ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, May 1, 2010 | 2:51 PM | 0 Comments

    AS Terancam Tentara Buncit


    WASHINGTON, KOMPAS.com — Meningkatnya jumlah orang yang kegemukan di kalangan pemuda Amerika dapat merusak masa depan militer AS karena orang yang direkrut berpotensi terlalu gemuk untuk melakukan tugas militer, kata dua purnawirawan jenderal, Jumat (1/5/2010).

    "Angka kegemukan mengancam kesehatan Amerikat dan kekuatan masa depan militer kita secara keseluruhan," kata pensiunan jenderal, John Shalikashvili dan Hugh Shelton, keduanya mantan pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, dalam satu komentar.

    Kegemukan membuat gugur makin banyak orang yang akan direkrut untuk bertugas di militer dibandingkan dengan faktor medis lain, tulis kedua mantan panglima itu di Washington Post.

    Kedua jenderal tersebut mendesak Kongres untuk menngesahkan peraturan yang akan menjamin gizi lebih di sekolah dan menawarkan lebih banyak sayuran, buah, serta makanan dari gandum dan pada saat yang sama mengurangi kandungan tinggi gula, sodium, dan lemak buat anak-anak. "Kami menganggap masalah ini sangat serius dari perspektif keamanan nasional sehingga kami bergabung dengan lebih dari 130 pensiunan jenderal lain, laksamana, dan pemimpin senior militer dalam menyerukan Kongres agar mengesahkan peraturan baru mengenai gizi buat anak-anak," tulis kedua mantan komandan itu, bagian dari kelompok nirlaba yang disebut Mission: Readiness.

    Satu studi yang disiarkan pada Maret memperingatkan makin banyak anak Amerika menjadi sangat gemuk pada usia sangat muda sehingga mereka menghadapi risiko tewas beberapa dasawarsa lebih muda dibandingkan dengan anak-anak dengan berat normal dan menderita sakit usia tua saat mereka berusia 20 tahun.

    Militer AS juga menghadapi masalah dengan tentara yang sudah bertugas, tetapi memiliki tubuh tambun. Sebagian tentara kehilangan promosi akibat kegagalan mereka untuk memenuhi standar kesehatan.

    Meskipun militer menghadapi angka perekrutan yang memecahkan rekor tahun lalu, para pejabat mengatakan bahwa masalah kegemukan yang meningkat pada gilirannya dapat menjadi gangguan serius bagi upaya perekrutan.

    Kedua pensiunan jenderal tersebut sepakat dengan rencana pemerintahan Presiden Barack Obama untuk menambah dana sebesar satu miliar dollar AS per tahun selama 10 tahun ke depan bagi program gizi anak.

    Menanam modal pada sektor gizi masuk akal karena negara itu sudah mengeluarkan 75 miliar dollar AS per tahun untuk biaya medis yang berkaitan dengan kegemukan, kata mereka.

    Dengan mengutip jumlah dari Walter Reed Army Institute of Research, mereka mengatakan di dalam komentar mereka bahwa bagian orang yang berpotensi direkrut dan gagal dalam pemeriksaan fisik karena mereka sangat gendut telah melonjak hampir 70 persen sejak tahun 1995.

    Shalikashvili, yang memimpin Kepala Staf Gabungan AS dari tahun 1993 sampai 1997, dan Shelton, yang memangku jabatan yang sama dari tahun 1997 sampai 2001, mengutip peraturan peluncuran sekolah yang disahkan tahun 1946 sebagai contoh.

    Pada saat yang sama para pemimpin militer mengakui, gizi buruk mengurangi calon yang berkualitas bagi angkatan bersenjata, kata mereka. "Kita harus bertindak, sebagaimana kita lakukan setelah Perang Dunia II, untuk memastikan bahwa anak-anak kita pada satu hari dapat mempertahankan negara kita jika itu diperlukan," kata mereka.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Terancam Tentara Buncit

    Harga Anoa Untuk Malaysia Lebih Mahal 30%


    BANDUNG- Produk Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad memasuki pasar di kawasan regional. Ini ditandai dengan peluang besar memenuhi permintaan Malaysia sebanyak 32 unit untuk spek misi penjaga perdamaian PBB. BUMN yang memiliki bidang usaha strategis tersebut bersaing dengan produk Renault, Prancis. Pindad optimistis, pilihan negara tetangga itu jatuh kepada mereka.

    “Kami tinggal menyelesaikan pengujian lanjutan. Setelah itu proses melengkapi dokumen sebelum penandatangan kontrak,” tandas Dirut Pindad, Adik Avianto Soedarsono di Bandung, Jumat (30/4).

    Menurut dia, untuk keperluan itu, tim dari Malaysia dijadwalkan
    kembali ke Pindad dalam pekan ini. Sebelumnya, Panser yang jugadigunakan TNI itu telah lulus uji pada Februari. Saat itu,sebanyak tujuh orang utusan negeri jiran itu menjajal ketangguhankendaraan taktis itu di segala medan dan fitur sistem persenjataanyang melekat.
    Mesin Renault Dijelaskan, panser pesanan Malaysia itu mempunyai spek mesin yang berbeda dengan milik Indonesia. Pasalnya, panser TNI menggunakan mesin Renault. Karena itu, tidak mungkin bagi Pindad berhadapan langsung dengan produsen asal Eropa itu guna memperebutkan ceruk alutsista di Malaysia.

    Pindad menggunakan mesin buatan Mercedes-Benz atau Deutz asal Jerman. Pergantian mesin itu dipastikan tidak memengaruhi performa panser yang jadi jualan andalan pabrik alutsista yang berpusat di Bandung tersebut.

    Kekuatan mesin baru serupa dengan mesin asal Prancis sama-sama menghasilkan 320 tenaga kuda. Selain itu, panser juga dilepas lebih mahal 30 persen dari harga ke Dephan sebesar Rp 7 miliar per unit.

    “Apabila Mei ini gol, panser bisa diselesaikan pada akhir tahun untuk Malaysia,” tegasnya. Meski demikian, hal itu kemungkinan berpengaruh terhadap pasokan 61 unit panser serupa pesanan Dephan yang masih tersisa dari total pengadaan 154 Panser. Dari jumlah itu baru 8 unit yang terkirim. Atas kondisi itu, imbuhnya, Dephan RI dapat memahami keterlambatan itu. Diperkirakan seluruh pesanan dalam negeri itu baru dapat diselesaikan pada Februari 2011.
    Terkait pengadaan panser itu, Pindad juga tengah mengajukan kenaikan harga baru mengingat faktor inflasi dan komponen impor. Besarannya antara 10-15 persen. “Suratnya sudah dikirimkan.”

    Selain Malaysia, negara tetangga seperti Philipina dan Vietnam juga menyatakan minatnya. Tak hanya itu, Nepal dan negara Timur Tengah seperti Yaman juga mengungkapkan keinginan serupa.

    Sumber: SUARA MERDEKA
    Readmore --> Harga Anoa Untuk Malaysia Lebih Mahal 30%

    Listrik Tenaga Nuklir Dibangun 2018 hingga 2020


    JAKARTA--MI: Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Hudi Hastowo, mengatakan Indonesia baru memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir antara tahun 2018 dan 2020, atau mundur dari jadwal semula.

    "Sudah pasti mundur, dan tidak mungkin pada tahun 2016," kata Kepala Batan Hudi Hastowo pada diskusiƂ tentang Mengenang 24 Tahun Kecelakaan Chernobyl di Jakarta, Jumat (30/4).

    Ia mengingatkan masyarakat bahwa kebutuhan energi listrik pada masa depan akan sangat tinggi. Karena itu, PLTN harus menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan energi nasional agar kebutuhan tersebut bisa mencukupi.

    "Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ini tidak menegasikan energi alternatif lainnya karena PLTN hanya melengkapi saja agar tetap bisa cukup. Semua energi juga masuk dalam rencana pengembangan, baik panas bumi, air, angin, surya, maupun biomassa," katanya.

    Potensi panas bumi Indonesia sebesar 28 gigawatt (GW), menurut dia, belum mencukupi. Demikian pula tenaga air yang semakin terbatas, tenaga angin yang kecepatannya tidak memenuhi syarat, tenaga surya yang pengadaan sel suryanya sangat mahal, dan energi alternatif lainnya.

    Ia juga menegaskan bahwa teknologi PLTN saat ini sudah jauh lebih maju dibanding dengan teknologi masa lalu. Apalagi sangat menekankan keselamatan dengan hadirnya konsep PLTN generasi IV yang aman, ekonomis, dan limbahnya minimal.

    Selain itu, sejak kejadian Chernobyl telah lahir berbagai konvensi yang secara administratif lebih meningkatkan keselamatan nuklir, misalnya Nuclear Safety Convention yang tidak memungkinkan suatu negara menyembunyikan informasi terkait keselamatan PLTN.

    Juga lahir Konvensi Early Warning Notification on Nuclear Accident yang mengikat negara anggota untuk melaporkan sesegera mungkin suatu kecelakaan pada fasilitas nuklirnya sehingga negara lain bisa segera meresponnya.

    Konvensi tentang Third Party Liability juga disepakati untuk memberi jaminan pihak ketiga yang dirugikan akibat tindakan suatu fasilitas nuklir, ujarnya. "Indonesia sudah meratifikasi semua konvensi internasional yang dibutuhkan sebelum masuk ke era PLTN," katanya.

    Sumber: media indonesia
    Readmore --> Listrik Tenaga Nuklir Dibangun 2018 hingga 2020

    Friday, April 30, 2010 | 8:50 PM | 0 Comments

    Menhan Kunjungi Pulau Terluar Miangas


    MANADO--MI: Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengunjungi pulau terluar Miangas, di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) 30 April 2010-1 Mei 2010, dalam rangka memantau kondisi keamanan di bagian utara Indonesia itu.

    "Kunjungan Menhan itu sekaligus meresmikan prasasti Pertahanan Indonesia di bagian utara Indonesia, sebagai bentuk pengakuan kedaulatan bangsa Indonesia," kata Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut Christian Sumampouw, di Manado, Jumat (30/4).

    Menhan yang didampingi Gubernur Sulut serta jajaran Muspida provinsi tersebut menumpangi KRI Iskandar Muda dengan nomor lambung 367, bertolak dari Pelabuhan Bitung. Kunjungan pejabat negara itu sekaligus mempertegas kepada dunia internasional, termasuk negara tetangga Filipina, bahwa pulau terluar Miangas dan Marore adalah milik Indonesia.

    Sementara itu, anggota DPRD Sulut dari daerah pemilihan Talaud dan Sangihe Ben Alotia mengharapkan adanya perhatian serius pemerintah terkait pembangunan dan keamanan di pulau-pupau terluar yang ada.

    "Ada 11 pulau terluar di bagian utara Indonesia membutuhkan perhatian pemerintah, seperti konteks pelayanan pembangunan dan kesejahteraan rakyat serta keamanan," katanya.

    Menurutnya, masih banyak warga di Pulau Miangas tertinggal pembangunan dan hidup dibawah garis kemiskinan, sehingga perlu diberikan perhatian serius.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Menhan Kunjungi Pulau Terluar Miangas

    Pesawat Tempur Sukhoi Latihan Cakra-B/10


    Para Crew dan teknisi Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanauddin mulai hari Kamis, (29/4) selama dua hari sibuk menyiapkan satu Flight Pesawat Termpur Sukhoi 27/30 sebagai pelaku dalam kegiatan Latihan Pertahanan Udara dengan sandi “Cakra-B/10” di Kosekhanudnas (Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional) II yang berkedudukan di Makassar.

