ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, February 5, 2011 | 4:22 PM | 0 Comments

    Komandan Pussenkav : "Semua Alutsista Tahun 1980 ke Bawah Akan Diganti"

    BTR 50 PK Buatan Rusia.

    NGAMPRAH, (PRLM).-Sekitar 60 persen alutsista (alat utama sistem persenjataan) Kavaleri, seperti panser dan tank, tergolong sudah tua. Modernisasi dilakukan secara bertahap hingga 2014 nanti untuk mendukung sistem pertahanan negara agar menjadi lebih mumpuni dan setara dengan negara-negara lain.

    “Semua alutsista buatan tahun 1980 ke bawah akan diganti. Bukan karena sudah tidak berfungsi lagi, tapi karena kita membutuhkan persenjataan modern yang canggih agar minimal dapat sejajar dengan negara-negara lain,” kata Brigjen TNI Burhanudin Siagian, Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, di sela-sela kegiatan pengobatan gratis sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-61 Pussenkav, Jumat (4/2), di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

    Menurut Siagian, akibat banyaknya alutsista yang telah berumur, selama ini prajurit Kavaleri tidak bisa menggelar latihan bersama dengan negara-negara lain, termasuk negara-negara tetanggal di wilayah Asia Tenggara. “Tidak usah ditutup-tutupi. Kita memang masih tertinggal, termasuk dari segi penganggaran. Inilah yang ingin kita kejar secara bertahap,” ucapnya.

    Alutsista baru bagi Pussenkav nantinya tidak melulu didatangkan dari luar negeri. Sebagian di antaranya dipasok dari Perindustrian Angkatan Darat (Pindad). Apalagi sekarang Pindad telah mampu memproduksi angkutan bersenjata kanon.

    Merayakan ulang tahun ke-61, Pussenkav menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, di antaranya pembuatan tanggul penahan banjir sepanjang 500 meter di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, perlombaan Pramuka, pengobatan massal, dan sunatan gratis. Ribuan warga terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

    Dede (48), salah seorang warga Desa Jayamekar, Padalarang, bersyukur bisa mengikuti pengobatan gratis. Ia sakit di pergelangan tangan kirinya yang sudah diderita bertahun-tahun dapat sembuh. “Moga-moga saja saya berjodoh di sini sehingga sakit di tangan ini bisa segera sembuh,” katanya.

    Sumber: PIKIRAN RAKYAT
    Readmore --> Komandan Pussenkav : "Semua Alutsista Tahun 1980 ke Bawah Akan Diganti"

    KCR-40 Clurit Diluncurkan Di Batam



    BATAM - Industri Shipyard di Batam mengukir sejarah baru. Kemaren (4/2) sebuah kapal perang untuk menembakkan rudal, kapal cepat rudal (KCR), diluncurkan setelah hampir setahun dikerjakan. Yang membanggakan, kapal berkecepatan 30 not itu sepenuhnya dikerjakan putra putri bangsa ini.

    Menurut Kepala Dinas Pengadaan TNI-AL, Laksamana Pertama TNI Suryo Djati Prabowo, sebagian besar bahan kapal perang tersebut juga diproduksi didalam negeri. Kapal perang itu dinamai KCR-40 Clurit. "Ini satu-satunya kapal cepat rudal di Indonesia buatan anak bangsa di Batam," ujar Suryo disela peluncuran kapal sepanjang 44 meter
    itu di PT Palindo Marine Industries, Tanjungguncang, kemarin.

    Kapal sejenis yang saat ini dimiliki Indonesia, Kata Suryo, merupakan buatan luar negeri. Namun, fasilitasnya tak jauh berbeda dengan KCR-40 yang sepenuhnya karya anak negeri.Peluncuran KCR-40 yang berbahan baja-aluminium itu dianggap menandai sejarah baru industries perkapalan (shipyard) di Batam. "Dengan keberhasilan ini, kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu membangun dan mengembangkan alutsista (alat utama sistem pertahanan) secara mandiri di dalam negeri," katanya.

    kapal yang sepenuhnya dibuat di PT Palindo Marine Industries, Batam, tersebut akan dilengkapi sistem persenjataan modern. Diantaranya, Sensor weapon control (sewaco), meriam kaliber 30mm enam laras sebagai close in weapon system (CIWS), dan peluru kendali.

    Komandan Lanal Batam Kolonel Laut(P) Iwan Isnurwanto mengatakan, KCR-40 terbuat dari baja khusus yang bagian hulu (lambung). High tensile stell itu juga produk dalam negri yang diperoleh dari PT Krakatau Steel. Untuk bagian atas, kapal tersebut menggunakan aluminium alloy yang memungkinkan stabilitas dan kecepatan tinggi.

    Kapal dengan sistem fixed propeller lima daun juga akan dilengkapi satu unit meriam enam barel 30 mm, dua unit meriam anjungan kaliber 20mm, dan dua set peluru kendali C-705.

    Meski telah diluncurkan dari galangan kapal PT Palindo Marine Industri, KCR-40 masih akan menjalani tahap finishing berupa harbour test, yard trial test, dan sea acceptance test." Setelah beres, kapal buatan Batam itu segera masuk jajaran operasi TNI-AL," ujar Suryo.

    Anak bangsa yang berada dibelakang proses pengerjaan KCR tersebut, menurut Direktur PT Palindo Marine Industries Hermanto, berasal dari institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) di Batam." Desain dan pembangunan kapal ini sejak awal ditangani putra putri bangsa dari ITS di Batam," katanya. (JPNN/WDN/MIK)
    Readmore --> KCR-40 Clurit Diluncurkan Di Batam

    TNI BELUM BERNIAT TAMBAH PERSONEL DI ACEH


    LAMNO, 5/1 - LATIHAN RAIDER. Pasukan Raider dari Batalyon Infantri 112/Dharma Jaya Kodam Iskandar Muda meneriakan yel-yel usai penutupan latihan di Teluk Sudheun, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh jaya, Provinsi Aceh, Rabu (5/1). Penutupan latihan raider oleh Wakasad, Letjen Johanes Suryo Prabowo dan dihadiri Gubernur, Aceh Irwandi Yusuf , Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Adi Mulyono menandai terbentuknya Kesatuan Raider di Aceh. FOTO ANTARA/Ampelsa/Koz/mes/11.

