ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, July 13, 2012 | 11:32 AM | 0 Comments

    Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Irak untuk Indonesia

    Jakarta - Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (12/7) di ruang kerjanya menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Irak untuk Indonesia HE Dr Ismieal Shafiq Muhsin. Dalam pertemuan singkat tersebut, Wamenhan didampingi Ses Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio, Kapusada Baranahan Kemhan Marsma TNI Asep Sumaruddin, M.Sc dan Kapuskom Publik Brigjen TNI Hartind Asrin.

    Dalam kesempatan tersebut, Wamenhan mengutarakan keinginan pihak Indonesia untuk menjajagi kemungkinan peluang kerjasama di bidang pertahanan antara Irak dan Indonesia. Selain itu juga, Wamenhan mengutarakan akan mengunjungi Irak pada pertengahan bulan Agustus tahun ini dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara. Dikatakannya kemungkinan Wamenhan akan melewati hari Kemerdekaan RI di Bagdad, Irak.

    Sumber : DMC
    Readmore --> Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Irak untuk Indonesia

    SBY : Pengadaan Alutsista Bukan Sekadar Menjaga Perbatasan

    Magelang - Pengadaan Alutsista di tubuh TNI, bukan hanya sekadar menjaga keutuhan wilayah semata, namun sebagai bentuk perlengkapan untuk menjaga perdamaian dunia. Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri pelantikan Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri di lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang, Kamis (12/7/2012).

    “Pengadaan Alutsista itu tujuannya adalah untuk kepentingan menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. Indonesia cinta damai, tapi keutuhan wilayah adalah harga mati. Selain itu, alat-alat tersebut selain untuk menjaga keutuhan wilayah dari ancaman perang nasional, juga sebagai alat untuk ikut serta menjaga perdamaian dunia,” katanya.

    Presiden mengungkapkan, di Asia, telah mengalami perubahan dan perkembangan ekonomi yang cukup positif, sehingga berdampak pada konstalasi militer. Perkembangan itu, katanya, membuat negara-negara Asia telah mengalokasikan anggaran yang besar untuk mengembangkan alat pertahanan.

    Di Indonesia, lanjutnya, beberapa waktu lalu telah mengalami krisis sumberdaya dan anggaran, sehingga alokasi untuk pertahanan sangat minim. Namun saat ini ekonomi Indonesia tumbuh baik, dan bahkan tertinggi di ASEAN. Maka, dalam lima tahun terakhir telah dilaksanakan pengembangan kekuatan dengan modernisasi alutsisa secara signifikan.

    “Tantangan dan ancaman terhadap negara saat ini sangat kompleks, sehingga perlu diantisipasi oleh para perwira TNI dan Polri. Tantangan pertahanan dan keamanan bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain mulai munculnya aktor-aktor yang bukan negara berpotensi sebagai ancaman,” katanya.

    Sementara itu, Presiden juga menegaskan, bahwa perkembangan modernisasi sistem pertahanan di dunia, juga memmengaruhi corak dan karakter peperangan. Maka pendidikan dan pelatihan harus terus dikembangkan.

    “Modernisasi Alutsista membutuhkan perwira-perwira yang handal untuk mengawal alat-alat tersebut. Maka persiapkan diri kalian (Perwira remaja TNI_Red) baik-baik. Pertahanan kita sudah menjadi bagian dalam keamanan dunia, maka para perwira harus siap menjalankan tugas,” tandasnya.

    Presiden juga mengingatkan pada para perwira Polri, bahwa saat ini kejahatan yang harus ditumpas bukan hanya kejahatan tradisional, tetapi juga berbagai bentuk kejahatan transnasional. Bahkan teknik bentuk, pola, perilaku, dan alat kejahatan yang digunakan semakin canggih.

    “Maka Polri harus mampu menakhlukkan kecanggihan peralatannya. Maka dibutuhkan sumber daya Polri yang handal, cerdas, bermental kuat, serta menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.

    Ia juga kembali mengingatkan pada jajaran Polri untuk lebih memberikan rasa aman, tentram, dan tertib pada masyarakat. "Tugas kalian adalah cegah penyimpangan dan tetaplah bertindak secara profesional dan proporsional,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Presiden juga memberikan penghargaan Adhimakayasa kepada lulusan taruna terbaik dari masing-masing angkatan dan Polri, antara lain kepada Egy Satria Binthara (Akmil), Dian haris Susilo (AAL), Firman Kurniawan (AAU) dan Angga Surya Saputra (Akpol).

