ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Sunday, June 6, 2010 | 5:34 PM | 0 Comments

    Indonesia plans to buy more submarines & C-130s

    Plans to modernise some of its C-130s, buy another 10

    SINGAPORE, June 5 (Reuters) - Indonesia plans to increase the size of its submarine fleet over the next two years to defend its territory as well as protect international shipping lanes, its defence minister said on Saturday.

    Purnomo Yusgiantoro also told Reuters the country was discussing buying 10 more C-130 military transport aircraft from Lockheed Martin (LMT.N) but had not come to any agreement.

    Indonesia, the world's largest archipelago with more than 17,000 islands, lies across shipping lanes between the Indian and Pacific oceans as well as between Asia and Australia, heavily used for transporting commodities and energy. It currently has two submarines.

    Singapore put out a warning earlier this year about possible attacks on ships in the Malacca Strait, one of the world's busiest shipping lanes that lies between the city state, Indonesia and Malaysia and carries about 40 percent of global trade. [ID:nSGE62409F]

    "We have several countries that we think are able to supply them (submarines). We want to make sure that it would be compatible to our needs as well as our sea (conditions)," Yusgiantoro said in an interview on the sidelines of the Shangri-La Dialogue security conference in Singapore.

    "They are very important in order for us to guard sea lanes. We are going to have that in a couple of years," he said, without giving further details.

    Yusgiantoro also said the government had earmarked funds in this year's budget to modernise some of its 32 C-130s.

    "We can use that (plane) not only to bring troops, but also for humanitarian missions. We are ready to buy but we are still in discussions with the seller."

    Indonesia set aside 42 trillion rupiah ($4.6 billion) in 2010 for defence spending, with most earmarked for operating expenditure for its 550,000-strong military force.

    The country plans to boost its defence spending up to 1.5 percent of gross domestic product by 2014 from about 0.7-0.8 percent in 2010, among the lowest in the region.

    Yusgiantoro held a meeting with U.S. Defence Secretary Robert Gates on Friday, which he characterised as "very good".

    Indonesia is currently working to improve its military ties with the United States, including removing a ban on military training for its special forces, put in place over rights abuses blamed on elite troops.

    "I think things will become more positive," Yusgiantoro said, but he did not comment on when the ban was likely to be removed.

    Yusgiantoro, a Catholic minister in the world's most populous Muslim country, said his nation's defence ties with Washington were akin to a marriage, which could be rocky at times.

    "I don't see any problem with our cooperation. But you know you always have little things going on, something like little arguments between you and your wife after she found a picture of another girl in your pocket," he said.

    ($1=9,175 Rupiah)

    From: REUTERS
    Readmore --> Indonesia plans to buy more submarines & C-130s

    Saturday, June 5, 2010 | 4:53 PM | 0 Comments

    Myanmar Punya Program Nuklir?


    BANGKOK, KOMPAS.com — Negara junta militer Myanmar telah memulai program senjata nuklir dengan bantuan Korea Utara. Kesaksian pembelot militer berpangkat mayor dan laporan sangat rahasia bertahun-tahun menguatkan hal itu.

    Sebuah film dokumenter menunjukkan ribuan foto dan kesaksian pembelot yang menunjukkan ambisi nuklir dan jaringan terowongan bawah tanah rahasia. Film itu diduga dibuat dengan bantuan ahli Korea Utara. Demikian disampaikan jaringan televisi Al Jazeera, Jumat (4/6/2010).

    Pemberitaan itu dibuat oleh kelompok berita Suara Demokrasi Burma (DVB) asal Norwegia dan disiarkan oleh Al Jazeera, Jumat. Kabar itu telah membuat seorang senator Amerika Serikat membatalkan kunjungannya ke Myanmar, yang sebelumnya dikenal dengan nama Burma. Sebelumnya, Jim Webb dijadwalkan bertolak ke Myanmar, Kamis.

    Namun, ia mengatakan lawatan itu sebagai tindakan yang tidak bijaksana dan malah tidak produktif sampai ada klarifikasi lebih lanjut terhadap tuduhan kerja sama dengan negara bersenjata nuklir Korea Utara. Webb mengatakan, hasil temuan ini berisi dugaan baru yang merujuk pada kemungkinan Pemerintah Myanmar telah bekerja sama dengan Pyongyang dalam usaha mengembangkan program nuklir.

    Laporan Al Jazeera dalam jejaringnya, DVB, layanan berita yang dioperasikan oleh ekspatriat asal Myanmar, menunjukkan bahwa bukti program nuklir Myanmar datang dari bahan sangat rahasia yang diselundupkan ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Penyelidikan bertahun-tahun ini termasuk dari ratusan dokumen dan bukti lain dari pembelot Myanmar, Mayor Sai Thein Win, yang mengatakan bahwa ia adalah wakil komandan pabrik militer untuk membangun batalyon nuklir Myanmar. "Mereka sangat ingin membangun sebuah bom. Itu adalah tujuan utama," katanya dikutip dari film tersebut.

    Dalam film tersebut, dokumen yang melaporkan penyelundupan keluar Myanmar oleh Sai Thein Win telah dibaca oleh ahli, termasuk Robert Kelley, mantan Direktur International Atomic Energy Agency. "Kelihatannya seperti program senjata nuklir karena penggunaan untuk tenaga nuklir atau hal seperti itu tidak bisa dibayangkan," katanya, menurut Al Jazeera.

    Myanmar yang menjadi junta militer sejak 1962 sebelumnya dituduh melanggar larangan Dewan Keamanan PBB terkait ekspor persenjataan Korea Utara. Tuduhan ini telah dijatuhkan pada Juni tahun lalu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Myanmar Punya Program Nuklir?

    KSAD: Detasemen 81 Kopassus Masih Terbaik


    Semarang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta menyatakan bahwa Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Detasemen 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) masih termasuk dalam kategori terbaik di tingkat dunia.

