ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, February 26, 2010 | 8:57 PM | 0 Comments

    TNI AL Selamatkan Aset Negara Senilai Rp 13,8 Triliun

    SURABAYA, KOMPAS.com — Selama tahun 2009, TNI Angkatan Laut berhasil menangani 2.369 kasus dalam operasi keamanan laut. Total kerugian kekayaan negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp 13,8 triliun.

    Demikian pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono, Kamis (25/2/2010), dalam Seminar Nasional Kelautan Tahun 2010 Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Gedung Moeljadi Komando Pengembangan Pendidikan TNI AL di Surabaya.

    Dari total 2.369 kasus yang ditangani TNI AL, terdapat beberapa jenis kasus, yaitu penangkapan ikan ilegal 177 kasus, pembalakan liar 16 kasus, dan kasus-kasus lainnya, seperti penyelundupan timah, granit, batu bara, barang bekas, bahan bakar minyak, dan bahan pokok sebanyak 109 kasus. Dibandingkan tahun 2008 lalu, jumlah kasus yang ditangani tahun 2009 lebih tinggi, begitu juga dengan tingkat kerugian yang disebabkan.

    "Tahun 2008 lalu hasil operasi keamanan laut TNI AL sebanyak 2.175 kasus dengan potensi kerugian kekayaan negara sebanyak Rp 12,4 triliun. Sedangkan tahun 2009 hasil operasi meningkat menjadi 2.369 kasus dengan perkiraan potensi kerugian negara sebesar Rp 13,8 triliun," ujarnya.

    Agus mengakui, hingga saat ini jumlah armada kapal TNI AL masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luasnya wilayah perairan Indonesia yang mencapai 5,9 juta kilometer persegi dengan garis pantai 81.000 kilometer dan jumlah pulau sekitar 17.500 pulau.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI AL Selamatkan Aset Negara Senilai Rp 13,8 Triliun

    Thursday, February 25, 2010 | 8:30 PM | 0 Comments

    Rusia Minta Wapres Dukung Satelit di Biak


    Jakarta (ANTARA News) - Rusia yang ingin menempatkan satelit di atas Biak, Provinsi Papua, meminta dukungan Wakil Presiden Boediono agar rencananya itu terlaksana segera, sebagai wujud persahabatan dengan Indonesia khususnya di bidang teknologi.

    "Rusia minta kepada Wapres untuk ikut mendukung dan mempercepat penempatan satelit di Biak itu, dan Wapres menyatakan ingin membantu serta mendorong penyelesaian berbagai hambatan," kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Kamis.

    Usai mendampingi Wapres bertu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov, Yopoe menyebutkan, Rusia masih sangat berminat membangun dan mengembangkan teknologi satelit di Indonesia, khususnya Biak.

    Pengembangan satelit Rusia di Indonesia, katanya, selama ini menghadapi kendala khususnya perlindungan hak cipta teknologi.

    "Rusia menginginkan teknologi satelit yang nanti dikembangkan di Biak bisa dilindungi hak ciptanya," katanya.

    Teknologi peluncuran satelit Rusia yang nanti akan ditempatkan di atas Biak, katanya, bukan dengan teknologi peluncuran satelit dari tanah menggunakan roket, tapi satelit akan diangkut menggunakan angkutan pesawat terbang.

    "Satelit diletakkan di punggung pesawat dan setelah mengudara dengan ketinggian tertentu maka satelitnya akan diluncurkan," kata Yopi.

    Dikatakan pula, antara Indonesia dan Rusia selama ini telah menjalin kerjasama teknologi yang baik dan erat dan banyak pegawai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang menuntut ilmu di Rusia.

    Dubes Rusia juga mengundang Boediono menghadiri Forum Ekonomi Internasional pada Juni 2010 di St. Petersburg, Rusia.

    "Dubes Alexander mengundang Wapres untuk bisa menghadiri forum tersebut di Rusia," katanya.

    Sumber: Antara
    Readmore --> Rusia Minta Wapres Dukung Satelit di Biak

    Kapal Perang AS Bersandar di Batam

    Batam (ANTARA News) - Kapal perang Amerika Serikat USS Patriot bersandar di Pelabuhan Kabil Industrial Estate, Batam, Rabu siang.

    Kapten kapal Walter C Mainor mengatakan kapal perang jenis penyapu ranjau itu singgah di Batam dalam misi sosial.

    "Kami akan berada di Batam seminggu dengan berbagai kegiatan," kata dia.

    Selama berada di Batam, awak kapal akan melakukan "open ship" bagi masyarakat yang ingin melihat perlengkapan dan kecanggihan teknologi kapal perang milik negara adi daya.

    Di Batam, awak kapal perang AS dijadwalkan menanam pohon, mengunjungi panti dan kegiatan lainnya. Kamis sore, Angkatan Laut AL dijadwalkan latihan bersama dengan TNI AL.

    Selain itu, kapal berawak sekitar 80 orang itu akan memenuhi kebutuhan logistik pelayaran.

    "Awak kapal akan berbelanja dan mengunjungi tempat hiburan," kata dia.

    Kedatangan kapal perang AS disambut Wakil Wali Kota Batam yang langsung mengunjungi kapal tersebut.

    Sebelumnya, Asisten II Pemerintah Kota Batam syamsul bahrum mengatakan kunjungan sekitar 80 tentara AS mendatangkan banyak keuntungan.

    "Para tentara datang, tentunya bawa banyak dolar yang siap dibelanjakan di Batam," kata dia. Selain itu, kebutuhan logistik kapal juga akan dipenuhi di Batam.

    "Mereka akan beli minyak, air, dan kebutuhan kapal lain," kata dia.

    Keuntungan lainnya, 280 tentara berwarganegara AS juga akan menambah daftar kunjungan wisatawan mancanegara melalui Batam.

    Sumber: Antara
    Readmore --> Kapal Perang AS Bersandar di Batam

    900 Tentara Bangladesh Terancam Hukuman Gantung

    DHAKA, KOMPAS.com - Pihak berwenang Bangladesh menyatakan akan menuntut 900 tentara penjaga perbatasan yang dituduh melakukan pembunuhan, pembakaran dan penjarahan selama pemberontakan tahun lalu yang menewaskan 74 orang.

    Sebanyak 57 perwira senior tewas dalam 33 jam pengepungan pada 25 Februari tahun lalu dan menimbulkan ketegangan besar antara pemerintah sipil yang baru terpilih di bawah Perdana Menteri Sheikh Hasina dengan petinggi militer.

    "Kami telah menemukan bahwa ada sekitar 900 tentara Bangladesh ikut ambil bagian dalam pembunuhan perwira tentara, penjarahan, pembakaran dan penyiksaan terhadap anggota keluarga para perwira," kata jaksa Mosharraf Hossain Kazal kepada AFP.

    "Kami berada dalam tahap akhir penyelidikan. Mereka akan segera dikenakan hukuman, "katanya, seraya menambahkan bahwa hukuman maksimum untuk pembunuhan di bawah hukum pidana Bangladesh adalah kematian dengan digantung.

