ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Tuesday, April 27, 2010 | 9:00 PM | 0 Comments

    LAPAN Gebrak Minat Mahasiswa di Bidang Roket

    JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggebrak minat teknologi kedirgantaraan melalui wadah kompetisi roket untuk mahasiswa se-Indonesia.

    Kompetisi yang dinamakan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 tersebut diadakan LAPAN baru-baru ini, di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

    Dalam keterangan LAPAN, Selasa (27/4/2010), ajang berbasis teknologi dirgantara ini bertujuan untuk menjaring minat dan prestasi mahasiswa dalam rancang bangun sistem muatan roket. Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan LAPAN Rika Andiarti menyebutkan, Korindo merupakan salah satu wahana LAPAN dalam inisiatif untuk melakukan space education.

    "Dalam program kami, diharapkan pada 2014 LAPAN dapat meluncurkan satelit buatan sendiri dengan roket buatan negeri sendiri. Dengan demikian, Indonesia mampu mandiri di bidang teknologi kedirgantaraan," terang Rika.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UGM, Tumiran menyambut baik kegiatan Korindo. Ia menegaskan bahwa UGM akan terus berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi kedirgantaraan di kalangan generasi muda.

    "Mudah-mudahan dengan kerjasama antara beberapa lembaga yang melibatkan para mahasiswa, pengembangan teknologi roket dapat bermanfaat bagi masyarakat," kata Tumiran.

    Dia menambahkan, dalam hal ini UGM sangat mendukung karena memang universitas ternama asal Yogyakarta tersebut merupakan perintis pengembangan roket oleh mahasiswa, melalui roket gajah mada atau dikenal dengan Rogama.

    Workshop yang berlangsung Minggu (25/4/2010) dan dihadiri 40 tim dari berbagai universitas di tanah air ini berisi materi-materi dasar mengenai Providing Payloads a Smoother Ride to Orbit, Sejarah dan Perkembangan Roket di Indonesia, serta Desain dan Simulasi Roket Korindo 2010.

    Diharapkan dengan adanya sinergi antara mahasiswa dengan lembaga-lembaga yang berkompetensi dengan teknologi roket, dapat meneruskan pengembangan teknologi dirgantara untuk kepentingan damai dan ketahanan pangan.

    Selain itu, dengan terselenggaranya kegiatan ini secara rutin, diharapkan dapat menyalurkan kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia negeri ini, menciptakan atmosfir kompetisi untuk meneruskan penelitian dan pengembangan teknologi kedirgantaraan Indonesia yang berimplikasi pada kemajuan bangsa.

    Korindo 2010 merupakan kompetisi roket ketiga yang diselenggarakan LAPAN. Adapun kriteria penilaiannya berdasarkan pada performa, inovasi, manufaktur, rekayasa, dan desain.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> LAPAN Gebrak Minat Mahasiswa di Bidang Roket

    PT DI , menawarkan Bell 412EP Kepada TNI


    TNI berencana menambah 24 helikopter bekerjasama dengan PT. DI dan Bell Helicopter untuk pembuatannya

    TNI ingin memiliki dua skuadron helikopter sejumlah 24 pesawat, ditambah 18 helikopter serangan, dikutip dari PT DI.

    Untuk kebutuhan helikopter akan mengutamakab Bell 412EP.

    TNI telah menggunakan 31 412HP/SPs sejak antara akhir 1980-an dan pertengahan 1990-an.

    PT DI berencana untuk mengimpor batch pertama 412EPs dalam bentuk kerangka, kemudian melakukan perakitan akhir dan bertanggung jawab untuk instalasi peralatan. Namun, PT DI ingin juga memproduksi fuselages untuk pesawat berikutnya.

    Bell dan PT DI. telah menandatangani nota kesepahaman, namun belum menandatangani kontrak akhir, karena beberapa rincian yang perlu dikaji. TNI juga belum menandatangani kontrak perusahaan untuk pesawat.

    Kinerja Versi 412 yang telah disempurnakan dengan sistem penerbangan-dual control digital otomatis, EP menggunakan platform yang relatif lama. Namun, perlu dicatat bahwa kelebihannya yang mampu bersaing dengan AgustaWestland, dan penawaran produk Eurocopter adalah bahwa beberapa kunci pembuat keputusan TNI yang akrab dengan 412, setelah diterbangkan beberapa waktu lalu.

    Sumber: FlightGlobal
    Readmore --> PT DI , menawarkan Bell 412EP Kepada TNI

    TNI-AD Akan Tambah Alutsista Baru


    Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Darat memprioritaskan pengadaan alat utama sistem senjata baru dari penambahan anggaran APBN-P 2010.

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Touisutta menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa mengatakan, penambahan alat utama sistem senjata baru terutama diperuntukan bagi satuan kavaleri.

    "Alat utama sistem senjata baru itu antara lain kendaraan tempur dan sejumlah meriam," katanya menambahkan.

    Ia menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan pengadaan kendaraan tempur dari dalam negeri seperti PT Pindad.

