ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, September 17, 2010 | 10:40 AM | 0 Comments

    Indonesia Tegaskan Rencana Penambahan Enam Sukhoi

    Su-35 yang sedang diminati TNI AU

    Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menegaskan untuk menambah enam unit pesawat jet tempur Sukhoi guna menggenapkan sepuluh unit yang ada menjadi satu skuadron.

    Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat kepada ANTARA di Jakarta, Jumat menyatakan, rencana penambahan enam Sukhoi itu telah mendapat persetujuan presiden.

    Ia mengatakan, keberadaan sepuluh pesawat Sukhoi yang bermarkas di Skadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, belum memadai untuk memberikan daya tangkal.

    "Dibandingkan dengan wilayah udara nasional yang begitu luas, sepuluh unit Sukhoi yang ada belum memadai," tutur Imam.

    Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang luas wilayah udaranya lebih kecil. Malaysia memilki 18 Sukhoi dan Singapura memiliki 24 pesawat F15, ungkap Kasau.

    Dalam jangka panjang TNI Angkatan Udara sudah menetapkan untuk menambah enam unit pesawat jet tempur Sukhoi.

    Sejak 2003 Indonesia telah memiliki sepuluh pesawat tempur Sukhoi yang diadakan dari Rusia. Pada 2003 Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.

    Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007 setelah perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.

    Dan tiga unit Sukhoi SU-27SKM masing-masing tiba pada Jumat (10/9) dan Kamis (16/9).

    Dengan penambahan yang ada dan akan diadakan pada jangka panjang, TNI Angkatan Udara telah mengirimkan calon penerbang dan teknisi Sukhoi ke Rusia dan Cina sebagai salah satu operator Sukhoi.


    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Tegaskan Rencana Penambahan Enam Sukhoi

    Pagi Ini, Dua Sukhoi Gelar Uji Terbang

    Sebuah pesawat tempur Sukhoi melintas saat upacara peringatan HUT TNI AU ke-63 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, (15/4). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO Interaktif, Makassar - Dua pesawat jet tempur Sukhoi yang telah selesai dirakit dilakukan uji terbang, pagi ini. Ada tiga pilot asal Rusia yang mengasah kemampuan pesawat buatan mereka di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

    Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Agus Supriata mengatakan beradasarkan uji kelaikan mesin, uji instrumen, dan uji hidrolik, kedua pesawat itu sudah laik terbang.

    "Sebelum uji terbang, saya menggelar apel dengan seluruh personel. Kami berharap uji terbang ini memuaskan," kata Agus.

    Kedua pesawat itu selesai dirakit Rabu pekan lalu. Tim perakit hanya butuh waktu lima hari menyelesaikan tugasnya untuk menyampurnakan dua pesawat tempur ringan itu.

    Uji terbang kedua Sukhoi tersebut lebih cepat sehari dari waktu yang ditentukan. Sebelumnya, Agus menyatakan uji penerbangan akan digelar pada 18-19 September.

    Sementara itu, satu Sukhoi lainnya sudah bergabung di hanggar skadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin. Pesawat tambahan ini tiba kemarin pada pukul 20.10 Wita. Agus mengatakan, perakitan bisa diselesaikan selama tiga hari.

    Selain satu Sukhoi, pesawat Antonov juga mengangkut sekitar 200 sparepart yang dibutuhkan untuk kesempurnaan perakitan pesawat. "Hari ini juga Sukhoi yang satu itu mulai dikerjakan. Akhir pekan sudah selesai," ucap jenderal bintang satu ini.

    Ketiga Sukhoi yang baru tersebut akan segera diserahkan secara resmi kepada Panglima TNI AU dan Menteri Pertahanan. Ketiga pesawat ini melengkapi tujuh Sukhoi yang sudah dimiliki sebelumnya di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

    "Tambahan tiga pesawat ini akan memperkuat pertahanan dan keamanan NKRI," jelas Agus.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pagi Ini, Dua Sukhoi Gelar Uji Terbang

    Germany Grounds Eurofighter Combat Jets on Ejector Seat Concern

    illustration (Photos:news.pseka.net)

    Sept. 16 (Bloomberg) -- Germany’s air force grounded all 55 of its Eurofighter combat jets because of safety concerns over the functioning of the pilot ejector seats.

    The Eurofighters, produced by European Aeronautic, Defence & Space Co., have been grounded since yesterday and the German Luftwaffe is working closely with industry officials to identify the problem, a Defense Ministry spokesman said in Berlin on customary condition of anonymity.

    The groundings are a flight-safety issue because the functioning of the ejector seat during an emergency can’t be guaranteed in certain circumstances, the spokesman said, without elaborating.

    Countries operating military aircraft that have had accidents generally ground planes not being used operationally to allow time for an investigation, said Eurofighter spokesman Marco Valerio. Eurofighter is working with customers to understand the issues and resolve them, he said.

    The Eurofighter problem is another setback for the German military’s efforts to enhance its equipment in missions from Afghanistan to Somalia as the government embarks on one the biggest overhauls of the military in the post-World War II era. Steps include reducing the number of soldiers to as few as 170,000 and halting or suspending conscription.

    In May, the Defense Ministry curbed test runs of some NH90 military-transport helicopters made by Eurocopter SA after engine faults emerged in flight maneuvers. The malfunction may add to a four-year delay in delivery of the final version of the NH90 to Germany, the ministry said at the time.

    The Eurofighter grounding was first reported by Financial Times Deutschland, which linked the measure to a crash in Spain at the end of last month. In that accident, a Saudi Arabian air force lieutenant-colonel was killed when a Eurofighter crashed at Moron air base, near Seville, the Spanish Defense Ministry said on Aug. 24.

    The Saudi officer was in Moron as part of a training agreement between the Spanish and Saudi Arabian military.

    From:BUSINESSWEEK
    Readmore --> Germany Grounds Eurofighter Combat Jets on Ejector Seat Concern

    Update: Pinjaman BRI Sebesar Rp 720 Miliar untuk PT DI

    CN 235-220 MPA

    PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) siap mengucurkan pinjaman sebesar 80 juta dollar AS atau setara Rp 720 miliar kepada PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk pembuatan tiga unit pesawat CN 235-220 pesanan TNI AL. ”BRI Cabang New York memenangkan seleksi tender pembiayaan kredit ekspor untuk PT DI,” kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis kemarin. Menurut Budi, penetapan BRI sebagai kreditur setelah melalui seleksi yang mengalahkan empat bank lainnya, yaitu BNI Cabang Singapura, BNP Paribas (Prancis), Credit Suisse (Swiss), dan Nord LB (Jerman).

    BRI Kucurkan Rp720 Miliar untuk PT Dirgantara Indonesia

    Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) siap mengucurkan dana sebesar 80 juta dolar AS atau setara Rp720 miliar kepada PT Dirgantara Indonesia untuk pembuatan tiga unit pesawat CN 235-220 pesanan TNI AL.

