ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Thursday, December 16, 2010 | 12:52 PM | 0 Comments

    Pembebasan Lahan Bandara Miangas Terganjal Harga

    Manado, (Antaranews) - Rencana pembebasan lahan milik warga untuk pembangunan bandara udara di pulau terluar Miangas, masih terganjal dengan penetapan harga yang belum disepakati.

    "Warga tetap bertahan dengan ganti rugi Rp150 ribu per meter persegi, sementara pemerintah sudah menaikkan hingga Rp50 ribu per meter persegi," kata anggota DPRD Sulut dari daerah pemilihan Sangihe-Talaud, Ben Alotia, di Manado, Rabu.

    Alotia yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Talaud itu, sempat menjadi fasilitator untuk menyelesaikan ganti rugi lahan itu, namun belum ada solusi berarti.

    "Masyarakat tetap bertahan diangka Rp150 ribu, alasannya sudah tidak ada lagi lahan untuk berkebun," katanya.

    Apalagi pulau terluar Miangas dan hanya bisa menempuh jalur laut selama 45 menit ke Filipina itu, wilayah tidak terlalu besar dengan daerah lainnya yang sulit dijadikan lahan perkebunan.

    "Memang harga yang diajukan warga terlalu mahal, tentunya pemerintah kesulitan untuk memenuhinya," ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Badan Perbatasan Provinsi Sulut, Max Gagola mengatakan, pembangunan bandara udara di pulau terluar, Miangas, yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat mendapatkan transportasi udara, ternyata masih terganjal dengan masalah pembebasan lahan.

    "Masyarakat di Miangas enggan melepas lahan untuk diganti pemerintah, padahal sudah ditawarkan biaya ganti rugi secara proporsional," katanya.

    Menurutnya, masyarakat meminta ganti rugi dengan harga tinggi karena lahan yang dilepas merupakan areal perkebunan kelapa yang masih produktif dan dikelola petani setempat.

    Sementara ini bandara Miangas dinilai belum memenuhi syarat untuk kegiatan penerbangan, karena hanya memiliki panjang lintasan terbang atau "runway" tidak sampai 500 meter, sementara dibutuhkan panjangnya sekitar 1.000 meter.

    Padahal kehadiran Bandara secara representatif dinilai sangat penting bagi warga Miangas yang berpenduduk sebanyak 700 ribu itu, guna mempermudah hubungan ke ibukota Manado maupun daerah lainnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pembebasan Lahan Bandara Miangas Terganjal Harga

    Damen Shipyards Gorinchem Jajaki Investasi di Sabang

    Galangan Kapal Damen Shipyards Gorinchem.

    Sabang (ANTARA News) - Perusahaan perkapalan Belanda, Damen Shipyards Gorinchem, menjajaki investasi bidang industri galangan kapal di kawasan Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh.

    Manajer Pemasaran Damen Shipyards Gorinchem untuk Asia Pasifik, Maarten Jongen, di Sabang, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan studi kalayakan apakah Pulau Weh ideal untuk membangun galangan kapal.

    "Kami memang butuh waktu untuk meneliti apakah kawasan Sabang ini cocok untuk didirikan sebuah galangan kapal. Kami belum bisa memutuskan sebelum adanya studi kelayakan ini," katanya.

    Dalam kunjungan ke Sabang, perwakilan manajemen Damen Shipyards Gorinchem, didampingi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Ruslan Abdul Ghani, dan Wali Kota Sabang, Munawar Liza Zein.

    Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak Pemerintah RI. Salah satunya yakni PT PAL di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan membuat empat kapal perang TNI AL.

    Ketua Dewan Pengawas dan Asistensi Kawasan Sabang, Adnan Ganto, menjelaskan bahwa pihaknya sangat berkeinginan adanya sebuah galangan kapal di Sabang, namun bukan untuk membuat kapal perang tapi komersial.

    Sabang, katanya, memiliki potensi cukup baik bagi investasi bidang maritim, termasuk industri galangan kapal komersial karena letak Pulau Weh yang strategis berada di jalur lintas perairan internasional.

    Adnan Ganto, yang juga penasehat Kementerian Pertahanan RI di Bidang Ekonomi, menjelaskan bahwa dipilihnya Damen Shipyards Gorinchem untuk membangun industri perkapalan komersial di Sabang itu karena perusahaan Belanda tersebut sudah berpengalaman.

    Menurut dia, perusahaan perkapalan asal Belanda itu telah menyelesaikan pembuatan empat kapal perang TNI AL, yakni KRI Diponegoro, KRI Hasanudin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Kaisabu.

    "Saya pikir pemerintah sangat puas terhadap hasil kerja perusahaan Damen dalam membuat kapal perang itu," katanya.

    Kemudian, Adnan menjelaskan, dalam pertemuan lanjutan antara president Damen dengan Menteri BUMN beberapa waktu lalu di Jakarta, manajemen Damen berkeinginan melebarkan sayap perusahaannya ke kawasan Asia.

    "Dari hasil pembicaraan dengan Menteri BUMN, maka saya mencoba menggaet Damen untuk melihat potensi di Sabang yang memungkinkan perusahaan tersebut membuka sayapnya di Pulau Weh ini," kata dia.

    Adnan Ganto menjelaskan bahwa hasil pertemuannya dengan pimpinan perusahaan Damen di Belanda membuat manajemen perusahaan tersebut memutuskan untuk meninjau Sabang.

    "Kunjungan Maarten Jongen hari ini ke Sabang merupakan awal dan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Mudah-mudahan akan berlanjut untuk kehadiran industri perkapalan di Sabang ini," katanya menambahkan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Damen Shipyards Gorinchem Jajaki Investasi di Sabang

    Wednesday, December 15, 2010 | 8:21 PM | 0 Comments

    KSAD: TNI AD Berstandar Internasional

    Ambarawa, CyberNews. TNI Angkatan Darat akan semakin meningkatkan potensinya menuju profesionalisme dan berstandar internasional. Hal tersebut diungkapkan KSAD Jenderal TNI George Toisutta kepada wartawan usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan hari Juang Kartika 2010 di lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman Ambarawa, Selasa (15/12). "TNI AD ke depan harus lebih profesional didasari pada tertib administrasi dan tertib hukum. Semua satuan TNI AD saat ini telah dibekali pengetahuan hukum serta adat istiadat. Dengan begitu akan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran di medan operasi," jelasnya.

    KSAD mengungkapkan akan senantiasa menindak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan prajurit TNI AD. Hal tersebut sebagai bukti keseriusan TNI AD dalam taat dan patuh dalam menegakkan hukum. Agar paham betul dengan peningkatan profesionalitas parjurit berstandar internasional, KSAD mengatakan akan perlunya setiap prajurit memahami tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

    Seiring dengan pengembangan satuan serta menjawab tantangan ke depan, KSAD menyebutkan bahwa TNI AD akan melakukan peningkatan kekuatan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) melalui pembentukan divisi Lintas Udara, pembentukan Satuan Infanteri Mekanis, Validasi Satuan Bantuan Tempur, pembentukan Komando Pusat Bantuan Operasi serta peningkatan Satuan Kewilayahan.