    Mayat mereka yang tewas dalam pemberontakan itu dibuang pada saluran pembuangan dan dimakamkan secara dangkal. Para korban ditemukan selang beberapa hari setelah pertumpahan darah berakhir dan para pemberontak melarikan diri dengan pakaian sipil.

    "Sebagai bagian dari penyelidikan pidana, lebih dari 7.000 penjaga perbatasan telah diinterogasi dan 2.205 orang telah ditahan," kata polisi penyelidik Abdul Kahhar Akhand.

    Diperkirakan 3.500 orang akan menghadapi tuntutan pengadilan khusus militer atas keterlibatan mereka dalam pemberontakan. Terdakwa dalam pengadilan ini menghadapi hukuman maksimum tujuh tahun penjara.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> 900 Tentara Bangladesh Terancam Hukuman Gantung

    Wednesday, February 24, 2010 | 9:34 AM | 0 Comments

    Menhan Menerima Dubes Polandia dan Belanda Bicarakan Kerjasama Pertahanan


    Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (23/1) secara berturut –turut menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Polandia dan Duta Besar Belanda di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan Dubes Polandia Tomasz Lukaszuk kepada Menhan tersebut, diantaranya dibicarakan mengenai Defence Cooperation Agreement / DCA (perjanjian kerjasama pertahanan) antara RI-Polandia.

    Dubes Polandia menyampaikan, pemerintah Polandia berharap Defence Cooperation Agreement antara RI – Polandia dapat segera diratifikasi oleh Indonesia. Setelah diratifikasi maka pembicaraan kerjasama pertahanan kedua negara akan semakin terbuka, baik melalui kerjasama di bidang industri pertahanan, pertukaran perwira maupun kerjasama dalam bidang pendidikan.

    Dubes Polandia menambahkan, kemungkinan kerja sama lainnya yang dapat dilakukan kedua negara diantanya juga kegiatan dalam persiapan personel untuk pasukan perdamaian. Hal itu memungkinkan dapat dilaksanakan, karena Polandia mempunyai pusat pendidikan untuk persiapan pasukan perdamaian, sementara Indonesia juga mempunyai pasukan yang memiliki pengalaman dalam misi penjaga perdamaian.

    Lebih lanjut Dubes Polandia menyampaikan, pemerintah Polandia juga berharap adanya peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan antara RI - Polandia. Dijelaskannya, saat ini pembicaraan kerja sama industri pertahanan antara kedua negara sudah dimulai antara industri pertahanan Polandia dengan PT. DI. Selain kerja sama dengan PT. DI, pemerintah Polandia berharap kerja sama di bidang industri pertahanan juga dapat dilakukan dengan industri pertahanan dalam negeri Indonesia lainnya.

    Terakhir, Dubes Polandia menyampaikan kepada Menhan untuk berkenan berkunjung ke Polandia dan melakukan kunjungan ke Menhan Polandia bersamaan dengan kunjungan Presiden Eropa beberapa waktu yang akan datang. Diharapkan melalui kunjungan tersebut akan semakin meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara.

    Menanggapi Dubes Polandia, Menhan menyampaikan dalam perjalanan ke Eropa nanti, Menhan berharap dapat menyempatkan diri untuk berkunjung ke Polandia sebagai balasan kunjungan Menhan Polandia ke Indonesia beberapa waktu yang lalu.

    Menjelaskan tentang perkembangan Defence Cooperation Agreement antara RI-Polandia, Menhan mengatakan saat ini masih menunggu proses ratifiikasi dari DPR RI, namun demikian diharapkan pada saat pelaksanaan Indo Defence akhir tahun ini perjanjian kerjasama pertahanan kedua negara tersebut sudah diratifikasi.

    Menhan menerima kunjungan Dubes Belanda

    Sementera itu, saat kunjungan Dubes Belanda Nikolaos van Dam menyinggung mengenai kerjasama pertahanan antara RI - Belanda khususnya peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan. Dubes Belanda menyampaikan, setelah Indonesia membeli kapal korvert sebanyak empat buah ke belanda beberapa waktu yang lalu, kerjasama di bidang industri pertahanan antara kedua negara diharapkan dapat terus dilanjutkan khususnya kemungkinan untuk kerjasama pembuatan bersama kapal korvert dengan PT.PAL.

    Menanggapi Dubes Belanda, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kerjasama dibidang industri pertahanan antara RI - Belanda diharapkan memungkinkan adanya transfer of technology (alih teknologi). Karena, dengan kerja sama alih teknologi tersebut, kedepan Indonesia berharap dapat mencapai kemandirian di bidang industri pertahanan sesuai dengan program revitalisasi industri pertahanan yang dicanangkan oleh Kemhan RI. Oleh karenanya, lebih lanjut Menhan berharap ada konsep konkrit mengenai kerjasama transfer of technology antara RI - Belanda tersebut.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan Menerima Dubes Polandia dan Belanda Bicarakan Kerjasama Pertahanan

    LATIHAN BERSAMA INDOBATT DENGAN UNIFIL QRF

    PUSPEN TNI (23/2),- Program latihan bersama antar satuan secara periodik dilaksanakan di jajaran UNIFIL (United Nations Interim Forces In Lebanon) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan operasional Peacekeeper yang bertugas di wilayah Lebanon Selatan. Hal inilah yang melandasi pelaksanaan latihan bersama antara Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIIII-D/UNIFIL (Indobatt) dengan Baterai Artileri Medan UNIFIL QRF (Quick Reaction Force) yang berlangsung sejak tanggal 20 sampai dengan 22 Februari 2010 di daerah operasi Batalyon Indonesia, meliputi wilayah Adshit Al Qusayr, Markaba dan El Aadeisse.

    Materi latihan bersama kali ini merupakan latihan teknis tentang prosedur permintaan tembakan bantuan Artileri Medan (Armed) dari Indobatt sebagai satuan taktis di lapangan kepada UNIFIL QRF sebagai satu-satunya satuan di jajaran UNIFIL yang berkemampuan pemukul reaksi cepat dengan wilayah operasi mencakup seluruh wilayah Lebanon Selatan dan dilengkapi dengan persenjataan lengkap, baik untuk kemampuan Infanteri Mekanis, Kavaleri, Artileri Medan, Artileri Pertahanan Udara dan Radar.

    Latihan bersama yang berjalan selama 3 (tiga) hari tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi dan bekerja sama secara tepat dan benar bagi personel Indobatt dan UNIFIL QRF, dalam rangka permintaan, pemberian dan koreksi bantuan tembakan Armed. Hal ini sangat penting bagi kedua satuan mengingat kemampuan dasar satuan yang berbeda, dimana Indobatt berkemampuan sebagai satuan Infanteri Mekanis dan unit dari UNIFIL QRF berkemampuan Artileri Medan.