    "Untuk kendaraan tempur yang sudah dapat kita produksi, maka kita pakai dari dalam negeri," ujarnya.

    Sedangkan untuk alat utama sistem senjata yang diadakan dari luar negeri, pihaknya mensyaratkan alih teknologi.

    Tentang berapa unit yang akan diadakan, ia menyatakan, pihaknya masih menghitung dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

    Pada APBN-Perubahan 2010 TNI mendapat alokasi tambahan anggaran sebasar Rp 350 miliar. Alokasi anggaran itu, secara umum belum dapat memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata TNI secara memadai.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AD Akan Tambah Alutsista Baru

    Paraguay Kerahkan 1.000 Tentara


    ASUNCION, KOMPAS.com — Paraguay, Senin, mengirim 1.000 tentara dan polisi tambahan untuk memburu anggota kelompok sayap kiri bersenjata yang dipersalahkan atas serangan yang menewaskan empat orang, pekan lalu.

    Kongres telah memberi pemerintah kekuasaan khusus untuk menindak keras kelompok itu, yang memiliki hubungan dengan sebuah kelompok pemberontak Kolombia. Presiden Paraguay Fernando Lugo mengatakan, pasukan keamanan dibolehkan menggunakan senjata. "Tujuan konkretnya adalah untuk membolehkan militer melakukan operasi bersenjata, yang tidak akan mungkin tanpa wewenang khusus," kata Lugo kepada wartawan.

    "Tidak ada hak konstitusional akan ditangguhkan sebagai akibat dari hal ini. Rakyat boleh melakukan usaha biasa mereka di kawasan itu," kata presiden beraliran kiri itu.

    Selain serangan mematikan pekan lalu itu, para pejabat juga menyalahkan anggota Militer Tentara Paraguay (EPP) karena beberapa penculikan dan pembunuhan di daerah yang luas sekali di perbatasan dengan Brasil dan Bolivia.

    Langkah darurat itu, yang akan diterapkan di lima provinsi, memungkinkan pemerintah untuk menangkap para tersangka tanpa surat perintah serta melarang pertemuan umum dan unjuk rasa. Sejumlah tentara telah dikerahkan ke wilayah itu awal tahun ini untuk membantu polisi setempat memerangi gerilyawan EPP, yang bersenjata canggih dan terlatih untuk beroperasi di wilayah hutan.

    Menurut pejabat polisi dan pemerintah, kelompok tersebut memiliki sekitar 100 anggota dan aktif di daerah-daerah penanaman mariyuana di negara miskin itu, yang merupakan pemasok penting obat bius regional.

    Lugo, seorang bekas uskup Katolik, mendapat tekanan untuk menangkap para pemimpin EPP dalam 30 hari yang diberikan oleh kongres untuk melakukan tindakan keras keamanan. Penggunaan kekuasaan khusus adalah kontroversial di Paraguay karena kekuasaan itu sering kali digunakan dalam 35 tahun kediktatoran Jenderal Alfredo Stroessner, yang berakhir pada 1989, dan beberapa kelompok HAM mempertanyakan tindakan Lugo itu.

    "Memberi pasukan bersenjata hak untuk bertindak dalam urusan keamanan dalam negeri adalah langkah mundur," kata kelompok HAM Peace dan Justice Service (SERPAJ-AL) dalam pernyataannya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Paraguay Kerahkan 1.000 Tentara

    Tentara Wanita Kekurangan Biaya Kosmetik


    PEKANBARU--MI: Prajurit wanita yang berkarir sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengaku dalam sepuluh terakhir mengalami kekurangan biaya untuk membeli produk kosmetik kencantikan.

    Dalam satu dasawarsa terakhir Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) hanya mendapatkan tunjangan kosmetik yang merupakan satu-satunya pembeda dalam slip gaji antara prajurit wanita dan pria sebesar Rp50.000 per orang per bulan.

    "Tunjangan kosmetik kami hanya Rp50.000 per bulan dan kami berharap tunjangan itu bisa ditingkatkan," ujar Mayor (Kes) Novita Sinaga, usai Apel Gabungan Wan TNI memperingati Hari Kartini di Lanud Pekanbaru, Senin (26/4).

    Nilai tunjangan yang ditetapkan sepuluh tahun lalu itu, katanya, dirasakan sudah tidak lagi jika dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini, karena harga kosmetik produk lokal seperti bedak dan pemerah bibir semakin mahal.

    Sementara tuntutan bagi seorang prajurit Wan TNI diminta harus bisa berperan ganda baik di rumah tangga maupun profesionalisme tanpa mengenyampingkan kodratnya sebagai seorang wanita terutama dalam tugas dan keseharian.