    Selain Pesawat Tempur Sukhoi, Lanud Sultan Hasanuddin juga melibatkan pesawat Boeing 737 intai strategis yang berhome base di Skadron Udara 5 Wing 5 dan Heli Puma SA 330 dengan misi sebagai stanby SAR.

    Latihan Cakra-B/10 yang melibatkan 405 personel, dan Pusat Operasi Sektor Makosek Hanudnas II sebagai Pos Komando Pengendalian dibawah kendali Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama Jhon Dalas Sembiring dengan wilayah latihan di jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II serta wilayah Ambalat dan Bontang Kalimantan Timur.

    Adapun para pilot pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang terlibat dalam latihan Cakra-B/10 adalah Komandan Skdron Udara 11 Wing 5 Letkol Pnb Tony Haryono, Mayor Pnb Untung Surapati, Mayor Pnb David Tamboto, Kapten Pnb Rianto Dwi Putra, Lettu Pnb Bambang Baskoro, Lettu I Gusti Ngurah Sorga serta Vincent ?.

    Sedangkan dari Boeing 737 Intai strategis adalah Mayor Pnb Bambang Sadewo, Mayor Pnb Yoyon Kuscahyono, Kapten Pnb Wamildan Tsani P dan Lettu Pnb Devi Oktaviandra serta Mayor Pnb Henry Pilot Heli Puma SA-330.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Pesawat Tempur Sukhoi Latihan Cakra-B/10

    Indian Navy commissions first indigenous 'stealth' frigate


    The Indian Navy on Thursday commissioned the INS Shivalik, the first of three new indigenous stealth frigates, the Defense Ministry said.

    The 6,200-ton, 142.5 by 16.9 meter frigate has low radar visibility. Special aerodynamics, as well as the equipment and materials used in building the warship makes it very difficult to monitor its movements.

    It has a range of 5,000 nautical miles at cruising speed of 18 knots and a crew of 257, including 35 officers.

    Speaking at an official ceremony, Defense Minister A K Antony said there had been a distinct shift in country's policy from a "Buyer's Navy to a Builder's Navy."

    "We must continue with our efforts to transform and modernize our shipyards, so that they can not only meet the domestic demands but also achieve latest international standards in quality construction," he said.

    He said India's long coastline and ever expanding exclusive economic zone made it imperative to defend land and sea lanes.

    The INS Shivalik is the first in the series, the other two being the Satpura and the Sahyadiri. The Navy has said Shivalik-class frigates will be its mainstay warships in the first half of the 21st century.

    Apart from India, only the U.S., Russia, the U.K., France, Sweden, Japan, Italy and China have the capability to build stealth warships of this size and class.

    From: RIA
    Readmore --> Indian Navy commissions first indigenous 'stealth' frigate

    Pindad Dongkrak Penjualan Kendaraan Tempur Panser


    BANDUNG, (PRLM).-PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) menggarap serius pasar regional Asia Tenggara untuk mendongkrak penjualan kendaraan tempur panser. Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan dalam waktu dekat ini penjualan 32 unit panser ke negara jiran Malaysia tinggal menunggu kesepakatan akhir yang akan dilakukan pada pertengahan Mei 2010. Selain Malaysia, Pindad dan Departemen Pertahanan menjajaki kerja sama perdagangan panser dengan Vietnam. Di saat yang bersamaan, pasar Filipina pun akan digarap

    "Pada saat pameran di Malaysia baru-baru ini, Filipina menyatakan tertarik pula dengan produk panser kami," kata Adik, Jumat (30/4).

    Saat ini, panser yang akan dijual ke Malaysia masih menjalani serangkaian ujicoba di lokasi pabrik Pindad, Kiaracondong Bandung. Beberapa komponen juga masih disempurnakan antara lain mesin, sistem pendingin, dan transmisi.

    Dia menuturkan khusus untuk penjualan Panser ke Malaysia, perangkat mesin tidak lagi menggunakan mesin pabrikan Renault. Akan tetapi, menggunakan mesin Mercedes-Benz. "Karena Renault ternyata menjadi pesaing kami untuk memasok kendaraan ke Malaysia sehingga kami harus mengganti komponen mesin," kata Adik.

    Namun demikian, Pindad belum memastikan, apakah unit panser yang akan dijual ke Malaysia akan menggunakan mesin Benz. Adik mengemukakan ada dua pilihan mesin yang akan dipakai untuk panser tersebut yaitu Benz atau Deutz yang hampir sama dengan mesin Renault berkapasitas 7.000 cc dan berkekuatan 320 tenaga kuda.

    Selain menjajal dan menyempurnakan produk, Pindad dan Malaysia juga masih membenahi berbagai persyaratan administrasi supaya transaksi penjualan yang dilakukan benar-benar menerapkan prinsip good and clean government. Jika semua uji coba dan persyaratan rampung dalam waktu dekat ini, maka kesepakatan penjualan 32 unit panser akan dilakukan Mei 2010.

    Selanjutnya, pengiriman pertama panser ke Malaysia bisa dilakukan pada November 2010 dan sisanya pada akhir tahun. Adik mengatakan pihaknya juga akan mengusulkan penyelesaian sisa 61 unit panser dari total 154 unit, jika penjualan panser ke Malaysia benar-benar terwujud.

    Dia menuturkan harga jual panser ke Malaysia akan lebih mahal 30% dibandingkan dengan harga panser yang dipesan Dephan seharga Rp7 miliar. "Memang ada beberapa hal yang membuat harga jual ke Malaysia lebih mahal," katanya.

    Juga dijelaskannya, harga jual panser pada tahun ini akan dinaikkan 10 persen sampai 15 persen, sebagai penyesuaian dengan perkembangan ekonomi makro. Untuk itu, Adik meminta agar pemerintah mau mengucurkan dana tambahan untuk pembayaran unit sisa panser.

    "Memang kontraknya dengan pemerintah berlangsung pada 2007, tetapi harga tahun 2007 mungkin berbeda dengan harga sekarang," katanya.

    Lonjakan harga baja belakangan ini, juga berpengaruh pada harga jual produk Pindad secara keseluruhan. Akan tetapi, kata Adik, kenaikan harga produk tersebut tidak terlalu signifikan.

    Sumber:PIKIRAN RAKYAT
    Readmore --> Pindad Dongkrak Penjualan Kendaraan Tempur Panser

    PT Pindad Jual 32 Panser ke Malaysia

    BANDUNG--MI: PT Pindad dalam waktu dekat akan menjual 32 unit peralatan tempur jenis panser kepada Malaysia. Bersama Departemen Pertahanan, perusahaan itu juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa negara lain.

    Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, Jumat (30/4), mengatakan penjualan sebanyak 32 unit panser ke Malaysia tinggal menunggu kesepakatan akhir yang rencananya baru akan dilakukan Mei mendatang.

    Sedangkan mengenai rencana kerja sama (penjualan) panser ke Vietnam dan Filipina, dilakukan karena kedua negara itu mengaku tertarik dengan panser produksi PT Pindad. "Untuk sementara ini masih dalam tahap penjajakan," jelasnya.

    Ia menjelaskan, penjualan panser ke sejumlah negara merupakan bukti keseriusan PT Pindad untuk mendominasi pasar regional Asia Tenggara, sekaligus mendongkrak penjualan peralatan tempur jenis panser.

    Menurut Adik, hingga saat ini panser pesanan Malaysia masih dalam proses uji coba dengan beberapa komponen, seperti mesin, sistem pendingin, dan transmisi, masih perlu disempurnakan

    Panser pesanan Malaysia, katanya, perangkat mesinnya tidak lagi menggunakan buatan Renault, melainkan menggunakan mesin Mercedes-Benz. "Karena Renault kini menjadi pesaing PT Pindad dalam memasok kendaraan ke Malaysia, sehingga harus mengganti komponen mesin," ujarnya.

    Namun demikian, PT Pindad belum memastikan apakah panser yang akan dijual ke Malaysia akan menggunakan mesin Benz. Adik mengemukakan ada dua pilihan mesin yang akan dipakai untuk panser tersebut, yaitu Mercedes-Benz atau Deutz yang hampir sama dengan mesin Renault berkapasitas 7.000 cc dan berkekuatan 320 tenaga kuda.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> PT Pindad Jual 32 Panser ke Malaysia

    Mundur, Pembangunan PLTN di Indonesia


    JAKARTA, KOMPAS.com— Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Hudi Hastowo mengatakan, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia diundur. Sedianya, tahun 2003 pemerintah berencana membangun PLTN pada 2016. Namun, berdasarkan realitas tahun 2010, pembangunan ini diperkirakan baru terealisasi tahun 2020.

    "Rencana 2016 impossible," ujar Hudi kepada para wartawan, Jumat (30/4/2010) di Gedung BPPT, Jakarta. Hudi memaparkan beberapa persiapan yang masih perlu dilakukan, seperti program, infrastruktur, sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta laporan analisis keselamatan atau LAK. LAK dikatakan sebagai syarat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Syarat inilah yang paling berat. Secara umum, LAK berisi analisis kejadian yang mungkin terjadi ketika PLTN dibangun, beserta asumsi yang disepakati bersama, penanganannya, serta perencanaan darurat (emergency planning)-nya.

    "Jadi, kita harus memetakan hal-hal terburuk yang dapat terjadi serta penanganannya. Misalnya, sistem pendingin PLTN mati, atau pipanya patah akibat gempa. Ini cukup sulit," katanya.

    Hudi menambahkan, hingga saat ini belum diputuskan lembaga mana yang akan menjalankan PLTN. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), katanya, hanya bertugas mempersiapkan sarana dan prasarana. Ia menegaskan, pembangunan PLTN perlu melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari Batan, Bapeten, kementerian-kementerian terkait, hingga universitas.

    Energi terbarukan tetap jalan

    Hudi mengatakan, pembangunan PLTN tidak berarti menegasikan usaha penciptaan energi terbarukan. Pemerintah masih terus mengupayakan penggunaan energi terbarukan, seperti biomass, geotermal, bioetanol, energi surya, dan biofuel. "Ayo, kita kembangkan semua sumber energi dan energi terbarukan," katanya.

    Huda berpendapat, usaha penciptaan energi terbarukan tetap dilakukan secara bersamaan dengan pembangunan PLTN. Pasalnya, dirinya memperkirakan kebutuhan energi suatu negara terus meningkat seiring bertambah makmurnya negara tersebut. Ada korelasi antara peningkatan indeks pembangunan manusia dan kebutuhan energi.

    Sementara itu, Irwanuddin M Eng dari Pusat Pengkajian Pengembangan Energi Nuklir Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia meminta agar masyarakat tidak lagi menggunakan alasan bocornya reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina, sebagai alasan menentang pembangunan PLTN di Indonesia. "Di Chernobyl, ada empat reaktor nuklir. Tiga reaktor power plant dan satu reaktor riset. Yang bocor adalah reaktor riset. Reaktor riset itu tipe 150 dan sifatnya masih klasik. Reaktor untuk power plant stabil," ujarnya.