    Selain itu, TNI AD juga akan memberdayakan kemanunggalan TNI-Rakyat untuk mendukung pelaksanaan operasi militer selain perang, diantaranya operasi kemanusiaan penanggulangan dampak bencana alam. KSAD juga menerangkan untuk pengembangan dan peningkatan di tubuh organisasi TNI AD, dalam waktu dekat 13 Komando Resort Militer (Korem) akan dipimpin oleh seorang Jenderal berbintang satu atau Brigjen. Salah satunya adalah Korem 072 Pamungkas Yogyakarta.

    Peringatan Hari Juang Kartika yang merupakan Hari Infanteri tersebut diikuti oleh satuan-satuan TNI AD dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud), Kopassus, POM TNI, Kavaleri, Artileri Medan (Armed), Zipur, Kostrad dan Raider. Peringatan Hari Juang Kartika ditutup dengan digelarnya devile pasukan serta gelaran orkesta prajurit TNI AD.

    Sumber: SUARA MERDEKA
    Readmore --> KSAD: TNI AD Berstandar Internasional

    Kenaikan Gaji TNI-Polri Rata-rata Rp 1 Juta

    Sejumlah personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif Mekanis 201 Jayakarta.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan total kenaikan gaji rata-rata di enam instansi yang mendapat remunerasi adalah Rp 1 juta per orang.

    Hari ini, DPR sudah menyetujui usulan pemerintah terkait anggaran untuk reformasi birokrasi, khususnya remunerasi di enam instansi negara. Yakni Kementerian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Koordiantor Politik, Hukum, dan HAM (Kemenkopolhukam).

    Peningkatannya sekitar 40 persen untuk enam kementerian yang dinilai layak untuk melakukan reformasi. "Total kebutuhan kenaikan rata-rata dari enam instansi adalah Rp 1 juta per orang. Tapi, tentunya pangkat yang lebih rendah lebih tinggi," kata Purnomo saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (15/12/2010).

    Pemberian uang remunerasi ini rencananya akan dirapelkan sejak 1 Juli 2010 sampai Desember tahun ini. "Remunerasi mulai berlaku 1 Juli 2010. Berlaku enam bulan pada tahun 2010," imbuhnya.

    Rencananya remunerasi tersebut akan cair pada tahun ini, karena tinggal memproses Keppres. "Saya kira beberapa hari selesai. Tahun ini akan cair karena tinggal satu langkah lagi dan Keppres sudah disiapkan. Tinggal persetujuan, jalan," jelasnya.

    Menurut Purnomo, uang remunerasi ini berbeda dengan tunjangan khusus untuk prajurit yang berada di perbatasan yang pemberiannya sudah berjalan. "Untuk prajurit yang bertugas di perbatasan, itu beda lagi. Ada tunjangan khusus. Itu sudah berjalan. Kemarin, Pak Wapres ke Sebatik, Kalimantan Timur, dan ditanya (soal tunjangan itu). Pasukan bilang sudah terima tunjangan khususnya. Itu tidak ada masalah," jelas Purnomo.

    Take home pay prajurit rata-rata yang diterima per bulan Rp 1.750 ribu per bulan. Dengan adanya tunjangan khusus, prajurit dapatnya kalau di pulau terluar yang tidak ada penduduknya peningkatannya 150 persen dan kalau yang ada penduduknya kenaikan mencapai 100 persen.

    "Kalau di Sebatik kemarin, antara 50-100 persen karena ada daerah perbatasan yang ada penduduknya," ungkapnya.

    Menurut Menko Kesra Agung Laksono, dalam rapat hari ini dengan DPR RI sudah disepakati reformasi birokrasi yang menjadi program utama dan sudah disetujui untuk pemberian renumerasi di enam instasi, sistem goverment prosedur, dan retrukturisasi birokrsi. "Ke depan saya yakin ada peningktan kinerja," imbuhnya.

    1. Kemenhan
    Jumlah Pegawai 4450 orang
    Angaran remunerasi 1 bulan Rp 6.015.574.000
    Angaran remunerasi 6 bulan Rp 36.093.444.000

    2. TNI
    Jumlah Pegawai 466 773 orang
    Angaran remunerasi 1 bulan Rp 560.299.536.000
    Angaran remunerasi 6 bulan Rp 3.361.797.516.000

    3. Polri
    Jumlah Pegawai 415 557 orang
    Angaran remunerasi 1 bulan Rp 323.552.621.000
    Angaran remunerasi 6 bulan Rp 1.941.315.726.000

    4. Kemenpan dan RB
    Jumlah Pegawai 328 orang
    Angaran remunerasi 1 bulan Rp 1.165.269.000
    Angaran remunerasi 6 bulan Rp 6 .991.614.000

    5. Kemenkokesra
    Jumlah Pegawai 296 orang
    Angaran remunerasi 1 bulan Rp 963.912.000
    Angaran remunerasi 6 bulan Rp 5.783.472.000

    6. Kemenkopolhukam
    Jumlah Pegawai 350 orang
    Angaran remunerasi 1 bulan Rp 1.116.061.000
    Angaran remunerasi 6 bulan Rp 6.696.366.000

    Total Pegawai : 887 754 orang
    Total Perbulan : Rp 893.113.023.000
    Total 6 bulan : Rp 5.358.678.138.000

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Kenaikan Gaji TNI-Polri Rata-rata Rp 1 Juta

    Angkatan Udara AS Blokir 25 Situs Media

    cablegate.wikileaks.org

    TEMPO Interaktif, Washington - Angkatan Udara Amerika Serikat memblokir sebanyak 25 situs media bagi para personelnya pada hari ini, Rabu (15/12). Situs yang diblokir adalah situs yang terus mengeluarkan kawat diplomatik milik pemerintah Amerika Serikat yang dibocorkan Wikileaks.

    Sebanyak 25 situs yang diblokir antara lain, New York Times (Amerika), Der Spiegel (Jerman), Le Monde (Prancis), Guardian (Inggris) dan El Pais (Spanyol). Pemblokiran ini terungkap setelah beberapa personil Angkatan Udara berusaha mengakses situs yang memberitakan dokumen yang dibocorkan Wikileaks.

    Saat personil itu menulis alamat situs itu muncul tulisan: Akses Ditolak: Penggunaan Internet Diawasi. Bagi yang melanggar dan terus berusaha mengakses situs media yang membocorkan dokumen rahasia akan diberikan sanksi.

    Juru bicara Angkatan Udara Letnan Kolonel Brenda Campbell membenarkan pemblokiran ini. "Situs media akan kami blokir bila mengeluarkan dokumen rahasia dari situs Wikileaks," ujarnya.

    Sementara itu, juru bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan mengatakan Angkatan Udara mengambil kebijakan ini untuk melindungi dari apa yang mereka sebut "spillage" atau bocoran yang tidak pada tempatnya hingga merepotkan.