    "Sebagai seorang wanita kita ingin selalu terlihat berpenampilan cantik dan kecantikan itu mahal harganya, karena itu idealnya tunjangan kosmetik dinaikkan menjadi Rp150.000 per bulan," katanya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tentara Wanita Kekurangan Biaya Kosmetik

    TNI Tangkap 4 Kapal Ikan Berbendera Filipina

    JAKARTA--MI: Wilayah perairan Indonesia di sekitar perbatasan seringkali dimanfaatkan pihak asing untuk bertindak ilegal. TNI AL berhasil menangkap tangan kapal ikan berbendera Filipina yang mencuri di wilayah perairan Indonesia.

    KRI Kakap-811 berhasil menangkap empat buah kapal ikan berbendera Filipina yang memasuki wilayah perairan Indonesia dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) tanpa ijin yang sah dari pemerintah RI pada pekan lalu.

    Barang bukti yang ditahan berupa ikan hasil curian dan keempat kapalnya yaitu kapal FB Conie-10 nakhoda Ricardo Reicones dan 3 orang ABK, kapal FB Conie-4 nakhoda Isabelo dan ABK 2 orang, kapal FB Conie-3 nakhoda Alponso M Reicones J dan ABK 22 orang, kapal FB Conie-5 nakhoda Odeng dan ABK 3 orang. Kesemuanya saat ini telah di tahan Pangkalan Angkatan Laut Nunukan untuk proses penyidikan.

    "Di tahun 2010 hingga akhir bulan April ini Pangkalan Angkatan Laut Nunukan menangani proses penyidikan berbagai kasus tindak pelanggaran hukum di laut sebanyak 26 kasus, baik hasil tangkapan sendiri maupun limpahan dari KRI," jelas Kadispenal Kolonel Herry Setianegara dalam rilis yang diterima Media Indonesia

    Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak dua puluh kasus sudah dilimpahkan kepada penyidik. Rinciannya terdiri dari tujuh kasus telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nunukan, sepuluh kasus dilimpahkan ke Polri Nunukan, dua kasus dilimpahkan ke PPNS Bea dan Cukai dan satu kasus lagi telah dilimpahkan penyidikannya kepada PPNS Dinas Perhubungan Nunukan. Sementara enam kasus lagi masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan Lanal termasuk empat kapal ikan Philipina tangkapan KRI KAKAP-811.

    "TNI AL selalu berkoordinasi dengan instansi terkait serta memonitor terus perkembangan kasus yang telah dilimpahkan ke jenjang penyidikan berikutnya sebagai salah satu tanggung jawab moral kepada negara dan masyarakat," pungkasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Tangkap 4 Kapal Ikan Berbendera Filipina

    Monday, April 26, 2010 | 7:24 PM | 0 Comments

    Informasi Pertahanan Rahasia Diputuskan secara Politik


    JAKARTA--MI: UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik akan segera diberlakukan pada awal Mei 2010. Pasal 17C UU KIP mencantumkan bahwa informasi pertahanan bisa dikategorikan ke dalam informasi yang dikecualikan. Artinya, tidak seluruh informasi bisa dibuka kepada publik.

    Menhan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa DPR dan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah pihak yang menetapkan itu melalui keputusan politik. "Di dalam UU KIP Pasal 17, kalau informasi pertahanan itu ada hal yang sifatnya rahasia. Yang tidak bisa dibuka di publik dan vokal poinnya bukan Kemenhan tapi Kemenkominfo dan DPR. Itu sudah ditetapkan dengan keputusan politik," ujarnya di Jakarta, Senin (26/4).

    Ia menambahkan bahwa meski anggaran pertahanan dibahas bersama wakil rakyat di gedung parlemen, tapi tidak semua hal bisa diakses oleh publik. Misalnya, terkait pembangunan kekuatan pokok minimal dalam rencana strategis hingga tahun 2024. Hal lainnya yang bersifat tertutup akan ditentukan oleh Kemenhan sendiri sebagai penjuru bidang pertahanan negara.

    "Hal-hal yang sifatnya tertutup itu tergantung Kemenhan. Jadi, ada hal-hal misalnya ada rencana blueprint beli pistol atau lainnya atau rencana essential force tentang apa yang dibangun. Itu semuanya ada hal-hal yang tidak bisa dibuka," tukasnya.

    Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Kemal Aziz Stamboel menegaskan bahwa terkait masalah anggaran pertahanan, hal itu menjadi milik publik karena setiap tahunnya diundangkan dalam UU APBN. Hal ini membantah pernyataan mantan Kapuspen TNI Marsda Sagom Tamboen yang menyatakan bahwa anggaran pertahanan menjadi hal yang bisa dirahasiakan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Informasi Pertahanan Rahasia Diputuskan secara Politik

    Indonesia Hadapi Kendala Bangun Pulau

    JAKARTA--MI: Indonesia menghadapi kendala dalam membangun sektor pertahanan di pulau-pulau yang berjumlah belasan ribu. Pembangunan tak merata ditambah keterbatasan modal membuat pembangunan pulau membutuhkan waktu lama.

    "Kalau Indonesia kaya, kita bisa bangun lima pulau setiap tahun tanpa lihat besar kecilnya pulau," ujar Direktur Wilayah Pertahanan Strahan Kementerian Pertahanan Laksma TH Susetyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/4).

