ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, April 7, 2010 | 10:31 PM | 0 Comments

    TNI AU Seleksi 4 Pesawat Tempur Pengganti Hawk MK-53


    Jakarta - TNI AU menyeleksi 4 pesawat untuk mengganti pesawat Hawk MK-53 sebagai pesawat latih bagi penerbang tempur baru. Empat jenis pesawat ini akan memasuki seleksi akhir sebelum penentuan final.

    "Untuk MK-53 sekarang dalam proses pengadaan. Kita dalam tahap lelang sudah, pengumuman sudah. Tinggal masukan kalau tidak salah penawaran harga," ujar KSAU Marsekal Imam Sufaat di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (7/4/2010).

    Empat tipe pesawat pengganti yang lolos ke tahap akhir adalah T50 Golden Eagle buatan Korea Selatan, Yakovlev Yak 130 buatan Rusia, Aero L159 Alca buatan Ceko, dan FTC 2000 buatan China.

    "Kita harapkan akhir bulan ini kita sudah bisa tentukan mana yang kita butuhkan," harapnya.

    T-50 merupakan produksi Industri Pesawat Terbang Korea Selatan yang berfungsi sebagai pesawat latih supersonik dan penyerang ringan. Pengguna utamanya adalah militer Korea Selatan dengan harga mencapai 21 juta dolar Amerika pada tahun 2008.

    Yakovlev Yak 130 merupakan pesawat latih subsonik yang bisa juga difungsikan sebagai penyerang ringan. Pesawat ini digunakan oleh militer Rusia dan berharga 15 juta dolar Amerika.

    L159 Alca dioperasionalkan sebagai pesawat tempur ringan yang diproduksi oleh Aero Vodochody. Pengguna utama adalah militer Ceko sejak tahun 90-an. Harganya berkisar 15-17 juta dolar Amerika.

    FTC2000 merupakan pesawat latih dua kursi buatan Guizhou Aircraft Industry Corporation. Pesawat ini digunakan oleh Angkatan Udara China dan jumlahnya dibuat secara terbatas.

    Sumber: DETIK COM
    Readmore --> TNI AU Seleksi 4 Pesawat Tempur Pengganti Hawk MK-53

    TNI AU Siapkan Enam Hercules Untuk Aceh

    Jakarta (ANTARA News) TNI-AU menyiapkan enam pesawat Hercules untuk menunjang proses tanggap darurat pasca gempa bumi berkekuatan 7,2 SR pada Rabu pagi di Provinsi Aceh..

    Keenam Hercules tersebut berasal dari Skadron Udara 31 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Skadron 32 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang.

    Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI AU Kolonel Yoyok mengatakan tiga Hercules dari Halim siap diberangkatkan pada Rabu pagi untuk mendukung proses tanggap darurat di Aceh.

    Kolonel Yoyok mengatakan personil, yang akan dibawa adalah mereka yang berasal dari Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana yang bermarkas di Halim Perdanakusuma dan Abdurrahman Saleh, Malang.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Siapkan Enam Hercules Untuk Aceh

    Tiga Sukhoi Pesanan TNI AU Tiba September


    Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, tiga pesawat Sukhoi yang dipesan dari Rusia diperkirakan tiba di Indonesia pada September, lebih cepat dari jadwal semula pada Desember.

    "Diperkirakan sebelum Oktober 2010, ya kemungkinan September. Semula akhir tahun ini, tetapi kami meminta untuk segera didatangkan. Ya sekitar September," kata Imam Sufaat menjawab ANTARA usai menyaksikan gladi bersih peringatan HUT ke-64 TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan, tiga Sukhoi yang akan tiba itu adalah jenis Su-27SKM. "Tetapi kami berharap sebelum Oktober 2010, semua pesawat sudah tiba di Indonesia," ujar Kasau menambahkan.

    Pada 2003 Indonesia membeli dua Sukhoi jenis SU-30MK dan dua SU-27SK, kemudian Kementerian Pertahanan membeli lagi enam pesawat Sukhoi pada 2007 senilai sekitar 300 juta dolar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.

    Dengan kehadiran tiga Sukhoi terakhir, maka Indonesia akan memiliki satu skuadron pesawat tempur Sukhoi.


    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Tiga Sukhoi Pesanan TNI AU Tiba September

    Pangkohanudnas Terbang dengan Sukhoi


    Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjo, S.IP terbang menggunakan pesawat Sukhoi TS 3005, bersama Komandan Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin Makasar Letkol Pnb Tonny. Pesawat tinggal landas sekitar pukul 07.20 WIB selama 90 menit, Rabu (7/4). Kedatangan pesawat Sukhoi di Lanud Halim Perdanakusuma bersama pesawat tempur lainnya, seperti pesawat F-16 dan F-5 dari Skadron Udara 3 dan 14 Lanud Iswahyudi Madiun, pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak, Kalimantan Barat dan Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, Riau, dalam rangka demo udara memeriahkan Hari ulang tahun (HUT) TNI Angkatan Udara ke 64, yang dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Disamping terbang dalam rangkaian geladi HUT TNI AU ke 64, Marsda TNI Dradjad Rahardjo selalu ingin mengetahui keandalan pesawat-pesawat tempur yang kita miliki maupun penerbang- penerbang yang mengawaki pesawat dari generasi penerus TNI AU, sekaligus yang tak kalah pentingnya menguji kemampuan komunikasi antara Radar dengan awak pesawat dalam memenuhi rasa tanggung jawabnya sebagai Pangkohanudnas.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Pangkohanudnas Terbang dengan Sukhoi

