ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Monday, September 27, 2010 | 11:16 PM | 0 Comments

    Gudang Senjata TNI Masih Aman dari Teroris


    Barang bukti perampokan ATM di Padang. (Foto: Rus akbar/okezone)

    JAKARTA- Mantan Panglima TNI, Endriarto Sutarto, membantah adanya kemungkinan bobolnya gudang-gudang senjata TNI dan Polri terkait maraknya serangan kelompok bersenjata belakangan ini.

    "Saya tidak punya keyakinan kalau ada kebobolan, lebih kepada sisa-sisa senjata di tempat-tempat yang dulu ada kerusuhan atau konflik seperti Poso, Ambon, dan Aceh," kata Endriarto Sutarto kepada wartawan saat ditemui kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2010).

    Menurutnya hal itu tak mungkin terjadi, karena ia tahu persis senjata yang digudangkan saja masih dirantai dan digembok. Endriarto lebih menyakini kalau senjata-senjata itu didapat dari jalur-jalur pengadaan senjata dari luar negeri.

    "Ternyata GAM khan mendapat senjata ribuan artinya bahwa senjata-senjata itu dengan mudah dari luar masuk ke negara kita, bisa dilihat jalur itu mungkin digunakan kembali untuk mendapatkan," tambahnya

    Purnawirawan berbintang empat itu juga menyarankan untuk lebih mengecek jalur-jalur pengadaan senjata dari luar, dari pada hanya sekedar mengecek gudang-gudang senjata TNI dan Polri yang mungkin kebobolan atau tidak.

    Seperti diketahui sebelumnya paska serangan kelompok bersenjata yang diduga sebagai jaringan teroris di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara Kamis lalu, 23 September, Presiden pun menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri agar agar mengecek gudang-gudang senjata dan amunisi satuan TNI serta Polri

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Gudang Senjata TNI Masih Aman dari Teroris

    Selasa, Presiden Lantik Panglima TNI



    JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (28/9/2010) sore, akan melantik Laksamana Agus Suhartono sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia yang baru menggantikan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Djoko Santoso.

    Pelantikan akan dilakukan Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa pukul 15.00 WIB sore.

    Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto kepada Kompas, Senin (27/9/2010) sore di Jakarta. "Benar, setelah penetapan dari DPR hari ini (Senin), Presiden Yudhoyono akan melantik di Istana Negara, besok sore," tandas Djoko.

    Menurut Djoko, selain dihadiri mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, pelantikan juga akan dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Saat ini, Laksamana Agus Suhartono masih menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

    Ditanya mengenai siapa pengganti Agus Suhartono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Djoko mengaku belum tahu-menahu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Selasa, Presiden Lantik Panglima TNI

    FotoNews: Serahterima 3 Pesawat Tempur Sukhoi


    Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Laksda Susilo, memberi bingkisan pada Deputi Direktur Umum Rosoboronexport Rusia Victor Mikhailovic Komardin sebagai tanda serah terima tiga pesawat Sukhoi SU 27 SKM.


    Dirjen Sarana Pertahanan Kemenhan RI Laksda Susilo, menandatangani surat serat terima tiga Sukhoi didampingi Asisten Logistik Mabes TNI Mayjen Hari Krisnomo.


    Dua dari tiga pesawat tempur Sukhoi SU 27 SKM yang diserahterimakan pagi tadi.


    Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yoesgiantoro membacakan sambutannya dalam serah terima 3 Sukhoi SU 27 SKM.


    Menhan didampingi KSAU Marsekal Imam Sufaat, serta para petinggi TNI dan kepolisian berfoto bersama di depan Sukhoi SU 27 SKM, di Lanud Sultan Hasanuddin.


    Menhan Purnomo Yoesgiantoro didampingi Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov meninjau kockpit Sukhoi SU 27 SKM.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> FotoNews: Serahterima 3 Pesawat Tempur Sukhoi

    TNI AU Akan Beli Rudal Lengkapi Sukhoi

    Makassar (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Imam Sufaat mengungkapkan TNI AU sedang melakukan perundingan dengan Pemerintah Rusia bagi pengadaan peluru kendali atau misil guna melengkapi pesawat tempur tersebut.

    "Kami sedang merundingkan pembelian rudal bagi Sukhoi," kata Kasau kepada pers di Makassar, Senin, usai serah terima tiga pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM dari Pemerintah Rusia.

    Imam Sufaat mengatakan, proses pembelian rudal tersebut dilakukan karena produsen pesawat Sukhoi tidak sama dengan produsen rudal.

    "Pembelian rudal ini memang dilakukan dari Rusia," kata Imam Sufaat saat mendampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

    Imam Sufaat mengatakan, ada hal-hal teknis yang harus dibicarakan dengan pabrik rudal tersebut karena misil tersebut harus sesuai dengan sistem komputer yang ada pada Sukhoi.

    Sementara itu, Menhan Purnomo mengatakan, sekali pun Sukhoi tidak dilengkapi dengan rudal, bukan berarti di dalam pesawat itu tidak ada senjata sama sekali. "Kita membeli bom dari Turen," kata Purnomo.

    Di Turen, Malang, terdapat pabrik amunisi milik PT Pindad yang mempunyai spesialisasi untuk pembuatan senjata serta amunisi.

    Kasau Imam Sufaat menambahkan, pembelian pesawat Sukhoi tersebut satu paket dengan program pemeliharaan dan perawatan.

    Ia mengatakan, untuk 2010, TNI AU mendapat anggaran pemeliharaan sebesar Rp1,3 triliun, sementara pada 2008, Mabes TNI AU hanya menerima biaya perawatan dan pemeliharaan sebesar Rp500 juta.

    Kasau menjelaskan, penggunaan anggaran perawatan pesawat itu berdasarkan instruksi Menhan Purnomo Yusgiantoro yang meminta seluruh jajaran TNI AU untuk merawat dan memelihara alat utama sistem senjata mereka secara maksimal.

    "Jadi, jangan hanya masalah penyediaan pesawat yang harus dibicarakan, tapi juga masalah pemeliharaan dan perawatan," kata Menhan.

    Hadir pada acara tersebut Dubes Indonesia untuk Rusia, Hamid Awaluddin, serta Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin yang merupakan mantan sekretaris militer kepresidenan pada era Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> TNI AU Akan Beli Rudal Lengkapi Sukhoi

    DPR Setujui Agus Suhartono Panglima TNI

    Agus Suhartono Calon Panglima TNI (Foto: PRIMAIRONLINE)

    Jakarta (ANTARA News) - DPR RI menyetujui pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono menjadi Panglima TNI melalui rapat paripurna di Gedung DPR RI di Jakarta, Senin.

