ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, August 5, 2011 | 5:00 PM | 0 Comments

    Taiwan Perkuat Pertahanan Menghadapi China

    Taipeh - Presiden Taiwan Ma Ying-jeou mengatakan, negara harus memperkuat pertahanannya terhadap spionase China. Pernyataan itu muncul setelah serangkaian skandal mata-mata yang menyebabkan hubungan kedua negara menjadi tegang. Kegiatan intelijen China terus berlangsung meskipun hubungan keduanya memanas.

    Ma mengatakan, Taiwan perlu "secara aktif mencegah" setiap kebocoran rahasia ke China dan harus melakukan upaya kontrapenyusupan. Pernyataan Ma itu dikeluarkan Biro Keamanan Nasional, Jumat (5/8/2011).

    Menurut Biro Keamanan Nasional, Ma mengeluarkan pernyataan sikapnya itu dalam pertemuan intelijen, Kamis. Tujuannya untuk mengatasi masalah keamanan yang dihasilkan dari meluasnya masalah lintas-selat.

    Hubungan antara Taiwan dan China telah membaik sejak Ma berkuasa tiga tahun lalu, namun persoalan keamanan tetap rawan.Kedua pihak telah memata-matai satu sama lain sejak perpecahan mereka pada tahun 1949, akhir perang saudara.

    Beijing masih menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya menunggu reunifikasi, jika perlu dengan kekerasan. Militer Taiwan awal tahun ini menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada seorang jenderal tentara dan petugas intelijen yang memata-matai untuk China.

    Sang jenderal Taiwan terpancing "perangkap madu" mata-mata perempuan China yang mengumpulkan informasi untuk Beijing. Sementara perwira China dilaporkan telah membantu mengungkap jaringan beberapa mata-mata Taiwan di daratan.

    Seorang pensiunan agen mata-mata Taiwan baru-baru ini memperingatkan, setidaknya 10 mata-mata China diyakini telah menyusup ke satuan keamanan pulau itu.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Taiwan Perkuat Pertahanan Menghadapi China

    9 Ranjau Laut PD II Berhasil Dinetralisasi

    Tuban - Sebanyak 9 ranjau laut yang terdeksi oleh Satuan Tugas (Satgas) Latihan Tindakan Perlawanan Ranjau III/2100 berhasil dinetralisasi (diledakan) di sekitar Pantai Palang Tuban, Kamis (4/8). Peledakan ranjau ini merupakan hasil pendeteksian selama lebih kurang dua bulan dari area latihan seluas 37 juta meter persegi, memanjang dari pantai Palang sampai dengan 11 Nm ke utara.

    Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 15 Agustus tersebut bertujuan untuk menghancurkan ranjau atau membuat rangkaian/system pemicu ledakan ranjau tidak dapat berfungsi.

    Diperkirakan ranjau-ranjau tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia II yang terbenam di bawah lumpur dasar laut sedalam 3 sampai 5 meter pada kedalaman laut 8 hingga 30 meter.

    “Setelah proses netralisasi, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan rechecking (chek ulang) untuk memastikan bahwa area tersebut benar-benar telah bersih dari ranjau,”kata Komandan Satuan Ranjau Koarmatim Kolonel Laut (P) Benny Sukandani, SE, MM yang sekaligus bertindak selaku komandan latihan.

    Lebih lanjut dikatakan Komandan Satran Koarmatim, pada saat kegiatan dinyatakan selesai atau kontak ranjau yang ditemukan berhasil dinetralisasi, maka Mabes TNI AL dalam hal ini Dinas Hidro-oseanografi TNI AL akan membuat peta laut dengan memberikan tanda area yang telah dibersihkan sebagai daerah bebas ranjau, kemudian diinfokan kepada seluruh pengguna laut melalui Berita Pelaut Indonesia (BPI) bahwa area tersebut dapat digunakan untuk menunjang pembangunan nasional.

    Kegiatan latihan itu sendiri dimulai sejak tanggal 23 Mei 2011, yang melibatkan 172 personel yang terdiri dari personel Satran Koarmatim yaitu Kapal Perang Type Buru Ranjau KRI Pulau Rengat-711, Diskesarmatim, Satkopaskaarmatim, Dislambair, Arsenal, Labinsen dan Dishidros TNI AL. Latihan direncanakan berakhir hingga tanggal 27 Agustus mendatang.

    Sumber : ARMATIM
    Readmore --> 9 Ranjau Laut PD II Berhasil Dinetralisasi

    Presiden Harap Lemhannas Menjadi World Class Institution

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) melanjutkan upaya reformasi dan revitalisasi untuk menuju institusi bertaraf internasional di bidang pertahanan dan keamanan sehingga setara dengan institusi-institusi serupa di negara maju.

    "(Proses) reformasi dan revitalisasi Lemhanas sebagai harapan kita world class institution, saya mencatat sejumlah kemajuan tetapi saya ingin lebih dari itu," kata Presiden di Kantor Presiden, Jumat, saat menerima Gubernur Lemhanas Budi Susilo Supandji dan sejumlah pejabat Lemhanas.

    Presiden berharap proses revitalisasi dan reformasi dilakukan secara menyeluruh termasuk di bidang kurikulum, metodologi belajar mengajar serta `update` ilmu pengetahuan terkini sehingga Lemhanas mampu menghasilkan para perencana tingkat strategis yang memiliki kemampuan manajemen dan juga kepemimpinan yang berwawasan nasional serta handal.

    "Sehingga Lemhanas akan setara (secara kualitas) dengan intitusi di negara-negara maju yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan," katanya.

    Sementara itu Gubernur Lemhanas mengatakan Lemhanas telah menyampaikan peta jalan yang akan ditempuh oleh lembaga itu untuk menuju intitusi kelas dunia.

    "Presiden telah memberikan direktif mengenai butir-butir apa yang harus kami persiapkan," katanya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Presiden Harap Lemhannas Menjadi World Class Institution

    Thursday, August 4, 2011 | 9:50 PM | 0 Comments

    Lanud Pacitan Akan Difungsikan Kembali

    Jakarta - Pangkalan udara (Lanud) Pacitan, Jawa Timur, difungsikan kembali. Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI M. Syaugi yang membawahi sejumlah landasan udara (airstrip) di Jawa Timur dalam kunjungan di Pacitan, Kamis (4/8/2011) mengatakan, airstrip dan detasemen di Pacitan difungsikan kembali karena memiliki fungsi strategis.

    "Grass strip-landasan rumput-yang sudah ada akan diaktifkan dan perlu diadakan perbaikan serta pengembangan. Selanjutnya akan digunakan untuk mengembangkan potensi dirgantara di Kabupaten Pacitan," ujar M Syaugi yang dikutip Dinas Penerangan TNI-AU.

    Syaugi meninjau kondisi landasan rumput di airstrip Pacitan yang potensial untuk dikembangkan seiring pembangunan jalan lingkar pantai selatan Jawa. Wilayah selatan Pulau Jawa memiliki sejumlah airstrip yang dibangun jaman Hindia-Belanda dan pendudukan Jepang.

    Airstrip tersebut memiliki nilai strategis militer dan ekonomi. Saat ini di sebelah selatan Jawa baru dua airstrip yang dikembangkan untuk kepentingan komersil yakni di Cilacap dan Banyuwangi.

    Sejumlah airstrip di dekat Pangandaran digunakan untuk pengiriman bantuan tanggap bencana saat gempa dan tsunami melanda kawasan itu.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Lanud Pacitan Akan Difungsikan Kembali

    Rusia Mendapatkan Kontrak $ 3 Milyar Dollar Dalam Pengadaan Alutsista

    MOSKWA - Di saat negara-negara produsen pesawat tempur di Eropa kesulitan menjual produknya, Rusia justru terus mendapat pelanggan baru. Lembaga think tank pertahanan CAST, Kamis (4/8/2011), mengatakan, dalam waktu dekat Rusia akan mendapat tiga kontrak pembelian baru yang ditaksir bernilai total hampir 3 miliar dollar AS (Rp25,5 triliun).

