ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, April 21, 2010 | 10:06 PM | 0 Comments

    TNI AL Ajukan Rp 50 Miliar untuk Sistem Persenjataan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengajukan dana sebesar Rp 50,2 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010. Jumlah itu berasal dari APBN-Perubahan 2010 Kementerian Pertahanan sebesar Rp 2,7 triliun. Rencananya, Angkatan Laut akan menggunakan anggaran itu untuk meningkatkan kemampuan sistem persenjataan.

    Menurut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono, dengan dana itu Angkatan Laut membuat rencana strategis yang akan terpenuhi dalam jangka waktu 15 tahun. “Seperti pengadaan kapal patroli, persenjataan pasukan khusus, dan stamper boat,” kata Agus di Sekolah Staff dan Komando Angkatan Laut, Rabu (21/4). Dana sebesar Rp 50,2 miliar tersebut, seluruhnya habis terserap untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan.

    Pengefektifan APBN-P di sistem persenjataan itu, Agus melanjutkan, ditujukan untuk mencapai rencana TNI dalam menerapkan kekuatan pokok minimum atau zero growth. Pada kekuatan pokok minimum, Angkatan Laut mengefisienkan jumlah personil dan meningkatkan kemampuan persenjataan pasukan. “Karenanya, kami akan fokus pada pengadaan alutsista, peningkatan kemampuan alutsista, dan penghapusan kapal tidak yang produktif.”

    Untuk pengadaan sistem persenjataan dan penghapusan kapal yang tidak produktif lagi, Agus tidak menjelaskannya. Namun untuk peningkatan kemampuan sistem persenjataan, Agus mencontohkan penambahan peluru kendali dari Rusia pada kapal Angkatan Laut yang berasal dari Jerman. Dan teknis penambahan kemampuan persenjataan kapal tersebut, Angkatan Laut akan melibatkan industri dalam negeri. “Pemasangan dan tansfer teknologinya menggunakan industri dalam negeri, agar ke depannya Indonesia bisa membuat sendiri,” ujar Agus.

    Di kesempatan berbeda, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI I Wayan Midhio, mengatakan dari anggaran Rp 2,7 triliun itu, Kementerian Pertahanan membaginya berdasar prioritas peralatan yang akan dibeli.

    Anggaran itu yakni untuk senjata dan perlengkapan amunisi sebesar Rp 739 miliar, anggaran kendaraan bermotor sejumlah Rp 179 miliar, anggaran suku cadang sebesar Rp 366 miliar, anggaran untuk peralatan khusus sebesar Rp 799 miliar, dana untuk alat perlengkapan khusus senilai Rp 101 miliar, dana alat kesehatan prajurit sebesar Rp Rp 119 miliar, alat komunikasi sejumlah Rp 173 miliar, anggaran kantor dan rumah dinas sejumlah Rp 224 miliar, serta dana untuk pengembangan sistem sejumlah Rp 20 miliar. “Alokasi alutsista jadi prioritas utama dalam APBN-P 2010,” kata Wayan.

    Anggota Komisi I Bidang Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Tubagus Hasanudin, mengatakan Dewan masih mempertimbangkan permintaan anggaran senilai Rp 2,7 triliun dari Kementerian Pertahanan itu. “Kami masih mempelajarinya, mungkin akhir bulan April baru ada keputusan.” Komisi I, lanjut Tubagus, masih memerlukan penjelasan serta penjabaran dari Kementerian Pertahanan mengenai rincian anggaran yang diminta itu. “Ada tiga yang kami lihat, nilai guna, transparansi penggunaan, kemampuan negara,” ujar Tubagus.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI AL Ajukan Rp 50 Miliar untuk Sistem Persenjataan

    WAKASAD BUKA SIMPOSIUM DAN PAMERAN TEKNOLOGI SURVEI PEMETAAN


    DISPENAD (21/4),- Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo membuka sekaligus sebagai Keynote Speech Simposium dan Pameran Teknologi Survei Pemetaan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-64 Topografi Angkatan Darat Tahun 2010.

    Adapun tema yang diambil, “Penyediaan Informasi Geografi/Medan Untuk Kepentingan Pertahanan Negara” di Markas Direktorat Topografi Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (20/4).

    Wakasad mengatakan, permasalahan penyediaan informasi Geografi/Medan untuk kepentingan pertahanan negara, saat ini bukan lagi menjadi milik ekseklusif Topografi Angkatan Darat saja, namun menjadi milik dan perhatian bersama. Para pemangku kepentingan (Stake Holder) segenap pihak yang terkait dengan penyelenggaraan penyediaan data atau informasi Geografi, baik Pemerintah, Swasta, Masyarakat maupun TNI.

    Menurut Wakasad, membahas aspek Geografi berarti membicarakan hubungan saling mempengaruhi dalam konteks keruangan (special relationship) antara manusia dengan lingkungan sebagai wadahnya. Dalam kepentingan pertahanan Negara, kebutuhan informasi Geografi tidak dibatasi secara sempit hanya mencakup medan dan cuaca, namun termasuk juga informasi tentang kondisi dan sebaran penduduk, politik, ekonomi, sosial budaya, sarana, dan prasarana serta sumberdaya alam.

    Wakasad menegaskan, dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan darat nasional dengan Negara lain, Topografi Angkatan Darat berperan membuat tanda batas yang jelas dan tegas serta membuat peta Topografi wilayah perbatasan darat yang menggambarkan informasi garis batas darat antar Negara. Peta Topografi wilayah perbatasan harus disertai data atribut yang menjelaskan tugu–tugu batas, yang meliputi jenis, jumlah dan koordinat tugunya, disertai dengan informasi tentang kondisi wilayahnya. Informasi ini kemudian digunakan oleh satuan jajaran TNI Angkatan Darat yang bertugas di pos–pos pengamanan perbatasan.