    MENHAN PURNOMO DAN PESAWAT TNI

    Jakarta - Untuk kesekian kali sejak dilantik sebagai Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro menggunakan pesawat dan helikopter TNI, yang rata-rata kesiapannya sekitar 50 persen, dalam kegiatan dinasnya.

    "Ya tentu beda dengan pesawat atau heli yang saya pakai ketika jadi menteri ESDM, kadang malah pakai jet pribadi," kata Purnomo dalam perbincangan dengan ANTARA saat meninjau perbatasan RI-Timor Leste melalui udara, akhir pekan lalu.

    "Tetapi saya tidak masalah, meski pakai pesawat atau heli TNI, yang kadang kecepatannya saja tidak sama dengan pesawat komersial atau jet pribadi...nggak masalah...ini kan salah satu bentuk dari panggilan tugas sebagai Menteri Pertahanan," ujar pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu dengan semangat.

    Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu, menambahkan, dengan menaikki pesawat atau heli TNI, dirinya menjadi paham kondisi alat utama sistem senjata TNI yang ada.

    "Saya jadi semakin tahu dan paham alat utama sistem senjata TNI, bagaimana kondisinya..." katanya, sambil sesekali melongok ke jendela Helikopter Mi-17 yang membawanya memantau perbatasan darat dan laut RI-Timor Leste.

    Dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur untuk meninjau perbatasan dengan Timor Leste, Menhan Purnomo dan rombongan menggunakan pesawat Cassa 212 dari Skadron Udara 4 TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Abdurahman Saleh Malang, dan Helikopter Mi-17 dari Skadron Udara Serbu 31 TNI Angkatan Darat.

    Sedangkan keberangkatan dari Jakarta, Menhan dan rombongan menggunakan C130 Hercules VIP dari Skadron 17 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Di antara pesawat dan helikopter yang digunakan, yang paling baru adalah Helikopter Mi-17 sedangkan Cassa 212 TNI Angkatan Udara dan C130 Hercules berusia lebih dari 20 tahun.


    Sumber: DEPHAN/ANTARA
    Readmore --> MENHAN PURNOMO DAN PESAWAT TNI

    Menhan RI dan Dubes UEA Bicarakan Kerjasama Industri Pertahanan


    Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Yousif Rashid Alsharhan, Selasa (6/4) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan ini, kedua pejabat negara tersebut membicarakan tentang peningkatan kerjasama pertahanan antara RI dengan UEA khususnya kerjasama di bidang industri pertahanan.

    Kepada Dubes Uni Emirat Arab, Menhan RI menyampaikan ucapan terimakasih karena hubungan kerjasama yang terjalin antara kedua negara selama ini cukup baik, terutama pada masa pemerintahan Presiden B. J. Habibie.

    Pada kesempatan yang sama, Menhan juga menyampaikan ucapan terimakasih pemerintah Indonesia kepada pemerintah UEA yang telah memberikan kepercayaan dengan membeli pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia yang merupakan salah satu industri strategis Indonesia. Pemerintah Indonesia berharap kepada UEA untuk tetap membeli produk industri strategis pertahanan Indonesia yang lainnya.

    Menurut Menhan, beberapa waktu yang akan datang direncanakan akan ada rombongan delegasi dari UEA berkunjung ke Indonesia dalam rangka membicarakan berbagai kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara termasuk kerjasama mengembangkan bersama industri pertahanan.

    Sementara itu, Dubes UEA mengatakan pemerintah UEA juga menginginkan agar hubungan kerjasama pertahanan kedua negera terus ditingkatkan terutama kerjasama di bidang industri pertahanan. “Sebenarnya ini yang kami inginkan juga agar hubungan ini berlanjut dan insyaAllah UEA akan membeli lebih banyak lagi dari Indonesia”, ungkap Dubes UEA.

    Dubes UEA lebih lanjut mengatakan, saat ini UEA juga sedang mengembangkan kapal - kapal kecil untuk keperluan pertahanan. Menurutnya, di sektor ini sangat bagus sekali apabila UEA dapat kerjasama dengan Indonesia.

    Selain membicarakan kerjasama di bidang industri pertahanan, dalam kunjungan tersebut, Dubes UEA mengundang Menhan RI untuk dapat hadir dalam pameran persenjataan yang akan diselenggarakan UEA sekitar bulan Juli dan Agustus 2010 di Abudhabi.

