ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, October 2, 2010 | 11:28 PM | 0 Comments

    Sukhoi Akan Diuji di Sangatta

    JAKARTA, KOMPAS.com - Enam unit pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki Indonesia akan diujikan kemampuanya pada Latihan Puncak Angkasa Yudha 2010 yang akan digelar pada 28 Oktober di Sangatta, Kalimantan Timur. Latihan puncak TNI AU dimana seluruh kekuatan akan digelar.

    Hal itu dikemukakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, usai menghadiri serah terima jabatan Penglima TNI, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (2/10/2010).

    "Sukhoi sudah dipersenjatai, ketika latihan puncak Angkasa Yudha, Sukhoi akan mulai latihan menembak, air to ground," katanya dengan bangga.

    Lebih lanjut, KSAU menjelaskan bahwa semua kekuatan TNI Angkatan Udara akan terlibat, selain Sukhoi juga F16, Hawk 109/209, F-5E Tiger dan KT I Wong Bee.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Sukhoi Akan Diuji di Sangatta

    Foto News : Kapal Latih Jepang Ke Indonesia



    JAKARTA, 2/10 - KAPAL LATIH JEPANG. Seorang pria berdiri di atas Kapal Pengawal Sawayuki yang singgah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang singgah di Indonesia untuk ke-9 kalinya dengan tiga kapal latih pada 2-5 Oktober 2010 dan pasukan skuadron tersebut memeriahkan Jak-Japan Matsuri.


    Dua kapal latih milik Skuadron Pasukan Bela Diri Laut Jepang, Kapal Yamagiri (kanan) dan Kapal Pengawal Sawayuki, singgah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang singgah di Indonesia untuk ke-9 kalinya dengan tiga kapal latih pada 2-5 Oktober 2010 dan pasukan skuadron tersebut memeriahkan Jak-Japan Matsuri.



    Duta Besar epang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri melakukan inspeksi di atas Kapal Latih Kashima di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang tersebut memberi penghargaan kepada Kojiro karena telah menerima kapal latih mereka singgah di Indonesia.





    Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri melakukan inspeksi di atas Kapal Latihan Kashima di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang tersebut memberi penghargaan kepada Kojiro karena telah menerima kapal latih mereka singgah di Indonesia.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Foto News : Kapal Latih Jepang Ke Indonesia

    Foto News : Persiapan ARF DIREx



    Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengamati pulau Bunaken dari atas K.M Coelecanth saat melakukan observasi persiapan pelaksanaan latihan Internasional ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DIREx) di perairan Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (2/10). ARF DIREx merupakan latihan internasional penanggulangan bencana alam yang akan diikuti 27 negara dan akan dilaksanakan di Manado pada maret 2011.



    MANADO, 2/10 - PERSIAPAN ARF DIREx. Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) berbincang dengan Gubernur Sulawesi Utara S.H Sarundajang (tengah) saat melakukan observasi persiapan pelaksanaan latihan Internasional ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DIREx) di perairan Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (2/10). ARF DIREx merupakan latihan internasional penanggulangan bencana alam yang akan diikuti 27 negara dan akan dilaksanakan di Manado pada Maret 2011. FOTO ANTARA/Basrul Haq/Koz/ama/10.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Foto News : Persiapan ARF DIREx

    TNI AU Segera Tambah Pilot Sukhoi

    Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat akan segera menambah pilot Sukhoi, menyusul penambahan tiga pesawat tersebut pada September 2010.

    "Kita programkan tiap tahun. Dan saat ini ada beberapa pilot yang belajar di Rusia," katanya menjawab ANTARA News usai menghadiri upacara serah terima jabatan Panglima TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Sabtu.

    Imam menambahkan, selain Rusia TNI Angkatan Udara juga mengirimkan sejumlah pilot dan calon pilot Sukhoi ke China untuk meningkatkan kemampuannya melalui simulator.

    Ia mengemukakan, idealnya jumlah pilot adalah satu setengah kali jumlah pesawat. Jadi, meski telah melakukan pelatihan terhadap beberapa penerbang termasuk untuk tiga Sukhoi yang baru, TNI Angkatan Udara terus memprogramkan penambahan pilot Sukhoi untuk kepentingan regenerasi.

    Imam menekankan, meski pihaknya mengadakan penambahan setiap tahun namun seleksi bagi calon pilot Sukhoi sangat ketat.

    "Antara lain yang bersangkutan harus sudah mengantongi 4 ribu jam terbang pesawat tempur. Karena bagaimana pun, pesawat ini kan mahal, jadi harus dikendalikan oleh tangan yang handal dan terampil," kata Imam.

    Para calon penerbang Sukhoi itu diseleksi dari beberapa penerbang tempur TNI Angkatan Udara, seperti pilot F-5E Tiger dan F-16 Fighting Falcon.

    Indonesia pada awal September 2010 telah memperkuat Angkatan Udaranya dengan tambahan tiga Sukhoi SU-27SKM.

    Dengan kedatangan tiga Sukhoi itu, Indonesia kini telah memiliki 10 unit Sukhoi jenis SU-30MK, SU-27SK, SU-30MK2, dan SU-27SKM.

    Dua jenis terakhir merupakan pesawat Sukhoi generasi keempat. Dengan penambahan tiga unit Sukhoi tersebut, TNI Angkatan Udara akan segera menambah penerbang untuk pesawat jet tempur buatan Rusia tersebut.

    Pada Oktober 2008, empat penerbang Sukhoi juga telah menjalani simulasi Sukhoi di China guna memantapkan kemampuan pilot Sukhoi yang sudah ada guna mengawaki enam pesawat Sukhoi baru yang tiba akhir 2008 hingga 2010 melengkapi empat unit Sukhoi yang telah dimiliki TNI Angkatan Udara.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Segera Tambah Pilot Sukhoi

    Laksamana Agus Janji Lanjutkan Perjuangan Jenderal Djoko Santoso

    JAKARTA, 2/10 - SERTIJAB PANGLIMA TNI. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (2 kiri) dan Isteri Ny. Tetty Sugiarti (kiri) menerima ucapan selamat dari Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (3 kiri) dan Isteri Ny. Lies Purnomo Yusgiantoro seusai upacara serah terima jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (2/10). Laksamana TNI Agus Suhartono merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-24 tahun 1978, menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso yang memasuki masa pensiun. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/foc/10.

    Jakarta - Jenderal TNI Djoko Santoso resmi menyerahkan jabatan sebagai Panglima TNI kepada Laksamana Agus Suhartono. Agus pun berjanji untuk meneruskan apa yang telah dilakukan Djoko untuk mewujudkan militer yang tangguh dan profesional.

    "Saya akan meneruskan apa yang dirinci oleh beliau, dan apa yang telah dibangun oleh beliau, sehingga visi TNI untuk membangun pertahanan yang tangguh dapat terwujud," ujar Agus usai upacara di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (2/10/2010).

    Agus menjelaskan pembangunan kekuatan TNI akan dilakukan secara bertahap. TNI juga akan fokus pada daerah-daerah perbatasan dan pulau terluar.

    "Itu fokus lima rahun ke depan," terang jenderal bintang empat ini.

    Sedangkan dalam pemberantasan teroris, menurut Agus, tugas TNI sesuai undang-undang adalah menyiapkan pasukan antiteror TNI untuk diperbantukan pada Polri.

    "Kapasitas kita adalah melatih pasukan khusus, kalau memang diperlukan, pasukan kita siap," tutup Agus.

    Sertijab Panglima TNI ini dihadiri oleh jajaran pejabat TNI dan Polri, sejumlah perwakilan negara sahabat dan para pejabat negara.


    Sumber: DETIK
    Readmore --> Laksamana Agus Janji Lanjutkan Perjuangan Jenderal Djoko Santoso

    Panglima TNI: Kedepan Tugas TNI Semakin Berat

    Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara juga akan meningkat. Hal itu tentunya akan membuat tugas TNI menjadi lebih berat.

    Hal itu dituturkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang pagi ini baru saja menerima jabatan tersebut dari Jenderal Djoko Santoso, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (02/10/2010).

    Dalam surat keputusan presiden No 51 TNI 2010, dijelaskan bahwa Jenderal Djoko Santoso diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Panglima TNI, dan mengangkat Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai panglima yang baru.

    Dalam kesempatan tersebut, Djoko Santoso, mengakui bahwa apa yang ia telah kerjakan belumlah seluruhnya sempurna, dan masih meninggalkan banyak tugas. Oleh karena itu, menurutnya militansi prajurit dan alutsista yang memadai diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.

    "Militansi prajurit adalah keunggulan moral pantang menyerah, dan bersatu dengan rakyat, Saya berharap TNI mampu senantiasa menjaga kesatuan bangsa," ujarnya.

    Selama ia menjabat, berharap kekuatan TNI dapat menjadi sesuatu yang ia sebut Trisula TNI, yaitu sebagai kekuatan yang militan dan profesional, sebagi kekuatan kultural dan sebagai kekuatan kesatuan bangsa.

    Hal itu menurutnya adalah salah satu upaya dalam melakukan reformasi internal di tubuh TNI, sehingga dapat mempererat kesatuan TNI dan rakyat, serta mengatasi permasalahan rakyat.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Panglima TNI: Kedepan Tugas TNI Semakin Berat

    KSAD ajukan 13 Danrem berpangkat Brigjen

    Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan kedepan TNI AD akan mengajukan 13 Komandan Korem berpangkat Brigjen yang saat ini hanya pangkat Kolonel.

    "Pertimbangan perubahan pangkat bagi Komandan Korem melalui kajian khusus karena konfleksitas tugas dan fungsi pekerjaan. Ini kedepan tugas akan menjadi berat," katanya di Jakarta, Jumat (1/10)

    Menurutnya selain Danrem berpangkat bintang satu atau Brigjen maka ada Wakil Danrem berpangkat Kolonel.

    Dirinya mengungkapkan, Kostrad juga akan menjadi tiga divisi. Divisi Linud, Divisi Infantri, dan Resimen Bekang yang menjadi pusat komando bantuan operasi.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> KSAD ajukan 13 Danrem berpangkat Brigjen

    Panglima TNI Prioritaskan Lindungi Daerah Perbatasan

    Tower Pemantau TNI di Perbatasan Sebatik (Foto: Tarakan Kota)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan akan mengutamakan pengawasan dan perlindungan di daerah-daerah perbatasan. Agus juga menekankan perhatian terhadap pulau-pulau terluar tanah air dalam kepemimpinannya. "Daerah perbatasan dan pulau terluar menjadi prioritas dalam program pembangunan 5 tahun ke depan," ujarnya usai upacara serah terima jabatan di Markas Besar TNI Cilangkap, Sabtu (2/10).

    Agus mengatakan, penjagaan dan perlindungan terhadap daerah perbatasan dan pulau terluar sejalan dengan visi TNI dalam mempertahankan kedaulatan negara. Untuk mendukung perwujudan program tersebut, Agus menambahkan, TNI juga akan memperkuat alutsista (alat utama sistem persenjataan) sebagai sarana pembangunan kekuatan.