    Sementara itu Direktur Topografi Angkatan Angkatan Darat (Dirtopad) Kolonel Ctp Sutirsno mengatakan, dalam rangka memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-64 Topografi pada tanggal 26 April 2010. Direktorat Topografi sengaja berinisiatif untuk mengadakan kegiatan simposium dan pameran teknologi survey pemetaan dengan tujuan agar simposium dan pameran ini setidaknya mampu menjadi pendorong dan rintisan bagi terwujudnya saling pengertian dan kerjasama yang lebih erat diantara komunitas Survey Pemetaan Nasiopnal dalam rangka penyediaan informasi Geografi untuk kepentingan pertahanan negara.

    Dirtopad mengungkapkan, saat ini ada 14 instansi Pemerintah Pusat dan Instansi Swasta yang melakukan kegiatan survey dan pemetaan, namun sayangnya belum ada koordinasi yang baik, sehingga sering terjadi tumpang tindih kegiatan survey dan pemetaan pada daerah yang sama dengan metodologi teknis yang berbeda.

    Sumber: TNI
    Readmore --> WAKASAD BUKA SIMPOSIUM DAN PAMERAN TEKNOLOGI SURVEI PEMETAAN

    TNI AL DAN ROYAL AUSTRALIA NAVY LAKSANAKAN PATROLI TERKOORDINASI


    DISPENAL (21/4),- TNI Angkatan Laut bersama-sama dengan Angkatan Laut Australia atau Royal Australian Navy (RAN) menggelar operasi patroli maritim terkoordinasi (Coordinated Patrol) di perairan perbatasan Indonesia – Australia atau tepatnya di selatan P. Timor yakni Perairan Ashmore sebagai upaya mencegah kegiatan maritime illegal di perairan tersebut.

    Pelaksanaan patroli terkoordinasi akan berlangsung kurang lebih delapan hari, sejak tanggal 17 s.d. 25 April 2010, demikian disampaikan Kadispenal, Kolonel Laut (P) Herry Setianegara, S. Sos, S.H., M.M. Patroli terkoordinasi antara TNI AL dan RAN dibuka secara resmi oleh Komandan Lantamal VII/Kupang, Laksamana Pertama TNI Amri Husain, didampingi oleh Kepala Staf Guspurlaarmatim Kolonel Laut (P) I Nyoman Nesa, Jumat (16/4).

    Sedangkan dari pihak Australia, turut hadir pada upacara pembukaan Komandan Northern Command, Commodore RAN D.J. Gwyther, beserta beberapa staf RAN. Pada patroli ini, TNI Angkatan Laut menurunkan dua unsur KRI yakni KRI Wiratno–879 dan KRI Hasan Basri–882 serta satu unit pesawat Cassa U-622, sedangkan RAN mengerahkan unsurnya kapal HMAS Maryborough dan satu pesawat Patroli Maritim RAAF jenis P3C Orion.

    Dari pihak Indonesia Danguspurlaarmatim, Laksamana Pertama TNI Widodo S.E., ditunjuk selaku Dansatgas sedangkan dari pihak Australia ditunjuk Comodore RAN D.J. Gwyther. KRI Hasanbasri-882 dan KRI Wiratno-879 selanjutnya akan bertolak dari Kupang menuju ke Darwin pada Senin (26/4) untuk menghadiri upacara penutupan yang direncanakan pada tanggal 27 April 2010 di Markas Komando Northen Command di Darwin, demikian disampaikan Kadispenal.

    Sumber: TNI
    Readmore --> TNI AL DAN ROYAL AUSTRALIA NAVY LAKSANAKAN PATROLI TERKOORDINASI

    TNI Tender Ulang Pengadaan Dua Kapal Selam

    JAKARTA--MI: TNI Angkatan Laut melakukan tender ulang terhadap pengadaan dua kapal selam baru, yang semula akan diadakan pada 2010-2011.

    Ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/4), Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, karena rencana pengadaan sebelumnya belum disetujui maka pihaknya melakukan tender ulang terhadap pengadaan dua kapal selam tersebut.

    "Ya sudah dimulai, dan pesertanya bisa dari pemain-pemain lama atau baru. Kami tidak tahu, yang jelas kami lakukan tender ulang karena kapal selam ini memang sangat kami butuhkan," katanya, usai menghadiri Forum Strategi TNI Angkatan Laut 2010.

    Pengadaan dua unit kapal selam itu dibiayai fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai 700 juta dolar Amerika Serikat, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004-2009.

    "Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya, serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang dimiliki negara tetangga," kata Kasal. Pada tender pertama, dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman, Perancis, Korea Selatan, dan Rusia, TNI Angkatan Laut telah menetapkan dua negara produsen sesuai kebutuhan yaitu Korea Selatan dan Rusia.

    Rencananya, dari dua pilihan itu akan diuji kembali mana spesifikasi kapal selam yang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Tender Ulang Pengadaan Dua Kapal Selam

    TNI Tender Ulang Pengadaan Dua Kapal Selam

    JAKARTA--MI: TNI Angkatan Laut melakukan tender ulang terhadap pengadaan dua kapal selam baru, yang semula akan diadakan pada 2010-2011.

    Ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/4), Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, karena rencana pengadaan sebelumnya belum disetujui maka pihaknya melakukan tender ulang terhadap pengadaan dua kapal selam tersebut.

    "Ya sudah dimulai, dan pesertanya bisa dari pemain-pemain lama atau baru. Kami tidak tahu, yang jelas kami lakukan tender ulang karena kapal selam ini memang sangat kami butuhkan," katanya, usai menghadiri Forum Strategi TNI Angkatan Laut 2010.

    Pengadaan dua unit kapal selam itu dibiayai fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai 700 juta dolar Amerika Serikat, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004-2009.

