ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, October 27, 2010 | 5:11 PM | 0 Comments

    RI-Vietnam Tandatangani MoU Kerjasama Pertahanan

    Hanoi (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Vietnam menandatangani nota kesepahaman di bidang penguatan hubungan pertahanan kedua negara dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Hanoi, Vietnam, Rabu.

    "Saling kunjung tentara, latihan, dan patroli keamanan laut," kata Presiden Yudhoyono mengomentari kerja sama itum seusai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan menteri pertahanan kedua negara.

    Presiden mengatakan, kerja sama bidang pertahanan penting dan strategis karena Indonesia dan Vietnam memiliki perbatasan langsung di Laut China Selatan.

    Komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerjasama pertahanan di berbagai tingkatan dan lebih luas sesungguhnya telah terungkap dalam pertemuan antara Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, di sela-sela penyelenggaraan pertemuan ke-4 menteri pertahanan se-ASEAN (ASEAN Defence`s Minister`s Meeting/ADMM) di Hanoi, Vietnam 11-13 Mei.

    Pada kesempatan itu PM Dung mengatakan, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin meningkat dilandasi hubungan dan kerja sama tradisional antara kedua pihak yang telah berlangsung baik.

    Ia menambahkan, kerja sama pertahanan kedua negara ke depan juga akan semakin meningkat melalui pertukaran informasi dan pengalaman kedua pihak dalam kerja sama pertahanan non tradisional sesuai dengan tingkat ancaman yang dihadapi kedua negara.

    Dalam kunjungan kehormatannya pada PM Dung, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro menyampaikan beberapa hasil pembicaraan dengan mitranya Menhan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh yang tertuang dalam nota kesepahaman kerja sama pertahanan kedua negara.

    Presiden Yudhoyono tiba di istana itu pada pukul 08.30 waktu Hanoi. Tidak ada perbedaan waktu antara Hanoi dan Jakarta.

    Kepala Negara bersama Ibu Ani Yudhoyono disambut langsung oleh Presiden Nguyen Minh Triet.

    Kedua kepala negara lantas menempati podium kehormatan. Kemudian, lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan.

    Kunjungan kenegaraan itu juga dilakukan dalam rangka peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam yang akan jatuh pada 30 Desember 2010.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI-Vietnam Tandatangani MoU Kerjasama Pertahanan

    KASAU : TNI AU Mempunyai Pesawat 247 unit

    illustrasi

    BALIKPAPAN- Hari ini, Rabu (27/10) sekira pukul 08.00 Wita, Kota Sengatta akan dibombardir oleh jet-jet tempur TNI AU. Untuk itu Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal Imam Syufaat berharap cuaca di atas langit Sengatta pagi ini cukup mendukung supaya pesawat tempurnya dapat menghancurkan target yang kini dikuasi pihak musuh.

    Itu semua adalah skenario dari latihan puncak TNI AU dengan sandi “Angkasa Yudha 2010” yang akan dilangsungkan di Bumi Sengatta, Kutai Timur. Skenario Angkasa Yudha 2010 ini akan menggambarkan sebuah pesawat dari tim biru yang akan dicegat oleh pesawat tim merah. Dilanjutkan dengan pertempuran udara di antara kedua tim.

    Hal ini juga yang diungkapkan Perwira tertinggi di TNI AU itu sesaat setelah kedatangannya, Selasa (26/10) kemarin sekira pukyul 14.30 di ruang VIP Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. Kedatangan Kasau Imam Syufaat kali ini untuk meninjau secara langsung jalannya latihan puncak TNI AU yang akan dilangsungkan di sepanjang Jalan Pendidikan, Sengatta.

    “Latihankali ini kita juga akan melibatkan pesawat Sukhoi,” jelas Imam di ruang tunggu VIP Bandara Sepinggan, siang kemarin (26/10). Lebih dari itu Kasau menyebutkan bahwa latihan ini merupakan ajang melatih kemampuan personal prajurit, baik dalam kemampuan taktik air to ground atau air to air.

    Saat ditanya alasan Sengatta sebagai lokasi latihan Angkasa Yudha 2010 ini, Imam beralasan karena ibukota Kutim ini sudah didesain oleh Markas Besar (Mabes) TNI sebagai salah satu tempat latihan perang di Indonesia. Selain itu, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa peralatan dan latihan yang diberikan oleh negara bisa dioptimalkan untuk memepertahankan NKRI.

    Kepada sejumlah wartawan, Kasau juga tidak sungkan-sungkan untuk menyebutkan kekuatan TNI AU saat ini. Terakhir secara keseluruhan pesawat tempur TNI-AU berjumlah 247 unit. Sekira 53 persen diantaranya merupakan jenis pesawat fighter yang terdiri atas F-5, F-16, Sukhoi, Su-30, dan 2 unit Su-27, F-5, dan berbagai jenis lainnya.

    FORCE DOWN TERKENDALA CUACA BURUK

    Bebebrapa jam sebelum kedatangan Kasau, empat unit pesawat tempur F-5 menggelar latihan cara memaksa pesawat musuh untuk mendarat (Force Down). Awalnya latihan tersebut akan digelar sekira pukul 08.00 wita. Namun karena alasan cuaca pada Selasa pagi kemarin tidak mendukung untuk melakukan penerbangan, maka latiahn inipun dibatalkan.

    “Memang F-5 ini ada spesifik khusus soal kondisi cuaca, demi keselamatan pesawat terpaksa dibatalkan,” kata Danlanud Balikpapan Letkol Pnb Riva kemarin. Dalam kesempatan kali ini Danlanud juga mengingatkan masyarakat Balikpapan untuk bisa menghadiri static show yang digelar hari ini pada pukul 11.00 Wita di Base Ops Lanud Balikpapan.

    Sejumlah pesawat tempur TNI dan foto-foto latihan akan dipamerkan dalam kegiatan itu, di antaranya Pesawat Tempur F-5, F-16, dan Helikopter Puma. “Sangat sayang kalau hanya dipakai untuk latihan saja, mumpung di Balikpapan kami akan menggelar Static Show untuk memamerkan kepada masyarakat peralatan tempur TNI AU,” ujarnya.

    Sumber: Metrobalikpapan
    Readmore --> KASAU : TNI AU Mempunyai Pesawat 247 unit

    Update : Pesawat Tanpa Awak Pantau Perbatasan

    illustrasi

    Pontianak, Kompas - Pesawat tanpa awak diduga sudah lama dioperasikan oleh Malaysia untuk melakukan patroli di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Masyarakat yang melihat patroli pesawat tanpa awak itu bahkan telah dilaporkan kepada pihak pemerintah. Oleh karena itu, TNI Angkatan Udara pun menyiapkan pesawat tanpa awak untuk memantau wilayah perbatasan.

    Bupati Sambas Burhanuddin A Rasyid, Selasa (26/10), mengatakan, pihaknya sering mendapat laporan masyarakat tentang adanya patroli pesawat tanpa awak di perbatasan Kabupaten Sambas dan Negara Bagian Sarawak. ”Beberapa kali masyarakat Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, melaporkan adanya pesawat tanpa awak yang berpatroli di perbatasan,” tutur Burhanuddin.

    Menurut Burhanuddin, Kecamatan Paloh sebetulnya pernah disiapkan Pemerintah Indonesia sebagai bandar udara ketika berkonfrontasi dengan Malaysia.

