ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Monday, July 25, 2011 | 11:18 AM | 0 Comments

    Hibah 24 F-16 Akan Di Tempatkan Di Makassar

    Makassar - Dalam memaksimalkan pengamanan wilayah udara di kawasan timur Indonesia, Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II kembali akan melengkapi alusista dengan pembelian pesawat F-16 selain pesawat tempur sukoi. Pesawat F- 16 ini rencananya akan ditempatkan di skuadron udara 3.

    Pangkoopsau II, Marsda TNI R Agus Munandar sebelum pelantikan dan pergantian Pangkoopsau II ke ke Marma TNI Ismono Wijayanto menjelaskan pemerintah melalui anggaran yang sudah ditargetkan akan menambah pesawat tempur F-16 block 32 dengan jumlah 24 pesawat atau satu skuadron. Khusus di Lanud Hasanuddin, saat ini sudah ada 10 sukhoi.

    "Soal anggaran, inilah tantangan yang harus dipecahkan TNI AU, yang jelas keuntungan pesawat ini karena dapat dipakai hingga 20 tahun ke depan. Saya kira bisa terdukung karena pemerintah sudah menargetkan," terang Agus.

    Sebelum meninggalkan Makassar menuju tempat bertugas barunya Agus menitip pesan agar setiap personel tetap menjaga kesiap-siagaan menghadapi ancaman, terutama masalah terorisme dan penyelundupan senjata tetap harus menjadi prioritas.

    "Selain keselamatan penerbangan dan kerja (lambangja) yang sudah harus dijaga di jajaran kerja kami, saya menitip pesan untuk tetap menjaga kekompakan, dan selalu berpegang pada prinsip Integrity, profesional and excelence. Terima kasih atas bantuan seluruh masyarakat dan pemerintah selama saya menjalankan tugas saya disini," urai Agus.

    Serah terima jabatan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II dari Marsda TNI R Agus Munandar kepada pejabat yang baru, Marsma TNI Ismono Wijayanto berlangsung di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Senin, 25 Juli. Selanjutnya Agus akan menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasau di Jakarta.

    Sumber : FAJAR
    Readmore --> Hibah 24 F-16 Akan Di Tempatkan Di Makassar

    PT INKA Berpeluang Topang Industri Pertahanan Indonesia

    Madiun - PT Industri Kereta Api (PT INKA) memiliki peluang yang cukup luas untuk menopang industri pertahanan negara, yang selama ini masih dilakukan oleh PT Pindad.

    Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, dalam kunjungan kerjanya bersama tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II lainnya dan Panglima TNI ke PT INKA di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu, sore.

    "Selama ini PT INKA memang fokus dalam hal transportasi perkeretaapian. Namun, mereka memiliki kemampuan yang suatu saat bisa ditransfer untuk menopang dan memperluas industri pertahanan negara. Apabila nanti Menteri Pertahanan menganggap hal tersebut perlu dilakukan, maka peluang itu sangat ada dan sangat mungkin," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto, kepada wartawan.

    Menurut dia, PT INKA memiliki elemen-elemen lain yang bisa dibangkitkan untuk menopang industri pertahanan Tanah Air, disamping fungsi utamanya mengembangkan produk transportasi sesuai perkembangan kebutuhan ekonomi masyarakat. Kesinergian inilah, yang membuat pihaknya, Menhan, dan menteri terkait lainnya ada di INKA saat ini.

    Djoko memandang PT INKA merupakan industri strategis milik negara yang memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan utama dalam negeri, baik untuk pemenuhan kebutuhan mobilitas ekonomi dan transportasi massal. Apalagi saat ini, INKA memiliki kemampuan lainnya untuk mendukung bidang pertahanan.

    Keberadaannya sejajar dengan PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan industri strategis lainnya milik negara.

    "Hal inilah juga, mengapa Menteri Bappenas ikut melakukan kunjungan kerja ke PT INKA. Karena hasil kunjungannya ini berkaitan langsung dengan perencanaan-perencanaan jangka menegah dan panjang yang harus ditopang oleh industri-industri strategis milik negara, seperti INKA," terang Djoko Suyanto.

    Dengan demikian, lanjutnya, kebijakan pemerintah yang menekankan agar prioritas kebutuhan dalam negeri ditopang oleh industri strategis setempat, dapat terwujud.

    Sementara, Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko, menyambut baik wacana Menko Polhukam dan menteri lainnya. Menurut dia, dengan dasar kompetensi industri transportasi, PT INKA juga dapat mendukung kemandirian dalam industri pertahanan dan keamanan negara.

    "INKA memiliki bagian penting dalam industri stragtegis negara. Disamping tugas pokoknya sebagai industri strategis di bidang perkeretaapian, INKA juga dapat menunjang kemajuan sistem logistik nasional, sistem transportasi perkotaan, kereta, dan darat, serta sebagai industri penunjang untuk industri pertahanan," kata Roos Diatmoko.

    Menurut Roos, INKA akan mencoba membuat beberapa produk penunjang kendaraan militer seperti "rolling chases" (perangkat roda penggerak) untuk kendaraan taktis seperti tank, "landing craft tank", dan kendaran penarik beberapa artileri.

    "Tentunya yang tidak dibuat BUMN bidang pertahanan lainnya seperti PT PAL maupun PT Pindad," ucap Roos Diatmoko berkelakar.

    Selain Menko Polhukam Djoko Suyanto, tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang melakukan kunjungan kerja ke PT INKA adalah, Menteri Pertahan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Keempatnya juga didampingi oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

    Mereka sebelumnya transit dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Iswahjudi Magetan. Di sana, rombongan para menteri dan Panglima TNI ini juga meninjau alat utama sistem senjata (alutsista), tepatnya di skuadron udara 3, 14 dan 15 pangkalan setempat.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> PT INKA Berpeluang Topang Industri Pertahanan Indonesia

    Sunday, July 24, 2011 | 10:17 PM | 0 Comments

    Menhan : Skuadron Sukhoi Dan F-16 Akan Segera Dilengkapi

    Madiun - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memastikan bahwa pemerintah akan melengkapi Skuadron Sukhoi dan F-16 yang sudah dimiliki oleh TNI Angkatan Udara (AU) selama ini.