    Wikileaks menjadi sorotan setelah membocorkan kawat diplomatik milik pemerintah Amerika Serikat. Mereka mengklaim memiliki 250 ribu kawat diplomatik dari tahun 1966 sampai 2010.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Angkatan Udara AS Blokir 25 Situs Media

    Korut Gali Terowongan untuk Uji Coba Nuklir

    illustrasi

    SEOUL--MICOM: Korea Utara (Korut) telah menggali terowongan di area uji coba nuklir, yang nantinya dipakai untuk uji coba ketiga nuklir pada Maret tahun depan. Demikian berita yang diembuskan surat kabar Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo, Rabu (15/12).

    Surat kabar tersebut mengatakan penggalian dilakukan di Kota Punggye di wilayah timur laut. Kedalaman terowongan tersebut sudah mencapai 500 meter, setengah dari jarak yang dibutuhkan untuk sebuah uji coba nuklir.

    Korut pun mempercepat pengerjaan sebuah konstruksi baru di kompleks nuklir Yongbyon. Kompleks tersebut baru saja terungkap sebagai fasilitas pengayaan uranium, ujar surat kabar mengutip sumber intelijen.

    "Terowongan (Punggye) itu akan mencapai kedalaman 1.000, jarak yang dibutuhkan untuk tes nuklir antara Maret hingga Mei," ujar sumber intelijen, seperti dikutip oleh Chosun. Sementara, Kementerian Luar Negeri Korsel menolak berkomentar atas pemberitaan tersebut.

    Para analis mengatakan terungkapnya fasilitas modern uranium dan persiapan uji coba nuklir lain akan memaksa negara-negara berpengaruh di kawasan regional kembali ke meja perundingan. Korut telah menunjukkan fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon kepada ilmuwan nuklir AS pada November lalu. Namun, Menteri Luar Negeri pada Selasa (14/12) mencurigai Korut masih memiliki fasilitas pengayaan uranium lainnya, seperti di Yongbyon.

    Korut telah melakukan beberapa kali uji coba nuklir. Pada 2006 dan 2009, negara tersebut mengadakan tes nuklir ini di Punggye. Namun, ledakan nuklir dalam terowongan itu terdeteksi oleh AS dan Korsel. Dewan Keamanan PBB mengutuk percobaan tahun lalu itu. Selain memberikan sanksi embargo penjualan senjata Korut, DK PBB memotong dana untuk program-program tersebut.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korut Gali Terowongan untuk Uji Coba Nuklir

    Pesawat Sukhoi Menarik Masyarakat Yogyakarta

    SELAMA berada di Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta, empat pesawat Sukhoi menjadi tontonan menarik bagi masyarakat.

    Setelah 5 hari berada di Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta, 4 pesawat Sukhoi kembali ke home base di Pangkalan Udara Hasanuddin Makassar, Rabu (15/12). Selama 5 hari berada di pangkalan pendidikan itu, selain untuk melakukan jelajah udara dan operasi pengamanan pulau-pulau terluar, keberadaan 4 pesawat Sukhoi juga dijadikan sebagai sarana Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) di Yogyakarta.

    Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Kustono mengungkapkan, sambutan masyarakat Yogyakarta begitu besar saat Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengundang masyarakat untuk datang melihat
    pesawat kebangaan bangsa Indonesia itu. Hal itu terbukti dengan banyaknya pengunjung yang menyempatkan untuk melihat pesawat buatan Rusia tersebut saat digelar acara “Lanud Adisutjipto Open Day” di Taxy Way Lanud Adisutjipto.

    Kolonel Pnb Kustono menambahkan, kehadiran ribuan pengunjung untuk menghadiri “Lanud Adisutjipto Open Day” menunjukkan adanya kedekatan masyarakat dengan TNI Angkatan Udara. Bahkan gelaran acara “Lanud Adisutjipto Open Day”, tutur Kolonel Pnb Kustono, juga
    diliput berbagai awak media, baik dari media cetak maupun media elektronik di Yogyakarta.

    Sebelum kembali ke Makassar, keempat pesawat yang masing-masing bernomor seri TS 3003, TS 3004, TS 3005 dan TS 2703 melakukan fly pass di Angkasa Yogyakarta. Selamat jalan Sukhoi, masyarakat Yogyakarta menunggu kehadiranmu kembali.

    Sumber: PIKIRAN RAKYAT
    Readmore --> Pesawat Sukhoi Menarik Masyarakat Yogyakarta

    Petani Kebumen Tolak Keberadaan Puslatpur TNI AD


    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ratusan petani dari tiga kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah berunjuk rasa di kantor DPRD Kebumen untuk menolak rencana peraturan daerah tentang tata ruang wilayah pesisir. Dalam Raperda tersebut, wilayah tiga kecamatan di pesisir selatan Kebumen akan dijadikan tempat untuk latihan perang (Puslatpur) TNI Angkatan Darat.


    “Perda ini berpotensi menghilangkan mata pencaharian ribuan kepala keluarga yang tinggal di situ,” terang Koordinator Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kebumen, Amin Minardi, Rabu (15/12).

    Amin mengatakan, dalam rancangan Perda tersebut disebutkan, wilayah di pesisir selatan tersebut diserahkan kepada negara untuk digunakan sebagai Puslatpur TNI AD. Padahal, kata dia, selama ini lahan tersebut digunakan untuk pertanian yang cukup produktif. “Dengan raperda tersebut, petani tidak boleh menanam lagi,” katanya.

    Ketua Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan, Seniman mengatakan, latihan perang yang dilakukan di pesisir selatan sudah sangat mengganggu aktifitas pertanian. “Tanaman menjadi rusak,” katanya.

    Seniman mengatakan, konflik warga Urut Sewu dengan TNI AD sudah dimulai sejak tahun 1982. Ketika itu, secara paksa pemerintah Orde Baru meminta warga membebaskan lahan pertaniannya seluas dua hektar untuk mendirikan kantor Dislitbang TNI AD yang berada di sisi timur pintu masuk Pantai Bocor.

    Dalam perjalanannya, TNI AD malah memperluas klaim area latihannya, mulai dari 250 meter dari bibir pantai menjadi 750 meter dari bibir pantai. Panjang area latihan itu pun sangat panjang, dari Sungai Wawar sampai Luk Ulo sepanjang 22,5 kilometer. Total areanya mencapai 1. 050 hektar.

    Area pertanian warga setempat pun semakin sempit. Beberapa areal pertanian warga yang telah bersertifikat pun, menurut Seniman, diklaim milik TNI AD. Contohnya menara pengintai Dislitbang TNI AD di Pantai Bocor, didirikan di atas tanah milik warga setempat.

    Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Muhayat, yang menerima petani mengatakan, Dewan akan menindaklanjuti protes warga tersebut. “Kami akan kaji kembali Raperda tersebut agar tidak merugikan pihak manapun,” katanya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Petani Kebumen Tolak Keberadaan Puslatpur TNI AD

    Nasional Jawa Timur Kemenhan: Reformasi TNI Bukan Pesanan AS

    VIVAnews - Wikileaks membongkar hasil percakapan pejabat Amerika Serikat dan China yang berkaitan dengan Tentara Nasional Indonesia. Isinya, kedua negara terkuat di dunia ini sepakat mendorong reformasi TNI. Apakah kedua negara ini mengintervensi Indonesia?

    Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal I Wayan Midhio, menyatakan, reformasi TNI adalah keinginan dari bangsa Indonesia sendiri. Tak ada kaitannya dengan keinginan kedua negara itu.

    "Seandainya mereka mendukung reformasi TNI, ya itu kebetulan saja," kata Midhio kepada VIVAnews, Rabu 15 Desember 2010.

    Reformasi TNI, ujar Midhio, dilakukan sebagai salah satu amanat Reformasi. "Anak-anak bangsa sendiri yang menginginkan," katanya.

    Sebelumnya, Wikileaks membongkar memo bernomor referensi 07BEIJING1448. Memo berkatagori rahasia itu merekam pembicaraan antara Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Cui Tiankai, beserta Direktur Jenderal urusan Asia, Hu Zhengyue, dengan kolega mereka dari AS, Deputi Asisten Menlu AS urusan Asia Timur dan Pasifik, Eric John, di Beijing pada 5 Maret 2007.

    Mereka membicarakan isu-isu di Asia Tenggara, seperti masalah demokrasi Myanmar dan keamanan di kawasan itu. Para pejabat dari kedua negara juga membicarakan situasi di Indonesia.

    John menekankan kepada Hu bahwa AS dan China harus bekerja sama untuk mendorong demokratisasi, pertumbuhan ekonomi, dan anti terorisme di Indonesia. demikan penggalan memo itu.

    John, yang sejak Oktober 2007 diangkat menjadi Duta Besar AS untuk Thailand, juga menilai kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyoho telah mengambil sejumlah langkah positif, AS dan China harus mendorong Indonesia untuk melakukan transparansi, akuntabilitas, dan reformasi militer yang lebih optimal.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Nasional Jawa Timur Kemenhan: Reformasi TNI Bukan Pesanan AS

    Pemerintah Siapkan Pangkalan Kapal Selam Di Teluk Palu

    illustrasi

    GUBERNUR Sulawesi Tengah, HB Paliudju, berkesempatan memaparkan Strategi Mengamankan Sumberdaya dan Wilayah Laut di Sulawesi Tengah. Paparan itu, disampaikan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas II Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) akhir pekan lalu di Hotel Paninsula Manado Sulawesi Utara.

    Rakor dibuka oleh Ketua Harian Bakorkamla RI, Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo. Dalam Rakor, juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah empat Provinsi di wilayah ALKI II (Alur Laut Kepulauan Indonesia II).

    Laksdya Purnomo, mengemukakan terdapat beberapa permasalahan di tiga ALKI (ALKI I Selat Sunda sampai Belitung, ALKI II Selat Makassar dan Laut Sulawesi dan ALKI III Laut Banda dan Arafura) yang harus disikapi bersama oleh pusat dan daerah. Pertama, bahwa Indonesia berbatasan dengan 10 negara lain dan yang paling sering dipermasalahkan adalah batas wilayah. Yang kedua, lemahnya penegakkan hukum oleh karena terbatasnya alusista yang dimiliki

    “Ketiga, lemahnya sistem kontrol sehingga sering terjadi kecelakaan laut. Yang terakhir bahwa Pemerintah RI tidak berhak melarang kapal dari negara lain melintasi ALKI itu selama memenuhi ketentuan. Semuanya itu tentunya berpeluang menimbulkan peluang terjadinya illegal fishing, illegal logging, penyeludupan kayu dan BBM, perdagangan manusia, narkotika, serta pencemaran laut,”kata Didik.

    Sementara itu, Gubernur HB Paliudju dalam paparannya, mengemukakan bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan oleh provinsi Sulteng dalam rangka mengamankan sumberdaya dan wilayah laut. Pertama, meningkatkan koordinasi dan peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam hal Pengawasan dan pengamanan termasuk di wilayah laut dan pesisir. Kmeudian yang kedua, mendorong dan memperjuangkan sepuluh kabupaten dan kota pesisir, untuk memperoleh sarana di laut, minimal speed boat dan prasarana pengawasan pos pengawasan. Upaya itu, disampaikan melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, serta memfasilitasi pembebasan lahan di Teluk Palu pada 2008 melalui Pemerintah Kota Palu, terhadap pembangunan darmaga untuk kapal patroli dan kapal selam serta asrama Pangkalan TNI AL (Lanal) Palu.

    “Perlu kami sampaikan, bahwa upaya kami kepada pihak kementerian kelautan dan perikanan, alhamdulillah mendapatkan respons positif. Sampai dengan 2010 ini, sudah enam kabupaten yang terfasilitasi,”ungkapnya.

    Upaya lainnya, yakni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di 2008, menggagas.tentang rencana pembangunan Terusan Khatulistiwa. Terusan ketiga di dunia itu, akan menghubungkan ALKI II dengan ALKI III. Kemudian, memprogramkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Lingkar Luar (outer ring fishing port) di Kabupaten Tolitoli (ALKI II) yang berbatasan dengan Malaysia. Upaya ini, diharapkan berperan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah itu, sekaligus pada waktu tertentu dapat difungsikan sebagai pangkalan pertahanan keamanan. Untuk pembangunan outer ring fishing port, direncanakan akan dimulakan pada tahun depan.

    Pemprov Sulteng kata Paliudju, juga mendorong restrukturisasi armada perikanan tangkap menjadi armada berkapasitas 30 Gross Ton yang beroperasi di ZEE. Hal itu, sekaligus dapat membantu pengamanan laut. Dalam paparan itu, Paliudju, mengungkapkan bahwa di 2010, Sulteng mendapatkan 2 unit dan pada tahun depan, Sulteng kembali mendapatkan 9 unit dari program 1.000 kapal Kementrian Kelautan dan Perikanan.

    “Upaya yang juga kita lakukan, insya Allah pada 2011 mendatang, kita akan melaksanakan workshop Nasional 2011, tentang Sail Tomini 2012. Workshop itu, akan menghadirkan kementrian terkait, tiga provimsi dan 11 kabupatem sekawasan teluk Tomini,”sebutnya.

    Gubernur Paliudju pada kesempatan itu secara khusus, mengemukakan tentang perspektif rencana pembangunan terusan khatulistiwa yang telah digagas sejak 2008 yang lalu di hadapan sejumlah kementrian terkait. Menurutnya, paling tidak ada tiga pertimbangan sehingga pembangunan terusan ini perlu didorong dan mendapat perhatian semua pihak. Pertama katanya, untuk meningkatkan daya saing ekonomi, kemudian kepentingan pertahanan keamanan dan yang ketiga, membuka isolasi antara kawasan Barat dan Timur.

    Kata Paliudju, diperkirakan panjang terusan itu, hanya sekitar 28 km dengan kubikasi tanah yang harus dikeluarkan sekitar 40 juta kubik dibanding dengan Panama sekitar 163 km dan Suez sekitar 83 km. Untuk menghilangkan kesan memotong pulau Sulawesi menjadi dua bagian, maka desain pembangunannya dibagi menjadi empat atau enam segmen, yaitu terowongan, kawasan terbuka, terowongan dan seterusnya.

