ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, November 13, 2010 | 7:05 PM | 0 Comments

    Update : Pembelian 24 Unit F-16 Masih Dikaji

    F-16

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Indonesia hingga kini masih mengkaji rencana pembelian pesawat tempur F-16 bekas yang ditawarkan Pemerintah Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal I Wayan Midhio mengatakan pengkajian masih dilakukan oleh tim teknis dari Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI. "Kita akan kaji dan lihat akses pembiayaannya dan untung-ruginya," ujarnya kepada Tempo via sambungan telepon, Sabtu 13 November 2010.

    Wayan sekaligus meralat kabar bahwa Indonesia akan menerima pesawat F-16 tersebut dalam bentuk hibah. Pemerintah awalnya berencana membeli enam buah pesawat F-16 baru. Namun Amerika justru menawarkan F-16 lawas mereka sejumlah 24 unit, yang setara dengan enam pesawat baru tersebut. "Bisik-bisiknya belum ada apakah serius atau benar. Belum tahu kapan (pastinya)," kata dia. Namun, "Lebih cepat lebih baik."


    Wayan berpendapat pilihan yang lebih baik adalah menerima tawaran 24 pesawat lama dibandingkan enam pesawat baru. "Kita masih membutuhkan kuantitas untuk mengamankan wilayah, dibandingkan negara tetangga," ujarnya.

    Soal pesawat baru atau pesawat lama, menurut Wayan tak perlu dipermasalahkan. Karena, penggunaan pesawat memiliki standar tertentu. Lagipula, 24 pesawat F-16 lawas yang ditawarkan Amerika masih cukup bagus.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Update : Pembelian 24 Unit F-16 Masih Dikaji

    Hovercraft Buatan Anak Bangsa

    Kartika, hovercraft buatan anak bangsa, saat melakukan demonstrasi di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pembekalan Angkutan (Ditbekang) TNI Angkatan Darat berhasil membangun sebuah hovercraft. Yang membanggakan, hovercraft tersebut merupakan hasil buatan anak bangsa.

    "Hanya mesinnya saja yang beli. Selebihnya buatan anak bangsa. Kita kerjasama dengan para insinyur dari ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro), dan ada juga dari ITS (Institut Teknologi Surabaya)," ungkap Kolonel Budiyono, ketua tim pembuatan Hovercraft Ditbekang TNI AD, saat ditemui Tribunnews di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

    Budiyono mengatakan pembangunan Hovercraft, yang turut disponsori salah satu pengusaha tekstil asal Solo, Jawa Tengah, dirampungkan pada Oktober lalu.

    Setelah melalui serangkaian tes, Hovercraft yang diberi nama Kartika itu melakukan demonstrasi di Pameran Indodefence 2010 di Arena PRJ, 10-13 November 2010. Tanpa hambatan, Kartika melakukan manuver di atas lapangan conblok yang biasanya digunakan sebagai lapangan parkir.

    "Kalau di air bisa lincah lagi. Kendaraan ini kan bisa dipakai untuk segala medan. Itu sebenarnya dia melayang sekitar 15 cm dari permukaan," tuturnya.

    Budiyono mengaku pihaknya mampu membuat lima hingga 10 unit Hovercraft. Namun hal itu tentu saja tergantung permintaan. Begitu pula untuk penggunaan Kartika yang sudah siap dioperasikan.

    "Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau," kata Budiyono.

    Letkol MA Ramadhan, salah seorang anggota tim pembangunan Hovercraft, mengatakan Kartika mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter. Hovercraft yang mampu beroperasi hingga tujuh jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, itu juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut.

    "Hanya saja manuvernya masih nyaman dengan ketinggan ombak 1,2 meter," kata Ramadhan di tempat yang sama.

    Disinggung mengenai daya angkut, Ramdhan mengatakan saat ujicoba, Kartika bisa mengangkut beban 5,5 ton. Padahal dalam spesifikasinya tertulis 3 ton. "Itu pun masih bisa ditambah," tegasnya.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Hovercraft Buatan Anak Bangsa

    RI-China Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan

    Misil C-802 Merupakan Salah Satu Kerjasama Antara Indonesia - China

    Jakarta (ANTARA News) - Indonesia akan membahas lebih rinci mekanisme dan sistem kerja sama industri pertahanan dengan China yang dirintis kedua negara sejak lama.

    "Kami masih akan membahas lebih rinci mekanisme dan sistem yang akan dijalankan dalam kerja sama industri pertahanan antara Indonesia-China," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjawab ANTARA di Jakarta, Sabtu.

    Ia menuturkan, masih perlu banyak penyesuaian antara kedua negara untuk dapat melakukan kerja sama industri pertahanan dengan sebaik-baiknya atas dasar saling percaya, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

    Wamenhan menuturkan, secara umum Indonesia dan China sepakat untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara diberbagai bidang termasuk pertahanan dan keamanan seperti yang tertuang dalam kemitraan strategis yang disepakati kedua pihak pada 2005.

    Selain itu, Indonesia dan China memiliki kesepakatan kerja sama pertahanan yang ditandatangani kedua menteri pertahanan pada 7 November 2007. "Namun, seluruh kesepakatan itu harus dipertajam lagi aturan mainnya, mekanismenya, sistem yang yang akan dijalankan seperti apa. Ini yang terus akan dibicarakan antara kedua pihak secara berkesinambungan," tutur Sjafrie.

    Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, segala kemungkinan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan China akan terus dijajaki.

    "Namun, Indonesia mengharapkan agar kerja sama industri pertahanan kedua negara itu dapat mendukung pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. Karena itu target kami saat ini yakni membangkitkan kembali industri pertahanan nasional," katanya.

    Indonesia menjalin kerja sama industri pertahanan dengan beberapa negara semisal dalam bentuk produksi bersama.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI-China Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan

    Peluru Buatan Cina Ditemukan di Kawasan Konflik

    illustrasi

    NEW YORK, (PRLM).- Dewan Keamanan PBB akhirnya menerima laporan kontroversial terkait pelanggaran embargo senjata di Darfur setelah beberapa pekan tertunda karena keberatan Cina. Dari berbagai sumber diketahui bahwa laporan rahasia itu mengatakan bahwa peluru-peluru buatan Cina ditemukan di kawasan konflik Sudan itu.

    Dokumen itu memang tidak serta merta mengatakan bahwa Beijing bertanggung jawab soal ditemukannya ribuan peluru buatan Cina itu. Namun, dokumen itu mengatakan pemerintah Cina tidak melakukan cukup pengawasan untuk memastikan bahwa persenjataan yang dijual ke pemerintah Sudan tidak sampai ke Darfur.

    Bagian inilah yang kemudian memicu protes pemerintah Cina yang mengatakan dokumen itu tidak berdasar sama sekali dan penuh kebohongan. Sebelumnya, Beijing menolak Komite Sanksi Sudan Dewan Keamanan untuk secara resmi menyerahkan laporan itu ke negara-negara anggota Dewan Keamanan.

    Laporan yang ditulis oleh panel para pakar ini, diserahkan kepada Duta Besar Inggris untuk PBB yang kini memimpin Dewan Keamanan. Masih menurut sumber, laporan itu mencantumkan berbagai jenis peluru buatan Cina yang ditemukan di Darfur.

    Wartawan "BBC" di markas besar PBB New York Barbara Plett mengatakan, tudingan itu sangat kontroversial meski laporan itu juga menegaskan bahwa Cina berhak menjual amunisi ke Sudan selama tidak digunakan di Darfur. Panel itu sebelumnya juga mengklaim bahwa banyak amunisi dan persenjataan asing diperjualbelikan secara gelap di Darfur yang semakin memperuncing konflik antara pemerintah dan kelompok pemberontak.

    Belum diketahui apakah laporan soal persenjataan di Darfur ini akan disampaikan kepada publik atau tidak. Sudan dan Cina sejak lama merupakan sekutu dekat. Pemerintah Cina merupakan pemain penting dalam industri minyak Sudan.

    PBB mengatakan sedikitnya 300.000 orang tewas dan 2,6 juta orang lainnya terpaksa menjadi pengungsi sejak pemberontak Darfur mengangkat senjata melawan pemerintah pada tahun 2003. Presiden Sudan Omar al-Bashir menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional dengan tuduhan melakukan kejahatan perang di Darfur. Presiden Bashir berulang kali membantah tuduhan itu.

    Pemerintahan Omar al-Bashir bahkan mengatakan jumlah korban akibat konflik Darfur terlalu dibesar-besarkan demi alasan politis. Menurut dia jumlah korban tewas sesungguhnya adalah sekitar 10.000 orang saja.

    Sumber : PIKIRAN RAKYAT
    Readmore --> Peluru Buatan Cina Ditemukan di Kawasan Konflik

    Menhan : SEJUMLAH NEGARA TAWARKAN HIBAH HERCULES KE INDONESIA

    Hercules C-130 J Milik AU Norwegia

    Jakarta, 12/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui banyak tawaran hibah pesawat angkut jenis Hercules C130 untuk TNI dari sejumlah negara. Namun, harus dipilah-pilah kondisi pesawatnya guna menghindari biaya tinggi.

    "Kita sudah cek di beberapa negara itu, wah itu parah sekali, kalau masih memungkinkan tidak apa-apa, tapi kalau ongkos lebih mahal tidak usah," katanya di Jakarta, Jumat (12/11).

    Menurut Purnomo, semua itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran, sehingga perlu pertimbangan kuantitas dan kualitasnya. Persoalan hibah menghibah tidak bisa sembarangan. "Kita lihat dulu kondisi pesawatnya, kalau rusak berat kan juga nggak bisa," tuturnya.

    Lebih lanjut dia mengatakan tawaran hibah hercules bukan hanya dari Amerika saja, tapi Jadi Norwegia dan Australia. Dia mencontohkan Australia menawarkan hibah ke Indonesia tapi itu menunggu pesawat barunya C130 seri C datang. Jadi ada proses selama menunggu sembari proses birokrasi juga harus dipenuhi.

    Menurutnya, proses pembicaraan hibah sudah ada dari tingkat paling tinggi hingga ke menteri. Proses dilakukan petahapan. "Aturannya memang begitu. tidak mudah, memang, tapi terus kita percepat," ujarnya.

    Lebih lanjut Purnomo mengatakan pihaknya juga sudah berbicara mengenai operasi perang dan non perang untuk membantu bencana alam. Dicontohkan KRI Suharso sebagai kapal jenis landing platform dock (LPD) efektif untuk operasi kesehatan di daerah. "Tahun depan akan kita pakai di Wakatobi. Tapi KRI Suharso peralatannya minim, sehingga kita katakan mau nggak Menteri Kesehatan dan Menteri Kesra mengajukan ke Menteri Keuangan, " ujarnya.