    "Dengan telah disetujuinya laporan Komisi I yang telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dengan ini maka DPR telah menyetujui Agus Suhartono sebagai Panglima TNI," kata Priyo Budi Santoso ketika memimpin rapat paripurna DPR.

    Dalam kesempatan tersebut, Priyo juga mengucapkan terima kasih kepada Laksamana Agus Suhartono yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI dengan baik.

    Dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidik juga menyampaikan laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan Komisi I DPR kepada calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

    Menurut Mahfudz, keputusan rapat Komisi I DPR menyetujui pengangkatan Laksamana Agus Suhartono sebagai Panglima TNI dan memberhentikan Jenderal Djoko Santoso sebagai Panglima TNI.

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan terhadap Laksamana Agus Suhartono, menurut dia, Komisi I DPR memberikaqn perhatian khusus terhadap sejumlah agenda yang harus menjadi prioritas pelaksanaan tugas dan fungsi Panglima TNI sekaligus menjadi komitmen bagi Markas Besar TNI serta Kementerian Pertahanan.

    Mahfufz menjelaskan, agenda khusus tersebut meliputi, menuntaskan reformasi di lingkungan TNI yang selama ini sudah berjalan baik, melakukan strategi yang lebih pasti untuk memenuhi kebutuhan minimum essential forces.

    Aganda khusus lainnya, kata dia, mengembangkan postur anggaran TNI setara dengan belpanja rutin dan belanja modal dengan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit.

    Kemudian, penguatan peran TNI di wilayah perbatasan, khususnya wilayah perbatasan maritim dan daerah rawan separatisme.

    Di luar ruang rapat paripurna DPR, Laksamana TNI Agus Suhartono mengucapkan terima kasih kepada Komisi I DPR yang telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap dirinya dengan baik.

    Agus juga mengucapkan terima kasih kepada DPR, karena DPR melalui rapat paripurna juga telah menyetujui pengangkatan dirinya sebagai panglima TNI.

    "Saya mengucapkan terima kasih kepada DPR khusus Komisi I. saya berjanji akanj melaksanakan tugas sebaik-baiknya," kata Agus Suhartono.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> DPR Setujui Agus Suhartono Panglima TNI

    Hari Ini Serah Terima 3 Pesawat Sukhoi

    Menhan Turun Dari Pesawat Sukhoi(Foto: ANTARA FOTO)

    JAKARTA - Timbang terima tiga pesawat tempur Sukhoi dari Rusia ke Indonesia rencananya dilaksanakan hari ini di Makassar.

    Pembelian pesawat ini sempat menjadi perhatian lantaran dibarengi insiden kematian teknisi dari Rusia yang mengawasi perakitan pesawat tersebut. Tiga teknisi Sukhoi ini tewas akibat kelebihan zat methanol atau spiritus dalam tubuhnya.

    "Saya nanti termasuk yang mewakili Komisi I DPR dalam serah-terima tiga pesawat Sukhoi TNI AU," ungkap anggota Komisi I DPR Roy Surya dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (27/9/2010).

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro memastikan bahwa kematian tiga teknisi Sukhoi tidak akan mengganggu rencana pengoperasian pesawat tempur Sukhoi yang akan dipakai HUT TNI pada 5 Oktober 2010 mendatang.

    Menhan menegaskan, serah-terima tiga pesawat tempur Sukhoi dari Rusia ke Indonesia tetap dilaksanakan pada 27 September 2010 di Makkassar dan tidak terganggu kasus kematian tiga teknisi Rusia tersebut.

    Pemerintah Indonesia membeli enam Sukhoi dari Rusia berdasarkan kontrak senilai USD300 juta atau sekira Rp2,6 triliun yang ditandatangani pada 2007. Tiga unit Sukhoi jenis Su-30 MK sudah dikirim pada 2009 lalu, sementara tiga lainnya tiba tahun ini. Dua unit sudah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin pada 10 September lalu, satu lainnya menyusul akhir bulan ini. Pada 2003, Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah membeli empat unit Sukhoi.

    Menurut laporan Ria Novosti, Rusia mempercepat pengiriman pesawat-pesawat, yang seharusnya tiba paling lambat akhir tahun 2010, untuk memeriahkan peringatan ulang tahun TNI pada 5 Oktober mendatang.

    Pesawat tempur andalan Rusia ini rencananya akan menambah satu skuadron tempur di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Kemhan perlu menggenapkan jumlah pesawat Sukhoi menjadi 16 unit untuk menjadikan satu skuadron.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Hari Ini Serah Terima 3 Pesawat Sukhoi

    Sistem Persenjataan Militer Indonesia Paling Minim di ASEAN



    TEMPO Interaktif, MAKASSAR - Dibanding sejumlah negara di ASEAN, sistem persenjataan militer Indonesia (Alutsista) paling minim. Menurut Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Imam Sufaat, keterbatasan anggaran pengadaan pesawat tempur tersebut menjadi kendala untuk mendatangkan pesawat-pesawat tempur tersebut.

    Misalnya saja dianding Thailand dan Singapura, Indonesia masih kurang dalam jumlah pesawat tempur yang dimiliki. Sekarang, selain Sukhoi, yang kini berjumlah 10 unit, TNI AU hanya memiliki F-16 Fighting Falcon, dan F-5 Tiger. Pesawat tersebut saat ini terparkir di Skadron 3 dan skadron 14, Pangkalan Utama Iswajudi Madiun, Jawa Timur.

    "Kita tidak bermaksud untuk berlomba-lomba dalam perkuatan pengadaan pesawat, namun lebih Penting adalah memprediksi ancaman keamanan," kata Imam usai penyerahan Sukhoi ke pemerintah Indonesia di Makassar, Senin 27 September 2010.

    Secara bertahap, Imam mengatakan pengadaan pesawat akan terus dilakukan hingga mencapai 180 pesawat hingga tahun 2024. Jumlah tersebut sudah termasuk pesawat yang sudah dimiliki saat ini.

    Kepala Staf Umum Angkatan Udara Marsekal Madya Edi Harjoko mengatakan, pesawat tempur Indonesia dengan negara tetangga punya kesamaan dan juga perbedaan, utamanya dari segi jumlah.

    "Jelas dari segi jumlah kita masih kurang. Namun segi skill, kita sama dengan Malaysia, Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya," ujar Edi.

    Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro optimistis target pengadaan 180 unit pesawat tersebut akan bisa tercapai. Jumlah itu nntinya akan dibagi dalam 10 skadron yang masing-masing skadron akan menampung 16 sampai 18 pesawat.

    Kondisi ekonomi yang disebutnya kian membaik bisa mendukung hal tersebut. Untuk pengadaan itu, jelas Purnomo, pihaknya berusaha menempuh tiga upaya yakni APBN, kredit ekspor, dan perdagangan dalam negeri.

