ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, May 5, 2010 | 1:20 PM | 0 Comments

    Pangkalan Militer Amerika Membuat Repot Perdana Menteri Jepang

    REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO Interaktif, Okinawa -Disambut ratusan warga yang berdemo di balai kota di Naha, Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama bertemu dengan Gubernur Okinawa Hirokazu Nakaima. Para pemrotes menuntut Hatoyama memegang janjinya. Sang perdana menteri membujuk warga pulau itu menerima sebuah kompromi pelibatan sebagian relokasi pangkalan Marinir Amerika Serikat sebelum tenggat perjanjian, Mei ini.

    Ribut-ribut soal pemindahan pangkalan Korps Marinir Amerika Serikat Futenma telah mengguncang hubungan Jepang dengan Washington dan berdampak pada melorotnya dukungan bagi Hatoyama menjelang pemilihan umum untuk majelis tinggi, padahal Partai Demokrat harus menang untuk menghindari kebuntuan politik.

    Pada lawatan pertamanya ke pulau di bagian selatan Jepang itu sejak berkuasa, Hatoyama mengatakan ingin warga pulau menerima satu rencana yang akan membuat beberapa fasilitas Futenma di dalam prefektur.

    "Ketika Anda memindahkan sebuah pangkalan atau membangun baru, bakal ada suara-suara pedas dari warga lokal," tutur Hatoyama kepada wartawan setelah bertemu dengan Nakaima. "Saya harus menerimanya, tapi saya lebih suka rakyat seluruh negeri memahami dan berbagi, karena pangkalan itu penting buat keamanan nasional." Dia tak memberi detail proposal pemerintah. "Kami menghadapi situasi yang secara realistis sulit memindahkan semuanya keluar dari prefektur itu."

    Okinawa berperan sebagai tuan rumah bagi sekitar setengah dari 49 ribu personel militer Amerika Serikat di Jepang. Kebencian warga atas kebisingan, kejahatan, dan kecelakaan yang berkaitan dengan kehadiran militer secara berkala berujung ricuh.

    Jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih berpikir Hatoyama tidak memiliki kemampuan mengambil keputusan-keputusan sulit. Amerika Serikat ingin melanjutkan perjanjian 2006 untuk memindahkan fasilitas Futenma ke Camp Schwab, pangkalan Marinir lain yang lebih terpencil di Okinawa.

    Begitulah, warga Okinawa menagih janji Hatoyama. "Dari sebelum pemilu ia berjanji memindahkan pangkalan," kata Chikako Toguchi, 48 tahun, dari Nago. "Itulah sebabnya saya dan banyak teman memilih Partai Demokrat. Jika itu hanya demi pemilu, dia membodohi warga Okinawa."

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pangkalan Militer Amerika Membuat Repot Perdana Menteri Jepang

    Korut Kirim 50.000 Pasukan Khusus ke Perbatasan


    illustrasi Pasukan khusus Korea Utara

    SEOUL--MI: Korea Utara telah merampungkan pengiriman sekitar 50.000 anggota pasukan khusus di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan, di tengah puncak ketegangan atas karamnya kapal perang Seoul.

    Penyebaran pasukan itu dimulai dua atau tiga tahun lalu dan tujuh divisi masing-masing berkekuatan 7.000 kini telah berada di tempat yang ditetapkan, kata seorang penjabat senior pemerintah yang tak disebut namanya kepada kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Rabu (5/5).

    "Ancaman Korea Utara itu mungkin infiltrasi pasukan khusus untuk membatasi perang telah menjadi kenyataan," kata kantor berita itu, mengutip seorang penjabat senior kementerian pertahanan secara terpisah.

    Kementerian pertahanan menolak untuk membenarkan laporan Yonhap itu. Namun Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak membahas kemampuan perang khusus Korea Utara dalam pertemuan yang tak pernah terjadi sebelumnya, Selasa, dengan 150 perwira tinggi dari semua angkatan.

    Pada pertemuan itu, Lee memberikan isyarat kuat bahwa Korea Utara terlibat dalam karamnya kapal perang Korea Selatan, yang menewaskan 46 pelautnya, di dekat perbatasan laut yang disengketakan pada 26 Maret.

    Kecurigaan berkembang bahwa kapal Cheonan berbobot 1.200 ton itu dihantam oleh sebuah terpedo dari negara komunis tersebut, yang telah membantah keterlibatannya.

    Lee mengatakan, Korea Selatan harus mempersiapkan diri lebih baik untuk mengatasi ancaman militer 'asimetris' termasuk unit-unit perang khusus.

    Laporan kementerian pertahanan 2008 mengatakan, Korea Utara-sedang mempelajari dari perang Irak-telah memperkuat kemampuan perang khususnya dengan menambah satuan-satuan infantri ringan dan meningkatkan perang jalanan mereka, perang malam dan pelatihan mendaki gunung.

    Korea Utara telah memiliki sekitar 180.000 prajurit pasukan khusus, yang akan digunakan untuk melakukan beragam jenis serangan dan perang gabungan terhadap Korea Selatan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korut Kirim 50.000 Pasukan Khusus ke Perbatasan

    Hindari Cuaca Buruk, Kapal Ekspedisi AS Merapat di Pangandaran


    illustrasi kapal ekspedisi

    TASIKMALAYA--MI: Sebuah kapal ekpedisi dari Amerika Serikat, hingga Rabu (5/5) pagi, masih berlindung di pantai laut timur Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sejak Minggu (2/5) akibat cuaca buruk.

    Petugas Polisi Perairan Pangandaran AIPTU Suradji, di Tasikmalaya, mengatakan kapal ekpedisi AS tersebut masih menunggu cuaca dan angin laut aman di perairan Pangandaran.

