ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Thursday, October 28, 2010 | 1:45 PM | 0 Comments

    Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Usai mengunjungi korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana kembali ke Hanoi, Vietnam. Kembalinya Presiden ke Hanoi sedianya untuk menghadiri KTT ASEAN dan KTT Asia Timur.

    Menurut pengamat politik Universitas indonesia, Arbi Sanit, Yudhoyono memang harus kembali ke Hanoi untuk menghadiri dua pertemuan itu. Alasannya, “Pertemuan itu untuk menjaga posisi politik dan militer Indonesia di ASEAN,” kata Arbi, Kamis (28/10).

    Kalau Yudhoyono tidak menghadiri pertemuan itu, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan posisi Indonesia di Asean akan tergeser. Arbi pun tidak percaya bila kehadiran Yudhoyono bisa digantikan para pembantunya. “Menteri siapa yang mau dikirim? Kinerja menteri kita kan kedodoran, belepotan. Menteri luar negeri juga tidak bisa diharapkan,” ujar dia.

    Di KTT ASEAN, Presiden akan menjalani prosesi serah terima tugas sebagai Ketua ASEAN dari Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet. Serah terima tugas itu akan mengawali jabatan Yudhoyono selaku Chairman of ASEAN dan ASEAN Summit.

    Pendapat serupa juga dikatakan pengamat politik Andrinof Chaniago. Menurutnya, Presiden bisa kembali ke Hanoi usai mengunjungi Mentawai dan Yogyakarta. “Yang penting Presiden sudah melihat sendiri kondisi korban dan lokasi bencana.” Di Hanoi, lanjut dia, Yudhoyono bisa memantau kinerja para menteri dan pemerintah daerah. “Toh kalau sudah melihat langsung kondisi di lokasi gempa, Presiden bisa memberi perintah dari jarak jauh,” ujarnya.

    Andrinof juga tidak setuju kalau Yudhoyono mengutus seorang menteri untuk mewakili dirinya di KTT ASEAN dan KTT Asia Timur. Alasannya, pertemuan itu bukan untuk tingkat menteri, tapi khusus kepala negara. “Kalau Presiden mengirim menteri, negara lain bisa merasa tidak dihormati oleh Indonesia.”

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Usai mengunjungi korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana kembali ke Hanoi, Vietnam. Kembalinya Presiden ke Hanoi sedianya untuk menghadiri KTT ASEAN dan KTT Asia Timur.

    Menurut pengamat politik Universitas indonesia, Arbi Sanit, Yudhoyono memang harus kembali ke Hanoi untuk menghadiri dua pertemuan itu. Alasannya, “Pertemuan itu untuk menjaga posisi politik dan militer Indonesia di ASEAN,” kata Arbi, Kamis (28/10).

    Kalau Yudhoyono tidak menghadiri pertemuan itu, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan posisi Indonesia di Asean akan tergeser. Arbi pun tidak percaya bila kehadiran Yudhoyono bisa digantikan para pembantunya. “Menteri siapa yang mau dikirim? Kinerja menteri kita kan kedodoran, belepotan. Menteri luar negeri juga tidak bisa diharapkan,” ujar dia.

    Di KTT ASEAN, Presiden akan menjalani prosesi serah terima tugas sebagai Ketua ASEAN dari Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet. Serah terima tugas itu akan mengawali jabatan Yudhoyono selaku Chairman of ASEAN dan ASEAN Summit.

    Pendapat serupa juga dikatakan pengamat politik Andrinof Chaniago. Menurutnya, Presiden bisa kembali ke Hanoi usai mengunjungi Mentawai dan Yogyakarta. “Yang penting Presiden sudah melihat sendiri kondisi korban dan lokasi bencana.” Di Hanoi, lanjut dia, Yudhoyono bisa memantau kinerja para menteri dan pemerintah daerah. “Toh kalau sudah melihat langsung kondisi di lokasi gempa, Presiden bisa memberi perintah dari jarak jauh,” ujarnya.

    Andrinof juga tidak setuju kalau Yudhoyono mengutus seorang menteri untuk mewakili dirinya di KTT ASEAN dan KTT Asia Timur. Alasannya, pertemuan itu bukan untuk tingkat menteri, tapi khusus kepala negara. “Kalau Presiden mengirim menteri, negara lain bisa merasa tidak dihormati oleh Indonesia.”

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    5.665 Personel TNI Disiagakan di Lokasi Bencana Merapi

    Korban Merapi.

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Tentara Nasional Indonesia dari satuan Kodam IV/Diponegoro telah menyiagakan setidaknya 5.665 personel untuk dikerahkan membantu penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Dari total personel yang disiagakan, sebanyak 2.165 personel di antaranya telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi masyarakat. "Personel juga dikerahkan untuk pencarian korban dan pertolongan kepada para pengungsi di lokasi pengungsian," kata Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI, Kolonel Minulyo S. dalam siaran pers, Kamis (28/10).

    Selain personel, lanjut Minulyo, TNI juga mengerahkan peralatan yang terdiri dari alat berat, truk pengangkut personel, mobil tangki air, tenda, dapur umum, genset, dan berbagai peralatan lain. "Kami juga memasok kebutuhan logistik yang sewaktu-waktu dapat digerakkan jika harus menghadapi kemungkinan terburuk akibat letusan Gunung Merapi," ujarnya.

    Dua hari lalu pukul 17.02 WIB Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel. Korban tewas akibat terjangan awan panas Merapi mencapai 30 orang, termasuk di antaranya Mbah Maridjan, juru kunci Merapi. Ribuan warga di sekitar lereng gunung juga terpaksa diungsikan untuk mencegah bertambahnya jumlah korban.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> 5.665 Personel TNI Disiagakan di Lokasi Bencana Merapi

    Perbatasan Malaysia Tak Ingin Indonesia Tumbuh

    Ilustrasi: Malaysia mengambil keuntungan dengan keberadaan tenaga kerja murah dari Indonesia.