    “Lokasi terusan itu posisinya 100 km ke arah utara Teluk Palu persisnya di Kecamatan Tambu Kabupaten Donggala yang masuk dalam selat Makassar, ALKI II. Ujung terusan di sisi timur, berada di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong yakni di wilayah teluk Tomini, terus hingga ke laut Banda dan Arafura yang merupakan wilayah ALKI III,”ungkapnya.

    Olehnya kata Paliudju, jika nantinya pembangunan terusan akan terwujud, maka akan tercipta efisiensi yang luar biasa. Yaitu akan terjadi penghematan waktu dan bahan bakar apabila berlayar dari ALKI II menuju ALKI III.

    Sebagai gambaran disampaikan, bahwa bila diukur dari kecamatan Tambu (ALKI II) berlayar menuju ALKI III, segaris dengan Tambu melalui terusan khatulistiwa maka akan terjadi penghematan jarak sekitar 700 mill laut dibandingkan harus berputar melalui Sulawesi Utara atau Sulawesi Tenggara.

    Dari sisi ekonomi tentunya akan membangun daya saing, oleh karena masyarakat akan menerima harga penjualan komoditinya lebih tinggi dan membeli kebutuhan bahan pokok lebih murah dari sebelumnya dan sekaligus membuka isolasi di kawasan Timur.

    “Dari sisi pertahanan keamanan, akan menjadi efektif dan efisien bila pangkalan pertahanan-keamanan itu ditempatkan di Teluk Tomini persisnya perbatasan Sulawesi Tengah (Parigi Moutong) dengan Gorontalo. Renacana penempatan ini didukung oleh beberapa landasan berpikir, antara lain bahwa armada dengan mudah dan cepat bergerak ke ALKI II atau ALKI III, ataupun sebaliknya. Kemudian pangkalan tidak berada di kawasan terbuka karena berlindung di Teluk. Berbeda halnya, jika ditempatkan di bagian utara atau pintu keluar ALKI II atau III,”urai Paliudju.

    Di akhir paparannya, Gubernur Paliudju, mengemukakan bahwa kalau saat ini, di kawasan barat dalam rangka membangun daya saing ekonomi telah dibangun jembatan Suramadu dan menyusul jembatan selat Sunda. Olehnya, sudah saatnya pembangunan terusan Khatulistiwa harus menjadi perhatian semua pihak.

    “Keberadaan terusan ini, tidak hanya membangun daya saing ekonomi tetapi juga untuk kepentingan pertahanan keamanan republik ini,”pungkas Paliudju yang pada kesempatan itu, didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan, DR Hasanuddin Atjo dan KaKesbangpol, Drs Syafri, MM.

    Sumber : RADAR SULTEG
    Readmore --> Pemerintah Siapkan Pangkalan Kapal Selam Di Teluk Palu

    WikiLeaks: AS dan China Bicarakan TNI

    VIVAnews - Amerika Serikat (AS) dan China turut berkepentingan atas reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Transparansi militer Indonesia dipandang bisa mendorong sekaligus memperkuat transparansi di tubuh pemerintah dan kemasyarakatan di negeri itu.

    Demikian laporan hasil percakapan antara pejabat AS dan China. Laporan itu ditulis dalam memo diplomatik dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Beijing ke Departemen Luar Negeri di Washington DC, Maret 2007, yang bocor di laman WikiLeaks, 12 Desember 2010.

    Bernomor referensi 07BEIJING1448, memo berkatagori rahasia itu merekam pembicaraan antara Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Cui Tiankai, beserta Direktur Jenderal urusan Asia, Hu Zhengyue, dengan kolega mereka dari AS, Deputi Asisten Menlu AS urusan Asia Timur dan Pasifik, Eric John, di Beijing pada 5 Maret 2007.

    Mereka membicarakan isu-isu di Asia Tenggara, seperti masalah demokrasi Myanmar dan keamanan di kawasan itu. Para pejabat dari kedua negara juga membicarakan situasi di Indonesia.

    John menekankan kepada Hu bahwa AS dan China harus bekerja sama untuk mendorong demokratisasi, pertumbuhan ekonomi, dan anti terorisme di Indonesia. demikan penggalan memo itu.

    John, yang sejak Oktober 2007 diangkat menjadi Duta Besar AS untuk Thailand, juga menilai kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyoho telah mengambil sejumlah langkah positif, AS dan China harus mendorong Indonesia untuk melakukan transparansi, akuntabilitas, dan reformasi militer yang lebih optimal.

    "Transparansi di dalam TNI akan memperkuat dan mendorong transparansi di dalam pemerintahan dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Ini penting untuk daya tarik investasi asing," demikian perkataan John kepada Hu yang dikutip memo itu.

    "Kita juga harus mendorong reformasi dalam peraturan tenaga kerja dan investasi, begitu pula dengan penegakan hukum atas peraturan-peraturan itu," lanjut memo tersebut.

    AS, menurut John, merasa bahwa China bisa memberi pengaruh dalam memberikan "arahan umum" bagi pembangunan di Indonesia. Namun, kepada John, Hu mewanti-wanti bahwa Beijing harus bersikap sensitif atas realitas politik terkait dengan nasib populasi warga keturunan China di Indonesia, yang dinilai signifikan.

    Beijing, dalam memo itu, merasa "tidak terkesan" atas sejumlah presiden yang memimpin Indonesia setelah Krisis Keuangan Asia di akhir dekade 1990-an. Namun, China merasa senang kemajuan yang dibuat Yudhoyono sejak memerintah pada 2004, demikian kata Hu.

    Seperti yang dilaporkan di memo diplomatik itu, Hu mengungkapkan keinginan China untuk mendorong Islam yang sekuler di Indonesia, dengan mendorong interaksi dengan 20 juta umat Muslim di Tiongkok.

    Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan China telah berkoordinasi dalam memberi bantuan kepada Indonesia terkait dengan sejumlah bencana alam. Bagi Beijing, kerjasama demikian bisa menjadi model bagi kemitraan di tingkat regional.

    Sumber:VIVA NEWS
    Readmore --> WikiLeaks: AS dan China Bicarakan TNI

    Update : Kesenjangan Pembangunan Picu Ancaman Nirmiliter

    Masyarakat Diperbatasan Indonesia - Malaysia

    PONTIANAK (Suara Karya): Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan Lantara, mengkhawatirkan, bila pembangunan kawasan perbatasan negara Republik Indonesia (Entikong/Kalimantan Barat), tak diakselarasi dengan pembangunan perbatasan Malaysia (Serawak) akan menimbulkan kesenjangan ekonomi antarpenduduk kedua negara. Kesenjangan ekonomi dan budaya membawa dampak pada ancaman nirmiliter.

    "Akselarasi pembangunan harus dilakukan seimbang. Jika tidak dilakukan, kita akan tertinggal dalam tinkat ekonomi dan tentunya berpengaruh terhadap psikologis masyarakat kita yang tinggal di kawasan perbatasan dua negara, seperti di kawasan perbatasan Kalimantan," ujar Geerhan saat menerima audiensi wartawan dari Jakarta di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (14/12).

    Turut hadir, Kepala Pusat Komunikasi dan Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio.