    Irwan mengatakan, penggunaan energi nuklir dapat disandingkan dengan penggunaan energi terbarukan lainnya. Dirinya mencontohkan Rusia, yang 75 persen sumber listriknya berasal dari PLTN.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Mundur, Pembangunan PLTN di Indonesia

    Radar Tidak Deteksi Sampah Antariksa Jatuh


    JAKARTA - Benda angkasa yang jatuh menembus atap rumah warga Duren Sawit sekira pukul 17.00 WIB kemarin, hingga saat ini belum dapat identifikasi. Namun terdapat dua dugaan sebagai penyebabnya, sampah antariksa atau meteorit.

    Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan radar yang memonitor kondisi langit, tidak mendeteksi keberadaan sampah antariksa tersebut. Namun bukan berarti benda angkasa yang menghujam hingga ke dasar lantai warga tersebut, merupakan meteor.

    "Kami belum dapat memastikan benda tersebut meteor," ungkap Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati di lokasi kejadian, Jalan Delima VI Gang 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (30/4/2010).

    Menurutnya kepastian jenis benda tersebut menunggu penelitian dari tim ahli yang dikabarkan sedang berada di dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.

    Sejauh ini benda angkasa yang misterius itu masih berada di lokasi, tersembunyi di reruntuhan, dan kemungkinan berada di dalam tanah. Tapi dampak kehancurannya di permukaan tanah, kata Elly, tidak terlihat seperti ceruk.

    Dari pantauan, dalam reruntuhan bangunan rumah tidak ditemukan lubang bekas ledakan. Namun benda di sekitar pusat ledakan mengkerut dan gosong seperti terbakar.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Radar Tidak Deteksi Sampah Antariksa Jatuh

    Lapan Akan Rilis Ledakan Duren Sawit

    JAKARTA - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) akan memberikan keterangan resmi kepada pers setelah tim peneliti usai melakukan observasi di lokasi ledakan misterius di Jalan Delima VI Gang 2 Nomor 31 RT 01 RW 5 Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    "Kita tidak wawancara dulu sama wartawan sebelum peneliti datang dan mengobservasi semua. Ketika peneliti datang dan selesai bekerja, baru kita semua ngumpul dan buka wawancara," terang Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati di lokasi, Jumat (30/4/2010).

    Menurut dia, sebelumnya tim dari Puslabor sudah membawa sempel dari sisa-sisa ledakan dari TKP yang hingga saat ini belum ditemukan adanya bongkahan meteorit. "Debu-debu dan bata-bata yang terbakar tidak dikirim ke Bandung, tapi dibawa ke Puslabor Mabes Polri," jelas dia.

    Sementara itu dari pantauan, warga masih berdatangan untuk melihat lokasi ledakan, meski jumlahnya tidak begitu banyak dari sebelumnya. Pemilik rumah saat ini tidak memperkenankan wartawan masuk ke dalam rumah untuk mengambil gambar.

    Alasannya, pemilik sedang merapikan kondisi rumah yang porak-poranda. Kapolda Metro Jaya juga dikabarkan akan meninjau lokasi, sedangkan sejumlah polsi masih berjaga di TKP

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Lapan Akan Rilis Ledakan Duren Sawit

    Thursday, April 29, 2010 | 10:20 PM | 0 Comments

    Andai China Serang Taiwan


    TAIPEI, KOMPAS.com — Lebih dari 6.500 tentara Taiwan, termasuk pasukan elite khusus, Kamis (29/4/2010), ikut ambil bagian dalam pelatihan militer terbesar di pulau itu dalam tahun ini. Mereka melakukan simulasi hari-H serangan China terhadap pulau tersebut.

    Sekitar 4.900 prajurit, dibantu pesawat-pesawat jet tempur F-16 dan helikopter tempur Super Cobra, dikerahkan di dekat Chialutang, sebuah desa pantai di Taiwan selatan, pada saat mereka mempertahankan pantai itu dari serangan musuh.

    "Jika perang pecah, maka Pantai Chialutang tampaknya akan dijadikan tempat pendaratan bagi pasukan China," kata seorang letkol militer kepada AFP, setelah latihan selama sehari. Dia hanya memperkenalkan dirinya bernama panggilan Tai.

    Beberapa kilometer di daratan, 1.200 prajurit infantri melakukan simulasi pertahanan terhadap pasukan musuh, yang didrop dari udara untuk mendukung serangan pantai.

    Sementara itu, di kota pelabuhan Huko di utara pulau tersebut, 400 tentara ikut ambil bagian dalam latihan kemampuan militer untuk pasukan khusus gerak cepat yang menempuh jarak jauh. Hal itu dikatakan oleh juru bicara militer.

    Terakhir, pulau itu menyelenggarakan pelatihan militer serupa pada Desember 2008. Namun, pelatihan tersebut hanyalah permainan perang komputer.

    Hubungan-hubungan antara Taipei dan Beijing telah membaik, terutama sejak Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang yang bersahabat dengan China mengambil alih kekuasaan pada 2008 dan berikrar untuk meningkatkan hubungan perdagangan serta mengizinkan kedatangan turis China.

    Namun, Beijing tidak memutuskan untuk menggunakan kekuatan terhadap pulau itu, yang mereka anggap sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun telah diperintah secara terpisah sejak perang sipil berakhir pada 1949.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Andai China Serang Taiwan

    Wednesday, April 28, 2010 | 11:18 PM | 0 Comments

    Kapal Pesiar Produksi Maxim Indonesia


    illustrasi

    CIREBON, KOMPAS.com - Perusahaan pembuat kapal berbahan fiber, PT Maxim Marine Indonesia, meluncurkan produk pertamanya yaitu kapal pesiar ’Alpha 65’ di Pelabuhan Cirebon, Jabar, Rabu.

    Kapal pesiar pribadi itu berukuran 70 kaki, berkecepatan tinggi hingga mencapai 40 knot.
    Di galangan pembuatannya yang beralamat di Jl Perniagaan No 8 Pelabuhan Cirebon, kapal berkapasitas delapan orang tersebut merupakan pesanan perusahaan Jepang.

    Kapal itu masih dalam tahap pengerjaan dan baru akan selesai sekitar lima bulan mendatang, dengan harga jual Rp14 miliar.

    President Director PT Maxim, Ito Sadayuki, mengatakan, pembuatan kapal tersebut menggunakan teknologi yang sangat canggih, bahkan untuk pembuatan mold (bentuk rangka, RED) menggunakan sistem komputerisasi terutama untuk ’cutting’ menggunakan ’cutting laser’ berukuran satuan mili.

    "Dalam pengerjaannya kami menggunakan teknologi canggih dan dikerjakan dengan tingkat ketelitian, kecermatan dan keamanan yang tinggi serta memiliki desain yang futuristik," kata Ito dalam bahasa Jepang.

    Beberapa kelebihan kapal buatannya tersebut, kata Ito, ada pada kestabilan, ’power’ dan sudut pemecah gelombang yang akurat sehingga mampu bertahan di laut dengan ombak tinggi sekalipun.

    Untuk saat ini, Ito mengaku baru memproduksi kapal jenis ’cruiser’ yaitu tipe ’alpha 65’ yang mempunyai ukuran 70 kaki dan kapasitas penumpang delapan orang.

    Kapal pesiar berbahan bakar oktan 92 ini memiliki panjang 19,5 meter, lebar 16,7 meter dan tinggi 5,8 meter, memiliki dua mesin jenis Volvo dengan power 1.200 kecepatan kuda (pk), dengan kecepatan hingga 80 Km per jam.

    "Saat ini kami sudah mendapat dua pemesan dari Jepang untuk kapal jenis cruiser alpha 65 dan rencananya kami juga akan membuat dua kapal yang lebih besar yaitu tipe Alpha 80," kata Ito.

    Selain itu, kapal yang seluruh bodinya berbahan dasar fiber dibuat sedemikian rupa mengkilap sehingga memberi kesan mewah, apalagi dilengkapi dengan desain interior plus galeri yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

    Selain itu, Alpha 65 ini juga dilengkapi dengan kamar tidur berkapasitas tiga orang dan toilet serta mini bar yang didesain mewah sehingga akan membuat nyaman pemiliknya.

    Dijelaskan Ito, kapal pesiar mewah tersebut dibuat memang sengaja untuk memenuhi kebutuhan pasar negara di Eropa, Amerika dan Jepang.

    Selain memproduksi kapal jenis cruiser (pesiar), kata Ito, perusahaannya juga berencana membuat kapal penangkap ikan untuk nelayan di Indonesia seharga Rp1 miliar yang dilengkapi dengan alat penangkap ikan.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Pesiar Produksi Maxim Indonesia

    TNI AU Tekan Pertumbuhan Personel


    Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) unjuk kebolehan bermain drumband dalam Peringatan 62 Tahun Hari Bakti TNI AU di Lapangan Dirgantara Kompleks AAU Yogyakarta, Rabu (29/7).

    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memaksimalkan tingkat kesejahteraan anggotanya, TNI AU menekan pertumbuhan personelnya. Mereka menetapkan zero growth untuk personel AU. Jumlah personel dibatasi maksimal 30.000 orang, sementara saat ini jumlahnya masih di atas 30.000 orang.

    Koordinator staf ahli KSAU Marsekal Muda Yoseph Rasiman, di sela-sela acara seminar radar nasional di Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Rabu (28/4/2010) mengatakan, untuk mencapai titik stabil pada angka 30.000 orang, pihaknya mulai membatasi rekrutmen. Rekrutmen hanya diperuntukkan untuk mengganti personel yang sudah memasuki usia pensiun.

    Menurutnya dengan jumlah personel yang tidak terlalu besar, kesejahteraan mereka bisa ditingkatkan. "Setiap tahun kami menerima kenaikan anggaran untuk kesejahteraan. Jika jumlah personelnya terus bertambah, manfaat dana tidak bisa dirasakan secara signifikan. Hal itu berbeda kalau jumlah personelnya konsisten," paparnya.

    Bila kesejahteraan anggota TNI AU memadai, mereka bisa bekerja lebih maksimal. Selama ini kesejahteraan mereka masih pas-pasan. Padahal, tugasnya cukup berat yakni mempertahankan kedaulatan negara.

    Selama ini kebutuhan personel TNI AU dipenuhi dari empat sumber yakni AAU, perwira karier, bintara, dan tantama. Jumlahnya seharusnya mengikuti piramida. Kebutuhan paling banyak adalah personel kelas bintara dan tantama.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI AU Tekan Pertumbuhan Personel

    Kendaraan Hipersonik Militer AS, Lenyap

    VIVAnews - Militer Amerika Serikat (AS) kehilangan kontak dengan sebuah kendaraan hipersonik eksperimental di Samudera Pasifik. Menurut Turner Brinton dari Space News, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) kehilangan kontak dengan kendaraan Falcon Hypersonic Technology Vehicle (HTV)-2 sembilan menit setelah diluncurkan.

    HTV-2 merupakan pesawat pertama dari serangkaian eksperimen penerbangan. Rencananya, teknologi yang bisa dikerahkan untuk rudal-rudal konvensional jarak jauh di masa depan.

    “Kendaraan tersebut diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California, dengan sebuah roket Minotaur 4,” kata Brinton, seperti dikutip dari laman TG Daily, Selasa 27 April 2010.

