ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, June 16, 2012 | 9:38 PM | 0 Comments

    Menhan : Investasi Industri Pertahanan Ditargetkan Rp100 Triliun

    Bontang – Pemerintah menargetkan nilai investasi industri pertahanan nasional bisa mencapai sekitar Rp100 triliun dalam waktu lima tahun. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya akan terus mendorong masuknya investasi di industri pertahanan, baik oleh swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).

    Nilai investasi industri pertahanan tersebut terdiri atas berbagai macam sektor seperti alat utama sistem senjata (alutsista), pabrik peluru kendali (rudal), dan bahan peledak berkekuatan rendah atau amonium nitrat. Peningkatan investasi juga akan menaikkan devisa negara. Menurutnya, target tersebut bisa terpenuhi tidak hanya melalui pembangunan pabrik baru, tapi juga penambahan investasi serta kapasitas produksi.

    Dia mencontohkan, pabrik amonium nitrat PT KNI yang senilai Rp4 triliun. ”Saat ini kapasitas produksinya 300.000 ton per tahun, sebelumnya hanya sekitar 120.000-150.000 ton per tahun,” kata Purnomo seusai peresmian pabrik amonium nitrat PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur,kemarin. Purnomo memperkirakan, kebutuhan amonium nitrat nasional terus meningkat menjadi 800.000 ton per tahun pada 2014-2015.

    Saat ini kebutuhan amonium nitrat sekitar 600.000 ton per tahun. ”Ditambah produksi MNK (PT Multi Nitrotama Kimia) di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, produksi dalam negeri menjadi lebih besar,”ucapnya. Saat ini hanya ada dua pabrik amonium nitrat di dalam negeri yakni PT KNI dan PT MNK.Sebenarnya ada satu lagi perusahaan BUMN di Bontang yakni PT Dahana, namun hingga kini masih belum diketahui secara jelas soal investasinya.

    Lebih lanjut Purnomo menjelaskan, saat ini investor lainnya yakni PT Batuta tengah menjajaki investasi pembangunan pabrik amonium nitrat di Bontang.Dia mengaku sudah menerima proposal rencana investasi PT Batuta. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menambahkan, pihaknya mendukung investor di Bontang dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, keamanan berinvestasi, menjamin kepastian hukum, serta mempermudah perizinan.

    Awang mengungkapkan, Bontang menempati urutan kelima dari 33 provinsi terkait penanaman modal asing (PMA), nomor tiga untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), dan masuk dalam 10 besar regional champion investasi. Dia menyebutkan, realisasi investasi di Bontang tahun lalu mencapai Rp38 triliun, melampaui target awal Rp32 triliun.” Tahun ini kami targetkan Rp42 triliun.Termasuk industri batubara. Dua blok migas sedang dikembangkan,”ucapnya.

    Direktur Utama PT KNI Antung Pandoyo optimistis, perusahaan yang dia pimpin bakal menjadi produsen amonium nitrat terbesar di Indonesia, bahkan mungkin Asia Tenggara. PT KNI akan berperan penting sebagai aset nasional untuk melayani industri pertambangan di dalam negeri.

    Pembangunan pabrik tersebut juga akan menghemat devisa negara hingga USD150 juta. ”USD150 juta asumsinya harga USD500 per ton. Itu dikali 300.000 ton. Kalau harga USD600,akan lebih besar,”tandasnya.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Menhan : Investasi Industri Pertahanan Ditargetkan Rp100 Triliun

    (Update) KSAU : Enam Super Tucano Datang Bulan Agustus 2012

    Jakarta - Enam dari 18 unit pesawat tempur ringan jenis Super Tucano EMB-314 buatan Brazil direncanakan tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdurahman Saleh pada Agustus 2012 ini. Pesawat ini mendukung kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang telah ada.

    "Pengiriman pesawat akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan datang 6 unit pesawat. Dijadwalkan, tahap pertama ini dimulai Agustus mendatang," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat saat meninjau kesiapan Hanggar Skadron Udara (Skanud) 21 Wing 2 Lanud Abdurahman Saleh.