    Jika itu dapat di-share, ujarnya, KRI Suharso bisa pakai untuk operasi kesehatan dalam bakti sosial dalam Sail Wakatobi mendatang.

    Sumber : KOMINFO
    Readmore --> Menhan : SEJUMLAH NEGARA TAWARKAN HIBAH HERCULES KE INDONESIA

    Friday, November 12, 2010 | 10:26 PM | 0 Comments

    Singapore's C-130 upgrade makes progress


    A major programme to upgrade the capabilities of the Republic of Singapore Air Force's 10 Lockheed Martin C-130 Hercules transports made a significant advance recently, with the redelivery of its first modified example.

    Handed over by Singapore Technologies Aerospace in late September, the C-130B had undergone an extensive flight deck upgrade using technology provided by Rockwell Collins Communications.

    "With this upgrade, the RSAF gains a modern digital cockpit enabling greater mission effectiveness for their C-130 fleet and providing them with access to global airspace," says Dave Nieuwsma, head of mobility and rotary wing solutions at Rockwell Collins.

    The upgrade includes a new flight management system, central engine displays to replace analogue gauges, improved voice communications, digital autopilot and flight director and a digital weather radar.

    Flightglobal's MiliCAS database says the air force operates five C-130H transports and five KC-130B/H tankers. "This aircraft will be on a par with the RSAF's younger fleet of C-130H aircraft in terms of mission availability," ST Aero says.

    From : FG
    Readmore --> Singapore's C-130 upgrade makes progress

    Radio Komunikasi Militer Produk Thales Unjuk Gigi di Indonesia


    Watcher

    KOMPAS.com - Thales, sebuah perusahaan yang memproduksi radio komuikasi militer, menggunakan ajang Indo Defense 2010 di Pekan Raya Jakarta, untuk mempromosikan produk barunya yang bernama Watcher. Produk tersebut merupakan radio komunikasi dengan sistem remote control yang mampu terhubung dengan seluruh jaringan radio Thales yang dipergunakan di medan perang.

    Inovatif dan mudah dipergunakan, Watcher berfungsi untuk membantu para tentara untuk mengetahuib kondisi lapangan dengan lebih baik sekaligus memungkinkan mereka berkomunikasi satu sama lain selama bergerak. Inovasi yang cerdas ini semakin memantapkan posisi Thales sebagai penyedia sistem radio komunikasi di medan perang yang mampu memberikan segala solusi bagi permasalahan.

    Saat ini, militer dituntut untuk mampu terlibat edan menangani segala macam misi, mulai dari misi kemanusiaan hingga pertempuran hebat di medan perang. Sistem komunikasi taktis mampu membantu menjalankan segala misi tersebut, membuat pengadaannya menjadi krusial di tengah tuntutan militer yang makin tinggi.

    Sangat mudah dibawa dan digunakan, Watcher memungkinkan segala macam jenis komunikasi di medan perang serta mampu memastikan kesinambungan komunikasi dengan radio taktis. Watcher bisa digunakan untuk terhubung dengan radio High Frequency (HF), Very High Frequency (VHF), St@rmille, Flexnet dan F@snet Twin Software Define Radio.

    Watcher yang compact dan ringan ini juga memungkinkan komunikasi lewat bluetooth sejauh 10 meter serta jaringan kabel. Segala kemampuan Watcher sangat membantu militer untuk berkomunikasi sehingga membantu mengambil keputusan yang tepat dan strategi serangan yang jitu.

    "Dengan segala pengalaman kami dengan banyak tentara, kami menjadi sangat sensitif dengan kebutuhan inovasi untuk membantu tugas tentara, " terang Patrice Caine, Vice President Radio Communication Thales dalam siaran persnya, Kamis (10/11/2010). Ia juga mengatakan, "dengan Watcher, kami memberikan sesuatu yang baru yang memberikan banyak manfaat di medan perang, memungkinkan komunikasi level tinggi."

    Thales adalah salah satu pemimpin dalam industri komunikasi pertahanan dengan pengalaman selama 70 tahun memproduksi sekitar 800.000 radio yang telah terjual di 43 negara. Thales menyediakan kebutuhan radio untuk semua platform, mulai armour vehicle, helikopter dan lain sebagainya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Radio Komunikasi Militer Produk Thales Unjuk Gigi di Indonesia

    Misil Tercepat Produksi India


    Rudal BRAHMOS

    KOMPAS.com - India, negeri yang selama ini dikenal dengan film dan tariannya, ternyata juga handal dalam industri pertahanan. Negeri ini mampu menciptakan misil yang bisa mengalahkan missil-missil lain produksi negara maju.

    "Missil Brahmos, itu nama misil produksi kami. Keunggulannya, misil kami merupakan missil supersonic tercepat di dunia sekaligus dengan akurasi yang tinggi. Kecepatannya bisa mencapai 1km/detik," kata Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) Brahmos Aerospace, perusahaan yang memproduksi missil ini dalam pameran Indo Defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

    Dibandingkan dengan misil subsonic yang dipasarkan saat ini, misil buatan India ini mampu bergerak lebih cepat 3 kali lipatnya. Selain itu, jarak tempuh yang bisa diraih juga bisa mencapai 2,5 - 3 kali lipat dari misil subsonic. Dan yang paling penting, daya hancur misil ini bisa mencapai 9 kali lipat dari misil subsonic populer dunia.

    Pathak mengatakan, "Keunggulan lain dari misil ini adalah kemampuannya untuk diinstal dimana saja, mulai helicopter, pesawat, kapal hingga kapal selam." Selain itu, sistem kendali misil mampu melaksanakan Salvo Firing atau penembakan serentak, target Assignment atau penugasan target dan memastikan sekelompok target baik di darat maupun di laut. Salvo pada 9 proyektil dapat menembus dan menghancurkan kelompok kapal musuh terdiri dari tiga fregat dengan pertahanan anti misil modern.

    Misil-misil yang akan diluncurkan diinstal di dalam alat luncur. Misil tersebut akan dikirim lengkap dengan daya pendorongnya di dalam Transportation and launch Conister (TLC). Misil versi udaranya dimodifikasi sehingga memiliki berat yang lebih ringan tetapi lebih kuat selama proses peluncuran.

    Menurut Pathak, misil tercepat produksinya ini berbiaya murah jika dilihat dalam jangka panjang. "Harga misil pada awalnya mungkin tak jauh berbeda dengan misil lain. Tapi, biaya perawatan misil ini jauh lebih murah. Anda hanya perlu maintenance misil selama sekali dalam tiga tahun, berbeda dengan misil lain yang menuntut perawatan secara terus-menerus," kata Pathak.

    Brahmos Aerospace yang memproduksi misil ini sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Rusia dan India. Namun, seluruh pengembangan teknologi, proses produksi, tenaga kerja damn tempat produksi berasal dan dilakukan di India.

    "Kami memilih Rusia karena mereka memiliki pengalaman dalam soal mesin, sementara kami memiliki pengalaman dalam soal sistem sehingga kami akan mampu memproduksi misil yang paling baik," kata Pathak. Joint Venture sendiri sudah dimulai pada tahun 1998 dan pada tahun 2005 berhasil meluncurkan produk ini.

    Secara umum, misil ini unggul karena jarak tempuh yang jauh, garis lengkung arah peluru yang lebar, dilengkapi dengan anti pertahanan kapal perang serta energi kinetik yang terpasang yang membantu daya rusak kapal.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Misil Tercepat Produksi India

    Pesawat Pengintai Jatuh di Korsel

    McDonnell Douglas RF-4C Milik ROKAF

    TRIBUNNEWS.COM, SEOUL --- Sebuah pesawat pengintai jatuh di Korea Selatan, Jumat (12/11/2010). Pesawat milik angkatan laut Korea Selatan menghilang dari radar di sekitar Jeonju, sekitar 240 kilometer selatan ibukota Seoul.

    Dua awak pesawat tewas. Jenazah mereka ditemukan di rongsokan pesawat. Pesawat jenis McDonnell Douglas RF-4C biasanya dikerahkan di perbatasan dengan negara tetangga dan musuh bebuyutan Korea Utara.

    Pesawat pengintai terbang sangat rendah ketika jatuh. Namun, hingga kini belum diketahui jelas apa penyebab kecelakaan pesawat itu.

    Terkait denan KTT G20 itu, Pemerintah Korea Selatan menyiapsiagakan aparat keamanannya.

    Sumber : TRIBUN
    Readmore --> Pesawat Pengintai Jatuh di Korsel

    Industri Alutsista RI Bisa Jadi Basis Dunia


    Kendati industri alutsista kini meredup, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro optimistis, industri pertahanan Indonesia mampu menjadi basis produksi industri pertahanan dunia.

    INILAH.COM, Jakarta - Kendati industri alutsista kini meredup, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro optimistis, industri pertahanan Indonesia mampu menjadi basis produksi industri pertahanan dunia.

    Industri alutsista (alat utama sistem senjata) Indonesia sempat mengalami kejayaan di era 1980an hingga 1990an, sebelum akhirnya meredup akibat krisis ekonomi 1998 dan

    krisis ekonomi global tahun lalu. Namun, Purnomo yakin, Indonesia masih bisa sejajar dengan asing.

    Saya yakin, melalui Indodefence 2010 kali ini, tamu-tamu dari angkatan bersenjata negara-negara sahabat bisa melihat bagaimana industri pertahanan Indonesia bisa sejajar dengan mereka, ujar Purnomo, di sela di Seminar Indodefence 2010 bertema Empowering Indonesia's Defence Industries to Increase National Defence Capabilities, Kamis (11/11), di JIExpo, Jakarta.

    Purnomo mengatakan bahwa sistem komunikasi menjadi kunci suksesnya penanganan bencana. Berikut wawancara lengkapnya.

    Bagaimana industri alutsista Indonesia saat ini?

    Kita (Kemhan) baru saja membuat KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan). Organisasi ini akan mengatur mengenai industri alutsista kita. Saya menjabat sebagai Ketua KKIP, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin jadi Sekretaris KKIP Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin. Yang jelas kita ingin Indonesia bisa menjadi basis produksi persenjataan dunia.

    Kapan KKIP mulai bekerja?

    Kita sudah mulai dan saat ini kita sedang membuat road map hingga nantinya pada 2024 indonesia memiliki basis produksi industri pertahanan yang kuat. Road map ini akan kita bagi selama lima tahun untuk evaluasi. Kita juga akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk joint operation dengan tiga Badan Usaha Milik Negera Indusri Pertahanan (BUMNIP), seperti PT Pindad, PT PAL dan PTDI masih mengembangkan joint operation melalui order komponen yang bersifat spesifik. Misalnya, PT PAL menjalin kerja sama dengan industri dalam negeri dan luar negeri.