    "Untuk mewujudkan pertahanan yang tangguh butuh anggaran yang sangat mahal. Karena sebagian alutsista tidak bisa dibuat dalam negeri maka harus meminta bantuan negara lain untuk menjaga kedaulatan," imbuh Purnomo.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Sistem Persenjataan Militer Indonesia Paling Minim di ASEAN

    BPPH KEMBANGKAN SISTEM CONTROL ABILITY KAPAL SELAM



    Sebagai negara maritim, idealnya diperlukan alutsista laut yang handal dan lengkap, tetapi belum dapat diwujudkan karena keterbatasan dana dan adanya efek berantai yang timbul akibat embargo. Dampak embargo ternyata tidak selalu merugikan. Berkat embargo muncul semangat untuk mengurangi ketergantungan pembelian alutsista luar negeri”, ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH), Erwandi saat ditemui di ruang kerjanya, Surabaya (22/09).

    Lebih lanjut, Erwandi mengatakan bahwa salah satu alutsista laut yang strategis dan sarat dengan muatan teknologi tinggi, serta mempunyai efek psikologis yang tinggi terhadap lawan adalah kapal selam. “Karena itulah, sejak tahun 2007 UPT-BPPH bekerjasam dengan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI-AL serta dukungan dari Departemen Pertahanan mulai melakukan desain kapal selam berukuran kecil dengan panjang 22 meter dan menguji modelnya di tangki uji tarik dan di tangki kolam lebar untuk percobaan maneuver di laboratorium BPPH”.

    “Tahun 2010 ini kami berencana untuk merancang sistem control ability kapal selam. Sistem ini nantinya dapat berperan dalam mengontrol gerak kapal secara horizontal, vertikal, menyelam, atau naik ke permukaan laut kembali. Selain itu, rencana ke depan kami juga akan mengembangkan penelitian tentang sumber-sumber noise dari propeller kapal selam. Jadi dengan berkurangnya noise pada kapal selam maka gerakan kapal selam akan sulit terdeteksi oleh musuh”, jelas Erwandi.


    “Saya berharap, nantinya Indonesia mampu membuat kapal selam sendiri. Hal itu tentunya akan menjadi kebanggan tersendiri bagi bangsa kita. Tapi memang tahapannya tidak bisa langsung membuat kapal selam yang besar, harus bertahap. Yang terpenting sekarang ini saya ingin berhasil mengembangkan sistem control ability kapal selam. Karena jika kita sudah memiliki teknologi control ability ini, maka kita dapat membuat kapal selam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan baik untuk pertahanan keamanan maupun pariwisata. Tinggal bagaimana nanti desain kapal selamnya dibuat”, tegasnya.

    Sumber: BPPT
    Readmore --> BPPH KEMBANGKAN SISTEM CONTROL ABILITY KAPAL SELAM

    Menhan: Sukhoi Memang Mahal, Tapi Lebih Mahal Kedaulatan Negara

    Sukhoi Milik TNI AU (Foto: ALUTSISTA)

    Makassar - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengakui pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia cukup mahal . Namun biaya tersebut tak seberapa dibandingkan kedaulatan negara.

    "Jangan kalian berpikir untuk membangun pertahanan kita biayanya mahal sekali. Jauh lebih mahal kalau kedaulatan negeri kita
    diinjak-injak negara asing. Kita selalu ingin damai, tapi kalau harus perang ini menyangkut harga diri bangsa kita," kata Purnomo usai acara serah terima 3 pesawat Sukhoi di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (27/9/2010).

    Pernyataan itu disampaikan Purnomo menanggapi pertanyaan wartawan soal anggaran pembelian 6 Sukhoi dalam kurun waktu 2005-2010. Anggaran pembelian alat temput canggih itu mencapai US$ 333 juta.

    Purnomo menambahkan, Indonesia belum sepenuhnya bisa membuat alutsista sekelas Sukhoi atau jet F16. Saat ini Indonesia baru
    mampu memproduksi pesawat CN 235 yang dibeli Malaysia, Turki dan Singapura.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Eris Hariyanto, mengatakan pemerintah akan membangun perakitan jet tempur KFX pada tahun 2020. Proyek ini dibangun bersama pemerintah Korea Selatan.

    "MOU kerjasama RI-Korsel sudah ditandatangani 15 Juli 2010 lalu. Share-nya negara kita 20 persen, Korsel 80 persen. Pada 2020 akan jadi 5 prototipenya," ungkap Eris.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Menhan: Sukhoi Memang Mahal, Tapi Lebih Mahal Kedaulatan Negara

    Indonesia Target 180 Sukhoi dengan 10 Skadron

    Dari 180 Sukhoi Kemungkinan Juga Pembelian Pak FA



    Makassar (ANTARA) - Indonesia menargetkan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dan membangun 10 Skadron di seluruh Indonesia untuk memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat di Makassar, Senin, menegaskan bahwa pertahanan NKRI harus diperkuat.

    "Untuk mempertahankan kedaulatan NKRI kita menargetkan 180 pesawat tempur Sukhoi dengan membangun 10 Skadron," katanya.

    Setiap skadron, lanjut mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu, akan diisi 18 pesawat tempur buatan Rusia itu.

    TNI AU saat ini sudah memiliki enam pesawat Sukhoi dan bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

    Menurut menteri, bukan hanya Sukhoi yang akan memperkuat pertahanan udara RI tetapi juga pesawat tempur F-16 Fightin Falcon yang sudah masuk dalam rencana kerja strategi (Renstra) Kemenhan sebagai pengganti dari pesawat Hawk Australia.

    Ia mengatakan, target perencanaan penguatan 180 armada tempur TNI AU jenis Sukhoi itu diharapkan terealisasi hingga 2024.

    Purnomo mengatakan, pengadaan pesawat tempur Sukhoi itu sangat dimungkinkan karena pemerintah Rusia siap menyediakan berapa pun jumlah pesawat tempur yang diminta Indonesia.

    Menurutnya, dengan membaiknya kondisi keuangan negara diharapkan semua Renstra Kementrian Pertahanan bisa lebih cepat terlaksana.

    "Dengan membaiknya perekonomian bangsa semakin memudahkan pemerintah untuk memperkuat pertahanan," terangnya.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> Indonesia Target 180 Sukhoi dengan 10 Skadron

    Indonesia Pertegas Persyaratan Alih Teknologi Untuk Persenjataan

    Rudal C-802(Foto: TNI AL)

    Beijing ( Berita ) : Pemerintah Indonesia menegaskan persyaratan alih teknologi dan produksi bersama setiap pengadaan alat utama sistem senjata yang dibeli dari mancanegara, termasuk China, kata Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, di Beijing, Senin [27/09].