    Sebanyak 836 Taruna Akademi TNI (Akmil, AAL dan AAU) serta Taruna Akpol telah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat IV dan dilantik menjadi perwira. Setelah dilantik, mereka menjadi perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) dan perwira Polri berpangkat Inspektur Dua Polisi (Ipda). Mereka kemudian akan disebar di seluruh pelosok daerah Indonesia.

    Sumber : TRIBUNNEWS
    Readmore --> SBY : Pengadaan Alutsista Bukan Sekadar Menjaga Perbatasan

    Thursday, July 12, 2012 | 9:27 AM | 1 Comments

    Rusia Siapkan Open Agreement Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia

    Jakarta - Rusia menyatakan siap melanjutkan kerja sama militer dengan Indonesia. Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey G. Tolchenov mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan perjanjian (open agreement) untuk menjadi dasar hukum melanjutkan kerjasama militer.

    "Tahun ini atau tahun depan kami merencanakan pertukaran prajurit, termasuk di tingkat Kementerian Pertahanan untuk mempelajari tentang roket dan sistem navigasi," kata Tolchenov saat bertandang ke kantor Tempo, Selasa, 10 Juli 2012.

    Ia mengatakan kerja sama militer dengan Indonesia sudah berlangsung sejak tahun lalu. Beberapa kapal tempur Rusia mampir di Makassar dan Surabaya untuk menggelar latihan bersama dan latihan khusus untuk menghadapi teroris. Selain itu mereka juga mengadakan latihan navigasi laut dan transmisi radio. "Kami harap kerja sama ini akan terus berlanjut karena hubungan baik sudah kita bina bahkan sejak tahun 1950," kata Sergey.

    Hal tersebut diakui oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin. Menurut Hartind pembicaraan tersebut baru dimulai, namun belum sampai tahap penandatangan perjanjian. "Sudah ada arah pembicaraan ke sana, namun baru di tahap political will," kata Hartind saat dihubungi Rabu, 11 Juli 2012.

    Kementerian Pertahanan berharap kerja sama dengan Rusia bisa dilakukan dalam bidang penerbangan, terutama di bidang navigasi dan perawatan. "Karena kita kan menggunakan pesawat Rusia (Sukhoi), jadi kerjasamanya pun harus sesuai dengan kebutuhan alutsista kita," katanya.

    Sementara itu latihan bersama angkatan perang negeri di utara benua Eropa itu dipandang belum mendesak. Indonesia lebih mengutamakan latihan bersama angkatan perang negara tetangga karena terkait penjagaan keamanan regional. "Kalau dengan negara yang (jaraknya) jauh hanya untuk menjaga hubungan baik saja," kata Hartind.

    Menurut dia, Rusia bukanlah satu-satunya negara yang berminat menjalin kerja sama militer dengan Indonesia. Australia, Amerika, Serikat, China, dan Kanada pun berminat pada Indonesia. "Indonesia ini ibarat gadis cantik yang sedang diperebutkan," katanya.

    Pasalnya perekonomian Indonesia yang tetap berkembang di tengah krisis membuat negara asing berminat bekerja sama dengan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen pada semester pertama 2012 disinyalir membuat RI semakin menarik. "Ekonomi kita diperkirakan masuk peringkat sepuluh besar dunia pada 2015, jadi banyak yang mendekati," katanya. Kinerja ekonomi, kata Hartind, berdampak langsung pada hubungan militer dengan negara lain.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Rusia Siapkan Open Agreement Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia

    SBY : Saya Berjanji Modernisasi Alutsista

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan akan tetap melakukan pengembangan dan modernisasi alutsista. Ia berjanji pengembangannya akan dilakukan secara berkesinambungan.

    "Apakah kebijakan kita untuk mengembangkan alutsista akan terus berlanjut? Ya, akan terus berlanjut," katanya, Rabu malam (11/7).

    Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan kepada para Calon Perwira Remaja di gedung A.H Nasution, Kompleks Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

    Ia mengatakan Indonesia sudah lama tidak memodernisasi dan pembangunan kekuatan yang seharusnya dimiliki setiap negara. Menurutnya, hal tersebut bukan merupakan kesalahan masa lalu, tetapi lebih karena faktor ekonomi Indonesia yang belum mampu melakukan modernisasi.

