketika dulu bertugas di mana-mana, ketika menjadi komandan ini atau komandan itu melakukan pelanggaran HAM. Itu kan kita cek ke Komnas HAM pada Rabu. Kita akan membagi menjadi dua kelompok, ada yang ke Komnas HAM ada juga yang ke KPK,”ungkap politikus PKB ini. Anggota Komisi I DPR dari FPDIP Helmy Fauzi mengatakan, salah satu yang akan ditekankan dalam fit and proper test nanti adalah bagaimana komitmen Agus terhadap HAM.

    Selain itu, netralitas TNI ke depan juga pasti akan menjadi salah satu poin penting dalam uji kelayakan nanti.“DPR perlu mengingatkan soal netralitas kepada calon panglima jangan sampai setiap personel TNI mudah tergoyahkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik,” katanya.

    Sumber:
    SINDO
    Readmore --> DPR Cek Rekam Jejak Agus ke Komnas HAM

    TNI AU Pahami Tindakan Densus 88, Anggap Masalah Selesai

    Barang bukti berupa AK-47, pistol, dan magazin, berhasil disita dari para perampok tersebut. Dalam penggerebekan itu, Densus 88 juga menangkap 18 orang, tiga di antaranya tewas tertembak.(Foto: DETIK)

    Jakarta - TNI AU menilai persoalan Densus 88 yang menerobos Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan, sudah selesai dengan surat protes yang dikirim Komandan Lanud Medan ke Kapolda Sumatera Utara. TNI AU melihat hal ini hanya dinamika antar personel di lapangan saja.

    "Persoalannya sudah selesai, itu hanya dinamika di lapangan saja," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samoedro kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).

    TNI AU tidak menilai tindakan yang dilakukan Densus 88 ini sebagai bentuk arogansi. Menurut Bambang, mungkin saat itu para personel Densus terburu-buru dan baru selesai menjalankan tugas.

    "Ini sudah clear. Mungkin saat itu situasinya tegang, atau kelelahan," terang Bambang.

    Bambang menilai hal ini tidak perlu diperpanjang lagi. TNI AU menyampaikan apresiasi atas berbagai tugas yang berhasil diseleskan Densus.

    "Kita apresiasi dengan baik," terang jenderal bintang satu ini.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Medan mengirim surat protes pada Kapolda Sumut atas tindakan Densus 88 yang tidak prosedural. Pasukan elite ini menerobos Area Delta Bandara Polonia tanpa melalui proses seharusnya dan tidak mengindahkan petugas TNI AU yang bertugas di sana, yang mencoba mengingatkan.

    Peristiwa itu terjadi pada 13 September yang lalu saat Tim Densus hendak terbang dari bandara tersebut. Belakangan diketahui Densus berada di Medan untuk menggerebek pelaku terorisme.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> TNI AU Pahami Tindakan Densus 88, Anggap Masalah Selesai

    Pencapaian Reformasi TNI Perlu Dipaparkan

    illustrasi

    JAKARTA (SINDO) – Pencapaian reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) perlu dipaparkan agar publik bisa mengukur keberhasilan reformasi yang diklaim telah berjalan pada jalurnya.

    Pengamat militer dari Pro Patria, T Hari Prihatono, mengatakan Panglima TNI saat ini seharusnya menjelaskan secara terbuka pencapaian reformasi TNI yang telah berjalan. “Ini kan tidak jelas sampai di mana reformasinya, jadi agenda yang mana yang harus diselesaikan Panglima TNI yang baru nantinya juga tidak jelas,” ujarnya di Jakarta kemarin. Saat ini Hari menilai terkait dengan reformasi TNI, yang dapat terlihat hanya keberhasilan mengeluarkan TNI dari politik praktis.

    Sementara agenda reformasi yang lain seperti proses alih bisnis TNI sampai saat ini tidak diketahui secara pasti kelanjutannya.Padahal telah dikeluarkan berbagai peraturan seperti keputusan presiden, peraturan Menteri Pertahanan, peraturan Menteri Keuangan sampai peraturan Panglima TNI. “Sekarang sampai di mana proses alih bisnis itu? Begitu juga dengan penyelesaian revisi Undang-Undang Peradilan Militer yang sampai kini belum jelas,” katanya.