    Kontrak sebesar itu antara lain berasal dari India, yang memesan 40 pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI senilai 2 miliar dollar AS. Pesawat varian dari Su-30 ini akan dibuat bersama dengan perusahaan pembuat pesawat India, Hindustan Aeronautics. "Ada peluang sangat besar Angkatan Udara India akan menandatangani pembelian 40 Su-30MKI akhir tahun ini," tutur Direktur CAST Ruslan Pukhov.

    Sebelumnya, India telah memesan 16 pesawat MiG-29K/KUB, varian MiG-29 yang bisa beroperasi dari kapal induk. Sebelas pesawat pesanan tersebut telah dikirim pekan ini. "Mereka (India) tak pernah merasa cukup dengan senjata (buatan) Rusia," imbuh Pukhov.

    Pemesan kedua adalah Kementerian Pertahanan Rusia sendiri, yang berminat memberi 24 MiG-29K untuk menggantikan armada Su-33, yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan udara yang bisa beroperasi dari satu-satunya kapal induk Rusia, *Admiral Kuznetsov*. Kontrak ini bernilai 960 juta dollar AS.

    Sementara kontrak ketiga, yang diharapkan bisa segera ditandatangani, adalah pembelian enam pesawat jet latih tempur Yak-130. Enam pesawat ini pada awalnya dipesan oleh Libya sebelum PBB menerapkan embargo senjata. Menurut Pukhov, calon kuat pembeli pesawat-pesawat ini adalah Kazakstan.

    Ekspor senjata Rusia tahun lalu hampir menyentuh nilai 10 miliar dollar AS, menjadikan negara itu tetap bercokol sebagai eksportir senjata terbesar kedua di dunia setelah AS. Penjualan persenjataan Rusia sempat menurun tahun ini setelah meletusnya gelombang revolusi dan musim semi Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara.

    Sebagian negara di kawasan ini, seperti Aljazair, Suriah, dan Libya, selama ini dikenal sebagai pelanggan setia produk-produk senjata Rusia.

    Rusia juga dicoret dari daftar calon pemasok proyek pengadaan pesawat tempur India senilai 11 miliar dollar AS, April lalu, setelah India lebih condong pada pesawat Rafale buatan Perancis dan Eurofighter Typhoon buatan konsorsium Eropa.

    "Ada unsur politis dalam keputusan (India) itu. Mereka tahu telah membeli terlalu banyak senjata dari Rusia, jadi demi alasan diplomatik, mereka harus berusaha menyeimbangkan pemasok (senjata) mereka," papar Pukhov.

    Meski demikian, penjualan persenjataan Rusia diperkirakan akan terus stabil dengan datangnya beberapa calon pembeli baru. Vietnam, misalnya, selain memesan enam kapal selam kelas Kilo 636 juga memesan 12 pesawat tempur Su-30MK2.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Rusia Mendapatkan Kontrak $ 3 Milyar Dollar Dalam Pengadaan Alutsista

    PAF Berkunjung ke Sesko TNI AU

    Jakarta - Sekolah Staf dan Komando TNI-Angkatan Udara (Sesko TNI-AU) menerima kunjungan delegasi AU Filipina (Philipine Air Force-PAF) di Lembang, Jawa Barat, Kamis (4/8/2011).

    Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Boy Syahril Qamar menerima kunjungan delegasi Filipina yang dipimpin Kolonel Jose G. Mirandila Jr.

    Seskoau menampilkan serangkaian kegiatan seperti simulasi operasi udara. Kunjungan itu merupakan bagian dari kegiatan Kelompok Kerja AU (Air Working Group) antara TNI-AU dan PAF sejak tanggal 2-5 Agustus 2011 di Bandung, Jawa Barat.

    "Hubungan TNI-AU dan PAF selama ini berlangsung baik," kata Boy Syahril. Delegasi PAF menyaksikan film dokumenter tentang sejarah, visi-misi dan tugas serta fungsi Seskoau.

    Delegasi PAF juga meninjau fasilitas pendidikan, sarana belajar, mess Perwira Siswa (Pasis) dan demo simulasi operasi udara di ruang Olah Yudha (Wargaming) Seskoau.

    Seperti dengan Angkatan Udara Singapura, Malaysia dan Thailand. TNI-AU juga kerap mengadakan latihan bersama dengan PAF di kawasan Sulawesi dan Filipina Selatan yang menjadi wilayah perbatasan dua Negara.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> PAF Berkunjung ke Sesko TNI AU

    Dalam Enam Tahun Ke Depan Vietnam Mempunyai Enam Kapal Selam

    Hanoi - Vietnam akan memiliki armada kapal selam dalam tempo enam tahun, kata menteri pertahanan Vietnam mengkonfirmasi laporan-laporan pada Kamis (4/8/2011), pada saat China meningkatkan ketegaran maritimnya yang menyebabkan keprihatinan kawasan.

    Media Rusia melaporkan, pada Desember 2009, Vietnam telah sepakat untuk membeli setengah lusin kapal selam tenaga-diesel senilai dua miliar dolar. Namun pihak pemerintah Hanoi tidak bersedia mengomentari berita kesepakatan itu.

    "Dalam lima-enam tahun mendatang, kita akan memiliki satu brigade enam kapal selam kelas 636 kilo," kata Menteri Pertahanan Phung Quang Thanh seperti dikutip oleh surat kabar yang dikendalikan negara, Tuoi Tre.

    Dalam laporan tersebut Thanh mengatakan, armada itu bukan dimaksudkan sebagai ancaman bagi negara-negara di kawasan. "Membeli kapal selam, rudal, jet-jet tempur dan peralatan lainnya untuk pertahanan diri," katanya tanpa menyebutkan bagaimana Vietnam membayar untuk investasi angkatan lautnya itu.

    "Itu tergantung pada kemampuan ekonomi kita. Vietnam belum menghasilkan persenjataan dan peralatan militer modern, yang mahal untuk impor," katanya.

    Para ekonom mengatakan, ekonomi negara itu sedang berada dalam kekacauan dengan ancaman inflasi, perdagangan besar dan defisit anggaran, belanja negara tidak efisien, dan kesengsaraan-kesengsaraan lainnya.

    "Banyak sistem peralatan persenjataan militer Vietnam yang sudah kuno, tapi pekan ini Vietnam menerima pengiriman pertama dari tiga pesawat patroli pantai untuk polisi laut," kata produsen, Airbus Militer yang berbasis di Madrid.

    Ketika berita-berita tentang kesepakatan Rusia pertama muncul, para analis mengatakan akuisisi itu bertujuan untuk memperkuat klaim Hanoi terhadap Beijing di Laut China Selatan.

    Kedua pihak memiliki sengketa teritorial yang baru-baru ini kembali memanas. Ketegangan-ketegangan meningkat pada Mei ketika Vietnam menuduh kapal penjaga perairan China memotong kabel-kabel eksplorasi kapal survei minyak di zona ekonomi eksklusif negara.

    Negara-negara lain di kawasan juga menuduh Cina dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi lebih agresif, dalam menegakkan klaimnya atas bagian-bagian dari Laut China Selatan.

    Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Taiwan juga memiliki klaim yang tumpang tindih untuk semua atau bagian dari perairan itu, yang diyakini kaya akan deposit minyak dan gas.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Dalam Enam Tahun Ke Depan Vietnam Mempunyai Enam Kapal Selam

    Tahun 2013 Diharapkan Prototipe Alat Navigasi KF-X Akan Rampung

    Seoul (MIK/WDN) - KAI dan National Defense Research Institute (ADD) melakukan pengembangan sistem navigasi pesawat yang telah ditandatangani kedua belah pihak yang diumumkan pada tanggal 26 juli 2011.

    proyek ini dikembangkan oleh Korsel untuk mendukung AU Korsel sekitar 30-40 tahun kedepan untuk mengganti pesawat F-4/F-5 yang sudah uzur. Melalui proyek ini kami fokus untuk pengembangan pesawat tempur yang memiliki kemampuan diatas KF-16 AU Korsel, rencananya pesawat ini memiliki kemampuan multirole.