    PONTIANAK, KOMPAS.com- Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja Sama Kalimantan Barat Robert Nusanto kembali mengingatkan bahwa Malaysia tidak pernah menginginkan perekonomian Indonesia tumbuh. Jika ekonomi Indonesia tumbuh, Malaysia akan kehilangan para pekerja Indonesia yang diupah murah.

    Robert menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi desk Kalimantan tentang Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan (P2WP), di Hotel Kini, Pontianak, Kalimantan Barat Kamis (28/10/2010).

    "Maka, kita harus mewaspadai agenda itu setiap kali melangkah dalam rangka percepatan pembangunan di kawasan perbatasan. Faktanya, Malaysia memang mengambil keuntungan dari kemiskinan dan keterisolasian di perbatasan Indonesia," kata Robert.

    Jika perekonomian Indonesia tumbuh baik, akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap. Padahal, ada sekitar 1,2 juta TKI yang bekerja di Malaysia. "Malaysia sangat takut kehilangan pekerja asal Indonesia yang bisa diupah murah," kata Robert.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Perbatasan Malaysia Tak Ingin Indonesia Tumbuh

    China Perbanyak Kapal Pengintai AL

    BEIJING, KOMPAS.com — China sedang memperbanyak kapal pengintai angkatan laut demi memproteksi hak-hak maritimnya dengan lebih baik. Hal tersebut disampaikan media negara itu, Kamis, di tengah sengketa sengit wilayah laut dalam dengan negara-negara tetangganya.

    Menurut harian resmi China Daily, seorang pejabat di Badan Kelautan Negara (SOA) yang mengawasi hak-hak maritim China mengatakan bahwa satu kapal inspeksi telah bergabung dalam armada dan 36 lainnya akan ditambahkan kemudian. Kapal China Marine Surveillance 75 akan berpatroli di Laut China Selatan, tempat sejumlah sengketa wilayah atas pulau-pulau yang berpotensi memiliki kekayaan sumber daya alam.

    China menegaskan, pihaknya berdaulat penuh atas kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan juga mengklaim pulau-pulau tersebut.

    Juli lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, yang akan melakukan kunjungan ke China pada akhir pekan ini, menyerukan perlunya perundingan-perundingan multilateral mengenai sengketa itu, suatu pendapat yang ditentang Beijing. China juga terlibat dalam sengketa sengit dengan Jepang terhadap gugusan pulau di Laut China Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang.

    Pang Zhongying, seorang pakar kajian Asia Pasifik di Universitas Renmin Beijing, sebagaimana dikutip China Daily, mengatakan, penambahan dalam armada bukanlah suatu gerakan agresif. "Itu bukan berarti bahwa kami sekarang melakukan langkah agresif, melainkan karena kami telah tertinggal di belakang terlalu banyak dan terlalu lama, mengingat besarnya wilayah maritim China."

    Masih menurut laporan itu, Li Lixin selaku direktur cabang Laut China Selatan, SOA, mengatakan, China akan membangun banyak kapal pengintai.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Perbanyak Kapal Pengintai AL

    Pesawat Jatuh di Nabire Jenazah Tiga Korban Skytruck Ditemukan


    NABIRE, PAPUA, KOMPAS.com - Kepala bidang Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengabarkan, telah ditemukan tiga jenazah korban jatuhnya pesawat Skytruck milik Polri yang mengalami kecelakaan di kawasan Wami, Distrik Wanggar, Nabire, Papua dalam penerbangan dari Jayapura menuju Ambon.

    Wachyono menjelaskan, sekitar pukul 15.55 WIT, Rabu (27/10/2010) pesawat naas itu sempat transit untuk mengisi bahan bakar di Nabire. "Selanjutnya mulai pukul 16.30 WIT lost contact, dan belum tiba di Ambon," kata Wachyono dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Kamis (28/10/2010).

    Lalu, sekitar pukul 23.30 WIT, ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada pesawat jatuh di lokasi tersebut. "Sekarang telah ditemukan tiga jenazah dengan kondisi terpisah-pisah, pesawat hancur Pak," kata Wachyono.

    Wachyono mengatakan, saat ini ketiga jenazah tengah dievakuasi. Namun ia belum mampu mengidentifikasi ketiga korban yang telah ditemukan itu. Adapun pesawat yang juga belum diketahui muatannya itu dipiloti oleh AKP. Irwan, dibantu Iptu Bayu (copilot). Tercatat pula, ada tiga kru lainnya, yakni Ipda Moh. Amri, Briptu Hadirianto, dan Briptu Aipul Bahri.

    Kondisi mereka hingga kini belum bisa dipastikan. Tim evakuasi, diakuinya, mengalami kesulitan akibat medan yang berat berupa kondisi alam dan harus melintasi lautan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pesawat Jatuh di Nabire Jenazah Tiga Korban Skytruck Ditemukan

    Sukhoi TNI AU Mempunyai Kemampuan Diatas Negara Tetangga


    BALIKPAPAN- Lagi-lagi jajaran skadron Sukhoi membuktikan kehebatannya. Semua taget dalam latihan puncak TNI AU dengan sandi ‘Angkasa Yudha 2010’ yang dilangsungkan di Kota Sengatta Kutai Timur berhasil diselesaikan dengan baik oleh jajaran pesawat tempur Sukhoi produksi Rusia ini.

    Hal ini dikatakan oleh Letkol (Pnb) Tonny Haryanto selaku komandan Skadron 11 Makassar, Rabu (27/10) kemarin saat ditemui di Base Ops Lanud Balikpapan. “Alhamdulillah tadi target latihan berhasil kami selesaikan. Meskipun tadi sempat ada awan yang menghalangi pandangan dan juga hujan tipis, tapi bukan masalah,” ucap lulusan Akabri tahun 1993 itu.