    ”Landasannya sekitar 750 meter masih terlihat walaupun sudah tertutup rumput. Namun, kantor klimatologinya hingga kini masih berfungsi. Pemerintah pusat sudah mengizinkan Pemerintah Kabupaten Sambas jika akan membangun bandar udara itu, yang tentu akan membantu mobilisasi masyarakat dan pertahanan keamanan di wilayah perbatasan,” katanya.

    Terkait pemantauan wilayah perbatasan itu, Kepala Staf TNI AU Marsekal Imam Sufaat di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa, mengatakan, pesawat tanpa awak itu direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2011. Ada empat pesawat yang dioperasikan dari Pangkalan TNI AU Supadio, Pontianak.

    ”Pengoperasian pesawat tanpa awak itu menjadi bagian dari upaya pengawasan pulau terluar, laut dan kepulauan, serta wilayah perbatasan, juga untuk mendukung kegiatan intelijen di udara,” kata Imam.

    Imam menjelaskan, pesawat tanpa awak dinilai sesuai dengan kebutuhan pertahanan keamanan Indonesia dan mendukung kerja Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. ”Pesawat tanpa awak itu bisa terbang sangat rendah tanpa diketahui oleh orang di darat karena suaranya pelan,” tutur Imam.

    Untuk pengamanan dan mengontrol wilayah perbatasan, tutur Imam, pesawat tanpa awak bisa melakukan pengindraan atau pemotretan, baik pada siang maupun malam hari. ”Pontianak dipilih untuk penempatan skuadron pesawat tanpa awak karena tipenya akan dinaikkan menjadi bintang satu. Salah satu syaratnya harus memiliki setidaknya dua skuadron,” ujar Imam.

    Pangkalan TNI AU Supadio saat ini termasuk tipe B. Skuadron yang sudah ditempatkan di Supadio adalah pesawat tempur jenis Hawk.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Update : Pesawat Tanpa Awak Pantau Perbatasan

    PANGKALAN MILITER AS Amat Mewah, Serasa Bukan di Irak

    kamp Victoria (Baghdad)

    Di sebuah kamp militer Amerika Serikat di Baghdad, Irak, para tentara bisa menikmati makanan sandwich dan minuman bir serta menonton televisi langsung dari AS.

    Di kamp Victoria (Baghdad) dan sejenisnya di seantero Irak, generator terus beroperasi untuk memberi tenaga listrik pada mesin pendingin ruangan (AC) dan koneksi internet, seperti halnya mereka bisa menikmati mandi air panas ketika musim dingin dan minuman air botol dingin ketika musim panas.

    Kehidupan sehari-hari anggota pasukan AS dan para stafnya di dalam kamp militer itu jangan coba dibandingkan dengan kehidupan kontras di luar kamp militer AS itu.

    Di luar kamp militer AS, ada wujud Irak hakiki yang karut-marut. Kehidupan di luar kamp militer itu, penduduk hidup sebagai bangsa yang terjerat lingkaran perang yang tak berkesudahan. Banyak dari mereka menghadapi tragedi.

    Di balik kehancuran dinding kehidupan itu, sebanyak 50.000 pasukan AS di Irak bekerja nyaris tanpa istirahat. Sebagian besar pasukan tempur AS telah ditarik dari Irak, awal September lalu, dan sisanya akan ditarik pada akhir tahun 2011.

    Di luar kamp-kamp militer itu, Pemerintah Irak hanya mampu memberi listrik untuk penerangan satu jam sehari. Air yang dapat diminum pun sudah sangat tercemar.

    Para pasukan AS sering tidak peka terhadap kenyataan kontras di luar kamp mereka. Seorang pegawai di kamp Victoria, pekan lalu, yang berada di Baghdad sejak dua bulan lalu, tidak tahu kalau berlaku jam malam di Baghdad sejak pertengahan malam hingga pukul 05.00.

    Di Baghdad, diberlakukan jam malam sejak invasi AS pada tahun 2003. Namun, belakangan jam malam diperpendek seiring dengan membaiknya situasi keamanan. Setiap orang di Irak pasti memiliki anggota keluarga atau teman yang tewas atau luka-luka. Terakhir ini muncul banyak berita tentang aksi penyanderaan oleh sindikat untuk mencari uang tebusan.

    Menembak gadis cilik


    Ada sebuah cerita mengerikan dalam dokumen rahasia yang dirilis Wikileaks itu. Alkisah seorang serdadu AS membunyikan klakson mobil patrolinya untuk mengingatkan sebuah kendaraan tak dikenal yang dianggap terlalu dekat dengan mobil patroli AS itu. Ketika gagal menggertak kendaraan tak dikenal itu, lalu dilepas tembakan peringatan. Ternyata tembakan peringatan itu mengenai gadis cilik berusia sembilan tahun. Hampir 400.000 dokumen rahasia yang dirilis situs Wikileaks itu sejak 2004 hingga Januari 2010 mengungkapkan tewasnya warga sipil dan anak kecil dalam jumlah besar.

    Di sebuah kamp besar militer AS di luar kota Basra, Irak selatan, Sersan Staf Chanelsherie DeMello mengatakan selalu mencari kesempatan bisa keluar dari kamp militer, termasuk mengatur sebuah perjalanan beberapa pekan lalu ke sebuah desa. ”Saya pernah datang ke sebuah rumah di Irak dan menemukan seorang wanita sederhana menanggalkan cincinnya dan memasangnya ke dalam jari saya. Warga Irak tampak merupakan warga yang hangat,” ujar DeMello.

    Seorang pejabat AS yang mendapat tugas di Irak sejak beberapa bulan lalu mengaku terkejut melihat di jalan-jalan tol di negara kaya minyak itu terdapat banyak pos-pos pemeriksaan. Warga Irak ketika melakukan perjalanan menghadapi kenyataan sehari-hari, yaitu harus sering berhenti di tengah jalan di pos-pos pemeriksaan itu untuk menunjukkan kartu identitasnya setiap beberapa kilometer.

    Semula pasukan AS sendiri yang melakukan kontrol sehari-hari di pos-pos pemeriksaan itu. Namun, sejak pertengahan tahun 2009, pasukan AS mulai lebih banyak berada di kamp-kamp militer mereka dengan mengurangi kehadiran langsung di jalan-jalan raya dan menyerahkan urusan kontrol di pos-pos pemeriksaan kepada aparat keamanan Irak.

    Militer AS telah membayar harga mahal di Irak dengan jatuh korban tewas 4.000 personel pasukan dan 32.000 lainnya luka-luka sejak invasi tahun 2003.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> PANGKALAN MILITER AS Amat Mewah, Serasa Bukan di Irak

    Jepang Antisipasi Ancaman Militer China

    Kapal Selam Soryu Class Milik Armada Angkatan Laut Jepang

    TOKYO, SELASA - Khawatir akan perkembangan kekuatan militer dan langkah ekspansif China di kawasan Asia Timur, Kementerian Pertahanan Jepang berencana menambah jumlah armada kapal selamnya dari 16 menjadi 22 kapal selam. Langkah itu ditempuh demi menyeimbangkan kekuatan armada Angkatan Laut China.

    Namun, rencana penambahan kapal salam belum akan terealisasi karena pengajuannya baru dilakukan pada bulan Desember. Penambahan kapal selam diperkirakan akan berlangsung selama empat tahun ke depan.

    Total armada kapal selam yang dimiliki Jepang setelah penambahan diyakini masih kalah jauh dari jumlah kapal selam yang dimiliki China.

    Armada AL China diyakini memiliki setidaknya 60 kapal selam. Walau kalah jumlah, armada kapal selam Jepang diyakini punya kelengkapan lebih, dengan sistem persenjataan yang jauh lebih baik dan sulit dideteksi (radar) lawan.