    Kapal ekpedisi yang dilengkapi dengan surat izin dari kementerian luar negeri Indonesia itu terpaksa berlabuh di pantai Pangandaran karena khawatir cuaca buruk akan membayakan keselamatan jiwa awak kapal.

    Dua awak kapal ekspedisi yakni John Allen,37, kewarganegaraan Amerika dan Danika,26, warga Australia, kata Suradji bertujuan menjelajahi lautan antarnegara untuk kepentingan kepariwisataan.

    "Belum dapat dipastikan kapan mereka bisa berlayar kembali, pastinya menunggu cuaca dan kondisi angin laut aman untuk melanjutkan pelayaran," katanya.

    Sementara itu, kapal jenis phinisi lainnya yang bernama Cacafuego, kata Suradji juga akan berlayar jika kondisi cuaca laut aman menuju ke wilayah Ujung Kulon Banten dan perairan laut lainnya di wilayah Indonesia bagian barat.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Hindari Cuaca Buruk, Kapal Ekspedisi AS Merapat di Pangandaran

    Prancis Bikin Kapal Antiperompak


    LORIENT--MI: Galangan kapal Angkatan Laut Prancis DCNS mengatakan akan membuat kapal patroli yang dirancang untuk operasi anti-perompakan.

    Kapal sepanjang 90 meter (295 kaki) itu direncanakan memiliki kecepatan tertingginya 21 knot (39Km per jam) guna memungkinkan kemampuan manuver cepat untuk naik kapal oleh tentara khusus atau penjaga pantai.

    Kapal itu, yang akan diawaki oleh 30 orang, akan memiliki jangkauan 8.000 mil laut. Kapal itu akan memiliki sebuah landasan helikopter dan dapat menangani pesawat mata-mata, dan biayanya sekitar 30 juta euro (US$39 juta.

    DCNS mengumumkan pembuatan kapal anti-perompakan itu dalam kunjungan Presiden Nicolas Sarkozy, , Selasa waktu setempat, untuk meluncurkan pembuatan sebuah kapal banyak peran angkatan laut Eropa.

    Kapal patroli anti-perompakan itu merupakan bagian dari rencana galangan kapal tersebut, yang telah memusatkan perhatiannya pada kapal-kapal besar, untuk memperluas pasarnya.

    Galangan itu mengharapkan akan membuat kapal pertamanya tersebut dalam 18 bulan. "Angkatan laut akan menguji-cobanya dan memperlihatkannya kepada langganan potensial," kata CEO galangan kapal itu, Patrick Boissier.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Prancis Bikin Kapal Antiperompak

    Bendera Merah Putih Dikibarkan di Pulau Kisar

    JAKARTA (Suara Karya): Bendera RI Merah Putih segera dikibarkan di Pulau Kisar, Maluku Tenggara Barat, salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Pengibaran bendera merah putih ini sebagai bentuk pengukuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menjadi bagian dari kegiatan Sail Banda 2010.

    "TNI AL bersama-sama dengan pemerintah daerah serta Polda setempat dan organisasi masyarakat, pramuka, dan para pemuda akan melaksanakan upacara bendera pada 17 Agustus mendatang dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI," ujar Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut yang juga Wakil Ketua Pelaksana Bhakti Sosial Sail Banda 2010, Laksamana Pertama TNI Surya Wiranto kepada Suara Karya di Jakarta, Selasa (4/5).

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal), Pulau Kisar merupakan salah satu dari 92 pulau terluar Indonesia di Maluku yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 78/2005, kini tidak lagi terisolir setelah bertahun-tahun terlupakan dan sulit terjangkau.

    Meski demikian, wilayah maritim Pulau Kisar masih menyisakan sengketa antarnelayan Indonesia dengan nelayan Timor Leste.

    Perbatasan maritim Kisar dan Timor Leste belum terdapat titik dasar dan titik referensi. Akibatnya, nelayan Timor Leste sering menyerobot dan menangkap ikan di perairan Kisar.

    "Jajaran TNI AL tetap konsisten untuk menjaga keutuhan NKRI di wilayah-wilayah perbatasan yang di dalamnya termasuk Pulau Kisar," ujar Surya.

    Penduduk Pulau Kisar relatif sedikit. Namun begitu, pulau ini menyimpan potensi pesona wisata, seperti situs sejarah peninggalan masa penjajahan Belanda.

    Sebelum pelaksanaan pengibaran kembali Merah Putih, dikatakan Surya, TNI AL bersama-sama pemerintah pusat melalui lintas kordinasi kementerian dan lembaga tinggi negara, BUMN serta Pemda Maluku melaksanakan kegiatan bakti sosial atau Surya Baskara Jaya (SBJ) di wilayah Maluku dan Maluku Utara, Maluku Tenggara, termasuk Pulau Kisar, mulai 27 Juli - 6 Agustus 2010. Misalnya, pengobatan gratis, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial, bela negara, pentas budaya dan seni.

    Selain itu, ditambahkan Surya, Sail Banda akan diisi dengan seminar internasional, kejurnas layar natsepa yang diikuti 220 perserta dari 22 negara serta akan diisi atraksi pesawat tempur Sukhoi TNI AU.

    "Selama dua bulan kegiatan Sail Banda, kita akan melaksanakan SBJ di daerah Maluku dan Maluku Utara," ujarnya.

    Sebanyak 18 Kementerian akan terlibat dalam SBJ, diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Parawisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Koperasi, Kementerian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, Kemnetrian Pertanian dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara dan lembaga tinggi negara.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Bendera Merah Putih Dikibarkan di Pulau Kisar

    Satgas Cassoex-1- Bertolak ke Kupang


    Surabaya - Pasukan TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Laut Australia (RAN) yang tergabung dalam Satuan Tugas Cassoex-10 bertolak menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur.