    Kepada harian ini Tonny juga menceritakan beberapa keampuhan pesawat yang diterbangkannya mulai tahun 2005 itu. Diakui Sukhoi memiliki kemampuan di atas pesawat tempur yang dimiliki oleh negara-negara tetangga. “Jadi tinggal sumber daya manusiannya saja,” imbuhnya. Sekilas saja tentang Sukhoi, Tonny menjelaskan bahwa pesawat ini memiliki kecepatan maksimal dua kali kecepan suara.

    Selain itu pesawat ini juga sudah memiliki dilengkapi dengan beberapa senjata untuk penyerangan dari udara ke darat. “Air to ground kita sudah ada bom, gun, dan roket. Sedangkan untuk air to air sudah kontrak sudah disiapkan,” ungkap mantan penerbang pesawat F-16 ini. Ditambahkan TNI Angkatan Udara (AU) memiliki 4 tipe Sukhoi, yaitu Sukhoi 27 SK, Sukhoi 27 MK, Sukhoi 27 SKM, Sukhoi 30 MK2.

    Saat ini, AU memiliki 10 unit Sukhoi. “Secara bertahap sampai 2014 nanti akan mencapai 16 pesawat,” tuturnya di sela Static Show. Adapun keunggulan pesawat tempur yang telah memperkuat Alutsista TNI AU sejak 2003 itu memiliki banyak keunggulan dalam persenjataan, di antaranya mampu melakukan tracking dan mengunci 10 posisi lawan secara bersamaan dalam satu kesempatan.

    Sukhoi juga mampu menembakkan peluru kendali udara ke udara (air to air missile) terhadap dua sasaran yang berbeda sekaligus. “Jadi saya kira negara tetangga juga akan berfikir dua kali jika akan melanggar batas udara NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonsia),” pungkas Tonny setelah membeberkan kemampuan pesawat yang diterbangkannya itu.

    Sumber: Post Metro Balikpapan
    Readmore --> Sukhoi TNI AU Mempunyai Kemampuan Diatas Negara Tetangga

    English News : Russia, India to begin design of 5G-fighter in December


    Russia is planning to sign in December an agreement with India on the preliminary design of a joint fifth-generation fighter aircraft, a senior Russian aircraft industry official said on Wednesday.

    Russian Sukhoi holding and Indian Hindustan Aeronautics Limited (HAL) agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet, tentatively dubbed PAK FA.

    "An agreement with India on the pre-design of the PAK FA will be signed in December," said Alexei Fyodorov, head of Russia's United Aircraft Corporation.

    The sides agreed to develop both a single-seat and a two-seat version of the aircraft by 2016, focusing on the single-seat version in the initial stages of development.

    The new aircraft will most likely be based on Russia's T-50 prototype fifth-generation fighter, which has already made several test flights and is expected to join the Russian Air Force in 2015.

    Russia has been developing its fifth-generation fighter since the 1990s. The current prototype, known as the T-50, was designed by the Sukhoi design bureau and built at a plant in Komsomolsk-on-Amur in Russia's Far East.

    Russian officials have already hailed the fighter as "a unique warplane" that combines the capabilities of an air superiority fighter and attack aircraft.

    From : RIA
    Readmore --> English News : Russia, India to begin design of 5G-fighter in December

    Daya Tempur Udara Masih Butuh Kerja Keras


    SANGATA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) masih harus meningkatkan latihan, dalam rangka mewujudkan ketangguhan daya tempur dan operasi udara menghadapi musuh. Saat ini, TNI AU harus berjuang keras untuk menambah alat utama sistem senjata (alustsista) canggih dan berteknologi tinggi yang disesuaikan dengan luas wilayah Indonesia.

    "Karena keterbatasan anggaran, maka kita harus meningkatkan kualitas pasukan disamping menambah alutsista secara bertahap," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, usai menyaksikan latihan operasi udara yang dengan sandi Angkasa Yudha 2010, di Sangata Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (27/10).

    Latihan operasi udara yang melibatkan 1235 prajurit TNI AU dari Koops TNI AU I dan Koops TNI AU II, Kohanudnas dan Kopaskhas ini mengambil tema Komando Tugas Udara dan Komando Pertahanan Udara Nasional Melaksanakan Operasi Udara di Kalimantan Timur Dalam Rangka Menegakan Integritas Kedaulatan NKRI.

    Selain itu, Angkasa Yudha 2010 melibatkan pesawat-pesawat tempur canggih yang dimiliki TNI AU, seperti 4 unit Sukhoi buatan Rusia, 4 unit F-16 buatan Amerika Serikat (AS), 6 unit F-5 Tiger, 8 Hawk 109/209 serta 4 pesawat angkut personil Hercules, Casa dan Helikopter Puma.

    Imam mengatakan, TNI AU sangat membutuhkan pesawat intai tanpa awak yang sudah masuk dalam renstra pertahanan Indonesia. Pesawat tanpa awak cukup membantu untuk mendukung operasi udara, seperti menentukan titik kordinat target atau sasaran.

    "Setelah kita saksikan langsung dalam latihan, beberapa sasaran harus dihancurkan setelah dibombardir berkali-kali. Seharusnya, kita tak perlu lagi mengeluarkan banyak roket untuk menghancurkan satu target apabila ada pendukung untuk menunjukan kordinat sasaran," ujarnya.

    Karena itu, ia menyakini, keberadaan pesawat intai tanpa awak semakin mengefektifkan daya tempur dan operasi udara yang dilaksanakan TNI AU uuntuk menangkal musuh. "Operasi udara itu tidak bisa langsung mengadakan pengeboman. Melainkan, operasi itu harus berdasarkan informasi intelijen, yang diawali dengan pesawat recognize," ujar KSAU.

    Artinya, pesawat intai tanpa awak mampu mendeteksi posisi dan kekuatan musuh. "Dengan kedatangan pesawat tanpa awak, kita bisa mendeteksi lebih dini dan centre of gravity kedudukan musuh," ujarnya.

    Bukan Politis

    Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Bambang Samoedro, menepis anggapan bahwa Angkasa Yudha 2010 dalam rangka pertunjukan aksi kekuatan udara Indonesia ke negara tetangga, Malaysia.