    Menanggapi undangan tersebut, Menhan mengatakan akan mempertimbangkan untuk hadir dalam pameran tersebut, serta berharap dapat mengikutsertakan produk hasil industri pertahanan Indonesia dalam pameran tersebut.

    Namun, lanjut Menhan, pada bulan November 2010 Kementerian Pertahanan RI juga berencana akan menyelenggarakan pameran industri pertahanan atau Indodefence di Jakarta. Dalam pameran ini, juga Kemhan akan mengundang UEA.

    Saat menerima Dubes UEA, Menhan didampingi Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar,M Bus, MA, Karo TU Setjen Kemhan Laksma TNI Agus Purwoto dan Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan RI dan Dubes UEA Bicarakan Kerjasama Industri Pertahanan

    Pemerintah Setuju Bentuk Kodam di Kalbar

    JAKARTA--MI: Pemerintah menyetujui pembentukan kodam baru yang akan beroperasi di wilayah Kalimantan Barat. Operasionalnya diserahkan sepenuhnya pada TNI.

    Hal ini disampaikan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan seusai pertemuan dengan tokoh OPM di Jakarta, Selasa (6/4).

    "Yang sedang kita kerjakan adalah membangun kodam di Kalimantan Barat. Itu ada dalam cetak biru kita," ujar Menhan.

    Ia menyatakan operasionalisasi kodam tersebut tergantung pada kesiapan TNI. ia meyakini jika pembangunan kodam tidak bisa dilakukan secara cepat. Perlu ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait, misalnya pemerintah daerah.

    "Mereka juga harus koordinasi dengan gubernur karena membangun sebuah sistem tidak harus cepat. Prinsipnya kita memberikan persetujuan pembangunan dua kodam di Kalimantan," jelasnya.

    Kadispen TNI AD Brigjen Bambang Widjonarko menambahkan bahwa pembentukan kodam tersebut tidak disertai penambahan personel. TNI hanya menata personel yang ada. Wilayah kodam baru yang dinamai Kodam VI/Mulawarman meliputi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sementara, Kodam XII/Tanjungpura meliputi wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

    "Tugas antara lain menjaga dan mengamankan kedaulatan NKRI di wilayahnya," tandasnya.

    Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/06/134248/17/1/Pemerintah-Setuju-Bentuk-Kodam-di-Kalbar
    Readmore --> Pemerintah Setuju Bentuk Kodam di Kalbar

    Tuesday, April 6, 2010 | 2:54 PM | 0 Comments

    Russia could modernize Slovakian combat helicopters

    Russia could help Slovakia modernize its fleet of Soviet-made combat helicopters, a Russian presidential aide said on Tuesday.

    Russia's President Dmitry Medvedev will visit Slovakia on April 6-7 at the invitation of Slovakia's President Ivan Gasparovic. The presidents are planning to discuss military-technical cooperation among other issues.

    "We are conducting talks on repairs and modernization of Mi-17 and Mi-35 helicopters in service with the Slovakian air force," Sergei Prikhodko said.

    The Slovakian combat helicopter fleet is composed entirely of Russian types, including the Mi-35 (an export version of the Mi-24 Hind), Mi-17 (an export version of the Mi-8 Hip) and Mi-2 Hoplite models.

    In 2008, Russia gave 12 modernized MiG-29 fighters to Slovakia.

    The 12 MiG-29AS/MiG-29UBS fighters were upgraded in Slovakia by the MiG company and Western firms for NATO compatibility under a 2004 contract. The Slovak Air Force currently has a total of 21 MiG-29 aircraft in service.

    From: RIA
    Readmore --> Russia could modernize Slovakian combat helicopters

    Monday, April 5, 2010 | 9:03 PM | 0 Comments

    DPR Perhatikan Kesejahteraan Prajurit TNI

    JAKARTA--MI: Anggota Komisi I DPR RI dari FPG Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa DPR tetap mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan TNI. Peningkatan tersebut dilakukan melalui peningkatan uang lauk pauk dan tunjangan untuk prajurit di perbatasan.

    "Kenaikan ULP dan tunjangan perbatasan itu sudah menjadi keputusan Komisi I pada rapat lalu. Kenaikan ULP dan tunjangan perbatasan untuk memenuhi kebutuhan minimum prajurit, beda dengan kenaikan remunerasi yang terkait dengan jabatan," kata Enggartiasto kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (5/4).

    Ia menyatakan bahwa fasilitas yang disediakan untuk prajurit di bawah batas minimal untuk memenuhi kebutuhannya. Maka itu, peningkatan ULP dan pemberian tunjangan perbatasan bukan sesuatu yang bisa ditawar-tawar lagi.

