ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Thursday, February 18, 2010 | 8:17 PM | 0 Comments

    RI-Malaysia Kembali Rundingkan Perbatasan

    Jakarta (ANTARAews) - Pemerintah Indonesia dan Malaysia menggelar Sidang ke-38 General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) untuk membahas kembali masalah perbatasan darat kedua negara, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

    "Sidang ke-38 secara umum akan mengevaluasi kerja sama kedua negara dalam menangani wilayah perbatasan RI-Malaysia selama ini," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro kepada ANTARA News menyangkut sidang yang dibuka Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Bin Hamidi itu.

    Pada sidang sebelumnya, kedua negara membahas dua hal pokok dalam penanganan perbatasan baik melalui gelar operasi maupun non operasi.

    Indonesia kala itu memandang perlu kedua negara untuk terus mengevaluasi sistem pengawasan perbatasan yang telah berjalan dan meningkatkan kinerja serta merumuskan bentuk-bentuk kegiatan baru guna menangani permasalahan-permasalahan yang timbul.

    Indonesia berharap kerjasama bidang sosial ekonomi yang sudah berjalan selama ini, dapat ditingkatkan dan difokuskan guna meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat perbatasan sehingga mewujudkan kemandirian dan mendukung keberhasilan kerjasama Malindo secara keseluruhan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI-Malaysia Kembali Rundingkan Perbatasan

    Sukhoi Melepaskan Bom di AWR Takalar

    Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin melaksanakan latihan penembakan dengan menggunakan bom P-100 buatan PT.Sari Bahari, Malang Jawa Timur di AWR ( Air Weapon Range) di Kabupaten Takalar Sulawesi selatan yang disaksikan langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI I.B. Putu Dunia dan Pejabat Staf di AWR Takalar Rabu, (17/2).

    Latihan penembakan Air to ground (penembakan dari udara ke darat) yang dilaksanakan selama empat hari berturut –turut mulai tanggal 15 s/d 18 Februari 2010 selain menggunakan bom P-100 juga melaksanakan penembakan menggunakan peluru jenis GUN GSHK 301 kaliber 30 mm buatan Rusia.

    Kegiatan latihan penembakan oleh pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang buatan KNAAPO ( Kmsomolsk Amure Aircraft Production Association ) Rusia, secara resmi memperkuat Skadron Udara 11 pada bulan Februari 2009 tersebut dilaksanakan secara terjadwal untuk meningkatkan kesiapan dan melatih ketrampilan para penerbang tempur Sukhoi .

    Adapun para penerbang pesawat tempur Skadron Udara 11 Wing 5 diantaranya Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Tonny Haryono, Mayor Pnb Untung S, Mayor Pnb David T, Kapten Pnb Rianto Dwi P, Kapten Pnb Widi Nugroho, Lettu Pnb Ngurah Sorga dan Lettu Pnb Bambang Baskoro.

    Sumber: TNI-AU
    Readmore --> Sukhoi Melepaskan Bom di AWR Takalar

    TNI AU Gelar Latihan Operasional Helikopter NJS

    Tasikmalaya (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan operasional helikopter Navigasi Jarak Sedang (NJS)/Excersise Navigation di wilayah Kabupaten Ciamis, dan Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu.

    Komandan Skadron udara VII, letkol Penerbang, Sri Duto, mengatakan, latihan NJS tersebut salah satu program kerja khusus TNI AU dalam mengoperasionalkan helikopter oleh lulusan anggota TNI AU sekolah penerbangan, Subang, Jawa Barat.

    "Ini dilaksanakan untuk tahap akhir pelaksanaan pembelajaran terbang navigasi jarak jauh dan sedang," katanya usai pendaratan di lapangan udara Wiriadinata, Tasikmalaya.

    Ia menjelaskan, latihan penerbangan yang diikuti tujuh siswa penerbangan TNI AU dan 21 pilot akan memutari angkasa di sebagian besar Kabupaten Ciamis.

    Kata dia pesawat yang digunakan sebanyak tujuh unit diantaranya jenis Kolibri 3 unit dan empat unit helikopter jenis bel47G soloynq melakukan pemantauan wilayah kabupaten Ciamis.

    Selain melakukan latihan penerbangan NJS bagi siswa penerbangan, sekaligus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah Tasikmalaya dan Ciamis dengan TNI AU.

    "Dalam latihan navigasi ini membina silaturahmi dengan pemda setempat," katanya.

    Bahkan, penerbangan navigasi yang dilakukan pendaratan di lapangan udara Tasikmalaya mengundang pelajar tingkat TK dan SMA sebagai upaya pengenalan tentang TNI AU.

    Kata dia, program penerbangan navigasi tersebut berharap pelajar tingkat SMA khususnya di Tasikmalaya memiliki minat menjadi anggota TNI AU sebagai generasi selanjutnya.

    "Karena TNI AU juga butuh minat keinginan masyarakat untuk menjadi anggota TNI AU, makanya program ini sekaligus sosialisasi kepada masyarakat khususnya pelajar SMA," katanya.

    Sementara itu, tujuh unit helikopter yang mendarat di lapangan udara Wiriadinata Tasikmalaya menjadi tontonan rekreasi bagi pelajar tingkat TK dan SMA.

    Mereka antusias mengabadikannya dengan memotret serta melihat langsung helikopter satu per satu melakukan penerbangan dan pendaratan dengan jarak yang cukup dekat.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Gelar Latihan Operasional Helikopter NJS

    Wednesday, February 17, 2010 | 12:24 PM | 0 Comments

    Inilah Daftar Negara Paling Rentan Terancam Teror

    LONDON - Irak dianggap sebagai negara paling rentan menghadapi ancaman serangan teroris. Hal ini diperoleh melalui riset yang dilakukan oleh lembaga analisis global, Maplecroft. Lembaga ini untuk pertama kali memasukan Thailand kedalam daftar sembilan negara terancam aksi terorisme.

    Terpilihnya Irak sebagai negara paling rentan teror kali ini, merupakan pengulangan dari prestasi tidak membanggakan yang juga diraih Irak tahun lalu.

    Sementara terorisme sendiri memang kembali menjadi agenda global untuk gagalnya percobaan peledakan bom sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), pada 25 Desember tahun lalu.

