ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Monday, May 31, 2010 | 11:22 AM | 0 Comments

    Kapal Misi Kemanusiaan RI Ditembaki Israel

    Tiga orang tewas akibat diberondong tembakan dari sebuah helikopter Israel.

    VIVAnews - Kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa misi kemanusiaan Indonesia dan jurnalis tvOne ditembaki helikopter Israel di perairan Gaza, Palestina.

    Tiga orang dikabarkan tvOne meninggal dan 30-an lainnya luka-luka. Peristiwa terjadi Senin 31 Mei 2010.

    Di dalam kapal ini terdapat aktivis Mer-C Indonesia yang membawa misi kemanusiaan. Juga ada jurnalis tvOne yang melakukan liputan di atas kapal ini.

    Mer-C atau Medical Emergency Rescue Committee adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.

    Relawan MER-C Indonesia yang ikut dalam misi ke Gaza adalah Nur Fitri Moeslim Taher selaku ketua tim dengan anggota dr Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi, dan Muhammad Yasin. Mereka ikut rombongan misi "Flotilla to Gaza" (kebebasan untuk Gaza) tahun 2010 bersama berbagai elemen dan pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia dari 50 negara yang masuk Gaza pada tanggal 25 Mei 2010.

    Sukarelawan dari 50 negara yang ikut misi ini ada di bawah koordinasi Insani Yardim Vakfi, Turki. Misinya menghentikan blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan hampir 4 tahun ini, serta memakan korban ribuan jiwa. Kapal ini juga membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan.

    Israel mengancam akan mengebom kapal-kapal yang mengangkut misi kemanusiaan untuk warga di jalur Gaza.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Kapal Misi Kemanusiaan RI Ditembaki Israel

    Dukungan Indonesia Perkuat Kemerdekaan Palestina


    JAKARTA--MI: Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menegaskan dukungan rakyat Indonesia bisa memperkuat kemerdekaan Palestina selain berbagai bantuan sosial kemanusiaan yang selama ini telah diberikan secara konsisten.

    "Di samping bantuan kemanusiaan, Indonesia bisa memberi ilham urgensi persatuan nasional untuk mencapai merdeka. Jika bangsa Palestina masih terpecah-pecah, kemerdekaan sulit tercapai," kata Mensos melalui pernyataan yang dikeluarkan Pusat Media Kementerian Sosial, Senin (31/5).

    Menurut Mensos yang tidak sempat menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut Presiden Palestina Mahmoud Abbas karena sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah di kawasan timur Indonesia, termasuk ke Provinsi Sulawesi Utara (29-31/5), pihaknya juga menepis isu pemindahan lokasi pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia dari Gaza ke Tepi Barat. Ia menegaskan bahwa RS Indonesia di Gaza itu simbol dukungan internasional sehingga Israel tak bisa berbuat sewenang-wenang untuk menghalangi dan merusaknya.

    "Dunia akan marah jika fasilitas medis yang dibutuhkan rakyat tetap dipersulit. Palestina juga butuh perindungan terhadap lanjut usia (lansia), janda, anak-anak, dan warga sipil tak bersenjata agar tidak jadi korban kekerasan," katanya.

    Mensos juga menegaskan bahwa hingga saat ini banyak pelanggaran Israel terhadap konvensi internasional. Pada konferensi pers bersama seusai pertemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/5), dinyatakan Indonesia akan mendirikan RS di Jalur Gaza senilai Rp20 miliar untuk menambah fasilitas kesehatan yang ada di kawasan tersebut.

    Presiden Yudhoyono menyatakan Indonesia siap memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk apa pun kepada Palestina jika dibutuhkan. "Kita juga akan mendirikan rumah sakit di Gaza senilai Rp20 miliar dengan harapan bisa menambah fasilitas di Gaza," ujarnya.

    Indonesia, lanjut dia, juga siap melanjutkan kontribusi pembangunan kapasitas untuk berdirinya negara Palestina merdeka seperti yang selama ini dilakukan melalui forum negara-negara Asia Afrika. "Saya juga sampaikan bahwa Indonesia siap untuk menjadi bagian dari proses perdamaian sesuai peran yang tepat dan dikehendaki oleh pemimpin Palestina," kata Presiden.

    Sumber: Media Indonesia
    Readmore --> Dukungan Indonesia Perkuat Kemerdekaan Palestina

    Anggota TNI dapat Penghargaan PBB


    NEW YORK--MI: Serda Suprayitno, anggota TNI AD yang meninggal saat melaksanakan misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo tahun lalu, dianugerahi penghargaan berupa medali kehormatan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Medali Dag Hammarskjold bagi Serda Suprayitno itu diserahkan PBB Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian (DPKO) Alain Le Roy, melalui Kuasa Usaha Ad Interim Perwakilan Tetap RI untuk PBB-New York Duta Besar Hasan Kleib.

    "Medali sudah kami terima dengan baik dan segera kami sampaikan kepada keluarga almarhum di Indonesia," kata Hasan Kleib, akhir pekan lalu.

    Serda Suprayitno adalah salah satu dari 218 personil penjaga perdamaian PBB dari 50 negara yang dalam 14 bulan terakhir gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian PBB di berbagai negara. Mereka dianugerahi Medali Dag Hammarsjkold, yang diterima oleh para wakil tetap negara-negara yang bersangkutan di Markas Besar PBB, New York, bertepatan dengan Hari Penjaga Perdamaian Internasional PBB yang jatuh pada 29 Mei .

    Hasan Kleib mengatakan, dalam pesannya Alain Le Roy menyatakan kembali duka cita PBB yang mendalam kepada keluarga almarhum Suprayitno dan Pemerintah Indonesia serta penghargaan atas peranan Suprayitno dalam melaksanakan mandat Dewan Keamanan PBB melalui MONUC. Di saat yang sama, pihak Pemerintah Indonesia menyampaikan kepada pihak DPKO bahwa kendati berduka atas gugurnya Serda Suprayitno, Indonesia bertekad tidak akan mundur dalam memberikan sumbangan dan partisipasi bagi misi-misi penjaga perdamaian PBB. "Semangat almarhum (Serda Suprayitno) dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia merupakan dorongan bagi Indonesia. Semangat itu harus kita lanjutkan," kata Hasan.

    Serda Suprayitno, 27, adalah anggota Kontingen Garuda XX-F yang melekat kepada pasukan perdamaian PBB di Kongo (MONUC) dan merupakan anggota TNI AD Yon Zikon 13, Menzikon Ditziad, Jakarta. Ia meninggal pada 23 Februari 2009 akibat kecelakaan kerja dan jenazahnya dikebumikan secara militer di Taman Makam Pahlawan Yudonegoro, Magetan, Jawa Tengah.

    Selain memberikan tanda penghargaan berupa Medali Dag Hammarksjold, PBB juga memberikan santunan sejumlah US$50 ribu AS, yang telah diserahkan kepada keluarga almarhum tidak lama setelah meninggalnya Suprayitno.