    Pasukan dari unsur KRI Kerapu-812 dan KRI Untung Suropati-872 bertolak dari markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Selasa.

    Prajurit itu akan belatih selama tujuh hari di Kupang bersama dengan pasukan RAN. Menurut Komandan Satgas Cassoex-10 Letkol Laut (P) Rudhi Aviantara latihan tersebut akan dibuka Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII/ Kupang Laksamana Pertama TNI Amri Husaini pada 12 Mei 2010.

    Dalam latihan itu, RAN mengerahkan dua kapal perangnya, yakni HMAS Bathrust P-85 dan HMAS Pirie P-87. Kedua pasukan angkatan laut itu akan melakukan latihan manuver di perairan Laut Timor.

    "Selanjutnya latihan manuver dilakukan di perairan Australia dan merapat di Dermaga Darwin," kata Rudhi.

    Latihan bersama pasukan TNI-AL dan RAN dengan menggunakan sandi Cassoex itu telah dilakukan beberapa kali.

    "Kedua belah pihak merasa latihan ini saling menguntungkan, baik dari segi teknis maupun taktis matra laut," katanya.

    Oleh sebab itu, dia berharap latihan bersama itu terus memberikan dampak positif di masa yang akan datang, terutama dalam membina dan meningkatkan hubungan diplomatik antarkedua negara bertetangga itu.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Satgas Cassoex-1- Bertolak ke Kupang

    KASAD TIBA DI SAMARINDA DENGAN HELLY MI-17 VIP


    KODAM VI/TPR (5/5),- Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta bersama rombongan tiba di Bandar Udara Temindung Kota Samarinda dengan menggunakan pesawat Hely MI-17 Vip Senin (3/5) sekitar pukul 11.15 Wita.

    Kedatangan Kasad dan rombongan di Wilayah Korem 091/ASN berkaitan dengan rencana menghadiri acara uji terima Rudal Grom Komposit Meriam 23 MM ZUR23-2 KG I yang rencananya akan digelar di Sangatta Kutai Timur yang merupakan wilayah Kodim 0909/SGT sekaligus dimanfaatkan untuk bertatap muka dan melihat secara langsung kondisi para prajurit di wilayah Korem 091/ASN.

    Setibanya di Bandara Temindung Samarinda, Kasad bersama rombongan disambut oleh Danrem 091/ASN, Dandim 0901/Samarinda dan sejumlah Perwira serta Forum Koordinasi Pimpinan daerah Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kota Samarinda.

    Adapun rombongan yang mendampingi Kasad diantaranya Asops Kasad, Aslog Kasad, Kadis Litbangad, Danpusintelad, Kadispenad, dan Koorspri Kasad, Dokter Kasad, Adc Kasad, Pam Kasad, Protokol Kasad dan 1 orang juru foto dari Dispenad.

    Sedangkan rombongan pendamping dari Kodam VI/Tanjungpura adalah Pangdam VI/Tpr Asintel Kasdam VI/Tpr, Asops Kasdam VI/Tpr, Aspers Kasdam VI/Tpr serta Aslog Kasdam VI/Tpr. Usai menerima ucapan selamat datang dari para penjemput, Kasad bersama rombongan langsung memasuki ruang VIP room Bandara Temindung untuk istirahat sejenak. Setelah melaksanakan pertemuan di ruang VIP, Kasad bersama rombongan langsung menuju Makorem 091/ASN dengan menggunakan angkutan darat yang telah disiapkan. Setibanya di Makorem 091/ASN, Kasad menerima jajar Kehormatan dari Regu Jaga Kesatrian Makorem 091/ASN dan menerima ucapan selamat datang dari Perwira Korem 091/ASN, selanjutnya menuju ke ruang Yudha Makorem 091/ASN untuk menerima Paparan dari Danrem 091/ASN yang memaparkan kondisi satuan Korem 091/ASN serta jajarannya.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KASAD TIBA DI SAMARINDA DENGAN HELLY MI-17 VIP

    10 RANPUR PERKUAT BRIGADE INFANTERI – 3 MARINIR


    Dalam rangka meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan operasi Brigif – 3 Marinir, belum lama ini Komandan Korps Marinir Mayjen TNI ( Mar ) M. Alfan Baharudin memberikan perkuatan 10 kendaran tempur (ranpur) yang terdiri dari 5 unit Tankfib PT-76 dan 5 Unit Ranratfib BTR 50 dengan status BKO.

    Ranpur ini dapat digunakan untuk membina kemampuan profesionalisme prajurit Brigif – 3 Mar yang pada hakikatnya adalah pasukan pendarat , mengingat medan di Piabung sangat ideal maka latihan – latihan dapat dilaksanakan dalam bentuk pendaratan ampfibi maupun operasi darat.

    Dengan adanya perkuatan 10 Ranpur tersebut, Komandan Brigif – 3 Mar Kolonel Mar Eddy Setiawan segera menyiapkan dan meluaskan garase kavaleri yang ada, diharapkan dalam 2 pekan depan sudah dapat selesai sehingga ranpur yang ada dapat terpelihara dengan baik.

    Selain itu, Dankormar juga telah memperkuat jajaran Brigif 3 Korps Marinir dengan menempatkan sejumlah personel Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir.

    Sumber: KORPS MARINIR
    Readmore --> 10 RANPUR PERKUAT BRIGADE INFANTERI – 3 MARINIR

    PT DI Ubah Utang Jadi Modal Rp1 Triliun


    JAKARTA - Guna membayar utang PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ke pemerintah, maka PT DI akan melakukan subsidiary loan agreement (SLA) di mana utang PT DI ke pemerintah akan diubah menjadi modal. Dengan demikian, penyertaan modal pemerintah di PT DI jadi bertambah.