    Selain itu kekerasan yang dipicu oleh kelompok militan di Irak dan Afghanistan, menyebabkan kemunduran usaha kedua negara untuk mengusahakan stabilitas keamanan di negara tersebut. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (17/2/2010).

    Meskipun berdasarkan Indeks Resiko Teroris (TRI) yang dikeluarkan Maplecroft menunjukan keamanan di Irak telah meningkat, namun tetap saja skala serangan serta jumlah korban dan frekuensi serangan teror menjadikan negara teluk tersebut sebagai negara paling berisiko tinggi akibat kekerasan politik. Hal ini dibuktikan dengan korban warga sipil yang tewas mencapai angka 4.500 jiwa pada 2009 lalu.

    Sedangkan Thailand menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar ini. Kekerasan atas aksi kelompok warga muslim di Selatan Thailand menyebabkan Negeri Gajah Putih ini naik peringkatnya dari urutan 11 tahun lalu.

    Naiknya peringkat Thailand ke urutan sembilan daftar ini, disebabkan oleh perlawanan kelompok separatis muslim yang beroperasi di wilayah Selatan Thailand. Konflik yang terjadi di wilyah yang berbatasan dengan Malaysia ini, telah menyebabkan lebih dari 3.900 warga tewas dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

    Pengerahan puluhan ribu pihak keamanan yang terdiri dari personil militer dan kepolisian, gagal untuk mencegah kekerasan di wilayah paling selatan Thailand tersebut. Selain itu Pemerintah Thailand juga dipusingkan dengan tidak adanya pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas tindak kekerasan yang terjadi selama ini.

    Selain Irak diperingkat pertama, daftar ini juga menyebutkan Afghanistan diperingkat kedua negara paling rentan dengan ancaman teroris. Pakistan dan Somalia masing-masing berada di urutan tiga dan empat.

    Lebanon berada di urutan lima daftar ini, diikuti India diurutan keenam, serta Aljazair dan Kolombia diurutan tujuh dan delapan, Thailand sebagai penutup berada diperingkat sembilan.

    Kesembilan negara ini dianggap sebagai negara yang memiliki resiko teroris ekstrim. Beruntung bagi Indonesia, yang mengalami peristiwa pemboman dua hotel pada Juli tahun lalu, tidak termasuk dalam daftar ini. Tentunya hal ini membawa angin segar bagi potensi keamanan di Indonesia.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Inilah Daftar Negara Paling Rentan Terancam Teror

    Wow...KRI OWA Akan dipasangi Rudal Rusia

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Kemampuan Alutsita TNI Angkatan Laut akan segera bertambah. Ini terlihat dari salah satu KRI yang dimilikinya segera memiliki rudal Yahkunt buatan Rusia. Rudal ini punya daya jelajah super jauh yaitu 300 kilometer.

    Untuk memasang rudal ini, TNI-AL mempercayakan pada devisi Kapal Perang yang dimiliki oleh PT PAL Indonesia.

    Kepala Proyek Pemasangan Rudal Yahkunt dari PT PAL Indonesia Sutrisno mengatakan, rudal yang dibeli dari Rusia ini berjumlah empat misil dan akan dipasang di KRI Oswald Siahaan (OWA).
    Rudal
    Pemasangan rudal ini telah dikerjakannya selama tiga minggu terakhir. “Kemungkinan Juni pemasangan sudah rampung,” kata dia, Rabu (17/2).

    Keempat misil rudal Yahkunt ini rencannya baru tiba di galangan PT PAL pada bulan April mendatang. Sambil menunggu datangnya rudal itu, PT PAL saat ini telah membuat tempat dudukan rudal tersebut diatas KRI OWA.

    Yang pasti, dengan pemasangan rudal ini, kata Sutrisno, membuktikan jika kemampuan dari PT PAL tidak diragukan lagi.

    Untuk devisi tempur sendiri, PT PAL ditahun 1995 hingga 1997 juga pernah melakukan overhaul (perbaikan total) pada dua kapal selam milik TNI-AL yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala.

    Padahal, untuk overhaul kapal selam, biasanya TNI harus mengirimkannya ke Korea Selatan. "Padahal sejak dulu kita sebenarnya mampu,” kata Sutrisno yang juga wakil Ketua Serikat Pekerja PT PAL ini.

    Untuk memasang rudal Yahkunt, PT PAL sebenarnya juga telah berpengalaman karena beberapa waktu lalu juga berhasil memasang rudal buatan China di KRI Hiyu dan KRI Layang.

    Ketua Serikat Pekerja PT PAL Yuniarto Leksana, menambahkan, selain overhaul kapal selam, devisi tempur PT PAL juga pernah memperbaiki kapal perang jenis corvet tepe sigma buatan Belanda yang biasanya perbaikan kapal jenis ini harus dilakukan di Swiss. “Saat itu kebetulan kapal ini sudah rusak berat dan tidak bisa dibawa ke Swiss. Terpaksa TNI meminta kita,” katanya.

    Tak hanya mampu melakukan perbaikan, saat ini PT PAL setidaknya juga sedang dalam proses merakit sebuah KRI yang rencannya akan diberinama KRI Banda Aceh milik TNI-AL

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Wow...KRI OWA Akan dipasangi Rudal Rusia

    Burhanudin Amin Dilantik Jadi Pangkostrad

    DEPOK, KOMPAS.com - Letjen TNI Burhanudin Amin Rabu (17/2/2010) pagi, resmi menjabat Panglima Kostrad menggantikan Jenderal TNI George Toisutta yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

    Selama ini jabatan Pangkostrad dirangkap oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta. Upacara serahterima jabatan dilakukan di Markas Divisi Infanteri-1/Kostrad di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

    Burhanudin Amin merupakan alumni Akademi Militer 1976 dan mengawali karir militernya sebagai Danton Yonif-711 Kodam VII/ Wirabuana. Setelah meniti karir di Kodam VII/Wirabuana dan Kodam V/Brawijaya pria kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan itu, mulai karir militernya di Kostrad sebagai Komandan Yonif-412/6 Divif-2 Kostrad, Kas Brigif-6 Divif-2 Kostrad, Waasintel Kaskostrad, Komandan Brigif-6/2 Kostrad dan terakhir sebagai Asintel Kaskostrad.

    Karir militernya terus melejit setelah Burhanudin dipercaya sebagai Kasdivif 1 Kostrad, Kasdam IX/Udayana, Wairjenad, Taji Padnas Lemhanas RI dan Pangdam I/BB pada 2008.

    Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, Kostrad sebagai komando utama pembinaan dan operasional harus selalu meningkatkan profesionalisme dan kadar disiplin prajurit untuk menghadapi beragam ancaman yang mengganggu integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Saya minta agar pembinaan di basis dan di daerah penugasan harus senantiasa dilakukan secara terus menerus, agar Kostrad mampu menampilkan diri secara andal dan tanggap dalam menghadapi beragam ancaman yang mengganggu integritas NKRI," katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Burhanudin Amin Dilantik Jadi Pangkostrad

    Maret, PT PAL Luncurkan Kapal Tanker 24.000 DWT

    Kapal tanker Romito pesanan Italia sedang menjalani pengerjaan akhir, Selasa (16/2/2010) di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya. Pengerjaan kapal berbobot 24.000 DWT ini rencananya akan selesai bulan Maret mendatang.


    SURABAYA, KOMPAS.com — Maret mendatang, PT PAL Indonesia (Persero) segera menyelesaikan pembangunan kapal tanker Romito berbobot 24.000 dead weight tonnage atau DWT pesanan Italia.

    Meski mengalami kemelut perusahaan, PT PAL Indonesia (Persero) masih mampu menghasilkan produk-produk kapal berkelas internasional. Menteri BUMN Mustafa Abubakar meninjau langsung penyelesaian tahap akhir pembuatan kapal tanker Romito di galangan kapal PT PAL Indonesia (Persero), Selasa (16/2/2010) di Surabaya. Kapal tanker Romito merupakan salah satu produk dari Divisi Niaga PT PAL Indonesia (Persero).

    "Tiga tahun terakhir PT PAL Indonesia (Persero) mengalami goncangan. Padahal, dari sisi kemampuan, kami sebenarnya bisa memproduksi kapal-kapal berukuran besar hingga 30.000 DWT," kata Ketua Umum Serikat Pekerja PT PAL Indonesia (Persero) Yuniarto Leksana, Rabu (17/2/2010) di Surabaya.

    Saat ini di PT PAL Indonesia (Persero) terdapat empat divisi utama, yaitu Divisi Kapal Niaga, Divisi Kapal Perang, Divisi Rekayasa Umum, serta Divisi Perbaikan dan Pemeliharaan Kapal. Tahun 2010 ini perusahaan BUMN kapal terbesar di Indonesia itu akan menyelesaikan pembuatan tiga kapal dari total 18 kontrak kapal yang ada.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Maret, PT PAL Luncurkan Kapal Tanker 24.000 DWT

    Sayang Tak Ada CN-235 di Singapura


    Kontras itu memang amat jauh: antara Pameran Kedirgantaraan Paris 1997 dan Pameran Kedirgantaraan Singapura 2010. Di Salon Le Boruget 1997, ada prototipe N-250, pesawat penumpang bermesin baling-baling hasil rekayasa putra-putri Indonesia yang dilengkapi kontrol fly-by-wire. N-250 datang ke Paris dua tahun setelah terbang perdana menjelang HUT ke-50 RI dan masih menandai era kejayaan industri kedirgantaraan RI.

    Namun, persis dari Paris itulah pecah krisis yang lalu memorakporandakan semuanya. Bukan hanya N-250 lalu menjadi seonggok artefak yang gagal memunculkan pendapatan bagi negara, industri kedirgantaraan Indonesia pun runtuh. Dua tahun silam, di Pameran Kedirgantaraan Singapura, masih ada karya PT Dirgantara Indonesia (DI) yang hadir di pameran, yakni CN-235 versi maritim. Kini, industri Indonesia betul-betul absen.

    Sementara itu, meski ada krisis global, negara-negara yang punya tradisi kedirgantaraan masih memunculkan karya baru. Di bidang militer, misalnya, Rusia—melalui Komsomolsk-na-Amure Aviation Production Association (KNAAPO) dan Sukhoi Aircraft—pada 29 Januari lalu berhasil menerbangkan prototipe pesawat T-50, jet tempur tak kasat radar (stealth).

    Sebelum ini, dari pesawat militer ada penerbangan perdana pesawat angkut Airbus A-400M (11/12/09) dan juga pesawat angkut Jepang Kawasaki C-X. Sementara dari jajaran pesawat sipil ada penerbangan perdana Boeing 787 Dreamliner (15/12/09), pesawat penumpang generasi baru yang dipromosikan akan merevolusi perjalanan udara.

    Diakui, masih ada pengaruh krisis ekonomi yang menyesakkan bagi siapa pun. Bahkan, raksasa seperti Boeing pun mengakui betapa beratnya krisis.

    Namun, Boeing tetap hadir, bahkan dengan profil tinggi. Alasannya adalah kawasan Asia Pasifik merupakan sentra pertumbuhan kedirgantaraan pada masa depan. Boeing tentu tidak mau kehilangan peluang. Ini pula yang menjelaskan mengapa Boeing juga memikirkan untuk memunculkan varian baru produk sukses seri 737 setelah pesaingnya, Airbus, mempertimbangkan hal sama untuk seri 320.

    Semestinya hadir

    Dalam derap perkembangan kedirgantaraan yang sangat dinamis ini, PT DI semestinya memang hadir di Singapura. Dengan CN-235 yang terakhir dibuat pun tak apa-apa, sekadar untuk memelihara citra dan eksistensi. Dengan C-212-400 pun, bila setelah EADS/ CASA memfasilitasi produksinya, juga tidak apa-apa, yang penting Indonesia tak terhapus dari peta industri kedirgantaraan regional.

    Ada dua pesan penting yang sebetulnya terlewatkan dengan ketidakhadiran Indonesia di Singapura. Pertama, kita memiliki kemampuan di bidang teknologi dirgantara yang dapat kita tawarkan kepada kawasan atau bahkan dunia. Kedua, kita adalah bangsa yang memiliki komitmen pada penguasaan teknologi yang besar manfaatnya bagi kemajuan, baik untuk perekonomian maupun untuk menjaga kedaulatan.

    C-212 ataupun CN-235 adalah produk sudah jadi (meskipun tetap bisa dilakukan penyempurnaan). Dinamisnya otonomi daerah dan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah yang sebelum ini masih kurang berkembang sarana transportasinya, membuat kehadiran pesawat-pesawat perintis besar peranannya. Kini maskapai penerbangan nasional, seperti Merpati atau Trigana, mestinya sudah bisa merasakan denyut penerbangan sipil perintis yang semakin dinamis. Semboyan ”Jembatan Nusantara” kiranya tetap relevan.