    "Dalam penanggulangan aksi terorisme kita juga masih mempunyai Detasemen Intai Tempur Kostrad namun kemampuannya masih terbatas dan berada di bawah Detasemen 81," katanya usai menyaksikan latihan terpadu penanggulangan teror di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Sabtu.

    Dalam kesempatan tersebut, KSAD didampingi oleh Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Lodewijk Freidrich Paulus, Panglima Daerah Militer IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Budiman, dan Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigadir Jenderal Nabris Haska.

    George mengatakan, Detasemen 81 Kopassus siap membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror yang dimiliki Polri jika diminta dalam menanggulangi aksi terorisme di Indonesia.

    "Kendati demikian kita berharap tidak pernah dimintai bantuan oleh Polri karena hal itu menunjukkan bahwa situasi aman terkendali," ujarnya.

    Menurut dia, diminta atau tidak oleh Polri, pihaknya akan tetap melakukan latihan untuk menjaga kemampuan yang dimiliki.

    "Pada intinya kita siap membantu Densus 88 Antiteror jika diminta," katanya.

    Terkait latihan terpadu bersandi "Kartika Jaya I" tersebut, George menjelaskan bahwa latihan ini merupakan uji siap tempur (UST) personel yang akan mengikuti latihan puncak yang akan dilaksanakan di Bandara Gatot Subroto, Sumatra Selatan, dalam waktu dekat.

    "Latihan tersebut dilakukan sebagai implementasi strategi penanggulangan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah NKRI," ujarnya.

    Ia mengatakan, latihan terpadu yang melibatkan sekitar 250 anggota yang terdiri dari personel Kopassus, Kostrad, Penerbad, Batalyon 400/Raider, Kodim 0733/BS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan taktik operasi penanggulangan teror.

    Materi yang dikembangkan dalam latihan dengan skenario pembebasan sandera di bandara yang dikuasai teroris ini adalah teknik infiltrasi dengan menggunakan kendaraan rantis, teknik serbuan, teknik pembersihan, teknik evakuasi, dan teknik exfiltrasi.

    Sebanyak empat unit helikopter jenis Helly MI-17, empat unit helikopter Bell 412 dan 205, tiga unit Helly Bolco 105 serta empat kendaraan rantis terlihat menunjukkan beberapa taktik manuver dalam penanggulangan teror.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> KSAD: Detasemen 81 Kopassus Masih Terbaik

    Friday, June 4, 2010 | 10:19 PM | 0 Comments

    TNI DUKUNG PENGIBARAN BENDERA DI PULAU KECIL


    Mataram - TNI Angkatan Laut (AL) mendukung rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengibarkan bendera Merah Putih di pulau-pulau kecil untuk mempertegas wilayah kepemilikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Kami mendukung rencana pengibaran Merah Putih di pulau-pulau kecil, tetapi itu program pemerintah daerah, kami siap membantu," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Mataram Kolonel Marinir Budi Purnama di Mataram, Selasa.

    Ia mengakui, pihaknya menyiapkan dua unit KAL (Kapal Angkatan Laut) yakni KAL Ujung Bangka dan KAL Ampenan yang selalu siaga di bawah pengawasan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram, untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

    Rencana pengibaran Merah Putih di pulau-pulau kecil itu sendiri merupakan ide Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) NTB Ridwan Hidayat yang masih merangkat jabatan sebagai Penjabat Bupati Lombok Utara.

    Hidayat berupaya meyakinkan semua pihak dengan mengibarkan bendera Merah Putih di pulau-pulau kecil, terutama yang belum berpenghuni sebagai bukti kepemilikan NKRI.

    Upaya pengibaran bendera Merah Putih itu akan terus dilakukan sepanjang tahun ini yang melibatkan berbagai pihak terkait.

    Selain dengan TNI AL, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa serta pihak terkait lainnya untuk menggapai pulau-pulau kecil yang menjadi sasaran pengibaran Merah Putih.

    "Pengibaran bendera Merah Putih di pulau-pulau kecil itu merupakan bagian dari upaya menjaga kepemilikan pulau-pulau itu sekaligus membangkitkan rasa nasionalisme untuk mempertahankan NKRI dari berbagai ancaman," ujar Hidayat.

    Data Biro Pemerintahan Setda NTB, tercatat NTB memiliki 280 buah pulau yang menyebar 10 wilayah, termasuk dua pulau besar yakni Pulau Lombok dan Sumbawa serta satu pulau kecil yakni Pulau Kalong yang hingga kini batas wilayahnya masih bermasalah.

    Di Kabupaten Lombok Barat terdapat 38 buah pulau, Lombok Tengah 20 buah pulau, Lombok Timur 35 buah pulau, Sumbawa Barat 15 buah pulau, Sumbawa 62 buah pulau, Dompu 23 buah pulau dan Bima sebanyak 84 buah pulau.

    Satu-satunya pulau yang terletak di wilayah terluar NTB yakni Pulau Sophia Louisa yang kemudian diganti namanya menjadi Pulau Sepatang, yang secara administrasi berada di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

    Ratusan pulau di wilayah NTB itu sudah dibakukan disertai namanya. Penamaan pun telah sesuai dengan ketentuan yakni tidak boleh menggunakan nama perusahaan, nama orang yang masih hidup atau nama dalam bahasa asing.

    Sumber : Antara
    Readmore --> TNI DUKUNG PENGIBARAN BENDERA DI PULAU KECIL

    50 Tahun Perjalanan KRI Teluk Langsa-501


    KOMANDO Lintas laut Militer mengoperasikan sedikitnya delapan kapal perang jenis landing ship tank (LST) dioperasikan TNI AL sejak tahun 60 an, diantaranya KRI Teluk Langsa-501 yang pada masa penugasan telah menghantarkan karier seorang perwira yang menjabat Komandan KRI berpangkat mayor Laut, yang pada perjalanan akhir tugasnya menyandang pangkat Laksamana dan pernah menduduki jabatan tertinggi di TNI AL yakni Laksamana TNI (Purn) Tanto Kuswanto.

