ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, April 30, 2010 | 5:32 PM | 0 Comments

    PT Pindad Jual 32 Panser ke Malaysia

    BANDUNG--MI: PT Pindad dalam waktu dekat akan menjual 32 unit peralatan tempur jenis panser kepada Malaysia. Bersama Departemen Pertahanan, perusahaan itu juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa negara lain.

    Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, Jumat (30/4), mengatakan penjualan sebanyak 32 unit panser ke Malaysia tinggal menunggu kesepakatan akhir yang rencananya baru akan dilakukan Mei mendatang.

    Sedangkan mengenai rencana kerja sama (penjualan) panser ke Vietnam dan Filipina, dilakukan karena kedua negara itu mengaku tertarik dengan panser produksi PT Pindad. "Untuk sementara ini masih dalam tahap penjajakan," jelasnya.

    Ia menjelaskan, penjualan panser ke sejumlah negara merupakan bukti keseriusan PT Pindad untuk mendominasi pasar regional Asia Tenggara, sekaligus mendongkrak penjualan peralatan tempur jenis panser.

    Menurut Adik, hingga saat ini panser pesanan Malaysia masih dalam proses uji coba dengan beberapa komponen, seperti mesin, sistem pendingin, dan transmisi, masih perlu disempurnakan

    Panser pesanan Malaysia, katanya, perangkat mesinnya tidak lagi menggunakan buatan Renault, melainkan menggunakan mesin Mercedes-Benz. "Karena Renault kini menjadi pesaing PT Pindad dalam memasok kendaraan ke Malaysia, sehingga harus mengganti komponen mesin," ujarnya.

    Namun demikian, PT Pindad belum memastikan apakah panser yang akan dijual ke Malaysia akan menggunakan mesin Benz. Adik mengemukakan ada dua pilihan mesin yang akan dipakai untuk panser tersebut, yaitu Mercedes-Benz atau Deutz yang hampir sama dengan mesin Renault berkapasitas 7.000 cc dan berkekuatan 320 tenaga kuda.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> PT Pindad Jual 32 Panser ke Malaysia

    Mundur, Pembangunan PLTN di Indonesia


    JAKARTA, KOMPAS.com— Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Hudi Hastowo mengatakan, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia diundur. Sedianya, tahun 2003 pemerintah berencana membangun PLTN pada 2016. Namun, berdasarkan realitas tahun 2010, pembangunan ini diperkirakan baru terealisasi tahun 2020.

    "Rencana 2016 impossible," ujar Hudi kepada para wartawan, Jumat (30/4/2010) di Gedung BPPT, Jakarta. Hudi memaparkan beberapa persiapan yang masih perlu dilakukan, seperti program, infrastruktur, sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta laporan analisis keselamatan atau LAK. LAK dikatakan sebagai syarat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Syarat inilah yang paling berat. Secara umum, LAK berisi analisis kejadian yang mungkin terjadi ketika PLTN dibangun, beserta asumsi yang disepakati bersama, penanganannya, serta perencanaan darurat (emergency planning)-nya.

    "Jadi, kita harus memetakan hal-hal terburuk yang dapat terjadi serta penanganannya. Misalnya, sistem pendingin PLTN mati, atau pipanya patah akibat gempa. Ini cukup sulit," katanya.

    Hudi menambahkan, hingga saat ini belum diputuskan lembaga mana yang akan menjalankan PLTN. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), katanya, hanya bertugas mempersiapkan sarana dan prasarana. Ia menegaskan, pembangunan PLTN perlu melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari Batan, Bapeten, kementerian-kementerian terkait, hingga universitas.

    Energi terbarukan tetap jalan

    Hudi mengatakan, pembangunan PLTN tidak berarti menegasikan usaha penciptaan energi terbarukan. Pemerintah masih terus mengupayakan penggunaan energi terbarukan, seperti biomass, geotermal, bioetanol, energi surya, dan biofuel. "Ayo, kita kembangkan semua sumber energi dan energi terbarukan," katanya.

    Huda berpendapat, usaha penciptaan energi terbarukan tetap dilakukan secara bersamaan dengan pembangunan PLTN. Pasalnya, dirinya memperkirakan kebutuhan energi suatu negara terus meningkat seiring bertambah makmurnya negara tersebut. Ada korelasi antara peningkatan indeks pembangunan manusia dan kebutuhan energi.

    Sementara itu, Irwanuddin M Eng dari Pusat Pengkajian Pengembangan Energi Nuklir Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia meminta agar masyarakat tidak lagi menggunakan alasan bocornya reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina, sebagai alasan menentang pembangunan PLTN di Indonesia. "Di Chernobyl, ada empat reaktor nuklir. Tiga reaktor power plant dan satu reaktor riset. Yang bocor adalah reaktor riset. Reaktor riset itu tipe 150 dan sifatnya masih klasik. Reaktor untuk power plant stabil," ujarnya.

    Irwan mengatakan, penggunaan energi nuklir dapat disandingkan dengan penggunaan energi terbarukan lainnya. Dirinya mencontohkan Rusia, yang 75 persen sumber listriknya berasal dari PLTN.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Mundur, Pembangunan PLTN di Indonesia

    Radar Tidak Deteksi Sampah Antariksa Jatuh


    JAKARTA - Benda angkasa yang jatuh menembus atap rumah warga Duren Sawit sekira pukul 17.00 WIB kemarin, hingga saat ini belum dapat identifikasi. Namun terdapat dua dugaan sebagai penyebabnya, sampah antariksa atau meteorit.

    Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan radar yang memonitor kondisi langit, tidak mendeteksi keberadaan sampah antariksa tersebut. Namun bukan berarti benda angkasa yang menghujam hingga ke dasar lantai warga tersebut, merupakan meteor.

    "Kami belum dapat memastikan benda tersebut meteor," ungkap Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati di lokasi kejadian, Jalan Delima VI Gang 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (30/4/2010).

    Menurutnya kepastian jenis benda tersebut menunggu penelitian dari tim ahli yang dikabarkan sedang berada di dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.

    Sejauh ini benda angkasa yang misterius itu masih berada di lokasi, tersembunyi di reruntuhan, dan kemungkinan berada di dalam tanah. Tapi dampak kehancurannya di permukaan tanah, kata Elly, tidak terlihat seperti ceruk.

