ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, June 12, 2010 | 6:06 PM | 0 Comments

    Satgaspam Pulau Terluar NKRI

    Surabaya - Sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar 1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar IX (Satgasmar Puter IX) menaiki KRI Teluk Parigi ATF 539 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Jumat (11/6). Satgasmar Puter IX sebanyak satu kompi ini, akan bertugas di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Satgaspam Pulau Terluar NKRI

    Pangkostrad: Hotel di Yogyakarta Rawan Aksi Teroris


    Sleman (ANTARA News) - Panglima Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Burhanudin Amin menyatakan hotel-hotel di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman rawan menjadi sasaran aksi teroris, untuk itu diperlukankewaspadaan.

    "Di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman ini banyak terdapat hotel berbintang dan sering mendapat kunjungan tamu dari dalam dan luar negeri, sehingga ini rawan menjadi sasaran aksi kelompok teroris," katanya seusai memimpin latihan penanggulangan teoris di gedung "Fashion Village" Sritex, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu.

    "Latihan ini merupakan kegiatan rutin untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan TNI dalam menanggulangi aksi teroris," katanya.

    Sementara dalam latihan tersebut digambarkan bahwa di dalam gedung "Fashion Village" Sritex saat itu sedang ada tamu Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ternyata sudah dikuasai kelompok teroris yang berjumlah 15 orang.

    Kawanan teroris tersebut kemudian menyandera Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata dengan meminta tebusan tertentu.

    Kemudian pihak keamanan mencoba melakukan negosiasi kepada kelompok teroris yang melakukan penyanderaan, namun upaya ini tidak berhasil dan kelompok teroris tetap pada tuntutannya.

    Karena upaya negosiasi tidak membuahkan hasil kemudian pihak keamanan dalam hal ini TNI AD berupaya melakukan pembebasan para sandera.

    Lokasi kesatuan paling dekat adalah Brigif 6 Surakarta yang mempunyai pasukan Penanggulangan Teror (Gultor) maka kesatuan ini langsung bergerak menuju lokasi.

    Pasukan Gultor dari Yonif 412/Raider, Randivif 2 Kostrad kemudian bergerak cepat ke gedung "Fashion Village" Sritex untuk melakukan upaya pembebasan sandera, kemudian dengan menggunakan kendaraan taktis, helikopter dan sepeda motor pasukan Gultor ini mulai mendekati gedung.

    Empat personel Gultor langsung meluncur turun dari helikopter, satu anggota yang di depan berhasil memecah kaca gedung dan menerobos masuk bersama dua personel lainnya untuk melumpuhkan teroris.

    Sedangkan satu personel gagal memecah kaca karena posisi kaki tidak tepat sehingga akhirnya personel ini tewas akibat ditembak anggota teroris yang berada dalam gedung.

    Sedangkan kendaraan taktis langsung menerobos masuk ke "basement" gedung dan menurunkan sejumlah personel untuk melakukan upaya pembebasan tawanan atau sandera.

    Saat terjadi baku tembak antara pasukan Gultor dan kelompok teroris, ada tiga anggota teroris yang berhasil meloloskan diri dengan membawa dua sandera dengan menggunakan bus pariwisata, dan mereka kabur melalui Jalan Yogyakarta-Solo.

    Pasukan Gultor yang telah siaga di luar langsung melakukan pengejaran terhadap bus pariwisata yang dirampas kelompok teroris tersebut, dan sekitar jarak 500 meter dari lokasi bus berhasil dihentikan.

    Setelah terjadi beberapa kali kontak senjata akhirnya pasukan Gultor berhasil melumpuhkan teroris yang mengemudikan bus dan dua rekannya, serta membebaskan sandera.

    Setelah berhasil dibebaskan, Bupati Sleman dan Kepala Dinas Pariwisata yang menjadi sandera para teroris kemudian disterilisasi untuk menjaga kemungkinan dua sandera ini telah dipasangi bom oleh para teroris.

    Setelah dinyatakan aman keduanya kemudian dievakuasi dengan menggunakan mobil penyelamat.

    Dalam aksi penyergapan ini tercatat 12 dari 15 anggota kelompok teroris dan satu personel pasukan Gultor tewas dalam baku tembak.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pangkostrad: Hotel di Yogyakarta Rawan Aksi Teroris

    Israel Terima Penyelidikan Internasional


    WASHINGTON, KOMPAS.com — Para pejabat Israel, Jumat (11/6/2010), mengatakan, mereka akan menerima partisipasi internasional dalam penyelidikannya terhadap serbuan ke kapal Turki yang menuju Gaza, 31 Mei lalu.

    Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), Michael Oren, mengatakan, negaranya akan mengumumkan dalam beberapa hari mendatang komposisi komisi itu yang dibentuk untuk memeriksa apa yang terjadi di dalam kapal yang mencoba membawa bantuan ke Gaza itu. Para pejabat Israel, yang tak mau disebut jati dirinya karena sensitivitas diplomatik masalah itu, mengatakan kepada CNN bahwa akan ada partisipasi internasional dalam penyelidikan tersebut, tetapi tidak dapat mengonfirmasikan spekulasi bahwa AS akan menjadi bagian dari penyelidikan.

    AS terus berbicara dengan Israel tentang kemungkinan partisipasi AS, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, PJ Crowley, kepada wartawan, Jumat. Ketika ditanya apakah AS akan mendukung sebuah resolusi PBB yang menyerukan penyelidikan yang dipimpin PBB, Crowley mengatakan, "Kami tidak mengetahui adanya resolusi yang akan diperkenalkan di PBB minggu depan."

    Sejumlah negara telah mendesak agar Israel mengizinkan PBB untuk menyelidiki kasus itu. Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis di Washington, menyerukan sebuah komisi penyelidikan internasional dengan mengatakan, "Israel tidak bisa menyelidiki dirinya sendiri."

    Crowley mengatakan, Washington mendukung penyelidikan yang dipimpin Israel, tetapi juga terbuka dan berdiskusi dengan Israel tentang potensi di mana masyarakat internasional dapat berpartisipasi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri itu mengatakan, "AS percaya ini harus tidak memihak, harus kredibel, dan partisipasi internasional dalam beberapa cara dapat meningkatkan hasilnya dan dukungan bagi penyelidikan itu."

    Dalam sebuah pidato pada hari Jumat di Washington, Duta Besar Israel mengatakan, Israel telah terlibat dalam diskusi serius dengan AS, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dua anggota Kuartet "Timur Tengah" lainnya, yaitu Uni Eropa dan Rusia, tentang cara untuk memberikan lebih banyak bantuan bagi warga sipil di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas, yang dianggap AS dan Israel sebagai sebuah organisasi teroris. Setiap pemberian bantuan, kata Oren, juga harus menyediakan cara untuk menjamin keamanan Israel dari senjata yang mungkin diselundupkan ke Gaza.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Israel Terima Penyelidikan Internasional

    RI-China Jalin Kerja Sama Industri Pertahanan


    Pemerintah melalui Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menjalin kerjasama dengan Pemerintah China untuk mengembangkan industri Pertahanan dalam negeri. Namun, dalam kerjasama kedua negara ini, prinsip saling menguntungkan tetap diperhatikan.

    "Saat ini Indonesia sedang menggiatkan industri pertahanan dalam negeri sehingga diharapkan China berpartisipasi dalam program pengembangan industri pertahanan di Indonesia, mencakup joint production dan pelaksanaanTransfer of Technology (ToT)," kata Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan, Brigjend TNI I Wayan Midi di Kantor Kemhan, Jumat (11/6), tadi pagi.

    Menurut Wayan, saat ini Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membentuk suatu forum teknologi militer (military Technology Forum-MTF), sebagai wadah kosultasi yang membahas aspek teknis Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata).

    Tujuan pembentukan forum tersebut, kata dia, untuk meningkatkan pertahanan kedua negara di masa mendatang.

    Ia menambahkan, dalam hal anggaran pertahanan, Indonesia berharap pemerintah Chinadapat menyediakan fasilitas pengadaan secara G to Gdisertai dengan ToT serta melibatkan industri dalam negeri.

    Wayan menjelaskan, kerjasama antara Kemhan RI dengan Pertahanan China memberi manfaat ganda bagi kedua belah pihak.

    Pertama, meningkatkan kualitas profesionalisme untuk bisamenopang stabilitas kawasan. Pemerintah RI dan China memiliki kepentingan yang sama terhadap pengamanan Selat Malaka dan pengamanan SLOC (Sea Lane Of Communication atau ALKI). Berkaitan dengan itu diperlukan mutual understanding dan mutual cooperation khususnya di Selat Malaka dan SLOC seperti di Selat Sunda, Selat Lombok dan Selat Makasar.

    Kedua, peran Indonesia sebagai Negara Kunci di Asia Tenggara mampu menjembatani kepentingan global di kawasaan. Sehingga koordinasi dan komunikasi untuk keamanan pasokan energi dari dan ke Timur Tengah, transportasi komoditas dan produk negara-negara industri ke wilayah Asia dan Eropa menjadi lancar.

    Ketiga, dalam konteks nasional, Kerjasama Pemerintah Indonesia dengan China dapat memberi manfaat bagi pengembangan industri pertahanan di Indonesia, sehingga dapat membangun pertumbuhan ekonomi, dan menempatkan kebijakan pembangunan sistem pertahanan yang pro kesejahteraan (defence supportive economi).

    Keempat, terkait dengan industri pertahanan, menurut Wayan, kerjasama ini diharapkan pemerintah Chinadapat memanfatkan produk-produk industri pertahanan Indonesia sebagai bentuk mutual benefit cooperation.

    "Saat ini Indonesia memiliki kapasitas untuk memproduksi alat-alat pertahanan yang memenuhi standar internasionaldi antaranya non-weapon system equipment (alat perlengkapan non-alutsista)," katanya.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> RI-China Jalin Kerja Sama Industri Pertahanan

    Friday, June 11, 2010 | 2:18 PM | 0 Comments

    Kadet AAL Korps Marinir Latihan Pendaratan di Madura


    Surabaya - Sebanyak 38 Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Korps Marinir berhasil melaksanakan pendaratan di pantai Karang Pandan, Madura. Latihan dan praktek pendaratan yang berlangsung hingga pertengahan Juni ini di beri sandi 'Karkata Yudha'.

    Pendaratan ini disaksikan langsung Gubernur AAL Laksda TNI Bambang Suwarto, Wagub AAL Kolonel Marinir Gatot Subroto dan pejabat teras AAL, Kamis (10/6/2010).