    "Bukan karena kesalahan masa lalu, tapi karena ekonomi kita belum mampu. Karena krisis membuat kita harus lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat," katanya.

    Sekarang dinilainya sebagai saat yang tepat untuk melakukan modernisasi alutsista tak lain untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Indonesia, lanjutnya, memerlukan minimum essensiaal force yang bisa menjalankan tugas operasional di masa damai dan perang.

    Menurutnya, dalam lima tahun belakangan, sudah terjadi banyak perubahan untuk alutsista tanah air. Ia pun meminta agar jajaran pimpinan TNI-Polri dan menteri terkait tetap menjalankan program yang dirancang dengan tetap melihat batas kemampuan negara untuk itu.

    "Apa kita mau tentara kita kurang modern? Bahkan dari negara tetangga saja kita kalah. Tentara kita harus kuat, bukan untuk berperang tapi menjaga keutuhan dan kedaulatan," katanya.

    Sumber : REPUBLIKA
    Readmore --> SBY : Saya Berjanji Modernisasi Alutsista

    Wednesday, July 11, 2012 | 8:57 AM | 2 Comments

    Apakah Ini Leopard Milik TNI AD ?



    Jakarta - Entah benar atau tidak ada video di youtube yang mengunggah video tank leopard berbendera mirip dengan bendera Indonesia.

    Apakah benar ini tank leopard milik TNI AD atau sekedar ujicoba?

    Sumber : Youtube
    Readmore --> Apakah Ini Leopard Milik TNI AD ?

    Kemhan : Kami Sedang Menunggu Kedatangan Pesawat Tempur Berbagai Jenis

    Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sedang menunggu kedatangan pesawat tempur yang dipesan dari negeri samba Brazil, Super Tucano EMB-314, tahun ini. Rencananya usai Lebaran, pesawat tersebut tiba di Tanah Air.

    "Rencananya sebelum Lebaran perwakilan pemerintah akan berangkat ke Brazil untuk megurusi pengiriman pesawat," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, saat dihubungi Tempo.

    Namun, pengiriman pesawat tersebut akan dilakukan secara bertahap. Rencananya, untuk tahun ini baru akan dikirim enam unit pesawat dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan Indonesia.

    "Kalau urusan pengiriman itu masalah teknis saja," tambahnya.

    Rencananya, pesawat Super Tucano akan dioperasikan oleh Skadron Udara 21 untuk menggantikan peran OV-10 Bronco. Pesawat itu dinyatakan grounded atau tidak lagi dioperasikan oleh Markas Besar TNI Angkatan Udara pada 2009 setelah mengalami sejumlah kecelakaan.

    Selain pesawat Super Tucano EMB-314, pemerintah juga tengah menanti kedatangan 24 pesawat hibah dari Amerika Serikat, F16. Namun kedatangan pesawat bekas negeri Paman Sam ini masih membutuhkan waktu cukup lama, pasalnya pesawat tersebut masih dalam proses up-grade.

    Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyatakan sedang menunggu kedatangan dua dari enam pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK2 pada November mendatang. Keenam pesawat itu akan dikirim secara berangsur oleh pabrikan di Rusia sebanyak tiga kali dalam jangka waktu tiga tahun.

    Pembelian enam pesawat jet tempur ini diharapkan mampu menambah kekuatan dirgantara Indonesia. Keenam pesawat tersebut rencananya akan melengkapi 10 pesawat serupa yang telah dimiliki TNI AU, hingga genap menjadi satu skuadron. Skuadron Sukhoi ini rencananya akan di tempatkan di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Kemhan : Kami Sedang Menunggu Kedatangan Pesawat Tempur Berbagai Jenis

    Tuesday, July 10, 2012 | 7:26 PM | 0 Comments

    SBY : Rencana pembelian Leopard tidak perlu dirisaukan

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tidak perlu ada yang dirisaukan terkait rencana pemerintah membeli tank Leopard produksi Jerman, karena peruntukkannya memang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional.

    "Saya pastikan semua itu terbuka dan transparan, kami tidak pernah menggunakan tank tempur untuk menembaki rakyat kami. Dan itu harapan kami dengan harapan peacefull, dan sebuah negara memerlukan minimum essential force," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta, Selasa sore, usai melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

    Kepala Negara mengatakan kerjasama pertahanan Indonesia dengan Jerman memiliki dimensi yang luas, selain pelatihan, saling mengunjungi, dan kerjasama bidang industri pertahanan, juga dilakukan pembelian peralatan pertahanan yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

    "Di ASEAN tidak ada lagi hostility tetapi terus terang 20 tahun Indonesia tidak memodernisasi senjata kami sehingga negara kami tertignggal padahal Indonesia negara besar dan ekonomi besar di Asia saat ini," kata Presiden.