    Indonesia, sahut dia, memiliki 17.504 pulau yang dihitung dengan metode kartografi. Jumlah ini bervariasi di setiap departemen tergantung kebutuhan data tersebut. Jika pulau kecil seperti Pulau Nipah saja membutuhkan waktu pembangunan setidaknya empat tahun, pembangunan seribu pulau membutuhkan waktu selama 200 tahun. Hal itu membutuhkan sekian banyak generasi untuk pembangunan yang berkesinambungan.

    "Berapa banyak generasi untuk bangun itu? Kita butuh sekian generasi untuk membangunnya," tukasnya.

    Pembangunan tersebut, tukas dia, tak bisa dibebankan pada Kementerian Pertahanan saja. Seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah daerah setempat, harus bahu membahu membangun pulau agar menjadi penguat keberadaan NKRI, khusunya bagi pulau-pulau terluar Indonesia.

    Untuk hal ini, Dirjen Strahan Mayjen Syarifuddin Tippe mengeluhkan kurangnya kesadaran pemda akan posisi strategis sehingga potensial mengancam pertahanan negara. Ke depan, pihaknya akan membuat pusat-pusat kajian soal perbatasan yang hasilnya bisa diimplementasikan oleh pemerintah yang bersangkutan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Hadapi Kendala Bangun Pulau

    PESAWAT F 18 (HORNET) AUSTRALIA TRANSIT DI BANDARA NGURAH RAI.


    Sebanyak 4 buah pesawat F 18 ( Hornet) Australia dengan rute Darwin – Rai. Landing di Bandara Ngurah Rai pukul 10.30 Sabtu (24/4) Parkir di Bravo 30 - 31 di Depan Base ops Lanud Ngurah Rai dengan Marshalling (Parking Master) anggota Dinas Operasi Lanud Ngurah Rai diantaranya Pelda Sumardani, Pelda Jajang dan Serda R.Inggar Hastono dibawah kendali kasubsi PLLU Lettu Lek I Made Dewan Karyawan, Pesawat F 18 transit dibandara Ngurah Rai untuk melaksanakan Refuel mengisi bahan bakar.

    Para pilot istirahat sejenak di VIP Room Base Ops Lanud Ngurah Rai disambut oleh Komandan Lanud Ngurah Rai Letnan Kolonel Penerbang Aldrin P. Mongan, Kadisops Kapten Tek Zaki Mustafa, Kadislog Kapten Kal Bambang Sutriyono dan para Perwira Lanud Ngurah Rai serta didampingi oleh Assistant Air Force Attache Australia Flight Sergeant Nicky Bromhall.

    Tepat pada pukul 12.45 Wita. 4 Pesawat F- 18 (Hornet) Take off dari bandara Ngurah Rai untuk melanjutkan penerbangan ke Paya Lebar (Singapura). Tujuan Malaysia, dengan mision latihan Bersama Australia – Singapura - New Zeland dan Malaysia.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> PESAWAT F 18 (HORNET) AUSTRALIA TRANSIT DI BANDARA NGURAH RAI.

    Babel Terdaftar Sebagai Studi Kelayakan PLTN


    Pangkalpinang (ANTARA News) - Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah terdaftar sebagai studi kelayakan untuk peletakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) oleh Badan Atom Internasional.

    Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Babel, Noor Nedi di Pangkalpinang, Senin, mengatakan, Badan Atom Internasional sudah melakukan studi kelayakan di Babel untuk peletakan PLTN di Babel.

    "Ada tujuh titik yang tersebar di Babel yang telah diuji untuk peletakan PLTN antara lain di pesisir pantai wilayah Bangka Timur, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Belitung Timur," ujarnya.

    Ia mengatakan, Babel dinilai cocok untuk peletakan PLTN dari segi geologi, geografi, tata ruang, lingkungan masyarakat serta dampak ekonomi bagi masyarakat.

    "Babel benar-benar aman untuk peletakan PLTN dari segi geologi, geografi, tata ruang, namun itu baru dilakukan studi kelayakan dan enam tahun kemudian baru ketahuan kepastiannya," kata Noor Nedi.

    Noor Nedi menjelaskan, kondisi geologi dan geografis terutama bebatuan granit yang ada di pesisir pantai Babel sangat cocok untuk peletakan PLTN.

    "Kondisi bebatuan granit di pesisir pantai Babel sangat cocok sekali untuk pondasi peletakan PLTN, terutama untuk menghemat biaya," ujarnya.

    Menurut dia, Presiden SBY mengatakan PLTN belum menjadi prioritas untuk dibangun saat ini guna mengatasi krisis listrik di Indonesia.

    "Saat ini PLTN belum menjadi prioritas Presiden SBY untuk mengatasi krisis listrik nasional dan saat ini baru dilakukan studi kelayakan yang bisa mencapai enam tahun lamanya," ujarnya.

    Noor Nedi menjelaskan, satu PLTN minimal menghasilkan daya sebesar 2.600 megawatt dan bisa memenuhi kebutuhan listrik Babel.