    "SLA-nya itu sekira Rp1 triliun atau 30 persen dari aset perusahaan," ujar Direktur Keuangan PT DI Hermawan Adimulya saat ditemui usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, kemarin malam.

    Menurutnya SLA ini nantinya akan berdampak baik bagi PT DI karena debt equity ratio (rasio ekuitas) akan membaik. Saat ini, lanjutnya, neraca keuangan PT DI masih negatif, sehingga sulit untuk mendapatkan pinjaman dari dunia perbankan.

    "Bagi PT DI, kredibilitas meminjam ke perbankan susah karena neraca keuangan kami masih negatif. Makanya tahun ini ditargetkan menjadi positif agar kredibel di mata perbankan," tuturnya.

    Dia mengatakan usulan pengajuan SLA ke pemerintah ini sudah dilakukan sejak Juli 2009, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasannya. Menurutnya hal ini dikarenakan adanya beberapa kendala. Namun dirinya enggan menyebutkan lebih lanjut kendala tersebut. "Kami berharap tahun ini SLA segera terealisasi," harapnya.

    Sekadar informasi, pada 2009 neraca keuangan PT DI negatif atau mengalami kerugian lebih dari Rp100 miliar. Untuk itu, mereka menargetkan pada 2010 menjadi positif dan pada 2011 berharap mencapai hampir Rp200 miliar.

    Untuk perolehan kontrak 2009 (unaudited) hampir Rp2 triliun, tepatnya Rp1,880 triliun, namun untuk penjualan Rp511 miliar. Target 2010 perolehan kontrak sekira Rp1,5 triliun dengan penjualan sebesar lebih dari Rp1 triliun. Pada 2013 mendatang perolehan kontrak dan penjualan ditargetkan lebih dari Rp3 triliun.

    Sementara total aset pada 2009 lebih dari Rp2 triliun, tapi ekuitas negatif lebih dari Rp100 miliar, tepatnya Rp295 miliar. Sedangkan 2010 ini ditargetkan ekuitas naik menjadi sekira Rp1,5 triliun dengan total aset mencapai lebih dari Rp3 triliun. Pada 2013 mendatang ekuitas ditargetkan naik menjadi Rp2 triliun dengan total aset mencapai lebih dari Rp4 triliun.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> PT DI Ubah Utang Jadi Modal Rp1 Triliun

    TNI AD Uji Coba Rudal Grom di Kutai Timur


    BALIKPAPAN--MI: Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk Pertahanan Udara TNI AD terus ditingkatkan, kali ini TNI AD kembali membeli sejumlah Rudal Grom Komposit Meriam 23 mm Zur 23-2 kg-1 buatan Polandia.

    Sedikitnya dua buah rudal ditembakkan ke udara dengan target pesawat Aeromodeling yang sudah disiapkan oleh Satuan Detasemen Artileri Pertahanan Peluru Kendali (Denarhanud Rudal) 002/Bontang, Daerah Militer VI/Tanjungpura, dalam uji coba peluru kendali (rudal) di Pantai Sekrat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Selasa (4/5).

    Dalam uji coba tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta hadir menyaksikan. Rudal Grom Komposit Meriam 23 mm Zur 23-2 kg-1 merupakan salah satu jenis rudal pengganti Rudal Rapier yang saat ini sudah di-grounded karena misilnya telah melebihi batas dari masa usia pakainya.

    Sementara itu, jenis rudal tersebut adalah jenis fire and forget, yakni saat rudal keluar dari peluncurnya secara otomatis akan mengejar bagian sasaran udara yang paling panas sampai menegnai dan menghancurkan sasaran. "Rudal ini memiliki jangkauan yang cukup bagus. Ini sebagai bentuk perbaikan alutsista kita yang memang harus diremajakan," ujar George.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI AD Uji Coba Rudal Grom di Kutai Timur

    Tuesday, May 4, 2010 | 10:11 PM | 0 Comments

    2010, Investasi PTDI Rp248 Miliar


    JAKARTA - Total investasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada tahun ini sebesar Rp248 miliar, melonjak jauh dari 2009 sebesar Rp11 miliar.

    "Investasi PTDI tahun ini Rp248 miliar itu berasal dari pinjaman," ujar Direktur Keuangan PTDI Hermawan Adimulya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Selasa (4/5/2010).

    Hermawan menuturkan pinjaman tersebut berasal dari non-cash loan (pinjaman non-tunai) dalam bentuk LC (Letter of Credit) dari dua bank BUMN, yaitu BNI, dan BRI. "Kami pinjam dalam bentuk non-cash loan. Kalau cash tidak bisa karena neraca keuangan kami masih negatif, jadi tidak ada yang mau mengasih pinjaman," tuturnya.

    Dia menyebutkan, pinjaman dari BNI sebesar USD130 juta dan BRI sebesar USD 38 juta. Menurutnya, pinjaman kepada kedua bank tersebut sudah dilakukan sejak 2007, namun dengan pinjaman awal yang masih rendah. "Kami pinjam dari 2007, awalnya USD 50 juta, lalu naik USD100 juta, dan sekarang mencapai USD 130 juta," jelasnya.

    Menurutnya, investasi tersebut akan digunakan untuk penggantian dan revitalisasi fasilitas produk, pengembangan bisnis perawatan pesawat, pengembangan teknologi, dan pengembangan pesawat CN235 NG, N219, dan Amphibi Sea Star. "Investasi juga untuk menggantikan alat-alat yang sudah kuno," tukasnya.