    Nirmiliter, seperti sosial budaya, ekonomi, teknologi dan ideologi merupakan ancaman paling dikhawatirkan pemerintah. Warga perbatasan Indonesia lebih gampang mendapatkan akses informasi dari negara Malaysia.

    "Administrasi kependudukan warga kita adalah WNI. Namun, interaksi dan pemenuhan kebutuhan keseharian penduduk kita lebih cenderung ke negara tetangga. Selain itu, akses informasi yang mereka lebih banyak dari negara tetangga," ujarnya.

    Meski demikian, Geerhan menyakini nasionalisme penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan perbatasan negara RI-Malaysia tidak luntur oleh iming-iming ekonomi.

    Menurut dia, kesenjangan ekonomi dan psikologis kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia baru akan terlihat konkrit dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

    Sekarang ini, Malaysia gencar membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur di kawasan perbatasan.

    Sebaliknya, menurut mantan Panglima Divisi Infanteri II Kostrad ini, pembangunan perbatasan di Indonesia belum konkrit karena insinkronisasi peraturan daerah dengan peraturan pemerintah pusat maupun undang-undang.

    "Putra-putra daerah dan tak kalah cerdas dibandingkan dengan saudara kita dari negara tetangga. Sayangnya, kecerdasan anak bangsa belum diimplementasikan total dalam kerangka pembangunan nasional untuk kawasan perbatasan," ujar Geerhan.

    Regulasi Khusus

    Ia tak menampik realita kesenjangan penduduk di kawasan perbatasan Malaysia dan Indonesia. Penduduk Indonesia cenderung melaksanakan kegiatan ekonomi di negara tetangga serumpun itu. "Sekarang sudah terlihat jelas kesenjangan itu," ujar Geerhan.

    Ia menambahkan, mata uang Malaysia, ringgit lebih bergengsi dari rupiah. Di Malaysia, nilai tukar rupiah tidak diterima. Sebaliknya, warga Indonesia yang tinggal di perbatasan Indonesaia menggunakan nilai transaksi ringgit.

    Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Barat Fathan A Rasyid menyatakan, sinergitas TNI dan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat berupaya mewujudkan pembangunan di daerah perbatasan masih terbentur pada kebijakan pemerintah pusat dan undang-undang.

    "Perlu ada kebijakan atau regulasi khusus untuk pembanguna perbatasan," ujarnya.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Update : Kesenjangan Pembangunan Picu Ancaman Nirmiliter

    Pembangunan Perbatasan Perlu Dipercepat

    PONTIANAK (SINDO) – Pembangunan wilayah perbatasan harus segera diakselerasi untuk menyeimbangkan dengan kondisi di negara tetangga. Tanpa itu, kesenjangan antarwilayah perbatasan kedua negara dikhawatirkan akan semakin melebar “Akselerasi pembangunan di perbatasan harus segera dimaksimalkan.

    Jika tidak dilakukan, kita akan tertinggal dalam tingkat ekonomi dan tentu akan berpengaruh pada psikologis masyarakat kita yang tinggal di perbatasan dua negara seperti perbatasan Kalimantan,” ujarPanglimaKodamXII/Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan Lantara di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak,kemarin Wilayah perbatasan darat di Provinsi Kalimantan Barat memiliki panjang sekitar 966 kilometer yang meliputi 5 kabupaten, 15 kecamatan, dan 98 desa.

    Jumlah penduduk yang tinggal di sekitar perbatasan sekitar 176.000 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata delapan orang per km persegi. Geerhan melanjutkan, meski diprediksi tidak akan ada ancaman secara militer atau invasi di perbatasan darat dengan Malaysia, ancaman-ancaman nirmiliter akibat ada kesenjangan secara ekonomi tersebut juga patut mendapat perhatian yang sangat besar.

    “Pembangunan kekuatan pertahanan juga harus memperhatikan akselerasi pembangunan secara masif,” ungkap mantan Panglima Divisi 2 Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) ini. Namun, ujar Geerhan, pembangunan tersebut jangan sampai dilakukan secara parsial karena tingginya kompleksitas masalah. “Sinergi diperlukan jangan sektoral,” katanya.

    Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalbar Fathan A Rasyidmengungkapkan, kesenjangan tingkat kesejahteraan masyarakat perbatasan sangat tinggi.Pendapatan per kapita di Entikong mencapai USD 700, sedangkan di Serawak, Malaysia berkisar USD 4000. Karena itu, lanjut dia, pemda berencana membangun perkebunan di kawasan perbatasan untuk menggenjot pendapatan penduduk setempat.

    “Kita akan membuka perkebunan di mana setiap kepala keluarga memperoleh lima hektare untuk dikelola,”katanya. Pembangunan jalan yang paralel dengan perbatasan sampai ke Kalimantan Timur juga akan digagas. Dia bahkan mengharapkan keberadaan Badan Nasional Pe-ngelolaan Perbatasan yang juga akan dibentuk di daerah akan bisa menyinergiskan program-program serta anggaran yang selama ini sektoral.

    Sementara itu,Komandan Pelaksana Operasi Perbatasan Kolonel Inf Toto Renanto mengatakan, persoalan yang mengemuka di perbatasan saat ini yakni patokpatok yang hilang, rusak,maupun bergeser dari titik koordinat yang seharusnya.“Dari 5784 patok batas di wilayah Kalimantan Barat puluhan yang hilang dan banyak juga yang rusak,”katanya.

    Sebelumnya Mendagri Gamawan Fauzi mengungkapkan,pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian telah menetapkan sejumlah program untuk perbatasan. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan agar antara daerah satu dan lainnya di perbatasan bisa terhubung. Mendagri juga telah mengundang provinsi terkait untuk menginventarisasi masalah dan prioritas program yang dilakukan di antaranya Provinsi Kepulauan Riah dan Kalimantan Barat.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Pembangunan Perbatasan Perlu Dipercepat

    Tuesday, December 14, 2010 | 9:11 PM | 0 Comments

    Kepala Staf AL Pakistan Kunjungi Cilangkap


    Pertemuan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dengan Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan, Admiral Noman Bashir di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (14/12).

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Chief Of Naval Staff Pakistan Navy atau Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan, Admiral Noman Bashir, hari ini Selasa 14 Desember 2010, berkunjung ke Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

    Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI disebutkan, kunjungan Noman Bashir tersebut bertujuan agar hubungan kerjasama militer antara Indonesia dan Pakistan yang selama ini telah terjalin, tetap terjaga baik.

    Kerjasama tersebut khususnya di bidang latihan militer bersama serta pertukaran personil militer di bidang pendidikan. Kunjungan Kepala Staf Angkatan laut Pakistan tersebut diterima oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di ruang tamu Panglima TNI Mabes TNI Cilangkap.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Kepala Staf AL Pakistan Kunjungi Cilangkap

    Delegasi AS dan IMI Bahas RI Negara Maritim


    Jakarta (ANTARA News) - Sebagai salah satu tindak lanjut kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia, disepakati kerjasama kedua negara yang disebut "Comprehensive Partnership", antara lain ditandai beberapa orang dari Kongres AS berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki kerjasama yang lebih prospektif.

