ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, June 26, 2010 | 6:26 PM | 0 Comments

    TNI Butuh Alutsista dan Kesejahteraan, bukan Hak Pilih


    JAKARTA--MI: Pakar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Irmanputra Sidin mengatakan, pemerintah sebaiknya mengembangkan wacana yang lebih konstruktif bagi TNI seperti bagaimana menaikkan kesejahteraan prajurit, pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern yang dibutuhkan saat ini.

    "Hal tersebut dibutuhkan TNI daripada mewacanakan untuk memberikan hak pilih bagi mereka," kata Irmanputra Sidin di Jakarta, Jumat (25/6).

    "TNI adalah satu-satunya lembaga yang paling berhasil mereformasi diri dibandingkan lembaga negara manapun di Indonesia. Keberhasilan ini dan keberhasilan TNI menjaga kedaulatan seharusnya bisa diapresiasi oleh pemerintah dengan memberikan kehidupan yang lebih layak buat seluruh prajurit TNI," katanya.

    Sebelumnya beredar wacana untuk memberikan hak pilih bagi anggota TNI dalam pemilu.

    Menurut Irmanputra, peningkatan kesejahteraan prajurit, pembelian alusista modern yang dibutuhkan TNI saat ini dan pelatihan yang baik bagi prajurit, diyakininya lebih dibutuhkan oleh seluruh prajurit TNI dan juga negara ini.

    Ini jauh lebih penting dan pasti diinginkan oleh seluruh prajurit dibandingkan dengan mengembangkan wacana mengenai hak pilih tersebut, katanya menegaskan.

    Irmanputra menegaskan wacana hak pilih TNI ini adalah wacana berulang. Negara menurutnya tidak berpikir apa kebutuhan tentara. Setiap anggota TNI sudah sadar ketika dia menjadi anggota TNI maka dia akan kehilangan salah satu haknya dan hal itu adalah wajar sebagai bentuk konsekuensi pilihan hidup anggota TNI.

    TNI sadar bahwa mereka bukan warga negara biasa karena diberikan kewenangan memegang senjata, sehingga mereka juga sadar bahwa untuk statusnya itu ada hak-hak warga negara biasa yang tidak bisa dimilikinya, paling tidak untuk saat ini.

    Ia mengatakan, menjadi anggota TNI adalah pilihan hidup profesional sehingga anggota TNI sadar bahwa dia kehilangan hak pilihnya saat bergabung dengan TNI.

    Seharusnya negara membiarkan saja dulu hal ini seperti saat ini sampai TNI menjadi profesional dengan terpenuhinya segala kebutuhan hidup dan keluarganya dan kebutuhan mereka untuk membela negara, tegasnya.

    Irman mengkritik pemerintah yang lebih berani memberikan renumerasi pegawai pajak yang jelas-jelas dari segi prestasi jauh di bawah apa yang telah diraih TNI. Namun tambahnya kepada TNI justru tidak diberikan renumerasi yang seimbang dengan beban tugasnya.

    "Pegawai pajak sudah diberi renumerasi masih saja korupsi dan paling jauh ganjarannya penjara. Sementara anggota TNI yang sudah berprestasi mengawal reformasi serta berhasil menjaga Indonesia dengan taruhan nyawanya renumerasinya tidak diberikan," jelasnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI Butuh Alutsista dan Kesejahteraan, bukan Hak Pilih

    KRI Dewaruci Lolos Dari Ganasnya Laut Mediterania


    SIAGA-GAYA: Setelah melakukan perjalanan tiga hari mengarungi ganasnya Laut Mediterania, akhirnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merapat di dermaga Pelabuhan Malaga, Spanyol.

    Kapal yang memiliki tiang layar setinggi 35 meter tersebut bertolak dari Aljazair pada 17 Juni 2010 dengan dilepas Duta Besar RI untuk Aljazair, Yuli Mumpuni Widarso.

    "Perjalanan dari Aljazair ke Malaga ditempuh dalam waktu tiga hari. Padahal biasanya hanya dua hari," kata Kariono.

    Lamanya waktu tempuh itu disebabkan tingginya gelombang dan kecepatan angin di Laut Mediterania.

    Awalnya KRI Dewaruci mengatakan kecepatan angin hanya lima knot. Namun, dalam waktu singkat perlahan-lahan kecepatan angin bertambah menjadi 20 hingga 25 knot dan meningkat lagi menjadi 40 knot, terutama di sekitar perairan Teluk Almeria di bagian tenggara Spanyol.

    Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Mayor Laut Kariono di Surabaya, Jumat, (25/6), mengatakan, kapal layar tiang tinggi yang diawaki para kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) itu tiba di Malaga pada 23 Juni 2010 pukul 08.30 waktu setempat.

    "Mereka terlambat akibat pengaruh kondisi cuaca Samudera Atlantik yang terbuka hingga Selat Gibraltar," kata Kariono.

    Sementara tinggi gelombang mencapai 4-5 meter myang engakibatkan air laut masuk melalui haluan kapal itu.

    Hampir semua awak kapal mabuk laut. "Bahkan jumlah prajurit yang mengalami `sea sick` (mabuk laut) ini melebihi dari yang pernah terjadi. Mungkin karena mereka terlalu lama terombang-ambing gelombang Laut Mediterania, yakni 28 jam," katanya.

    Setelah Spanyol, KRI Dewaruci dijadwalkan akan singgah ke Prancis, Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda, Jerman, Italia, dan Mesir, sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air pada September 2010.

    Sumber: SIAGA INDONESIA
    Readmore --> KRI Dewaruci Lolos Dari Ganasnya Laut Mediterania

    Friday, June 25, 2010 | 9:47 PM | 0 Comments

    Pesawat KT-1 Wong Bee Mengudara Lagi

    Pesawat latih jenis KT1 Wong Bee

    DENPASAR, KOMPAS.com — Sehari pasca-jatuhnya salah satu pesawat latih KT-1 Wong Bee di Lanud Ngurah Rai, hari ini 4 pesawat KT-1 Wong Bee lainnya yang kemarin juga ikut serta dalam terbang gembira kembali mengudara. Empat pesawat KT-1 Wong Bee ini terbang dalam rangka melanjutkan program latihan navigasi jarak jauh yang dilaksanakan sekolah instruktur penerbang Yogyakarta.

    "Empat pesawat KT-1 Wong Bee dengan rute Ngurah Rai-Juanda-Adi Sucipto telah take off dari Lanud Ngurah Rai pada pukul 14.25 Wita,” ujar Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Ngurah Rai Kapten (Sus) Rinaldi melalui pesan singkatnya. “Latihan ini melibatkan empat orang siswa dan instruktur,” tambahnya.
    Program latihan navigasi jarak jauh yang dilaksanakan instruktur penerbang Yogyakarta ini sempat terganggu karena jatuhnya salah satu pesawat KT-1 Wong Bee dalam joy flight atau terbang gembira bersama Muspida Bali pada Kamis kemarin.
    Sampai saat ini tim investigasi dari Mabes TNI AU masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi Pangdam IX Udayana Mayjen Rachmad Budianto ini.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pesawat KT-1 Wong Bee Mengudara Lagi

    Korut Larang Berlayar di Pantai Barat

    illustrasi

    SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara mengeluarkan satu peringatan larangan berlayar di pantai barat Semenanjung Korea, Jumat (25/6/2010) yang kemungkinan diduga sebagai bagian latihan militer rutin.

    Ketegangan antara kedua Korea meningkat sejak Korea Selatan (Korsel) menuduh Korea Utara (Korut) mentorpedo sebuah kapal perangnya Maret lalu yang menewaskan 46 pelaut. Korut membantah terlibat dalam insiden itu dan mengatakan tuduhan tersebut adalah rekayasa politik.

    "Korut menetapkan satu daerah barat laut (Laut Kuning) sebagai zona larangan berlayar 19-27 Juni," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel.

    "Ini agaknya bagian dari pelatihan militer dan kami tidak melihat ada indikasi-indikasi kegiatan yang luar biasa oleh militer Korut."

    Sebuah laporan satu surat kabar lokal, Jumat mengatakan peringatan larangan berlayar itu dikeluarkan Korut kemungkinan sebagai persiapan bagi pelucuran rudal jarak pendek.

    Korut memprotes tuduhan Korsel bahwa kapal selamnya menembakkan satu torpedo yang menenggelamkan kapal perang Cheonan, dan memperingatkan akan terjadi perang jika Korsel menjatuhkan hukuman.

    Memperingati ulang tahun ke 60 meletusnya Perang Korea, Presiden Korsel Lee Myung-bak menuntut Korut meminta maaf dan menyerukan dihentikannya provokasi-provokasi.

    "Korut harus menghentikan provokasi-provokasi yang nekat dan bergabung pada jalan hidup berdampingan secara damai di kalangan 70 juta jiwa warga Korea," katanya.

    "Tujuan utama kami bukan konfrontasi militer tetapi penyatuan yang damai."

    Korut melanggar satu larangan Dewan Keamanan bagi peluncuran-peluncuran rudal balistik dengan melancarkan serangkaian peluncuran rudal 4 Juli tahun lalu.

    Para pengamat mengatakan gerakan-gerakan militer Korut bertujuan untuk memperkuat kedudukan politik pemimpin Kim Jong Il di dalam negeri dan posisi tawar menawar negaranya saat negara-negara regional berusaha membujuk Pyongyang untuk kembali ke perundingan perlucutan senjata nuklir.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korut Larang Berlayar di Pantai Barat

    DITUMPANGI GUBERNUR LEBU RAYA Helikopter TNI AD Mendarat Darurat


    illustrasi

    KUPANG, KOMPAS.com — Sebuah helikopter milik TN-AD yang ditumpangi Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya (50) melakukan pendaratan darurat di daerah Benlutu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Jumat (25/6/2010), akibat cuaca buruk.

    Gubernur Lebu Raya menumpangi helikopter tersebut untuk menghadiri sebuah acara syukuran sekaligus penobatan Sekwilda NTT Fransiskus Salem menjadi Raja Noemuti di Kabupaten Timor Tengah Utara, sekitar 220 km timur Kupang.

    Keterangan yang diperoleh menyebutkan, yang mendampingi Gubernur NTT dalam penerbangan tersebut adalah Kepala Seksi Intel Korem 161/Wirasakti Kupang Mayor Inf Helmy Tjayadi Sugiono.

    Ketika memasuki wilayah Timor Tengah Selatan, sekitar 110 km timur Kupang, helikopter yang dipiloti Kapten Pamungkas itu "dikepung" awan tebal dan hujan lebat sehingga ia mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat di daerah Benlutu.

    Kepala Biro Umum Setda NTT Bruno Kapok yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, Gubernur Frans Lebu Raya bersama rombongan sudah melanjutkan perjalanan ke Timor Tengah Utara menggunakan jalan darat.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> DITUMPANGI GUBERNUR LEBU RAYA Helikopter TNI AD Mendarat Darurat

    Indonesia-Belanda Nostalgia soal Perang

    Diorama koleksi Museum ABRI Satria Mandala, Jakarta.

    KOMPAS.com — Untuk pertama kali orang Indonesia dan orang Belanda berbicara terus terang tentang perang di zaman revolusi. Hal itu dilakukan oleh sekitar 70 orang peserta diskusi panel yang berjudul Pluralisation of Narrafives of the history of Indonesian Independence (Pluralisasi Kisah tentang Sejarah Kemerdekaan Indonesia) belum lama ini di Belanda. Tapi peserta diskusi itu tidak hanya membicarakan soal perang.