    Penelitian pengembangan sistem navigasi ini digunakan dalam sistem persenjataan dan pengembangan teknologi untuk melakukan tugas-tugas atau simulasi serta model pengujian dan pengujian memproduksi prototipe.

    Pengumuman permintaan proposal dalam pengembangan navigasi proyek KF-X telah dilakukan bulan februari lalu, kemudian dilakukan evaluasi oleh pihak KAI untuk penawaran yang akan digunakan, melakukan negosiasi biaya yang diperluakan dan akan meninjau bila kesepakatan telah tercapai

    Pada akhir tahun depan, akan diperlihatkan hasil pengembangan KF-X melalui persyaratan navigasi operasional militer, serta mewujudkan bentuk desain dasar, sistem air superiority dan sistem teknologi mengunci target.

    Pihak KAI diharapkan pada tahun 2013 membuat prototipe proyek pengembangan navigasi pada sistem pesawat.

    Sementara itu, KAI akan melakukan pengembangan pesawat latih T-50 lebih lanjut dengan melakukan kerjasama dengan pihak industri pertahanan Indonesia, hal ini dilakukan untuk memperkuat kemitraan strategis antar kedua negara.

    Sumber : Kookbang.Dema/MIK/WDN
    Readmore --> Tahun 2013 Diharapkan Prototipe Alat Navigasi KF-X Akan Rampung

    Dubes Korsel Kunjungi Panglima TNI Dan PT PAL

    Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia, H.E. Mr. Kim Young-Sun, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/8).

    Setelah menerima jajar kehormatan, Dubes Korea Selatan diterima Panglima TNI, didampingi oleh Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E., Mr. KimYong-Sun berjanji akan menjembatani dan lebih meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah terbina dengan baik selama ini khususnya di bidang industri pertahanan.

    Dubes Korsel berencana akan mengunjungi PT. PAL Indonesia sekaligus melihat perkembangan pembuatan LPD (Landing Platform Dock) yang diproduksi atas kerjasama antara Korea Selatan dengan Indonesia.

    Sumber : POS KOTA
    Readmore --> Dubes Korsel Kunjungi Panglima TNI Dan PT PAL

    DAPA : Harga Per Unit KF-X Sekitar $ 55 Juta Dollar

    Seoul (WDN/MIK) - Pintu terbuka untuk negara lain atau perusahaan asing untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur baru sebesar $ 5 milyar dollar, kata seorang pejabat pertahanan Korsel

    "Banyak negara, termasuk UEA, telah menunjukan ketertarikannya untuk investasi dalam proyek ini", kata Kepala Komisaris Administrasi Pengadaan Pertahanan, Noh Dae-lae.

    "Kami berencana menawarkan kepada negara lain yang tertarik untuk bergabung dalam proyek program KF-X ini".

    Program KF-X mengacu pada program pengembangan pesawat tempur multiperan (multirole) yang telah dilakukan Korsel sejak tahun 2000 untuk menggantikan F-4 dan F-5 yang sudah uzur.

    Indonesia telah berjanji menginvestasikan sebesar $ 1 milyar dollar pada tahun lalu dalam proyek tersebut dan akan melakukan pengadaan 50 unit KF-X serta berpartisipasti pengembangan proyek tersebut.

    Noh juga membuat pernyataan pada saat upacara peresmian studi kelayakan proyek KF-x yang dihadiri juga oleh degelasi Indonesia yang akan membantu 20 % dari proyek awal sebesar $ 50 juta dollar.

    Sekitar 30 peneliti dari Indonesia akan bekerjasama dengan 137 ahli dari Korsel untuk tahap eksplorasi dalam pemilihan prototype yang dijadwalkan selesai pada akhir 2012.

    "Kecenderungan tren global saat ini menunjukan untuk menuju pengembangan secara bersama untuk mengurangi resiko untuk pengembangan pesawat tempur canggih meskipun pasar terbatas", katanya.

    Menurut dari sumber terkait mengatakan Polandia dan TUrki juga telah menyatakan minatnya untuk ikut dalam kemitraan dengan Korsel untuk program tersebut.

    Industri pertahanan raksasa Amerika yaitu Lockheed Martin telah menginvestasikan 13% dalam pengembangan pesawat latih T-50 Korsel, juga mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam program pengembangan pesawat tempur Korsel.

    "Kami merasa terhormat jika kami ikut berpartisipasi dalam proyek KF-X," kata Stephen O'Bryan, wakil presiden dari Lockheed Martin, pada bulan lalu.

    Lee Dae-yeorl, direktur program penelitian dan pengembangan untuk proyek KF-X, mengatakan ia akan menyambut atas partisipasi industri dari perusahaan-perusahaan terkemukan di dunia kedirgantaraan.

    "Kami percaya perusahaan-perusahaan pertahanan, seperti Lockheed Martin, Boeing dan European Aeronautic Defense serta Space Company (EADS) dapat membantu kita dalam mengurangi kesenjangan teknologi," katanya.

    Ia mengatakan tujuan Korsel untuk mengembangkan sebuah pesawat tempur dengan ketebatasan kemampuan stealth dan pengembangan sistem radar active electronically scanned array (AESA) dengan konten lokal.

    "Kami akan mengembangkan pesawat tempur baru yang pernah dilihat di tempat lain di dunia," kata Lee.

    Dia juga memberi catatan bahwa harga KF-X per unit diperkirakan sebesar % 55 juta dollar dan pesawat ini diharapkan diproduksi pada tahun 2020.

    Menurut pengamat mengatakan bagaimanapun masa depan program KF-X tetap tidak menentu, Korsel juga memberikan anggaran sebesar $ 5 milyar dollar jika proyek ini gagal para investor akan menarik investasinya sekitar 40% bahkan lebih.

    Sumber : Korea Times/WDN/MIK
    Readmore --> DAPA : Harga Per Unit KF-X Sekitar $ 55 Juta Dollar

    Menhan: Gerakan Separatis Di Papua Akan Ditindak Tegas

    Jakarta - Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pihaknya akan menindak tegas terhadap aksi-aksi kekerasan yang terjadi belakangan ini hingga menimbulkan korban jiwa di Papua, termasuk anggota TNI oleh gerakan Separatis.

    "Bila persoalan di Papua menyangkut gerakan separatis, kita akan mengambil tindakan tegas karena sesuai dengan misi Kementerian Pertahanan yakni menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI serta keselamatan bangsa," kata Menhan melalui siaran pers yang dikirim kepada ANTARA, di Jakarta, Rabu.

    Ia pun mengaku prihatin terhadap banyaknya tindak kekerasan yang terjadi di Papua hingga menimbulkan korban jiwa.

    Kemhan mencatat tindak kekerasan di Papua telah menelan korban jiwa sebanyak 23 orang, termasuk 1 anggota TNI dan 1 anggota Brimob.

    Tindak kekerasan mulai terjadi pada pada 29 Juli 2011 sekitar 16 orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) mendatangi proyek pembangunan Tower TV di Kabupaten Paniai, Papua dimana dua orang pekerja dilarang melanjutkan pekerjaannya.

    Kemudian kedua orang tersebut melapor kepada petugas yang akhirnya terlibat baku tembak dengan petugas yang melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

    Di TKP ditemukan barang bukti berupa amunisi SS1 7 butir, amunisi mouser, sangkur 1 buah, 3 pasang sepatu boot dan dokumen-dokumen OPM.

    Bentrokan berdarah juga terjadi pada saat pemilihan kepala daerah (pilkada) di Illaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Minggu (31/7), yang mengakibatkan 19 orang meninggal dunia termasuk 1 orang anggota Brimob.

    Kemudian di lokasi yang sama, kembali terjadi saling serang kedua pendukung calon Bupati yang mengakibatkan rumah, mobil dinas dan sebuah rumah adat Papua Tabuni mengalami kerusakan serta Kantor KPU di bakar.

    Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada tanggal 1 Agustus 2011, ketika OPM melakukan penghadangan kendaraan sipil di Kampung Nafri, Abepura-Papua yang menewaskan 4 orang tewas dimana satu diantaranya adalah anggota TNI dan 3 lainnya masyarakat sipil serta mengakibatkan 9 orang lainnya luka-luka.

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan, TNI akan menggunakan pendekatan militer untuk mengatasi sejumlah aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau pihak mana pun yang mengganggu kegiatan TNI.

    "Bagi yang menganggu kita gunakan pendekatan militer," katanya usai bersilaturahim dengan para purnawirawan TNI Angkatan Darat di Jakarta, Rabu.

    Menurut Edhi, oknum OPM yang menyerang TNI tidak senang dengan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan di Papua, mengingat TNI yang ditembak merupakan anggota yang melaksanakan program TMMD.

    "Dalam kegiatan TMMD itu, TNI memilih daerah-daerah yang rawan terpengaruh oleh OPM. Mereka menyerang karena pengaruh kegiatan TMMD," ujarnya.

    Kasad menengarai OPM terganggu dengan kegiatan TMMD karena sebelumnya OPM telah menjanjikan kepada warga setempat akan dibangunkan rumah, namun kemudian TNI datang tanpa banyak janji dengan membangun rumah warga melalui TMMD.

    Atas insiden penembakan tersebut, pengamanan akan ditingkatkan untuk menghindari kejadian serupa. "Tak boleh ada yang ganggu kegiatan rakyat," kata Pramono menegaskan.

    Secara umum Tentara Nasional Indonesia khususnya di satuan kewilayahan, terus meningkatkan kewaspadaan di Papua menyusul rangkaian insiden penyerangan dan penembakan terhadap warga sipil dan anggota TNI oleh kelompok bersenjata di wilayah itu.

    "Tidak ada penambahan pasukan TNI baik dari daerah lain maupun Mabes TNI untuk menyikapi situasi di Papua," kata juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul kepada ANTARA.

    Ia menegaskan, TNI tidak akan gegabah menyikapi perkembangan di Papua meski beberapa anggota TNI telah kerap kali diserang bahkan ditembak hingga tewas oleh kelompok bersenjata yang ditengarai sebagai OPM kelompok lama.

    Penyerangan terhadap pos, dan prajurit TNI kerap terjadi di Puncak Jaya, Papua dan mengakibatkan sejumlah prajurit luka-luka dan meninggal dunia.

    Terakhir penyerangan terhadap helikopter M-17 milik TNI AD, oleh kelompok bersenjata saat terbang dari Mulia Puncak Jaya menuju Wamena Jayawijaya pada Rabu sekitar pukul 14.15 WIT hingga mengakibatkan bagian bawah heli berlubang.

    Sebelumnya, pada Senin (1/8) dalam insiden penghadangan oleh kelompok bersenjata terhadap warga sipil di Abepura, dari empat orang tewas satu diantaranya prajurit TNI yakni prajurit satu TNI Dominikus Keraf.

    Pada awal Juli 2011 tiga orang anggota TNI dari Batalion Infanteri 751/BS, juga ditembak kelompok sipil bersenjata di kampung Kalome, distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. Mereka adalah Prada Kadek, Sertu Deni dan Praka Fauzi.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Menhan: Gerakan Separatis Di Papua Akan Ditindak Tegas

    TNI AD Bentuk Tiga Divisi Baru

    Jakarta - TNI Angkatan Darat membentuk tiga divisi baru untuk mendukung tugas pokok matra darat menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo usai bersilaturahmi dengan para purnawirawan TNI Angkatan Darat di Jakarta, Rabu, mengatakan, divisi baru tersebut mencakup unit mekanis, lintas udara, dan mobilitas udara.

    "Penambahan divisi baru tersebut sesuai modernisasi dan rematerialisasi," katanya.

    Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigadir Jenderal TNI Wiryantoro menambahkan, penambahan kekuatan itu diutamakan pada kendaraan tempur dan mobilitas pasukan.

    Unit mekanis adalah satuan infanteri plus yang memiliki unit kavaleri tersendiri. "Saat ini ada batalyon mekanis baru dibentuk di Jakarta," ungkapnya.

    Wiryantoro mengatakan, unit lintas udara dan mobilitas udara merupakan satuan infanteri yang memiliki mobilitas tinggi dan dapat digelar dengan cepat di daerah operasi.

    Ia menambahkan, satuan-satuan tersebut cocok dikerahkan di daerah hutan rimba, seperti di kawasan Papua dan Kalimantan.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> TNI AD Bentuk Tiga Divisi Baru

    TNI Siap Diterjunkan Ke Papua

    Jakarta - Walau penyerangan bersenjata kepada warga sipil atau militer hingga menelan korban jiwa makin kerap terjadi di Provinsi Papua, TNI tidak gegabah bergerak melainkan meningkatkan kewaspadaan. Pula siap merespons langsung permintaan Kepolisian Indonesia jika TNI diminta mengatasi aksi komplotan bersenjata di sana.

    "Bila Polri meminta bantuan TNI untuk mengatasi aksi kelompok bersenjata itu, kami siap apalagi seluruh satuan kewilayahan TNI di Papua, sudah meningkatkan kewaspadaannya," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, di Jakarta, Rabu.

    Seluruh satuan TNI di sana, terutama satuan teritorial setempat, terus meningkatkan kewaspadaan akibat penyerangan bersenjata oleh komplotan tak diketahui.

    Sitompul menyatakan, perkembangan di Papua terus diwaspadai sedemikian rupa. Beberapa personel TNI telah menjadi korban --ada yang tewas-- disergap peluru komplotan bersenjata, yang diduga adalah OPM.

    "Tidak ada penambahan pasukan TNI baik dari daerah lain maupun Mabes TNI untuk menyikapi situasi di Papua," katanya.

    Sesuai dengan undang-undang mengenai ketertiban dan keamanan dalam negeri, TNI menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian Negara mengusut berbagai insiden penghadangan, penembakan dan penyerangan terhadap warga sipil oleh kelompok bersenjata di Papua.

    Rangkaian penyerangan bersenjata itu banyak terjadi di tempat-tempat terpencil secara sporadis. Contohnya
    penyerangan terhadap pos dan prajurit TNI di Puncak Jaya, hingga mengakibatkan beberapa personel tewas atau luka-luka tembak.

    Paling mutakhir adalah berondongan tembakan terhadap helikopter Mil Mi-17 Pusat Penerbangan TNI-AD, saat terbang dari Mulia Puncak Jaya menuju Wamena, Jayawijaya, pada pukul 14.15 waktu setempat, Rabu.

    Berondongan tembakan terhadap helikopter transport tempur buatan Rusia itu membuat bolong fuselage-nya. Akibatnya, Prajurit Satu F Suhandi, tamtama penembak di Batalion Infantri 753/AVT, Nabire, yang seharusnya dievakuasi memakai Mi-17 itu tewas setelah rusuknya ditembus peluru dari bawah.

    Padahal, Suhandi yang menjadi anggota Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan itu justru sebelumnya adalah korban serbuan bersenjata dari komplotan yang memakai cara model gerilya itu.

    Mi-17 itu memang bisa selamat mendarat di Bandar Udara Wamena, namun Suhandi akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam penerbangan lanjutan memakai NAS-300 Puma TNI-AU dari Wamena itu.

    Masih ada serbuan lain sebelum itu terjadi. Pada Senin (1/8), rombongan warga sipil disergap komplotan bersenjata di Abepura. Seorang personel TNI, diidentifikasi Prajurit Sat Dominikus Seraf, tewas dalam serangan itu selain tiga warga sipil.