    Dalam kunjungan ke Indonesia, delegasi kongres AS tersebut melakukan beberapa pertemuan dengan pihak pemerintah maupun institusi lembaga non-pemerintah dan universitas. Salah satunya digelar pertemuan dengan pihak Indonesia Maritime Institute (IMI), IODAS dan CEFAS, di Jakarta, kemarin.

    Siaran pers IMI di Jakarta, Selasa, menyebutkan, bahwa dalam pertemua tersebut, delegasi kongres AS diwakili, Zack Hudgins ( House of Representatives Washington DC), Denise Feriozzi (Women VOTE/Director Washington DC), Kimberly Matej (Legislative Analyst. Tukwila City Council Washington DC); Lindsay Mueller (Director of White House Operations Washington DC)), Gabriela Quintana (Principal, Gabriela Quintana Consulting Washington DC), Nicole Young (Communications Director, City of D’Iberville Mississippi dan Elisa dari Kedubes AS di Jakarta.

    Sedangkan dari Indonesia Maritime Institute hadir Dr Connie Rahakundini Bakrie (Dewan Pembina IMI/Direktur Eksecutif IODAS), Dr Y Paoganan (Direktur Eksekutif IMI), Prof Indra Jaya (Dewan Pakar IMI/Dekan Fak Perikanan dan Kelautan IPB Bogor). Juga hadir Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman (Dewan Pembina IODAS) serta Sidratahta Muhtar (Direktur eksekutif CEFAS) dan beberapa pakar dari ketiga institusi tersebut.

    Dalam pertemuan tersebut dibahas prospek kerjasama Indonesia-AS dalam kaitan dengan Indonesia menuju Negara Maritim, diantaranya penerapan "ecological zone" pada alur pelayaran, kerjasama pendidikan dibidang maritim serta menjadikan Indonesia sebagai kawasan paling strategis di kawasan Asia-Pasifik.

    Dalam kesempatan tersebut, Conni Bakrie mengajak AS untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra startegis selain India dan China khususnya dalam bidang perdagangan maritim, industri maritim dan pertahanan maritim.

    Sementara Indra Jaya dan Paonganan menyampaikan pentingnya kerjasama Indonesia-AS dalam bidang pendidikan kemaritiman melalui berbagai program bersama baik dalam riset dan teknologi maupun mengembangkan universitas maritim di Indonesia serta menjaga ekosistem laut Indonesia sebagai kawasan "marine megabiodiversity" di dunia yang perlu dijaga untuk keberlanjutan organisme laut tropis.

    Topik pembahasan dalam pertemuan tersebut, mendapat apresiasi dari pihak delegasi kongres AS dan akan menjadikan catatan khusus untuk disampaikan pada pemerintah AS terkait dengan "Comprehensive Partnership" yang harus direalisasikan. Mereka berharap IMI, IODAS dan CEFAS mengambil peran penting untuk merealisasikan kerjasama Indonesia-AS khususnya dalam bidang maritim.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Delegasi AS dan IMI Bahas RI Negara Maritim

    TNI AL Amankan Kapal Ikan Thailand di Natuna

    Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut mengamankan dua kapal ikan Thailand yang tengah menangkap ikan secara tidak sah (ilegal) di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Selasa.

    Juru bicara TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (S) Tri Prasodjo mengatakan, kedua kapal ikan itu masing-masing Kapal Motor (KM) Jitruangporn 7 dan KM Karuna Samut.

    "Keduanya ditangkap oleh Kapal Perang RI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 yang sedang melaksanakan operasi laut dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

    Ia mengungkapkan, KM Jitruangporn 7 berbobot 80 ton, dinakhodai Tarasi, diawaki delapan orang yang seluruhnya berkewarganegaraan Thailand, serta telah berhasil menangkap kurang lebih satu ton ikan campuran.

    "Satu ton ikan itu, ditemukan di dalam palka kapal," kata Tri.

    Sementara itu, KM Karuna Samut dari perusahaan yang sama, berbobot 80 ton, dinakhodai Padid, diawaki delapan orang warga negara Thailand telah berhasil menangkap ikan campuran kurang lebih tiga ton yang disimpan pula di palka kapal.

    "Kedua kapal ikan asing tersebut berada di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan melakukan penangkapan ikan tidak dilengkapi dokumen pada saat diperiksa sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujar Tri.

    Ia menambahkan, kedua kapal beserta 18 orang warga negara Thailand dan sejumlah barang bukti lainnya dikawal ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya.

    Kapal Ikan Indonesia

    Sementara itu, KRI Kalahitam-828 yang mengamankan laut sehari-hari di perairan Kepulauan Riau berhasil menangkap kapal berbendera Indonesia "KM Muara Harapan" di Selat Riau karena mengangkut berbagai jenis barang, diantaranya semen 575 ton tidak sesuai ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.

    Kapal yang dinahkodai Abdul Rahim tersebut tidak dilengkapi Surat Kecakapan Nakhoda, anak buah kapal, tidak memiliki Surat Perjanjian Kerja Laut, Surat Ijin Berlayar dan sejumlah persyaratan lainnya demi keamanan dan keselamatan kapal serta muatannya.

    Atas tindakan itu, kapal yang berawak delapan orang digiring ke Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjung Pinang, Kepulauan Riau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

    Sedangkan KRI Wiratno-879 yang beroperasi di Laut Sulawesi menangkap KM Wahyu karena diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi. Pada saat pemeriksaan di atas kapan juga ditemukan keberadaan PPNS BPH Migas yang tidak masuk dalam daftar manives kapal.

    KM Wahyu berbobot 91 ton yang dinakhodai Octo S. Hamel dan diawaki 30 orang itu selanjutnya dikawal ke Lantamal VIII Manado untuk proses hukum selanjutnya.

    Tri Prasodjo menegaskan, unsur-unsur operasional TNI Angkatan Laut senantiasa bertindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan dan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

    "Justru cuaca sangat buruk seperti sekarang ini, kapal perang TNI Angkatan Laut meningkatkan intensitas kehadirannya di laut selain melaksanakan penegakan kedaulatan dan hukum juga untuk pengamanan pelayaran dan SAR.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AL Amankan Kapal Ikan Thailand di Natuna

    TNI Minta Belanda Dukung Kapal "Light Fregat"


    Jakarta (ANTARA News) - TNI meminta Pemerintah Belanda untuk konsisten mendukung pembangunan kapal "light fregat" yang merupakan jenis perusak kawal rudal (PKR) yang dibuat oleh PT PAL bersama supervisi dari perusahaan galangan kapal "Schelde" Belanda.

    "Ya kami meminta dukungan Belanda untuk lebih konsisten dalam supervisi pembangunan kapal tersebut, karena ada beberapa hal yang tidak bisa dikerjakan PT PAL," kata juru bicara TNI Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Selasa.

    Dikonfirmasi usai menghadiri pertemuan tertutup Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dengan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd F. De Zwaan, ia mengatakan, konsistensi Belanda untuk pembangunan kapal tempur modern itu tetap diperlukan tanpa mengabaikan upaya pemberdayaan daya mampu dari PT PAL sebagai salah satu industri strategis nasional.