    "BRI Cabang New York memenangkan seleksi tender pembiayaan Kredit Ekspor untuk PTDI," kata Direktur Utama PTDI Budi Santoso, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

    Menurut Budi, penetapan BRI sebagai kreditur setelah melalui seleksi yang mengalahkan empat bank lainnya, yaitu BNI Cabang Singapura, BNP Paribas (Prancis), Credit Suisse (Swiss) dan Nord LB (Jerman).

    "Kementerian Keuangan pada bulan Agustus memutuskan BRI sebagai pemenangnya. Ini satu kebanggan bagi kita bahwa bank lokal mengalahkan bank asing," ujar Budi.

    Langkah selanjutnya, Bank BRI-Kementerian Keuangan dan PTDI akan menandatangani perjanjian kredit yang diharapkan sebelum akhir September 2010.

    "Penyerahan pesawat akan pada 2012, atau dua tahun setelah penandatangan komersial kredit," ujar Budi.

    Ia melanjutkan, jenis pesawat pesanan Dephan merupakan desain konfigurasi hasil kajian dan analisa mendalam dengan Pusat Penerbangan TNI AL.

    Tiga unit pesawat tersebut merupakan pesanan tahap pertama dari enam pesawat yang dipesan TNI AL pada rencana strategis 2010-2014.

    Budi menuturkan, pihaknya juga sedang mengerjakan satu unit helicopter super puma jenis cougar pesanan TNI AU.

    Nilai kontrak pesanan TNI AU sebesar Rp179 miliar itu, merupakan bagian dari program fasilitas pembiayaan dalam negeri.

    "Ini merupakan terobosan baru, di mana bank lokal memberikan pinjaman kepada PT DI," ujarnya.

    Pada saat, PTDI memiliki kontrak pesanan pesawat dan komponen pesawat senilai Rp2,6 triliun, dengan jangka waktu penyelesaian 1 tahun hingga 10 tahun ke depan.

    "Kontrak pembuatan komponen AirBus, pesanan helicopter dari sejumlah negara, kontrak perawatan pesawat," tegasnya.

    Pada tahun ini, PTDI mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp225,11 miliar, dari Rp7,3 miliar tahun 2009.

    Sedangkan belanja operasional ditargetkan mencapai Rp1,63 triliun, dari sebelumnya Rp889,7 miliar.

    Sumber: KOMPAS / ANTARA
    Readmore --> Update: Pinjaman BRI Sebesar Rp 720 Miliar untuk PT DI

    Thursday, September 16, 2010 | 11:25 PM | 0 Comments

    19 Negara Ikut Sail Indonesia di Bali

    Rute Sail Indonesia di Bali

    SINGARAJA, KOMPAS.com - Sebanyak 19 negara dengan melibatkan 106 kapal kecil dipastikan mengikuti "Sail Indonesia 2010" yang dijadwalkan berlangsung 22-25 September 2010 di Pantai Bina Ria kawasan wisata Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, Putu Tastra Wijaya, di Singaraja, Kamis (16/9/2010) mengatakan, pihaknya sudah mendapat konfirmasi kepastian kesertaan dari 19 negara tersebut dengan melibatkan sekitar 250 awak kapal layar.

    Negara yang mengikuti kegiatan internasional itu di antaranya Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Prancis, Austria, Swedia, Jerman, Norwegia, Argentina, Italia, Kanada, Jepang, Belanda dan tuan rumah Indonesia.

    Menurut Tastra, Sail Indonesia bertujuan mempromosikan Bali, khususnya potensi pariwisata Buleleng, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun domistik.

    Secara nasional, kegiatan Sail Indonesia diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Yayasan Cinta Bahari yang didukung pemerintah daerah sebagai tujuan peserta lomba layar.

    Sail Indonesia merupakan kegiatan reli layar tahunan yang diprogramkan berlangsung tiga bulan guna menjelajahi nusantara melalui jalur wisata laut, dengan misi mempromposikan Indonesia sebagai daerah tujuan wisata bahari.

    Untuk di Kabupaten Buleleng, penyelenggaraan tahun ini merupakan pelaksanaan yang keempat dari delapan kali pelaksanaan kegiatan internasional itu yang digelar sejak 2003.

    Pelepasan seluruh peserta telah dilaksanakan 24 Juli lalu di Darwin, selanjutnya melintasi benua Australia ke Asia, kemudian memasuki Indonesia melalui Saumlaki/Banda dan Kupang menuju Batam. Tahun ini terdapat penambahan beberapa destinasi baru yang dikunjungi peserta, seperti Kabupaten Rote Ndao, Sabu, Sumba Timur, Sumba Barat dan Kota Bau Bau.

    Sementara Kabupaten Buleleng yang memiliki panjang pantai 155 kilometer dikenal dengan pantai Lovina-nya yang tenang, merupakan tempat bertemunya para peserta dari jalur barat dan timur.

    Ketika ditanya mengapa kawasan pantai utara Bali ini dipilih sebagai salah satu tujuan peserta, Kadis Budpar Buleleng mengemukakan, Lovina memiliki keindahan, masyarakatnya ramah, dan tersedia kelengkapan fasilitas yang memadai.

    "Kita ingin tamu-tamu dari mancanegara nanti benar-benar dapat menikmati kenyamanan dan keindahan daerah ini," ucapnya.

    Peserta akan dihibur berbagai kesenian tradisional khas Buleleng, seperti joged bumbung, kesenian angklung, rindik, wayang kulit serta pertunjukan kesenian kolosal. Uniknya, peserta lomba layar itu juga akan diberikan kesempatan mengikuti kursus masakan Bali.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> 19 Negara Ikut Sail Indonesia di Bali

    27 September, Menhankam Hadiri Serah Terima Sukhoi


    MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Komandan Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Hasanuddin Makassar, Marsekal Pertama (Marsma) Agus Supriatna, menegaskan, kematian tiga teknisi perakit jet Sukhoi Rusia, di Makassar tidak mempengaruhi jadwal uji terbang Skuadron 11.

    "Yang datang ini Sukhoi ke-1o. Nanti akan resmi diserahkan terimamakan dari pabrikan ke pemerintah Indonesia, dalam hal ini kementwerian pertahanan," katanya kepada wartawan di sela-sela bongkar muat 1 unit Jet Sukhoi seri SU-27 SKM, Kamis (16/9) pukul 23.15 Wita, tadi malam, di Lanud Hasanuddin, Makassar.

    Uji terbang dua Sukhoi yangh tiba 10 September lalu, dijadwalkan berlangsung Jumat (17/9/2010) pagi ini di Makassar.