    Catatan serbuan bersenjata terhadap militer Indonesia makin panjang jika diurut ke belakang. Awal Juli lalu, tiga anggota Batalion Infanteri 751/BS, juga ditembak kelompok sipil bersenjata di kampung Kalome, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. Mereka adalah Prajurit Dua Kadek, Sersan Satu Deni dan Prajurit Kepala Fauz.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> TNI Siap Diterjunkan Ke Papua

    Indobatt Dan Batalyon Spanyol Gelar Latihan Bersama di Lebanon

    Surabaya - Satuan Tugas Batalyon Mekanik (Satgas Yonmek) Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesian Battalion (INDOBATT) bersama Batalyon Spanyol (SPANBATT), menggelar latihan bersama bertajuk "Joint Training Explosive Ordnance Device (EOD)" di Kompi Bantuan UN POSN 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

    Perwira Penerangan INDOBATT, Mayor Pasukan Banu Kusworo, melalui surat elektronik dari Lebanon kepada ANTARA News, Rabu, melaporkan bahwa latihan bersama tentang penjinakan bahan peledak itu bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan informasi tentang material dan alat perlengkapan khusus yang dimiliki masing-masing tim EOD.

    "Latihan bersama pada Selasa (2/8) itu dapat memberikan gambaran yang jelas dalam pelaksanakan tugas di lapangan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam MoU UNIFIL," katanya.

    Dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) UNIFIL sudah diatur untuk Tim EOD SPANBATT memiliki tugas pokok menangani kegiatan yang berkaitan dengan penjinakan bahan peledak yang mencakup seluruh area Sektor Timur UNIFIL, sedangkan tim EOD INDOBATT melaksanakan tugas secara terbatas di sekitar "area compound" sendiri.

    Kegiatan yang berdurasi selama 3,5 jam itu, dimediasi oleh perwakilan EODCC Sektor Timur UNIFIL, Mayor Mar Bambang Dillianto. Tim EOD SPANBATT berjumlah tujuh prajurit yang dipimpin Capt Marcos, sedangkan dari INDOBATT diikuti 20 prajurit dipimpin Lettu Mar Aristoyuda.

    Rangkaian latihan diawali dengan presentasi singkat dari masing-masing Tim EOD tentang pengetahuan UXO (Unexploded Ordnance), dan EOD (Explosive Ordnance Device).

    Selain itu, IED (Improvised Explosive Device), EDD (Explosive Detection Dog), dan saling tukar informasi mengenai perbandingan tugas kedua Tim EOD dari SPANBATT maupun INDOBATT.

    Setelah presentasi dari kedua Tim EOD, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi beberapa jenis perlengkapan khusus EOD milik SPANBATT, seperti alat pendeteksi metal, narkoba dan IED.

    Pada kesempatan itu juga diperagakan kemampuan robot EOD serta atraksi kelihaian dari dua ekor anjing pelacak dalam mencari dan menemukan sejenis handak dan narkoba yang dikondisikan dalam keadaan tersembunyi di suatu tempat.

    "Komandan Satgas Konga XXIII-E/UNIFIL, Letkol Inf Hendy Antariksa, mengharapkan latihan bersama itu akan dapat menjalin kerja sama yang baik diantara kedua Tim EOD dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan," katanya.

    Sumber : ANTARA 
    Readmore --> Indobatt Dan Batalyon Spanyol Gelar Latihan Bersama di Lebanon

    Wednesday, August 3, 2011 | 6:25 PM | 0 Comments

    Angkut Jenazah, Helikopter MI-17 Milik TNI AD Ditembaki Di Puncak Jaya

    Puncak Jaya - Setelah kejadian kasus Pilkada Puncak yang menewaskan 17 warga sipil, kemudian meninggalnya tiga warga sipil dan 1 anggota TNI di dekat Kampung Nafri oleh Orang Tak Dikenal (OTK), kini kembali terjadi insiden penembakan terjadi, pada Rabu ( 3/8) sore sekitar Pukul 14.15 WIT.

    Penembakan kali ini membidik Heli TNI-AD Jenis MI-17. Heli milik TNI ini sedang terbang dari Mulia, Puncak Jaya menuju Wamena untuk evakuasi Pratu Fana Suhandi anggota Yonif 753 yang tertembak di Tingginambut kemarin.

    Korban penembakan Pratu Fana Suhandi tertembak di bagian punggung tembus dada dan menembus jantung dan meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP),dan saat ini Jenazah dibawa menuju RSUD Wamena, selanjutnya akan diterbangkan ke Jayapura.
    Heli MI-17 tertembak di sekitar wilayah Tinggi Nambut yg dilakukan oleh TPN-OPM. kondisi Heli masih bisa beroperasi hanya lubang di bagian bawah.

    Sementara itu Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Erfi Triasunu, saat dihubungi wartawan, Rabu sore membenarkan adanya penembakan Heli milik TNI di kawasan Puncak Senyum, Puncak Jaya.

    "Ada memang kejadian itu dan informasi satu anggota saya meninggal terkena tembakan, namun korban lainnya belum diketahui ada atau tidak," katanya. Dikatakan, diduga pelakunya TPN/OPM yang selalu mengganggu pelaksanaan Bhakti Sosial TNI,"ujarnya singkat.

    Seperti diketahui kegiatan bakti sosial Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderasih, Papua, adalah untuk membangun hubungan dengan masyarakat dan ingin membantu proses percepatan pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya.

    "Kami ingin membantu pembangunan yang sedang dikerjakan pemerintah, terlebih di daerah yang masih di pedalaman, sehingga bahkti sosial ini kami adakan di Puncak Jaya, selain untuk membantu masyarakat setempat," ujar Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Erfi Triasunu, Pangdam dalam arahannya kepada prajurit TNI yang hadir tanggal 1 Mei 1011 di Mulia Puncak Jaya, yang diliput SP waktu itu.

    Dia menjelaskan waktu itu, kegiatan bakti sosial akan berlangsung selam empat bulan, yakni dari Bulan Mei - Agustus 2011. Berbagai program fisik dan non fisik akan dilakukan selama bakti sosial ini. Seperti membangun gereja dan jembatan serta infrastruktur lainnya. Toh, Bhakti TNI disana menambah banyak korban prajuritnya.

    Sumber : SUARA PEMBARUAN
    Readmore --> Angkut Jenazah, Helikopter MI-17 Milik TNI AD Ditembaki Di Puncak Jaya

    AS Akan Potong Gaji Hingga Pesawat Tempur

    Washington - Paket pemangkasan anggaran pemerintah AS dalam jangka pendek akan membawa sedikit dampak terhadap anggaran Pentagon. Akan tetapi, sangat terbuka kemungkinan pengetatan itu akan mengubah strategi pertahanan Pentagon sebagai polisi dunia.

    Berdasarkan kesepakatan Kongres, anggaran harus dipangkas setidaknya 2,1 triliun dollar AS dalam 10 tahun. Anggaran pertahanan yang berlipat dua setelah kejadian 9/11 dan menempati porsi 20 persen dari seluruh anggaran pemerintah pusat, harus dipangkas setidaknya 350 miliar dollar AS selama 12 tahun. Saat ini anggaran pertahanan sekitar 800 miliar dollar AS setahun, merupakan pos pengeluaran nomor satu pada anggaran AS.

    Pemangkasan anggaran ini membuat Departemen Pertahanan akan dihadapkan pada pilihan yang sulit. Para ahli mengatakan, di kemudian hari akan ada banyak pemangkasan di sektor ini.

    "Ini akan membuat strategi pertahanan kita berubah dan mungkin postur pertahanan kita di seluruh dunia akan ikut berubah juga. AS memiliki tentara yang sudah diturunkan di beberapa tempat, nanti akan berhitung berapa pasukan yang akan kita pertahankan di luar negeri," ujar Todd Harrison dari Center for Strategic and Budgetary Assessments.

    Selain sudah pasti memangkas anggaran pertahanan sebesar 350 miliar dollar AS per tahun, sebuah komisi kongres khusus juga akan dibentuk untuk memberikan rekomendasi dan mengurus pemangkasan tahap kedua sebesar 1,5 triliun dollar AS dari seluruh pos anggaran. Jika dalam proses ini komisi bipartisan gagal, pemangkasan anggaran sebesar 1,2 triliun dollar AS akan secara otomatis dilakukan. Terbagi antara belanja militer dan non militer, berarti jatah Pentagon dapat dipangkas lagi lebih dalam, sekitar 600 miliar dollar AS.