    Sumber: Media indonesia
    Readmore --> Anggota TNI dapat Penghargaan PBB

    Nelayan Vietnam Semakin Nekat


    Pontianak, Kompas - Nelayan asal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia bertindak semakin nekat. Petugas Kapal Hiu Macan 005, Jumat (28/5) petang, menangkap kelompok nelayan asal Vietnam saat mencuri ikan di perairan Tanjung Pandan, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

    Petugas menemukan sekitar 100 kilogram ikan hiu dan pari yang sudah dikeringkan.

    Kapten Kapal Pengawas Hiu Macan 005 Yatmono Sutrisno di Pontianak, Sabtu, mengatakan, kapal itu diawaki 10 anak buah kapal (ABK) dan satu kapten. ”Para nelayan asal Vietnam itu bernyali besar dengan mencuri ikan jauh ke dalam wilayah perairan Indonesia. Biasanya mereka hanya berani mencuri ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) atau wilayah teritorial,” katanya.

    Indonesia dan Vietnam memang berbatasan di laut. Biasanya, nelayan-nelayan Vietnam hanya berani mencuri ikan di ZEE Indonesia, yang tak jauh dari batas negara mereka.

    Kapal Vietnam yang ditangkap ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak. Kepala Stasiun PSDKP Pontianak Bambang Nugroho mengatakan, fakta bahwa nelayan Vietnam itu mencuri ikan jauh di dalam wilayah perairan Indonesia sangat mengkhawatirkan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Nelayan Vietnam Semakin Nekat

    Cheonan Ditorpedo AS atau Korut?


    Orang Korea mengenal pepatah yang mengatakan, ”dua musuh akan bertemu di sebatang jembatan”. Situasi di Semenanjung Korea setelah tenggelamnya kapal korvet Cheonan mengharuskan kedua musuh ini saling berhadapan menuju konflik terbuka.

    Cheonan, yang artinya perdamaian surgawi, memiliki karakter kanji yang sama seperti Gerbang Perdamaian Surgawi Tiananmen, Beijing, China.

    Insiden Cheonan menjadi rumit dan berbahaya serta bisa memicu konflik militer yang akan mengganggu stabilitas dan perdamaian di Asia Timur. Keputusan Seoul menuding Korea Utara sebagai penembak kapal itu akan mengubah tatanan stabilitas dan perdamaian kawasan.

    Torpedo Korut menyebabkan kapal korvet, yang dirancang menjadi kapal pemburu anti-kapal selam, terbelah dua.

    Dalam sejarah pertikaian antarnegara sejak Perang Dunia II, ada dua insiden yang tercatat di mana kapal perang hancur dan tenggelam akibat torpedo. Dalam Perang Malvinas (1982), penjelajah Argentina ARA General Belgrano, tenggelam ditorpedo kapal selam Inggris, HMS Conqueror.

    Dalam Perang India-Pakistan (1971), kapal fregat India INS Khukri tenggelam ditoperdo kapal selam Pakistan, Hangor kelas Daphne, di pantai Diu dekat Gujarat, India. Dalam dua peristiwa ini, kapal-kapal tenggelam ditembak torpedo pasca- Perang Dunia II.

    Kapal korvet Cheonan dinyatakan tenggelam ditorpedo Korut berdasarkan hasil penyelidikan secara ilmiah oleh tim gabungan Korsel, AS, Swedia, Australia, Kanada, dan Inggris. Kesimpulannya, Cheonan tenggelam akibat ledakan bubble jet dari torpedo CHT-02D milik Korut meledak tanpa kontak ke korvet itu.

    Kesimpulan investigasi sudah menyatakan bahwa torpedo tersebut berasal dari kapal selam Korut kelas Yeono. Namun, keseluruhan proses tenggelamnya kapal korvet Cheonan masih belum jelas. Korut selama ini diduga memiliki 22 kapal selam patroli, 29 kapal selam penjaga pantai, dan 20 kapal selam mini (midget).

    Keseluruhan Insiden Cheonan menjadi teka-teki. Ada beberapa persoalan serius terkait dengan kerahasiaan sistem strategi dan taktik Angkatan Laut Korsel ataupun AS.

    Masih banyak teka-teki, yakni bagaimana mungkin kapal selam Korut yang sudah tua dan rata-rata dibuat dekade 1970-1980-an itu mampu menenggelamkan Cheonan.

    Lagipula, apa yang diinginkan Korut dengan menenggelamkan Cheonan di tengah kawasan Semenanjung Korea yang relatif stabil dan aman. Apa misi melakukan provokasi dengan menewaskan 46 orang pelaut Korsel? Apakah Insiden Cheonan merupakan aksi balas dendam atas insiden ditembaknya kapal-kapal Korut bulan November tahun lalu, yang menyebabkan pelaut Korut tewas?

    Atau adakah sebab-sebab lain.

    Pihak Korsel tidak menjelaskan konteks terbelah duanya Cheonan dengan latihan militer bersama yang dilakukan Korsel-AS. Latihan bersama itu diberi nama sandi Foul Eagle dan diasumsikan wilayah sekitar berada dalam kondisi siaga penuh.

    Ada spekulasi, Cheonan tenggelam akibat tembakan torpedo kapal selam AS bertenaga nuklir yang sedang melakukan misi rahasia dekat Pulau Byaengnyeong dan kemudian melakukan kesalahan ”friendly fire”.

    Membunuh dan menculik memang menjadi salah satu kebiasaan Korut dalam sejarah pertikaian Semenanjung Korea sehingga menjadi mudah menunjuk hidung Korut di balik tenggelamnya Cheonan. Korut memang dikenal menganut garis keras dalam aksi provokatif.

    Ujian bagi China

    Lepas dari itu, insiden Cheonan akan memicu konflik terbuka di Semenanjung Korea. Ada persoalan stabilitas dan keamanan regional yang dipertaruhkan. Perubahan konstelasi militer di wilayah itu akan memicu kalkulasi lain yang berbeda dengan era Perang Dingin.

    Konflik terbuka menyebabkan terjadinya nuklirisasi di mana-mana, mulai dari Korsel yang harus mengimbangi Korut, lalu menyebar ke Jepang, dan juga ke Taiwan kalau AS tidak bisa memberikan jaminan keamanan dan gagal meredam nafsu konflik Pyongyang. Komposisi perimbangan keamanan akan berubah dan menjadi ancaman baru yang berbahaya bagi Asia.

    Secara ekonomi, konflik juga akan drastis memengaruhi perdagangan China-Korsel yang mencapai 200 miliar dollar AS per tahun, dibanding dengan Korut yang hanya sebesar 3 miliar dollar AS.

    Konflik terbuka di Semenanjung Korea akan bisa menyebabkan zona industri Kaesong di Korut kehilangan tujuan untuk dijadikan model kerja sama dua Korea.

    Pertanyaan yang paling serius adalah apakah AS dengan utang nasional mencapai 13 triliun dollar AS bertempur di dua front global Irak dan Afganistan, masih memiliki kekuatan memadai untuk membuka front pertempuran baru di Semenanjung Korea?

    Apa pun yang terjadi, Beijing pasti tidak menginginkan perubahan status quo yang membahayakan pertumbuhan ekonominya.