    Dari total investasi tersebut, dia mengatakan, Rp161 miliar merupakan untuk pengembangan produk baru dan Rp87 miliar untuk bisnis yang telah ada. "Untuk ke depannya, pada 2011 kami berencana investasi Rp377 miliar dengan rincian Rp239 miliar untuk pengembangan produk baru dan Rp138 miliar untuk existing business," paparnya.

    Selanjutnya, pada 2012 PTDI akan berencana investasi Rp425 miliar dan 2013 sebesar Rp475 miliar.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> 2010, Investasi PTDI Rp248 Miliar

    Russia to upgrade Admiral Gorshkov for India on time


    Russia will keep to the time period specified in the contract for the retrofit of the Admiral Gorshkov aircraft carrier for the Indian Navy, the head of Russia's united shipbuilding corporation said on Tuesday.

    "We are catching up with the retrofit of the Admiral Gorshkov," Roman Trotsenko said. "We will fulfill the obligations Russia has undertaken."

    The two countries have signed a deal on upgrading the Admiral Gorshkov aircraft carrier, following an earlier statement from the Indian government's security committee that it would allocate $2.3 billion to retrofit the ship.

    The initial refit agreement of $750 million went up by an additional $1.5 billion. In line with the contract, the aircraft carrier will be handed over to India by 2012.

    The Admiral Gorshkov is a modified Kiev-class aircraft carrier, originally named Baku. The ship was laid down in 1978 at the Nikolayev South shipyard in Ukraine, launched in 1982, and commissioned with the Soviet Navy in 1987.

    It was renamed after the collapse of the Soviet Union in 1991. In 1994, following a boiler room explosion, the Admiral Gorshkov sat in dock for a year for repairs. In 1995, it briefly returned to service and in 1996 was finally withdrawn and put up for sale.

    The ship has a displacement capacity of 45,000 tons. It has a maximum speed of 32 knots and an endurance of 13,500 nautical miles (25,000 km) at a cruising speed of 18 knots.

    From: RIA
    Readmore --> Russia to upgrade Admiral Gorshkov for India on time

    Dokumen untuk Modernisasi Pertahanan Negara Disiapkan

    JAKARTA--MI: Pemerintah akan mempersiapkan dokumen strategis dalam pengelolaan negara. Dokumen itu akan menjadi rujukan dari kebijakan pembangunan kekuatan dan modernisasi postur pertahanan negara.

    "Dokumen itu menuntut dan menjadi rujukan dari kebijakan pembangunan kekuatan dan modernisasi postur pertahanan negara kita. Termasuk di dalamnya postur TNI," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan rapat terbatas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Selasa (4/5).

    Rapat tersebut guna mendengarkan laporan dan presentasi dari menhan menyangkut draf atau konsep kebijakan pertahanan negara. Produk itu nantinya sebagaimana yang berlaku lima tahun yang lalu akan ditandatangani oleh presiden sebagai dokumen strategis dalam pengelolaan pertahanan negara.

    Dalam dokumen itu juga akan membahas tentang anggaran yang diperlukan untuk memenuhi sasaran dokumen tersebut. "Dokumen ini sangat penting. Karena sangat penting, sebelum saya tanda tangani, kami ingin memastikan semuanya telah dipikirkan, disusun, dan dirumuskan dengan tepat dan benar," tukasnya.

    Diakui presiden, anggaran pertahanan periode 2004-2009, jumlahnya relatif kecil. Kecil dalam arti kalau dibandingkan dengan anggaran pertahanan negara-negara ASEAN dan negara lain dan GDP Indonesia. Pasalnya, anggaran yang dimiliki negara saat itu digunakan untuk pemulihan ekonomi nasional pascakrisis dan penanggran untuk sektor-sektor prioritas yang lebih tinggi.

    "Dengan makin besarnya GDP kita, makin besarnya APBN kita, dan insya Allah perekonomian kita akan terus meningkat bahkan bisa mencapai 7%. Maka sudah saatnya anggaran untuk pertahanan kita tingkatkan secara signifikan," tukasnya.

    Anggaran yang diberikan diharapkan bisa efektif. Tapi tidak bisa diberikan secara keseluruhan dalam satu atau dua tahun tapi beberapa tahun. "Dengan strategi dan kebijakan yang tepat, harapan kita pada tahun 2014, postur pertahanan kita, postur TNI kita, sudah makin mendekati apa yang menjadi sasaran pembangunan kita, yakni dicapainya kekuatan minimal yang diperlukan minimun essential forces," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Dokumen untuk Modernisasi Pertahanan Negara Disiapkan

    Pemerintah Akan Tingkatkan Rasio Anggaran Pertahanan

    JAKARTA--MI: Pemerintah akan meningkatkan rasio anggaran pertahanan hingga lima tahun ke depan. Kebijakan yang diambil adalah meningkatkan rasio hingga 1,5 dari pendapatan domestik bruto dalam waktu lima tahun.

    Hal ini disampaikan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/5).

    "Tadi ada pernyataan Presiden ekonomi ke depan akan membaik sehubungan dengan peningkatan GDP. Untuk itu, karena patokan defense budget menggunakan GDP diharapkan juga budget ratio akan meningkat. Tadi sekitar 1,2-1,5 dari GDP. Sekarang adalah 0,9. Ini akan mendorong MEF. Diakhir tahun kelima kita pada akhir kabinet," ujarnya.

    Hal itu terangkum dalam kebijakan pertahanan negara yang sempat disampaikan kepada SBY dalam rapat terbatas di Kementerian Pertahanan. Presiden meminta Kemenhan untuk mempersiapkan pembangunan kekuatan minimal pokok (MEF) yang diarahkan agar bisa dicapai pada tiga renstra.