    Dalam perbincangan dengan ANTARA sebelum bertemu perwakilan BUMN Industri Pertahanan China, ia menegaskan, persyaratan itu merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional.

    Sehingga, kata dia, pada jangka panjang Indonesia memiliki kemandirian dalam pengadaan persenjataan untuk militer dan kepolisian atau instansi lain terkait.

    “Indonesia tidak mau lagi sekadar sebagai pembeli dan pengguna. Indonesia juga harus mampu membeli dan memproduksi, melalui persyaratan alih teknologi dan produksi bersama,” katanya.

    Sjafrie mengatakan, setidaknya Indonesia diberikan kewenangan 40 persen dari produsen untuk memproduksi beberapa komponen dari alat utama sistem senjata yang dibeli.

    “Ini yang akan kita perjelas dan pertajam dalam setiap pengadaan alat utama sistem senjata dari mancanegara termasuk dengan China. Karena meski Indonesia dan China telah memiliki kerja sama dalam industri pertahanan, namun kerja sama yang ada belum meliputi alih teknologi dan produksi bersama,” katanya.

    Tentang produk persenjataan yang akan dikerjasamakan alih teknologi dan produksinya, Sjafrie mengatakan, sangat bergantung pada dua hal, yakni kemampuan produsen untuk memproduksi senjata yang digunakan Indonesia pada jangka menengah dan panjang serta dalam jumlah banyak, dan kesanggupan Indonesia untuk menggunakan produk tersebut pada jangka waktu lama dan dalam jumlah yang banyak pula.

    “Kalau Indonesia membutuhkan banyak produk ‘A’ dalam jangka waktu lama, tetapi China tidak mampu memenuhinya, ya kita tidak akan lakukan kerja sama khususnya untuk produksi bersama. Karena Indonesia pada jangka panjang menargetkan,dapat memperoleh lisensi dari sebuah produk untuk memproduksi dan menjual. Sehingga, industri pertahanan kita benar-benar mandiri untuk memproduksi kebutuhan di dalam dan luar negeri,” tutur Sjafrie.

    Indonesia saat ini telah menjajaki beberapa persenjataan dari China seperti peluru kendali QW-3 untuk Pasukan Khas TNI Angkatan Udara dan peluru kendali C-802 untuk TNI Angkatan Laut. Sebagian telah menjalani uji coba baik QW-3 maupun rudal C-802.

    Bahkan Indonesia telah berencana untuk melakukan pembelian secara berkesinambungan rudal C-802 untuk meningkatkan sistem tempursejumlah kapal perangnya, sehingga mampu memberikan efek tangkal.

    Sumber: BERITA SORE
    Readmore --> Indonesia Pertegas Persyaratan Alih Teknologi Untuk Persenjataan

    Menhan : 2020 Sudah Ada Generasi Pesawat Tempur Baru



    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

    REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR--Menteri Pertahanan dan Keamanan Menhan), Purnomo Yusgiantoro, menyatakan pada 2020 Indonesia sudah generasi pesawat tempur atas kerjasama dengan Korea Selatan. "Pada 2020 nanti sudah ada generasi pesawat tempur yang dihasilkan dari kerjasama indonesia dengan Korea Selatan," ujar Purnomo Yusgiantoro di Lanud Makassar, Senin.

    Ia mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada tanggal 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan. Dalam kerjasama itu, Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur KFX. KFX sendiri merupakan singkatan dari Korean Fighter Experimental yang merupakan pesawat tempur desain dari Korea Selatan.

    Sekjen Mentri Pertahanan dan Keamanan Marsekal Madya TNI Erris Herryanto juga mengaku jika dalam kerjasama itu, RI akan berusaha agar pembuatan KFX dapat dilakukan di Tanah Air, khususnya di PT Dirgantara Indonesia (DI). "Kita berharap pesawatnya dapat dibuat di sini (Indonesia). Ini akan dibahas dalam kesepakatan selanjutnya," ujarnya.

    Menurutnya, dalam kontrak kerja sama Indonesia-Korsel, lima prototipe ditargetkan untuk dibuat bersama. Satu dari lima prototipe itu akan dibuat di Indonesia sedangkan empat lainnya akan dibuat di Korsel. Setelah kontrak kerja sama itu akan ada fase produksi pesawat tempur yang akan diproduksi dalam negeri. "Setelah kontrak kerja sama itu akan ada fase dimana pesawat tempur akan diproduksi dalam negeri," terangnya.

    Dalam kesepakatan yang diteken Komisioner Kementerian Pertahanan Korsel dan Sekjen Kemhan RI Marsekal Madya TNI Erris Herryanto, Indonesia akan menanggung 20 persen biaya dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Menhan : 2020 Sudah Ada Generasi Pesawat Tempur Baru

    Pilot Alexander Supeli Meninggal Dunia



    Jakarta - Alexander Supeli (54), pilot yang jatuh saat menerbangkan pesawat Super Decathlon PK-NZP di Bandara Husein Sastranegara akhirnya meninggal dunia. Dia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 05.31 WIB.

    "Itu (meninggal) sudah diprediksi sebelumnya karena kondisinya dari kemarin terus kritis," kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), dr Rudy Kadarsah, saat dihubungi detikcom, Senin (27/9/2/2010).

    Rudi menjelaskan, dari kemarin organ tubuh Alexander terus menurun fungsinya, meskipun tim dokter telah berusaha maksimal malakukan penanganan. "Tim dokter sudah maksimal memberi penanganan khusus kepada pasien," imbuhnya.

    Dia menambahkan, pembengkakan di tubuh Alexander hampir merata di sekujur tubuh akibat luka bakar. Inilah yang mengakibatkan korban gagal diselamatkan.

    "Pokoknya dari kemarin kritis terus. Pembengkakan sudah di sekujur tubuhnya," ujarnya.

    Saat ini, jenazah Alexander masih berada di ruang jenazah RSHS.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pilot Alexander Supeli Meninggal Dunia

    Simbol Kebangkitan Industri Pertahanan

    Industri pertahanan harus meningkatkan produktivitas, kualitas dan fasilitas pelayanan. Sebab, produksi pertahanan yang cenderung berkaitan dengan teknologi akan mengandalkan pelayanan dan kepercayaan.

    "Teknologi lebih mengarah pada menjual kepercayaan," ujar Wakil Menteri Pertahanan yang juga Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke PT PAL, PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad, baru-baru ini.