    Siaran pers Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) kepada Suara Karya di Jakarta, Rabu (13/6), pengadaan pesawat tempur ringan itu akan diimbangi dengan pengadaan sumber daya manusia yang berpotensi, cakep dan handal. TNI AU akan menyekolahkan 36 penerbang dan teknisi dari Skadron Udara 21 dan anggota Skatek 022 untuk mengikuti 10 hari pendidikan di Brasil.

    Rencananya, pesawat Super Tucano akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat sebab pesawat tersebut memiliki keunggulan "close air support".

    Sumber : Suara Karya
    Readmore --> (Update) KSAU : Enam Super Tucano Datang Bulan Agustus 2012

    Thursday, June 14, 2012 | 11:33 AM | 0 Comments

    Tiga Helikopter Bell Perkuat Puspenerbal

    Surabaya - Tiga helikopter jenis Bell-412 EP memperkuat jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/6/2012). Helikopter ini akan difungsikan sebagai angkutan taktis dan dukungan logistik cepat.

    "Helikopter ini akan memperkuat Skuadron 400 Wing Udara 1 dan Wing Udara 2," kata Komandan Puspenerbal, Laksamana Utama TNI Sugianto. Tiga helikopter tersebut diproduksi oleh Textron Kanada dan disempurnakan oleh PT Dirgantara.

    Ketiga helikopter ini, kata Sugianto, memiliki kelebihan, yaitu antara lain sistem pilot otomatis. "Fitur ini penting karena terbang di atas laut lebih sulit," kata Sugianto.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Tiga Helikopter Bell Perkuat Puspenerbal

    Wednesday, June 13, 2012 | 10:22 AM | 0 Comments

    KSAU: Super Tucano Setara Hawk Buatan Inggris

    Malang - Kepala Staf TNI AU (KASAU) Marsekal Imam Safaat menilai pesawat Super Tucano setara dengan pesawat tempur Hawk buatan Inggris, yang menggunakan mesin jet.

    Hal ini disampaikan Safaat usai meninjau kesiapan skadron 21 Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh menyambut kedatangan pesawat buatan Brazil itu, Selasa (12/6/2012).

    Menurut dia, Super Tucano, adalah pesawat tempur canggih, dengan penggerak propeler atau baling-baling di moncongnya. Ia menambahkan, bukan hanya Indonesia yang menggunakan pesawat ini.

    Namun, Amerika Serikat, juga telah memanfaatkannya sebagai salah satu kekuatan udaranya. Saat menjalankan misi pertempuran di Afganistan. "Amerika juga pernah gunakan pesawat ini," imbuh Safaat.

    Kekuatan baru pesawat tempur Super Tucano ini, lanjut dia, akan mengisi kekosongan Skadron Udara 21. Pasca lima tahun sejak pesawat OV-10 Bronco digrounded, akibat sudah berulang kali mengalami kecelakaan.

    Safaat membeberkan, sebanyak 16 unit pesawat Super Tucano mengisi kekuatan Skadron Udara 21.

    Pesawat itu didatangkan secara bertahap dari Brazil mulai akhir Agustus ini. "Ada empat tahap, setiap tahapan empat unit pesawat," terangnya.

    Sementara kebutuhan awak pesawat ini, akan diisi oleh sebagia kekuatan lama di Skadron Udara 21, serta tambahan penerbang baru dari luar Skadron Udara 21.

    Sementara Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Gutomo, mengatakan, persiapan sudah dilakukan menyambut hadirnya pesawat tempur baru ini. Baik fisik, berupa hanggar, dan tempat fasilitas penunjang lainnya. Selain itu juga disiapkan para personil, yang nantinya menjalani pelatihan di Brazil.

    "Pengiriman personil dilaksanakan secara bertahap. Jumlahnya akan bertambah, sesuai kebutuhan," ujarnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> KSAU: Super Tucano Setara Hawk Buatan Inggris

    Tuesday, June 12, 2012 | 2:27 PM | 0 Comments

    TNI AU : Jaga Keamanan, Siap Pindahkan Skuadron

    Jakarta - Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) merupakan salah satu barisan pertahanan yang bertugas menyelenggarakan pembinaan kemampuan personel maupun kesiapan operasional satuan-satuan TNI AU.