    Dari pantauan, dalam reruntuhan bangunan rumah tidak ditemukan lubang bekas ledakan. Namun benda di sekitar pusat ledakan mengkerut dan gosong seperti terbakar.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Radar Tidak Deteksi Sampah Antariksa Jatuh

    Lapan Akan Rilis Ledakan Duren Sawit

    JAKARTA - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) akan memberikan keterangan resmi kepada pers setelah tim peneliti usai melakukan observasi di lokasi ledakan misterius di Jalan Delima VI Gang 2 Nomor 31 RT 01 RW 5 Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    "Kita tidak wawancara dulu sama wartawan sebelum peneliti datang dan mengobservasi semua. Ketika peneliti datang dan selesai bekerja, baru kita semua ngumpul dan buka wawancara," terang Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati di lokasi, Jumat (30/4/2010).

    Menurut dia, sebelumnya tim dari Puslabor sudah membawa sempel dari sisa-sisa ledakan dari TKP yang hingga saat ini belum ditemukan adanya bongkahan meteorit. "Debu-debu dan bata-bata yang terbakar tidak dikirim ke Bandung, tapi dibawa ke Puslabor Mabes Polri," jelas dia.

    Sementara itu dari pantauan, warga masih berdatangan untuk melihat lokasi ledakan, meski jumlahnya tidak begitu banyak dari sebelumnya. Pemilik rumah saat ini tidak memperkenankan wartawan masuk ke dalam rumah untuk mengambil gambar.

    Alasannya, pemilik sedang merapikan kondisi rumah yang porak-poranda. Kapolda Metro Jaya juga dikabarkan akan meninjau lokasi, sedangkan sejumlah polsi masih berjaga di TKP

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Lapan Akan Rilis Ledakan Duren Sawit

    Thursday, April 29, 2010 | 10:20 PM | 0 Comments

    Andai China Serang Taiwan


    TAIPEI, KOMPAS.com — Lebih dari 6.500 tentara Taiwan, termasuk pasukan elite khusus, Kamis (29/4/2010), ikut ambil bagian dalam pelatihan militer terbesar di pulau itu dalam tahun ini. Mereka melakukan simulasi hari-H serangan China terhadap pulau tersebut.

    Sekitar 4.900 prajurit, dibantu pesawat-pesawat jet tempur F-16 dan helikopter tempur Super Cobra, dikerahkan di dekat Chialutang, sebuah desa pantai di Taiwan selatan, pada saat mereka mempertahankan pantai itu dari serangan musuh.

    "Jika perang pecah, maka Pantai Chialutang tampaknya akan dijadikan tempat pendaratan bagi pasukan China," kata seorang letkol militer kepada AFP, setelah latihan selama sehari. Dia hanya memperkenalkan dirinya bernama panggilan Tai.

    Beberapa kilometer di daratan, 1.200 prajurit infantri melakukan simulasi pertahanan terhadap pasukan musuh, yang didrop dari udara untuk mendukung serangan pantai.

    Sementara itu, di kota pelabuhan Huko di utara pulau tersebut, 400 tentara ikut ambil bagian dalam latihan kemampuan militer untuk pasukan khusus gerak cepat yang menempuh jarak jauh. Hal itu dikatakan oleh juru bicara militer.

    Terakhir, pulau itu menyelenggarakan pelatihan militer serupa pada Desember 2008. Namun, pelatihan tersebut hanyalah permainan perang komputer.

    Hubungan-hubungan antara Taipei dan Beijing telah membaik, terutama sejak Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang yang bersahabat dengan China mengambil alih kekuasaan pada 2008 dan berikrar untuk meningkatkan hubungan perdagangan serta mengizinkan kedatangan turis China.

    Namun, Beijing tidak memutuskan untuk menggunakan kekuatan terhadap pulau itu, yang mereka anggap sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun telah diperintah secara terpisah sejak perang sipil berakhir pada 1949.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Andai China Serang Taiwan

    Wednesday, April 28, 2010 | 11:18 PM | 0 Comments

    Kapal Pesiar Produksi Maxim Indonesia


    illustrasi

    CIREBON, KOMPAS.com - Perusahaan pembuat kapal berbahan fiber, PT Maxim Marine Indonesia, meluncurkan produk pertamanya yaitu kapal pesiar ’Alpha 65’ di Pelabuhan Cirebon, Jabar, Rabu.

    Kapal pesiar pribadi itu berukuran 70 kaki, berkecepatan tinggi hingga mencapai 40 knot.
    Di galangan pembuatannya yang beralamat di Jl Perniagaan No 8 Pelabuhan Cirebon, kapal berkapasitas delapan orang tersebut merupakan pesanan perusahaan Jepang.

    Kapal itu masih dalam tahap pengerjaan dan baru akan selesai sekitar lima bulan mendatang, dengan harga jual Rp14 miliar.

    President Director PT Maxim, Ito Sadayuki, mengatakan, pembuatan kapal tersebut menggunakan teknologi yang sangat canggih, bahkan untuk pembuatan mold (bentuk rangka, RED) menggunakan sistem komputerisasi terutama untuk ’cutting’ menggunakan ’cutting laser’ berukuran satuan mili.

    "Dalam pengerjaannya kami menggunakan teknologi canggih dan dikerjakan dengan tingkat ketelitian, kecermatan dan keamanan yang tinggi serta memiliki desain yang futuristik," kata Ito dalam bahasa Jepang.

    Beberapa kelebihan kapal buatannya tersebut, kata Ito, ada pada kestabilan, ’power’ dan sudut pemecah gelombang yang akurat sehingga mampu bertahan di laut dengan ombak tinggi sekalipun.

    Untuk saat ini, Ito mengaku baru memproduksi kapal jenis ’cruiser’ yaitu tipe ’alpha 65’ yang mempunyai ukuran 70 kaki dan kapasitas penumpang delapan orang.

    Kapal pesiar berbahan bakar oktan 92 ini memiliki panjang 19,5 meter, lebar 16,7 meter dan tinggi 5,8 meter, memiliki dua mesin jenis Volvo dengan power 1.200 kecepatan kuda (pk), dengan kecepatan hingga 80 Km per jam.

    "Saat ini kami sudah mendapat dua pemesan dari Jepang untuk kapal jenis cruiser alpha 65 dan rencananya kami juga akan membuat dua kapal yang lebih besar yaitu tipe Alpha 80," kata Ito.