    Selain Pantai Karang Pandan, Krakata Yudha yang juga melibatkan 61 personel pendukung ini mengambil lokasi latihan di Kolatarmatim serta Pantai Sukolilo Barat Madura.

    Berbagai materi latihan diberikan dalam latihan yang sudah dimulai sejak 2 Juni lalu, baik latihan taktik yang terdiri dari Serbuan Amphibi dan Raid Amphibi maupun latihan tehnik yang meliputi tehnik naik turun jaring, Embarkasi dan Debarkasi SPP, Embarkasi dan Debarkasi Ranratfib, Embarkasi dan Debarkasi PK, Prosedur pimpinan pasukan dengan Maket OA, Long Range Navigation, tehnik mendayung, tehnik exersisi PK serta Tehnik mengemudi PK.

    Pengawas Latihan (Waslat) adalah Kolonel Marinir F.X Deddy Susanto yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kepala Departemen Marinir mengatakan bahwa Krakata Yudha digelar agar Kadet tingkat III Korps Marinir dapat mengaplikasikan secara tehnik dan taktik Operasi Amphibi (serbuan Amphibi dan Raid Amphibi).

    "Yang sudah diterima secara teori di kelas dengan sasaran agar mereka mampu dan menguasai secara tehnik dan taktik Regu Infanteri dalam Operasi Amphibi (Serbuan Amphibi dan Raid Amphibi)," katanya dalam rilis yang diterima detiksurabaya.com

    Sementara itu Gubernur AAL Laksda TNI Bambang Suwarto mengatakan latihan ini sangat penting bagi para kadet korps Marinir karena mereka dituntut harus paham, mampu dan mahir dalam peperangan amphibi dan darat modern.

    "Saya berharap dengan latihan Krakata Yudha ini dapat menambah dan meningkatkan keterampilan para kadet khususnya dalam bidang Ilmu-ilmu dasar kemariniran sebagai bekal bagi mereka setelah menjadi perwira TNI AL nantinya," ujar Laksamana bintang dua ini.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Kadet AAL Korps Marinir Latihan Pendaratan di Madura

    AS Puji Langkah Rusia


    WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat, Kamis, menyambut sikap Rusia untuk tidak mengirimkan rudal pertahanan udara S-300 yang dijanjikan kepada Iran. "Rusia berusaha bertanggung jawab, mengendalikan diri dan tidak mengirimkan rudal-rudal tersebut kepada Iran," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley.

    Crowley mencatat bahwa rudal-rudal itu tidak termasuk dalam sanksi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) Rabu terhadap Iran yang disetujui DK, tetapi mengatakan, "Kami mengakui dan menghargai pengendalian diri yang Rusia tunjukkan pada masalah ini."

    Namun resolusi itu, menurutnya, menyerukan untuk pertama kalinya bagi negara-negara untuk berusaha waspada dan mengendalikan diri dalam penjualan atau pengiriman semua senjata-senjata lain dan yang berkaitan dengan barang tersebut. Rusia telah menyetujui kesepakatan penjualan rudal beberapa tahun lalu tetapi tak pernah mengirimkan senjata-senjata itu, di tengah tekanan AS dan Israel, yang khawatir bahwa akan terjadi perkembangan dramatis dalam kemampuan pertahanan Iran. Kegagalan pengiriman rudal-rudal itu membuat pemimpin Iran kecewa dan menjadi kendala besar dalam hubungan erat kedua negara itu.

    Putaran keempat sanksi DK PBB terhadap Iran itu memperluas larangan militer dan keuangan terhadap negara tersebut. Resolusi itu menambahkan larangan penjualan kepada Iran delapan jenis baru senjata besar dan pembatasan-pembatasan baru terhadap investasi Iran ke luar negeri. Kementerian luar negeri Rusia, Kamis, mengatakan, kontrak pengiriman rudal pertahanan udara S-300 kepada Iran tidak terpengaruh oleh sanksi-sanksi baru PBB, setelah terdapat klaim bahwa kesepakatan itu akan dibekukan. Ditanya apakah ada peranan AS di dalam masalah itu, Crowley mengatakan, Washington telah melakukan pembicaraan dengan Moskow mengenai topik itu dan Rusia akan membuat keputusannya sendiri.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Puji Langkah Rusia

    Uji Tembak Rudal QW-3 Paskhas TNI AU


    Uji tembak peluru kendali (rudal) qw-3 dilaksanakan di lapangan tembak depohar 60, desa gesingan, pantai selatan kabupaten pacitan, kamis (10/06) disaksikan oleh para pejabat TNI AU, Dephan, dan Mabes TNI diantaranya Dankoharmatau Marsda TNI Ferdinand, Kadislitbangau, Kadislambangjau, Kadispenau, Dankorpaskhasau dan Danlanud Iswahyudi. kegiatan uji tembak tersebut dapat berjalan dengan lancar dan cukup berhasil ditandai dengan tembakan Rudal mengenai sasaran tembak berupa pesawat Target Drone.

    Uji tembak rudal QW-3 dengan sasaran target drone ini dimaksudkan sebagai realisasi dari kegiatan penerimaan barang kontrak dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana berfungsinya sistem kerja material QW-3 tersebut dan layak digunakan sebagai salah satu alutsista Angkatan Udara dan yang terpenting dari uji tembak qw-3 ini adalah memberikan masukan bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
    Rudal QW-3 yang berbobot 16 kg ini mempunyai panjang 1,5 meter dan merupakan salah satu jenis rudal hanud (pertahanan udara) generasi baru yg menggunakan sistem manpad/ rudal panggul. memiliki kemampuan anti jamming dan tahan thd flare yg diluncurkan oleh pswt sasaran.

    Sementara sasaran tembak berupa pesawat target drone adalah pesawat model tipe S-70 berkemampuan terbang radius 30 km dikendalikan oleh ground station berbobot 55 kg diluncurkan dengan menggunakan daya dorong catapult yang berada pada bagian bawah fuselage dilengkapi juga dengan GPS sehingga setiap manuver pesawat dapat termonitor pada layar komputer pada ground station.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Uji Tembak Rudal QW-3 Paskhas TNI AU

    Thursday, June 10, 2010 | 10:33 PM | 0 Comments

    Putin says Russia will buy Mistral only with technology transfer


    Putin says Russia will buy Mistral only with technology transfer


    Russia is interested in purchasing Mistral class amphibious assault ships from France only together with the accompanying technology, Prime Minister Vladimir Putin said on the eve of a visit to France.

    Russia is negotiating the purchase of at least one French-built Mistral-class amphibious assault ship and plans to build three more vessels of the same class in partnership with the French naval shipbuilder DCNS.

    "For us, this deal is interesting only if it is accomplished with a parallel transfer of technology, so that our shipbuilders - both civilian and military - receive a new technological boost for development," Putin said in an interview with Agence France Presse and France 2 TV.

    The prime minister, who will visit France on Thursday and Friday, also said that "cooperation in a field as sensitive as military-industrial manufacturing, of course, leads to higher trust between countries."

    Putin reiterated that Georgia and other Russian neighbors should not fear the Mistral purchase because Moscow has no plans to attack other countries and hopes there will never again be a conflict similar to five-day war between Russia and Georgia in 2008.

    "You know, it is not the case when it is necessary to deploy weaponry as the Mistral ship. I hope that, God willing, we will never see a military conflict between Russia and Georgia. Never," he said, before pointing out that Russia was able "to carry out military strikes from the Russian territory at any target in Georgia."

    "We do not need a Mistral ship for that," he said.

    A Mistral-class ship is capable of transporting and deploying 16 helicopters, four landing barges, up to 70 armored vehicles including 13 battle tanks, and 450 personnel.

    The Russian military plans to use the Mistral ships in its Northern and Pacific Fleets.

    Chief of Russian Armed Forces General Staff Gen. Nikolai Makarov said on Tuesday that Russia needs Mistral class amphibious assault ships primarily to boost the combat capabilities of its Navy in the Far East and ensure protection of the disputed Kuril Islands.

    From: RIA
    Readmore --> Putin says Russia will buy Mistral only with technology transfer

    Russian strategic bombers complete record duration flight

    Russian strategic bombers complete record duration flight

    Two Russian Tu-160 Blackjack strategic bombers have carried out a record-breaking 23-hour patrol with a planned flight range of 18,000 kilometers (over 11,000 miles), an Air Force spokesman said on Thursday.

    "This mission was the second maximum range flight ever conducted by this type of aircraft. A Tu-160 carried out a similar mission last year and stayed in the air for 21 hours," Lt. Col. Vladimir Drik said.

    "The current mission set a record by exceeded the duration of the previous flight by two hours, managing around 23 hours with a range of 18,000 kilometers," the official said.

    The bombers flew along the Russian borders and over neutral waters in the Arctic and Pacific Oceans.

    They practiced instrumental flight and carried out two in-flight refuelings from Il-78 aerial tankers.

    The planes landed at their base in Engels in the Volga region at 10.00 Moscow time (08.00 GMT) on Thursday.

    The Tu-160 Blackjack is a supersonic, variable-geometry heavy bomber, designed to strike strategic targets with nuclear and conventional weapons deep in continental theaters of operation.

    From: RIA
    Readmore --> Russian strategic bombers complete record duration flight

    Rusia-China Ingin Rundingkan Nuklir Iran


    illustrasi


    PARIS, KOMPAS.com — Rusia dan China, Kamis (10/6/2010), mengatakan masih menginginkan perundingan untuk mengakhiri konflik nuklir Iran setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap republik Islam itu.

    Kedua negara terpaksa bertindak setelah Iran mengecam sanksi-sanksi babak keempat yang disahkan Dewan Keamanan PBB, Rabu. Namun, Rusia juga membekukan kontrak untuk mengirim sistem rudal S-300 kepada Iran.

    Rusia dan China, keduanya adalah sekutu dekat Iran, pada masa lalu menolak sanksi-sanksi yang keras dan kehilangan banyak bisnis sebagai balasan terhadap keputusan mereka saat ini. "Jelas sanksi-sanksi itu tidak akan menyelesaikan masalah program nuklir Iran itu," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. "Tujuan usaha-usaha kami untuk memberikan dorongan pada penyelesaian politik dan diplomatik masalah itu."