    Lalu bagaimana kondisi persenjataan serta kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) II saat ini? Berikut petikan perbincangan wartawan Harian FAJAR, Yusriadi dengan Panglima Koopsau II yang baru, Marsekal Pertama Agus Supriatna didampingi pejabat lama, Marsekal Muda Ismono Wijayanto di Markas Koopsau II Kompleks TNI AU Daya, Minggu, 10 Juni.

    Sebelumnya selamat atas jabatan Koopsau II. Bagaimana kondisi pertahanan udara kita saat ini?

    Terima kasih. Kalau ditanya masalah pertahanan udara kita, yang saya tahu itu di wilayah saya sebelumnya yakni Koopsau I. Tapi secara umum dengan kondisi kita saat ini, alhammdulilah kita bisa melaksanakan tugas pengamanan udara dengan sebaik mungkin.

    Jadi setiap detik dalam 24 jam semua wilayah kita sudah diamati langsung oleh sistem radar yang kita miliki. Itu termonitor terus, sehingga kalau ada ancaman atau penerbangan ilegal atau tanpa izin maka kita akan langsung menindak, baik secara diplomasi ataupun tindakan militer. Untuk wilayah Timur Indonesia sebagai wilayah Koopsau II, apakah sistem persenjataan kita sudah memadai?

    Bisa dikatakan masih terbatas. Tetapi tetap memaksimalkan dan kembali lagi bahwa kebijakan pemerintah memang belum memprioritaskan masalah persenjataan tempur kita. Kita tahu sendiri di negara ini masih banyak masalah yang perlu didahulukan misalnya kemiskinan dan sebagainya.

    Wilayah Timur cukup luas, namun skuadron pasukan Koopsau II hanya ada di Makassar. Bagaimana menindaki jika seandainya ada penerbangan ilegal dan tanpa izin di daerah terluar misalnya di Papua?

    Setiap saat kan kita bisa berkomunikasi dengan negara-negara luar. Sehingga jika ada radar kita yang menangkap adanya penerbangan ilegal, maka kita akan langsung berkomunikasi dengan negara pesawat bersangkutan untuk menarik pesawatnya. Jika memang tidak dipedulikan, maka kita akan langsung melakukan tindakan tegas.

    TNI rencananya akan menerima hibah 24 pesawat jet tempur F-16 dari Amerika Serikat. Dengan penambahan itu apa sudah cukup? Jadi, sesuai rencana dalam waktu dekat kita akan mendapatkan tambahan pesawat tempur jenis F-16 yang merupakan hibah dari Amerika. Selain itu, enam pesawat jet tempur Sukhoi juga akan hadir untuk membangun satu skuadron yang saat ini sudah memiliki 10 unit. Yang pastinya, tambahan ini tentu kita harapkan bisa menambah kekuatan demi memaksimalkan ketahanan dan keamanan negara.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa TNI AU merupakan pasukan yang sangat strategis untuk menjaga keutuhan negara. Itu semua tentu harus bersinergi dengan angkatan yang lain. Intinya, semua angkatan selalu bersinergi dalam membangun keamanan yang maksimal demi keutuhan NKRI.

    Selain persenjataan, apa lagi yang mesti diupayakan untuk ketahanan negara? Berbicara masalah keamanan, bukan hanya TNI yang bertugas untuk tujuan itu. Semua warga negara sebenarnya memiliki andil dan berkewajiban untuk mewujudkan keamanan. Makanya, ke depan kami terus mengupayakan agar wajib bela negara itu bisa diwujudkan. Pertanyaan apa semua warga negara mau untuk melakukan wajib bela negara itu? Ini masih menjadi perbincangan.

    Bagaimana dengan perekrutan pilot baru khsusnya pesawat tempur? Setiap tahun kita selalu melakukan perekrutan pilot baru. Kita tentu mencari yang terbaik, bukan karena faktor kedekatan tetapi mengutamakan kualitas. Semua itu berdasarkan tes dan ujian yang harus dilalui setiap peserta.

    Program baru apa yang Anda persiapkan untuk Koopsau II ini?