    Selain itu, kapal yang seluruh bodinya berbahan dasar fiber dibuat sedemikian rupa mengkilap sehingga memberi kesan mewah, apalagi dilengkapi dengan desain interior plus galeri yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

    Selain itu, Alpha 65 ini juga dilengkapi dengan kamar tidur berkapasitas tiga orang dan toilet serta mini bar yang didesain mewah sehingga akan membuat nyaman pemiliknya.

    Dijelaskan Ito, kapal pesiar mewah tersebut dibuat memang sengaja untuk memenuhi kebutuhan pasar negara di Eropa, Amerika dan Jepang.

    Selain memproduksi kapal jenis cruiser (pesiar), kata Ito, perusahaannya juga berencana membuat kapal penangkap ikan untuk nelayan di Indonesia seharga Rp1 miliar yang dilengkapi dengan alat penangkap ikan.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Pesiar Produksi Maxim Indonesia

    TNI AU Tekan Pertumbuhan Personel


    Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) unjuk kebolehan bermain drumband dalam Peringatan 62 Tahun Hari Bakti TNI AU di Lapangan Dirgantara Kompleks AAU Yogyakarta, Rabu (29/7).

    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memaksimalkan tingkat kesejahteraan anggotanya, TNI AU menekan pertumbuhan personelnya. Mereka menetapkan zero growth untuk personel AU. Jumlah personel dibatasi maksimal 30.000 orang, sementara saat ini jumlahnya masih di atas 30.000 orang.

    Koordinator staf ahli KSAU Marsekal Muda Yoseph Rasiman, di sela-sela acara seminar radar nasional di Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Rabu (28/4/2010) mengatakan, untuk mencapai titik stabil pada angka 30.000 orang, pihaknya mulai membatasi rekrutmen. Rekrutmen hanya diperuntukkan untuk mengganti personel yang sudah memasuki usia pensiun.

    Menurutnya dengan jumlah personel yang tidak terlalu besar, kesejahteraan mereka bisa ditingkatkan. "Setiap tahun kami menerima kenaikan anggaran untuk kesejahteraan. Jika jumlah personelnya terus bertambah, manfaat dana tidak bisa dirasakan secara signifikan. Hal itu berbeda kalau jumlah personelnya konsisten," paparnya.

    Bila kesejahteraan anggota TNI AU memadai, mereka bisa bekerja lebih maksimal. Selama ini kesejahteraan mereka masih pas-pasan. Padahal, tugasnya cukup berat yakni mempertahankan kedaulatan negara.

    Selama ini kebutuhan personel TNI AU dipenuhi dari empat sumber yakni AAU, perwira karier, bintara, dan tantama. Jumlahnya seharusnya mengikuti piramida. Kebutuhan paling banyak adalah personel kelas bintara dan tantama.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI AU Tekan Pertumbuhan Personel

    Kendaraan Hipersonik Militer AS, Lenyap

    VIVAnews - Militer Amerika Serikat (AS) kehilangan kontak dengan sebuah kendaraan hipersonik eksperimental di Samudera Pasifik. Menurut Turner Brinton dari Space News, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) kehilangan kontak dengan kendaraan Falcon Hypersonic Technology Vehicle (HTV)-2 sembilan menit setelah diluncurkan.

    HTV-2 merupakan pesawat pertama dari serangkaian eksperimen penerbangan. Rencananya, teknologi yang bisa dikerahkan untuk rudal-rudal konvensional jarak jauh di masa depan.

    “Kendaraan tersebut diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California, dengan sebuah roket Minotaur 4,” kata Brinton, seperti dikutip dari laman TG Daily, Selasa 27 April 2010.

    Dibangun oleh Lockheed Martin Corp., pesawat HTV-2 meluncur di atas Samudera Pasifik dengan kecepatan 20 ribu kilometer per jam selama 30 menit. “Namun, sembilan menit setelah meluncur, DARPA kehilangan kontak dengan pesawat, dan penyebab kegagalan itu belum diketahui,” ujarnya.

    Namun, Frank James dari NPR mencatat bahwa dalam masa-masa awal percobaan teknologi pertahanan, proyek militer teknologi tinggi biasanya ditandai dengan sejumlah kegagalan.

    “Program angkasa luar AS pada akhir 1950-an juga terdapat kegagalan, jadi tidak heran, tes yang dilakukan militer pekan lalu untuk menguji Falcon dan menguji konsep pesawat hipersonik yang bisa melanglang buana dengan kecepatan hingga 20 kali lebih cepat dibanding kecepatan suara, juga mengalami kegagalan,” ucap James.

    “Ide dari teknologi ini adalah menciptakan sebuah pesawat yang bisa mencapai lokasi-lokasi di Bumi dalam hitungan menit,” kata James.