    "Satu PLTN bisa menghasilkan daya minimal 2.000 hingga 2.600 megawatt yang sudah melebihi kebutuhan listrik di Babel dan bisa mengaliri ke Sumatra dan Jawa," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Babel Terdaftar Sebagai Studi Kelayakan PLTN

    PT DI Tawarkan Pesawat ke Daerah


    MANADO, KOMPAS.com - PT Dirgantara Indonesia (PT.DI) menawarkan pesawat terbang nasional jenis N219 kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperlancar perhubungan ke daerah terpencil.

    Direktur Teknologi dan Pengembangan PT.DI Andi Alisjabana di Manado, Senin (26/4/2010), mengatakan, pesawat jenis ini cocok untuk Sulut karena dirancang khusus untuk penerbangan jarak pendek dan bisa mendarat pada landasan tak beraspal di wilayah pegunungan.

    "N219 dapat menggantikan pesawat Twin Otter yang sudah tua dan tidak diproduksi lagi," kata Andi pada sosialisasi fasilitasi pengembangan dan promosi investasi Far 23 (Program N219).

    Harga pesawat ini hanya 3,8 juta dollar AS (sekitar Rp 35 miliar), dapat mengangkut penumpang 19 orang dan masih memungkinkan dibiayai dari dana pemerintah daerah.

    Analisis operasi pesawat N219 di Sulut untuk rute Manado-Naha berjarak 256 kilometer (km) jarak tempuh satu jam, dengan perkiraan penumpang 80 persen (15 orang), maka dapat dioperasikan dengan harga tiket Rp 650.000 per penumpang.

    "Tiket seharga Rp 650.000 per penumpang dan LF 80 persen dapat diperoleh keuntungan sekitar 1.086 dollar AS per trip (sekali terbang)," kata Andi.

    Sedangkan untuk Manado-Melonguane (360 km), jarak tempuh 1,25 jam, harga tiket Rp 750.000 per penumpang, jumlah penumpang 15 dapat diperoleh keuntungan 1.253 dollar AS per sekali jalan.

    "Total pendapatan 4.677 dollar AS dikurangi biaya operai 4.514 dollar AS, maka diperoleh keuntungan 163 dollar AS per tahun atau 16.316 dollar AS per bulan. Jumlah tersebut cukup menguntungkan bagi Sulut," kata Andi.

    Karakteristik pesawat N219 diantaranya, bermesin ganda masing-masing 850 SHP, disertifikasi pada ketegori CASR 23 (commuter category), biaya operasi dan pemeliharaan yang rendah, berkemampuan high and hot airfield capability, sederhana dan mudah pemeliharaannya.

    "Pesawat ini belum diproduksi, harus ada permintaan sekitar 30 pesawat baru bisa dibuat, dan merupakan peluang bagi pemerintah daerah," kata Andi dan menambahkan, kepemilikan pesawat oleh pemerintah daerah dimungkinkan karena ada aturan untuk itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> PT DI Tawarkan Pesawat ke Daerah

    TNI Harus Utamakan Peralatan Produksi Dalam Negeri

    JAKARTA--MI: Anggota Komisi I DPR Ahmad Basarah meminta adanya keinginan yang kuat dari TNI, selaku pengguna utama produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar lebih mengutamakan produksi dalam negeri.

    Sebagaimana pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pertahanan Keamanan dan Hubungan Internasional, Andreas H Parera, Ahmad mendukung penuh terbentuknya Komisi Kebijakan Industri Pertahanan (KIIP).

    "Tetapi di samping itu, diperlukan good and political will yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya TNI sebagai user untuk menggunakan produk-produk alutsista yang memang sudah mampu diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) kita," ujar Ahmad Basarah yang juga Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan bidang Program.

    Dengan demikian, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini, TNI juga turut menyumbang bagi pembangunan ekonomi nasional yang bertumpu pada kemampuan bangsanya sendiri.

    Andreas Pareira secara terpisah menegaskan, pihaknya mendukung penuh terbentuknya Komisi Kebijakan Industri Pertahanan (KIIP) yang diketuai Menteri Pertahanan.

    "Namun, yang lebih penting lagi, ialah KKIP harus bisa mewujudkan wacana pembangunan Industri pertahanan nasional," katanya.

    Untuk itu, menurut dia, beberapa kendala selama ini, misalnya, ketidaksinkronan antara sejumlah instansi dalam pembangunan industri pertahanan harus segera di atasi.

    "Hambatan-hambatan itu terjadi, karena pertama, tidak adanya koordinasi lintas kementerian, Bappenas dan BUMNIS," ujarnya.

    Kedua, dukungan permodalan yang sangat jauh dari memadai.