    Armada kapal selam Jepang itu juga dibantu armada kapal selam milik Amerika Serikat, yang sejak lama beroperasi di kawasan tersebut.

    Saat ini kekuatan AL China telah menjadi yang terbesar di kawasan Asia. Peran AL China juga diperluas dari sebelumnya, seperti rencana mengambil alih Taiwan demi mendorong pengaruh China di Pasifik.

    AL China juga sekaligus bertugas melindungi kepentingannya menjaga rute-rute maritim vital. Tugas-tugas signifikan AL China itu amat dimungkinkan mengingat kenaikan persentase anggaran belanja pertahanan China per tahun yang bisa mencapai angka dua digit.

    Menurut seorang profesor hubungan internasional dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, Takehiko Yamamoto, langkah yang ditempuh Pemerintah Jepang menunjukkan adanya keinginan kuat negeri ”Matahari Terbit” itu untuk menandingi pertumbuhan armada perang AL China. Penambahan itu sekaligus juga bisa meningkatkan kerja sama operasi Jepang-Amerika Serikat.

    ”Para perencana militer Jepang benar-benar khawatir dengan perkembangan AL China yang saat ini tengah mengembangkan konsep Angkatan Laut Perairan Biru (Blue-Water Navy). Hal ini memungkinkan armada AL China bisa beroperasi lebih jauh dari garis pantai. Kondisi itu tentu saja menciptakan ketidakamanan (terutama bagi Jepang),” ujar Takehiko.

    Takehiko menambahkan, situasi semacam itu tidak hanya akan menambah ketegangan, tetapi juga dapat memicu bentrokan di antara kedua negara di sekitar Kepulauan Okinawa di selatan Jepang. Di lokasi ini kapal-kapal selam armada AL China kerap terdeteksi.

    Bisa benturan dengan AS

    Potensi benturan serupa bisa terjadi hingga Guam, AS, yang juga menjadi pangkalan kapal-kapal selam negeri ”Paman Sam” di kawasan Pasifik.

    Sikap Pemerintah China juga semakin keras atas AS. China mendesak AS untuk menjaga jarak dari kawasan perairan di sekitar Laut Kuning, Laut China Timur, dan Laut China Selatan. Negeri ”Tirai Bambu” itu mengklaim kawasan tersebut sebagai eksklusif miliknya. Sebelumnya China juga sangat menentang latihan militer yang digelar AS dan Korea Selatan di perairan Laut Kuning.

    Kawasan perairan Laut Kuning terletak di sebelah timur laut pantai China. Pemerintah Beijing keberatan dengan latihan perang itu karena diikuti dengan kehadiran dan keterlibatan kapal induk AS, USS George Washington.

    China menganggap hal ini sebagai sebuah provokasi yang serius. Hal itu sama artinya dengan AS menempatkan Beijing dalam jangkauan serangan jet-jet tempur F-18.TOKYO, SELASA - Khawatir akan perkembangan kekuatan militer dan langkah ekspansif China di kawasan Asia Timur, Kementerian Pertahanan Jepang berencana menambah jumlah armada kapal selamnya dari 16 menjadi 22 kapal selam. Langkah itu ditempuh demi menyeimbangkan kekuatan armada Angkatan Laut China.

    Namun, rencana penambahan kapal salam belum akan terealisasi karena pengajuannya baru dilakukan pada bulan Desember. Penambahan kapal selam diperkirakan akan berlangsung selama empat tahun ke depan.

    Total armada kapal selam yang dimiliki Jepang setelah penambahan diyakini masih kalah jauh dari jumlah kapal selam yang dimiliki China.

    Armada AL China diyakini memiliki setidaknya 60 kapal selam. Walau kalah jumlah, armada kapal selam Jepang diyakini punya kelengkapan lebih, dengan sistem persenjataan yang jauh lebih baik dan sulit dideteksi (radar) lawan.

    Armada kapal selam Jepang itu juga dibantu armada kapal selam milik Amerika Serikat, yang sejak lama beroperasi di kawasan tersebut.

    Saat ini kekuatan AL China telah menjadi yang terbesar di kawasan Asia. Peran AL China juga diperluas dari sebelumnya, seperti rencana mengambil alih Taiwan demi mendorong pengaruh China di Pasifik.

    AL China juga sekaligus bertugas melindungi kepentingannya menjaga rute-rute maritim vital. Tugas-tugas signifikan AL China itu amat dimungkinkan mengingat kenaikan persentase anggaran belanja pertahanan China per tahun yang bisa mencapai angka dua digit.

    Menurut seorang profesor hubungan internasional dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, Takehiko Yamamoto, langkah yang ditempuh Pemerintah Jepang menunjukkan adanya keinginan kuat negeri ”Matahari Terbit” itu untuk menandingi pertumbuhan armada perang AL China. Penambahan itu sekaligus juga bisa meningkatkan kerja sama operasi Jepang-Amerika Serikat.

    ”Para perencana militer Jepang benar-benar khawatir dengan perkembangan AL China yang saat ini tengah mengembangkan konsep Angkatan Laut Perairan Biru (Blue-Water Navy). Hal ini memungkinkan armada AL China bisa beroperasi lebih jauh dari garis pantai. Kondisi itu tentu saja menciptakan ketidakamanan (terutama bagi Jepang),” ujar Takehiko.

    Takehiko menambahkan, situasi semacam itu tidak hanya akan menambah ketegangan, tetapi juga dapat memicu bentrokan di antara kedua negara di sekitar Kepulauan Okinawa di selatan Jepang. Di lokasi ini kapal-kapal selam armada AL China kerap terdeteksi.

    Bisa benturan dengan AS

    Potensi benturan serupa bisa terjadi hingga Guam, AS, yang juga menjadi pangkalan kapal-kapal selam negeri ”Paman Sam” di kawasan Pasifik.

    Sikap Pemerintah China juga semakin keras atas AS. China mendesak AS untuk menjaga jarak dari kawasan perairan di sekitar Laut Kuning, Laut China Timur, dan Laut China Selatan. Negeri ”Tirai Bambu” itu mengklaim kawasan tersebut sebagai eksklusif miliknya. Sebelumnya China juga sangat menentang latihan militer yang digelar AS dan Korea Selatan di perairan Laut Kuning.

    Kawasan perairan Laut Kuning terletak di sebelah timur laut pantai China. Pemerintah Beijing keberatan dengan latihan perang itu karena diikuti dengan kehadiran dan keterlibatan kapal induk AS, USS George Washington.

    China menganggap hal ini sebagai sebuah provokasi yang serius. Hal itu sama artinya dengan AS menempatkan Beijing dalam jangkauan serangan jet-jet tempur F-18.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Jepang Antisipasi Ancaman Militer China

    Tuesday, October 26, 2010 | 7:48 PM | 0 Comments

    Satuan Kapal Cepat Perkuat Koarmabar

    JAKARTA (Pos Kota) – Satuan Kapal Cepat (Satkat) segera perkuat jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) setelah pembentukannya diresmikan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Marsetio, M.M dalam suatu upacara militer di Tanjung Uban, Selasa (26/10).

    Dalam amanatnya Pangarmabar mengatakan, Keberadaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) di jajaran Koarmabar, merupakan suatu tuntutan kebutuhan untuk menyikapi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman yang terjadi akibat adanya per-kembangan lingkungan strategis.