    Misteri insiden Cheonan menjadi pelik, bukan hanya karena bisa membuka konflik baru bagi dua Korea. Insiden mengharuskan pengkajian ulang strategi pertahanan dan pertempuran laut. Insiden juga menjadi ujian bagi RRC yang sedang dalam proses menjadi kekuatan dominan baru dalam meredam konflik yang membahayakan.

    Insiden Cheonan harus mampu mengikuti peribahasa dua Korea yang bermusuhan ini, ”sonbadaneuro haneuleul gariryeohhanda”. Jangan sampai korban jiwa korvet Cheonan seperti mencoba menutupi langit dengan telapak tangan yang tecermin dalam pepatah itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Cheonan Ditorpedo AS atau Korut?

    China Tak Mau Salahkan Korut


    Seogwipo, Minggu - Perdana Menteri China Wen Jiabao mendesak agar ketegangan di Semenanjung Korea segera diredakan. Wen tidak bergabung dengan para pemimpin Asia Timur lainnya untuk secara terbuka menyalahkan Korea Utara atas ketegangan tersebut.

    Pada akhir pertemuan puncak regional di Pulau Jeju, Minggu (30/5), Wen menyatakan, hal paling mendesak dilakukan adalah menangani dampak serius bagi kawasan. Wen tidak mengindikasikan bahwa China akan mendukung upaya Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjatuhkan sanksi atau kecaman terhadap Korea Utara.

    ”Tindakan mendesak saat ini adalah merespons dengan tepat dampak serius insiden Cheonan, meredakan ketegangan secara bertahap, dan menghindari konflik,” kata Wen.

    ”China akan terus bekerja sama dengan setiap negara melalui negosiasi agresif dan kerja sama untuk memenuhi misi bersama dalam memelihara perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Wen.

    Korea Selatan dan Jepang menuding Korut menembakkan torpedo ke kapal perang milik Korsel, Cheonan, pada Maret lalu, menenggelamkan kapal perang itu dan menewaskan 46 pelaut. Insiden Cheonan dipandang sebagai sebuah insiden militer paling mengerikan sejak Perang Korea.

    Pyongyang berulang kali membantah tuduhan tersebut. Kemarin, ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa mengecam Korsel dan AS dengan slogan-slogan anti-Presiden Korsel Lee Myung-bak.

    Pekan lalu, Korsel menyatakan serangkaian langkah-langkah hukuman terhadap Korut, yaitu memutus perdagangan, memulai lagi penyiaran propaganda anti-Korut di perbatasan kedua negara, dan meluncurkan latihan perang angkatan laut skala besar di pesisir barat Korsel.

    Korut menanggapi dengan menyatakan, langkah Korea bisa mendorong Semenanjung Korea mendekati perang. Korut juga mengancam akan menghancurkan pengeras suara di perbatasan jika propaganda anti-Korut tetap dijalankan.

    Ke DK PBB

    Presiden Lee mengharapkan China bersedia mendukung langkah Korsel mengajukan Korut ke DK PBB. ”Saya mengharapkan Jepang dan China, sebagai anggota komunitas internasional yang sangat bertanggung jawab, untuk secara bijaksana bekerja sama dalam menangani persoalan ini,” katanya.

    ”Kami tidak takut perang, tetapi kami juga tidak menghendakinya. Kami tidak punya maksud untuk berperang,” ujar Lee.

    China dan Jepang adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua dan ketiga di dunia. Bersama Korsel, ketiganya terhitung hampir 20 persen perekonomian global. Ketidakstabilan di Semenanjung Korea bisa menimbulkan dampak besar bagi perekonomian dunia.

    Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama menyatakan akan mendukung Seoul jika negara itu membawa Korut ke DK PBB. Dia mengatakan, ketiga negara memiliki pandangan yang sama bahwa tenggelamnya kapal Cheonan adalah persoalan serius bagi perdamaian dan stabilitas di Asia Timur.

    Para analis meragukan bahwa membawa persoalan Semenanjung Korea ke DK PBB akan menyelesaikan persoalan. ”Pidato Wen Jiabao hari ini tidak memberikan langkah praktis dalam berurusan dengan insiden Cheonan. Dia tidak mengatakan secara spesifik bagaimana China akan terlibat jika dibawa ke DK PBB,” kata Yang Moo-jin, pengajar pada University of North Korean Studies di Seoul.

    ”Kita telah melihat banyak kasus di mana tekanan eksternal tidak berhasil bagi Korea Utara. Oleh karena itu, pantas dipertanyakan apakah langkah semacam itu akan membawa dampak yang diinginkan dalam situasi ini,” kata Stephani Kleine-Ahlbrandt, Direktur North East Asia Project pada International Crisis Group.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Tak Mau Salahkan Korut

    Saturday, May 29, 2010 | 9:14 PM | 0 Comments

    Marinir Amerika dan Indonesia "Serbu" Banongan


    Situbondo (ANTARA News) - Marinir Amerika yang biasa disebut United States Marine Corps (USMC) dan Indonesia melakukan pendaratan Amfibi bersama untuk "menyerbu" Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jatim, Sabtu.

    Staf Dinas Penerangan Korps Marinir Serda Mar Kuwadi melaporkan dari Situbondo bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian dari Latihan Bersama (Latma) yang digelar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat bertema "Naval Engagement Activity (NEA) 2010".

    Pendaratan Amfibi itu melibatkan 200 prajurit Korps Marinir, 250 prajurit USMC, dua buah "Landing Craft Utility" (LCU), sembilan "Assoult Amphibious Vehicles" (AAV), dan sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika USS Tortuga.

    Kegiatan itu disaksikan secara langsung oleh Commander Task Force (CTF) 73 Real Admiral Nora W. Tyson, Komandan Satgas NEA 2010 Kolonel Laut (P) Sutaryono, Asops Kaspasmar-1 Kolonel Marinir Hasanudin, Danbrigif-1 Mar Kolonel Marinir Amir Faisol, dan Asintel Lantamal V Surabaya Kolonel Marinir Suaf Yanu Hardani.

    Setelah melaksanakan pendaratan Amfibi, para prajurit Korps Marinir mendapatkan materi latihan dari prajurit USMC berupa CQB, Zeni Tempur, pemeriksaan tawanan, dan evakuasi medis, kemudian dilanjutkan dengan pergeseran pasukan ke Pusat Latihan Pertempuran Marinir Asembagus.

    Latihan yang melibatkan Marinir kedua negara itu dilaksanakan di daerah Karangtekok pada 30 Mei 2010 dengan materi latihan Military Operation on Urban Terrain (MOUT), Life Fire, dan Demolisi, sedangkan materi Jungle Survival adn patroli tempur akan dilaksanakan di hutan Selogiri, Banyuwangi, pada 31 Mei 2010.