    "Kami sudah anggarkan dari APBN untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dengan penambahan jumlah pesawat guna menggenapi Skuadron Sukhoi dan F-16 yang telah ada saat ini," ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro saat kunjungan kerja ke PT Industri Kereta Api (PT INKA) di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu.

    Menurut dia, pelengkapan Skuadron Sukhoi dan F-16 ini untuk menambah kekuatan tempur TNI AU yang saat ini masih minim. Diupayakan untuk pesawat Sukhoi akan dilengkapi hingga satu skuadron penuh, demikian juga dengan pesawat F-16.

    "Untuk F-16 akan dihitung terlebih dahulu berapa jumlah pastinya untuk bisa menjadi satu skuadron penuh. Bahkan kalau memungkinkan akan dilengkapi hingga menjadi dua skuadron penuh," kata Menhan.
    Adapun untuk penempatannya hanya masalah teknis saja. Hal ini masih dibicarakan lebih lanjut dengan melibatkan KASAU dan pihak terkait lainnya.

    Selain melengkapi Skuadron Sukhoi dan F-16, Kementerian Pertahanan juga akan melakukan pembelian suku cadang-suku sadang dari pesawat yang saat ini sudah dimiliki oleh TNI AU. Sehingga diharapkan pesawat-pesawat tempur yang ada dapat kembali terbang.

    Berdasarkan data dari Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Lanud TNI AU Iswahjudi, Lanud Iswahjudi Magetan memiliki tiga skuadron. Ketiga Skuadron tersebut adalah satu skuadron pesawat tempur F-16, satu skuadron pesawat tempur F-5, dan satu skuadron pesawat Hawk yang akan segera diganti dengan pesawat tempur taktis T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan.

    Sumber : REPUBLIKA
    Readmore --> Menhan : Skuadron Sukhoi Dan F-16 Akan Segera Dilengkapi

    Kualitas Senjata SS 1 Buatan Pindad Lumayan

    Jakarta - Tim ekspedisi Bukit Barisan yang baru saja selesai menunaikan misnya tak hanya menemukan flora dan fauna baru. Tim yang terdiri dari 787 prajurit, pecinta alam, dan relawan itu juga melakukan uji coba persenjataan. Tentu, senjata yang digunakan buatan Indonesia.

    ”Uji senjata dilakukan oleh personel dari Kopassus dengan sengaja tidak membersihkan senjata selama satu bulan selama di pedalaman hutan,” ujar Kadispen TNI AD Brigjen Wiryantoro kemarin. Senjata itu lantas diuji tembak dan dinilai akurasinya.

    ”Hasilnya, dari 32 pucuk SS-1 yang diujicoba hanya empat yang macet. Ini berarti baik,” katanya. Itu berarti, senjata buatan dalam negeri masih sangat layak digunakan untuk medan berat dan situasi pedalaman hutan seperti gerilya.

    SS1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI. Senapan ini diproduksi oleh PT Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

    Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan.

    SS-1 diproduksi dalam 2 konfigurasi utama, yaitu senapan standard dan karabin pendek. Versi senapan standar disebut SS1-V1 (FNC “Standard” Model 2000) dan karabin disebut SS1-V2 (FNC “Short” Model 7000). Kedua varian diatas dilengkapi dengan laras yang berisi pelintiran tembakan tangan kanan sepanjang 178 mm (untuk stabilisasi mengantisipasi peluru SS109 belgia yang lebih berat).

    Menurut Wiryantoro, uji coba senjata itu memang direncanakan untuk mengukur kualitas senjata lokal. ”Supaya kita bisa melakukan penilaian yang akurat. Karena itu memang sengaja tidak dibersihkan seakan-akan dalam situasi gerilya,” katanya.

    Seluruh tim eksepedisi bukit barisan tersebar ke tujuh wilayah ekspedisi yaitu Gunung Leuser (Aceh), Gunung Sinabung (Sumut), Gunung Singgalang (Sumbar), Gunung Kerinci (Jambi), Gunung Seblat (Bengkulu), Gunung Dempo (Sumsel), Gunung Tanggamus di Lampung.

    Selama pelaksanaan kegiatan ekspedisi ini, Tim Flora-fauna telah berhasil menemukan sejumlah 8 spesies baru terdiri tiga flora seperti jenis Impatiens sp1/pacar air di pantai cermin Surian Solok selatan Sumbar, jenis Impatiens sp2/pacar air di Paninggahan danau singkarak Solok Sumbar,jenis Impatiens sp3/pacar air di Sijunjung Sumbar.

    Juga lima fauna seperti kodok jenis Microhylasp,Philatus sp1,Philatus sp2,Philatus sp3, lalat jenis Drosophila, yang seluruhnya ditemukan di GunungTujuh Kerinci Jambi,serta menemukan dua jenis fauna langka seperti Kucing Emas (Golden cat)di Gunung Dempo Sumatera Selatan serta Burung Ciung Mungkal (CochoaBeccarii) di Gunung Singgalang Sumatera Barat. Rencananya, hasil ekspedisi ini akan dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit group Jawa Pos JP Books.

    Sumber : Kaltim Post
    Readmore --> Kualitas Senjata SS 1 Buatan Pindad Lumayan

    Saturday, July 23, 2011 | 5:30 PM | 0 Comments

    Helikopter Mi-35 Dan Bo 105 TNI AD Lakukan Uji Fungsi Amunisi Dan Senjata

    Jakarta - Dalam rangka memenuhi kebutuhan alutsista TNI AD khususnya Puspenerbad, Kemhan RI telah melakukan pengadaan 3 unit Helikopter Mi-35P beserta 3 pucuk senjata Canon Gsh 30K, munisi Canon Kal 30 mm, serta 6 unit Rocket Launcher B8V20-A dan Rocket S-8 Kom Kal 80 mm.

    Guna mewujudkan kesiapan operasional senjata dan amunisi Helikopter Mi-35P maka dilaksanakan uji fungsi senjata Canon Gsh 30K beserta Canon Kal. 30 mm dan Roket Launcher B8V20-A serta Roket S-8 Kom kal. 80 mm. Uji fungsi senjata dan Amunisi Helikopter Mi-35P dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 20 Juli 2011di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD.

    Dalam pelaksanaan Uji Fungsi Senjata dan Amunisi Helikopter Mi-35P hadir turut menyaksikan Danpuspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto, beberapa Pamen dari Kemhan, Mabes TNI, Mabesad, dan Dislibangad serta Muspida OKU Timur didampingi oleh Danpuslatpur Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Moch. Fachrudin.