    Setelah Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda mengirim tentaranya ke Indonesia atau Hindia Belanda, sebutan Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Rakyat Indonesia pun melakukan perlawanan. Bagi Indonesia, masa itu adalah masa revolusi atau masa perang melawan Belanda yang mau menduduki kembali negerinya.

    Semua lapisan masyarakat pada saat itu bangkit melawan Belanda dengan semangat luar biasa. Mereka menggunakan bambu runcing untuk melawan tentara Belanda yang bersenjata lengkap. Namun, bagi pihak Belanda yang terjadi antara 1945 sampai 1949 itu bukan perang, melainkan penertiban umum atau aksi polisi, yang dalam bahasa Belanda disebut politionele actie.

    Petisi

    Beberapa saat silam sekelompok intelektual Belanda meminta Pemerintah Belanda untuk mengakui tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Petisi inilah yang mendorong sekelompok warga Indonesia di Belanda untuk menggelar diskusi panel ini.

    Salah seorang penandatangan petisi tadi adalah Profesor Nico Schulte Nordholt, guru besar di Universitas Twente. "Beliau memiliki keterkaitan masa lalu yang cukup erat dengan Indonesia karena beliau lahir di Indonesia pada saat bapaknya bertugas di sana," kata Alpha Amirrachman, ketua panitia diskusi panel yang digelar 19 Juni 2010 di gedung Universitas Leiden itu.

    Pertemuan itu adalah kesempatan untuk mengungkapkan cerita-cerita yang lebih personal yang belum terungkap tentang masa antara tahun 1945 sampai 1949. "Misalnya anaknya Pak Nico itu pernah menangis ketika mendengar bahwa tentara Belanda mati ditusuk oleh bambu runcing," kata mahasiswa PhD di Universitas Amsterdam ini. "Ada baiknya kalau cerita itu diketahui oleh orang Indonesia," tandasnya.

    Walhasil dari pukul 10 pagi sampai 4 sore, para hadirin yang merupakan keturunan pihak-pihak bermusuhan itu dengan serius tapi santai—dan kadang-kadang dibubuhi humor—bertukar cerita.

    Pengakuan sejati

    Pada perayaan 17 Agustus 2005, Ben Bot Menlu Belanda saat itu telah menyatakan "Pemerintah Belanda menerima 17 Agustus 1945 sebagai fakta sejarah awal kemerdekaan Indonesia". Menanggapi hal ini, Nico Schulte Nordholt, yang juga bertindak sebagai panelis, menilai itu tidak cukup. Ia ingin agar Pemerintah Belanda menyatakan pengakuan sejati 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan RI.

    Tjitske Lingsma, seorang wartawan Belanda, dalam makalahnya mengkritik perilaku penjajahan Belanda habis-habisan. Ia juga mengkritik Perdana Menteri Belanda demisioner, Jan Peter Balkenende, yang membanggakan "masa kejayaan VOC". Ia juga menyinggung Westerling, serdadu Belanda yang banyak membantai warga Sulawesi Selatan.

    Dan yang menarik pula ia mengecam sikap warga dan Pemerintah Belanda yang menuntut Jerman dan Jepang minta maaf, tapi segan minta maaf sama Indonesia. "Oleh karena itu, akan pantas bagi Pemerintah Belanda untuk meminta maaf atas suatu perbuatan yang tidak berlangsung bukan selama tiga tahun, tapi tiga abad," katanya.

    Buku sejarah bersama

    Nyonya Joty ter Culve, seorang warga Belanda kelahiran Indonesia atau tepatnya Hindia Belanda, memuji warga Indonesia yang memiliki gagasan menyelenggarakan pertemuan ini. "You are a hero (Anda pahlawan)," katanya.

    Alpha Amirrachman merasa puas atas kelancaran diskusi yang banyak mengungkap informasi ini. Ia membenarkan apa yang dikatakan Yoty ter Culve, pemimpin Yayasan Linggarjati itu. "Jadi ini upaya pertama yang digulirkan yang kebetulan dimulai oleh pihak Indonesia," tandasnya kepada Radio Nederland Wereldomroep.

    Keputusan diskusi panel yang konkret adalah berupaya untuk menyusun buku sejarah bersama yang memuat dua versi: Indonesia dan Belanda.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Indonesia-Belanda Nostalgia soal Perang

    DPR Kecam Manajemen Operasi Pesawat Militer


    Jakarta (ANTARA News) - Kalangan Komisi I DPR RI mengecam keras pola manajemen pengoperasian pesawat-pesawat militer Indonesia, menyusul jatuhnya pesawat latih TNI-AU di Lanud Denpasar, Kamis.

    "Insiden ini patut kami pertanyakan kepada para pejabat Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI-AU," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin kepada ANTARA, di Jakarta, Kamis malam.

    Ia mempertanyakan untuk kepentingan apa para pejabat seperti Pangdam Udayana dan Gubernur Bali menggunakan pesawat latih yang memang gunanya hanya sebagai sarana latihan.

    Kemudian, lanjutnya, siapa pun pemberi otoritas penggunaan pesawat tersebut, harus bertanggungjawab, karena dianggap melebihi batas kewenangannya.

    Sebagaimana dilaporkan dari Denpasar sebelumnya, Pesawat Latih TNI-AU jenis KT1 `Woong Bee` (dua awak) buatan Korea Selatan, jatuh.

    Pilot dan awak (Pangdam Udayana) selamat melalui kursi lontar.

    "Kan pesawat latih layaknya hanya untuk latihan dan bukan untuk kegiatan lain. Bingung juga para pejabat kita kadang masih memanfaatkan sesuatu yang tidak pada tempatnya seperti ini," ujar Tubagus Hasanuddin dari Fraksi PDI Perjuangan.

    Sementara itu, rekannya dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay, menyatakan, insiden ini sangat disayangkan.

    "Kok pesawat latih ditumpangi pejabat militer. Itu bukti kecerobohan mental pejabat kita kan," tegas Paskalis Kossay yang menghubungi ANTARA, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Belgia.

    Sedangkan Ketua Komisi I DPR RI, Kemas Azis Stamboel (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) mengatakan, karena dirinya masih di luar (negeri) dan baru mendengar berita tersebut, sehingga belum bisa berkomentar.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> DPR Kecam Manajemen Operasi Pesawat Militer

    Thursday, June 24, 2010 | 3:50 PM | 0 Comments

    Banten Jadi Uji Coba Nuklir


    Ir Adiwardojo

    SIAGA-SATU: Berkaitan dengan pengembangan PLTN, Deputi Pengembangan Teknologi Energi Nuklir Batan Ir Adiwardojo di Kampus II Universitas Tirtayasa, Cilegon, Kamis, (24/6) menyatakan bahwa PLTN tidak hanya melakukan penelitian di Provinsi Banten saja, melainkan provinsi-provinsi lain di Indonesia akan dikembangkan penelitian serupa. "Saat ini masih mencari lokasi yang strategis dan cocok untuk mengembangkan energi tersebut," kata Batan.

    Masih kata Batan, lokasi penelitian PLTN di Banten dipilih di sekita pantai utara Kramatwatu, karena berdasarkan penelitian wilayah ini aman dari gempa atau stunami atau dari hal lain yang harus dihindari seperti radiasi yang bisa membahayakan lingkungan.

    Batan mengatakan, pemerintah dalam program pengembangan energi nasional telah menetapkan kebijakan penggunaan energi nuklir yang diproyeksikan pada 2025 mencapai 2 persen dari kebutuhan listrik.

    Potensi PLTN sebagai penyedia panas dapat diaplikasikan selain untuk pembangkit listrik, juga dapat dikopel dengan berbagai proses industri untuk memanfaatkan panas atau uap yang dihasilkan.

    Sumber: SIAGA INDONESIA
    Readmore --> Banten Jadi Uji Coba Nuklir

    Pesawat Jatuh di Bandara Ngurah Rai, Pangdam Udayana Selamat

    Pesawat Latih TNI KT-1 Wongbee Jatuh Dan Terbakar

    DENPASAR, KOMPAS.com — Pesawat yang ditumpangi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto terbakar di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (24/6/2010) sekitar pukul 15.30 Wita.
    Jenderal berbintang dua itu dilaporkan selamat setelah loncat menggunakan payung terjun sebelum pesawat jatuh dan terbakar.
    Baik pilot maupun Pangdam dalam kondisi selamat. Dari empat pesawat latih, hanya satu pesawat yang mengalami kendala teknis. Komandan Lanud Ngurah Rai, Letnan Kolonel Aldrin Longan seperti dikutip Metro TV petang hari ini, membantah sudah terjadi senggolan antarpesawat.
    Pesawat latih yang ditumpangi Mayjen Rachmat Budiyanto itu adalah jenis KT 1 Wong Bee buatan Korea milik TNI AU. Sedangkan pilot yang mendampingi Rachmat adalah Mayor Pnb Andi Widjanarko. Pangdam ingin melihat situasi Bali dari udara.
    Pangdam Udayana Mayjen TNI Rachmat Budianto seperti dikutip Metro TV mengatakan, ada empat pesawat yang berurutan mendarat. Namun pesawat yang ditumpanginya mengalami masalah teknis sehingga ia menyelamatkan diri dengan kursi pelontar. "Saat kursi roda menyentuh, ada ledakan. Saya dan pilot terlempar ke atas," kata Rachmat.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pesawat Jatuh di Bandara Ngurah Rai, Pangdam Udayana Selamat

    Russia floats out 2nd frigate for Indian Navy


    Russia floats out 2nd frigate for Indian Navy

    A Russian shipyard took out of dry dock on Wednesday the second of three frigates being built for India's Navy, a Yantar spokesman said.
    The ceremony for the Tarkash frigate in Russia's Baltic exclave of Kaliningrad was attended by senior Russian and Indian military and civilian officials.
    The first of three Project 11356 frigates, named the Teg, was floated out last November. The third frigate, Trikand is due to be delivered in 2011-12.
    The warships will become modified Krivak III class (also known as Talwar class) guided missile frigates for the Indian Navy under a $1.6 billion contract signed in July 2006.
    The new frigates will be armed with eight BrahMos supersonic cruise missiles.
    They will be also equipped with a 100-mm gun, a Shtil surface-to-air missile system, two Kashtan air-defense gun/missile systems, two twin 533-mm torpedo launchers, and an antisubmarine warfare (ASW) helicopter.

    From: RIA
    Readmore --> Russia floats out 2nd frigate for Indian Navy

    Daripada Beri Hak Pilih, Lebih Baik Beri TNI Kesejahteraan


    JAKARTA--MI: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyatakan tahun 2014 bukanlah saat yang tepat untuk memberikan hak pilih kepada anggota TNI.

    Ia beralasan pemberian hak tersebut akan membuat TNI terkotak-kotak dan malah tidak bisa mengawal secara netral demokrasi.

    "TNI sebaiknya tetap menjadi pengayom dan pelindung. Bayangkan kalau mereka terkotak-kotak dalam keyakinan. Jangan ambil dual custody (dijadikan aset ganda)," papar Romi di gedung DPR, Kamis (24/6).

    Menurutnya, daripada membicarakan hak pilih, lebih baik TNI diberikan kesejahteraan. Ia menyakini bahwa TNI juga akan lebih memilih kesejahteraan.