    Kecemasan sudah menggantung di benak para tentara yang bertugas di luar negeri. Pemangkasan anggaran ini dapat berarti pemangkasan tunjangan kesehatan, pensiun dan tunjangan lain.

    Mike Mullen, Pimpinan Kepala Staf Gabungan, menyatakan, ketika ongkos perang di Irak dan Afganistan turun karena tentara sudah ditarik dalam beberapa tahun, Kongres dan pemerintah sepakat menurunkan lagi anggaran pertahanan. Para tentara mulai dari marinir yang menjaga keamanan di Afganistan hingga tentara yang sedang bersiap meninggalkan Irak bertanya-tanya soal rumor yang berkembang bahwa jatah pensiun dan tunjangan kesehatan tentara akan terkena dampak dari pemangkasan utang tersebut. "Kalau kita hendak memangkas anggran, kita harus tahu ke mana uang itu perginya," ujar Mullen di hadapan ribuan tentara yang berkumpul di Al Faw, Baghdad.

    Separuh dari anggaran pertahanan digunakan untuk membayar keperluan pribadi tentara, mulai dari gaji, berbagai tunjangan, hingga bonus, juga untuk biaya perekrutan dan membayar gaji para ahli. Bagi Harrison, beberapa pos anggaran dapat diutak-atik. Misalnya dari anggaran kompensasi untuk tentara hingga proyek sistem persenjataan.

    "Semua variabel ini akan ditinjau. Beberapa pos memang sulit dipangkas dalam waktu dekat," ujarnya. Dia memperkirakan anggaran peralatan pertahanan tampaknya akan dipangkas dalam-dalam. Pentagon memiliki proyek jet tempur F-35 yang merupakan proyek paling menguras anggaran.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> AS Akan Potong Gaji Hingga Pesawat Tempur

    Tuesday, August 2, 2011 | 5:53 PM | 0 Comments

    English News : Mindef Says RM493.3m Additional Budget Necessary To ‘maintain’ Scorpene Subs

    Kuala Lumpur - The Defence Ministry received an additional RM493.3 million allocation this year, and said today the amount was needed to maintain the country’s two Scorpene submarines.

    The additional amount raises the ministry’s total budget to whopping total of RM11 billion.

    “The main purpose is to maintain our Scorpene submarines as that expense was not included in the budget,” The Star quoted Defence Minister Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi (picture) as saying.

    The purchase of Malaysia’s RM7 billion Scorpene submarines has been a subject of wide controversy, after authorities deported a French lawyer who has been pursuing judicial investigations into the matter in the French courts, the day after he spoke on the issue in Penang.

    Pakatan Rakyat (PR) MPs have accused the Najib administration of wanting to keep the facts hidden in the purchase of the submarines from French defence firm DCNS and up to RM16 billion in defence deals over the past three years.

    The purchase of two submarines from French defence company DCNS in 2002 was made when Datuk Seri Najib Razak was still defence minister and a company run by Abdul Razak Baginda, said to be a close aide of the then-deputy prime minister, was reported to have received commissions of over RM500 million from the deal.

    Human rights groups and opposition parties here also linked the episode to the 2006 murder of Mongolian Altantuya Shaariibuu.

    In December 2009, Suaram filed a complaint with the French courts asking for access to information regarding government contracts signed with Abdul Razak’s Perimekar Sdn Bhd and other information classified as official secrets in Malaysia.

    The French courts accepted the request to investigate claims of graft in the RM500 million payment from DCNS to Perimekar.

    French lawyer William Bourdon had arrived in Kuala Lumpur on July 23 from Penang, where he spoke at a fundraiser organised by rights group Suaram regarding the Scorpene submarine deal but was prevented from speaking at further events when immigration officers boarded his plane and detained him before deporting him the same night.

    Source : The Malaysian Insider
    Readmore --> English News : Mindef Says RM493.3m Additional Budget Necessary To ‘maintain’ Scorpene Subs

    TNI AU Pamerkan Senapan Penghancur Tank Lapis Baja

    Jakarta - Detasemen Bravo TNI Angkatan Udara (AU) memamerkan sebuah senjata canggih berupa senapan piranti penembak jitu yang diklaim mampu menghancurkan tank baja atau bangunan yang berasal dari material baja.

    Peralatan perang canggih bernama NTW ini dipamerkan bersamaan dengan seminar bertajuk Penanggulangan Terorisme bagi Persatuan dan Kesatuan Dalam Rangka Ketahanan Nasional” yang digelar di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

    Menurut Anggota Detasement Bravo TNI AU Serda Ahmad Ridwan, senjata canggih mutakhir buatan Afrika Selatan memiliki amunisi berkaliber 20 mm.

    “Ini senjata counter sniper yang memiliki amunisi dua kali ledakan. Selain bisa menghancurkan tank, bisa juga menghancurkan material baja. Ini senjata tercanggih yang dimiliki TNI AU, khususnya jenis sniper,” ujarnya.

    Selain senjata NTW, dalam kegiatan itu juga ikut dipamerkan sejumlah peralatan canggih milik TNI yang berfungsi untuk mengantisipasi ataupun menjinakkan bom. Salah satunyanya adalah Robot Vehicles Defender System milik TNI Angkatan Laut.

    Robot buatan Kanada berbobot 273,8 kilogram, memiliki lima kamera, enam roda dan dikhususkan untuk menjinakkan bom.

    Sumber : OKEZONE
    Readmore --> TNI AU Pamerkan Senapan Penghancur Tank Lapis Baja

    Lemhannas Gelar Pameran Senjata Dan Seminar Terorisme

    Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mengelar seminar penanggulangan terorisme mulai hari ini, Selasa, 2 Agustus 2011. Seminar yang akan berlangsung selama 2 hari ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD Mayor Jenderal Agus Surya Bakti, pengamat terorisme Al Chaidar, Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Inspektur Jenderal Bekto Soeprapto, pengamat terorisme dari Australia Beliver Singh, serta AS. Hikam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

    Pada hari pertama seminar, pembahasan akan difokuskan pada penanggulangan terorisme dengan menggunakan pendekatan secara lunak (soft approach). Seperti penanggulangan terorisme melalui bidang ekonomi, penguatan pendidikan dasar, serta deradikalisasi.

    "Seminar ini untuk mendapatkan pembahasan mendalam soal terorisme," ujar Gubernur Lemhannas Budi Susilo Supandji di Gedung Lemhannas.

    Seminar juga akan memfokuskan penanggulangan terorisme dengan metode pendekatan keras atau hard approach. Ada tiga cara yang bisa digunakan melalui pendekatan keras ini. Yakni melalui intelijen, pendekatan hukum, dan militer. "Setelah dibahas, naskah seminar akan dikirimkan pada Presiden sebagai masukan kebijakan," ujarnya.

    Tak hanya pemaparan dari para pembicara, seminar tersebut juga sekaligus mempertontonkan sejumlah persenjataan untuk penanggulangan terorisme dari Detasemen Khusus Anti Teror Bravo 90 (Den Bravo) Paskhas TNI Angkatan Udara, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Marinir TNI AL, serta Satuan Penanggulangan Teror-81(Sat-81) Kopassus TNI AD. Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri juga menampilkan contoh-contoh bom yang digunakan para pelaku teror, seperti dalam kasus Bom Bali, bom buku Utan Kayu, bom Cirebon, dan bom Serpong.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Lemhannas Gelar Pameran Senjata Dan Seminar Terorisme

    Kapal Perang AS Merapat di Bali

    Denpasar - Kapal Perang Amerika Serikat USS Preble (DDG-88) yang mengangkut 300 tentara singgah di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, guna menjalankan misi persahabatan dan berlibur ke Pulau Dewata.

    Selama berlibur di Bali selain menikmati keindahan alam pantai, pasukan AS ini menyempatkan diri bersepeda dan bermain rafting. Di sela kunjungannya, Nahkoda Kapal Perang Amerika Mayor Joseph Cahill didampingi Adrian Jansen dan Pas Intel Lanal V Denpasar Mayor Jatiar Sinaga, menemui Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

    "Kami senang sekali bisa berkunjung ke Bali khususnya Denpasar," ujar Mayor Joseph Cahill usai bertemu Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, Senin (1/8/2011).