    Terkait bencana alam yang terjadi di tanah air, bagaimana langkah Kemhan dan TNI untuk penanganan bencana alam?

    Sesuai Undang-Undang (UU) TNI No. 34 tahun 2004, dimana di dalamnya ada 14 item, disebutkan bahwa tugas utama TNI untuk operasi militer selain peran adalah penanganan bencana alam. Pada pertemuan ASEAN Plus di Hanoi, Vietnam, kemarin, dimana Kemhan dari semua negara di ASEAN sepakat bahwa pertahanan di tiap-tiap negara saat ini meliputi lima area, yaitu maritime security (kemanan maritim), peacekeeping (pemeliharaan perdamaian), humanitarian disaster relief (penanganan bencana alam), dan military medicine (penanganan medis militer).
    Jadi selain mempertahankan kemanan negara, TNI juga bertanggung-jawab untuk penanganan bencana alam. TNI selalu masuk ke daerah bencana untuk pertama kali dan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

    Apa kendala TNI untuk penganganan bencana alam di Kep. Mentawai dan Gunung Merapi?

    Kami melihat pentingnya alat komukasi wilayah (Alkomwil). Di Mentawai, kami akui adanya kesulitan untuk alat komunikasi di sana. Jadi kami juga sedang bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengembangkan alat komunikasi khusus penanganan bencana. Untuk daerah kepulauan memang dibutuhkan radio satelit, tapi kita akan mengembangkan alat komunikasi yang bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu kita berusaha bekerjasama dan membuat alat komunikasi yang efisien.

    Selain komunikasi, apalagi masalah di lapangan?

    Kami juga berusaha menangani masalah alat-alat kesehatan atau medis. Kami juga terus mencoba mengembangkan untuk membuat rumah sakit sementara yang mudah untuk didirikan, serta sanitasi yang sangat diperlukan korban bencana alam atau pengungsi.

    Apa harapan Anda untuk industri alat-alat pertahanan dalam negeri?


    Kami ingin Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk industri senjata dan pertahanan. Setelah krisis ekonomi 1998 dan krisis ekonomi global tahun lalu, industri pertahanan kita memang. Tapi saya yakin, melalui Indodefence 2010 kali ini, tamu-tamu dari angkatan bersenjata negara-negara sahabat bisa melihat bagaiamana industri pertahanan Indonesia yang bisa sejajar dengan mereka.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Industri Alutsista RI Bisa Jadi Basis Dunia

    Menhan: Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

    Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Malaysia berminat untuk menambah pembelian panser "Anoa" buatan PT Pindad.
    Ditemui usai menyematkan Bintang Kehormatan Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja, di Jakarta, Jumat, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, permintaan Malaysia itu akan diproses lebih lanjut.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani kontrak pembelian 32 unit panser "Anoa" buatan PT Pindad.

    "Ini menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional kita juga telah mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain. Untuk itu dalam `Indo Defence` 2010 ini kita fokus pada kerja sama industri pertahanan nasional dengan sejumlah negara, dalam rangka memodernisasi persenjataan TNI," kata Menhan.


    "Indo Defence" 2010

    Untuk makin memantapkan promosinya, PT Pindad memamerkan produk-produk terbarunya seperti panser APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka, dalam Pameran Pertahanan "Indo Defence" 2010.

    APC Anoa V2 6 x 6 atau "armored personal carrier" Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya.

    "Assistant Engineering Manager" PT Pindad (Persero) Sukidi Amd mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya."

    Menurut dia, salah satu kelebihannya terletak pada "main hole" yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

    Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan.

    "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi.

    Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

    Tak hanya itu, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi.

    "Anoa V2 memiliki `Remote Control Weapon System` yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan `joystick`. Jadi, seperti main game," tuturnya.

    Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual.

    Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya.

    Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG.

    Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System.

    Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter.

    Mesin yang digunakan adalah enam silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

    Menhan: Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

    eri Anoa 6x6 produksi PT. Pindad Pesanan Malaysia

    Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Malaysia berminat untuk menambah pembelian panser "Anoa" buatan PT Pindad.
    Ditemui usai menyematkan Bintang Kehormatan Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja, di Jakarta, Jumat, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, permintaan Malaysia itu akan diproses lebih lanjut.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani kontrak pembelian 32 unit panser "Anoa" buatan PT Pindad.

    "Ini menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional kita juga telah mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain. Untuk itu dalam `Indo Defence` 2010 ini kita fokus pada kerja sama industri pertahanan nasional dengan sejumlah negara, dalam rangka memodernisasi persenjataan TNI," kata Menhan.


    "Indo Defence" 2010

    Untuk makin memantapkan promosinya, PT Pindad memamerkan produk-produk terbarunya seperti panser APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka, dalam Pameran Pertahanan "Indo Defence" 2010.

    APC Anoa V2 6 x 6 atau "armored personal carrier" Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya.

    "Assistant Engineering Manager" PT Pindad (Persero) Sukidi Amd mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya."

    Menurut dia, salah satu kelebihannya terletak pada "main hole" yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

    Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan.

    "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi.

    Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

    Tak hanya itu, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi.

    "Anoa V2 memiliki `Remote Control Weapon System` yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan `joystick`. Jadi, seperti main game," tuturnya.

    Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual.

    Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya.

    Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG.

    Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System.

    Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter.

    Mesin yang digunakan adalah enam silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

    Anis: TNI Belum Perlu Pesawat Tempur


    Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Anis Matta menilai, saat ini yang diperlukan bagi TNI adalah pesawat angkut untuk misi kemanusiaan.

    "TNI belum butuh pesawat tempur, tapi pesawat angkut, untuk misi kemanusiaan, membantu mengangkut bantuan kepada korban bencana, mengangkut personel TNI dan relawan," kata Anis di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

    Ia menambahkan, meskipun ada bantuan hibah dari pemerintah Amerika Serikat terkait pesawat tempur F-16, sebaiknya TNI memikirkan kembali.

    "TNI sebaiknya selektif dan memilih yang lebih penting, apalagi Indonesia sedang banyak mengalami bencana," kata dia.

    Adanya respons positif dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono terkait bantuan AS itu, menurut Anis, tak lebih bertujuan memperbaiki hubungan Indonesia dengan AS.

    "Saya melihat kontek respons Panglima TNI karena untuk memperbaiki hubungan kedua negara," kata Anis.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pemerintah belum memutuskan akan menerima hibah pesawat tempur F-16 sebanyak 24 unit dari Amerika Serikat atau tidak, karena perlu kajian secara luas.

    "Kita akan kaji ulang. Kita belum sampai pada satu keputusan. Jadi yang kita lihat sekarang adalah efektivitas dari F-16 itu sendiri," kata Purnomo.

    Menurut dia, hibah pesawat tempur F-16 ini harus dipertimbangkan matang, dan dengan kalkulasi yang tepat. Pasalnya jika pesawat yang dihibahkan jenis blok 15 yang sama dimiliki TNI, maka harus di-upgrade. Itupun kemampuannya di bawah F-16 yang paling baru dengan jenis blok 53.

    "Semakin tinggi kita upgrade, semakin tinggi ongkosnya. Kita hitung-hitungan sekarang. Kita mesti lihat dari spesifikasi teknis, dari spesifikasi ekonomisnya. Sudah pas atau belum dengan rencana kita," kata Purnomo.

    Dia mencontohkan TNI AU memiliki 10 unit F-16. Jika dibeli lagi 6 unit baru menjadi satu skuadron penuh. "Maka perlu hitung-hitungan apakah jenis lama dan baru apakah upgrade semua ke blok yang lebih tinggi. Hitung-hitungan seperti itu yang sedang kita bicarakan."

    Menurut Purnomo, hibah pesawat F16 tersebut perlu satu proses yang tidak bisa cepat karena ini di bawah item yang dinaungkan dalam Access Defence Article.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> Anis: TNI Belum Perlu Pesawat Tempur

    Pemerintah Proses Tahapan Hibah Hercules Australia

    Hercules C-130 J Milik Australia

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah Indonesia memproses tahapan hibah pesawat C-130 Hercules dari Australia. "Ya sedang kita proses semua tahapannya, karena meski itu pesawat milik Angkatan Udara Australia tetapi hibah itu harus ada izin dari Kementerian Pertahanan AS," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Jumat.

    Kepada ANTARA, Purnomo mengemukakan, Angkatan Udara Australia akan mengganti pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dengan tipe J. "Sebelum dihibahkan, Hercules lama itu harus dilaporkan dan dikembalikan ke AS (sebagai produsen). Ini perlu proses panjang. Setelah selesai, Australia juga masih menunggu penggantinya tiba yakni tipe J," ungkap Menhan.

    Jika pesawat baru yakni Hercules tipe J belum diterima, kata dia, maka Australia juga belum bisa menghibahkan Hercules lamanya kepada Indonesia. "Jadi, prosesnya masih sangat panjang. Tetapi akan kita dorong, agar dipercepat. Karena pesawat Hercules ini kan kegunaannya banyak tidak saja untuk operasi militer perang, tetapi juga untuk operasi militer selain perang seperti dukungan penanganan bencana alam," katanya.

    Populasi Hercules yang dimiliki TNI Angkatan Udara tercatat 21 unit yang kini dioperasikan di Skuadron Udara 31/Halim Perdanakusuma dan Skuadron 32/Abdurahman Saleh. Khusus di Skuadron Udara 32 dari 11 unit Hercules yang dioperasikan, hanya enam yang dinyatakan siap. Sisanya masih menjalani masa pemeliharaan rutin.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Pemerintah Proses Tahapan Hibah Hercules Australia

    Rusia Akan Mengupgrade Sukhoi Indonesia

    F-16

    Departemen Pertahanan Indonesia dalam beberapa bulan ke depan harus membuat keputusan pada meningkatkan F-16 tahun 2011-2012, menurut Flightglobal. Saat ini, TNI AU mempunyai sepuluh pesawat ini, jam penerbangan yang tersisa yang berjarak sekitar empat ribu jam. Jika keputusan untuk upgrade akan dibuat, biaya perawatan termasuk penyediaan peralatan yang diperlukan akan sekitar $ 150 juta.

    Modernisasi F-16 TNI AU sekitar satu tahun. Agaknya, pekerjaan akan dilakukan di Indonesia, dan pemasok peralatan yang diperlukan untuk upgrade akan berbasis di AS Lockheed Martin. Akibatnya, meningkatkan lifetime pesawat akan meningkat menjadi delapan ribu jam terbang, dan karakteristik pesawat tempur akan dibandingkan dengan yang di versi terbaru F-16. Sementara itu, Lockheed Martin mengharapkan untuk menjual Indonesia baru enam F-16 50 / 52 Blok.