    Potensi pasar di dalam negeri sudah lebih dari cukup untuk mendorong industri pertahanan skala besar. Karena itu, komitmen pemerintah membangkitkan industri pertahanan akan menjadi nafas baru untuk mendongkrak perekonomian nasional yang berorientasi pada pro peningkatan kesejahteraan rakyat sekaligus membuka lapangan kerja.

    Namun, seperti diakui Direktur Utama PT PAL Indonesia Harsusanto, produksi industri pertahanan dalam negeri belum mendapat perhatian dan kecintaan dari instansi pemerintah di pusat maupun di daerah. Seperti yang dialami PT DI, 60 persen kontrak pesanan yang datang ke PT DI berasal dari luar negeri. Pesanan pembuatan kapal yang diterima PT PAL sebagian besar datang dari perusahaan luar negeri, baik untuk pembuatan kapal maupun komponen.

    "Kecuali Kemenhan dan TNI, relatif minim pesanan dari instansi pemerintah pusat, daerah maupun perusahaan swasta nasional dan BUMN yang memesan dari sini, meskipun instansi-instansi tersebut punya kebutuhan utama terhadap kapal," ujarnya.

    Misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun pemerintah daerah dan perusahaan swasta di bidang angkutan laut.

    Pasar Dalam Negeri

    Pasar di dalam negeri punya potensi yang cukup untuk menggerakan roda industri pertahanan dalam negeri hingga mencapai skala internasional. Potensi pasar di dalam negeri sudah lebih dari cukup untuk menghidupkan PT DI, PT PAL dan PT Pindad untuk menjadi industri pertahanan skala besar. Di luar Kemenhan, masih banyak banyak instansi pemerintah pusat dan daerah serta perusahaan swasta yang "wajib" memiliki operasional transportasi udara pesawat terbang maupun helikopter.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad, Adik A Soedarsono mengatakan, industri pertahanan perlu didukung instrumen industri lain di dalam negeri sebagai pemasok bahan-bahan baku pembuatan alutsista dan non-alutsista.

    "Sebagian besar bahan kami peroleh dari luar (negeri). Bahan di dalam negeri belum ada yang memenuhi kualifikasi seperti persyaratan kebutuhan user (pengguna). Selain kualitas masih berada di bawah, harga yang dipatok industri dalam negeri lebih mahal," ujarnya.

    Tanpa ragu-ragu, Andik mengevaluasi kualitas baja produksi PT Krakatu Steel untuk bahan bodi panser Cannon dan Anoa 6x6 buatan PT Pindad. Masih lebih baik kualitas dari Israel, bahkan harganya lebih murah. Andik sambil memperlihatkan kualitas baja PT Krakatau Steel dan kualitas baja perusahaan baja di Israel kepada Sjafrie.

    Komitmen dan keseriusan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan untuk membangun kapal perang canggih dan berteknologi tinggi sebagai kapal perang perusak kawal rudal (PKR) akan menjadi simbol kebangkitan industri pertahanan.

    PKR yang akan menghabiskan biaya 220 juta dolar AS atau senilai Rp 1,9 triliun itu (kurs Rp 9.000/ dollar AS), bukan saja menjadi kebanggaan PT PAL dan Kementerian Pertahanan, melainkan juga kebanggaan PT DI dan PT Pindad untuk berpacu memproduksi alutsista dan non-alutsista.

    "Ini pilot project pemerintah. Proyek ini menjadi jembatan untuk ke depan membangun dan terus membangun. Misalnya rencana membangun kapal selam canggih, membangun pesawat tempur dan alutsista di darat," ujar Sjafrie.

    Selain memprimadonakan panser Anoa 6x6, PT Pindad akan memproduksi kendaraan taktis (rantis) dan kendaraan tempur.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Simbol Kebangkitan Industri Pertahanan

    Sunday, September 26, 2010 | 9:33 PM | 0 Comments

    TNI Siapkan Pembangunan Satu Batalion Tank

    Tank Scorpion TNI AD

    Pontianak(ANTARA) - Komando Daerah Militer XII Tanjungpura mulai membangun satu batalion tank bagian Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat awal tahun 2011 guna menambah kekuatan di kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

    "Batalion tank itu akan kami tempatkan di Kabupaten Bengkayang, untuk memudahkan mobilisasinya kendaraan berat itu di sepanjang kawasan perbatasan Kalbar - Malaysia," kata Komandan Korem 121 Alambhana Wanawai Kolonel Inf Toto Rinanto di Pontianak, Sabtu.

    Ia menjelaskan, rencana pembentukan batalion tank itu secara detil masih digodok di Mabes TNI AD.

    "Pada dasarnya kami siap mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dari gangguan luar dan dalam," kata Totok.

    Menurut dia, lokasi akan dibangunnya batalion tank itu sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

    "Saya bersama Pangdam XII Tanjungpura sudah turun langsung meninjau lokasi pembangunan batalion tersebut," ujarnya.

    Sebelumnya Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Moeldoko membenarkan, pembangunan batalion tank di Bengkayang akan dimulai pada 2011. Jumlah personel yang ditempatkan untuk batalion tersebut sekitar 600 orang.

    "Sekarang, yang ada hanya setingkat Detasemen Kavaleri," kata dia.

    Selain itu, jenis tank yang digunakan saat ini akan diganti dengan yang berkapasitas dan kemampuan tempur lebih baik. Jumlahnya pun lebih banyak.

    Menurut dia, penempatan batalion tank di Bengkayang dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan poros tengah di Kalbar.

    Mobilisasi ke berbagai daerah di Kalbar juga lebih mudah dan cepat karena infrastruktur relatif baik.

    "Misalnya menuju Sanggau, atau daerah perbatasan lainnya, mudah dilakukan," kata Moeldoko.

    Kodam XII Tanjungpura juga akan terus melakukan pembinaan teritorial terpadu dengan pemerintah daerah setempat di wilayah perbatasan. Diantaranya mengenai aspek kesadaran bela negara, kewarganegaraan yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

    Ia melanjutkan, penanganan di perbatasan perlu dilakukan secara menyeluruh. "Tidak hanya membangun sistem pertahanan dan keamanan," katanya.

    Kodam XII Tanjungpura bermarkas di Pontianak dengan cakupan dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

    Sumber: ANTARA SUMBAR
    Readmore --> TNI Siapkan Pembangunan Satu Batalion Tank

    Kopassus Gelar Latihan Penanggulangan Teroris di Bandara Ngurah Rai

    illustrasi (foto: berita hankam)

    Denpasar - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat bakal menggelar latihan penanggulangan terorisme di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Latihan ini melibatkan Pasukan Khusus Australia (SAS).

    Demikian disampaikan General Manager Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Heru Legowo pada jumpa pers di kantornya, Minggu (26/9/2010).