    Dua jet sukhoi inilah yang sementara dirakit 3 teknisi Rusia dari Tim Garansi bidang Hydrolik, radar, dan elektrik ini, lalu kemudian terjadi insiden kematian akibat mabuk-mabukan di Mes Wattimena Lanud, Makassar.

    Dia menegaksan, proses serah terima itu akan dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro Senin (27/09/2010) di Lanud Hasanuddin, Makassar.

    Total ada enam unit yang akan diserah terimakan dari Produsesn Sukhoi, Knaapo Indonesia-Russia, atas kesepakatan jual beli Sukhoi dengan anggaran 350 juta dolar AS, tyahun 2007-2010.

    Jet Sukhoi yang tiba tadi malam adalah seri single sheet SU 27 SKM. Ini akan melengkapi 1o unit jet peswat Skuadron 11 Hasanuddin.

    "kemuatan militer udara Indonesia timur akan semakin solid," kata Agus.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> 27 September, Menhankam Hadiri Serah Terima Sukhoi

    Batas Kerja Teknisi Sukhoi 5 Oktober


    MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Tugas 11 teknisi jet tempur ultramodern asal Rusia yang tiba bersama satu unit Sukhoi jenis SU 27 SKM, Kamis (16/9/2010) pukul 21.45 Wita tadi malam di Lanud Hasanuddin, Makassar, ternyata tidaklah mudah.

    Mereka ditarget menyelesaikan proses perakitan tiga unit Sukhoi dalam tiga pekan ke depan. "Informasi dari Jakarta, mereka ini harus bertanggung jawab menyelesaikannya sebelum 5 oktober," klata seorang periwira Skuadron 11 di Lanud Hasanuddin Makassar, tadi malam.

    Sebelumnya, melalui Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan, Brigjen I Wayan Midhio, 11 uni jet Sukhoi yang bermarkas di Skuadron 11 Hasanuddin Makassar, akan dpakai dalam parade terbang udara di upacara HUT TNI 5 Oktober mandatang.
    Pihak Indonesia mendesak agar tim perakit Sukhoi dari Rusia menyelesaikan perakitan tepat waktu. Sebelum pesawat tersebut laik terbang dan diserahkan pada Kemhan, maka masih menjadi tanggung jawab pihak pabrikan.

    Kematian 3 anggota Tim Warranty dari Rusia setelah menenggak minuman keras ini tidak mempengaruhi pekerjaan anggota tim yang lain.

    Sisa anggota tim diharapkan tetap bisa menggejot pekerjaan tepat waktu sejakkematioan tiga teknisi lainnya, Tim teknisi Rusia sendiri berjumlah 40 orang, namun baru 32 orang yang tiba di Indonesia.

    Tim warranty (garansi) ada 11 orang, tim perakit 13 orang, pilot 3 orang dan teknisi lainnya. tiga anggota tim perakit Sukhoi dari Rusia yang tewas pada Senin 13 September adalah Savanoc, Alexander dan Voronim, masuk tim garansi.
    Media di Moskow mennyebut para ahli yang berusia awal 50 tahun itu adalah pakar dan ahli di bidangnya, dan sudah bekerja di pabrikan Sukhoi, Kaapp, di Rusia, sejak 1998.

    Karena kurang, makanya kita minta pengganti karena tiga orang meninggal.
    Media Rusia menyebut mereka ahli di bidangnya dan berusia akhir 40-an tahun. hanya dikerjakan oleh sembilan teknisi.

    Sukhoi seri SU-27 SKM ini, tiba bersama 3 teknisi perakit dua Sukhoi yang tiba lebih dulu, 10 September 2010 lalu.

    Ketiga teknisi perakit ini menggantikan, 3 ahli pesawat bidang radar, hydraulik, dan teknisi ini yang meninggal akibat over dosis minuman keras oplosan di Asrama Lanud TNI AU.

    Rencananya tiga jenazah baru bisa dipulangkan Kamis 17 September, pagi ini.
    Selain tiga jenazah tersebut, masih ada ada satu tyeknisi yanmg juga ikut minum-minuman keras yang akan dikembalikan, karena diangap melanggar ketentuan Lanud Hasanuddin.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Batas Kerja Teknisi Sukhoi 5 Oktober

    RI Berencana Menjadikan Basis Produksi Alutsista Rusia


    JAKARTA--MI: Indonesia akan berupaya memperkecil defisit neraca perdagangan dengan Rusia tidak hanya dengan meningkatkan ekspor dan mengundang investasi. Potensi produk berkualitas dengan harga bersaing dari negeri beruang merah ini membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pusat perakitan dan pelabuhan penghubung (port hub) regional untuk pemasaran produk tersebut.

    "Tentu upaya meningkatkan ekspor nonmigas dan mengundang investasi dari Rusia tetap menjadi prioritas utama. Namun kita melihat ada potensi untuk menjadi pusat perakitan dan pelabuhan penghubung untuk produk Rusia untuk dipasarkan ke negara lain di Asia, Australia, dan Selandia Baru," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat pertemuan Misi Dagang Indonesia-Rusia di Moskow, Rusia, Rabu (15/9) malam lalu.

    Menurutnya, berbagai produk canggih berteknologi tinggi dari Rusia bisa bisa dikembangkan untuk dirakit di Indonesia untuk selanjutnya diekspor ke negara lain.

    "Target utama tentu supaya mereka pada akhirnya bisa berinvestasi di Indonesia. Namun sejalan dengan itu, kita tawarkan dulu pelabuhan kita menjadi regional port hub untuk produk Rusia," tuturnya.

    Tidak hanya itu. Kemungkinan kerja sama lebih jauh untuk perakitan peralatan tempur produksi Rusia di Indonesia.

    "Pemerintah telah membentuk tim bersama untuk mengkaji pembelian beberapa peralatan tempur setelah pembelian jet tempur Sukhoi. Pilihan lainnya adalah melanjutkan kerja sama lebih jauh atau akan ada kerja sama yang baru misalnya membuka perakitan pesawat tempur di dalam negeri. Kita punya fasilitas di PT Dirgantara Indonesia, Bandung," ujar Mari.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> RI Berencana Menjadikan Basis Produksi Alutsista Rusia

    Update + Foto: Satu Sukhoi Baru Kembali Perkuat TNI AU


    MAKASSAR, 17/9 - SUKHOI BARU. Sebuah pesawat jet tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM asal Rusia diderek menuju hanggar setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam. Pesawat tempur asal Rusia itu merupakan pesanan TNI AU ke 10 yang akan memperkuat kemampuan Skadron 11 Lanud Hasanuddin. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/10.