    Sementara itu, unsur-unsur atau kapal-kapal Satkat merupakan kapal yang memiliki tugas pokok sebagai kapal pemukul (striking force) untuk menghancurkan atau melumpuhkan kapal permukaan lawan. Selain itu, juga memiliki fungsi sebagai pertahanan anti serangan udara, pengintaian dan pencarian sasaran operasi serta melaksanakan peperangan elektronika. Oleh karenanya, kapal ini di desain mempunyai karakteristik sebagai kapal cepat dengan tingkat kemampuan respon dan manuvra tinggi.

    Lebih lanjut dikatakan Pangarmabar, mempelajari perkembangan lingkungan strategis dan konstelasi geografi wilayah kerja Koarmabar yang sebagian besar merupakan perairan dangkal (shallow water), semi tertutup dan terdiri dari banyak pulau-pulau serta selat-selat kecil, memungkinkan untuk menerapkan strategi tempur laut dengan menggunakan kemampuan daya pukul yang dengan cepat dapat menghindar serta bersembunyi (hit and run).

    Dengan kondisi ini, Koarmabar dituntut agar memiliki kekuatan atau unsur-unsur dengan tipe yang sesuai untuk dioperasikan di perairan wilayah Barat berupa kapal-kapal cepat rudal yang diwadahi dalam satuan pembinaannya, yaitu Satuan Kapal Cepat (Satkat). Dengan demikian keberadaan Satuan Kapal Cepat Koarmabar akan dapat meningkatkan kekuatan dan kehadiran unsur operasional di laut, sehingga dapat menunjang kepentingan pertahanan serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian bangsa.

    Diakhir amanatnya Pangarmabar mengatakan apapun tugas yang dilakukan oleh TNI AL tidak akan pernah berhasil dengan baik tanpa mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik masyarakat maupun instansi terkait. Oleh karena itu, Pangarambar berharap kepada Pemerintah Daerah maupun instansi-instansi terkait serta masyarakat pengguna laut untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan stabilitas keamanan di laut guna menunjang pembangunan ekonomi nasional.

    Sementara itu pada kesempatan yang sama Pangarmabar juga telah meresmikan dan menetapkan Gedung Raja Haji Fisabilillah sebagai Markas Komando Satuan Kapal Capat (Satkat) Koarmabar yang berada di Tanjung Uban.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Satuan Kapal Cepat Perkuat Koarmabar

    TNI AL Fokus ke Laut China Selatan & Natuna

    JAKARTA (Pos Kota) – Didasari pertimbangan pengaruh dinamika lingkungan strategis serta dikaitkan kemungkinan potensi konflik, selain perairan Ambalat TNI Angkatan Laut juga memfokuskan perhatian ke wilayah Perairan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna.

    Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Soeparno, saat membuka Geladi Posko I Armada Jaya ke-29, tahun 2010 di Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jakarta.

    “Apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan situasi yang tidak diinginkan dan mengharuskan dilaksanakannya operasi laut, maka TNI AL sudah memiliki konsep operasi yang siap diaplikasikan,” kata Kasal.

    Dalam Geladi Posko Armada Jaya tahun ini, lanjut Kasal, para peserta dituntut untuk mampu mengembangkan pengetahuannya di bidang doktrin, strategi, taktik dan teknik serta mekanisme dan prosedur operasi yang dituangkan pada skenario latihan dalam bentuk rencana operasi.

    Sedangkan kejelian dan keakuratan dari rencana operasi yang disusun, akan diuji dalam bentuk Tactical Floor Game (TFG), Tactical Table Game (TTG) maupun Tactical Air Manouver Game (TAMG), dimana hasil dari uji tersebut akan mencerminkan keseriusan dan kesungguhan peserta dalam melaksanakan Geladi Posko.

    Selain itu, lebih jauh Kasal menegaskan, walaupun geladi ini bersifat mandiri dengan mengintegrasikan seluruh satuan matra laut, namun para peserta tetap dituntut untuk mampu menyusun rencana operasi yang bersifat gabungan seluruh matra TNI.

    “Ke depan, hampir tidak ada operasi militer yang dilakukan secara mandiri oleh satu angkatan, melainkan dalam bentuk gabungan atau Tri Matra Terpadu”, ujar Kasal Laksdya TNI Soeparno.

    Geladi Posko I Armada Jaya ke-29 tahun 2010, diikuti oleh para komandan satuan maupun komandan KRI di jajaran Koarmabar dan Korps Marinir dan berlangsung mulai tanggal 25 Oktober sampai 1 November 2010.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI AL Fokus ke Laut China Selatan & Natuna

    FASHARKAN JAKARTA MAMPU DOCKING KAPAL TIPE PC ATTACK CLASS DAN CONDOR


    Laksamana Muda TNI Drs Didik Suhari Senin (25/10) di Hanggar Fasharkan Lantamal III Jakarta menandai peningkatan kemampuan Fasharkan Jakarta sehingga mampu melayani pengedokan kapal (Docking) KRI Type PC Attack Class dan Kondor. Jakarta(26/10).

    Fasharkan Jakarta yang berada dibawah jajaran Lantamal III adalah salah satu dari beberapa Fasharkan yang dimiliki oleh TNI AL. Fasharkan Jakarta merupakan unsur pelaksana teknis yang bertugas melaksanakan pekerjaan pemeliharaan tingkat menengah serta perbaikan darurat alat utama KRI di wilayah Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang meliputi pemeliharaan, perbaikan dan pembangunan yaitu produksi kapal baik KRI maupun KAL. Tugas utamanya melaksanakan dukungan kesiapan unsur-unsur mulai dari proses pengedokan, pekerjaan bangunan kapal, sistem permesinan kapal, sistem kelistrikan, navigasi dan persenjataan.

    Menurut Aslog Kasal dalam sambutannya mengatakan dengan adanya Slipway berkemampuan 600 ton di Jakarta ini akan lebih cepat dan mudah TNI AL khususnya Fasharkan dalam mendukung menyiapkan unsur-unsur KRI Koarmabar siap beroperasi, karena keberadaan slipway mempermudah dalam pemeliharaan dan perbaikan kapal khususnya kapal-kapal tipe ukuran dibawah 600 ton.

    Slipway yang baru diresmikan ini mempunyai panjang lintasan (rel) 200 meter serta tinggi 0,15 meter dengan jumlah rel 2 jalur serta mampu melayani pengedokan kapal yang panjangnya 70 meter dan memiliki draft 1,55 m. Selain Slipway kapasitas 600 Ton, Fasharkan Jakarta juga memiliki overhead Crane, bengkel/hanggar, mesin bubut, mobil crane, balacing propeller injection pump dan sloop penyeberangan. Saat ini Fasharkan Jakarta telah mampu membuat kapal fiberglass dengan ukuran sampai 40 meter. Adapun Kapal-kapal yang telah dibuatnya antara lain KRI Viper PC-40 M, Sea Hunter Combat patrol Tipe 12 M07, KRI Tedung Naga PC-36 dan KRI Warakas PC-36 serta juga mampu service senjata 12 MM sampaii 57 MM dan alat-alat navigasi komunikasi serta sitem listrik. Hadir pada acara peresmian Slipway ini para pejabat teras Mabesal, Koarmabar dan Lantamal III.

    Sumber: TNI AL
    Readmore --> FASHARKAN JAKARTA MAMPU DOCKING KAPAL TIPE PC ATTACK CLASS DAN CONDOR

    English News : France ready to deliver helicopter carrier with transfer of technologies

    Mistral class amphibious assault ship

    France's shipbuilder DCNS announced on Tuesday it is ready to deliver Mistral class helicopter carriers to Russia with built-in domestic navigation technologies.