    "Anggaran TNI perlu lebih besar lagi, bukan melulu untuk alutsista, namun untuk kesejahteraannya. Saya pandang itu lebih substansial," ujarnya.

    Saat ditanya apakah hak pilih TNI akan benar-benar menguntungkan satu parpol, Romi menolaknya. "Dari segi jumlah, suara TNI tidak signifikan. Hanya 400 ribu suara, biarkan TNI tetap netral. Lagipula ekspresi politik di TNI haram hukumnya," paparnya.

    Romi meyakini pasti ada suatu maksud dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan wacana itu. "Semua keputusan politik yang dikembangkan pasti ada reasoning politiknya," tambahnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Daripada Beri Hak Pilih, Lebih Baik Beri TNI Kesejahteraan

    Marzuki: TNI Sebaiknya Jaga Keamanan Dulu


    JAKARTA - Pro dan kontra atas diperbolehkannya TNI untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2014 mendatang terus berlanjut. Ketua DPR Marzuki Ali menilai TNI sebaiknya memfokuskan diri menjaga keamanan dulu.

    “Kita khawatir stabilitas keamanan jadi terganggu,” kata Marzuki di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

    Mantan Sekjen Partai Demokrat ini menambahkan, dengan diperbolehkannya TNI menggunakan haknya dikhawatirkan akan memenangkan salah satu kandidat.

    “Nyatanya kan PNS ini dikerahkan oleh incumbent, dijadikan timses, kalau tidak berpihak nanti diganti. Cara-cara seperti ini masih berjalan di PNS, nah bagaimana di TNI,” tuturnya.

    Jika hal tersebut dirasa perlu, tambah Marzuki, sebaiknya dicarikan waktu yang tepat untuk TNI menggunakan hak pilihnya.

    “Ada waktunya, perlu dipertimbangkan waktunya karena kita tidak boleh menutup hak politik seseorang. PNS saja punya hak, tapi pelan-pelan supaya mereka tahu bahwa mereka dilarang berpihak, dilarang kampanye, tapi mereka dikasih hak milih,” tuturnya.

    Ditanya apakah 2014 waktu yang cocok untuk TNI menggunakan hak pilih, Marzuki berujar, “Tolong dipertimbangkan lagi lah oleh mereka-mereka yang mengkajinya dalam undang-undang,” paparnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Marzuki: TNI Sebaiknya Jaga Keamanan Dulu

    KAPAL TENGGELAM DI PORT DICKSON TNI AL Kirim Empat KRI ke Selat Malaka

    Operasi Arung Pari

    JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut mengerahkan empat kapal perang ke perairan Selat Malaka untuk membantu pencarian korban hilang kapal pengangkut Warga Negara Indonesia yang tenggelam di sekitar Port Dickson, wilayah negara bagian Negeri Sembilan, Selasa (22/6/2010) dini hari.
    Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda Marsetio di Jakarta, Kamis (24/6/2010), mengatakan, empat kapal perang Republik Indonesia (KRI) itu merupakan bagian dari operasi rutin "Arung Pari".
    Ditemui usai menghadiri serah terima jabatan Komandan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, ia menambahkan, hingga kini belum ada kepastian apakah sudah ada korban hilang yang ditemukan. "Belum, belum...belum ada informasi penemuan korban baru. Tetapi kita terus berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk terus melakukan pencarian," ujarnya.
    Kapal pengangkut WNI dari Semenanjung Malaysia ke Dumai tenggelam di sekitar Port Dickson, wilayah negara bagian Negeri Sembilan, Selasa (22/6/2010) sekitar pukul 03.00 WIB
    Dilaporkan bahwa seorang WNI meninggal dan 14 orang lainnya masih hilang.
    Atase perhubungan KBRI di Kuala Lumpur, Sahar Andika Putra sebelumnya mengatakan, belum bisa memastikan jumlah penumpang kapal sejenis pukat itu ataupun jumlah orang yang selamat ataupun meninggal. Namun, media online Malaysia melaporkan bahwa kapal nahas itu diperkirakan mengangkut 22 orang. Saat terbalik, tujuh orang diselamatkan oleh Kapal MV Kota Raya.
    Seorang penumpang berjenis kelamin perempuan berusia sekitar tujuh tahun ditemukan sudah meninggal dan mengapung di laut oleh tim penyelamat. Tujuh penumpang yang selamat itu terdiri dari dua perempuan dan lima laki-laki.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> KAPAL TENGGELAM DI PORT DICKSON TNI AL Kirim Empat KRI ke Selat Malaka

    Kapal Riset AS Okeanos Masuki Indonesia

    Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R Hume (kiri) berbincang dengan Gubernur Sulawesi Utara S.H Sarundajang (kanan) dan Kapten Kapal Oceanos Explorer, Comander Joseph A Pica di atas kapal peneliti Amerika Oceanos Explorer, di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (23/6). (ANTARA/Basrul Haq)

    Jakarta (ANTARA News) - Kapal riset Amerika Serikat (AS) Okeanos Explorer dari National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) mulai memasuki wilayah perairan Indonesia di Jakarta Utara pada Jumat (18/06).

    "Dijadwalkan kapal ini akan bersama-sama kapal Republik Indonesia (RI) dari BPPT, Baruna Jaya IV, melakukan eksplorasi kolaboratif di laut dalam perairan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara," kata Ketua Corporate Branding and Marine Communication, Conservation International (CI) Indonesia Elshinta Suyoso-Marsden di Jakarta, Kamis.

    Kegiatan ini, kata dia, merupakan bagian dari kerjasama kemitraan jangka panjang RI-AS untuk bersama memajukan Ilmu Kelautan, Teknologi, dan Pendidikan yang penting bagi ekonomi dan lingkungan bagi kehidupan di bumi ini.

    Eksplorasi bersama ini merepresentasikan berbagai inisiatif yang pertama kalinya dilakukan oleh kedua negara yang memiliki persamaan karakteristik yaitu memiliki wilayah laut yang sangat luas di dunia, ujar Elshinta.

    Pada ekspedisi internasional Okeanos Explorer untuk pertama kalinya ini akan bersama-sama dilakukan eksplorasi wilayah laut dalam yang belum pernah disibak kerahasiaannya ini selama sekitar dua bulan.

    Okeanos juga akan mengirimkan berbagai data yang diperoleh dari penjelajahan laut dalam itu secara seketika (real time) berupa tampilan gambar-gambar hidup dan data lainnya secara langsung kepada para pakar, peneliti dan ilmuwan yang menonton dari kedua Pusat Komando Penelitian (Expedition Command Center/ ECC) di Jakarta dan Seattle, AS.

    Peresmian ECC akan dilakukan oleh Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta disaksikan oleh Dubes AS untuk Indonesia dan para mitra peneliti dari institusi riset ilmiah lainnya.

    Diharapkan eksplorasi ini dapat menghasilkan penemuan baru, memetakan dasar laut, memahami lokasi gunung bawah laut dari sisi geologi, biologi dan spesies.

    Para Ilmuwan yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam ekspedisi ilmiah tersebut (data Kementerian Ristek 2009) antara lain Sugiharto Wirasantosa, Budi Sulistyo dari BRKP, KKP, Yusuf Surachman Djajadihardja dan Ridwan Djamaluddin dari BPPT.

    Kemudian Haryadi Permana dari Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI, Noorsalam Nganro, Hasanuddin Abidin, dan Sofyan Hadi dari Institut Teknologi Bandung, Hamdan Abidin dari Pusat survei Geologi, Kementerian ESDM, Dede Yuliadi dari Dishidros Mabes TNI AL dan Iswinardi dari Ditwilhan, Kemenhan.

    Sedangkan tujuh ilmuwan AS diantaranya Stephen Randolph Hammond sebagai Chief Scientist dari NOAA; Russell Eugene Brainard, Adjuct Faculty dari Coral reef Ecosystem Division, NOAA; Patricia Barb Fryer, Planetary Scientist dari University of Hawaii, Hawaii Institute of Geophysics and Planetology, James Francis Holden dari Dept. of Microbiology, University of Massachussets.

    Timothy Mitchell shank dari Biology Dept, Woods Hole Oceanographyc Institution, Verena Julia Tunniciffe, Professor dari Dept. of Biology, School of Earth & Ocean Sciences, University of Victoria, Canada, dan Laurence alan Mayer, Professor dari Hydrographic Center University of New Hampshire.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kapal Riset AS Okeanos Masuki Indonesia

    Wednesday, June 23, 2010 | 6:48 PM | 0 Comments

    Israel Luncurkan Satelit Mata-Mata


    YERUSALEM - Israel meluncurkan satelit militer yang dapat ditugaskan untuk memata-matai. Satelit tersebut diketahui sudah diluncurkan pada Selasa 22 Juni kemarin.
    Gambar Foto Dari Satelit Mata-Mata Israel (Photos : www.foxnews.com)


    Menurut media setempat, satelit tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu mengawasi program nuklir Iran. Satelit bernama Ofek 9 tersebut diluncurkan melalui pangkalan militer Angkatan Udara Israel Palmachim di Tel Aviv. Demikian diberitakanAssociated Press, Rabu (23/6/2010).

    Satelit tersebut nantinya akan bergabung dengan tiga satelit lainnya yang sudah mengorbit di angkasa. Satelit tersebut dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi yang memungkinan negara Yahudi tersebut dapat mengawasi secara dekat lawan mereka, Iran.

    Selama ini, Iran memang dituduh menjalankan aktivitas nuklir yang dinilai berbahaya bagi dunia. Bersama dengan negara-negara barat, Israel yakin program nuklir Iran ditujukan untuk membuat senjata nuklir. Tuduhan ini tentunya ditepis keras oleh Iran.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Israel Luncurkan Satelit Mata-Mata

    Anggaran Alutsista TNI Kurang Rp 50 Triliun Sampai 2015


    Jakarta - Kementerian Pertahanan merencanakan akan membangun sistem pertahanan dan keamanan yang baik minimum dalam 5 tahun ke depan. Akan tetapi, anggaran untuk pengadaaan sistem alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga tahun 2015 masih mengalami kekurangan sekitar Rp 50 triliun.

    Demikian diungkapkan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardjojo usai rapat tentang alutsista di Kantor Wakil Presiden Boediono, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (23/6/2010).

    Rapat tersebut antara lain dihadiri oleh Menko Polkam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglina TNI Jendral Djoko Santoso, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Menko Ekonomi Hatta Rajasa.

    Menurut Agus, kekurangan anggaran alutsista itu dihitung berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dibandingkan dengan kebutuhan dari Kemenhan. Namun, jumlah Rp 50 triliun tersebut, menurutnya, bukan sesuatu yang besar.

    "Mungkin sekitar Rp 50 triliunan dalam 5 tahun, dan itu bukan sesuatu yang besar. Tetapi kita harus punya rencana APBN yang baik. Kita tidak bisa mengeluarkan suatu investasi kementerian tetapi tidak diimbangi penerimaan yang berkesinambungan dan sehat," terangnya.

    Menkeu optimis dapat memenuhi anggaran belanja alutsista tersebut. Untuk tahun 2011 mendatang, anggaran untuk alutsista sebesar Rp 7 triliun.

    "Kalau kita bisa meningkatkan penerimaan negara dengan baik, baik itu pajak atau non pajak, penerimaan sumber daya alam itu (anggaran) sesuatu yang optimis ke depan," tugas mantan Dirut Bank Mandiri ini.