    Menteri Pertahanan Indonesia telah berbicara Lockheed Martin tentang program memperpanjang masa operasional C-130B / H Hercules. Saat ini, TNI mempunyai 32 pesawat. Program untuk memodernisasi pesawat tempur dan transportasi diterapkan secara paralel.

    Pada awal Oktober 2010 Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro Indonesia telah mengumumkan bahwa lima tahun mendatang akan dihabiskan untuk pembelian pesawat dan helikopter untuk TNI AU dan TNI AD 150 T(16,8 miliar dolar). Seperti yang diharapkan, dua-pertiga dari jumlah ini akan dialokasikan dari APBN, sedangkan sisanya dari uang Departemen Pertahanan Indonesia mengharapkan untuk menerima dalam bentuk pinjaman. Sebagian dari dana tersebut akan dihabiskan untuk upgrade pesawat yang ada.

    Perlu dicatat bahwa banyak F-16 dan C-130 TNI AU yang memerlukan perbaikan dan modernisasi. Pada tahun 1992 Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Indonesia, mengakhiri kerjasama militer-teknik dengan negara. Pada tahun 1999 sanksi diperketat sebagai hasilnya, Indonesia telah kehilangan kesempatan untuk membeli di pasar luar negeri suku cadang yang dibutuhkan untuk memperbaiki pesawat dari AS. Sebagai hasilnya, F-16 dan C-130 TNI AU banyak yang tidak bisa terbang.

    Sanksi tersebut dicabut di Indonesia pada tahun 2005, membuat negara mampu melakukan perbaikan kecil pesawat tertentu.

    Pada akhir September tahun ini, Purnomo mengatakan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Indonesia berencana membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. Dari pesawat ini akan terbentuk sepuluh skuadron. Saat ini, pesawat tempur sukhoi mempunyai sepuluh Sukhoi yaitu dua Su-30MK, tiga Su-30MK2, Su-27SK dua dan tiga Su-27SKM. Dalam waktu dekat TNI AU akan meng-upgrade ke versi pesawat MC dan SC dari MK2 dan SCM. Pada pertengahan September, selain itu Indonesia akan berniat untuk membeli enam lebih Sukhoi Su-30MK2.

    Sumber: Lenta
    Readmore --> Rusia Akan Mengupgrade Sukhoi Indonesia

    TNI AL Gelar Simulasi Pengamanan Kabel Listrik Jawa-Bali

    illustrasi

    TEMPO Interaktif, BANYUWANGI - TNI Angkatan Laut Banyuwangi, Jum’at (12/11), menggelar simulasi pengamanan kabel listrik bawah laut di Selat Bali, perairan Banyuwangi, Jawa Timur.

    Berdasarkan skenario, pengamanan dimulai ketika sebuah kapal motor penumpang (KMP) Pratita yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tiba-tiba mengalami kerusakan mesin. Jangkar kapal yang ditambatkan ternyata tersangkut jaringan kabel listrik yang tertanam di bawah laut.

    Sejumlah sekoci kemudian diterjunkan untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap obyek vital itu. Dua anggota TNI AL naik ke atas kapal dengan membawa sebuah gergaji mesin. Jangkar besi yang tersangkut jaringan kabel kemudian dipotong dengan cepat.

    Simulasi diakhiri dengan datangnya sebuah tugboat Hanoman III untuk menyeret KMP Pratita menuju dermaga.

    Komandan TNI AL Banyuwangi Letnan Kolonel Nurochman mengatakan, simulasi tersebut cukup enting dilakukan karena sering terjadi kapal yang mengalami kerusakan di tengah laut dan kemudian langsung menambatkan jangkarnya.

    Menurut dia, apabila anak buah kapal (ABK) tidak mengetahui mengenai prosedur tetap (protap) penyelamatan jaringan kabel dikhawatirkan akan mengganggu pasokan listrik ke Pulau Bali. "Kalau benar-benar terjadi, sesuai prosedur maka jangkar harus dipotong," kata Nurohman kepada wartawan usai simulasi.

    Simulasi tersebut baru pertama kali dilakukan TNI AL bekerjasama dengan PT PLN Persero. Simulasi di Selat Bali ini nantinya akan diterapkan juga di Selat Madura.

    Selain simulasi, TNI AL telah melakukan penjagaan ketat pada jaringan kabel listrik itu dengan melakukan patroli rutin dan pengawasan melalui radar visual. "Pengawasan kita lakukan 24 jam," ujarnya.

    General Manager Penyaluran Pusat dan Pengawasan Beban PT PLN Persero, Jemjem Kurnain Raharja, mengatakan bahwa jaringan kabel bawah laut Jawa-Bali tersebut dibangun tahun 1997. Jaringan kabel sepanjang empat kilometer itu untuk memasok 40 persen kebutuhan listrik di Pulau Bali.

    Jemjem menjelaskan, kebutuhan listrik di Bali mencapai 540 mega watt. Pembangkit listrik di Bali hanya mampu memasok 365 mega watt. "Sisanya 200 mega watt masih dipasok dari Jawa," paparnya.

    Jemjem menjelaskan, apabila kabel bawah laut Selat Bali rusak maka dipastikan akan mengganggu pasokan listrik ke Pulau Dewata itu.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI AL Gelar Simulasi Pengamanan Kabel Listrik Jawa-Bali

    Panser "Anoa" Buatan Pindad Makin Gahar


    Pengunjung berfoto dengan barisan kendaraan panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad di Pameran Indo Defence 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11/2010). Beragam peralatan pertahanan dan keamanan untuk darat, laut dan udara dari 38 negara dipamerkan hingga Sabtu (13/11/2010) mendatang.

    KOMPAS.com — Pameran Indo Defense 2010 dimanfaatkan PT Pindad untuk memamerkan produk-produk terbarunya. Salah satu produk terbarunya adalah APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka.

    APC Anoa V2 6 x 6 atau armored personal carrier Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya. Sukidi Amd, Assistant Engineering Manager PT Pindad (Persero), Jumat (12/11/2010), mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya." Ia mengatakan, salah satu kelebihannya ada pada main hole yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

    Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan. "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi. Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

    Sukidi menjelaskan, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi. "Anoa V2 memiliki Remote Control Weapon System yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan joystick. Jadi, seperti main game," urainya. Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual. Hal itu menurutnya sangat memudahkan tugas tentara.

    Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya. "Ramdoor yang ada di bagian belakang Anoa dibuat juga sistem pengoperasian manualnya sehingga bila sistem otomatis mengalami kerusakan, ramdoor tetap dapat berfungsi," ujar Sukidi. Bagian interior dari Anoa V2 juga berbeda dengan versi sebelumnya yang terdiri dari kursi-kursi yang bisa dilipat.

    Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG. Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System. Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter. Mesinnya adalah 6 silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

    Sukidi menjelaskan, Anoa V2 ini baru mulai dikembangkan sekitar dua bulan yang lalu. "Beberapa saat sebelum Indo Defense ini dimulai, Anoa V2 baru saja selesai dibuat dan langsung dikirim," katanya. Saat ini, yang bisa dinikmati di Pameran Indo Defense 2010 adalah prototipe dari produk tersebut. Dengan spesifikasi ini, Anoa V2 dipasarkan terutama bagi Tentara Nasional Indonesia. Selain Anoa V2, Pindad juga memamerkan tiga produk panser terbarunya, yaitu Panser Polisi, Panser Canon, dan Panser Mortir.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Panser "Anoa" Buatan Pindad Makin Gahar

    Ini Dia Pesawat Latih Andalan Korea


    Pengunjung melihat berbagai produk pesawat tempur buatan Korea Selatan saat Pameran Indo Defence 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11/2010). Beragam peralatan pertahanan dan keamanan untuk darat, laut, dan udara dari 38 negara dipamerkan hingga Sabtu (13/11/2010).

    KOMPAS.com — Ajang Indo Defense 2010 membuat Indonesia tertarik dengan salah satu pesawat produksi Korea, T-50. Pesawat tersebut dikabarkan menjadi salah satu calon pesawat yang akan dibeli oleh Indonesia, bersaing dengan pesawat produksi Rusia dan Ceko.

    "Beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia mengungkapkan ketertarikannya dengan T-50. Namun, masih belum diputuskan apakah Pemerintah Indonesia akan membelinya. T-50 masih akan bersaing dengan Yak-130 produksi Rusia dan L-150 produksi Ceko," kata Sky Lee, Regional Manager International BD-Asia/South America Korea Aerospace Industry (KAI) di sela pameran Indo defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

    T-50 sebagai salah satu pesawat andalan Korea memiliki beberapa keunggulan, "Pesawat ini masuk ke dalam jenis pesawat supersonic atau berkecepatan tinggi, berbeda dengan Yak-130 yang masuk dalam golongan subsonic," kata Lee mengungkapkan keunggulan pesawat tersebut.

    Pesawat ini merupakan salah satu jet trainer untuk training pilot tempur generasi berikutnya. Pesawat ini mulai dikembangkan secara konseptual sejak tahun 1992 hingga 1995. Sementara itu, program pengembangan pesawat sendiri dimulai dari tahun 1997. Pengembangan total atau Full Scale Development dari pesawat ini dimulai setelah pesawat melalui 1.400 tes penerbangan. Sementara, produksi pertamanya sendiri dimulai dari bulan Desember 2005.

    Setelah melewati berbagai program tes penerbangan, Lee mengungkapkan bahwa keunggulan lain dari pesawat ini adalah soal kemanan. "Pesawat ini berhasil melalui tes penerbangan tanpa satu kecelakaan pun. Ini membuktikan kalau pesawat ini aman untuk digunakan," kata Lee saat diwawancarai Kompas.com.

    Saat ini, Lee mengungkapkan, T-50 dioperasikan bersama ROKAF untuk pelatihan pilot tingkat lanjut dan merupakan bagian dari Total Training System dan Ground Based Training System. Berdasarkan analisa ROKAF, spesifikasi T-50 mampu mengurangi waktu pelatihan sebanyak 20 persen, mengurangi biaya sebanyak 30 persen, dan meningkatkan skill pilot sebanyak 40 persen.

    Pemasaran T-50 dilakukan KAI bekerja sama dengan Lockheed Martin Aeronautics. Lee mengatakan, T-50 merupakan pesawat trainer supersonic yang paling baik. Dengan kemampuan sistem dan performanya, T-50 merupakan salah satu platform terbaik untuk training pilot tempur generasi selanjutnya.

    T-50 dilengkapi dengan multi-mode radar, Close air Support, dan kunci senjata A/A dan A/G. Pesawat ini dikatakan juga mampu memenuhi kebutuhan sebagai Light Combat aircraft jika dibutuhkan. Di Korea sendiri, T-50 telah digunakan secara luas dengan 57 unit pesawat telah digunakan.