    Demikian pula dengan mantan Komandan KRI Teluk Langsa 501 pada pada tahun 1995 dalam perjalanan tugas selanjutnya pernah mencapai karier menjabat sebagai Panglima Komando Lintas laut Militer yang menyandang pangkat Laksamana Muda TNI pada tahun 2008-2009. Tentu saja masih banyak para perwira lainnya yang pernah bertugas di KRI Teluk Langsa-501 pada masa akhir tugasnya mencapai Pangkat Perwira Tinggi di TNI AL.

    Perjalanan yang cukup panjang Kapal perang TNI AL yang mulai dioperasikan pada tanggal pada tanggal 16 Agustus 1960 dan kini telah genap berusia lima puluh tahun memperkuat jajaran kapal perang TNI AL.

    Kapal perang jenis landing ship tank yang mampu mengangkut sedikitnya 17 tank ampifi ataupun 18 kendaraan Truk ranpur dan mampu mengangkut sekitar 800 personel pasukan pendarat dalam kegiatan operasi pendaratan Administrasi dan saat itu mampu berlayar maksimal dengan kecepatan 12 knot.

    Dalam catatan perjalanan KRI yang diproduksi Amerika pada tahun 1945 dengan nama saat dioperasikan oleh angkatan laut Amerika USS Solano County (LST-1128) dan saat memperkuat TNI AL dengan Komandan yang pertama kali pada tahun 1960 dijabat oleh Mayor Laut (P) Mas Wibowo.

    Selama penugasan telah mengukir prestasi dan memberikan catatan sejarah selama dalam perjalanan kegiatan operasi dalam rangka mempertahankan wilayah kedaulatan RI maupun dalam latihan puncak TNI AL Armada Jaya dan Latihan gabungan TNI. Demikian pula telah berpartisipasi dalam kegiatan mengangkut bantuan pemerintah pusat ke daerah-daerah maupun bantuan korban bencana alam .

    Penugasan terakhir ke wilayah Indonesia bagian Timur, KRI Teluk Langsa-501 pada akhir tahun 2008 lalu melaksanakan operasi pergeseran pasukan (serpas) pasukan Yonif 320 /Badak Putih Kodam Siliwangi kekuatan 649 pasukan beserta perlengkapan tempur dibawah Komandan Batalyon Letkol Inf. Basuki selesai penugasan Pengamanan di wilayah perbatasan RI–PNG kembali ke pangkalan induk di Kodam Siliwangi.

    Kedatangan pasukan Yonif 320/Badak Putih ini disambut oleh Pangdam III Siliwangi yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary didampingi Danrem dan Danyon jajaran Kodam III Siliwangi dalam upacara penyambutan bertempat di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta.

    Sedangkan penugasan ke wilayah Barat Indonesia terakhir saat melaksanakan pergeseran pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Jakarta menuju wilayah perbatasan dengan mengangkut 139 personel marinir dan pasukan katak TNI AL yang bertugas sebagai pasukan pengamanan daerah perbatasan di Pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Negara tetangga Singapura dan Malaysia.

    Meskipun beberapa tahun sebelumnya tepatnya pada tahun 1997 kapal perang ini telah dilaksanakan repowering dalam rangka memperpanjang masa pakai dan dioperasikan sampai tahun 2008 lalu. Namun dengan pertimbangan Kondisi tehnis Kapal perang tersebut sejak akhir tahun lalu telah diusulkan dan direncanakan untuk dihapuskan dari TNI AL bersama-sama dengan beberapa KRI sejenis yang dioperasikan oleh Komando Lintas laut Militer diantaranya KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508 .

    Kapal perang KRI Teluk Langsa -501 dibawah pembinaan satuan Lintas laut kini sudah tidak dioperasikan untuk kegiatan operasi pergeseran pasukan maupun kegiatan latihan dan saat ini sandar di dermaga Kolinlamil tanjung Priok Jakarta. Untuk mempertahankan daya apung kapal perang tersebut, saat ini masih diawaki 58 personel dengan komandan Mayor Laut (P) Bambang Triyanto.

    Sedangkan menjelang kegiatan hari liburan sekolah kali ini, KRI Teluk Langsa-501 tetap membuka kegiatan Open Ship bagi anak-anak sekolah sebagai tujuan Wisata sejarah di kapal perang TNI AL.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> 50 Tahun Perjalanan KRI Teluk Langsa-501

    TNI AU Akan Bangun Radar di Singkawang


    03 Juni 2010, Pontianak -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara akan membangun radar militer di Singkawang, Kalimantan Barat, dengan target pengadaan pada tahun 2011.

    "Rencananya di tahun 2010 akan mendapat kredit ekspor untuk radar tersebut sehingga tahun 2011 akan dimulai proses pengadaannya di Kementerian Pertahanan," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at di sela kunjungan ke Pontianak, Kamis.

    Menurut dia, penempatan radar di daerah Singkawang tersebut mengingat hingga kini kawasan itu belum terawasi.

    Ia menambahkan, TNI juga berencana menambah armada pesawat tempur serta pesawat angkut dan transportasi sekaligus mengganti pesawat yang sudah tua di tahun 2019. Namun, lanjut dia, dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik diharapkan ada percepatan sehingga bisa menghasilkan kekuatan yang dibutuhkan pemerintah.

    Ia melanjutkan, di tahun 1960-an Angkatan Udara Indonesia merupakan yang terkuat di kawasan Asia. Masa itu adalah ketika Indonesia dalam proses pengambilan Irian Barat dari Belanda.