    "Saya belum tahu berapa peningkatannya. Pemerintah harus membahasnya di satuan tiga karena pada periode lalu belum sempat masuk sampai kesitu. Mungkin setelah reses selesai dan pemerintah sudah siap dengan usulan APBN-P, kita bahas itu," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> DPR Perhatikan Kesejahteraan Prajurit TNI

    Kementerian Pertahanan Sudah Atur Tunjangan Prajurit di Perbatasan

    JAKARTA--MI: Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan sudah menetapkan aturan pemberian uang lauk pauk dan tunjangan bagi prajurit di perbatasan. Pemerintah mengatakan tidak perlu untuk membahasnya dengan DPR karena pengaturannya hanya di tingkat inpres/keppres.

    Hal itu disampaikan oleh Karo Humas Kemenhan Brigjen I Wayan Midhio kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (5/4). "Kalau ULP ada kenaikan Rp5 ribu menjadi Rp40 ribu. Itu sudah diajukan, pemerintah tinggal mengeluarkannya. Sementara itu, uang tunjangan perbatasan, perpresnya sudah ditandatangani presiden, tapi mekanismenya belum," kata Wayan.

    Ia berharap pengucuran dana tersebut bisa segera dilakukan karena kebutuhan prajurit sudah sangat mendesak. Ia menambahkan jika pengaturannya hanya sampai di tingkat inpres atau perpres, DPR tidak perlu dilibatkan dalam pembahasan.

    "DPR kan umumnya sudah setuju. Kalau pengaturannya di tingkat inpres atau perpres, kita tidak akan bahas disana," ujarnya.

    Peraturan Menkeu Nomor S-15/MK.02/2010 membagi tiga perhitungan bagi pemberian tunjangan perbatasan. Pertama, prajurit TNI dan PNS yang tinggal di pulau terpencil tanpa penduduk ditingkatkan sebesar 150 persen dari gaji pokok.

    Kedua, prajurit TNI dan PNS yang tinggal di pulau-pulau kecil terluar berpenduduk ditingkatkan 100 persen dari gaji pokok dan 75 persen bagi prajurit yang berada di perbatasan.

    Ketiga, prajurit TNI dan PNS yang bertugas di wilayah udara dan laut serta beroperasi di pulau-pulau kecil terluar ditingkatkan hingga 50 persen dari gaji pokok.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kementerian Pertahanan Sudah Atur Tunjangan Prajurit di Perbatasan

    Penangkis Rudal Dirancang


    Kairo, Kompas - Perusahaan pembuat senjata Israel, Jumat (2/4), mengungkapkan, pembuatan sistem pertahanan tank sudah hampir rampung. Sistem tersebut akan mampu menghadang rudal antitank sebelum berhasil mencapai sasarannya.

    Sistem pertahanan tank itu dilengkapi dengan radar yang mampu mendeteksi rudal yang ditembakkan ke arahnya.

    Menurut otoritas tersebut, militer Israel mulai akhir tahun ini akan memasang sistem pertahanan itu yang dikenal dengan nama ”Trophy” atau piala pada tank-tank Merkava 4 buatan Israel.

    Sistem pertahanan Trofi merupakan yang pertama dari rangkaian sistem pertahanan efektif yang dirancang Israel dalam beberapa tahun mendatang. Semuanya bertujuan menetralisasi ancaman bahaya berupa serangan rudal dan roket dengan melumpuhkannya sebelum mencapai sasaran.

    Lawan-lawan Israel seperti Iran, Suriah, Hezbollah, dan Hamas dikenal memiliki ribuan rudal dan roket dalam berbagai tipe.

    Rafael juga mengungkapkan sedang mengembangkan sistem pertahanan baru yang disebut ”Kubah Besi”. Sistem pertahanan Kubah Besi dirancang untuk menghadang rudal Katyusha jarak pendek yang banyak digunakan Hezbollah dalam perang 2006 dan Hamas pada perang 2008-2009.

    Direncanakan, sistem pertahanan antirudal Kubah Besi itu akan dipasang di sepanjang perbatasan Israel-Jalur Gaza pada musim panas 2010.

    Rafael juga mengklaim sedang melakukan uji coba satu skuadron pesawat tanpa awak baru yang mampu terbang cukup lama, bahkan mampu mencapai teritorial udara Iran, pendukung kunci Hezbollah dan Hamas.

    Rafael mengklaim pula sedang mengembangkan perahu bot tanpa awak yang disebut Pelindung. Perahu bot baru itu akan digunakan di lepas pantai Jalur Gaza.

    Pernyataan Rafael tentang pengembangan berbagai sistem pertahanan baru itu muncul setelah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa Hezbollah memiliki armada rudal dari berbagai tipe. Rudal itu berjumlah besar dan mampu mencapai wilayah Israel seperti kota Tel Aviv dan instalasi nuklir Israel di Demona, Gurun Nejev.

    Ashkenazi di forum Komite Pertahanan dan Luar Negeri Knesset Israel mengatakan, Hezbollah kini mempunyai puluhan ribu rudal dan sebagian memiliki jangkauan tembak sejauh 300 km.

    Israel selama ini selalu menuduh Hezbollah, dengan didukung Iran, terus mengembangkan kemampuan armada rudalnya. Hezbollah telah terikat dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 yang mengakhiri perang Lebanon itu. Resolusi itu menegaskan, semua jenis senjata berat dilarang digerakkan ke Lebanon Selatan.