    Kalau C-212 dan CN-235 tak layak ditampilkan, adakah yang baru? Melangkah ke karya baru, seperti misalnya menghidupkan N-2130? Mimpi pun mungkin tak sanggup. Selain masalah dana, tenaga ahli untuk mendukung pewujudannya pun sudah jadi diaspora.

    Menghidupkan kembali N-250 hingga menjadi pesawat turboprop yang kembali state-of-the-art? Sempat terpikir. Menurut Prof BJ Habibie yang dulu memimpin proyek ini, N-250 bisa didesain ulang, yaitu dengan mengganti mesinnya dengan jenis lebih mutakhir yang lebih irit bahan bakar dan lebih bertenaga, dengan kokpit dan roda pendarat utama yang dipindah ke bawah sayap. Namun, proyek yang bisa dikerjakan dalam tempo 3-5 tahun ini membutuhkan dana tak kurang dari 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun.

    Soal dana mungkin pelik, tetapi bila ada kemauan dan visi jelas, besar kemungkinan ini masih bisa diatasi. Tentu saja proyek semacam ini juga harus dikawal dengan manajemen yang lebih ketat dan kemudian pemasaran yang lebih piawai. Tanpa unsur terakhir ini, meski peluang pesawat regional berkapasitas 50-70 penumpang besar, sulit kita untuk merebutnya. Lebih-lebih ketika pesaing seperti ATR-72 sudah lalu-lalang menerbangi langit Nusantara.

    Pemasok ekstra-regional

    Untuk pesawat tempur yang menuntut teknologi canggih, negara-negara Asia Tenggara sepenuhnya masih bertumpu pada teknologi asing ekstraregional. F-16, F-15, dan F/A-18 dari Amerika, Su-30 dari Rusia, dan JAS-39 Gripen dari Swedia. Ketika membutuhkan pesawat latih, negara semaju Singapura pun masih harus menoleh ke Korea dan ke Italia. Demikian pula untuk pesawat sipil berbadan lebar, Boeing dan Airbus-lah pemasok utamanya.

    Lalu, ketika kebutuhan makin beragam, pemasok asing yang sudah lebih siap dengan produknya berada dalam posisi berpeluang besar. Misalnya saja, ketika era penerbangan nirawak makin penting, Israel termasuk yang tampak siap merebut peluang. Di Singapura, Israel Aircraft Industries memamerkan Pesawat Udara Nir-Awak (PUNA) Heron. Produsen lain juga melihat peluang ini. AS memamerkan juga PUNA Global Hawk, sementara produsen Eropa (EADS) juga punya PUNA Talarion dan Barracuda yang kini giat dipasarkan.

    AS kini memasok Pakistan dengan armada PUNA Shadow 200 untuk membantu militernya memerangi Taliban di Afganistan.

    Laporan di atas sekadar menggarisbawahi betapa jagat penerbangan terus berkembang meski ada krisis. Mengingat kawasan Asia Pasifik merupakan area pertumbuhan utama, semua industri kedirgantaraan dunia pun tak ragu berbondong hadir di sini. Indonesia yang pernah punya industri kedirgantaraan yang cukup disegani sekarang ini tampak puas sebagai penonton. Semoga hal ini tidak lama; kalau tidak ingin peluang itu lepas sama sekali dan wilayah Nusantara yang terbentang luas ini kelak sepenuhnya diterbangi oleh pesawat yang dibuat di benua nun jauh di sana.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Sayang Tak Ada CN-235 di Singapura

    Komite Kebijakan Industri Pertahanan Macet

    JAKARTA--MI: Nota kesepahaman atas penggunaan produk alutsista dalam negeri sudah merumuskan untuk membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Draf peraturan presiden yang sudah disusun pemerintah ternyata masih mandek di Sekretariat Negara.

    Itu disampaikan oleh Dirjen Sarana Pertahanan Laksda Gunadi kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (16/2). "KKIP yang nanti mengelola agar pihak terkait dengan revitalisasi industri pertahanan terkoordinir, misalnya Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Polri, TNI, dan Kemenhan. Perpresnya masih menunggu dari Sekretariat Negara," jelasnya.

    Revitalisasi industri pertahanan merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam 100 hari kerja. Gaung untuk revitalisasi industri ini tak terlalu terdengar belakangan ini. Gunadi menolak jika disebutkan tak ada langkah berarti lewat 100 hari pemerintahan untuk industri pertahanan. Ia mengaku terus bekerja dalam pembangunan industri pertahanan.

    "Siapa bilang? Aturan memang menunggu di atas, di bawah masih jalan terus. Buktinya, saya kemarin malam bertemu dengan kalangan perbankan untuk membicarakan pembiayaan industri. Kita juga sudah bertemu dengan Bappenas untuk mendiskusikan masterplan industri pertahanan," cetusnya.

    Masterplan tersebut mempertemukan kebutuhan alutsista dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Hal itu, sambung dia, untuk menjembatani hal yang selama ini tak bertemu. Lima tahun ke depan, pemerintah merencanakan akan memantapkan kemampuan industri untuk memproduksi sarana angkut militer yang bisa digunakan dua fungsi.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Komite Kebijakan Industri Pertahanan Macet

    Mahasiswa Surabaya Rancang Prototipe Senjata Pertahanan

    Surabaya (ANTARA News) - Mahasiswa S1 Jurusan Sistem Komputer STIKOM Surabaya, Riza Rahadian Saputra S.Kom, merancang prototipe senjata pertahanan yang menggunakan teknologi Coilgun dengan sistem kontrol jarak jauh untuk penembakan peluru ke arah lawan.

    Prototipe persenjataan yang merupakan tugas akhir (TA) itu dipamerkan di atrium Royal Plasa Surabaya, Selasa, sehingga banyak pengunjung pasar swalayan itu mengagumi karya mahasiswa yang juga Ketua Tim Robot STIKOM Surabaya pada Kontes Robot Indonesia 2009 itu.

    Dalam prototipe itu, Riza memberikan inovasi berupa suatu sistem yang mampu melindungi operator senjata itu saat terjadi serangan musuh yakni dengan menerapkan sistem kontrol jarak jauh pada prototipe rancangannya.