    Panglima TNI mengakui rapat yang dipimpin Wapres sores ini membahas mengenai pembiayaan dan dukungan dalam negeri terkait persenjataan TNI. Namun, rapat utamanya mendengarkan pemaparan Menhan mengenai Minimum Essential Force atau MEF.

    "Kebutuhannya sedang di-exercise tadi. Tanya menteri keuangan, masih dihitung saya sendiri juga tidak tahu," katanya.

    Sumber: DETIK NEWS
    Readmore --> Anggaran Alutsista TNI Kurang Rp 50 Triliun Sampai 2015

    Kim Diduga Perintahkan Tenggelamkan Cheonan


    Seoul (ANTARA News) - Seorang mantan agen Korea Utara - yang mengaku pernah menjalankan perintah Kim Jong-Il mengebom pesawat terbang Korea Selatan pada 1987 - mengatakan, dia percaya bahwa Kim juga yang memerintahkan menenggelamkan kapal perang Korea Selatan itu Maret lalu.

    Kim Hyun-Hee, wanita agen yang dijatuhi hukuman mati namun kemudian dimaafkan karena peranannya dalam peledakan pesawat yang menewaskan 115 orang itu, dikutip oleh Monthly Chosun, majalah bulanan yang diterbitkan oleh surat kabar Chosun Ilbo, sebagaimana dikutip dari AFP.

    "Tidak ada insiden besar seperti itu yang bisa terjadi tanpa perintah Kim Jong-Il," kata mantan agen tersebut, yang kini hidup di bawah pengawalan Korea Selatan.

    "Meskipun rencana dan persiapan dilakukan oleh militer, namun konfirmasi akhir harus datang dari Kim."

    Kim Jong-Il secara resmi mengambil alih sebagai pemimpin Korea Utara setelah ayahnya Kim Il-Sung meninggal pada 1994. Namun dia telah mengembangkan peranannya sejak tahun 1980-an.

    Ketegangan-ketegangan lintas-perbatasan telah meningkat tajam sejak Korea Selatan - merujuk pada hasil penemuan investigasi multinasional - menuduh tetangganya itu mentorpedo kapal perang tersebut pada Maret, yang menewaskan 46 pelaut.

    Korea Utara, yang membantah terlibat, mengancam akan melakukan balasan militer jika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) menjatuhkan kecaman seperti yang diinginkan Seoul.

    Mantan agen Kim itu mengatakan, orang yang menolak menerima hasil penyelidikan "takut pada kebenaran bahwa Korea Utara yang melakukan, dan mereka tidak menyukai hal itu."

    Dia mengatakan, Korea Utara masih membantah keterlibatannya dalam pemboman penerbangan Korean Air pada 1987.

    "Itu adalah penolakan tetap terhadap sesuatu yang telah lewat. Penenggelaman kapal perang Cheonan membuat saya menyadari bahwa strategi Korea Utara tidak berubah."

    Bekas agen itu mengatakan, Korea Utara meledakkan bom pesawat itu ketika dalam penerbangan di atas lautan, untuk menghancurkan bukti,

    "Berusaha untuk menjatuhkan pesawat ke lautan dalam untuk menghabis semua jejak, dan berusak menghancurkan semua bukti bahwa mereka menyerang kapal selam itu dengan torpedo ... semuanya sama,"

    Korea Selatan, menurutnya, "Harus mengambil kebijakan keras terhadap teroris untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi."

    Pesawat tersebut dalam penerbangan dari Baghdad ke Seoul melalui Bangkok ketika pesawat itu meledak di atas Lautan Andaman.

    Dua agen Korea Utara naik dari Baghdad dan keluar dari pesawat saat singgah di Teluk, setelah meninggalkan sebuah bom waktu di kompartemen atas.

    Mereka ditahan ketika mereka berusaha meninggalkan Bahrain dengan menggunakan paspor palsu Jepang.

    Keduanya kemudian segera menelan kapsul cyanida. Agen pria itu tewas namun Kim bertahan hidup.

    Dia dibawa ke Seoul, di mana dia mengakui bahwa Kim Jong-Il pribadi mengetahui misinya tersebut.

    Setelah mendapat penangguhan hukuman mati, Kim menerbitkan sebuah buku berjudul "Tears of My Soul" yang menuturkan pelatihannya di sekolah intel Korea Utara.

    Dia menyumbangkan semua pendapatan dari buku tersebut kepada keluarga-keluarga korban pemboman itu.

    Dia menikah dengan salah seorang pengawal keamanannya dan kini dalam usia akhir 40 tahunan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kim Diduga Perintahkan Tenggelamkan Cheonan

    Wapres Pimpin Rapat Alutsista TNI


    JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono, Rabu (23/6/2010) siang ini pukul 14.00 Wib, memimpin rapat khusus tentang alat utama sistem kesenjataan Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI).
    Entah mengapa, rapat penting ini tidak diinformasikan oleh Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat dalam agenda di situs resmi Wapres. "Tidak ada lagi agenda. Hanya rapat internal," tandas Yopie singkat, saat ditanya Kompas, di sela-sela mendampingi Wapres Boediono meninjau Pameran Produk Kreatif Indonesia 2010 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, siang tadi.
    Menurut sumber-sumber Kompas di Istana Wapres, rapat akan dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Santoso, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kapala Bappenas Armida Alisjahbana, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan tiga Kepala Staf Angkatan serta pejabat lainnya.
    Para pejabat tersebut saat ini sudah berdatangan dan mereka rapat di Gedung II Istana Wapres, Jakarta, yang terletak di sebelah Barat Istana Wapres.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Wapres Pimpin Rapat Alutsista TNI

    40 Tim Bersaing dalam Kompetisi Roket


    Jakarta (ANTARA News) - Sedikitnya 40 tim dari 38 perguruan tinggi akan bersaing kreativitas dalam Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) yang akan digelar di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, 26 hingga 28 Juni mendatang.

    Bidang rancang bangun muatan roket dikompetisikan bagi kalangan mahasiswa dengan tujuan menyiapkan bibit unggul dalam teknologi kedirgantaraan, khususnya peroketan, kata Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti Kemdiknas Suryo Hapsoro Tri Utomo di Jakarta, Selasa.

    Suryo yang dalam penjelasannya didampingi Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Terapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Soewarto Hardienata, dan anggota tim juri, Endra Pitowarno, mengatakan bahwa kegiatan itu akan digelar tiap tahun.

    Kompetisi tahun ini bertema "Homing Meteo Payload", yang menilai rancang bangun muatan roket yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan.

    Sementara Soewarto Hardhienata mengatakan, muatan roket yang dilombakan yakni berbentuk silinder elektris yang berfungsi sebagai perangkat telemetri untuk meteorologi dengan menggunakan tiga macam sensor.

    "Sensor dimaksud adalah temperatur, tekanan, dan kelembaban, pemandu arah terbang muatan menuju sasaran dengan menggunakan kompas, otonomous, dan mampu berkomunikasi dengan sistem kendali operator," katanya.

    Masing-masing peserta akan mengikuti penilaian dalam tiga tahap, yaitu uji fungsional muatan, uji terbang muatan, dan presentasi data hasil uji terbang.

    Kompetisi juga akan disaksikan obsever Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang berasal dari Jepang dan Malaysia.

    Para peserta akan diberikan biaya pengganti sekitar Rp4 juta per peserta, sedangkan hadiahnya maksimal Rp 10 juta untuk juara pertama.

    "Kompetisi roket diadakan karena mempunyai nilai strategis. Roket bisa digunakan sebagai peluncur satelit ke ruang orbit, roket sonda pemantau cuaca dan atau sebagai pelontar peluru kendali dan roket balistik," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> 40 Tim Bersaing dalam Kompetisi Roket

    Lemhannas Usulkan Bentuk Dewan Keamanan




    JAKARTA(SI) – Lembaga Pertahanan dan Keamanan Nasional (Lemhannas) mengusulkan pembentukan Dewan Keamanan Nasional. Gubernur Lemhannas Muladi mengatakan, Dewan Keamanan Nasional yang dibentuk merupakan suatu forum koordinasi yang dipimpin oleh Presiden untuk membantu memecahkan masalah-masalah keamanan dan kebijakan luar negeri.

    Usulan mengenai Dewan Keamanan Nasional disampaikan oleh Muladi di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan peserta seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Lemhannas (Ikal) di Gedung Lemhannas, Jakarta,kemarin. Menurut Muladi, alasan pembentukan dewan ini karena Lemhannas melihat keamanan na-sional sebagai persyaratan untuk memelihara dan menjaga daya survival bangsa dan negara.

    “Hal itu dapat diwujudkan melalui pendayagunaan dan pengintegrasian kekuatan ekonomi, politik, dan ideologi serta nilai-nilai kebudayaan yang kondusif, kekuatan militer yang efektif, dan kemampuan diplomasi,” tegas Muladi. Seminar nasional yang dihadiri oleh para jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-32 Ikal.

    Seminar diselenggarakan selama dua hari dengan mengangkat tema “Mencari Format Sistem Keamanan Nasional dalam Era Demokratisasi dan Globalisasi”. Muladi mengatakan,selain memecahkan berbagai masalah keamanan, Dewan Keamanan Nasional juga diharapkan menjadi eksistensi dari Indonesian Sea an Coast Guardyang dibangun secara bertahap sebagai amanat Undang-Undang No17/2008 tentang Pelayaran.

    Selain itu, lanjut mantan Menteri Kehakiman ini,dibutuhkan pula Komando Wilayah Pertahanan mengingat semakin luasnya wilayah nasional yang menjadi area of responsibilityTNI. “Dengan demikian, memerlukan koordinasi antarmatra yang lebih solid di seluruh wilayah nasional di samping telah dibentuknya Badan Penanggulangan Terorisme dan Badan Pengelolaan Perbatasan yang mandiri,”tandasnya.

    Menanggapi usulan itu, Presiden SBY meminta agar Lemhannas melakukan kajian terkait apa yang akan dilakukan Dewan Keamanan Nasional tersebut. Menurut SBY, dalam undang-undang pertahanan sudah terdapat Dewan Pertahanan Nasional yang mengurus tentang external defence. “Secara de facto, selama 24 jam, SMS yang saya terima, koran yang saya ikuti,media dalam dan luar negeri, bukan hanya external defence, tapi juga internal security,external security, yang range-nya luas sekali, spektrumnya luassekali,”paparnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hajrianto Tohari menilai, politik legislasi bidang pertahanan dan keamanan belum memadai. Karena itu,sering kali muncul gejala kegagalan fungsi dalam bidang pertahanan dan keamanan. Hajrianto menyatakan, UUD 1945 Pasal 30 ayat (5) dengan tegas memerintahkan DPR dan pemerintah untuk membuat undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan TNI dan Polri,hubungan kewenangan TNI dan Polri di dalam menjalankan tugasnya, serta syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

    Konstitusi juga secara tegas meminta dua lembaga tersebut untuk membuat UU perbantuan antara TNI dan Polri serta hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan negara.Namun, kenyataannya, ujar Hajrianto, sejak reformasi bergulir,baru ada tiga undangundang di bidang pertahanan dan keamanan. Yakni, UU No2/2002 tentang Polri,UU No 3/2002 tentang Pertahanan Negara, serta UU No 34/2004 tentang TNI.