    Soal harga, Lee mengatakan, "Pemerintah Indonesia memiliki modal 400 juta dollar AS. Jika Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli pesawat ini, kami bisa memutuskan untuk memnjual paket terdiri dari 16 pesawat, training, spare part, ground support, dan technical support."

    Lee mengatakan, saat ini Indonesia dan Korea memiliki relasi yang kuat sebab Korea sendiri telah membeli pesawat jenis CN-235 dari Indonesia. Jadi, ia sangat berharap relasi tersebut diteruskan dengan pengembangan pilot menggunakan T-50.

    Pesawat T-50 merupakan pesawat yang khusus digunakan untuk pelatihan pilot. Terdapat pula versi jenis lain yang sudah dilengkapi dengan persenjataan lengkap bagi yang telah siap mengoperasikan. Meski demikian, pesawat T-50 bisa dimodifikasi dengan meng-install persenjataan yang dibutuhkan tanpa perlu membeli jenis baru yang telah dilengkapi senjata.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Ini Dia Pesawat Latih Andalan Korea

    Indonesia-China Jajaki Kerja Sama Pasukan Khusus

    Kopassus

    Jakarta (ANTARA News) - Indonesia tengah menjajaki kerja sama pasukan khusus dengan Republik Rakyat China, sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara.

    Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, pihaknya telah mengirimkan tim ke Negeri Tirai Bambu untuk melihat fasilitas pendidikan dan latihan pasukan khusus di negara itu.

    "Kita jajaki segala kemungkinan bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara pasukan khusus TNI dengan China," katanya, menambahkan.

    Sjafrie mengatakan, kerja sama antarpasukan khusus TNI dan militer China itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, apakah pendidikan berupa tukar menukar perwira dan tamtama atau latihan bersama.

    "Ini sedang kita kaji segala aspeknya," ujarnya.

    Yang jelas, lanjut Sjafrie, kerja sama pasukan khusus antara militer Indonesia dan China antara lain menyangkut kerja sama pemberantasan terorisme.

    "Ya pastinya, terkait dengan tugas-tugas dan peran pasukan khusus. Inkonvensional," tambah dia.

    Indonesia dan China sepakat membicarakan lebih lanjut dalam forum konsultasi bilateral pada Desember 2010 yang membahas seluruh tahapan kerja sama pertahanan kedua negara yang telah disepakati kedua pihak.

    "Dalam forum itu, kita akan kaji apa saja yang telah dikerjakan bersama dan bagaimana tindak lanjutnya," kata Sjafrie.

    Indonesia-China menandatangani kerja sama pertahanan pada 7 November 2007.

    Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani menteri pertahanan kedua negara saat itu yakni Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono dan Menteri Pertahanan China Cao Gangchuan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia-China Jajaki Kerja Sama Pasukan Khusus

    Menhan: Keputusan Soal Hibah F-16 Belum Final

    F-16

    Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya belum memberikan keputusan final terkait hibah 24 pesawat jet tempur F-16A/B dari Amerika Serikat.

    "Ya kita telah mengirim tim ke AS untuk meng-`upgrade` sepuluh unit F-16 yang telah kita miliki. Begitu pun tim mereka telah datang ke Indonesia," katanya, menjawab ANTARA di Jakarta, Jumat.

    Namun, bukan berarti Indonesia menolak hibah 24 pesawat F-16 tersebut.

    "Ini masih kita kaji terus, antara meng-`upgrade` yang sudah ada dengan teknologi terbaru, atau menerima hibah, karena yang dihibahkan tipe pesawatnya sama dengan yang telah kita miliki, yakni F-16A/B," tutur Purnomo.

    Bahkan, lanjut dia, Indonesia ada rencana pula untuk membeli pesawat jet tempur F-16 varian terbaru yakni F-16 C/D Block 52.

    "Ini kita pertimbangkan juga, karena beragam pertimbangan, kualitas (teknologi), kuantitas dan ongkos. Ini kan gak bisa dipisahkan satu sama lain," tutur Purnomo.

    Pada kesempatan terpisah Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Eri Biatmoko mengatakan, pihaknya menginginkan tambahan tiga skuadron pesawat tempur untuk memaksimalkan pengamanan wilayah udara nasional.

    "Khusus untuk F-16, TNI Angkatan Udara telah memiliki program rutin `Falcon Up` untuk meng-`upgrade` kemampuan pesawat," katanya.

    Eri mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan menambah enam F-16 Fighting Falcon pada 2014.

    "Saat ini kita merencanakan meng-upgrade F-16 A/B dengan teknologi baru pada 2011 dan 2012 oleh Lockheed Martin. Ini masih proses," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Keputusan Soal Hibah F-16 Belum Final

    Panglima TNI: Dayagunakan Industri Pertahanan

    Roket R-Han 200 (foto : angkasareaderscommunity)

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan dewasa ini, negara-negara di kawasan dan di belahan bumi lainnya, termasuk Indonesia, dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis yang sangat cepat sehingga dapat memengaruhi fenomena keamanan. Untuk menjawab tantangan tersebut, industri pertahanan nasional perlu lebih jauh mendayagunakan kemajuan teknologi guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar serta peningkatan kemampuan TNI dan ketiga Angkatan lainya.

    Panglima TNI menyampaikan hal itu saat Seminar Indo Defense 2010 Expo & Forum di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta, Kamis, (11/11), seperti dilansir dalam siaran pers Wakapuspen TNI, Brigjen TNI Avianto Saptono.

    Menurut Panglima TNI, pengembangan kemampuan industri nasional yang menghasilkan berbagai perlengkapan militer untuk kebutuhan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara telah terbukti mencapai kemajuan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya inovasi baru terhadap produk-produk yang dapat mendukung kebutuhan alutsista TNI yang dihasilkan oleh berbagai industri strategis seperti PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT INTI, PT Dahana, PT Lapan, dan PT Turen, serta industri lokal lainnya.

    Selain Panglima TNI, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara seminar Indo Defense Expo & Forum yang berlangsung selama satu hari. Seminar ini diikuti oleh 200 peserta baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> Panglima TNI: Dayagunakan Industri Pertahanan

    TNI berangkatkan 1.304 personel ke Lebanon

    Jakarta - TNI kembali mengirimkan 1.304 personel Satuan Tugas Kontingan Garuda untuk bergabung ke Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL), menggantikan personel TNI yang sudah setahun bertugas di sana.

    Kekuatan yang dikirim terdiri dari Satgas Military Police Unit TNI Kontingan Garuda XXV-C/UNIFIL dan Satgas Infantry Mechanized Batalion TNI Kontingan Garuda XXIII-E/UNIFIL, Satgas Force Headquarter Support Unit TNI Kontingen Garuda XXVI-C2/UNIFIL, dan Satgas Civil XXXI A/UNIFIL.

    "Diberangkatkan 1.304 personel yang merupakan bagian komitmen TNI untuk menjaga ketertiban dunia khususnya di kawasan Lebanon. Keterlibatan TNI dalam misi perdamaian sudah dimulai sejak tahun 1957 dan ini sudah sekian kali," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai memberangkatkan misi ke Lebanon, Kamis (11/11).

    Menurutnya, penugasan itu merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 45 yaitu ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

    "Tekad ini dijabarkan melalui UU No 34/2004 tentang TNI pasal 20 ayat 3 tentang penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia," tandasnya

    Sementara itu, dari 1.304 personel TNI yang diberangkatkan, 16 personel di antaranya adalah perempuan.

    Personel yang diberangkatkan akan menggantikan personel TNI yang sudah bertugas satu tahun di Lebanon dan akan ditarik pulang.

    Penempatan pasukan UNIFIL di Lebanon merupakan langkah PBB untuk memelihara gencatan senjata antara Israel dan milisi Hizbullah di Lebanon Selatan.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> TNI berangkatkan 1.304 personel ke Lebanon

    Update : Harga Rp 40 Jutaan GEA Siap Diluncurkan

    Jakarta - Setelah beberapa kali tertunda, PT Inka menegaskan pihaknya siap mengadakan grand launching mobil nasional GEA. Target waktu pun mereka tetapkan yakni bulan Desember atau awal tahun 2011 mendatang dengan banderol harga hanya Rp 40 jutaan saja.

    Hal itu diungkapkan oleh Iwan Ridwan yang merupakan marketing PT INKA di Indo Defence Expo 2010 yang saat ini sedang berlangsung di JI Expo, Kemayoran Jakarta.

    "GEA yang akan kita grand launching di Jakarta ini sama dengan GEA versi polisi. Bentuknya sudah kita sempurnakan," jelasnya.

    Mobil model citycar ini memiliki wheelbase 1.965 mm dan tampak lebih lebih manis dibanding model sebelumnya.

    Dari depan, bumper GEA tampak lebih sporty dengan lubang udara yang cukup besar. Sportivitas ini makin bertambah kental berkat aplikasi fog lamp dan head lamp yang berdesain modern. Mesin mengusung 650 cc masih seperti GEA yang lama namun dengan sistem injeksi EFI dan penggerak roda depan.

    Lari ke belakang tampak buritan yang sederhana namun elegan dengan tambahan tulisan Polmas (Polisi Masyarakat) di belakangnya. Tulisan itu mempertegas bahwa ini adalah mobil kepolisian. Terlebih di bagian tengah mobil tertulis tulisan Patroli dengan logo Samapta yang lumayan besar.

    Dan bila kita masuk ke dalam mobil yang memiliki dimensi 3.320x1.490x1.640 mm (PxLxT) ini nuansa mewah tersembur berkat pilihan warna beige di kabin mobil meski atribut di bagian dalam seperti roda kemudi, panel indikator atau AC control masih tampak jadul.

    "Untuk pertama kita akan fokus ke pembeli kelompok seperti instansi dan koperasi," ujarnya.

    Hal itu menurut Iwan dilakukan untuk mempermudah layanan after sales karena untuk membangun dealer dan bengkel resmi dalam waktu dekat ini mereka mengaku belum siap.

    "Kalau berkelompok seperti itu kan kita jadi lebih mudah melayani perawatan dan penyediaan spare part karena unitnya berkumpul disatu tempat," pungkasnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Update : Harga Rp 40 Jutaan GEA Siap Diluncurkan

    Mobil Mungil untuk Polri

    Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia biasa berpatroli dengan mobil-mobil produsen asing. Tapi sepertinya hal itu perlahan bisa mereka singkirkan karena mobil asli milik Indonesia GEA siap menyediakan mobil patroli untuk pak polisi.