    Pelaksanaan kegiatan Uji Fungsi Senjata dan Amunisi Helikopter Mi-35P berjalan lancar dan aman.

    Sumber : Puslatpur

    Baca Juga

    Latihan menembak Senjata Pesawat Helikopter Bo 105 Skadron 11/Serbu TA. 2011 digelar pada tanggal 21 Juli 2011 di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, latihan ini diikuti oleh 48 orang dari Skadron 11/Serbu Penerbad dan didampingi oleh personel Puslatpur Kodiklat TNI AD sebagai pengawas dan pemandu daerah latihan.

    Latihan ini bertujuan untuk memelihara, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kerjasama antar awak pesawat terbang dalam melaksanakan penembakan senjata pesawat terbang sesuai rating dan persenjataan pesawat terbang.

    Sasaran yang ingin dicapai adalah menguasai dan mampu melaksanakan prosedur bongkar pasang Roket FFAR 2,75 inch, menguasai dan mampu melaksanakan prosedur tindakan pengamanan Roket FFAR 2,75 inch, menguasai dan mampu melaksanakan prosedur komunikasi tehnik menembak senjata pesawat terbang dengan roket launcher FFAR 2,75 inch dan mampu melaksanakan penembakan senjata pesawat terbang dengan Roket Launcher FFAR 2,75 inch.

    Materiil yang digunakan dalam latihan ini adalah Pesawat Helicopter Bo 105 sebanyak 2 unit dan Roket FFAR 72 butir yang terdiri dari Roket FZ 32 (Smoke) 40 butir dan Roket FZ 71 (Anti Personel) sebanyak 32 butir.

    Pelaksanaan latihan menembak senjata pesawat Helikopter Bo 105 Skadron 11/Serbu berjalan lancar dan aman.

    Sumber : PUSLATPUR
    Readmore --> Helikopter Mi-35 Dan Bo 105 TNI AD Lakukan Uji Fungsi Amunisi Dan Senjata

    90 Prajurit Marinir Di Pulau Nipah Belum Mendapatkan Tunjangan

    Batam - Sebanyak 90 prajurit marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang bertugas di Pulau Nipah belum menerima tunjangan. Dalam kondisi demikian dan ditambah kesejahteraan hidup serba tak memadahi, empat kali dalam empat bulan terakhir, kapal aparat Malaysia memasuki perairan Indonesia di sekitar Pulau Nipah.

    Perihal belum cairnya tunjangan tersebut dipaparkan Letnan Satu Marinir DM Suari, Komandan Kompi Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah-Rondo-Berhala, saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan Sjarief Sjamsoeddin di Pulau Nipah, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (21/7).

    Beberapa kendala yang kami hadapi adalah uang lauk-pauk terlambat. Selain itu tunjangan dua bulan terakhir akan dirapel, kata Suari.

    Tunjangan yang dimaksud Suari adalah tunjangan tugas di pulau terluar tak berpenghuni. Nilainya 150 persen gaji pokok yang dibayarkan langsung melalui rekening bank. Sementara uang lauk-pauk yang juga diberikan per bulan, nilainya Rp 21.000 per hari.

    Di samping tunjangan, sejumlah kendala yang berhubungan langsung dengan operasional tugas penjagaan pulau terluar dikemukakan Suari. Di antaranya adalah tidak adanya kapal khusus di Pulau Nipah serta keterbatasan akses komunikasi.

    Akibat nihilnya kapal khusus di Pulau Nipah, untuk kepentingan berbelanja logistik di pasar terdekat misalnya, prajurit mengandalkan kapal nelayan yang melintas lima hari sekali. ongkos sewanya Rp 600.000 pergi-pulang.

    Sementara untuk akses komunikasi, permasalahannya adalah sinyal yang menjangkau Pulau Nipah secara konsisten justru dari operator telepon selular di Singapura. Satu-satunya sinyal dari salah satu operator domestik, kondisinya timbul-tenggelam.

    Di tengah situasi tersebut, sebagaimana dikemukakan Komandan Pleton Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah Letnan Satu Marinir Jarot Witono kepada Kompas, empat kali dalam empat bulan terakhir, kapal aparat Malaysia masuk ke perairan Pulau Nipah. Kapal-kapal itu kemudian kembali ke perairan internasional setelah petugas memberikan tembakan peringatan ke udara.

    Kepada para prajurit, Sjafrie mengimbau agar mereka tidak berkecil hati dan tetap melaksanakan tugas dengan maksimal di tengah kendala dan keterbatasan yang ada. Sementara perihal masuknya empat kapal Malaysia ke perairan Pulau Nipah, Sjafrie mengatakan belum menerima laporannya.

    Pulau Nipah adalah satu dari 92 pulau kecil terluar milik Indonesia. Dari Pulau Batam, jaraknya hanya satu jam perjalanan kapal cepat ke arah barat. Berhadapan langsung dengan Singapura dan jalur laut internasional menjadikan peta geopolitik maupun ekonomi pulau itu strategis.

    Pemerintah berencana mengembangkan Pulau Nipah menjadi kawasan terpadu di sektor ekonomi dan pertahanan-keamanan. Dari 43,37 hektar (ha) luas daratannya, 28,47 ha akan dikembangkan menjadi kawasan industri jasa maritim di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara 15 ha lagi akan dikembangkan menjadi kawasan pertahanan-keamanan di bawah Kementerian Pertahanan.

    Selama ini, Mabes TNI telah menyiagakan pasukan terdiri atas 90 prajurit di Pulau Nipah. Rotasi dilakukan setiap enam bulan.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> 90 Prajurit Marinir Di Pulau Nipah Belum Mendapatkan Tunjangan

    Menhan: Warga Libanon Senang Dengan Adanya Indobatt

    Jakarta - Para masyarakat Libanon mendukung Indonesia Batalyon (Indobatt), pasukan TNI yang bergabung dalam misi perdamaian PBB di Libanon. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan hal itu usai mendampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pada acara senam pagi bersama di kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (22/7) pagi. “Indobatt kita ke Libanon juga membawa mobil pintar. Itu bertujuan untuk bagaimana kita bersosialisasi. Masyarakat sekitar memang mendukung kita dan itu merupakan nilai sukses dari Indonesia Batalyon dalam peace keeping Indonesia di Libanon,” kata Menhan.