    KODAM IM (4/2),- Meski kekurangan personel, namun pihak Kodam Iskandar Muda menegaskan belum berniat untuk menambah jumlah anggota TNI di Aceh. Apalagi sejauh ini kondisi keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah di Aceh sudah sangat kondusif dan aman. Salah satu indikatornya adalah banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

    Penegasan itu disampaikan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono kepada wartawan disela-sela kunjungan kerja dan silaturrahmi dengan masyarakat Nagan Raya, di Kota Jeuram, Selasa (1/2) kemarin.

    Sebelumnya, saat memberi sambutan dihadapan ratusan tokoh masyarakat, pemuda, dan Aparatur Pemerintahan di Pendapa Bupati Nagan Raya, Pangdam juga menegaskan komitmennya untuk menjaga perdamaian di Aceh. Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan anugerah dari Allah SWT yang wajib disyukuri oleh semua pihak, sehingga perdamaian abadi selalu dapat terjaga dengan baik.

    Pangdam IM mengatakan, personel TNI yang saat ini berada di sejumlah wilayah di Aceh masih sangat kurang jika dibandingkan dengan luas wilayah serta jumlah desa, kecamatan, maupun kabupaten yang jumlahnya mencapai 23 kabupaten/kota. Kondisi ini, kata Pangdam, berdampak pada masih terkendalnya pemantauan oleh pihak Babinsa TNI, karena banyaknya jumlah desa yang harus dijangkau.

    Sangat terbatas

    Menurut Pangdam, yang sangat dibutuhkan pihaknya saat ini adalah penambahan alat pertahanan yang masih sangat terbatas. Untuk penambahan prajurit TNI sejauh ini belum diperlukan, namun menyangkut alat pertahanan saya rasa itu masih perlu, timpalnya.

    Ditanya tentang aktivitas nelayan asing yang menjarah ikan di perairan di Aceh, Pangdam menegaskan sejauh ini belum ditemukan hal-hal yang mengarah kepada gangguan teritorial. Namun demikian, Pangdam menyatakan persoalan tersebut tetap mendapat perhatian serius pihaknya, berkoordinasi dengan Danlanal Sabang serta pihak TNI AL, guna mengatasi aksi pencurian ikan tersebut oleh pihak asing di wilayah Indonesia.

    Bukan untuk perang

    Mengomentari tentang pembangunan Markas Komando Infanteri (Brigif) yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, secara tegas Pangdam Iskandar Muda menegaskan pembangunan markas komando yang bernaung terhadap bidang pertahanan dan keamanan tersebut bukanlah untuk berperang.

    Menurutnya, Mako Brigif itu diperlukan untuk menjaga pertahanan dan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta gangguan separatis. Selain itu, katanya, pembangunan kesatuan TNI dari Brigade Infateri itu merupakan standar pengamanan di institusi TNI.
    Dengan adanya pembangunan markas tersebut, lanjut Pangdam, perekonomian masyarakat di Kabupaten Nagan Raya juga akan tumbuh dengan pesat mengingat jumlah prajurit di kesatuan itu mencapai 1.000 orang.

    Sumber: TNI
    Readmore --> TNI BELUM BERNIAT TAMBAH PERSONEL DI ACEH

    PT Sritex Memasok Seragam Pasukan NATO









    SUKOHARJO, 5/2 - SERAGAM NATO. Beberaapa pekerja memeriksa seragam militer yang siap diekspor di perusahan garmen PT Sritex, Sukoharjo, Jateng, Jumat (4/2). Perusahaan tersebut saat ini memenuhi kebutuhan seragam militer untuk 18 negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta sejumlah negara lainnnya di penjuru dunia. FOTO ANTARA/Saptono/Spt/11
    Readmore --> PT Sritex Memasok Seragam Pasukan NATO

    Friday, February 4, 2011 | 7:25 PM | 1 Comments

    Warga Gorontalo Sambut KRI Banjarmasin-592



    GORONTALO (Pos Kota) – KRI Banjarmasin-592 mendapat sambutan masyarakat Gorontalo dalam kegiatan safari pelayaran keliling wilayah Indonesia bagian Timur memperkenalkan produksi dalam negeri dalam rangka long sea trial pada saat merapat di dermaga umum Gorontalo.

    Kehadiran KRI Banjarmasin-592 mendapat respon positif dari Pemda setempat dan masyarakat Gorontalo, antusias masyarakat Gorontalo pada sore harinya terlihat saat diadakan open ship di KRI Banjarmasin-592.

    Warga Gorontalo diberikan kesempatan untuk melihat dari dekat kapal perang buatan dalam negeri dan setelah melaksanakan debarkasi kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan operasional salah satu Batalyon TNI AD meliputi 3 buah Truck Reo, 1 buah Truck Tanki dan 5 buah Jeep.



    KRI Banjarmasin-592 dengan Komandan Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono kepada para pengunjung kapal perang mengatakan bahwa kapal ini merupakan salah satu unsur kapal perang milik TNI AL yang memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).
    Selama berada di Gorontalo, Komandan KRI Banjarmasin-592 melaksanakan kunjungan kehormatan ke unsur Muspida setempat diawali dengan kunjungan kepada Komandan Kodim 1304 diterima langsung oleh Komandan Kodim Letkol Czi Totok JR, dilanjutkan ke Walikota Gorontalo yang diterima oleh Wakil Walikota H. Feriyanto Mayulu S, Kom, MH dan diakhiri kunjungan ke Gubernur Gorontalo diterima Wakil gubernur H. Tonny Uloi, SE.

    Pada hari ketiga di dermaga Gorontalo setelah apel pagi, sebanyak 70 orang prajurit Marinir dengan Pakaian Dinas Lapangan Tempur (PDLT) lengkap melaksanakan kegiatan Lintas medan (Limed) dengan menempuh jarak sejauh 15 Km melalui route pelabuhan kota Gorontalo menuju pusat kota dan kembali ke pelabuhan dalam rangka kegiatan promosi.

    KRI Banjarmasin-592 melaksanakan acara minum kopi bersama di hanggar Helly yang dihadiri Wakil Walikota Gorontalo dan dihadiri oleh pejabat Muspida Gorontalo.