    "Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya, serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang dimiliki negara tetangga," kata Kasal. Pada tender pertama, dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman, Perancis, Korea Selatan, dan Rusia, TNI Angkatan Laut telah menetapkan dua negara produsen sesuai kebutuhan yaitu Korea Selatan dan Rusia.

    Rencananya, dari dua pilihan itu akan diuji kembali mana spesifikasi kapal selam yang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Tender Ulang Pengadaan Dua Kapal Selam

    Seoul Tolak Penyebaran Kembali Senjata Nuklir AS

    SEOUL--MI: Korea Selatan Rabu (21/4) menolak penyebaran kembali senjata-senjata nuklir Amerika Serikat di wilayahnya sebagai jawaban atas ancaman persenjataan nuklir Korea Utara.

    "Hal itu tidak pernah menjadi pilihan kami," kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yu Myung-Hwan, dalam suatu ceramah. "Penyebaran kembali persenjataan nuklir harus sesuai dengan perjanjian dalam rangka keamanan global, dan berkaitan dengan itu, koordinasi kebijakan dengan Amerika Serikat adalah sebagai bagian dari strategi nuklir global yang pelik," katanya.

    Persenjatan taktis nuklir AS dilaporkan ditarik dari Korea Selatan pada awal 1990-an, meski militer AS mempertahankan kebijakan "tanpa konfirmasi ataupun penolakan" berkaitan dengan keberadaan persenjataan nuklirnya di wilayah-wilayah tertentu.

    Presiden AS, Barack Obama, telah berjanji akan membebaskan dunia dari senjata nuklir, dan pada awal bulan ini menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) yang diikuti 47 negara di Washington, yang membahas dihentikannya bahan-bahan baku nuklir jatuh ke tangan kelompok garis keras.

    Korea Selatan sendiri akan menjadi tuan rumah bagi KTT besar nuklir pada 2012 mendatang, dan Yu mengatakan, dia berharap kesempatan itu akan digunakan untuk menekan Pyongyang. "KTT itu akan memberikan pesan atau peringatan terakhir kepada Korea Utara, agar Pyongyang menyerahkan persenjataan nuklirnya. Ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Korea Utara untuk melakukannya," katanya.

    Korea Utara, menurut Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, pada bulan ini, telah memiliki "antara satu sampai enam senjata nuklir." Korea Utara tahun lalu membuat kejutan kepada perundingan enam negara, karena dia berjanji akan menghentikan program nuklirnya untuk mendapatkan imbalan jaminan keamanan dan bantuan ekonomi.

    Pada Selasa, Yu memperingatkan, bahwa perundingan enam negara yang terhenti tidak akan dilanjutkan jika Seoul mendapati, bahwa negara komunis itu terlibat dalam penenggelaman salah satu kapal perang di perairan peratasan yang mereka sengketakan. Karamnya kapal korvet berbobot 1.200 ton di Laut Kuning bulan lalu, setelah terjadi ledakan misterius pada kapal tersebut, telah meningkatkan ketegangan lintas perbatasan.

    Terdapat kecurigaan-kecurigaan terhadap Korea Utara, meskipun Seoul tidak langsung menuduh Pyongyang terlibat dalam ledakan yang menyebabkan karamnya kapal itu. Perundingan enam negara melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, AS, Rusia dan China sebagai penyelenggara.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Seoul Tolak Penyebaran Kembali Senjata Nuklir AS

    Dua Helikopter Kolombia Jatuh


    BOGOTA, KOMPAS.com — Dua helikopter bertabrakan lalu jatuh di Kolombia barat daya, Selasa (20/4/2010). Kecelakaan itu menewaskan enam personel militer termasuk seorang jenderal dan melukai lima orang lainnya.

    Peristiwa tragis tersebut terjadi dalam peresmian satu pangkalan militer di Tolima, bagian barat daya Kolombia, kata Pasukan Militer Kolombia dalam satu pernyataan. Kedua helikopter itu, satu Bell 222 dari Vertical Aviation dan satu lagi jenis Huey milik Angkatan Bersenjata Kolombia, bertabrakan ketika sedang naik.

    Di antara korban tewas adalah Brigadir Jenderal Fernando Joya Duarte, komandan pasukan militer di sebelah selatan Tolima, dua kolonel, dan tiga prajurit. Pemerintah menyatakan, satu komisi teknis Angkatan Udara telah dikirim untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Dua Helikopter Kolombia Jatuh

    TNI AL Tahan 53 Pencari Ikan Asal Thailand


    SURABAYA--MI: TNI Angkatan Laut (AL) menahan 53 pencari ikan asal Thailand yang memasuki perairan wilayah Indonesia secara ilegal dengan menumpang kapal pencari ikan berbendera Indonesia.

    "Para pencari ikan asal Thailand itu kini kami tahan di Lantamal (Pengkalan Utama TNI Angkatan Laut) IX/Ambon," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Toni Syaiful di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/4).

    Penangkapan warga negara Thailand itu berawal dari patroli keamanan laut oleh Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Multatuli-561 dari jajaran Koarmatim. Saat melintas di perairan laut sekitar Ambon, kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Sufenri itu mendapati kapal motor (KM) Samudra Jaya VII yang dinakhodai Antonius Matital.

    Dalam pemeriksaan, dari 31 anak buah kapal (ABK) KM Samudra Jaya sebanyak 27 di antaranya berkewarganegaraan Thailand. Saat itu kapal berbobot mati 497 gross ton tersebut sedang mengangkut 21.000 bal berbagai jenis ikan.

    Penangkapan 26 warga Thailand lainnya dilakukan di atas KM Maribu-8 yang dinakhodai Jacob Watimena. Kapal berbobot mati 174 gross ton itu juga kedapatan mengangkut 70 ton berbagai jenis ikan.