    Sejak saat itu, jelasnya,praktis institusionalisasi reformasi di bidang pertahanan dan keamanan di tingkat undang-undang terhenti. “Politik perundangan-undangan pemerintahan di bidang pertahanan dan keamanan sulit dikatakan baik.Penataan sistem pertahanan dalam undang-undang berhenti sejak 2004. Sejak itu, tidak ada perkembangan dalam legislasi,termasuk terhentinya pembahasan RUU Peradilan Militer,”tegas Hajrianto. Demikian juga undang-undang yang memiliki bantuan muatan perbantuan antara TNI dan Polri yang juga belum dihasilkan.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Lemhannas Usulkan Bentuk Dewan Keamanan

    China Cemas Latihan Perang AS-Korsel


    BEIJING - Pemerintah China kemarin mengkhawatirkan latihan perang yang digelar Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) di Laut Kuning.

    Kekhawatiran semakin memuncak setelah AS bakal mengikutsertakan pesawat pengangkut dalam latihan militer yang bertujuan memprovokasi Korea Utara (Korut).

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang mengungkapkan, telah mempelajari laporan bahwa pesawat pengangkut AS bakal bergabung dalam latihan perang itu. “Kami sangat peduli mengenai laporan itu dan akan terus mengikuti perkembangannya,” paparnya.

    China berhak khawatir dengan latihan perang AS dan Korsel. Pasalnya, lokasinya cukup dekat dengan wilayah China. Latihan tersebut juga bertujuan untuk memprovokasi sekutu Beijing, yakni Korut. Namun, Beijing belum menyatakan protes dengan tegas atas latihan tempur itu. Korsel sendiri ingin memusatkan perhatian terhadap tanggung jawab atas kasus tenggelamnya kapal perangnya, Cheonan, sebelum dimulainya perundingan multi-lateral untuk mengakhiri pengembangan program senjata nuklir Korut.

    Menteri Luar Negeri Korsel Yu Myung-hwan memaparkan, Pyongyang harus mempertanggungjawabkan aksinya. Tenggelamnya kapal perang Cheonan pada 26 Maret lalu telah meningkatkan eskalasi hubungan kedua negara.Akibat insiden tersebut, perundingan denukliri-sasi Pyongyang pun semakin tidak jelas.

    “Begitu Korut mengaku bertanggung jawab menenggelamkan kapal perang Cheonan, pemerintah bakal berkonsentrasi atas insiden tersebut,” ujar Yu sebagaimana dikutip kantor berita Yonhapdalam sebuah sidang parlemen di Seoul.

    Menurut dia, pemerintah akan berkonsultasi dengan negara terkait dalam pembukaan kembali perundingan enam pihak. Apalagi, perundingan enam negara yang melibatkan dua Korea, AS, Cina, Jepang dan Rusia yang digelar setahun lebih, saat ini berhenti total.

    Tidak ada upaya dari Korsel untuk menyuarakan kembali agar perundingan itu dihidupkan. Namun, Washington sedang menyusun strategi untuk membujuk Pyongyang. Yu juga menuding Korut telah membujuk komunitas internasional untuk tidak lagi membahas masalah tenggelamnya kapal Cheonan. Buktinya, China dan Rusia yang memiliki hak veto, telah memberikan dukungan sanksi kepada Korut, tetapi kedua negara itu menolak mengecam tragedi Cheonan.

    “Rusia dan China lebih peduli terhadap reaksi terhadap sanksi PBB dibandingkan kebenaran dalam insiden Cheonan,” paparnya.

    Yu memaparkan, retorika ancaman termasuk serangan militer merupakan “pemerasan” .Apalagi, dia menambahkan, China dan Rusia tidak ingin menjadi “anak yatim” ketika komunitas internasional memutuskan responsnya.

    Tak patah semangat,Korsel tetap melanjutkan langkah untuk merayu China dan Rusia.Menurut Yu, 58 negara telah mengecam Pyongyang atas insiden Cheonan dan memberikan dukungan bagi Seoul.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> China Cemas Latihan Perang AS-Korsel

    Persaingan dan Kerja Sama Militer


    Petang menjelang malam di lapangan Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat, Kabupaten Bandung, Senin (21/6), saat bendera Merah Putih diturunkan. Terlihat puluhan prajurit TNI, Armed Forces Philippines, US Army, dan Royal Thai Army yang mengenakan seragam olahraga berdiri takzim memberi penghormatan.

    Petang itu, mereka baru saja mengakhiri latihan gabungan Garuda Shield 2010 di Bandung, Jawa Barat. Selama 10 hari, TNI, US Army Pacific (USARPAC) yang berpangkalan di Hawaii, bersama militer Thailand, Brunei, Nepal, Filipina, dan Banglades berlatih dan bersaing dalam latihan Garuda Shield.

    Aktivitas latihan

    Ada tiga aktivitas latihan, yakni markas komando (CPX-Command Post Exercise), latihan lapangan (FTX-Field Training Exercise), dan bantuan kemanusiaan untuk misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (HCA-Humanitarian and Civic Assistance).

    Latihan markas digelar di sebuah ruangan di Hotel Mason Pine di luar Kota Bandung. Markas komando menjadi pusat kegiatan gabungan markas tentara ”multinasional”.

    Adapun latihan lapangan dan latihan misi kemanusiaan PBB digelar di kompleks Pusdikif dan perkampungan warga yang berada di sekitar kompleks.

    Sejumlah kendaraan angkut berlapis baja milik TNI dan truk disediakan untuk latihan misi PBB. Setiap hari para anggota militer dari negara yang berbeda menampilkan keterampilan dalam menangani situasi lapangan saat menjalankan tugas PBB.

    Salah satu skenario penting adalah perlucutan senjata di daerah konflik yang ditangani PBB. Skenario lain, ambush (jebakan) saat menjalankan misi PBB.

    Seorang prajurit menceritakan, satu kontingen militer negara ASEAN sempat lalai menjaga bagian belakang ”konvoi PBB” saat tiba-tiba diserang.

    ”Kontingen tersebut berkonsentrasi menjaga bagian depan dan samping konvoi. Tiba-tiba ada rentetan tembakan dari arah belakang. Dalam situasi nyata, semua akan tewas,” kata prajurit itu. Namun, hasil penilaian dari latihan antarkontingen sengaja tidak diumumkan terbuka untuk menjaga semangat kerja sama.

    Beberapa tempat ibadah dan fasilitas publik dibangun oleh anggota militer multinasional di perkampungan penduduk.

    Sangat hargai

    Kapten Lloyd Phelps, juru bicara kontingen USARPAC, mengatakan, pihaknya sangat menghargai kerja sama dan latihan yang digelar bersama. ”Ini menunjukkan hubungan harmonis antarpersonel angkatan perang dari Amerika Serikat, TNI, dan negara-negara sahabat,” kata Phelps. Adapun Mayor Anis dari Angkatan Darat Banglades mengaku, pihaknya senang bisa berbagi pengalaman.

    ”Kontingen Banglades adalah salah satu unit militer yang paling sering mendapat penugasan PBB. Kondisi alam Banglades yang kerap diganggu topan badai membuat tentara kami terbiasa menangani bantuan kemanusiaan,” ujar Anis yang pernah bertugas dalam misi kemanusiaan di Kosovo.

    Kapten Leo, perwira TNI AD yang pernah bertugas di Lebanon, mengaku, latihan gabungan seperti itu sangat penting. ”Tugas nontempur sangat berguna bagi kesiapan pasukan dan mengangkat nama Indonesia dalam misi PBB,” ujarnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Persaingan dan Kerja Sama Militer

    Kapal Spirit Majapahit Segera ke Jepang


    SUMENEP, KOMPAS - Kapal Spirit Majapahit akan segera berlayar ke Jepang. Prototipe dari kapal yang digunakan zaman Majapahit ini dijadwalkan tiba di Okinawa pada 14–15 Juli.

    Kapal berukuran 20 meter x 4 meter ini dibuat berdasarkan penelusuran tentang model kapal zaman Majapahit yang ada di relief Candi Borobudur. Berdasarkan rekomendasi para arkeolog yang melakukan seminar khusus tahun lalu, tubuh kapal menggunakan kayu jati, bambu petung untuk cadik, dan pasak dari kayu pereng.

    Kapal ini sangat khas karena bentuknya oval dengan kedua ujung melancip, dua kemudi dari kayu di buritan, serta cadik di kedua sisi. Kekhasan lainnya, layar dipasangkan pada tiang-tiang yang didirikan membentuk segitiga sama sisi.

    Pembuatan kapal ini pun unik karena pengerjaannya dimulai dari cekungan lambung kapal. Setelah itu baru dipasang rangka kapal. Pola pembuatan kapal seperti ini tidak lazim karena biasanya pembuatan kapal dimulai dari rangka kemudian tubuh kapal.

    ”Kapal ini menggunakan 26,65 meter kubik kayu jati,” kata Supardi, pembuat kapal.

    Pembangunan kapal yang berlangsung sekitar tiga bulan ini dilakukan atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan Japan Majapahit Association dengan biaya sekitar Rp 1 miliar.

    Kepala Dinas Pariwisata Sumenep Moh Nasir, Selasa (22/6) di Sumenep, mengatakan, kapal itu akan diberangkatkan dari Pantai Slopeng, Sumenep, Madura, melalui Surabaya-Brunei-Filipina dan berakhir di Jepang.

    Kapal akan berlayar dengan anak buah kapal yang terdiri atas seorang anggota TNI Angkatan Laut, 3 warga Jepang, 5 pelaut dari Sumenep, dan beberapa wartawan. Untuk pelayaran selanjutnya, tambah Nasir, Kapal Spirit Majapahit dipersiapkan untuk muda-mudi yang membawa misi kebudayaan ke sejumlah negara.

    Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Sekretariat Negara Sumarwoto mengatakan, pelayaran Kapal Spirit Majapahit akan menjadi tapak tilas wilayah pelayaran Majapahit. Kerja sama Majapahit dan Kerajaan Okinawa juga sekaligus dibuktikan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Spirit Majapahit Segera ke Jepang

    Perancangan Satelit Nano Ajak Mahasiswa

    INSPIRE SATELITE NANO Buatan INDONESIA


    Jakarta, Kompas - Kemampuan mahasiswa Indonesia dalam teknologi mekatronika—terutama robotik—di dunia terbukti dalam kemenangan di beberapa kancah kompetisi internasional. Karena itu, mereka akan dilibatkan dalam perancangan muatan roket dan pembuatan satelit nano.

    Hal ini disampaikan Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, dalam jumpa pers tentang Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010.

    Korindo ketiga ini digelar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Kemdiknas, Universitas Gadjah Mada, dan Kabupaten Bantul di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. 26-28 Juni 2010.

    Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengatakan, dalam perancangan satelit nano oleh kalangan mahasiswa, peneliti Lapan akan memberikan pelatihan dan pendampingan.

    Lapan sendiri saat ini lebih memfokuskan pada perancangan satelit mikro yang berbobot 10 kg hingga mendekati 100 kg. Adapun satelit nano berukuran di bawah 10 kg.

    Dalam program pendidikan dan pelatihan perancangan satelit nano itu, Suryo mengharapkan hasilnya telah dapat dicapai tahun 2014.

    Satelit nano ini, kata Soewarto, dapat ditumpangi bersama satelit mikro Lapan A-2 dan Lapan A-3 (Lapan-Orari) pada roket India yang akan diluncurkan pada 2014.