    Dengan menggunakan kombinasi antara teknologi Coilgun dengan sistem kontrol jarak jauh yang dikembangkan secara manual dan otomatis diharapkan kombinasi itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan senjata yang efektif ketika jarak dan arah dari target diketahui.

    Hasil dari pengembangan TA milik Riza adalah prototipe senjata yang mampu melontarkan peluru dengan kecepatan rata-rata 12,565 m/s dan rata-rata muzzle energy (daya dorong senjata) sebesar 0,55 Joule.

    Ada pun spesifikasi peluru yang digunakan lelaki asal Madiun adalah panjang 3,5 cm, diameter 0,7 cm, dan beratnya 9,72 gram.

    Selain itu, prototipe yang dihasilkannya itu juga telah mampu menentukan sudut elevasi secara otomatis dan berjalan baik pada sistem kontrol jarak jauhnya.

    Ia mengaku pembacaan sensor pada prototipe rancangannya itu kurang sempurna, sehingga ada sedikit selisih hasil penentuan sudut elevasi bila dijalankan secara otomatis.

    Secara terpisah, dosen pembimbing TA, Ihyauddin, S.Kom., mengatakan kecepatan peluru yang dihasilkan prototipe itu lebih cepat daripada senjata airsoftgun, namun prototipe itu hanya dapat melukai.

    "Kalau ingin meningkatkan kecepatannya sehingga dapat digunakan membunuh, maka diperlukan penambahan jumlah kumparan sebagai elektromagnetiknya," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Mahasiswa Surabaya Rancang Prototipe Senjata Pertahanan

    Russia, India to sign additional accord on Admiral Gorshkov aircraft carrier

    Russia and India are to sign an additional agreement on a contract to upgrade the Admiral Gorshkov aircraft carrying cruiser, a Russian military cooperation service top official said Monday.

    "The document will be signed in February-March this year," deputy service director Alexander Fomin said.

    Moscow and New Delhi had been wrangling over the final cost of the project to upgrade the aircraft carrier since Russia said it had underestimated the cost of modernization, and asked for an additional $1.2 billion, an amount India called "exorbitant."

    Under the original $1.5-billion 2004 contract between Russia's state-controlled arms exporter Rosoboronexport and the Indian Navy, which includes delivery of MiG-29K Fulcrum carrier-based fighters, work on the aircraft carrier was to be completed in 2008.

    In December, it was reported India would pay Russia $2.3 billion to refit the Admiral Gorshkov.

    After long-running delays and disputes, India offered in February 2008 to raise the refit costs for the aircraft carrier, docked at the Sevmash shipyard in northern Russia for the past 12 years, by up to $600 million. Russia said it was not satisfied with the proposal.

    The Admiral Gorshkov is a modified Kiev-class aircraft carrier, originally named Baku. The ship was laid down in 1978 at the Nikolayev South shipyard in Ukraine, launched in 1982, and commissioned with the Soviet Navy in 1987. It was renamed after the collapse of the Soviet Union in 1991.

    In 1994, following a boiler room explosion, the Admiral Gorshkov sat in dock for a year for repairs. After a brief return to service in 1995, it was finally withdrawn from service in 1996 and put up for sale.

    The ship has a displacement capacity of 45,000 tons. It has maximum speed of 32 knots and an endurance of 13,500 nautical miles (25,000 km) at a cruising speed of 18 knots.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russia, India to sign additional accord on Admiral Gorshkov aircraft carrier

    Russia, India to sign additional accord on Admiral Gorshkov aircraft carrier


    Russia and India are to sign an additional agreement on a contract to upgrade the Admiral Gorshkov aircraft carrying cruiser, a Russian military cooperation service top official said Monday.

    "The document will be signed in February-March this year," deputy service director Alexander Fomin said.

    Moscow and New Delhi had been wrangling over the final cost of the project to upgrade the aircraft carrier since Russia said it had underestimated the cost of modernization, and asked for an additional $1.2 billion, an amount India called "exorbitant."

    Under the original $1.5-billion 2004 contract between Russia's state-controlled arms exporter Rosoboronexport and the Indian Navy, which includes delivery of MiG-29K Fulcrum carrier-based fighters, work on the aircraft carrier was to be completed in 2008.

    In December, it was reported India would pay Russia $2.3 billion to refit the Admiral Gorshkov.

    After long-running delays and disputes, India offered in February 2008 to raise the refit costs for the aircraft carrier, docked at the Sevmash shipyard in northern Russia for the past 12 years, by up to $600 million. Russia said it was not satisfied with the proposal.

    The Admiral Gorshkov is a modified Kiev-class aircraft carrier, originally named Baku. The ship was laid down in 1978 at the Nikolayev South shipyard in Ukraine, launched in 1982, and commissioned with the Soviet Navy in 1987. It was renamed after the collapse of the Soviet Union in 1991.

    In 1994, following a boiler room explosion, the Admiral Gorshkov sat in dock for a year for repairs. After a brief return to service in 1995, it was finally withdrawn from service in 1996 and put up for sale.

    The ship has a displacement capacity of 45,000 tons. It has maximum speed of 32 knots and an endurance of 13,500 nautical miles (25,000 km) at a cruising speed of 18 knots.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russia, India to sign additional accord on Admiral Gorshkov aircraft carrier

    Maret, 900 Karyawan PT PAL Resmi Di-PHK

    SURABAYA, KOMPAS — Mulai Maret 2010, 900 karyawan PT PAL Indonesia (Persero) resmi menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK merupakan salah satu bagian dari program restrukturisasi perusahaan dengan harapan perusahaan menjadi lebih efisien.

    Penyesuaian tenaga kerja dilihat dari tingkat produksi. Perusahan ini akan mendapatkan titik impas dengan jumlah karyawan 1.400 orang dari total 2.300 karyawan sebelumnya. "Dengan demikian, perbandingan antara jumlah rasio 900 karyawan yang di-PHK dan yang tersisa merupakan rasio impas jumlah tenaga kerja," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Selasa (16/2/2010) di Surabaya.