    Sistem Trofi dipercepat

    Sistem pertahanan tank ”Trofi” itu sesungguhnya telah dikaji sejak beberapa tahun lalu. Namun, pengalaman perang Israel melawan Hezbollah tahun 2006 mendorong percepatan penuntasan kajian pembuatan sistem tersebut.

    Pada perang tahun 2006 itu, Hezbollah berhasil menghancurkan dan merusak puluhan tank Israel serta membunuh sedikitnya 19 awak tank Israel itu.

    Pada perang tahun 2006, diperkirakan Hezbollah menembakkan sekitar 4.000 rudal ke berbagai sasaran di Israel.

    Para pakar militer Israel mengatakan, jika uji coba sistem pertahanan tank itu berhasil, maka hal itu akan mengubah perimbangan kekuatan bila Israel terlibat perang lagi dengan Hezbollah di Lebanon Selatan, dan Hamas di Jalur Gaza.

    Mereka juga menyatakan, sistem pertahanan tank itu juga akan berdampak di kawasan lain, karena AS dan Barat juga bisa mengambil manfaat dari sistem pertahanan tank itu dalam perang di Irak dan Afganistan.

    Analis militer Israel, Yiftah Shapir, mengatakan, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa sistem pertahanan Trofi akan bisa mengubah perimbangan kekuatan di lapangan. Namun, menurut Shafir, militer Israel memang harus menanggung biaya besar dan membutuhkan latihan dalam menggunakan sistem pertahanan tank baru itu.

    Media massa Israel mengungkapkan, penggunaan sistem pertahanan tank itu membutuhkan biaya 200.000 dollar AS untuk setiap tank.

    Sebuah tim kecil peneliti sedang berkutat mengembangkan sistem itu di kota Haifa. ”Saya kira orang akan mengamati perkembangan dan menantikan apakah Israel bisa mengandalkannya,” kata John Pike, Direktur GlobalSecurity.org di Alexandria, Virginia, AS. ”Masa depan tentara Angkatan Darat AS juga berharap sistem seperti ini bisa bekerja efektif.”

    ”Kami akan bisa mengatasi setiap serangan dari tetangga, dan lebih jauh dari itu,” kata Gil, nama inisial dari manajer program Trofi, karena perusahaan tak mengizinkan dia menggunakan nama lengkap.

    Shapir mengatakan, jika sistem itu efektif, memang akan bisa dikatakan sebuah perubahan akan terjadi.

    Pike menambahkan, sistem seperti trofi dianggap sebagai andalan masa depan soal perang di daratan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Penangkis Rudal Dirancang

    KRI FTH-361 AMANKAN 2 KAPAL MUAT KAYU HITAM

    ARMATIM (5/4),- Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Fatahilah (FTH)-361 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut telah berhasil mengamankan dua kapal motor dengan muatan 70 m3 kayu hitam yang diduga telah melakukan tindak pelanggaran hukum di laut disekitar perairan Laut Sulawesi, belum lama ini, Kamis (1/4).

    Kedua kapal yang ditangkap tersebut, yaitu KM. Bintang Samudera-02 di Nahkodai Abdi Fuad WNI, memiliki bobot 57 GT dengan jumlah ABK 5 orang semuanya WNI. Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan yaitu, membawa kayu Amara (Kayu Hitam) SPB tidak ada, tidak memiliki dokemen kapal, tidak dilengkapi SKSHH dan ABK tidak di Sijil. Kapal berlayar dari Teluk Sandaran menuju Tawao.

    Sedangkan kapal ke dua yaitu KM. Surya Fajar, di Nahkodai Camel WNI, memiliki bobot 48 GT dengan jumlah ABK 6 orang semuanya WNI. Jenis pelanggaran yang dilakukan kapal ini sama dengan kapal yang pertama yaitu, membawa kayu Amara (Kayu Hitam), tidak memiliki SPB, dokumen kapal tidak ada, tidak dilengkapi SKSHH dan ABK tidak di Sijil. Kapal ini berlayar dari ToliToli menuju Tawao.

    “Karena ke dua kapal ini melakukan tindak pelanggaran, maka kapal dan ABK beserta barang bukti lainnya dikawal menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarakan untuk proses penyidikan dan hukum lebih lanjut,” kata Komandan KRI Fatahilah-361 Letkol Laut (P) Antonius Widyo Utomo menegaskan.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KRI FTH-361 AMANKAN 2 KAPAL MUAT KAYU HITAM

    KRI DEWARUCI MERAPAT DI DERMAGA COCHIN INDIA

    ARMATIM (5/4),- Kapal Perang TNI Angkatan Laut jenis kapal latih KRI Dewaruci dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dengan komandan kapal Letkol Laut (P) Suharto, tiba dan merapat di Dermga Pelabuhan Cochin India, Sabtu (3/3) siang.