    Dihubungi di tempat terpisah, Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun mengatakan, satelit kembar Lapan tersebut pada hari Minggu (20/6) berhasil meluncurkan roket untuk uji komponen multimisi di Pamengpeuk, Banten. Peluncuran ini pada ketinggian suborbital–satu tahap menuju orbit.

    Dalam uji terbang, sinyal satelit Lapan-Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dapat diterima para anggota Orari yang berada di Lampung dan Bali.

    Kompetisi rancang bangun

    Korindo 2010 yang diadakan setiap tahun merupakan ajang kompetisi di bidang rancang bangun muatan roket bagi mahasiswa Indonesia yang bertujuan menyiapkan bibit unggul di bidang teknologi dirgantara, khususnya peroketan.

    Kompetisi tahun ini, kata Endro Pitowarno, bertema Homing Meteo Payload, yakni rancang bangun payload (muatan roket) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan setelah terpisah dari roket peluncur. Dalam hal ini mereka dituntut untuk merancang sistem propeler dan kendalinya.

    Korindo 2010 akan diikuti 53 tim dari 38 peserta yang kemudian diseleksi hingga tinggal 40 tim. Kompetisi ini terdiri tiga tahap seleksi, yaitu uji fungsional muatan, uji terbang muatan, dan presentasi data hasil uji terbang.

    Untuk pertama kalinya, kompetisi ini akan disaksikan pengamat dari Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF), dari Jepang dan Malaysia.

    Korindo 2010 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Lapan, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan institusi Akademi Angkatan Udara.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Perancangan Satelit Nano Ajak Mahasiswa

    Tuesday, June 22, 2010 | 10:24 PM | 0 Comments

    TNI AL Setuju Dipindah dari Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

    Pangkalan TNI AL Tanjung Priok akan dipindahkan
    Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) setuju saja salah satu pangkalannya yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dipindahkan. Namun, pangkalan baru itu diharapkan tidak membuat TNI AL kehilangan fungsi pengamanan Pelabuhan Tanjung Priok.

    "Dengan perluasan ini ada berbagai alternatif atau lini yang sudah direncanakan untuk redesign, sehingga kita masih tetap berfungsi untuk pengamanan atau pertahanan wilayah pantai, laut dan sebagainya," kata Kepala Staf Umum TNI AL Marsekal Edy Harjoko.

    Hal itu dikatakan dia usai rapat penataan Pelabuhan Tanjung Priok yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (22/6/2010).

    Sejumlah pihak hadir dalam rapat itu antara lain Menkeu Agus Martowardjojo, Menko Koordinator Ekonomi Hatta Radjasa, Menteri BUMN, Musthafa Abubakar, Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, dan perwakilan TNI-Polri.

    Edy mengaku belum tahu lokasi baru pangkalan TNI itu, namun yan jelas di luar kawasan pelabuhan. Ia juga mengaku tidak hafal berapa luas pangkalan TNI yang kini ada di kawasan tersebut.

    "Belum tahu desainnya, mungkin nanti ada rencana tim terpadu untuk mendisain ulang lagi rencana-rencana tersebut," terang Edy.

    Menurut Edy, redisain Pelabuhan Tanjung Priok bertujuan untuk menungkatkan perekonomian, khususnya untuk kelancaran arus barang ekspor dan impor. Selain itu untuk menjadikan pelabuhan tersebut berstandar internasional.

    "Pemindahan nanti kalau sudah penentuan rapat lagi dengan terbentuknya tim terpadu dan sebagainya di bawah Menko Perekonomian," jelas dia.

    TNI dirugikan tidak dengan pemindahan ini? "Kalau aset AL tidak ada yang dirugikan selama ruislag atau penggantian dan sebagainya sesuai dengan apa yang kita harapkan," tutupnya.

    Sumber: DETIK NEWS
    Readmore --> TNI AL Setuju Dipindah dari Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

    MARINIR INDONESIA – AMERIKA BAKU TEMBAK


    Setelah beberapa saat sejumlah prajurit Marinir Indonesia – Amerika melakukan patroli dari arah yg berbeda, tiba – tiba saja terjadi perjumpaan antar keduanya sehingga saling baku tembakpun tak dapat dielakkan di sebuah persimpangan jalan setapak yang terletak di bibir hutan Baluran, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (22/6).

    Pertempuran hebat yang ternyata hanya sebuah simulasi itu merupakan bagian dari scenario Latihan Bersama (Latma) Korps Marinir TNI AL dengan Marinir Amerika bertajuk Interoperability - Field Training Exercise (IIP – FTX) Indonesia – USA Marine Exercise (Indusa Marex) 2010 yang dihelat sejak 19 hingga 26 Juni 2010.

    Sementara itu, setelah sejumlah pelatih dari Korps Marinir TNI AL membagi ilmu perang hutan, para pelatih dari USMC pun mendapat giliran mengucurkan ilmu perang kota, sehingga Marinir kedua Negara itu sama – sama saling memberi dan menerima ilmu ketentaraan.

    Beberapa materi lainnya dari Latma yang telah dibuka pelaksanaannya oleh Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar) Kolonel Marinir Purwadi itu antara lain: operasi amfibi, patroli tempur, tembak tempur, perang kota, sniper dan lain-lain.

    Selain latihan perang juga telah digelar bakti sosial kesehatan di Puskesmas Wonorejo Kec. Banyu Putih yang digelar secara gratis dan renovasi gedung SDN 03 Banyu Putih, Situbondo.

    Kegiatan bergengsi yang dikomandani Mayor Marinir Nurhidayat itu akan berlangsung hingga 26 Juni 2010 dengan melibatkan sejumlah besar prajurit Marinir kedua negara, kapal perang USS Dubuque, Assoult Amphibious Vehicles (AAV) dan Heli Cinox.

    Latma itu sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme prajurit, sekaligus menciptakan hubungan persaudaraan yang erat Marines Brotherhood antara pasukan kedua negara serta untuk menjalin kerjasama militer di bidang pertahanan.

    Sumber: KORPS MARINIR
    Readmore --> MARINIR INDONESIA – AMERIKA BAKU TEMBAK

    134 Pulau di NTT Terancam Diklaim Negara Lain


    KUPANG--MI: Sedikitnya 134 dari 566 pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum diberi nama terancam tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Pemerintah NTT sampai kini belum memberikan nama kepada ratusan pulau tersebut, padahal batas akhir pemberian nama sekaligus pengiriman laporan nama pulau ke PBB pada Oktober mendatang. Jika tidak dilaporkan, pulau-pulau itu bisa diklaim oleh negara lain sehingga terancam hilang.

    Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT Ricard Djami mengatakan, PBB sudah mengeluarkan batas akhir laporan nama pulau. "Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mendaftarkan jumlah pulau serta nama-namanya sesuai sejarah dan budaya daerah setempat," katanya.

    Tetapi, katanya, para bupati belum melaporkan nama-nama pulau itu. Ratusan pulau itu merupakan bagian dari 566 pulau di NTT yang tersebar di 21 kabupaten/kota. Pulau yang sudah diberi nama diserahkan PBB untuk didaftarkan di sidang tentang standarisasi nama geografis (United Nations Conference on Standardization of Geographical Names/UNCSGN). Tujuannya menghindari klaim kepemilikan pulau oleh negara tetangga.

    Menurutnya, keterlambatan penamaan pulau disebabkan tidak ada alokasi dana dari pemerintah. "Kendalanya tidak ada bantuan dana dari provinsi, kecuali pada 2009 pemerintah provinsi mendapat bantuan dana operasional penamaan pulau dari pemerintah pusat," katanya. Jika tidak segera memberikan nama dan mendaftarkan pulau tersebut, pulau-pulau itu bisa dianggap bukan milik NTT.

    Sebelumnya, Badan Koordinasi Survei dan Penataan Nasional (Bakorsurtanal) melaporkan NTT sebenarnya memiliki 1.192 pulau, termasuk lima pulau terluar yakni Alor, Batek, Ndana Sabu, Ndana Rote, dan Manggudu. Dari pulau-pulai itu hanya Alor yang berpenghuni sedangkan empat pulau lainnya tidak berpenghuni tetapi sudah dijaga prajurit TNI sejak 2006. Dari jumlah pulau yang disebutkan Bakorsurtanal tersebut, 719 pulau di antaranya belum memiliki nama.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> 134 Pulau di NTT Terancam Diklaim Negara Lain

    Hak Pilih TNI Bisa Diberikan Tahun 2019


    JAKARTA--MI: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Muladi menyatakan hak pilih TNI sebaiknya diberikan pada Pemilu 2019. Sedangkan untuk pemilu 2014, ia menilai masih belum siap dan masih dalam proses regenerasi.

    "Hak pilih TNI itu 2019 saja, karena 2014 itu masih terjadi proses regenerasi total, artinya akan muncul pemimpin baru, seperti saya dan angkatan-angkatan saya akan lengser," ujar Muladi di gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (22/6).

    "Maka biarlah TNI POlri itu mengawal regenerasi total dengan solid, baru 2019 harus diberikan dulu hak pilihnya. Jadi jangan dikasih dulu kesempatan hak pilih, ditunda sampai 2019."

    Tindakan menunda hak pilih itu dinilai Muladi tidak melanggar hak asasi manusia (HAM). Pasalnya, TNI dan polri memiliki misi untuk mengawal keamanan negara. PNS sendiri diberikan hak lebih yakni bisa memilih tapi tidak boleh dipilih.

    Muladi juga menyatakan bila dilakukan survei mengenai hak pilih TNI dipastikan akan mengalami perpecahan. Bukan saja di kalangan masyarakat umum, tapi juga di kalangan TNI akan terpecah.

    "Tapi ini suatu political will yang tidak bisa diserahkan ke proses alamiah, harus ada sikap di pemerintah, kita butuh solidaritas TNI Polri untuk mengawal regenarasi total, jadi saya kira saya mengusulkan 2019," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Hak Pilih TNI Bisa Diberikan Tahun 2019

    Kompetisi Roket Indonesia Akhir Juni, Yogya Hujan Roket


    Roket Buatan Mahasiswa UGM

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 kembali digelar pada 26-28 Juni 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompetisi akan mempertandingkan 40 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia.

    "Tahun ini kami fokus pada pembuatan roket yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan," ungkap Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional Suryo Hapsoro Tri Utomo, Selasa (22/6/2010), di Jakarta.

    Pada tahun sebelumnya, pembuatan roket lebih mengutamakan aspek meteorologi yang hanya mampu membuat roket menuju satu titik dan terbang bebas. Sementara tahun ini, dengan tema "Homing Meteo Payload", peserta diharuskan membuat roket yang mampu dikendalikan kembali menuju sasaran yang ditentukan dengan menggunakan sistem akuator.

    Roket-roket dengan berat maksimal 1 kg akan diluncurkan di lapangan terbuka di Pantai Pandansimo ke ketinggian terbang hingga 2 km pada pukul 08.00-12.00 WIB. Akan terdapat 40 roket hasil karya 38 universitas se-Indonesia yang akan menghiasi langit Yogyakarta pada saat itu.

    "Ketika di udara, roket tersebut akan mengumpulkan berbagai informasi navigasi, temperatur, tekanan, dan kelembaban udara," ungkap Suryo kepada pewarta.

    Informasi tersebut kemudian dikomunikasikan dengan sistem kendali operator seperti stasiun di ground segment. "Mulai dari muatan roket hingga stasiun dengan sistem kendalinya adalah buatan mahasiswa. Ini juga yang akan jadi penilaian," ungkapnya.