    "Itu diakui," kata dia. Kemudian, seiring berjalannya waktu kekuatan Angkatan Udara Indonesia tidak dapat dipertahankan seperti di tahun 1960-an. "Mudah-mudahan bisa mencapai kejayaan di masa mendatang," kata Imam Sufa`at.

    Imam Sufa`at mengatakan, Angkatan Udara adalah sistem pertahanan yang padat teknologi sehingga perlu pengawakan yang berkualitas.

    Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, dalam kontek pertahanan keamanan, TNI AU menjadi matra pertahanan yang mempunyai peran penting strategis untuk menjaga Negara Kesatuan RI.

    Christiandy Sanjaya berharap, berbagai rencana pembangunan pertahanan udara di Kalbar dapat terealisasi. Ia mencontohkan pengembangan Bandar Udara Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu untuk mendukung operasional TNI AU di wilayah perbatasan.

    Imam Sufa`at dan rombongan dari TNI AU sekaligus melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Akan Bangun Radar di Singkawang

    Boeing Perluas Bisnis Pertahanan ke Asia


    SINGAPURA, KOMPAS.com- Boeing ingin memperluas bisnis pertahanannya di luar Amerika Serikat (AS). Langkah itu untuk mengimbangi pengurangan anggaran pertahanan Washington.

    Presiden dan ketua eksekutif bagian Pertahanan, Luar Angkasa dan Keamanan Boeing, Dennis Muilenburg, Jumat (4/6) mengatakan, perusahaannya menargetkan untuk menjual pesawat tempur, pesawat pengangkut dan sistem penerbangan tanpa awak di Asia. Pasar internasional telah menyumbang 16 persen dari total pendapatan pertahanan per tahun dari 34 miliar dolar AS dan perusahaan tersebut berencana untuk ekspansi hingga 20-25 persen dalam lima tahun berikutnya, kata Muilenberg.

    Asia-Pasifik sekarang menyumbangkan setengah dari pendapatan di luar Amerika, katanya kepada wartawan di Singapura saat mengikuti forum tentang keamanan. "Kami melihat menurunnya anggaran pertahanan AS dan itu berdampak pada kami di beberapa bagian, seperti pertahanan rudal," katanya.

    Dengan permintaan produk utama yang tetap sehat, perusahaan tersebut memperluas pada beberapa bisnis lain seperti sistem penerbangan tanpa awak, sistem keamanan komputer dan pengamanan jaringan listrik. Mereka juga membuka bisnis baru diluar militer AS, dan sedang mencari kontrak lain di India, Singapura, Australia, Korea Selatan dan Jepang, kata Muilenberg.

    "Segmen bisnis internasional kami merupakan pertumbuhan bidang yang kuat," jelasnya.

    Keperluan pesawat untuk keperluan misi bantuan kemanusiaan dan pertolongan bencana alam menjadi permintaan penggerak untuk helikopter Chinook dan pesawat transpor militer C-17, katanya. India telah menandatangani perjanjian untuk membeli delapan pesawat anti-kapal selam P8i dari Boeing dan telah menyatakan minat membeli 10 pesawat transpor militer C-17.

    Boeing juga merupakan satu dari beberapa perusahaan yang bersaing untuk menjual pesawat jet tempur modern ke Angkatan Udara India.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Boeing Perluas Bisnis Pertahanan ke Asia

    KSAU: TNI akan Beli Empat Pesawat Tanpa Awak

    UAV Searcher II yang diinginkan DEPHAN

    Pontianak (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufa`at mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia akan membeli empat unit pesawat tanpa awak untuk memperkuat kemampuan pemantauan kawasan perbatasan Indonesia.

    "Empat pesawat tanpa awak itu, di antaranya akan ditempatkan di Lanud Suryadarma dan Lanud Supadio mulai tahun 2011," kata KSAU Imam Sufa`at dalam jumpa pers di Pontianak, Jumat.

    Pesawat tanpa awak itu yang pertama di Indonesia, karena hingga kini Indonesia belum mempunyai pesawat jenis tersebut. Pesawat itu nantinya untuk memperkuat pemantauan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, kata Imam.

    Menurut dia, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis. "Di negara maju, pesawat ini dapat dioperasikan dari jarak jauh," katanya.

    Selain itu, lanjut dia, dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari.

    Pesawat tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemantauan aktivitas ilegal, di antaranya pengawasan penebangan hutan secara liar, pencurian ikan, dan kawasan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI).

    Misalnya di Papua membutuhkan pesawat tersebut, maka pesawat tanpa awak bisa diangkut menggunakan Hercules beserta peralatannya untuk dibawa kesana.

    "Sangat bermanfaat sekali pesawat tanpa awak itu untuk menjaga NKRI," katanya.

    Dalam kesempatan itu, KSAU juga mengatakan, pada tahun 2010 TNI AU juga akan membangun radar militer di Marauke yang diperkirakan mulai operasi Nopember, Saumlaki di Kepulauan Maluku dekat Ambon, Timika dan Kota Singkawang, tahun 2011 mendatang.

    Kemudian juga akan ditempatkan radar militer, yakni di Kupang dan Bali, Morotai, kata Imam.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> KSAU: TNI akan Beli Empat Pesawat Tanpa Awak


    Polisi Periksa Dua Orang
    Malang - Surya- Meledaknya sekitar 7.500 detonator yang sedang diproduksi PT Pindad Persero, di Desa Sedayu, Turen, Kabupaten Malang, menimbulkan kecurigaan. Insiden yang menelan korban jiwa tiga karyawan perusahaan pelat merah itu diduga terjadi lantaran PT Pindad hanya mengejar order, tanpa memikirkan risiko.

    Akibatnya, menurut sumber Surya, Kamis (3/6), mesin perakit tak kuat dipakai memproduksi detonator yang overproduksi. Mesin menjadi panas akibat peningkatan gesekan dan tekanan, sehingga menyebabkan delay elemen terbakar.