    "There are no restrictions [in the transfer of technology]," DCNS Director Pierre Legros told RIA Novosti.

    The technology is French-made, a spokesman for the French Navy, Hugues du Plessis d'Argentre, said.

    Russia and France are currently in talks on a so-called 2+2 scheme, whereby Russia will buy one or two French-built Mistrals and build another two at home. The contract is expected to be inked before the end of the year.

    Legros said he did not rule out that Russia could build four Mistrals.

    He added that the French-built Mistrals under the contract will be different from their domestic analogues.

    They will have thicker take-off decks and firmer hulls so as to avoid breakage when navigating through ice.

    The winner of a Russian tender to deliver the Mistrals will be announced after November 4, Legros added.

    "We are ready to receive the contract from November 4... and complete construction in 36 months," he said.

    The Mistral class ship is capable of transporting and deploying 16 helicopters, four landing barges, up to 70 armored vehicles including 13 battle tanks, and 450 personnel.

    From : RIA
    Readmore --> English News : France ready to deliver helicopter carrier with transfer of technologies

    Rusia Mau Tambah 18 Kapal Baru untuk Armada Laut Hitam

    illustrasi

    MOSKOW--MICOM: Rusia berencana menambah 18 kapal baru untuk Armada Laut Hitamnya dalam dasawarsa mendatang setelah tercapai kesepakatan bersejarah dengan Ukraina untuk memperpanjang sewa pangkalan armada tersebut.

    Kantor berita Rusia Interfax mengutip pernyataan sumber angkatan laut, Senin (25/10). Ukraina pada April sepakat memperpanjang sewa pangkalan armada Sevattopol, Rusia, dalam untuk kurun 25 tahun ke depan dengan imbalan pengurangan 30 persen harga gas.

    Itu suatu langkah yang menggarisbawahi pergeseran Kiev kembali ke Moskow, setelah pemilihan Presiden Viktor Yanukovich.

    Armada tersebut mengalami kerusakan dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun, Rusia kemudian berencana akan menambah 18 kapal baru, termasuk sedikitnya enam frigat dan enam kapal selam bertenaga disel. Ini menurut Interfax yang mengutip satu sumber di komando angkatan laut Rusia.

    Seorang juru bicara angkatan laut menolak untuk mengomentari laporan baru Interfax itu.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Rusia Mau Tambah 18 Kapal Baru untuk Armada Laut Hitam

    Kim Jong-Il dan Anaknya Inspeksi Badan Polisi Rahasia

    SEOUL--MICOM: Pewaris Korea Utara Kim Jong-Un dan ayahnya Kim Jong-Il melakukan inspeksi ke markas badan kepolisian rahasia negara tersebut, demikian menurut media resmi negara itu Selasa (26/10).

    Ayah dan anak yang disertai para pejabat tinggi militer tersebut, menginspeksi komando Satuan Angkatan Bersenjata Rakyat Korea 10215, kata kantor berita negara itu. Satuan tersebut betugas sebagai badan kepolisian rahasia, menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.

    Kim Jong-Ilmemuji satuan itu dalam mempersiapkan petugas-petugasnya sebagai petempur handal di bidang ideologi dengan keberhasilan membangun fasilitas hiburan dan kebudayaan serta secara dinamis menyelenggarakan berbagai tugas politik," kata kantor berita Korea KCNA.

    Kunjungan itu adalah laporan terakhir penampilan putra bungsu Kim sejak berstatus sebagai pemimpin masa depan yang telah dikonfirmasikan dalam konferensi tingkat tinggi partai yang berkuasa, pada akhir bulan lalu.

    Kantor berita itu dalam laporannya mencatat nama Jong-Un di tempat ketiga setelah ayah dan kepala staf umum militer Ri Yong-Ho.

    Kedua Kim Senin (25/10) menghadiri demonstrasi massa yang digelar untuk memperingati 60 tahun aliansi militer dengan China. Mereka tampil di panggung di Pyongyang Indoor Stadium dengan Kolonel Jenderal Guo Boxiong, wakil ketua Komisi Militer Pusat China.

    Jong-Un, bersama dengan sang ayah, juga menghadiri pertemuan dengan delegasi pejabat tinggi militer China, menurut laporan itu.

    China, satu-satunya sekutu besar Korea Utara dan penyongkong ekonominya, tampaknya memberikan restu terhadap suksesi dinasti itu.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kim Jong-Il dan Anaknya Inspeksi Badan Polisi Rahasia

    TNI Tempatkan Skuadron Pesawat tanpa Awak di Perbatasan

    UAV Heron Buatan Israel yang Digunakan Australia Dan Singapura

    PONTIANAK--MICOM: TNI Angkatan Udara akan menempatkan satu skuadron pesawat udara tanpa awak di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

    "Kami rencanakan tahun depan pesawat itu sudah bisa dioperasikan, untuk memperkuat satu skuadron (pesawat tempur) yang sudah ada saat ini," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, seusai membuka Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXI, di Pontianak, Selasa (26/10).

    KSAU mengatakan keberadaan skuadron baru ini guna memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan negara dan pulau-pulau terluar. Bukan hanya di wilayah Kalimantan Barat melainkan mencakup seluruh Indonesia.

    "Landasan (pangkalan) tetap di pontianak, tetapi pesawat itu nantinya bisa diangkut ke wilayah barat atau timur dengan Hercules," ujarnya.

    Skuadron baru ini terdiri dari empat armada. Setiap armada antara lain memiliki kemampuan penginderaan jarak jauh secara elektronik dan bisa dioperasikan pada malam hari. Dipilihnya pesawat tanpa awak untuk mengamankan perbatasan di antaranya demi efektifitas pemantauan dan memperkecilkan resiko terdeteksi oleh negara lain.

    "Banyak sekali keuntungannya. Di antaranya, saat terbang pesawat ini tidak akan diketahui dari bawah (daratan) karena suaranya sangat rendah," jelas KSAU.

    KSAU mengatakan penempatan satu skuadron baru di Lanud Supadio ini juga terkait persiapan peningkatan status pangkalan tersebut, dari type B yang dikepalai seorang perwira perpangkat kolonel menjadi type A yang dipimpin perwira berpangkat Marsekal pertama.

    "Dengan adanya skuadron tambahan (Lanud Supadio) diharapkan memenuhi persyaratan, karena pangkalan type A minimal harus memiliki dua skuadron udara," ujarnya

    Menurut KSAU Lanud Supadio memang sudah seharusnya naik tingkat menjadi type A. Ini sesuai dengan surat keputusan Panglima TNI yang dikeluarkan pada 2002. Oleh karena itu, perubahan status tersebut mungkin akan dilakukan bersamaan dengan pengoperasian skuadron pesawat tanpa awak.

    Mantan Komandan Lanud Supadio ini menambahkan, selain di Pontianak, satu skuadron pesawat tanpa awak lainnya juga akan ditempatkan di Pangkalan TNI Angkatan Udara di Pekanbaru, Riau.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Tempatkan Skuadron Pesawat tanpa Awak di Perbatasan

    KADISPENAL KUNJUNGI LOKASI PEMBUATAN FILM

    LANTAMAL IV (26/10),- Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara, S.Sos, SH, MM, melaksanakan kunjungan kerja di Pangkalan Utama TNI AL IV (Lantamal IV) dalam rangka mengunjungi lokasi pembuatan film di Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (25/10).