    "Kami juga tadi sampaikan kekuatan kemampuan dan gelar dari masing-masing matra TNI saat ini. Kemudian, untuk mencapai kekuatan pokok minimal 2015 itu apa yang harus diperlukan. Apa yang bisa dibeli alutsista kita. Apa yang bisa dibangun dalam negeri apa yang tidak bisa dibangun dalam negeri tetapi berupa joint production bersama-sama produsen dalam negeri dan luar," imbuhnya.

    Masalah pembiayaan juga sempat disinggung untuk menopang target tersebut hingga Indonesia bisa menangkal ancaman yang aktual dan mendesak. Beberapa poin ancaman yang disampaikan adalah terkait dengan masalah konflik horisontal, konflik vertikal, pengamanan alur laut kepulauan Indonesia juga masalah pencurian sumber kekayaan alam dan pengamanan energi yang lebih banyak berada di daerah perbatasan.

    Irjen Kemenhan Marsdya Eris Herryanto menegaskan jika kebijakan untuk meningkatkan rasio anggaran pertahanan hanya bersifat pertahanan diri. Tidak ada niat untuk menyerang negara lain atau bersifat agresif.

    "Ini terkait pertahanan diri. Kita bukan agresif tetapi mempertahankan diri. Tugas kita kan menjaga kedaulatan keutuhan wilayah," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pemerintah Akan Tingkatkan Rasio Anggaran Pertahanan

    Kemenhan Terapkan Kebijakan Zero Growth


    JAKARTA--MI: Kementerian Pertahanan akan menerapkan kebijakan pertumbuhan nol (zero growth) untuk mengatasi borosnya anggaran belanja pegawai dan belanja pemeliharaan non perawatan. Meski demikian, Kemenhan menilai masih membutuhkan personel lebih dari jumlah yang sudah ada.

    Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/5).

    "Jadi, jika sekarang komposisi anggaran untuk belanja pegawai dan non pemelihaan sekitar 50 persen dan sisanya untuk pembelian alutsista baru serta perawatan itu ke depan akan turun karena kita menerapkan kebijakan zero growth untuk pengembangan SDM," katanya.

    Kebijakan pertumbuhan nol adalah jumlah personel yang masuk dan yang keluar diatur sama. Kebijakan tersebut juga didukung dengan kebijakan pengetatan ukuran dan restrukturisasi organisasi. Dengan demikian, bujet untuk belanja pegawai diatur tetap.

    "Kita juga melakukan right sizing. Misalnya, untuk pembentukan Kodam baru di Kalbar tidak harus merekrut personel baru tapi bisa mengalokasikan personel yang ada itu. Kita juga merestrukturisasi, misalnya dengan menyesuaikan pengerahan armada laut kita yang ada. Kita kan ada armabar dan armatim kita harus melakukan penyesuaian. Prinsipnya pada pengembangan SDM kita menggunakan zero growth policy, restrukturisasi dan right sizing," tandasnya.

    Irjen Kemenhan Marsdya Eris Herryanto menyatakan meski aturan diberlakukan, hal itu tidak berarti personel TNI sudah mencukupi kebutuhan yang ada. Hanya saja, itu akan berimbas pada anggaran untuk peningkatan profesionalitas TNI yang lebih besar.

    "Kita tetap memberdayakan kewilayahan yang ada tetapi tetap mendeploy jika dibutuhkan," imbuhnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kemenhan Terapkan Kebijakan Zero Growth

    Menhan: Anggaran TNI Naik Secara Berkala


    JAKARTA- Pemerintah Indonesia secara berkala akan meningkatkan anggaran pertahanan tiap tahun hingga tahun 2014 mendatang.

    Peningkatan anggaran merupakan bagian dari upaya mewujudkan kekuatan militer minimum atau minimum essential forces yang dibutuhkan untuk menjaga seluruh wilayah dan menangkal ancaman.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (4/5/2010), usai rapat kabinet terbatas di Kementerian Pertahanan mengatakan, kebijakan tersebut telah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Penambahan anggaran ini dilakukan karena pemerintah optimistis, dalam 5 tahun ke depan, perekonomian Indonesia akan terus meningkat. Menurut Purnomo, besaran anggaran pertahanan akan meningkat dari 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 1,2 hingga 1,5 persen PDB.

    Jika dikalkulasikan dengan asumsi PDB sebesar Rp5 ribu triliun, maka aggaran pertahanan dapat mencapai Rp75 triliun. Purnomo menambahkan, dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya akan digunakan untuk membeli peralatan tempur baru bagi Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Peralatan baru tersebut tidak hanya dari dalam tetapi juga dari luar negeri.

    Tak hanya itu, penggunaan anggaran yang selama ini 50 persen lebih habis untuk belanja pegawai dan biaya rutin akan diturunkan secara berangsur-angsur. Sebab, kata dia, pemerintah menerapkan kebijakan,”zero growth pengembangan sumber daya manusia serta melakukan rightsizing dan restrukturisasi personel yang ada.”

    Restrukturisasi itu di antaranya ditempuh dengan membangun Kodam baru di Kalimantan Barat tanpa merekrut personel baru. Di saat bersamaan, Kementerian Pertahanan juga tetap menjalankan program reformasi birokrasi dan meningkatkan tingkat kesejahteraan prajurit salah satunya dengan menaikkan tunjangan lauk-pauk

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Menhan: Anggaran TNI Naik Secara Berkala

    Presiden: Saatnya Anggaran TNI Naik Signifikan

    JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan isyarat bakal menaikkan anggaran bidang pertahanan secara signifikan, karena pertumbuhan ekonomi negara semakin cemerlang.