    Penguatan alutsista yang dimiliki TNI akan dilakukan secara bertahap namun pasti. "Kita paham bahwa membangun kekuatan besar dalam waktu singkat tidak mungkin. Pasti harus bertahap," terang dia.

    Laksamana TNI Agus Suhartono hari ini resmi menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso yang telah 2 tahun 9 bulan memimpin TNI. Dengan banyaknya keterbatasan dan kendala yang dihadapi TNI, Agus juga mengharapkan dukungan dari para sesepuh TNI, masyarakat, pemerintah, dan parlemen.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Panglima TNI Prioritaskan Lindungi Daerah Perbatasan

    Djoko Santoso Serahkan Tongkat Panglima TNI ke Agus Suhartono

    Jakarta (ANTARA News) - Jenderal TNI Djoko Santoso menyerahkan tongkat Panglima TNI kepada penggantinya Laksamana TNI Agus Suhartono, Sabtu.

    Penyerahan tongkat komando menandai serah terima jabatan Panglima TNI itu dilaksanakan di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta dengan pimpinan upacara Jenderal TNI Djoko Santoso.

    Laksamana TNI Agus Suhartono ditetapkan dan dilantik sebagai Panglima TNI berdasarkan Surat Keputusan Presiden No.51 TNI 2010.

    Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut ke-24 tahun 1978.

    Ayah dari dua orang anak itu juga sempat mengenyam pendidikan Sekolah Staf Komando Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Sesko AL) pada 1992.

    Sebelum dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Laut pada 2009, Agus sempat menjabat Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada Timur RI (Koarmatim), Komandan Kodikal dan Asisten Perencanaan Kasal.

    Tak hanya itu, pria kelahiran 25 Agustus 1955 itu juga sempat dipercaya sebagai Asisten Operasi Kasal, dan Panglima Komando Armada (Koartim)RI Kawasan Barat.

    Setelah beberapa waktu menjalani karirnya di matra laut, Agus juga dipercaya menjabat Irjen Kementerian Pertahanan dan akhirnya dipercaya sebagai orang nomor satu di matra laut sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut, 2009-28 September 2010.

    Laksamana Agus Suhartono menjadi pemimpin nomor satu Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menggantikan Jenderal Djoko Santoso ang memasuki masa pensiunnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Djoko Santoso Serahkan Tongkat Panglima TNI ke Agus Suhartono

    RI juga Korban Virus Israel Penyerang Nuklir Iran?

    INILAH.COM, Jakarta – Virus komputer yang menyerang fasilitas nuklir Iran dicurigai berasal dari Israel. Virus itu dilaporkan juga telah menyerang fasilitas vital Indonesia.

    Seperti dilaporkan The Telegraph seorang peneliti Jerman Ralf Langner mengklaim Unit 8200 yang merupakan lengan pasukan pertahanan Israel adalah pelaku serangan virus komputer yang menyusup ke dalam stasiun tenaga nuklir Bushehr Iran.

    Ahli komputer itu telah menghabiskan waktu panjang menelusuri asal dari worm bernama Stuxnet itu.

    Sepotong perangkat lunak canggih tapi berbahaya tersebut bisa menginfeksi sistem operasi yang dibuat oleh Siemens dari Jerman di seluruh dunia.

    Virus Stuxnet kemungkinan besar masuk ke Iran lewat flashdisk oleh salah satu perusahaan Rusia yang membantu membangun fasilitas Bushehr.

    Disebutkan, perusahaan yang sama memiliki proyek di Asia, termasuk India dan Indonesia yang kemungkinan juga diserang.

    Sementara Iran diduga telah menderita 60 persen dari serangan.

    Ahli keamanan cyber mengatakan bahwa Israel kemungkinan besar adalah pelaku serangan itu dan telah menargetkan Iran. Tetapi negara itu tidak mengakui perannya itu pada sekutu-sekutunya.

    "Tidak ada yang bersedia menerima tanggung jawab untuk khasus perangkat lunak berbahaya ini yang merupakan senjata kompleks dan hebat," kata seorang pakar Whitehall.

    Pihak berwenang Iran mengakui worm telah menyerang Bushehr dan mengakui fasilitas itu akan mulai beroperasi pada Januari, dua bulan terlambat dari yang direncanakan.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> RI juga Korban Virus Israel Penyerang Nuklir Iran?

    English News : F-35s Grounded for Software, Hinge Fixes


    The software problem that grounded all three jet variants was discovered during laboratory testing, a Pentagon spokeswoman said. (Lockheed Martin)

    Flight testing of all F-35 Joint Strike Fighter variants has been temporarily suspended until software that controls functioning of the engine's three fuel boost pumps is modified, the Pentagon said Oct. 1.

    In addition, short takeoff/vertical landing-mode flight testing operations have been prohibited for the F-35B variant after post-flight inspections revealed an issue with the auxiliary inlet door hinge on test aircraft BF-1, said Lockheed Martin spokesman John Kent.

    The auxiliary inlet doors, located immediately aft of the lift fan, open to feed additional air to the engine during short takeoffs, vertical landings, hovers and slow-speed flight, Kent said.

    The software problem that grounded all three jet variants and led to incorrect sequencing was discovered during laboratory testing, Pentagon spokeswoman Cheryl Irwin said. Left uncorrected, she said, "This could have possibly triggered a shutdown on the three boost pumps, which could potentially cause an engine stall."

    Irwin said that such a simultaneous shutdown would be highly unlikely but that "prudence dictated a suspension of operations, temporarily, until the fuel boost pump signal timing was corrected."

    Irwin said that update of the software that controls the functioning of the three boost pumps has been developed and that Lockheed engineers plan to complete functional and safety tests prior to installation in the test aircraft. Kent said the update, developed in partnership with fuel system software developer BAE Systems, will be delivered this weekend.

    Flight testing will resume Oct. 5, Irwin said.

    Kent said F-35B STOVL-mode flights will resume after the root cause has been identified and corrected.

    The issues were first reported by aviationweek.com.

    The Joint Strike Fighter is a joint, multi-national, single-seat, single-engine family of next-generation strike aircraft being developed for the Navy, Air Force and Marine Corps by Lockheed Martin in three variants: short takeoff and landing, conventional takeoff and landing, and aircraft carrier-capable.

    From: DN
    Readmore --> English News : F-35s Grounded for Software, Hinge Fixes

    Gerakan 30 September Tak Akan Terungkap!

    YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak akan pernah terungkap secara utuh karena semua tokoh kunci gerakan tersebut sudah meninggal dunia, kata sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Budiawan.

    "Rangkaian kejadiannya memang dapat terlacak, tetapi siapa yang sesungguhnya menjadi dalang gerakan tersebut tidak akan pernah diketahui karena sudah tidak ada tokoh kunci gerakan tersebut yang masih hidup," katanya di Yogyakarta, Kamis.

    Selain itu, menurut dia versi-versi sejarah tentang Gerakan 30 September yang diungkapkan para ahli hanya mengungkapkan secara sepotong-sepotong dan sebagian besar tidak melalui metodologi penelitian baku.

    "Versi tunggal yang digunakan oleh rezim Orde Baru ternyata juga tidak sepenuhnya benar, cenderung mendramatisasi fakta, bahkan berbagai pihak menganggap versi Soeharto dongeng belaka," katanya.

    Selain itu, ia mengatakan, diskriminasi yang dialami oleh mantan tahanan politik Orde Baru telah mengakibatkan beban psikologis kepada para mantan tahanan politik tersebut.

    "Setelah mereka dibebaskan tidak serta-merta mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya karena pada kenyataannya mendapat stigma sangat buruk dari kalangan masyarakat," katanya.

    Ia mengatakan, diskriminasi tersebut tidak hanya datang dari negara dan masyarakat, tetapi para mantan tahanan politik Orde Baru itu juga mendapat diskriminasi dari saudara mereka.

    "Situasi yang mengondisikan para mantan tahanan politik tersebut menjadi pihak yang serba salah. Orde Baru berperan besar dalam menciptakan diskriminasi tersebut," katanya.

    Menurut dia, aparatur negara tidak merasa mendiskriminasikan para mantan tahanan politik karena merasa memiliki payung hukum yang sah untuk menempatkan para mantan tahanan politik sebagai warga yang patut dibedakan.

    "Oleh karena itu, sampai saat ini para mantan tahanan politik tersebut masih menyimpan trauma dan menanggung beban psikologis yang sangat berat," katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Gerakan 30 September Tak Akan Terungkap!

    Iran Siap Kerja Sama Nuklir dengan Indonesia

    Jakarta (ANTARA News) - Iran menyatakan kesediaannya untuk memperluas kerja sama bilateral dengan Indonesia, terutama dalam sektor teknologi nuklir, kata Utusan Khusus Presiden Iran, Alaeddin Boroujerdi, di Jakarta, Jumat.

    "Kami siap bekerja sama dengan Indonesia dalam hal teknologi nuklir berdasarkan ketentuan internasional dan di bawah NPT (Non Proliferation Treaty)," kata Boroujerdi dalam jumpa pers di kediaman Dubes Iran.

    Ketua Komisi I Parlemen Iran itu menjelaskan bahwa Iran menentang keras upaya-upaya monopoli dalam energi nuklir di dunia, mengingat cadangan minyak bumi dunia yang merupakan sumber energi di dunia saat ini semakin menipis.

    Boroujerdi berpendapat bahwa penguasaan teknologi nuklir merupakan hal yang tidak bisa ditawar, bila suatu negara ingin mandiri.

    "Negara mana pun yang tidak memiliki teknologi nuklir, tidak akan bisa menjadi negara mandiri di masa datang," katanya.

    Namun, ia mengatakan bahwa Iran tetap berpegang teguh pada prinsip untuk tidak mengembangkan senjata nuklir karena satu bom atom saja dapat membahayakan, seperti bencana yang pernah terjadi di Hiroshima dan Nagasaki.

    "Kami adalah pihak pertama yang mengusulkan Timur Tengah bebas dari senjata nuklir," katanya.

    Boroujerdi menyampaikan bahwa Iran sangat khawatir bahwa Israel yang memiliki lebih dari 200 hulu ledak nuklir dapat mengancam keamanan di Timur Tengah.

    Melalui kunjungan satu harinya di Jakarta, Boroujerdi telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat siang guna menyerahkan pesan tertulis khusus Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

    Boroujerdi mengatakan surat tersebut berisikan tentang harapan Republik Islam Iran agar Indonesia dapat memainkan peran konstruktif untuk membantu penyelesaian masalah nuklirnya.