    Selama belum ada instruksi dari atasan atau pusat, tentu kami akan melanjutkan apa yang telah dirintis panglima sebelumnya. Tapi setelah pesawat tempur hibah itu sudah tiba, tentu kita akan melakukan program baru.

    Seperti apa program baru itu?

    Salah satunya, kita akan melakukan pemindahan skuadron untuk standby di beberapa wilayah yang menjadi kawasan Koopsau II. Pemindahan skuadron ini bertujuan agar lebih dekat dengan wilayah pengawasan serta melakukan pengenalan area, cuaca dan kondisi alam. Sehingga sewaktu-waktu kalau ada musuh, kita bisa memburu dengan cepat dengan penguasaan wilayah itu.

    Harapan Anda sebagai Pangkoopsau II?

    Saya berharap agar masyarakat bisa bersinergi dengan TNI untuk tetap melaksanakan keamanan. Saya tahu bahwa masyarakat Sulsel itu peramah dan bisa bersinergi baik dengan TNI. Yang terakhir, semoga tambahan persenjataan dan pesawat kita bisa lebih maksimal di masa yang akan datang sehingga Indonesia menjadi negara yang disegani.
    Readmore --> TNI AU : Jaga Keamanan, Siap Pindahkan Skuadron

    Dahlan Iskan : Bangkitnya BUMN Indonesia

    Jakarta - Dua lagi perusahaan BUMN yang tahun ini melejit melampaui batas negara: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Batan Teknologi (Persero).

    Garuda, secara mengejutkan, saat ini sudah lebih besar dari Malaysia Airlines (MAS) dan Thai Airways, Thailand. Bahkan sudah lebih besar dari Air France! Value Garuda kini sudah mencapai Rp18 triliun. Sudah sekitar Rp1 triliun lebih besar dari MAS dan Thai. Dengan demikian untuk Asia Tenggara kini Garuda tinggal kalah dari Singapore Airlines.

    Memang tidak ada alasan bagi Indonesia untuk serba kalah dari sesama negara ASEAN. Di antara 10 negara Asia Tenggara kekuatan ekonomi Indonesia sudah mencapai 51% sendiri. Baru yang 49% dibagi 9 negara lainnya.

    Di bawah direksi Garuda yang sekarang dengan Dirut Emirsyah Satar, prestasi itu akan terus bisa dipacu. Inilah direksi yang dari segi umur relatif masih muda-muda. Inilah direksi yang berada di puncak antusias dan gairahnya. Iklim seperti itu secara otomatis akan menjalar dan mewabah ke jajaran di bawah dan di bawahnya lagi.

    Ekonomi Indonesia yang terus membaik memang bisa menjadi ladang yang subur bagi Garuda. Penambahan pesawat yang terus dilakukan, termasuk yang kelas 100 tempat duduk, akan membuat Garuda terbang kian tinggi.

    Langkah terbarunya untuk bisa dipercaya Kanada sebagai pusat perawatan pesawat Bombardier se Asia Pasifik, memberikan hope yang lebih besar lagi. Dengan demikian GMF AeroAsia, salah satu anak perusahaan Garuda, akan menjadi perusahaan kelas dunia juga. Ini karena pembuat mesin pesawat terkemuka di dunia lainnya, GE dari USA juga sudah mempercayakan perawatan mesin GE ke GMF AeroAsia.

    Seperti tidak kalah dengan prestasi Garuda dan enam BUMN kelas dunia lainnya (BRI, Bank Mandiri, Telkom, BNI, PGN, dan Semen Gresik) kini muncul si cabe rawit: PT Batan Teknologi.

    Tahun ini di bawah Dirut baru Dr.Ir.Yudiutomo Imardjoko, BatanTek tidak hanya bisa bangkit dari kuburnya bahkan begitu bangkit langsung bisa berlari dengan kencangnya. Larinya pun ke mana-mana termasuk ke puluhan negara Asia. Padahal tahun 2010 lalu BatanTek sudah dicabut nyawanya. Ini gara-gara ada larangan internasional untuk melakukan pengayaan uranium tingkat tinggi. Ini dikhawatirkan bisa disalahgunakan menjadi senjata nuklir.