    Pada kesempatan itu, Ibu Negara sempat meninjau kesiapan 2 mobil pintar sekaligus meresmikan pencanangan pengiriman ke Libanon untuk mendukung misi Indonesia dalam peace keeping force.

    Menhan menerangkan, di dalam mobil pintar terdapat penerangan tentang Indonesia seperti televisi, permainan lego ala Indonesia. "Di situ kita bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Juga berisi buku-buku edukasi (pendidikan) dan pemeliharaan kesehatan dan sebagainya," kata Menhan.

    Buku-buku tersebut, kata Menhan, lebih menonjolkan karakter Indonesia walaupun ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa setempat. “Saat saya di sana, mereka memberikan apresiasi karena militer-militer yang lain tidak melakukan interaksi dengan masyarakat sekitar. Kita ada (interaksi). Mereka bisa membaca buku-buku dari Indonesia, berbahasa Inggris dan bahasa setempat,” katanya.

    Menurut Menhan, dua mobil pintar tersebut akan dikirim sebelum 5 Oktober 2011 mendatang. Pengiriman mobil pintar ke Libanon ini prinsipnya melakukan community development untuk berinteraksi dengan penduduk di Libanon. “Karena pada prinsipnya kalau kehadiran pasukan kita dan tidak dekat dengan masyarakat, saya kira akan sulit,” kata Purnomo.

    Sumber : JURNAS
    Readmore --> Menhan: Warga Libanon Senang Dengan Adanya Indobatt

    Letjen Dari Rusia Lantik 60 Prajurit Marinir Jadi Pengawak BMP-3F

    Surabaya - Pemimpin delegasi Angkatan Bersenjata Rusia, Letnan Jenderal Alexander Ilin, melantik 60 prajurit Korps Marinir TNI-AL menjadi pengawak pertama tank amfibi BPM-3F setelah mereka mengikuti pelatihan selama empat bulan.

    Pelantikan itu dilakukan di sela-sela penutupan Kepelatihan Dalam Negeri Tank Amfibi BMP-3F Korps Marinir TNI-AL yang dipimpin Komandan Pasmar-1 Korps Marinir TNI-AL, Brigadir Jenderal TNI Marinir A Faridz Washington, di lapangan apel Karangpilang, Surabaya, Jumat.

    Dalam upacara itu, Ilin juga menyerahkan sertifikat pengawak-pengawak pertama tank BPM-3F yang dibeli Indonesia dari Rusia melalui perusahaan negara itu, Rosoboronexport, tahun lalu.

    Acara penutupan itu juga dihadiri Kepala Staf Pasmar-1, Kolonel Marinir Saud Tambatua, Danlanmar Surabaya, Kolonel Marinir Yuliandar TD, Komandan Komando Latihan Korps Marinir TNI-AL, Kolonel Marinir Widodo DP, dan Komandan Pusat Pendidikan Kavaleri Korps Marinir TNI-AL, Kolonel Marinir Lasmono

    Kursus itu diikuti 60 personel, terdiri dari 24 personel Resimen Kavaleri-1 Marinir, 30 personel Resimen Kavaleri-2 Marinir, dua personel Denhar Pangkalan Marinir Surabaya, dan empat personel dari Pusdikkav Komando Pendidikan Korps Marinir TNI-AL.

    Dalam sambutannya, Washiington mengatakan kesiapan arsenal Korps Marinir harus didukung dengan kesiapan prajurit yang mengawaki kesenjataan itu.

    "Kesiapan itu telah ditunjukkan jajaran Korps Marinir yakni dengan mengadakan program pelatihan ini," katanya.

    Menurut dia, pelatihan itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, pendalaman serta penguasaan tentang teknis pengoperasian dan karakteristik seluruh komponen material tank amphibi BMP-3F.

    "Melalui pelatihan itu, awak kendaraan tempur BPM-3F diharapkan dapat lebih menguasai tentang kemampuan dan keunggulan kendaraan tersebut yaitu kemampuan daya tembak, keunggulan sistem kendali senjata, kemampuan daya amphibi, serta kemampuan daya kejut yang tinggi," katanya.

    Dengan demikian, hasil dari pelatihan awak Ranpur itu akan menjadi kebanggaan kesatuan Korps Marinir TNI-AL serta menjadi kader bagi penerus selanjutnya. BMP-3F yang dibeli Indonesia merupakan versi ekspor tank amfibi itu dengan sejumlah kekhususan yang disesuaikan dengan keperluan pertahanan maritim nasional.

    Di antara keunggulan itu adalah kemampuan "berenang" di laut dengan kecepatan 10 mil laut per jam pada gelombang laut berstatus state 3. Dengan meriam smoothbore berkecepatan rendah, proyektil pelurunya diklaim bisa menembus baja sekelas cobham yang dikenakan tank Challenger 2 buatan Inggris.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Letjen Dari Rusia Lantik 60 Prajurit Marinir Jadi Pengawak BMP-3F

    Anggaran Alutsista Tahun 2011 Gagal Terpenuhi Karena Dialihkan Untuk Subsidi BBM Dan Listrik

    Jakarta - Kebutuhan anggaran untuk program pembangunan kekuatan pokok minimum TNI 2024 dalam APBN Perubahan 2011 gagal terpenuhi karena besarnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

    Alhasil,pengadaan alutsista dari luar negeri sementara ini ditiadakan. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, total anggaran yang akan diperoleh dari APBN Perubahan 2011 untuk pertahanan hanya sekitar Rp2,5 triliun, dari total Rp9 triliun yang dibutuhkan.

    Hal itu diketahui setelah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR pada Kamis (21/7) malam. ”Tapi, kita juga menyadari subsidi BBM, subsidi listrik membengkak hampir Rp60 triliun. Jadi, kita di satu sisi juga menyadari bahwa APBN kita sekarang harus menanggulangi dulu subsidi dan itu adalah hal ekonomi yang penting,” katanya seusai senam sehat bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, Herawati Boediono, dan beberapa menteri KIB II di Jakarta kemarin.