    Sumber: YAHOO/VIVA NEWS
    Readmore --> Kendaraan Hipersonik Militer AS, Lenyap

    KRI Dewaruci Menembus Perairan Somalia


    Jeddah, 26 April 2010 Usai melaksanakan misi diplomasi di India KRI. Dewaruci, melanjutkan perjalanannya menuju Jeddah, Arab Saudi sebagai negara tujuan selanjutnya. Selesai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung ‘Sultan Qaboos bin Said’ Kota Salalah, pukul 16.00. KRI Dewaruci, bertolak meninggalkan pelabuhan Mina Raysut. Kecepatan angin 20 knot dari arah dermaga, turut mengantar KRI Dewaruci keluar alur dengan mulus. Peran pemanduanpun menjadi singkat dan tidak perlu sampai ke buoy terluar, karena Letnan Satu Hadi sebagai Perwira Navigasi sudah mampu memandu kapal untuk keluar dari alur. Ketika KRI Dewaruci mulai memasuki peraiaran Somalia, seluruh prajurit mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, dibawah komando Perwira Pelaksana (Palaksa) Mayor Laut Widyatmoko, memasang benteng perlindungan dari kantong-kantong pasir, prajuritpun siap dengan senjata laras panjang AK -47 di tangan. Perairan Somalia merupakan perairan yang sangat berbahaya bagi pelayaran, karena sudah begitu banyaknya peristiwa pembajakan dan perompakan yang terjadi di peraiaran itu. Oleh karena itu KRI Dewaruci siap untuk menghadapi situasi terburuk sekalipun. Untuk itu Kapten Didik siswinardi sebagai perwira senjata terjun langsung untuk memimpin menangani ancaman dan pengamanan senjata dari bajak laut dan perompak Somalia itu. Dikawal 7 kapal perang Asing Dua kapal Angkatan Laut Rusia ‘Pechenga’ dan ‘MB 19’ yang merapat di belakang KRI Dewaruci di Salalah, turut bertolak untuk mengawal KRI Dewaruci. Awak kapal Rusia yang sempat mendatangi kapal dan protes dengan bendera Spirit of Pirates yang terus berkibar sepanjang hari itu. “Bagaimana kami mau mengamankan anda, jika kapal anda sendiri secara tidak langsung mengakui keberadaan mereka?. Setelah mendapatkan penjelasan tentang asal mula bendera dan artinya menggunakan bahasa Rusia oleh Kolonel Achmad Riad, Atase Pertahanan Indonesia, maka mereka mulai mengerti. Ditambah lagi penjelasan dari Komandan KRI Dewaruci, bahwa kapal ini pernah singgah di Vladivostok tahun 2004, sehingga penjelasan itu membuat suana lebih cair dan menjadi lebih akrab. Bahkan selalu menjadi latar belakang berfoto sebelum dan setelah pesiar. Kapal perang Rusia ‘Pechenga’ mirip tanker dengan warna lambung abu-abu kehijauan. Sedangkan ‘MB 19’ mirip kapal tunda. Sekilas kedua kapal dari Armada Pasifik Rusia tersebut tidak terlihat seperti kapal perang. Namun keduanya dilengkapi dengan kesenjataan hingga kaliber 40 mm. Jumlah awak kapalnya banyak, lazimnya kapal perang. Diperkirakan membawa 80 orang pelaut dan 1 peleton marinir dari markasnya di Vladivostok. Tugas utamanya mensuplai logistik dan personel kepada kapal-kapal AL Rusia yang berada di Teluk Aden. Memasuki Teluk Aden, semua kapal direkomendasikan untuk melewati alur yang sudah dibuat oleh Combined Maritime Forces. Rute yang disebut International Recommended Transit Corridor (IRTC) ini menjadi perlintasan yang diamankan oleh pasukan gabungan. Keluar dari IRTC, resiko diluar tanggung jawab pasukan gabungan. Dengan kecepatan 7-8 knot, KRI Dewaruci melaju gagah memasuki IRTC di antara kapal-kapal tanker yang bergerak ke arah Timur atau Barat berkecepatan 20-24 knot. Meski demikian untuk menjaga keamanan sendiri, banyak terlihat kapal yang memancarkan air di buritan. Terkadang terlihat seperti air panas, karena terlihat asap setelah air menyentuh permukaan laut. Menjelang senja, KRI Dewaruci melaksanakan Peran Jaga Perang, Penjagaan setingkat Siaga 2 ini melibatkan setengah kekuatan personel dan akan menempati penjagaan setiap 6 jam sekali. Sebuah kapal perang yang diketahui bernama USS San Antonio LPD-17 sempat menanyakan identitas Dewaruci, dan selanjutnya kapal AL Amerika Serikat tersebut memberikan respek sesama AL, menyarankan agar terus standby di channel radio komunikasi yang sudah diatur, serta mendengar laporan situasi alur setiap jam. Juga apabila keadaan bersifat darurat (emergency), dapat mnghubungi kapal-kapal AL mancanegara yang ada di perairan Aden ini. Kapal keempat adalah kapal tempur AL Rusia, pada Minggu dinihari kapal telah bertolak lebih awal, sehingga tidak sempat difoto. Namun melalui komunikasi diketahui bernama ‘Pyotr Veliky-099’ (foto: Jane’s Fighting Ship 2006). Usai melakukan komunikasi kapal tersebut langsung mengadakan peran penggelapan. Limnos F-451 dari AL Yunani menjadi kapal kelima yang dijumpai. Mereka bangga setelah diinformasikan bahwa KRI Dewaruci akan singgah di dua kota Yunani, Volos dan Lavrion dalam rangka Lomba dan Festival kapal layar tiang tinggi. Kapal frigate tersebut tidak berani mendekat dan hanya memantau dari jarak 5 NM. Sama dengan kapal AL India INS Brahmaputra F-31 senang sekali bertemu dengan sesama negara Asia, apalagi hubungan AL Indonesia dan India sangat baik, salah satunya melalui kerjasama bilateral melalui Operasi Indindo. (Limnos F-451, Yunani (kiri), Brahmaputra, India (kanan) Berbeda dengan USS Carney DDG-64 yang menjadi kapal ke tujuh atau terakhir, destroyer AL Amerika ini bahkan membalas penghormatan lambung dari KRI Dewaruci pada jarak 300 yard, serta mengadakan komunikasi lewat operator. Komunikasi yang terjalin lewat operator itu diantaranya berbunyi Bon Voyage yang dari suaranya bisa dipastikan seorang korps wanita yang berada di kapal itu, kepada kapal legendaris Indonesia yang sesaat lagi akan keluar dari IRTC menuju Laut Merah. Selama dua hari melewati perairan Somalia, semangat awak kapal berlipat ganda. Di samping membayangkan seramnya pembajak dan perompak, juga sejuknya suasana batin menjelang tiba di Jeddah. Ka’bah kiblat seluruh umat Muslim sudah dipelupuk mata. Sungguh tak terbayangkan bila benar-benar ini kenyataan, dan bukan sekedar mimpi yang akan terhapus dengan sebuah lengkingan peluit bangun pagi. Dalam suasana batin yang mendua, prajurit menyiapkan diri secara fisik dan mental, untuk mengikuti latihan beladiri untuk menjaga kebugaran tubuh seperti tae kwon do, pencak silat. Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto yang juga, pemegang sabuk hitam karate turut membagi ilmu dalam teknik melumpuhkan orang. Matahari yang hangat di pagi hari dan angin semilir di tengah laut yang tenang membuat suasana lebih indah dan nyaman. Siang harinya dimanfaatkan untuk latihan manasik umrah yang langsung dipimpin perwira rohani Mayor Achmad Fauzan. Labbaikallahumma labbaik... Pukul 09.00 waktu setempat (13.00 Wib), KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Jeddah diterima dengan parade kehormatan langsung oleh Konsul Jenderal R.I Jeddah Bpk. Zakaria Anshar didampingi Atase Pertahanan Kolonel Kav Achmad Riad, S.Ip beserta staf KJRI Jeddah. juga terlihat beberapa siswa SMA Indonesia yang hadir mengunjungi kapal. Ahlan Wasahlan. Labbaikallahumma labbaik, Labbaika lasyarikalakalabbaik, dan 70 awak kapal muslim bersiap untuk umrah. Kasubdispenum Dispen Koarmatim Mayor Laut Drs Kariono, MAP

    Sumber: Penarmatim
    Readmore --> KRI Dewaruci Menembus Perairan Somalia

    Pengembangan Radar Jadi Prioritas Riset


    Kepala LIPI Prof. Dr. Umar Anggara mengamati radar ISRA saat peluncuran di Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang, Kamis (20/8).