    Melalui prosedur bantuan tembakan yang telah diatur dengan implementasi Standard Operating Procedure (SOP) dan berlaku di jajaran UNIFIL, maka proses permintaan, pemberian dan koreksi terhadap bantuan tembakan yang diberikan oleh UNIFIL QRF kepada Indobatt menggunakan dua metode komunikasi. Kedua metode komunikasi tersebut bertujuan untuk melaporkan secara langsung proses bantuan tembakan kepada Panglima UNIFIL sebagai satu-satunya pejabat berwenang di jajaran UNIFIL yang memutuskan adanya bantuan tembakan. Metode komunikasi pertama adalah dari Indobatt kepada Perwira Penghubung (LO) UNIFIL QRF yang berada di Sektor Timur UNIFIL, untuk selanjutnya diteruskan kepada Panglima UNIFIL yang berada di Markas Besar UNIFIL, Naqoura. Sementara itu, metode kedua adalah dari Indobatt kepada Tactical Operation Center (TOC) Sektor Timur UNIFIL, untuk selanjutnya diteruskan kepada Panglima UNIFIL.

    Dengan diadakannya latihan bersama tersebut, kedua satuan mendapatkan pengalaman berharga yang dapat diaplikasikan dalam menghadapi berbagai kemungkinan timbulnya situasi yang memerlukan bantuan tembakan Artileri Medan.

    Sumber: TNI
    Readmore --> LATIHAN BERSAMA INDOBATT DENGAN UNIFIL QRF

    Konflik Perbatasan RI-Timor Leste Kembali Mencuat

    KUPANG--MI: Konflik di kawasan perbatasan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, dengan Distrik Ambenu, Timor Leste.

    Konflik itu terjadi menyusul klaim dari warga Ambenu atas areal pertanian seluas enam hektare sebagai milik mereka.

    Anggota DPD RI Sarah Lery Mboeik yang tengah melakukan kunjungan ke perbatasan dengan Timor Leste ketika dikontak melalui telepon seluler di Kefamenanu, Selasa, mengatakan, perebutan lahan di garis perbatasan antara Timor Tengah Utara dan Distrik Ambenu harus segera diatasi, guna menghindari kemungkinan terjadinya perang tanding antarwarga perbatasan.

    "Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus mengantisipasi konflik sebelum terjadi pertumpahan darah," katanya.

    Dia mengatakan, wilayah yang diklaim itu terletak di Desa Obe, Kecamatan Bikomi Nululat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lahan itu diklaim oleh warga dari Distrik Ambenu, Timor Leste, sebagai milik mereka, sehingga mendapat protes keras dari warga Bikomi Nunulat.

    Sarah bersama sejumlah anggota Komite I DPD yang membidangi masalah pertanahan, tata ruang, perbatasan dan hutan, melakukan kunjugan kerja ke perbatasan Timor Leste dua hari terakhir.

    "Pemerintah pusat perlu melihat kembali Traktat 1904, dengan melihatkan pemangku adat yang punya wilayah adat di perbatasan kedua negara, agar persoalan yang terkait dengan eksistensi adat dan hak-hak tradisional bisa diatasi," katanya.

    Traktat 1904 tersebut, kata dia, berkaitan dengan pembagian wilayah kekuasaan antara penjajah Belanda yang menguasai Timor bagian barat dan penjajah Portugis yang menguasai wilayah Timor bagian timur yang kini dikenal sebagai negara Timor Leste.

    Menurut Sarah, sehari sebelumnya, Camat Bikomi Nilulat Agustinus Solokana, melaporkan klaim warga Timor Leste itu dalam pertemuan dengan anggota DPD bersama para camat dan muspida Timor Tengah Utara.

    Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Camat Naibenu Gaspar Nono juga melaporkan bahwa wilayahnya juga diklaim. Bahkan pada 2005 nyaris meletus perang tanding antara warga di kecamatan tersebut dengan warga Timor Leste.

    "Ada pilar yang dipasang Belanda pada tahun 1915 di perbatasan dengan Timor Leste, tetapi pilar itu dipindahkan orang tidak dikenal sejak 2009," kata Lery Mboeik mengutip camat Solokana dan menambahkan, DPD akan segera menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat, untuk mengambil langkah penyelesaian secepat mungkin, sebelum konflik antarwarga di perbatasan pecah.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Konflik Perbatasan RI-Timor Leste Kembali Mencuat

    Kebutuhan Anggaran Rp 149 Triliun

    Jakarta, Kompas - Indonesia membutuhkan anggaran Rp 149 triliun untuk memenuhi kebutuhan anggaran alat utama sistem persenjataan atau alutsista dalam kurun waktu 2010-2014. Pemenuhan anggaran alutsista itu dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

    Demikian terungkap dalam rapat kerja Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dengan Komisi I DPR, Senin (22/2). Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan semua kepala staf TNI turut hadir dalam rapat kerja tersebut.

    Menhan memerinci, kebutuhan alutsista dalam lima tahun ke depan mencakup pengadaan alutsista sebesar Rp 87 triliun dan perawatan alutsista Rp 62 triliun. Kebutuhan anggaran tersebut dipenuhi bertahap, mulai tahun anggaran 2010 sebesar Rp 23 triliun, tahun 2011 sebesar Rp 32 triliun, tahun 2012 sebesar Rp 29 triliun, tahun 2013 sebesar Rp 32 triliun, dan tahun 2014 sebesar Rp 32 triliun.

    ”Jika pengadaan alutsista bisa dipenuhi dari industri pertahanan dalam negeri, pasti kita akan pakai dari dalam negeri,” kata Purnomo.

    Salah satu pengadaan alutsista yang dilakukan dalam lima tahun ke depan adalah pembelian satu skuadron pesawat Super Tucano untuk mengganti pesawat OV-10 Bronco yang telah tidak diterbangkan tahun 2007.

    Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengatakan, Super Tucano buatan Brasil tersebut akan menggantikan OV-10 yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun. Pesawat yang tiap unit harganya berkisar 13 juta dollar AS tersebut bisa mengangkut 1.500 kilogram amunisi dan beroperasi selama tiga jam.

    Djoko Santoso juga mengungkapkan, TNI AL juga menganggarkan pembelian kapal cepat rudal trimaran dengan panjang 60 meter dan kapal cepat rudal dengan panjang 40 meter. Dua kapal tersebut produk industri swasta nasional.

    Anggota Komisi I DPR, Effendy Choirie (F-PKB), meminta Kementerian Pertahanan memetakan kondisi alutsista saat ini sehingga diketahui mana saja yang perlu diganti. Di samping itu, pemenuhan kebutuhan alutsista tetap harus memerhatikan kemampuan keuangan negara.

    Dalam rapat tersebut juga terungkap rencana pemerintah membangun Peace Keeping Centre (Pusat Penjaga Perdamaian) di areal seluas sekitar 250 hektar. Purnomo menegaskan, proyek pembangunan Peace Keeping Centre yang menelan anggaran Rp 325 miliar itu murni dibiayai Pemerintah Indonesia.