    "Malaysia pasti tahu kalau kita sedang melaksanakan latihan operasi udara. Tapi, bukan berarti TNI AU pamer kekuatan," ujarnya.

    Menurut Bambang, pemilihan Sangata sebagai latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha karena lokasinya cukup ideal untuk latihan penembakan dari udara ke darat (air to ground). Karena itu, menurut dia, Bukit Tinjau Sangata perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai area latihan militer TNI AU, TNI AL dan TNI AD.

    Imam menjelaskan, pemilihan Sangata sebagai tempat puncak latihan juga ditinjau dari aspek kesiapan pangkalan sekitarnya.


    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Daya Tempur Udara Masih Butuh Kerja Keras

    BIN Jadi Koordinator Intelijen


    JAKARTA - Lemahnya koordinasi antarbadan intelijen masih memprihatinkan. Hampir semua intitusi hukum dan keamanan memiliki unit tilik sandi itu. Namun, mereka bekerja tidak terpadu sehingga tak efektif. Dalam pembahasan draf RUU Intelijen di DPR, akan dimasukkan skema penunjukan Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai koordinator.

    "BIN perlu payung hukum untuk mengoordinasi jajaran intelijen yang lain. Sebab, masing-masing badan sekarang ini mempunyai undang-undang tersendiri," kata Ketua Fraksi PDIP di DPR Tjahjo Kumolo di Jakarta kemarin (27/10).

    BIN merupakan lembaga di bawah kepresidenan yang bertujuan memberikan info langsung ke presiden. Selain itu, TNI, Polri, kejaksaan, serta intansi seperti bea cukai dan imigrasi mempunyai lembaga serupa. Bahkan, lembaga tersebut mempunyai jaringan di setiap kantor perwakilan di daerah.

    Menjalankan skema BIN sebagai koordinator, tegas Tjahjo, tidak cukup hanya dengan keppres. Diperlukan undang-undang yang lebih kuat. Menurut dia, kendala terbesar intelijen di Indonesia ini adalah lemahnya jaringan koordinasi. "Koordinasi intelijen yang dilakukan BIN dan poswil BIN di daerah sangat penting," tegasnya.

    Berbagai institusi intelijen yang kini melekat di sejumlah kementerian diharapkan legawa menerima BIN sebagai koordinator. "Egoisme sektoral intelijen harus dihilangkan," ujar anggota Komisi I?DPR yang juga Sekjen DPP PDIP itu.

    Tjahjo menyebutkan, pengolahan dan analisis data intelijen ke depan harus berjalan lebih sistematis. Dengan demikian, penyajian informasi kepada presiden sebagai user bisa lebih akurat dan potensi kecolongan bisa ditekan.

    Dia menambahkan, Komisi I DPR sedang menginventaris masalah dan menggali pendapat dari berbagai pihak. Semua itu merupakan bagian dari pengayaan materi RUU Intelijen yang masuk prioritas untuk dibahas pada 2010 ini. "Ancaman semakin kompleks, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ingat Tjahjo.

    Direktur Program Imparsial Al Araf menentang usul tersebut. Menurut dia, harus bisa dipisahkan antara lembaga yang mengerjakan fungsi serta tugas operasional dan lembaga yang melakukan koordinasi. Sebagai bagian dari institusi intelijen, BIN memiliki fungsi dan tugas operasional. "Biarkan BIN menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik, tidak perlu melakukan kerja koordinasi," ungkap alumnus HMI dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya itu.

    Dia menambahkan, BIN juga bukan institusi intelijen yang menjadi bagian dari sistem penegakan hukum (non-judicial system). Bila diposisikan sebagai koordinator, BIN akan menghadapi kesulitan untuk mengoordinasi intelijen di sejumlah institusi penegak hukum. Misalnya, intelijen kejaksaan dan intelijen kepolisian.

    Selain itu, lanjut dia, kalau memang ingin melakukan reformasi intelijen, BIN seharusnya berada di bawah salah satu departemen. Artinya, BIN juga kurang pantas untuk punya fungsi koordinasi. "Yang dibutuhkan pemerintah itu suatu lembaga koordinasi intelijen yang bersifat permanen seperti di Inggris, Amerika, dan Australia," tegas Al Araf.

    Dia mengingatkan bahwa masih terdapat intelijen lain di Indonesia. Di antaranya, Badan Intelijen Strategis (Bais), intelijen militer yang melekat di komando teritorial, intelijen bea cukai, dan intelijen imigrasi.

    Dia meyatakan bahwa RUU Intelijen bias kepentingan BIN. Ada upaya untuk memperkuat positioning dan kewenangan BIN. "Sekitar 70 persen pasal di dalamnya berbicara tentang BIN," tegasnya.

    Sumber: JPNN
    Readmore --> BIN Jadi Koordinator Intelijen

    TNI-AU Perlu 10 Skuadron Pesawat Tempur


    Sangata (ANTARA News)- TNI AU membutuhkan 10 skuadron atau 160 pesawat hingga 2024 untuk memperkuat pertahanan negara. "Sesuai dengan strategi TNI-AU kedepan sampai 2024 kita membutuhkan 10 Skuadron atau 160 buah pesawat tempur," kata Kepala Staf TNI-AU Marsekal Imam Syufaat, di Sangata, Rabu.

    Menurut KASAU Imam Syufaat, mulai tahun 2011 TNI-AU akan mendatangkan pesawat intai tanpa awak sebanyak 4 unit dan juga pesawat tempur Sukhoi. Pengadaan itu masih diproses di Departemen Pertahanan.

    "Pesawat jenis F.16 dan Sukhoi dibutuhkan untuk mendukung diplomasi kita," kata KASAU Marsekal Imam Syufaat menjawab pertanyaan wartawan usai menyaksikan kegiatan puncak kegiatan TNI-AU yang dilaksanakan di Sangata.