    Ketidakjelasan pencapaian reformasi TNI lanjut Hari memperlihatkan belum berjalannya transparansi di institusi militer. Padahal harapan untuk menyelesaikan reformasi TNI secara menyeluruh sulit untuk diwujudkan tanpa adanya transparansi. Sebelumnya diberitakan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menitipkan kelanjutan reformasi TNI kepada penggantinya di periode mendatang.

    Seusai melakukan gerak jalan santai bersama prajurit di Mabes TNI Cilangkap, Minggu (19/9) ,Djoko Santoso mengatakan secara subtansial TNI telah melaksanakan beberapa hal pokok terkait reformasi internal TNI sesuai dengan UU No 34/2004 tentang TNI. Secara terpisah anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menyampaikan selama ini tidak ada tradisi bagi Panglima TNI untuk memaparkan pencapaian kinerjanya selama menjabat. “Memang tidak ada.Namun kalau ada akan lebih baik,”katanya.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Pencapaian Reformasi TNI Perlu Dipaparkan

    TNI Kembali Kirim Pasukan Perdamaian



    SURABAYA (SINDO) – TNI kembali dipercaya PBB untuk mengirimkan pasukan perdamaian yang akan bertugas di Lebanon. Dalam partisipasi kali ini TNI mengirim 100 prajurit dari TNI AL.

    Mereka akan bergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII.B United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL) 2010. “Kita kembali mendapatkan kepercayaan dari dunia. Para prajurit sudah kami siapkan untuk bertugas sebaik mungkin di sana,” ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana TNI Bambang Suwarto di Dermaga Ujung, Surabaya, kemarin.

    Pada acara pelepasan itu para prajurit terlihat diantar para anggota keluarganya. Para pengantar tampak terharu dan sedih saat menyaksikan KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 yang membawa mereka bergerak. Salah satunya adalah Merry,21. Perempuan yang sedang hamil sembilan bulan ini harus rela berpisah sementara dengan suaminya Lettu Fuad. Bagi perempuan, ditinggal pergi suami di saat menanti kelahiran buah hati pertama tentu tidak mudah.

    ”Saya sudah siap karena memang ini sudah panggilan tugas,””ujar Merry yang menikah setahun lalu. Satgas terdiri atas 88 orang anak buah kapal (ABK) KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368,7 pilot dan kru helikopter BO0105, 2 paramedis, 1 personel Kopaska dan 2 personel penyelam. KRI Frans kaisiepo-36 dipimpin oleh Letkol laut (P) Wasis Priyono. Kapal beserta personel ini akan bertugas selama 8 bulan.

    Dengan rincian 2 bulan perjalanan berangkat dan pulang, serta 6 bulan berada di lokasi. Rute yang akan dilewati selama pelayaran menuju Lebanon, yaitu Surabaya-Jakarta- Belawan-Chocin-Salalah-Port Said-Beirut. Di Lebanon,prajurit Indonesia akan bergabung dengan negara lain untuk mengemban tugas perdamaian dunia dalam gugus tugas Maritime Task Force (MTF).Tahun lalu, TNI AL juga memberangkatkan KRI Diponegoro-365 ke Lebanon.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> TNI Kembali Kirim Pasukan Perdamaian

    Penyelidikan Sukhoi Distop


    PERSIAPAN UJI COBA, Teknisi Sukhoi sedang mengecek persiapan uji coba terbang pesawat tempur yang baru dibeli dari Rusia itu di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin. Dari tiga Sukhoi baru, dua pesawat telah diuji coba.(Foto: DETIK)

    MAKASSAR (SINDO) – Polda Sulselbar segera menghentikan penyelidikan kasus tewasnya tiga teknisi Sukhoi akibat keracunan spiritus di mes Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin,Senin (13/9). Penghentian kasus tewasnya tiga warga negara Rusia tersebut karena aparat kepolisian tidak menemukan ada unsur-unsur kriminalitas serta bukti-bukti yang mengerah ke dugaan kesengajaan.

    ”Tidak kami temukan indikasi yang mengarah ke tindakan kriminal. Ini murni disebabkan kelalaian para korban sendiri sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” kata Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman kemarin. Polisi menyimpulkan, tiga kru Sukhoi ini menghembuskan napas terakhir akibat keracunan zat metanol (spiritus) yang dioplos menggunakan minuman beralkohol.

    Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi mata dalam kasus ini. Mantan Wakil Kepala Brimob Polri ini menyatakan, tiga warga Rusia sendiri yang membawa minuman beralkohol dari negaranya ke Indonesia. Selanjutnya mereka mencampurkannya dengan berbagai macam zat lainnya hingga menyebabkan mereka mengalami keracunan dan ditemukan meregang nyawa.

    ”Mereka sendiri yang mengoplos minuman beralkohol dan mencampurnya dengan spiritus. Mau diapakan lagi kalau pelakunya sudah meninggal dunia. Jadi, kita berencana menghentikan kasus ini,” ungkap jenderal bintang dua ini saat ditemui di Mapolda Sulselbar,Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin. Johny mengaku masih akan melakukan koordinasi dengan Mabes Polri dan Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin dalam penghentian kasus tersebut.

    Seperti diberitakan, tiga orang anggota tim waranty Sukhoi meninggal dunia akibat keracunan zat metanol yang berasal dari minuman keras. Mereka masing-masing Alexander Poltorak Meksandre, Vorovin Sergei,dan Koronov Viktor Sapanov.Mereka meninggal dunia pada Senin (13/9) lalu. Sedangkan dua lainnya yakni Andre Savkay dan Andrei Spalov berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit setempat.

    Savkay hingga kemarin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, sedangkan Spalov sudah dinyatakan sehat dan telah diizinkan pulang. Dokter ahli penyakit dalam RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr Nu’man Daud menyebutkan, Savkay rencananya baru bisa diizinkan pulang hari ini karena dinyatakan masih harus menjalani pemeriksaan kedua matanya.

    “Hari ini (kemarin) rencananya kita mau pulangkan, tapi karena masih harus menjalani pemeriksaan mata kirinya, Savkay baru bisa dipulangkan besok (hari ini),” ujar Nu’man saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. Sementara itu, satu unit jet tempur Sukhoi SU-27 SKM sukses menjalani terbang uji coba (test flight) di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar pagi kemarin.

    Pesawat ini bermanuver sekitar satu jam mulai pukul 07.31 hingga 08.05 Wita di atas udara Kota Makassar, Maros, Takalar,dan kota sekitarnya. Saat test flightperdana,pesawat tersebut diawaki warga Rusia yakni Alexander Demchenko disaksikan langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna serta sejumlah pejabat TNI Angkatan Udara.

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Sultan Hasanuddin Kapten (Pnb) Agus Subagyo mengungkapkan, test flight perdana Sukhoi kemarin berlangsung sukses tanpa ada kesalahan ataupun masalah.”Terbangnya lancar dan bagus sekali.Pesawat ini sudah melakukan berbagai manuver di atas udara,” ungkap Agus Subagyo kepada harian Seputar Indonesia(SINDO) tadi malam. Sedangkan satu unit pesawat Sukhoi lainnya juga sudah menjalani test flight pada Jumat (16/9) lalu dan dinyatakan sukses.

    Dua jet tempur tersebut tiba di Makassar pada Jumat (10/9) lalu dengan menggunakan pesawat pengangkut Antonov. Satu unit Sukhoi lainnya yang tiba Jumat (16/9) lalu hingga kemarin masih menjalani proses perakitan di Lanud Sultan Hasanuddin oleh sebanyak 40 orang tim khusus dari Rusia.”Kemungkinan Sukhoi terakhir ini akan melaksanakan test flight pekan ini juga kalau tidak ada halangan. Sekarang masih dikerjakan perakitannya,” ujar Agus.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Penyelidikan Sukhoi Distop

    Kutai Timur Layak Jadi Basis Pertahanan TNI

    Peta Kutai (Foto: epress.anu.edu.au)

    Sangata (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen. Purn Salim Mangga, berpendapat Kabupaten Kutai Timur sangat layak menjadi salah satu basis pertahanan strategis TNI.

    "Dari daerah-daerah yang ada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur Sangata layak, karena wilayahnya bila ditarik garis lintang utara, menghadap langsung dengan empat negara tetangga," kata Salim Mengga, di Sangata, Kutai Timur, Kaltim, Senin.