    Latihan gabungan antiteroris ini bakal digelar pasukan kedua negara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai pada Rabu (28/9/2010). Latihan ini dipimpin oleh Komando Jenderal Kopasus Mayor Jenderal Lodewijk F. Paulus. Sedangkan SAS dipimpin Jenderal Mc Owen.

    Latihan tersebut melibatkan 300 personel dari kedua pihak. Mereka latihan membebaskan sandera yang ditawan di dalam terminal internasional. Pelaku menyandera penumpang yang dibajak dari pesawat tujuan Jakarta-Denpasar-Perth.

    Personel yang terlibat dalam latihan ini, di antaranya Kopassus 69 personel, SAS 25 personel. Personel pendukung dari Kodam IX Udayana, Kesdam, Kodim, Angkasa Pura I Ngurah Rai. Kendaraan pendukung adalah Helikopter Bolcow, Helikopter Bell, dan Helikopter ME 17.

    "Latihan ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bandara Ngurah Rai berupaya memberi rasa aman kepada wisatawan mancanegara dan masyarakat," kata Legowo.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Kopassus Gelar Latihan Penanggulangan Teroris di Bandara Ngurah Rai

    Pindad Raih Pesanan Senjata Rp1,3 Triliun

    Panser Pesanan Pindad

    Jakarta (ANTARA News) - Produsen senjata dan amunisi PT Pindad (Persero) meraih kontrak pemesanan senjata mininal Rp1,3 triliun tahun 2010, meningkat dibanding tahun 2009 sebesar Rp900 miliar.

    "Hingga September kontrak yang kami raih sudah mencapai Rp1,3 triliun. Hingga akhir tahun ini masih ada kontrak yang akan kami peroleh," ujar Direktur Utama Pindad, Adik Soedarsono, di sela Indonesia Business-BUMN Expo and Conference (IBBEX), di Jakarta, Minggu.

    Menurut Adik, sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan [RKAP] nilai kontrak hanya Rp1,1 triliun, namun mampu menambah kontrak Rp 200 miliar.

    Meski begitu, Adik tidak menyebut kontrak mana saja yang akan digaet oleh Pindad.Dari total kontrak tersebut, Pindad juga mendapatkan kontrak pembuatan bahan peledak.

    "Pelanggan kami [Pindad] berasal dari perusahaan pertambangan yang biasanya digunakan di Sumatera dan Kalimantan," katanya.

    Kontrak paling besar diperoleh oleh Pindad berasal dari Kementrian Pertahanan dan Keamanan yakni sebesar Rp900 miliar untuk membuat amunisi dan senjata.

    Total peluru yang dipesan oleh Kemenhan pada tahun ini sebesar 80 juta ton.

    "Pesanan dari Kementrian Pertahanan dan Keamanan terus meningkat. Tahun 2009 hanya memesan senjata dan peluru sebesar Rp 650 miliar," ujarnya.

    Ia menambahkan, selain kontrak dalam negeri, Pindad juga memperoleh kontrak luar negeri.

    "Pindad sedang menyelesaikan kontrak ekspor dengan Amerika Serikat. Kontrak ekspor itu, diperoleh pada November 2009 berupa 20 juta ton peluru," katanya.

    Pada 2010 Pindad menargetkan pendapat Rp1,2 triliun.

    "Optimis target tersebut tercapai. Karena hingga semester pertama, jumlah pendapatan yang diperoleh Pindad mampu menembus angka Rp600 miliar," katanya.

    Pada tahun ini, Pindad mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk belanja modal (capex), yang digunakan untuk membeli tujuh unit mesin-mesin baru teknologi Jerman dan Prancis, dengan kapasitas yang lebih besar.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pindad Raih Pesanan Senjata Rp1,3 Triliun

    Kopassus Tiba di Medan



    BERANGSUR NORMAL: Polisi berjaga-jaga di Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, kemarin. Pelayanan di Mapolsek ini mulai normal pascapenyerangan kelompok bersenjata beberapa hari lalu.


    MEDAN (SINDO) – Pengejaran teroris di Sumatera Utara (Sumut) tak hanya ditangani tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Mabes Polri dan pasukan khusus Mabes TNI, juga melibatkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

    Upaya pengejaran teroris yang diduga sebagai pelaku penyerbuan Markas Polsek Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumut, beberapa waktu lalu, terus dilakukan.Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kemarin telah tiba di Medan untuk bertugas membantu penangkapan pelaku. Pasukan Kopassus ini akan ditempatkan di sejumlah wilayah dan titik-titik rawan di Sumut. Mereka saling berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan tim Polda Sumut. Berdasar informasi yang berhasil dihimpun SINDO di lapangan, pasukan Kopassus yang ditugaskan untuk mengejar teroris ini tiba di Bandara Polonia Medan kemarin siang (25/9).

    Jumlah pasukan yang diturunkan ke Medan tidak diketahui pasti. Menurut sumber intelijen yang ikut pengejaran teroris di Medan, sekarang ini petugas yang dilibatkan, yakni Kopassus, TNI, dan Polri.Seluruh tim dibagi tugas dan ditempatkan di beberapa daerah. Satu sama lainnya saling berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan. Dalam tugas ini, seluruh anggota dilengkapi senjata lengkap dan alat komunikasi.“Direncanakan hampir semua pihak akan diturunkan, termasuk Kopassus,” ujar sumber tersebut. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Oegroseno membenarkan bahwa mereka akan dibantu tim Kopassus. Mengenai bentuk keterlibatan dan tugas operasi yang dilakukan Kopassus, masih menunggu kesepakatan bersama.

    “Sejauh ini masih didiskusikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Leo Siegers,” tandasnya. Oegroseno menambahkan, Poldasu sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihakpihak berwenang untuk melibatkan pasukan elite TNI dalam merepresif teroris apabila diperlukan. Pasukan-pasukan elite itu, seperti Detasemen Jal Mangkara TNI AL, Detasemen Bravo 90 TNI AU, Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus TNI AD. Yang pasti, menurut mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini, dalam penanganan pengejaran tersebut, penyelidikan tetap dilakukan mereka. “Jika memang nantinya diperlukan, akan kami koordinasikan. Itu pun nantinya akan dilakukan koordinasi untuk pencegahan karena penyelidikan tetap polisi yang melakukannya,” tandasnya.