    Kerjasama pertahanan merupakan salah satu sektor kerjasama yang disepekati oleh Indonesia dan Jerman yang dituangkan dalam Deklarasi Jakarta sebagai upaya peningkatan kerjasama ke level kerjasama komprehensif.

    Kerjasama pertahanan meliputi pelatihan militer, penelitian dan pengembangan, pelatihan bagi tanggap bencana, logistik militer, pelatihan kesehatan militer dan juga pelatihan misi pemeliharaan perdamaian.

    Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan membeli Tank Berat (Main Battle Tank) Leopard dari Jerman sebanyak 100 unit dalam rangka modernisasi alat utama sistem senjata TNI Angkatan Darat, padahal sebelumnya berencana untuk membeli Tank Leopard dari Belanda.

    "Kita telah putuskan membeli Tank Leopard dari Jerman dengan pertimbangan memperoleh kepastian waktu dan target dari volume peralatan militer yang kita perlukan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada wartawan di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (2/7).

    Rencana pembelian MBT Leopard dari Belanda, kata Wamenhan, dihentikan dan difokuskan kepada proses pengadaan pembelian tank yang berasal dari Jerman, sehingga dapat berjalan lancar.

    Ia menjelaskan bahwa pertimbangan pembelian Man Battle Tank Leopard dari Belanda tidak diteruskan karena adalah faktor kepastian dari waktu yang diperlukan, namun pihak Belanda tidak berikan suatu jawaban.

    Sjafrie menjelaskan bahwa alokasi anggaran untuk pembelian 100 unit Tank Leopard sebesar 280 juta dollar Amerika Serikat, dengan sistem pinjaman luar negeri, dimana proses pengadaan melalui `grand book` maupun `blue book` baik dari Bappenas maupun Kementerian Keuangan.

    Saat ini, lanjut dia, proses dilakukan secara akselerasi dan pararel sehingga dalam waktu satu minggu akan segera memperoleh kepastian-kepastian dari aspek pengadaan dan pembiayaan.

    Tentu saja diikuti oleh aspek pengawasan yang dilaksanakan oleh tim pencegahan dan penyimpangan pengadaan barang dan jasa dengan melibatkan BPKP, LKTP, dan Itjen Kemhan, serta Mabes TNI dan Angkatan, kata Sjafrie.

    "Jumlah yang diinginkan dalam pengadaan tank ini sekitar 100 unit. Kita inginkan 15 unit sudah di berada Indonesia pada Oktober 2012 nanti," ujarnya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> SBY : Rencana pembelian Leopard tidak perlu dirisaukan

    Kemhan Klaim Pembelian Leopard Sesuai Kebutuhan

    Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia menolak anggapan pembelian sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) tidak sesuai kebutuhan, seperti Main Battle Tank (MBT) Leopard dari Jerman.

    Menurut Kasubdit Pendayagunaan Industri Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Kemhan, Kolonel Gita Amperiawan, pihaknya tidak akan melakukan pembelian jika tak sesuai seperti yang dibutuhkan. "Yang paling paham bahwa alat persenjataan itu dibutuhkan atau tidak ya TNI, bukan orang lain," kata dia kepada Republika saat ditemui di kantornya, Selasa (10/7).

    Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pembelian sejumlah alutsista akan menambah kemampuan Indonesia untuk bisa mandiri dalam hal pengadaan dan perawatan. Sebab, pembelian tersebut dilakukan pihaknya dengan menggunakan metode Transfer of Technology (TOT).

    Metode tersebut, jelas Gita, digunakan Indonesia untuk mentransfer teknologi alutsita asal negara lain untuk bisa diproduksi industri pertahanan lokal, seperti PT Pindad, PT PAL, dan Dirgantara Indonesia. Bahkan, pihaknya telah menargetkan tahun untuk industri lokal tersebut mampu memproduksi dan merawat sendiri alutsista yang dibutuhkan.

    Semisal pembuatan tank yang ditarget sampai tahun 2014. Sementara untuk jenis pesawat, ditargetkan sampai dengan 2022. "Harapannya setelah itu kita bisa swasembada," kata Gita.