    Film layar lebar yang akan dibuat oleh Quanta Pictures bekerjasama dengan TNI AL akan diberi judul Diujung Negeri ini merupakan film layar lebar pertama yang mengisahkan tentang kehidupan prajurit TNI AL yang melaksanakan tugas menjaga Pulau terluar, pembuatan film ini sepenuhnya mengambil lokasi shooting di kepulauan Riau. Lokasi pengambilan gambar yang indah, menarik, dan unik berlatar belakang objek wisata akan menjadi sarana promosi yang efektif untuk menggugah masyarakat penonton agar dikemudian hari datang ke lokasi pengambilan gambar film.

    Alur cerita film ini dipenuhi dengan adegan action dari Pasukan Khusus prajurit TNI AL yaitu Pasukan Katak dan Intai Amfibi Marinir dalam penumpasan pembajakan di laut serta pembebasan sandera yang melibatkan peralatan persenjataan TNI AL, sehingga dalam pembuatannya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi serta tidak kalah menariknya film ini juga diselingi oleh drama percintaan yang diperankan oleh artis cantik Astrid Tiar yang akan berpasangan dengan Yama Carlos sebagai pemeran Perwira Kopaska dan Arifin Putra sebagai Perwira Taifib Marinir. Menariknya, dalam film ini aktor yang dikenal sebagai pelawak Jojon berperan sebagai otak dari kepala perampok. Film garapan sutradara Agung Santausa ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2010 ini, kita tunggu hasilnya.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KADISPENAL KUNJUNGI LOKASI PEMBUATAN FILM

    Di Sangatta, Penerjun TNI AU Hindari Habitat Buaya

    illustrasi

    SANGATTA, tribunkaltim.co.id - Seluruh penerjun dari Den Bravo dan Pengendali Tempur (Dalpur) mendarat mulus di bumi Sangatta. 12 anggota Den Bravo mendarat pada Senin (25/10) dinihari, dan 13 anggota tim Dalpur mendarat Minggu (24/10) menjelang tengah malam. Seluruh penerjun mendarat di dataran sekitar bangunan RSUD di Jalan Soekarno Hatta.

    Den Bravo diterjunkan sebagai pasukan pionir yang menyusup dan mempelajari kekuatan lawan. Sedangkan Dalpur bertugas untuk membuka jalur komunikasi dan perlindungan pasukan. Secara teknis, Dalpur bertugas membuka komunikasi dengan kolat (komando latihan). Hal ini sebagai penentu kelanjutan misi latihan.

    Dua penerjunan sengaja dilakukan saat gelap guna menambah kemampuan personel. Setiap pasukan Dalpur dilengkapi dengan sub-machine gun Daewoo, radio, teropong, panel, serta pakaian sipil. Usai mendarat, mereka langsung ganti pakaian sipil untuk memantau keadaan di sekitar sasaran.

    Komandan Lanud Adi Sumarmo, Kolonel (PNB) Hadi Cahyanto, mengatakan usai kedua tim mendarat mulus, Den Bravo dan Dalpur langsung berkoordinasi. ”Saat ini mereka terus melakukan pengintaian bersenjata dan semakin dekat dengan drop zone,” kata Hadi, Senin (25/10).

    Drop zone direncanakan di sekitar Jalan Pendidikan, Sangatta. Informasi ini sekaligus meralat pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan lokasi penerjunan dan penembakan adalah di sekitar Mako Latgab di Kecamatan Bengalon.

    Den Bravo dan Dalpur akan menentukan drop zone bagi 125 orang anggota tim Satuan Tempur (Satpur) yang terjun setelah dilakukan penembakan oleh beberapa pesawat tempur pada saat latihan puncak, Rabu (27/10) pagi. Yang menarik, para penerjun diupayakan untuk tidak jatuh pada rawa-rawa yang menjadi habitat buaya.

    ”Kami mengetahui adanya habitat buaya di sekitar sungai dan rawa di Jalan Pendidikan. Karena itu penerjun diupayakan untuk tidak jatuh di kawasan tersebut,” kata Hadi. Selain itu, jatuhnya penerjun di sungai bisa membahayakan jiwa penerjun. Besar kemungkinan parasut akan membelit tubuh penerjun ketika terkena tekanan dan hempasan air.

    Hadi menjelaskan, Selasa (26/10), dijadwalkan seluruh pesawat tempur melakukan pengintaian bersenjata. Namun pesawat tidak akan melepaskan tembakan. Penembakan baru akan dilaksanakan Rabu (27/10).

    Saat ini beberapa sasaran tembak sudah terpasang di sekitar Jalan Pendidikan. Perangkat radio komunikasi juga telah terpasang di bukit tinjau yang akan menjadi titik pemantauan latihan di kompleks perkantoran Bukit Pelangi. Sosialisasi tentang kegiatan ini juga mulai disampaikan ke warga Sangatta.

    Latihan di Sangatta tahun ini serupa dengan latihan TNI AU yang dilaksanakan bulan Agustus tahun 2009 lalu. Saat itu dilakukan penggabungan antara Operasi Trisula Perkasa yang dilaksanakan Korps Pasukan Khas TNI AU dan latihan puncak TNI AU. Seluruh kegiatan berjalan lancar.

    Sementara itu, lima pesawat F-5 E/F Tiger dari Lanud Iswahyudi Madiun mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan, Senin (25/10). Pesawat dari Skadron Udara 14 ini tiba dalam dua gelombang. Yang pertama tiba pukul 14.16. Sedangkan sisanya 11.44. Kelima pesawat tempur ini datang untuk ambil bagian dalam latihan puncak TNI AU "Angkasa Yudha" di Sangatta, Kaltim.


    Turut dalam rombongan F5 E/F Tiger, Danlanud Iswahyudi, Marsma TNI Ismono. Perwira bintang satu ini terbang bersama pesawat F5 F yang dipiloti Mayor Pnb Arwani. Ismono hadir sekaligus sebagai komandan satuan pelaksana operasi latihan (Dansatlakops) Angkasa Yudha.

    Turut mendarat hari ini, lima pesawat Herkules TNI AU. Kelimanya mengangkut personel dan peralatan dalam latihan Angkasa Yudha. Selain itu masih ada 10 pesawat Hawk 100/200 dari Lanud Pontianak dan Pekanbaru yang mengisi Avtur di Sepinggan. Selanjutnya, kesepuluh Hawk, Puma dan Hercules akan disiagakan di Lanud Tarakan.

    Angkasa Yudha merupakan puncak latihan TNI AU. Sebelumnya di masing-masing komando operasi dilaksanakan latihan awal. Di Koopsau I digelar latihan dengan sandi "Jalak Sakti." Sedangkan di Koopsau II digelar latihan bersandi "Sikatan Daya."
    "Angkasa Yudha merupakan gabungan antara "Jalak Sakti" dan "Sikatan Daya." Tujuannya adalah melatih profesionalitas prajurit dan kesiapan TNI AU dalam mempertahankan wilayah NKRI," tutur Ismono.

    Dikatakan Ismono, TNI AU sebagai pelaku serangan udara merupakan ujung tombak dalam kondisi perang. Sehingga setiap saat harus siap siaga. Kali ini, di Angkasa Yudha 2010, TNI AU menyertakan pesawat tempur terbaiknya.

    Sebut saja Hawk 100/200, F 16 Fighting Falcon, F5 E/F Tiger, dan Sukhoi Su 27/30. Kecuali Hawk, lainnya merupakan pesawat tempur multirole. Ketiganya mampu melakukan intersep sekaligus berperan sebagai penembak.