    MAKASSAR, 17/9 - PESAWAT ANTONOV. Pesawat Antonov milik pemerintah Rusia menurunkan perlengkapan pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM yang dipesan TNI AU setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam. Pesawat kargo itu selanjutnya akan kembali ke Rusia dengan membawa tiga jenazah teknisi Sukhoi yang meninggal pada Senin (13/9), di mes Lanud TNI AU Hasanuddin. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/10.



    MAKASSAR, 17/9 - SUKHOI TIBA. . Sebuah pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM serta perlengkapannya milik TNI AU diturunkan dari pesawat Antonov milik pemerintah Rusia setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam. Pesawat kargo itu selanjutnya akan kembali ke Rusian dengan membawa tiga jenazah teknisi Sukhoi yang meninggal pada Senin (13/9), di mes Lanud TNI AU Hasanuddin. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/10.

    Jakarta (ANTARA News) - Satu pesawat jet tempur Rusia tipe SU-27SKM kembali memperkuat armada tempur TNI Angkatan Udara. Satu pesawat jet tempur itu, tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis malam.

    Seperti sembilan pesawat sejenis yang telah tiba sebelumnya, satu pesawat Sukhoi itu pun diberangkatkan dari Rusia menggunakan pesawat angkut Antonov menuju Makassar.

    Kedatangan satu pesawat Sukhoi itu disambut beberapa pejabat TNI Angkatan Udara.

    Setelah bagian demi bagian pesawat diturunkan dari badan Antonov, langsung dibawa ke skadron teknik untuk dirakit kembali dan diuji terbang.

    Sebelumnya, kepada ANTARA Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengungkapkan, dengan kedatangan satu unit terakhir pesawat jet tempur Sukhoi itu, kini TNI AU memiliki sepuluh unit pesawat jet tempur buatan Rusia yang terkenal dengan manuver patukan kobra-nya.

    Sebelumnya, dua unit Sukhoi sejenis telah tiba di pangkalan udara yang sama pada Jumat (10/9).

    Dengan begitu, lanjut Kasau, tujuh pesawat Sukhoi yang baru diharapkan siap tampil pada peringatan HUT ke-65 TNI pada 5 Oktober mendatang, dalam formasi terbang lintas.

    Sejak 2003 Indonesia telah memiliki tujuh pesawat tempur Sukhoi yang diadakan dari Rusia. Pada 2003 Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.

    Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007 setelah perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Update + Foto: Satu Sukhoi Baru Kembali Perkuat TNI AU

    Selesai Dirakit, Dua Sukhoi Siap Atraksi di HUT TNI

    TEMPO Interaktif, MAKASSAR - Dua pesawat tempur Sukhoi jenis SU 27 SKM dipastikan bisa menggelar atraksi untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia, 5 Oktober mendatang.

    Dua pesawat jet buatan Rusia tersebut akan bergabung dengan tujuh sukhoi yang sudah dimiliki Skadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar. "Wah harus itu. Saya merasa malu dan marah kepada tim Sukhoi jika tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Syukurlan perakitan telah selesai," ujar Komandan Pangkalan, Marsekal Pertama Agus Supriatna, Kamis 16 September 2010 .

    Perakitan dua pesawat tersebut sudah diselesaikan Rabu (15/9), kemarin. Agus mengatakan, tim perakit telah menyelesaikan tugasnya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    "Perakitan sudah rampung. Sekarang masuk tahap pengecekan dan pemeriksaan berbagai instrumen yang ada," ujar Agus.

    Setelah pengecekan instrumen, teknisi akan melakukan pengecekan hyrdolic. Setelah itu, sambung Agus, dilakukan uji star di bawah run up pangkalan udara. Jika tak ada kendala teknis, dua pesawat baru tersebut akan uji aerobatik pada tanggal 18-19 September mendatang. "Pilot mereka yang akan menerbangkan langsung pesawat itu. Selama masa pengujian, tim Rusia yang bertanggung jawab penuh," sebutnya.

    Agus mengatakan, insiden tewasnya tiga teknisi warranty tidak mempengaruhi perakitan sukhoi. Apalagi, personel yang tewas tersebut bukan bagian dari tim perakit. Dua pesawat jet tempur jenis Sukhoi tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Jumat (10/9) diangkut oleh pesawat Antonov AH 124 100 milik Rusia. Satu pesawat lainnya, akan tiba malam ini sekitar pukul 20.00 wita.

    Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan pengadaan tiga unit Sukhoi yang akan melengkapi tujuh koleksi yang sudah merapat di Skadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin.

    Sejak tahun 2003 dan 2007 Indonesia membeli Sukhoi jenis SU 30 MK dan dua SU 27 SK. Terakhir, tiga sukhoi jenis SU 30 MK2 tiba Desember 2008 dan
    Januari 2009.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Selesai Dirakit, Dua Sukhoi Siap Atraksi di HUT TNI

    Seorang Prajurit Terjatuh dari Tank Saat Sertijab Danpasmar I

    Surabaya - Sebuah insiden kecil terjadi ketika upacara sertijab Danpasmar I. Seorang prajurit Marinir yang akan mengikuti upacara terjatuh dari tank pengangkut pasukan, dan dia diduga mengalami luka patah tulang.

    Awal kejadian ini berawal saat dentuman meriam menggelegar, dengan disertai asap berwarna ungu yang menyelimuti Lapangan Trian Sutedi Senaputra Bumi Marinir Karangpilang Surabaya tempat upacara berlangsung, Rabu (16/9/2010).

    Disaat bersamaan puluhan tank masuk ke dalam lapangan yang di dalamnya membawa pasukan upacara. Ribuan parjurit langsung turun satu persatu dari dalam tank. Namun sayang, seorang prajurit melompat dan terpelanting hingga tidak bisa berdiri.

    "Lho tibo gak iso ngadek (Lho jatuh tidak bisa berdiri lagi)," ucap salah satu wartawan dengan nada lirih sambil memegang kameranya.

    Dari pengamatan wartawan yang mengikuti jalan upacara, prajurit yang terjatuh tersebut nampak tidak bisa berdiri. Prajurit naas tersebut terpaksa dibawa keluar lapangan dengan dibopong oleh rekan-rekannya sesama prajutit, menembus asap ungu.

    Sayang, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak Marinir, mereka menolak untuk berkomentar tentang insiden tersebut. "Waduh tidak tahu mas, namanya siapa dan lukanya apa. Paling keseleo," ujar salah satu perwira menengah Marinir yang enggan disebutkan namanya ketika dihubungi detiksurabaya.com.