    Salim Mengga, yang merupakan Anggota Komisi I DPR RI, berkunjung ke Kutai Timur sebagai kunjungan pribadi dan mengatakan kedatangannya ke wilayah Kalimantan Timur khususnya Kutai Timur untuk memantau daerah-daerah sekitar perbatasan RI dengan Malaysia.

    "Daerah mana yang mana dianggap layak menjadi daerah basis-basis pertahanan bagi Indonesia, terutama untuk menghadapi gangguan keamanan baik itu dari dalam negeri maupun juga luar negeri," katanya.

    Sebagai Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan dan hubungan luar negeri, Salim Mengga menerangkan bahwa kajian pertahanan kita sampai sekarang tetap mengunggulkan Permesta (Pertahanan Rakyat Semesta).

    Yang mana jelas sekali dalam hal ini lebih menitik beratkan, pada unsur-unsur pemersatu bangsa dalam mempertahankan kedaulatan dan tanah air.

    "Konsep pertahanan Permesta yang merupakan ide Jendral (Purn) Nasution, adalah salah-satu cara terbaik untuk mempertahankan kedaulatan bangsa,"tegasnya

    Ia mengatakan, Kutai Timur, memiliki keunggulan sebagai basis pertahanan, logistik, serta penempatan alat pemukul.

    Untuk menghadapi setiap gangguan dan keamanan yang bersembur dari luar, Kutai Timur amat strategis sekali," ujarnya saat dimintai komentar tentang pertahanan wilayah perbatasan

    Diterangkan, langkah-langkah yang telah dilakukan Komisi I DPR RI mengundang beberapa departemen terkait, untuk membahas kosentrasi pengamanan daerah perbatasan RI, seperti Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, dan Dinas Perhubungan.

    "Inti pembicaraan lebih menekankan,pada penyelesaian perjanjian tapal batas negara serta juga mengedepankan unsur, pembagian wilayah kerja yang tidak tumpang tindih, antara departemen satu dan departemen lainnya." katanya

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kutai Timur Layak Jadi Basis Pertahanan TNI

    Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Maladewa

    Jakarta - Lagu Indonesia Raya berkumandang dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Male, ibu kota Maladewa. Peringatan ini merupakan kali pertama diselenggarakan oleh KBRI Colombo sejak 20 tahun lalu.

    Resepsi diplomatik yang diselenggarakan di Holiday Inn Male pada Minggu (19/9/2010) ini dihadiri Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed. Demikian rilis yang diterima detikcom dari KBRI Colombo.

    Selain itu, bendera Merah Putih juga dikibarkan bersanding dengan bendera Maladewa merupakan bentuk kesungguhan Indonesia dalam menjalin hubungan diplomatik dua negara. Hal ini disambut gembira oleh Presiden Maladewa.

    "Dalam sejarahnya, kemerdekaan Indonesia tahun 1945 telah menginspirasi kemerdekaan negara-negara lain, termasuk Maladewa. Kini, peran Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dalam pelaksanaan demokrasi, sehingga antara Islam dan demokrasi dapat berdampingan," kata Mohammad Nashed dalam sambutannya.

    Menurutnya, langkah-langkah inisiatif yang dilakukan Indonesia seperti "Bali Democracy Forum" merupakan hal yang penting untuk peningkatan kehidupan berdemokrasi bagi negara-negara lain.

    Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI Djafar Husein menyatakan, diplomasi Indonesia 'million friends, zero enemy' selain berusaha meningkatkan persahabatan juga membawa pada peningkatan kesejahteraan dua negara.

    "Kerjasama dan kedekatan Indonesia-Maladewa hendaknya dapat diwujudkan dalam kerjasama perdagangan, pariwisata, dan industri yang akan membawa kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat masing-masing negara," kata Djafar.

    Djafar menambahkan, Indonesia dan Maladewa memiliki kerjasama yang erat dalam berbagai isu global. Termasuk terhadap isu perubahan iklim, Indonesia dan Maladewa sudah membahasnya dalam berbagi forum multilateral.