    GEA yang diproduksi oleh PT Inka baru saja menampilkan GEA versi polisi dengan balutan warna coklat dan stiker kepolisian di Indo Defence Expo 2010 yang saat ini sedang berlangsung di JI Expo, Kemayoran Jakarta.

    Iwan Ridwan yang merupakan marketing GEA mengatakan bahwa inisiatif membangun mobil polisi hasil kerjasama PT Inka dengan Puslitbang Polri dan Kementerian Ristek ini didasari pada kebutuhan kepolisian yang tinggi terutama untuk mobil yang fleksibel dan mampu melewati gang-gang kecil di kawasan perkotaan.

    "Kalau yang sekarang dipakai kan agak sulit untuk mencapai gang-gang sempit. Makanya kita buat mobil patroli yang kecil dan lincah sehingga polisi pun bisa mencapai kawasan terpencil," ujar Iwan di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/11/2010).

    Dilihat dari tampilannya, GEA versi kepolisian yang memiliki wheelbase 1.965 mm ini tampak lebih manis. Dari depan, bumper GEA tampak lebih sporty dengan lubang udara yang cukup besar. Sportivitas ini makin bertambah kental berkat aplikasi fog lamp dan head lamp yang berdesain modern. Mesin mengusung 650 cc masih seperti GEA yang lama namun dengan sistem injeksi EFI dan penggerak roda depan.

    Lari ke belakang tampak buritan yang sederhana namun elegan dengan tambahan tulisan Polmas (Polisi Masyarakat) di belakangnya. Tulisan itu mempertegas bahwa ini adalah mobil kepolisian. Terlebih di bagian tengah mobil tertulis tulisan Patroli dengan logo Samapta yang lumayan besar.

    Dan bila kita masuk ke dalam mobil yang memiliki dimensi 3.320x1.490x1.640 mm (PxLxT) ini nuansa mewah tersembur berkat pilihan warna beige di kabin mobil meski atribut di bagian dalam seperti roda kemudi, panel indikator atau AC control masih tampak jadul.


    Sumber: DETIK
    Readmore --> Mobil Mungil untuk Polri

    Jepang Kirim Tentara ke Pulau Yonaguni

    TOKYO, KOMPAS.com - Tokyo akan mengirim sekitar 100 tentara ke sebuah pulau Jepang yang terpencil di Laut China Timur, di tengah kecemasan yang meningkat karena kegiatan angkatan laut China, demikian menurut laporan, Jumat.

    Tentara-tentara darat itu akan digelar di pulau Yonaguni, di ujung paling barat Jepang, untuk melakukan patroli pantai dan pengawasan pada kapal-kapal angkatan laut China, kata beberapa pejabat pertahanan Jepang seperti dikutip oleh kantor berita Jiji. Tokyo akhirnya merencanakan untuk menggandakan jumlah tentara yang ditempatkan di Yonaguni, yang kira-kira 100 kilometer di timur Taiwan, kata laporan itu.

    Menteri Pertahanan Toshimi Kitazawa Kamis menekankan pentingnya untuk meningkatkan pertahanan di daerah-daerah pulau, termasuk Yonaguni, pada pertemuan komisi keamanan Dewan Perwakilan Rakyat, lapor Jiji. Kementerian pertahanan telah minta 30 juta yen (365.000 dolar) dari anggaran tahun depan untuk "riset persiapan" mengenai masalah itu, kata laporan tersebut.

    Militer Jepang secara tetap telah mengirim pesawat patroli ke wilayah itu tapi tidak memiliki fasilitas pengawasan tetap di Yonaguni. Aktivitas angkatan laut China yang meningkat telah memicu pemikiran kembali pertahanan di mana Jepang telah mempertimbangkan pengiriman lagi pasukan ke pulau-pulau selatannya yang tersebar dan jauh dari pangkalan era Perang Dingin di Utara dekat Rusia.

    Dalam insiden April tahun ini, satu armada kecil kapal besar China mendekati sekelompok pulau yang disengketakan di Laut China Timur dan mengirim sebuah helikopter yang terbang di atas kapal angkatan laut Jepang yang sedang mengawasi gerakan mereka. Wilayah itu sering menjadi titik masalah antara Jepang dan China. Hubungan keuda negara telah sangat tegang sejak Jepang menangkap seorang kapten kapal pukat harimau China dekat rangkaian pulau yang disengketakan September lalu, yang memicu serangkaian protes dari Beijing.

    Ketegasan China yang meningkat, khususnya di Laut China Selatan, juga telah menyebabkan kegugupan di antara negara-negara tetangga lainnya dan AS, yang juga berselisih dengan China karena masalah perdagangan dan keuangan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Jepang Kirim Tentara ke Pulau Yonaguni

    KSAD Pimpin Sertijab Pangdam XVII/Cenderawasih


    JAYAPURA--MICOM: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta, memimpin upacara serah terima jabatan Pangdam XVII/Cenderawasih dari Mayjen Hotma Marbun kepada Brigjen Erfi Triassunu.

    Serah terima jabatan dilaksanakan di lapangan upacara Makodam XVII/Cenderawasih Jayapura, Papua, Jumat (12/11).

    "Alih tugas merupakan bagian dari proses pembinaan personel dan satuan yang berkesinambungan sesuai dengan tuntutan perkembangan serta kebutuhan organisasi TNI," kata George Toisutta.

    Dia menegaskan, sebagai salah satu Kotama Pembinaan TNI Angkatan Darat dan Kotama Operasional TNI, Kodam XVII/Cenderawasih mengemban peran, fungsi dan tugas yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah darat, serta melindungi segenap rakyat di daerah Papua.

    "Hal ini jelas menuntut kerja keras dalam setiap pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawab Kodam. Apalagi bila dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang ada,sehingga menuntut perhatian yang sungguh-sungguh terhadap setiap perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi," ucapnya menegaskan.

    Jenderal George Toisutta berpesan, dalam melaksanakan tugas operasi militer untuk perang dan selain perang di wilayah Papua dan Papua Barat, Kodam XVII/Cenderawasih harus terus meningkatkan pembinaan kesiapan operasional dan kewilayahan kepada segenap jajaran komandonya. Tujuannya untuk menghadapi tantangan dan tuntutan tugas yang sangat dinamis dan semakin kompleks.

    Acara serah terima dihadiri oleh para pejabat militer dan sipil. Kegiatan itu juga diwarnai aksi demonstrasi beladiri "Yong Moodo" yang dilakukan oleh ratusan anggota TNI dan juga defile.

    Sebelum menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) II/Cenderawasih, Erfi Triassunu yang lahir di Jember, Jawa Timur, 28 Oktober 1956 adalah Kepala Staf Kodam (Kasdam) di Banda Aceh.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> KSAD Pimpin Sertijab Pangdam XVII/Cenderawasih

    Membangun Grand Strategy Meningkatkan Kualitas Personel Pertahanan

    Pasukan TNI

    Pertahanan negara yang tangguh harus diwujudkan, guna menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik militer maupun nonmiliter, dari luar negeri maupun dalam negeri. Untuk mencapai hal itu, diperlukan sumber daya yang memiliki kemampuan dan kekuatan dengan jumlah yang cukup, dan siap setiap saat dioperasikan manakala dibutuhkan.

    "Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan), sudah, sedang, dan akan terus melakukan optimalisasi program, yang antara lain merupakan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan (Ditjen Kuathan)," kata Dirjen Kuathan Kemhan Laksamana Muda (Laksda) Mochamad Jurianto SE, di Jakarta, kemarin. Berikut penjelasannya:

    Masalah Kesehatan

    Mewujudkan pertahanan negara yang tangguh, merupakan visi Kemhan 2010-2014. Dengan salah satu grand design adalah, meningkatkan kualitas personel pertahanan, yang di antaranya harus memiliki derajat kesehatan yang tinggi agar setiap saat siap menjalankan tugas pertahanan negara dengan segala macam kesulitannya. Terkait masalah ini, Kemhan telah memberikan perawatan kesehatan melalui hasil pengelolaan iuran pemeliharaan kesehatan (IPK) yang dikelola rumah sakit di lingkungan Kemhan dan TNI. Saat ini, rumah sakit dimaksud telah tersedia dengan berbagai tingkatan, mulai dari kelas IV, III, II, dan I. Namun, keberadaan rumah sakit Kemhan/TNI, dilihat dari aspek lokasi, belum sepenuhnya mampu mengakomodasi atau menjangkau lokasi penugasan prajurit TNI yang tersebar di berbagai daerah, bahkan di perbatasan dan wilayah terpencil.

    Kondisi ini masih menimbulkan masalah bila ada prajurit atau keluarganya yang sakit, karena biaya perjalanan ke rumah sakit Kemhan cukup besar, termasuk waktu yang diperlukan. Dalam menghadapi masalah ini, Kemhan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, sedang berupaya mengefektifkan pemberdayaan dan pengelolaan IPK, termasuk subsidi pemerintah, melalui BPJS yang ditunjuk sesuai peraturan terkait. Masalah pemeliharaan kesehatan di lingkungan Kemhan dan TNI, begitu mendasar, karena berkorelasi langsung dengan kesiapan prajurit selaku komponen utama pertahanan negara. Karena, sewaktu-waktu mereka harus siap ditugaskan ke daerah operasi.

    Tunjangan dan Santunan

    Dirjen Kuathan memaparkan, dengan diundangkannya UU No 34/2004 tentang TNI, perlakuan dan penghargaan terhadap prajurit, khususnya penyandang cacat, mengalami perubahan. Pasal 55 Ayat 1 Huruf d UU TNI menentukan bahwa: "Prajurit TNI diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan karena tidak memenuhi persyaratan jasmani atau rohani".

    Ketentuan tersebut hanya salah satu dari alasan pemberhentian dari dinas keprajuritan. Karena, masih terdapat beberapa alasan pemberhentian, baik dengan hormat maupun tidak hormat.

    Pemerintah menghendaki postur TNI yang lebih baik dan profesional di bidangnya, sehingga mampu mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai komponen utama pertahanan negara. TNI selalu siap meski berhadapan dengan risiko cedera fisik dan mental yang bisa mengakibatkan cacat jasmani atau rohani. "Oleh sebab itu, perhatian pemerintah dan DPR terhadap TNI, khususnya prajurit penyandang cacat, semakin besar," kata Laksda M Jurianto.

    Dalam Pasal 57 UU TNI disebutkan bahwa: "Hak prajurit TNI yang menyandang cacat berat, sedang, dan ringan, yang diakibatkan karena tugas operasi militer, atau bukan militer selama dalam dinas keprajuritan, diatur dengan peraturan pemerintah (PP)". Sehingga, berdasarkan hal itu, pemerintah menetapkan PP No 56/2007 tentang Santunan dan Tunjangan Cacat Prajurit TNI. Ini juga ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menhan Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pemberian Santunan dan Tunjangan Cacat Prajurit TNI.