    Berdasarkan kesepakatan, 900 karyawan PT PAL Indonesia (Persero) akan mendapatkan kompensasi berupa pesangon serta tali asih. Besarannya diatur berdasarkan usia dan lama kerja. Sejak tiga tahun terakhir, perusahaan kapal yang melayani pasar dalam dan luar negeri ini mengalami kemunduran. Akibatnya, perusahaan terpaksa memangkas 900 karyawan dari total sekitar 2.300 karyawan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Maret, 900 Karyawan PT PAL Resmi Di-PHK

    India Tawari Indonesia Rudal Jelajah

    NEW DELHI, KOMPAS.com - Rudal jelajah supersonik produksi bersama India-Rusia telah ditawarkan ke sedikitnya empat negara, termasuk Indonesia. Demikian, ungkap seorang pejabat senior India, Selasa.

    BrahMos Aerospace, perusahaan patungan India-Rusia, membutuhkan persetujuan kedua pemerintah untuk mengekspor senjata yang diklaim produsennya sebagai rudal jelajah tercepat di dunia itu.Rudal tersebut dijual dengan harga tiga juta dolar AS.

    "Kami sedang dalam proses untuk mendapatkan izin (bagi penjualan) itu," kata pejabat eksekutif BrahMos Aerospace, A. Sivathanu Pillai, di sela pameran senjata di New Delhi.

    Seorang eksekutif senior BrahMos mengatakan kepada AFP bahwa pembicaraan serius tentang penjualan versi rudal maritim telah berlangsung dengan Afrika Selatan, Brazil dan Chile.

    Negara lain yang ditawari BrahMos adalah Indonesia. Negara ini ditawari rudal-rudal darat produksi BrahMos.

    Direktur Pemasaran BrahMos, Praveen Pathak, mengatakan, pihaknya sepakat untuk tidak menjual rudal-rudal produk mereka ke negara-negara yang tidak bersahabat.

    Rudal produksi India-Rusia itu dapat terbang dengan kecepatan satu kilometer per detik. BrahMos yakin bahwa dalam 10-15 tahun ke depan para produsen rudal jelajah Amerika maupun Prancis tidak dapat menyainginya karena perusahaan itu tidak hanya mampu meraih pertumbuhan tercepat tetapi juga biaya produksinya paling efisien, kata Pillai.

    Rudal BrahMos membawa hulu ledak konvensional seberat 200 kilogram dengan jangkauan tembak 280 kilometer. Para pakar India dan Rusia memulai kerja sama mereka dalam pembuatan rudal ini pada 2001.

    Rudal yang namanya merupakan perpaduan antara Brahmaputra India dan Moscova Rusia itu telah masuk jajaran alat utama sistim senjata militer India pada 2007.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> India Tawari Indonesia Rudal Jelajah

    PT PAL Pasang Rudal Yakhunt Sendiri


    SURABAYA,KOMPAS.com - Kemampuan industri galangan kapal Indonesia sebenarnya tak bisa diremehkan. Sebagai contoh, Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia (Persero) mampu memasang rudal Yakhunt buatan Rusia ke KRI Oswald Siahaan atau OWA yang merupakan kapal perang buatan anak negeri. Pemasangan misil di Indonesia akan menghemat biaya industri kapal.

    Kepala Proyek Pemasangan Rudal Yakhunt Sutrisno mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat tempat pemasangan misil di lambung KRI OWA. " Bulan April mendatang empat misil dari Rusia akan datang dan siap dipasang di KRI OWA, ujarnya," Selasa (16/2) di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya.

    Sebelumnya, PT PAL Indonesia (Persero) juga berhasil memperbaiki kapal perang jenis Corvet tipe Sigma buatan Belanda yang sebelumnya harus diperbaiki di Swiss selama berbulan-bulan dan berhasil diperbaiki sendiri hanya dalam waktu satu minggu. Industri kapal terbesar di Indonesia ini juga mampu melakukan overhaul Kapal Selam KRI Cakra dan KRI Nanggala tahun 1995 dan 1997 yang sebelumnya harus dilakukan di Korea Selatan.

    "Kami sebenarnya mampu. Hanya, selama ini tak diberi kesempatan," kata Ketua Umum Serikat Pekerja PT PAL Indonesia (Persero) Yuniarto Leksana . Sebagai salah satu BUMN yang bergerak pada industri galangan kapal, PT PAL Indonesia (Persero) mengalami keterpurukan dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, mulai Maret 2010, sebanyak 900 karyawan terpaksa harus di-PHK demi efisiensi perusahaan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> PT PAL Pasang Rudal Yakhunt Sendiri

    Tuesday, February 16, 2010 | 10:19 AM | 0 Comments

    Rudal AS Kembali Telan Korban, 6 Orang Tewas

    MIR ALI, Senin - Sebuah serangan peluru kendali yang diduga kuat dilancarkan sebuah pesawat tanpa awak AS, Senin (15/2), kembali meminta korban jiwa di wilayah barat laut Pakistan yang terus bergolak.

    Sedikitnya enam orang tewas, beberapa di antaranya adalah warga sipil, meski sumber intelijen AS mengatakan korban adalah anggota kelompok garis keras.

    Presiden Barack Obama memerintahkan ditingkatkannya penggunaan serangan peluru kendali (rudal) di kawasan suku- suku di perbatasan Pakistan- Afganistan itu. Hal itu sebagai respons terhadap keengganan Pemerintah Pakistan menjadikan anggota kelompok Taliban yang tidak mengancam Pakistan sebagai target operasi mereka.

    Sebuah serangan rudal kemarin menghantam kendaraan yang tengah melakukan perjalanan di wilayah Waziristan Utara. Wilayah itu menjadi tempat persembunyian kelompok garis keras yang membantu serangan bom bunuh diri pada 30 Desember lalu, yang menewaskan tujuh anggota intelijen CIA, AS.

    Yahya Khan—seorang guru di desa Tapi, tempat terjadinya serangan rudal itu—mengatakan, dia melihat sebuah pesawat tanpa awak menembakkan sebuah rudal, kemudian dia bersama muridnya mendatangi kendaraan yang rusak itu.

    ”Kami melihat mobil itu telah hancur berkeping-keping. Kami melihat sedikitnya dua mayat,” ungkapnya.

    Pejabat pemerintah lokal, Wazir Gul, mengatakan, tiga orang tewas dan berhasil diidentifikasi sebagai anggota kelompok garis keras.