    Kedatangan KRI Dewaruci adalah dalam rangka pelatihan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2010 yang dilaksanakan keliling Eropa Kedatangannya di India disambut Athan RI di India Kolonel laut (E) Drs I Putu Arya Angga S, beserta rombongan dan satu peleton korsik Angkatan Laut India. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan selama di India yaitu cocktail party yang akan memperagakan kesenian Reog Ponorogo, tari rampak dan tari badinding dari Padang, tari perang dari Papua, dan tari rampak gendang dari Jawa Barat. Yang dimainkan oleh anggota KRI Dewaruci pada Senin (5/4).

    Keberadaan KRI Dewaruci di India disamping untuk melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, juga akan melaksanakan bekul (bekal ulang) bahan makanan dan BBM sebelum meneruskan pelayaran ke Salalah (Oman). KRI Dewaruci dengan 88 ABK nya akan mengarungi samudera selama 9 bulan PP dengan menempuh jarak 24.676 mil laut (45.650 km) dan akan menyinggahi 25 negara di Eropa. Dalam pelayarannya keliling Eropa tersebut route yang dilewati: Surabaya-Jakarta-Sabang-Cochin (India)-Salalah (Oman)-Jeddah (Arab Saudi)-Portsaid (Mesir)-Volos (Yunani)-Varna (Bulgaria)-Istambul (Turki)-Lavrion (Yunani)-Tunisia-Algiers (Aljazair)-Malaga (Spanyol)-Cherbourg (Perancis)-Antwerp (Belgia)-Aalborg (Denmark)-Kristiansand (Norwegia)-Hartlepool (Inggris)-Brest (Perancis)-Amsterdam (Belanda)-Brernerhaven (Jerman)-Cadiz (Spanyol)-Cagliari (Italia)-Alexandria (Mesir)-Jeddah (Arab Saudi)-Aden (Yaman)-Mumbay (India)-Colombo (Sri Langka)-Belawan-Jakarta- dan kembali ke Koarmatim, Surabaya. Total hampir 9 bulan mereka akan meninggalkan keluarga.

    Selama melaksanakan pelayaran muhibah ke Eropa, beberapa kegiatan kejuaraan lomba layar bergengsi tingkat internasional yang pernah berkali-kali diraih juga akan diikuti sekaligus dipertahankan KRI Dewaruci diantaranya, pada tanggal 12 Mei – 4 Juni mengikuti The Historical Seas Tall Ships Regatta 2010 dengan route: Yunani-Bulgaria-Istambul (Turki). Pada tanggal 13 Juli-7 Agustus 2010 mengikuti The Tall Ships Race 2010 dengan route: Antwerp (Belgia)-Aalborg (Denmark)-Kristiansand (Norwegia)-Hartlepool (Inggris). Pada tanggal 20-23 Agustus mengikuti festival Sail Amsterdam di Belanda. Pada tanggal 25 – 29 Agustus 2010 mengikuti Sail Brernerhaven 2010 di Jerman. Kemudian pada tanggal 8 – 13 September 2010 mengikuti Festival International Mediferraneo And Velieri di Cagliari (Italia).

    Sumber: TNI
    Readmore --> KRI DEWARUCI MERAPAT DI DERMAGA COCHIN INDIA

    Russia delivers first stage for South Korea's new space rocket

    Russia has delivered the first stage for the South Korea's new-generation space launch vehicle, the Russian space producer said on Monday.

    The first stage for the KSLV-1 carrier rocket, which was produced by the Khrunichev space center, was delivered by rail to the city of Ulyanovsk from where it was brought on board a cargo plane to the South Korean airport of Pusan.

    The first launch of the KSLV-1 carrier rocket with the Russian first stage took place on August 25, 2009 from South Korea's first space center on the island of Naro. The second launch of the KSLV-1 is scheduled for June 2010.

    KSLV-1, built in cooperation with Russia, is based on the Angara carrier rocket. The carrier rocket is designed to deliver small satellites into low orbit and can carry a payload of up to 100 kg

    From: RIA
    Readmore --> Russia delivers first stage for South Korea's new space rocket

    Russia's Pyotr Veliky nuclear-powered cruiser plies English Channel

    The Russian nuclear-powered cruiser Pyotr Veliky, deployed to participate in the largest Russian Navy drills in the Indian Ocean, has crossed the English Channel for the first time in her history.

    "The ship has indeed passed through the channel for the first time," the commander of the cruiser, Capt. 2nd Rank Felix Menkov, told a RIA Novosti correspondent on board the vessel.

    "The English Channel is shallow...and has a great deal of potential risks, including heavy marine traffic both to the south and the north," Menkov said.

    Six days after leaving Russia's Northern Fleet headquarters of Severomorsk, Pyotr Veliky (Peter the Great) traveled around 4,000 kilometers (2,160 nautical miles) and entered the Atlantic Ocean.

    During her six-month tour of duty, the warship is to pass through the Atlantic Ocean and the Mediterranean Sea before entering the Indian Ocean via the Suez Canal.