    Sumber : Republika
    Readmore --> Kemhan Klaim Pembelian Leopard Sesuai Kebutuhan

    Panser TNI Terbalik di Timika, Satu Tentara Tewas

    Jayapura - Panser milik kaveleri Detasemen III Timika, Selasa (10/7) siang terbalik saat melintasi ruas jalan Timika-Tembagapura yakni di sekitar mil 43. Akibatnya seorang anggota TNI tewas.

    Informasi di lokasi mengungkapkan, panser milik kaveleri itu mengalami insiden saat melintasi ruas jalan di areal operasional PT Freeport membawa enam orang anggota.

    Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIT itu menyebabkan Praka Taufik meninggal di lokasi kejadian.

    Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Daniel Ambat membenarkan adanya insiden tersebut, namun hingga kini belum ada laporan secara rinci tentang insiden tersebut.

    "Kami masih menunggu laporan tersebut dari Timika," kata Brigjen TNI Daniel Ambat.

    Sumber : Media Indonesia
    Readmore --> Panser TNI Terbalik di Timika, Satu Tentara Tewas

    Indonesia Dan Ceko Jajaki Peluang Kerjasama Industri Pertahanan

    Jakarta - Masih banyak peluang kerjasama antara Indonesia dengan Ceko yang di masa mendatang bisa lebih dikembangkan. Satu di antaranya yang dipertimbangkan untuk dua negara tindaklanjuti adalah bidang industri pertahanan.

    Demikian disampaikan Presiden SBY dalam keterangan bersama Presiden Vaclav Klaus usai sesi pertemuan mereka. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/7/2012).

    "Di bidang pertahanan, itu juga terbuka. Kita punya riwayat masa lalu dengan elemen pertahanan Ceko. Kerjasama itu saya yakin bisa lebih riil," ujar SBY.

    Terhadap peluang yang Indonesia buka itu, Presiden Valvac Klaus di Ceko industri pertahanan punya pengalaman panjang. Di masa lalu produk industri pertahanannnya cukup banyak di Indonesia dan negara-negara lain di Asia Timur.

    "Seperti radar pengintai, amunisi dan kendaraan truk alutsista," ujarnya.

    Lebih lanjut, Presiden SBY dan Presiden Vaclav Klau menekankan juga kerjasama di bidang energi terbarukan juga berpeluang besar. Mereka sepakat mendorong pengusaha negara masing-masing untuk menindaklanjutinya dan tak tertutup untuk bidang lain.

    Isu krisis ekonomi Eropa juga jadi bahasan dua kepala pemerintahan. Presiden Vaclav menggarisbawahi apa sedang terlihat saat ini baru permukaannya dan situasinya bisa lebih buruk bila tidak ada aksi cepat untuk mengatasinya.

    Dia mencontohkan apa yang kini Ceko alami dengan pertumbuhan yang hanya 1,7 persen pada 2011. Meski bukan bagian dari Eurozone, namun krisis telah ikut memukul telat kalangan usahanya sebab mayoritas produk mereka dijual ke Eropa Barat.

    "Makanya dalam kunjungan ini saya juga membawa perwakilan kalangan pengusaha yang tertarik kembangkan bisnisnya di sini. Baik di bidang energi yang terbarukan, pariwisata, dan pendidikan. Kami sepakat meningkatkan konektifitas ke depan dan harapan saya ini bisa berkesinambungan," sambungnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Indonesia Dan Ceko Jajaki Peluang Kerjasama Industri Pertahanan

    Monday, July 9, 2012 | 9:20 PM | 0 Comments

    Bandung Akan Bangun Monumen CN-235

    Bandung - Bandung layak disebut Kota Dirgantara. Itulah yang diungkapkan Danlanud Husein Satranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono. Ia mengungkapkan, monumen pesawat CN-235 siap dibangun sebagai ikon Bandung.

    "Bandung itu selain sebagai kota wisata, kuliner, dan belanja, disebut juga Kota Dirgantara. Kami berencana CN-235 sebagai ikon Bandung sebagai Kota Dirgantar," kata Umar usai jumpa pers persiapan Bandung Air Show (BAS) 2012 di Wisma Mulyadi, Lanud Husein Satranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (9/7/2012).