    ”Indonesia cukup diperhitungkan dan sering dipercaya mengirimkan pasukan perdamaian oleh PBB. Peace Keeping Centre digunakan untuk melatih pasukan yang akan dikirim menjalankan operasi penjaga perdamaian,” kata Purnomo.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kebutuhan Anggaran Rp 149 Triliun

    Tuesday, February 23, 2010 | 9:06 PM | 0 Comments

    Tjahjo: Jangan Jajaki Alutsista Cina

    JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI, Tjahjo Kumolo mengkritisi program prioritas Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro terkait pengadaan alutsista. Menurut dia, seharusnya Menhan konsisten pada revitalisasi industri pertahanan dalam negeri. Jangan malah berencana menjajaki alutsista dari Cina.

    "Kemarin (Senin, 22/2) Komisi I memang telah menyetujui upaya pemerintah mempercepat modernisasi alutsista TNI secara terencana bertahap dalam jangka yang tepat. Tapi harus memprioritaskan pembelian produk dalam negeri," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya pada JPNN, Selasa (23/2).

    Dia juga mengkritisi proses pengambilalihan bisnis TNI yang belum jelas penyelesaiannya. Demikian juga tentang RUU Peradilan Militer tidak dimasukkan dalam prolegnas padahal menjadi prioritas program 100 hari.

    "Saya kecewa dengan pemaparan Menhan dan Panglima TNI kemarin. Terlalu normatif dan tidak ada kemajuan. Terlebih untuk penanggulangan terorisme tidak ada langkah nyata baik dalam bentuk regulasi maupun bentuk lainnya," terang politisi PDI Perjuangan.

    Untuk diketahui, dalam hasil keputusan raker (Senin, 22/2) Komisi I mendukung Menhan dan Panglima TNI untuk meningkatkan anggaran bagi pemenuhan alutsista dengan memprioritaskan pembelian produk dalam negeri. Terkait dengan pembelian alutsista TNI yang dibiayai melalui kredit ekspor, Komisi I meminta Menhan agar dalam pengadaan alutsista TNI yang dibiayai fasilitas ekspor harus dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mempertimbangkan proses pengadaan melalui mekanisne G to G (goverment to government).

    Sumber: JPNN
    Readmore --> Tjahjo: Jangan Jajaki Alutsista Cina

    KONTINGEN GARUDA XX-G/MONUC SIAPKAN LAHAN UNTUK PRAJURIT BANGLADESH DAN INDIA

    PUSPEN TNI (22/2),- Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-G/Monuc yang bermarkas di Dungu - Kongo membantu menyiapkan lahan untuk dibangun fasilitas akomodasi prajurit BAN ASU (Bangladesh Air Support) dan IAC (India Air Company). Penyiapan lahan yang berlokasi berdekatan dengan Bumi Siliwangi Camp Dungu ini luasnya 100 x 100 m2 dan dikerjakan dalam waktu satu minggu.

    Surat Perintah penyiapan lahan kepada Kontingen Garuda XX-G/Monuc yang datangnya langsung dari Markas Besar Monuc berkedudukan di Kinsasa Kongo ini, di tandatangani oleh Li Jiantauw (Force Engeneering) selaku Kepala Bagian Konstruksi yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan dan bangunan.

    Penyiapan lahan yang dikerjakan oleh Kontingen Garuda XX-G/Monuc akan dibangun fasilitas Akomodasi oleh Engeneering Section Wilayah Dungu yang di kepalai oleh Mr. Faruq, diperuntukan bagi prajurit BAN ASU (Bangladesh Air Support) yang berkekuatan 90 personel. Disamping itu, juga akan dibangun fasilitas akomodasi untuk prajurit India yang berkekuatan satu Kompi yang tergabung dalam IAC (India Air Company).

    Kontingen Garuda XX-G yang di pimpin oleh Letkol Czi Arnold AP Ritiauw pada hari Minggu (21/02/2010) telah dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Pimpinan Monuc yang berkedudukan di Markas Besar Monuc di Kinsasa Kongo, baik itu pekerjaan yang bersifat Key Task, Major Task dan Minor Task semuanya dapat diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

    Pada akhirnya Kontingen Garuda XX-G bertekad terus bekerja secara profesional dalam misi perdamaian yang disponsori oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sesuai MOU (Memorandum Of Understanding) dan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang telah ditentukan, sehingga semua pekerjaan yang dilakukan oleh Kontingen Garuda XX-G dapat mengangkat nama baik Negara dan bangsa Indonesia di dunia Internasional.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KONTINGEN GARUDA XX-G/MONUC SIAPKAN LAHAN UNTUK PRAJURIT BANGLADESH DAN INDIA

    Monday, February 22, 2010 | 5:53 PM | 0 Comments

    TNI Sudah Usulkan Remunerasi


    JAKARTA--Panglima TNI Djoko Santoso menegaskan, remunerasi di lingkup TNI sudah diusulkan dan tinggal menunggu pengesahannya. Dengan demikian, selain ada peningkatan gaji, tunjangan khusus, dan penambahan uang lauk pauk, tahun ini TNI akan mendapatkan remunerasi.

    "Berapa prosentase remunerasi masing-masing anggota TNI sudah kami usulkan ke Menteri PAN&RB. Tinggal tunggu penetapannya," kata Panglima TNI dalam raker dengan Komisi I DPR RI, Senin (22/2). Sementara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menambahkan, pembahasan di tingkat pemerintah sudah selesai. Tinggal tunggu pembahasan di Badan Anggaran yang diperkirakan mulai Maret-April.

    Mengenai prosentase, menurut Purnomo tergantung Kementerian Keuangan. "Saya sih usulkan tinggi, tapi yang menentukan kan Kemenkeu. Jadi kami minta dukungan Komisi I yang duduk dalam Banggar agar usulan kami bisa lolos," ungkapnya. Ditanya kapan remunerasi bisa diterima TNI, Purnomo menjawab diplomatis, "kapan pastinya tunggu penetapan APBNP. Biasanya itu diketok pada semester dua." Jika benar demikian, TNI akan mendapatkan remunerasi pada pertengahan tahun ini.

    Sumber: JPNN
    Readmore --> TNI Sudah Usulkan Remunerasi

    Menhan Optimis Beli Alutsista Baru

    JAKARTA- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro optimis dalam jangka 5 tahun ini bisa membeli Peralatan Utama Sistem Pertahanan (alutsista) yang baru. Pembelian berbagai perlengkapan perang itu diyakini tidak akan mempengaruhi postur APBN.

    "Angka defisit APBN akan dijaga 0,1 persen per tahun dengan fleksibilitas 2,5 persen. Untuk tahun ini defisit diperkirakan 1,4 persen sehingga mampu membeli alutsista Rp10 triliun per tahun," kata Purnomo Yusgiantoro dalam raker dengan Komisi I DPR RI, Senin (22/2).