    Norma-norma yang ditetapkan dalam PP tersebut, antara lain diatur bahwa prajurit TNI penyandang cacat tingkat III (golongan C, B, dan A), dan tingkat II (golongan C, B, dan A), diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan. Dengan demikian, prajurit penyandang cacat tingkat III dan II tersebut, setelah mendapatkan rehabilitasi fisik, mental dan sosial di Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kemhan, dapat menikmati hidupnya dan berkarya di masyarakat. Di sisi lain, institusi TNI tidak lagi memberikan beban dan tanggung jawab kepada prajurit penyandang cacat tersebut.

    Khusus prajurit penyandang cacat tingkat I (golongan C, B, dan A), jelas Dirjen Kuathan, masih tetap berdinas sebagai prajurit aktif. "Karena, kondisi fisik dan mental mereka masih dapat mengabdi sebagai prajurit TNI dengan penempatan dalam jabatan yang disesuaikan dengan kondisinya," ujarnya.

    Pasal 2 PP 56/2007 menentukan bahwa prajurit penyandang cacat diberikan santunan dan tunjangan cacat sebagai penghargaan pemerintah atas pengorbanannya, dan besarannya ditentukan atas dasar tingkat dan golongan kecacatannya. Santunan cacat diberikan hanya 1 (satu) kali, sedangkan tunjangan cacat diberikan setiap bulan, yang direncanakan dibayarkan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008.

    Ada pun untuk santunan, rinciannya adalah, yang tertinggi diberikan kepada prajurit penyandang cacat tingkat III golongan C sebesar 18 (delapan belas) kali penghasilan terakhir. Dan yang terendah, prajurit penyandang cacat tingkat I golongan A sebesar 2 (dua) kali penghasilan terakhir.

    Sedangkan, tunjangan yang tertinggi diberikan kepada prajurit penyandang cacat tingkat III golongan C sebesar 100 % dari gaji pokok terakhir. Kemudian, yang terendah, prajurit penyandang cacat tingkat II golongan A sebesar 25 % dari gaji pokok terakhir.

    Bagi prajurit TNI penyandang cacat yang meninggal setelah PP 56/2007 diundangkan, maka permohonan diajukan oleh ahli waris. Realisasi pemberian santunan dan tunjangan cacat kepada prajurit TNI penyandang cacat masih menunggu penyelesaian Peraturan Menkeu tentang Pembayaran Santunan dan Tunjangan Cacat Prajurit TNI.

    Selain santunan dan tunjangan, prajurit penyandang cacat masih memperoleh hak-hak lain sebagaimana diatur UU No 6/1966 tentang Pemberian Pensiun, Tunjangan Pensiun, Tunjangan Bersifat Pensiun, dan Tunjangan Kepada Militer Sukarela. Bahkan, berdasarkan Pasal 51 ayat (2) UU TNI, prajurit TNI juga dimungkinkan mendapat pesangon. Dan saat ini, UU No 6/1966 tentang Pemberian Pensiun, Tunjangan Pensiun, Tunjang Bersifat Pensiun, dan Tunjangan, sedang dilakukan peninjauan, antara lain guna penyesuaian dengan perpanjangan usia pensiun bagi prajurit TNI. Dengan demikian, kehidupan prajurit dan keluarganya, khususnya prajurit TNI penyandang cacat akan benar-benar dijamin oleh pemerintah.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Membangun Grand Strategy Meningkatkan Kualitas Personel Pertahanan

    Varia TNI Ketua DPR Tabur Bunga dari KRI

    KRI Makassar-590

    JAKARTA -Ketua DPR Marzuki Alie menjadi inspektur upacara tabur bunga memperingati hari pahlawan di atas geladak KRI Makassar-590 di Perairan Teluk Jakarta, Rabu (10/11). Upacara tabur bunga diikuti TNI, mahasiswa, pelajar, dan organisasi pemuda.

    Acara tabur bunga dari atas KRI Makasar-590 dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Wakil KSAD Letjend TNI Suryo Prabowo, Wakil KSAL Laksda TNI Marsetio, Danlantamal III Jakarta Laksma TNI Iskandar Sitompul, jajaran pejabat TNI AL dan Kementerian Sosial serta para veteran.

    Upacara tabur bunga juga melibatkan lima kapal pendamping, yakni kapal AL, Kapal Polisi Air, Kapal KPLP, kapal Bea Cukai, tim pengamanan Kopaska Armabar dan Satkamla Lantamal III. Posisi tabur bunga sekitar 1 mil dari Damar.

    Atlet Tembak TNI AD Juara Umum di Malaysia

    JAKARTA - Para atlet tembak TNI Angkatan Darat (AD) yang mengikuti Lomba Tembak Asean Army Rifle Meet (AARM) ke-20 Tahun 2010 di Malaysia, berhasil meraih prestasi dengan mempertahankan predikat juara umum.

    Kontingen menembak TNI AD berjumlah 64 prajurit terdiri dari 37 orang petembak, 20 orang pendukung dan 7 orang observer diterima pimpinan TNI AD di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (11/11). Di bawah pimpinan Komandan Kontingen Letkol TNI Maruli Simanjuntak kontingen tersebut sejak tanggal 10 Oktober hingga 29 Oktober 2010 lalu mengikuti Lomba Tembak yang diikuti oleh para petembak Angkatan Darat seluruh Negara Asean.

    Nomor menembak yang diperlombakan adalah jenis Pistol Putra dan Putri, Karaben, Senapan serta SO. Dari 45 Medali Emas yang diperebutkan, Kontingen TNI Angkatan Darat meraih 23 Medali Emas, 13 Medali Perak, serta 14 Medali Perunggu.


    Patkamla Temukan 11 Proyektil Meriam

    JAKARTA - Tim Patroli Keamaan Laut (Patkamla) Lantamal III menemukan dan segera mengamankan 11 proyektil Meriam kaliber 120 mm dan dua karung berisi 2.225 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

    Proyektil ini ditemukan di alur masuk gedung pompa antara Pelabuhan Barat Muara Baru dengan Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (5/11).

    Komandan Lantamal III, Laksma TNI Iskandar Sitompul melalui Kepala Bagian Penerangan Lantamal III, Mayor TNI Agus Susilo mengatakan, amunisi meriam kaliber 120 mm dan ribuan proyektil peluru diperkirakan bekas atau sisa perang dunia ke II.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Varia TNI Ketua DPR Tabur Bunga dari KRI

    Kemenhan Siapkan Roadmap Industri Pertahanan

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

    KEMENTERIAN Pertahanan tengah menyiapkan cetak biru (roadmap) industri pertahanan untuk menciptakan kekuatan pertahanan nasional ke depan. Selain itu, juga sebagai upaya meningkatkan prioritas yang ingin dicapai industri dalam jangka pendek dan jangka panjang.

    "Kami tengah menyiapkan roadmap untuk jangka waktu 5 hingga 20 tahun ke depan dalam menjawab tantangan dunia militer masa mendatang," kata Kepala Riset dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Pos Hutabarat, di sela Indodefence Seminar 2010, di Jakarta, (11/11).

    Dalam jangka pendek, kata Pos, pemerintah akan memprioritaskan kekuatan esensi seperti persenjataan, personel, serta infrastruktur untuk perlindungan teritori negara. Sementara, dalam jangka panjang, pemerintah akan mendata jenis peralatan militer apa saja yang akan dibutuhkan di masa mendatang dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun.

    "Kami juga berencana bekerja sama dengan supplier asing, karena kita tidak mungkin produksi segala perlengkapan sendiri dimana pemerintah akan membentuk komite yang secara bertahap akan memodernisasi perlatan militer untuk mengisi industri domestik," kata Pos.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> Kemenhan Siapkan Roadmap Industri Pertahanan

    US-Secret Service Lecehkan Paspampres

    US Secret Service

    INILAH.COM, Jakarta - Sikap arogansi US Secret Service yang memeriksa sejumlah Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) RI mendapat kecaman anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    Anggota Komisi I DPR, Sidarto Danusubroto menyesalkan sikap arogansi petugas keamanan Presiden Obama, karena itu sangat melecehkan martabat Indonesia sebagai tuan rumah.

    "Kami sangat menyesalkan sikap arogansi Amerika itu. Pemeriksaan itu sungguh berlebihan dan amat melecehkan harkat-martabat kita sebagai bangsa," kata Sidarto kepada INILAH.COM, Kamis (11/11/2010) malam.

    Menurut politisi PDIP ini, Indonesia diremehkan AS lantaran posisi Indonesia yang tidak seimbang, baik secara ekonomi maupun politik.

    "Mereka jumawa karena kekuatan ekonominya kuat, sementara kita jauh sekali tertinggal. Sehingga relasinya tidak setara dan seimbang," paparnya.

    Seperti diberitakan, saat Presiden AS Barack Obama akan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (9/11/2010) petang, anggota US-SS memeriksa senapan-senapan milik Paspampres berseragam lengkap yang bertugas menyambut Obama di karpet merah.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> US-Secret Service Lecehkan Paspampres

    KAI seeks additional partners for KF-X fighter

    illustration K-FX

    Korea Aerospace Industries is talking to external parties about participating in its KF-X fighter programme, with Indonesia's planned involvement yet to be confirmed.

    "We're not sure yet who we'll be working with on the KF-X," says Enes Park, executive vice-president at KAI. "More countries could come in." The South Korean government will provide 60% of the required funds for the programme, he adds, with the remainder to be sourced from "external parties".

    While he does not rule out Indonesia's participation in the programme, Park says KAI is now speaking with "several countries".

    At the Farnborough air show in July, South Korea signed a memorandum of understanding with Indonesia, with the latter to potentially contribute up to 20% of the KF-X development costs. Seoul was also in discussions with Turkey at that time.

    The KF-X programme envisages the production of around 120 fighters for the South Korean air force. However, a potential price tag of around $8 billion has caused successive South Korean governments to balk at giving the project the go-ahead. The involvement of other countries could reduce costs for Seoul.

    from : FG
    Readmore --> KAI seeks additional partners for KF-X fighter

    Update : Hati-hati F-16 Bekas

    F-16 TNI AU

    Jakarta, Kompas - Pemerintah perlu mempertimbangkan dengan matang jika hendak menerima hibah pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Selain karena pesawat sudah tua, Indonesia juga perlu mengurangi ketergantungan teknologi militer dari negara lain.

    ”Untuk dapat kita pakai, pesawat F-16 yang dihibahkan itu harus mengalami perbaikan total atau retrofit. Saat retrofit selesai, pesawat itu sudah tua. Kita mengeluarkan banyak uang untuk memperbaiki barang tua,” kata Tjahjo Kumolo, anggota Komisi I DPR, di Jakarta, Kamis (11/11).