    "Ini semua dilakukan juga dalam rangka revitalisasi industri pertahanan nasional, khususnya PT PAL untuk dapat memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan TNI termasuk kapal perang `light fregat`," ujar Iskandar.

    TNI Angkatan Laut sedang membenahi kekuatan tempurnya dalam kerangka kekuatan pokok minimum, dengan memodernisasi persenjataan tempurnya. Saat ini terdapat 154 KRI berbagai jenis dan ditargatkan menjadi 274 KRI.

    Terkait itu, Kementerian Pertahanan telah meluncurkan program pembangunan kapal "light fregat" PKR bekerja sama dengan Belanda. Kementerian Pertahanan mentargetkan pembuatan 10 unit kapal.

    Pembangunan satu kapal perang itu diperkirakan menghabiskan dana sebesar 220 juta dolar AS dengan lama pembangunan selama empat tahun.

    Selain pembangunan kapal `light fregat`, dalam pertemuan itu dibahas berbagai hal menyangkut hubungan bilateral kedua negara, yang telah berjalan baik termasuk hubungan militer kedua pihak.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI Minta Belanda Dukung Kapal "Light Fregat"

    Melintas Tanpa Izin Pesawat Malaysia Ditahan di Surabaya


    Pesawat BAE 146-200

    SURABAYA, KOMPAS.com — Sebuah pesawat carteran dari Malaysia diamankan di Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Selasa (14/12/2010) sekitar pukul 17.00. Pesawat itu diamankan karena diduga melintas di wilayah udara Indonesia tanpa izin.

    Hingga sekitar pukul 19.00 tadi, penumpang pesawat masih berada di bandara untuk dimintai keterangan. Petugas masih mencari data dan identitas pesawat, serta para penumpangnya. "Benar ada pesawat yang melintas tanpa izin. Sekarang masih diperiksa," kata Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda Kolonel Laut (P) Supranyoto saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

    Pesawat tersebut terbang dari Dili dengan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, pesawat melintas tanpa izin dan kini diperiksa di Bandara Juanda, Surabaya. Dia belum mengetahui persis, baik mengenai jumlah penumpang pesawat maupun identitas masing-masing. Hal ini karena pihaknya hanya membantu proses pemeriksaan. Sementara itu, penanganan kasus berlangsung di Pangkalan TNI Angkatan Udara Surabaya.

    Secara terpisah, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Surabaya Kolonel (Pnb) Johannes Berchmans SW enggan memberi komentar. Menurut dia, kasus tersebut masih bersifat tertutup. Dia juga belum berkenan membeberkan identitas pesawat dan para penumpangnya.

    "Belum tahu, belum tahu siapa saja di sana. Masih akan kami data," ujarnya singkat.

    Berdasarkan Informasi yang beredar, pesawat carter berjenis BAE 146-200 itu mengangkut keluarga Kerajaan Melaka, Malaysia. Penahanan dilakukan atas perintah Kementerian Luar Negeri karena tidak adanya diplomatic clearance, security clearance, dan flight approval.

    Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak Kementerian Luar Negeri. Telepon genggam Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene tidak bisa dihubungi.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Melintas Tanpa Izin Pesawat Malaysia Ditahan di Surabaya

    SBY Minta TNI-Polri Berdayakan Industri Senjata Dalam Negeri

    Surabaya - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada para petinggi TNI dan Polri agar tidak cepat memutuskan untuk melakukan pembelian alat utama sistem senjata (Alutsista) dari luar negeri. Menurut Presiden SBY industri dalam negeri mampu membuat alutsista.

    Hal ini diungkapkan presiden ketika memberikan kuliah umum dengan tema 'Akselerasi Inovasi Teknologi Dalam Rangka Mencapai Keunggulan Ekonomi Nasional' di Grha Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Jalan Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Selasa (14/12/2010).

    "Saya minta kepada para jenderal, laksamana dan marsekal jangan cepat membeli persenjataan kalau di dalam negeri kita bisa membuatnya sendiri," ujar SBY yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

    Meski begitu SBY masih memperbolehkan para jenderal TNI-Polri membeli alutsista yang masih belum bisa diprduksi dalam negeri. "Kalau kapal selam, pesawat tempur tidak apa-apa karena kita masih belum mampu," ungkapnya.

    SBY berharap, tidak hanya membeli alutsista dari luar negeri. Namun yang harus dilakukan yakni melakukan kerjasama pembuatan alutsista. Dengan harapan ke depan dapat memproduksinya sendiri.

    "Sekarang kita sudah mulai ada coorporate dengan negara penghasil alusista agar kita bisa menciptakan. Dan memang hal itu yang harus dilakukan," tandasnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> SBY Minta TNI-Polri Berdayakan Industri Senjata Dalam Negeri

    Update : Wapres: Tetap Waspada dan Siaga Jaga Perbatasan

    Sebatik (ANTARA News) - Wakil Presiden (Wapres) Boediono minta kepada semua pihak untuk tetap waspada dan siaga menjaga perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.

    "Perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan dan wilayah perlu dijaga dan dikawal. Saya melihat itu sudah dijalankan dengan baik," kata Wapres kepada pers, saat meninjau Pos Angkatan Laut Sei Pancang, di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur, Selasa.

    Pos Angkatan Laut Sei Pancang memiliki perbatasan laut wilayah Indonesia dan Malaysia. Usai meninjau wilayah perbatasan itu, Wapres juga meninjau wilayah perbatasan kedua negara di Dusun Abadi, Desa Aji Kuning, yang perbatasan dipisahkan oleh daratan.

    Hadir dalam peninjauan itu Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad, Wakil Menteri pendidikan Nasional Fasli Djalal, serta Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

    Wapres dalam kunjungan ke kedua perbatasan itu mendapat penjelasan langsung dari para kepala pos penjagaan mengenai upaya-upaya yang dilakukan dalam mengamankan perbatasan.

    Boediono mengatakan, kedatangan dirinya melihat dua pos perbatasan tersebut dalam upaya ingin melihat secara langsung kondisi di perbatasan, teriutama masyarakatnya.

    "Strategi utama mengamankan NKRI adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga pembangunan infrastruktur," kata Wapres.

    Dengan meningkatnya kesejahteraan, kata Boediono, maka rakyat akan secara langsung bisa tinggal di Indonesia dan ikut mengamankan wilayah kedaulatan Indonesia.

    "Sekali lagi kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan siaga dalam menjaga perbatasan. Untuk itu perlu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Boediono.

    Wapres Boediono tampak puas dengan kondisi dua pos perbatasan Indonesia dengan Malaysia, dan sesekali melambaikan tangan kepada masyarakat yang berada di sekitar pos.

    Usai meninjau dua pos perbatasan tersebut, Wapres dan rombongan kembali ke Nunukan menggunakan helikopter dan selanjutnya kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Kepresidenan.

    Sehari sebelumnya, Wapres bersama rombongan menghadiri Hari Nusantara di Balikpapan, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Update : Wapres: Tetap Waspada dan Siaga Jaga Perbatasan

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.