    Selain itu, kepolisian berencana berkoordinasi dengan pihak imigrasi yang berada di daerah Sumut dan kepolisian luar negeri untuk membantu mengungkap jaringan yang diduga teroris tersebut. “Kalau nantinya juga bisa koordinasi dengan imigrasi untuk mencegah dari penggunaan paspor. Bila perlu, kami koordinasikan dengan pihak Kepolisian Diraja Malaysia ataupun Singapura,” paparnya. Sementara itu,Tim Penanganan Terpadu Pemberantasan Teroris Polda Sumut terus memburu pelaku hingga kawasan pesisir pantai timur Sumatera dan perairan Sumut. Ketua Tim Penanganan Terpadu Pemberantasan Teroris Poldasu yang juga Wakil Kepala (Waka) Poldasu Brigjen Pol Syafrudin mengungkapkan, berdasar geografis lokasi penggerebekan sarang teroris di kawasan Tanjung Balai, Hamparan Perak, dan Belawan, ketiganya berada di kawasan pesisir pantai.

    Kuat dugaan, para teroris bersembunyi di kawasan pesisir pantai timur Sumatera. Mereka tidak sekadar menyisir kawasan pantai timur yang dicurigai sebagai tempat persembunyian teroris,Poldasu juga melakukan penyisiran hingga perairan Sumut, yang meliputi pesisir pantai di kawasan Kabupaten Deliserdang, Belawan, hingga perairan Kabupaten Asahan. “Dari geografis lokasi penggerebekan, semuanya berada di daerah yang dekat dengan laut. Karena itu, Poldasu tidak hanya menyisir lokasi di kawasan permukiman padat penduduk, juga ke daerah pesisir pantai dan perairan wilayah Sumut,”tandasnya. Khusus penyisiran ke kawasan perairan, Poldasu telah berkoordinasi dengan Direktorat Kepolisian Air (Dirpolair) Poldasu dan Lantamal I Belawan.

    Polisi Pasang CCTV

    Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan jajarannya memperketat keamanan dengan memasang closed-circuit television (CCTV) di masing-masing polsekta daerah pinggiran.Poldasu juga mengerahkan sejumlah personel Brigadir Mobil (Brimob) Poldasu bersenjatakan lengkap. Kepala Kepolisian Daerah Sumut (Kapoldasu) Irjen Pol Oegroseno tadi malam menuturkan, mereka belum merencanakan pemasangan CCTV secara merata di masing-masing polsek jajarannya.

    Pasalnya, belum ada perintah dari pusat (Mabes Polri) untuk melengkapi CCTV di masing- masing polsek. “Kalaupun mau dipasang, pastinya ada perintah dari pusat. Sebab, yang mendanai keperluan itu menunggu putusan dan anggaran dari pusat, tidak sembarangan,” paparnya. Untuk keperluan perlengkapan pengamanan, seperti pengadaan CCTV di masing-masing polsek jajarannya, Oegroseno menyatakan akan dilakukan jika ada dana anggaran dari pusat untuk itu. “Kalau ada anggarannya dari pusat untuk pengadaan CCTV di masing-masing polsek, kenapa enggak dipasang. Karena belum ada pendanaannya, pemasangan belum merata dilakukan di polsek. Jika terlihat sudah ada yang pasang, berarti inisiatif dari kapolseknya, itu malah lebih bagus lagi,” ungkapnya.

    Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini menambahkan, mereka lebih menekankan kepada anggota untuk berbaur dengan masyarakat dan tidak tidur saat bertugas. “Yang pasti, kami tekankan kepada anggota untuk tidak tidur saat bertugas dan lebih berbaur dengan warga di warung-warung. Jangan dengan adanya CCTV bisa membuat anggota terlena saat bertugas,” paparnya. Berdasar pantauan SINDO di Polsekta jajaran Poldasu,pascapenyerangan Polsek Hamparan Perak, seluruh jajaran Polresta Medan dan Polres Pelabuhan Belawan terlihat sibuk melakukan pemasangan CCTV.Personel Brimob yang dipersenjatai lengkap itu hanya dikerahkan di polsek yang berada di pinggiran Kota Medan.

    ”Kalau di sini hanya dikasih senjata, kalau Brimob diturunkan di daerah pinggiran, seperti di Polsek Hamparan Perak itu. Kami hanya dilengkapi senjata laras panjang dan pemasangan CCTV,” ujar seorang anggota Intel yang tidak mau namanya disebutkan.

    Perompak Bersenpi Sandera Kapal Nelayan

    Perompakan oleh kawanan bersenjata api (senpi) kembali terjadi di perairan Belawan, Sumut. Kali ini,seorang nelayan bernama Muhammad Hussein, 45, warga asal Simpang Dobi, Kelurahan Titipapan, Medan Deli, disandera kawanan perompak dengan meminta tebusan Rp20 juta. Berdasar keterangan yang dihimpun, kekerasan itu terjadi Jumat (24/9) dini hari.

    Hussein diculik kawanan pelaku saat mencari ikan menggunakan Kapal Motor (KM) MBF berbobot 50 gross ton (GT) asal Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB). “Kapal kami dirusak, sedangkan semua peralatan komunikasi dirampas. Jadi, kami tak bisa melapor kepada polisi maupun Lanal,” ungkap teman Hussein,Taufik, 30, yang dibebaskan pelaku, Sabtu (25/9) siang. Menurut Taufik, setelah merusak fasilitas komunikasi,kawanan pelaku langsung membawa Hussein ke kapal mereka dan selanjutnya kabur ke arah perairan Aceh Tamiang.

    Taufik mengaku tidak mengetahui jumlah pasti pelaku. Namun, yang menyerang masuk ke kapal mereka berjumlah dua orang dan menggunakan senjata api laras panjang. “Mereka juga meminta tebusan Rp20 juta,” ungkapnya. Peristiwa itu pun memancing reaksi dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Medan.“ Ini tidak bisa didiamkan terus. Aparat hukum harus bertindak tegas,” ujar Ketua DPC HNSI Medan Azhar Ong. Azhar menyatakan, sepanjang tahun ini sudah delapan kasus perompakan terjadi di perairan Belawan. Ironisnya, tak satu pun kasus itu berhasil diungkap. Meski begitu,Azhar mengaku tak keberatan dengan tindakan keluarga korban yang mengadukan kasus itu ke Direktorat Polair Poldasu.

    Dia hanya berpesan agar polisi menanggapi pengaduan itu dengan serius. Kepala Kepolisian Daerah Sumutera Utara (Kapoldasu) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno menyatakan, petugas telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Kepolisian Air (Dirpolair) Poldasu untuk menindaklanjuti kasus perompakan tersebut. Mereka menyerahkan sepenuhnya kasus penanganan tersebut ke Dirpolair Poldasu. Kemarin, mereka telah menurunkan sejumlah personel untuk mengejar pelaku. “Sudah kami sebarkan sejumlah personel Dirpolair untuk pengejaran di Belawan,” tuturnya. Disinggung mengenai keterlibatan pelaku dengan perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan sekelompok orang bersenjata di Markas Polsekta Hamparan Perak yang terjadi, dia belum dapat memastikannya.