    Usai acara minum kopi, para pejabat Muspida diberikan kesempatan dan diperkenankan untuk keliling melihat peralatan, dan fasilitas KRI Banjarmasin-592.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Warga Gorontalo Sambut KRI Banjarmasin-592

    Pangarmatim: Tindak Pelanggaran di Laut Masih Tinggi

    Panglima Komando RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto.

    Surabaya - Panglima Komando RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto mengatakan TNI AL terus meningkatkan operasi pengamanan laut, terkait masih tingginya tindak pelanggaran di wilayah perairan Indonesia.

    Penegasan itu disampaikan Pengarmatim usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya dan Lantamal IX Ambon di Surabaya, Jumat.

    "Sampai saat ini tindak pelanggaran di laut masih cukup tinggi, sehingga kegiatan operasi pengamanan juga terus kami tingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan," ujarnya, menegaskan.

    Selain masalah perbatasan dengan negara tetangga, lanjut Pangarmatim, kejahatan lintas negara seperti pencurian ikan, perompakan dan perdagangan manusia juga menjadi perhatian jajaran TNI AL.

    Jabatan Komandan Lantamal V Surabaya diserahterimakan dari Brigjen TNI (Mar) Halim A Hermanto kepada Laksamana Pertama TNI M Atok Urrahman yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Administrasi dan Personel TNI AL.

    Brigjen TNI Halim Hermanto yang memimpin Lantamal V sejak 28 Agustus 2009, selanjutnya mendapat pos baru sebagai Staf Khusus Panglima TNI di Jakarta.

    Sedangkan Komandan Lantamal V Ambon Laksma TNI Dr Dadang S Wirasuta yang akan menempati posisi Staf Ahli Panglima TNI bidang kesejahteraan prajurit, digantikan pejabat baru Kolonel Laut (P) Rahardjo Dwi Prihanggono (Pamen Staf Ahli KSAL).

    Pangarmatim menegaskan sebagai representasi TNI AL di daerah, Lantamal memiliki peran sangat strategis dalam mendukung unsur-unsur operasional.

    "Lantamal harus mampu berperan di barisan terdepan dalam mempertahankan wilayah perairan yurisdiksi nasional dan ikut bertanggung jawab dalam memberikan jaminan keamanan laut di wilayahnya," ujarnya.

    Bambang Suwarto menambahkan jaminan keamanan laut menjadi hal penting, guna mendukung komitmen nasional yang menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu andalan pembangunan nasional di masa mendatang.

    "Keterbatasan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang dimiliki TNI AL, bukan alasan untuk menyerah pada keadaan. Secara bertahap, alutsista yang ada di sejumlah Lantamal akan ditambah sesuai kebutuhan dan anggaran," tuturnya, menambahkan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pangarmatim: Tindak Pelanggaran di Laut Masih Tinggi

    Tunggu Instruksi, TNI AL Siapkan Kapal Jemput TKI Terlantar

    KRI Banjarmasin Merupakan Jenis Kapal LPD.

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) telah menyiapkan tiga armada kapal perang, untuk menjemput ribuan tenaga kerja Indonesia yang kini terlantar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

    Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, kepada wartawan di Surabaya, Jumat (4/2) mengatakan pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dan Mabes TNI AL untuk memberangkatkan kapal tersebut.

    "Kami punya tiga kapal perang jenis LPD ("Landing Platform Deck") yang mampu mengangkut banyak penumpang. Kalau memang ada perintah penjemputan TKI, kapal tersebut siap diberangkatkan," ujarnya.

    Ditemui usai memimpin upcara serah terima jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya dan Lantamal IX Ambon, Pangarmatim menjelaskan ketiga kapal LPD itu adalah KRI Surabaya, KRI Banjarmasin dan KRI Makassar.

    Ketiga kapal perang tersebut biasanya digunakan TNI AL untuk mengangkut pasukan dalam kegiatan operasi atau latihan perang.

    "Yang jelas, kami turut prihatin dengan nasib para TKI yang kini terlantar di luar negeri. Kapanpun, TNI AL siap membantu memulangkan mereka, jika ada instruksi dari pemerintah," ujar Bambang Suwarto.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Irgan Chairul Mahfiz, juga meminta pemerintah segera memulangkan seluruh TKI yang terlantar di luar negeri, terutama di negara-negara kawasan Timur Tengah.

    "Pulangkan semua," katanya ketika bersama sejumlah anggota Komisi IX DPR meninjau Kelompok Berlatih Calon TKI Berbasis Masyarakat (KBBM) di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (3/2).

    Irgan mencontohkan ratusan TKI yang terlantar di Jembatan Kandara, Arab Saudi, harus sudah dipulangkan ke daerah asalnya di Tanah Air sebelum Maret 2011.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Tunggu Instruksi, TNI AL Siapkan Kapal Jemput TKI Terlantar

    TNI, Polri, GAM tak perlu curiga

    TAPAKTUAN - Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Adi Mulyono, menegaskan kondisi keamanan dan kedamaian yang sedang dinikmati mayarakat Aceh, hendaknya terus dipertahankan dan harus dikawal ketat segenap elemen masyarakat.

    Karenanya, untuk mempertahankan kedamaian ini, pihak TNI dan Polri serta mantan GAM, hendaknya tidak perlu saling mencurigai, karena dampaknya akan menimbulkan efek negatif dalam masyarakat.

    Menurut dia, kedamaian yang sudah dicapai melalui MoU Helsinki beberapa tahun lalu, telah membawa kemajuan dan perubahan bagi masyarakat Aceh dalam bidang pembangunan. “Ini bisa terwujud tak lain, berkat kedamaian,” ucapnya, tadi malam.

    Dalam kaitan mengawal kedaulatan NKRI sebagai tugas pokok TNI, khususnya di Aceh, kata Adi, kedepan pihaknya akan terus berusaha mendekati, menyayangi dan mengayomi rakyat, sehingga satu saat ini TNI benar-benar dicintai rakyat.

    Dalam rangka mewujudkan tekad itu, pihaknya tidak lagi mengandalkan senjata sebagai pendekatan keamanan, tetapi melalui program peningkatan perekonomian rakyat, terutama dalam bidang pertanian dan peternakan.