    Sejak itu PT BatanTek berhenti memproduksi radioisotop. Tim BatanTek sudah berusaha mengubah proses pengayaan uranium menjadi tingkat rendah, tapi tidak mampu. Bahkan BatanTek sudah mendatangkan ahli dari USA untuk menularkan pengetahuan proses uranium tingkat rendah. Tapi juga gagal.

    Akibatnya rumah-rumah sakit yang selama ini menggunakan radioisotop dari BatanTek memilih membeli dari sumber lain. Semua pelanggan marah dan memutuskan hubungan. BatanTek praktis mati.

    Untunglah Dr Yudiutomo datang dan menjadi dirut baru. Anak Maospati, Magetan, lulusan Fakultas Teknik Nuklir UGM ini memang bukan sembarang orang. Dia meraih gelar doktor di bidang nuklir di Iowa State University USA. Dr Yudiutomo mengajak ahli nuklir sealmamater di UGM, Dr.Ing Kusnanto untuk menjadi direktur produksi. Dr Kusnanto meraih gelar doktor nuklir dari Aachen, Jerman.

    Karena PT BatanTek masih dalam keadaan sulit, sejak awal dua ahli nuklir ini memilih menghemat: menyewa satu rumah untuk dihuni berdua. Keluarga ditinggal di Yogya.

    Dua orang inilah yang tidak henti-hentinya berpikir bagaimana agar BatanTek bisa melakukan pengayaan uranium tingkat rendah. Siang malam dua ahli ini terus berdiskusi. Keputusan untuk tinggal satu rumah membuat diskusi mereka berlanjut setelah jam kantor sekalipun. Di rumah kontrakan itulah mereka bisa berdiskusi sampai jam 2 dini hari.

    Hasilnya luar biasa: mereka menemukan cara baru mengayakan uranium tingkat rendah. Bukan cara yang sudah dikenal di dunia sekarang ini, tapi cara baru yang untuk mudahnya saya beri saja nama "Formula YK" (Yudiutomo Kusnanto). Formula YK ini menggunakan prinsip electro plating. Menggantikan cara lama sistem foil target. Prinsipnya, sebelum dimasukkan reaktor nuklir uranium itu di-plating dengan rumus tertenu. Cara ini meski kelak diketahui oleh ahli lain pun akan sulit ditiru. Rumus angka-angkanya tidak akan diungkap.

    Masalahnya: dari mana perusahaan dapat tambahan modal? Reaktor nuklirnya sih bisa tetap menggunakan reaktor milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang di Serpong itu, tapi banyak peralatan PT BatanTek yang harus diperbaharui atau diperbaiki.

    "Perlu berapa?" tanya saya saat rapat dengan dua ahli nuklir itu di Serpong.

    "Cukup besar pak, Rp 85 miliar," jawab Dr Yudiutomo.

    "Saya carikan!"

    Saya pun menghubungi Bank Rakyat Indonesia. Saya memang sangat kagum dan terharu melihat kejeniusan dua ahli ini. Saya bisa merasakan getaran semangatnya yang meluap. Dan saya juga melihat kilatan matanya yang menyiratkan keinginan untuk maju. Inilah ilmuwan yang memiliki kemampuan manajerial yang handal. Intelektual sekaligus entrepreneur!

    Dengan penemuan baru Formula YK ini Indonesia berhasil menjadi satu-satunya negara di Asia yang mampu memproduksi radioisotop. Kini seluruh negara Asia datang ke BatanTek untuk membeli radioisotop! Radioisotop adalah bahan yang sangat penting untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Radioisotop adalah bahan yang tidak bisa dipisahkan dengan kedokteran nuklir. Dengan radioisotop organ-organ di dalam badan bisa dilihat secara berwarna dan tiga dimensi.Ini sudah beda dengan radiologi yang hanya bisa hitam putih dan dua dimensi.

    Maka pemeriksaan melaui MRI, CT, gamma camera, serta operasi yang menggunakan pisau gamma mutlak memerlukan radioisotop. Jepang pun tidak memproduksinya sehingga pasar radioisotop kita amat besar. Apalagi Tiongkok. Waktu saya mendampingi Presiden SBY makan siang dengan Presiden Hu Jintao di Beijing yang lalu, saya pun promosi radioisotopnya BatanTek. Kebetulan saya berada di sebelah menteri perdagangan Tiongkok. Selama makan siang itu saya terus minta agar Tiongkok membeli radioisotop kita.