    Dari anggaran Rp2,5 triliun itu, hanya Rp2 triliun yang diperuntukkan bagi pengadaan program kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF). Sisanya, Rp0,5 triliun,untuk non-MEF seperti pembangunan proyek Sentul untuk peacekeeping operation, counter terrorism, bencana alam,dan standby forces.

    Selain itu juga untuk pembiayaan sertifikasi tanah yang selama ini masih menjadi masalah. Purnomo mengungkapkan, anggaran untuk pengadaan alutsista sebesar Rp2 triliun itu masih bisa bertambah.Komisi I DPR menyetujui sisa anggaran penyesuaian terhadap dana pendamping rupiah untuk pinjaman luar negeri sebesar Rp300 miliar digunakan untuk pembangunan alutsista.

    Mantan Menteri ESDM itu menuturkan,alokasi untuk MEF mayoritas akan diperuntukkan bagi biaya pengadaan alutsista dari dalam negeri.Kecuali untuk pembelian suku cadang pesawat tempur. Dengan demikian, mayoritas dana akan terserap ke BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis) maupun BUMNIP (Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan).

    ‘’ Saya tidak ingat detailnya (besaran alokasi per perusahaan), tapi lebih dari 90% untuk kebutuhan dari dalam negeri,”ungkap dia. Komisi I DPR mewantiwanti agar anggaran yang terbatas itu harus bisa dimanfaatkan secara baik dan dapat memberikan nilai ekonomis kepada rakyat.

    ”Harus membeli perlengkapan dari dalam negeri agar BUMNIS kita bisa berkembang dan punya nilai tambah terhadap tenaga kerja yang ada,”kata Wakil Ketua Komisi I DPRTubagus Hasanuddin. Sebelumnya Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, meski anggaran terbatas,tidak ada matra tertentu yang bakal diprioritaskan dalam pengadaan alutsista.

    Hanya saja, suku cadang pesawat tempur TNI Angkatan Udara sulit dibeli dalam negeri, karena sejauh ini suku cadang pesawat tempur masih bergantung pada asing. ”Kita tentu tidak ingin pesawat tempur TNI AU grounded,” tambahnya.

    Pengamat militer dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto menilai,tidak sulit untuk mengalokasikan anggaran bagi pembelian alutsista dari dalam negeri, sebagaimana yang juga diminta Komisi I DPR.Kebutuhan anggaran untuk industri pertahanan dalam negeri masih sedikit lantaran kapasitas produksinya kecil.

    Dengan anggaran MEF sekitar Rp2 triliun itu,Kementerian Pertahanan masih tetap bisa membangun industri pertahanan dalam negeri.Caranya dengan mengoptimalkan kapasitas produksi yang telah dicapai sekarang, lalu menumbuhkan kapasitas itu.

    Ia menggambarkan, misalnya PT Pindad dengan kapasitas produksi 300 unit panser Anoa hingga 2014 atau PT PAL dengan 6-10 unit kapal cepat rudal tinggal diberikan anggaran untuk mereka sesuai dengan kapasitas itu.”Yang jadi masalah adalah kapasitas produksi tidak akan bisa menyerap anggaran yang dialokasikan,” tuturnya.

    Andi menerangkan, dari estimasi anggaran normal untuk MEF sebesar Rp150 triliun (jika terpenuhi), untuk industri pertahanan dalam negeri bisa menyerap 10-20% saja sudah cukup hebat. ”Artinya masih ada sekitar Rp130 triliun yang harus tetap dibelanjakan dari luar negeri,”ungkap Andi.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Anggaran Alutsista Tahun 2011 Gagal Terpenuhi Karena Dialihkan Untuk Subsidi BBM Dan Listrik

    Friday, July 22, 2011 | 5:32 PM | 0 Comments

    TNI Dapat Dana Tambahan Rp1,3 Triliun Untuk Pembelian Alutsista Dalam Negeri

    Magelang - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mendapatkan tambahan dana melalui anggaran perubahan 2011 sebesar Rp2,4 triliun, sekitar Rp1,3 triliun di antaranya digunakan untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista).

    Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Magelang, Jumat, mengatakan dana sekitar Rp1,3 triliun tersebut akan digunakan untuk pembelian alutsista buatan dalam negeri seperti dari PT Pindad, PT Koja Bahari, dan PT Pal.

    "Informasi terakhir yang kami dengar, akan dapat tambahan untuk tahun 2011 sebanyak Rp11 triliun, namun karena keuangan negara belum memungkinkan, kelihatannya hanya akan turun Rp2,4 triliun," ujarnya usai upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier TNI Tahun Anggaran 2011 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang.

    Jumlah perwira yang dilantik pada kesempatan tersebut sebanyak 210 orang, terdiri atas Angkatan Darat 110, Angkatan Laut 43, dan Angkatan Udara 55 orang. Dari jumlah tersebut, 39 di antaranya merupakan perwira perempuan.

    Panglima mengatakan, perwira yang baru saja dilantik merupakan prajurit karier lulusan sarjana dan D3. Prajurit karier untuk mengisi jabatan khusus, seperti bidang hukum, dokter dan lainnya.

    Ia mengatakan, mulai tahun 2011 lulusan Akmil, AAU dan AAL diberi gelar kesarjanaan yakni sarjana Sains Terapan Pertahanan. Para lulusan setara dengan D4 atau S1.

    "Hal ini sudah dirancang sejak awal dan nantinya mereka bisa menempun S2 di universitas pertahanan, dengan demikian kesinambungan ilmu pertahanan akan terus berlangsung dan TNI memiliki ahli-ahli bidang pertahanan," katanya.

    Sumber : INVESTOR
    Readmore --> TNI Dapat Dana Tambahan Rp1,3 Triliun Untuk Pembelian Alutsista Dalam Negeri

    KRI Banda Aceh-593 Angkut Pasukan ke Pangkalan Kolinlamil

    Jakarta – Salah satu kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh – 593 jenis Landing Platform Dock (LPD) mengangkut pasukan dan materiil Marinir usai mengikuti Lampung Expo-2011 dan latihan Denjaka tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, Kamis malam.

    Kapal perang dengan Komandan Letkol Laut (P) May Franky Pasuna Sihombing tersebut mengangkut pasukan dan material dari dermaga Kontainer Panjang Lampung, satu pleton pengawak material dari Batalion Kavaleri Pasukan Marinir-2 (Yonkav Pasmar-2) dan materiil pameran diantaranya satu pucuk HOW 105, satu unit truk penarik, satu unit roket RM 70 Grad, satu unit BMP-3 serta satu unit LVT-7 tanggal 11 Juli 2011 usai mengikuti Lampung Expo-2011.