    "Kedua kapal tersebut diamankan pada saat lintas laut dari fhising ground (lokasi penangkapan ikan) menuju Ambon," kata Toni. Ia juga mengatakan, kedua kapal motor tersebut telah melanggar ketentuan penggunaan tenaga kerja asing dan pelanggaran kelengkapan dokumen.

    Pada saat yang hampir bersamaan, KRI Wiratno-879 yang dikomandani Mayor Laut (P) Bambang Darmawan juga menangkap KM Sanjaya-61 di sekitar perairan Pulau Sawu. Kapal ikan berbendera Indonesia tersebut dinakhodai Kung Toni, warga negara Indonesia dengan jumlah ABK sebanyak 12 orang, semuanya warga negara Indonesia.

    Ketika diperiksa, kapal berbobot 29 gross ton tersebut yang mengangkut satu ton ikan berbagai jenis itu tidak memiliki buku pelaut dan ternyata surat izin penangkapan ikannya sudah tidak berlaku lagi. Untuk proses penyidikan ABK dan awak KM Sanjaya diamankan di Lantamal
    VII/Kupang.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI AL Tahan 53 Pencari Ikan Asal Thailand

    Paskhas di Pontianak Jaga Perbatasan RI


    PONTIANAK, KOMPAS.com - Mayor Psk Rana Nugraha memimpin Batalyon 465 Pasukan Khas Lapangan Udara Supadio Pontianak menggantikan pejabat lama Letnan Kolonel Psk Anis Nurwahyudi.
    Batalyon Paskhas 465 Lanud Supadio mempunyai peranan yang cukup strategis dalam menjaga kedaulatan udara NKRI terutama kawasan perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) - Malaysia Timur (Sarawak).
    -- Eris Widodo

    Komandan Wing I Paskhas Lanud Supadio Pontianak Kolonel Psk Eris Widodo di Pontianak, Rabu, mengatakan pergantian atau mutasi jabatan adalah sesuatu yang biasa terjadi untuk menciptakan organisasi yang sehat dan dinamis.

    Ia menjelaskan, Batalyon Paskhas 465 Lanud Supadio mempunyai peranan yang cukup strategis dalam menjaga kedaulatan udara NKRI terutama kawasan perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) - Malaysia Timur (Sarawak). "Paskhas 465 merupakan ujung tombak satuan tempur darat guna menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman musuh," katanya.

    Dalam kesempatan itu, Eris berpesan kepada seluruh prajurit Paskhas 465 Lanud Supadio agar selalu bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya, meskipun kondisi saat ini masih dalam serba keterbatasan. "Saya yakin dengan tekad dan semangat pengabdian tanpa pamrih, maka tugas seberat apapun akan dengan mudah dilalui," ujarnya.

    Eris dalam sambutan tertulisnya tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama Letkol Psk Anis Nurwahyudi beserta istri yang telah mengabdikan diri demi kemajuan Paskhas 465 Lanud Supadio Pontianak.

    "Kepada pejabat baru Mayor Psk Rana Nugraha saya ucapkan selamat menjalankan tugas, semoga selama menjalankan tugasnya mendatang mampu memberikan kontribusi yang membangun," kata Eris.

    Pejabat lama Letkol Psk Anis Nurwahyudi akan menjabat sebagai Komandan Detasemen Korps Paskhas Lanud Sulaiman Bandung. Sementara Mayor Psk Rana Nugraha sebelumnya menjabat sebagai Staf Intelijen di Markas Komando Korps Paskhas.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Paskhas di Pontianak Jaga Perbatasan RI

    Rika Andiarti, Wanita Ahli Roket dan Kedirgantaraan


    JAKARTA - Tidak banyak wanita yang bekerja di bidang kedirgantaraan, dan Rika Andiarti merupakan salah satunya.

    Rika, demikian dia akrab disapa, baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Wanita berjilbab ini membawahi puluhan insinyur dan pakar di bidang kedirgantaraan yang hampir didominasi oleh kaum pria.

    Sebelumnya, masih di LAPAN, dia menjadi Kepala Bidang Kendali Roket. Dengan keahliannya, Rika yang memiliki spesialisasi sebagai control engineering turut bersumbangsih dalam pembuatan roket. Salah satunya RX-420, yang merupakan roket terbesar yang dibuat LAPAN sebagai peluncur satelit Indonesia.

    Lulusan S3 bidang teknik kontrol Ecole Centrale Nantes, di Nantes, Prancis ini mengaku sangat senang dengan pekerjaannya. Menurutnya, pekerjaan di bidang ini sangat menantang. "Yang bekerja di bidang ini tidak banyak. Ini sangat menantang, benar-benar mengandalkan ilmu yang dimiliki sendiri. Karena ilmu seperti ini (kedirgantaraan) tidak terbuka," terang Rika saat berbincang dengan Okezone.

    Ibu dua orang anak ini menuturkan tidak ada kendala berarti selama menjalani pekerjaannya yang berkesan 'jantan'. "Mungkin bagi sebagian orang bidang ini terkesan macho, namun sebenarnya tidak begitu.Wanita-wanita yang bergerak di bidang ini, termasuk saya, lebih sering menangani pekerjaan yang bersifat non-fisik seperti desain, analisa dan membuat simulasi," jelasnya, seraya menegaskan bahwa pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama dan bisa bersaing untuk maju dalam hal apa pun.

    Meski dikenal sebagai wanita yang ahli di bidang teknologi kedirgantaraan, Rika merasa dirinya tidak seperti itu. Menurut wanita kelahiran Sukabumi, 30 Januari 1967 tersebut, teknologi kedirgantaraan, seperti pembuatan roket, bersifat multidisiplin ilmu. "Saya tidak merasa ahli. Tim yang terlibat, termasuk saya, memiliki spesialisasi masing-masing dan terjun kesitu," katanya.