    Dengan kemampuan Dr Yudiutomo dan timnya menembus pasar Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan negara-negara Asia lainnya, maka masa depan PT Batan Teknologi amat cerah. Tahun ini omsetnya langsung bisa mencapai Rp 200 miliar. Tidak mustahil bakal bisa mencapai Rp 1 triliun dan kemudian Rp 3 triliun di kemudian hari.

    Amerika dan Australia, meski mampu membuat radioisotop, mereka bukan pesaing kita. Umur radioisotop ini hanya 60 jam. Setelah itu daya radiasinya habis. Untuk kebutuhan Tiongkok 10 curie, misalnya, Tiongkok harus membeli 60 curie. Yang 50 curie hilang di jalan. Karena itu pengirimannya harus dengan pesawat. Harus dihitung waktu pengirimannya sejak dari Serpong ke bandara dan seterusnya.

    Saya tentu ingin dua ahli kita ini tidak berhenti di radioisotop. Keduanya juga optimis pengetahuannya akan sangat berguna untuk pertanian dan pengeboran minyak.

    Tapi biarlah BatanTek maju dulu. Jadi raja Asia dulu. Dua tahun lagi kita bicara nuklir untuk mengamankan pangan kita.

    Sumber : VIVANEWS
    Readmore --> Dahlan Iskan : Bangkitnya BUMN Indonesia

    Monday, June 11, 2012 | 8:44 PM | 0 Comments

    TNI AD Dan US Army Akan Lakukan Latihan Bersama Di Malang

    Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada hari ini hingga 22 Juni 2012 mengadakan latihan bersama mitranya dari Amerika Serikat (US Army) kawasan Pasifik (US Army Pasific/Usarpac) di Malang, Jawa Timur.

    Latihan bersandi operasi Garuda Shield 2012 itu dibuka Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI M. Munir, dan Panglima Usarpac, Brigadir Jenderal Hara, di lapangan Sapta Marga Divisi Infanteri-2/Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin.

    Munir dalam sambutannya mengatakan, latihan bersama Garuda Shield 2012 bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta latihan sesuai modul pelatihan standard umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta menggalang lebih jauh kerja sama antara militer dengan masyarakat melalui kegiatan karya bakti.

    "Latihan ini juga untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara TNI Angkatan Darat dengan Usarpac," kata Pangkostrad, dalam keterangan pers yang diterima ANTARA News.

    Oleh karena itu, kata dia, Garuda Shield 2012 akan memberikan pemahaman dan keseragaman bagi peserta latihan dalam pelaksanaan sebagai pasukan pemulihan keamanan PBB.

    Ia berharap, koordinasi dan kerja sama antara personel AD dari beberapa negara akan semakin erat dan kokoh, sehingga terjalin hubungan yang lebih baik dan harmonis antara negara-negara pengirim pasukan PBB yang dilandasi rasa saling percaya dan menghormati.

    Munir menyebutkan, pelaksanaan latihan tersebut pada gilirannya akan mencapai soliditas di antara negara peserta dalam operasi perdamaian dunia karena memiliki wawasan, pandangan dan pemahaman yang sama terhadap prosedur maupun mekanisme pengambilan keputusan dari para komandan beserta staf perencana operasi militer.

    "Peserta latihan akan semakin memahami prosedur teknis penanganan di lapangan, sehingga memenuhi standar prosedur tetap dan kualifikasi yang telah ditentukan oleh PBB," katanya.

    Brigadir Jenderal Hara dalam sambutannya mengatakan, Garuda Shield 2012 yang melibatkan negara AS dan RI merupakan latihan penting yang bukan hanya dalam pengembangan sektor kemiliteran, namun juga dalam usaha menjalin hubungan di perairan Pasifik dalam kurun waktu enam tahun.

    Ia mengajak peserta secara bersama-sama melanjutkan misi pengembangan pengetahuan yang telah dimiliki dalam mendukung operasi perdamaian melalui interaksi yang akan terjalin selama proses latihan.