    Kementerian itu menambahkan, resolusi itu tidak memberlakukan sanksi-sanksi yang mencekik dan melumpuhkan Iran dan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer. Rusia juga memperingatkan sanksi-sanksi sepihak oleh negara-negara lain. "Bagi kami, setiap usaha di luar Dewan Keamanan tidak dapat diterima," kata pernyataan itu.

    PBB memutuskan pengenaan sanksi-sanksi baru militer dan keuangan terhadap Iran dalam usaha keempat sejak tahun 2006 untuk menghentikan program nuklir Teheran. Rancangan resolusi yang disusun AS itu disetujui 12 negara di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara, dengan Lebanon abstein dan Brasil serta Turki menentang. Rusia dan China, keduanya anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto yang dapat menghambat setiap resolusi, mendukung tindakan itu.

    China mengatakan, dialog diperlukan untuk mengakhiri kekhawatiran internasional bahwa Iran sedang berusaha membuat bom nuklir. "China selalu menempuh jalan yang tepat untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran melalui dialog, perundingan, dan usaha-usaha diplomatik lainnya untuk mencari solusi yang memuaskan semua pihak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qin Gang dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Xinhua.

    China dan Rusia mendukung sanksi setelah berbulan-bulan perundingan, di mana mereka berhasil melunakkan rancangan awal yang dibuat AS untuk melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi dan energi mereka di Iran. Kepala badan tenaga atom Iran Ali Akbar Salehi, yang mengawasi program nuklir Iran, mengecam China. "China secara berangsur akan gagal menjalankan sikapnya yang dihormati di dunia Arab," kata Salehi kepada kantor berita ISNA.

    Presiden Iran Ahmadinejad, yang akan tiba di China, Jumat, untuk mengunjungi World Expo, mengatakan, "Resolusi-resolusi ini tidak bernilai sedikit pun bagi negara Iran." Ia mengancam akan menghentikan perundingan dengan enam negara besar jika sanksi-sanksi itu diterapkan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia-China Ingin Rundingkan Nuklir Iran

    Israel Ajukan Syarat Pembukaan Blokade


    Sejumlah warga Palestina yang hendak menuju Mesir menunggu para polisi Hamas memeriksa paspor di gerbang Rafah, Jalur Gaza, Selasa (8/6). Pada hari Rabu, Israel juga mengizinkan masuk makanan dan minuman ke Jalur Gaza.


    JERUSALEM, KOMPAS.com - Israel tidak akan mencabut blokade atas Jalur Gaza jika Hamas tidak mengizinkan Palang Merah mengunjungi seorang tentara Israel yang ditangkap tahun 2006.

    "Kami harus berkata jelas bahwa syarat minimal untuk mencabut blokade adalah Palang Merah diizinkan untuk mengunjungi secara teratur Gilad Shalit," kata Avigdorn Lieberman, menteri militer Israel, Kamis (10/6), dalam pernyataannya, merujuk ke seorang prajurit 23 tahun yang ditahan Hamas. "Sepanjang syarat ini tidak dipenuhi, tidak ada alasan untuk mengubah situasi," katanya.

    Hamas dengan cepat menolak syarat itu dengan mengatakan, "Pengaitan nasib Shalit dengan blokade merupakan suatu upaya menyesatkan dan menutupi upaya-upaya internasional untuk memecahkan pengepungan itu." Hamas mengatakan, pihaknya hanya akan membebaskan Shalit untuk ditukar dengan ratusan tawanan Palestina yang disekap di Israel, termasuk beberapa pemimpin politik dan gerilyawan terkemuka yang bertanggungjawab atas sejumlah serangan mematikan.

    Israel kini menghadapi kecaman internasional berkaitan dengan blokade atas wilayah Palestina itu, yang menutup semua pasokan barang-barang kebutuhan pokok, dan serangan mematikan terhadap armada kapal bantuan kemanusiaan pada 31 Mei lalu.

    Penutupan Jalur Gaza pertama dilakukan ketika Shalit ditangkap Hamas dan kelompok gerilyawan lain dalam serangan lintas perbatasan pada Juni 2006, dan memperketat sanksi-sanksi itu ketika Hamas memegang kekuasaan di Gaza tahun lalu. Israel mengatakan, penutupan diperlukan untuk menahan Hamas - yang berikrar untuk menghancurkan Israel - dan mendesak pembebasan Shalit.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Israel Ajukan Syarat Pembukaan Blokade

    Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit


    Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo saat bersilahturahmi dengan prajurit di Batalyon Infanteri 315/Garuda di Kota Bogor, Kamis (10/6/2010).


    BOGOR, KOMPAS.com — Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo mengingatkan, setiap prajurit TNI harus menjaga martabat dan nama baik TNI, serta memerhatikan dan sayang istri serta anak-anak mereka.
    Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda.

    Pramono menyatakan hal itu saat bersilaturahim dengan para parajurit dan istri mereka di Batalyon Infantri 315/Garuda di Gunung Batu, Kota Bogor, Kamis (10/6/2010). Ini adalah kegiatan pertama kali Pramono bertemu dengan prajurit TNI di Kota Bogor setelah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi enam bulan lalu.

    Ia meminta para prajurit menjaga sikap dan nama baik, begitu juga para perwira harus menjaga dan melindungi prajurit yang menjadi anak buahnya. Para prajurit muda diminta untuk tidak kecil hati karena pangkat mereka pasti akan neningkat dan tidak tertutup kemungkinan menjadi perwira selama menjadi prajurit TNI yang baik.

    "Ketika saya masih berpangkat letnan dua, saya mempunyai anak buah yang berpangkat prajurit dua. Kini dia sudah menjadi letnan kolonel, yang berarti pada kurun waktu yang sama, kenaikan kepangkatan dia lebih banyak daripada saya. Anda yang saat ini masih berpangkat prajurit dua, itu hanya sementara karena kenaikan pangkat akan terjadi cepat, selama Anda menjadi prajurit TNI yang baik dan berkualitas," katanya.

    Pangdam berharap, para prajurit muda itu menjadi tentara bukan karena kesulitan mencari pekerjaan, melainkan karena memang bercita-cita untuk menjadi tentara dan membangun karier di TNI untuk kepentingan bangsa dan negara.

    Dalam dialog langsung dengan para pajurit dan istri mereka, Pangdam Pramono mengingatkan bahwa setiap prajurit harus menghargai dan menyayangi istri dan keluarga, begitu juga sebaliknya. Setiap prajurit tidak boleh memperlakukan istrinya sebagai pembantu rumah tangga atau istri memperlakukan suami hanya sebagai pencari nafkah.

    "Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda menunggu istri yang melakukan. Juga pecayakan tugas-tugas yang ingin dilakukan istri, dikerjakan sendiri oleh istri," katanya.

    Menurut Pangdam, prajurit TNI dan istrinya menikah karena didasari cinta dan kesetiaan serta saling menghargai. "Ini yang membuat setiap prajurit dan TNI tangguh," tambahnya.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit

    Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit


    Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo saat bersilahturahmi dengan prajurit di Batalyon Infanteri 315/Garuda di Kota Bogor, Kamis (10/6/2010).


    BOGOR, KOMPAS.com — Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo mengingatkan, setiap prajurit TNI harus menjaga martabat dan nama baik TNI, serta memerhatikan dan sayang istri serta anak-anak mereka.
    Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda.

    Pramono menyatakan hal itu saat bersilaturahim dengan para parajurit dan istri mereka di Batalyon Infantri 315/Garuda di Gunung Batu, Kota Bogor, Kamis (10/6/2010). Ini adalah kegiatan pertama kali Pramono bertemu dengan prajurit TNI di Kota Bogor setelah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi enam bulan lalu.

    Ia meminta para prajurit menjaga sikap dan nama baik, begitu juga para perwira harus menjaga dan melindungi prajurit yang menjadi anak buahnya. Para prajurit muda diminta untuk tidak kecil hati karena pangkat mereka pasti akan neningkat dan tidak tertutup kemungkinan menjadi perwira selama menjadi prajurit TNI yang baik.

    "Ketika saya masih berpangkat letnan dua, saya mempunyai anak buah yang berpangkat prajurit dua. Kini dia sudah menjadi letnan kolonel, yang berarti pada kurun waktu yang sama, kenaikan kepangkatan dia lebih banyak daripada saya. Anda yang saat ini masih berpangkat prajurit dua, itu hanya sementara karena kenaikan pangkat akan terjadi cepat, selama Anda menjadi prajurit TNI yang baik dan berkualitas," katanya.

    Pangdam berharap, para prajurit muda itu menjadi tentara bukan karena kesulitan mencari pekerjaan, melainkan karena memang bercita-cita untuk menjadi tentara dan membangun karier di TNI untuk kepentingan bangsa dan negara.

    Dalam dialog langsung dengan para pajurit dan istri mereka, Pangdam Pramono mengingatkan bahwa setiap prajurit harus menghargai dan menyayangi istri dan keluarga, begitu juga sebaliknya. Setiap prajurit tidak boleh memperlakukan istrinya sebagai pembantu rumah tangga atau istri memperlakukan suami hanya sebagai pencari nafkah.

    "Hal-hal yang dapat kita kerjakan untuk membantu istri, lakukanlah, jangan ditunda-tunda menunggu istri yang melakukan. Juga pecayakan tugas-tugas yang ingin dilakukan istri, dikerjakan sendiri oleh istri," katanya.

    Menurut Pangdam, prajurit TNI dan istrinya menikah karena didasari cinta dan kesetiaan serta saling menghargai. "Ini yang membuat setiap prajurit dan TNI tangguh," tambahnya.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pangdam Siliwangi Ingatkan Prajurit

    RI Latihan Militer dengan Tujuh Negara


    Bandung (ANTARA News) - Militer Indonesia mengadakan latihan bersama dengan enam negara, guna meningkatkan kerja sama dan profesionalitas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Latihan bersama dengan sandi "Garuda Shield" 2010 itu, dibuka Komandan Pusat Infanteri selaku Direktur Latihan Mayjen TNI Soenarko di Pusat Pendidikan Infanteri TNI Angkatan Darat Cipatat, Bandung, Kamis.

    Kegiatan itu merupakan salah satu kegiatan yang disponsori Komando Militer AS di Asia Pasifik (USPACOM). Latihan bersama tersebut merupakan yang keempat kali diadakan di Asia.

    Sebelumnya diadakan di Mongolia dengan sandi "Khan Quest" (2007) dan di Bangladesh dengan sandi "Santi Dhoot" (2008) dan pada 2009 diselenggarakan di Indonesia dengan penyelenggara Mabes TNI.