    Itu sebabnya, dia pun tidak merasa bangga berlebihan, karena masih banyak target yang ingin dia capai bersama dengan timnya. Salah satunya adalah, menerbangkan satelit dengan roket buatan negeri sendiri pada 2014 mendatang. Saat ini Rika dan tim LAPAN tengah fokus pada pengembangan roket peluncur satelit yang lebih besar dari RX-420, yaitu RX-530.

    Menyambut hari Kartini, Rika berpesan kepada para wanita Indonesia untuk memupuk cita-cita setinggi-tingginya. "Kodrat sebagai wanita jangan dijadikan penghalang untuk mencapai apa yang kita inginkan," tandasnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Rika Andiarti, Wanita Ahli Roket dan Kedirgantaraan

    Korut Adakan Uji Nuklir Ketiga


    SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara telah mengadakan persiapan-persiapan untuk melakukan uji nuklirnya yang ketiga, yang diperkirakan Mei atau Juni depan, kata penyiar televisi Korea selatan YTN melaporkan Selasa (20/4/2010), mengutip seorang sumber diplomat yang tak disebut namanya.

    Korea Utara telah memboikot perundingan-perundingan perlucutan senjata nuklir internasional selama setahun, dan mengajukan beberapa syarat untuk kembali ke meja perundingan, termasuk menghentikan sanksi-sanksi yang dikenakan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setelah pihaknya melakukan uji coba terakhir senjata nuklirnya pada Mei 2009, yang menghantam keras ekonominya.

    Persiapan-persiapan tersebut telah dimulai sejak Februari, dengan melibatkan tingkat kepakaran teknik yang penting untuk memperbaiki dua kali uji coba yang pertama, yang dianggap sebagian berhasil baik, kata YTN mengutip sumber-sumber dekat dengan masalah itu.

    Para penjabat kementerian luar negeri Korea Selatan tidak segera bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya mengenai laporan ini.

    Korea Utara mencabut kesertaannya dalam perundingan enam negara yang berupaya menghentikan program nuklirnya sejak April tahun lalu.

    Enam negara yang terlibat dalam perundingan itu termasuk Korea Selatan, Korea Utara, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan China sebagai tuan rumah.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korut Adakan Uji Nuklir Ketiga

    CN-235 akan dipamerkan di Bangladesh



    CN 235 di Singapore Airshow

    JAKARTA, KOMPAS.com - CN-235, Merupakan sebuah produk pesawat di Indonesia oleh industri strategis PT Dirgantara Indonesia (PT DI), akan ditampilkan di Expo Indonesia 2010 di Bangladesh pada 11 Mei 13, tahun 2010.

    Duta Besar Indonesia di Dhaka Zet Mirzal Zainuddin mengatakan pameran akan menampilkan berbagai produk ekspor industri strategis dan non-strategis di Indonesia.

    Beberapa produk industri strategis termasuk CN-235 PT DI, kendaraan militer dan peralatan PT PINDAD, dan pelatih kereta api PT INKA.

    Produk otomotif juga akan ditampilkan pada acara tersebut yang mencakup kendaraan serbaguna seperti Suzuki APV, Toyota Avanza, dan produk GT.

    Indonesia Expo 2010 bertema "Integrated 2010 Expo: Discover Indonesia, the Beauty Unlimited".

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> CN-235 akan dipamerkan di Bangladesh

    Korsel Tangkap Dua Agen Rahasia Korut



    Tentara Korea Utara

    SEOUL--MI: Pihak keamanan Korea Selatan menangkap dua mata-mata Korea Utara yang merencanakan untuk membunuh seorang pembelot berpangkat tinggi. Demikian menurut laporan, Selasa (20/4).

    Kedua orang dari unit spionase militer Korea Utara itu ditahan oleh para pejabat intelijen Korea Selatan setelah mereka tiba di Seoul dengan perintah untuk membunuh Hwang Jang-Yop, kata kantor berita Korsel Yonhap.

    Hwang, arsitek ideologi juche atau kepercayaan pada diri sendiri, rezim Korea Utara, pernah menjabat sekretaris Partai Pekerja yang berkuasa dan tutor pemimpin Korut Kim Jong-Il. Ia membelot pada 1997, saat melakukan kunjungan ke Beijing, dan menjadi pejabat berpangkat paling tinggi yang pernah melarikan diri dari negara komunis bergaris keras itu.

    Hwang, yang berusia 87 tahun, sekarang tinggal di bawah penjagaan di sebuah alamat rahasia di Korea Selatan untuk mencegah setiap upaya Korea Utara untuk membunuhnya. Ia telah menerima beberapa ancaman kematian.

    Beberapa jaksa penuntut, seperti dikutip kantor berita Yonhap, mengatakan kedua mata-mata Korea Utara itu masuk dengan diam-diam ke Thailand pada akhir Desember melalui China, menyamarkan diri mereka sebagai pembelot. Mereka kemudian dikirim ke Korea Selatan.

    Orang-orang Korea Utara itu dikenali sebagai Kim dan Tong, keduanya berusia 36 tahun, telah dilatih sebagai mata-mata sejak 2004, menurut Yonhap. Laman resmi Korea Utara Uriminzokkiri, menyiarkan komentar pada 5 April yang mengancam Hwang dengan kematian karena kecamannya atas rezim Pyongyang. "Kalian mestinya tidak lupa, pengkhianat senantiasa dibunuh dengan pisau," katanya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korsel Tangkap Dua Agen Rahasia Korut

    Palestina Pasti Berdiri


    Helikopter Israel terbang di atas kota tua Jerusalem dalam parade memperingati hari jadi ke-62 negara Israel, Selasa (20/4). Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengungkapkan bahwa Israel sudah seharusnya mendengarkan apa kata dunia agar tidak terus selama bertahun-tahun menguasai rakyat Palestina.