    "Selain latihan yang dilaksanakan oleh prajurit Marinir di Karangtekok dan Banyuwangi, juga dilaksanakan kegiatan Engeineering Civic Action Project (ENCAP) dan Medical Civic Action Project (Medcap) di Desa Weru dan Sidokumpul, Lamongan, serta beberapa kegiatan lain di Surabaya," kata Komandan Satgas NEA 2010 Kolonel Laut (P) Sutaryono.(*)


    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Marinir Amerika dan Indonesia "Serbu" Banongan

    Korut Kembali Menolak Bukti Tenggelamnya Kapal Perang Korsel


    SEOUL--MI: Korea Utara (Korut) menolak mentah-mentah bukti yang menunjukkan negara itu mentorpedo kapal perang Korea Selatan sehingga menewaskan 46 orang, dan mengatakan Pyongyang tidak memiliki kapal selam kecil yang dituduh digunakan untuk menyerang korvet Cheonan Maret lalu.

    Komisi Pertahanan Nasional (NDC) Korea Utara, yang memiliki kekuasaan besar dan dipimpin oleh pemimpin Kim Jong-Il, mengadakan konferensi pers yang jarang dilakukan Jumat (28/5), dan membantah keterlibatan Pyongyang, menurut media resmi Korea Utara.

    Mayjen Pak Rim Su, direktur bagian kebijakan NDC, mengatakan Korea Utara tidak memiliki kapal selam "kelas-Salmon" dengan bobot 130 ton, yang menurut Korea Selatan telah mentorpedo korvet Cheonan, 1.200 ton di perbatasan kedua negara, Laut Kuning.

    "Kami tak punya kapal selam sejenis kelas-Salmon 130 ton," kata Pak seperti dikutip oleh TV Chungang, saat berbicara dengan para wartawan. Investigasi multinasional yang dipimpin Seoul awal bulan ini menyimpulkan bahwa tenggelamnya kapal itu pada 26 Maret disebabkan oleh serangan torpedo Korea Utara.

    Para penyelidik Korea Selatan mengatakan kapal selam kecil kelas-Salmon telah menerobos ke dalam perairan Korea Selatan melalui perairan internasional. Namun Pak mengatakan, "Tak mungkin dipandang dari segi militer bahwa kapal selam berbobot 130 ton membawa torpedo seberat 1,7 ton menyusuri laut terbuka memasuki perairan Korea Selatan, menenggelamkan kapal dan kembali ke tanah air."

    Dia juga membantah tuduhan Seoul bahwa kepingan yang diambil dari torpedo dirancang khusus yang ditampilkan di brosur Korea Utara, yang diduga dikirimkan kepada pembeli potensial yang tak disebutkan identitasnya dari torpedo Korea Utara. "Siapa di dunia ini yang menyerahkan rancang-bangun torpedo pada saat penjualannya," katanya.

    Kolonel senior Ri Son Gwon mengesampingkan nomor seri tulisan tanga pada kepingan torpedo, yang terbaca 1 beon atau nomor satu adalah palsu. Korea Selatan mengatakan nomor seri tulisan tangan dalam bahasa Korea itu adalah bukti kuat keterlibatan Pyongyang dalam tenggelamnya kapal tersebut.

    "Ketika kami mengambil nomor seri pada senjata-senjata itu, kami mengukirnya dengan mesin," kata Ri. "Kami gunakan 'bun' hanya untuk para pemain sepak bola atau bola basket," ia menjelaskan.

    Ri mengecam insiden itu sebagai bikinan "panglima angkatan bersenjata negara boneka dan bos militernya". Pak mengatakan tim investigasi multinasional yang dipimpin Seoul tidak dalam posisi untuk melakukan pemeriksaan obyektif, dan menyerang Seoul berkaitan dengan penolakan tuntutan Pyongyang bahwa pihaknya akan memberangkatkan tim investigasi mereka.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korut Kembali Menolak Bukti Tenggelamnya Kapal Perang Korsel

    PBB Tarik 2.000 Pasukan Perdamaian dari Kongo


    NEW YORK--MI: Dewan Keamanan PBB, Jumat, setuju untuk menarik sebanyak 2.000 penjaga perdamaian dari Republik Demokratik Kongo, tapi menangguhkan keputusan mengenai permintaan Kinshasa agar semua tentara meninggalkan negara itu pada 2011.

    Badan yang memiliki 15 anggota itu mengesahkan dengan suara bulat resolusi yang "memerintahkan penarikan sebanyak 2.000 personil militer PBB pada 30 Juni 2010 dari tempat-tempat situasi keamanan mengizinkan".

    Pasukan PBB itu, yang disebut MONUC, adalah operasi penjaga perdamaian terbesar dan termahal dengan lebih dari 20.000 personel. Dewan Kemanan juga memperpanjang mandat pasukan itu hingga akhir Juni, dan setuju untuk menamainya kembali sebagai Misi Stabilisasi Organisasi PBB di DRC (MONUSCO) dari 1 Juli.

    Presiden Joseph Kabila telah minta penarikan sepenuhnya MONUC dari negaranya yang kaya mineral pada akhir 2011. Ia bersikeras kontingen pertama supaya meninggalkan DRC sebelum 30 Juni, ketika negara Afrika tengah yang besar itu merayakan ulang tahun ke-50 kemerdekaannya dari Belgia.

    Kabila, yang terpilih sebagai presiden pada 2006, tampaknya akan berupaya untuk memoles kepercayaan nasionalistiknya sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan pada akhir tahun depan. Tapi para diplomat dewan dan kelompok bantuan percaya pemerintah DRC tak akan dapat menjamin keamanan di bagian timur negara mereka, tempat gerilyawan seperti pemberontak Hutu Rwanda dan pemberontak Uganda Lord's Resistance Army (LRA) menimbulkan malapetaka.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> PBB Tarik 2.000 Pasukan Perdamaian dari Kongo

    Dicurigai Lakukan Kegiatan Mata-mata Seekor Burung Ditahan


    NEW DELHI--MI: Polisi India menahan satu burung dara setelah hewan itu "tertangkap sedang melakukan tindakan yang diduga sebagai misi mata-mata" buat musuh bebuyutan India dan tetangganya, Pakistan, demikian laporan media setempat Jumat (28/5).

    Burung yang berwarna putih tersebut ditemukan oleh seorang warga setempat di negara bagian Punjab, India, yang berbatasan dengan Pakistan, dan dibawa ke pos polisi sekitar 40 kilometer dari ibu kota negara bagian itu, Amritsat.

    Burung dara tersebut memiliki cincin di kakinya dan satu nomor telepon Pakistan serta alamat yang tertempel di badannya dengan tulisan tinta merah.

    Perwira polisi Ramdas Jagjit Singh Chahal mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India bahwa mereka mencurigai burung itu mungkin hinggap di wilayah India dari Pakistan dengan membawa pesan, kendati tak ada jejak surat yang ditemukan.

    Beberapa pejabat telah menginstruksikan agar tak seorang pun diperkenankan melihat hewan tersebut, yang dikatakan polisi telah "melakukan misi khusus mata-mata".

    Burung itu telah diteliti secara medis dan kini disimpan di satu ruang yang diberi penyejuk udara dan dijaga oleh polisi.

    Beberapa perwira senior telah meminta laporan perkembangan keadaan tiga kali dalam sehari, kata PTI.