    Sebuah serangan rudal lainnya ditujukan ke sebuah rumah, sekitar 22 km sebelah barat Miranshah, kota di Waziristan Utara, menewaskan tiga orang. Tidak ada penjelasan mengenai serangan itu, tapi korban kembali dikatakan adalah anggota pasukan garis keras.

    Serangan-serangan rudal kerap dilakukan AS di wilayah Pakistan, tetapi AS secara resmi tidak pernah mengakuinya. Rudal-rudal itu ditembakkan dari pesawat tanpa awak yang dikontrol dari jarak jauh.

    Pemerintah Pakistan kerap memprotes serangan rudal itu karena warga sipil ikut menjadi korban. Akan tetapi, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa terhadap AS yang merupakan sekutunya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rudal AS Kembali Telan Korban, 6 Orang Tewas

    Iran Bocorkan Tawaran Transaksi Perancis

    TEHERAN, KOMPAS.com — Kepala Badan Atom dan Energi Iran Ali Akbar Salehi mengatakan kepada kantor berita domestik bahwa Perancis pernah menawarkan akan mengirim bahan bakar keperluan nuklir Iran untuk dipertukarkan. Namun, saat hal itu dipertimbangkan, Perancis, Amerika, dan Rusia membantah adanya proposal tersebut.

    Proposal yang baru datang itu adalah tanggapan atas keputusan Iran yang minggu lalu mengumumkan memulai pengayaan uranium ke tingkat 20 persen yang diperlukan untuk penelitian medis Teheran.

    "Setelah Iran memutuskan sendiri untuk memproduksi uranium yang diperkaya sampai 20 persen, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat menyampaikan proposal baru yang sedang kami pertimbangkan," demikian Salehi, dikutip kantor berita ILNA.

    "Saya tidak akan mengungkap isi proposal ini," katanya kepada kantor berita Fars.

    Perancis, yang telah menyediakan bahan bakar untuk reaktor Teheran di bawah perjanjian penggunaan uranium yang diperkaya dan disediakan oleh Rusia dan Amerika Serikat, membantah adanya usulan baru itu secara resmi.

    "Salehi seharusnya tahu, yang kami tawarkan hanya salah satu item yang diusulkan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) pada bulan Oktober, dan sejauh ini belum menerima jawaban yang memuaskan," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis, Bernard Valero.

    Gedung Putih mengatakan tidak ada proposal baru, sementara Kementerian Luar Negeri Moskwa pun sepakat bergabung dalam penyangkalan itu.

    "Rusia, Amerika Serikat, dan Perancis hanya mengukuhkan dukungan bahwa mereka setuju dengan usulan Badan Energi Atom Internasional di luar negeri tentang pengayaan bahan bakar nuklir hingga 20 persen," kata seorang sumber kementerian.

    Di bawah proposal yang disusun oleh badan pengawas PBB dan didukung oleh negara-negara besar itu, Iran akan menerima imbalan jika menerima bahan bakar untuk reaktor Teheran dari Perancis dan Rusia.

    Pemerintah Barat telah mendorong Iran untuk mengirim semua uranium yang diperkaya secara rendah sebelum menerima bahan bakar apa pun. Namun, Iran berkeras bahwa mereka seharusnya hanya mengirim uranium seperti menerima bahan bakar. Mereka juga menuntut agar pertukaran terjadi di negara mereka sendiri.

    Salehi mengatakan bahwa berbagai negara telah menghubungi Iran untuk menyampaikan ide-ide pertukaran uranium untuk bahan bakar. Semuanya saat ini sedang dipertimbangkan.

    Pengawas nuklir PBB telah mengusulkan bahwa, sebagai kompromi, Turki sebagai tetangga Iran bersedia menjadi tuan rumah pertukaran.

    Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa selama beberapa bulan ini upaya Ankara untuk menengahi kompromi belum membuahkan hasil. "IAEA mengatakan, Turki dapat berfungsi sebagai pusat untuk pertukaran uranium, tetapi tidak ada kesepakatan sampai sekarang," katanya dalam konferensi pers di Doha.

    Sementara itu, di ibu kota Qatar, Erdogan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang berada di Teluk untuk tur mencari dukungan bagi sanksi baru yang keras terhadap Iran.

    Bulan ini, Perancis memegang posisi ketua Dewan Keamanan PBB dan para pejabat Paris pekan lalu mengatakan bahwa mereka berencana mengadakan pemungutan suara pada paket baru untuk memberi sanksi yang keras terhadap Iran di bidang ekonomi.

    Turki menegaskan bahwa dialog soal nuklir belum selesai. Berbicara tentang sanksi ekonomi atau militer hanya akan merusak keseluruhan wilayah.

    Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin kemarin meminta Presiden Rusia Dmitry Medvedev untuk mendukung sanksi berat buat Teheran. "Apa yang dibutuhkan sekarang adalah memberikan sanksi yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi rezim, sanksi yang pahit untuk memukul, dengan cara yang meyakinkan kepada semua industri di Iran, seperti minyak, impor, ekspor, dan penyulingan," kata Netanyahu kepada wartawan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Iran Bocorkan Tawaran Transaksi Perancis

    Monday, February 15, 2010 | 5:27 PM | 0 Comments

    Kebijakan Pembinaan Litbang Pertahanan Guna Menunjang Industri Pertahanan Dalam Negeri

    Jakarta, DMC - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemhan) memiliki tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan penelitian, pengkajian dan pengembangan bidang Strategi dan Sistem Pertahanan, Peningkatan Sumber Daya Manusia, Penerapan Iptek Pertahanan dan Pemberdayaan Industri Nasional dalam rangka Pertahanan Negara.

    Sebagai institusi ilmiah, Balitbang Dephan memiliki tanggung jawab dalam memanfaatkan, menguasai dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) pertahanan. Dalam mendukung pertahanan negara, tugas dan tanggung jawab, Balitbang Dephan semakin strategis dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

    Tujuan dari pembangunan Litbang Pertahanan antara lain, pertama melaksanakan penelitian, pengkaijian dan pengembangan (Litjianbang) sistem dan strategi pertahanan dalam rangka mewujudkan kemampuan dan kekuatan pertahanan, kedua melaksanakan Litjianbang SDM dalam menyiapkan kualitas dan kuantitas SDM di bidang pertahanan negara, ketiga melaksanakan Litjianbang industri pertahanan dalam memberdayakan sumber daya nasional untuk menuju penguasaan teknologi dan industri pertahanan melalui alih teknologi, keempat melaksanakan Litjiangban teknologi pertahanan dan penerapan teknologi untuk kepentingan penguasaan iptek pertahanan, dan kelima melaksanakan penataan dan pemenuhan personel, sarana prasarana litbang untuk terwujudnya optimalisasi fungsi litbang dan peran fora nasional dan internasional.