    Menyemat julukan Kota Dirgantara bukanlah berlebihan. Menurut Umar, Bandung memiliki sejarah industri kedirgantaraan di Indonesia berkat kehadiran PT Dirgantara Indonesia (DI). Selain itu, perangkat membuat pesawat canggih, bahan baku hingga tenaga ahli berada di Bandung. Hasilnya, pesawat pabrikan PT DI yang kantornya berdomisili di Bandung ini sudah melanglang buana serta dipakai sejumlah negara.

    "Saya mengharapkan tahun ini monumen pesawat CN-235 segera dipasang. Lokasi monumen bisa di lahan kosong sekitar Tol Padalarang atau Tol Pasteur. Ini juga sebagai penanda masuk ke Kota Bandung," terang Umar.

    Umar menambahkan, pesawat itu nantinya bukan berwujud replika atau tiruan. "Pesawatnya (CN-235) asli," terangnya.

    Ia beralasan, dipilihnya CN-235 buatan PT DI lantaran sudah membanggakan Indonesia di mata dunia. CN-235 menjadi pesawat angkut sedang unggulan di dunia.

    Umar mengaku sudah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan PT DI menyediakan satu unit pesawat CN-235 untuk dijadikan kenangan sejarah kedirgantaraan Indonesia sekaligus ikon Bandung sebagai Kota Dirgantara. "PT DI sudah deal dan siap," ungkapnya.

    Saat ini, sambung Umar, tinggal menanti respons persetujuan dari Pemkot Bandung serta PT Jasa Marga. "Semoga segera terealisasi," tutup Umar.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Bandung Akan Bangun Monumen CN-235

    Komisi I : Kami Dukung Pembelian Tank Leopard dari Jerman

    Jakarta - Komisi I telah mendapat penjelasan resmi dari Kemhan atas rencana pembelian Tank Leopard dari negara produsennya langsung, Jerman. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan menyatakan, pihaknya telah mendapat penjelasan resmi dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan (Kemhan) atas rencana pembelian Tank Leopard dari negara produsennya langsung, Jerman. Dengan demikian, opsi pembelian Leopard bekas dari Belanda sudah selesai.

    "Pekan lalu, melalui Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, pemerintah telah menyampaikan ke Komisi I atas rencana membeli langsung Tank Leopard dari Jerman itu," ujar Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7).

    Ramadhan mengatakan, secara umum dan prinsip anggota Komisi I dapat menerima penjelasan dan alasan dari pemerintah untuk membeli 100 unit Tank Leopard langsung dari Jerman. "Tetapi memang hal ini belum sempat dibahas secara resmi di internal Komisi I. Tetapi secara diplomasi, anggota Komisi I DPR mendukung hal ini," ujar politisi Demokrat ini.

    Saat ini, kata Ramadhan, tinggal pembahasan secara teknis soal anggaran untuk membeli 100 unit Tank Leopard ini. Meski pembelian Tank Leopard ini sudah masuk dalam rencana pembiayaan jangka menengah, dari 2010-2014. "Soal harga satuannya, sumber pembiayaannya, saya kira akan dibahas dalam rapat ke depannya," kata Ramadhan.

    Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, kans Komisi I menyetujui pembelian Tank Leopard dari Jerman sangat besar. "Karena memang sejak awal Komisi I meminta pembelian Tank Leopard itu langsung dari Jerman," tegasnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Komisi I : Kami Dukung Pembelian Tank Leopard dari Jerman

    Komisi I : Kami Sudah Setujui Hibah Hercules Sejak 2011

    Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR asal Fraksi Demokrat Ramadhan Pohan menegaskan pembelian pesawat hibah dari Australia sudah mendapatkan persetujuan DPR. Bahkan, menurutnya, pada saat itu persetujuan diberikan dengan alasan untuk membantu penanganan bencana alam.

    "Itu sudah dialokasikan dari tahun lalu. Sejak 19 Agustus 2011 sudah ada alokasi dana Rp64,4 trilyun," kata Ramadhan dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (9/7).

    Menurutnya, jika ada yang menyebut bahwa hibah tersebut belum mendapatkan persetujuan komisi I, itu hanya keputusan salah satu fraksi saja.

    Ia pun lantas menerangkan komisinya sempat meminta salah satu hercules agar digunakan untuk mobilisasi bantuan bencana.

    Sementara itu mengenai tudingan pesawat hibah menelan biaya mahal, Ramadhan menyebut itu tergantung masing-masing pesawat.