    Chahal mengatakan penggemar burung dara setempat di daerah perbatasan yang sensitif telah memberi tahu polisi bahwa burung dara Pakistan mudah dikenali karena penampilannya yang berbeda dari burung dara India, demikian laporan surat kabar Indian Express.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Dicurigai Lakukan Kegiatan Mata-mata Seekor Burung Ditahan

    Lagi, Kapal Nelayan Vietnam Ditangkap


    Kapal pencuri ikan Vietnam ini ditangkap, Jumat (28/5/2010) petang di perairan Tanjungpandan, Karimata, Kalbar.


    PONTIANAK, KOMPAS.com — Nelayan-nelayan Vietnam rupanya tak jera mencuri ikan di perairan Indonesia walaupun sudah banyak yang ditangkap. Satu kapal nelayan Vietnam yang penuh dengan muatan ikan kering olahan kembali ditangkap oleh kapal pengawas.

    Kapten Kapal Hiu Macan 005 Yatmono Sutrisno, Sabtu (29/5/2010), mengatakan, kapal dengan 11 awak dan kapten itu ditangkap di sekitar Perairan Tanjungpandan, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Jumat petang.

    "Mereka benar-benar punya nyali karena berani mencuri ikan di perairan dalam. Kalau kemarin-kemarin kan di zona ekonomi ekslusif," kata Yatmono.

    Anak buah kapal Vietnam yang tertangkap, Duc (50), mengatakan, mereka sudah beroperasi sekitar dua bulan sebelum tertangkap. Ikan-ikan yang dicuri itu langsung diolah dengan cara diasinkan di atas kapal. Ikan-ikan yang dicuri memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti hiu dan pari.

    Setelah ditangkap, kapal Vietnam itu ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak. Anak buah kapal akan menjalani karantina di Stasiun PSDKP sambil menunggu proses hukum.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Lagi, Kapal Nelayan Vietnam Ditangkap

    ANGKATAN DARAT JUARA UMUM LOMBA TEMBAK INTERNASIONAL DI AUSTRALIA


    Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menegaskan, jangan berpuas diri atas keberhasilan yang telah dicapai, tetapi lakukan evaluasi atas apa yang diraih untuk keberhasilan yang lebih baik di masa yang akan datang, berlatih dengan militan dan jadikan latihan itu sebagai kebutuhan.

    Hal ini disampaikan Kasad ketika menerima Laporan Kembalinya Kontingen Lomba Tembak Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) 2010 di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Kamis, (27/5). Lomba tembak AASAM ini diikuti oleh 10 negara, Indonesia, Australia, Brunei, Singapura, Thailand, Philipina, Papua New Guinie, East Timor, Perancis dan Kanada, berlangsung di Puckapunyal, Victoria, Australia.

    Kasad mengatakan, mengikuti lomba tembak AASAM ini menjadi suatu kebanggaan, untuk diketahui bersama, bahwa lomba tembak AASAM ini merupakan event lomba tembak Angkatan Darat berskala internasional yang tahun ini diikuti oleh sepuluh negara, sehingga keberhasilannya mempunyai arti tersendiri.

    Sebagaimana dilaporkan Letkol Inf Budiman Danyonif Linud 328/Kostrad sebagai Komandan Kontingen sebanyak 15 orang, para petembak telah berhasil mempertahankan prestasi sebagai juara umum, dengan perolehan 22 medali emas, 13 medali perak, dan 14 medali perunggu. Sehubungan dengan itu, atas nama Pimpinan TNI Angkatan Darat dan selaku pribadi, Kasad menyampaikan rasa bangga dan mengucapkan terima kasih serta selamat atas prestasi yang telah diraih dalam mengikuti Lomba Tembak ini.

    Kasad juga mengucapkan terima kasih kepada koordinator, para pelatih dan pendukung, atas dedikasi, semangat dan loyalitas serta pengorbanannya sehingga Tim TNI Angkatan Darat meraih sukses seperti yang diharapkan bersama.

    Menurut Kasad, dengan prestasi juara umum yang diraih pada event lomba tembak ini, diharapkan dapat memacu keinginan prajurit prajurit TNI Angkatan Darat lainnya untuk berlatih lebih keras meningkatkan profesionalismenya sebagai prajurit yang berprestasi, tidak saja di bidang menembak, tetapi juga di bidang lainnya sesuai profesi militer yang digelutinya.

    Kasad mengharapkan, ke depan akan lebih banyak lagi lahir petembak berprestasi dari TNI Angkatan Darat, yang akan dapat diproyeksikan pada berbagai event lomba tembak, sehingga kredibilitas TNI Angkatan Darat dapat terjaga dengan baik pada lomba tembak Internasional berikutnya.

    Sumber: TNI AD
    Readmore --> ANGKATAN DARAT JUARA UMUM LOMBA TEMBAK INTERNASIONAL DI AUSTRALIA

    China tidak Akan Lindungi Penyerang Kapal Korsel


    SEOUL--MI: China tidak akan melindungi siapapun yang bersalah atas tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan.

    Perdana Menteri China Wen Jiabao yang mengunjungi Seoul, Jumat (28/5), membuat pernyataan itu dalam satu pertemuan dengan Presiden Kora Selatan Lee Myug Bak.

    Korea Selatan menyalahkan Korea Utara atas tenggelamnya sebuah kapal perangnya 26 Maret yang menewaskan 46 awaknya. Seoul mendesak China mendukung usaha diplomatiknya untuk mengenakan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara.

    Wen mengemukakan kepada Lee bahwa China akan memutuskan sikapnya mengenai masalah itu "secara adil" setelah meninjau
    penyelidikan-penyelidikan internasional.

    "Pemerintah China akan meninjau hasil penyelidikan-penyelidikan internasional dengan cermat dan mempertimbangkan reaksi-reaksi yang serius dari negera-negara yang terkait," kata Wen yang dikutip juru bicara Presiden Lee.

    "China kemudian akan menentukan sikapnya mengenai masalah ini dalam sikap yang obyektif dan adil. Menurut hasil penyelidikan, China tidak akan melindungi siapapun."

    China adalah satu-satunya sekutu penting Korea Utara. Tidak seperti halnya negara-negara lain. China sejauh ini tidak menyalahkan Pyongyang atas insiden tenggelamnya kapal perang Cheonan Korea Selatan itu.

    Sumber: Media Indonesia
    Readmore --> China tidak Akan Lindungi Penyerang Kapal Korsel

    Rusia: Ketegangan Korsel-Korut Berbahaya


    MOSKWA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexei Borodavkin, Jumat (28/5/2010), berdiskusi dengan Duta Besar Korea Utara Kim Yong Jae tentang ketegangan berbahaya di Semenanjung Korea.

    "Pertukaran pandangan terinci mengenai perkembangan berbahaya di Semenanjung Korea setelah karamnya kapal jenis korvet milik Korea Selatan berlangsung dalam pembicaraan itu," kata pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia.

    "Kedua pihak menyatakan perlunya usaha-usaha untuk mencegah ketegangan di wilayah itu meningkat dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan konsultasi demi menemukan cara-cara keluar dari krisis antar-Korea yang sedang terjadi," tambahnya.