    “Mulai saat ini kita upayakan pembagian bibit bebek misalnya dan bibit tanaman pertanian, sehingga masyarakat merasa terbantu modalnya dalam mengembangkan usaha pertaniannya," ujar Adi.

    Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf, kepada Pangdam, menggambarkan kondisi keamanan dan geografis daerah yang dipimpinnya. ”Kondisi keamanan sangat kondusif, berkat dukungan dan kerjasama dengan aparat TNI dan Polri.

    Sebelumnya di Abdya, Pangdam mengatakan, keterlibatan serta peran aktif para ulama dalam proses perdamaian, selama ini menjadi indikasi masyarakat pada umumnya masih memiliki kedekatan yang ‘intim’ dengan para ulama.

    Sehingga, di era pembangunan yang saat ini terus giat dilakukan di daerah para ulama juga memiliki peran penting dan strategis, jadi sudah sepatutnya dalam setiap proses pembangunan pelibatan para ulama tentu tidak dapat dikesampingkan.

    Sumber: WARTA ONLINE
    Readmore --> TNI, Polri, GAM tak perlu curiga

    Anggota TNI Dilarang Merokok

    Anggota TNI Sedang Merokok Di Kereta Api.


    BLANGPIDIE, KOMPAS.com - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Adi Mulyono melarang semua anggota TNI yang bertugas di Aceh merokok, terutama mereka yang bertugas di batalion, garda terdepan pertahanan TNI.

    Larangan tersebut disampaikan Pangdam saat memberi arahan kepada personel TNI Kompi Senapan E Yonif 115 Macan Leuser di Suak Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu lalu.

    Dalam pertemuan di Kompleks Kompi Senapan E itu, Pangdam Mayjen Adi Mulyono didampingi sejumlah asisten Kodam IM dan istri, Danrem 012/Teuku Umar Kol Inf Arminson, Dandim 0110 Abdya Letkol Arm E Dwi Karyono AS, dan Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH. Hadir juga Kajari Blangpidie Umar Z SH, Danyon 115 ML, Danki Senapan E, Lettu Inf Kusnul, dan sejumlah pejabat setempat maupun anggota FKPPI Abdya.

    Saat memberi arahan bahwa anggota TNI sangat perlu menjaga kesehatan dan stamina yang dapat diandalkan, Pangdam mengajukan pertanyaan, "Siapa di antara kalian yang merokok?" Lalu, beberapa personel anggota Kompi Senapan E mengacungkan jari ke atas sebagai pengakuan bahwa mereka memang perokok.

    “Sejak hari ini, kalian tidak boleh lagi merokok! Kalian bertugas di batalion. Bagaimana melaksanakan tugas kalau merokok?” tukas Pangdam.

    Begitupun, sebelumnya Pangdam Mayjen Adi Mulyono sempat memuji stamina dan derajat kesehatan anggota Kompi Senapan E, termasuk kebersihan asrama yang terjaga bersih. “Melihat postur tubuh kalian, saya sudah tahu bahwa di sini kesehatan memang kalian jaga, termasuk kebersihan asrama,” katanya.

    Menurut Pangdam, setiap orang yang memilih jadi anggota TNI haruslah dapat dibanggakan masyarakat. Oleh karenanya, Pangdam menyatakan tidak mau mendengar lagi ada anggota TNI di Aceh yang menyakiti masyarakat. “Kalian harus baik dengan masyarakat, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran, sehingga bisa menjadi prajurit kebanggaan masyarakat,” tegas Mayjen Adi Mulyono.

    Sumber: TNI
    Readmore --> Anggota TNI Dilarang Merokok

    AS dan China Uji Coba Rudal ke Antariksa

    Rudal Penghacur Satelit Buatan China(Foto:pakalertpress.com)

    Perlombaan senjata canggih terus dilakukan oleh Amerika Serikat dan China, tetapi kini dilakukan di antariksa. Menurut berita di surat kabar Telegraph, Kamis (3/2), di London, Inggris, kedua negara itu meluncurkan rudal-rudal mutakhirnya ke antariksa untuk memusnahkan satelit-satelit mereka yang sudah tak beroperasi lagi.

    Dokumen tentang hal itu dibocorkan oleh situs jaringan WikiLeaks. Disebutkan, AS bereaksi terhadap tindakan China menghancurkan satelit cuacanya dengan ”uji coba serangan” pada 2007. Februari 2008, AS membalas dengan meluncurkan rudal penghancur satelit. Pihak AS beralasan, hal itu dilakukan guna mencegah satelitnya masuk ke orbit bumi dengan membawa bahan bakar beracun. Menurut pihak China, penghancuran satelit oleh AS sebenarnya adalah kesempatan untuk menguji senjata ofensifnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS dan China Uji Coba Rudal ke Antariksa

    TNI Harapkan PT DI Tepat Waktu

    Helikopter NBELL 412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia diserahkan kepada TNI AD yang diterima Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen J Suryo Prabowo (kanan) di Pusat Penerbangan Angkatan Darat Skuadron 21 TNI AD, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (2/2). Helikopter berdaya angkut 15 ton tersebut dapat mengangkut 15 orang, termasuk kru. Helikopter tersebut akan ditempatkan di Skuadron 31 Semarang.

    Jakarta, Kompas - PT Dirgantara Indonesia sebagai salah satu industri pertahanan diharapkan dapat tepat waktu dan meningkatkan kualitas produksinya. Hal ini penting untuk tertib administrasi dan peningkatan kemampuan pertahanan.

    Hal ini disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Johanes Suryo Prabowo saat menerima serah terima satu unit helikopter NBell 412 Extra Performance di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (2/2).

    Suryo mengatakan, sesuai dengan komitmen pemerintah, TNI AD menyambut produksi dari industri pertahanan seperti PT DI untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan. Diharapkan produksi industri pertahanan bisa memiliki harga bersaing dan terus meningkatkan kualitas dan tepat waktu. ”Tepat waktu karena kita juga ada hubungan dengan pemeriksaan eksternal,” kata Suryo Prabowo.

    Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, berkaitan dengan ketepatan waktu itu, untuk pembuatan Bell 412 EP ini, PT DI baru menerima kontrak pada Oktober 2010. Saat itu mereka sudah bekerja tanpa ada kepastian kontrak. Molornya penyelesaian heli ini juga karena ada penambahan spesifikasi. ”Masalahnya, anggaran baru keluar akhir tahun. Tapi, untungnya sekarang kebijakan bisa multi-years, jadi sudah ada perencanaan jangka panjang,” kata Budi.

    Budi mengatakan, NBell 412 EP ini adalah varian terbaru Bell 412. Masih ada kontrak untuk 5-6 Bell lagi untuk TNI AD serta 3 buah maritime patrol untuk TNI AL. Dengan membeli produksi PT DI, banyak keuntungan yang diperoleh TNI. Misalnya, kalau membeli di luar negeri, seperti AS, pasti banyak pembatasan. Sementara dengan PT DI, minta apa saja akan dikasih. ”TNI juga dapat dukungan purnajual dan bisa tingkatkan kemampuan Indonesia, baik dalam pertahanan maupun lapangan kerja,” kata Budi.

    Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigjen N Wachju Rianto mengatakan, heli NBell 412 EP akan dipergunakan untuk heli angkut dan ditempatkan di Skuadron 31 Semarang. ”Nanti juga akan dilengkapi dengan senapan 30 mm di kiri dan kanan heli. Ini untuk pengamanan saat pendaratan,” ujar Wachju.

    Asisten Logistik TNI AD Mayjen Wibowo mengatakan, heli NBell 412 EP berkapasitas mesin yang lebih besar serta semua peralatannya sudah digital. Heli ini juga bisa melakukan an auto-pilot hovering, yakni terbang stabil di udara secara otomatis.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI Harapkan PT DI Tepat Waktu

    Sub Skimmer Buatan Dalam Negeri Lebih Hebat dari Buatan Inggris

    Sub Skimmer Buatan Dalam Negeri.

    JAKARTA (SINDO) - Sekilas rancang bangunnya serupa dengan speedboat pada umumnya.Namun, dengan teknologi dan peralatan yang melengkapinya, kendaraan tempur air buatan dalam negeri ini memiliki kelebihan yang luar biasa.

    Kendaraan tempur air yang dikenal dengan nama Sub Skimmer ini merupakan kendaraan tempur air yang dapat mengapung di atas permukaan air dan memiliki kemampuan menyelam ke dalam air. Di Indonesia yang mengoperasikan kendaraan jenis ini adalah Detasemen Jala Mengakara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan elit korps Marinir TNI Angkatan Laut.

    Pengoperasiannya ditujukan untuk melayani kebutuhan pasukan khusus dalam menyusup ke daerah lawan, melaksanakan sabotase, dan sebagai sarana transportasi pasukan dalam jumlah terbatas. Selama ini Denjaka menggunakan kendaraan sejenis yang didatangkan dari Inggris.Namun, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) memutuskan untuk mengembangkan dan menyempurnakan kendaraan tempur air tersebut.

    Bekerja sama dengan PT Prima Maritim dan Denjaka, proses perancangan, pembangunan, dan uji coba Sub Skimmer dimulai sejak awal 2009. “Pengembangan dengan masukan-masukan dari pengguna terutama Denjaka dimulai sejak 2009,” ujar Direktur PT Prima Maritim Toto Wirawan saat pameran alat-alat pertahanan di Markas Besar TNI Cilangkap beberapa waktu lalu.

    Toto menyatakan, dibandingkan dengan Sub Skimmer buatan Inggris yang selama ini dipergunakan oleh Denjaka TNI AL, produk dalam negeri ini memiliki sejumlah kelebihan.Kemampuan menyelamnya jauh lebih stabil karena dilengkapi rangka kokoh di kedua sisinya yang juga berfungsi untuk melindungi bantalan udara. “Rangka pelindung ini yang tidak dimiliki Sub Skimmerbuatan Inggris,”ujarnya.

    Tidak hanya itu, rangka Sub Skimmer yang dapat memuat sampai enam personel ini juga dibuat dari bahan komposit anti peluru.Dia pun mengungkapkan untuk membuatsatualatsejenismembutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Salah satu tim penguji Sub Skimmerdari Denjaka,Sersan Satu Imron,mengungkapkan,Sub Skimmerdi permukaan dapat mencapai kecepatan hingga 25 knot.

    Sedangkan dalam air mencapai kecepatan antara empat sampai lima knot dengan kemampuan menyelam sampai empat meter dan mampu bertahan di dalam air sampai delapan jam. “Untuk keperluan infiltrasi atau penyusupan sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama,”ujarnya.Pengembangan selanjutnya Sub Skimmer akan dilengkapi peralatan antisonar. Kendaraan ini memang sangat menjanjikan untuk dikembang-kan lebih jauh dan bahkan untuk diproduksi secara massal.

    Saat dipamerkan di pameran alat pertahanan di Mabes TNI akhir Januari lalu kendaraan tempur air ini menyita perhatian dari petinggi-petinggi TNI. Selain merancang Sub Skimmer, Dislitbang TNI AL juga membangun wahana Sky Diving di Brigade Infantri II Marinir Cilandak. Wahana ini berupa mesin penggerak daun propeller putaran tinggi untuk membuat udara tekanan tinggi yang digunakan sebagai sarana latihan melayang di udara sebelum melaksanakan terjun bebas di udara yang sebenarnya.

    Kepala Dislitbang TNI AL Laksamana Pertama Tri Santosa juga mengungkapkan, Dislitbang TNI AL telah mengembangkan alat Reserve Osmosis untuk mengolah air laut menjadi air tawar dengan kapasitas produksi 5 ton/hari.Alat ini sudah digunakan oleh pasukan perdamaian Indonesia di Libanon. “Juga digunakan bagi prajurit yang bertugas pengamanan pulau terluar di Pulau Nipah,”katanya.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Sub Skimmer Buatan Dalam Negeri Lebih Hebat dari Buatan Inggris

    Thursday, February 3, 2011 | 7:34 PM | 0 Comments

    TNI AD Akan Memesan 12 Unit Helikopter NBELL 412 EP

    JAKARTA (Pos Kota) – TNI Angkatan Darat mendapat suntikan helikopter tempur jenis NBELL 412 EP untuk mengangkut pasukan dari PT Dirgantara Indonesia.