    Sumber: DETIK SURABAYA
    Readmore --> Seorang Prajurit Terjatuh dari Tank Saat Sertijab Danpasmar I

    Dua pesawat Sukhoi SU-27SKM Sukhoi Baru, Jalani Tes Mesin

    SU-27 SKM (Foto: ALUTSISTA)

    JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak dua unit pesawat jet tempur baru Sukhoi milik TNI Angkatan Udara kini sedang menjalani tes mesin setelah dirakit selama beberapa hari di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Salah satu pejabat perusahaan rekanan Rosoboronexport di Indonesia ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (16/9/2010) mengatakan, kedua pesawat sebelumnya dirakit di Skuadron Teknik 044 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

    "Selanjutnya, kedua pesawat akan menjalani tes mesin, untuk memastikan semua fungsi mesin berjalan baik," katanya, yang enggan disebutkan namanya. Setelah menjalani uji mesin, selama beberapa kali, kedua pesawat akan menjalani uji terbang, lanjut dia.

    Dua pesawat Sukhoi SU-27SKM yang menjalani tes mesin itu tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin pada Jumat (10/9/2010) lalu. Setelah bagian demi bagian pesawat diturunkan dari perut pesawat angkut Antonov yang membawanya dari Rusia, langsung dibawa ke hanggar teknik untuk dirakit.

    "Semua proses berjalan baik, sesuai jadwal meski ada insiden tewasnya tiga pengawas perakitan," ujarnya menambahkan.

    Sejak 2003, TNI Angkatan Udara memiliki tujuh pesawat tempur Sukhoi yang diadakan dari Rusia. Pada 2003, Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.

    Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007 setelah perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009. Setelah dua unit SU-27SKM tiba pada pekan lalu, maka satu unit SU-27SKM dijadwalkan tiba Kamis (16/9/2010) malam.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Dua pesawat Sukhoi SU-27SKM Sukhoi Baru, Jalani Tes Mesin

    Marinir Bangun Pangkalan Pertahanan di Lima Wilayah

    Surabaya - Marinir mengaku siap jika jalur diplomasi gagal dilakukan dengan Malaysia. Bentuk kesiapannya korps baret ungu ini membangun Marinir Pertahanan Pangkalan (Marhanlan) di 5 lokasi. Kelima lokasi yakni di Kupang, Makasar, Teluk Bitung, Jayapura dan Merauke.

    "Kita harus siapkan pasukan, tidak saja untuk operasi ampibi tapi juga untuk pertahanan pantai, landasan dan juga operasi-operasi lain sebagaimana
    diamanatkan konstitusi," ujar Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjend TNI (Mar) M Alfan Baharudin dalam sambutannya di upacara sertijab Komandan Pasmar I di Lapangan Trian Sutedi Senaputra Bumi Marinir Karangpilang, Kamis (16/9/2010).

    Menurut Alfan, slogan politik yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi gesekan di perairan dengan negara tetangga dianggap tidak cukup.

    "Masih ingat dibenak dan pikiran kita jika gesekan di perairan dengan negara tetangga masih kuat. Tidak menutup kemungkinan memicu konflik berturut-turut
    pada pulau-pulau garis perbatasan. Jangan hanya slogan politik belaka tapi harus dilakukan dengan gelar kekuatan penuh di pulau terluar secara konkret untuk
    mempertahankan negara," tegasnya.

    Alfan juga berpesan kepada prajurit agar tetap bersemangat menjaga alutsista meski kebutuhan negara sangat terbatas untuk pengadaan, pemeliharaan, perbaikan dan untuk kesejahteraan prajurit.

    Sumber: DETIK SURABAYA
    Readmore --> Marinir Bangun Pangkalan Pertahanan di Lima Wilayah

    Terlalu Prematur Menduga 3 Teknisi Sukhoi Tewas Dibunuh

    JAKARTA- Pengamat intelijen Dynno Cressbon menyatakan tidak tertutup kemungkinan tiga perakit pesawat Sukhoi Su-27 SKM yang tengah berada di Makassar, tewas dibunuh oleh para kompetitornya di industri militer.

    Sayangnya Dynno tidak memaparkan bukti-bukti yang menguatkan pendapatnya. Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Luhulima tidak sependapat dengan analisis Dynno.

    Menurut dia dugaan tersebut terlalu prematur. “Itu sangat spekulatif. Kita mesti tunggu hasil autopsinya,” ujarnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (16/9/2010).

    Dari aspek diplomatik, kata Luhulima, pemerintah telah memenuhi prosedur baku. Yaitu melaporkan kasus tersebut ke perwakilan diplomatik Rusia di Indonesia. Selanjutnya, pemerintah juga memberikan akses kepada dokter yang dikirim pemerintah Rusia untuk melakukan pemeriksaan medis.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya warga negara Rusia, Alexander Poltorak, Sergei Voronin, dan Victor Safonov, tewas saat berada di Makassar. Sementara Andrey Zayestev dan Andre Shavalov berhasil selamat setelah dirawat di RS dr Wahidin Sudirohusodo, Makasar. Dugaan sementara penyebab kematian tiga teknisi Sukhoi di atas lantaran mengonsumsi minuman keras.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Terlalu Prematur Menduga 3 Teknisi Sukhoi Tewas Dibunuh

    SU-27 Pesawat Tempur Yang Bisa Menembakan Rudal Ke Samping


    LUPAKAN dulu soal meninggalnya tiga teknisi Sukhoi. Mari kita lihat barang yang mereka kerjakan dan bagaimana kehebatannya serta kegunaannya bagi pertahanan udara RI. Walaupun Su-27 dianggap memiliki kelincahan yang mengagumkan, pesawat seharga 35 juta dolar atau setara 350 miliar ini belum banyak dipakai pada petempuran yang sebenarnya (combat proven). Ini beda dengan F-16 yang sudah terbukti di berbagai palagan.

    Pesawat tempur Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) awalnya diproduksi pada era Uni Soviet, di mana rancang-bangun aslinya dibuat oleh Biro Disain Sukhoi.

    Pesawat ini dikembangkan sebagai saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat saat itu, yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet.

    Spesifikasi awal yang diinginkan militer Uni Soviet saat itu adalah pesawat tempur multi-peran yang memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Semuanya dibuat melebihi kemampuan pesawat tempur yang dibuat pihak barat.

    Pesawat ini awalnya sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich (MiG), karena bentuknya yang agak mirip, namun berbeda bobot.

    Su-27 dirancang sebagai interseptor yang memiliki superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat tempur pendukung jarak dekat.

    Sejarah
    Pada tahun 1969, Uni Soviet mendapatkan informasi bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih McDonnell Douglas untuk memproduksi rancangan pesawat tempur eksperimental (yang akan berevolusi menjadi F-15).

    Untuk menghadapi ancaman ini, Uni Soviet memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, “pesawat tempur taktis mutakhir”) yang direncanakan menghasilkan pesawat yang bisa menyaingi hasil rancangan Amerika Serikat.
    SU-27 TNI AU (Foto:Fuerza Aerea)

    SU-27 TNI AU (Foto:Fuerza Aerea)

    Namun, spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini pada satu pesawat saja ternyata terlalu rumit dan mahal. Maka program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholyi Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, “pesawat tempur taktis mutakhir berat”) dan the LPFI (Legkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, “pesawat tempur taktis mutakhir ringan”).