    Dia menegaskan, karena kondisi ekonomi Indonesia mulai baik, maka pemerintah memprosentasekan anggaran 60 persen untuk pembelian alutsista baru dan 40 persen pemeliharaan. Purnomo juga memastikan dalam jangka waktu 5 tahun, kondisi ekonomi akan baik-baik saja. Di mana diprediksikan pertumbuhan ekonomi pada 2014 akan menyentuh 6,5 persen dengan nilai devisa USD66 miliar.

    "Belanja APBN tahun ini mencapai Rp1.000 triliun, 2014 diperkirakan belanjanya Rp1.700 triliun. Dari gambaran ekonomi Indonesia ini bisa dipastikan mulai tahun ini kita sudah bisa membeli alutsista baru," tandasnya.

    Kementerian Pertahanan ini sendiri mengalokasikan dana pembelian dan pemeliharaan alutsista sekitar Rp150 triliun. Jika 60 persen untuk pembelian alutsista baru berarti, hanya sekitar Rp62 triliun untuk pemeliharaan.

    Sumber: JPNN
    Readmore --> Menhan Optimis Beli Alutsista Baru

    Pemerintah Siapkan Rp 100 Triliun untuk Alutsista Menhan: Rp 50 Triliun Lagi Masih Dicari Solusinya


    JAKARTA - Untuk kebutuhan alutsista (alat utama sistem pertahanan) dalam kurun waktu lima tahun, pemerintah hanya bisa menyediakan dana sebesar Rp 100 triliun dari total anggaran sebesar Rp 149,78 trilun. Itu berarti masih ada sekitar Rp 50 triliun yang masih menggantung.

    "Jujur saja, dari sekitar Rp 150 triliun kebutuhan alutsista, pemerintah hanya oke Rp 100 triliun saja. Sisanya itu yang lagi kita cari solusinya, dari mana diambil," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, dalam raker dengan Komisi I DPR RI, Senin (22/2).

    Disampaikan Menhan, kebutuhan alutsista yang tercantum dalam renstra 2010-2014 itu terdiri dari pengadaan sebesar Rp 87,32 triliun, serta perawatan/pemeliharaan Rp 62,46 triliun. Rinciannya adalah untuk tahun anggaran 2010 sebesar Rp 23,01 triliun, 2011 sebesar Rp 32,29 triliun, TA 2012 Rp 29,66 triliun, TA 2013 Rp 32,58 triliun, serta TA 2014 sebanyak Rp 32,15 triliun.

    "Mekanisme pengadaan dan tender alutsista TNI telah diatur melalui Permenhan No: PER/06/M/VII/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Militer dan Permenhan No: PER/07/M/VII/2006 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Militer dengan Menggunakan Fasilitas KE di Kemhan dan TNI," tutur Purnomo.

    Selain itu, lanjut Purnomo pula, pengadaan alutsista diupayakan semaksimal mungkin secara government to government. Namun bila tidak memungkinkan, maka dilaksanakan secara government to producer. Sementara alternatif terakhir katanya, adalah melalui authorized distributor.

    Sumber: JPNN
    Readmore --> Pemerintah Siapkan Rp 100 Triliun untuk Alutsista Menhan: Rp 50 Triliun Lagi Masih Dicari Solusinya

    Panglima: TNI Beli Super Tucano Gantikan Ov-10


    JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menjelaskan, rencana TNI berencana membeli pesawat jenis Super Tucano merupakan pengganti pesawat OV-10 yang telah di-"grounded". Hal itu dijelaskan Panglima saat rapat kerja dengan Komisi I di gedung DPR Jakarta, Senin (22/2/2010).

    Panglima TNI menjelaskan proses pembelian alutsista itu dilaksanakan pada renstra II tahun 2010-2014. Sementara, penjelasan Panglima ini terkait dengan pertanyaan kalangan anggota Komisi I DPR seputar rencana TNI AU membeli pesawat Super Tucano untuk ditempatkan di skadron 14 Madiun dan rencana TNI AL membeli kapal patroli cepat. "TNI AU telah mengajukan anggaran pembelian beserta dukungannya sebanyak 16 unit untuk satu skadron," ujarnya.

    Terkait upaya pemberdayaan industri strategis pertahanan nasional, menurut Panglima TNI, pihaknya juga berencana melibatkan atau menjalin kerjasama PT Dirgantara Indonesia dalam berbagai hal yang menyangkut pelatihan, jaminan ketersediaan suku cadang, prosentase kandungan lokal dan alih teknologi.

    Tentang pembelian kapal patroli cepat, Panglima TNI mengatakan bahwa sesuai dengan renstra II tahun 2010-2014, TNI AL telah menganggarkan pembelian Kapal Cepat Rudal Terimaran dengan panjang 60 meter dan Kapal Cepat Rudal sepanjang 40 meter."Keduanya merupakan produk industri swasta nasional," kata Panglima TNI.

    Dalam raker yang dipimpin Ketua Komisi I Aziz Stamboel (FPKS), hadir pula Menhan Purnomo Yusgiantoro, para kepala staf TNI dan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Panglima: TNI Beli Super Tucano Gantikan Ov-10

    BATALYON ROKET-1 MARINIR JUARA PERTAMA LOMBA BINSAT

    PASMAR-1 (22/2),- Lomba Binsat antar satuan dijajaran Pasmar-1 yang dimulai sejak tanggal 8 Februari 2010 telah berakhir pada Jum’at, 19 Februari 2010.

    Batalyon Roket-1 Marinir keluar sebagai juara pertama, dari menembak Senapan, Batalyon yang dikomandani Mayor Marinir Soemanto tersebut memperoleh nilai 660, Renang laut memperoleh nilai 5.940 dan lari 8 km mendapat nilai 660, total keseluruhan 7.260.

    Batalyon Infanteri-3 Marinir sebagai Juara Kedua, dari menembak senapan dengan nilai 5.940, Renang laut dengan nilai 660 dan lari 8 km memperoleh nilai 10, total keseluruhan 6.660.

    Batalyon Infanteri-1 Marinir sebagai Juara Ketiga, menembak senapan memeperoleh nilai 180, renang laut memperoleh nilai 220 dan lari 8 km mendapat nilai 5.940, total keseluruhan 6.340.

    Penerimaan hadiah dilaksanakan di Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir, Minggu, (21/02) oleh Kepala Staf Korps Marinir Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ikin Sodikin, saat pelaksanaan olah raga bersama dengan para sesepuh Korps Marinir.

    Sumber: TNI
    Readmore --> BATALYON ROKET-1 MARINIR JUARA PERTAMA LOMBA BINSAT

    LANUD SULAIMAN MENURUNKAN TIM SAR MENOLONG WARGA

    LANUD SULAIMAN (22/2),- Wilayah Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Cangkuang mengalami bencana banjir paling parah, sedikitnya tiga desa terendam banjir setinggi 1-2 meter yakni Desa Cirengit, Tanjung Sari dan Kamasan, perkiraan banjir berasal dari jebolnya tanggul dan luapan Sungai Cisangkui.