    Dalam peringatan ini, hadir juga para WNI yang bekerja di Male. Saat ini, jumlah WNI di maladewa mencapai hampir seribu orang yang umumnya bekerja di
    bidang pariwisata, transportasi, dan telekomunikasi.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Maladewa

    Tes Terbang Sukhoi Kedua juga Sukses

    illustrasi

    Makassar - Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, kembali menggelar tes terbang pesawat Sukhoi. Tes terbang pesawat tempur buatan Rusia kedua itu juga berlangsung sukses tanpa hambatan.

    Saat tes terbang, pesawat tersebut dipiloti warga negara Rusia, Alexander Demchenko. Tes terbang dimulai pukul 07.31 WIB sampai pukul 08.05 Wita, Senin (20/9/2010). Acara tersebut disaksikan Komandan Lanud Sultan Hasauddin, Marsekal Pertama Agus Supriatna.

    Kepala Urusan Penerangan Umum & Pasukan Lanud Sultan Hasanuddin, Kapten (Pnb) Agus Subagyo, Sukhoi kedua dari tiga pesawat Sukhoi jenis SU/27 SKM single seat yang tiba pada tanggal 10 dan 16 September lalu ini, melakukan berbagai manuver di udara.
    "Hasil tes terbang kali ini sukses, sama seperti tes pesawat Sukhoi pertama, pada Jumat lalu," ujar Agus.

    Agus menambahkan, Sukhoi ketiga yang tiba pada kamis lalu (16/9/2010), masih dalam proses perakitan di Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin. Setelah rampung dirakit dan layak terbang, ketiga Sukhoi akan bergabung dengan 7 pesawat Sukhoi milik Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin lainnya.

    Pesawat-pesawat itu akan terbang menuju lapangan terbang TNI AU Halim Perdana Kusuma di Jakarta, pada 30 September mendatang. Sepuluh pesawat Sukhoi tersebut nantinya akan meramaikan perayaan HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober nanti.


    Sumber: DETIK
    Readmore --> Tes Terbang Sukhoi Kedua juga Sukses

    Satgas Keamanan Laut di Batam


    BATAM, KOMPAS - Sebulan pascainsiden Tanjung Berakit di perairan Kepulauan Riau, Badan Koordinasi Keamanan Laut membentuk Satuan Tugas Koordinasi Keamanan Laut Batam. Koordinasi antarpemangku kepentingan yang selama ini menjadi titik lemah sistem keamanan laut Indonesia menjadi tugas satuan tersebut.

    Pembentukan Satuan Tugas Koordinasi Keamanan Laut (Satgas Korkamla) Batam tersebut dikemukakan Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksdya Y Didik Heru Purnomo pada Pembukaan Penyegaran Para Komandan/Nakhoda Kapal Patroli dan Geladi Posko XIII 2010 di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/9).

    ”Ada masalah dalam hal koordinasi keamanan laut sebagaimana disebutkan Bapak Presiden. Keamanan laut tidak bisa ditegakkan di meja, tetapi harus di lautan,” kata Didik.

    Menurut mantan Panglima Armada TNI Angkatan Laut Wilayah Timur tersebut, selama ini sistem koordinasi keamanan laut Indonesia baru sebatas di tingkat elite, yakni tingkat strategis dan operasional. Pada tingkat strategis terdapat badan koordinasi yang diketuai Menko Polhukam dengan anggota 12 menteri dan kepala instansi.

    Akibatnya, kebijakan koordinasi elite terputus di lapangan. ”Untuk itu, kami membentuk satgas di daerah. Batam adalah yang pertama,” kata Didik. Wilayah kerjanya mulai dari Selat Malaka sampai Laut Natuna.

    Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mendukung pembentukan Satgas Korkamla itu. Hal itu sesuai karakter Kepulauan Riau yang 96 persen wilayahnya adalah lautan. Sani menilai tepat penempatan satgas di Batam. Batam dekat dengan Selat Malaka yang sangat penting bagi perekonomian di Asia Tenggara dan berbatasan langsung dengan Singapura.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Satgas Keamanan Laut di Batam

    Monday, September 20, 2010 | 9:07 PM | 0 Comments

    English News: Fighter jet crashes in Russia's Far East, no one hurt

    illustration Su-27 Crash(Photos: zgeek.com)

    VLADIVOSTOK, Russia, Sept. 20 (Xinhua) -- A Sukhoi Su-27 fighter jet crashed in Russia's fareastern region of Primorye on Monday, with both pilots aboard having been rescued unharmed, news agencies reported.