    Dibangun oleh Lockheed Martin Corp., pesawat HTV-2 meluncur di atas Samudera Pasifik dengan kecepatan 20 ribu kilometer per jam selama 30 menit. “Namun, sembilan menit setelah meluncur, DARPA kehilangan kontak dengan pesawat, dan penyebab kegagalan itu belum diketahui,” ujarnya.

    Namun, Frank James dari NPR mencatat bahwa dalam masa-masa awal percobaan teknologi pertahanan, proyek militer teknologi tinggi biasanya ditandai dengan sejumlah kegagalan.

    “Program angkasa luar AS pada akhir 1950-an juga terdapat kegagalan, jadi tidak heran, tes yang dilakukan militer pekan lalu untuk menguji Falcon dan menguji konsep pesawat hipersonik yang bisa melanglang buana dengan kecepatan hingga 20 kali lebih cepat dibanding kecepatan suara, juga mengalami kegagalan,” ucap James.

    “Ide dari teknologi ini adalah menciptakan sebuah pesawat yang bisa mencapai lokasi-lokasi di Bumi dalam hitungan menit,” kata James.

    Sumber: YAHOO/VIVA NEWS
    Readmore --> Kendaraan Hipersonik Militer AS, Lenyap

    KRI Dewaruci Menembus Perairan Somalia


    Jeddah, 26 April 2010 Usai melaksanakan misi diplomasi di India KRI. Dewaruci, melanjutkan perjalanannya menuju Jeddah, Arab Saudi sebagai negara tujuan selanjutnya. Selesai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung ‘Sultan Qaboos bin Said’ Kota Salalah, pukul 16.00. KRI Dewaruci, bertolak meninggalkan pelabuhan Mina Raysut. Kecepatan angin 20 knot dari arah dermaga, turut mengantar KRI Dewaruci keluar alur dengan mulus. Peran pemanduanpun menjadi singkat dan tidak perlu sampai ke buoy terluar, karena Letnan Satu Hadi sebagai Perwira Navigasi sudah mampu memandu kapal untuk keluar dari alur. Ketika KRI Dewaruci mulai memasuki peraiaran Somalia, seluruh prajurit mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, dibawah komando Perwira Pelaksana (Palaksa) Mayor Laut Widyatmoko, memasang benteng perlindungan dari kantong-kantong pasir, prajuritpun siap dengan senjata laras panjang AK -47 di tangan. Perairan Somalia merupakan perairan yang sangat berbahaya bagi pelayaran, karena sudah begitu banyaknya peristiwa pembajakan dan perompakan yang terjadi di peraiaran itu. Oleh karena itu KRI Dewaruci siap untuk menghadapi situasi terburuk sekalipun. Untuk itu Kapten Didik siswinardi sebagai perwira senjata terjun langsung untuk memimpin menangani ancaman dan pengamanan senjata dari bajak laut dan perompak Somalia itu. Dikawal 7 kapal perang Asing Dua kapal Angkatan Laut Rusia ‘Pechenga’ dan ‘MB 19’ yang merapat di belakang KRI Dewaruci di Salalah, turut bertolak untuk mengawal KRI Dewaruci. Awak kapal Rusia yang sempat mendatangi kapal dan protes dengan bendera Spirit of Pirates yang terus berkibar sepanjang hari itu. “Bagaimana kami mau mengamankan anda, jika kapal anda sendiri secara tidak langsung mengakui keberadaan mereka?. Setelah mendapatkan penjelasan tentang asal mula bendera dan artinya menggunakan bahasa Rusia oleh Kolonel Achmad Riad, Atase Pertahanan Indonesia, maka mereka mulai mengerti. Ditambah lagi penjelasan dari Komandan KRI Dewaruci, bahwa kapal ini pernah singgah di Vladivostok tahun 2004, sehingga penjelasan itu membuat suana lebih cair dan menjadi lebih akrab. Bahkan selalu menjadi latar belakang berfoto sebelum dan setelah pesiar. Kapal perang Rusia ‘Pechenga’ mirip tanker dengan warna lambung abu-abu kehijauan. Sedangkan ‘MB 19’ mirip kapal tunda. Sekilas kedua kapal dari Armada Pasifik Rusia tersebut tidak terlihat seperti kapal perang. Namun keduanya dilengkapi dengan kesenjataan hingga kaliber 40 mm. Jumlah awak kapalnya banyak, lazimnya kapal perang. Diperkirakan membawa 80 orang pelaut dan 1 peleton marinir dari markasnya di Vladivostok. Tugas utamanya mensuplai logistik dan personel kepada kapal-kapal AL Rusia yang berada di Teluk Aden. Memasuki Teluk Aden, semua kapal direkomendasikan untuk melewati alur yang sudah dibuat oleh Combined Maritime Forces. Rute yang disebut International Recommended Transit Corridor (IRTC) ini menjadi perlintasan yang diamankan oleh pasukan gabungan. Keluar dari IRTC, resiko diluar tanggung jawab pasukan gabungan. Dengan kecepatan 7-8 knot, KRI Dewaruci melaju gagah memasuki IRTC di antara kapal-kapal tanker yang bergerak ke arah Timur atau Barat berkecepatan 20-24 knot. Meski demikian untuk menjaga keamanan sendiri, banyak terlihat kapal yang memancarkan air di buritan. Terkadang terlihat seperti air panas, karena terlihat asap setelah air menyentuh permukaan laut. Menjelang senja, KRI Dewaruci melaksanakan Peran Jaga Perang, Penjagaan setingkat Siaga 2 ini melibatkan setengah kekuatan personel dan akan menempati penjagaan setiap 6 jam sekali. Sebuah kapal perang yang diketahui bernama USS San Antonio LPD-17 sempat menanyakan identitas Dewaruci, dan selanjutnya kapal AL Amerika Serikat tersebut memberikan respek sesama AL, menyarankan agar terus standby di channel radio komunikasi yang sudah diatur, serta mendengar laporan situasi alur setiap jam. Juga apabila keadaan bersifat darurat (emergency), dapat mnghubungi kapal-kapal AL mancanegara yang ada di perairan Aden ini. Kapal keempat adalah kapal tempur AL Rusia, pada Minggu dinihari kapal telah bertolak lebih awal, sehingga tidak sempat difoto. Namun melalui komunikasi diketahui bernama ‘Pyotr Veliky-099’ (foto: Jane’s Fighting Ship 2006). Usai melakukan komunikasi kapal tersebut langsung mengadakan peran penggelapan. Limnos F-451 dari AL Yunani menjadi kapal kelima yang dijumpai. Mereka bangga setelah diinformasikan bahwa KRI Dewaruci akan singgah di dua kota Yunani, Volos dan Lavrion dalam rangka Lomba dan Festival kapal layar tiang tinggi. Kapal frigate tersebut tidak berani mendekat dan hanya memantau dari jarak 5 NM. Sama dengan kapal AL India INS Brahmaputra F-31 senang sekali bertemu dengan sesama negara Asia, apalagi hubungan AL Indonesia dan India sangat baik, salah satunya melalui kerjasama bilateral melalui Operasi Indindo. (Limnos F-451, Yunani (kiri), Brahmaputra, India (kanan) Berbeda dengan USS Carney DDG-64 yang menjadi kapal ke tujuh atau terakhir, destroyer AL Amerika ini bahkan membalas penghormatan lambung dari KRI Dewaruci pada jarak 300 yard, serta mengadakan komunikasi lewat operator. Komunikasi yang terjalin lewat operator itu diantaranya berbunyi Bon Voyage yang dari suaranya bisa dipastikan seorang korps wanita yang berada di kapal itu, kepada kapal legendaris Indonesia yang sesaat lagi akan keluar dari IRTC menuju Laut Merah. Selama dua hari melewati perairan Somalia, semangat awak kapal berlipat ganda. Di samping membayangkan seramnya pembajak dan perompak, juga sejuknya suasana batin menjelang tiba di Jeddah. Ka’bah kiblat seluruh umat Muslim sudah dipelupuk mata. Sungguh tak terbayangkan bila benar-benar ini kenyataan, dan bukan sekedar mimpi yang akan terhapus dengan sebuah lengkingan peluit bangun pagi. Dalam suasana batin yang mendua, prajurit menyiapkan diri secara fisik dan mental, untuk mengikuti latihan beladiri untuk menjaga kebugaran tubuh seperti tae kwon do, pencak silat. Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto yang juga, pemegang sabuk hitam karate turut membagi ilmu dalam teknik melumpuhkan orang. Matahari yang hangat di pagi hari dan angin semilir di tengah laut yang tenang membuat suasana lebih indah dan nyaman. Siang harinya dimanfaatkan untuk latihan manasik umrah yang langsung dipimpin perwira rohani Mayor Achmad Fauzan. Labbaikallahumma labbaik... Pukul 09.00 waktu setempat (13.00 Wib), KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Jeddah diterima dengan parade kehormatan langsung oleh Konsul Jenderal R.I Jeddah Bpk. Zakaria Anshar didampingi Atase Pertahanan Kolonel Kav Achmad Riad, S.Ip beserta staf KJRI Jeddah. juga terlihat beberapa siswa SMA Indonesia yang hadir mengunjungi kapal. Ahlan Wasahlan. Labbaikallahumma labbaik, Labbaika lasyarikalakalabbaik, dan 70 awak kapal muslim bersiap untuk umrah. Kasubdispenum Dispen Koarmatim Mayor Laut Drs Kariono, MAP

    Sumber: Penarmatim
    Readmore --> KRI Dewaruci Menembus Perairan Somalia

    Pengembangan Radar Jadi Prioritas Riset


    Kepala LIPI Prof. Dr. Umar Anggara mengamati radar ISRA saat peluncuran di Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang, Kamis (20/8).

    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penguasaan teknologi radar di Indonesia termasuk rendah. Sebagian besar radar yang dipasang produksi luar negeri. Minimnya kualitas sumber daya manusia dan anggaran untuk riset menjadi penyebab utamanya. Padahal, kebutuhan radar sangat tinggi karena wilayah Indonesia terdiri dari banyak pulau.

    Hal itu disampaikan Deputi Menteri Riset dan Teknologi, Teguh Raharjo usai membuka acara seminar radar nasional di Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Rabu (28/4/2010). Indonesia baru bisa membuat radar pengawas pantai. "Radar ini akan kami produksi sendiri karena biayanya sepersepuluh lebih murah dibandingkan radar impor," katanya.

    Menurutnya, rendahnya penguasaan teknologi radar karena Indonesia belum memiliki banyak pakar di bidang tersebut. Belum ada jurusan khusus radar di universitas. Pengetahuan radar hanya menjadi sempalan pengetahuan di bidang keilmuan lain misalnya saja penerbangan dan kelautan. Rencananya pemerintah akan membentuk pusat keunggulan teknologi radar sekaligus membuka jurusan teknologi radar.

    Selain itu, rendahnya anggaran untuk riset juga menjadi faktor penyebab. Bila riset tentang radar digalakkan akan muncul temuan-temuan baru yang berdampak positif bagi pengembangan teknologi radar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pengembangan Radar Jadi Prioritas Riset

    PESAWAT C-212 CASA LAKUKAN PEMOTRETAN BANJIR


    Tanggap darurat terhadap kejadian bencana alam menjadi salah satu tugas dari Angkatan Udara, khususnya Lanud Abd Saleh. Seperti kejadian banjir di wilayah Malang selatan, Lanud Abd Saleh melakukan pemotretan dari udara dengan pesawat C-212 Casa dari Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh, Rabu, 28/4.