    Danlanud Balikpapan, Letkol Pnb Riva Yanto menuturkan, agenda Selasa (26/10/2010) ini adalah Combat Air Patrol (CAP) atau patroli udara. Pesawat-pesawat tempur ini akan melakukan patroli di Sangatta dan sekitarnya. Sementara puncak latihan akan digelar Rabu (27/10) besok. pukul 08.00 di Sangatta.

    Mendarat di Tarakan
    Sebanyak 10 pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skuadron Udara I Subandio dan Skuadron 12 Pekan Baru, serta tiga pesawat Hercules dan 1 heli Puma mendarat di Bandara Juwata Tarakan, pukul 15.00 Senin (25/10). Kedatangan pesawat tempur dan helikpoter ini untuk mengikuti Latihan Angkasa Yudha yang akan digelar di Sanggata, Kutai Timur.

    Dalam pesawat tempur Hercules dan heli Puma mengangkut 180 personel TNI AU. Mereka terdiri dari penerbang, teknisi, briganji, tim SAR, pengawas dan pengendalian (wasdal), video dan konfrens (vikon) serta petugas pelengkapan persenjatan.

    Kegiatan latihan tempur melibatkan semua satuan TNI AU. Untuk kru Hawk termasuk penerbang dan tim teknisi, dan brigaji, berasal dari Skuadron 1 Subadio dan Skuadron 12 Pekan Baru. Kru vikon dan wasdal beradal dari Mabes TNI AU, sedangkan tim SAR berasal dari 465 Paskas Subandio.

    Para personel yang terlibat dalam latihan Angksa Yudha 2010 akan berada di Tarakan selama empat hari mulai 25 hingga 28 Oktober. Mereka selama di Tarakan menginap di Mess TNI AU, Mess Pertamina dan Mess Kodim.

    Menurut Danlanud Tarakan Letkol Penerbang Erwan Ardian, Selasa (26/10) ini pesawat-pesawat tempur akan melakukan latihan di udara dan juga foto bareng dengan unsur Muspida Kota Tarakan. "Rencananya setelah latihan, dijadwalkan akan ada foto bareng dengan unsur Muspida dengan para kru pesawat Hawk," ujarnya.

    Sementara itu, Rabu (27/10) besok akan dilakukan Static Show bagi pelajar dan masyarakat umum. Dalam Static Show masyarakat boleh melihat langsung dan mengambil gambar pesawat tempur dan helikopter yang di parkir di Bandara Juwata Tarakan.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Di Sangatta, Penerjun TNI AU Hindari Habitat Buaya

    Pesawat Super Tucano Buatan Brasil Tempati Skuadron 21 Malang


    MALANG--MICOM: Sebanyak 16 pesawat latih serang tempur Super Tucano A-29 buatan Brasil segera menggantikan pesawat tempur Oviten-10F Bronco buatan Amerika Serikat yang sudah di-grounded.

    Komandan Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Abdul Rahman Saleh Malang, Marsekal Pertama Dwi Putranto menjawab pertanyaan Media Indonesia, Senin (25/10) malam mengatakan pesawat Super Tucano tersebut akan melengkapi alutsista TNI-AU di Skuadron 21 yang sebelumnya diisi OV-10F Bronco.

    Sejauh ini persiapan sudah dilakukan. Tim dari negara asal produsen pesawat Super Tucano dalam waktu dekat segera datang ke Lanud Abdul Rahman Saleh guna melihat fasilitas yang ada.

    Fasilitas yang akan dilihat itu di antaranya menyempurnakan hanggar dan parkir pesawat di Skuadron 21, serta menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. "Diharapkan pada 2011 sudah ada pembangunan fasilitas untuk 16 pesawat," tegasnya.

    Ia menjelaskan pesawat Super Tocano memiliki kelebihan misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat atau memiliki keunggulan close air support udara ke darat dari jarak dekat.

    Pesawat propeler mesin tunggal buatan Empresa Brasiliera de Aeronautica, Brasil, ini memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh, sehingga bisa diteruskan untuk misi penghancuran oleh pesawat tempur lainnya.

    Setelah fasilitas disiapkan, maka langkah selanjutnya menyiapkan sumber daya manusia, termasuk pilot. Pilot-pilot yang akan menerbangkan Super Tocano sebelumnya dilatih di negara produsen yakni Brasil.

    Sejauh ini pilot Oviten untuk sementara waktu selama grounded dibagi ke kesatuan. "Setelah Super Tocano datang, mereka akan ditarik kembali," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pesawat Super Tucano Buatan Brasil Tempati Skuadron 21 Malang

    Danjen Kopassus Terima Kunjungan Kasad Korsel


    Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD, Mayor Jenderal TNI Lodewijk F. Paulus menerima kunjungan Kasad Korea Selatan Jenderal Eui Don Hwang di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Senin (25/10).

    Menurut Danjen Kopassus, kunjungan Kasad Korea Selatan ke Kopassus memiliki arti yang sangat penting sebagai media komunikasi dan saling bertukar informasi. Juga mempererat jalinan hubungan saling pengertian dan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata, khususnya antara Kopassus dengan Angkatan Darat Korea Selatan.

    "Kunjungan ini juga bermanfaat untuk saling berbagi pandangan terhadap perkembangan teknologi persenjataan dan taktik pertempuran," kata Danjen Kopassus seperti dilansir dalam siaran pers Bagian Penerangan Kopassus yang diterima Jurnal Nasional.

    Danjen Kopassus juga menjelaskan tentang Keberadaan Kopassus dalam struktur organisasi TNI AD sebagai salah satu kompartemen strategis mencakupi seluruh wilayah NKRI. Oleh karena itu, Kopassus menjalankan fungsi sebagai satuan elit yang selalu siap menghadapi gangguan baik dari luar maupun dalam negeri.


    Sebelumnya, Kasad Republik Korea juga melakukan kunjungan kehormatan ke Mabes TNI yang diterima Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

    Sumber: Jurnal
    Readmore --> Danjen Kopassus Terima Kunjungan Kasad Korsel

    TNI AU akan "Rebut" Sangatta

    BALIKPAPAN. Rabu (27/10) besok, TNI Angkatan Udara memulai latihan perang Angkasa Yudha 2010 di Sangatta, Kutai Timur. Sejumlah pesawat tempur mulai dari 10 unit Hawk 100 dan 200 serta 5 unit F5 Tiger dari Skuadron I Pontianak, Skuadron XII Pekanbaru dan Lanud Iswahjudi Madiun, mulai mendarat di Base Ops Bandara Sepinggan Balikpapan, kemarin.

    Dansatlakops Marsekal Pertama Ismono mengatakan, latihan perang Angkasa Yudha ini rutin digelar setiap tahun untuk mengasah keterampilan masing-masing prajurit dan koordinasi antarsatuan.

    "Secara bergulir latihan ini terus dilakukan, mulai dari latihan perseorangan, satuan, hingga antarsatuan. Bisa disebut Angkasa Yudha ini merupakan latihan antarsatuan mulai 25-28 Oktober," ujar perwira tinggi TNI AU yang juga menjabat sebagai Danlanud Iswahjudi itu kemarin.

    Strategi perang yang digelar setiap tahun juga berbeda-beda. Diketahui, skenario latihan tahun ini yakni Sangatta akan dijadikan kawasan musuh dan harus direbut kembali. Menurut Ismono, peran TNI AU sangat penting di dalam peperangan, di mana pesawat-pesawat tempur menjadi ujung tombak untuk penguasaan wilayah.