    Suryo mengungkapkan, tahun ini minat peserta meningkat, bahkan perlu dilakukan seleksi awal terlebih dahulu karena melebihi kuota. Bahkan, beberapa di antaranya sudah melakukan uji laboratorium di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

    "Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, karya para mahasiswa ini bahkan tidak kalah dengan roket-roket yang diuji Lapan," ungkapnya.

    Ke depan, penciptaan roket ini bisa sangat berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana. Kehadiran Korindo 2010 diharapkan mampu menghasilkan bibit unggul di bidang teknologi dirgantara, khususnya peroketan melalui sarana space education.

    "Dengan demikian, nantinya kita punya roket satelit sendiri. Negara mana pun yang menguasai teknologi roket akan disegani bangsa-bangsa di dunia," Suryo menjelaskan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kompetisi Roket Indonesia Akhir Juni, Yogya Hujan Roket

    Pentagon jual alat sedot debu dan kulkas di Irak

    Markas AS di Irak (Foto: mythandhope.blogspot.com)
    Baghdad - Menjelang penarikan mundur 85 ribu tentara Amerika Serikat dari Irak dalam 18 bulan ke depan, Pentagon mulai menjual perlengkapan milik AS di negara itu. Di antaranya adalah penyejuk udara dan kulkas dari 500 markas yang ada sejak 2007, ketika jumlah tentara AS mencapai titik tertinggi, yakni 170 ribu personel.

    Besarnya jumlah tentara yang diturunkan di Irak membuat markas-markas yang ada seperti kota mandiri, lengkap dengan supermarket dan toko kebutuhan lainnya. Nah, sekarang, semua barang dan produk yang digunakan tentara AS tengah dan akan dilelang, sejumlah barang lainnya malah sudah meluncur ke pasar gelap.

    Di kawasan barat Irak, Provinsi Anbar, misalnya, para pedagang Irak menyerbu barang-barang bekas dari alat penyedot debu, suku cadang bekas kendaraan militer, hingga toilet portabel. "Saya kira barang-barang ini akan berharga mahal nantinya, setelah pasukan AS ditarik mundur," harap seorang pedagang, Faiez Ahmed, seperti diberitakan telegraph.co.uk, Selasa (22/6).

    Menurut dia, barang-barang bekas tentara AS itu diminati karena semua barang di Irak kebanyakan buatan China dan Korea.

    Operasi perang AS di Irak akan berakhir pada Agustus mendatang dan pada September 50 ribu tentara akan pulang dan penarikan total akan terjadi pada akhir 2011.

    Lebih dari 370 markas telah diserahterimakan kepada pasukan Irak, termasuk kendaraan dan furniturnya. Sedangkan penyejuk ruangan, mesin cuci, kulkas, dan perlengkapan lain dijual ke publik.

    Namun, di pasar jalanan, ditemukan juga rompi anti peluru, suku cadang senapan serbu, serta sejumlah perlengkapan militer yang sudah menjadi milik pedagang.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> Pentagon jual alat sedot debu dan kulkas di Irak

    Indonesia-Turki Bangun Industri Pertahanan


    Konsep Pesawat tempur Siluman TXF-2012 Turkish Air Force

    JAKARTA (SI) – Pemerintah Indonesia dan Turki berencana membangun industri pertahanan bersama. Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan I Wayan Midhio mengatakan, rancangan akhir dokumen kerja sama antara Indonesia dan Turki sedang disiapkan.

    “Kerja sama berupa kesepakatan di bidang industri pesawat tempur antara PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan Turkey Aerospace Industry (TAI),” ungkap Wayan kemarin. Selain itu, kedua negara juga sepakat bekerja sama di bidang industri matra darat antara PT Pindad dengan FNSS Defence System Inc. Dokumen kerja sama antara Indonesia dan Turki tersebut akan ditandatangani menteri pertahanan kedua negara saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Turki akhir Juni ini.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Indonesia-Turki Bangun Industri Pertahanan

    Monday, June 21, 2010 | 3:54 PM | 0 Comments

    Dephan Akan Luncurkan 10 Roket


    GARUT - Depertemen Pertahanan akan melakukan uji peluncuran 10 rudal dengan hulu ledak berkekuatan tinggi di Baturaja, Sumatera Selatan, pada Oktober 2010.

    Ujicoba itu dilakukan untuk mendukung upaya perlengkapan peralatan pertahanan negara.

    "Jumlahnya 10 rudal yang akan kita luncurkan, empat rudal berhulu ledak, sedangkan sisanya rudal kosong," ujar Kepala Depertemen Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Republik Indonesia Pos M Hutabarat, di Garut, Minggu (20/6/2010).

    Menurutnya, rencana peluncuran roket tersebut dilakukan guna menilai kesanggupan negara mengurangi sejumlah pasokan peralatan perang yang selama ini kerap didominasi pasokan dari luar.

    "Kita itu mampu untuk membuat. Sekarang kita berupaya bagaimana kita bisa menciptakan rudal sendiri," kata Pos Hutabarat.

    Lebih jauh Pos Hutabarat mengatakan, rudal yang akan diujikan nanti memiliki tiga jangkauan, yakni 12 kilometer, 20 kilometer, serta 30 kilometer. Sementara mengenai peluncurannya akan dilakukan bertahap sesuai daya jangkau roket tersebut.

    "Peluncurannya bertahap. Satu rudal hulu ledak, kemudian satu rudal kosong," kata dia.

    Daerah Baturaja dipilih karena dinilai sangat cocok. Pasalnya, daerah tersebut cukup aman dari jangkauan penduduk yang cukup rendah.

    Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Pusat Soewarto Herdhienata mengatakan, ada dua kategori rudal yang bisa diluncurkan oleh lembaga peluncuran milik negara seperti Lapan. Yang pertama, kata dia, bersifat jangka panjang dan lebih berdasarkan kemanusiaan. Sementara yang kedua lebih pada aspek keamanan, sehingga rudal yang diluncurkan memililiki hulu ledak.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Dephan Akan Luncurkan 10 Roket

    Dua Kapal Anti Perompak Jepang Bersandar di Priok


    JS Sawagiri di Priok (Taufiq/ detikcom)

    Jakarta - Dua kapal perang Angkatan laut Jepang bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua kapal ini datang untuk bertukar informasi tentang penanganan bajak laut.

    "Dua kapal perang yamg masing-masing bernama 'Sawagiri' dan 'Oonami' datang untuk bertukar informasi tentang penanganan bajak laut," ujar Atase Pertahanan Dubes Jepang Kolonel Laut Sugimoto. Di dermaga 115, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/6/2010).

    Indonesia, khususnya pada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut di mata AL Jepang, mempunyai posisi yang penting.

    "Oleh karenanya kita memilih untuk mampir ke Indonesia. AL Jepang mempunyai hubungan yang sangat baik degan Indonesia," jelasnya.

    Menurut Sugimoto, kedua kapal ini telah berada di Indonesia sejak Sabtu (19/6) lalu, sejak bertolak dari perairan Somalia.

    "Di Somalia mereka bertugas mengamankan jalur pengamanan internasional dari bajak laut," katanya.

    Ke depan, di bulan Oktober tahun ini, kapal latih jepang juga akan berkunjung dan melakukan latihan bersama dengan TNI AL.

    Perlu diketuhui, nama 'Sawagiri' dalam bahasa Indonesia berarti kabut, 'Oonami' berarti gelombang besar.

    Oonami terdiri dari 7 lantai dengan mengangkut dua buah helikopter dan beroperasi pertama kali pada tahun 2004. Persenjataan yang dimiliki pun lumayan lengkap dengan memiiliki Rapid Fire Gun, Machine Gun, serta Misil disetiap sisi kapalnya.

    Kedua kapal ini masuk dalam pasukan ke 4 anti perompak dari pasukan AL Jepang.


    Sumber: DETIK NEWS
    Readmore --> Dua Kapal Anti Perompak Jepang Bersandar di Priok

    TNI AU Tunggu Realisasi Modernisasi Alutsista


    JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara menanti realisasi modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), seperti yang telah dijanjikan pemerintah dalam tahun pertama rencana strategis (renstra) pembangunan kekuatan dan pertahanan Indonesia.

    "Sambil menunggu realisasi dari rencana modernisasi alutsista tersebut, kita harus sikapi dengan tetap merawat dan memelihara alutsista yang ada serta tetap mengedepankan profesionalisme dibidang pemeliharaan, dengan pengecekan kelaikan alutsista secara teliti dan terukur serta penilaian safety level kegiatan yang komprehensif," ujar Komandan Komando Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau) Marsekal Muda TNI Ferdinand AM dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta, baru-baru ini.

    Saat ini, tutur Ferdinand, TNI memasuki tahun pertama Renstra II 2010-2014. Artinya, pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista TNI menuju periode kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF).

    "Patut disyukuri, bahwa pemerintah unya keinginan untuk menghapus alutsista tua yang dimiliki TNI. Suatu keinginan yang didasari atas kehendak untuk menjaga keselamatan pengguna alutsista," ujarnya.

    Salah satu kebijakan strategis yang sedang berjalan pemerintah untuk membangun kekuatan berdasarkan MEF, adalah revitalisasi industri pertahanan. Sejumlah Badan Usaha Milik Negara Strategis dilibatkan dan ditingkatkan produktivitasnya, seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL dan PT Len.

    Ferdinand mengharapkan pembangunan kekuatan akan menjadi program berkelanjutan. Seperti yang telah dicanangkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat bahwa pembangunan kekuatan jangka panjang akan dilakukan secara bertahap menjadi The First Class Airforce. Sedangkan, pembangunan kekuataan jangka pendek, yakni zerro accident.

    "Pada jangka pendek atau kurun waktu satu tahun ini dapat kita lalui tanpa kecelakaan," ujarnya.

    Kerja Sama

    Pada sisi lain, TNI AU terus berupaya menjalin kerjasama militer dengan angkatan udara negara-negara tetangga. Di antaranya adalah kerja sama latihan dan kursus simulator dengan Angkatan Udara Singapura (RSAF) yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat.

    Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAU, Marsekal Pertama TNI FHB Soelistyo mengatakan, latihan dan kursus Simulator TNI AU dan RSAF merupakan bagian dari hasil pertemuan tahunan kedua angkatan udara yang dilaksanakan di Bali.

    "Kerja sama ini sudah berjalan cukup lama, sehinga perlu adanya koordinasi sebelum pelaksanaan latihan dan kursus simulator serta pertukaran kunjungan supaya dalam pelaksanaanya berjalan dengan baik," ujarnya.

    Sementara itu, RSAF menyambut kerja sama angkatan udara antarnegara sahabat. "Angkatan Udara Singapura menyambut dengan baik rencana kerja sama yang akan dilaksanakan kedua angkatan yang serumpun ini," ujar pimpinan rombongan RSAF, Colonel Leong Kum Wah.


    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> TNI AU Tunggu Realisasi Modernisasi Alutsista

    Sunday, June 20, 2010 | 10:12 PM | 0 Comments

    Anis Matta Setuju TNI Diberi Hak Pilih

    JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemberian hak pilih kepada TNI pada Pemilu 2014.
    Kami tidak khawatir pada suara dari TNI, karena banyak juga keluarga TNI yang memilih PKS.

    "Secara pribadi, saya mendukung ," kata Anis Matta usai penutupan Musyawarah Nasional II PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (20/6/2010).