    Presiden Rusia Dmitry Medvedev hari Kamis berbicara lewat telepon dengan sejawatnya dari Korsel, Lee Myung-bak, yang mendesak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi krisis itu menyusul tenggelamnya kapal perang Korsel pada 26 Maret lalu. Sebanyak 46 pelaut kapal Cheonan meninggal dalam insiden itu. Seoul menyatakan, tenggelamnya kapal itu akibat serangan torpedo kapal selam Korut.

    Walau demikian, Moskwa mengatakan, pihaknya memerlukan bukti 100 persen mengenai peran Korut dalam insiden itu sebelum bisa mendukung usaha-usaha menghukum Pyongyang. Rusia mempunyai perbatasan darat yang pendek dengan Korut dan memiliki hubungan diplomatik serta hubungan dagang dengan negara komunis itu, yang pernah menjadi sekutu Uni Soviet.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia: Ketegangan Korsel-Korut Berbahaya

    Armada Bantuan Gaza Tertunda


    Kapal bantuan kemanusian yang menuju Jalur Gaza untuk menentang blokade Israel atas wilayah itu.


    KOMPAS.com — Sebuah armada bantuan kemanusiaan yang dijadwalkan berlayar ke Gaza, Jumat (28/5/2010), guna menentang embargo Israel tertunda sehari karena masalah teknis dan ketakutan Israel mungkin akan menahan salah satu kapal.

    "Kami tidak akan berangkat hingga Sabtu, tetapi kapal-kapal ini masih terus berlayar," kata Audrey Bomse dari Free Gaza Movement yang mengorgasasikan armada multinasional yang berkumpul di Siprus. Semula dijadwalkan kapal-kapal bantuan itu akan mencapai perairan Gaza Sabtu ini.

    "Kami telah mengubah koordinat dua kali karena ada laporan Israel mengancam untuk menangkap kapal Turki sehingga kami memutuskan menunda sampai semua kapal bergabung," tambahnya.

    "Hal ini telah menunda segala sesuatunya sehari karena perubahan koordinat membutuhkan waktu. Juga ada kesulitan teknis dengan salah satu kapal sehingga kami harus memindahkan penumpang dari kapal itu ke satu kapal Turki," kata Bomse.

    Ratusan aktivis menyiapkan langkah akhir dari usaha mereka untuk menerobos embargo atas Jalur Gaza, sebuah upaya yang akan mati-matian akan digagalkan Israel, karena masing-masing pihak menuduh yang lain melanggar hukum internasional.

    Dua kapal kargo dan lima kapal kecil berisi ribuan ton persediaan dan ratusan penumpang menuju titik pertemuan di Siprus di mana mereka berencana menyatu sebelum berangkat bersama ke Gaza. Panitia mengatakan, kapal kedelapan, Rachel Corrie dari Irlandia, tertinggal dan akan berjalan menuju Gaza secara terpisah.

    Kapal-kapal itu akan bertemu di perairan internasional. "Pemerintah Siprus tidak ingin kami berangkat dari Siprus. Saya hanya bisa berasumsi bahwa mereka mendapat tekanan," kata Bomse. Namun, seorang pejabat Siprus mengatakan bahwa Nicosia belum menerima permintaan resmi dari Otoritas Palestina tentang bantuan kemanusiaan itu.

    Menteri Komunikasi Siprus Erato Kozakou-Marcoullis membantah bahwa keputusan yang melarang armada itu untuk berlayar dari Siprus karena tekanan Israel. "Ini keputusan yang dibuat sendiri oleh Siprus," katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Armada Bantuan Gaza Tertunda

    Kapal "D-Day" Normandia Teronggok di Priok...


    KRI Teluk Tomini bernomor lambung 508 bersandar di Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/5).


    Matahari menyengat di sudut barat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis tengah hari awal Mei lalu, memancar lurus di atas kapal-kapal perang tua yang ditambatkan berderet di tepi dermaga Komando Lintas Laut Militer di tengah riuh bongkar muat pelabuhan. Nyaris terabaikan, itulah nasib kapal-kapal landing ship tank tua milik TNI AL yang pernah berjasa dalam Perang Dunia II saat pendaratan Sekutu di Normandia, Perancis, tahun 1944 hingga mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia akhir 1990-an.

    Salah satu landing ship tank (LST) legendaris tersebut adalah KRI Teluk Tomini 508 yang dibuat di galangan kapal Charleston, Negara Bagian Karolina Selatan, Amerika Serikat, tahun 1942 dan diberi nama USS Bledsoe County. Dalam data yang diberikan Kepala Dinas Penerangan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Letnan Kolonel Laut (Kh) Agus Cahyono disebutkan, KRI Teluk Tomini alias USS Bledsoe County pernah terlibat sejumlah operasi penting dalam Perang Dunia II.

    Kiprahnya diawali dengan pelayaran dari galangan kapal Angkatan Laut AS pada 19 Maret 1943, USS Bledsoe County tiba di Dakar, Senegal, yang berada di bawah kekuasaan pemerintahan Perancis, General Charles de Gaulle yang pro-Sekutu. Dari sana, Bledsoe County bergerak ke kota-kota pelabuhan magribi (Maroko, Aljazair, dan Tunisia) sebelum terlibat dalam Operasi Husky, yakni invasi Sekutu ke Sisilia pada 10 Juli 1943. Sejumlah lokasi pendaratan antara lain Scoglitti, Gela, dan Palermo. Operasi berlanjut ke daratan Italia dengan pendaratan di Salerno.

    Selepas invasi ke Sisilia, Bledsoe County diberangkatkan ke Inggris dalam persiapan Operasi Overlord, yakni operasi amfibi terbesar dalam sejarah umat manusia berupa serbuan ke pantai Normandia, Perancis barat laut.

    ”Kapal ini pernah terlibat dalam operasi pendaratan Sekutu di Normandia. Personel militer Amerika yang pernah berkunjung ke Kolinlamil mengagumi bahwa masih ada kapal-kapal LST eks Perang Dunia II yang dioperasikan TNI AL,” ujar Komandan KRI Teluk Tomini Mayor Laut (P) Syaekhul Anwar yang ditemui di Ruang Perwira (Officer Room) LST yang berusia 67 tahun itu.

    USS Bledsoe County mendaratkan muatan di pantai Sword, bagian dari wilayah operasi pasukan Inggris. Secara keseluruhan, kapal itu melakukan 39 sortie dari Inggris ke Normandia selama rangkaian Operasi Overlord. Beberapa kali kapal itu menjadi bulan-bulanan serangan artileri pantai Jerman ataupun pesawat terbang musuh.

    Legenda TNI AL

    Selepas Perang Dunia II, USS Bledsoe County bersama ratusan kapal perang lainnya menjadi bagian dari armada kapur barus (mothball fleet) yang nonaktif. Ketika pemerintahan Presiden Soekarno berusaha merebut Irian Barat, Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden John Fitzgerald Kennedy memberikan dukungan dengan menjual sejumlah peralatan militer, termasuk beberapa LST era Perang Dunia II yang menjadi bagian dari TNI AL, yakni KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Kao 504, dan KRI Teluk Tomini 508.