    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penguasaan teknologi radar di Indonesia termasuk rendah. Sebagian besar radar yang dipasang produksi luar negeri. Minimnya kualitas sumber daya manusia dan anggaran untuk riset menjadi penyebab utamanya. Padahal, kebutuhan radar sangat tinggi karena wilayah Indonesia terdiri dari banyak pulau.

    Hal itu disampaikan Deputi Menteri Riset dan Teknologi, Teguh Raharjo usai membuka acara seminar radar nasional di Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Rabu (28/4/2010). Indonesia baru bisa membuat radar pengawas pantai. "Radar ini akan kami produksi sendiri karena biayanya sepersepuluh lebih murah dibandingkan radar impor," katanya.

    Menurutnya, rendahnya penguasaan teknologi radar karena Indonesia belum memiliki banyak pakar di bidang tersebut. Belum ada jurusan khusus radar di universitas. Pengetahuan radar hanya menjadi sempalan pengetahuan di bidang keilmuan lain misalnya saja penerbangan dan kelautan. Rencananya pemerintah akan membentuk pusat keunggulan teknologi radar sekaligus membuka jurusan teknologi radar.

    Selain itu, rendahnya anggaran untuk riset juga menjadi faktor penyebab. Bila riset tentang radar digalakkan akan muncul temuan-temuan baru yang berdampak positif bagi pengembangan teknologi radar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pengembangan Radar Jadi Prioritas Riset

    PESAWAT C-212 CASA LAKUKAN PEMOTRETAN BANJIR


    Tanggap darurat terhadap kejadian bencana alam menjadi salah satu tugas dari Angkatan Udara, khususnya Lanud Abd Saleh. Seperti kejadian banjir di wilayah Malang selatan, Lanud Abd Saleh melakukan pemotretan dari udara dengan pesawat C-212 Casa dari Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh, Rabu, 28/4.

    Pemotretan ini merupakan tindakan awal tanggap darurat dalam membantu pemerintah daerah dalam bidang teknis untuk melihat kondisi secara keseluruhan daerah yang terkena banjir.

    Seperti tahun lalu, daerah Malang selatan merupakan daerah yang rawan akan terjadinya banjir sehingga daerah-daerah tertentu terisolasi karena akses jalan terputus akibat banjir sampai beberapa hari. Untuk mendapatkan kebutuhan pokok masyarakat yang terisolasi, sebagian bantuan kebutuhan-kebutahan pokok diterjunkan dari udara dengan memakai pesawat C-212 Casa dari Lanud Abd Saleh.

    Dari kejadian bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia, seperti di Malang Selatan ini, Lanud Abd Saleh dengan alutsista yang dimiliki senantiasa siap apabila sewaktu-waktu diminta untuk mendukung dalam kegiatan tanggap darurat.

    Sumber: TNI AL
    Readmore --> PESAWAT C-212 CASA LAKUKAN PEMOTRETAN BANJIR

    RANPUR “ANOA” KARYA ANAK BANGSA KAWAL MABES UNIFIL


    PUSPEN TNI (28/4),- Kehadiran ANOA, kendaraan tempur jenis APC (Armoured Personal Carrier) produksi Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi para prajurit TNI yang tengah mengemban misi perdamaian di Lebanon Selatan, yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL (Indonesian Battalion). Kendaraan tempur jenis angkut personel ini nantinya akan memperlengkapi Kompi Mekanis E yang saat ini mengemban tugas dan dipercaya sebagai Kompi Force Protection (Kompi Pengawal) Markas Besar (Mabes) UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Naqoura Lebanon Selatan.

    Menurut Dansatgas Konga XXIII-D, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, Kompi Mekanis E dipilih sebagai Kompi pengguna kendaraan tempur buatan PT. Pindad (Persero), mengingat beberapa keunggulan Ranpur ANOA sangat sesuai dengan bidang tugas yang sedang diemban Kompi Mekanis E, baik itu untuk kegiatan patroli maupun untuk kegiatan pengawalan.

    Ranpur ANOA mampu melaju hingga kecepatan 90 Km/jam dan hanya membutuhkan waktu 8 detik untuk berakselerasi dari kecepatan 0 hingga 60 Km/jam. Keunggulan ini sangat sesuai untuk melaksanakan pengawalan para petinggi yang berada di Markas Besar UNIFIL. Dari segi keselamatan, Ranpur ANOA dilapisi dengan baja khusus yang sudah memenuhi standar Nato pada level III. Dengan sistem penggerak 6 roda simetris, ANOA mampu bergerak lincah di berbagai medan hingga kemiringan 31 derajat.

    Sementara itu, Pasiops Kompi Mekanis E, Kapten Chb Faisal Hutagalung menyampaikan bahwa sebagai pembekalan tentang kondisi medan dan pelaksanaan tugas, para pengemudi ANOA saat ini sedang melaksanakan Induction Training. Pelaksanaan Induction Training meliputi materi patroli dan escorting pada medan – medan sulit dan mengemudi pada malam hari. Kegiatan ini penting dilaksanakan mengingat kondisi medan di Lebanon Selatan sarat dengan jalan yang sempit dan berkelok-kelok dengan faktor kerawanan tinggi berupa tebing dan jurang yang dalam pada sisi jalan. Pembekalan ini juga sebagai sosialisasi aturan mengemudi, sebab pemerintah Lebanon menerapkan aturan berkendaraan pada sisi sebelah kanan jalan.

    Kehadiran APC karya anak Bangsa ini, telah mempertebal rasa percaya diri Prajurit Indonesia dalam melaksanakan tugas di tengah – tengah pergaulan militer Internasional seperti yang tengah berlangsung di Lebanon saat ini.