    "Dalam pertemuan tadi siang dengan Presiden Indonesia yang didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, kami berbicara dan bertukar pandangan terkait berbagai hal di dunia, khususnya masalah nuklir Iran, dan hal-hal lain menyangkut situasi politik di Timur Tengah," tambahnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Iran Siap Kerja Sama Nuklir dengan Indonesia

    TNI Siapkan Tiga Detasemen Khusus Atasi Teror

    Semarang (ANTARA News) - Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan tiga detasemen khusus untuk mengatasi aksi teror serta ancaman yang dilakukan oleh pihak tertentu dan dapat menimbulkan keresahan masyarakat Indonesia.

    "Tiga detasemen khusus tersebut adalah Detasemen Bravo 90 TNI Angkatan Udara, Detasemen 81 Penanggulangan Teror TNI Angkatan Darat, dan Detasemen Jala Mengkara TNI Angkatan Laut," kata Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro, di Semarang, Jumat malam.

    Ia mengatakan, ketiga detasemen khusus tersebut selalu berlatih bersama baik dengan prajurit negara tetangga atau sejumlah negara yang lebih maju dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kemampuan yang dimiliki.

    "Hasil latihan bersama yang telah dilakukan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan dan kemampuan yang dimiliki TNI cukup baik dibandingkan dengan beberapa negara lain," ujarnya.

    Menurut dia, ada empat penanganan teror yaitu pencegahan kegiatan-kegiatan teror, melindungi aset-aset penting milik negara, eksekusi pelaku teror yang saat dilakukan oleh Polri, dan deradikalisasi.

    Dalam proses deradikalisasi, kata dia, pihaknya akan mengikutsertakan tokoh-tokoh agama dan masyarakat dalam memberikan kesadaran kepada seluruh warga negara Indonesia untuk menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan serta kesadaran bela negara.

    Mengenai upaya yang dilakukan Polri menggandeng TNI dalam penanganan terorisme di Indonesia, ia mengatakan bahwa aturan yang ada terkait dengan hal tersebut sudah cukup jelas.

    "Aturan itu diantaranya adalah harus ada permintaan dari Polri kepada TNI yang hingga saat ini belum dilakukan kecuali koordinasi di bidang intelijen dengan berbagai pihak terkait," katanya.

    Terkait dengan terjadinya pertikaian dan kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia, Purnomo tidak bersedia mengungkap secara transparan penyebabnya karena menyangkut permasalahan intelijen.

    "Kami akan berupaya mencegah dan menangani hal tersebut semaksimal mungkin serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar situasi menjadi aman terkendali," ujar Purnomo Yusgiantoro.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI Siapkan Tiga Detasemen Khusus Atasi Teror

    Menhan: Reformasi TNI Terus Dilakukan



    Semarang (ANTARA News) - Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang berjalan saat ini akan terus dilakukan secara menyeluruh.

    "Proses reformasi yang dilakukan pihak TNI secara struktural sekarang sudah ada perubahan cukup besar, namun tetap harus dilanjutkan dan disempurnakan," kata Purnomo Yusgiantoro usai membuka Kemah Kebangsaan dan "Outbound" Saka Wira Pramuka Jateng dan DIY di Medan Latihan Meteseh, Semarang, di Semarang, Jumat malam.

    Menurut dia, ada beberapa hal yang masih perlu disempurnakan lagi di dalam proses reformasi TNI walaupun hasilnya saat ini sudah cukup luar biasa.

    "Secara struktural, TNI sekarang sudah cukup profesional dalam menyikapi tugas-tugasnya seperti tidak berpolitik yang dilihat dari sudah tidak adanya Fraksi TNI di DPR RI, dan bisnis TNI juga sedang dalam penyelesaian," ujarnya didampingi Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono dan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo.

    Terkait peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 TNI, Menhan meminta setiap prajurit untuk melakukan instropeksi diri terhadap perjalanan TNI selama ini.

    Kegiatan kemah bersama yang diikuti sekitar 4.500 anggota pramuka berasal dari berbagai kwarda seluruh Jateng dan DIY dan sejumlah komponen masyarakat termasuk prajurit TNI itu bertema "Dengan Semangat Kemah Kebangsaan dan `Out Bound` Bela Negara Kita Tingkatkan Kebersamaan, Persatuan dan Kesatuan serta Jiwa Nasionalisme Guna Mewujudkan Kesadaran Bela Negara Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Negara".

    Kegiatan selama tiga hari itu bertujuan memelihara dan semakin meningkatnya jiwa dan semangat nasionalisme serta kesadaran bela negara sebagai modal dasar pembangunan nasional di wilayah guna menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Menurut dia, dampak globalisasi dan bergulirnya reformasi serta demokrasi telah berpengaruh terhadap keterpurukan sikap kebangsaan dan kesadaran bela negara masyarakat Indonesia yang berciri heterogen dengan potensi konflik yang bersifat horzontal maupun vertikal.

    "Oleh karena itu, Kodam IV/Diponegoro selaku Kotama TNI AD di wilayah Jateng dan DIY harus senantiasa proaktif bekerja sama dengan kwarda di wilayah tersebut dalam menumbuhkembangkan kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara di lingkungan kepramukaan," kata Purnomo Yusgiantoro.

    Berbagai materi yang akan diberikan kepada peserta kemah antara lain ceramah wawasan kebangsaan dan bela negara, pemutaran film perjuangan, lomba paduan suara lagu-lagu perjuangan, pentas seni budaya, dan gelar keterampilan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Reformasi TNI Terus Dilakukan

    Friday, October 1, 2010 | 9:48 PM | 0 Comments

    China Berkibar, Jepang Gentar

    Armada Angkatan Laut China

    KOMPAS.com — Armada maritim China jelas-jelas makin kerap aktif mondar-mandir di Samudra Hindia dan Laut China Selatan. Selain jumlahnya makin banyak, peralatannya pun tampak paling anyar. "Kami prihatin dengan penguatan kapabilitas pertahanan China yang tidak transparan dan peningkatan kekuatan maritim," kata Perdana Menteri Jepang Naoto Kan.

    PM Jepang menyampaikan keprihatinan itu dalam pidato pertamanya di parlemen sejak berhasil mempertahankan kepemimpinannya dari krisis politik bulan lalu.

    Lebih lanjut dia menegaskan perlunya Jepang untuk menerapkan diplomasi yang aktif dan kebijakan pertahanan yang bisa menangani ketidakpastian dan ketidakstabilan di kawasan sekitar Jepang.

    Komentar ini muncul setelah pembebasan terhadap tiga warga Jepang yang sebelumnya ditangkap China karena tuduhan memasuki kawasan militer. Namun seorang lain masih tetap ditahan, sebagaimana warta AP dan AFP, Jumat.

    Tak hanya itu, PM Kan juga mendesak agar China yang merupakan mitra terbesar Jepang bertindak sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab.

    Hubungan kedua negara memanas karena penangkapan seorang kapten kapal ikan China oleh patroli Jepang di kawasan Laut China Timur, kawasan yang dipersengketakan.

    Sebagai tanggapan atas penangkapan itu, Beijing menghentikan kontak diplomasi tingkat tinggi dengan Tokyo, sementara unjuk rasa anti-Jepang marak di China.

    Naoto Kan dan koleganya, Perdana Menteri China Wen Jiabao, akan menghadiri pertemuan Asia-Eropa (ASEM) di Brussels awal pekan depan. Namun, tidak ada rencana bahwa keduanya akan melakukan pertemuan bilateral.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Berkibar, Jepang Gentar

    Indonesia Dukung Nuklir Iran

    INILAH.COM, Jakarta- Pemerintah Indonesia mendukung program pengembangan nuklir Iran, sepanjang untuk tujuan damai. Indonesia dan Iran juga sepakat agar soal pelucutan senjata nuklir.

    Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai sebuah pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Komisi Luar Negeri dan Keamanaan Nasional Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi serta utusan khusus Presiden Iran di Istana Negara, Jumat (1/10).

    "Khusus mengenai situasi nuklir Iran, Presiden menegaskan Indonesia senantiasa mendukung hak setiap negara, termasuk Iran, atas teknologi nuklir untuk maksud damai," ujar Marty.

    Marty menjelaskan bahwa ada tiga prinsip posisi dasar dan kesamaan pendapat yang disuarakan selama ini baik oleh Iran maupun Indonesia. Pertama, adalah hak segala bangsa untuk menggunakan teknologi nuklir untuk maksud damai. Kedua, baik Iran maupun Indonesia sama-sama setuju dalam menentang proliferasi persenjataan nuklir.

    Ketiga, kedua negara juga memiliki pandangan sama yang menegaskan perlunya pelucutan senjata nuklir bagi negara-negara yang sudah memiliki persenjataan nuklir. "Itu tiga prinsip posisi dasar yang disuarakan selama ini baik oleh Iran maupun Indonesia," tegas Marty.

    Namun, kata Marty, Presiden menggarisbawahi jika ada permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan hak menggunakan nuklir itu, sebaiknya diselesaikan melalui perundingan dan dialog, bukan menggunakan kekerasan bahkan dalam menggunakan sanksi terhadap negara manapun juga.

    "Mereka sangat mengharapkan Indonesia bisa terus memainkan peranan yang konstruktif yang membantu penyelesaian masalah (nuklir) ini," tandasnya.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Indonesia Dukung Nuklir Iran

    Thailand - F-16 Mid-Life Upgrade

    F-16 Thailand

    Washington - The Defense Security Cooperation Agency notified Congress Sept. 29 of a possible Foreign Military Sale to Thailand of a three-phased program to upgrade 18 F-16A/B Block 15 aircraft with the Mid-Life Upgrade (MLU) and associated parts, equipment, and logistical support for a complete package worth approximately $700 million.

    The Government of Thailand has requested a possible sale of a three-phased program to upgrade 18 F-16A/B Block 15 aircraft with the Mid-Life Upgrade (MLU). Each phase will upgrade six aircraft over a three-year period, with each phase overlapping by one year. The MLU with Modular Mission Computer includes APG-68(V)9 Radar, APX-113 Combined Interrogator and Transponder, ALQ-213 Electronic Warfare Management System, ALE-47 Countermeasures Dispenser System, spare and repair parts, tools and support equipment, publications and technical data, personnel training and training equipment, U.S. Government and contractor engineering and technical support services, and other related elements of logistics support. The estimated cost is $700 million.

    This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a major non-NATO ally.

    Thailand needs this MLU program in order to upgrade its aging F-16 fleet and to increase air sovereignty fighter aircraft effectiveness and interoperability with U.S. forces. The proposed sale will enhance the Royal Thailand Air Force's capability to conduct day, night, and adverse weather air defense operations. Thailand, which already has F-16s in its inventory, will have no difficulty absorbing these upgrades into its armed forces.

    The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

    From: ASD News
    Readmore --> Thailand - F-16 Mid-Life Upgrade

    KEMHAN RI UPAYAKAN ALIH TEKNOLOGI 'SUPER TUCANO'


    Jakarta - Kementerian Pertahanan RI tengah mengupayakan adanya alih teknologi dalam pengadaan pesawat "Super Tucano EMB-314" yang akan menggantikan pesawat OV-10 Bronco TNI Angkatan Udara, kata Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto di Jakarta, Rabu.