    Menurut dia, konsep pelatihan yang melibatkan pasukan TNI dan Usarpac dalam suatu brigade gabungan di latihan pos komando yang merupakan kesempatan emas bagi pasukan kedua negara untuk saling berbagi pengalaman dauan.

    Selain itu, ia menambahkan, peserta latihan diminta berperan aktif dalam proses pelatihan, sehingga Garuda Shield 2012 bukan hanya sukses dalam melatih kemampuan militer saja, namun juga mampu menjadi suatu pengalaman berharga bagi seluruh personelnya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> TNI AD Dan US Army Akan Lakukan Latihan Bersama Di Malang

    KRI Nanggala Akan Gelar Ujicoba Senjata Torpedo

    Surabaya - Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim akan menggelar Uji Coba (Ucob) senjata startegis di sekitar perairan Laut Jawa dalam waktu dekat. Rencana tersebut kini dimatangkan pembahasanya dalam Tactical Floor Game (TFG) bertempat di ruang rapat Satsel Koararmatim Ujung Surabaya, Senin (11/06).

    Dalam rapat pematangan rencana itu dipimpin langsung oleh Komandan Satsel Koarmatim Kolonel Laut (P) Jefry Staley Sangel. SH., dengan dihadiri oleh Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut (P) Purwanto, KRI Hiu-804 Letkol Laut (P) Bagus. H, Komandan KRI Soputan-921 Mayor Laut (P) Herby serta para tim pendukung yang terlibat dalam kegiatan itu.

    Uji coba persenjataan strategis berupa Torpedo SUT DM264 Mod 0 rencananya akan dilaksanakan oleh KRI Nanggala yang baru selesai melaksanakan perbaikan total (Overhoul) di Korea Selatan beberapa bulan yang lalu. Senjata Torpedo yang akan ditembakkan merupakan jenis kepala latihan.

    Dalam uji coba penembakan itu bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan integrasi antara Combat Management Sistem (CMS) type Multi Sensor Integrited (MSI) 90U MK2 dengan Torpedo SUT DM264 Mod 0 buatan Kongsberg Defence and Aerospace Norwegia. Yang mana sistem CMS MSI tersebut merupakan pengganti sistem lama yaitu CMS jenis Sinbads. Penembakan ini sekaligus untuk menguji alat pengganti terebut apakah dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

    Unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penembakan Torpedo SUT Kepala Latihan tahun 2012, terdiri dari KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Hiu-804, KRI Soputan-921, 2 Sea Rder, 2 Perahu Karet (PK), 1 Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim, 1 Tim Penelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim, Laboratorium Induk Elektronika (Labinlek) Mabesal dan Arsenal serta Diskes koarmatim.

    Sumber : KOARMATIM
    Readmore --> KRI Nanggala Akan Gelar Ujicoba Senjata Torpedo

    Komisi I Setuju RUU Kerjasama Indonesia dengan Italia dan Ceko

    Jakarta - Komisi I DPR RI menyetujui 2 Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Ceko dan Pemerintah Republik Italia. Seluruh fraksi menginginkan ketantuan lebih lanjut diatur dalam Peraturan Presiden, sesuai dengan UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

    Dalam Rapat Kerja yang dipimpin Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq, dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wakil Menteri Luar Negeri Wardhana, dan Ses.Dirjen PP Kementerian Hukum dan HAM Supriyanto, di gedung DPR RI, Senin (11/6).

    Kedua RUU tersebut antara lain, pertama, RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Ceko tentang Kegiatan Kerjasama di Bidang Pertahanan (Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government Czech Republic on Cooperation Activities in the Field of Defence),

    Kedua, RUU tentang Pengesahan Memorandum Saling Pengertian antara Departemen Pertahanan Keamanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Italia tentang Kerjasama dalam Bidang Peralatan, Logistik dan Industri Pertahanan (Memorandum of Understanding between the Departement of Defence and Security of the Republic of Indonesia and the Ministry of Difence of the Intalian Republic Concerning Coorperation in the Field of Defence Equipment, Logistic and Industy).

    Sumber : DPR
    Readmore --> Komisi I Setuju RUU Kerjasama Indonesia dengan Italia dan Ceko

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.