    "Sedangkan yang ketiga, adanya 'gap' antara perencanaan postur pertahanan dengan pengadaan alutsista," kata Andreas Pareira yang pernah jadi anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Harus Utamakan Peralatan Produksi Dalam Negeri

    TNI AU Berencana Membeli Hercules


    TNI Angkatan Udara berencana menganggarkan pembelian pesawat Hercules. Pasalnya, pesawat Hercules yang ada saat ini umurnya sudah 45 tahun. Demikian dikatakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat didampingi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Ruang Hercules Eksekutif Club Persada, Lanud Halim PK, Jakarta, Sabtu (24/4).

    Imam menjelaskan, pesawat Hercules ini bisa digunakan sampai usia 50 tahun sehingga maksimal masa waktu penggunaannya tinggal lima tahun lagi.

    Menurut Tim dari Amerika, yang menilai kelayakan penggunaan pesawat Hercules ini bisa bertahan hanya lima tahun lagi. "Jadi, air frame-nya hanya sampai umur 50 tahun. Jadi mereka tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa," kata Imam Sufaat yang juga Ketua Umum PB FASI ini.

    Menurut Imam, kedepan sebagaimana direncanakan dalam Renstra memang sudah saatnya mencari pengganti pesawat Hercules yang baru. Hanya permasalahannya masalah anggaran, karena mahal sekali. "Kita berencana mengadakan penambahan sembilan hercules," katanya.

    Super Tucano

    KSAU juga mengungkapkan, TNI AU telah mengajukan rencana pembelian 16 unit pesawat tempur jenis Super Tucano buatan Brasil. Super Tucano ini sebagai pengganti pesawat tempur OV-10 Branco yang di-grounded sejak tahun 2007.

    Menurut Imam, proses tender yang dilakukan TNI AU telah menetapkan pemenang tendernya adalah Super Tucano dari Barzil. Proses terakhir sudah pada tahap penawaran harga.

    "TNI AU sudah mengajukan rencana pembelian pesawat Super Tucano ke Mabes TNI untuk diproses lebih lanjut," katanya.

    Imam menjelaskan, Super Tucano dipilih karena memiliki keunggulan yaitu sebagai pesawat taktis ringan, berfungsi sebagai counter insurgency, berfungsi sebagai remote air control (pesawat pengontrol udara), dan pengamatan intai dari udara.

    Keunggulan lainnya, apabila ada pesawat tempur yang lebih kencang seperti F-16 bisa memberitahu sasarannya. Pesawat Super Tucano mampu membawa amunisi minimal 1500 kilo gram dan bisa beroperasi minimal tiga jam.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> TNI AU Berencana Membeli Hercules

    Kendaraan Militer Siap Diproduksi Tahun 2011


    illustrasi ambulan untuk militer

    JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Jika Kementerian Pertahanan menyetujui prototipe kendaraan pertananan yang dibikin Asosiasi Industri Pertahanan Otomotif, maka produk kendaraan militer ini akan siap diproduksi secara masal pada awal tahun depan.

    "Kalau disetujui, setiap bulan bisa diproduksi sekitar 20 unit - 50 unit per bulan," kata Ketua Asosiasi Industri Pertahanan Otomotif Gunadi Sindhuwinata.

    Mengenai harganya, jika sudah diproduksi secara masal, harga per unit kendaraan militer ini sekitar Rp 600 juta - 700 juta.

    Sebelumnya, Asosiasi Industri Pertahanan Otomotif tengah mengembangkan prototipe untuk memproduksi alat kendaraan militer. Prototipe kendaraan militer ini dirancang sebagai kendaraan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan militer seperti mengangkut penumpang, sebagai truk kontainer, kargo dan ambulance.

    Sumber: TRIBUN KALTIM
    Readmore --> Kendaraan Militer Siap Diproduksi Tahun 2011

    Garda Iran Tembakkan Lima Rudal


    Teheran (ANTARA News) - Garda Revolusi elit Iran Ahad menembakkan lima peluru kendali sebagai bagian dari latihan militer yang sedang berlangsung di jalur minyak Selat Hormuz yang strategis, menurut laporan televisi negara.

    Rudal dari pantai-ke-laut dan dari laut-ke-laut dihantamkan ke sasaran tunggal secara serentak, kata laporan itu tanpa memberikan rincian selanjutnya.

    Garda Revolusi Iran telah menyelenggarakan latihan militer sejak Kamis, di perairan Teluk dan Selat Hormuz, mendekati lokasi strategis jalur laut yang dilalui oleh sekitar 40 persen kapal-kapal pemasok minyak.

    Program rudal Iran, yang diumumkan memiliki proyektil-proyektil yang mampu menghantam target di Israel, musuh bebuyutannya, telah meningkatkan kekhawatiran-kekhawatiran negara Barat yang telah bersitegang dengan Teheran, berkaitan dengan proyek nuklir yang kontroversial.

    Sebelumnya, Garda Revolusi Iran Sabtu mengatakan bahwa pada Maret tahun depan pihaknya akan menyebar pesawat tak berawak buatan dalam negeri, yang mampu melakukan serangan udara.

    "Pesawat tanpa awak super canggih itu dibuat oleh Garda Revolusi, dan akan dioperasikan pada semester kedua tahun ini," kata Komandan Garda, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang merujuk bahwa akhir tahun Iran akan jatuh pada 20 Maret 2011.