    Di era perang modern ini, peran pesawat tempur sangat penting sebagai pembuka serangan dan penetralisir gerakan musuh. Setiap negara kini menjadikan angkatan udara sebagai pertahanan utamanya.

    "Seperti contohnya waktu perang Irak. Pasukan sekutu menyerang Irak pertama kali dengan pesawat-pesawat tempurnya. Setelah menang, lalu angkatan darat mulai bergerak masuk," ungkapnya.

    Indonesia saat ini baru memiliki pesawat tempur jenis F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, Sukhoi, Helikopter Puma, SU-30, SU-27 dan beberapa jenis lainnya.

    Dikatakan Ismono, Indonesia cenderung memilih membeli pesawat multirole, maksudnya bisa digunakan untuk intercept (mencegat), striker (penyerang) dan bomber (pengebom).
    Seperti pesawat tempur jenis Hawk yang hanya bisa digunakan untuk pertahanan udara terbatas. Sedangkan F-16 bisa digunakan sebagai striker atau bomber. Sedangkan F-5 atau Sukhoi utamanya digunakan untuk air intercept.

    "Namun semuanya bisa dijadikan sebagai pesawat striker atau bomber, bergantung dari keperluannya apa," katanya.

    Dengan sumber dana yang terbatas, kata Ismono, bukan berarti Indonesia membeli pesawat "ecek-ecek". Namun semua dilihat dari kebutuhan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

    "Dalam latihan ini Kohanudnas juga dilibatkan," tuturnya.
    Terpisah, Danlanud Balikpapan Letkol Pnb Riva mengatakan, usai dilaksanakannya Angkasa Yudha 2010, Lanud Balikpapan akan menggelar Static Show di Base Ops Balikpapan. Sejumlah pesawat akan dipamerkan dalam kegiatan itu, diantaranya pesawat tempur F-5, F-16 dan Helikopter Puma.

    "Sangat sayang kalau hanya dipakai untuk latihan saja, mumpung di Balikpapan kami akan menggelar Static Show untuk memamerkan kepada masyarakat peralatan tempur TNI AU," ujarnya.

    Bagi masyarakat yang berminat mengetahui lebih jauh tentang TNI AU, bisa mendatangi Base Ops TNI AU di Bandara Sepinggan Balikpapan mulai pukul 11.00 WITA, Rabu (17/10) besok.

    Selain pameran pesawat tempur, Lanud juga memamerkan sejumlah foto-foto terkait kegiatan yang dilaksanakan TNI AU selama ini.

    Sumber: Samarinda Post
    Readmore --> TNI AU akan "Rebut" Sangatta

    Anggaran Alusista 2011 Kurang Lagi

    JAKARTA--MICOM: Pembahasan alutsista antara Komisi I DPR RI dan Kementerian Pertahanan serta TNI yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (25/10), masih berlanjut. Persoalannya adalah penentuan prioritas pembelian alutsista per matra akibat kekurangan anggaran hingga Rp9 triliun.

    Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI dari FPD Yahya Sacawiria di Jakarta, Senin (25/10). "Rinciannya apa saja, itu yang nanti ada pembahasan mendetail saat reses bisa minta izin untuk kerja panja alutsista," kata Yahya.

    Ia menyatakan anggaran alutsista yang disepakati untuk APBN TA 2011 sebesar Rp2 triliun. Jumlah itu jauh dari kebutuhan anggaran alutsista yang diminta TNI. Akibat kekurangan itu, sejumlah rencana yang disusun dalam renstra 2011 kembali mengalami penyusunan prioritas.

    Sumber: MI
    Readmore --> Anggaran Alusista 2011 Kurang Lagi

    Monday, October 25, 2010 | 11:15 PM | 0 Comments

    English News : Activists Divided Over Future of TNI Link With US Military After Torture

    The National Commission on Human Rights Office (Photo :Primaironline)

    Jakarta. Some Papuan activists have called on foreign governments to cease cooperation with the Indonesian military as evidence of torture has come to light, but human rights activists said that foreign governments should instead maintain ties and help push forward military reforms.

    In a statement issued over the weekend, Forkorus Yoboisembut, chairman of Papua Traditional Council, called on the US and Australian governments as well as the European Union to cease military cooperation with Indonesia.

    The statement comes after the government on Friday acknowledged the authenticity of a graphic, 10-minute video that shows six soldiers burning their prisoners’ genitals and threatening them with knives, guns and a cigar.

    But Ifdhal Kasim, chairman of the National Commission on Human Rights (Komnas HAM), said the resumption of limited military cooperation between the United States and Indonesia is needed to assist change and improvement within the military.

    The United States, he said, must ensure there will be firm action taken against the soldiers in the video.

    “The military should show that they are taking accountability for what happened in the video,” he said.

    He called the torture “shocking,” especially in light of the “progressive internal reform” the military is undertaking.

    The military should see the scandal as an impetus to push for reform, he added.

    “This will be the defense minister’s task: to convey to the world that reform is indeed taking place in the military,” Ifdhal said.

    Defense Secretary Robert Gates visited Indonesia in July and announced a resumption of ties with the special forces, known as Kopassus, after a 12-year hiatus.

    But he said the engagement would be limited until the army undertakes reforms.

    The United States on Friday praised Indonesia for being forthcoming in its investigation of torture of Papuan detainees and said it would not affect the resumption of military ties.

    US State Department spokesman Philip Crowley said the Indonesian government had promised a “full and transparent investigation” into the video.

    “They have undertaken, under democratic law, specific reforms, and we will continue to work with them,” Crowley said.

    “What they announced today is consistent with the terms under which we resumed limited security cooperation with Kopassas,” he said.

    Yoseph Adi Prasetyo, better known as Stanley, also from Komnas HAM, said the commission’s main interest for the military was to see that there would be no more abusive soldiers within the TNI.

    He also urged President Susilo Bambang Yudhoyono and Indonesian Armed Forces (TNI) Chief Agus Suhartono to investigate the case before it got worse.

    “Otherwise we have to exercise our mandate to use the 2000 Law on Human Rights Courts to investigate the case,” he said.

    The scenes depicted on the video, he said, were only a small glimpse into the rampant torture of native Papuans by Indonesian military personnel.

    Sumber: The Jakarta Post
    Readmore --> English News : Activists Divided Over Future of TNI Link With US Military After Torture

    Tahun Depan, Gaji PNS-TNI/Polri Naik 10%

    VIVAnews - Tahun depan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri disepakati naik 10 persen. Kesepakatan itu tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011.

    Ketua Panitia Kerja (Panja) Belanja Pemerintah Pusat, Nirwan Amir, mengatakan dana kenaikan gaji pokok PNS, TNI/Polri dan pensiun alokasinya ada dalam belanja pegawai yang tahun depan dianggarkan sebesar Rp180,6 triliun.

    Alokasi belanja pegawai ini antara lain dipakai untuk pencadangan anggaran remunerasi bagi kementerian/lembaga guna mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi.

    Tak hanya itu, dengan alokasi dana tersebut pemerintah tahun depan berencana memberikan gaji ke-13 untuk PNS, TNI/Polri dan pensiun ke-13 bagi para pensiunan.

    Pemerintah juga menyiapkan alokasi belanja pegawai untuk menggaji formasi para pegawai baru yang ditargetkan 100 ribu orang. "Pergantian ini perlu mengingat ada beberapa SDM (sumber daya manusia) yang pensiun tahun depan," kata Nirwan.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Tahun Depan, Gaji PNS-TNI/Polri Naik 10%

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.