    Kepada ANTARA ia mengemukakan, klausul mengenai alih teknologi itu akan dimasukkan dalam kontrak pengadaan 16 unit "Super Tucano" bagi TNI Angkatan Udara. "Karena itu, masih memerlukan waktu agar kontraknya selesai dan pengadaan `Super Tucano` dapat segera dilaksanakan," ujar Eris.

    Ia mengungkapkan, pihak Embraer Brasil sebagai produsen "Super Tucano" hanya mengizinkan PT DI untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan non aeronautika. Sedangkan Kemhan RI terutama PT DI menginginkan, Embraer memberikan ijin untuk pembuatan suku cadang pesawat.

    "Dengan begitu, jika sewaktu-waktu TNI Angkatan Udara sebagai pengguna, memerlukan suku cadang pesawat akan lebih cepat dan murah. Tidak perlu kita harus menunggu lama. Ini yang masih kita negosiasikan. Setelah disepakati kedua pihak, baru kita masukkan dalam kontrak agar ada dasar hukum yang jelas dan tidak timbul masalah di waktu mendatang," kata Eris.

    Ia menambahkan, pihaknya memahami kebutuhan TNI Angkatan Udara untuk segera mengganti pesawat OV-10 yang telah lama dihanggarkan namun Kementerian Pertahanan tidak mau gegabah. "Pemerintah telah menetapkan dalam setiap pembelian alat utama sistem senjata dari mancanegara, harus menyertakan alih teknologi. Ini yang sedang diupayakan pula dalam pengadaan pesawat Super Tucano dan lainnya," ujar Eris menegaskan.

    Sebelumnya, Asisten Perencanaan kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Ery Biatmoko mengatakan, dalam kurun waktu 2005-2024 TNI Angkatan Udara berencana mengganti sejumlah pesawat tempur dan angkut yang telah memasuki usia pakai 20-30 tahun, seperti OV-10 Bronco yang kini telah di-"grounded", Hawk MK-53, F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon. Untuk pengganti Hawk MK-53, maka Mabes TNI Angkatan Udara mengajukan tiga jenis pesawat yang sudah dicoba yakni T-50, Yak 130 dari Rusia dan L-159B dari Ceko.

    Ia mengemukakan, pengadaan pengganti pesawat OV-10 Bronco sangat mendesak mengingat pesawat tempur taktis buatan North American Rockwell itu sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu. "Kalau terlalu lama, kasihan adik-adik penerbang kita. Jadi, jika lebih cepat akan lebih baik. Kemampuan penerbang kita terjaga dan kesiapan operasional juga bertambah," kata Ery yang ditemui di tempat kerjanya.

    Indonesia mulai menggunakan pesawat itu sejak 1976, dan terbukti efektif saat diterjunkan dalam operasi militer di Timor-Timor, Aceh dan Kalimantan Barat.

    Kini aktivitas di Skuadron Udara 21 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, yang merupakan markas pesawat OV-10 Bronco, hanya sekadar memelihara pesawat-pesawat yang ada. Para pilot pesawat OV-1O Bronco kini memelihara kemampuan terbangnya dengan menjadi instruktur atau menjalani konversi ke jenis pesawat lain.

    Sumber: DEPHAN
    Readmore --> KEMHAN RI UPAYAKAN ALIH TEKNOLOGI 'SUPER TUCANO'

    50 Pesawat Meriahkan Hut TNI



    Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 50 pesawat berbagai jenis akan memeriahkan peringatan HUT ke-65 Tentara Nasional Indonesia di Jakarta, pada 5 Oktober.

    Juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, di Jakarta, Jumat, mengatakan, 50 pesawat tersebut terdiri atas tujuh pesawat Sukhoi, 11 pesawat Hawk 109/209, dua pesawat Hawk MK 53, dan lima pesawat F-5E Tiger.

    "Terdapat pula tujuh pesawat F-16, dan enam pesawat KT I Wong Bee, enam pesawat Colibri, dua helikopter SA 330, dua pesawat angkut C-130 Hercules, dan dua pesawat gelatik Satud Tani," katanya.

    Selain pesawat dan helikopter TNI Angkatan Udara juga dilibatkan enam helikopter MI-17 TNI Angkatan Darat dan lima pesawat C-212 dan lima heli Bell?412 milik TNI Angkatan Laut.

    Bambang mengatakan, beberapa jenis akan melakukan terbang lintas.

    "Masing-masing pesawat tersebut akan terbang di atas mimbar upacara yang dilaksanakan di Taxi Way Echo Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Selain atraksi terbang lintas berbagai jenis pesawat dari ketiga angkatan, perayaan hari jadi TNI itu juga akan dimeriahkan atraksi terjun payung.

    Peringatan HUT ke-65 TNI akan dilakukan dalam sebuah upacara militer yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


    Sumber: YAHOO
    Readmore --> 50 Pesawat Meriahkan Hut TNI

    PAL Dapat Suntikan Modal Rp150 Miliar


    Surabaya - Perusahaan galangan kapal nasional PT Pal Indonesia, dapat suntikan modal dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) senilai Rp150 miliar.

    "Sebenarnya kami mengajukan kredit pada PPA senilai Rp450 miliar, namun tahun ini baru cair Rp150 miliar," kata Direktur Utama PT Pal Indonesia, Harsusanto, di Surabaya, Jumat.

    Ia berharap PPA bisa merealisasikan keseluruhan kredit yang diajukan perusahaannya itu, guna mendukung seluruh proses restrukturisasi.

    "Dana yang sudah cair ini akan kami gunakan untuk restrukturisasi dan menambah modal usaha," katanya usai menyerahkan kapal tunda jenis "Escort Tug 4400 HP" pesanan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak Bumi dan Gas (BP Migas).

    Ia mengemukakan tahun ini Pal memproduksi sembilan unit kapal, mulai dari kapal niaga, kapal tunda, kapal tanker, kapal patroli, hingga kapal perang pesanan TNI Angkatan Laut.

    Dari sembilan kapal itu, tinggal enam unit kapal yang masih dalam proses produksi, dua di antaranya satu unit kapal perang jenis "Landing Platform Dock" pesanan TNI-AL dan kapal tanker kimia pesanan perusahaan asal Italia.

    "Tahun ini kami targetkan enam kapal itu sudah rampung dan diserahkan kepada pemesan," kata Harsusanto optimistis target tersebut akan tercapai.

    Sebelumnya, Pal menyerahkan satu unit kapal tunda "Escort Tug 4400 HP" pesanan BP Migas yang akan digunakan untuk membantu kegiatan operasional eksploitasi migas di LNG Tangguh, Papua.

    BP Migas memesan empat unit "Escort Tug 4400 HP" kepada Pal sejak 2007. Satu unit telah diserahkan kepada pihak pemesan, Jumat pagi, di hanggar Divisi Kapal Perang Pal, Ujung, Surabaya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> PAL Dapat Suntikan Modal Rp150 Miliar

    Thursday, September 30, 2010 | 11:55 PM | 0 Comments

    Persenjataan TNI Kuno, DPR Bertanggung Jawab

    LST TELUK TOMINI Ex US

    INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso membantah jika TNI disebut tidak siap perang seperti yang dikatakan anggota Komisi I DPR Edi Bhaskoro 'Ibas'Yudhoyono.

    Menurut politisi Partai Golkar ini, komentar putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang biasa disapa Ibas itu tidaklah benar.

    "Tidak benar juga, ada yang ketinggalan iya. Intinya TNI kita itu siap mempertahankan negara," ujar Priyo saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/9).

    Sebagai Wakil Ketua DPR, Priyo mengaku ikut bertanggung jawab dalam menandatangani anggaran untuk modernisasi alutsista TNI.

    "Saya kan pimpinan yang bertanggungjawab dan meneken jutaan dolar kredit ekspor untuk alutsista bersama Komisi I, banggar, dan Menteri Keuangan. Itu untuk memoderinisasi alutsista," beber ketua umum MKGR itu.

    Sebelumnya diberitakan, anggota Komisi I DPR Ibas Yudhoyono mengatakan Indonesia belum siap berperang melawan Malaysia karena tak memiliki dana dan tak memiliki persenjataan mumpuni.

    "Dari segi finansial Indonesia belum mampu untuk berperang dan persenjataan yang dimiliki TNI kita juga tidak mendukung," ujar Ibas di Solo Jawa Tengah, Minggu

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Persenjataan TNI Kuno, DPR Bertanggung Jawab

    TNI AL Kirim Satu Kapal Perang ke Tarakan

    KRI Sultan Hassanudin

    SURABAYA--MI: TNI AL, Kamis (30/9) mengirim KRI Sultan Hassanudin ke Tarakan, Kalimantan Timur untuk membantu pengamanan menyusul kerusuhan di wilayah tersebut. Kapal bernomor 366 itu diberangkatkan dari Pangkalan Armada Kawasan Timur (Armatim). Kapal dilengkapi dengan satu helikopter, namun belum diketahui secara pasti jumlah pasukan yang ikut serta dalam kapal tersebut.

    "Kapal perang tersebut dikirim ke Tarakan sebagai bantuan pengamanan, keberadan kapal juga bisa dimanaatkan untuk bantuan logitsik dan bantuan medis," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Surabaya.

    Panglima TNI mngatakan kondisi Tarakan memprihatinkan karena itu TNI ikut bertanggungawab dalam pemulihan keamanan. Karena itu, dengan penambahan satu kapal perang diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Tidak hanya kapal perang, Mabes TNI juga sudah mengirimkan bantuan pengamana koordinasi dengan Polri agar keamanan di Tarakan pulih kembali. "Dalam pemulihan keamanan tidak hanya menjadi tanggungawab Polri dan TNI tapi juga seluruh lapisan masyarakat, agar situasi di semua daerah aman," ujarnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI AL Kirim Satu Kapal Perang ke Tarakan

    Sukhoi Hanya di Makassar


    Makassar (ANTARA News) - Untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia, pemerintah telah membangun satu skadron pesawat tempur Sukhoi di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar dan jet tempur Rusia itu hanya akan berada di Lanud Hasanuddin.

    "Untuk skadron pesawat tempur Sukhoi ditempatkan di Lanud Hasanuddin Makassar dan hingga saat ini Lanud telah mempunyai 10 unit pesawat tempur Sukhoi," kata Kepala Penerangan dan Kepustakaan (Kapentak) Lanud Hasanuddin Makassar, Kapten Agus, Kamis.

    Untuk melengkapi skadron Lanud Hasanuddin Makassar, pemerintah masih akan memesan enam pesawat tempur Sukhoi lagi dari Rusia.

    "Satu skadronnya akan diisi Sukhoi sebanyak 16 unit dan hingga saat ini kita sudah punya 10 unit," ujarnya tanpa menjelaskan kapan enam pesawat tempur berikutnya bakal dibeli.