    Kairo, Kompas - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dalam wawancara dengan radio Israel pada hari Senin (19/4) menegaskan, Israel harus mengakhiri pendudukannya di wilayah Palestina dan harus menyerahkan semua urusan Palestina kepada mereka sendiri, cepat atau lambat.

    ”Negara Palestina akan pasti berdiri pada masa mendatang, suka atau tidak suka, dicegah atau tidak,” kata Barak kepada radio Israel dalam peringatan tahunan tewasnya serdadu Israel dalam berbagai peperangan.

    Dalam peringatan tewasnya serdadu Israel dalam berbagai peperangan itu, tercatat sebanyak 22.684 serdadu Israel tewas dan 3.971 warga sipil Israel tewas.

    Barak melanjutkan, dunia sudah tidak menerima lagi berlanjutnya kekuasaan Israel atas rakyat lain beberapa dekade lagi. Karena itu, lanjutnya, tidak ada solusi lagi kecuali membiarkan mereka (Palestina) memerintah sendiri.

    Barak juga menegaskan, tidak ada alasan meletusnya perang baru di Timur Tengah pada musim panas mendatang. Ia mengungkapkan, Israel tidak berniat melancarkan perang apa pun saat ini.

    Penegasan Barak itu menanggapi pernyataan Raja Abdullah II dari Jordania kepada harian Chicago Tribune pertengahan April lalu bahwa kemungkinan meletus perang baru di Timur Tengah pada musim panas nanti jika proses perdamaian Israel-Palestina tetap tidak bergerak.

    ”Israel memiliki kekuatan dan kepercayaan diri yang cukup untuk mencapai solusi atas dasar prinsip dua negara. Bila mencapai solusi itu tidak mungkin, tanggung jawab harus dipikul pihak lain (Palestina),” katanya.

    Menhan Israel itu juga menyatakan, krisis diplomasi antara Israel dan AS terakhir ini tidak menguntungkan Israel. Ia meminta PM Israel Benjamin Netanyahu segera mengakhiri krisis hubungan dengan AS.

    ”Kita harus mengubah situasi ini dengan cara menawarkan inisiatif politik yang mencakup masalah-masalah inti dalam konflik dengan Palestina,” tandas Menhan Israel itu.

    Menurut Barak, jika harus memperluas koalisi pemerintahan untuk mencapai tujuan tersebut (memperbaiki hubungan dengan AS), maka harus dilakukan.

    Para pengamat menyebut, Barak bermaksud kemungkinan bisa mengajak Partai Kadima pimpinan Tzipi Livni dalam koalisi pemerintahan untuk memperbaiki hubungan dengan AS melalui cara memenuhi tuntutan Washington.

    Seperti dimaklumi, perundingan Israel-Palestina macet total sejak Desember 2008. Upaya AS hingga saat ini gagal untuk memulai lagi perundingan Israel-Palestina itu.

    AS sendiri akhirnya terlibat krisis hubungan dengan Israel akibat perbedaan pendapat soal permukiman Yahudi.

    Puncak krisis

    Krisis hubungan AS-Israel mencapai puncaknya ketika Israel mengumumkan pembangunan 1.600 rumah baru di Jerusalem Timur, pada saat Wakil Presiden AS Joe Biden berkunjung ke Israel bulan lalu.

    Obama ketika bertemu Netanyahu di Washington bulan Maret lalu mengajukan 13 tuntutan kepada Israel sebagai solusi mengakhiri krisis hubungan AS-Israel. Di antara tuntutan AS itu adalah membekukan pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Namun, anggota koalisi pemerintah Netanyahu yang berintikan dari partai agama dan ultranasionalis kanan Israel menolak memenuhi tuntutan AS itu.

    Akan tetapi, sikap PM Israel Benjamin Netanyahu bertolak belakang dengan Menhan Ehud Barak. Netanyahu dalam peringatan tewasnya serdadu Israel itu malah mengkritik Presiden AS Barack Obama.

    Menurut Netanyahu, tuntutan Obama untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur tidak rasional dan mustahil bagi Israel menerima tuntutan tersebut.

    Ia menegaskan, pembangunan permukiman Yahudi sudah ada sejak era Golda Meir, Yitzhak Rabin, Shimon Peres, dan Israel tidak menghadapi tuntutan keras dari AS seperti saat ini.

    Ia meminta Palestina memulai perundingan langsung dengan Israel tanpa prasyarat. Adapun Palestina selama ini menuntut Israel menghentikan dahulu pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur sebelum memulai perundingan damai.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Palestina Pasti Berdiri

    Kapal Korsel Ditembaki Torpedo


    Seoul, Selasa - Hubungan negara serumpun Korea Selatan dan Korea Utara menegang lagi. Ketegangan muncul setelah tim penyelidik Korsel memastikan bahwa kapal korvetnya berbobot 1.200 ton, KM Cheonan, yang tenggelam 26 Maret, diduga ditembaki torpedo Korut.

    Seorang aktivis berbasis di Seoul, Selasa (20/4), menuduh tentara Korut ada di balik insiden tenggelamnya Cheonan. Aktivis mengutip penjelasan seorang perwira militer dari Korut yang mengaku bertanggung jawab atas musibah ”peledakan” hingga kapal tenggelam. Saat itu 58 awak selamat dan 38 orang tewas.

    Hasil investigasi tim Korsel tidak lama setelah insiden itu menjelaskan, kapal meledak bukan dibom, melainkan ditembaki torpedo. Penyelidik belum memastikan asal torpedo. Penjelasan aktivis semakin menegaskan dugaan pejabat Korsel sebelumnya bahwa torpedo itu ditembakkan Angkatan Laut Korut.