    "Untuk menghadapi kondisi dan geografis yang butuhkan adalah jenis pesawat berbadan besar seperti Hercules dan tentunya kita masih membutuhkan pesawat seperti Sukhoi," katanya.

    Ia menambahkan bahwa standar Alutsista TNI-AU memiliki peralatan yang sedang menuju ke 60 persen. "Karena anggaran kita sejak tahun 2008 kecil sekali sehingga pesawat kita sangat minim.Tahun 2010 ini lumayan besar," kata KASAU.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AU Perlu 10 Skuadron Pesawat Tempur

    Wednesday, October 27, 2010 | 11:02 PM | 0 Comments

    Dialihkan ke Mentawai, KRI Soeharso Batal ke Wasior


    REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso batal berangkat ke Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, setelah mendapatkan perintah untuk mengalihkan arah tujuan ke Mentawai, Sumatera Barat. "Hari ini (27/10), kapal itu seharusnya berangkat ke Wasior, namun semalam ada perintah dari Panglima TNI melalui KSAL agar keberangkatannya dibatalkan dan diarahkan menuju Mentawai," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Yayan Sugiana di Surabaya, Rabu.

    Kapal dari unsur Koarmatim bernomor lambung 990 itu akan bertolak dari Dermaga Ujung, Surabaya, pada Kamis (28/10) pukul 10.00 WIB. Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung itu akan bertugas menjalankan misi kemanusiaan di lokasi gempa Mentawai selama satu bulan. "Sebelumnya kapal itu diproyeksikan berada di Wasior selama satu bulan. Makanya, tugasnya di Mentawai juga sama dengan proyeksi di Wasior," kata Yayan.

    Kapal itu berangkat ke Mentawai dengan mengangkut bantuan logistik berupa makanan dan minuman serta obat-obatan yang sebelumnya diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang di Wasior. Selain itu, kapal buatan Korea Selatan yang sudah berpengalaman menangani korban bencana di Tanah Air itu membawa personel TNI-AL yang ditambah dengan 22 dokter dan perawat.

    Mereka memiliki keahlian di bidang anestesi (bius), bedah tulang, bedah umum, kesehatan gigi, kulit dan kelamin, mata, THT, penyakit dalam, kesehatan umum, saluran pencernaan, saluran pernapasan, malaria, hipertensi, diabetes, dan kejiwaan.

    Koarmatim masih menunggu perintah dari Panglima TNI dan KSAL untuk mengirimkan armada tambahan ke Mentawai. "Untuk sementara satu unit KRI ini dulu, karena di sana juga sudah ada KRI dari Koarmabar (Komando Armada RI Kawasan Barat)," katanya.

    Sementara itu, di Wasior sampai saat masih terdapat lima unit KRI dari unsur Koarmatim, termasuk KRI Kalakay yang mengangkut bantuan logistik dari Manokwari.


    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Dialihkan ke Mentawai, KRI Soeharso Batal ke Wasior

    English News :Russian arms exporter denies MiG-31 fighter contract with Syria


    Russia does not have a contract to supply MiG-31 Foxhound fighter jets to Syria, the head of the Russian state-run arms exporter Rosoboronexport said on Wednesday.

    Media rumors about the sales of at least six MiG-31 aircraft to Damascus under a 2007 contract sparked criticism in the West and Israel, which consider arming Syria a threat to regional security.

    "The existence of a contract on the delivery of MiG-31 interceptors to Syria is a journalistic hoax," Rosoboronexport General Director Anatoly Isaykin told reporters at the Euronaval 2010 exhibition in Paris.

    The MiG-31 Foxhound is a two-seater supersonic interceptor aircraft developed to replace the MiG-25 Foxbat. It is equipped with two D-30F6 turbofan two-shaft engines with a common afterburner and a variable supersonic nozzle, which allow the aircraft to fly at supersonic speeds of up to Mach 2.83.

    The interceptor also features unique air-to-air missiles capable of hitting targets at ranges exceeding 200 kilometers (125 miles), including aircraft with stealth capabilities, cruise missiles, and supersonic aircraft.

    From: RIA
    Readmore --> English News :Russian arms exporter denies MiG-31 fighter contract with Syria

    MIKHAIL GORBACHEV NATO Sudah Pasti Keok

    KOMPAS.com — Para petinggi NATO hendaknya makin sering mendengar petuah Mikhail Gorbachev. Mantan orang nomor satu di Uni Soviet itu sudah mewanti-wanti kalau pasukan militer di bawah NATO bakal keok alias kalah total dalam peperangan di Afganistan.

    Sudah barang tentu, omongan Gorbachev yang sohor dengan perestroika dan glasnost itu bukan pepesan kosong. Soalnya, Uni Soviet pun pernah jeblok di Afganistan hingga akhirnya memilih hengkang dari Negeri Mullah.

    "Hal yang bisa dilakukan kini adalah membantu Afganistan pulih dari kondisi pascaperang," katanya sebagaimana warta media AP dan AFP pada Rabu (27/10/2010).

    Gorbachev memuji keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mulai menarik mundur pasukan AS pada musim panas tahun depan. Namun, selain memuji, Gorbachev melontarkan kritik terhadap keterlibatan Amerika di Afganistan pada dua dekade lalu.

    "Dengan bantuan keuangan dari Arab Saudi, Amerika melatih kelompok-kelompok militan yang kini meneror Afganistan dan terlebih lagi Pakistan," kata Gorbachev.

    "Dengan kondisi itu, Amerika akan lebih sulit keluar dari masalah ini. Tapi adakah alternatif lain? Vietnam yang lain? Mengirim setengah juta pasukan? Itu tidak akan menyelesaikan masalah," tambah Gorbachev.