    Berdasarkan rencana jangka panjang hingga tiga dekade ke depan, pemerintah akan membangun 10 skadron dengan 180 unit pesawat tempur berbagai jenis.

    10 skadron itu akan ditempatkan 180 pesawat tempur berbagai jenis, diantaranya F-16 Fighting Falcon yang sudah masuk dalam rencana kerja strategi Kemenhan sebagai pengganti Hawk Australia.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Sukhoi Hanya di Makassar

    Pengamat : Australia Akan Membeli 100 F35 Bila Indonesia Mempunyai 180 Sukhoi


    BEIJING - Indonesia Membeli 180 Pesawat Sukhoi dan membeli pesawat buatan Lockheed Martin F-16, Ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang berencana untuk menjadi Angakatan Udara terkuat di Asia Tenggara.

    Jika Indonesia serius membeli 180 Sukhoi, Australia juga akan memperkuat 100 F-35 untuk Royal Australian Air Force, kata Andrew Davies, seorang analis di Institut Kebijakan Strategis Australia. Sampai saat ini, ada kemungkinan yang signifikan bahwa Australia akan membeli F-35 lebih sedikit.

    Armada Sukhoi akan dibangun pada tahun 2024, dengan 18 pesawat di setiap skuadron, Ujar Purnomo. F-16 akan mengantikan pesawat latih hawk.

    Indonesia baru mengoperasi 10 sukhoi , campuran Su-27 dan Su-30, karena terbatasnya dana. Analis percaya bahwa sembilan Pesawat tempur F-5 sudah menua. Delapan dari 12 F-16 yang hanya bisa beroperasi.

    Penyerahan tiga sukhoi minggu ini menjadikan sukhoi menjadi 10 unit. Dan pemerintah menyetujui pembelian enam unit sukhoi.

    "Untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, kita menargetkan untuk membeli 180 jet tempur Sukhoi untuk membentuk 10 skuadron," ujar Purnomo.

    Selain Australia, Pembelian Sukhoi secara besar-besar oleh Indonesia juga akan menimbulkan kekhawatiran di Singapura dan Malaysia, menurut Davies, meskipun Leonard Sebastian, seorang spesialis berbasis di Singapura untuk Indonesia, berpendapat bahwa tetangga Indonesia, termasuk Australia, tidak akan menyebabkan ketegangan kawasan.

    Angkatan udara Indonesia "sumber daya manusia masih kurang bukan hanya pilot tapi juga tenaga pendukung," kata Sebastian, meragukan bahwa Indonesia dapat mengoperasikan pesawat tersebut.

    Ada sedikit keraguan Indonesia dapat membeli 180 sukhoi tersebut, ia menambahkan. Indonesia telah menikmati hasil dari ekspor bahan tambang yang memicu oleh permintaan Cina. Dan membangun angkatan udara, bukan tentara, akan sesuai dengan kebijakan negara untuk menciptakan angkatan bersenjata yang lebih maju secara teknis dan profesional.

    Sumber: AviationWeek.com
    Readmore --> Pengamat : Australia Akan Membeli 100 F35 Bila Indonesia Mempunyai 180 Sukhoi

    Satu Flight Pesawat Tempur Sukhoi Ikut Ramaikan HUT TNI Ke-65

    Satu flight pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan dipimpin langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna , Kamis (30/9) bertolak menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk meramaikan kegiatan upacara HUT TNI ke 65 bersama pesawat tempur lainnya.

    Selain Komandan Lanud Sultan Hasanuddin para penerbang Skadron Udara 11 Wing 5 yang ikut meramaikan HUT TNI ke 65 diantaranya adalah Kadisops Letkol Pnb Andi Kustoro Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Toni Haryono , Mayor Pnb Untuk Surapati, Mayor Pnb David Tamboto, Kapten I Gusti Ngurah Surga, Kapten Riyadi, Kapten Pnb Wanda, Lettu Pnb Baskoro, sebelum bertolak meninggalkan Lanud Sultan Hasanuddin, diawali dengan pelaksanaan briefing penerbangan dan cek kesehatan.

    Dalam rangkaian ikut meramaikan HUT TNI ke 65, para penerbang pesawat tempur Sukhoi selama bulan September 2010 secara terjadwal giat melaksanakan latihan dengan berbagai formasi/fly pass di wilayah udara Lanud Sultan Hasanuddin dan sekitarnya .

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Satu Flight Pesawat Tempur Sukhoi Ikut Ramaikan HUT TNI Ke-65

    Cegah Konflik Meluas, TNI AU Kirim Pasukan Elit ke Tarakan

    ilustrasi

    Jayapura - Situasi keamanan di Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim), terus dikendalikan pasca bentrokan warga yang menyebabkan 5 orang tewas. Guna mencegah konflik meluas, TNI AU mengirim pasukan khas (Paskhas) ke wilayah tersebut.

    "Kita sudah memberangkatkan penambahan pasukan ke sana dari Jakarta, Kaltim dan Paskhas dari Makassar. Di situ mereka akan bersinergi agar dapat mencegah konflik tidak meluas," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto di Swiss Bell Hotel, Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2010).

    Djoko mengaku selalu meminta perkembangan terakhir di lokasi melalui komunikasi dengan Muspida setempat. Saat ini sedang diupayakan agar kedua kubu yang bertikai saling menenangkan diri.

    "Semoga bisa diisolasi agar tidak berkembang menjadi konflik kubu-kubuan yang merugikan kita," katanya.

    Menurut Djoko, ia juga sudah mengirimkan asisten deputi di kementeriannya ke Tarakan untuk memantau situasi. Terkait penanganan pengungsi, Djoko mengatakan mereka ditempatkan di markas-markas TNI dan Polri.

    "Semoga masalah ini tidak berkembang ke arah-arah yang merugikan masyarakat juga. Kasian anak-anak, ibu-ibu. Mereka harus kembali ke kehidupan yang lebih baik," tandasnya.

    Situasi di Tarakan mulai memanas sejak Senin 27 September 2010 yang lalu. Sebanyak 5 orang dilaporkan tewas. Korban masing-masing diketahui bernama Iwan (31), Unding (30), Abdullah, Mursidul, Armin dan Pugut.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Cegah Konflik Meluas, TNI AU Kirim Pasukan Elit ke Tarakan

    Pramono Edhie Diangkat Menjadi Panglima Kostrad


    Pramono Edhie Wibowo

    Jakarta, Kompas - Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi Mayor Jenderal Pramono Edhie Wibowo menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/630/IX/ 2010 tertanggal 27 September 2010. Namun, serah terima jabatan yang saat ini dipegang Letnan Jenderal Burhanudin Amin, lulusan Akabri tahun 1976, itu dilaksanakan antara 20 dan 30 Oktober 2010.

    Pengangkatan Pramono Edhie Wibowo sebagai Panglima Kostrad itu bukan hal mengagetkan. Bahkan, ia diprediksi menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat menggantikan Jenderal George Toisutta yang akan pensiun pada pertengahan tahun 2011.

    ”Yah, tidak heran lagi, sudah diprediksi dari dulu,” kata pengamat militer Kusnanto Anggoro, Rabu (29/9). Dari segi angkatan di Akademi Militer, kata Kusnanto, kemampuan, pengalaman, dan profesionalisme pengangkatan Pramono Edhie dinilai wajar. Malah ia menilai pengangkatan lulusan Akabri 1980 itu positif karena berarti regenerasi di dalam tubuh TNI, terutama Angkatan Darat, berjalan.

    Pramono Edhie lahir di Magelang, 5 Mei 1955. Pramono Edhie adalah putra Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo alias adik Ny Ani Yudhoyono. Ia menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus) sejak 1 Juli 2008 hingga digantikan Mayjen Lodewijk F Paulus pada 4 Desember 2009.

    Selain Pramono Edhie, beberapa perwira tinggi TNI AD juga mendapat promosi. Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen Moeldoko akan menjadi Pangdam III Siliwangi dan Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjen Geerhan Lantara akan menjadi Pangdam XII Tanjung Pura.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pramono Edhie Diangkat Menjadi Panglima Kostrad

    Panglima TNI: Senjata Bukan dari Gudang TNI

    Jakarta, Kompas - Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Agus Suhartono menegaskan, senjata yang dipakai pelaku perampokan bank dan anjungan tunai mandiri di Sumatera Utara dan Sumatera Barat bukan dari gudang TNI. Dalam perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, yang diduga terkait terorisme, pelaku memakai senjata AK-47 dan M-16.

    Dalam penyerangan ke Markas Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, pelaku juga memakai senjata SS-1. Pada perampokan ATM di Sumbar, pelaku memakai beragam senjata api.

    ”Jika melihat kalibernya, memang bisa diasosiasikan sebagai milik TNI. Sejauh ini kami sudah mengecek gudang di semua satuan dan tidak ada senjata yang hilang,” papar Agus seusai menjalani upacara pelepasan dengan prajurit Korps Marinir di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/9).

    Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta TNI dan Polri memeriksa gudang senjata mereka terkait maraknya kejahatan, bahkan diduga terkait terorisme, yang memakai senjata api (Kompas, 24/9).

    Terkait aksi teroris yang marak kembali, Agus menegaskan, TNI memiliki pasukan khusus yang siap diturunkan. Pasukan itu bisa bekerja sama dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Ia juga meminta prajurit TNI meningkatkan solidaritas dan soliditasnya, baik dengan sesama anggota korps maupun anggota institusi lain, seperti Polri.

    BNPT tugas deradikalisasi

    Di Jayapura, Papua, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menuturkan, selain berfungsi untuk mengoordinasikan penindakan atas kasus terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terutama berfungsi menderadikalisasi ajaran yang mengarah pada terorisme. Untuk itu, BNPT bekerja sama dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

    ”Salah satu pihak yang diajak bekerja sama adalah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan rektornya Pak Komaruddin Hidayat,” kata Djoko, Rabu. Ia bersama Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono serta Menko Perekonomian Hatta Rajasa ke Papua dan Papua Barat hingga Kamis ini.

    Tentang organisasi BNPT, Djoko menjelaskan, badan itu adalah perluasan dari Desk Antiteror yang selama ini melekat pada Kantor Menko Polhukam. Sejak Juli 2010, BNPT yang dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 bertanggung jawab kepada Presiden. Program BNPT sudah berjalan, terutama deradikalisasi untuk mencegah tindakan terorisme.

    Program lain adalah penindakan terorisme melalui pendekatan hukum yang dilakukan Polri melalui Densus 88 Antiteror. Komando penindakan juga di tangan Kepala Polri, bukan BNPT. BNPT hanya bersifat koordinatif.

    Mengenai pelibatan TNI dalam penanganan terorisme, Djoko menjelaskan, BNPT bukan badan operasional, melainkan lebih ke koordinasi dan pembuatan kebijakan. ”Penindakan tetap oleh Densus 88, tetapi perlu bersinergi dengan satuan antiteror di TNI,” katanya.