    Hasil akhirnya tercipta Su-27 untuk pesawat tempur taktis mutakhir berat, dan MiG-29 untuk pesawat tempur taktis mutakhir ringan.

    Langkah ini juga mirip apa yang dilakukan Amerika Serikat, yang memulai program “Lightweight Fighter” yang nantinya akan menghasilkan F-16.

    Rancangan Sukhoi pertama kali muncul sebagai pesawat sayap delta T-10, yang pertama terbang pada tanggal 20 Mei 1977. T-10 terlihat oleh pengamat Barat, dan diberikan kode NATO Flanker-A. Perkembangan T-10 menemui banyak masalah, yang berakibat pada kehancuran ketika salah satu pesawat ini jatuh pada tanggal 7 Mei 1978.

    Kejadian ini kemudian ditindaklanjuti dengan banyak modifikasi perancangan, yang menghasilkan T-10S, yang terbang pertama kali pada 20 April 1981.

    Pesawat ini juga menemui kesulitan, dan jatuh pada tanggal 23 Desember 1981. Versi produksi pesawat ini (Su-27 atau Su-27S, dengan kode NATO Flanker-B) mulai dipakai Angkatan Udara Soviet pada tahun 1984, tetapi baru dipakai menyeluruh tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi.

    Pesawat ini dipakai oleh Pertahanan Anti Udara Soviet (Voyska PVO) dan Angkatan Udara Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 and Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat bahan bakar dan AWACS, yang dianggap sebagai aset penting angkatan udara NATO.

    Sekitar 680 Su-27 diproduksi oleh Uni Soviet, dan 400 dipakai oleh Rusia. Negara mantan Soviet yang memiliki pesawat ini adalah Ukraina dengan 60 pesawat, Belarusia dengan sekitar 25 pesawat, Kazakstan dengan sekitar 30 dan sudah memesan 12 pesawat lagi, dan Uzbekistan dengan 25 buah.

    Tiongkok menerima 26 pesawat pada tahun 1991, dan 22 lagi pada 1995. Kemudian pada tahun 1998 mereka menandatangani kontrak untuk lisensi produksi 200 pesawat ini dengan nama Shenyang J-11. Vietnam memiliki 12 Su-27SK dan telah memesan 24 lagi.

    Ethiopia memiliki 8 Su-27A dan 2 Su-27U. Indonesia mempunyai 2 Su-27SK and 2 Su-30MKI serta telah memesan 6 lagi. Dan Angola telah menerima sekitar 8 Su-27/27UB. Meksiko berencana untuk membeli 8 Su-27s dan 2 pesawat latihan Su-27UB.[1]

    Amerika Serikat juga disinyalir memiliki satu Su-27 Flanker B dan satu Su-27 UB. Tiga pesawat ini masuk sebagai registrasi sipil, dan salah satunya tiba di Amerika Serikat menggunakan pesawat Antonov-62.

    Indonesia (TNI-AU) mulai menggunakan keluarga Sukhoi-27 pada tahun 2003 setelah batalnya kontrak pembelian 12 unit Su-30MKI pada 1996. Kontrak tahun 2003 mencakup pembelian 2 unit Sukhoi-27SK dan 2 unit Sukhoi-30MK senilai 192 juta dolar AS tanpa paket senjata. Empat tahun kemudian pada acara MAKS 2007 di Moskow Departemen Pertahanan mengumumkan kontrak unruk pembelian 3 unit Sukhoi-27SKM dan 3 unit Sukhoi-30MK2 senilai 350 juta dolar AS.

    Sukhoi yang dioperasikan TNI AU merupakan Sukhoi generasi terbaru, bahkan Angkatan Udara Rusia belum mengoperasikan jenis ini.

    Sukhoi yang dikenal dengan panggilan Flanker ini adalah jenis Sukhoi Su-27 SK Upgrade dengan sepasang mesin masing-masing berdaya dorong 12.550 kg jenis Lyulka AL-31F.

    Kemampuan lain yang lebih adalah kelengkapan IRST/Infra Red Search and Track berupa bola kaca di depan kokpit yang mampu mengendus sasaran sejauh 70 km, sebuah kelengkapan yang tidak dipunyai pesawat keluaran Barat hingga kini.

    Menengok persenjataan yang mampu dibawa sangat mengagumkan, tengok misalnya rudal udara AA-12 Adder yang mampu menjelajah sejauh 50 km (melebihi AMRAAM milik AS yang hanya 40 km) ataupun rudal udara jenis R-73 yang mampu menembak pada sasaran ke arah samping hingga sudut 70 derajat merupakan senjata udara paling mematikan saat ini, lebih andal dari rudal keluaran Israel jenis Python ataupun AIM-9L/M Sidewinder yang biasa dipakai negara Barat.

    Sedangkan untuk sasaran darat pesawat Sukhoi dapat dilengkapi dengan rudal H-31P berjarak jangkau 100 km atau rudal antikapal jenis H-31A berjarak jangkau 50 km, bandingkan dengan Maverick yang hanya mencapai 15 km. Dengan bahan bakar yang mampu dibawa seberat 6.000 kg pesawat ini mampu mengadakan patroli sejauh 1.500 km dari pangkalan tolak atau terbang selama empat jam.

    Pemakaian pesawat ini yang patut disebut adalah pada Perang Ethiopia-Eritrea, dimana pesawat-pesawat Sukhoi Su-27A Ethiopia dipakai untuk melindungi pesawat pengebom Mig-21 dan Mig-23. Pada perang itu, pesawat-pesawat Su-27 tersebut berhasil menghancurkan empat Mig-29 Eritrea.

    Salah satu pilot yang berhasil menembak jatuh lawan adalah Aster Tolossa, yang menjadi wanita Afrika pertama yang memenangi sebuah pertempuran udara.