    Terbakarnya delay elemen itu menimbulkan percikan api, sehingga menyebabkan satu detonator meletus kemudian memicu detonator lain meledak secara beruntun tiga kali, menyebabkan kerusakan bangunan, sekaligus meminta korban jiwa. Hanya, sumber itu tak menyebut, berapa ribu produksi detonator yang dihasilkan Pindad setiap hari.

    Namun, pihak Pindad membantah dugaan overproduksi itu. Menurut Dirut Pindad, Adik Avianto S, jumlah produksi detonator di perusahaannya wajar. Dia menjelaskan, kejadian ledakan itu berlangsung pada proses produksi atau perakitan. Sebagian detonator sudah ada yang selesai dirakit, sebagian lagi masih setengah jadi.

    “Ah, nggak benar terjadi overproduksi. Perakitan detonator sebanyak itu dalam sehari normal saja, dan masih rata-rata,” tegasnya, Kamis (3/6).

    Kebetulan, paparnya, saat muncul ledakan, para korban berada di gedung yang kena ledakan seraya mengerjakan tugas masing-masing. Ada yang mengepres detonator, dan ada yang mengepak detonator yang selesai diproduksi.

    Seperti diberitakan, 7.500 detonator meledak di PT Pindad, Rabu (2/6) siang. Kecelakaan itu menyebabkan tiga karyawan tewas dan empat luka. Ledakan juga merusakkan gedung tempat memproduksi detonator. (Surya, 3/6).

    Olah TKP

    Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya, Kamis (3/6) siang, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dipimpin AKBP Kusnadi, waka Labfor, olah TKP berlangsung tertutup untuk wartawan.

    “Olah TKP selesai. Beberapa peralatan dibawa tim untuk diteliti. Soal penyebab ledakan, masih menunggu hasil uji lab,” kata AKP Hartoyo SH SIk, kasat Reskrim Polres Malang.

    Ditemui seusai mendampingi tim labfor, Hartoyo menambahkan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi. Mereka, Ir Widiarso, manajer Perusahan Pindad dan seorang karyawan bernama Aditya.

    “Aditya diperiksa karena satu regu dengan para korban, sedang Pak Widiarso sebagai penanggung jawab,” ungkapnya.

    Mengomentari insiden tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)) yang juga analis militer, Dr Muhadjir Effendy, menyarankan agar pemerintah merelokasi perusahaan pembuat amunisi itu ke tempat yang lebih representatif, yang terpencil. Dia mencontohkan Pulau Sempu sebagai lokasi yang jauh dari warga.

    “Lihat saja lokasi Pindad itu, di sekelilingnya pemurkiman penduduk. Harusnya pabrik senjata kan steril dan tertutup, sehingga kalau ada insiden tidak berdampak luas,” ujar Muhadjir.

    Sumber: SURYA ONLINE
    Readmore -->

    Pangab Jepang Kunjungi Markas Kopassus


    JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Angkatan Bersenjata Jepang, General Ryoichi Oriki, didampingi oleh Perwira Staf Angkatan Bersenjata Jepang serta Asintel Panglima TNI, Mayjen TNI Rasyid Qurnuen, mengadakan kunjungan persahabatan ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

    Kunjungan Pangab Jepang dan rombongan diterima langsung oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus didampingi oleh para perwira stafnya, dengan suasana yang sangat hangat dan bersahabat.

    Kunjungan persahabatan tersebut dilaksanakan sebagai sarana dalam meningkatkan hubungan yang harmonis antara Angkatan Bersenjata Jepang dengan Kopassus. Dan tentunya tidak terlupakan adalah sebagai media koordinasi untuk kelancaran pelaksanaan operasional tugas kedua belah di lapangan.

    Rangkaian acara kunjungan ini dimulai dengan courtesy call di Ruang kerja Danjen Kopassus, dilanjutkan dengan tukar menukar cinderamata. Disamping itu, dijelaskan pula mengenai kegiatan operasional yang menjadi tugas pokok Kopassus. Acara dilanjutkan dengan pemutaran film Profil Kopassus dan foto bersama di Sasana Kusuma Bangsa Makopassus.

    Dalam sambutannya, Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Jepang, General Ryoichi Oriki mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dan keramah tamahan dari tuan rumah serta mengharapkan agar kedua belah pihak dapat lebih meningkatkan lagi hubungan kerja sama dimasa depan.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Pangab Jepang Kunjungi Markas Kopassus

    Panglima TNI Terima Kunjungan Pangab Jepang

    JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, didampingi Kepala Staf Angkatan Laut, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Kasum TNI, Asintel Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Kabais TNI menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Jepang, General Ryoichi Oriki di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (2/6).

    Kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Jepang diawali dengan upacara penghormatan militer di Plaza Mabes TNI Cilangkap. Maksud kunjungan General Ryoichi Oriki adalah untuk memenuhi undangan Panglima TNI, serta untuk meningkatkan kerja sama antar kedua Angkatan Bersenjata.

    Kerja sama TNI dengan Angkatan Bersenjata Jepang terutama di bidang peningkatan sumber daya manusia telah berlangsung lama, dan saat ini Indonesia telah mengikutsertakan 8 lulusan SMA Taruna Nusantara di Akademi Militer Jepang, 2 orang Pamen TNI mengikuti pendidikan di Sesko Angkatan Darat Jepang dan Angkatan Udara Jepang serta 1 orang Kolonel TNI Angkatan Darat mengikuti pendidikan Lemhannas di Jepang.

    Ke depan, baik TNI maupun Tentara Beladiri Jepang akan lebih meningkatkan kerja sama, mengingat hal ini sangat bermanfaat dan memberikan peluang untuk saling bertukar ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan pertemuan akan berlanjut di tingkat Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara.

    TNI menawarkan keikutsertaan Tentara Beladiri Jepang pada Pusat Pelatihan Misi Perdamaian PBB yang ada di Indonesia untuk kerja sama dalam Peace Keeping Operation agar dapat lebih ditingkatkan, khususnya di bidang alih teknologi, penganggulangan terorisme dan bencana alam.