    Di Jakarta, Kepala BNPT Ansyaad Mbai dan Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi Menko Polhukam Sagom Tamboen, Rabu, menjelaskan, BNPT akan membentuk satuan tugas penanggulangan terorisme. Dalam satuan tugas itu, beberapa institusi keamanan, seperti Densus 88 Antiteror Polri, satuan antiteror TNI, Badan Intelijen Negara, termasuk kementerian teknis, akan dilibatkan mulai dari pencegahan sampai penindakan.

    ”BNPT berfungsi sebagai crisis center, yaitu sebagai fasilitas bagi Presiden untuk mengambil keputusan terkait penanggulangan terorisme,” kata Ansyaad.

    Ansyaad menambahkan, kini BNPT sedang melakukan perekrutan personel untuk mengisi berbagai jabatan yang ada. ”Personel itu perlu diminta kepada Polri dan TNI, jadi memerlukan waktu,” katanya.

    Tergantung polisi

    Wakil Ketua MPR dari Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Rabu, mengingatkan, keterlibatan satuan TNI dalam penuntasan terorisme harus menunggu permintaan dari kepolisian. Ini karena pemberantasan terorisme merupakan tugas polisi.

    Saan Mustopa, anggota Komisi III DPR, juga berpendapat, polisi masih bisa menangani sejumlah aksi teror. Bahkan, keberhasilan Densus 88 Antiteror dalam mengungkap kasus terorisme selama ini juga diakui internasional.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Panglima TNI: Senjata Bukan dari Gudang TNI

    Wednesday, September 29, 2010 | 7:09 PM | 0 Comments

    Kemenhan Anggarkan Rp 150 T untuk Alutsista

    Armada Kapal Perang TNI

    Jakarta - Kementerian Pertahanan menganggarkan sekitar Rp 150 triliun untuk pengadaan serta pemeliharaan dan perawatan alutsista. Dari jumlah tersebut, Rp 100 triliun diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

    "Rp 57 triliun itu kekurangannya. Jadi total untuk suatu renstra itu kan untuk pengadaan dan peralatan itu Rp 150 triliun. Jadi di dalam RPJMN 2010 sampai 2014, Kemenhan akan mendapatkan untuk pemeliharaan dan pengadaan itu kira-kira Rp 100 triliun," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

    Purnomo menjelaskan, jumlah di atas tersebut di luar belanja pegawai. "Jadi kekurangannya Rp 50 triliun. Rp 57 triliun persisnya," ujarnya.

    Tentunya, Menhan berharap ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih baik, karena jika ekonomi Indonesia baik, pihaknya akan bisa mendapatkan tambahan Rp 57 triliun tersebut.

    Menurut Purnomo, Rp 57 triliun tersebut masih belum bisa terakomodasi. Saat ini pihaknya masih akan terus memperjuangkan. "Belum, sekarang lagi kita perjuangkan," jawabnya.

    Purnomo menambahkan, alutsista yang akan dibuat di dalam negeri dari anggaran Rp 157 triliun tersebut meliputi fregat, juga fast patrol boat. Untuk di perairan Indonesia barat, TNI AL tidak mengembangkan kapal ukurang besar, sehingga bisa dibuat di dalam negeri.

    "Kita lengkapi dengan rudal, persenjataan modern. Kalau yang untuk Indonesia timur memang besar-besar. Seperti fregat itu kita bangun di Surabaya. Mudah-mudahan akhir tahun kita bisa mendeklarasikan untuk membangun kapal selam di Indonesia juga di PT PAL," imbuh Menhan.

    Menhan optimsitis dana Rp 57 triliun itu bisa diperoleh dari sindikasi bank. Karena, menurutnya, untuk pembiayaan pembelian pesawat Sukhoi kemarin saja dibiayai oleh sindikasi bank dalam negeri.

    "Anda tahu nggak devisa kita sekarang US$ 78 miliar. Waktu saya Menteri Pertambangan dan Energi, devisa kita di bawah US$ 40-an miliar. Tapi karena kita ada ekspor meningkat, terus naik, sekarang US$ 78 miliar," ujarnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Kemenhan Anggarkan Rp 150 T untuk Alutsista

    English News : Hyundai to build new South Korean frigates

    illustration

    SEOUL, Sept. 28 (UPI) -- The South Korean government has chosen Hyundai Heavy Industries Co. to construct the South Korean navy's next generation frigates.

    The Defense Acquisition Program Administration chose after reviewing competing bids from three companies, Yonhap news agency reported Tuesday.

    DAPA announced that the government would present the formal contract with Hyundai Heavy Industries Co. by the end of the year, with the first vessel to be delivered to the South Korean navy in 2014.

    DAPA said that the upgraded frigate class will incorporate advanced anti-ship, anti-air and anti-submarine weaponry, electronic and software capabilities far exceeding those compared to ships currently in the country's maritime forces.

    The new warships are designed to replace South Korea's indigenous and aging fleet of Ulsan-class frigates and Pohang-class patrol combat corvettes. The South Korean navy Pohang-class Cheonan corvette was sunk March 26, allegedly by a torpedo fired by a North Korean vessel. That was one of the reasons South Korean government decided to build more modern warships to guard against future aggression.

    According to the South Korean Joint Chiefs of Staff and U.S. Forces Korea, Monday South Korea and the U.S. Navy began a joint anti-submarine warfare exercise in the waters west of the Korean Peninsula.

    From: UPI
    Readmore --> English News : Hyundai to build new South Korean frigates

    DPR Ancam Batalkan Kenaikan Anggaran Polri

    Kerusuhan Di Tarakan

    Jakarta - Bentrok antar kelompok di PN Jaksel dan kericuhan di Tarakan membuat DPR mengultimatum Polri. Jika Polri tidak bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan, DPR mengancam akan membatalkan persetujuan kenaikan anggaran Polri.

    "Kalau polisi gagal menciptakan rasa keamanan dan kenyamanan, wassalam. Dukungan kami kepada Polri bisa dihitung ulang terkait anggaran pada fasilitas Polri yang menyangkut kinerja mereka," ujar Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

    Priyo pun menjelaskan kedua hal ini akan menjadi pertimbangan Polri dalam memilih pengganti Kapolri. "Situasi ini bisa berefek pada kepemimpinan Polri kalau tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik," jelas Priyo.

    Menurut Priyo, DPR ingin menaikkan anggaran Polri. Namun tentunya hal ini harus diikuti oleh kenaikan kinerja Polri.

    "Anggaran Polri termasuk alat pertahanan, ingin kita naikan tapi harus berbarengan dengan profesionalitas mereka. Saya meminta mereka serius," tegas Priyo.

    Khusus untuk kericuhan di Tarakan, Priyo meminta agar aparat keamanan menjaga agar kerusuhan tidak meluas. Dikhawatirkan ada provokator yang memancing kasus ini menjadi kerusuhan SARA.

    "Untuk yang Tarakan ada indikasi kuat akan adanya pihak yang memprovokasi yang ada di lapangan. Suasana ini jangan sampai menjadi mencekam," ujar politisi Partai Golkar ini.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> DPR Ancam Batalkan Kenaikan Anggaran Polri

    Panglima TNI Pamit Kepada Prajurit Marinir

    Mantan KSAL, Laksamana TNI Agus Suhartono (kanan), didampingi Dankormar, Mayjen TNI (Mar) M Alfan Badaruddin, menyapa ribuan prajurit Korps Marinir usai tradisi pelepasan jabatan KSAL di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Jatim, Rabu (29/9). (ANTARA/Eric Ireng)

    Surabaya (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono SE yang telah dilantik menjadi Panglima TNI (28/9) berpamitan kepada prajurit Korps Marinir.

    Pamitan itu dilakukan Panglima TNI yang baru menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso itu, saat memimpin apel khusus prajurit Korps Marinir di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu.

    "Selaku Kepala Staf Angkatan Laut, saya hadir di tengah-tengah prajurit Marinir dengan penuh rasa bangga," katanya dalam amanat di hadapan ribuan prajurit Korps Marinir.

    Rasa bangga itu tumbuh karena berhadapan langsung dengan para prajurit yang memiliki kemampuan tempur di tiga media yaitu di darat, di laut dan di udara.

    "Tuntutan tingkat profesionalisme yang tinggi hanya dapat dicapai, karena prajurit Korps Marinir memiliki kebanggaan, jiwa korsa, dan naluri tempur yang kuat," ujarnya.

    Kebanggaan, jiwa korsa dan naluri tempur, katanya, merupakan napas bagi prajurit "Baret Ungu" dalam melaksanakan berbagai penugasan, baik di dalam maupun di luar negeri, seperti saat tergabung dalam pasukan perdamaian PBB.

    "Tingkat profesionalisme yang dimiliki prajurit Marinir saat ini tak lain merupakan hasil dari proses pembinaan yang cukup panjang dan hasil jerih payah para pendahulu serta sesepuh Korps Marinir," paparnya.

    Menurut pati berbintang empat itu, keberhasilan dan citra yang positif yang telah diraih prajurit Korps Marinir hendaknya dapat dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan.

    "Dalam pelaksanaan tugas, Korps Marinir wajib memahami aturan hukum yang berlaku, sehingga mampu mengambil tindakan secara proporsional dalam setiap penugasan guna menghindari tindakan yang dapat merugikan dan menyakiti hati rakyat," katanya.

    Dalam kesempatan itu, Laksamana Agus Suhartono sebagai warga kehormatan Korps Baret Ungu menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh prajurit Korps Marinir.

    Pesannya antara lain selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; serta mempertahankan dan meningkatkan terus profesionalisme dan kesiapsiagaan Korps Baret Ungu dalam melaksanakan tugas, guna menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI.

    Setelah memimpin apel khusus, Laksamana TNI Agus Suhartono beserta istri menaiki BTR-50, dilepas ribuan prajurit Korps Marinir, Jalasenastri, dan PNS.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Panglima TNI Pamit Kepada Prajurit Marinir

    Uji Siap Tempur Tingkat Baterai Batalyon Arhanudse 13/BS di Pekanbaru





    PEKANBARU, 29/9 - LATIHAN TEMBAK MERIAM. Sejumlah personel bersiaga di Meriam 57 mm/s-60 buatan Rusia tahun 1940-an saat Uji Siap Tempur Tingkat Baterai Batalyon Arhanudse 13/BS di Pekanbaru, Riau, Rabu (29/9). Uji tempur Batalyon Arhanudse itu bertujuan untuk menguji kemampuan alutsista yang ada, dengan melibatkan 158 personel dan 12 meriam. FOTO ANTARA/FB Anggoro/Koz/nz/10.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Uji Siap Tempur Tingkat Baterai Batalyon Arhanudse 13/BS di Pekanbaru

    Awak KRI Dilatih Selamatkan Kapal Nuklir



    Surabaya (ANTARA News) - Sejumlah awak kapal perang Republik Indonesia (KRI) digembleng latihan penyelamatan kapal nuklir biologi dan kimia (Peknubika) di Pusat Peknubika Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Rabu.