    The Pyotr Veliky will conduct maneuvers in the Indian Ocean with other ships from the Black Sea Fleet and will make port calls in the Mediterranean Sea and Indian Ocean, the Russian Navy said.

    Russia's largest and most powerful surface combatant warship, Pyotr Veliky has a displacement of between 24,000 and 26,000 tons, and a speed of up to 31 knots (almost 57 km/h). The ship is 251 meters in length and has a crew of more than 700 sailors.

    From: RIA
    Readmore --> Russia's Pyotr Veliky nuclear-powered cruiser plies English Channel

    Pangdam Bantah Dua Pulau Nias Dikuasai Asing

    Medan (ANTARA News) - Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M. Noer Muis membantah jika Pulau Asu dan Pulau Sinarano di kepulauan Nias telah menjadi milik warga negara asing (WNA).

    "Dalam peraturan, tidak ada pulau yang boleh dimiliki asing," kata Mayjen TNI M. Noer Muis usai rapat Muspida di kantor gubernur Sumut di Medan, Senin.

    Sebelumnya beredar informasi jika Pulau Asu di Kabupaten Nias Barat dan Pulau Sinarano di Kabupaten Nias Selatan telah dikuasai WNA.

    Pangdam mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kepada Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Selatan mengenai kepemilikan Pulau Asu dan Pulau Sinarano.

    Dari keterangan dua pemkab itu dipastikan Pulau Asu dan Pulau Sinarano bukan atas nama WNA yang belum diketahui kewarganegaraannya tersebut.

    Pangdam menjelaskan, infromasi yang pihaknya dapatkan, WNA itu berdiam di kepulauan Nias setelah menikah dengan salah seorang masyarakat lokal.

    Kemudian, WNA yang belum diketahu namanya itu menanamkan modalnya untuk membangun berbagai prasarana, khususnya di bidang pariwisata di dua pulau tersebut.

    Pihaknya menilai tindakan warga asing itu tidak perlu dipermasalahkan selagi tidak bertentangan dengan UU, termasuk peraturan daerah (Perda) yang berlaku di Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Selatan.

    Malah, kata Pangdam, tindakan WNA itu dapat memberikan efek positif bagi warga sekitarnya karena memiliki peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraanya.

    Namun, untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi di belakangan hari, Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Selatan perlu membuat perda tentang pembuatan prasaran pariwisata di dua pulau tersebut.

    Ia mencontohkan kemungkinan diberlakukannya daerah khusus di dua pulau itu yang akan menyebabkan larangan bagi warga sekitar untuk memasukinya.

    "Itu perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan masalah," kata Pangdam.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pangdam Bantah Dua Pulau Nias Dikuasai Asing

    2016 BATAN Targetkan PLTN Siap Pakai


    JAKARTA - Sejak 2005, para ahli telah melakukan studi untuk mengetahui apakah Indonesia sudah siap memiliki dan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kesimpulannya, kita sudah siap. Namun kapan PLTN segera terwujud?

    Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Hudi Hastowo mengungkapkan, semakin banyak jumlah penduduk, semakin banyak pula energi yang dibutuhkan.

    "Penduduk Indonesia terus tumbuh sekira lima persen setiap tahunnya. Beberapa tahun ke depan sumber energi yang ada sekarang bisa habis. Inilah pentingnya memanfaatkan sumber daya nuklir," kata Hudi dalam forum komunikasi media bertajuk Nuklir untuk Kesejahteraan, di kantor harian Seputar Indonesia, Jakarta, Senin (5/4/2010).

    Perlunya membangun PLTN adalah untuk meningkatkan pasokan daya listrik yang cenderung defisit. Sumber daya alam, jika digali terus lama kelamaan akan habis. Sementara itu, uranium yang merupakan sumber energi untuk PLTN cadangannya melimpah dan tak akan habis.

    "Nuklir merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan. Uranium jika dibakar nantinya menghasilkan protonium, itu pun nantinya bisa dibuat bahan bakar lagi," terang Hudi.

    Direktur BATAN Syahril mengungkapkan bahwa saat ini pembangunan PLTN sudah mulai memasuki tahap project decision. Rencananya PLTN akan dibangun di Semenanjung Muria, Jepara. "Tahap pre project sudah rampung, memasuki fase berikutnya di tahap project decision perlu dukungan pemerintah," katanya.

    Syahril mengungkapkan, pembangunan PLTN membutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun. Nantinya, satu unit PLTN bisa menghasilkan listrik sebesar 1400 MW. "Pada 2016 BATAN menargetkan Indonesia sudah mulai menggunakan listrik dari PLTN," tegasnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> 2016 BATAN Targetkan PLTN Siap Pakai

    Russia signs $1.2 bln contract for jet fighter delivery to Algeria, Uganda

    Russia's state arms exporter Rosoboronexport has signed two contracts worth $1.2 billion on the deliveries of 16 jet fighters to Algeria and another six fighters to Uganda, the Russian Vedomosti daily reported on Monday.