    Karakteristik umum

    Kru: Satu
    Panjang: 21,9 m (72 ft)
    Lebar sayap: 14,7 m (48 ft 3 in)
    Leading edge sweep: 42°)
    Tinggi: 5,93 m (19 ft 6 in)
    Area sayap: 62 m² (667 ft²)
    Berat kosong: 16.380 kg (36.100 lb)
    Berat terisi: 23.000 kg (50.690 lb)
    Berat maksimum lepas landas: 33.000 kg (62.400 lb)
    Mesin: 2× Lyulka AL-31F turbofan, 122,8 kN (27.600 lbf) masing-masing
    Performa
    Kecepatan maksimum: 2.500 km/jam (1.550 mph Mach 2.35)
    Jarak jangkau: 1.340 km pada ketinggian air laut, 3.530 km pada ketinggian tinggi (800 mi pada ketinggian air laut, 2070 mi pada ketinggian tinggi)
    Batas tertinggi servis: 18.500 m (60.700 ft)
    Laju panjat: 325 m/s (64.000 ft/min)
    Beban sayap: 371 kg/m² (76 lb/ft²′)
    Dorongan/berat: 1,085

    Persenjataan

    1 x meriam GSh-30-1 30 mm, 150 butir peluru
    8.000 kg (17.600 lb) pada 10 titik eksternal
    6 R-27, 4 R-73
    Su-27SM dapat menggunakan R-77 menggantikan R-27
    Su-27IB dapat menggunakan peluru kendali anti-radiasi X-31, peluru kendali udara ke darat X-29L/T, serta bom KAB-150 dan UAB-500
    AA-11 Archer / R-73
    AA-10A/B/C/D/E Alamo-A/B/C/D/E / R-27R/T/RE/TE/AE
    AS-16 Kickback SRAM/ Kh-15/C
    Air bombs
    KAB-500Kr
    KAB-1500Kr
    KAB-1500L / 1500F / 1500L-PR
    KAB-500R
    KAB-500KRU
    ODAB-500
    OEPS-27 Optronic sighting system for SU-27SK
    AS-11 Kilter / Kh-58E
    ZHUK FAMILY AIRBORNE RADARS

    Sumber: SURYA ONLINE
    Readmore --> SU-27 Pesawat Tempur Yang Bisa Menembakan Rudal Ke Samping

    Perakit Sukhoi Keracunan Spiritus


    DIRAWAT INTENSIF Teknisi pesawat Sukhoi SU-27 SKM asal Rusia, Andre Spalov, memegang botol infus ketika memasuki ruang laboratorium RS Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulsel, kemarin. Dua teknisi Sukhoi, Andre Zaykay dan Andre Spalov, mendapat perawatan intensif setelah tiga rekan mereka meninggal dunia.


    JAKARTA(SINDO) – Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri memastikan penyebab kematian tiga perakit pesawat Sukhoi Su-27 SKM karena kelebihan metanol (spiritus) di dalam tubuh.

    Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Mabes Polri Brigjen Pol Musadek mengatakan, isi lambung dan seluruh organ tubuh korban mengandung metanol yang berbahaya dan tidak boleh diminum. ”Kita simpulkan bahwa kematian tiga korban karena keracunan metanol,” kata Musadek di Rupatama, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Sebelumnya dugaan ini sempat diutarakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat.KSAU menjelaskan bahwa pengaruh miras yang menyebabkan gangguan jantung tiga perakit Sukhoi, yakni Alexander Poltorak,Sergei Voronin,dan Victor Safonov yang akhirnya tewas dalam waktu yang hampir bersamaan.

    Musadek juga mengungkapkan, dua orang teknisi Sukhoi lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dinyatakan sembuh. ”Kita tidak bisa memeriksa organ-organnya karena masih hidup. Secara klinis, memang ada gejala itu tapi kadarnya di bawah letal dosis.Tadi saya katakan ada dosis letal, dosis yang menyebabkan meninggal dan dosis yang menyebabkan mual,”ujarnya. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan pernyataan resmi terkait tewasnya tiga pengawas perakitan Sukhoi asal Rusia sebelum ada hasil autopsi resmi dari Polri.

    ”Kita menunggu hasil autopsi Polri. Sebelum ada hasil autopsi yang resmi, sebaiknya kami tidak memberikan pernyataan,” katanya di Jakarta, kemarin. Tim dokter Kedubes Rusia di Indonesia ditemani pejabat eksportir senjata Rusia,Rosoboronexport, bergabung dengan otoritas Indonesia untuk menyelidiki kematian misterius itu. Jika proses autopsi selesai, maka ketiga jenazah akan dipulangkan pada Kamis (16/9) menggunakan pesawat angkut berat Antonov. Sementara itu, pengamat intelijen Dynno Cressbon menilai, tewasnya tiga perakit pesawat Sukhoi berpotensi memunculkan tekanan dari Pemerintah Rusia kepada Kementerian Pertahanan Indonesia. “Kalau kerenggangan atau dampak politik antarkedua negara saya kira tidak.

    Yang pasti akan ada tekanan dari Rusia untuk mendapatkan report terkait tewasnya tiga teknisi ini,”katanya kemarin. Menurut Dynno, Pemerintah Indonesiaakandimintaiaksesuntuk membantu memperoleh informasi sedalam-dalamnya terkait insiden itu.“Yang pasti, lembaga intelijen Rusia akan melakukan penyelidikan internal. Jika perlu mereka membentuk tim untuk mengusut kasus ini apalagi jika isu ini menjadi polemik besar di Rusia. Tapi, dari pengalaman yang sudah-sudah, investigasi seperti ini akan dilakukan tertutup oleh intelijen,”jelas dia. Namun,Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan, insiden tewasnya tiga pengawas perakit Sukhoi itu tidak mengganggu proses perakitan dan tindak lanjut pengadaan Sukhoi dari Rusia.

    ”Semua tetap berjalan, tidak ada masalah. Komunikasi juga tetap berjalan baik dengan pihak Rusia,” katanya di Jakarta kemarin. Seperti diketahui, tiga dari 22 personel perakit pesawat Sukhoi asal Rusia ditemukan meninggal dunia di Asrama Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/9) lalu sekitar pukul 07.00 Wita. Di tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan obat-obatan dan minuman di kamar korban. Ketiga jenazah korban akan dipulangkan hari ini ke Rusia menggunakan pesawat Antonov AN-124, pengangkut Sukhoi. Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Laksamana Pertama Agus Supriatna membenarkan rencana pemulangan tiga jenazah menggunakan pesawat Antonov AN-124.

    Dijelaskan, ketua tim dari Rusia sempat mengorek keterangan dari korban ketiga,Victor Safonov, sesaat sebelum meninggal. Dari keterangan tersebut, diketahui korban sempat minum bir. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sepuluh botol bir kosong di sekitar lokasi kejadian. ”Mereka minum setelah makan.Tidak ditemukan ada botol Vodka kosong. Mereka diam-diam dan membuat ketuanya bingung,”ujarnya. Agus tidak mengetahui proses masuknya minuman keras tersebut.

    Diduga, minuman ini dibawa dari negaranya atau dibeli di Makassar. ”Kalau cari sendiri, tidak bisa melarang,”katanya.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Perakit Sukhoi Keracunan Spiritus

    Meksiko Membeli Enam Helikopter Caracal

    helikopter EC 725 Cougar(Foto:DS)

    MESIKO CITY, KOMPAS.com - Meksiko telah menandatangani perjanjian dengan Prancis untuk membeli enam helikopter militer dari Eurocopter, di tengah tekanan yang meningkat terhadap tentaranya dalam gelombang kekerasan terkait obat bius.