    "Sebanyak 80 awak kapal yang berada di jajaran Satuan Patroli Komando Armada RI Kawasan Timur (Satrol Koarmatim) mengikuti latihan itu," kata Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Yayan Sugiana.

    Awak KRI mendapatkan materi organisasi penyelamatan kapal nuklir, penyelamatan bangunan kapal, standar komunikasi, teori kebakaran, dan kebocoran.

    "Pengenalan alat bantu pernafasan dan masker serta pelajaran lain juga diberikan kepada peserta latih," papar Yayan.

    Latihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan, kemahiran, dan keterampilan personel unsur Satrol Koarmatim dalam menanggulangi bahaya kebakaran dan kebocoran di kapal sesuai prosedur.

    Para peserta latih juga diberi tahu cara menggunakan peralatan penyelamatan kapal nuklir dan menanggulangi kebakaran sesuai standar operasi dan prosedur yang berlaku.

    "Latihan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme bagi personel yang berdinas di KRI," kata Yayan mendampingi perwira staf operasi Satrol Koarmatim, Mayor Laut (P) Agus Yulianto.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Awak KRI Dilatih Selamatkan Kapal Nuklir

    Seluruh Pengawalan Keamanan Obama ke Indonesia Ditangani AS

    Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan berkunjung ke Indonesia. Kemungkinan, pengamanan terhadap orang nomor satu di AS tersebut semuanya akan dipegang oleh Paspampres AS.

    "Soal keamanan tidak lagi (dibahas) karena US Secretary Departement of Defense, Robert Gates sudah bicara dengan kita," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2010).

    "Timnya akan datang kesini. Tim dari Departement of Defense AS akan datang untuk menindaklanjuti kunjungan Gates," imbuh Menhan.

    Menhan menambahkan, kemungkinan Obama dan rombongan akan berkunjung ke Indonesia pada November 2010.

    "Obama (ke Indonesia) November nanti," ujarnya.

    Soal adanya keinginan Kongres AS yang meminta dibicarakannya isu Papua dalam
    kunjungan Obama ke Indonesia, menurut Purnomo itu adalah cuma suara satu atau dua orang saja.

    "Mereka ingin ada pihak ketiga masuk ke Papua selain LSM Papua. Itu hanya suara satu-dua orang saja. Itu tidak menceminkan suara kongres. Ini kedaulatan kita," tegas mantan Menteri ESDM tersebut.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Seluruh Pengawalan Keamanan Obama ke Indonesia Ditangani AS

    Prajurit TNI di Biak Rangkap Jadi Guru

    illustrasi

    Biak (ANTARA News) - Sejumlah prajurit Kodim 1708 Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang bertugas menjaga keamanan di wilayah Koramil distrik Biak Barat melaksanakan tugas rangkap menjadi tenaga guru (pengajar) pada sekolah rintisan pemberantasan buta aksara.

    Komandan Kodim 1708 Biak Letkol Inf Fahrid Amran, di Biak, Rabu mengakui, keterlibatan prajurit TNI menjadi tenaga guru di sekolah setempat sebagai tugas pengabdian anggota dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya di wilayah distrik Biak Barat sekitarnya..

    "Sebagai bentuk kepedulian prajurit TNI akan wajib belajar dan pemberantasan buta aksara, tugas sampingan anggota mengajar siswa patut diberikan dukungan moril karena bertujuan mendidik rakyat supaya bisa membaca, menulis dan berhitung," ucap komandan kodim termuda di Tanah Papua ini.

    Dia mengatakan, untuk membantu pemerintah kabupaten mensejahterakan masyarakat dalam bidang pendidikan, pihak Kodim 1708 Biak sedang membangun satu ruang belajar pemberantasan buta aksara di wilayah Koramil Biak Barat.

    Melalui ketesediaan fasilitas ruang kelas, lanjut Letkol Fahrid, diharapkan ruang belajar ini bisa dimanfaatkan menjadi tempat belajar mengajar bagi anak-anak, orang tua dan masyarakat umum di wilayah Koramil Biak Barat.

    Ia menyebutkan, satu ruang kelas tempat belajar sekolah pemberantasan buta aksara dirintis Kodim 1708 Biak sampai saat ini sedang dalam proses pembangunan.

    "Saya berharap dalam tahun 2010 rampung, sehingga fasilitas ruang kelas yang dibangun bisa dipakai untuk melayani kebutuhan proses belajar mengajar bagi penduduk di daerah ini," tutur alumnus Akmil 1992 ini berharap.

    Menyinggung fasilitas buku pemberantasan buta aksara, menurut Letkol Fahrid Amran, berbagai buku bacaan buat sekolah pemberantasan buta aksara telah tersedia merupakan bantuan langsung dari ketua pengurus Persit Kartika Chandara Kirana Kodam XVII/Cendetawasih.

    "Buku paket kiriman ketua Persit Kodam XVII/Cenderawasih sudah diterima Kodim 1708 Biak, berapa banyak jumlah saya juga tak dapat memastikan karena belum dibuka," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Prajurit TNI di Biak Rangkap Jadi Guru

    Dua Korea Bersatu

    SEOUL, KOMPAS.com — Delegasi Pemerintah Korea Selatan dan Utara akan bertemu pekan ini dalam perundingan militer yang pertama kalinya digelar dalam 2 tahun terakhir dan ditujukan untuk meredakan ketegangan antarperbatasan kedua negara. Perundingan ini akan melibatkan tiga pejabat pemerintah dari masing-masing negara dan berlangsung Kamis (30/9/2010) di dusun wilayah gencatan senjata perbatasan Panmunjom.

    Hubungan kedua negara memburuk setelah Korsel menuduh Korut menembakkan torpedo ke arah salah satu kapal perangnya pada Maret sehingga menewaskan 46 orang. Korea Utara yang membantah terlibat dalam insiden tersebut berupaya memulihkan hubungan bulan ini.

    Korut mengembalikan sebuah kapal penangkap ikan Korsel dan tujuh awaknya seperti yang diusulkan dalam kelanjutan reuni keluarga kedua Korea serta menerima aliran bantuan pangan dari negara tetangganya itu.

    Pada 24 September, Korut mengusulkan perundingan militer untuk membahas konflik perbatasan Laut Kuning serta propaganda penyebaran selebaran berisi seruan anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan oleh sejumlah aktivis. Sementara Korsel menyarankan agar pertemuan besok mencakup agenda tentang dugaan keterlibatan Pyongyang dalam insiden penenggelaman kapal perang Seoul.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Dua Korea Bersatu

    WAMENHAN: INDONESIA TERUS BENAHI INDUSTRI PERTAHANAN

    Galangan Kapal PT. PAL

    Beijing - Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Indonesia terus membenahi industri pertahanannya, tidak saja untuk bermitra di dalam, tetapi juga bermitra dengan luar negeri.

    "Kita terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sumber daya manusia, modal, maupun teknologi," katanya kepada ANTARA serangkaian kunjungannya ke China, Selasa.

    Dari sisi sumber daya manusia (SDM), lanjut Sjafrie, sebenarnya Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain, termasuk dalam penguasaan teknologi.

    Namun, karena kesempatan tidak ada di dalam negeri maka sebagian besar mereka ke luar negeri, katanya.

    Karena itu, pemerintah berupaya memberikan modal bagi Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) agar mampu operasional maksimal.

    "Dengan begitu, sumber daya manusia kita yang berada di luar bisa kembali dan mengabdikan kemampuan dan pengetahuan mereka untuk membangkitkan kembali industri pertahanan dalam negeri," kata Sjafrie.

    Terkait dengan itu, pemerintah secara umum telah menetapkan revitalisasi indsutri pertahanan nasional dengan modal perbankan nasional sebesar Rp800 miliar.

    Tak hanya itu, lanjut Sjafrie, Indonesia juga telah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang diketuai Menteri Pertahanan dan beranggotakan Menteri Perindustrian, Menteri Ristek, Panglima TNI, dan Kapolri.

    Komite tersebut, kata dia, bertanggung jawab kepada Presiden, yakni merumuskan kebijakan industri pertahanan untuk mendukung kebutuhan di dalam negeri.

    "Di samping KKIP itu merumuskan kebijakan kerja sama luar negeri di antara negara-negara yang memiliki kemampuan industri pertahanan," kata Sjafrie.

    Untuk dapat membangun industri pertahanan nasional yang mandiri di dalam negeri dan mampu bersaing di luar negeri, menurut dia, diperlukan SDM, modal, dan penguasaan teknologi yang memadai.

    "Karena itu, pembenahan terus dilakukan pemerintah untuk membangun industri pertahanan nasional, terutama di bidang SDM, modal, dan teknologi, karena sebenarnya industri kita mampu beroperasi maksimal untuk memenuhi kebutuhan di dalam dan luar negeri," tutur Sjafrie.

    Dalam kunjungan kerjanya ke China, Wamenhan berkesempatan menyaksikan Shanghai Expo, dan bertemu Direktur BUMNIP China (Sastind) terkait dengan industri pertahanan kedua negara.

    Sumber: DEPHAN
    Readmore --> WAMENHAN: INDONESIA TERUS BENAHI INDUSTRI PERTAHANAN

    Menhan : Penata Pertahanan

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sangat dikenal sebagai figur tegas dan berani mengambil risiko. Senin (28/9), di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, suami Sri Murniati Sachro ini ikut terbang selama 25 menit dalam uji coba jet tempur Sukhoi SU-300 double seat yang baru dibeli Indonesia dari Rusia. Meski tidak menjadi pilot utama, keikutsertaan Purnomo terbang menggambarkan bahwa ia pemimpin tegas yang berani mengambil risiko.

    Berbicara mengenai pertahanan, pria kelahiran Semarang, 16 Juni 1951, ini punya konsep pemikiran jangka panjang dalam rangka mewujudkan pertahanan negara Indonesia yang kuat. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini menjadi inisiator pembangunan kapal perang besar dan canggih serta berteknologi tinggi, yakni Kapal Perang Perusak Kawal Rudal (PKR) senilai 220 juta dolar AS di PT PAL Indonesia, Surabaya.

    Tak hanya itu, lulusan Fakultas Perminyakan ITB ini juga merencanakan membangun kapal selam berteknologi tinggi di tempat sama. Dua kapal perang ini akan menjadi simbol kekuatan Angkatan Laut RI serta kebangkitan industri pertahanan dalam negeri.

    Pada pertahanan udara, mantan Gubernur OPEC Wina, Austria (1996-1998), ini kembali membuat gebrakan besar membangun skuadron udara. Tak tanggung-tanggung, ia menargetkan hingga tahun 2024 Indonesia sudah memiliki 180 jet tempur Sukhoi buatan Rusia, di luar jet tempur F-16 dan F-15 Tiger yang sudah dimiliki Indonesia.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Menhan : Penata Pertahanan

    Pemerintah Terus lengkapi Sistem Senjata Sukhoi

    Hangar Sukhoi Di Lanud Hassanudin, Makasar(Foto:adiewicaksono.files)

    Jakarta -- Pemerintah terus berupaya melengkapi sistem persenjataan sepuluh pesawat tempur Sukhoi yang telah dibeli dari Rusia, kata Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro.

    Ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Poernomo mengatakan pihaknya masih mendalami produsen senjata dan sumber dana yang akan digunakan untuk membeli senjata tersebut.

    Poernomo mengatakan, produsen senjata tidak harus berasal dari Rusia. Pesawat tempur Sukhoi, katanya, bisa dipersenjatai dengan senjata yang diproduksi oleh produsen lain.

    "Sebetulnya senjata itu bisa dibeli dan tidak harus buatan Rusia," katanya.

    Namun demikian, Kementerian Pertahanan sudah memulai kerjasama dengan pihak Kedutaan Besar Rusia dan Rosoboronexport sebagai produsen untuk pengadaan sistem persenjataan Sukhoi.

    Poernomo menegaskan, Indonesia bisa bekerjasama dengan produsen lain untuk melengkapi sistem persenjataan itu. Bahkan, katanya, pesawat Sukhoi bisa dilengkapi dengan sistem persenjataan buatan dalam negeri, seperti bom P100.

    "Itu kita lihat untuk latihan bombingnya itu di Takalar, itu dengan buatan dalam negeri sudah bisa," katanya.

    Terkait pendanaan, Poernomo mengatakan ada tiga pilihan sumber dana untuk membiayai pembelian sistem persenjataan Sukhoi, yaitu pinjaman dalam negeri melalui sindikasi perbankan nasional, pinjaman luar negeri, dan APBN.

    Namun demikian, Poernomo belum bisa memastikan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mempersenjatai Sukhoi yang nantinya akan ditingkatkan jumlahnya menjadi satu skadron atau 16 unit pesawat.

    "Nilainya memang mahal, tapi untuk mempertahankan negara ini kan memang mahal," katanya.

    Indonesia menegaskan akan menambah enam unit pesawat jet tempur Sukhoi guna menggenapkan sepuluh unit yang ada menjadi satu skuadron.

    Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat kepada ANTARA menyatakan, rencana penambahan enam Sukhoi itu telah mendapat persetujuan presiden.

    Ia mengatakan, keberadaan sepuluh pesawat Sukhoi yang bermarkas di Skadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, belum memadai untuk memberikan daya tangkal.

    "Dibandingkan dengan wilayah udara nasional yang begitu luas, sepuluh unit Sukhoi yang ada belum memadai," tutur Imam.

    Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki 18 Sukhoi meski luas wilayah udaranya lebih kecil. Sementara itu, berdasar catatan, Singapura memiliki 24 pesawat F15.

    Sejak 2003 Indonesia telah memiliki sepuluh pesawat tempur Sukhoi yang dibeli dari Rusia. Pada 2003 Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.

    Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007. Perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur kepada Indonesia tersebut bernilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009. Dan tiga unit Sukhoi SU-27SKM masing-masing tiba pada Jumat (10/9) dan Kamis (16/9).

    TNI Angkatan Udara juga telah mengirimkan calon penerbang dan teknisi Sukhoi ke Rusia dan Cina untuk belajar.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pemerintah Terus lengkapi Sistem Senjata Sukhoi

    Sukhoi Baru Itu Untuk Patroli

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Rusia untuk RI Alexander Ivanov saat acara serah terima pesawat Sukhoi 27 SKM Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Tb Hasanudin mengatakan Sukhoi yang saat ini dimiliki oleh Indonesia ini memang bukan diperuntukan untuk perang, melainkan hanya untuk menjalankan tugas patroli. "Kami pahami memang persenjataannya sangat mahal," ujar Hasanudin kepada TEMPO di Jakarta, Selasa 28 September 2010.

    Hasanudin mengungkapkan mahalnya harga persenjataan yang harus dibeli untuk melengkapi pesawat Sukhoi yang telah dimiliki. "Harga misilnya dikabarkan 20 persen dari harga pesawat," ujarnya.

    Oleh karenanya, dia berpendapat perlu kiranya ada dana tambahan untuk bisa mempersenjatai Sukhoi yang Indonesia miliki. "Itu sudah dimintakan terkait anggaran pertahanan dan sedang dibahas oleh Komisi Pertahanan soa,' ujarnya.

    Seperti diketahui, tiga pesawat Sukhoi asal Rusia yang diserahkan ke Indonesia ternyata dibeli tanpa persenjataan. Tak ada peluru kendali yang biasanya melengkapi pesawat tempur. Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro mengatakan, dalam kontrak pembelian memang tidak dilengkapi dengan persenjataan. Kontrak pembelian Sukhoi, memang tidak bisa satu paket dengan senjatanya. Soalnya, pabrik pembuat Sukhoi, Komsomolsk Amure Aircraft Production Association, berbeda dengan pabrik pembuat senjata rudalnya. itu.

    Sebelumnya kepada TEMPO di awal pekan ini,Ketua Komisi Pertahanan, Mahfudz Shiddiq setuju jika ada langkah untuk melakukan modernisasi alutsista. DPR, kata Mahfudz jelas akan mendukung langkah pemutakhiran senjata dan alat pertahanan lainnya tersebut. "Kami jelas akan dukung," ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Sukhoi Baru Itu Untuk Patroli

    Sukhoi Malaysia Lebih Lengkap, Pilot RI Lebih Hebat

    INILAH.COM, Jakarta - Pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia menjadi primadona bagi TNI AU Indonesia dan TUDM Malaysia.

    Indonesia memiliki 10 Sukhoi jenis Su-27SK dan Su-30MK sedangkan Malaysia memiliki 18 Sukhoi jenis Su-30MKM. Apa perbedaan kedua Sukhoi tersebut?

    Menurut pengamat dirgantara Dudi Sudibyo, antara Sukhoi milik Indonesia dan Malaysia hampir tak ada bedanya. Kedua tipe pesawat tersebut sama canggihnya.

    “Tidak ada perbedaan yang menjadikan Sukoi Malaysia lebih canggih daripada Sukhoi kita, sama saja,” ujar Dudi kepada INILAH.COM, Selasa (28/9) malam.

    Satu-satunya yang membedakan menurut Dudi adalah kelengkapan rudal atau misilnya. Misil milik Sukhoi Malaysia lebih lengkap ketimbang Shukoi Indonesia.

    Dudi mengatakan, Shukoi milik Malaysia telah dilengkapi berbagai misil, sedangkan Shukoi milik Indonesia masih belum dilengkapi misil.

    “Pesawat Shukoi kita cukup walau misil kita minim namun kita punya pilot-pilot yang memadai dan cakap, apalagi Amerika mengakui kalau pilot kita memang terampil dalam berbagai pelatihan bersama,” ujar Dudi.

    Sebagaimana diberitakan, Kementerian Pertahanan berencana menambah pembelian 6 Sukhoi tipe Su-30MK mulai 2010 hingga 2014. Dengan demikian pada 2014 TNI AU akan memiliki 1 Skadron Sukhoi berjumlah 16 pesawat.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Sukhoi Malaysia Lebih Lengkap, Pilot RI Lebih Hebat

    Tuesday, September 28, 2010 | 9:49 PM | 0 Comments

    Menhan : Penyelesaian Kontrak Kapal Selam Di Penghujung Tahun 2010

    Kapal Selam U-214 yang telah ditawarkan HDW Jerman

    JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pengadaan enam pesawat tempur jenis Sukhoi yang dibeli dari Rusia, pemerintah harus merogoh dana sekitar 300 juta dollar Amerika Serikat.
    Memang, harganya jadi cukup mahal. Akan tetapi, mempertahankan negara ini, kan,

    Dengan demikian, harga per satu unit pesawat Sukhoi mencapai sekitar 50 juta dollar AS. Namun, pembelian pesawat tempur tersebut, tidak termasuk kontrak pembelian jenis senjata tempurnya. Sebab, pengadaan senjata harus dilakukan dengan kontrak berbeda.

    Hal itu diakui Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjawab pers, seusai menghadiri pelantikan Panglima TNI yang baru Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksdya TNI Poernomo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/9).

    "Memang, harganya jadi cukup mahal. Akan tetapi, mempertahankan negara ini, kan, memang tidak murah. Namun, devisa yang kita miliki, kan, juga cukup besar, yaitu sampai 78 juta dollar AS," tandas Purnomo.

    Menurut Purnomo, dana yang digunakan untuk enamm pesawat Sukhoi itu melalui fasilitas kredit ekspor (KE) yang berasal dari dana sindikasi tiga bank dalam negeri, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI 46 dan Bank Rakyat Indonesia. "Dana APBN-nya hanya sebesar 15 persen, yakni untuk lokal content-nya saja," tambahnya.

    Adapun, kata Purnomo, penggunaan dana devisa negara yang mencapai 78 juta dollar AS, harus seizin Menteri Keuangan terlebih dulu. Diakui Purnomo, harga per unit pesawat jenis Sukhoi sekitar 50 juta dollar AS itu baru termasuk rak untuk pemasangan senjata dan bom yang akan melengkapinya.

    "Jadi, kalau mau pasang senjata dan bom-nya, harus cari sendiri. Kita bisa mencarinya dari mana saja. Tidak harus dari Rusia," lanjutnya.

    Purnomo mengakui, setiap jenis pesawat Sukhoi dilengkapi dengan empat rak untuk penempatan senjata dan pembom-nya. Sukhoi bisa digunakan untuk pertempuran udara maupun aksi pemboman wilayah musuh.

    Target dua kapal selam


    Lebih jauh, Purnomo mengakui dari enam kapal fregat yang dicita-citakan TNI Angkatan Lau, akan dibangun PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, ternyata pemerintah baru mampu merealisasi satu unit saja.

    Sementara, di tempat yang sama, Laksdya TNI Poernomo mengakui kepada Kompas, akhir tahun ini korpsnya berusaha menyelesaikan kontrak bagi pembangunan dua kapal selam samudra. Jika terwujud, pihaknya akan mengajukan kepada Kementerian Kehutanan.

    Namun, ia belum mau merinci dengan negara mana pembangunan dua kapal selam samudra tersebut dilakukan. "Kalau akhir tahun ini kontraknya sudah ditandatangani, pembuatan kapal selamnya bisa berlangsung selama tiga tahun," kata Poernomo.

    Poernomo menambahkan, sebagai KSAL yang baru, ia akan melanjutkan program yang dirintis oleh KSAL sebelumnya, yaitu Agus Suhartono. "Program Pak Agus kan belum selesai. Jadi, saya harus melanjutkan program alat utama sistem kesenjataan (alutsista), peningkatan profesionalisme, kesejahteraan anggota dan efisiensi anggara," demikian Poernomo.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Menhan : Penyelesaian Kontrak Kapal Selam Di Penghujung Tahun 2010

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.