    Mayor Bambang, salah seorang perwira Kolinlamil yang ditemui di KRI Teluk Langsa, awal April 2010, menceritakan tentang orisinalitas kapa-kapal bersejarah itu. ”Ini corong komunikasi dari bridge (anjungan) ke kamar mesin masih menggunakan pipa dan bukan radio seperti kapal militer masa kini. Jam, lonceng, instrumen, bahkan lambang kapal asli dari AS masih ada di beberapa kapal-kapal LST eks Perang Dunia II ini,” ujarnya.

    Selain mandala Eropa dan Afrika, sejumlah LST lain pernah terlibat dalam operasi militer di mandala Pasifik bagian dari manuver Jenderal Douglas MacArthur. Saat berada di bawah TNI AL, KRI Teluk Tomini menggoreskan sejarah dalam rangkaian operasi, seperti Operasi Mandala (perebutan Irian Barat), Operasi Seroja (Timor Timur) dekade akhir 1970-an, Operasi Andhini Sakti (mengangkut bibit sapi impor dari Australia untuk dikembangkan di dalam negeri), rangkaian bantuan angkutan ke pulau-pulau terpencil, hingga pemulangan pengungsi pascajajak pendapat Timor Timur tahun 1999.

    ”Wah, waktu pemulangan pengungsi pascajajak pendapat, LST-LST tua ini sangat berjasa. Seluruh kapal dipenuhi pengungsi hingga 2.000 orang lebih. Bahkan, di anjungan tempat kapten mengemudi juga dipenuhi pengungsi. Persis seperti di dalam bus kota yang penuh sesak,” ujar Bambang.

    Meski menggoreskan sejarah panjang dan penuh jasa, belum terdengar ada upaya melestarikan LST-LST tua itu sebagai museum terapung. ”Sudah didaftarkan untuk dilepas atau mungkin dibesituakan sejak tahun lalu,” kata Letkol Agus Cahyono.

    Kolonel (Purn) Jean Rocher, mantan Atase Pertahanan Perancis untuk RI, mengaku terkejut mendengar masih ada LST yang pernah digunakan dalam ”D-Day” Normandia berada di Jakarta. ”Itu sangat menarik dan berharga bagi bangsa Perancis, Amerika, dan tentu saja Indonesia,” kata Rocher yang sedang menulis sejarah perang Napoleon di Pulau Jawa tahun 1811.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal "D-Day" Normandia Teronggok di Priok...

    Friday, May 28, 2010 | 4:02 PM | 0 Comments

    KRI Kala Hitam Tangkap Kapal Motor Bermuatan Pakaian Bekas


    Pontianak (ANTARA News) - Kapal Perang Republik Indonesia Kala Hitam - 828, menangkap satu kapal motor Ratu Pantai yang bermuatan sekitar 1.100 karung besar pakaian bekas serta 300 lembar kasur tanpa dokumen.

    Komandan KRI Kala Hitam - 828 Mayor Laut (P) Tubagus Budi Wahyudi di Pontianak, Jumat, menyatakan, KM Ratu Pantai ditangkap saat mengarungi perairan China Selatan atau sekitar Pulau Pejantan, Rabu (26/5) pukul 12.30 WIB.

    KRI Kala Hitam saat ini melaksanakan Operasi Taring Pari di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar).

    "Saat kami sedang berpatroli tampak kapal motor itu di radar dengan kontak merah dengan membawa muatan tinggi yang tidak lazim," katanya.

    Saat diteropong, dengan muatan tinggi seharusnya draf kapal itu akan tenggelam, tetapi draf kapal itu malah justru tinggi, sehingga menimbulkan kecurigaan, kata Tubagus.

    "Pada saat akan kami dekati, kapal motor itu bukannya memperlambat, malah mempercepat dan berusaha lari. Melihat reaksi tersebut saya perintahkan untuk melaksanakan peran tempur bahaya permukaan guna menghindari kejadian di luar dugaan," katanya.

    Kemudian setelah KM itu berhasil dikejar, personel KRI Kala Hitam melakukan penggeledahan untuk memeriksa kelengkapan dokumen KM itu. Hasilnya KM tersebut memuat sekitar 1.100 karung besar pakaian bekas dan 300 lembar kasur yang tidak disertai dokumen.

    Selain itu, KM itu juga tidak dilengkapi surat izin berlayar, sertifikat perangkat radio yang sudah tidak berlaku, tidak memiliki sertifikat garis muat, sertifikat pencegahan pencemaran oleh kapal, jumlah anak buah kapal tidak sesuai daftar ABK yang ada.

    "Karena KM itu memuat barang ilegal, maka kami giring ke Pelabuhan TNI Angkatan Laut Pontianak untuk menjalani proses hukum selanjutnya," kata Tubagus.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> KRI Kala Hitam Tangkap Kapal Motor Bermuatan Pakaian Bekas

    RS Terapung Terbesar Dunia Datangi Ambon


    AMBON, KOMPAS.com — Pelabuhan Yos Sudarso Ambon siap dikunjungi kapal rumah sakit terbesar milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USNS MERCY T-AH91, yang dijadwalkan tiba pada 29 Juli 2010 guna mendukung Operasi Surya Baskara Jaya di Maluku.

    Administrator pelabuhan (Adpel) setempat, Benny Tangkuman, mengatakan, Jumat, pelaksana kepelabuhanan, polsek, agen pelayaran, dan pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) telah mematangkan kesiapan untuk kunjungan kapal USNS Mercy yang dijadwalkan ditinjau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Agustus 2010.

    Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon juga disiapkan untuk puncak kegiatan Sail Banda yang dijadwalkan dihadiri Kepala Negara pada 3 Agustus 2010.

    Tangkuman mengemukakan, menjelang Sail Banda yang rangkaian kegiatannya dijadwalkan Juni-Agustus 2010, Pelindo akan mengaspal jalan-jalan dalam kawasan Pelabuhan Yos Sudarso sepanjang 6.000 meter.

    Selain itu, berkoordinasi dengan Pelindo, PT Pelni, agen pelayaran, dan pengurus TKBM agar kegiatan bongkar muat dijadwalkan pada H-3 dan H+3 tidak mengganggu kegiatan Operasi Surya Baskara Jaya karena kapal USNS MERCY juga didukung sejumlah armada dari Selandia Baru, Malaysia, Singapura, dan Australia serta kapal rumah sakit KRI dr Soeharso.

    Angkatan Laut Singapura akan mengirimkan satu unit Landing Ship Tank (LST) dan Angkatan Laut Australia dua unit Landing Craft Heavy (LCH). Sementara Angkatan Laut Selandia Baru mengirimkan satu tim kesehatan dan Angkatan Laut Malaysia sedang menunggu konfirmasi jumlah personel ataupun peralatan pendukungnya.

    "Jadi diatur agar menjelang dan pasca-puncak Sail Banda tidak ada kapal PT Pelni maupun kontainer dari tiga unit perusahaan pelayaran yang bongkar muat di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon," ujar Tangkuman.

    Khusus untuk KM Lambelu yang dijadwalkan tiba di Ambon pada 26 Juli 2010, menurut dia, sedang dikoordinasikan untuk berlabuh di Pelabuhan Districk Navigasi setempat atau Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon.