    Joseph Cahill menambahkan Kapal Perang USS Preble (DDG-88) memiliki panjang 155 meter, lebar 20 meter dengan bobot 9155 ton dengan personel 300 orang. Sebelum datang ke Indonesia, Kapal Perang AS juga melakukan serangkaian pelayaran ke Filipina lanjut singgah ke Denpasar. Nantinya setelah dari Denpasar, mereka bertolak ke Hongkong sampai akhirnya ke Hawai.

    Kedatangan pasukan AS ke Bali, kata Joseph Cahill, untuk pertama kalinya dan mereka merasa senang bisa menikmati makanan khas Bali. Tidak hanya itu, mereka juga senang bisa menikmati keindahan pantai-pantai di Bali ini.

    Tidak hanya menikmati pantai-pantai menawan dan kuliner khas Bali, mereka juga menyempatkan diri berolah raga bersepeda dan rafting. "Ini pengalaman luar biasa dan yang paling menyenangkan bagi kami,” imbuh Joseph Cahill.

    Dalam kesempatan itu, Wali Kota Mantra didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar I Putu Budiasa dan Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika mengatakan kunjungan Angkatan Perang AS ke Denpasar merupakan suatu kehormatan.

    "Ke depan semoga hubungan yang telah berlangsung baik ini terus ditingkatkan. Kami harapkan sekembalinya ke AS, para awak Kapal Perang tersebut menceritakan apa adanya tentang situasi dan kondisi pariwisata Bali saat ini," harapnya.

    Dengan informasi yang mereka sampaikan, diharapkan pula akan meningkatkan minat sekaligus jumlah kunjungan turis AS ke Pulau Seribu Pura ini.

    Sumber : OKEZONE
    Readmore --> Kapal Perang AS Merapat di Bali

    Militer Eropa Tidak Punya Dana Lagi Untuk Operasi Perang Besar-Besaran

    Suriah - Meski negara-negara Barat telah meminta Dewan Keamanan PBB membahas sanksi lebih berat bagi Suriah, intervensi militer langsung seperti terjadi di Libya dipastikan tak akan terjadi. Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen, Senin (1/8), menegaskan tak akan ada dukungan militer bagi kelompok-kelompok antirezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

    Kedua pejabat tersebut mengatakan, ketiadaan dukungan dan konsensus dunia internasional menjadi penghalang utama aksi militer semacam di Libya. Namun, di luar itu, negara- negara yang sudah berperang di Libya itu pun memang tak ingin berperang lagi.

    ”Bahkan, kalaupun kami berniat, kemungkinan (memperoleh mandat PBB untuk aksi militer) hampir tidak ada. Sementara, kami memang tak berniat (melancarkan aksi militer),” tandas Hague, seperti dikutip Agence France Presse.

    Alasan sebenarnya sudah jelas, Eropa tak lagi punya uang untuk membiayai operasi militer besar-besaran. Krisis ekonomi yang melanda Eropa dan AS membuat para polisi dunia itu tak lagi sempat berpikir untuk mengobarkan perang baru di belahan dunia lain.

    Menurut Renaud Bellais, manajer senior studi ekonomi di konsorsium industri pertahanan Eropa, EADS, tanpa dukungan AS, negara-negara Eropa sebenarnya sudah tak mampu menjalankan operasi di Libya saat ini.

    ”Jumlah rudal AS yang ditembakkan dalam satu minggu (pada operasi di Libya) sama dengan jumlah rudal yang ditembakkan Perancis dalam satu tahun. Eropa memiliki cadangan militer yang sangat lemah,” ujar Bellais, seperti dikutip majalah Jane’s Defence Weekly (JDW) edisi 29 Juni lalu.

    Sektor pertahanan menjadi sektor belanja pemerintah yang pertama kali disunat dalam berbagai langkah penghematan di seluruh Eropa.

    Masih menurut JDW, sebuah studi yang dilakukan Parlemen Eropa baru-baru ini menyebutkan, berbagai langkah penghematan sektor pertahanan di Eropa saat ini terlalu fokus pada tujuan jangka pendek tanpa pandangan jangka panjang dan koordinasi peningkatan kemampuan pertahanan bersama di Eropa.

    Christian Mölling, peneliti dari Institut Keamanan dan Hubungan Internasional Jerman yang mendapat tugas dari Parlemen Eropa untuk menyusun studi ini, mengatakan, negara-negara anggota Uni Eropa saat ini tak mau mengakui bahwa kemampuan militer mereka saat ini sedang berubah menjadi angkatan bersenjata ”bonsai”, kecil, dan hanya sedap dipandang dari luar saja.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Militer Eropa Tidak Punya Dana Lagi Untuk Operasi Perang Besar-Besaran

    Pesawat OV-10 Bronco TNI AU Resmi Dijadikan Monumen

    Malang – Pesawat tempur latih TNI AU jenis OV-10 Bronco resmi dimonumenkan kemarin. Monumen pesawat bersejarah ini dipampang di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur.

    Sebelumnya OV-10 Bronco merupakan jajaran kekuatan Skadron Udara 21 TNI AU yang berpangkalan di Lanud Abdulrachman Saleh. Pesawat OV-10 Bronco di-grounded pada 2007 setelah beberapa kali mengalami kecelakaan hingga memakan korban jiwa.

    Keberadaannya akan segera digantikan pesawat jenis EMB-314 Super Tucano, buatan Brasil. Menurut Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Mayor Wahyudi, monumen tersebut sengaja dibangun untuk mengenang jasa OV-10 Bronco.

    ”Selama bertugas pesawat ini banyak memberikan andil dalam menjaga kedaulatan NKRI,” kata Wahyudi kemarin.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Pesawat OV-10 Bronco TNI AU Resmi Dijadikan Monumen

    Monday, August 1, 2011 | 8:11 PM | 0 Comments

    China : AS Harus Angkat Kaki Kalau Tidak Ingin Masalah Laut China Selatan Semakin Terpuruk

    Beijing - Retorika-retorika dan ucap­an-ucapan kemarahan mengenai Laut China Selatan terus ber­gulir. China memperi­ngatkan, pe­ner­bangan pesawat pengintai AS di dekat pantai China baru-baru ini bisa berdampak pada berku­rang­nya kepercayaan ma­sing-masing negara. Ter­utama soal hubungan kerja sa­ma m­i­liter kedua negara.

    Karena itu, pemerintah China melalui Departemen Pertahanan Nasional, meminta AS untuk angkat kaki dari wilayahnya yang sekaligus sebagai bentuk peng­hormatan terhadap kedaulatan China. Karena kalau tidak, si­tuasinya bisa membuat Laut China Selatan Berdarah-darah.

    “Kami menuntut AS meng­hormati kedaulatan China. Ini demi kepentingan keamanan dan mengambil tindakan kongkret sekaligus meningkatkan pem­ba­ngunan yang sehat dan stabilnya hubungan militer,” demikian per­nyataan Departemen Per­ta­hanan Nasional China, kemarin.

    Peringatan tersebut menyusul pernyataan Ketua Gabungan Ke­pala Staf AS Laksamana Mike Mullen bahwa jajarannya akan terus mengintai di Laut China Selatan meski ditekan pihak Beijing. Alasannya, ada laporan yang masuk soal pesawat tem­pur China yang melintasi per­batasan Taiwan hanya untuk me­ngejar pesawat mata-mata AS.

    Laporan tersebut masuk dua bulan lalu. Menurut media-media di Asia, dua pesawat Sukhoi-27 milik pemerintah China ke­da­patan melintasi garis batas antara China dengan Taiwan, dua jet tempur itu mencoba mencegat pesawat pengintai AS U-2.