    Dia tidak memberikan penjelasan secara detil mengenai pesawat tak berawak itu. Teknologi pesawat tak berawak Iran telah menimbulkan keprihatinan di Amerika Serikat.

    Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, baru-baru ini memperingatkan pesawat-pesawat itu akan `mempersulit` bagi kehadiran militer di Afghanistan.

    Pada Februari lalu, Iran membuka dua jalur produksi untuk pembuatan pesawat tak berawak itu. Teheran mengatakan, bahwa pesawat tak berawak tersebut mampu melakukan serangan dengan ketepatan yang tinggi.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Garda Iran Tembakkan Lima Rudal

    Petualangan KRI Dewaruci


    Puluhan kadet Akademi TNI Angkatan Laut berdiri di atas KRI Dewaruci, beberapa waktu lalu.

    Cerita tentang petualangan di laut selalu mendebarkan. Cerita Sinbad dan Pirates of the Caribbean menggambarkan bagaimana manusia bergulat dengan misteri dan kekuatan laut. Tokoh-tokoh seperti Sinbad dan Jack Sparrow serta kapal The Flying Dutchman dan The Black Pearl begitu akrab sebagai referensi kita tentang kapal-kapal yang akrab dengan samudra.

    Kita sering lupa, kita punya KRI Dewaruci, kapal layar jenis Barqoentine bertiang tiga yang sejak dibuat pada 1952 telah mengarungi berbagai lautan dan samudra membawa nama Indonesia. Dilihat dari riwayat hidupnya, KRI Dewaruci sejak 1961 telah membawa bendera Merah Putih hingga ke Australia; tahun 1964 keliling dunia melewati Terusan Suez, Laut Mediterania, Samudra Atlantik, New York, Terusan Panama, dan Samudra Pasifik; serta pada 2010 ini, KRI Dewaruci tengah melaksanakan misinya menuju India-Turki-Spanyol-Perancis-Belgia-Inggris-Belanda-Italia.

    Kapal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ini berukuran relatif kecil dengan panjang tidak sampai 50 meter dan lebar tidak sampai 10 meter. Namun, ia selalu mengundang decak kagum, baik dari para pelaut maupun masyarakat umum yang disinggahinya.

    KRI Dewaruci menjadi saksi puluhan tahun bagaimana para taruna AL dibentuk mentalnya. Tidak hanya kejenuhan yang tak terhingga saat harus berminggu-minggu tidak bertemu daratan, tetapi juga pekerjaan yang menjemukan yang diisi dengan mengecat kapal agar tidak berkarat, membersihkan karat, dan menyiram air agar kayu tidak pecah. Itu baru pekerjaan rutin.

    Belum lagi para kru kapal ini harus berhadapan dengan alam, mulai dari suhu yang sangat dingin sehingga mandi seperti dengan air es atau matahari gurun yang menyengat. Tantangan utama datang saat ombak besar mengempas. Sementara kapal perang lain hadir dengan mesin yang berkekuatan besar, KRI Dewaruci yang memiliki mesin baling-baling satu berdaun empat ini kebanyakan mengandalkan angin.

    ”Semua taruna AL, termasuk petinggi-petingginya, pasti pernah naik KRI Dewaruci. Ini seperti Kawah Candradimuka,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) Herry Setianegara.

    Pensiun

    Sebentar lagi, KRI Dewaruci akan pensiun. Telah lebih dari 57 tahun kapal perang ini mengabdi....

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Petualangan KRI Dewaruci

    Sunday, April 25, 2010 | 5:38 PM | 0 Comments

    Kecelakaan Helikopter Militer, Tiga Tewas


    WELLINGTON--MI: Tiga orang tewas dan satu menderita luka parah setelah kecelakaan maut helikopter militer Iroquois di sebelah utara Wellington, Selandia Baru, Minggu (25/4) pagi.

    Polisi dan petugas ambulan dikerahkan ke tempat kejadian di lahan pertanian di dekat Paekakariki Hill Rd, sekitar 40 kilometer di sebelah timur-laut Wellington sekitar pukul 06:45 waktu setempat (01:45 WIB).

    Helikopter tersebut akan terbang ke Wellington untuk melakukan layanan fajar di ibukota pada Hari Anzac.

    Juru bicara layanan kesehatan mengatakan, tiga orang tewas dalam kecelakaan itu dan satu orang menderita luka serius dan kini dibawa oleh ambulans ke Rumah Sakit Wellington. "Penyebab kecelakaan tersebut sedang diselidiki," katanya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kecelakaan Helikopter Militer, Tiga Tewas

    Korsel: Torpedo Penyebab Tenggelamnya Kapal


    SEOUL--MI: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengatakan, torpedo kemungkinan menjadi penyebab ledakan yang menenggelamkan kapal perang AL mereka di dekat batas perairan yang menjadi sengketa dengan Korea Utara (Korut).