    "Rumah-rumah warga di tiga desa tersebut pada pukul 21.00 WIB terendam banjir hingga mencapai 2-3 meter. Banjir ini memang paling besar dari sebelumnya," Dadang, 43, warga Desa Cirengit, Jumat (19/02/2010).

    Dari pantauan, banjir yang melanda kawasan Kec Cangkuang terlihat merata di tiga desa tersebut. Banjir menggenangi puluhan hektar tanaman padi dan memutus jalur-jalur penghubung antara desa satu dengan desa yang lain. Sementara itu, ratusan warga terlihat berduyun-duyun mengungsi sambil membawa perbekalan seadanya.

    Sebagian besar warga di Kec Cangkuang dan Kecamatan Banjaran masih terisolasi dan terjebak ditengah-tengah kepungan banjir. Hingga pukul 10.30 WIB, Tim SAR Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung berusaha mengevakuasi dan menyelamatkan warga yang masih bertahan di lokasi banjir. Sementara itu hingga siang ini, warga yang terdiri orang tua dan anak-anak berhasil dievakuasi dan diungsikan di Masjid yang berada di Desa Cirengit.

    Menurut Aan Suhendar bapak RW Cirengit, warga di wilayah Desa Cirengit masih terjebak banjir dan menunggu pertolongan. Mereka, kata dia, berusaha menyelamatkan diri dan menempati tempat-tempat yang tidak terjangkau terjangan banjir.

    "Warga mengira banjir tidak seperti ini sehingga mereka tetap bertahan di rumahnya. Namun, setelah banjir datang begitu besar pada pukul 21.00 WIB mereka terjebak disana dan tidak bisa keluar dan terus diguyur hujan deras," ujarnya.

    Komandan Pangkalan TNI AU Lanud Sulaiman Kolonel PNB Wahyu A. DJaja, memerintahkan untuk menurunkan satu Peleton Tim SAR yang dilengkapi 5 buah perahu karet (LSR) dibawah pimpinan Mayor Psk Agus Sutopo bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bandung.

    Selain bantuan tersebut Pangkalan TNI AU Sulaiman juga memberikan bantuan logistik berupa nasi sebanyak 2500 bungkus dan 53 dus minuman kemasan yang langsung dibagikan kepada warga yang mengungsi dibeberapa titik pengungsian.

    Kepala Dinas Operasi Lanud Sulaiman Mayor Lek I Wayan Mahendra Data, Danskadik 204 Mayor Lek Cholik ikut meninjau secara langsung ke lokasi kejadian terjadinya bencana alam.

    Sumber: TNI
    Readmore --> LANUD SULAIMAN MENURUNKAN TIM SAR MENOLONG WARGA

    KASAD RESMIKAN DOJO YONG MOODO DIVIF 2/KOSTRAD

    DISPENAD (22/2),- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menyerahkan sekaligus meresmikan digunakannya gedung Dojo Yong Moodo yang diberi nama Gelanggang Bela diri “Wira Cakti” di Markas Divisi Infanteri (Madivif) 2/Kostrad Malang Jawa Timur, Jumat (19/2).

    Gedung olahraga yang diperuntukan sebagai sarana latihan bela diri dari Korea Selatan ini memiliki luas bangunan 750 m2 dengan luas arena 16X16 meter serta dilengkapi dengan ruang ganti, kamar mandi dan ruang kebugaran.

    Kasad Jenderal TNI George Toisutta dalam sambutannya mengatakan, Pembinaan satuan dilakukan dalam upaya mewujudkan satuan agar selalu siap melaksanakan tugas setiap saat, dengan didukung oleh kualitas prajurit yang profesional. Untuk membangun profesionalisme keprajuritan diperlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk berlatih.

    Ditambahkan, Pembangunan gedung Dojo di Madivif 2 Kostrad ini, merupakan salah satu upaya pimpinan dalam rangka meningkatkan profesionalisme keprajuritan di bidang keterampilan, khususnya bela diri Yong Moodo. “Gedung Dojo ini, selain berfungsi sebagai sarana untuk berolahraga dalam rangka menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, juga dapat digunakan sebagai sarana melakukan interaksi sosial antar prajurit di satuan, yang sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas-tugas satuan”, tegas Kasad.

    “Sarana berlatih berupa gedung Dojo yang memenuhi kualitas standar ini, hendaknya betul-betul dapat menjadi penunjang bagi lahirnya atlet-atlet beladiri dari Divif 2 Kostrad yang tangguh dan handal, dan diharapkan dapat mengukir prestasi di ajang yang lebih tinggi dan bergengsi”, imbuh Kasad.

    Acara yang juga dihadiri oleh Presiden Federasi Dunia Yong Moodo Mr. Kim Byung Chun ini menganugerahkan Anggota kehormatan Yong Moodo kepada Pangkostrad Letjen TNI Burhabudin Amin, Pangdivif 1/Kostrad Mayjen TNI Moeldoko serta Pangdivif 2/kostrad Mayjen TNI Geerhan Lantara.

    Usai meresmikan Dojo Yong Moodo, Kasad yang didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno meninjau Alutsista di Batalyon Kavaleri 3 Tank serta Batalyon Armed 1/105 dan bertatap muka dengan personel kedua kesatuan tersebut.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KASAD RESMIKAN DOJO YONG MOODO DIVIF 2/KOSTRAD

    SATGAS ZENI TNI BANGUN TANGGUL PERTAHANAN BATALYON MAROKO

    PUSPEN TNI (22/2),- Kontingen negara Maroko adalah salah satu Kontingen terbesar dengan jumlah 800 personel yang dikirim ke negara DRC (Democratic Republic of Congo) dalam operasi MONUC (Mission de I’Organisation Des Nations Unies en Republique Democratique du Congo/Misi PBB di Kongo) setelah kontingen dari negara Bangladesh, India dan Pakistan. Batalyon Infanteri Mekanis Maroko adalah satu-satunya Batalyon yang berada di Dungu dengan tugas pokok mengamankan Wilayah Dungu dan sekitarnya dari gangguan atau serangan milisi / sekelompok orang yang bersenjata, sehingga perlu kiranya tanggul-tanggul pertahanan Batalyon Maroko di perkuat sesuai standar UN (United Nation).

    Batalion Infanteri Mekanis Maroko yang ditempatkan di Dungu Town dan dekat dengan Bandara Udara Dungu yang di bangun oleh kontingen dari Indonesia sekitar dua Kompi atau hampir 230 orang. Base camp Batalyon Infanteri Mekanis Maroko (Morbat) yang berjarak sekitar 8 Km dari Bandara Udara Dungu membutuhkan akomodasi / base camp yang cukup besar dan layak serta aman dari serangan milisi atau sekelompok orang yang berniat untuk menyerang.