    Untuk 2010, penyelenggara latihan di Indonesia adalah TNI Angkatan Darat dengan mitranya dari Amerika Serikat. Layaknya sebuah latihan militer maka "Garuda Shield" diadakan dalam dua tahap yakni geladi posko (11-16 Juni) dan geladi lapang (17-22 Juni).

    Geladi posko diikuti dua negara dan geladi lapang diikuti tujuh negara.

    Ke-tujuh negara itu antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Thailand, Bangladesh, Filipina, Nepal, Brunei Darussalam.

    Latihan bertujuan meningkatkan solidaritas dalam penyelenggaran misi PBB terutama di antara negara-negara yang mengerahkan pasukannya dalam misi PBB (Troop Contrubution Country/TCC).

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta dalam amanat tertulisnya m mengatakan, latihan dimaksudkan untuk mengoptimalkan kerjasama diantara negara kontrisbusi pengirim pasukan dalam misi PBB, menyusul perkembangan lingkungan strategis yang makin kompleks.

    "Berbagai persoalan itu mau tidak mau menuntut kita untuk beekerjasama dalam menghadapinya untuk menciptakan keamanan kawasan terutama di Asia Pasifik," ujarnya.

    Masing-masing negara peserta, terutama yang berkontribusi dalam pasukan perdamaian PBB dapat menyamakan persepsi, dan pandangan hingga dapat diwujudkan prosedur tetap sesuai ketentuan PBB dalam menjalankan misi perdamaiannya di beberapa belahan dunia.

    Melalui latihan bersama ini, lanjut George, dapat pula ditingkatkan kerjsama dan hubungan yang baik diantara negara-negara tersebut.

    Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Komando Militer AS di Pasifik (USPACOM) Mayjen Robert Lee menyampaikan terimakasih atas kesediaan Indonesia sebagai penyelenggara bersama dalam latihan bersama pasukan perdamaian PBB.

    "Ini merupakan yang pertama diadakan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Dan saya sampaikan terima kasih," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI Latihan Militer dengan Tujuh Negara

    Sesaat Meluncur, Roket Korea Selatan Meledak


    Ledakan terjadi saat roket mencapai ketinggian 70 kilometer dari darat


    VIVAnews - Sebuah roket Korea Selatan diduga meledak sesaat setelah diluncurkan, Kamis, 10 Juni 2010. Ledakan terjadi saat roket mencapai ketinggian 70 kilometer dari darat.

    Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, roket itu membawa sebuah satelit untuk diposisikan di orbit. Menurut seorang pejabat, Ahn Byong-Man, kemungkinan roket meledak 137 detik pasca-peluncuran.

    Roket peluncur Korea, Space Launch Vehicle 1 itu bertolak dari Pusat Angkasa Luar Goheung pada pukul 17.01 waktu setempat. Namun, kontak terputus saat roket berada pada ketinggian 70 kilometer.

    "Melihat sinar terang yang terlihat di kamera yang terpasang di ujung roket, kemungkinan roket meledak saat penerbangan berada pada proses pembakaran pertama," kata Ahn.

    Gambar yang ditayangkan televisi Korea menunjukkan serpihan roket jatuh ke laut. Peluncuran ini merupakan upaya kedua Korea Selatan untuk menempatkan sebuah satelit di angkasa luar setelah peluncuran pada Agustus 2009 lalu juga gagal.

    Analis mengatakan, bila dugaan ledakan itu telah dikonfirmasi, maka peristiwa ledakan itu akan menjadi sebuah kemunduran bagi Korea Selatan. Karena, Korea Selatan disebut sejumlah kalangan sedang bersaing dengan negara lain di Asia untuk mencapai angkasa luar.

    China, India, dan Jepang juga telah mengembangkan kemampuan peluncuran. China bahkan telah mengirimkan tiga pesawat berawak ke angkasa luar.


    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Sesaat Meluncur, Roket Korea Selatan Meledak

    Indonesia-AS Teken Kerangka Kerja Pertahanan


    Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kamis (10/6), menandatangani penataan kerangka kerja bagi kegiatan kerja sama bidang pertahanan. Indonesia diwakili Direktur Jenderal Strategi Pertahanan RI, Mayor Jenderal Syarifudin Tippe dan AS diwakili Deputi Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Asia Selatan dan Tenggara, Robert M Scher.

    Menurut siaran pers Kedubes AS, penataan Kerangka Kerja tersebut dimaksudkan untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja sama di bidang pertahanan yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan dan saling percaya.

    Bidang-bidang yang mencakup kerja sama tersebut meliputi, dialog keamanan, pendidikan dan pelatihan, industri pertahanan, pengadaan peralatan militer, keamanan maritim dan bidang kerja sama lain yang telah disepakati bersama.

    Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah bekerja sama selama satu tahun terakhir untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi lembaga pertahanan kedua negara sekaligus memberikan kontribusi bagi keamanan regional.

    Sumber: METRO TV
    Readmore --> Indonesia-AS Teken Kerangka Kerja Pertahanan

    Rusia Bekukan Penjualan Rudal ke Iran


    Rudal S-300 buatan Rusia


    MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia akan membekukan kontrak penjualan sistem rudal S-300 kepada Iran setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi-sanksi babak keempat terhadap republik Islam itu, lapor kantor berita Interfax, Kamis (10/6/2010).

    "Tentu, kontrak untuk mengirim sistem-sistem rudal S-300 akan dibekukan," lapor Interfax, yang mengutip pernyataan sumber yang tidak disebutkan namanya di industri senjata Rusia.

    Kantor berita Reuters melaporkan, para pejabat Rusia mengatakan, sanksi-sanksi itu tidak akan menghambat penjualan S-300, yang dapat menembak jatuh beberapa pesawat atau rudal secara bersamaan. Amerika Serikat dan Israel berulang kali mendesak Rusia untuk tidak menjual rudal ke Iran.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Bekukan Penjualan Rudal ke Iran

    Komisi I DPR tidak Usik Barter Panser


    JAKARTA--MI: Ketua Komisi I DPR RI Kemal Aziz Stamboel menyatakan tak masalah dengan barter yang dilakukan antara PT Pindad dan pemerintah Malaysia terkait pembelian panser. Ia menyatakan bahwa barter dilakukan biasanya menguntungkan kedua belah pihak.

    "Kalau kita butuh barang yang belum bisa dibuat oleh kita ditukar dengan barang yang sudah bisa diproduksi kita, itu baik saja. Kalau bermanfaat, ya tidak ada masalah," sahut Kemal kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (9/6).

    Ia mengaku belum pernah mendengar perjanjian barter tersebut. Meski menyatakan tak bermasalah, ia tak serta merta mendukung barter yang dilakukan pemerintah. "Tapi bukan berarti dukung," tegasnya.

    Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan bahwa 25 persen dari total pembayaran pembelian 32 panser anoa buatan PT Pindad akan dibayar melalui sistem barter. Barter dilakukan dengan menukarnya dengan sedan buatan Proton Malaysia yang selanjutnya digunakan sebagai armada taksi.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Komisi I DPR tidak Usik Barter Panser

    Wednesday, June 9, 2010 | 9:53 PM | 0 Comments

    Jenderal Korsel Terancam Ditahan membocorkan rencana perang


    Seoul (ANTARA News) - Militer Korea Selatan, Rabu, mengeluarkan sebuah surat penangkapan bagi seorang jenderal militer bintang dua dengan tuduhan membocorkan rencana perang negara itu dan rahasia lain ke Korea Utara, menurut laporan media.

    Komando Keamanan Pertahanan meminta penuntut umum militer untuk menahan mayor jenderal yang diidentifikasi hanya sebagai Kim karena membocorkan informasi rahasia, menurut kantro berita Yonhap.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan menolak memberikan komentar terkait laporan itu.

    Rahasia yang dibocorkan termasuk sebuah operasi militer yang akan dilakukan seandainya terjadi perang dengan Korea Utara, kata Yonhap.

    Upaya menahan jenderal itu terjadi setelah penangkapan dua orang pada 3 Juni lalu dengan tuduhan menyerahkan rahasia militer ke Korea Utara, kata Yonhap.

    Disebutkan bahwa salah seorang dari mereka adalah mantan mata-mata bagi Korea Selaan yang memperoleh rahasia militer dari jenderal itu dan menyerahkkannya ke agen Korea Utara di China dengan imbalan pembayaran tertentu.

    Korea Selatan secara rutin menahan orang-orang yang dituduh menjadi mata-mata bagi negara tetangganya yang komunis itu.

    Seorang mata-mata perempuan Korea Utara ditahan bulan lalu dengan tuduhan membocorkan informasi sensitif sistem kereta api bawah tanah Seoul, kata penuntut umum.

    Dalam kasus lain, seorang mata-mata perempuan Korea Utara ditahan dan dipenjara selama lima tahun pada 2008. Dia mengaku memiliki hubungan dengan mantan anggota militer di Korea Selatan untuk memperoleh informasi rahasia, demikian AFP.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Jenderal Korsel Terancam Ditahan membocorkan rencana perang

    Korut Kirim Pesan Peringatan ke DK PBB


    Markas PBB

    SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara mengirimkan pesan peringatan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, menurut media resmi negara itu, Rabu (9/6/2010), bersamaan dengan peningkatan kampanye Korea Selatan untuk mencela negara komunis itu atas insiden tenggelamnya kapal perang. Pesan itu dikirim, Selasa, oleh Sin Son-Ho, utusan Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, kepada pimpinan Dewan Keamanan, Claude Heller, menurut kantor berita resmi negara itu, KCNA.

    Tim penyelidik multinasional bulan lalu mengatakan, ada banyak bukti bahwa kapal Korea Utara menembakkan torpedo yang mematahkan kapal perang Korea Selatan menjadi dua bagian pada bulan Maret. Secara resmi Korea Selatan meminta Dewan Keamanan pekan lalu untuk bereaksi atas insiden tenggelamnya kapal perang yang menewaskan 46 pelaut itu.

    Namun, Pyongyang telah menyangkal bertanggung jawab atas insiden itu, yang mengakibatkan ketegangan meningkat di Semenanjung Korea, dan Sin dalam suratnya mempertanyakan keaslian dari penyelidikan internasional itu. "Tidak seorang pun berani membayangkan betapa seriusnya dampak yang akan timbul terkait dengan perdamaian dan keamanan di semenanjung jika Dewan membawa penemuan itu menjadi agenda debat tanpa verifikasi dari pihak Korea Utara," katanya.