    Kebijakan yang ditempuh Balitbang Kemhan terkait pembinaan Litbang Pertahanan dalam rangka menunjang pembangunan industri pertahanan yang mandiri meliputi, pertama terlibat dalam desain sampai menghasilkan prototype Alutsista/sarana pertahanan yang dibutuhkan, kedua sebagai inspirator dan formulator antara pengguna (user ) dan industri pertahanan dalam mewujudkan kemandirian Alutsista, dan ketiga pengembangan desain produk yang aplikatif dan memungkinan diproduksi oleh industri pertahanan.

    Sementara itu, kebijakan Litbang Indhan dalam kerja sama dengan Badan Litbang Nasional dan Akademisi meliputi pertama sebagai koordinator untuk penetuan komoditi militer/ Alutsista prioritas terpilih yang akan diteliti dan dikembangkan oleh tim pakar sampai dengan siap untuk diproduksi sesuai kebutuhan TNI, kedua penelitian bersama industri dan perguruan tinggi dalam bidang teknologi pertahanan, ketiga Perencanaan yang terintegrasi dalam penyusunan / pembuatan rancang bangun atau midifikasi sampai dengan prototype untuk produk Alutsista /sarana pertahanan, dan keempat merumuskan bersama standar teknologi produk / proses yang telah dicapai oleh industri di dalam negeri untuk digunakan sebagai acuan rekuisisi pengadaan produk – produk militer.

    Beberapa hasil yang sudah dicapai oleh Balitbang Kemhan sampai saat ini antara lain, prototype hovercraft kapasitas 2 orang Prototype Plate Keramik Rompi Tahan Peluru Level IV, pembuatan Baju Rompi Tahan Peluru Level III, prototype Pembuatan Sepatu Dinas Lapangan, pembuatan PDL Loreng Substitusi Kapas, Rami dan Polyster, pembuatan Seragam Dephan Polyster dan Serat Rami, pemilihan power pact engine untuk Ranpur, Ranpur 4 x 4 untuk Angkut Personel, Alkom Radio HF Frequensi Hoping, Rudal jarak dekat 100-150 km permukaan ke permukaan, Small Jet Engine 200 N, Warhead dan Fuze untuk Roket 122 dan Ferromagnetik anti radar.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Kebijakan Pembinaan Litbang Pertahanan Guna Menunjang Industri Pertahanan Dalam Negeri

    Menhan-Menkes Tandatangani MoU di Bidang Kesehatan

    Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Jumat (13/2) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MOU) dalam Bidang Kesehatan, bagi prajurit TNI dan PNS dilingkungan Kementerian Pertahanan, di Departemen Kesehatan, Jakarta.

    Salah satu kesepakatan yang tercantum didalam Nota Kesepahaman Bersama bidang kesehatan ini, diantaranya mencakup pembahasan dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat termasuk bagi prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Kementerian Pertahanan.

    Pelayanan dan dukungan kesehatan ini nantinya diberikan kepada prajurit TNI dan PNS Kemhan dalam bentuk paket bantuan kesehatan yang terkena akibat bencana dan kejadian luar biasa (KLB), personel yang bertempat tinggal di daerah tertinggal, perbatasan, rawan bencana, rawan konflik, terpencil dan kepulauan khususnya pulau-pulau terluar.

    Disamping itu MoU ini juga membahas kerjasama pendidikan, pelatihan, pengembangan dan pendayagunaan bagi tenaga kesehatan khususnya prajurit TNI. Kerjasama pendidikan dan pelatihan ini juga akan diarahakan kepada penyelenggaraan kegiatan penelitian, pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di bidang kesehatan serta penyelengaraan sistem informasi kesehatan.

    Perihal lainnya yang diatur dalam MoU tersebut yakni, melakukan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1991 tentang pemeliharaan kesehatan PNS, penerima pensiun, personel veteran, perintis kemerdekaan, beserta keluarganya.

    Pada kesempatan acara tersebut, Menhan mengatakan penandatangan Nota kesepahaman ini sangat penting bagi Kemhan. Menurut Menhan MoU ini diharapkan dapat mencegah dan mengatasi ancaman ancaman non militer yang ada di Indonesia, yang terdiri dari ancaman bio terorisme dan bio security, atau ancaman melalui jalur kesehatan yang disengaja untuk mengganggu stabilitas nasional.

    Menhan juga menilai unit-unit kesehatan mempunyai peranan yang sangat penting, baik didalam pelayanan kesehatan saat di dalam operasi militer untuk perang dan bencana alam. Serta diharapkan nantinya unit-unit kesehatan ini dapat mensejahterakan rakyat Indonesia khususnya anggota TNI dan PNS di lingkungan Kemhan melalui fasilitas peserta Asuransi Kesehatan (Askes).

    Kegiatan penandatanganan MOU juga turut disaksikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, para Kepala Staf Angkatan, serta para pejabat eselon I dan II di jajaran Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.
    Readmore --> Menhan-Menkes Tandatangani MoU di Bidang Kesehatan

    Helikopter Militer Yaman Jatuh, 10 Tewas

    SANA’A - Sebuah helikopter militer Yaman jatuh di daerah pegunungan wilayah Saada, Minggu waktu setempat. Akibat kejadian itu, 10 tentara dilaporkan tewas.

    Saksi mata seperti dilaporkan AFP, Senin (15/2/2010), menyatakan helikopter jatuh di daerah yang dikuasai gerilyawan Syiah.

    Halikopter jatuh di Gunung Kahlan, sebelah utara Ibu Kota Provinsi Saada. Wilayah tersebut dikenal sebagai ladang pertempuran antara gerilyawan Syiah dan tentara pemerintah selama 6 bulan terakhir.

    Namun pada Kami selalu pejuang dan pemerintah menyepakati perjanjian perdamaian.

    Seorang sumber menyatakan kapten pilot Letnan Kolonel Sadek Al Junaid, termasuk di antara korban tewas. Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Helikopter Militer Yaman Jatuh, 10 Tewas

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.