    Komandan Batalyon Maroko Kolonel Mohammed Benedir langsung meminta bantuan kepada Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/MONUC yang dipimpin oleh Letkol Czi AP Ritiauw untuk dibuatkan tanggul-tanggul pertahanan di sekeliling base camp mereka. Menurutnya, hanya Kontingen Garuda XX-G yang mampu membangun infrastruktur baik jalan, jembatan dan bangunan di daerah operasi Dungu Kongo. Atas persetujuan dan berbekal surat perintah dari Markas Besar MONUC di Kinshasa, Komandan Konga XX-G dan Komandan Batalyon Maroko langsung mensurvey tanggul yang akan dibangun. Pembangunan tanggul-tanggul pertahanan Batalyon Maroko yang panjangnya hampir 1000 M2 dengan tinggi sekitar 2,5 dan ketebalan sekitar 3 M di mulai pada bulan Februari 2010, dipimpin oleh Danton Alber Kapten Czi Maruahal Sihombing dengan mengerahkan alat-alat berat berupa Dozer dan Exavator.

    Komandan Batalyon Maroko dan Komandan Kontingen Garuda XX-G beserta Perwira Staf beberapa waktu lalu menginspeksi pekerjaan tanggul pertahanan yang masih di kerjakan. Setelah melihat hasil dari pekerjaan tersebut, Komandan Batalyon Maroko sangat puas dan gembira dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Kontingen Garuda XX-G. Dalam kesempatan itu pula Komandan Batalyon Maroko mengundang makan siang kepada Letkol Czi Arnold AP Ritiauw dan Perwira Staf di base camp Maroko.

    Dalam acara menghadiri undangan makan siang di Batalyon Maroko beserta para pejabat MONUC di Dungu Town, Komandan Batalyon Maroko Kolonel Mohammed Benedir mengucapkan terima kasih kepada Letkol Czi Arnold AP Ritiauw atas pembangunan tanggul pertahanan yang di nilai sangat baik dan kokoh, sehingga Batalyon Maroko mempunyai base camp yang tingkat keamanannya sesuai standar yang sudah di tentukan oleh UN (United Nation).

    Sumber: TNI
    Readmore --> SATGAS ZENI TNI BANGUN TANGGUL PERTAHANAN BATALYON MAROKO

    Pangkoopsaun II Tinjau Kesiapan Skadron Udara 11



    Pangkoopsau II Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, Senin, (22/2) meninjau kesiapan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dalam rangkaian kunjungan kerja di Lanud Sultan Hasanuddin yang diterima Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Arif Mustofa mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI I.B. Putu Dunia.

    Saat meninjau Skadron Udara 11 yang merupakan home base pesawat tempur Sukhoi 27/30 , Marsma TNI Agus Munandar , yang baru dilantik sebagai Pangkoopsau II hari Jumat 19 Februari 2010 oleh Kasau tersebut mendapat penjelasan dari Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Tony Haryono tentang kesiapan para crew dan pesawat tempur Sukhoi 27/30 dalam mendukung tugas-tugas operasi udara.

    Selain meninjau Skadron Udara 11, Pangkoopsau II dalam kunjungan kerjanya di Lanud Sultan Hasanuddin, juga meninjau kesiapan Skadron Udara 5 Boeing 737 Intai Strategis dan CN 235-220 MPA yang diterima Letkol Pnb Djatmiko Adi serta Skadron Teknik 044 diterima oleh Mayor Tek Ganang.

    Sumber: TNI-AU
    Readmore --> Pangkoopsaun II Tinjau Kesiapan Skadron Udara 11

    RI - Papua Nugini Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan


    Jakarta, DMC - Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamnehan RI) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (Dephan) Papua Nugini, Rederick Punangi, Senin (22/2) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

    Kunjungan kepada Wamenhan RI kali ini mengawali kunjungannya ke Indonesia sebagai pimpinan delegasi pemerintah Papua Nugini dalam rangka menghadiri Technical Meeting Defence Cooperation Agreement / DCA (perjanjian kerjasama pertahanan) antara RI – Papua Nugini.

    Dalam kunjungan yang berlangsung tidak lama tersebut kedua pejabat negara membicarakan tentang hasil akhir perjanjian kerjasama pertahanan antara RI dan Papua Nugini yang akan segera ditandatangani. Mengenai perjanjian kerjasama pertahanan tersebut dijelaskan oleh Wamenhan Kemhan RI bahwa banyak hal dari draft kerjasama itu yang harus disetujui oleh kedua belah pihak. Pertama untuk memastikan bahwa perjanjian kerjasama pertahanan ini juga menyangkut bidang kegiatan bersama.

    Yang kedua mengenai isi perjanjian kerjasama yang juga membahas mengenai dialog bilateral, pertukaran staf, dan pertukaran informasi juga kemungkinan mengembangkan latihan bersama angkatan bersenjata kedua negara.

    Wamenhan menyarankan bahwa joint committee harus dibentuk dan termasuk dalam perjanjian kerjasama ini karena dapat mempermudah dalam mengintensifkan pembahasan kerjasama. Banyak kerjasama yang dapat digali dalam hal kerjasama pertahanan kedua negara berdasarkan kultur budaya.

    Sementara itu, Sekjen Dephan Papua Nugini menyampaikan Papua Nugini juga merasa perlu adanya joint committee untuk mempermudah pengaturan kegiatan kerjasama pertahanan kedua negara. Kerjasama tersebut juga termasuk berbagi informasi dalam pengawasan perbatasan kedua negara. Saat ini sebenarnya kedua negara sudah menjalani beberapa kerjasama pertahanan seperti saling tukar perwira dan pengawasan perbatasan.

    Namun disadari bahwa perlu adanya MoU yang lebih kuat sebagai payung bagi kerjasama pertahanan yang telah ada. Sekjen Dephan Papua Nugini juga berharap dapat menjadi observant dalam komunitas ASEAN terutama dalam bidang kerjasama pertahanan antara negara-negara ASEAN.

    Saat melakukan kunjungan kepada Wamenhan RI, Sekjen Dephan Papua Nugini didampingi sejumlah delegasi dari pemerintah Papua Nugini. Sementara itu, turut mendampingi Wamenhan RI antara lain Staf Ahli Menhan bidang Keamanan Mayjen TNI M. Nasrun, Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Mar. Syaiful Anwar dan Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI I Wayan Mudhio.

    Usai kunjungan tersebut, Sekjen Dephan Papua Nugini bersama dengan Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan memimpin Technical Meeting DCA antara RI – Papua Nugini yang berlangsung selama satu hari di Hotel Borobudur, Jakarta.

    Delegasi dari pemerintah Papua Nugini antara lain terdiri dari Dubes Papua Nugini, Christopher Mero, Director Asia Branch, Department of Foreign Affairs and Trade Samuel Pulup, Director General International Law, Department of Justice and Attorney General Aquila Samson, Defence Atace PNG in Jakarta Col. Tokam J. Kanene dan Mr. Frank Yapao. Sementara itu Delegasi Indonesia antara lain terdiri dari sejumlah pejabat perwakilan dari Kemhan RI, Kementerian Luar Negeri RI, Mabes TNI dan Athan RI di Papua Nugini.