    Pemotretan ini merupakan tindakan awal tanggap darurat dalam membantu pemerintah daerah dalam bidang teknis untuk melihat kondisi secara keseluruhan daerah yang terkena banjir.

    Seperti tahun lalu, daerah Malang selatan merupakan daerah yang rawan akan terjadinya banjir sehingga daerah-daerah tertentu terisolasi karena akses jalan terputus akibat banjir sampai beberapa hari. Untuk mendapatkan kebutuhan pokok masyarakat yang terisolasi, sebagian bantuan kebutuhan-kebutahan pokok diterjunkan dari udara dengan memakai pesawat C-212 Casa dari Lanud Abd Saleh.

    Dari kejadian bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia, seperti di Malang Selatan ini, Lanud Abd Saleh dengan alutsista yang dimiliki senantiasa siap apabila sewaktu-waktu diminta untuk mendukung dalam kegiatan tanggap darurat.

    Sumber: TNI AL
    Readmore --> PESAWAT C-212 CASA LAKUKAN PEMOTRETAN BANJIR

    RANPUR “ANOA” KARYA ANAK BANGSA KAWAL MABES UNIFIL


    PUSPEN TNI (28/4),- Kehadiran ANOA, kendaraan tempur jenis APC (Armoured Personal Carrier) produksi Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi para prajurit TNI yang tengah mengemban misi perdamaian di Lebanon Selatan, yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL (Indonesian Battalion). Kendaraan tempur jenis angkut personel ini nantinya akan memperlengkapi Kompi Mekanis E yang saat ini mengemban tugas dan dipercaya sebagai Kompi Force Protection (Kompi Pengawal) Markas Besar (Mabes) UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Naqoura Lebanon Selatan.

    Menurut Dansatgas Konga XXIII-D, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, Kompi Mekanis E dipilih sebagai Kompi pengguna kendaraan tempur buatan PT. Pindad (Persero), mengingat beberapa keunggulan Ranpur ANOA sangat sesuai dengan bidang tugas yang sedang diemban Kompi Mekanis E, baik itu untuk kegiatan patroli maupun untuk kegiatan pengawalan.

    Ranpur ANOA mampu melaju hingga kecepatan 90 Km/jam dan hanya membutuhkan waktu 8 detik untuk berakselerasi dari kecepatan 0 hingga 60 Km/jam. Keunggulan ini sangat sesuai untuk melaksanakan pengawalan para petinggi yang berada di Markas Besar UNIFIL. Dari segi keselamatan, Ranpur ANOA dilapisi dengan baja khusus yang sudah memenuhi standar Nato pada level III. Dengan sistem penggerak 6 roda simetris, ANOA mampu bergerak lincah di berbagai medan hingga kemiringan 31 derajat.

    Sementara itu, Pasiops Kompi Mekanis E, Kapten Chb Faisal Hutagalung menyampaikan bahwa sebagai pembekalan tentang kondisi medan dan pelaksanaan tugas, para pengemudi ANOA saat ini sedang melaksanakan Induction Training. Pelaksanaan Induction Training meliputi materi patroli dan escorting pada medan – medan sulit dan mengemudi pada malam hari. Kegiatan ini penting dilaksanakan mengingat kondisi medan di Lebanon Selatan sarat dengan jalan yang sempit dan berkelok-kelok dengan faktor kerawanan tinggi berupa tebing dan jurang yang dalam pada sisi jalan. Pembekalan ini juga sebagai sosialisasi aturan mengemudi, sebab pemerintah Lebanon menerapkan aturan berkendaraan pada sisi sebelah kanan jalan.

    Kehadiran APC karya anak Bangsa ini, telah mempertebal rasa percaya diri Prajurit Indonesia dalam melaksanakan tugas di tengah – tengah pergaulan militer Internasional seperti yang tengah berlangsung di Lebanon saat ini.

    Sumber: TNI
    Readmore --> RANPUR “ANOA” KARYA ANAK BANGSA KAWAL MABES UNIFIL

    Pemeriksaaan Senjata


    Dandim 0733/BS Semarang, Letkol Inf Nugroho Sulistyo Budi (2kiri), saat melakukan pemeriksaan kondisi berbagai senjata, di Markas Kodim 0733 BS/Semarang, di Semarang, Jateng, Rabu (28/4). Pemeriksaan ratusan senjata itu bertujuan untuk memastikan kondisinya dalam keadan baik dan terawat serta tidak disalahgunakan oleh prajurit.(FOTO ANTARA/R. Rekotomo).

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pemeriksaaan Senjata

    PANSER VAB TNI DI LEBANON BELUM DITARIK


    Jakarta - Kementerian Pertahanan menyatakan, beberapa kendaraan tempur panser VAB yang digunakan kontingen TNI dalam misi perdamaian di Lebanon belum akan ditarik.

    "Memang kondisinya sudah sangat menurun, tetapi belum akan ditarik. Masih akan dioperasionalkan sampai habis masa pakainya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Medhio di Jakarta, Selasa.

    Berbicara kepada ANTARA, ia menambahkan, meski telah ada 13 kendaraan tempur panser "Anoa" dari PT Pindad namun keberadaan panser VAB buatan Renault Truck yang digunakan kontingen TNI di Lebanon tetap dipertahankan hingga habis masa pakainya.

    Pada kesempatan terpisah, Asisten Operasi Kasum TNI Mayjen TNI Supiadin mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh kesiapan kendaraan tempur panser VAB yang kini masih digunakan Kontingen TNI di Lebanon.

    "Dari evaluasi itu, akan terlihat mana yang masih bisa digunakan dan mana yang tidak. Dan itu yang akan kita tarik, diganti dengan yang baru," ujarnya.

    Ia mengakui, panser VAB yang digunakan TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon masih asli buatan Renault, Perancis.

    "Dari `body` hingga mesin yang digunakan, bukan produk VAB baru yang dikerjakan bersama PT Pindad dan Renault. Jadi, memang tingkat kesiapannya sudah sangat menurun," ujarnya.

    Siap Operasional

    Sementara itu, Tim Inspeksi Pasukan Pemelihara PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) menyatakan, 13 kendaraan tempur "Anoa` buatan PT Pindad layak digunakan dalam misi PBB di wilayah itu.

    Tim melakukan pemeriksaan di Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN POSN 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

    Pemeriksaan bertujuan memastikan seluruh fungsi dari kendaraan tempur dimaksud dapat beroperasi secara baik, hingga layak digunakan untuk mendukung misi perdamaian di Lebanon Selatan.

    Dengan pernyataan laik operasional tersebut, maka secara resmi ke-13 kendaraan tempur "Anoa" akan diberi plat nomor UNIFIL oleh pihak "UNIFIL Transportation Section" dan resmi sebagai ala utama sistem persenjataan yang dioperasionalkan UNIFIL.


    Sumber: ANTARA/DEPHAN
    Readmore --> PANSER VAB TNI DI LEBANON BELUM DITARIK

    Hino Pasok Sasis untuk Kendaraan Militer Nasional


    Kendaraan militer pindad

    JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memperluas pasar, PT Hino Motor Manufacturing Indonesia menjajaki segmen baru, yakni kendaraan militer. Merek yang berada di bawah bendera Toyota ini, berencana memasok sasis untuk kendaraan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Gunadi Shinduwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Pertahanan Otomotif (AIPO) semalam mengatakan, saat ini seluruh anggota asosiasi tengah melakukan pengembangan kendaraan khusus militer. Untuk prototipe digunakan sasis Hino produksi lokal.

    "Ini bukan masalah Hino saja, lebih tepatnya seluruh anggota AIPO. Hino dipilih karena memiliki kandungan lokal 70 persen," ujar Gunadi. Dijelaskan pula, asosiasi juga menggandeng PT Pindad dan perusahaan karoseri nasional untuk memenuhi kebutuhan TNI tersebut. Menurut Gunadi, terdapat sekitar 9-12 varian yang akan diciptakan.

    "Untuk menciptakan satu prototipe, sudah menghabiskan dana Rp800 juta per unit. Ini kendaraan berat. Biayanya akan berkurang seiring tumbuhnya permintaan," papar Gunadi.

    Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kebutuhan kendaraan militer yang masih mengandalkan produk impor secara perlahan dialikan ke industri lokal. “Potensi pasar kendaran militer nasional mencapai 3.000 unit per tahun,” ungkap Gunadi.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Hino Pasok Sasis untuk Kendaraan Militer Nasional

    Pengajuan Pengganti OV-10 Bronco Diproses Ulang


    OV-Broco
    JAKARTA (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Iman Sufaat menyatakan, pengajuan penggantian pesawat tempur latih jenis OV-10 Bronco ke Mabes TNI sudah diproses ulang. Karena, pengajuan penggantian ada tahap pertama tidak lengkap dan memenuhi aturan.

    "Pengganti OV-10 itu kita sudah proses ulang, dari awal lagi. Pengajuan yang pertama tidak lengkap dan terpaksa harus diproses dari awal sampai kepada proses penawaran harga. Pada hari Jumat (23/4), kita sudah ajukan ke Mabes TNI," ujar KSAU kepada Suara Karya di sela-sela penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (25/4).

    Ia mengharapkan, pembelian pesawat tempur latih Super Tucano dari Brazil sebagai pengganti OV-10 Bronco segera diproses Mabes TNI dan dapat direalisasikan dalam tahun ini. "Pesawat OV-10 sejak 2007 sudah tidak lagi beroperasi. Dan sekarang ini kita sangat memerlukan adanya pengganti sejenis," ucap KSAU.

    Pesawat Super Tucano, menurut Imam, memenuhi kriteria kebutuhan kekuatan TNI AU untuk meningkatkan kemampuan latih personel TNI AU dalam mempertahankan kedaulatan udara RI. Pesawat ini memenuhi kriteria, yakni pesawat taktis ringan, counter insurgency, remote air control, pengamatan dari udara bersenjata.

    Dia mengatakan, TNI AU mengajukan untuk membeli 16 unit Super Tucano. Rencana pengguannya secara bertahap, yakni empat masuk ke perawatan, empat untuk latihan, delapan untuk trouble.

    "Artinya, pemakaian tidak sekaligus. Ada yang dipakai dalam sehari dua-tiga kali, dan ada masuk dalam perawatan. Jadi bentuknya seperti peramida," katanya.

    Sembilan Hercules

    Selain mengajukan penggantian OV-10 Bronco, Imam mengatakan, TNI AU akan mengajukan penggantian sembilan jenis pesawat angkut, Hercules type B yang kini telah berusia 45 tahun.

    Pemberitahuan dari pihak produsen Amerika Serikat baru-baru ini, pesawat angkut Type B yang dimiliki TNI AU itu hanya bisa bertahan lima tahun lagi.

    "Hercules kita yang tipe B umurnya sudah 45 tahun. Jadi, menurut Tim dari Amerika, ini hanya bisa bertahan hanya lima tahun lagi. Jadi, air frame-nya hanya sampai umur 50 tahun," ujarnya.

    Ia mengatakan, AS sudah mau lagi bertanggungjawab atas kerusakan maupun kejadian yang menimpa Hercules Type B yang dimiliki TNI, apabila masih tetap dipergunakan. Material dari pesawat itu telah masuk kategori tua dan tidak mamu lagi untuk diergunakan sebagai pesawat angkut.