    The plane crashed at 01:30 p.m. local time (0230 GMT) at Vozdvizhenka airfield, during a routine mission after repairs.

    The pilots have detected malfunctions and ejected themselves at around 01:09 p.m. local time (0209 GMT). No specific details on the malfunctions of the aircraft were given.

    The crash has earlier been confirmed by Russian emergencies ministry.

    From: xinhuanet
    Readmore --> English News: Fighter jet crashes in Russia's Far East, no one hurt

    Wamenhan Tinjau Perkembangan BUMNIP

    illustrasi

    Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau perkembangan tiga Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP), terutama untuk memantapkan kerja sama dengan mitranya di dalam negeri dan mancanegara.

    Peninjauan ke lokasi tiga BUMNIP tersebut dilakukan di PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad dan PT PAL, mulai Senin.

    Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Wamenhan selaku Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), memfokuskan kesiapan BUMNIP untuk melakukan produksi bersama dan alih teknologi dengan mitra kerjanya baik di dalam maupun mancanegara.

    Selama ini sejumlah BUMNIP telah mampu melakukan kegiatan produksi bersama dengan mitranya di luar negeri. Kerja sama itu disertai alihteknologi.

    Semisal PT DI dengan Eurocopter dalam memproduksi helikopter Super Puma atau Cougar.

    PT Dirgantara Indonesia (PT DI) juga telah melakukan produksi bersama dengan Cassa Spanyol, antara lain untuk pembuatan pesawat CN-235.

    Hal serupa juga dilakukan PT PAL dengan sejumlah perusahaan kapal di mancanegara dalam pembuatan kapal Korvet dan Landing Platform Dock (LPD).

    Dalam kunjungan kerja itu, Wamenhan didampingi Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu, dan perwakilan dari kementerian perindustrian.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Wamenhan Tinjau Perkembangan BUMNIP

    2020, Wisata Luar Angkasa Terwujud

    LONDON - Sebuah pesawat luar-angkasa khusus yang bisa take-off dari bandar udara biasa dan membawa penumpang dari Bumi ke luar angkasa, dipercaya oleh para ilmuwan dapat dijadikan penerbangan komersil luar angkasa pertama dalam waktu sepuluh tahun ke depan.

    Para insinyur telah mengembangkan sebuah pesawat bernama 'Skylone' senilai 700 juta Euro, yang bisa terbang dengan kecepatan 5 kali kecepatan suara. Skylone yang berukuran 270 kaki ini dapat mengangkut maksimal 24 penumpang ke luar angkasa dan dapat dijadikan sebuah penerbangan komersil pertama dalam waktu 10 tahun ke depan. Biaya penerbangan per penumpangnya diperkirakan seharga 6,3 juta Euro. Demikain seperti dikutip dari Telegraph, Senin (20/9/2010).

    "Melakukan perjalanan ke luar angkasa itu memanglah mahal. Kami hanya ingin membuktikan bahwa perjalanan luar angkasa komersil dapat dilakukan. Mungkin kini kita bicara tentang sedikit tentang fiksi-ilmiah tapi secara teoritis tak ada yang dapat menghentikan manusia untuk menjelajahi luar angkasa," ujar Richard Varvill, direktur-teknis dan salah satu pendiri Reaction
    Engines (RE). RE sendiri merupakan perusahaan aerospace asal Inggris yang sedang mengerjakan proyek ini.

    Skylone, pesawat yang tanpa pilot tersebut, bisa terbang dari bandara udara biasa dan tidak memiliki roket eksternal, maupun mesin dengan hydrogen. Pihak UK Space Agency percaya bahwa Skylon bisa merevolusikan perjalanan angkasa dan secara signifikan bisa memotong biaya produksinya dengan pertolongan teknologi terbaru.

    Mereka mengatakan bahwa Skylon bisa menggantikan Space Shuttle Nasa untuk mengangkut 12 ton kargo dan astronot ke International Space Station (ISS) di luar angkasa sana. Laporan juga menyatakan bahwa pengembangan Skylon bisa memakan dana sekitar 7,5 milyar Euro, biaya yang sama untuk mengembangkan sebuah jet Airbus.