    "Efek 'buble jet', yang mengakibatkan kapal tenggelam, kemungkinan besar disebabkan oleh torpedo berdaya ledak kecil," kata Menteri Pertahan Korsel Kim Tae-young, Minggu (25/4).

    Meski demikian, Pemerintah Korsel tidak langsung menuduh seterunya Korut, namun tetap menaruh curiga terkait aksi-aksi provokasi penyerangan-penyerangan terhadap Korsel.

    Kapal perang AL Korsel Cheonan sedang melakukan patroli rutin pada 26 Maret lalu ketika ledakan membelah kapal tersebut dan akhirnya tenggelam. Peristiwa ini merupakan peristiwa terburuk sepanjang sejarah AL Korsel. Sedikitnya 40 kru kapal tewas.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korsel: Torpedo Penyebab Tenggelamnya Kapal

    Rindam Jaya di TN Halimun belum Dipindahkan

    JAKARTA--MI: TNI Angkatan Darat (AD) belum akan memindahkan resimen induk Kodam Jaya (Rindam Jaya) yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tapi, bila ingin dipertahankan, diperlukan pembicaraan antara TNI AD dengan Kementerian Kehutanan.

    "Belum ada instruksi. Belum ada informasi untuk dipindahkan. Belum tahu juga tahap selanjutnya. Yang pasti, harus duduk bareng antarpemimpin. Harus ada jalan keluarnya," ujar Kepala Dinas Penerangan AD Bambang Widjajanto kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (25/4).

    Rindam Jaya, lanjut Bambang, digunakan untuk penginapan para pelatih yang melatih tahap kedua latihan infantri. Ini setelah latihan tahap pertama dilakukan di Condet, Jakarta.

    "Infantri ada dua tahap (latihan). Tahap pertama di Condet dan kedua di situ. Untuk para pelatih susah tidurnya di mana, latihannya di mana, sehingga di daerah itu untuk latihan infantri tahap dua," ujarnya. "Daerah itu untuk para pelatih istirahat."

    Pelatihan militer menggunakan wilayah itu dilakukan setahun hanya dilakukan dua kali. Sisanya tidak ada kegiatan. Selama sepi itu, lanjut Bambang, dilarang adanya kegiatan komersial.

    Sebagaimana diwartakan sebelumnya, mess instruktur yang ada di Kampung Rawalega, Desa Gunung Sari, atau tepatnya di kompleks Vila Nur Inka itu terdapat bangunan mess atau barak, kompleks Rindam Jaya dilengkapi fasilitas latihan seperti pine ball (arena perang-perangan, kolam renang, dan outbond. Harga tiket kolam renang Rp5.000 per orang. "Kami tidak ada perintah begitu, tapi seharusnya tidak boleh," tegas Bambang.

    Bila ditemukan adanya penyelewengan atau penggunaan komersial tanpa izin, TNI AD akan melakukan tindakan tegas. Namun hukuman yang akan dijatuhkan sesuai dengan ketentuan.

    "Disesuaikan ketentuan. Dipanggil dulu oleh provos. Yang jelas harus ada tindakan dari pimpinan satuan masing-masing," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Rindam Jaya di TN Halimun belum Dipindahkan

    Pertamina Operasikan Tanker Terbesar

    JAKARTA--MI: PT Pertamina (persero) akhirnya kembali memiliki kapal tanker minyak terbesar dalam jajaran armada kapalnya dengan beroperasinya MT Gunung Geulis P 8004.

    Masuknya kapal tanker terbesar dengan bobot hingga 107.500 dead weight tonnes (DWT) itu diharapkan dapat memperlancar pasokan minyak mentah untuk kilang pengolah bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

    "Dengan masuknya MT Gunung Geulis, selain untuk mendukung kehandalan pasokan minyak mentah untuk diolah menjadi BBM, juga untuk mendorong kinerja divisi perkapalan Pertamina yang handal dan akuntabel," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo usai peresmian beroperasinya kapal tersebut di Dumai, Riau, Sabtu (24/4) lalu.

    Menurut Djaelani, dengan kemampuan mengangkut BBM hingga lebih dari 600 ribu barel, kapal ini akan mendukung distribusi pasokan minyak mentah untuk kilang minyak Pertamina.

    "Dari Dumai, kapal ini akan membawa pasokan crude untuk diolah di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kilang Cilacap, Jawa Tengah hingga ke Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur," ujar Djaelani.

    Menurut Djaelani, pembelian kapal baru termasuk program Pertamina meremajakan kapal sekaligus mendukung operasi BUMN migas itu memproduksi tambahan 400.000 barel per hari pada 2010 dan akan menjadi 2014 akan mencapai 1 juta barel per hari.

    MT Gunung Geulis memiliki panjang 243,8 meter dan lebar 42 meter. Kecepatan normal kapal bisa mencapai 13 Knot dan kecepatan maksimal 15 Knot. Dumai-Balongan dapat ditempuh MT Gunung Geulis selama 58 jam.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pertamina Operasikan Tanker Terbesar

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.