    Salah satu agenda penting di bidang pertahanan yang akan ditindaklanjuti terkait kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, beberapa waktu lalu, adalah tawaran hibah pesawat F-16 dari AS. AS lebih fokus ke F-18 dan lainnya. Pesawat F-16 yang dihibahkan itu harus mengalami retrofit dengan biaya sepertiga dari harga pesawat tersebut ketika masih baru.

    Dengan hibah itu, AS terlihat baik hati. ”Padahal, itu pesawat yang sudah tua sehingga meski sudah diperbaiki, belum tentu efektif untuk memberikan daya gentar,” tutur anggota Fraksi PDI-P itu. Dia berharap anggaran perbaikan pesawat hibah itu sebaiknya untuk membeli pesawat baru.

    Teguh Juwarno, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, mengingatkan, Indonesia pernah memiliki sejumlah pengalaman buruk saat membeli atau menerima hibah peralatan militer bekas. ”Kita pernah menerima kapal selam bekas. Meski sudah diperbaiki, ternyata tetap tidak dapat beroperasi maksimal,” katanya.

    ”Rencana hibah pesawat F-16 ini membuat Indonesia semakin tergantung alat pertahanan dari negara lain. Padahal, pengalaman selama ini, jika ada masalah politik sedikit saja, alat pertahanan itu dapat mangkrak (tak terurus) karena sulit mendapat suku cadang karena negara pembuat melakukan embargo,” ujar Teguh.

    Namun, Indria Samego dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menilai, dalam situasi keterbatasan anggaran pertahanan Indonesia, hibah itu dapat diterima. Sebab, biaya perbaikan total yang dikeluarkan lebih murah, yaitu hanya sepertiga dibandingkan membeli pesawat baru.

    ”Selama ini Indonesia juga sudah memakai F-16. Dengan demikian, jika sekarang ada pesawat baru, secara ekonomi juga akan lebih hemat karena tidak ada keharusan untuk belajar mengoperasikannya,” katanya.

    Terkait banyaknya bencana dan minimnya anggaran, Indonesia sebaiknya membeli pesawat angkut multiguna. Hal itu disampaikan Peter Scoffham, Vice President Defence Capability Marketing Airbus Military, Kamis.

    Ia menggarisbawahi pentingnya alat angkut yang multiguna sebagai bentuk pertanggungjawaban anggaran yang merupakan uang pajak rakyat. Alat angkut fleksibel bisa digunakan untuk mengangkut barang bantuan, korban bencana, atau pasukan penerjun, dan bisa diubah fungsinya dalam waktu singkat. Uang masyarakat pun tidak sia-sia.

    Barbara Kracht, Vice President Media Relations Airbus Military, mengatakan, Airbus memproduksi beberapa pesawat angkut, termasuk yang ringan dan medium, yaitu C-212, CN-235, dan C-295 serta A400M. Yang terakhir ini dianggap sebagai pesaing Hercules C-130 yang banyak digunakan Indonesia.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Update : Hati-hati F-16 Bekas

    12 Pulau Kecil Terluar Memerlukan Perhatian Khusus

    Pulau Rondo Merupakan Pulau Terdepan NKRI

    Jakarta, Kompas - Sebanyak 12 pulau kecil terluar memerlukan perhatian khusus dari pemerintah, baik dari sisi keamanan, pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakatnya. Selama ini banyak daerah perbatasan negara dan pulau kecil terluar atau terdepan kurang tersentuh pembangunan.

    Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan ketika membuka Lokakarya Nasional Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Pembangunan Kawasan Perbatasan, Kamis (11/11) di Jakarta.

    ”Sementara negara tetangga, Malaysia, telah membangun pusat-pusat pertumbuhan di sepanjang koridor perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan, yang memberikan keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakatnya,” kata Mendagri.

    Ke-12 pulau kecil terluar itu adalah Pulau Rondo (Aceh), Pulau Sekatung, Pulau Nipah (Kepulauan Riau), Pulau Berhala (Sumut), Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Marampit (Sulut), Pulau Batek, Pulau Dana (NTT), Pulau Fani (Papua Barat), Pulau Fanildo, dan Pulau Bras (Papua).

    Salah seorang pembicara, Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, menambahkan, pembangunan di daerah perbatasan negara perlu juga memberdayakan masyarakat. ”Sebuah negara bisa kehilangan warga negaranya kalau tidak memberikan perhatian yang cukup,” ujarnya.

    Sekretaris Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Letjen Hotmangaradja Panjaitan menyatakan perlunya penyelesaian permasalahan batas-batas negara, yaitu penetapan, pengamanan, dan pengelolaan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> 12 Pulau Kecil Terluar Memerlukan Perhatian Khusus

    Jakarta earmarks funds for utility helicopter deal

    AgustaWestland's AW139

    Jakarta has earmarked $65 million for new medium utility helicopters, but the Indonesian defence ministry has yet to receive the funds.

    The army plans to use the money to buy a batch of six medium utility helicopters, according to an industry source speaking at the tri-service Indo Defence Expo & Forum in Jakarta. A second batch of eight aircraft would be purchased later.

    Previous reports have suggested that Indonesia's total requirement could be for 24 new utility helicopters; enough to be divided into two squadrons.

    The army has yet to select a type, but has said in the past that it wants a helicopter that can perform both utility and attack roles. However, the industry source says the first role has taken on a greater priority recently.

    Several helicopter manufacturers were present at the Jakarta show, including AgustaWestland, Eurocopter and Indonesian Aerospace (IAe).

    Possible contenders for the requirement include AgustaWestland's AW139, the Eurocopter-promoted NH Industries NH90, and the Bell 412EP, put forward by the US manufacturer and IAe.

    From : FG
    Readmore --> Jakarta earmarks funds for utility helicopter deal

    Update : Indonesia nears decision on F-16, C-130 upgrades


    Indonesia should make a decision on a mid-life upgrade for its Lockheed Martin F-16A/Bs in 2011 or 2012, but could also buy an additional batch of six Block 50/52 fighters.

    If the upgrade takes place it will extend the service life of the Indonesian air force's current F-16s from 4,000 to 8,000 flight hours, and make them as capable as new-build models, says an industry source. An upgrade to all 10 aircraft is likely to cost around $150 million.

    Modernisation work would take one year per aircraft, with the work to be conducted in Indonesia using kits provided by Lockheed, according to details revealed at the tri-service Indo Defence Expo & Forum in Jakarta. The air force also wants to acquire Falcon Star and Falcon Up upgrades for its current fighters.

    In addition, Lockheed is pushing for Indonesia to purchase six more F-16s in the Block 50/52 configuration to give it a full squadron of 16 operational aircraft.

    Another option, albeit less likely, would be for the nation to replace its current F-16s with ex-US Air National Guard Block 50/52 airframes. However, these would have a remaining service life of only 1,500h each and be less compatible with the US Air Force's support system for the type.

    Indonesia is also in discussions with Lockheed about a possible service life extension programme for its C-130B/H transports, although the fighter upgrade has the higher priority.

    A decision to upgrade both types would be consistent with the nation's plans to modernise its military. In October, defence minister Purnomo Yusgiantoro said about 150 trillion Indonesian rupiah ($16.8 billion) is needed over the next five years to support the process.

    Indonesia's F-16s and C-130s are a legacy of the Cold War, when Washington considered the nation a key ally. That changed when a US arms embargo was imposed in 1992 after Indonesian soldiers killed East Timorese pro-independence demonstrators. The restrictions were tightened in 1999 after a brutal crackdown in an unsuccessful attempt to prevent East Timor's independence.

    The embargo resulted in the grounding of most of the nation's F-16s until it was lifted in 2005 when Washington began to view Indonesia as a model of a majority-Muslim country that is also a secular democracy.

    Relations have steadily improved, underlined by US President Barack Obama's visit to Indonesia on 9-10 November.

    From : FG
    Readmore --> Update : Indonesia nears decision on F-16, C-130 upgrades

    The Roulettes, Penarik Perhatian

    Akrobatik The Roulettes

    Salah satu yang bakal menjadi penarik perhatian utama dalam Pameran Indo Defence, Indo Aerospace, dan Indo Marine 2010 adalah penampilan tim akrobatik udara The Roulettes dari Royal Australian Air Force.


    Pilatus PC 9/A—pesawat dengan dua tempat duduk dan satu mesin turboprop—beratraksi di udara Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, hingga 13 November mendatang. Dalam acara pembukaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah undangan, baik dari Kementerian Pertahanan, TNI, maupun tamu dari industri pertahanan dan militer puluhan negara, terpesona dengan tampilan The Roulettes yang berwarna merah-putih itu, Rabu (10/11).

    Dengan formasi wedge, misalnya, enam pesawat terbang di sebelah podium membentuk segitiga dengan satu pesawat di depan sebagai ujung mata panah yang meluncur. Posisi sebaliknya, Delta juga hadir, di mana tiga pesawat mengawali formasi segitiga itu.

    Tepuk tangan penonton mulai membahana saat dua pesawat PC 9/A terbang horizontal dengan posisi seperti cermin. Maksudnya, kedua pesawat itu saling berhadapan secara horizontal. Pertunjukan semakin seru saat keenam pesawat tersebut muncul dengan formasi corkscrew alias pembuka botol anggur. Sebuah pesawat bergerak berputar terus-menerus di belakang formasi berbentuk segitiga.

    Sulit akrobat

    Jenis pesawat yang menggunakan baling-baling, menurut juru bicaranya, flying officer Gareth Gordon, membuat agak sulit melakukan akrobat di udara karena tidak stabil. Selain itu, lebar jangkauan baling-baling sepanjang 1,8 meter juga membuat harus ada ketelitian tinggi.

    Beberapa gerakan memang mengundang detak jantung. Dengan formasi vulcan, misalnya, dua pesawat berderet di depan, diikuti dua pesawat yang membentuk sudut 120 derajat dengan dua pesawat di depan itu melakukan jungkir balik. Atau bisa juga gerakan combat pitch out, di mana keenam pesawat itu bergerak berputar membentuk lingkaran terus-menerus. ”Ada beberapa gerakan jungkir balik, misalnya loop, wingover, atau barrel roll,” ujar Gordon.

    Berbagai gerakan salto memang dilakukan. Ibarat penari, The Roulettes bersalto dengan berbagai gaya. Ada yang tetap kembali pada arahnya, ada yang sambil berbelok, ada yang susul-menyusul bergantian. Perlu diingat, semua gerakan itu dilakukan hanya dengan jarak antarpesawat sejauh 3 meter.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> The Roulettes, Penarik Perhatian

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.