    Helikopter buatan dalam negeri tersebut langsung diserahterimakan kepada Wakasad Letnan Jenderal TNI Johanes Suryo Prabowo dari Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), di Markas Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan.

    Dirut PT DI, Budi Santoso mengatakan, helikopter ini diciptakan atas kepercayaan dari Menteri Pertahanan dan Mabes TNI kepada PT DI. “Helikopter ini memiliki kelebihan mempunyai efisa dan power yang lebih besar, serta dilengkapi dengan senjata kaliber 30 di kanan dan kiri pintu,” ungkap Budi.

    Asisten Logistik TNI AD, Mayjen TNI Wibowo, menyatakan, helikopter ini memiliki usia terbang cukup panjang. “Dalam waktu dekat, TNI AD juga akan menerima tambahan 12 unit helikopter jenis sama,” tutupnya.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI AD Akan Memesan 12 Unit Helikopter NBELL 412 EP

    Wednesday, February 2, 2011 | 9:52 PM | 0 Comments

    KEKUATAN PILOT F-5 BERTAMBAH TNI AU

    Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi , Kolonel Pnb Andyawan M.P. saat menyiramkan air kembang diatas kepala Letda Pnb I Gede Ngurah Satrya Wibawa, sebagai tanda upacara tradisi selesai melaksanakan terbang solo dengan pesawat F–5 E Tiger II di Lanud Iswahjudi Rabu (2/2). (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi)


    Satu lagi pilot tempur dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi berhasil terbang solo, Rabu (2/2) yaitu Letda Pnb I Gede Ngurah Satrya Wibawa dengan pesawat F-5E/Tiger II. Momen penting tersebut ditandai dengan acara tradisi pemecahan telur di kepala yang bersangkutan, oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Andyawan M.P.

    Dengan berhasilnya I Gede Ngurah Satrya Wibawa menerbangkan pesawat tempur F-5 secara mandiri (terbang solo), maka kekuatan pilot Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, bertambah, sekaligus sebagai bukti bahwa proses regenerasi terus berjalan, meskipun ditengah kondisi jumlah kesiapan dan jam terbang pesawat yang terbatas.

    Letda Pnb Ngurah putra kelahiran Badung 24 tahun yang lalu merupakan lulusan AAU (Akademi Angkatan Udara) Th 2008, Sekbang (Sekolah Penerbang) angkatan 80 tahun 2009 ini adalah putra kedua dari pasangan I Gede Putu Yasa dan Ni Luh Gede Sukerni. Sebelum berhasil terbang solo dengan F-5 juga pernah menerbangkan pesawat AS-202/Bravo dan T-34/Charlie, saat ini ia telah mengantongi 210 jam terbang.

    Saat terbang solo Ngurah yang saat ini masih menempuh pendidikan terbang Transisi F-5/Tiger Angkatan ke-29 yang dibuka sejak bulan Oktober 2010 lalu,i menggunakan pesawat tempur F-5/Tiger II dengan nomor registrasi TS-0502 di Training Area Lanud Iswahjudi, , pada ketinggian 15000 feet, kecepatan 350 Knots (mill per jam), dipantau oleh Pasiops Skadron Udara 14 Arief Adi Nugroho, dengan jenis pesawat yang sama nomor TS-0516.

    Terbang solo merupakan momen penting bagi seorang pilot pesawat tempur. Guna mengenang peristiwa tersebut, setiap pilot yang berhasil terbang solo disambut dengan acara tradisi berupa pemecahan telur ayam dikepalanya dan penyiraman air kembang usai mendarat.

    Acara pemecahan telur dan penyiraman air kembang berlangsung penuh khitmat, yang dilangsungkan di Shelter Skadron Udara 14, dipimpin langsung oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi, disaksikan sejumlah pejabat dan para penerbang lainnya.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> KEKUATAN PILOT F-5 BERTAMBAH TNI AU

    PERGANTIAN BENDERA MERAH PUTIH DI KARANG UNARANG

    “Karang Unarang merupakan simbol negara di perbatasan laut Indonesia dengan Malaysia. apabila bendera merah putih yang berkibar di Suar Karang Unarang tersebut jelek dan terkesan tidak terurus, apa kata Negara tetangga?” Demikian disampaikan Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi saat melepas Patkamla Ambalat dengan enam personil yang berpangkalan di Posal Sei Pancang menuju perairan Karang Unarang, dalam rangka mengganti bendera merah putih di Suar Karang Unarang.

    Ditambahkan pamen asli Malang, Jawa Timur tersebut bahwa pergantian tersebut rutin digelar setiap sebulan sekali. “Tergantung cuaca”, serta tantangan yang dihadapi bukan hanya ombak dan angin yang besar.

    “Setiap tim yang berangkat, selain berhadapan dengan cuaca yang bisa berubah buruk sewaktu-waktu, tim juga sangat berpotensi berhadapan dengan berbagai bentuk intimidasi dan gangguan dari pihak Malaysia.” Karena itu, Alumni AAL 37 tahun 91 ini menyampaikan kepada segenap masyarakat maritime di Nunukan dan sekitarnya juga ikut setidaknya memperhatikan kondisi Suar Karang Unarang, untuk selanjutnya melaporkan ke Pangkalan TNI-AL Nunukan apabila terjadi keadaan yang mambahayakan dan mengancam kedaulatan Negara.

    Suar Karang Unarang dan benderanya bukan hanyalah benda, namun merupakan wakil dan perlambang kedaulatan Negara di wilayah perairan Karang Unarang. Apabila Karang Unarang aman, maka insyaallah, akan aman pula nelayan RI melaut dan mencari ikan disana” tambahnya.

    Sumber: TNI AL
    Readmore --> PERGANTIAN BENDERA MERAH PUTIH DI KARANG UNARANG

    PRAJURIT KRI TJIPTADI BERSIHKAN SENJATA (AKS)


    Merawat : Anggota KRI Tjiptadi-881 Sedang melakukan Perawatan Dan Pembersihan
    Senjata Anti Kapal Selam Type Roketnaya Bombernaya Ustoeska (RBU).