    Terkait kasus Cheonan, Seoul tetap tidak terang-terangan menyalahkan Pyongyang. Korut menyangkal bahwa torpedo yang menyasar ke korvet Korsel itu berasal dari angkatan lautnya. Persoalan ini membuat hubungan kedua negara tegang lagi. Korut, Selasa, mengancam mengakhiri proyek kerja sama di sebuah kawasan industri di perbatasan kedua negara, tepatnya di Kaesong.

    Kedua Korea ini memang tidak pernah menandatangani perjanjian damai sejak Perang Korea 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata. Meski begitu, kedua negara serumpun itu sudah tiga kali terlibat bentrokan bersenjata di wilayah perbatasan laut. Terakhir terjadi pada November lalu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Korsel Ditembaki Torpedo

    Tuesday, April 20, 2010 | 10:31 PM | 1 Comments

    Rudal Iran Bisa Jangkau Amerika Pada 2015

    TEMPO Interaktif, Washington - Kemampuan rudal Iran bakal terus meningkat dan lima tahun lagi peluru kendali negara itu dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat.

    Laporan Departemen Pertahanan Amerika (Pentagon) hari ini menyebutkan strategi militer Negeri Mullah itu dirancang untuk mempertahankan diri dari serangan luar atau ancaman berbahaya dari Amerika dan Israel.

    “Dengan bantuan asing yang mencukupi Iran mungkin bisa membuat dan menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) yang bisa mencapai Amerika pada 2015,” tulis laporan 12 halaman bertajuk Ancaman Militer Iran itu.

    Sejauh ini, Negeri Persia itu telah berhasil menguji peluru kendali Syahab-3. Jarak tembaknya sekitar 2.500 kilometer yang berarti mampu mencapai seluruh pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, termasuk Israel.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Rudal Iran Bisa Jangkau Amerika Pada 2015

    Blacksea for warships leave Bulgaria to conduct next stage of drills

    The warships of the Black Sea Naval group left the Bulgarian port of Varna on Tuesday to conduct the next stage of exercises, a Black Sea Fleet commander said.

    The first stage of the drills, conducted in the southwestern region of the Black Sea, involved the monitoring of civilian aircraft, search and rescue operations, and replenishment and refueling at sea.

    After leaving Varna, the warships held exercises escorting a Bulgarian minesweeper. The main task was to rescue a vessel in distress and coordinate efforts with the international crew, the Blackseafor commander said.

    In the next stages, the Blackseafor warships will practice tactical maneuvers, conduct combat operations against surface ships, hold exercises in air defense and communications, assistance to ships in distress, and ship inspection.

    "We are responsible for the stability and security in the Black Sea," Bulgarian Navy Rear Admiral Georgi Motyev told journalists at a press conference on a Bulgarian frigate.

    While in port, local residents were allowed to visit the warships. Some 500 people came onboard the Russian vessel, which was a sort of record among other international warships.

    Russia is represented by the Caesar Kunikov Ropucha-I class large landing ship from Russia's Black Sea Fleet. The vessel was involved in the five-day war between Russia and Georgia over the former Georgian republic of South Ossetia in August 2008, which ended diplomatic relations between the two countries.

    Blackseafor was formally established in 2001 on Turkey's initiative and comprises Turkey, Bulgaria, Ukraine, Romania, Georgia and Russia. It conducts search and rescue operations and environmental monitoring, and organizes goodwill visits to Black Sea countries.

    This year's drills are being conducted under the command of a Bulgarian admiral.

    From: RIA
    Readmore --> Blacksea for warships leave Bulgaria to conduct next stage of drills

    Carrier Enterprise Back After Nearly Two Years

    After two years in overhaul, the USS Enterprise - the U.S. Navy's oldest active aircraft carrier - returned to sea this weekend and, having successfully completed more than two days of sea trials, was redelivered to the Navy on Monday.
    Tugs spray a salute as the Enterprise returns from successful sea trials on Monday. (Northrop Grumman)

    "The trials went extremely well, the ship performed incredibly well," said Jim Hughes, Northrop Grumman's vice president for aircraft carrier overhauls. No new problems emerged during the trials, he noted. "We didn't walk away with any new work items, which is amazing."

    The extent of the work needed to refurbish the ship grew almost from the moment it entered Northrop's Newport News, Va., shipyard in April 2008 for what was planned to be a 16-month overhaul, originally scheduled to end in August 2009. "Emergent and supplemental work" - the phrase used by Naval Sea Systems Command - meant the work package continued to grow, along with the money being spent to recondition the ship, which first entered service in 1961. The original $453 million budget was increased in leaps and bounds, topping out at nearly $662 million. At least a dozen supplemental contracts were issued to pay for the additional work - the last issued on April 15.

    All that, the Navy says, to get one more full deployment out of the ship, which is now planned to be decommissioned in 2012.

    "Enterprise is an extremely complex ship that required an extraordinary effort on the part of the shipbuilding team and the ship's crew to get her through the availability and back in the fight," Capt. Ron Horton, the ship's commanding officer, said in a news release.

    The delays in returning Enterprise to service caused the fleet to rejigger other carrier deployments, with some ships forced to remain at sea a few weeks longer and others needing to shift deployment and overhaul schedules.

    Overhaul work on the Big E included dry docking the ship, tank blasting and coating, hull preservation, propulsion and ship system repairs and limited enhancements to various hull, mechanical and electrical systems.

    One continuing problem that contributed to the delays and cost growth was the need to rebuild far more motors on the ship than originally planned.

    "We had to make new casings for pumps, make new motors," Hughes said, speaking by telephone Monday from the carrier as it returned to Newport News. "Turbine generators had been performing well coming in to the availability," he said, "but we had to pull motors and get them rewound. There were a lot of motor rewinds."

    Another focus of the overhaul was the ship's steam power plant.

    "Almost all of the major components on the steam propulsion plant got touched," Hughes said. "Those were the biggest things we didn't have a choice about."

    The ship's six air conditioning plants also needed special attention, he said, as well as infrastructure like piping and electrical cabling. "Things that have been in there for 50 years, we really started to have some issues with that," he said.