    "Jadi mereka (AS) tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa. Kalau lebih dari itu, material dari pesawat itu sudah gak kuat. Ya. Jadi, ke depan memang kita rencanakan penggantinya," ujar KSAU. Pesawat sejenis yang akan menggantikan Hercules Type B milik TNI AU, yakni Hercules Type A ataupun type C buatan AS. Pesawat ini yang masih kategori pesawat angkut terbaru. Hal ini pun telah dimasukan ke dalam Renstra TNI AU 2010.

    "Dalam program renstra sudah harus diganti. Hanya sekarang masalahnya, itu mahal sekali. Kita berencana mengadakan penambahan sembilan Hercules," ujar Imam.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Pengajuan Pengganti OV-10 Bronco Diproses Ulang

    Rusia Tertarik Pertahanan Anti Rudal


    MOSKOW, KOMPAS.com - Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan, Moskow tertarik dalam kerjasama dengan NATO mengenai masalah pertahanan anti-rudal di Eropa.

    Para menteri luar negeri NATO sepakat pada pertemuan tak resmi mereka di Estonia, pekan lalu, akan mulai berdialog dengan Rusia mengenai kerjasama di bidang pertahanan anti-rudal.

    Medvedev mengatakan dalam wawancara dengan Siaran Denmark, Danish Broadcasting Corporation (DR), bahwa Moskow telah lama membicarakan sistem pertahanan rudal global.

    "Sistem ini hendaknya melindungi tidak hanya negara-negara tertentu atau kelompok negara, tapi juga kepentingan semua negara peserta dan bertanggungjawab kepada masyarakat internasional."

    Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, menegaskan pekan lalu di Estonia mengenai pentingnya kerjasama mengenai pertahanan rudal ini, untuk melindungi penduduk Eropa dan Rusia terhadap ancaman rudal secara nyata.

    Ditanya apakah Rusia akan mengatakan ya untuk usul dari ketua NATO itu, Medvedev mengatakan, "Ya, Rusia akan melakukannya bila usulan itu benar-benar serius."


    Dia mengatakan, Rusia bersikap menentang pembentukan sistem pertahanan udara dengan negara-negara lain, karena hal itu bisa merusak sistem keseimbangan yang ada saat ini di antara negara-negara nuklir besar.

    Pada Februari lalu, Romania dan Bulgaria mengatakan, mereka dalam perundingan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengenai penyebaran unsur-unsur perisai rudal AS di wilayah mereka dari 2015.

    Gerakan itu muncul setelah Obama membatalkan rencana pemerintah Bush September lalu, untuk penyebaran unsur pertahanan rudal di Republik Czech dan Polandia, dalam rangka membendung ancaman dari Iran.

    Rusia mengecam kuat rencana-rencana itu dan menudingnya sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

    Pada umumnya, Medvedev mengatakan bahwa Rusia ingin mengisi tempat-tempat yang layak ditolong di dunia.

    "Sederhananya Rusia ingin menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain - besar maupun kecil. Kami percaya bahwa negara kami adalah bagian dari dunia modern dan ingin membangun di seluruh dunia," katanya.

    "Wajah Rusia modern adalah wajah tersenyum. Namun negara lain juga harus tersenyum pula kepada kami," kata Medvedev.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Tertarik Pertahanan Anti Rudal

    AS: Tidak Ada Militer Iran di Venezuela


    WASHINGTON, KOMPAS.com - Seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) menepis laporan Pentagon tentang peran pasukan elit Iran di Venezuela.

    Komandan Komando Selatan AS, Jenderal Douglas Fraser, Selasa (27/4/2010) mengatakan, kegiatan-kegiatan Iran di Venezuela hanya terkait dengan urusan diplomasi dan perdagangan, bukan militer.

    Pernyataan Jenderal Fraser itu berseberangan dengan isi laporan Pentagon yang dikirimkan ke Kongres awal April lalu.

    Dalam laporan itu, Pentagon menyebutkan, pasukan elit Garda Revolusi Qods Iran menunjukkan kehadirannya yang meningkat di kawasan Amerika Latin, khususnya Venezuela. Klaim Pentagon ini ditolak tegas Presiden Chavez.

    Dalam penjelasan persnya kepada wartawan di Washington, Jenderal Douglas Fraser yang memimpin Komando Selatan AS yang bertugas mengamati sebagian besar Amerika Latin ini mengatakan, tidak ada kehadiran militer Iran di Venezuela.

    "Kami melihat kepentingan dan keterlibatan Iran meningkat di Venezuela. Itu kehadiran diplomatis dan bisnis. Saya tidak melihat bukti kehadiran militer (di sana)," katanya.

    Ditanya apakah dia menolak laporan Pentagon dan pernyataan direktur Badan Intelijen Pertahanan AS sebelumnya, Fraser mengatakan, dia tidak melihat hal itu sebagai sebuah "pertentangan".

    "Saya memang melihat kehadiran Iran yang meningkat di Amerika Latin. Saya tidak punya penjelasan rinci tentang apa yang dimaksud dengan itu," katanya.

    Sebelumnya, AS menuduh pasukan elit Qods mendukung para gerilyawan di Irak dan Lebanon. Militer AS juga menuduh Qods memanfaatkan pengaruh diplomasi negaranya dan duta besar mendatang Iran di Irak sebagai perwira Qods.

    Presiden Chavez yang selama ini merupakan pengeritik keras AS di Amerika Latin, Senin, menolak mentah-mentah isi laporan Pentagon soal kehadiran militer Iran tersebut.

    Menteri Pertahanan Robert Gates awal April lalu menegaskan bahwa Venezuela bukanlah ancaman militer bagi AS. "Saya juga tidak melihat adanya potensi konflik," katanya dalam perjalanan ke Amerika Selatan awal April lalu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS: Tidak Ada Militer Iran di Venezuela

    Tuesday, April 27, 2010 | 10:25 PM | 0 Comments

    Lanud Iswahjudi Antisipasi Serangan Musuh


    Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi mengadakan latihan pertahanan untuk mengantisipasi serangan musuh, Selasa (27/4). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

    Pentak Iwj (27/4). Serdadu seperti peluru tekan picu melesat tak ragu, Serdadu seperti belati tak dirawat tumpul dan berkarat. Itulah sebait lagu dari Iwan Fals yang mengharapkan prajurit TNI laksana peluru, seperti yang dilaksanakan personel Lanud Iswahjudi kali ini mengadakan latihan Pasukan Cadangan pengamanan pertahanan pangkalan (Kamhanlan), Selasa (27/4).

    Untuk mewujudkan prajurit yang profesionalisme diperlukan serangkaian kegiatan pengamanan secara terjadwal maupun insidentil, mengingat Lanud Iswahjudi merupakan pusat kegiatan operasi militer dan pembinaan kemampuan serta merupakan obyek strategis yang tidak terlepas dari kerawanan maupun ancaman.

    Latihan bagi Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi yang melibatkan 272 personel militer dari satuan-satuan jajaran Lanud Iswahjudi dan 34 pelatih dari Batalyon Paskhas 463 tersebut selama dua hari secara terus menerus melakukan latihan Pengamanan dan Pertahanan Pangkalan (Kamhanlan) yang terdiri pelajaran teori dan dilanjutkan praktek langsung.

    Direktur Latihan Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb M. Khairil Lubis, mengatakan bahwa disamping untuk meningkatkan kemampuan perorangan dalam pengamanan daerah pertahanan, latihan tersebut juga dimaksukan untuk meningkatkan ketrampilan dan ketangkasan personel, sehingga akan terwujud suatu kemampuan Pasukan Kamhanlan yang memiliki teknis dan taktik dalam mengamankan dan mempertahankan pangkalan apabila mendapat ancaman dari pihak manapun.

    ”Laksanakan latihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga maksud dan tujuan dari latihan pertahanan pangkalan tersebut dapat tercapai sebagaimana yang kita harapkan. Dengan demikian, nantinya bila sewaktu-waktu datang gangguan, seluruh personel Lanud Iswahjudi sudah memahami tugas masing-masing”, lanjut Letkol Pnb M. Khairil Lubis.

    Mendapat arahan Kadisops tersebut, para peserta latihan memperhatikan dengan seksama setiap penekanan-penekanan yang disampaikan. Oleh karenanya pelaksanaan praktek lapangan berjalan dengan lancar sebagaimana teori yang didapat sebelumnya. Latihan pertahanan pangkalan tersebut mendekati praktek pertahanan pangkalan yang sebenarnya karena seluruh peserta latihan dengan penuh semangat melaksanakan intruksi-intruksi yang disampaikan para pelatih dari Batalyon Paskhas 463 yang saat ini dikomandani Letkol Psk Silaban.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Lanud Iswahjudi Antisipasi Serangan Musuh

    Ilmuwan Nuklir Iran Minta Suaka ke Israel


    Shahram Amiri

    TEMPO Interaktif, Yerusalem -Seorang ilmuwan nuklir Iran telah meminta suaka kepada Israel, yang merupakan musuh negaranya. Permintaan itu ia sampaikan melalui negara ketiga yang bersahabat dengan Negeri Bintang Daud itu.

    Seorang anggota kabinet Israel, Ayub Kara, Sabtu lalu mengungkapkan, pencari suaka dari Iran itu kini sedang menunggu keputusan. Namun ia menolak membuka identitas ilmuwan itu dan di mana ia mengajukan suaka.

    "Israel akan melakukan segala upaya untuk membantu orang yang ingin menghancurkan ancaman nuklir dan strategis Iran," kata Wakil Menteri Pembangunan Galil dan Negev ini.

    Negara-negara Barat yang disponsori Amerika Serikat dan Israel meyakini Negeri Mullah sedang mengembangkan senjata nuklir. Namun berkali-kali pula Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka buat kepentingan sipil. Pihak Barat kini mengupayakan rancangan resolusi mengenai sanksi baru yang lebih berat bagi Iran.

    Kekhawatiran mereka makin kuat setelah Iran berhasil menaikkan kadar uranium yang sudah dikayakan hingga 20 persen. Selain itu, Teheran mampu menguji rudal jarak jauh, Syahab-3, yang mampu menjangkau seluruh pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, termasuk Israel.

    Mengutip sejumlah pejabat dan mantan pejabat Amerika serta Eropa, surat kabar The Washington Post pada Ahad lalu menyatakan makin banyak ahli nuklir Iran yang membelot atau membocorkan informasi mengenai strategi militer Negeri Persia itu. Para pembelot tersebut, termasuk Shahram Amiri, yang tidak pulang ke Iran setelah berumrah ke Arab Saudi pada Juni tahun lalu.

    Israel mengkampanyekan kepada masyarakat internasional bahwa program nuklir Iran akan menjadi ancaman bagi keberadaan negara itu. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memang bersumpah akan menghapus Negara Zionis itu dari peta dunia.

    Walau menolak nuklir Iran, Israel sejatinya merupakan satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah. Pembocor nuklir Israel yang pernah bekerja di reaktor Dimona, Mordechai Vanunu, mengatakan kepada Tempo bahwa pemerintahnya mempunyai 200 bom nuklir.
    Akibat ulahnya itu, Vanunu pernah merasakan penjara 18 tahun. Meski bebas pada 2004, ia dikenai tahanan kota dan dilarang meninggalkan Yerusalem.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Ilmuwan Nuklir Iran Minta Suaka ke Israel

    LAPAN Gebrak Minat Mahasiswa di Bidang Roket

    JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggebrak minat teknologi kedirgantaraan melalui wadah kompetisi roket untuk mahasiswa se-Indonesia.