    Sejauh ini, jumlah pasukan NATO di Afganistan mencapai 150.000 personel. Dari jumlah itu, 90.000 personel adalah pasukan asal Amerika Serikat.
    Sejak invasi ke Afganistan pada 2001, lebih dari 2.000 prajurit NATO tewas. Dari jumlah itu, 1.350 orang adalah pasukan Amerika Serikat.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> MIKHAIL GORBACHEV NATO Sudah Pasti Keok

    Rusia Ingatkan NATO

    MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menginginkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menahan diri dalam pengerahan pasukan "penting" di negara-negara anggota baru blok militer tersebut dan telah menyusun rancangan persetujuan hukum yang mengikat guna mengatasi dampak tersebut, kata suatu laporan pada Rabu (27/10/2010).

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah menyerahkan rancangan tersebut kepada Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen pada Desember lalu, namun kedua pihak belum dapat mencapai kesepakatan terkait pengertian "pasukan tempur penting" itu, tulis harian berbahasa Rusia Kommersant.

    "Pasukan NATO akan melakukan modernisasi sehingga situasi militer penentuan Barat bagi kami telah berubah." kata wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov seperti dikutip harian tersebut.

    "Jadi bila tidak ada ancaman akan suatu konflik, maka perlu ada pernyataan tertulis mengenai sesuatu demi menciptakan kepastian adanya jaminan militer bagi kami," imbuhnya.

    Persetujuan itu akan menetapkan pengurangan pasukan di negara anggota baru NATO seperti Slovenia dan Kroasia.

    Sumber dari markas NATO di Brussel mengonfirmasi tulisan harian itu dengan mengatakan bahwa NATO telah menerima usulan Rusia namun mengatakan masih belum jelas apakah akan berlanjut ke persetujuan yang mengikat atau tidak karena masih terdapat ketidaksepakatan kedua pihak mengenai jumlah pasukan.

    Duta besar Rusia untuk NATO Dimtry Rogozin mengatakan kepada Kommersant bahwa definisi "pasukan tempur penting" dapat berarti pengurangan secara permanen atau pengerahan sementara brigade manuve, batalion helikopter atau resimen udara.

    Hal itu juga bisa merujuk pengerahan lebih dari 41 tank tempur, 188 kendaraan lapis baja atau 24 pesawat jet tempur dan helikopter tempur dan pasukan lainnya. "Gagasan utama kami adalah untuk mengubah kewajiban politik menjadi kewajiban hukum," tambah Rogozin sembari mengatakan Rusia tidak akan menjadi subjek dari perjanjian tersebut karena Rusia tidak melakukan ekspansi ke arah barat.

    Dalam pertemuan puncak NATO di Lisabon pada 19-20 November direncanakan akan mempertimbangkan konsep strategis baru blok militer tersebut dan juga akan mendiskusikan penetapan suatu aliansi perisai rudal bersama.

    Presiden Rusia Dmitry Medvedev pekan lalu setuju untuk ikut serta dalam pertemuan puncak itu meski ia menekankan Moskwa perlu untuk mendengar lebih banyak mengenai ide tentang perisai rudal tersebut.

    Rusia dan negara-negara Barat masih berselisih faham terkait perlucutan senjata konvensional di Eropa, situasi di Georgia setelah perang Rusia-Georgia pada 2008, dan tentang perluasan pengaruh NATO di Eropa Timur.

    Koran Kommersant mengutip sumber di kementerian luar negeri, mengatakan Rasmussen berencana mengunjungi Moskwa pada 5 November.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Ingatkan NATO

    Indonesia Layak Masuk Kelompok BRIC

    JAKARTA--MICOM: PT Bank Mandiri Tbk menilai Indonesia bisa masuk ke dalam jajaran negara berkembang yang paling berpengaruh, yaitu kelompok Brasil, Rusia, India, dan China atau biasa dikenal dengan BRIC.

    Indonesia dinilai memiliki karakteristik yang sama dengan BRIC secara kapasitas ekonomi.

    "Dengan luas wilayah lebih dari 3 juta kilometer persegi dan penduduk di atas 100 juta dan memiliki kapasitas ekonomi yang tinggi ditinjau baik dari sumber daya maupun potensi pasar, serta membukukan kinerja ekonomi yang istimewa, yaitu pertumbuhan ekonomi di atas 5% per tahun, Indonesia layak disejajarkan dengan BRIC, ungkap Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, Rabu (27/10).

    Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki semua prasyarat yang harus dimiliki untuk masuk ke dalam jajarang BRIC. Maka menurutnya tidak ada alasan Indonesia masuk ke dalam jajaran BRIC.

    Indonesia akan masuk ke dalam BRIC dengan menambahkan akronim tersebut dengan huruf menjadi BRICI,katanya.

    Untuk bisa sejajar dengan BRIC, Indonesia harus meningkatkan daya saingnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Layak Masuk Kelompok BRIC

    RI Usulkan Kewaspadaan Bersama di Laut


    JAKARTA, KOMPAS.com- Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam pertemuan para pemimpin badan penjaga pantai di Shanghai dua pekan lalu memberikan pegaruh penting. Setiadaknya pertemuan bisa menerima usulan Indonesia tentang perlunya peningkatan kerja sama lebih intensif di bidang capacity building, terutama kualitas sumberdaya manusia.

    Selain itu, ditekankan pula perlunya ditumbuhkan kewaspadaan di laut, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga untuk pengguna laut, terkait dengan kejahatan di laut (unlawful act).

    Demikian siaran pers yang diterima Kompas.com dari Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Rabu (27/10/2010).

    Menurut siaran pers itu, delegasi Indonesia ke pertemuan HACGAM (Head of Asian Coast Guard Agencies Meeting) ke-6 yang diselenggarakan di Shanghai, Kamis (14/10), itu dipimpin Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksdya Didik Heru Purnomo.

    Usulan Indonesia itu muncul dalam pernyataan bersama (joint statement) HACGAM yang dihadiri oleh 17 negara peserta. Selain Indonesia, hadir Bangladesh, Brunei, Kamboja, China, Hong Kong, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Srilanka, Thailand dan Vietnam. HACGAM pertama kali diadakan di Jepang pada 2004 yang diadopsi dari pertemuan Asia Maritime Security Initiative (AMARSECTIVE 2004).