    Sumber: TNI
    Readmore --> RANPUR “ANOA” KARYA ANAK BANGSA KAWAL MABES UNIFIL

    Pemeriksaaan Senjata


    Dandim 0733/BS Semarang, Letkol Inf Nugroho Sulistyo Budi (2kiri), saat melakukan pemeriksaan kondisi berbagai senjata, di Markas Kodim 0733 BS/Semarang, di Semarang, Jateng, Rabu (28/4). Pemeriksaan ratusan senjata itu bertujuan untuk memastikan kondisinya dalam keadan baik dan terawat serta tidak disalahgunakan oleh prajurit.(FOTO ANTARA/R. Rekotomo).

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pemeriksaaan Senjata

    PANSER VAB TNI DI LEBANON BELUM DITARIK


    Jakarta - Kementerian Pertahanan menyatakan, beberapa kendaraan tempur panser VAB yang digunakan kontingen TNI dalam misi perdamaian di Lebanon belum akan ditarik.

    "Memang kondisinya sudah sangat menurun, tetapi belum akan ditarik. Masih akan dioperasionalkan sampai habis masa pakainya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Medhio di Jakarta, Selasa.

    Berbicara kepada ANTARA, ia menambahkan, meski telah ada 13 kendaraan tempur panser "Anoa" dari PT Pindad namun keberadaan panser VAB buatan Renault Truck yang digunakan kontingen TNI di Lebanon tetap dipertahankan hingga habis masa pakainya.

    Pada kesempatan terpisah, Asisten Operasi Kasum TNI Mayjen TNI Supiadin mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh kesiapan kendaraan tempur panser VAB yang kini masih digunakan Kontingen TNI di Lebanon.

    "Dari evaluasi itu, akan terlihat mana yang masih bisa digunakan dan mana yang tidak. Dan itu yang akan kita tarik, diganti dengan yang baru," ujarnya.

    Ia mengakui, panser VAB yang digunakan TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon masih asli buatan Renault, Perancis.

    "Dari `body` hingga mesin yang digunakan, bukan produk VAB baru yang dikerjakan bersama PT Pindad dan Renault. Jadi, memang tingkat kesiapannya sudah sangat menurun," ujarnya.

    Siap Operasional

    Sementara itu, Tim Inspeksi Pasukan Pemelihara PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) menyatakan, 13 kendaraan tempur "Anoa` buatan PT Pindad layak digunakan dalam misi PBB di wilayah itu.

    Tim melakukan pemeriksaan di Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN POSN 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

    Pemeriksaan bertujuan memastikan seluruh fungsi dari kendaraan tempur dimaksud dapat beroperasi secara baik, hingga layak digunakan untuk mendukung misi perdamaian di Lebanon Selatan.

    Dengan pernyataan laik operasional tersebut, maka secara resmi ke-13 kendaraan tempur "Anoa" akan diberi plat nomor UNIFIL oleh pihak "UNIFIL Transportation Section" dan resmi sebagai ala utama sistem persenjataan yang dioperasionalkan UNIFIL.


    Sumber: ANTARA/DEPHAN
    Readmore --> PANSER VAB TNI DI LEBANON BELUM DITARIK

    Hino Pasok Sasis untuk Kendaraan Militer Nasional


    Kendaraan militer pindad

    JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memperluas pasar, PT Hino Motor Manufacturing Indonesia menjajaki segmen baru, yakni kendaraan militer. Merek yang berada di bawah bendera Toyota ini, berencana memasok sasis untuk kendaraan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Gunadi Shinduwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Pertahanan Otomotif (AIPO) semalam mengatakan, saat ini seluruh anggota asosiasi tengah melakukan pengembangan kendaraan khusus militer. Untuk prototipe digunakan sasis Hino produksi lokal.

    "Ini bukan masalah Hino saja, lebih tepatnya seluruh anggota AIPO. Hino dipilih karena memiliki kandungan lokal 70 persen," ujar Gunadi. Dijelaskan pula, asosiasi juga menggandeng PT Pindad dan perusahaan karoseri nasional untuk memenuhi kebutuhan TNI tersebut. Menurut Gunadi, terdapat sekitar 9-12 varian yang akan diciptakan.

    "Untuk menciptakan satu prototipe, sudah menghabiskan dana Rp800 juta per unit. Ini kendaraan berat. Biayanya akan berkurang seiring tumbuhnya permintaan," papar Gunadi.

    Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kebutuhan kendaraan militer yang masih mengandalkan produk impor secara perlahan dialikan ke industri lokal. “Potensi pasar kendaran militer nasional mencapai 3.000 unit per tahun,” ungkap Gunadi.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Hino Pasok Sasis untuk Kendaraan Militer Nasional

    Pengajuan Pengganti OV-10 Bronco Diproses Ulang


    OV-Broco
    JAKARTA (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Iman Sufaat menyatakan, pengajuan penggantian pesawat tempur latih jenis OV-10 Bronco ke Mabes TNI sudah diproses ulang. Karena, pengajuan penggantian ada tahap pertama tidak lengkap dan memenuhi aturan.

    "Pengganti OV-10 itu kita sudah proses ulang, dari awal lagi. Pengajuan yang pertama tidak lengkap dan terpaksa harus diproses dari awal sampai kepada proses penawaran harga. Pada hari Jumat (23/4), kita sudah ajukan ke Mabes TNI," ujar KSAU kepada Suara Karya di sela-sela penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (25/4).

    Ia mengharapkan, pembelian pesawat tempur latih Super Tucano dari Brazil sebagai pengganti OV-10 Bronco segera diproses Mabes TNI dan dapat direalisasikan dalam tahun ini. "Pesawat OV-10 sejak 2007 sudah tidak lagi beroperasi. Dan sekarang ini kita sangat memerlukan adanya pengganti sejenis," ucap KSAU.

    Pesawat Super Tucano, menurut Imam, memenuhi kriteria kebutuhan kekuatan TNI AU untuk meningkatkan kemampuan latih personel TNI AU dalam mempertahankan kedaulatan udara RI. Pesawat ini memenuhi kriteria, yakni pesawat taktis ringan, counter insurgency, remote air control, pengamatan dari udara bersenjata.

    Dia mengatakan, TNI AU mengajukan untuk membeli 16 unit Super Tucano. Rencana pengguannya secara bertahap, yakni empat masuk ke perawatan, empat untuk latihan, delapan untuk trouble.