    Korea Selatan telah mengumumkan serangkaian pembalasan atas insiden tenggelamnya kapal perang itu, termasuk menghentikan sejumlah kerja sama perdagangan dengan Korea Utara. Kejadian itu disebut sebagai insiden paling berdarah bagi Korea Selatan sejak berakhirnya perang Korea 1950-1953.

    Seoul dapat mengharapkan dukungan dari Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi China dan Rusia, dua anggota lain Dewan Keamanan pemilik hak veto, belum secara terbuka mengumumkan posisinya. Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Chun Yung-Woo, berkunjung ke Amerika Serikat pada pekan lalu sebagai bagian dari upaya diplomasi Korea Selatan untuk mendorong hukuman bagi Pyongyang. Dia akan kembali ke Seoul, Rabu, setelah lawatan ke China, yang sejauh ini belum secara terbuka mengutuk Korea Utara dan hanya meminta kedua belah pihak saling menahan diri.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korut Kirim Pesan Peringatan ke DK PBB

    Badan Search and Rescue Nasional Borong 4 Heli Rp 469 Miliar


    helikopter Bölkow BO-105


    PADANG, KOMPAS.com - Badan Search and Rescue Nasional atau Basarnas berniat melelang proyek pengadaan empat helikopter baru, tahun ini.

    Menurut Sekretaris Utama Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) Basarnas, Max Ruland, di Padang, Rabu (9/6/2010), anggaran untuk lelang itu mencapai 50 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 469 miliar.

    Ia memastikan, sejumlah produsen helikopter akan mengikuti tender tersebut. Rencananya, empat helikopter baru itu untuk menggantikan helikopter Bölkow BO-105 buatan PT Dirgantara Indonesia dengan lisensi dari Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB), Stuttgart, Jerman.

    Selama ini, Basarnas menggunakan helikopter tua yang sudah dipakai bertahun-tahun.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Badan Search and Rescue Nasional Borong 4 Heli Rp 469 Miliar

    Indonesia Mampu Kelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?


    Badan Tenaga Atom Nasional


    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata menegaskan para pakar Indonesia sudah mampu dalam mengelola teknologi nuklir. Kemampuan ini sangat sayang bila tak termanfaatkan secara optimal. "Riset kita soal nuklir sudah lama, hampir bersamaan dengan Korea Selatan. Bila sekarang Korea Selatan sudah mampu menjual teknologi nuklirnya untuk membangun PLTN, maka kita masih mempersoalkan keamanannya. Padahal, secara teknologi kita mampu mengelola energi nuklir menjadi energi listrik," ujar dia saat membuka Executive Meeting mengenai Manfaat Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Kantor Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jakarta, Rabu (9/6).

    Menurut Suharna, riset para peneliti Indonesia yang sudah terbukti andal adalah lewat kehadiran tiga reaktor nuklir yaitu di Bandung pada era 1960-an kemudian disusul reaktor nuklir di Yogyakarta pada tahun 1970-an, dan terakhir di Serpong, Banten pada 1980-an. "Alhamdulillah, ketiganya sampai saat ini tidak pernah menimbulkan kasus atau masalah. Karenanya, kami di Kemenristek memiliki tugas untuk mensosialisasikan kepada semua pihak bahwa kemampuan kita dalam membangun dan mengelola energi nuklir menjadi energi listrik sudah memadai," papar Suharna.

    Selain soal teknologi, dalam pandangan Suharna, hal yang menyangkut pengawasan keamanan dan keselamatan reaktor nuklir sejatinya menjadi tugas banyak pihak, bukan hanya masyarakat dan negara tempat reaktor tersebut berada. Kata dia, ada badan pengawas dunia yang memastikan sebuah reaktor nuklir untuk PLTN benar-benar aman keberadaaanya, yaitu IAEA (International Atomic Energy Agency) sebuah badan dunia yang menangani persoalan nuklir dunia.

    Menristek pun kemudian mencontohkan kebijakan Pemerintah Malaysia yang sudah memastikan wilayah Sabah sebagai tapak pembangunan PLTN. "Kalau negara tetangga kita sudah membangun, bukan mereka saja yang mengawasi keamanan dan keselamatan masyarakatnya, namun kita pun juga ikut serta mengawasi karena lokasinya berdekatan dengan masyarakat di Kalimantan," imbuh Suharna.

    Sementara, Kepala Bapeten As Natio Lasman membenarkan bila dalam aspek pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir, Indonesia tidak sendirian. Selain Bapeten, lembaga seperti IAEA dan negara-negara anggotanya juga turut mengawasi sebuah negara yang memanfaatkan teknologi nuklir. Dengan demikian, sangat sulit diterima bila muncul kekhawatiran berlebihan terhadap pembangunan PLTN.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Indonesia Mampu Kelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?

    Indonesian Minister Outlines Military Equipment Priorities


    Lockheed Martin C-130s


    Indonesia's defence minister is hoping to increase the country's defence budget over the next four years, paving the way for it to order utility and attack helicopters, fixed-wing transport aircraft, light-attack aircraft and jet fighters.

    The defence budget accounts for 0.7-0.8% of Indonesia's gross domestic product, but the plan is to increase it over the coming years to reach 1.2-1.5% of GDP in 2014, says defence minister Purnomo Yusgiantoro.

    Indonesia avoided last year's global recession and its economy has been growing strongly this year, he says, adding that this makes the purchase of new equipment more likely.

    "We hope to be able to provide new helicopters to the army," says Yusgiantoro, who confirms that the service wants to buy utility and attack examples.

    He wants to ensure that the attack helicopters can also be used for other purposes, such as transport, rather than be solely for combat.

    Indonesia's air force, meanwhile, has been working on a deal to buy eight Embraer EMB-314 Super Tucano light attack aircraft. But Yusgiantoro says it will take a long time for any deal to be finalised, because the proposed procurement has yet to be referred to defence force headquarters. It would also later need to be referred to the defence ministry for approval.

    Yusgiantoro says the Korea Aerospace Industries KT-1 is still in the competition. This type is already in the air force's fleet as a trainer aircraft.

    In the transport sector, the air force largely relies on Lockheed Martin C-130s and Indonesian Aerospace CN-235s and C-212s.

    Yusgiantoro says the government wants to buy more transports for the air force, because these can help with disaster relief duties. Indonesia in recent years has been struck by a number of devastating earthquakes, which has led the government to call on the air force to assist.

    Yusgiantoro confirms that the country plans to order more fighter aircraft, but declines to elaborate. Jakarta has within the last few years ordered Sukhoi Su-27/30 fighters from Russia. Three of these remain on order, with deliveries expected later this year.

    From: FI
    Readmore --> Indonesian Minister Outlines Military Equipment Priorities

    Cina Protes Korea Utara atas Penembakan Warganya


    Ilustrasi


    TEMPO Interaktif, Cina mengajukan protes ke Korea Utara atas insiden penembakan di perbatasan pekan lalu yang menyebabkan tiga warga Cina tewas dan melukai lainnya.

    Terkait kompplain yang disampaikan ke Pyongyang, Beijing mengatakan seorang pengawal perbatasan menembak empat warganya, Jumat, yang diduga akan melakukan perdagangan ilegal lintas batas.

    Kasus penembakan ini datang bersamaan dengan ketegangan atas tenggelamnya kapal angkatan laut Korea Selatan, Cheonan, mengakibatkan 46 pelaut tewas, Maret lalu. Menurut Korea Selatan, sebuah torpedo Korea Utara menjadi penyebab tenggelamnya armada laut tersebut.

    Pejabat Cina, Rabu (9/6), mengatakan bahwa peristiwa penembakan itu terjadi terhadap warga lokal di utara kota Cina, Dandong, yang sedang melintasi sungai di perbatasan.

    "Cina memandang pentingnya masalah ini dan perlu ada penyelesaian bersama perwakilan (Korea Utara)," kata Qin gang, juru bicara menteri luar negeri.

    "Saat ini kasusnya dalam proses penyelidikan."

    Menurut surat kabar Cina, Rabu, Korea Utara mejelaskan bahwa para tentara dipercaya melintas perbatasan sebagai mata-mata.

    Mengutip keterangan otoritas perbatasan Cina, Global Times, melaporkan sejak Korea Utara dituduh sebagai penyebab tenggelamnya Cheonan, "mereka telah meningkatkan kewaspadaan."

    "Warga perbatasan Cina berbicara dalam bahasa Korea dan mengenakan pakaian kamuflase, dan pasukan Korea Utara yakin mereka adalah mata-mata Korea Selatan sehingga ditembak," jelas koran tersebut.

    Banyak warga Cina di dekat perbatasan Korea Utara beretnis Korea.

    Dandong adalah sebuah kota pelabuhan besar dan menjadi tempat keluar masuk ke Korea Utara dari Cina.

    Cina memiliki perbatasan 1.415 kilometer dengan tetangganya yang dikawal oleh kedua pasukan di masing-masing sisi namun batas sungai kedua nagara sering digunakan oleh para penyelundup dan pengungsi untuk jalur lintas perbatasan dari Utara ke Cina.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Cina Protes Korea Utara atas Penembakan Warganya

    Hanggar Pesawat Kepresidenan Segera Selesai


    illustrasi Hanggar


    Jakarta (ANTARA News) - Komandan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Bagus Puruhito mengatakan bahwa hanggar pesawat kepresidenan akan segera dituntaskan pembangunannya.

    "Kemungkinan dalam akhir bulan ini akan diselesaikan pembangunannya. Setelah selesai secara keseluruhan akan diadakan kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman antara TNI dan Sekneg," kata Bagus Puruhito, di Jakarta, Rabu.

    Ditemui usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Skadron Udara 2 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, ia mengatakan, pengoperasian sejumlah pesawat dan helikopter VVIP dan VIP termasuk pesawat kepresidenan akan tetap ditangani TNI, Skadron 17 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Hanggar pesawat kepresidenan yang dibangun sekitar 2005 itu terletak tak jauh dari Skadron Udara 17 VVIP/VIP Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Rencananya, hanggar akan dilengkapi dengan berbagai sistem berteknologi canggih.

    Sebelumnya, DPR RI menyetujui rencana pemerintah untuk membeli pesawat jet yang akan digunakan sebagai pesawat kepresidenan untuk mendukung mobilitas presiden dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    "Saya kira banyak keuntungan yang bisa diraih dengan memiliki pesawat kepresidenan, lebih efisien dan praktis, lebih hemat dan bisa menjadi simbol kebanggaan negara," kata Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap.

    Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi pada rapat kerja dengan Komisi II DPR beberapa waktu lalu menjelaskan, pemerintah akan membeli pesawat terbang jet untuk pesawat kepresidenan.

    "Rencana pemerintah membeli pesawat kepresidenen tersebut dengan pertimbangan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta pelayanan operasional terhadap Presiden dan Wakil Presiden," katanya.

    Menurut Sudi, jika Presiden dan Wakil Presiden memiliki pesawat kepresidenan maka perjalanan tugas-tugasnya akan lebih efisien dan praktis serta menghemat anggaran negara sekitar Rp 114 miliar per tahun.

    Apalagai, katanya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memerlukan transportasi udara.

    Soal anggaran, kata Sudi, pemerintah sudah menganggarkan dana sejak tahun 2004 hingga 2009 sebesar Rp 200 miliar melalui Kementerian Keuangan.

    Soal jenis pesawat yang akan dibeli yakni pesawat jet produksi Boeing, menurut Sudi, karena spesifikasi pesawat tersebut sesuai dengan kebutuhan.

    "Pesawat berkapasitas angkut 70 penumpang ini sudah memenuhi kualifikasi terkait tugas-tugas kepresidenan, antara lain, sudah dilengkapi dengan sistem navigasi dan kelengkapan penerbangan lainnya serta mampu terbang tanpa berhenti selama 10 jam dan bisa mendarat di bandara kecil," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Hanggar Pesawat Kepresidenan Segera Selesai

    PERTEMUAN BULANAN BINTARA TINGGI UNIFIL LEBANON DI BATALYON KOREA



    illustrasi


    PUSPEN TNI (9/6),- Beberapa waktu lalu, telah diselenggarakan pertemuan bulanan RSM (Regiment Sergeant Major) atau Resimen Bintara Tinggi UNIFIL bertempat di Markas Batalion Republik Korea UN Posn 2-5, Tyre Sektor Barat UNIFIL, Lebanon selatan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang dihadiri oleh setiap RSM yang juga mengikutsertakan prajurit wanita dari setiap kontingen. Dari Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL diwakili oleh Serma Makno, SH, dan Serda Wenny Dwyanasari.

    Acara diawali dengan sambutan dari Komandan Batalyon Republik Korea, Kolonel Kim Myeong Joong. Dalam sambutannya selain mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, beliau juga mengungkapkan rasa syukur, bangga dan bahagia bahwa Batalyon Republik Korea kali ini dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan RSM UNIFIL. Beliau juga berharap bahwa pertemuan ini akan membawa manfaat dalam mendukung tugas pokok setiap kontingen, sehingga misi pasukan PBB di Lebanon selatan dapat berjalan dengan sukses.

    Kegiatan selanjutnya adalah presentasi dari RSM tuan rumah yang disampaikan oleh Chief Major Kim Sung Mu, yang memaparkan tentang tugas pokok serta fungsi Batalyon Republik Korea di Lebanon selatan. Chief Sergeant Napoli RSM dari Italianbatt-2 mendapat giliran berikutnya, yang memaparkan tentang sejarah, tugas pokok dan fungsi Italianbatt-2 di Lebanon selatan. Italianbatt-2 merupakan satuan Kavaleri dari Italia yang bermarkas di Kota Palermo.

    Paparan utama dalam pertemuan tersebut adalah mengenai Peacekeeping Mission and Culture of Area of Operation yang dibawakan oleh Ms. Eshrah Ahmed dari The Gender Advisor Markas Besar UNIFIL. Acara tersebut dipandu langsung oleh FSM ( Force Sergeant Major ) UNIFIL MWO Fremphah Mosses. Sebagai acara tambahan adalah tour berkeliling Compound atau markas dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Acara ditutup dengan makan siang bersama dengan sajian menu khas Korea diantaranya bulgogi dan kimchi yang terkenal.


    Sumber:TNI
    Readmore --> PERTEMUAN BULANAN BINTARA TINGGI UNIFIL LEBANON DI BATALYON KOREA

    Panser RI akan Dibarter dengan Sedan Proton Malaysia


    Jakarta - Pemerintah Indonesia dengan Malaysia serius bekerjasama dalam hal pembelian produk unggulan masing-masing negara dibidang pertahanan maupun sektor otomotif.

    Rencananya, produk panser buatan PT Pindad yang akan diekspor ke Malaysia dan sebagian akan dibarter dengan produk mobil sedan Proton Malaysia.

    Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan pihak Malaysia telah memastikan pesanan panser dari PT Pindad senilai US$ 80 juta. Namun pihak Malaysia mensyaratkan sebanyak 25% dari total transaksi dibarter (trade off) dengan produk unggulan Malaysia yaitu sedan Proton.

    "Dia (Malaysia) minta pesanan dalam waktu setahun, dia mengajak trade off dengan barangnya Malaysia. Kira-kira 25% trader dengan barang mereka. Proton, kita butuh juga kan untuk taksi, lagi sedang dihitung," kata Hidayat saat ditemui di kantornya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

    Hidayat menuturkan informasi ini ia peroleh dari perbincangannya dengan Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan Kepala BKPM Gita Wirjawan tadi pagi.

    Menurut Hidayat dari kerjasama ini menjadi tanda bahwa produk pertahanan Indonesia dapat diapresiasi oleh negara lain termasuk negara tetangga Malaysia.

    Sebelumnya Direktur Utama Pindad Adik A. Soedarsono mengungkapkan pada Januari 2010 lalu, pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan Malaysia untuk kerjasama pembelian panser. Rencananya negeri Jiran itu bakal memesan panser sebanyak 32 unit.

    "Itu kita sedang nego, mereka minta bulan Maret tapi kita minta perpanjangan hingga bulan Juli karena kita masih ada beberapa yang harus diselesaikan," kata Adik beberapa waktu lalu.

    Adik berharap, jika negosiasi dengan Malaysia berjalan lancar, maka pesanan panser tersebut bisa menyumbang peningkatan pendapatan perseroan hingga 30%.

    Saat ini belum banyak negara yang menjadi pelanggan tetap perusahaan pelat merah tersebut. Pasalnya, Pindad tidak bisa menjual secara bebas karena selama ini masih di bawah kendali pemerintah.

    Sumber: DETIK COM
    Readmore --> Panser RI akan Dibarter dengan Sedan Proton Malaysia

    Korea Selatan siap luncurkan roket


    Pengamat menilai terjadi perlombaan roket luar angkasa di Asia


    Korea Selatan siap meluncurkan satelit pertamanya ke ruang angkasa luar, setelah berkali-kali gagal merencanakan peluncuran serupa sebelumnya.

    Pengendali darat berencana meluncurkan mesin Korea Space Launch Vehicle 1 (KSLV-1) Rabu ini antara pukul 1630 dan 1840 waktu setempat dari Pusat Angkasa Naro di Goheung.

    Peluncuran akan meningkatkan suhu kompetisi yang oleh para pengamat disebut sebagai "lomba angkasa luar Asia".

    Cina, India dan Jepang telah mengembangkan kemampuan peluncuran; Cina juga sudah meluncurkan tiga misi berawak ke luar angkasa.

    Para pejabat setempat memutuskan meneruskan rencana peluncuran setelah membereskan masalah elektrik yang muncul selama masa persiapan peluncuran.

    Roket yang dibangun dengan teknologi setengah Rusia, setengah Korea Selatan ini akan diluncurkan bersamaan dengan satelit seberat 91kg yang dinamai satelit Sains dan Teknologi 2B (STSAT 2B).

    Roket ini bertinggi 33m dan akan diluncurkan dari pangkalan luar angkasa baru Korsel di ujung Semenanjung Korea.

    Peluncuran roket dua tingkat Korsel pertama KSLV-1, Agustus tahun lalu, gagal menempatkan satelit di orbit yang ditentukan.

    Empat bulan sebelumnya, upaya peluncurkan roket oleh Korea Utara diduga gagal setelah pihak Ameria Serikat melaporkan roket tersebut jatuh ke Samudera Pasifik.

    Sumber: BBC
    Readmore --> Korea Selatan siap luncurkan roket

    Tuesday, June 8, 2010 | 11:17 PM | 0 Comments

    Anggota PMI Berlatih secara Militer di Kopassus

    BATUJAJAR - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) bertekad menjadikan organisasi yang dipimpinnya mandiri. Dia tidak ingin bergantung kepada pihak lain, apalagi luar negeri, dalam mengatasi bencana kemanusiaan di dalam negeri. Untuk menempa kemampuan anggota PMI, JK menggelar latihan di markas Pusdiklat Kopassus Batujajar, Bandung Barat.

    ''Dalam mengatasi bencana alam, gempa bumi, banjir, dan tsunami, kita (PMI) jangan selalu berharap dan bergantung kepada negara lain, tapi harus berusaha semaksimal mungkin menangani dengan kemampuan sendiri,'' kata JK di sela-sela penutupan pelatihan itu kemarin (7/6).

    Menurut dia, relawan Satgana PMI harus dibekali ilmu lapangan, yang salah satunya adalah pelatihan kemampuan militer.

    Sumber: JAWA POS
    Readmore --> Anggota PMI Berlatih secara Militer di Kopassus

    Menhan RI Hadiri The 9th IISS Asia Security Summit The Shangrila – La Dialogue


    Jakarta, DMC – Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro didampingi beberapa pejabat di lingkungan Kemhan, Jumat (4/6) bertolak menuju Singapura guna menghadiri pertemuan The 9th Internasional Institute For Strategic Studies (IISS) Asia Security Summit The Shangrila-La Dialogue atau pertemuan puncak keamanan regional Asia, di Hotel Shangrila, Singapura.

    Kunjungan kerja Menhan RI ke Singapura ini diawali dengan pertemuan bilateral dengan sejumlah menteri pertahanan beserta para jajarannya dari berbagai negara di kawasan Asia, diantaranya Menteri Pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa, Menteri Pertahanan Singapura, Teo Chee Hean, Menteri Pertahanan Nasional Vietnam, General Phung Quang Thanh , dan menteri pertahanan negara Chile Jaime Ravinet de la Fuente.