    The sea trials revealed no significant problems, Hughes said, and the ship was redelivered without any operational restrictions.

    The carrier now will begin a series of equipment and crew certifications and begin training in preparation for its deployment, expected to take place next year.

    From: DN
    Readmore --> Carrier Enterprise Back After Nearly Two Years

    AS Peringatkan Suriah Perihal Rudal


    WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat memanggil diplomat senior Suriah di Washington, Senin (19/4/2010), untuk membahas "perilaku provokatif" negara itu terkait kemungkinan pengalihan rudal Scud kepada kelompok Hezbollah. Pengalihan itu, jika benar, dikatakan bisa menjadi ancaman serius bagi Lebanon dan Israel.

    "Amerika Serikat mengecam keras setiap pengalihan senjata apa pun, dan terutama sistem rudal balistik seperti Scud, dari Suriah kepada Hezbollah," kata pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Gordon Duguid. "Transfer senjata semacam ini menyebabkan destabilisasi di kawasan tersebut dan menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Israel maupun kedaulatan Lebanon."

    Pernyataan AS itu dikeluarkan terkait dugaan adanya pengalihan rudal Scud jarak jauh kepada gerilyawan Hezbollah Lebanon, yang jika benar bisa merintangi kelanjutan diplomasi Presiden AS Barack Obama terhadap Suriah. Pihak Departemen Luar Negeri AS mengatakan, ini untuk keempat kalinya dalam bulan-bulan belakangan ini Washington mengangkat soal itu dengan Kedutaan Suriah.

    Para pejabat AS pekan lalu mengatakan, mereka percaya Suriah bermaksud mentransfer persenjataan itu, tetapi ragu tentang apakah rudal itu akan dikirim utuh atau benar-benar telah ditransfer ke Lebanon. Damaskus telah membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa Israel mungkin menggunakan tuduhan itu sebagai alasan untuk melakukan serangan militer terhadap Suriah

    Pernyataan terbaru AS itu merupakan peringatan yang tegas bagi Damaskus. AS mengatakan, transfer senjata itu merupakan hambatan bagi proses perdamaian Israel dan Palestina serta menegaskan bahwa penyebutan Suriah sebagai negara sponsor "terorisme" terikat dengan dukungannya terhadap kelompok-kelompok seperti Hezbollah.

    "Kami menyerukan penghentian segera setiap transfer senjata kepada Hezbollah dan organisasi teroris lainnya di kawasan itu," kata seorang pejabat senior AS. "Kami tidak akan menyebut mereka jika kami tidak berpikir sesuatu telah terjadi," lanjut pejabat itu.

    Rudal Scud di tangan Hezbollah bisa menyerang jauh ke dalam wilayah Israel.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Peringatkan Suriah Perihal Rudal

    Empat KRI Berpatroli Siaga Tempur di Kalbar

    Pontianak (ANTARA News) - Sebanyak empat Kapal Perang Indonesia melakukan patroli siaga tempur di sekitar perairan Kalimantan Baratuntuk menekan praktek pencurian ikan oleh nelayan asing.

    Keempat KRI tersebut, yakni KRI Lemadang 804, KRI Kelabang 826, KRI Sibarau 847 dan KRI Sikuda 863, kata Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak Kolonel Laut (P) Parno di Pontianak, Selasa.

    Ia menjelaskan, keempat KRI tersebut saat ini sedang bersandar di Pangkalan TNI AL Pontianak untuk melakukan pengisian logistik dan koordinasi, terkait pengamanan perairan Natuna dan Kalimantan Barat yang cukup strategis.

    Selain itu, dalam beberapa hari ini keempat KRI dan personelnya akan beristirahat setelah dua minggu lebih melakukan patroli di perairan, katanya.

    Wilayah operasional Lanal Pontianak memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga ke depan menjadi salah satu pilihan pemimpin komando sebagai wilayah pengembangan pertahanan matra laut di kawasan Barat.

    "Karena kami dituntut proaktif memberdayakan segenap kemampuan dalam menjaga NKRI," ujarnya.

    Komandan KRI Lemadang 804 Letnan Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan mengatakan, keempat unit KRI itu akan melakukan patroli siaga tempur di perairan Natuna dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.

    "Keempat KRI itu merupakan kapal patroli cepat, KRI Lemadang 804 merupakan kapal terdepan untuk menjaga tiga KRI lainnya, karena dilengkapi senjata anti permukaan dan udara yang merupakan buatan dalam negeri," katanya.

    KRI Lemadang 804 termasuk dalam Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmabar yang bertugas mengamankan alur laut Indonesia yang operasinya di bawah Markas Besar TNI, kata Teddie.

    Teddie menjelaskan, dua pekan lalu keempat KRI tersebut melakukan patroli siaga tempur di kawasan perairan Indonesia yang berbatasan dengan negara Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand.

    "Setelah selesai melakukan pengisian logistik, kami berangkat lagi melakukan patroli di perairan Natuna dan Indonesia pada umumnya," kata Teddie.

    Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ada tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi primadona pencurian ikan bagi nelayan asing karena kaya akan ikan dan sumber daya kelautan lainnya, yaitu perairan Natuna, perairan Arafura, dan perairan Utara Sulut.

    Pelaku pencurian ikan di perairan Indonesia, yaitu nelayan asal Vietnam, Thailand, RRC dan nelayan dari Malaysia.

    Perairan Kalbar termasuk dalam Zona III bersama Natuna, Karimata dan Laut Cina Selatan dengan potensi ikan tangkap sebanyak satu juta ton per tahun. Jenis ikan bervariasi seperti tongkol, tenggiri dan cumi-cumi.

    Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak dan 15.500 hektare laut.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Empat KRI Berpatroli Siaga Tempur di Kalbar

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.