    Dalam rapat terbatas bidang pertahanan yang berlangsung di Ruang Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Presiden menyatakan alokasi anggaran untuk pertahanan pada periode 2004-2009 jumlahnya relatif kecil.

    Kecil dalam artian bila dibandingkan dengan anggaran pertahanan negara-negara ASEAN dan negara tetangga lain. Relatif kecil juga bila dibandingkan dengan gross domestic product (GDP) Indonesia.

    “Tapi itu bisa dijelaskan karena memang prioritas anggaran pertahanan 5 tahun yang lalu periode pasca-krisis ditujukan untuk pemulihan perekonomian nasional,” terang SBY di Jakarta, Selasa (4/5/2010).

    Dengan semakin dengan besarnya GDP dan bertambahnya APBN, Presiden yakin, pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat. Bahkan bisa mencapai tujuh persen pertumbuhannya. “Sudah saatnya anggaran untuk pertahanan kita tingkatkan secara signifikan,” ujarnya.

    Agar anggaran ini betul-betul efektif, sambung SBY, maka akan disusun multi-years budgeting. Dengan strategi kebijakan pertahanan yang tepat diharapkan pada tahun 2014 postur pertahanan Indonesia sudah mendekati minimum essential forces.

    Hasir dalam rapat ini Menko Polhukam Widodo AS, Kepala BIN Sutanto, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Dirjen Anggaran Kemenkeu, Panglima TNI Jenderal Djoko Suyanto, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, Meneg PAN E.E. Mangindaan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, serta Menko Kesra Agung Laksono.

    Presiden menambahkan, bulan lalu di Kantor Kepresidenan telah digelar sidang kabinet terbatas khusus untuk mendengarkan laporan dan presentasi Menteri Pertahanan menyangkut konsep kebijakan pertahanan negara.

    Produk itu nantinya akan ditandatangani oleh presiden dan berperan sebagai dokumen strategis dalam pengelolaan pertahanan negara. Dokumen ini juga akan menjadi rujukan kebijakan pembangunan kekuatan dan modernisasi postur pertahanan Indonesia.

    “Oleh karena itu dokumen ini sangat penting, sebelum saya tandatangani, kita ingin memastikan semuanya telah dipikirkan, disusun, dan dirumuskan dengan tepat,” terangnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Presiden: Saatnya Anggaran TNI Naik Signifikan

    AS Miliki 5.113 Hulu Ledak Nuklir


    WASHINGTON--MI: Amerika Serikat Senin (3/5) mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa negara itu memiliki 5.113 hulu ledak nuklir dalam persediaannya, dan mengatakan tindakan itu akan mendorong upaya pengawasan senjata.

    "Merupakan kepentingan keamanan nasional kami untuk menjadi setransparan kami bisa mengenai program nuklir AS," kata Menlu Hillary Clinton ketika Pentagon mengungkapkan jumlah yang lama diselubungi kerahasiaan itu.

    "Kami pikir itu membangun kepercayaan, membuat lebih banyak orang mengerti apa yang Presiden (Barack Obama dan pemerintahnya berusaha lakukan," ujarnya.

    Menurut dia, dikeluarkannya perincian mengenai arsenal itu akan menyokong upaya pengawasan senjata dan juga upaya untuk mencegah meluasnya senjata nuklir.

    Hillary mengakui telah ada sejumlah perdebatan dalam pemerintah mengenai apakah akan mengungkatkan jumlah itu, atau tidak.

    "Sampai 30 September 2009, persediaan senjata nuklir AS mencapai 5.113 hulu ledak," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

    Jumlah itu mencakup hulu-hulu ledak yang siap untuk digelar dengan pemberitahuan pendek dan hulu-hulu ledak tidak aktif yang dipertahankan dalam gudang dengan status tidak operasional.

    Jumlah itu mencerminkan pengurangan 84% dari cadangan pada waktu puncaknya sebanyak 31.255 hulu ledak pada 1967 pada saat Perang Dingin, dan pengurangan 75% dari akhir 1989 ketika Tembok Berlin runtuh.

    Pemerintah AS terakhir mengungkapkan rincian mengenai cadangan itu pada 1993, yang mengeluarkan jumlah yang beredar hingga 1961.

    Hillay menyatakan dikeluarkannya jumlah itu bagaimanapun tidak bertentangan dengan keamanan nuklir negara tersebut dan bahwa para pakar telah memperkirakan cadangan AS itu.

    Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, pemerintah mengharapkan trnsparansi lagi dari Washington akan menentukan standar yang akan mendorong negara-negara untuk menjadi lebih terbuka.

    "Kami mengharapkan yang lain akan mengikuti," kata pejabat itu, yang berbicara tanpa menyebut nama, pada wartawan. "Utamanya kami ingin melihat transparansi lagi dari Cina. Kami benar-benar memiliki sedikit penglihatan pada program dan rencana mereka."

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> AS Miliki 5.113 Hulu Ledak Nuklir

    RI Berharap Konferensi Perlucutan Senjata akan Berhasil


    NEW YORK--MI: Indonesia berharap konferensi pengkajian-ulang Kesepakatan Anti-Penyebaran Nuklir (NPT), yang dimulai di New York, Senin (3/5) hingga 28 Mei, tidak mengulang kegagalan seperti konferensi sebelumnya.

    Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan Indonesia menginginkan konferensi lima tahunan itu kali ini dapat benar-benar menghasilkan kesepakatan di antara negara-negara penandatangan NPT dalam melaksanakan berbagai ketentuan traktat tersebut.