    Selain mendukung kegiatan Lampung Expo-2011, kapal perang yang sehari-hari di bawah Pembinaan Satlinlamil Jakarta tersebut melaksanakan kegiatan operasi lintas laut mengangkut sejumlah pasukan dengan kekuatan satu kompi pasukan Marinir dan material yang digunakan selama pelaksanaan latihan yang ditinjau secara langsung oleh kasum TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo.

    Pasukan yang diangkut tersebut antara lain terdiri dari satu kompi dari pasukan khusus TNI AL yang dikenal Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan personel pengawak alutsista Marinir yang mengikuti Lampung Expo beberapa waktu lalu. Sedangkan material latihan yang diangkut antara lain satu unit truk Tatra 5 ton, 13 unit truk 2,5 ton, delapan unit kendaraan kecil (rancil), satu unit sepeda motor, 22 unit perahu karet, empat unit sea rider serta 44 unit motor tempel (mopel) PK.

    Menurut Komandan KRI Letkol Laut (P) May Franky Pasuna Sihombing, selama kegiatan lintas laut Lampung – Tanjung Priok dengan jarak kurang lebih 122,07 Nautical Mile (NM) dengan kecepatan 15 knot, dilaksanakan berbagai serial latihan dalam rangka meningkatkan kemampuan seluruh pengawak unsur KRI, diantaranya peran-peran tempur bahaya udara, peran kecelakaan di laut dan peran kebakaran sesuai dengan protap di kapal perang.

    Hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Didit Herdiawan, MPA., MBA. bahwa setiap kegiatan operasi agar meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pengawak unsur dalam mengoperasikan alat utama TNI AL.

    Sumber : POS KOTA
    Readmore --> KRI Banda Aceh-593 Angkut Pasukan ke Pangkalan Kolinlamil

    Prajurit Penjaga Perbatasan Perlu Diberi Penghargaan

    Jakarta - Para prajurit penjaga perbatasan dan pulau terluar Indonesia harus diberikan penghargaan. Penghargaan ini bertujuan agar mereka memiliki kebanggaan terhadap Indonesia. saat memberikan arahan kepada prajurit Satgas Pengamanan Pulau Nipa, Kamis (21/7) Wakil Menteri Pertahanan menyampaikan rasa bangganya kepada para prajurit yang tetap memiliki moril tinggi.

    Keberadaraan para prajurit di pulau terluar mempunyai dua makna, pertama sebagai penjaga teritorial terdepan dalam rangka kedaulatan negara di bidang pertahanan negara, dan kedua adalah bagian yang tak terpisahkan dalam rangka mendukung kebijakan ekonomi secara nasional.

    Dikatakan Wamenhan, pemerintah melalui Kemhan telah dan terus berupaya memberikan tunjungan bagi prajurit yang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan dan pulau terluar. Untuk itu prajurit Pulau Nipa diberikan tunjangan paling tinggi yaitu 150 % dari gaji pokok. Hal ini dikarenakan Pulau Nipa merupakan pulau yang tidak ada penduduknya.

    Wamenhan menjelaskan, Pemerintah membedakan hal-hal yang demikian dengan harapan agar moril dan semangat prajurit tetap tinggi dan pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada para prajurit dapat maksimal.

    Sumber : JURNAS
    Readmore --> Prajurit Penjaga Perbatasan Perlu Diberi Penghargaan

    Dua Kapal Perang TNI AL Bertolak Ke Thailand


    Surabaya - Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Diponegoro-365 dan KRI Tongkol-813 bertolak menuju Thailand dari dermaga Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi Pulau Bintan Kepri Jumat (21/7/2011).

    KRI Diponegoro yang dikomandani Letkol Laut (P) Antonius Widyoutomo dan KRI Tongkol di Komandani Mayor Laut (P) Bimo Adji akan melaksanakan Latihan Bersama(Latma) dengan Angkatan Laut (AL) Negeri Gajah Putih Royal Thailand Navy (RTN).

    Kedua kapal perang yang berada di jajaran Koarmatim itu melaksanakan perjalanan Lintas Laut (Linla) dari Tanjung Uban menuju Pangkalan Angkatan Laut RTN yang berada di Sattahip Naval Base Thailand dengan memakan waktu selama kurang lebih dua hari.

    "Seluruh prajurit KRI telah menyiapkan fisik dan mental, kemampuan dan profesionalisme sesuai tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing dengan berlatih secara rutin sebelum berangkat menuju daerah latihan yang sesungguhnya,"ungkap Letkol Laut (P) Antonius Widyoutomo sebelum bertolak menuju Thailand.

    Selain menggemban tugas Latihan Bersama (Latma) kedua KRI tersebut juga membawa misi diplomasi memeperkenalkan beberapa seni dan kebudayaan asli dari Tanah Air yang akan ditampilkan dihadapan para pejabat dari Kedutaan Besar (Dubes) RI di Thailand dan pejabat RTN.

    Sebagai wujud dari peningkatan kerja sama bilateral kedua negara yang merupakan bagian dari wilayah regional Asia Tenggara, maka TNI AL dan RTN merasa perlu untuk melaksanakan peningkatan kerja sama di bidang latihan guna meningkatkan profesionalisme kedua Angkatan Laut yang diwujudkan dalam bentuk latihan bersama Sea Garuda 16AB - 11.

    Latihan bersama ini merupakan upaya untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam hal penanganan dan tindakan dalam menghadapi kemungkinan ancaman yang mungkin terjadi di wilayah perairan laut negara masing-masing pada umumnya dan di Laut China Selatan pada khususnya.

    Latihan itu juga untuk mempererat kerja sama antara TNI AL dan RTN serta meningkatkan ketrampilan profesionalisme maupun kerja sama pada tingkat unsur dalam operasi laut bersama. Selain itu kegiatan tersebut untuk memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara kedua negara dalam rangka menjaga stabilitas keamanan regional.

    Sumber : INILAH
    Readmore --> Dua Kapal Perang TNI AL Bertolak Ke Thailand

    Kemhan Dorong Peningkatan Kapal Perang Buatan Dalam Negeri

    Batam - Kementerian Pertahanan akan mendorong peningkatan produksi kapal perang dalam negeri sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan TNI AL sebagai penggunanya.