    Usai diterima Panglima TNI di Cilangkap, Panglima Angkatan Bersenjata Jepang didampingi oleh Kasum TNI, Asintel Panglima TNI dan Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, melaksanakan kunjungan ke Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kantor Menhan Jakarta Pusat.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Panglima TNI Terima Kunjungan Pangab Jepang

    Densus 88: Kunjungan Obama Masih Berisiko


    JAKARTA - Meski belum ada ancaman, Dnsus 88 Antiteror Mabes Polri menyatakan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, masih dinilai berisiko.

    Kadensus 88 Brigjen Pol Tito Karnavian menyatakan belakangan ini pihaknya berhasil melumpuhkan terduga teroris, namun diyakini masih ada sel-sel kelompok yang jumlahnya terbilang besar.

    Kelompok ini, menurut Tito, menyasar target-target dan kepentingan asing di Aceh, menjelang kedatangan Barack Obama pertengahan Juni mendatang. Beberapa pimpinan kelompok teroris tersebut masih berkeliaran dan dalam pengejaran.

    “Untuk rencana kedatangan Presiden Obama, kami belum menerima informasi apa pun terkait ancaman. Namun kami harus memberikan perhatian dan sangat hati-hati. Mengapa? Karena beberapa dari kelompok teroris masih ada,” ujar Tito seperti dikutip AFP, Kamis (3/6/2010).

    Rencana serangan itu, kata Tito sudah ada sejak Februari lalu. “Kami belum mengetahui apakah rencana itu sudah dihapuskan atau belum,” ujarnya.

    Pemerintahan Obama masih belum memastikan tanggal kedatangan Presiden yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia itu. Namun pihak Gedung Putih pada Rabu waktu setempat menyatakan bahwa rencana kedatangan masih sesuai jadwal, meski masih ada spekulasi akan ditunda. Namun alasan penundaan terkait tumpahan minyak British Petroleum (BP) di Teluk Meksiko.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Densus 88: Kunjungan Obama Masih Berisiko

    Tahun 2011 Alokasi KE Alutsista Indonesia Naik Rp 1 Triliun


    Jakarta, Kompas - Komisi I mempertanyakan konsistensi niat dan sikap pemerintah terkait kebijakan pertahanan, khususnya dalam hal pengadaan persenjataan dalam negeri, demi mengembangkan industri strategis pertahanan nasional.

    Konsistensi tersebut dipertanyakan karena dianggap sama sekali tidak tampak atau tecermin dalam rencana alokasi anggaran belanja pertahanan tahun anggaran (TA) 2011.

    Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin, Kamis (3/6), seusai mengikuti rapat dengar pendapat dengan jajaran Kementerian Pertahanan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemhan Marsdya Eris Herryanto.

    ”Katanya pemerintah mau menaikkan anggaran dan berkomitmen beli senjata yang bisa diproduksi sendiri untuk majukan industri pertahanan dalam negeri. Tapi, kok, justru alokasi anggaran untuk beli senjata dalam negeri TA 2011 malah turun?” ujar Hasanuddin.

    Menurut Hasanuddin, selama ini sudah terlalu banyak pernyataan komitmen dari pemerintah, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga pejabat Kementerian Pertahanan beserta jajarannya.

    Tidak konsisten

    Akan tetapi, pada kenyataannya, menurut Hasanuddin, alokasi anggaran untuk pengadaan senjata turun dari TA 2010 sebesar Rp 850 miliar menjadi TA 2011 sebesar Rp 800 miliar. Sementara untuk pengadaan senjata dari luar negeri dalam bentuk alokasi kredit ekspor (KE) malah naik sekitar Rp 1 triliun dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 6,6 triliun.

    ”Lha, kok bisa begitu? Kenapa yang diomongkan tidak konsisten dengan yang dilakukan,” ujar Hasanuddin.

    Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Sekjen Kemenhan Eris Herryanto menyatakan, tidak ada persoalan dalam pengalokasian anggaran, khususnya untuk pengadaan senjata. Selain itu, pemerintah, menurut dia, juga tetap konsisten dengan rencana mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Tahun 2011 Alokasi KE Alutsista Indonesia Naik Rp 1 Triliun

    Roket Antitank Pun Ikut Raib


    BRUSSEL, KOMPAS.com - Amunisi militer, termasuk roket antitank, telah dicuri dari tempat penimbunan senjata di Belgia barat laut, demikian kementerian pertahanan negara itu, Kamis (3/6/2010).

    Pencuri itu mengambil roket tipe M-72 LAW untuk senjata pegangan tangan dan Thunderflashes, pengganti pelatihan untuk granat, menurut kantor berita Belgia.

    Senjata itu berada dalam bunker yang dilindungi oleh sistem elektronik dan dijaga oleh patroli dan anjing keamanan.

    Militer, polisi dan penuntut umum Belgia semuanya telah memulai penyelidikan setelah pencurian itu diketahui di tempat penimbunan senjata di Bourg-Leopold. Rabu.

    Kementerian pertahanan menolak memberikan perincian mengenai kasus itu.

    Roket-roket curian itu mampu menghancurkan sasaran dari jarak sejauh 200 meter, menurut media Belgia.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Roket Antitank Pun Ikut Raib

    C-212 assembly set for Indonesian shift


    Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia


    Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia as part of an Airbus Military initiative to reduce the type's unit cost and allow its Spanish facilities to be dedicated to producing the larger CN-235 and C-295 models.

    "The question is: can we find an industrial arrangement on which we can continue to produce this aircraft in a very competitive way," says Airbus Military managing director Domingo Ureña.

    "We are working with our colleagues in Indonesia to see how we can jointly offer this product to the market," he reveals. Airbus Military has a long-standing partnership with Indonesian Aerospace on the CN-235, and Ureña says "an agreement has been reached" to extend this to also include assembly of the C-212.