    "Nantinya biaya perawatan tiap pesawat akan berbeda," imbuhnya.

    Politikus Partai Demokrat itu mengatakan tidak semua pesawat tua itu bermasalah. Kata dia kuncinya adalah masih ada untuk meneruskan produksi spare parts-nya.

    Ramadhan menegaskan serial C 130 Hercules adalah pesawat sejuta umat buatan Amerika yang terkenal bandel, kuat dan mudah perawatannya.

    "C130H Royal Australian Air Force menonaktifkan pesawat itu sejak 2009 dalam kondisi preservation maintenance artinya parkir namun tetap terawat," tandasnya.

    Sumber : Media Indonesia
    Readmore --> Komisi I : Kami Sudah Setujui Hibah Hercules Sejak 2011

    Kemhan Kirim Tim Inspeksi Hercules Ke Australia

    Jakarta - Pemerintah telah mengirim tim inspeksi ke Australia untuk mendata jenis perbaikan dan estimasi anggaran yang diperlukan untuk hibah empat pesawat Hercules. Pesawat bekas itu akan diperbaiki agar siap terbang 100% sesuai keinginan TNI Angkatan Udara.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, saat ini belum bisa ditentukan berapa kebutuhan anggaran untuk perbaikan keempat pesa wat tersebut. Estimasi baru bisa diketahui setelah tim inspeksi yang terdiri atas unsur TNI Angkatan Udara, Mabes TNI, dan Kemhan kembali ke Tanah Air dan melaporkan hasil kerjanya di Australia.

    Tim sudah di Negeri Kanguru sejak sekitar 2 Juli lalu. Hasil inspeksi akan dilaporkan ke manajemen TNI Angkatan Uda ra dilanjutkan ke Mabes TNI dan diteruskan ke Kemhan. “Setelah fix baru kita ajukan,” katanya seusai menghadiri sertijab Kalakhar Bakorkamla di akhir pekan kemarin. Jika disebutkan biaya perbaikan USD60 juta, lanjut dia, itu perkiraan sebelumnya dan sekarang sudah ada dinamika perubahan harga.

    “Belum tentu menjadi lebih mahal, bergantung tim inspeksi,” sebutnya. Kepala Staf Angkatan Uda ra (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat menuturkan, proses hibah Hercules itu masih ber ja lan. “Sudah ada pe nan da ta ngan an empat pesawat,” katanya. Menurut dia, hanya satu dari tiga pesawat itu yang sekarang ini masih bisa beroperasi. Sisanya harus dilakukan overhoul.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Kemhan Kirim Tim Inspeksi Hercules Ke Australia

    Kadispenal: Dua Prajurit Gugur dalam Simulasi Evakuasi Kapal Selam

    Situbondo - Terjadi kecelakaan dalam latihan simulasi penyelamatan kapal selam yang digelar di Pasir Putih Situbondo. Akibat kecelakaan itu, dua prajurit TNI AL gugur dalam latihan.

    "Kondisi terakhir gugur, penyebabnya belum diketahui, masih dalam penyidikan," kata Kadispenal Laksamana Pertama Untung Suropati saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (7/7/2012).

    "Kedua korban sekarang sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing," lanjutnya.

    Untung menjelaskan dalam latihan yang digelar di Perairan Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, hari ini, KRI Cakra 401 sengaja ditenggelamkan untuk kemudian dievakuasi bersama dua orang prajurit TNI AL yang berlaku menjadi korban. Simulasi yang dilakukan hari ini merupakan simulasi hari kedua setelah hari sebelumnya dilakukan simulasi tanpa ada kendala.

    "Hari pertama sukses, hari kedua baru ada masalah tadi," tutur Untung.

    Untung mengaku belum mengetahui penyebab dari kecelakaan tersebut. Ia masih menunggu hasil penyelidikan. Dia juga menegaskan bahwa seluruh prosedur sudah dilakukan.

    "Seluruh prosedur mulai dari tahap pelaksanaan, latihan kering di chamber, di darat, sudah dilaksanakan semua. Semua prosedur sudah kita laksanakan, termasuk kita latihan penyelamatan. Begitu persiapan beres, lalu diadakan latihan basah. KRI Cakra sengaja menyelam dan duduk di perairan Situbondo. Satu persatu diselamatkan dari conning tower kapal selam. Hari pertama sukses," paparnya.