    "Kapal perang produksi dalam negeri besar manfaatnya, kami akan terus mendorong produksi dalam negeri sesuai dengan anggaran yang tersedia," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Batam, Kamis.

    Menurut dia, di Indonesia ada tiga daerah yang menjadi pusat pembuatan kapal perang TNI AL, yaitu Batam, Surabaya, dan Jakarta.

    "Saat ini TNI AL masih membutuhkan tambahan kapal perang untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia," katanya.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal RI Clurit 40 meter, buatan putera-puteri Indonesia yang akan digunakan untuk mengamankan perairan Indonesia bagian barat, di Batam, 25 April 2011.

    Menteri mengatakan KRI Clurit jenis kapal rudal cepat merupakan kebanggaan karena dirancang dan dibangun anak bangsa yang bekerja di PT Palindo Marine, Batam.

    Peluncuran KRI Clurit-40, kata dia, merupakan jawaban atas rasa tanggung jawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang tinggi.

    Apalagi, kata dia, selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional.

    "Ini sebagai mile stone menuju kemandirian industri pertahanan," kata Menteri.

    Ia mengatakan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak akan berhenti pada KRC. Pemerintah akan terus melengkapi persenjataan TNI dengan beberapa kapal lain. Selanjutnya, akan dibuat kapal perusak dan kapal selam.

    TNI AL, kata Menteri, membutuhkan kapal yang kuat hingga mampu hadir dan mengamankan perairan di laut jauh.

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan TNI AL memesan dua KCR-40, dan berencana memesan 20 lagi kapal dengan jenis yang berbeda.

    KCR-40 akan beroperasi di Indonesia bagian barat, disesuaikan dengan kondisi geografis yang dikelilingi pulau-pulau dan selat.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Kemhan Dorong Peningkatan Kapal Perang Buatan Dalam Negeri

    Thursday, July 21, 2011 | 9:15 AM | 0 Comments

    Ketua MPR RI : Indonesia Akan Membeli Tiga Kapal Selam Dari Korsel Senilai $ 1,08 Milyar Dollar

    Seoul (MIK/WDN) - Indonesia dalam waktu dekat memilih Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering sebagai mitra pengadaan kapal selam TNI AL sebesar $ 1,08 Milyar Dollar, kata Ketua MPR Taufik Kiemas.

    Taufik Keimas merupakan seorang pejabat senior pemerintahan di MPR, kata Perdana Menteri Kim Hwang-sik pada hari rabu. Dia juga mengatakan bahwa Daewoo hampir memenangkan proyek pengadaan kapal selam tersebut. "Masih ada beberapa proses yang harus diikuti,tetapi kesepakatan itu akan terealisasi, kecuali terjadi sesuatu," kata pejabat tersebut.

    Setelah kesepakatan tersebut disetujui, maka DSME akan melakukan pengadaan 3 unit kapal selam U-209 1200 ke Indonesia. Hal ini akan menjadikan Ekspor senjata terbesar oleh Korsel atau setara dua kali lipat ekspor T-50 sebesar $ 400 juta Dollar ke Indonesia, kalau ditotal hampir sama dengan total ekspor tahun lalu $ 1.19 Milyar Dollar.

    Daewoo sendiri telah menjadi pemenang kontrak yang telah bersaing dengan Jerman, Perancis dan Rusia.

    "Ekspor kapal selam ke Indonesia akan membuka jalan bagi Korsel untuk mengamankan pasar di ASEAN, karena negara-negara di ASEAN seperti Malaysia dan Thailand juga berencana akan membeli kapal selam tersebut," Ujar pejabat tersebut.

    Keimas sendiri merupakan suami mantan presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri. Dia mengunjungi galangan Kapal Daewoo di Okpo terletak di kepulauan Geoje pada hari selasa.

    Sumber : Chosun/WDN/MIK
    Readmore --> Ketua MPR RI : Indonesia Akan Membeli Tiga Kapal Selam Dari Korsel Senilai $ 1,08 Milyar Dollar

    Pangdam VI/Mulawarman Akan Kirim 650 Prajurit Bataliyon 621 ke Ambalat

    Barabai - Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Tan Aspan, didampingi Danrem 101 Antasari Kolonel Inf Komaruddin S, dan Dandim 1002 Letol Inf Heri Pribadi, berkunjung ke Bataliyon 621, di Batali, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu (20/7/2011).

    Kunjungan tersebut, untuk menemui 650 prajurit, yang segera dikirim ke Ambalat, perbatasan Kaltim-Malaysia Agustus 2011 mendatang. Pangdam dalam kesempatan itu berdialog dan bercanda dengan 650 prajurit.

    Sikap Pangdam yang ‘cair’ tersebut, membuat para prajurut tampak senang dan santai. “Siapa di sini yang asli orang Kalimantan,” tanya Tan Aspan. ‘Siap!” kata beberapa prajurit sambil mengacungkan tangan.

    Pangdam pun berharap, makin banyak putera dari Kalimantan yang menjadi anggota TNI. Dalam kesempatan itu, Pangdam berpesan, kepada para prajurit agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya, sesuai sumpah prajurit. “Jaga nama baik TNI dan bertugaslah dengan ikhlas untuk negara,” katanya.

    Sebelumnya, Tan Aspan bersilaturahmi dengan Bupati HST Harun Nurasid, yang diterima Harun di kediamannya. Dalam pertemuan silaturahmi itu, Harun dan Aspan terlibat berbincang akrab sambil menikmati hidangan berupa kue lam.

    Sumber : TRIBUN
    Readmore --> Pangdam VI/Mulawarman Akan Kirim 650 Prajurit Bataliyon 621 ke Ambalat

    Wednesday, July 20, 2011 | 7:28 PM | 0 Comments

    UAV Milik AS Ditembak Jatuh Di Iran

    Teheran – Iran menembak jatuh sebuah pesawat pengintai tak berawak yang berada di situs nuklir Fordu. Seperti dilaporkan sebuah situs pemerintah, Rabu, 20 Juli 2011, penembakan itu terjadi sehari setelah Iran membenarkan pembuatan mesin pengayaan uranium generasi baru.