    "Kita tidak ingin melihat itu terulang. Kita ingin minimum tahun 2010 ini kita ingin menegaskan kembali komitmen yang dicapai tahun 2000 mengenai masalah 13 langkah praktis ke arah perlucutan senjata. Itu yang minimum," kata Menlu ketika ditemui setelah mengikuti pembukaan konferensi kedelapan Peninjauan Ulang NPT di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin.

    13 langkah praktis yang dimaksud Marty adalah langkah-langkah yang disetujui pada Review Conference tahun 2000, antara lain mencakup menandatangi dan meratifikasi CTBT (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty); menghentikan uji-coba peledakan senjata nuklir; melakukan negosiasi menyangkut perlucutan senjata; dan memusnahkan senjata nuklir.

    Marty hadir dalam NPT Review Conference tahun 2010 dengan dua kapasitas, yaitu sebagai Ketua Kelompok Kerja Gerakan Non Blok (GNB) untuk Perlucutan Senjata dan sebagai wakil pemerintah Indonesia.

    Saat menyampaikan pidato dalam acara pembukaan yang dihadiri oleh Sekretaris PBB Ban Ki-moon dan pejabat tinggi dari setidaknya 100 negara, termasuk Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Menlu Marty sebagai Ketua Pokja GNB menyampaikan kekecewaan kelompok yang beranggotakan 118 negara berkembang itu tentang kegagalan Konferensi Tinjau Ulang NPT tahun 2005 mengeluarkan hasil yang diharapkan.

    Kegagalan dianggap merugikan proses pembicaraan serius menuju implementasi dan komitmen yang dicapai secara konsensus pada konferensi sebelumnya pada tahun 1995 dan 2000.

    Kekecewaan yang sama soal konferensi tahun 2005 juga diutarakan Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam pidato pembukaannya sebelum Marty mendapat giliran berpidato.

    Saat menjawab pertanyaan wartawan setelah mengikuti acara pembukaan, Menlu Marty menolak menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan gagalnya Konferensi tahun 2005.

    "Masa lalu adalah masa lalu. Sekarang adalah sekarang. Mungkin kita tidak perlu terlalu mencari atau menuduh siapa yang lebih bertanggung jawab. Tapi faktanya memang 2005 kemarin terjadi kegagalan," ujarnya.

    Momentum
    Yang penting, tegas Menlu Marty, semua pihak perlu memanfaatkan momentum saat ini yang dinilai cukup menjanjikan dalam bidang perlucutan senjata untuk membuat kemajuan dalam implementasi NPT.

    Ia merujuk kepada KTT Pengamanan Nuklir di Washington, konferensi tingkat menteri di Tehran serta tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia untuk mengurangi senjata nuklir kedua negara melalui sebuah traktat (START), sebagai beberapa kemajuan yang perlu dimanfaatkan sebagai momentum.

    Dalam memanfaatkan momentum tersebut, Indonesia sendiri antara lain pada pekan lalu telah mengumumkan rencananya mensahkan Kesepakatan Pelarangan Menyeluruh Uji-coba Nuklir (CTBT atau Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty).

    "Itu kontribusi nyata kita --di samping peran kita sebagai koordinator (kelompok kerja tentang perlucutan senjata) Gerakan Non-Blok," kata Marty.

    Traktat pelarangan uji-coba nuklir yang disahkan pada 10 September 1996 itu sudah ditandatangani oleh 182 negara namun hingga kini belum bisa diberlakukan.

    Kesepakatan tersebut akan mulai diberlakukan jika 44 negara yang ada di dalam daftar sebagai negara pemilik teknologi nuklir di dunia sudah meratifikasinya.

    Saat ini, dari 44 negara tersebut, tersisa sembilan negara yang belum meratifikasi kesepakatan itu, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, China, Korea Utara, Iran, Israel, Pakistan, India dan Mesir.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> RI Berharap Konferensi Perlucutan Senjata akan Berhasil

    121 Prajurit TNI-AL Latihan Perang Elektronik


    Surabaya - Sebanyak 121 prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) berpangkat tamtama hingga bintara berlatih perang dengan menggunakan peralatan elektronik.

    Kegiatan latihan perang tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronik Koarmatim Kolonel Laut (E) Tatang Sukaeji di Gedung Nala, Makoarmatim, Surabaya, Senin.

    "Latihan yang berlangsung hingga 11 Mei 2010 itu berisikan sejumlah materi latihan peperangan," katanya.

    Materi latihan yang harus dijalani para awak kapal perang Republik Indonesia itu, meliputi pembekalan, diskusi, dan taktik peperangan di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal), sedangkan praktik lapangan di Makoarmatim.

    Tatang mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan, meningkatkan kemampuan personel pengawak, dan menguji peralatan elektronik TNI AL dalam melaksanakan tugas dan operasi yang dilaksanakan.

    Ia berharap, latihan ini nantinya dapat terukur tingkat kesiapan peralatan, tingkat pengetahuan, dan keterampilan pengawak peralatan dalam melaksanakan peperangan.

    "Seperti kita ketahui bersama, peralatan TNI-AL saat ini masih terbatas sehingga akan banyak kesulitan yang akan mempengaruhi jalannya latihan, tapi berdasar pada pengalaman dari latihan-latihan terdahulu, saya percaya dan optimistis setiap personel, baik secara individu maupun tim, dapat melaksanakan latihan ini secara maksimal dan lebih baik dari tahun lalu," katanya.

    Ia juga berpesan kepada peserta latihan agar melaksanakan latihan ini dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh. "Kepada para penilai dan pengawas latihan, laksanakan penilaian latihan ini seobjektif mungkin. Berikan evaluasi dan arahan-arahan yang berguna bagi peningkatan kualitas peserta latihan," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> 121 Prajurit TNI-AL Latihan Perang Elektronik

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.