    The IISS Dialog Shangri-La yang diselenggarakan selama 3 hari (4 – 6 juni 2010 ) dibuka langsung dengan sambutan dari Direktur Jenderal dan Ketua Eksekutif IISS Dr John Chipman. Pertemuan Keamanan Asia ini juga merupakan forum utama diplomasi pertahanan informal antara negara-negara dari kawasan Asia-Pasifik. Lebih dari 25 delegasi pemerintah terdiri dari menteri pertahanan, kepala staf pertahanan, sekretaris permanen, militer dan intelligen ikut hadir dalam forum internasional ini.

    Pada acara puncak pertemuan keamanan asia tersebut Menhan RI Purnomo Yusgiantoro, berkesempatan berbicara mengenai pembaharuan arsitektur keamanan regional. Dikatakan Menhan, bahwa negara yang ada di kawasan regional Asia dalam jangka waktu yang cukup lama akan mengalami lingkungan yang relative kondusif. sehingga dapat meningkatkan segi pembangunan ekonomi, kemajuan sosial serta reformasi politik dan demokratis.

    Namun kata Menhan, dengan hanya menciptakan lingkungan kondusif belum cukup untuk menjamin dan memastikan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Karena menurut Menhan masih terdapat tantangan keamanan lainnya yang terlihat jelas, seperti ancaman non-tradisional dan gangguan internal, termasuk separatisme dan konflik komunal, serta sengketa perbatasan dan tumpang tindih klaim teritorial. Oleh sebab itu persepsi umum dari arsitektur keamanan regional masih lemah dan belum memadai.

    “Semua ini lebih dari cukup untuk meyakinkan kita kebutuhan mendesak di kawasan itu untuk mengembangkan arsitektur keamanan lebih kuat dan lebih koheren,” ungkap Menhan RI Purnomo Yusgiantoro.

    Lebih lanjut pada kesempatan pertemuan tersebut, Menhan menjelaskan beberapa strategi pengembangan arsitektur keamanan yang dikehendaki di kawasan regional. Antara lain, yakni perkembangan utama dengan adanya pergeseran kekuatan global terpusat dari yang unipolar untuk menjadi multipolar. Seiring dengan hal tersebut terdapat perubahan pola tata internasional dari unilateralisme menjadi , yang pasti menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk membangun arsitektur regional.

    Menhan juga menilai, pembangunan lainnya adalah pergeseran preferensi dalam penggunaan kekuasaan multidimensi dari hard power ke soft power atau bahkan smart power. Faktor terakhir yang menjadi pengembangan arsitektur keamanan regional adalah melalui kekuatan integratif di wilayah itu sendiri yang dapat diawali dengan didorongnya oleh kepentingan ekonomi dan diperluas kepada bidang keamanan.

    Sebelum mengakhiri pertemuan tersebut Menhan menyatakan bahwa dinamika kerjasama regional, termasuk salah satu yang akan memperbaharui arsitektur keamanan regional. Namun, Menhan yakin bahwa ASEAN akan tetap menjadi pusat atau central dalam membawa keseimbangan ke wilayah tersebut. Menurut Menhan masih diperlukan banyak waktu dan aspek untuk meningkatkan itu semua akan tetapi untuk memperbaharui arsitektur keamanan regional diperlukan bahan yang cukup untuk melanjutkan kerjasama regional tersebut.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan RI Hadiri The 9th IISS Asia Security Summit The Shangrila – La Dialogue

    Wilayah Selat Malaka Berangsur Aman


    JAKARTA--MI: Kerawanan yang terjadi pasca penyergapan terorisme yang terjadi di Provinsi Aceh relatif menurun. Hal ini disampaikan oleh Panglima Komando Armada Kawasan Barat Laksda Marsetio kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/6).

    "Itu sudah tidak ada apa-apa. Sudah menurun dan sekarang ini yang berjalan adalah fungsi intelijen," ujar Marsetio.

    Ia menambahkan bahwa wilayah perairan Selat Malaka merupakan tanggung jawab gugus tempur laut barat. Selat ini merupakan salah satu dari kawasan perairan lain yang termasuk rawan, yakni Laut China Selatan, Laut Natuna, Perairan NAD dan perairan Kalimantan Barat. Kadispenarmabar Letkol Supriyono menyatakan untuk mendukung tugas pengamanan laut kawasan barat tersebut Guspurlabar dilengkapi beberapa jenis kapal sesuai dengan kebutuhan.

    "Kapal-kapal yang berada dibawah kendali operasi Guspurlabar sesuai kebutuhan yang diperlukan saat ini terdiri atas jenis Perusak Kawat Rudal (PKR), Jenis Van Speijk, Perusak Kawal Jenis Parchim, Angkut Tank Jenis Frosch, Penyapu Ranjau Jenis Condor dan Patroli Cepat, juga termasuk unsur udara Jenis Fix Wing dan Rotary Wing," ujar Kadispenarmabar.

    Dalam kesempatan yang sama, Marsetio memimpin serah terima jabatan Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar yang dijabat Laksamana Pertama TNI Didit Herdiawan sejak 16 Oktober 2009 sampai dengan 7 Juni 2010, digantikan oleh Kolonel Laut (P) Dedy Yulianto. Dedy Yulianto sebelumnya menjabat Wakil Komandan Lantamal III Jakarta. Selanjutnya, Laksamana Pertama TNI Didit Herdiawan akan menjabat Kepala Staf Koarmabar.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Wilayah Selat Malaka Berangsur Aman

    Walau Berstatus Tetap, BPK Nilai Positif


    Jakarta, Kompas - Walau ditetapkan berstatus sama dengan tahun sebelumnya, ”Wajar dengan Pengecualian”, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap penggunaan anggaran oleh Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia tahun 2009 dinilai relatif lebih baik.

    Hal itu disampaikan Kepala BPK Hadi Poernomo di Jakarta, Senin (7/6), saat menyerahterimakan hasil audit BPK tahun 2009 kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang juga didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

    Menurut Hadi, perbaikan signifikan telah dilakukan Kementerian Pertahanan dan lingkungan TNI mengingat hasil audit laporan keuangan tahun 2006 dan 2007 kementerian ini mendapat opini ”Tidak Menyatakan Pendapat” dari BPK.

    ”Hal itu disebabkan kelemahan signifikan pada pengendalian internal, belanja modal, persediaan, dan aset tetap. Pada tahun 2008 Menteri Pertahanan menetapkan rencana aksi penertiban yang membuahkan hasil mengubah status menjadi ’Wajar dengan Pengecualian’,” ujar Hadi.

    Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK dapat memberikan sejumlah opini atas hasil pemeriksaannya.

    Beberapa opini tersebut, menurut Hadi, seperti ”Wajar Tanpa Pengecualian”, ”Wajar dengan Pengecualian”, ”Tidak Memberikan Pendapat”, dan ”Tidak Wajar”. Pemberian opini itu didasari kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintah.

    ”Dari semua status itu, opini ’Wajar Tanpa Pengecualian’ adalah status terbaik, sementara opini ’Tidak Wajar’ dan ’Tidak Menyatakan Pendapat’ adalah status terburuk. Kami mengapresiasi berbagai kemajuan yang dicapai Kementerian Pertahanan dan TNI, terutama dalam aspek pengecualian yang semakin berkurang,” ujar Hadi.

    Meski begitu, BPK mengingatkan, sistem pencatatan dan pelaporan aset tetap di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI masih belum memadai. Hal itu bisa ditandai oleh sejumlah parameter, seperti belum optimalnya implementasi aplikasi Sistem Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dalam keterangan pers seusai serah terima hasil pemeriksaan itu, mengingatkan, hasil temuan BPK belum tentu bisa diartikan sebagai penyimpangan yang berujung pada adanya dugaan praktik penyimpangan anggaran atau bahkan korupsi. ”Kami berupaya keras mendapat peringkat lebih tinggi,” kata Purnomo.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Walau Berstatus Tetap, BPK Nilai Positif

    Monday, June 7, 2010 | 4:52 PM | 0 Comments

    Akhir Tahun, Mensos Mulai Proyek Satelit


    TABANAN, KOMPAS.com — Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufri mengaku "kesengsem" dengan sistem pemantauan unit usaha melalui satelit. Oleh karena itu, kementeriannya sedang menjajaki kemungkinan penerapan untuk memantau semua kelompok usaha bersama (kube) di Tanah Air. Salim berharap, akhir tahun ini proyeknya dimulai.

    Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Bali, Minggu (6/6/2010), Salim mengaku ide tersebut dia peroleh dari salah satu lembaga swadaya masyarakat di Sukabumi yang memonitor kelompok-kelompok anggotanya dengan integrasi teknologi satelit. "Akan kami pelajari dan kami kembangkan," ungkapnya.

    Menurut Salim, sistem pemantauan melalui satelit akan memudahkan pusat memantau semua kube yang tersebar di Sumatera, Jawa, NTT, NTB, dan Sulawesi. Tak hanya bangunan yang terdeteksi, pusat juga bisa memantau siapa saja anggotanya, perkembangan kelompoknya, dan perkembangan usahanya. Hal ini bisa dilakukan jika informasi koordinat lokasi kube jelas diketahui.

    "Jadi, sudah bisa langsung dilihat di internet apakah ada perubahan atau tidak. Nah kita inginkan dalam kube itu demikian. Ini masih dalam proses," katanya.

    Kementerian Sosial mencatat sejak 2005 terdapat sekitar 70.000 kube. Jika setiap kube melibatkan 10 kepala keluarga, paling tidak ada 700 keluarga yang terlibat dalam kube. Salim mengaku ingin mengetahui keberhasilan mereka. "Ini kami belum punya data yang akurat walaupun harapanku keberhasilan itu ada," tambahnya.

    Dengan pemantauan langsung ini, pemerintah berharap bisa meningkatkan kube dalam rangka pengentasan rakyat miskin karena bantuan langsung menuju sasaran dan hasilnya terpantau. Selain memudahkan pemantauan dan evaluasi, Salim mengatakan, sistem ini akan membuat dunia usaha tertarik karena dapat mengetahui kube-kube yang dinilai berhasil. Soal anggaran, Salim mengatakan belum memiliki jumlah yang pasti.
    Readmore --> Akhir Tahun, Mensos Mulai Proyek Satelit

    AS Dituding Membantai Pakai Bom Curah


    LONDON, KOMPAS.com - Amnesti Internasional (AI) menuding AS bertanggung jawab atas penggunaan bom curah (cluster bomb) dalam serangan di Yaman yang menewaskan 55 orang, Desember tahun lalu. Sebagian korban diketahui sebagai warga sipil.