    Skylon dikembangkan oleh Reaction Engines dan didukung oleh UK Space Agency. Para pihak yang terlibat akan bertemu minggu depan untuk membicarakan rencana pengembangan penerbangan luar angkasa komersil ini. Reaction Engines mengatakan akan membutuhkan waktu 10 tahun untuk mengembangkan teknologi ini dan akan memungkinkan Inggris menjadi negara pertama yang meluncurkan penerbangan luar angkasa komersil pertama.

    Sebelumnya The European Space Agency (ESA), Russian Federal Space Agency (RKA), dan NASA juga sudah mengeluarkan miliaran dolar untuk proyek yang sejenis tapi selalu menemui kegagalan.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> 2020, Wisata Luar Angkasa Terwujud

    Tes Urine Seluruh Teknisi Sukhoi Negatif

    teknisi sukhoi(Foto: DETIK)

    MAKASSAR (SINDO) – Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Agus Supriatna memastikan bahwa hasil tes urine terhadap seluruh teknisi pesawat tempur Sukhoi dinyatakan bersih dari alkohol dan zat berbahaya lainnya.


    Menurut jenderal bintang satu ini, tes medis tersebut dilakukan untuk mengetahui seluruh kondisi kesehatan teknisi Sukhoi, sebagai buntut meninggalnya tiga orang tim waranty Sukhoi yang diakibatkan oleh zat metanol (spiritus). “Hasil tes urine seluruh perakit Sukhoi sudah keluar hari ini (kemarin). Alhamdulillah semuanya normal dan bersih,” ungkapnya kepada SINDO kemarin. Dengan keluarnya hasil tes urine tersebut, berarti Lanud Sultan Hasanuddin membatalkan rencananya untuk memulangkan para teknisi Sukhoi yang terbukti mengkomsumsi narkoba yang diduga dioplos dengan zat berbahaya lainnya. Sebelumnya, Danlanud mengancam akan memulangkan para teknisi Sukhoi yang terbukti menggunakan alkohol ataupun minuman sejenisnya.

    “Buat apa mereka tinggal di sini kalau kerjanya hanya mabuk-mabukan. Kita akan pulangkan semuanya yang terbukti melanggar,” ujarnya beberapa waktu lalu. Untuk mengantisipasi terulangnya insiden tersebut, pihaknya berjanji kedepannya akan memperketat aturan di Lanud Sultan Hasanuddin, khususnya terhadap seluruh barang bawaan teknisi Sukhoi yang didatangkan dari Rusia. Diberitakan, tiga orang tim waranty Sukhoi meninggal dunia akibat keracunan zat metanol yang berasal dari minuman keras. Ketiganya masing-masing Alexander Poltorak Meksandre,Vorovin Sergei,dan Koronov Viktor Sapanov. Mereka meninggal dunia pada Senin (13/9) lalu.

    Sedangkan dua lainnya yakni Andre Savkay dan Andrei Spalov berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke Rumah Sakit (RS).Savkay hingga kemarin masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo, sedangkan Spalov sudah dinyatakan sehat dan diizinkan pulang.“Savkay hingga hari ini masih dirawat di RS Wahidin untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Kalau memang dia tidak kunjung sembuh,terpaksa kita pulangkan ke negaranya,”beber Agus Supriatna. Sementara itu, tiga unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM yang tiba pekan lalu,akan menjalani test flight pada pekan ini.Ketiga pesawat canggih tersebut hingga kemarin dinyatakan sudah bisa menjalani tes terbang.

    Danlanud mengaku,ketiga pesawat baru tersebut sedang menjalani perakitan tambahan di Lanud Hasanuddin.“Besok dan hari Selasa baru akan test flight. Mudah- mudahan berjalan lancar dan bisa dipakai di HUT TNI mendatang,” pungkasnya. Sebelumnya, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman menyatakan, penyelidikan Polri terhadap kasus tersebut sudah selesai secara keseluruhan, dan hasilnya telah diserahkan kepada pihak TNI AU untuk menindaklanjutinya.

    Mantan Waka Brimob Polri ini menambahkan, Polri juga siap membantu TNI AU dalam kasus tersebut jikalau sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun, lanjut dia, penyelidikan Polri sudah selesai dan telah membuahkan kesimpulan.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Tes Urine Seluruh Teknisi Sukhoi Negatif

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.