    Sumber: DMC
    Readmore --> RI - Papua Nugini Bahas Kerja Sama Bidang Pertahanan

    Pesawat Patroli Korsel Siap Hadapi Korut


    SEOUL--MI: Angkatan laut Korea Selatan akan menggelar delapan pesawat patroli militer yang canggih lagi tahun ini untuk menghadapi ancaman-ancaman militer Korea Utara atau dari manapun.

    Pesawat pertama dari delapan pesawat P-3CK dari Amerika Serikat akan diserahkan kepada satuan angkatan laut, Selasa (23/2), kata satu pernyataan angkatan laut, Senin (22/2).

    Perbatasan Laut Kuning yang disengketakan negara itu tegang sejak baku tembak November tahun lalu yang menyebabkan sebuah kapal patroli Korea Utara (Korut) terbakar. Pada akhir Januari Korut menembakkan sekitar 370 peluru ke laut itu dekat garis perbatasan kedua negara.

    Pekan lalu, Korut mengumumkan zona baru penembakan pihak angkatan laut lepas pantainya, melarang kapal melintas sampai Senin, walaupun sejauh ini tidak ada penembakan.

    Korsel, sekutu dekat AS, telah memiliki delapan pesawat Orion P-3C yang diproduksi Lockheed Martin.
    Angkatan laut mengatakan pesawat P-3C yang canggih itu akan dilengkapi senjata dan peralatan pengawas yang lebih baik , seperti rudal-rudal udara ke darat Block II Harpoon, untuk menghantam satuan-satuan artileri pantai musuh atau peluncur-peluncur rudal.

    Tidak disebutkan harganya. Kantor Yonhap mengatakan harga delapan pesawat baru itu US$550 juta. Perbatasan Laut Kuning adalah lokasi pertempuran laut yang menelan korban jiwa tahun 1999 dan 2002.

    Kendatipun terjadi ketegangan, Korut, Senin (22/2) mengusulkan agar para pejabat militer kedua negara melakukan perundingan 2 Maret untuk mencari jalan memudahkan akses ke satu kawasan industri gabungan di dalam perbatasan Korut.

    Korsel mengusulkan perundingan tingkat kerja 23 Februari dan belum memutuskan apakah menyetujui tanggal yang diubah itu.

    Perundingan-perundingan militer akan mencari jalan untuk mengurangi hambatan komunikasi lintas perbatasan , kemudahan bea cukai dan perjalanan ke kawasan industri Kaesong , tempat 42.000 warga Korut bekerja di 110 pabrik industri ringan yang dibiayai Korsel.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pesawat Patroli Korsel Siap Hadapi Korut

    Israel Luncurkan Pesawat Mata-Mata Tanpa Awak Terbarunya

    JERUSALEM--MI: Israel memperkenalkan pesawat mata-mata tanpa awak terbaru mereka. Pesawat terbaru ini mampu terbang selama 24 jam non stop dan bisa menjangkau wilatah Iran.

    Pesawat pengintai ini diberi nama Eitan yang berarti kuat dalam bahasa Yahudi. Militer Israel menyebut Eitan sebagai terobosan teknologi. Eitan adalah pesawat mata-mata tipe Heron-TP dengan rentang sayap 26 meter, sama dengan rentang sayap pesawat Boeing 737. Pesawat itu memiliki panjang 24 meter, berat 4,5 ton dan dapat tetap di udara selama lebih dari 24 jam, sehingga memungkinkannya untuk terbang sampai ke Iran, musuh lama Israel.

    Pesawat mata-mata itu dibuat oleh Israel Aerospace Industries, yang bekerja sama dengan Angkatan Udara, dan diperlengkapi dengan radar, kamera dan peralatan elektronik berteknologi tinggi termasuk alat pemetaan. Pesawat mata-mata itu dapat mencapai ketinggian 13.000 meter dan membawa peralatan seberat sekitar satu ton.

    "Pesawat ini merupakan hal sangat penting yang menentukan dalam pembuatan pesawat tak berawak," kata kepala Jenderal Angkatan Udara Ido Nehustan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Israel Luncurkan Pesawat Mata-Mata Tanpa Awak Terbarunya

    Sunday, February 21, 2010 | 9:48 AM | 0 Comments

    Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir Diresmikan

    Surabaya (ANTARA News) - Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir di lapangan tembak Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, diresmikan oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) M. Alfan Baharudin, Sabtu.

    Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung "Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir" oleh Komandan Korps Marinir dengan diiringi suara dentuman meriam Howitzer 105 mm.

    Setelah itu, puluhan prajurit Korps Marinir terlihat melaksanakan halang rintang dan ipam repeling di Menara Serbaguna.

    Menurut Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra, peresmian Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir ini diharapkan dapat meningkatkan naluri tempur prajurit Korps Marinir, khususnya yang berada di wilayah Surabaya.

    "Sebelum diresmikan sebagai Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir, lokasi ini hanya digunakan sebagai lapangan tembak, tapi sekarang sudah dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan naluri tempur prajurit Korps Marinir," katanya.

    Berbagai fasilitas itu berupa lapangan tembak senapan dengan jarak 1.000 meter, 100 meter, 200 meter, 400 meter, lapangan tembak pistol eksekutif, halang rintang, menara serbaguna, medan untuk cross country, medan untuk gerak senjata arteleri, dan medan untuk uji kendaraan tempur Korps Marinir.

    "Di sini merupakan `one stop service` yakni sekali ke sini, semua kemampuan peningkatan naluri tempur dapat dilakukan," katanya.

    Setelah peresmian Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir itu usai, Komandan Korps Marinir mengikuti lomba menembak pistol eksekutif yang diikuti pejabat teras Pasmar-1, Kodikmar, Lanmar Surabaya dan Kolatmar.

    Dalam lomba menembak pistol eksekutif itu, Kolonel Marinir Wurjanto menjadi juara pertama dengan nilai 188, lalu Kolonel Marinir Kasirun Situmorang sebagai juara kedua dengan nilai 186 dan Komandan Korps Marinir sebagai juara ketiga dengan nilai 184.

    Selain lomba menembak pistol eksekutif, acara itu juga dimeriahkan dengan lomba menembak pistol bagi perwira di jajaran marinir wilayah Surabaya yang diikuti 234 orang dalam 26 tim.

    Untuk lomba menembak pistol bagi perwira, juara pertama diraih tim dari Komando Pendidikan Korps Marinir dengan total nilai 1.661.

    Sementara juara kedua diraih tim dari Resimen Arteleri-1 Marinir dengan torehan nilai 1.523 dan tim dari Pangkalan Marinir Surabaya menjadi juara ketiga dengan nilai 1.477, sedangkan juara perorangan direbut Letkol Marinir Fery Marpaung dengan nilai 195.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pusat Latihan Naluri Tempur Korps Marinir Diresmikan

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.