    Ureña believes the C-212 can continue to meet requirements for operators in regions such as Asia Pacific, but says: "We need to be able to offer a cheap price. I hope in the short- to medium-term to go back to the market and say that we have the solution."

    Airbus Military is close to concluding a deal with Thailand for an undisclosed number of C-212s configured for fisheries protection duties. The company has also been selected to provide Vietnam with five, although a contract has yet to be signed.

    Developed initially for the Spanish air force and first flown in 1971, more than 480 C-212s have been ordered. It is now offered in its -400 production standard, a configuration that is less than 10 years old.

    Meanwhile, senior vice-president commercial Antonio Rodriguez-Barberán says Airbus Military is also "starting to consider not a replacement for the C-212, but a re-engineering of the aircraft to make it more modern".

    Airbus Military delivers around 24 CN-235s and C-295s a year from its San Pablo site near Seville, Spain, but has not yet produced the C-212 on its new assembly line.

    The company is believed to have initiated early studies on the development of a larger successor for both the CN-235 and C-295, but officially says that it is in no rush to replace the types.

    From: FG
    Readmore --> C-212 assembly set for Indonesian shift

    Thursday, June 3, 2010 | 6:00 PM | 0 Comments

    Tentara Israel Buang Mayat-Mayat Aktifis ke Laut

    ISTANBUL--MI: Ketua Yayasan Turki IHH Bulent Yildirimyang mengorganisir konvoi kapal Freedom Flotilla yang diserang Israel pada Senin (31/5) menyatakan bahwa tentara Israel membuang mayat-mayat aktifis yang mereka tembaki ke laut. Bulent membantah klaim Israel bahwa korban tewas hanya sembilan orang.

    Bulent Yildirim yang tiba di Istanbul, Turki, dari Israel, Kamis (3/6) pagi waktu setempat bersama ratusan aktivis lainnya mengatakan memang betul mereka merebut senjata dari pasukan Israel. Namun, mereka langsung membuangnya ke laut lepas. Para aktifis hanya menggunakan tongkat dan kursi untuk membela diri saat diserang.

    "Kalaupun kami menggunakan senjata, tetap saja yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah," ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

    Para relawan bersikeras bahwa tujuan konvoi mereka untuk menembus blokade Jalur Gaza selama tiga tahun hanya untuk membawa makanan dan persediaan lain terhadap warga Palestina.


    "Tentara menembak dokter, dan aktifis-aktifgis lain yang sudah menyerah. Mereka kemudian melempar mayat ke laut. Kami tidak tahu ke mana perginya mayat-mayat itu," ujar Bulent yang membantah klaim Israel mengenai jumlah korban tewas

    Israel mengklaim "hanya" sembilan orang tewas dalam serangan tersebut. Kendati demikian, para saksi mata memberikan kesaksian bahwa jumlah 19 orang, seperti yang dilansir dalam kawat berita, mungkin adalah yang paling benar.

    Bulent menambahkan pasukan Komando Israel memaksa relawan bertekuk lutut dengan tangan di atas kepala begitu mereka terjun dari helikopter.

    "Helikopter terbang di atas kami dan terus mengawasi," ujar Bulent seperti yang dilansir Reuters.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tentara Israel Buang Mayat-Mayat Aktifis ke Laut

    Densus 88 Bakal Ganti Nama Jadi Korps 88


    JAKARTA- Detasemen Khusus 88 Antiteror akan diubah menjadi sebuah korps di institusi Polri. Mabes Polri berencana akan memisahkan Densus 88 dari jajaran Bareskrim Polri.

    “Densus 88 akan jadi Korps 88 Polri,” ucap Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan hasil audit keuangan di gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (3/6/2010).

    Lebih lanjut Kapolri mengatakan bahwa Korps 88 ini nantinya akan dipimpin oleh perwira tinggi polri dengan pangkat inspektur jenderal. "Yang level bintang dua," sambungnya.

    Dengan dijadikannya Densus 88 sebagai korps maka institusi itu akan langsung berada di bawah kendali Mabes Polri. Satuan Densus 88 di daerah ditiadakan.

    "Tidak ada lagi Densus 88 di jajaran wilayah. Haya ada CRT, sebagai pemukul yang sudah dididik di Amerika dan satuan Brimob," imbuhnya.

    Tak hanya Densus yang akan dijadikan korps, Direktorat Lalu Lintas juga akan dirombak. "Nanti lalu lintas jadi korps lalu lintas Polri dengan level naik bintang dua," bebernya.

    Polri juga akan menghapus jajaran Polwil dan Polwiltabes di daerah-daerah. "Pengelolaan keuangan polwil kami serahkan ke polres," kata dia.

    Kapolri mengatakan, restrukturisasi ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi di jajaran Polri. "Saat ini kami akan merestruksi sekarang sudah ada di meja Presiden. Nanti akan ada restruksasi sehingga pelayanan publik lebih prima," tutupnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Densus 88 Bakal Ganti Nama Jadi Korps 88

    Pengamat: PT Pindad Harus Direlokasi


    Malang - Pengamat militer Dr Muhadjir Effendi menyatakan PT Pindad yang berada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, harus segera di relokasi karena tidak layak.

    "Lokasi PT Pindad yang berada di tengah pemukiman warga itu tidak memenuhi kelayakan sebuah industri amunisi skala besar. Seharusnya PT Pindad itu berada di lokasi yang lebih ideal dan jauh dari pemukiman warga," ucap Muhadjir di Malang, Kamis.

    Selain lokasinya yang tidak memenuhi standar kelayakan, katanya, standar keamanan dan keamanan produksi juga tidak terjaga, bahkan juga tidak dilengkapi dengan radar sebagai alat pertahanan udara.

    Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengungkapkan, lokasi PT Pindad sama sekali tidak memiliki sistem perlindungan keamanan yang memadai, bahkan kesannya justru seperti pabrik rokok yang banyak ditemui di wilayah Kota dan Kabupaten Malang.

    "Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa lokasi itu sebagai kawasan industri amunisi terbesar milik militer sama sekali tidak ada. Kondisi ini kan memprihatinkan," ujar Muhadjir yang pernah belajar kemiliteran di Pentagon (Departemen Pertahanan AS) itu.

    Lebih lanjut Muhadjir mengemukakan, lokasi yang tepat untuk merelokasi PT Pindad tersebut adalah Pulau Sempu yang berada di kawasan Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

    Selain lokasinya tidak berada di lingkungan pemukiman penduduk, juga dekat dengan sumber air."Pulau Sempu sangat ideal untuk lokasi PT Pindad, karena selain dekat dengan air sebagai antisipasi terjadinya insiden, kerahasiaan amunisi yang diproduksi juga akan terjaga," paparnya.

    Menurut dia, yang harus direlokasi ke lokasi yang lebih ideal itu tidak hanya PT Pindad yang ada di Malang saja, tapi yang ada di Bandung juga harus di relokasi pula karena kondisinya hampir sama dengan yanga ada Malang.

    "Kondisi kedua perusahaan milik militer ini secara umum tidak representatif sebagai pusat industri amunisi dan peralatan persenjataan," katanya menegaskan.

    PT Pindad yang berlokasi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mengalami ledakan dua kali, dan insiden terbaru terjadi Rabu (2/6) sekitar pukul 13.45 WIB.

    Akibat ledakan di ruang produksi detonator tersebut kondisi bangunan hancur, tiga korban meninggal, yakni Tri Nurhuda (27), Muchlis Usman (22) dan Sandi (23) serta tiga lainnya mengalami luka-luka.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pengamat: PT Pindad Harus Direlokasi

    Lanud Tarakan disiagakan dua pesawat


    TARAKAN, tribunkaltim.co.id - Komando Operasi TNI AU (Koopsau II) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Agus Munandar bersama istri beserta rombongan tiba di Bandara Juata Tarakan, Rabu (2/6/2010) pukul 09.00. Rombongan Koopsau II ini datang dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737.

    Kedatangan Agus ini untuk melihat pembangunan Lanud Tarakan. Agus mengatakan, hingga saat ini pembangunan Lanud Tarakan Type C ini masih mencapai 60 persen, sehingga masih tersisa 40 persen lagi.

    "Yah mudah-mudahan pembangunan Lanud Tarakan ini segera cepat selesai. Sebab dari tahun 2006 hingga 2010 ini belum juga selesai. Ini dikarenakan pembangunan menggunakan sistem multiyears," ucapnya.

    Agus berharap pembangunan Lanud Tarakan, dapat segera dapat selesai, karena Lanud Tarakan ini sngat penting untuk melakukan pengamanan wilayah di daerah perbatasan Indonesia di Kalimantan Timur bagian Utara.

    "Tentunnya pengamanan ini harus dilakukan untuk menghindari ancaman fakutal dan potensial yang ada," ucapnya.

    Sekadar informasi, Lanud Tarakan, memiliki luas sekitar 160 hektare. Di atas lahan ini akan dibangun 200 rumah untuk anggota prajurit TNI AU. Sedangkan personel yang disiapkan sebanyak 250 anggota.

    Tak hanya itu nantinya Nanti di Lanud Tarakan disiagakan dua pesawat masing-masing jenis F-5 dan F-16.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Lanud Tarakan disiagakan dua pesawat

    TNI Buka Pendidikan Calon Penerbang


    JAKARTA--MI: TNI membuka lowongan bagi warga negara Indonesia yang ingin dididik menjadi penerbang melalui Pendidikan Pertama Perwira PSDP Penerbang TNI. Pendaftaran dibuka mulai 1 sampai 30 Juni 2010, di Ajendam setempat/terdekat (di Kodam seluruh Indonesia).

    Persyaratan yang wajib dipenuhi setiap pelamar adalah jenis kelamin laki-laki (bukan Prajurit TNI, Polri dan PNS) yang berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan pertama. Yang bersangkutan memiliki tinggi badan minimal 165 cm dan panjang kaki minimal 100 cm, sehat jasmani, rohani, bebas narkoba dan tidak berkaca mata, dan berijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Atas

    (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA dengan rata-rata Nilai Akhir Ujian Nasional untuk lulusan tahun 2010 ditentukan kemudian setelah pelaksanaan Ujian Nasional dan untuk lulusan tahun 2006 sampai 2009 tidak kurang dari 6,5 dan tidak ada nilai yang kurang dari 6.

    Pelamar juga tidak kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI

    berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, belum pernah nikah dan sanggup untuk tidak menikah, selama mengikuti pendidikan pertama dan selama 2 tahun setelah

    selesai pendidikan pertama serta Bersedia melaksanakan Ikatan Dinas Pendek (IDP) keprajuritan selama 10 tahun terhitung mulai diangkat sebagai Letnan Dua dan dapat diangkat kembali menjadi prajurit karier sesuai dengan persyaratan. Pelamar juga harus bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah NKRI dan tidak memiliki catatan

    kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri. Bagi yang sudah berkerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan diharuskan memiliki surat persetujuan dari Kepala Jawatan/Instansi yang bersangkutan, bersedia diberhentikan dari status pegawai bila diterima menjadi siswa Perwira PSDP Penerbang TNI.

    Materi seleksi meliputi Administrasi, Kesehatan, Kesamaptaan Jasmani, Psikologi, Mental Ideologi, Test Bakat Terbang dan Akademik (PKPN, Bahasa Inggris, Fisika dan Matematika). Penjelasan lebih rinci dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau situs www.tni.mil.id.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Buka Pendidikan Calon Penerbang

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.