    "Artinya, pemakaian tidak sekaligus. Ada yang dipakai dalam sehari dua-tiga kali, dan ada masuk dalam perawatan. Jadi bentuknya seperti peramida," katanya.

    Sembilan Hercules

    Selain mengajukan penggantian OV-10 Bronco, Imam mengatakan, TNI AU akan mengajukan penggantian sembilan jenis pesawat angkut, Hercules type B yang kini telah berusia 45 tahun.

    Pemberitahuan dari pihak produsen Amerika Serikat baru-baru ini, pesawat angkut Type B yang dimiliki TNI AU itu hanya bisa bertahan lima tahun lagi.

    "Hercules kita yang tipe B umurnya sudah 45 tahun. Jadi, menurut Tim dari Amerika, ini hanya bisa bertahan hanya lima tahun lagi. Jadi, air frame-nya hanya sampai umur 50 tahun," ujarnya.

    Ia mengatakan, AS sudah mau lagi bertanggungjawab atas kerusakan maupun kejadian yang menimpa Hercules Type B yang dimiliki TNI, apabila masih tetap dipergunakan. Material dari pesawat itu telah masuk kategori tua dan tidak mamu lagi untuk diergunakan sebagai pesawat angkut.

    "Jadi mereka (AS) tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa. Kalau lebih dari itu, material dari pesawat itu sudah gak kuat. Ya. Jadi, ke depan memang kita rencanakan penggantinya," ujar KSAU. Pesawat sejenis yang akan menggantikan Hercules Type B milik TNI AU, yakni Hercules Type A ataupun type C buatan AS. Pesawat ini yang masih kategori pesawat angkut terbaru. Hal ini pun telah dimasukan ke dalam Renstra TNI AU 2010.

    "Dalam program renstra sudah harus diganti. Hanya sekarang masalahnya, itu mahal sekali. Kita berencana mengadakan penambahan sembilan Hercules," ujar Imam.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Pengajuan Pengganti OV-10 Bronco Diproses Ulang

    Rusia Tertarik Pertahanan Anti Rudal


    MOSKOW, KOMPAS.com - Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan, Moskow tertarik dalam kerjasama dengan NATO mengenai masalah pertahanan anti-rudal di Eropa.

    Para menteri luar negeri NATO sepakat pada pertemuan tak resmi mereka di Estonia, pekan lalu, akan mulai berdialog dengan Rusia mengenai kerjasama di bidang pertahanan anti-rudal.

    Medvedev mengatakan dalam wawancara dengan Siaran Denmark, Danish Broadcasting Corporation (DR), bahwa Moskow telah lama membicarakan sistem pertahanan rudal global.

    "Sistem ini hendaknya melindungi tidak hanya negara-negara tertentu atau kelompok negara, tapi juga kepentingan semua negara peserta dan bertanggungjawab kepada masyarakat internasional."

    Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, menegaskan pekan lalu di Estonia mengenai pentingnya kerjasama mengenai pertahanan rudal ini, untuk melindungi penduduk Eropa dan Rusia terhadap ancaman rudal secara nyata.

    Ditanya apakah Rusia akan mengatakan ya untuk usul dari ketua NATO itu, Medvedev mengatakan, "Ya, Rusia akan melakukannya bila usulan itu benar-benar serius."


    Dia mengatakan, Rusia bersikap menentang pembentukan sistem pertahanan udara dengan negara-negara lain, karena hal itu bisa merusak sistem keseimbangan yang ada saat ini di antara negara-negara nuklir besar.

    Pada Februari lalu, Romania dan Bulgaria mengatakan, mereka dalam perundingan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengenai penyebaran unsur-unsur perisai rudal AS di wilayah mereka dari 2015.

    Gerakan itu muncul setelah Obama membatalkan rencana pemerintah Bush September lalu, untuk penyebaran unsur pertahanan rudal di Republik Czech dan Polandia, dalam rangka membendung ancaman dari Iran.

    Rusia mengecam kuat rencana-rencana itu dan menudingnya sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

    Pada umumnya, Medvedev mengatakan bahwa Rusia ingin mengisi tempat-tempat yang layak ditolong di dunia.

    "Sederhananya Rusia ingin menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain - besar maupun kecil. Kami percaya bahwa negara kami adalah bagian dari dunia modern dan ingin membangun di seluruh dunia," katanya.

    "Wajah Rusia modern adalah wajah tersenyum. Namun negara lain juga harus tersenyum pula kepada kami," kata Medvedev.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Tertarik Pertahanan Anti Rudal

    AS: Tidak Ada Militer Iran di Venezuela


    WASHINGTON, KOMPAS.com - Seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) menepis laporan Pentagon tentang peran pasukan elit Iran di Venezuela.

    Komandan Komando Selatan AS, Jenderal Douglas Fraser, Selasa (27/4/2010) mengatakan, kegiatan-kegiatan Iran di Venezuela hanya terkait dengan urusan diplomasi dan perdagangan, bukan militer.

    Pernyataan Jenderal Fraser itu berseberangan dengan isi laporan Pentagon yang dikirimkan ke Kongres awal April lalu.

    Dalam laporan itu, Pentagon menyebutkan, pasukan elit Garda Revolusi Qods Iran menunjukkan kehadirannya yang meningkat di kawasan Amerika Latin, khususnya Venezuela. Klaim Pentagon ini ditolak tegas Presiden Chavez.

    Dalam penjelasan persnya kepada wartawan di Washington, Jenderal Douglas Fraser yang memimpin Komando Selatan AS yang bertugas mengamati sebagian besar Amerika Latin ini mengatakan, tidak ada kehadiran militer Iran di Venezuela.

    "Kami melihat kepentingan dan keterlibatan Iran meningkat di Venezuela. Itu kehadiran diplomatis dan bisnis. Saya tidak melihat bukti kehadiran militer (di sana)," katanya.

    Ditanya apakah dia menolak laporan Pentagon dan pernyataan direktur Badan Intelijen Pertahanan AS sebelumnya, Fraser mengatakan, dia tidak melihat hal itu sebagai sebuah "pertentangan".

    "Saya memang melihat kehadiran Iran yang meningkat di Amerika Latin. Saya tidak punya penjelasan rinci tentang apa yang dimaksud dengan itu," katanya.