    Kelompok hak asasi yang bermarkas di London itu mengeluarkan foto-foto yang mereka katakan puing sebuah rudal Tomhawk buatan AS dan bom curah yang tak meledak. Senjata tersebut diduga digunakan dalam serangan 17 Desember 2009 terhadap masyarakat desa Al Maajala di provinsi Abyan di Yaman Selatan.

    "Amunisi curah semacam itu memiliki efek sembarangan dan bom yang tak meledak mengancam jiwa dan mata pencaharian selama beberapa tahun sesudahnya," kata Mike Lewis, peneliti dari AI.

    Dalam serangan tersebut, Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya tanpa menyebut peran AS. Mereka mengatakan antara 24 dan 30 gerilyawan telah tewas di tempat yang diduga kamp pelatihan Al Qaeda itu.

    Tapi seorang pejabat lokal setempat mengatakan 49 warga sipil, di antara mereka 23 anak dan 17 wanita, tewas akibat serangan yang sembarangan itu. Menurut AI, sebuah komisi parlemen Yaman telah melaporkan pada Februari lalu bahwa selain 14 yang diduga gerilyawan Al Qaida Yaman, 41 warga setempat, termasuk 14 wanita dan 21 anak, tewas dalam serangan itu.

    "Fakta bahwa begitu banyak korban sebenarnya wanita dan anak mengindikasikan bahwa serangan itu sebetulnya terlalu tak bertanggung jawab, terutama karena kemungkinan penggunaan amunisi curah," kata Philip Luther, wakil direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara AI.

    AI menyatakan foto-foto yang mereka peroleh menunjukkan puing hancur dari rudal jelajah serangan darat Tomhawk BGM-109D. Tipe rudal ini, yang dilancarkan dari kapal perang atau kapal selam, dirancang untuk membawa muatan 166 sub-munisi (bomblet) curah yang masing-masing meledak menjadi 200 lebih pecahan baja tajam yang dapat menimbulkan luka (pada orang) hingga 150 meter jauhnya. Material pembakar di dalam amunisi itu juga menyebarkan pecahan zirconium yang membakar yang dirancang untuk membakar sasaran yang mudah terbakar di dekatnya.

    Komisi parlemen Yaman itu, ketika mengunjungi tempat tersebut, mengatakan bahwa semua rumah dan isinya terbakar dan semuanya tinggal bekas furnitur. AI menyatakan mereka telah minta informasi mengenai serangan itu dari Pentagon, tapi belum menerima jawaban. Menurut AI, mereka memperleh foto-foto itu dari sumber mereka sendiri, tapi tidak mereka keluarkan sebelumnya dalam rangka untuk memastikan keasliannya dan memberi AS waktu untuk menanggapinya. AS dan Yaman sendiri belum menandatangani Konvensi mengenai Amunisi Curah, perjanjian yang dirancang PBB untuk melarang secara komprehensif senjata itu yang akan mulai berlaku 1 Agustus 2010.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Dituding Membantai Pakai Bom Curah

    Korea Utara : Kami Akan Membalas!


    SEOUL - Korea Utara (Korut) memperingatkan kepada tetangganya Korea Selatan (Korsel) atas kampanyenya untuk terus meminta Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengeluarkan kecaman, menyusul tenggelamnya kapal perang milik Korsel. Korut menyatakan akan membalas aksi Korsel tersebut.

    Tetapi pihak Korut sendiri tidak menjelaskan secara rinci apa bentuk balasan yang akan mereka berikan kepada Korsel. Sikap keras negeri komunis tersebut dilayangkan saat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Robet Gates mengeluarkan peringatkan kemungkinan pihak Utara akan melakukan provokasi baru.

    Menurut Komite Reunifikasi Perdamaian Korea Utara, pihak Seoul akan merasakan hukuman setimpal atas manuver diplomasi mereka. Komite tersebut menggambarkan kampanye Korsel sebagai sebuah sandiwara konspirasi.

    "Ini (kampanye Korsel) tidak lebih sebagai provokasi yang tidak dapat diterima yang dilakukan Korsel terhadap kami. Mereka menunjukan ancaman gegabah yang dapat mempengaruhi pendapat publik di dalam dan luar negeri Korea," ungkap komite tersebut seperti dikutip AFP, Senin (7/6/2010).

    "Negara boneka Korsel tidak akan pernah terhindar dari hukuman dari rakyat dan militer kami, serta protes keras dari rakyat di pihak (Korea) Selatan sendiri jika mereka terus melakukan kampanye negatif atas Republik Rakyat Demokratik Korea," imbuh komite tersebut.

    Pihak Seoul memang terus meminta DK PBB untuk menanggapi tuduhan mereka terhadap Korut yang dianggap telah melepaskan tembakan torpedo terhadap kapal perang mereka. Kapal Perang Cheonan tenggelam akibat ledakan misterius pada Maret lalu dan menewaskan 46 pelaut Negeri Gingseng tersebut.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Korea Utara : Kami Akan Membalas!

    Iran Siapkan Garda Revolusi


    TEHERAN, KOMPAS.com — Pasukan elite Iran, Garda Revolusi, siap untuk memberikan kawalan militer bagi kapal barang yang berupaya memecahkan blokade Israel terhadap Gaza, seorang wakil pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Minggu (6/6/2010).

    "Pasukan angkatan laut Garda Revolusi telah siap sepenuhnya untuk mengawal konvoi perdamaian dan pembebasan ke Gaza dengan semua kekuatan dan kemampuannya," tegas Ali Shirazi, wakil Khamenei di Garda Revolusi, seperti dikutip oleh kantor berita setengah resmi Mehr.

    Campur tangan oleh militer Iran akan dianggap sangat provokatif oleh Israel yang menuduh Iran memasok senjata ke Hamas, gerakan Islam yang memerintah Gaza.

    Iran tidak mengakui Israel, dan Presiden Mahmoud Ahmadinejad sering memprediksi kematian negara itu dalam waktu dekat.

    Senin lalu tentara Israel membunuh sembilan aktivis di atas sebuah kapal dalam konvoi yang berusaha untuk mengirim bantuan ke Gaza, kejadian yang memicu kebencian internasional, khususnya di negara-negara Muslim.

    Kapal lainnya berlayar Sabtu dan para aktivis pro-Palestina berjanji lagi ketika mereka menantang blokade yang diterapkan Israel terhadap Gaza empat tahun lalu dengan tujuan, katanya, untuk menghentikan senjata mencapai Hamas.

    Shirazi menyatakan, Iran akan mendorong lagi upaya internasional untuk menghentikan blokade itu. "Kami akan membuka musuh kami pada aksi global secara spontan dan tidak akan membiarkan mereka mencapai tujuan keji mereka."

    PM Benjamin Netanyahu, sementara itu, mengatakan, Israel akan terus mencegah kapal mencapai pantai dan pembangunan "pelabuhan Iran di Gaza", merujuk pada dukungan Iran kepada Hamas.

    Garda Revolusi, dengan angkatan laut, angkatan udara, dan struktur komando terpisah dari pasukan bersenjata reguler, dianggap sangat setia pada pemimpin tertinggi. "Jika pemimpin tertinggi mengeluarkan perintah untuk ini, pasukan angkatan laut Garda Revolusi akan melakukan semampunya untuk mengamankan (konvoi) kapal itu," kata Shirazi. "Tugas Iran untuk membela rakyat Gaza yang tak bersalah."

    Israel dan sekutunya, AS, telah menolak untuk mengesampingkan aksi militer terhadap Iran untuk mencegahnya memperoleh kemampuan senjata nuklir—sesuatu yang Israel anggap sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya.

    Menurut Teheran, program nuklirnya untuk pembangkitan energi dan tujuan medis, dan musuh-musuh bersenjata nuklirnya munafik karena berupaya merintangi kemajuan teknologinya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Iran Siapkan Garda Revolusi

    Sunday, June 6, 2010 | 5:34 PM | 0 Comments

    Indonesia plans to buy more submarines & C-130s

    Plans to modernise some of its C-130s, buy another 10

    SINGAPORE, June 5 (Reuters) - Indonesia plans to increase the size of its submarine fleet over the next two years to defend its territory as well as protect international shipping lanes, its defence minister said on Saturday.

    Purnomo Yusgiantoro also told Reuters the country was discussing buying 10 more C-130 military transport aircraft from Lockheed Martin (LMT.N) but had not come to any agreement.

    Indonesia, the world's largest archipelago with more than 17,000 islands, lies across shipping lanes between the Indian and Pacific oceans as well as between Asia and Australia, heavily used for transporting commodities and energy. It currently has two submarines.

    Singapore put out a warning earlier this year about possible attacks on ships in the Malacca Strait, one of the world's busiest shipping lanes that lies between the city state, Indonesia and Malaysia and carries about 40 percent of global trade. [ID:nSGE62409F]

    "We have several countries that we think are able to supply them (submarines). We want to make sure that it would be compatible to our needs as well as our sea (conditions)," Yusgiantoro said in an interview on the sidelines of the Shangri-La Dialogue security conference in Singapore.

    "They are very important in order for us to guard sea lanes. We are going to have that in a couple of years," he said, without giving further details.

    Yusgiantoro also said the government had earmarked funds in this year's budget to modernise some of its 32 C-130s.

    "We can use that (plane) not only to bring troops, but also for humanitarian missions. We are ready to buy but we are still in discussions with the seller."

    Indonesia set aside 42 trillion rupiah ($4.6 billion) in 2010 for defence spending, with most earmarked for operating expenditure for its 550,000-strong military force.

    The country plans to boost its defence spending up to 1.5 percent of gross domestic product by 2014 from about 0.7-0.8 percent in 2010, among the lowest in the region.

    Yusgiantoro held a meeting with U.S. Defence Secretary Robert Gates on Friday, which he characterised as "very good".

    Indonesia is currently working to improve its military ties with the United States, including removing a ban on military training for its special forces, put in place over rights abuses blamed on elite troops.

    "I think things will become more positive," Yusgiantoro said, but he did not comment on when the ban was likely to be removed.

    Yusgiantoro, a Catholic minister in the world's most populous Muslim country, said his nation's defence ties with Washington were akin to a marriage, which could be rocky at times.

    "I don't see any problem with our cooperation. But you know you always have little things going on, something like little arguments between you and your wife after she found a picture of another girl in your pocket," he said.

    ($1=9,175 Rupiah)

    From: REUTERS
    Readmore --> Indonesia plans to buy more submarines & C-130s

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.