    Negara-negara peserta telah membahas secara khsusus upaya peningkatan kemampuan (capacity building) bidang keamanan, keselamatan, perlindungan maritim dan terutama peningkatan sumberdaya manusia. Ke-17 negara peserta juga sepakat untuk memperluas kerjasama antara dan antarbadan penjaga pantai serta mempromosikan diskusi di tingkat pelaksana terkait dengan kerjasama peningkatan kemampuan.

    Delegasi Indonesia juga menampaikan bahwa penanganan isu maritim dapat terlaksana secara efektif apabila dilakukan kerjasama antarnegara. Naik dalam bentuk pertukaran informasi, pelatihan, bantuan teknis dan lain-lainnya.

    Para negara peserta juga menerima pemikiran Laksdya Didik Heru Purnomo yang meminta ditumbuhkan budaya kewaspadaan, tidak hanya bagi pemerintah masing-masing, tetapi juga para pengguna laut. Kewaspadaan yang dimaksud terkait dengan tindakan melawan hukum (unlawful act) seperti perompakan, perampasan kapal oleh kelompok bersenjata, terorisme dan juga tindakan-tindakan ilegal di laut lainnya.

    Di sela pertemuan, delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa delegasi lain seperti Jepang, China, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

    Indonesia dan China sepakat untuk meningkatkan kerjasama di Selat Malaka dan Selat Singapura untuk memerangi tindakan melawan hukum.

    Dengan Malaysia, telah disepakati untuk membentuk titik kontak (point of contact) di wilayah-wilayah tertentu terutama di wilayah Laut China Selatan (Perairan Natuna). Penunjukan Natuna sebagai POC dilatarbelakangi oleh sulitnya MMEA yang bermarkas di Johor mengadakan hubungan dengan Indonesia di wilayah tersebut.

    Filipina dan Jepang dalam pertemuan bilateralnya dengan Indonesia menyatakan menghargai langkah Indonesia untuk membentuk Indonesia Sea and Coast Guard (ISCG). Bahkan Jepang memahami langkah-langkah Indonesia yang berupaya meningkatkan keselamatan pelayaran dan menjaga keamanan maritim di Selat Malaka dan Singapura.

    Filipina menekankan perlunya kerjasama dalam menjaga perariran masing-masing dari tindakan melawan hukum di daerah yang menjadi perhatian bersama. Terkait dengan hal tersebut Laksdya Didik Heru Purnomo mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki stasiun bumi Bakorkamla di Bitung untuk memantau perairan di Selat Makasar sampai laut Arafuru, Manado.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> RI Usulkan Kewaspadaan Bersama di Laut

    Hampir Rp 1 Triliun yang Diselamatkan Operasi Gurita

    KRI Sultan Thaha Syaifuddin 376

    RMOL. Untuk urusan menyelamatkan uang negara, prestasi Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) patut diacungkan jempol.

    Hingga bulan September 2010 saja, dari 14 kali operasi Gurita yang dilakukan sejak April 2007 Bakorkamla berhasil menyelamatkan uang negara hampir Rp 1 triliun, atau tepatnya Rp 966,17 miliar.

    Operasi Gurita 14 Natuna yang digelar pada pekan terakhir September hingga pertengahan Oktober lalu saja, misalnya, berhasil mencegah potensi kerugian negara lebih dari Rp 41 miliar.

    Menurut Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla, Laksdya Didik Heru Purnomo, Operasi Gurita 14 tersebut melibatkan KRI Kapitan Pattimura 371, KRI Sultan Thaha Syaifuddin 376, Pesawat Udara Patroli Maritim P-852 dari TNI AL dan KP Setyaki 508 dari Polri.

    Sejumlah kasus yag ditangani dalam operasi itu meliputi kasus ABK tidak disijil, kapal tidak dilengkapi VMS, kapal tidak dilengkapi buku dokumen ABK, ABK tidak sesuai dengan crew list dan kapal asing yang mengambil ikan di ZEEI tanpa kelengkapan dokumen. Beberapa kapal yang tidak dilengkap dengan dokumen atau yang diduga berdokumen palsu segera diserahkan ke Lanal Ranai, Natuna, sebagai tindak lanjut.

    Modus lain yang ditemukan dalam operasi adalah kapal berbendera Indonesia yang dinahkodai orang asing. Padahal dalam Pasal 35A ayat 1 dan pasal 42 ayat 3 UU RI 45/2009 disebutkan bahwa kapal Indonesia harus dinahkodai oleh warga negara Indonesia.
    Bakorkamla juga mencatat tingkat efisiensi Operasi Gurita 14 setiap unit yang terlibat dalam operasi. Peningkatan efisiensi dalam operasi ini tercapai tidak dapat terlepas dari efektifitas koordinasi yang dilakukan Bakorkamla.

    Sumber: RAKYAT MERDEKA
    Readmore --> Hampir Rp 1 Triliun yang Diselamatkan Operasi Gurita

    KRI Teluk Manado Siap Diberangkatan Ke Mentawai


    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Satu Kapal TNI Angkatan Laut, KRI Teluk Manado 537, siap diberangkatkan pada pukul 16.00 WIB hari ini menuju Kepulauan Mentawai. Pemberangkatkan akan dilakukan melalui Pelabuhan Markan Kolinlamil TNI AL di Tanjung Priok.

    Armada kapal TNI ini merupakan satu dari empat Kapal yang akan digunakan untuk membawa bantuan kemanusiaan guna membantu korban bencana bumi dan tsunami. "Kita bawa bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak, untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan," ujar Komandan KRI Teluk Menado 537, Letkol Laut (P) Ari Widyatmoko, di Posko Kesehatan Kolinlamil Tanjung Priok, Rabu (27/10).