    Prajurit TNI Angkatan Laut yang berdinas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tjiptadi-881 melaksanakan pembersihan dan perawatan terhadap persenjataan yang dimiliki, saat kapal perang tersebut sedang bersandar di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya (02/02).

    Anggota KRI Tjiptadi dibawah Departemen Senjata dan Bahari (Dept Senbah) melakukan perawatan dan pembersihan senjata anti kapal selam (AKS) buatan Russia. Jenis senjata tersebut adalah Roket Bombernaya Ustoeska (RBU) yang terpasang diatas geladak kapal perang Exs Jerman Timur

    Perawatan yang rutin dilakukan oleh anggota KRI membuat senjata AKS itu masih tetap eksis dapat difungsikan secara maksimal hingga saat ini. Ada dua menara peluncur RBU yang terpasang digeladak kapal. Setiap menara memiliki 12 peluncur roket, sehingga kapal ini memiliki 24 peluncur roket RBU yang mampu di tembakan secara serentak atau satu persatu.

    Setiap persenjataan dikapal perang yang dimiliki TNI AL, diawaki oleh beberapa personel yang bertanggung jawab atas kesiapan alat yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu juga dituntut untuk mampu mengoperasikan dan memahami karakteristik persenjataan itu secara detail dan mendalam.

    Sumber: KOARMATIM
    Readmore --> PRAJURIT KRI TJIPTADI BERSIHKAN SENJATA (AKS)

    Australia Akan Hibahkan 4 Hercules Kepada TNI AU

    Hercules Milik RAAF

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pemerintah Australia akan memberikan hibah empat pesawat Hercules kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Rabu (2/2).

    "Kepala Angkatan Udara Australia telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 27 Januari 2011, dan mereka siap menyerahkan pesawat tersebut," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.

    Menurut dia, dalam kunjungan itu Kepala Angkatan Udara Australia, selain memberikan kuliah kepada taruna AAU, juga melakukan komunikasi dalam rangka realisasi rencana hibah empat pesawat Hercules.

    "Proses penyerahan pesawat hibah tersebut tidak akan dilakukan dalam satu waktu, melainkan bertahap hingga 2012. Tahun ini akan diserahkan dua pesawat, kemudian pada 2012 dua pesawat lagi," katanya.

    Ia mengatakan, setelah diterima, pesawat Hercules tersebut tidak akan langsung dioperasikan, tetapi harus terlebih dulu masuk depo untuk dilakukan pengecekan.

    "Setelah dinyatakan siap untuk pengoperasian, pesawat Hercules tersebut baru diterbangkan untuk mendukung produktivitas kerja TNI AU," kata mantan Gubernur AAU itu.

    Menurut dia, pesawat Hercules yang dibutuhkan TNI AU saat ini sebanyak 30 unit. Namun, TNI AU hanya memiliki 21 pesawat Hercules, sehingga masih kurang sembilan pesawat.

    "Kekurangan pesawat Hercules itu akan dipenuhi dari hibah dan membeli. Sebanyak 30 pesawat Hercules akan digunakan untuk pesawat tanki sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional dua batalyon sebanyak 26 unit," katanya.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Australia Akan Hibahkan 4 Hercules Kepada TNI AU

    Pangdam: Ada yang Mau Ganggu Papua


    Ist

    MERAUKE, KOMPAS.com - Panglima Kodam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Erfi Triasunu menduga ada upaya penyerangan terhadap pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Niugini di pos Nasem, Merauke, Papua. Hal itu bertujuan ingin menciptakan situasi tidak kondusif di Papua.

    ”Di mata Kodam Cenderawasih itu kriminal, yang mungkin karena saya belum bisa mengatakan pasti, ada yang mengendalikan dengan harapan keinginannya bisa tercapai, yaitu ingin membuat situasi daerah tak kondusif. Saya tidak mau menuduh siapa-siapa dulu. Mereka punya tujuan sendiri membuat situasi tidak kondusif,” kata Erfi di sela-sela melihat kesiapan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Niugini (PNG) di pos Nasem, Merauke, Papua, Selasa (1/2/2011).

    Seperti diberitakan sebelumnya, dua warga Kampung Nasem, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, Jumat (14/1/2011), Klemen Samkakai dan Amandus Galum, tewas ditembak aparat TNI Satgas Pamtas RI-PNG di pos Nasem setelah berusaha merebut senjata api milik anggota TNI yang sedang berjaga.

    Seorang anggota TNI Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri 132/ Bima Sakti, Prajurit Satu Sukirman, terluka. Lengan kirinya tertusuk anak panah. Peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT (Kompas, 15/1).

    Menurut Erfi, tindakan aparat menembak pelaku penyerangan sudah sesuai prosedur yang berlaku. Sebelum menembak pelaku, aparat juga sudah mengeluarkan tembakan peringatan. ”Mereka menyerang dan ingin merebut senjata. Langkah (aparat) tersebut sesuai prosedur,” ujarnya.

    Terkait kemungkinan motivasi penyerangan pos Satgas Pamtas RI-PNG Nasem, Erfi menyatakan, Kodam masih berupaya mengungkapnya. Untuk itu, Kodam XVII/Cenderawasih telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Papua. ”Saya sudah perintahkan agar setiap anggota TNI bertugas selalu sesuai tugas pokok dan prosedur tetap,” kata Pangdam.

    90 lokasi pos Menurut Pangdam, pos-pos Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG sebanyak 94 lokasi akan tetap dipertahankan dan tidak akan ditarik pascainsiden penyerangan itu.

    Jumlah pos Pamtas RI-PNG justru masih kurang dari kebutuhan. Ini karena masih adanya potensi ancaman yang datang, baik dari dalam maupundari luar. Tidak menutup kemungkinan jumlah pos satgas pengamanan perbatasan akan ditambah sesuai tingkat ancaman.

    ”Penempatan pos berdasarkan prediksi ancaman. Ancaman dari dalam dan luar, kerja sama luar dan dalam. Ancaman itu selalu ada di mana-mana, makanya kita siaga terus,” katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pangdam: Ada yang Mau Ganggu Papua

    Komisi I Panggil Menlu, Panglima TNI dan Satgas Evakuasi Mesir


    Pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, Selasa (1/2). Militer Mesir mengatakan, mereka tidak akan melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa yang jumlahnya mencapai jutaan orang, yang menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur.(KOMPAS)

    Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi I DPR berniat memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kepala Satgas Evakuasi WNI di Mesir Hassan Wirajuda. Surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada masing-masing instansi.