    Oegroseno menambahkan, hingga sekarang, mereka masih mengejar dan mencari pelaku perampokan Bank CIMB Niaga serta pelaku penyerangan orang bersenjata di Markas Polsekta Hamparan Perak yang belum terungkap. “Yang pasti, anggota saya masih melakukan pengejaran di lapangan,” pungkasnya.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Kopassus Tiba di Medan

    Nasional Jawa Timur "Ada Jual-Beli Senjata dengan Teroris"

    Senjata dan peluru yang diduga milik teroris di Aceh (Antara/ Irwansyah Putra)

    VIVAnews - Sejumlah aksi brutal dengan menggunakan senjata api makin sering terjadi. Polisi memastikan bahwa para pelakunya adalah jaringan teroris.

    Dari kejadian itu, bidikan polisi kemudian mengarah bahwa senjata para pelaku didapat dari Aceh. Di bekas daerah konflik itu, senjata ilegal dianggap masih banyak beredar.

    Kemungkinan lain, senjata itu berasal dari pembobolan gudang senjata, jual beli dari daerah konflik, dan pembelian dari negara tetangga.

    Untuk memastikan dari mana sumber senjata tersebut, VIVAnews mewancarai Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal I Wayan Midhio. Dalam ketarangannya, Wayan menolak tegas bila senjata milik teroris itu merupakan senjata yang berasal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Ini kutipan wawancara dengan Jenderal I Wayan Midhio:

    Belakangan, polisi mengungkap kelompok teroris dan rampok ternyata bersenjata api. Banyak yang menduga berasal dari TNI, bagaimana menanggapi ini?

    Tidak mungkin, senjata bisa keluar kecuali kegiatan jaga, tugas operasi dan lain sebagainya. Jadi, dengan sistem keamanan begitu ketat oleh TNI tidak memungkinkan senjata bisa keluar. Senjata AK bukan senjata organik TNI.

    Lantas, dari mana mereka memperoleh?

    Ada kemungkinan senjata itu berasal dari bekas daerah konflik di masa lalu, di Aceh misalnya. Senjata yang diserahkan kepada TNI saja 800 pucuk. Diprediksi tidak semuanya diserahkan. Sisa itu yang diperjualbelikan dan dimanfaatkan kelompok teroris untuk membuat resah masyarakat.

    Di daerah konflik selain Aceh terdata?

    Saya tidak punya data itu. Sejata yang disita selalu diumumkan. Kalau tertib sipil dihancurkan pihak kepolisian. Kalau darurat militer dilakukan TNI.

    Dalam penanganan konflik berapa data senjata TNI yang hilang?

    Saya tidak punya. Senjata standar TNI itu SS 1, SS 2, M 16.

    Ada penyelundupan dari pasar gelap seperti dari Mindanau, Thailand, bagaimana?

    Tidak bisa dipungkiri. Dari aspek pertahanan wilayah perbatasan sudah diamankan. Ada 9.000 personel TNI dikerahkan untuk mengawasi wilayah itu. Tapi penyusupan tetap ada.

    Penggagalan Penyelundupan?

    Dalam 10 tahun terakhir memang ada. Tapi saya tidak mendapatkan datanya, itu di satuan intelejen (Mabes TNI), kepolisian ada itu datanya.

    Ada juga yang bilang dapat dari yang jaga gudang senjata?

    TNI tidak ada laporan. Kecuali kasus Aceh waktu tsunami. Laporan kehilangan waktu itu cukup besar.

    Termasuk kehilangan senjata?

    Senjata hilang, semua personel juga hilang, tapi kami tidak tahu persis berapa jumlahnya. Ada di Mabes TNI.

    Bagaimana antisipasi agar senjata tidak bocor dari gudang?

    Sistem keamanan TNI ketat, berangkat di data pulangnya didata juga. Pengamanan ke dalam makin ketat menyangkut kemungkinan terjadi penyalahgunaan.

    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Nasional Jawa Timur "Ada Jual-Beli Senjata dengan Teroris"

    Daewoo Dan HDW Tawarkan Pembuatan Kapal Selam Di PT PAL

    U-214 Buatan HDW Jerman

    Surabaya - Dua perusahaan perkapalan asal Korea Selatan dan Jerman menawarkan proyek pembangunan kapal selam di PT Pal Indonesia.

    "Ada dua perusahaan dari Korea Selatan dan Jerman yang mengajukan proposal kerja sama pembangunan kapal selam," kata Direktur Utama PT Pal Indonesia, Harsusanto, di Surabaya, Rabu.

    Pertama adalah Daewoo, perusahaan perkapalan asal Korea Selatan yang menawarkan pembangunan kapal selam jenis Changbogo kelas 209.

    Disusul kemudian Thyssen/HDW, perusahaan perkapalan asal Jerman, yang juga menawarkan pembangunan kapal selam berkonsep propulsi bebas udara ("air independent propulsion"/AIP).

    "Sebenarnya Daewoo juga menawarkan kapal selam berkonsep AIP. Namanya juga Changbogo, tapi kelasnya berbeda," kata Harsusanto.

    Kedua perusahaan perkapalan tersebut bersedia membangun kapal selam di Pal, sama seperti yang ditawarkan perusahaan perkapalan asal Belanda, Damen Schelde Netherlands Shipyard (DSNS), yang akan membangun kapal perang jenis perusak kawal rudal.

    "Kami juga sudah menyiapkan tempat pembangunan kapal selam di sini. Ada beberapa hanggar yang bisa dimanfaatkan," paparnya.

    Menurut dia, pembangunan kapal selam berbeda dengan kapal-kapal permukaan lain. Pembangunan kapal selam, butuh banyak tempat karena sistemnya terdiri atas beberapa modul.

    "Dengan adanya kerja sama itu, dapat menekan biaya pembuatan kapal selam di sini karena investasi produksi kapal selam itu sangat mahal," ucapnya.

    Harsusanto menjelaskan rencana alih tekonologi untuk pembangunan kapal selam. Untuk kapal selam pertama, teknik perancangan dan instalasi "outfitting" dikerjakan mitra kerja, sedangkan integrasi dan penyelesaian keseluruhan kapal selam dikerjakan Pal.

    Pada pembangunan kapal selam kedua, instalasi "outfitting", integrasi, dan penyelesaian keseluruhan ditangani Pal. Selanjutnya kapal selam ketiga, proses seluruhnya diharapkan dikerjakan di Pal.

    Hingga saat ini, Pal masih menunggu persetujuan dari pemerintah untuk menentukan tawaran dari dua perusahaan perkapalan tersebut.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Daewoo Dan HDW Tawarkan Pembuatan Kapal Selam Di PT PAL

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.