    “Sebuah pesawat pengintai tak berawak Amerika Serikat yang terbang di kota suci Qom dekat situs pengayaan uranium Fordu ditembak jatuh oleh unit pertahanan udara Garda Revolusi,” kata anggota parlemen Iran, Ali Aghazadeh Dafsari, seperti dikutip Youth Journalist Club yang berafiliasi dengan TV Pemerintah Iran.

    Menurut Dafsari, pesawat itu berusaha mengumpulkan informasi tentang lokasi situs. Namun, dia tidak memberikan penjelasan lebih detail soal itu. Dia juga tidak menyebutkan kapan insiden itu terjadi.

    Situs Fordu yang dibangun rahasia di sebuah bunker di pegunungan dekat Qom diakui oleh Iran setelah badan intelijen Barat mengidentifikasinya 2009 lalu. Januari lalu, Iran juga mengumumkan telah menembak jatuh dua pesawat pengintai tak berawak barat di Teluk.

    Dimintai konfirmasi, Pentagon membantah hal itu. Namun, mereka mengakui beberapa pesawat pengintai pernah jatuh karena kegagalan mesin.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> UAV Milik AS Ditembak Jatuh Di Iran

    Pesawat C17 Milik AS Langgar Batas Wilayah Indonesia

    Ilustrasi

    Jakarta - Sebuah pesawat angkut C17 Globemaster milik United States Air Forces melanggar batas wilayah udara RI. Panglima TNI pun sudah melayangkan surat protes.

    Informasi yang dikumpulkan, insiden itu terjadi akhir Juni lalu. Pesawat angkut raksasa itu masuk lewat Pekanbaru, Riau. Pesawat dihalau keluar oleh kekuatan TNI AU hingga Morotai.

    Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membenarkan terjadinya insiden di perbatasan ini.

    "Ya memang kadang-kadang ada yang melewati batas, kita kalau menghadapi seperti itu melakukan protes diplomatik dengan maksud bahwa kita menjaga, mengelola wilayah tersebut," ujar Agus saat menghadiri lokakarya soal perbatasan di Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/7/2011).

    Agus menjelaskan TNI telah menyelesaikan soal ini lewat diplomasi. Pihaknya mengaku sudah melayangkan surat protes.


    Sumber : DETIK
    Readmore --> Pesawat C17 Milik AS Langgar Batas Wilayah Indonesia

    Indonesia Dipermainkan Soal Pos Lintas Batas Oleh Negara Tetangga

    Jakarta - Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan, isu sekitar pos lintas batas (PLB) sangat mendesak ditindaklanjuti. Agus menjelaskan, terdapat 79 PLB darat (PLBD) dan laut (PLBL) di Indonesia.

    Beberapa titik PLB yang disiapkan pemerintah Indonesia, kata Agus, ternyata tidak disambut baik negara tetangga. Ia mencontohkan di Soeta, Merauke, di saat Indonesia telah siap, ternyata Papua Nugini tidak bersedia membuka PLB-nya.

    Kasus lain di Simangaris, Nunukan, ungkap Agus, pemerintah Indonesia siap melaksanakannya. Namun, hal tersebut diingkari Malaysia dengan alasan tidak layak untuk dijadikan PLB. "Isu strategis ini yang harus diselesaikan. Sebab, sikap kita selalu bertepuk sebelah tangan oleh negara tetangga," ujar Agus dalam 'Lokakarya Nasional Optimalisasi Pengelolaan dan Pembangunan Perbatasan' di Kemdagri, Jakarta, Rabu (20/7).

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi menjelaskan, isu penyelesaian batas wilayah darat NKRI-Malaysia. Hal itu terkait Indonesia yang mempunyai batas darat dengan Malaysia di Kalimantan sepanjang 2.004 kilometer. Menurut Gamawan, sejak 1975, Indonesia dan Malaysia membentuk organisasi kerjasama yang disebut The Joint Indonesia-Malaysia Boundary Committee on the Demarcation and Surve of the International Boundary (JBC).

    Gamawan melanjutkan, kegiatan survei demarkasi bersama dilaksanakan sampai pada 2000. Namun, masih menyisakan sepuluh Oustanding Boundary Problems (OBP) menurut Indonesia dan sembilan versi Malaysia. Negeri Jiran itu tidak memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai salah satu OBP. "Permasalahan ini yang harus segera diselesaikan," ujarnya.

    Sumber : REPUBLIKA
    Readmore --> Indonesia Dipermainkan Soal Pos Lintas Batas Oleh Negara Tetangga

    Wapres : Membangun Tempat Tinggal Di Perbatasan Adalah Pertahanan Yang Paling Handal

    Jakarta - Pertahanan yang paling baik di wilayah perbatasan adalah dengan membiarkan masyarakat tinggal di daerah tersebut. Strategi ini dinilai sebagai cara yang handal, efektif dan rendah biaya.

    "Approach menjaga perbatasan yang paling handal dan paling murah adalah dengan human settlement, manusia tinggal di sana, paling efisien dari segi cost. Di situlah akar pertahanan dari negara, manusia yang tinggal di situ," ujar Wakil Presiden (Wapres) Boediono.

    Hal itu dikatakan Boediono saat membuka Rapat Kerja dan Lokakarya Nasional Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Tahun 2011 di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/7/2011).

    Menurut Boediono, agar warga yang bermukim di perbatasan bisa bertahan dan terus bertambah, maka diperlukan basis ekonomi yan berkelanjutan. Selain itu, infrastruktur juga harus dibangun di lokasi itu.

    "Harus membuat human settlement yang sustainable, ada manusia dan ada basis ekonomi yang sustainable, jadi tidak memerlukan dukungan banyak dari luar," kata Boediono.

    Boediono mengatakan, agar pertahanan di daerah perbatasan bisa lebih kuat, harus ada sistem pertahanan di TNI yang bisa nyambung dengan warga di perbatasan. Kerjasama ini perlu untuk menghemat anggaran.

    "Harus ada sistem di TNI yang nyambung dengan human settlement. Kalo semunya dilakukan dengan sistem pertahanan teknis, daerah militer sangat mahal. Jadi ini penunjang, harus ada infrastuktur ekonomi masyarakat dan juga untuk militer," jelasnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Wapres : Membangun Tempat Tinggal Di Perbatasan Adalah Pertahanan Yang Paling Handal

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.