    “Kekhawatiran kami antara lain adalah insiden ber­ke­pan­jangan akan memicu salah per­hitungan, hingga pecah ben­trokan yang tidak diantisipasi semua pihak. Kami akan mem­pertahankan kehadiran kami di sini, karena kami mengemban tanggung jawab. Kami mencari dukungan kuat demi tercapainya resolusi damai atas perselisihan yang terjadi,” demikian per­nyataan Mullen kepada jurnalis Asia saat kunjungannya ke Chi­na guna menggelar perte­muan ting­kat tinggi dengan pemimpin Chi­na dan petinggi tentara China dua pekan lalu.

    Pertemuan kedua tentara Chi­na dan AS itu dalam rangka mem­bahas sejumlah masalah sensitif. Antara lain peningkat­an hubu­ngan tentara kedua ne­gara, pen­jualan senjata AS ke Taiwan, masalah Laut China Selatan, ke­a­manan jaringan in­ternet dan perkembangan ke­kuat­an militer China.

    Dalam pembicaraan itu, kedua pihak berkomitmen akan mem­bentuk prinsip yang mengun­tungkan bagi perkembangan tentara kedua negara, dan di­tegaskan kembali bahwa per­tukaran dan dialog tingkat tinggi antara kedua negara sangat pen­ting. Untuk itu, kedua pihak hen­daknya menciptakan suasana positif.

    Sumber : Fajar
    Readmore --> China : AS Harus Angkat Kaki Kalau Tidak Ingin Masalah Laut China Selatan Semakin Terpuruk

    TNI Musnahkan Patok Siluman Yang Digeser Oleh Malaysia

    Pontianak – Titik perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Wulan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas masih status quo. Penguasaan kembali 1499 hektar yang digeser masuk Malaysia, perlu diimbangi pembenahan infrastruktur. Khusus patok siluman, sudah dimusnahkan.

    “Patok siluman di Camar Wulan sudah dimusnahkan oleh Korem 121/ABW,” tegas Letnan Kolonel (Inf) Desius, Kapendam XII/Tanjungpura kepada Equator, Sabtu (30/7).

    Keberadaan patok siluman itu dimungkinkan ulah oknum yang menggeser patok karena pada tahun tersebut sedang maraknya pembalakan liar (illegal logging). Patok digeser untuk menghindari kejaran aparat keamanan RI yang bertugas di perbatasan.

    Menurut Desius, pihak Korem 121/ABW telah memusnahkan dua patok ilegal beberapa waktu lalu yang berada sekitar 250 meter dari garis perbatasan Indonesia-Malaysia.

    Selain patok siluman, Kodam XII/Tanjungpura juga membantah jika ada patok tapal batas yang hilang. Berdasarkan laporan intelijen di lapangan, kondisi patok tapal batas masih aman-aman saja.

    Meskipun aman, Kodam XII/Tanjungpura tetap akan terus meningkatkan patroli perbatasan karena sudah tugas TNI AD dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Guna mengantisipasi hal tersebut, setiap tahun TNI AD memprogramkan patroli perbatasan dan pemeriksaan patok tapal batas. Bahkan, tak jarang pula, TNI bersama-sama Tentara Diraja Malaysia berpatroli bersama di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia,” tuturnya.

    Tidak hanya itu, kata Desius, masyarakat Camar Wulan belakangan ini mulai aktif melakukan penanaman di lokasi itu. Masyarakat juga tenang karena telah ada pos lintas batas dengan menempatkan anggota TNI.

    Saat ini, pantai yang masuk wilayah Malaysia sudah dikelola secara lebih baik sehingga menjadi daya tarik wisata. Seperti diketahui, status quo di lokasi itu ditetapkan pasca MoU tahun 1978 yang salah dan merugikan sehingga menyebabkan lahan Indonesia seluas 1499 hektar bergeser ke Malaysia. Pengukuran dengan cara menarik garis lurus sangat merugikan, padahal letaknya melengkung.

    Berdasarkan pantauan yang dilakukan Tractates London tahun 1981 disepakati pengukuran batas negara harus sesuai watershed. Tetapi kenyataannya, dari survei yang dilakukan tahun 1975 tidak ditemukan adanya watershed atau arah mata air pada SRTP 01/Swk.

    Begitu juga di Camar Wulan tidak ditemukan adanya watershed, Tetapi pada patok segitiga di pasir berumput terdapat watershed, sehingga layak diduga patok tersebut sebagai patok 01 buatan Belanda-Inggris.

    Soal batas Indonesia-Malaysia ini memang sering bermasalah. Salah satu penyebabnya perbedaan sudut pengukuran antara Indonesia yang eks jajahan Belanda dan Malaysia yang eks negara persemakmuran Inggris.

    Sementara pihak Malaysia terkesan tinggal diam dalam penyelesaian tapal batas yang tidak hanya di Camar Wulan saja, namun di titik D 400 di Kabupaten Bengkayang, titik Gunung Raya di Kabupaten Bengkayang, garis batas gunung raya I dan II yang terjadi sejak tahun 1980-an.

    Sumber : Harian Quator
    Readmore --> TNI Musnahkan Patok Siluman Yang Digeser Oleh Malaysia

    Besok, Korsel dan Indonesia Akan Meresmikan Pusat Pengembangan KF-X Di Daejeon



    Seoul (MIK/WDN) - Korsel Dan Indonesia pada minggu ini akan meluncurkan hasil dari kemitraan mereka yaitu mengembangkan pesawat tempur berkemampuan siluman (stealth), kata pejabat setempat pada hari senin.

    Menurut pejabat Defense Acquisition Program Administration (DAPA) dibidang pertahanan dan pengadaan, kedua negara tersebut akan menandai awal hasil dari kemitraan kedua negara dalam sebuah upcara pembukaan pusat penelitian baru antara Korsel dan Indonesia pada hari selasa di Daejeon, sekitar 160 Km selatan Seoul. Noh Daerae yang merupakan Kepala DAPA dan sekretaris jendral dari kementerian pertahanan Indonesia Eris Herryanto akan menghadiri acara tersebut.

    Seperti hasil kemitraan Indonesia akan menopang 20% dari biaya pengembangan awal yaitu $ 10 juta dollar dalam pengembangan proyek KF-X dengan Korsel. Pihak Indonesia telah mengirim sekitar 30 engineer yang akan bergabung dengan 100 peneliti dari Korsel dalam pembangunan proyek KF-X untuk dua tahun kedepan.

    Kedua negara menandatangani kesepakatan pada awal tahun lalu dimana Indonesia sepakat melakukan pengadaan sekitar pesawat tempur 50 KF-X dan mempunyai hak dalam pembiayaan, memproduksi bersama dan pemasaran pesawat tempur. Kesepakatan secara resmi tercapai pada bulan April 2011.

    "Sejak memulai hubungan diplomatik pada tahun 1973, Korsel dan Indonesia telah melakukan hubungan persahabatan di berbagai daerah di Indonesia", Ujar Noh. "secara khusus, adanya proyek KF-X disebabkan berkat kerjasama dalam komitmen kami terhadap industri pertahanan dan pengadaan alutsista. Hal ini akan menjadi proyek strategis yang akan bertanggung jawab untuk pengembangan pertahanan dan keamanan nasional dari kedua negara".

    "AU Korsel telah melakukan proyek KF-X sejak tahun 2000 untuk mengganti F-4 dan F-5 yang sudah uzur, dengan pesawat tempur yang diproduksi secara lokal dengan dilengkapi kemampuan siluman pada tahun 2020. Sebuah prototipe pesawat tempur akan dirakit pada tahun 2012" menurut DAPA.

    Pada mei 2011, Indonesia telah setuju untuk pengadaan 16 pesawat latih T-50 dari Korsel, hal ini menandai ekspor pertama kalinya yang dilakukan oleh Korsel.

    Kemudian pada bulan Juli, perusahaan perkapalan Korsel menjadi salah satu kandidat akhir untuk pengadaan kapal selam Indonesia, proyek tersebut ditaksir sebesar $ 1 milyar dollar.

    Sumber : Yonhap/WDN/MIK
    Readmore --> Besok, Korsel dan Indonesia Akan Meresmikan Pusat Pengembangan KF-X Di Daejeon

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.