    Menurut dia, jika pada Pemilu 2014 mendatang ada wacana untuk memberikan hak pilih kepada TNI , hal itu tidak menjadi masalah karena sistem politik di Indonesia saat ini sudah kokoh.

    Dalam proses penghapusan dwifungsi TNI, kata dia, TNI didorong menjadi profesional dengan melakukan reformasi di internal lembaga TNI. Dwi fungsi adalah TNI sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan serta sebagai kekuatan sosial politik sehingga bisa dipilih untuk duduk di DPR dan MPR.

    "Hasilnya, TNI saat ini sudah lebih baik, misalnya TNI saat ini sudah tidak berbisnis lagi," kata Wakil Ketua DPR ini.

    Menurut dia, kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewacanakan TNI bisa memiliki hak pilih pada Pemilu asalkan diamanahkan dalam undang-undang, maka sudah tidak masalah dan sudah waktunya untuk dipikirkan kembali.

    Jika TNI diberikan hak pilih, kata Anis, tidak perlu dikhawatirkan seperti di masa Orde Baru, karena TNI saat ini setelah melakukan reformasi birokrasi sudah seperti pegawai negeri sipil.

    "Persoalannya hanya memberikan hak suara di bilik suara," katanya. Jika TNI diberikan hak suara pada Pemilu 2014, Anis Matta juga tidak khawatir suara pemilih dari TNI akan masuk ke partai tertentu.

    "Kami tidak khawatir pada suara dari TNI, karena banyak juga keluarga TNI yang memilih PKS," kata Anis.

    Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, suatu saat TNI harus diberikan haknya untuk memberikan hak suara pada Pemilu jika sudah tidak ada hambatan yang mengganggu kekompakan, jiwa korsa (satu rasa), dan sebagainya.

    Presiden menyadari adanya kekhawatiran di masa lalu bila TNI memiliki dan menggunakan hak pilihnya maka akan terjadi perpecahan di kalangan internal militer.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Anis Matta Setuju TNI Diberi Hak Pilih

    LAPAN-ORARI Luncurkan Roket Satelit Mitigasi Bencana


    Liputan6.com, Garut: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (LAPAN) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) mengadakan uji terbang tiga buah roket di instalasi uji terbang LAPAN di Jalan Raya Cilautereun, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Ahad (20/6). Roket-roket tersebut merupakan bagian pembangunan misi satelit mitigasi bencana LAPAN-ORARI.

    Ketiga roket diluncurkan dalam rentang waktu masing-masing 90 menit. Roket pertama untuk uji dinamika terbang roket, sedangkan dua roket berikutnya sebagai cikal bakal pembangunan satelit LAPAN-ORARI. Roket RX-200 itu meluncur pada sudut elevasi 75 derajat dan mencapai ketinggian 23 kilometer dengan jarak 28 km.

    Pembangunan satelit LAPAN-ORARI upaya penanggulangan bencana alam dengan menyediakan sarana komunikasi amatir radio di lokasi bencana. Menurut Ketua ORARI Sutiyoso, selama ini komunikasi radio amatir terbukti menjadi alat yang mampu bertahan saat terjadi bencana.

    "Yang terjadi saat ini, pertolongan sering menjadi telat karena terkendala gangguan frekuensi," kata Sutiyoso. Peran komunikasi jadi penting untuk memantau korban yang kemungkinan masih bisa diselamatkan, dan mencari lokasi bencana yang memerlukan bantuan.

    Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardienatha juga menerangkan, selama ini jaringan komunikasi ORARI yang terpasang di daratan seringkali terhalang pegunungan sehingga tak bisa bekerja dengan maksimal.


    Ada Kapal Asing Lewat, Peluncuran Roket LAPAN Sempat Tertunda

    TEMPO Interaktif, Garut - Peluncuran tiga roket RX 200 yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Instalasi Uji Terbang Lapan di Jl. Raya Cilautereun, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Minggu (20/6) berlangung sukses. Namun peluncuran roket ketiga sempat molor sekitar satu jam dari jadwal karena ada kapal asing yang lewat walaupun sebelumnya telah peringatkan dengan keras oleh pihak satuan pengamanan pantai.

    Roket pertama dilucurkan sekitar pukul 06.15, roket kedua sekitar pukul 07.30, sedangkan roket ketiga sekitar 10.00.

    Peluncuran roket ini merupakan tahap awal pembangunan satelit mikro Lapan-ORARI. ”Alhamdulillah kita sukses melakukan peluncuran roket mitigas bencana ini,” ujar Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN Pusat Soewarto Herdhienata saat jumpa pers didepan wartawan, Minggu (20/6).

    Peluncuran ketiga roket kali ini merupakan sebuah terobosan besar untuk membantu upaya penanggulangan bencana alam dengan menyediakan sarana komunikasi amatir radio di lokasi bencana.

    Dijelaskan Soewarto, dalam peluncuran ketiga roket mitigasi tadi roket pertama membawa muatan telemetri Lapan bertujuan untuk uji dinamika terbang roket, sedangkan dua roket berikutnya membawa muatan komunikasi digital amatir radio Automatic Position Reporting System (APRS) yang bertujuan menguji sistem diudara. ”Nah APRS inilah yang menjadi cikal bakal pembangunan satelit LAPAN-ORARI,” ujarnya.

    Diperkirakan, ujar dia, muatan akan melayang di udara selama 20 menit sebelum jatuh di laut. Ketika berada di udara, muatan tersebut akan mengirimkan sinyal guna komunikasi ORARI.

    Kedepan, satelit itu akan diluncurkan bersama dengan satelit Lapan A2 pada 2011 mendatang di Sriharikota, India, yang mana keberadaannya akan menjawab kebutuhan komunikasi darurat ketika bencana terjadi.

    Sementara itu, Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia Sutiyoso yang menyaksikan secara langsung peluncuran uji roket mitigasi bercana tersebut mengaku puas dengan hasil uji coba kali ini. Menurutnya peluncuran roket cikal bakal mitigasi bencana ini sangat membantu dalam memberikan informasi yang akurat mengenai terjadinya gempa.


    Sumber: TEMPO/liputan6
    Readmore --> LAPAN-ORARI Luncurkan Roket Satelit Mitigasi Bencana

    Indonesia Akan Beli Tiga Kapal Corvette dari Belanda


    TNI Berencana Membeli 3 Korvet Dari Belanda
    TEMPO Interaktif, Garut - Untuk membantu armada tempur di lapangan, Depertemen Pertahanan berencana membeli tiga kapal Corvette. Kapal perang ini merupakan kapal terbaru dengan teknologi kemiliteran terkini yang akan dimiliki lembaga pertahanan Indonesia.

    “Ini sudah sebuah kebutuhan di lapangan, kita datangkan tiga kapal itu,” ujar Kepala Depertemen Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Republik Indonesia Pos M Hutabarat, saat mengikuti peluncuran Roket mitigasi bencana di Garut, Minggu (20/6).

    Dijelaskan Pos, kapal tersebut memiliki daya jelajah yang handal, cepat dengan kemampuan daya tempur yang luar biasa. Diharapkan keberadaannya akan membantu teknologi pertahanan negara. “Teknologi yang dimilikinya terbaik untuk saat ini,” ujarnya.

    Namun untuk merealisasikan hal itu tidak mudah. Sebab, harga satu kapal perang tersebut sebesar Rp 1,6 triliyun. Sehingga tak sedikit anggaran negara yang terpakai untuk membeli empat kapal perang yang didatangkan dari negeri ratu Beatrix tersebut.

    "Bisa dibayangkan untuk satu kapal itu sebanding dengan 600 Puskesmas atau 400 ribu ton beras," ujarnya.

    Untuk mendukung langkah itu, kata dia, langkah yang dilakukan adalah lembaganya telah mengajukan anggaran ke Dewan Perwakilan Rakyat dengan mengganggarkan dari kas negara. Hingga kini Dewan telah mengganggarkan sekitar Rp 800 miliar.

    Sedangkan tahap kedua akan melakukan kerjasama dengan pihak luar yang mampu membiayai pembelian kapal tersebut dengan jangka pembayaran bertahap. “Diharapkan pembayarannya bisa dilakukan antara 7-10 tahun,”ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Akan Beli Tiga Kapal Corvette dari Belanda

    Indonesia Bantah Malaysia Soal Perampokan di Natuna


    perairan natuna

    Batam (ANTARA News) - Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Ade Supandi membantah keterangan Malaysia yang menyebutkan ada 14 perampokan di perairan Natuna, Indonesia, dalam tahun ini.

    Ade Supandi yang tidak mengetahui sumber angka yang dirilis Malaysia itu mengatakan bahwa hanya terjadi enam hingga delapan kasus perampokan di perairan Natuna, Laut China Selatan, sejak awal tahun hingga sekarang.

    Menurut Ade Supandi di Batam, Sabtu, kebanyakan kasus perompakan menimpa kapal kargo dan kontainer yang melintasi perairan tersebut.

    Ade Supandi mengungkapkan bahwa pelaku pelaku perompakan bukan hanya warga negara Indonesia, banyak juga pelaku kejahatan berasal dari negeri tetangga.

    Dalam mengantisipasi tindak kejahatan di laut seperti perompakan, menurut Ade, Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Thailand melakukan patroli bersama di daerah perbatasan.

    "Kami melakukan patroli bersama empat negara untuk menekan angka kejahatan di laut," kata Komandan Guskamla Armabar.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Bantah Malaysia Soal Perampokan di Natuna

    TNI-AL Butuh Tambahan Enam Helikopter


    Sidoarjo - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) membutuhkan tambahan enam unit helikopter untuk memperkuat jajaran armada udaranya.

    "Kebutuhan enam heli itu sudah kami masukkan dalam program kerja Trimatra Terpadu 2010-2014," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Agus Suhartono di Sidoarjo, Kamis.

    Ia menyebutkan enam unit helikopter tersebut terdiri atas tiga unit helikopter anti-kapal selam dan tiga unit lainnya anti-kapal perang permukaan.

    Untuk jenisnya, sampai sekarang Mabes TNI-AL masih melakukan pengkajian.

    "Sebaiknya, jangan tanya jenis dulu. Fungsinya saja dulu. Soal jenis, tergantung kemampuan keuangan negara," katanya saat ditemui usai memimpin upacara Hari Ulang Tahun ke-54 Pusat Penerbangan TNI-AL.

    Selain itu, TNI-AL juga membutuhkan pesawat jenis CN-235 untuk mendukung pasukan tempur udara di jajaran TNI-AL.

    "Keinginan kami secepatnya. Tapi tergantung kemampuan keuangan negara," katanya di Pangkalan Udara TNI-AL, Juanda, Sidoarjo, itu.

    KSAL menegaskan, Pusat Penerbangan TNI-AL itu merupakan kekuatan utama TNI-AL karena merupakan bagian dari program kerja Trimatra Terpadu TNI.

    "Akan tetap menjalankan fungsinya secara maksimal, kendati terkendala kemampuan keuangan negara," katanya.
    Agus menambahkan, untuk membesarkan Pusat Penerbangan TNI-AL, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan TNI Angkatan Udara sesuai mekanisme dan prosedur dalam program kerja Trimatra Terpadu.

    "Kami punya 'Collibri' (jenis helikopter), sedangkan TNI-AU punya suku cadang dan tenaga mekanik. Tentunya, ini saling mendukung," katanya.


    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AL Butuh Tambahan Enam Helikopter

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.