    Kompetisi yang dinamakan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 tersebut diadakan LAPAN baru-baru ini, di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

    Dalam keterangan LAPAN, Selasa (27/4/2010), ajang berbasis teknologi dirgantara ini bertujuan untuk menjaring minat dan prestasi mahasiswa dalam rancang bangun sistem muatan roket. Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan LAPAN Rika Andiarti menyebutkan, Korindo merupakan salah satu wahana LAPAN dalam inisiatif untuk melakukan space education.

    "Dalam program kami, diharapkan pada 2014 LAPAN dapat meluncurkan satelit buatan sendiri dengan roket buatan negeri sendiri. Dengan demikian, Indonesia mampu mandiri di bidang teknologi kedirgantaraan," terang Rika.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UGM, Tumiran menyambut baik kegiatan Korindo. Ia menegaskan bahwa UGM akan terus berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi kedirgantaraan di kalangan generasi muda.

    "Mudah-mudahan dengan kerjasama antara beberapa lembaga yang melibatkan para mahasiswa, pengembangan teknologi roket dapat bermanfaat bagi masyarakat," kata Tumiran.

    Dia menambahkan, dalam hal ini UGM sangat mendukung karena memang universitas ternama asal Yogyakarta tersebut merupakan perintis pengembangan roket oleh mahasiswa, melalui roket gajah mada atau dikenal dengan Rogama.

    Workshop yang berlangsung Minggu (25/4/2010) dan dihadiri 40 tim dari berbagai universitas di tanah air ini berisi materi-materi dasar mengenai Providing Payloads a Smoother Ride to Orbit, Sejarah dan Perkembangan Roket di Indonesia, serta Desain dan Simulasi Roket Korindo 2010.

    Diharapkan dengan adanya sinergi antara mahasiswa dengan lembaga-lembaga yang berkompetensi dengan teknologi roket, dapat meneruskan pengembangan teknologi dirgantara untuk kepentingan damai dan ketahanan pangan.

    Selain itu, dengan terselenggaranya kegiatan ini secara rutin, diharapkan dapat menyalurkan kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia negeri ini, menciptakan atmosfir kompetisi untuk meneruskan penelitian dan pengembangan teknologi kedirgantaraan Indonesia yang berimplikasi pada kemajuan bangsa.

    Korindo 2010 merupakan kompetisi roket ketiga yang diselenggarakan LAPAN. Adapun kriteria penilaiannya berdasarkan pada performa, inovasi, manufaktur, rekayasa, dan desain.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> LAPAN Gebrak Minat Mahasiswa di Bidang Roket

    PT DI , menawarkan Bell 412EP Kepada TNI


    TNI berencana menambah 24 helikopter bekerjasama dengan PT. DI dan Bell Helicopter untuk pembuatannya

    TNI ingin memiliki dua skuadron helikopter sejumlah 24 pesawat, ditambah 18 helikopter serangan, dikutip dari PT DI.

    Untuk kebutuhan helikopter akan mengutamakab Bell 412EP.

    TNI telah menggunakan 31 412HP/SPs sejak antara akhir 1980-an dan pertengahan 1990-an.

    PT DI berencana untuk mengimpor batch pertama 412EPs dalam bentuk kerangka, kemudian melakukan perakitan akhir dan bertanggung jawab untuk instalasi peralatan. Namun, PT DI ingin juga memproduksi fuselages untuk pesawat berikutnya.

    Bell dan PT DI. telah menandatangani nota kesepahaman, namun belum menandatangani kontrak akhir, karena beberapa rincian yang perlu dikaji. TNI juga belum menandatangani kontrak perusahaan untuk pesawat.

    Kinerja Versi 412 yang telah disempurnakan dengan sistem penerbangan-dual control digital otomatis, EP menggunakan platform yang relatif lama. Namun, perlu dicatat bahwa kelebihannya yang mampu bersaing dengan AgustaWestland, dan penawaran produk Eurocopter adalah bahwa beberapa kunci pembuat keputusan TNI yang akrab dengan 412, setelah diterbangkan beberapa waktu lalu.

    Sumber: FlightGlobal
    Readmore --> PT DI , menawarkan Bell 412EP Kepada TNI

    TNI-AD Akan Tambah Alutsista Baru


    Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Darat memprioritaskan pengadaan alat utama sistem senjata baru dari penambahan anggaran APBN-P 2010.

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Touisutta menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa mengatakan, penambahan alat utama sistem senjata baru terutama diperuntukan bagi satuan kavaleri.

    "Alat utama sistem senjata baru itu antara lain kendaraan tempur dan sejumlah meriam," katanya menambahkan.

    Ia menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan pengadaan kendaraan tempur dari dalam negeri seperti PT Pindad.

    "Untuk kendaraan tempur yang sudah dapat kita produksi, maka kita pakai dari dalam negeri," ujarnya.

    Sedangkan untuk alat utama sistem senjata yang diadakan dari luar negeri, pihaknya mensyaratkan alih teknologi.

    Tentang berapa unit yang akan diadakan, ia menyatakan, pihaknya masih menghitung dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

    Pada APBN-Perubahan 2010 TNI mendapat alokasi tambahan anggaran sebasar Rp 350 miliar. Alokasi anggaran itu, secara umum belum dapat memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata TNI secara memadai.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AD Akan Tambah Alutsista Baru

    Paraguay Kerahkan 1.000 Tentara


    ASUNCION, KOMPAS.com — Paraguay, Senin, mengirim 1.000 tentara dan polisi tambahan untuk memburu anggota kelompok sayap kiri bersenjata yang dipersalahkan atas serangan yang menewaskan empat orang, pekan lalu.

    Kongres telah memberi pemerintah kekuasaan khusus untuk menindak keras kelompok itu, yang memiliki hubungan dengan sebuah kelompok pemberontak Kolombia. Presiden Paraguay Fernando Lugo mengatakan, pasukan keamanan dibolehkan menggunakan senjata. "Tujuan konkretnya adalah untuk membolehkan militer melakukan operasi bersenjata, yang tidak akan mungkin tanpa wewenang khusus," kata Lugo kepada wartawan.

    "Tidak ada hak konstitusional akan ditangguhkan sebagai akibat dari hal ini. Rakyat boleh melakukan usaha biasa mereka di kawasan itu," kata presiden beraliran kiri itu.

    Selain serangan mematikan pekan lalu itu, para pejabat juga menyalahkan anggota Militer Tentara Paraguay (EPP) karena beberapa penculikan dan pembunuhan di daerah yang luas sekali di perbatasan dengan Brasil dan Bolivia.

    Langkah darurat itu, yang akan diterapkan di lima provinsi, memungkinkan pemerintah untuk menangkap para tersangka tanpa surat perintah serta melarang pertemuan umum dan unjuk rasa. Sejumlah tentara telah dikerahkan ke wilayah itu awal tahun ini untuk membantu polisi setempat memerangi gerilyawan EPP, yang bersenjata canggih dan terlatih untuk beroperasi di wilayah hutan.

    Menurut pejabat polisi dan pemerintah, kelompok tersebut memiliki sekitar 100 anggota dan aktif di daerah-daerah penanaman mariyuana di negara miskin itu, yang merupakan pemasok penting obat bius regional.

    Lugo, seorang bekas uskup Katolik, mendapat tekanan untuk menangkap para pemimpin EPP dalam 30 hari yang diberikan oleh kongres untuk melakukan tindakan keras keamanan. Penggunaan kekuasaan khusus adalah kontroversial di Paraguay karena kekuasaan itu sering kali digunakan dalam 35 tahun kediktatoran Jenderal Alfredo Stroessner, yang berakhir pada 1989, dan beberapa kelompok HAM mempertanyakan tindakan Lugo itu.

    "Memberi pasukan bersenjata hak untuk bertindak dalam urusan keamanan dalam negeri adalah langkah mundur," kata kelompok HAM Peace dan Justice Service (SERPAJ-AL) dalam pernyataannya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Paraguay Kerahkan 1.000 Tentara

    Tentara Wanita Kekurangan Biaya Kosmetik


    PEKANBARU--MI: Prajurit wanita yang berkarir sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengaku dalam sepuluh terakhir mengalami kekurangan biaya untuk membeli produk kosmetik kencantikan.

    Dalam satu dasawarsa terakhir Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) hanya mendapatkan tunjangan kosmetik yang merupakan satu-satunya pembeda dalam slip gaji antara prajurit wanita dan pria sebesar Rp50.000 per orang per bulan.

    "Tunjangan kosmetik kami hanya Rp50.000 per bulan dan kami berharap tunjangan itu bisa ditingkatkan," ujar Mayor (Kes) Novita Sinaga, usai Apel Gabungan Wan TNI memperingati Hari Kartini di Lanud Pekanbaru, Senin (26/4).

    Nilai tunjangan yang ditetapkan sepuluh tahun lalu itu, katanya, dirasakan sudah tidak lagi jika dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini, karena harga kosmetik produk lokal seperti bedak dan pemerah bibir semakin mahal.

    Sementara tuntutan bagi seorang prajurit Wan TNI diminta harus bisa berperan ganda baik di rumah tangga maupun profesionalisme tanpa mengenyampingkan kodratnya sebagai seorang wanita terutama dalam tugas dan keseharian.

    "Sebagai seorang wanita kita ingin selalu terlihat berpenampilan cantik dan kecantikan itu mahal harganya, karena itu idealnya tunjangan kosmetik dinaikkan menjadi Rp150.000 per bulan," katanya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tentara Wanita Kekurangan Biaya Kosmetik

    TNI Tangkap 4 Kapal Ikan Berbendera Filipina

    JAKARTA--MI: Wilayah perairan Indonesia di sekitar perbatasan seringkali dimanfaatkan pihak asing untuk bertindak ilegal. TNI AL berhasil menangkap tangan kapal ikan berbendera Filipina yang mencuri di wilayah perairan Indonesia.

    KRI Kakap-811 berhasil menangkap empat buah kapal ikan berbendera Filipina yang memasuki wilayah perairan Indonesia dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) tanpa ijin yang sah dari pemerintah RI pada pekan lalu.

    Barang bukti yang ditahan berupa ikan hasil curian dan keempat kapalnya yaitu kapal FB Conie-10 nakhoda Ricardo Reicones dan 3 orang ABK, kapal FB Conie-4 nakhoda Isabelo dan ABK 2 orang, kapal FB Conie-3 nakhoda Alponso M Reicones J dan ABK 22 orang, kapal FB Conie-5 nakhoda Odeng dan ABK 3 orang. Kesemuanya saat ini telah di tahan Pangkalan Angkatan Laut Nunukan untuk proses penyidikan.