    Bantuan yang diberikan seperti peralatan tenaga medis, obatan-obatan dan bahan makanan. Untuk beras akan disalurkan sebanyak dua ton. Sementara satu ton akan disediakan buat pasukan. Mereka yang memberikan antaran lain dari Kementrian Kesehatan dengan total bantuan Rp 63,782 juta.

    Bantuan seperti amoksilin, parasetamol dan obat batuk hitam. Selain Kemenkes, Yon Kes Kesehatan DIvisi I Kostrad, Pusat Kesehatan TNI, BRI dan TV One turut menyalurkan sumbangannya. "Hari ini merupakan bantuan pertama kali yang akan disalurkan melalui kapal TNI AL," Jelas Ari.

    Perjalanan menuju Kepulauan Mentawai diperkirakan akan membutuhkan waktu selama dua hari melintasi selat Sunda dan Samudera Hindia. Dengan demikian bantuan diharapkan sudah sampai pada Jumat (29/10) mendatang. "Kalau tidak ada masalah dua hari akan sampai," jelas Ari. Dia pun menambahkan Kapal yang dibawanya ini juga akan membantu pendistribusian barang dari Padang Sumatera Barat ke Kepulauan Mentawai.

    Selain KRI Teluk Manado, Kapal TNI AL lain yang juga akan diberangkatkan yakni KRI Teluk Gilimanuk 383 dan KRI Teluk Cirebon 543. Khusus untuk perjalanan hari ini TNI AL juga akan memberangkatkan K-R-I Imam Bonjol 3-8-3. Kadispen Kolinlamil Letkol Laut (kh) Agus Cahyono mengatakan selain bantuan makanan turut disertakan dalam KRI Teluk Manado Satu Detasemen Bantuan Kesehatan dari Yon Kes I Divisi Infanteri Kostrad Angkatan Darat dengan jumlah 120 Personel.

    Mereka membawa dua ambulan dan 30 unit tenda lapangan serta tenaga medis yang terdiri dari dokter umum dokter spesialis bedah dan dokter gigi. Bantuan perlengkapan medis ini untuk mendirikan Rumah Sakit Lapangan di lokasi bencana.

    Sumber: Republika
    Readmore --> KRI Teluk Manado Siap Diberangkatan Ke Mentawai

    Lagu Kuch Kuch Hota Hai Menggoyang KRI Dewaruci

    KRI Dewa Ruci Sedang Berlabuh

    JAKARTA, (PRLM).- Setelah menjelajahi ganasnya samudera selama 8 bulan dan tersisa 30 hari menjelang kembali ke tanah air, para prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Kartika Jala Krida (KJK) 2010 Muhibah KRI Dewaruci ke negara-negara Eropa tetap semangat. Mereka mampu tampil memukau saat menyuguhkan atraksi gelar seni dan budaya nusantara pada acara cocktail party yang dilaksanakan di atas geladak kapal latih TNI AL KRI Dewaruci yang tengah bersandar di Pelabuhan Mumbai, India, Senin malam (25/10).

    Sebelumnya, KRI Dewaruci sesuai rencana telah tiba di Mumbai, India pada Senin pagi (25/10) pukul 10.00 waktu setempat. Selain penampilkan seni tradisional Tari Perang (Papua), Tari Rantak (Sumatera Barat), Tari Saman (Aceh), Reog Ponorogo (Jawa Timur) dan Rampak Gendang yang menjadi atraksi rutin selama Muhibah 2010, juga ditampilkan aneka busana khas dari berbagai negara yang telah dikunjungi. Atraksi yang tidak kalah menarik dan memukau 30 pasang perwira India dan belasan Staf Konsulat Jenderal R.I Mumbai yang dipimpin langsung Konjen R.I Indra Kesuma Oesman saat Komandan Satgas KJK yang juga sebagai Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto, S.H., membawakan lagu India Kuch Kuch Hota Hai secara tidak disangka-sangka dengan cukup pasih.

    Geladak KRI Dewaruci langsung berubah menjadi ajang tari massal dari pasangan India dan beberapa Staf KJRI termasuk Konjen RI Indra Kesuma Oesman dan istri serta para prajurit untuk menikmati goyang ala India tersebut. “Ini malam yang indah dan spesial bagi hubungan kedua Angkatan Laut Indonesia dan India, lagu India dinyanyikan oleh orang Indonesia dan oleh Komandan kapal lagi,” komentar Lieutenant Commander S.B. Nath, seorang perwira Angkatan Laut India.

    Sebelumnya, Laksamana Madya Pradeep Chauhan, Panglima Armada Barat Angkatan Laut India berkenan menerima kunjungan kehormatan delegasi Indonesia yang dipimpin Komandan Satgas KJK 2010 Letkol Laut (P) Suharto, dua perwira TNI AL dan seorang staf Atase Pertahanan RI di India. Dalam penerimaannya Panglima Armada Barat Angkatan Laut India Laksamana Madya Pradeep Chauhan menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan hubungan mesra yang sudah terjalin selama ini, tidak saja antar kedua Angkatan Laut, tapi juga melalui pertukaran pelatihan Kadet dan budaya seperti kunjungan KRI Dewaruci ini, mengingat adanya kedekatan sejarah antar kedua negara. Bahkan, menurut Laksamana Madya Pradeep Chauhan, nama Dewaruci dan moto TNI AL Jalesveva Jayamahe keduanya berasal dari bahasa Sansekerta, ibu bahasa Hindi. Di akhir kunjungan, kedua pejabat tersebut saling bertukar cindera mata dan foto bersama.

    Mumbai menjadi kota ke-28 dari 29 kota yang dikunjungi KRI Dewaruci pada Sail 2010 ini sebelum menuju Colombo di Sri Lanka sekaligus sebagai negara ke-21 dan negara terakhir senjelang kembali ke Indonesia yang direncanakan memasuki pelabuhan Belawan, Sumatera Utara pada Minggu II Nopember 2010.

    Sumber: PIKIRAN RAKYAT
    Readmore --> Lagu Kuch Kuch Hota Hai Menggoyang KRI Dewaruci

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.