    "Kami berusaha agar kegiatan Operasi Surya Baskara Jaya dan Sail Banda tidak mengurangi stok bahan pokok masyarakat," katanya.

    Untuk itu ada pengaturan kapal PT Pelni ataupun kontainer pada H-3 dan H+3 yang berlabuh di bagian timur Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dengan panjang 560 meter, untuk bongkar muat dengan agen pelayaran dan pengurus TKBM sepakat menambah jam kerja.

    Ia juga mengatakan, tenda untuk kegiatan puncak Sail Banda yang dijadwalkan dihadiri Kepala Negara telah disiapkan sejak pekan ketiga Juli 2010.

    Pemantapan intensif dilakukan untuk menyukseskan Operasi Surya Baskara Jaya dan Sail Banda, termasuk berkoordinasi dengan direksi PT Pelni untuk pengoperasian KM.

    "Bukit Siguntang menjadi hotel terapung yang berlabuh di Teluk Dalam Ambon dijadwalkan sejak 26 Juli 2010," ujar Benny Tangkuman.

    Kapal USNS MERCY dengan panjang 273 meter akan membawa 956 tenaga medis dan paramedis guna memberikan pelayanan gratis, terutama terkait operasi kecil hingga besar dari kegiatan Operasi Surya Baskara Jaya.

    Sekretaris Kementerian Koordinator Kesra Indroyono Susilo mengatakan, dukungan sejumlah negara untuk Operasi Surya Baskara Jaya ini merupakan program kemitraan Pasifik 2010 yang diemban sebagai rangkaian bantuan kemanusiaan oleh Armada Pasifik Amerika Serikat.

    Hal itu dengan tujuan memperkuat hubungan regional bersama negara-negara penyelenggara ataupun mitra, antara lain, di wilayah Asia Tenggara.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> RS Terapung Terbesar Dunia Datangi Ambon

    Memandirikan Industri Pertahanan

    Salah Satu Rompi Antipeluru Buatan Polandia

    YOGYAKARTA(SI) – Departemen Pertahanan (Dephan) menjalin kerjasama dengan tiga kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran yakni UPN Veteran Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya.


    Bentuk kerjasamanya adalah penelitian dan penyiapan industri pertahanan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Marsdya TNI Eris Harriyanto mengatakan, salah satu upaya membentuk kemandirian dalam industri pertahanan yakni pemerintah perlu menggandeng sejumlah perguruan tinggi. Alasannya, dari akademisi inilah diharapkan ada inovasi-inovasi baru di bidang industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) maupun sistem pertahanan. ”Target ke depan, Indonesia bisa memangkas impor alutsista dari luar negeri,”katanya di Kampus UPN Veteran, Yogyakarta, kemarin.

    Soal bentuk kerjasama yang nantinya akan dibuat antara Dephan dengan UPN Veteran, kata Eris,masih akan dirumuskan lebih lanjut.Namun, dia berharap UPN bisa melakukan beberapa riset yang dibutuhkan, seperti pembuatan laras senapan ataupun rompi tahan peluru. Selama ini, laras senapan maupun rompi yang dimiliki militer Indonesia masih impor dari Polandia. ”Kami ingin bisa membuat laras sendiri dan rompi tahan peluru yang ringan sehingga tidak memberatkan ketika dipakai aparat TNI,”ungkapnya. Kerjasama serupa, kata dia, sudah pernah dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) maupun Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Hasilnya cukup positif, salah satunya mereka menyumbangkan riset untuk pembuatan baja tahan peluru yang digunakan untuk kendaraan Panser.

    ”Dengan ITB juga tengah membuat riset untuk alat peluncur rudal small engine,”urainya. Sementara Rektor UPN Veteran Yogyakarta,Didit Welly Udjianto mengutarakan, kerjasama yang memungkinkan dibangun antara UPN dan Dephan lebih kepada riset sistem pertahanan.Salah satu contohnya adalah penguatan daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil. Pihak UPN nantinya akan mengirimkan mahasiswa untuk kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah tersebut. ”Para mahasiswa KKN akan fokus mengupayakan pertumbuhan ekonomi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air warga di perbatasan,”paparnya.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Memandirikan Industri Pertahanan

    Thursday, May 27, 2010 | 10:58 PM | 0 Comments

    BATAN: Indonesia Siap Gunakan Tenaga Nuklir

    Fasilitas Reaktor Nuklir Yang Dimiliki BATAN

    Depok, (tvOne)

    Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Hudi Hastowo mengatakan, penundaan penerapan pembangkit listrik tenaga nuklir mengandung risiko. "Jelas ada risikonya dengan penundaan penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN)," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Hudi Hastowo dalam semiloka dengan tema "PLTN, Mitos dan Fakta" di Universitas Gunadarma, Kota Depok, Kamis (27/5).

    Risiko tersebut, kata dia, adalah adanya sumberdaya manusia (SDM) ahli nuklir Indonesia yang akhirnya bekerja ke luar negeri, dan juga akan terhambatnya pasokan bahan baku PLTN dari luar negeri karena daftar tunggu yang semakin panjang dari negara lain. "Kita ini negara paling siap untuk menggunakan tenaga nuklir," katanya.

    Menurut dia, beberapa daerah yang telah mengajukan sebagai tempat untuk pusat listrik tenaga nuklir yaitu Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

    Hudi mengingatkan masyarakat bahwa kebutuhan energi listrik pada masa depan akan sangat tinggi. Karena itu, PLTN harus menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan energi nasional agar kebutuhan tersebut bisa mencukupi.
    Ia mengatakan, untuk memulai program pemanfaatan tenaga nuklir dibutuhkan waktu antara 8-10 tahun sehingga pembangkit PLTN baru bisa terealisasi pada 2019 atau 2020.

    Dikatakannya bahwa teknologi PLTN saat ini sudah jauh lebih maju dibanding dengan teknologi masa lalu. Apalagi teknologinya sangat menekankan keselamatan dengan hadirnya konsep PLTN generasi IV yang aman, ekonomis, dan limbahnya minimal.

    Ia menjelaskan, sejak kejadian Chernobyl (ledakan reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina pada tahun 26 April 1986,) telah lahir berbagai konvensi yang secara administratif lebih meningkatkan keselamatan nuklir, misalnya "Nuclear Safety Convention" yang tidak memungkinkan suatu negara menyembunyikan informasi terkait keselamatan PLTN.

    Sementara itu, pakar teknologi nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Zaki Su`ud mengatakan, energi nuklir memiliki keunggulan dari kepadatan energinya serta biaya operasionalnya yang relatif murah, dibandingkan dengan energi fosil lainnya. Namun, Zaki mengakui bahwa PLTN secara umum memerlukan biaya kapital yang lebih besar dari pembangkit-pembangkit lainnya.

    Permasalahan lain dengan PLTN, kata dia, adalah kekhawatiran yang berlebihan terhadap kecelakaan nuklir dan limbah nuklir, sehingga mempengaruhi tingkat penerimaan masyarakat.

    Sumber: TV ONE
    Readmore --> BATAN: Indonesia Siap Gunakan Tenaga Nuklir

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.