    The two African nations will receive different models of the Su-30 Flanker fighters. Algiers will receive 16 Su-30-MKI(A)s and Kampala will receive six Su-30MK2s, the paper said.

    In 2008, Algiers cancelled the delivery of 34 MiG-29 Fulcrum multi-role fighters because of flaws in design. The Russian military bought the rejects for its own use.

    Su-30 Flankers in various models have also been sold to India. India has so far received 120 out of the 230 jets it has ordered. Malaysia has also received 18 fighters.

    Rosoboronexport has closed some $7.5 billion worth of arms export deals since the beginning of the year. According to the company's head, Anatoly Isaikin, Russia signed $15 billion worth of contracts during 2009.

    From: RIA
    Readmore --> Russia signs $1.2 bln contract for jet fighter delivery to Algeria, Uganda

    Sunday, April 4, 2010 | 3:12 PM | 0 Comments

    Wisata Militer di Kota Cimahi

    CIMAHI--MI: Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, akan mencanangkan Wisata Militer dengan cara mengembangkan beberapa fasilitas milik TNI menjadi sarana wisata cagar budaya (heritage).

    "Niat mengembangkan wisata militer itu memang tercetus sejak beberapa tahun lalu," kata Wakil Wali Kota Cimahi Eddy Rachmat, S Sos, di Cimahi, Minggu (4/4).

    Eddy menjelaskan, keberadaan wisata militer di Kota Cimahi diharapkan dapat memberikan dampak bagi pemerintah daerah dan warga sekitar. "Sebetulnya, sebelum berkembang menjadi sebuah kota, keberadaan militer di Cimahi juag lebih dulu ada. Nah, dengan adanya wisata militer ini tentunya akan banyak dampak positifnya," kata Eddy.

    Salah satu dampak positif tersebut, kata Eddy, ialah dapat menciptakan industri kreatif seperti penjualan cinderamata atau oleh-oleh dari wisata militer.

    Untuk mewujudkan konsep wisata militer tersebut, Pemkot Cimahi sedang berupaya melakukan koordinasi dengan pihak TNI. "Pembicaraan secara lisan sudah dilakukan, namun masih perlu penjajakan lebih mendalam dengan pihak TNI," katanya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Koperasi Industri, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopindagtan) periode sebelumnya, Wawan Darmawan menyatakan, saat ini pihaknya masih menjajaki program itu dengan pihak Pusat Pendidikan (Pusdik).

    Hal tersebut, kata Wawan, dikarenakan upaya untuk kordinasi hingga saat ini masih belum dapat terlaksana. "Pemkot Cimahi sendiri sudah berupaya, akan tetapi selalu terhalang," ujarnya belum lama ini.

    Berdasarkan data yang ada di Pemkot Cimahi, 60 persen dari wilayah Kota Cimahi itu digunakan sebagai fasilitas militer dan sebagian besar fasilitas yang ada tercatat masih aktif.

    Dari 60 persen itu ada delapan fasilitas militer yang memungkinkan untuk dijadikan ajang wisata yaitu pusat pendidkan Artileri, Pusdik Jasmani, Pusdik Pal, Pusdik Perbengkelan dan Angkutan, Pusdik Artileri Medan, Pusdik Guru Militer, Pusdik Infantri, dan Pusdik Polisi Militer.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Wisata Militer di Kota Cimahi

    Menhan: Selat Malaka Terkendali

    Kupang (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Pusrnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa situasi keamanan di Selat Malaka relatif terkendali setelah sempat ada peringatan ancaman terorisme dari otoritas Singapura di selat terpadat di dunia tersebut.

    "Relatif terkendali dan aman," katanya, kepada ANTARA di sela-sela kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Timur, Sabtu.

    Purnomo memastikan militer dari tiga negara pantai di Selat Malaka yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura senantiasa berkoordinasi untuk mengamankan selat sepanjang sekitar 500 mil tersebut.

    "Apalagi tiga negara sudah memiliki format patroli terkoordinasi di Selat Malaka, dan radar di sepanjang Selat Malaka kan semua sudah beroperasi," ujar Menhan.

    Pada dua bulan silam, pengamanan di Selat Malaka oleh militer tiga negara pantai yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura ditingkatkan menyusul indikasi ancaman terorisme terhadap kapal-kapal tanker dan kargo yang melintasi selat tersebut.

    Menyusul indikasi tersebut, Menhan RI memerintahkan jajaran TNI di Komando RI Armada Barat dan komando kewilayahan di wilayah barat RI untuk meningkatkan kewaspadaannya berkoordinasi dengan militer serta otoritas Malaysia dan Singapura.

    Indikasi ancaman terorisme itu, bersamaan dengan penyerbuan dan penangkapan sejumlah teroris di Aceh yang berujung pada tewasnya gembong teroris paling dicari Dulmatin di Pamulang, Tangerang.

    Selat Malaka diperkirakan sebagai salah jalur logistik bagi para teroris di Aceh untuk mendukung aksinya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Selat Malaka Terkendali

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.