    "Di tahun 2010 hingga akhir bulan April ini Pangkalan Angkatan Laut Nunukan menangani proses penyidikan berbagai kasus tindak pelanggaran hukum di laut sebanyak 26 kasus, baik hasil tangkapan sendiri maupun limpahan dari KRI," jelas Kadispenal Kolonel Herry Setianegara dalam rilis yang diterima Media Indonesia

    Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak dua puluh kasus sudah dilimpahkan kepada penyidik. Rinciannya terdiri dari tujuh kasus telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nunukan, sepuluh kasus dilimpahkan ke Polri Nunukan, dua kasus dilimpahkan ke PPNS Bea dan Cukai dan satu kasus lagi telah dilimpahkan penyidikannya kepada PPNS Dinas Perhubungan Nunukan. Sementara enam kasus lagi masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan Lanal termasuk empat kapal ikan Philipina tangkapan KRI KAKAP-811.

    "TNI AL selalu berkoordinasi dengan instansi terkait serta memonitor terus perkembangan kasus yang telah dilimpahkan ke jenjang penyidikan berikutnya sebagai salah satu tanggung jawab moral kepada negara dan masyarakat," pungkasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Tangkap 4 Kapal Ikan Berbendera Filipina

    Monday, April 26, 2010 | 7:24 PM | 0 Comments

    Informasi Pertahanan Rahasia Diputuskan secara Politik


    JAKARTA--MI: UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik akan segera diberlakukan pada awal Mei 2010. Pasal 17C UU KIP mencantumkan bahwa informasi pertahanan bisa dikategorikan ke dalam informasi yang dikecualikan. Artinya, tidak seluruh informasi bisa dibuka kepada publik.

    Menhan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa DPR dan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah pihak yang menetapkan itu melalui keputusan politik. "Di dalam UU KIP Pasal 17, kalau informasi pertahanan itu ada hal yang sifatnya rahasia. Yang tidak bisa dibuka di publik dan vokal poinnya bukan Kemenhan tapi Kemenkominfo dan DPR. Itu sudah ditetapkan dengan keputusan politik," ujarnya di Jakarta, Senin (26/4).

    Ia menambahkan bahwa meski anggaran pertahanan dibahas bersama wakil rakyat di gedung parlemen, tapi tidak semua hal bisa diakses oleh publik. Misalnya, terkait pembangunan kekuatan pokok minimal dalam rencana strategis hingga tahun 2024. Hal lainnya yang bersifat tertutup akan ditentukan oleh Kemenhan sendiri sebagai penjuru bidang pertahanan negara.

    "Hal-hal yang sifatnya tertutup itu tergantung Kemenhan. Jadi, ada hal-hal misalnya ada rencana blueprint beli pistol atau lainnya atau rencana essential force tentang apa yang dibangun. Itu semuanya ada hal-hal yang tidak bisa dibuka," tukasnya.

    Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Kemal Aziz Stamboel menegaskan bahwa terkait masalah anggaran pertahanan, hal itu menjadi milik publik karena setiap tahunnya diundangkan dalam UU APBN. Hal ini membantah pernyataan mantan Kapuspen TNI Marsda Sagom Tamboen yang menyatakan bahwa anggaran pertahanan menjadi hal yang bisa dirahasiakan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Informasi Pertahanan Rahasia Diputuskan secara Politik

    Indonesia Hadapi Kendala Bangun Pulau

    JAKARTA--MI: Indonesia menghadapi kendala dalam membangun sektor pertahanan di pulau-pulau yang berjumlah belasan ribu. Pembangunan tak merata ditambah keterbatasan modal membuat pembangunan pulau membutuhkan waktu lama.

    "Kalau Indonesia kaya, kita bisa bangun lima pulau setiap tahun tanpa lihat besar kecilnya pulau," ujar Direktur Wilayah Pertahanan Strahan Kementerian Pertahanan Laksma TH Susetyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/4).

    Indonesia, sahut dia, memiliki 17.504 pulau yang dihitung dengan metode kartografi. Jumlah ini bervariasi di setiap departemen tergantung kebutuhan data tersebut. Jika pulau kecil seperti Pulau Nipah saja membutuhkan waktu pembangunan setidaknya empat tahun, pembangunan seribu pulau membutuhkan waktu selama 200 tahun. Hal itu membutuhkan sekian banyak generasi untuk pembangunan yang berkesinambungan.

    "Berapa banyak generasi untuk bangun itu? Kita butuh sekian generasi untuk membangunnya," tukasnya.

    Pembangunan tersebut, tukas dia, tak bisa dibebankan pada Kementerian Pertahanan saja. Seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah daerah setempat, harus bahu membahu membangun pulau agar menjadi penguat keberadaan NKRI, khusunya bagi pulau-pulau terluar Indonesia.

    Untuk hal ini, Dirjen Strahan Mayjen Syarifuddin Tippe mengeluhkan kurangnya kesadaran pemda akan posisi strategis sehingga potensial mengancam pertahanan negara. Ke depan, pihaknya akan membuat pusat-pusat kajian soal perbatasan yang hasilnya bisa diimplementasikan oleh pemerintah yang bersangkutan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Hadapi Kendala Bangun Pulau

    PESAWAT F 18 (HORNET) AUSTRALIA TRANSIT DI BANDARA NGURAH RAI.


    Sebanyak 4 buah pesawat F 18 ( Hornet) Australia dengan rute Darwin – Rai. Landing di Bandara Ngurah Rai pukul 10.30 Sabtu (24/4) Parkir di Bravo 30 - 31 di Depan Base ops Lanud Ngurah Rai dengan Marshalling (Parking Master) anggota Dinas Operasi Lanud Ngurah Rai diantaranya Pelda Sumardani, Pelda Jajang dan Serda R.Inggar Hastono dibawah kendali kasubsi PLLU Lettu Lek I Made Dewan Karyawan, Pesawat F 18 transit dibandara Ngurah Rai untuk melaksanakan Refuel mengisi bahan bakar.

    Para pilot istirahat sejenak di VIP Room Base Ops Lanud Ngurah Rai disambut oleh Komandan Lanud Ngurah Rai Letnan Kolonel Penerbang Aldrin P. Mongan, Kadisops Kapten Tek Zaki Mustafa, Kadislog Kapten Kal Bambang Sutriyono dan para Perwira Lanud Ngurah Rai serta didampingi oleh Assistant Air Force Attache Australia Flight Sergeant Nicky Bromhall.

    Tepat pada pukul 12.45 Wita. 4 Pesawat F- 18 (Hornet) Take off dari bandara Ngurah Rai untuk melanjutkan penerbangan ke Paya Lebar (Singapura). Tujuan Malaysia, dengan mision latihan Bersama Australia – Singapura - New Zeland dan Malaysia.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> PESAWAT F 18 (HORNET) AUSTRALIA TRANSIT DI BANDARA NGURAH RAI.

    Babel Terdaftar Sebagai Studi Kelayakan PLTN


    Pangkalpinang (ANTARA News) - Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah terdaftar sebagai studi kelayakan untuk peletakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) oleh Badan Atom Internasional.

    Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Babel, Noor Nedi di Pangkalpinang, Senin, mengatakan, Badan Atom Internasional sudah melakukan studi kelayakan di Babel untuk peletakan PLTN di Babel.

    "Ada tujuh titik yang tersebar di Babel yang telah diuji untuk peletakan PLTN antara lain di pesisir pantai wilayah Bangka Timur, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Belitung Timur," ujarnya.

    Ia mengatakan, Babel dinilai cocok untuk peletakan PLTN dari segi geologi, geografi, tata ruang, lingkungan masyarakat serta dampak ekonomi bagi masyarakat.

    "Babel benar-benar aman untuk peletakan PLTN dari segi geologi, geografi, tata ruang, namun itu baru dilakukan studi kelayakan dan enam tahun kemudian baru ketahuan kepastiannya," kata Noor Nedi.

    Noor Nedi menjelaskan, kondisi geologi dan geografis terutama bebatuan granit yang ada di pesisir pantai Babel sangat cocok untuk peletakan PLTN.

    "Kondisi bebatuan granit di pesisir pantai Babel sangat cocok sekali untuk pondasi peletakan PLTN, terutama untuk menghemat biaya," ujarnya.

    Menurut dia, Presiden SBY mengatakan PLTN belum menjadi prioritas untuk dibangun saat ini guna mengatasi krisis listrik di Indonesia.

    "Saat ini PLTN belum menjadi prioritas Presiden SBY untuk mengatasi krisis listrik nasional dan saat ini baru dilakukan studi kelayakan yang bisa mencapai enam tahun lamanya," ujarnya.

    Noor Nedi menjelaskan, satu PLTN minimal menghasilkan daya sebesar 2.600 megawatt dan bisa memenuhi kebutuhan listrik Babel.

    "Satu PLTN bisa menghasilkan daya minimal 2.000 hingga 2.600 megawatt yang sudah melebihi kebutuhan listrik di Babel dan bisa mengaliri ke Sumatra dan Jawa," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Babel Terdaftar Sebagai Studi Kelayakan PLTN

    PT DI Tawarkan Pesawat ke Daerah


    MANADO, KOMPAS.com - PT Dirgantara Indonesia (PT.DI) menawarkan pesawat terbang nasional jenis N219 kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperlancar perhubungan ke daerah terpencil.

    Direktur Teknologi dan Pengembangan PT.DI Andi Alisjabana di Manado, Senin (26/4/2010), mengatakan, pesawat jenis ini cocok untuk Sulut karena dirancang khusus untuk penerbangan jarak pendek dan bisa mendarat pada landasan tak beraspal di wilayah pegunungan.

    "N219 dapat menggantikan pesawat Twin Otter yang sudah tua dan tidak diproduksi lagi," kata Andi pada sosialisasi fasilitasi pengembangan dan promosi investasi Far 23 (Program N219).

    Harga pesawat ini hanya 3,8 juta dollar AS (sekitar Rp 35 miliar), dapat mengangkut penumpang 19 orang dan masih memungkinkan dibiayai dari dana pemerintah daerah.

    Analisis operasi pesawat N219 di Sulut untuk rute Manado-Naha berjarak 256 kilometer (km) jarak tempuh satu jam, dengan perkiraan penumpang 80 persen (15 orang), maka dapat dioperasikan dengan harga tiket Rp 650.000 per penumpang.

    "Tiket seharga Rp 650.000 per penumpang dan LF 80 persen dapat diperoleh keuntungan sekitar 1.086 dollar AS per trip (sekali terbang)," kata Andi.

    Sedangkan untuk Manado-Melonguane (360 km), jarak tempuh 1,25 jam, harga tiket Rp 750.000 per penumpang, jumlah penumpang 15 dapat diperoleh keuntungan 1.253 dollar AS per sekali jalan.

    "Total pendapatan 4.677 dollar AS dikurangi biaya operai 4.514 dollar AS, maka diperoleh keuntungan 163 dollar AS per tahun atau 16.316 dollar AS per bulan. Jumlah tersebut cukup menguntungkan bagi Sulut," kata Andi.

    Karakteristik pesawat N219 diantaranya, bermesin ganda masing-masing 850 SHP, disertifikasi pada ketegori CASR 23 (commuter category), biaya operasi dan pemeliharaan yang rendah, berkemampuan high and hot airfield capability, sederhana dan mudah pemeliharaannya.

    "Pesawat ini belum diproduksi, harus ada permintaan sekitar 30 pesawat baru bisa dibuat, dan merupakan peluang bagi pemerintah daerah," kata Andi dan menambahkan, kepemilikan pesawat oleh pemerintah daerah dimungkinkan karena ada aturan untuk itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> PT DI Tawarkan Pesawat ke Daerah

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.