ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, February 22, 2013 | 11:16 AM | 6 Comments

    Pengerahan Pasukan TNI Di Papua Tunggu Perintah Dari Presiden

    Jakarta - TNI menunggu perintah dari Panglima Tertinggi yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam penanganan kondisi keamanan di Papua.

    "Prinsipnya, personel TNI selalu siaga sepanjang 24 jam. Jadi, kami menunggu perintah dari Panglima Tertinggi yang akan rapat dengan petinggi TNI membahas kondisi Papua, siang ini," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Jumat (22/2).

    Iskandar mengatakan itu saat ditanyai mengenai kemungkinan pengerahan pasukan tambahan untuk mengamankan Papua. Yang pasti, lanjut dia, TNI belum ada mengambil langkah penambahan personel ke Papua. "Personel Kodam XVII Cenderawasih sebenarnya cukup banyak. Tetapi, kami tunggu hasil rapat khusus nanti," kata Iskandar.

    Pada Kamis (21/2), delapan personel TNI tewas akibat penembakan yang terjadi di dua tempat terpisah. Di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, penembakan menewaskan satu orang dan membuat seorang prajurit terluka. Sedangkan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, penembakan oleh orang tidak dikenal telah menewaskan tujuh personel TNI.

    Lalu, pada Jumat (22/2), penembakan kembali terjadi terhadap Helikopter Super Puma milik TNI saat berada di lapangan terbang Distrik Sinak. Kejadian itu membuat jari tangan kru teknik helikopter terluka dan kaca helikopter pecah. Padahal, helikopter itu hendak mengevakuasi tujuh jasad prajurit TNI-AD yang menjadi korban penembakan pada Kamis (21/2) ke Mulia.

    Sumber : MetroTVNews

    Berita Terkait:

    6 komentar:

    tomihadia said...

    SEMOGA MEMPER LUAS WILAYAH MARKAS TNI DAN MEPERBANYAK PERSONIL TNI DAN JUGA ALUTSISTA TANK LEOPARD, SCORPEN, BMP 3F HELICOPTER, ANOA 6X6 DI GABUNG MARKAS BESAR POLRES POLRI PAPUA KIRA KIRA TNI 20.000 PERSONIL tni ad, tni al, tni au dari SELURUH INDONESIA DAN POLRI 3000 PERSONIL UNTUK KEAMANAN, DI DUKUNG PUSKESMAN GRATIS, SEKOLAH GRATIS DAPAT DANA BOS, RP 300.000 UNTUK BELI BUKU TIDAK BOLEH UNTUK LAIN LAIN,

    sugianto harisantoso said...

    Kalau bisa Tni/Polri yg tugas di Papua hrs ada tunjangan kusus, oleh karena di Papua harga 9 bahan pokok mahal dan utk petugas yg ada di Papua agak sulit mengaturnya. Masalah aturan adat hrs jelas, utk diberlakukan pendatang atau penduduk setempat. Contoh, pendatang bila menabrak babi, maka hrs membayar aturan adat sebesar berapa puting susu babi yg ada dikalikan beranak pinak berapa kali. Ini kalau tdk disampaikan kpd pendatang akan menjadi, permasalahan antara penduduk setempat dan pendatang.

    ika wati said...

    papua sangat kaya sumber daya alam,jgn smpai jatuh ke tangan penjahat AS dan australia.sprti kjadian freeport.TNI jgn byak basa basi kirim pasukan sebyak byaknya untuk mmperbaiki iklim kondusif dan stabilitas di papua,masa operasi aceh berhasil di papua gak bisa.jgn2 ada konspirasi politik dri jakarta yg di dikte penjahat AMERIKA SERIKAT

    tomihadia said...

    mungkin papua gelap gulita ga seperti daerah daerah lain banyak hiburan malam ini salah pemeritahan kepala daerah papua, terutama para sekjen keuangan republik indonesia, agaran masuk kantong para pejabat korotor , puskesmas gratis, sekolah gratis, dana bos 300.000 uang buku, pembangunan jalan, sekolah, listrik, saluran air dan telepon dan pertanian pertenakan dll sdm

    Mastur Nopal said...

    Lakukan yg terbaik buat indonesia

    Andi Akrini said...

    Waspadalah wahai saudaraku dalang dipapua adalah australi dan sekutunya meraka ingin menghancurkan NKRI dengan sistim ADU DOMBA /DEVIDE ITS IMPERA . smoga Alhoh melindungi tni dan seluruh rakyat NKRI

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.