    Saat ini kedua jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka masing-masing. Belum diketahui kapan kedua jenazah akan dimakamkan.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Kadispenal: Dua Prajurit Gugur dalam Simulasi Evakuasi Kapal Selam

    Sunday, July 8, 2012 | 8:50 AM | 0 Comments

    Kemhan : Komisi I Tidak Konsisten Padahal Hibah Hercules Disetujui Tahun 2011

    Jakarta - Kementerian Pertahanan menegaskan Komisi I DPR pernah memberi persetujuan atas usulan hibah 4 unit pesawat Hercules C-130 dari Australia. Persetujuan dari Komisi bidang Pertahanan itu terjadi dalam pembahasan anggaran 2011.

    "Semua pimpinan Komisi I sudah setuju waktu itu. Karena kita membahas pagu anggaran untuk memperbaiki pesawat hibah," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan, Hartind Asrin kepada detikcom, Sabtu (7/7/2012) malam.

    Menurut Hartind, saat itu DPR dan pemerintah menyepakati anggaran Rp 50 miliar untuk perbaikan 4 unit pesawt hibah Hercules. Biaya ini dianggarkan karena pesawat bekas yang dihibahkan harus menjalani perbaikan. "Anggaran tidak masuk APBN tapi ada skema tertentu dari Kementerian Keuangan," jelasnya.

    Namun saat itu, proses hibah ditunda oleh pihak Australia. Penandatanganan hibah baru dilakukan pada 2 Juli 2012 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Australia.

    "Saat penandatanganan MoU di Australia, ada dua anggota Komisi I yang hadir. Satu di antaranya Pak Yoris Raweyai. Dia datang atas undangan pemerintah," kata Hartind.

    Sebelumnya Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mempermasalahkan hibah 4 unit Hercules. Menurutnya hibah harus dengan persetujuan DPR seperti diatur Pasal 23 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Kemhan : Komisi I Tidak Konsisten Padahal Hibah Hercules Disetujui Tahun 2011

    Rusia Akan Memberikan ToT Pesawat Tempur Dan Sipil Buatan Sukhoi

    Moskow - Musibah Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak Bogor tidak menghalangi kerjasama RI-Rusia dalam bidang kedirgantaraan. Sebuah rencana kerja sama yang mencakup alih teknologinya dari Rusia ke industri penerbangan Indonesia sedang disusun.

    Demikian intisari pertemuan Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun, dengan President of JSC United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan di Moskow, Jumat (6/7/2012) waktu setempat. JSC United Aircraft Corporation merupakan holding company yang membawahi industri Sukhoi tempur dan komersial.

    Pertemuan dalam format makan siang bersama dengan menu khas Rusia ini, intinya adalah saling mengenal sambil menggali hal-hal yang dapat dikerjasamakan di masa depan. Kedua pihak hanya sedikit menyinggung 'tragedi Sukhoi' dalam perspektif di balik kejadian tersebut harus mampu dimunculkan hal-hal yang positif di masa datang.

    "Ada masanya kita melihat ke depan," kata Dubes Djauhari.

    Di dalam hal ini, Sukhoi berpendapat bahwa kerja sama kedirgantaraan yang mencakup transfer of technology merupakan sesuatu yang sangat dimungkinkan. "Sukhoi dapat berkolaborasi dengan industri penerbangan di Indonesia untuk memproduksi suku cadang, baik Sukhoi tempur maupun komersial," ujar Mikhail Pogosyan.

    Sukhoi juga sangat terbuka untuk mendidik anak-anak terbaik Indonesia untuk studi bidang penerbangan. Rusia memiliki dua universitas terbaik di bidang ini, yakni di kota Moskow dan Kazan. Sukhoi dalam hal ini bisa saja memberikan beasiswa.

    Selain itu, Mikhail juga menyatakan ingin memberikan kuliah kedirgantaraan di universitas di Indonesia dalam sebuah kunjungannya di Indonesia kelak. Maklum, selain sebagai presiden direktur, Mikhail juga merupakan seorang penerbang dan sangat mengerti tentang industri penerbangan.

    Pertemuan yang diselingi canda tersebut juga sempat membahas aneka makanan khas Rusia seperti kaviar dan Vodka. Kedua belah pihak sepakat untuk membangun sebuah komunikasi yang intensif dalam rangka kerjasama yang menguntungkan di masa depan.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Rusia Akan Memberikan ToT Pesawat Tempur Dan Sipil Buatan Sukhoi

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.