    "Keenam helikopter EC 725 Cougar, juga dikenal sebagai Caracal, itu akan bergabung dengan enam helikopter sejenis lainnya yang telah dikirim oleh unit helikopter raksasa angkasa Eropa EADS (Pertahanan Aeronautika dan Angkasa Eropa)," kata seorang pejabat kedutaan besar Prancis.

    Perjanjian itu telah diumumkan pertama kali oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy di Meksiko tahun lalu.

    Helikopter-helikopter itu akan digunakan untuk mengangkut staf, tidak hanya untuk operasi antiobat bius, tambah seorang pejabat kementerian pertahanan Mesksiko pada AFP.

    Pemerintah telah mengerahkan sekitar 50.000 tentara di negara itu sejak 2006 untuk menghadapi kartel obat bius yang sangat berpengaruh.

    Meningkatnya kekerasan terkait obat bius telah menyebabkan sekitar 28.000 orang tewas sejak itu, menurut beberapa pejabat.

    Prancis juga telah meminjami Meksiko dua helikopter EC 725 untuk mengambil bagian dalam parade militer di ibu kota Meksiko Kamis (16/9/2010), pada saat dimulainya perayaan duaratus tahun kemerdekaan Meksiko dari Spanyol.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Meksiko Membeli Enam Helikopter Caracal

    Wednesday, September 15, 2010 | 8:31 PM | 0 Comments

    Densus 88 Polri Didanai AS, Aussie & Belanda

    INILAH.COM, Jakarta - Mabes Polri mengakui adanya dukungan dana asing terhadap operasional Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan mengatakan, dana operasional Polri temasuk Densus 88 berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) APBN.

    "Dana operasional kita semua dari DIPA APBN," ujar Iskandar di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/9).

    Iskandar mengakui adanya bantuan negara asing yang diberikan kepada Polri khususnya Densus 88, namun bantuan itu tidak berupa dana tunai untuk operasional Densus.

    "Yang didapat itu dalam bentuk paket proyek, baik itu pelatihan maupun pembangunan seperti di Semarang, JCLEC (Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation) membangun komplek itu. Dana itu tidak berupa dukungan dana operasional dana tunai," paparnya.

    Negara yang memberi bantuan terhadap Densus 88 Polri, ditambahkannya tidak hanya Australia saja, melainkan ada sejumlah negara lain seperti Belanda dan Amerika Serikat.

    Sebelumnya disebut-sebut Pemerintah Australia ingin memeriksa kinerja Densus 88 Polri, karena Pemerintah Australia menyumbang dana jutaan dolar Australia kepada Densus 88 untuk memerangi terorisme.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Densus 88 Polri Didanai AS, Aussie & Belanda

    Sukhoi Dijadwalkan Datang 20.05 WITA 16 September 2010


    MAKASSAR, KOMPAS.com — Komandan Pangkalan Udara Hassanudin Makassar Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna menyatakan, ketiga jenazah korban perakit jet tempur Sukhoi belum bisa dipulangkan ke Rusia pada hari Kamis (16/9/2010).

    Adapun ketiga korban perakit jet tempur Sukhoi SU-27 SKM itu adalah Alexander Poltorak Meksandri (50), Voronim Sergei (55), dan Koronov Victor Savanoc (55). Mereka meninggal dunia pada hari Senin (14/9/2010).

    "Kamis belum bisa kami pulangkan jenazah ketiga korban perakit jet tempur Sukhoi itu karena, menurut rencana, pesawat Antonov yang mengangkut Sukhoi baru tiba di Makassar pada Kamis malam sekitar pukul 20.05 Wita," ujarnya saat dihubungi melalui telepon genggam dari Makassar, Rabu.

    Agus mengatakan, dia masih berada di Jakarta untuk melakukan koordinasi dengan Mabes TNI AU dan pihak Rusia. Menurut dia, jadwal kedatangan pesawat Antonov yang akan membawa pesanan pesawat jet tempur Sukhoi lainnya dengan tipe SU-30MK2 akan tiba di Makassar pukul 20.05 Wita.

    Tentunya, proses tersebut akan memakan waktu dan awak kapal yang mengantarkan pesawat Sukhoi pesanan itu juga membutuhkan istirahat minimal sehari. "Kita masih menantikan kepastian dari pihak Rusia dan saat ini kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Rusia," katanya.

    Menurutnya, proses perakitan terhadap dua pesawat baru Sukhoi tetap akan berjalan, meski tiga pengawas perakitan pesawat dari Rusia itu meninggal dunia. "Semula memang ada rencana untuk menunda kedatangan dari Tim Teknisi Rusia. Namun, akhirnya diputuskan tetap berjalan sesuai jadwal," katanya.

    Pesawat baru Sukhoi tipe SU-27SKM tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin pada Jumat dan dirakit oleh 13 teknisi dari Rusia. "Ke-13 teknisi itu masih didampingi tim penjamin yang tiga di antaranya meninggal dunia," katanya.

    Pada 2003, Indonesia membeli dua Sukhoi jenis SU-30MK dan dua SU-27SK.

    Kementerian Pertahanan kemudian membeli lagi enam pesawat Sukhoi pada 2007 senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun. Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009. Dengan kehadiran tiga Sukhoi terakhir, maka Indonesia akan memiliki satu skuadron pesawat tempur Sukhoi.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Sukhoi Dijadwalkan Datang 20.05 WITA 16 September 2010

    INDONESIA DAN VIETNAM WUJUDKAN KERJASAMA BIDANG PERTAHANAN

    illustrasi

    Jakarta, 15/9/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Pertahanan Vietnam Letnan Jenderal Nguyen Chi Vinh di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (15/9).

    Kepala Biro Humas Kemhan Brigjen TNI I Wayan Medhio mengatakan kunjungan Wamenhan Vietnam dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama bileteral kedua negara khususnya di bidang pertahanan yang telah terjalin baik selama ini.

    "Kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung pada 2009 diantaranya menyepakati keinginan untuk memperkuat kerjasama dibidang pertahanan," kata Wayan.

    Pertemuan ini, kata dia, telah ditindaklanjuti pula dengan pertemuan antara PM Vietnam dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro di sela-sela penyelenggaraan pertemuan ke-4 Menhan se Asean di Hanoi Vietnam 11 - 13 Mei 2010 lalu.

    Dalam pertemuan itu, Pemerintah RI dan Vietnam sepakat untuk meningkatkan kerjasama pertahanan di berbagai tingkatan yang lebih luas.

    Sumber: KOMINFO
    Readmore --> INDONESIA DAN VIETNAM WUJUDKAN KERJASAMA BIDANG PERTAHANAN

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.