    Sebelumnya, AS menuduh pasukan elit Qods mendukung para gerilyawan di Irak dan Lebanon. Militer AS juga menuduh Qods memanfaatkan pengaruh diplomasi negaranya dan duta besar mendatang Iran di Irak sebagai perwira Qods.

    Presiden Chavez yang selama ini merupakan pengeritik keras AS di Amerika Latin, Senin, menolak mentah-mentah isi laporan Pentagon soal kehadiran militer Iran tersebut.

    Menteri Pertahanan Robert Gates awal April lalu menegaskan bahwa Venezuela bukanlah ancaman militer bagi AS. "Saya juga tidak melihat adanya potensi konflik," katanya dalam perjalanan ke Amerika Selatan awal April lalu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS: Tidak Ada Militer Iran di Venezuela

    Tuesday, April 27, 2010 | 10:25 PM | 0 Comments

    Lanud Iswahjudi Antisipasi Serangan Musuh


    Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi mengadakan latihan pertahanan untuk mengantisipasi serangan musuh, Selasa (27/4). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

    Pentak Iwj (27/4). Serdadu seperti peluru tekan picu melesat tak ragu, Serdadu seperti belati tak dirawat tumpul dan berkarat. Itulah sebait lagu dari Iwan Fals yang mengharapkan prajurit TNI laksana peluru, seperti yang dilaksanakan personel Lanud Iswahjudi kali ini mengadakan latihan Pasukan Cadangan pengamanan pertahanan pangkalan (Kamhanlan), Selasa (27/4).

    Untuk mewujudkan prajurit yang profesionalisme diperlukan serangkaian kegiatan pengamanan secara terjadwal maupun insidentil, mengingat Lanud Iswahjudi merupakan pusat kegiatan operasi militer dan pembinaan kemampuan serta merupakan obyek strategis yang tidak terlepas dari kerawanan maupun ancaman.

    Latihan bagi Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi yang melibatkan 272 personel militer dari satuan-satuan jajaran Lanud Iswahjudi dan 34 pelatih dari Batalyon Paskhas 463 tersebut selama dua hari secara terus menerus melakukan latihan Pengamanan dan Pertahanan Pangkalan (Kamhanlan) yang terdiri pelajaran teori dan dilanjutkan praktek langsung.

    Direktur Latihan Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb M. Khairil Lubis, mengatakan bahwa disamping untuk meningkatkan kemampuan perorangan dalam pengamanan daerah pertahanan, latihan tersebut juga dimaksukan untuk meningkatkan ketrampilan dan ketangkasan personel, sehingga akan terwujud suatu kemampuan Pasukan Kamhanlan yang memiliki teknis dan taktik dalam mengamankan dan mempertahankan pangkalan apabila mendapat ancaman dari pihak manapun.

    ”Laksanakan latihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga maksud dan tujuan dari latihan pertahanan pangkalan tersebut dapat tercapai sebagaimana yang kita harapkan. Dengan demikian, nantinya bila sewaktu-waktu datang gangguan, seluruh personel Lanud Iswahjudi sudah memahami tugas masing-masing”, lanjut Letkol Pnb M. Khairil Lubis.

    Mendapat arahan Kadisops tersebut, para peserta latihan memperhatikan dengan seksama setiap penekanan-penekanan yang disampaikan. Oleh karenanya pelaksanaan praktek lapangan berjalan dengan lancar sebagaimana teori yang didapat sebelumnya. Latihan pertahanan pangkalan tersebut mendekati praktek pertahanan pangkalan yang sebenarnya karena seluruh peserta latihan dengan penuh semangat melaksanakan intruksi-intruksi yang disampaikan para pelatih dari Batalyon Paskhas 463 yang saat ini dikomandani Letkol Psk Silaban.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Lanud Iswahjudi Antisipasi Serangan Musuh

    Ilmuwan Nuklir Iran Minta Suaka ke Israel


    Shahram Amiri

    TEMPO Interaktif, Yerusalem -Seorang ilmuwan nuklir Iran telah meminta suaka kepada Israel, yang merupakan musuh negaranya. Permintaan itu ia sampaikan melalui negara ketiga yang bersahabat dengan Negeri Bintang Daud itu.

    Seorang anggota kabinet Israel, Ayub Kara, Sabtu lalu mengungkapkan, pencari suaka dari Iran itu kini sedang menunggu keputusan. Namun ia menolak membuka identitas ilmuwan itu dan di mana ia mengajukan suaka.

    "Israel akan melakukan segala upaya untuk membantu orang yang ingin menghancurkan ancaman nuklir dan strategis Iran," kata Wakil Menteri Pembangunan Galil dan Negev ini.

    Negara-negara Barat yang disponsori Amerika Serikat dan Israel meyakini Negeri Mullah sedang mengembangkan senjata nuklir. Namun berkali-kali pula Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka buat kepentingan sipil. Pihak Barat kini mengupayakan rancangan resolusi mengenai sanksi baru yang lebih berat bagi Iran.

    Kekhawatiran mereka makin kuat setelah Iran berhasil menaikkan kadar uranium yang sudah dikayakan hingga 20 persen. Selain itu, Teheran mampu menguji rudal jarak jauh, Syahab-3, yang mampu menjangkau seluruh pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, termasuk Israel.

    Mengutip sejumlah pejabat dan mantan pejabat Amerika serta Eropa, surat kabar The Washington Post pada Ahad lalu menyatakan makin banyak ahli nuklir Iran yang membelot atau membocorkan informasi mengenai strategi militer Negeri Persia itu. Para pembelot tersebut, termasuk Shahram Amiri, yang tidak pulang ke Iran setelah berumrah ke Arab Saudi pada Juni tahun lalu.

    Israel mengkampanyekan kepada masyarakat internasional bahwa program nuklir Iran akan menjadi ancaman bagi keberadaan negara itu. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memang bersumpah akan menghapus Negara Zionis itu dari peta dunia.

    Walau menolak nuklir Iran, Israel sejatinya merupakan satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah. Pembocor nuklir Israel yang pernah bekerja di reaktor Dimona, Mordechai Vanunu, mengatakan kepada Tempo bahwa pemerintahnya mempunyai 200 bom nuklir.
    Akibat ulahnya itu, Vanunu pernah merasakan penjara 18 tahun. Meski bebas pada 2004, ia dikenai tahanan kota dan dilarang meninggalkan Yerusalem.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Ilmuwan Nuklir Iran Minta Suaka ke Israel

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.