    "Komisi I DPR telah melayangkan surat untuk memanggil mereka terkait rencana evakuasi WNI yang ada di Mesir," kata anggota Komisi I Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (1/2) sore.

    Nurhayati menjelaskan, pemanggilan itu adalah untuk mengetahui langkah yang akan diambil oleh Pemerintah Indonesia. Ia berharap hari ini mereka bisa datang.

    Seperti diketahui, Kementerian Luar Negeri telah membuka 23 posko komunikasi dan tiga titik penampungan di Kairo. Pesawat Garuda dengan daya tampung 428 orang juga sudah menuju Kairo untuk melakukan evakuasi pertama terhadap WNI di Mesir.

    Pesawat ini juga membawa Satgas Evakuasi Mesir yang dibentuk oleh Presiden SBY. Selanjutnya mereka akan melakukan langkah-langkah operasional serta evaluasi terhadap perkembangan terbaru di Mesir.

    Sumber: METRONEWS
    Readmore --> Komisi I Panggil Menlu, Panglima TNI dan Satgas Evakuasi Mesir

    Industri Pertahanan Indonesia



    Mantan Presiden BJ Habibie menyampaikan pendapatnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/1). Pertemuan tersebut membahas seputar alutsista dan industri pertahanan nasional. (Foto: ANTARA)

    Presiden ke-3 RI BJ Habibie kembali buka suara soal pesawat terbang dan industri pertahanan Indonesia yang menurutnya tidak memiliki arah yang jelas menuju kemandirian. Bahkan mantan Menteri Riset dan Teknologi di masa pemerintahan Soeharto itu menilai industri pertahanan kita mandek. Soalnya, tidak ada dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.

    Benarkah demikian? Jawabnya bisa benar dan bisa keliru. Penilaian Habibie bisa jadi benar karena harapan akan kemandirian industri pertahanan atau pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) belum mampu dipenuhi produsen industri strategis Indonesia, dan untuk melengkapi kebutuhan alutsista, kita masih membeli atau impor dari beberapa negara.

    Tetapi, melihat perkembangan industri strategis kita dan rencana besar yang sudah dicanangkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, seperti membuat pesawat tempur dan kapal selam, pasti ada kemajuan besar. Apalagi beberapa produk industri strategis dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), misalnya, diminati negara lain. Meski demikian, kehadiran Habibie dalam rapat dengar pendapat umum di Komisi I DPR, Senin (31/1), bertujuan mendapatkan masukan bagi pembahasan RUU Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan.

    RUU ini sedang digodok oleh Komisi I DPR. RUU ini penting agar Indonesia punya industri pertahanan nasional yang bisa menjadi sumber ekonomi sekaligus devisa bagi bangsa. Dalam konteks membahas industri strategis dalam bidang pertahanan ini, ada dua kutub pandangan. Pertama, pandangan Habibie yang tahu betul soal ini dan ikut membangun institusi untuk memajukan industri pertahanan. Kedua, kenyataan bahwa industri pertahanan masih berjalan dan tengah menatap kemajuan meski belum signifikan.

    Kita berharap pandangan kritis, dan mungkin ungkapan kekecewaan Habibie, mendapat reaksi positif dari pihak terkait, lalu melakukan pembenahan dan mulai melakukan aksi nyata bagi kemandirian industri pertahanan kita. Berbicara soal industri pertahanan, ada baiknya kita kutip pernyataan mantan Menristek Kusmayanto Kadiman dalam sebuah semiloka “Revitalisasi Iptek Hankam untuk Kemandirian Industri Pertahanan 2025”.

    Dia mengatakan untuk menuju kemandirian, perlu ada kebijakan strategis penguasaan teknologi pertahanan dan keamanan yang selama ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan alutsista, peningkatan kapabilitas kemampuan iptek pertahanan dan keamanan di kalangan industri nasional, serta hal lainnya. Namun, semua itu tidak akan tercapai tanpa sinergi yang solid antara pemerintah dan seluruh instansi terkait dalam menjawab tantangan pengembangan produk-produk andalan iptek pertahanan dan keamanan nasional.

    Karena itu, sungguh tepat penegasan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro bahwa revitalisasi industri pertahanan dalam negeri perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Sebab keberadaan industri pertahanan dalam negeri seperti PT DI dan produsen pesawat lainnya, selain dapat memenuhi alutsista, seperti Super Puma NAS 332/C Tactical Transport yang diproduksi oleh PT DI, turut menyumbang kelengkapan alutsista TNI AU.

    Industri pertahanan kita juga telah berhasil membuat kapal perang terbesar se-Asia Tenggara dengan dilengkapi peralatan tempur canggih. Setelah itu, kini, Kementerian Pertahanan mulai serius mempersiapkan rencana pembuatan kapal selam yang merupakan alat tempur bawah laut tersebut. Pemikiran dan pandangan Habibie yang menginginkan agar Indonesia lebih mengutamakan industri pertahanan dalam negeri harus kita dukung.

    Begitu juga rencana-rencana besar Kementerian Pertahanan untuk terus melakukan revitalisasi dan memajukan industri pertahanan. Mendekatkan pandangan Habibie dan kinerja industri pertahanan dalam negeri, kita hanya ingin mengingatkan bahwa kemandirian, terutama dalam bidang alutsista, mutlak diperlukan sebuah negara. Jika alutsista kita bergantung pada produk negara lain alias impor, akan selamanya kita bergantung dan tidak bisa mandiri.

    Selain itu, usaha besar yang pernah dirintis Habibie, seperti membangun institusi lembaga penelitian, mengembangkan PT DI, dan membina sumber daya manusia yang jumlahnya ribuan, kurang dimanfaatkan. Akibatnya, banyak tenaga terdidik dari Indonesia kini dimanfaatkan negara lain, sementara yang ada di Indonesia kurang dimanfaatkan.

    Sumber: KORAN JAKARTA
    Readmore --> Industri Pertahanan Indonesia

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.